Anda di halaman 1dari 1

KALTENG POS

KALTENG POS
KALTENG POS Jumat, 6 Januari 2012 OPINI 11

Jumat, 6 Januari 2012

OPINI

11

Membonsai Kekerasan

Oleh Jumat, 6 Januari 2012 OPINI 11 Membonsai Kekerasan KEKERASAN bukanlah sebuah entitas yang berdiri sendiri. Ia

KEKERASAN bukanlah sebuah entitas yang berdiri sendiri. Ia berkelindan dengan entitas-entitas lain seperti politik, eko- nomi, sosial dan agama. Kekerasan seringkali lahir dari rahim-rahim perma- salahan pelik dalam ak- tualisasi dan manifestasi konsep-konsep tersebut. Dalam pentas politik, kekerasan akan terus menggejala, dalam mim- bar ekonomi ia akan se- lalu ada, di ruang agama ia akan senantiasa menya- pa dan dalam panggung sosial ia pasti bermuara. Artinya, Kekerasan akan selalu hadir pada siapa saja yang mengundangnya. Michael Foucault salah satu filosof post-modern

asal Perancis mengatakan

a-societies (tidak berpihak

bahwa kekerasan itu akan datang di/dari manapun, omnipresence begitulah dia menyebutnya.

pada masyarakat) sep- erti korupsi, diskriminasi, marginalisasi dan eksploi- tasi. Bentuk kekerasan

Di

kalangan masyara-

yang pertama cukup mu-

kat elit (birokrasi, politisi) kekerasan itu bisa men- jadi cara untuk berkuasa sedangkan bagi masyara- kat bawah kekerasan bisa menjadi media untuk mengungkapkan kekesa- lan dan rasa putus asa. Pada hakikatnya, ke- kerasan sebagai anti te- sis dari kedamaian bukan hanya termanifestasikan dengan tindakan mem- bunuh, merusak, melukai ataupun meneror tapi, kekerasan juga sering kali tampil dengan wajah lem- but dalam sebuah aturan maupun kesepakatan-ke- sepakatan yang bersifat

dah diidentifikasi karena bersifat destruktif. Namun, bentuk kekerasan yang kedua sangat sulit diraba. Mau dilawan tidak bisa, dibiarkan semakin menye- sakkan dada. Bentuk kekerasan yang kedua ini sulit diidenti- fikasi karena seringkali berafiliasi dan terbingkai dalam struktur politik, agama, sosial dan eko- nomi. Kekerasan seperti ini (maaf ) seperti kentut. Dilihat, diraba tidak bisa namun dapat dirasakan bau tak sedapnya (akibat- nya). Johan Galtung dalam segitiga kekerasannya me-

nyebut tipologi kekerasan

bagi eksistensi bangsa.

proses, prospek dan pers-

syarakat. Negara diang-

sakan, penyerangan, bah-

yang kedua ini sebagai kekerasan struktural (San- toso, 2002:184). Karena pseudo kekerasan seperti ini seringkali dilakukan

Oleh karena itu, kekerasan dalam bentuk apapun harus didekonstruksi, dikikis atau memakai is- tilah dalam tulisan ini ke-

pekstif perbuatan (Armada Riyanto CM, 2001). Jika dicermati, ke- kerasan demi kekerasan yang terjadi akhir-akhir

gap belum mampu--atau sengaja berpura-pura ti- dak mampu--dalam me- menuhi kebutuhan dasar rakyat seperti kebutuhan

kan gerakan separatis yang dilakukan untuk menen- tang negara seperti yang dialami Papua. Jika permasalahan kecil

oleh struktur-struktur ling-

kerasan itu harus dibonsai

ini

merupakan akumulasi

pangan, rasa aman, identi-

seperti dicontohkan di atas

karan setan kekuasaan.

supaya tidak semakin me-

dari ketidakpuasan-keti-

tas, pengakuan sosial serta

dapat dipahami, disadari

lebar dan membesar.

dakpuasan dan kekesa-

kebebasan yang bebas.

