Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

I.A Latar Belakang Masalah Pada saat ini salah satu masalah yang dihadapi dunia adalah global warming. Cuaca yang tidak menentu, banyaknya bencana alam dan krisis ekonomi melanda negara-negara di seluruh dunia. Salah satu cara untuk mengurangi global warming yang terjadi pada saat ini adalah dengan melakukan penghematan kertas. Jika kita menghemat kertas tentu kita akan mengurangi jumlah pohon yang di tebang demi menghasilkan lembaran kertas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam dunia pendidikan kita bisa menggunakan sebuah Sistem Informasi Akademik, sehingga kertas yang biasanya digunakan untuk mencetak nilai-nilai hasil belajar dapat digantikan dengan sistem Pelaporan Hasil Pembelajaran Siswa menggunakan teknologi web service. Tentu saja bukan alasan diatas saja yang digunakan dalam pembuatan Sistem Informasi Akademik tersebut. Pendidikan memiliki peran sentral dan strategis dalam mewujudkan kecerdasan, kemajuan, serta daya saing suatu bangsa. Jika peran pendidikan pada upaya pengembangan sumber daya manusia sepenting ini, maka sudah seharusnya isi dan proses pendidikan perlu dimutakhirkan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Dunia saat ini menghendaki tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi berstandar internasional. Maka isi dan proses pendidikan perlu diarahkan pada pencapaian kompetensi tersebut. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membuat penguasaan perangkat TIK menjadi sebuah kompetensi yang disyaratkan bagi lulusan satuan pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, tiap sekolah ataupun universitas dapat membuat Sistem Informasi Akademik. Walaupun terlihat sepele tapi manfaat dan peran Sistem Informasi Akademik sangatlah besar. Diantaranya untuk mempermudah komponen pendidikan seperti siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan sebagainya dalam mengakses informasi akademik apabila diperlukan dengan segera. Dengan dibangunnya Sistem Informasi Akademik tersebut, tujuannya adalah untuk efisiensi administrasi sekolah, mengurangi inkonsistensi data, lebih fleksibel karena dapat diakses dan diupdate dengan mudah, keamanan lebih terjamin, mengurangi human error dalam memproses data, dan ketersediaan data yang lebih luas. Selain itu layanan akademis suatu sekolah atau universitas juga akan lebih bermutu dengan adanya Sistem Informasi Akademik ini. Sebagai contoh efisiensi administrasi yang diusahakan dengan sistem ini adalah ketika

siswa SMP akan yang akan melanjutkan pendidikan ke SMA tidak harus membawa berbagai macam persyaratan karena semua data dan nilai mereka sudah terdapat pada Sistem Informasi Akademik. Sehingga SMA yang didaftar tinggal mengambil data dari Sistem Informasi Akademik sekolah sebelumnya, hal ini tentu lebih efisien dan data-data yang didapat akan lebih valid karena langsung didapat dari pihak sekolah sebelumnya. I.B Rumusan Masalah Masalah yang dihadapi disini adalah kertas, efektifitas, record, dan komunikasi. Dengan menggunakan Sistem Informasi Akademik maka dapat diharapkan penggunaan kertas untuk melakukan kegiatan mendata siswa akan berkurang / tidak digunakan sama sekali. Data tersebut akan ditulis secara digital. Sehingga data tersebut dapat diperbanyak atau mungkin didistribusikan ke tempat lain. Bila data-data siswa disimpan secara digital pada server online yang bisa menampung data-data tesebut, maka data tersebut dapat di akses dimanapun. Sehingga bila ada suatu sekolah yang ingin mendapatkan data siswa dari sekolah sebelumnya bisa mendapatkannya langsung melalui Pelaporan Hasil Pembelajaran Siswa yang telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Akademik pada sekolah tersebut. Siswa yang ingin mendaftar ke sekolah lain cukup memberikan nim dan dimana dia sekolah sebelumnya. Pihak sekolah dapat melihat track record dari siswa tersebut . Dan data tersebut pasti akurat karena didapat langsung dari sekolah tempat siswa itu sekolah sebelumnya. I.C Batasan Masalah Adapun batasan masalah dari penelitian ini adalah
1. Perancangan Sistem Pelaporan Hasil Pembelajaran Siswa yang terintegrasi dalam Sistem

Informasi Akademik sekolah.


2. Implementasi teknologi web service untuk Sistem Pelaporan Hasil Pembelajaran Siswa.

I.D Tujuan Adapun tujuan penulisan makalah adalah:


1. Melakukan kajian tentang pemanfaatan teknologi web service dalam dunia akademik. 2. Merancang Sistem Pelaporan Hasil Pembelajaran Siswa yang terintegrasi dalam Sistem

Informasi Akademik sekolah. 3. Menganalisis pemanfaatan pelaporan hasil pembelajaran siswa dalam Sistem Informasi Akademik terhadap efisiensi administrasi sekolah.

I.E Manfaat Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Memberikan solusi efisiensi dalam administrasi akademik di sekolah. 2. Dapat menghubungkan berbagai sekolah dari tingkat pendidikan yang berbeda dengan sistem pelaporan hasil pembelajaran ini.
3. Dapat mengimplementasikan teknologi web service.

