Anda di halaman 1dari 18

Pengirim atau komunikator (sender) Pesan (message) Saluran (channel) Penerima atau komunikan (receiver) Umpan balik (feedback)

Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi

itu akan dijalankan ("Protokol") Aspek Komponen Komunikator Komunikasi dapat berjalan efektif bila ada :

Kepercayaaan dalam diri komunikator (self credibility) Memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang cukup melalui Memilih media yang tepat Menguasai isi pesan, media, dan lingkungan yang mendukung Menyampaikan isi pesan dengan jelas Meminta respon Pesan dapat berupa nasehat, bimbingan, dorongan, informasi dan lain-lain. Pesan dapat disampaikan lisan maupun non verbal.

komunikasi

Aspek Komponen Pesan

Aspek Komponen Komunikan Seseorang dapat dan akan menerima pesan apabila dalam kondisi sebagai berikut:

Pesan komunikasi benar-benar dimengerti oleh penerima pesan. Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk mencapai tujuan. Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk kepentingan pribadinya. Mampu menempatkan baik secara mental atau fisik. Mempunyai sifat terbuka dan memiliki pengetahuan yang cukup

Aspek Komponen Umpan Balik Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya, demi keefektifan proses umpan balik harus memperhatikan : Kepekaan dan keterbukaan antar komunikator dan komunikan Bertanggung jawab atas jalannya proses umpan balik sesuai aturan yang

disepakati

PROSES KOMUNIKASI A. Proses Komunikasi secara primer Proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang [symbol] sebagai media*. * bahasa, kial [gesture], isyarat, gambar, warna, dsb. Paling banyak digunakan adalah bahasa, karena mampu menerjemahkan* pikiran sesorang kpd orang lain. * idea, informasi atau opini. Kata-kata mengandung dua jenis pengertian : Denotatif, arti sebagaimana tercantum dalam kamus [dictionary meaning] Konotatif, arti emosional atau mengandung penilaian tertentu/ kiasan [emotional or evaluate meaning]

Model komunikasi 1. Model Linier

MODEL LINIER (PROSES YANG HANYA TERDIRI DARI DUA GARIS LURUS, DIMANA PROSES KOMUNIKASI BERAWAL DARI KOMUNIKATOR DAN BERAKHIR PADA KOMUNIKAN) 2. Model Sirkuler MODEL SIRKULER (FEEDBACK) (PROSES KOMUNIKASI TIDAK BERAWAL DARI SATU TITIK DAN BERAKHIR PADA TITIK YANG LAIN ATAU BERBALIK SATU LINGKARAN PENUH) BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI Komunikasi verbal Komunikasi non verbal

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Aktifitas penyampaian pesan yang dilakukan antar anggota dan atau dengan pihak lain dalam rangka melaksanakan kerja sama untuk mencapai tujuan HAMBATAN PSIKOLOGIS KOMUNIKASI Komunikasi sulit untuk berhasil apabila kondisi psikologis komunikan berada Mis: sedih, bingung, marah, kecewa, iri hati, prasangka, dll Hambatan yang terjadi karena faktor-faktor norma-norma dan nilai-nilai yang Mis: strata sosial, bentuk organisasi, bahasa, dll Hambatan yang terjadi pada organisme manusia Mis : tuli, rabun, gangguan pada fungsi syaraf Hambatan yang terjadi pada media/peralatan Mis: kerusakan, suara tidak jelas, dll teknis yang di pakai dalam dalam kondisi negatif HAMBATAN SOSIOKULTURAL berlaku di tengah masyarakat HAMBATAN BIOGENETIS