serta dicarikan solusinya

Membonsai kekerasan

Namun, nampaknya ke-

lan sebagian besar rakyat

Keadaan ini diperparah lagi

oleh aparatur negara maka

Akhir-akhir ini eskalasi

kerasan di negeri ini sulit

di

negeri ini atas kondi-

oleh kebijakan negara yang

besar kemungkinan pohon

kekerasan semakin me-

dihilangkan jika kita masih

si

negara yang semakin

seringkali bertentangan

kekerasan yang semakin

Penulis adalah Maha-

ningkat. Spiral kekerasan semakin menjalar menuju pojok-pojok negeri. Kota Waringin, Sampang, Bima Mesuji, Papua merupakan daerah yang hari-hari tera- khir ini menjadi sorotan banyak media karena di tempat-tempat tersebut terjadi konflik yang beru- jung kekerasan dan di- identifikasi mengandung pelanggaran HAM. Perlahan tapi pasti, Ke- kerasan sudah menjadi tradisi dan sudah menjadi banalitas, dianggap bi- asa. Ini sangat berbahaya

belum bisa mengidenti- fikasi akar penyebabnya. Seperti disinggung diawal tulisan ini, kekerasan itu bukanlah entitas yang mandiri tapi ia muncul karena ada penyebab yang melatarinya. Kekerasan bukanlah tindakan spon- tan tapi ia merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar dan dipilih oleh seseorang dengan berbagai alasan, kepent- ingan dan tujuan. Artinya, kekerasan itu selalu ber- langsung secara sistematis. Kekerasan itu, memiliki

hari semakin compang- camping akibat perilaku buruk para teknokratnya. Kekerasan seperti dijelas- kan di atas jika memakai tipologi kekerasan menu- rut Eric Fromm (dalam Ardi Raditya dan Sihabul Millah 2009) dikategorikan sebagai shattering of faith (kekerasan karena hilan- gnya kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya). Salah satu akar penyebab dari maraknya kekerasan akhir-akhir ini adalah karena tidak terpenuhinya kebutuhan dasar dari ma-

dengan kepentingan rakyat dan aturan hukum negara yang hanya memberi ke- adilan kepada siapa yang berani membeli. Keadaan- keadaan seperti inilah yang melatari munculnya ber- bagai gerakan individu ataupun gerakan sosial kemasyarakatan yang men- gambil alih kewenangan negara dengan cara mereka sendiri. Cara yang cender- ung menunjukan teraktu- alisasinya praktek-praktek liar yang menegasi norma dan hukum negara: seperti pembunuhan, pengeru-

hari semakin tumbuh men- jalar ini, cepat atau lambat akan bisa dibonsai. Hal ini juga harus ditopang oleh komitmen kuat dari seluruh aparatur negara mulai dari pusat sampai daerah untuk melakukan “tobat politik” dan kem- bali menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dan benar sehingga keper- cayaan (trust) masyarakat bersemi kembali. (*)

siswa Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya

Pendidik = Agen Pembajakan

Oleh Abdul Syahid
Oleh
Abdul Syahid

lisensi penggunaan, bukan

software.

luhur”, para pendidik selama

mengajarkanprodukteknolo-

ganjugamengirapenulisakan

perangkatlunakyangsebena-

Meski tidak disebutkan

ini kita telah berusaha sekuat

mengajukan surat keteran-

operasidanaplikasiyangfree,

DEWASA ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi bagian tak ter- pisahkan hampir di semua lapangan pekerjaan. Ekskutif

rnya.Aliashanyamemperoleh SIM,bukanSTNKatauBPKB. Lisensi tersebut tercantum dalam End User Licence Agreement (EULA) yang

bahwa menggunakan (me- makai) software merupakan pelanggaran hak cipta (pem- bajakan software), tapi tidak berarti boleh menggunakan

tenaga untuk sedapat mung- kin mengajarkan teknologi ini kepada peserta didik, baik dari segi teoritis maupun ap- likasinya. Apa yang salah?

gan tidak mampu agar diberi gratis oleh vendor program komputer. Penulis memilih sistem

berdasi di kantor megah ber-

muncul saat seseorang akan

software bajakan. Meng-

Berada di garis terdepan

yakni GNU/Linux yang dirin-

pendingin ruangan sampai

menginstal suatu program.

