Anda di halaman 1dari 5

VARIABEL PENELITIAN Pengertian Variabel Variabel adalah segi-segi masalah atau konsep-konsep pada suatu gejala.

Masingmasing segi atau konsep itu mempunyai cirri dan nilai yang bervariasi. Pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peniliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiono, 2007) Kerlinger (1973) Variable adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari. Misalnya: tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social, jenis kelamin, golongan gaji, produktifitas kerja, dll. y Variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda. Dengan demikian, variable itu merupakan suatu yang bervariasi.

Macam-macam Variabel dan Contoh Didalam setiap masalah yang diteliti tercakup variable-variabel yang biasanya masih merupakan konsep yang abstrak. Konsep yang abstrak itu hendaklah dikonkretkan sehingga diperoleh konsep nyata yang dapat diamati dan dapat diukur. Variable dibedakan dalam beberapa macam, yaitu:

1. Variable tunggal Sering ditemukan dalam suatu gejala yang diteliti ternyata hanya mempunyai satu variable saja (tunggal), tetapi banyak ciri, disebut dengan indicator. Contohnya: Pendapat masyarakat tentang peran media. Pendapat masyarakat itu tidak dapat dikaitkan dengan variable lainnya, misalnya variable jenis kelamin atau tingkat pendidikan, karena penelitian itu hanya bermaksud

mengungkapkan pendapat seluruh masyarakat. 2. Variabel Independen dan Dependen Variable Independen ini sering disebut sebagai variable stimulus, variable pengaruh atau variable bebas. Variable bebas adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen (terikat). Dinamakan variable bebas karena bebas dalam mempengaruhi variable lain. Suatu penelitian akan cukup menarik jika penelitian mencoba menelaah keterkaitan antara dua variable atau lebih, dimana satu variable mempunyai pengaruh terhadap variable yang lain. Contoh: Adakah tingkat pendidikan masyarakat berpengaruh terhadap pendapat mereka tentang peran media? Berarti penelitian itu memilikki dua macam variable yang berkorelasi yaitu variable independen (bebas, yang mempengaruhi) dan variable dependen (terikat, yang berpengaruh). Dalam hal ini tingkat pendidikan merupakan variable independen dan pendapat masyarakat terhadap peran media, mungkin akan bervariasi karena dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang bervariasi juga.

3. Variable Moderating Hubungan langsung atau variable independen dan variable dependen, kemungkinan juga dipengaruhi oleh variable-variabel lain. Salah satu yang mempengaruhi itu disebut variable moderating yaitu variable yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variable independen dan variable dependen. Tipe variable moderating ini mempunyai pengaruh terhadap sifat atau arah variable tersebut. Sifat atau arah hubungan itu kemungkinan positif atau negative. 4. Variabel intervening Variabel intervening adalah variable penyela/antara yang terletak diantara variable bebas dan variable terikat, sehingga variable bebas tidak secara langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variable terikat. 5. Variabel Kategori Dalam penelitian dikenal pula variable kategori, karena itu didalamnya terkandung indkator yang dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori. Sehingga dikenal variable dikotomi karena hanya mempunyai dua kategori saja, misalnya jenis kelamin. 6. Variabel Diskrit dan Kontinum Variable diskrit yaitu variable yang dinyatakan dalam ukuran satuan-satuan. Misalnya jumlah anak dalam satu keluarga terdiri dari 2 orang, 3 0rang, atau 8 orang. Variable diskrit tidak mempunyai pecahan. Variable kontinum dapat memiliki ukuran dengan nilai tak terbatas dalam satu rentangnya. Misalnya berat badan 55,37 kg, tinggi 1.53 m.

7. Variabel Kuantitatif dan Kualitatif Fakta atau indicator yang dapat dihitung tergolong variable kuantitatif. Misalnya umur dalam satuan tahun, atau penghasilan dalam satuan mata uang. Variable diskrit dan kontinum seperti dikemukakan diatas termasuk kedalam variable kuantitatif ini. Adapun variable kualitatif adalah fakta-fakta yang tak bisa tercatat dalam bentuk angka melainkan hanya dalam kategori-kategori. Misalnya status perkawinan merupakan kelompok kategori: kawin, bujangan, duda atau janda. HOLISTIC Pada kenyataannya, gejala-gejala social itu sering meliputi berbagai macam variable yang saling terkait secara simultan baik variable bebas, terikat, moderator ataupun intervening sehingga penelitian yang baik akan mengamati semua variable tersebut. Namun, karena adanya keterbatasan dalam berbagai hal, maka peneliti sering hanya memfokuskan pada beberapa variable saja yaitu variable Independen dan Variabel dependen. Akan tetapi, dalam penelitian kualitatif, hubungan antara semua variable tersebut akan diamati, hal ini karena penelitian kualitatif berasumsi bahwa gejala itu tidak dapat diklasifikasikan, tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan Antar Variabel Jika masalah yang diteliti itu mengandung dua atau lebih variable, maka inti pemecahan masalahnya adalah menemukan hubungan antar variable itu. Hubungan yang sederhana adalah bentuk sebab akibat, sebagaimana hubungan antara variable independen dan variable dependen.

REFERENSI Drs. Pohan Rusdi, metodologi penelitian pendidikan. Sugiyono. Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif. 2009.

y y