HAMBATAN MEDIA/TEKNIS

berkomunikasi

Bentuk komunikasi

Komunikasi Persona [Personal Communication] Komunikasi intrapersona [intrapersonal communication] Komunikasi antarpersona [interpersonal communication] " Komunikasi Kelompok [Group Communication] Komunikasi kelompok kecil [small group communication] Ceramah [lecture], diskusi panel [panel discussion], simposium [symposium], forum, seminar, curah saran [brain storming], komunikasi antara manager dengan sekelompok karyawan, Komunikasi kelompok besar [large group communication] Public speaking, Rhetorika " Komunikasi Massa [Mass Communications] Pers cetak [koran, majalah, tabloid] Pers elektronik [radio, tv, film] Pers digital [internet : www.detik.com, www.koridor.com, www.berpolitik.com, www.kompas.com, www.jawapos.com, ! news portal " Komunikasi medio [Medio communication] Surat, telepon, e-mail, pamflet, poster, brosur, spanduk, dll. 4. Sifat komunikasi Tatap muka [face to face] Bermedia [mediated] Verbal [verbal] - Lisan [oral] - Tulisan/ cetak [written/ printed] Nonverbal [non-verbal] - kial/ isyarat badaniah [gestural] - bergambar [pictorial] , facial expressions, spatial relationship 5. Metode Komunikasi Jurnalistik [journalism] - cetak [printed journalism] - elektronik [electronic journalism] - Digital [digital journalism] Humas [public relation]

Periklanan [advertising] Pameran [exhibition/ exposition] Publisitas [publicity] Propaganda Perang urat saraf [psychological warfare] Penerangan [information] 6. Teknik Komunikasi Komunikasi informatif [informative communication] Komunikasi persuasif [persuasive communication] Komunikasi instruktif/ koersif [instructive/ coersive communication] Hubungan manusiawi [human relation] 7. Tujuan Komunikasi Perubahan sikap [attitude change] Perubahan pendapat [opinion change] Perubahan perilaku [behaviour change] Perubahan sosial [social change] 4 8. Fungsi Komunikasi Menyampaikan informasi/penyebaran[to inform] Mendidik [to educate] Menghibur [to entertain] Mempengaruhi [to influence] 9. Model Komunikasi Komunikasi satu tahap [one step flow communication] Komunikasi dua tahap [two step flow communication] Komunikasi multitahap [multi step flow communication] 10. Bidang Komunikasi Komunikasi sosial [social communication] Komunikasi manajemen/ organisasional [management/ organizational communication] Komunikasi perusahaan/bidang usaha [business communication]

Komunikasi politik [political communication] Komunikasi internasional [international communication] Komunikasi antarbudaya [intercultural communication] Komunikasi pembangunan [development communication] Komunikasi lingkungan [environmental communication] Komunikasi tradisional [traditional communication], dst MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF ASPEK-ASPEK KOMUNIKASI EFEKTIF KEJELASAN (clarity) KETEPATAN (accuracy) KONTEKS (contex) ALUR (flow) BUDAYA (culture) KETAHUI MITRA BICARA KETAHUI TUJUAN PERHATIKAN KONTEKS PELAJARI KULTUR PAHAMI BAHASA Bahasa tubuh - 55% Nada suara 38% Kata-kata 7% CARA BERPAKAIAN WAKTU TEMPAT REPETITION (Pengulangan) CONTRADICTION(Pertentangan/penyangkalan)

STRATEGI MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF

EFEKTIFITAS KOMUNIKASI VERBAL

EFEKTIFITAS KOMUNIKASI NON VERBAL

FUNGSI-FUNGSI YANG MENUNJUKKAN KE NON VERBAL KOMUNIKASI

SUBSTITUTION (Pengganti pesan) COMPLEMENTING (Melengkapai pesan verbal) ACCENTING (Penekanan)

PENGARUH BUDAYA Perbedaan budaya akan mempengaruhi efektifitas komunikasi Mis : perbedaan norma, bahasa, dll

BAHASA DAN KOMUNIKASI FUNGSI BAHASA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Bahasa sebagai alat melahirkan perasaan Bahasa sebagai alat komunikasi YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN DAN HAMBATAN

FAKTOR

BERKOMUNIKASI FAKTOR PENGETAHUAN FAKTOR PENGALAMAN FAKTOR INTELEGENSI FAKTOR KEPRIBADIAN FAKTOR BIOLOGIS

TEKNIK BERBICARA TEKNIK BERBICARA EFEKTIF MENDENGAR DENGAN AKTIF TERAMPIL DALAM BERBICARA GAYA BERBICARA HAL MENARIK MENARIK NAPAS SEBELUM MEMULAI BERBICARA

TEKNIK BERBICARA EFEKTIF

MENGATUR VOLUME SUARA MENGGUNAKAN KATA-KATA YANG ENAK DIDENGAR LAYANGKAN PANDANGAN Mendengar dengan sungguh-sungguh agar mengerti apa makna yang dikandung Mengganti dengan kata-kata sendiri (paraphrasing) Mencek kembali persepsinya (perception check) Memahami perilaku spesifik pembicara (behavior description)

MENDENGARKAN DENGAN EFEKTIF oleh pesan yang disampaikan komunikator.

KETERAMPILAN BERBICARA PERCAYA DIRI UCAPKAN KATA DENGAN JELAS BICARA DENGAN WAJAR ATUR IRAMA SUARA MENARIK NAPAS DALAM-DALAM HINDARI SINDROM MEMBACA TEKS YANG PENTING SIAPKAN AIR MINIM

GAYA BERBICARA GAYA BICARA DENGAN MENGHUBUNGKAN SUARA DENGAN KATA GAYA BICARA DENGAN GERAK AIR MUKA (MIMIK) GAYA BICARA DENGAN GERAK ANGGOTA BADAN GAYA BICARA DENGAN GERAK-GERIK

HAL-HAL YANG MENARIK PAKAIAN PANDANGAN MATA

RAUT MUKA SIKAP BADAN SUARA TULISAN SENYUM INGAT NAMA

KOMUNIKASI RESPEKTIF KOMUNIKASI YANG SALING MENGHARGAI ANTARA PARA PELAKU KOMUNIKASI DALAM UPAYA PENINGKATAN INTEGRITAS PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI RESPEKTIF Positive thinking ( berprasangka positif) Solution oriented (berorientasi pada solusi) Being honeyst Emphaty Feeling Communicate KOMUNIKASI FORMAL KOMUNIKASI INFORMAL KOMUNIKASI NON FORMAL

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DAN HUBUNGAN YANG SEHAT

CIRI-CIRI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF Langsung Asertif Congenial Jelas Terbuka Secara lisan Dua arah

Responsif Nyambung Jujur Bicara dengan rendah hati Beri kejutan Rayulah Pujilah Katakan apa yang diinginkan Bila salah akuilah Pakai alat bantu Bersikap positif Perhatikan etika Perhatikan penampilan Kesiapan (preparedness) Kesungguhan (seriousness) Ketulusan (sincerity) Kepercayaan (confidence) Ketenangan (poise) Keramahan (friendship) Kesederhanaan (moderation)

SENI KOMUNIKASI

Ethos Komunikator

Etika komunikasi Pengertian Etika TINDAKAN MORAL PERBUATAN MANUSIA YANG DILAKUKAN DENGAN SENGAJA DAN TERKAIT DENGAN PENILAIAN BAIK DAN BURUK Pengertian Etiket Suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.

ETIKA KOMUNIKASI SESEORANG HARUS MEMPERTIMBANGKAN DAMPAK BAIK BURUK ATAS SETIAP TINDAKAN KOMUNIKASI Etika Yang Baik Dalam Komunikasi Walk the talk

Bersikap dewasa Realistik Menggunakan panggilan/sebutan orang yang baik Berinisiatif membuka dialog Percaya diri

Komunikasi Kelompok

Mengapa orang bergabung dengan kelompok? Fungsi kelompok bagi perseorangan: Membantu individu dalam memenuhi tujuan-tujuan yang ingin dicapainya. Mendukung perkembangan atau perubahan seseorang. Sebagai sarana bagi pertumbuhan secara spiritual (spiritual growth). Mencapai tujuan-tujuan ekonomis. Faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk memilih kelompoknya: Ketertarikan atas siapa-siapa yang bergabung pada kelompok tersebut seperti

Termasuk sosialisasi (socializing) dan pertemanan (companionship).

ketertarikan fisik/penampilan, sosialitas yang muncul dalam kelompok tersebut, atau pekerjaan yang dilakukan.

