Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Usaha peningkatan kualitas panen dapat dilakukan dengan memperlakukan hasil panen menjadi bentuk tertentu yang mendekati bentuk sasaran konsumen. Usaha yang biasa dikenal dengan istilah penanganan pasca panen dan memerlukan bantuan mesin karena jumlah panen biasanya juga cukup besar sehingga tidak efektif jika menggunakan tenaga manusia. Salah satu kegiatan pasca panen adalah penggilingan padi dari gabah menjadi beras. (Harris. 1988) Penggilingan padi memiliki peran penting dalam sistem produksi padi hingga terbentuk beras. Peranan tersebut terbukti dari besarnya jumlah penggilingan padi dan sebarannya di seluruh daerah sentra produksi. (Sukirno. 1999) Usaha penggilingan padi harus dapat menjamin kualitas dan kuantitas, agar usaha pemenuhan kebutuhan akan beras dapat terpenuhi. Mesin penggilingan yang digunakan biasanya berupa Rice Milling Unit (RMU) adalah penggilingan padi yang konfigurasinya terdiri dari 2 unit mesin yaitu mesin pecah kulit (husker) dan mesin penyosoh (polisher) yang menyatu/tidak terpisahkan sehingga proses dari gabah langsung keluar menjadi beras putih. (Sukirno. 1999)

B. Tujuan

1. Mengetahui bagian-bagian rice mill unit yang digunakan dan fungsinya. 2. Mengetahui prinsip kerja rice mill unit.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem penggilingan padi, baik ditinjau dari kapsitas giling, maupun teknik penggilingan akan berpengaruh terhadap mutu beras. Sistem penggilingan padi secara tidak langsung juga menentukan jumlah dan mutu hasil sampingnya, terutma bekatul dan menir. Penggilingan dengan kapasitas besar dan continue, umumnya menghasilkan beras dengan mutu bagus dan rendemen beras keseluruhan tinggi (63-67%). Penggilingan kapasitas besar biasanya dilengkapi dengan grader, sehingga menir dipisahkan dari beras kepala. (Sukirno. 1999) Secara umum, mesin-mesin yang digunakan dalam usaha industri jasa penggilingan padi adalah mesin pemecah kulit/sekam (huller atau husker). Mesin pemisah gabah dan beras pecah kulit (brown rice separator). Mesin penyosoh atau mesin pemutih (polisher), mesin pengayak bertingkat (sifter). Mesin atau alat bantu pengemasan (timbangan dan penjahit karung). (Sukirno. 1999) Bila ditinjau dari kapasitasnya, mesin-mesin penggiling padi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu rice milling unit (RMU) dan rice milling plant (RMP). Perbedaan yang mendasar antara keduanya adalah pada ukuran, kapasitas dan aliran bahan dalam proses penggilingan yang dilakukan. Penggilingan padi yang lengkap kadangkala dilengkapi dengan pembersih gabah sebelum masuk mesin pemecah kulit, dan pengumpul dedak sebagai hasil sampingan dari proses penyosohan. (Sukirno. 1999) A. Race Milling Unit Rice milling unit (RMU) merupakan jenis mesin penggilingan padi generasi baru dengan keunggulan kompak dan mudah dioperasikan, dimana proses pengolahan gabah menjadi beras dapat dilakukan dalam satu kali proses (one pass process). RMU rata-rata mempunyai kapasitas giling kecil yaitu antara 0.2 hingga 1.0 ton/jam. Bentuk mesin menyerupai mesin tunggal dengan fungsi banyak, namun sesungguhnya memang terdiri dari beberapa mesin yang disatukan

dalam rancangan yang kompak dan bekerja secara harmoni dengan tenaga penggerak tunggal. (Waries. 2006) Rangkaian RMU sesungguhnya terdapat bagian mesin yang berfungsi memecah sekam atau engupas gabah, bagian mesin yang berfungsi memisahkan BPK dan gabah dari sekam lalu membuang sekamnya, bagian mesin yang berfungsi mengeluarkan gabah yang belum terkupas untuk dikembalikan ke pengumpan, bagian mesin yang berfungsi menyosoh dan mengumpulkan dedak, dan bagian mesin yang berfungsi melakukan pemutuan berdasarkan jenis fisik beras (beras utuh, beras kepala, beras patah, dan beras menir). Keseluruhan fungsi tersebut dikemas dalam satu mesin yang kompak dan padat, sehingga praktis dan mudah digunakan. (Waries. 2006) Proses penggolahan padi menjadi gabah setelah dipanen harus pada tingkat kadar air sekitar 22% sampai 25% basis basah. Gabah dengan kadar air tersebut tidak dapat langsung digiling karena kulitnya masih cukup basah sehingga sukar pecah dan terkupas. Oleh karena itu gabah perlu dikeringkan hingga kadar airnya berkisar 14% basis basah, dapat dilakukan melalui proses penjemuran. Pengeringan juga dapat dilakukan menggunakan berbagai tipe alat pengering mekanis yang biasanya dioperasikan oleh penggilingan padi berskala besar. B. Rice Milling Plant Prinsipnya dari RMU dan RMP (Rice Milling Plant) adalah dua nama, bila ditinjau dari segi fungsi yaitu mesin penggilingan padi yang berfungsi mengkonversi gabah kering menjadi beras putih konsumsi. (Waries. 2006) RMU merupakan satu mesin yang kompak dengan banyak fungsi, maka, RMP merupakan jenis mesin penggilingan padi dari beberapa unit mesin yang terpisah satu sama lain untuk masing masing fungsinya dalam proses penggilingan beras. Karena terpisah, unit-unit pada RMP dapat memiliki kapasitas berbeda, sehingga waktu operasional tiap unit tidak sama untuk jumlah padi yang sama. Hal tersebut bukan merupakan masalah, hanya memerlukan pengaturan watu yang lebih baik untuk operasional dan perawatan unit yang terpisah. (Waries. 2006)

Perbedaan antara RMP dengan RMU terletak pada kapasitas gilingnya. RMP biasanya memiliki kapasitas giling lebih besar dari pada RMU yaitu antara 1.0 hingga 5.0 ton/jam. Perbedaan kapasitas giling tersebut menjadi perbedaan dari tingkat efisiensi penggunaan mesin-mesin penggiling. Untuk menggiling padi dengan jumlah dan lama waktu giling yang sama, akan dibutuhkan jumlah mesin berkapasitas giling kecil yang lebih banyak dibandingkan dengan mesin berkapasitas giling besar. (Waries. 2006)

III.

METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Rice mill unit

B. Prosedur Kerja

1. Mengamati dan menggambar bagian-bagian fungsinya masing-masing. 2. Mencatat prinsip kerja rice mill unit.

V.

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

1. RMU merupakan alat penyosoh gabah dengan konfigurasi dua unit yaitu husker dan polliser 2. Hooler memiliki bagian utama antara lain v-belt, saluran pengeluaran beras cokelat, pulli, hooper, mesin diesel dan saluran pengeluaran beras sekam. 3. Polliser memiliki bagian utama antara lain engine, hooper, silinder bergigi, v-belt, katup tekanan, saluran pengeluaran sekan dan beras.

B. Saran

Praktikum telah dilaksanakan dengan baik, praktikum yang akan datang supaya ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Harris Pearson Smith, Lambert Henry Wilkes. 1988. Farm Mechinery and Equipment. Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd: New Delhi Sukirno. 1999. Mekanisasi Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada: Jogjakarta Waries, A. 2006. Teknologi Penggilingan Padi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta