Anda di halaman 1dari 11

1

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ikan adalah hewan vertebrata air yang hidup di air, menggunakan insang sebagai alat pernafasan, bergerak dengan sirip, memiliki linea lateralis, dan berdarah dingin (poikiloterm). Habitat hidupnya ada sebagian diperairan darat, dan sebagian lagi diperairan laut. Setiap individu spesies ikan memiliki ciri-ciri khusus sebagai penentu apakah ikan tersebut jantan atau betina. Penampakan ciri tersebut dapat diketahui dengan melakukan pengamatan terhadap reproduksi yang dimiliki dan juga dapat dilakukan dengan melihat pada ciri-ciri permukaan tubuhnya, penampakan ciri seksualitas ikan terbagi atas penampakan seksual primer dan seksual sekunder (PENUNTUN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN, 2010). Gonad adalah organ reproduksi yang terdapat dalam tubuh individu ikan, pada ikan posisi gonad berada disamping kiri dan kanan gelembung renang, dibawah vertebrae dan diatas saluran pencernaan, dengan jumlah sepasang dan menggantung pada selaput mesovaria atau mesorchia. Bentuk dan ukuran gonad ikan selalu bervariasi didasarkan pada ukuran tubuh dan rongga tubuh ikan tersebut. Perkembangan gonad didalam tubuh ikan sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas makanan yang dimakan dan juga kondisi lingkungan perairannya, seperti suhu misalnya, sangat berpengaruh pada waktu gonad sedang dalam proses pengembangannya (PENUNTUN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN, 2010).

1.2 Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah untuk dapat mengetahui ciri-ciri seksualitas dari ikan baik dari penampakan seksualitas primer maupun penampakan seksualitas sekunder beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya, dan juga untuk mengetahui tingkat kematangan gonad ikan dan apa saja yang mempengaruhi tingkat kematangan gonad tersebut.

1.3 Manfaat Praktikum Adapun manfaat dari hasil praktikum ini adalah praktikan mampu untuk mengetahui secara langsung ciri-ciri dari seksualitas ikan tanpa harus melakukan pembedahan terlebih dahulu cukup dengan melihat dari ciri sekundernya saja, dan juga mengetahui kapan ikan mulai mencapai masa kematangan gonad.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Penentuan jenis kelamin ikan dapat dilakukan melalui pengamatan penampakan ciri seksualitas primer dan sekunder. Penampakan secara primer dapat dilihat dari gonad dan gametnya, sedangkan penampakan secara sekunder dilakukan dengan melihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan oleh organ luar tubuh dan organ pendukungnya, misalnya dari ukuran tubuh dan bentuk tubuh ataupun warnanya enampakan secara sekunder dilakukan dengan melihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan oleh organ luar tubuh dan organ pendukungnya, misalnya dari ukuran tubuh dan bentuk tubuh ataupun warnanya (DIKTAT KULIAH BIOLOGI PERIKANAN, 2010). Penampakan ciri-ciri seksual ini pada beberapa spesies ikan tertentu nyata terlihat apabila ikan tersebut sudah mengalami kematangan gonad, sedangkan sebagian ikan lainnya mengalami hal berbeda walaupun sudah matang gonad namun belum dapat ditentukan ciri-ciri seksualitasnya. Dengan dikenalinya ciriciri seksualitas ikan ini maka akan sangat membantu dalm pengklasifikasian ikan (PENUNTUN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN, 2010). Gonad yang berkembang didalam tubuh ikan akan mempengaruhi pertumbuhan berat tubuh. Individu ikan yang sudah matang gonad sempurna berat testesnya mempengaruhi pertambahan berat tubuh ikan sekitar 10-50 % (PENUNTUN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN, 2010). Dengan adanya pencatatan terhadap perubahan perkembangan gonad maka akan dapat dibandingkan antara ikan yang belum matang gonad dengan ikan yang sudah matang gonad, antara ikan yang sudah dewasa dan yang belum dewasa,

serta antara ikan yang sudah bereproduksi dan yang belum bereproduksi (DIKTAT KULIAH BIOLOGI PERIKANAN, 2010).

III.

METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat Adapun praktikum ini dilakukan pada hari selasa tanggal 11 oktober 2010 di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau pada pukul 10.00 - 11.30 WIB.

3.2 Bahan dan Alat Adapun bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan dalam melaksanakan praktikum ini adalah gunting bedah, serbet, nampan, penggaris, alat tulis, buku laporan praktikum, timbangan, botol sampel dan ikan Selais Janggu (Crytopterus lir).