gandakan atau menginstal

dalamupaya “mencerdaskan

tis

oleh Linus Torvalds pada

awal 90-an. Salah satu distro

pedagang kaki lima di pinggir trotoar yang panas berdebu menggunakankomputerdan internet. Dari koruptor yang

Siapa yang pernah membaca kesepakatan itu? Mayoritas pengguna langsung meng- klik OK, I Agree, dan yang

software termasuk tindakan memperbanyaksoftware.Bila dilakukan tanpa izin (tanpa lisensi dari Pencipta/Peme-

kehidupan bangsa”, perkem- bangan pesat teknologi telah memojokkan pendidik untuk

terpopuler sistem operasi berlogo penguin ini adalah Ubuntu (dari bahasa Afrika

memanipulasianggaransam-

paipendakwahyangmenyeru

sejenis. Lisensi itu tersebut berisi pemberitahuan berapa

gang Hak Cipta) maka juga dianggap pembajakan.

gi informasi ini. Terkadang, mereka melupakan tujuan

kuno yang berarti kemanu- siaanbagisesama).Salahsatu

kepada kebenaran lincah

kali ia dapat menginstal per-

Tentusaja,penulisharusin-

dari pendidikan itu send-

turunannya,SabilyBadr11.04

menarikan jari-jemarinya di

angkat lunak. Jika seseorang

trospeksi.Jangan-jangankom-

iri. Tanpa sadar, pendidik

terinstal di komputer penulis.

atas keyboard.

membuat salinannya lebih

puternya sendiri termasuk

mengabaikan etika yang wa-

Distro ini bisa diperoleh

Namun, di tengah masifnya

banyak daripada yang dii-

yang87%tersebut?Daridaftar

jib dijunjung tinggi, apalagi

dengan jalan mendownload,

penggunaan TIK, mata du- nia menatap penuh cemooh

jinkan, artinya ia membajak. Dengan demikian, ia melang-

harga software di sebuah tab- loid komputer, penulispun

dalam lingkungan akademis, dan tak peduli terhadap hak

menyalin (copy), atau mem- beli DVD installernya. Kat-

kepada bangsa ini. Business

gar hukum.

berhitung.Sistemoperasiversi

cipta si pembuat perangkat

anyafree,koq,harusbeli?Free

SoftwareAlliance(BSA)dalam

Jika

ia membuat beberapa

ultimate nilainya Rp 1,6 juta,

lunak. Bukankah hal tersebut

di

sini berarti bahwa Sabily

2010

Piracy Study (Mei 2011)

salinan untuk teman atau

aplikasi perkantoran kelu-

adalah salah satu bentuk “ko-

tersedia gratis. Membeli di sini

menempatkan Indonesia

mertua, meminjamkan CD,

aran2010 (pengolahkata dan

rupsi’’? Bukankah hal tersebut

bukan membeli Sabily atau

padaurutanke-11daftarneg-

mendownload atau mendis-

angka, presentasi, data base,

bukanlah karakter dan bu-

perangkat lunaknya. Uang

ara pembajak software. Or-

tribusikan perangkat lunak

dan email/kalender) lebih

dayaluhurbangsa?Haruskah

yang dikeluarkan adalah un-

ganisasi yang beranggotakan

bajakan dari internet, atau

dari Rp 4 juta, pengolah foto

pendidik, yang mengajarkan

tuk membayar harga DVD,

Microsoftinimencatat“kema-

membeli program perangkat

mencapai Rp 6 juta, pengolah

pendidikan anti-korupsi dan

kemasan,uanglelah,danlain-

juan” tingkat pembajakan

peranti lunak Indonesia: 85%

lunak tunggal dan kemu- dian menginstalnya di beber-

gambar vektor Rp 3 juta. Wah, rasanya penulis cuma mem-

pendidikan karakter dan bu- dayabangsa,mengingkarinya

lain. Kalau ada yang berbaik hati memberikan DVD Sabily

dengan nilai komersial US$

apa komputer, ia melakukan

bayar sekitar dua juta rupiah

dengan cara menggunakan

itu

urusan lain. Tapi, jika ada

544

juta (2008), 86% senilai

pelanggaranhakciptaberupa

untuknetbookyangdibelinya

perangkat lunak bajakan?

