Anda di halaman 1dari 1

Denyut jantung merupakan kontraksi ruang bagian bawah jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh.

Denyut jantung terjadi karena adanya implus listrik teratur yang dibangkitkan dari salah satu jaringan pada dinding ruang atrium kanan jantung. Jaringan ini dinamakan simpul SA (SA node). Saraf simpatik berperan meningkatkan laju denyut jantung. Saraf ini biasanya aktif ketika tubuh merespon bahaya atau ketika kita berada dalam keadaan takut atau marah, melakukan aktivitas berat atau aktivitas lainnya. Denyut jantung juga dipengaruhi oleh zat-zat kimia atau hormon yang terdapat pada aliran darah seperti hormon adrenalin, hormon tiroid dan zat-zat kimia seperti kalsium, natrium, kalium yang dapat menaikkan denyut jantung. Pada kegiatan olahraga dapat membuat jantung lebih kuat sehingga laju denyut jantung berbeda pada saat kita tidak melakukan olahraga. Hal ini terjadi karena jantung yang kuat memungkinkan suplai darah yang cukup keseluruh tubuh meskipun hanya dengan denyut yang relative sedikit. Respon tubuh terhadap olahraga yang melibatkan kontraksi otot dapat berupa peningkatan kecepatan denyut jantung,. Selain itu terjadi penurunan retensi perifer total akibat vasodilatasi dalam otot-otot yang berolahraga. Akibatnya,tekanan darah sistolik juga meningkat meskipun hanya dalam peningkatan yang sedang,sementaradiastolik biasanya cenderung tidak berubah atau turun. Saat berolahraga tekanan darah akan naik cukupbanyak. Namun, segera setelah latihan selesai, tekanan darah akan turun sampai di bawah normal danberlangsung selama 30-120 menit. Penurunan ini terjadi karena pembuluh darah mengalami pelebarandan relaksasi. Pada penderita hipertensi, penurunan itu akan nyata sekali. Jika olahraga dilakukanberulangulang, lama kelamaan penurunan tekanan darah tadi berlangsung lebih lama. Itulah sebabnyalatihan olahraga secara teratur akan dapat menurunkan tekanan darah.