Anda di halaman 1dari 10

SEMINAR IGT III DESAIN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN UNTUK PERAWATAN PASIEN MANDIBULEKTOMI SEBAGIAN : SEBUAH LAPORAN

KASUS

Oleh: Eqi Nikitasari S. Rika Anggraeni (071610101092) (071610101094)

Dosen pembimbing: Drg. Agus Sumono, M.Kes

Pendahuluan
y Keberhasilan prothesa pada mandibula edentulous yang

direseksi berhubungan langsung dengan jumlah tulang yang tersisa, jumlah dan integritas gigi yang tersisa dan kontinuitas atau diskontinuitas kerusakan tulang (Martin dkk., 1994). y Selain itu, penempatan implant pra prothesa mungkin diperlukan untuk memperbaiki retensi dan stabilitas gigi tiruan y Ada atau tidak adanya gigi asli pada mandibula yang direseksi sering menentukan pendekatan cara rehabilitasi prothesa. Cantor dan Curtis (1971) mengklasifikasikan pasien reseksi mandibula edentulous dengan jumlah mandibula yang masih tersisa setelah reseksi dan rekonstruksi pembedahan.

Laporan kasus
y Laporan kasus y Pasien wanita berusia 37 tahun y gigi 54321 12345 hilang . y Sembilan bulan setelah pembedahan reseksi segmen anterior

mandibula. y Pada pemeriksaan terdapat diskontinuitas kerusakan bagian anterior mandibula dengan pergerakan yang bebas dari bagian lateral. Bagian kanan relatif lebih stabil daripada bagian kiri. y Gigi yang tersisa pada mandibula adalah 876 678 dan bagian yang direseksi melibatkan soket gigi 5 5 (stabil dan dukungan tulang baik) y Pada rahang atas, semua gigi ada dan sehat.

y Rekonstruksi pembedahan dari kerusakan dan rehabilitasi

prothesa merupakan pilihan perawatan. Tapi, pasien menolak intervesi bedah lebih lanjut karena masalah finansial. Oleh karena itu, diputuskan bahwa semua gigi tiruan akrilik akan dibuat untuk pasien.

Teknik Pembuatan protesa


y Sendok cetak plastik rahang bawah dipotong menjadi dua bagian

y y

y y

dan cetakan rahang bawah dibuat pada dua bagian yang terpisah; setiap bagian lengkung pada satu bagian sendok cetak. Cetakan dua bagian dicor secara terpisah dengan gips biru. Cetakan lengkung mandibula kanan dan kiri diperoleh dengan mengoklusikan dengan cetakan lengkung rahang atas dan menempatkan seluruh cetakan yang dibuat untuk basis lengkung mandibula kanan dan kiri untuk disesuaikan, Blok catatan gigit dibuat dengan malam dan gigitan dicatat. Catatan gigi posisi intercusp dicapai dengan panduan manual dari mandibula pada posisi yang diperlukan. Gigi tiruan malam dibuat tanpa tepi lingual kanan.

y Tepi lingual kanan kemudian diberi malam dengan gigi tiruan. y Keseluruhan gigi tiruan malam ditanam dan diproses dengan resin

gigi tiruan heat cure permanen. y Sebuah alur sedalam 2mm dibuat pada gigi tiruan yang sudah selesai sekitar 3mm kebawah margin gingival dari gigi tiruan di permukaan labial akrilik dari region gigi 3 diperpanjang sampai tepi dari gigi 6 yang masih ada menggunakan bur akrilik bulat. y Cangkolan wire stainless steel (SS) yang telah dibuat terlebih dahulu mendekati gingival didaptasi ke kontur dari alur melalui sepanjang alur tersebut dengan bentuk potongan u berakhir di permukaan labial gigi 3. y Tempat dari alur dan SS cangkolan wire dilapisi oleh medium pemisah (vaselline jelly).

y resin akrilik sel-cured dicampurkan dan di tuangkan diatas wire di

y y

y y

dalam alur. Selama polimerisasi, wire dibiarkan bebas di dalam dengan cara memutarnya, menarik dan mendorong di dalam alur sampai resin akrilik menjadi setting untuk menciptakan sebuah saluran. Kelebihan dari tonjolan akrilik dirapikan dan dipoles. Sebuah disc pemotong lalu digunakan untuk memotong gigi tiruan secara oblique dua bagian bucco-lingual antara gigi tiruan 5 dan 4 tanpa SS Wire di posisinya. Bagian permukaan dipoles dengan baik untuk mempermudah kontak sliding yg halus. Gigi tiruan yang telah selesai di setel di insersikan per bagian. Lalu pasien diminta untuk menutup rahangnya dan ss wire di selusurkan ke dalam saluran untuk mengunci dua bagian. Pasien sangat puas dengan gigi tiruannya dan termonitor dengan baik selama 6 bulan.

Diskusi
y Kasus yang dipresentasikan lebih sulit karena keterbatasan y

keuangan dari pasien Pasien-pasien dengan reseksi mandibula kelas VI sulit untuk direhabilitasi dengan protesa dikarenakan pergerakan dari segmen lateral mandibula. Pada kasus ini, dua segmen lateral rahang bergerak dengan sendirinya dan hanya dapat sejajar saat rahang tertutup dan gigi gigi yang berdiri beroklusi dengan gigi gigi rahang atas. Satu cetakan rahang bawah tidak mungkin dilakukan dengan demikian dibutuhkan pengambilan cetakan dari masing-masing segmen rahang secara terpisah. Dan juga pasang coba gigi tiruan yang terbuat dari wax, yang mengharuskan pasang coba tanpa tepi lingual yang tepat, tidaklah mungkin dikerjakan.

y Pembuatan gigi tiruan di laboratorium lebih mudah karena model

dari segmen rahang bawah kanan dan kiri telah di sejajarkan dengan menggunakan locating matrix. y Gigi tiruan yang sudah selesai dibuat di insersikan ke dalam bagian yang mandibula yang terpotong dan kedua segmen rahang dapat bergerak menuju oklusi sebelum menguncinya dengan ss wire. y Gigi tiruan sebagian yang terkunci di stabilkan oleh dua segmen rahang untuk gerakan membuka dan menutup. y Gigi tiruan tersebut memberikan dukungan untuk bibir, mengembalikan fungsi, memperbaiki estetik dan dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien.

y Terima Kasih