yang bersikeras bahwa gratis

siapapun. Di sinilah letak free-

US$ 886 juta (2009), dan 87% senilai US$1,32 miliar (2010).

pembajakanperangkatlunak. Sebagai warga negara

dua bulan lalu. Artinya? “Jangan bekulim, wal. Am-

Pendidik adalah jabatan fungsional, diberi tunjan-

berarti tinggal menadahkan tangan, orang itu memang

Lho? Padahal, Pemerintah sudah memberlakukan UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Ada ancaman penjara paling lama 5 tahun atau denda 500 juta rupiah jika menggunakan program komputer bajakan. Bahkan, MajelisUlamaIndonesiapada

yang baik, penulis menelaah lagi UU di atas. Pasal 2 UU Hak Cipta memberikan ba- tasan hak-hak apa saja yang tercakup dalam hak cipta. Disebutkan, Hak Cipta meru- pakan hak eksklusif Pencipta (atau Pemegang Hak Cipta) untuk mengumumkan atau

pun ikam, to, bajakan jua!” sambar rekanpenulis, “Dasar timpakul!” *** Bagaimana asal muasal sampai lebih dari 2/3 pro- gram komputer di negara ini isinya bajakan? “Waktu saya kursus dulu diajarin program

gan fungsional serta pahala amal jariah. Maka, mengajar dengan atau mengajarkan perangkat lunak bajakan, bisa jadi, memperoleh dosa fungsional atau dosa jariah. Kenapa tidak? Peserta didik, karenanya, diajarkan men- jadi pengguna suatu kotak

tukang porot :-) Yang jelas, DVD itu bisa di- instal di komputer manapun atau dipinjamkan kepada

nya. Artinya, sang pembuat aplikasi memberikan hak Ke- bebasanSoftware.Kebebasan menjalankan, mengganda-

tanggal 29 Juli 2005 menge-

memperbanyak ciptaannya.

itu, koq,” ungkap seorang

hitam yang bernama pro-

kan,mengedarkan,mempela-

luarkan fatwa. Menggunakan

Selain itu, Pencipta (atau Pe-

karyawan. “Di sekolah, gu-

gram aplikasi. Hal ini terbawa

jari,membagikan,mengubah,

software ilegal adalah haram. *** “Enak aja! Laptop ini le-

megang Hak Cipta) atas pro- gramkomputerberhakuntuk memberikan izin/melarang

runya ngajarin pake sistem operasi itu,” urai seorang mu- rid. “Di kampus, dosennya

terus ketika mereka masuk dalam lingkungan kerja. Ke- tika mereka bekerja, mereka

dan meningkatkan software tersebut untuk berbagai tu- juan, tanpa harus membayar

gal, koq. Kreditnya aja belum lunas,” komentar seorang

oranglainuntukmenyewakan ciptaannya.

nyuruh bikin program pake aplikasi itu,” papar seorang

menjadi ``big spender’’ yaitu cenderung membeli (kalau

biaya lisensi kepada pencipta softwarenya.

teman.

Apayangdimaksuddengan

mahasiswa.Berawaldarilem-

tidak membajak) program

“Gratis,sih,gratis.Tapi,kalo

“Lho, saya sudah bayar se-

mengumumkan atau mem-

baga pendidikan formal atau

yang pernah mereka pela-

gak

bisa buat kerja, ‘gimana?”

ratus ribu waktu komputer saya diinstal ulang,” tangkis tetangga penulis. BSA yang hadir di 80 negara

perbanyak sebuah ciptaan tersebut? Menurut Penjela- san Pasal 2 UU Hak Cipta, “mengumumkan atau mem-

non-formal, kebiasaan buruk menggunakan produk baja- kan ini bukan cuma ada di

kalanganpenggunarumahan

jari.Kebiasaanmenggunakan perangkat lunak di bangku pendidikantelahmenjadikan mereka tergantung terhadap

sergah seorang kawan. Di luar dugaan, penulis

menemukan banyak sekali aplikasi yang fungsinya sama

dan didedikasikan untuk in-

perbanyak” juga mencakup

saja, tetapi juga bisa ditemui

aplikasi tertentu.