I.F Metodologi Penelitian Metodologi penelitian yang kami gunakan sebagai berikut: 1. Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan referensi awal mengenai publikasi sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Referensi ini digunakan untuk menentukan langkah awal dalam penelitian yang akan dilakukan, sehingga tidak mengulangi hasil penelitian yang sudah ada. Selain itu, referensi digunakan sebagai dasar dalam pengembangan aplikasi dalam penelitian ini. Secara garis besar, terdapat 2 topik dalam referensi yang digunakan, yaitu: a. Sistem Informasi Akademik Meliputi gambaran umum tentang arsitektur dalam perancangan Sistem Informasi Akademik. b. Web Service Meliputi arsitektur, permodelan dan implementasi dari Web Service yang kemudian akan diimplementasikan dalam pelaporan Sistem Informasi Akademik. 2. Pengembangan Sistem Pengembangan sistem dilakukan untuk mengimplementasikan pengetahuan tentang hasil penelitian yang dilakukan. Pengembangan hanya akan terbatas pada prototype. Pengembangan Sistem Informasi Akademik berfokus pada Sistem Pelaporan Hasil Pembelajaran Siswa yang akan meliputi proses:

a. Pendefinisian Masalah b. Analisis Masalah c. Perancangan Sistem Perancangan sistem diawali dengan pembuatan model yang akan memuat: i. ii. iii. sistem. d. Implementasi e. Percobaan/ Pengujian Sistem. f. Presentasi 3. Pengumpulan Informasi Model presentation Model interface Model security

Kemudian setelah permodelan selesai akan dilanjutkan dengan pembuatan desain

Pengumpulan informasi dilakukan untuk mempelajari Business Process dari administrasi akademik sekolah, sehingga aplikasi yang dibuat dapat diterapkan pada dunia nyata. Salah satunya adalah wawancara dengan pihak sekolah. Wawancara tersebut digunakan untuk mengumpulkan functional requirement.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.A Tinjauan Pustaka Menurut Jogiyanto H.M(1995:697) dalam Andy Indra Rinaldi(2003:8), mendefiniskan sistem informasi adalah : Suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian intenal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik. Selain itu Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. a. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi. b. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Rotinsulu,et al (2009) dalam penelitiannya membahas Pengembangan Arsitektur Sistem Informasi Akademik Universitas Menggunakan Web Service. Dalam penelitian tersebut diperoleh bahwa pengembangan sistem dari two tier ke multi tier dapat diterapkan pada arsitektur yang baru dengan menggunakan web service. Selain itu keinginan institusi untuk mengintegrasikan antara satu sistem dengan sistem yang lain dapat dilakukan dengan menggunakan web service. Santosa, (2008) dalam penelitiannya membahas mengenai Analisa Dan Perancangan Web Services Untuk Sistem Informasi Universitas. Dari analisa dan perancangan yang telah dilakukan maka Web Services menjadi komponen utama di dalam mengembangkan Sistem Informasi Universitas yang memberikan kemudahan bagi pemrogram untuk membangun aplikasi sesuai fungsi dan tampilan yang dibutuhan. Selain itu Web Services menyimpan data dalam format XML yang menjadikannya multi-platform dalam hal aksesibilitasnya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Katon Wijana, S.Kom(2003) di Magister Teknologi Informasi Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dengan judul Sistem Informasi Akademik Interaktif, disebutkan bahwa desain antar muka (interface design) memegang peranan penting dalam pembuatan suatu program aplikasi, terutama sistem informasi. Hampir 50% dari pemrograman berhubungan langsung dengan interface. sekitar 30 % dari biaya dianggarkan untuk antar muka, hampir 80 % biaya perawatan yang berhubungan dengan perancangan ulang antar muka untuk memenuhi kebutuhan pemakai dan hampir 80 % dari biaya daur hidup setelah perangkat lunak diluncurkan didominasi oleh masa perawatan. Li, et al(2006) dalam penelitiannya membahas Arsitektur dan Desain Web Service untuk Search Engine Dokumen Akademik. Penelitian tersebut memperkenalkan arsitektur baru untuk pencarian literatur akademik berbasis web service. Arsitektur baru tersebut didesain untuk menutupi kekurangan dalam hal interoperability, extensibility and scalability dari arsitektur sebelumnya. Menurut Suteki(2008), sistem informasi akademik mempunyai keunggulan-keunggulan dan karakteristik sebagai berikut : 1. User friendly : Desain tampilan dan menu-menu yang ada haruslah mudah dioperasikan dan tidak menghilangkan informasi penting yang ini disampaikan. 2. Sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi atau sekolah : Dirancang untuk

mengakomodasi kebutuhan sistem akademik pada perguruan tinggi dan sekolah seperti pengambilan mata kuliah, transkrip nilai, pengelolaan data siswa, mahasiswa, guru, dan dosen, pengelolaan program studi, dll. 3. Menekan biaya operasional : Sistem Informasi Akademik dapat memangkas biaya operasional dalam pengelolaan data akademik terutama dalam hal efektivitas kerja dan biaya alat tulis kantor. 4. Berbasis web /jaringan : Dapat digunakan dalam sebuah jaringan local (LAN) maupun internet sehingga memudahkan koordinasi dan efektivitas kerja. 5. Bebas biaya lisensi untuk computer client : Biaya lisensi hanya dikenakan pada komputer server. User berhak menggunakan komputer client tanpa biaya tambahan. 6. Dikembangkan secara konsisten : Sistem Informasi Akademik dikembangkan secara berkesinambungan dan konsisten demi meningkatkan kemampuannya terutama dalam penyesuaian dengan perkembangan teknologi dan data. 7. Perbaikan bug/ error jarak jauh : Jika ada bug atau error maka admin bias memperbaiki dari jarak jauh sehingga akan lebih efisien.