Ketertarikan terhadap kegiatan dan tujuan yang dilakukan. Ketertarikan terhadap keanggotaan kelompok itu sendiri. Ketertarikan interpersonal; inclusion, control, effection. (Schultz, William. C.

(1958). FIRO: A three-dimensional theory of interpersonal behavior. New York: Holt, Rinehart, and Winston) Apa itu kelompok? Sekumpulan orang yang mengerjakan atau mempunyai tujuan yang sama. Secara psikologis, ditandai: Kesadaran akan keterikatan diantara anggotanya. Adanya saling ketergantungan sehingga hasil setiap orang terkait secara tertentu

(Berapa jumlah sekumpulan orang tersebut?)

dengan hasil yang lain. apa yang disebut sebagai komunikasi kelompok? Proses komunikasi yang terjadi diantara sekelompok orang dalam melakukan Types of Groups tugas dan mencapai tujuannya.

Social Group; membangun moral positif anggotanya. Contoh: kelompok Work Group; ditekankan pada tugas yang harus dilakukannya/task-oriented Duplicated activity group. Contoh: kelompok penanam pohon, kelompok baca. Assembly line group. Contoh: kelompok penghijauan, sukarelawan bencana. Judgement, problem-solving and decision-making group. Contoh: kelompok

pengajian. groups.

peneliti, pansus. Group Developments Memahami komunikasi kelompok berdasarkan perkembangan kelompok itu Tahap perkembangan kelompok; Menurut Ruben & Stewart (1998): Tahap Orientasi Tahap konflik Tahap kemunculan kembali Tahap penguatan Tahap perkembangan kelompok (Moss & Tubbs, 2000) Tahap 1: Pembentukan; Apakah saya cocok di kelompok ini?, Apakah saya

sendiri. 1. 2. 3. 4.

ingin bergabung atau keluar dari kelompok ini?. Komunikasi dilakukan dengan hatihati, ditandai oleh bahasa bermakna ganda. Tahap 2: Keributan; merupakan respon normal dan respon yang diharapkan dari Tahap 3: Penormalan; munculnya keseimbangan komunikasi dan akomodasi Tahap 4: Pelaksanaan: periode persetujuan bersama dan produktivitas Konflik dalam kelompok tahap pembentukan. Pernyataan menjadi langsung, tunggal, dan jelas. kepentingan. Komunikasi terjalin dengan hadirnya kesadaran konformitas. maksimum. Semangat kelompok tinggi, komunikasi terjalin lebih santai

Smith dan Berg (1987, dalam Moss & Tubbs, 2000: 98) mendefinisikan konflik

kelompok sebagai pertentangan kekuatan-kekuatan yang berlawanan, yang meliputi gagasan, sumber daya kepentingan, harapan, atau motivasi. Konflik tidak selamanya membawa dampak negatif, sebaliknya kelompok tanpa Konflik tidak identik dengan masalah (problems). konflik adalah kelompok yang tidak akan pernah berkembang.

Berdasarkan dimensinya, konflik dalam kelompok dibedakan berdasarka: ketegasan (assertiveness) dan kerjasama (cooperativeness) Tingkatan konflik (Phillips, 1988 dalam Moss & Tubbs, 2000: 100) Tingkat 1: Perbedaan. Tujuan para pihak adalah menyelesaikan konflik. Tingkat 2: Perselisihan. Tujuan berubah menjadi rugi sesedikit mungkin. Tingkat 3: Pernyataan. Tujuan untuk kesepahaman berubah menjadi tujuan akan Tingkat 4: Pertarungan terbatas. Mulai ingin mengurangi kekuatan lawan. Mulai Tingkat 5: Perang sebenarnya. Tujuannya adalah melenyapkan pihak lain Model penanganan konflik (managemen) Ruble, T.L. & Thomas, K.W. (1976). Support for a two-dimensional model of Competitive: high in assertiveness, low in cooperativeness. Competitive people Accommodative: low in assertiveness and high in cooperativeness. These group Avoiding: low in assertiveness, low in cooperativeness. Avoiding people are Collaborative: high assertiveness, high in cooperativeness. These group Compromising: moderate in assertiveness, moderate in cooperativeness.