3.3 Prosedur Praktikum Adapun prosedur praktikum yaitu praktikan berbaris didepan Laboraturim Biologi Perikanan dengan sudah memakai jas lab. Kemudian salah satu asisten memanggil satu per satu nama praktikan untuk masuk kedalam laboratorium, dan memeriksa peraltan yang harus dibawa praktikan untuk melakukan praktikum. Kemudian, asisten memberikan spesies ikan yang akan dipraktikumkan, setelah menghitung TL, SL, HdL, BdH, ikan ditimbang berat tubuhnya setelah sebelumnya ikan ditentukan klasifikasinya. Setelah itu ikan digambarkan pada buku laporan praktikum dan setelah dibedah untuk kematangan gonadnya kemudian dituliskan kriteria dan tingkat kematangan gonadnya. .

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Dari hasil pengamatan diperoleh sebagaimana dijelaskan pada penjelasan di bawah ini : No. 1 2 3 4 5 6 7 TL (mm) 147 164 167 143 131 165 145 SL Berat Jenis (mm) (gram) Kelamin 126 2 Jantan 139 2 Jantan 144 3 Jantan 123 2 Jantan 107 1 Jantan 142 3 Jantan 127 2 Jantan TKG 2 2 2 2 1 2 2 Kriteria Jantan : -permukaan tengkuk kepala halus -ujung sirip punggung runcing -bentuk abdominal pipih -warna gelap kehitaman - lubang genital berjumlah 1 buah pada bagian dorsal -sirip anal menyatu dari awal ujung operculum sampai bagian pangkal ekor -warna sirip punggung kehitaman Betina : -tengkuk kepala halus -sirip punggung runcing -abdominal pipih -warna dorsal kekuningan -lubang genital 1 buah -sirip punggung lebih cerah kekuningan

176

153

3.5

Jantan

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

181 214 150 153 166 153 182 182 160 148 174 195

157 3 Jantan 2 179 4 Betina 2 127 2 Jantan 4 130 2 Jantan 2 144 3 Jantan 2 131 2 Jantan 2 153 3 Jantan 2 131 3 Jantan 2 138 2 Jantan 2 127 2 Jantan 2 149 4 Jantan 4 185 4 Jantan 4 Tabel TKG Ikan Selais Janggu (Crytopterus lir)

4.2 Pembahasan Ikan Selais Janggu (Crytopterus lir), mempunyai klasifikasi sebagai berikut : Klas Ordo Family : Pisces : Siluriformes : Siluridae

Genus Spesies

: Crytopterus : Crytopterus lir

Gambar Ikan Selais Janggu (Crytopterus lir) Ikan Selais Janggu (Crytopterus lir) mulai mencapai kematangan gonad sempurna TKG 2 secara relatif dan ukuran panjang tubuh total sekitar 214 mm dengan berat relatif 4 kg dengan perbandingan 20 ekor ikan Selais Janggu (Crytopterus lir) lainnya.

Gambar Gonad Ikan Selais Janggu (Crytopterus lir)

V.

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Dari hasil praktikum yang dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa Ikan Selais Janggu (Crytopterus lir) mulai mencapai kematangan gonad sempurna TKG 2 secara relatif dan ukuran panjang tubuh total sekitar 214 mm dengan berat relatif 4 kg dengan perbandingan 20 ekor ikan Selais Janggu (Crytopterus lir) lainnya. Dengan kriteria sebagai berikut : Jenis kelamin jantan : permukaan tengkuk kepala halus, ujung sirip punggung runcing, bentuk abdominal pipih, warna gelap kehitaman, lubang genital berjumlah 1 buah pada bagian dorsal, sirip anal menyatu dari awal ujung operculum, sampai bagian pangkal ekor, warna sirip punggung kehitaman. Sedangkan yang betina : tengkuk kepala halus, sirip punggung runcing, abdominal pipih, warna dorsal kekuningan, lubang genital 1 buah, sirip punggung lebih cerah kekuningan.

5.2 Saran Dalam pelaksanaan praktikum ini masih banyak terdapat kekurangankekurangan yang perlu diperhatikan, agar dalam melakukan praktikum para praktikan dapat melakukan pengamatan secara spesifik dan lebih berhati-hati, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengidentifikasian dan dapat memperoleh hasil yang memadai, dan agar setiap praktikan itu dapat melakukan praktikum ini dengan lebih serius dan dapat selesai pada waktunya.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun. 2010. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UR. Tim Penyusun. 2010. Diktat Kuliah Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UR.

10

LAMPIRAN

11

Alat-Alat Yang Digunakan :

Buku Laporan Praktikum

Nampan

Pena

Pensil

Penggaris

Penghapus

Serbet

Timbangan