Suasana emosional menjadi kesopanan yang dipaksakan dan ketidaksabaran. kemenangan. munculnya sekutu politis. dengan resiko apapun.

conflict behavior. Organizational Behavior and Human Performance, 16, 143-155. 1. 2.


3.

want to win the conflict. members are easy going and willing to follow the group. detached and indifferent to conflict. 4. 5. members are active and productive problem solvers. Compromisers are willing to "give and take" to resolve conflict.

Managemen konflik di tingkat individu Bedakan antara penentang pribadi dan penentang gagasan. Gagasan setiap orang cenderung mendorong munculnya gagasan orang lain. Oposisi gagasan merupakan persyaratan dasar untuk pemecahan masalah. Kadang-kadang kita menjadi defensif dan menganggap penentang gagasan,

Gagasan tersebut disempurnakan melalui kondisi oposisi gagasan.

yang dapat membantu dan membangun, sebagai penentang pribadi, yang dapat merusakkan kelompok maupun kita secara pribadi.

Perilaku efektif untuk menyelesaikan konflik Kita harus mencoba untuk sepakat dalam mendefinisikan masalah yang Kita harus menelusuri wilayah kesepakatan yang mungkin untuk disepakati Kita dapat menentukan perubahan spesifik yang harus dilakukan setiap pihak Kita tidak boleh menyerang pribadi, tetapi harus tetap mengarahkan konflik

dihadapi. Jangan debat kusir! bersama. untuk menyelesaikan masalah dengan memuaskan. langsung pada masalahnya. Sistem Komunikasi Kelompok Paradigma sistem pada komunikasi kelompok A System is a set of things that relate to one another and form a whole. Sistem komunikasi kelompok adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan

(Littlejohn, 1996) terjadinya proses komunikasi kelompok sebagai suatu kesatuan. Pengaruh kelompok pada perilaku komunikasi

Konformitas (conformity); adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju

norma kelompok sebagai akibat tekanan kelompokyang real atau yang dibayangkan.

Pengaruh sosial normatif; kita sepakat karena kita merasa tidak enak dengan Pengaruh sosial informasional; kita mengikuti kelompok karena menganggap

mereka. Kita tidak ingin melanggar ekspektasi mereka. kelompok sebagai petunjuk untuk memilih alternatif yang tidak jelas. Faktor-faktor yang mempengaruhi konformitas Faktor situasional; kejelasan situasi, konteks situasi, cara penyampaian

penilaian, karakteristik sumber pengaruh, ukuran kelompok, dan tingkat kesepakatan kelompok. Faktor personal; usia, jenis kelamin, stabilitas emosional, otoritarianisme, Kedua faktor tersebut berpengaruh dalam menentukan konformitas dan tidak Konformitas tidak selamanya baik. Dalam bidang penelitian, konformitas tidak kecerdasan, motivasi (affiliation, achievement, power), dan harga diri. bisa dinilai dari satu sisi saja.

diharapkan. Sebaliknya, kemandirian (independence)-lah yang harus dimajukan.

Teknologi untuk komunikasi kelompok Komunikasi kelompok terdistribusi dan tatap muka. Kendala ruang-waktu dalam komunikasi kelompok terdistribusi diatasi dengan Karena melibatkan teknologi, maka komunikasi kelompok tidak lagi Penelitian maupun pengembangan teknologi untuk komunikasi kelompok adalah

hadirnya teknologi yang memediasi. sesederhana perpanjangan dari kemampuan interpersonal. bisnis yang terus berkembang beberapa tahun belakangan.