di

dalam Sabily tersebut. Tat-

dustri software ini mendefi-

kegiatan menerjemahkan,

di

hampir semua kalangan

***

kala penulis mengetik artikel

nisikan pembajakan software

mengadaptasi, mengaranse-

pengguna computer. Ter-

pendidikan, pemuka agama,

“Ikam, pang, kaya apa?”

ini,

misalnya, penulis meng-

adalah penggandaan atau pendistribusian hak cipta perangkat lunak secara tidak

men, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, me- minjamkan, mengimpor,

masuk kalangan pengusaha,

pemerintahan dan bahkan

cecar seorang rekan sejawat. Jangan menyangka bahwa penulis berniat untuk mem-

gunakan aplikasi pengolah kata LibreOffice Writer. Un-

tuk pengolah angka, penulis

sah. Hal ini dapat dilakukan

memamerkan, mempertun-

sampaipenegakhukum.Sam-

beli software legal. Harganya

menggunakan LibreOffice

dengan menyalin, mengun-

jukkan kepada publik, meny-

pai

di sini bisa disimpulkan,

terlalu tinggi untuk ukuran

Calc. Kalau presentasi? Ada

duh, berbagi, menjual, atau

iarkan,merekam,danmengo-

pendidik=agenpembajakan.

seorang pendidik yang ti-

LibreOfficePresentationyang

menginstal beberapa salinan

munikasikan ciptaan kepada

***

dak punya “rekening gendut”.

tak

kalah mantabnya. Semua

ke dalam komputer baik milik

publik melalui sarana apa

Komputer dan teknologi

Jangan pula menduga bahwa

dokumenyangdibuatmelalui

pribadi ataupun kantor.

pun. Dalam hal ini, pembaja-

informasi telah sampai pada

penulisakanmemintapemo-

aplikasi perkantoran buatan

Menurut BSA, ketika ses-

kan software bisa mencakup

taraf pervasif, merembes

tongan harga dari vendor

Bill Gates bisa dibacanya.

eorang membeli perangkat

beberapakegiatanantaralain

dalam semua sendi kehidu-

software agar harganya pas

Olahgambarbitmapdanvek-

lunak, ia sebenarnya membeli

menjual atau menyewakan

pan. Didorong “keinginan

dengan kantong penulis. Jan-

tor? Ada GIMP dan Inkscape.

Game?Video?Audio?Ini?Itu?

menggunakan GNU/Linux.

poten. Jadi, pengguna sistem

Meskipun gratis atau murah, aplikasinya lengkap. Semua

Comfort zone? Betul, sulit sekali mengubah kebiasaan.

operasiberlogopenguinrelatif bebas dan aman dari virus.

adaapapunbisa,menirumot-

Tapi, bukankah versi terkini

Sekarang, apalagi alasan

to

sebuah tabloid. Fungsional,

sistemoperasiberlogojendela

untuk tetap menggunakan

legal, dan halal sekaligus. “Kamu bisa bahasa Ing- gris. Enak, bisa ngerti petun-

sudah berbeda jauh diband- ingkan versi terdahulu? Rilis versibetasistemoperasikarya

aplikasiilegaldanmenjadikan diri sebagai agen pemba- jakan? Kita memang tidak

juknya,” seorang teman men- gelak.

pengembang software di Mi- crosoft juga menampilkan

agai aplikasi. Artinya, semua

akan mencuri televisi milik tetangga,karenaitukejahatan.

Benar, 90% lebih bahasa dalam dunia TIK adalah ba-

banyakperubahansignifikan.

Tapi, menggunakan aplikasi

hasaInggris.Tapi,saatpenulis menginstal RedHat Linux 9 tahun 2005 sudah terse-

Belum lagi perubahan antar muka dan fitur dalam berb-

pengguna komputer tak akan

bajakan sama jahatnya. Kita tentu tidak mengajarkan peserta didik untuk jadi ban- dit, karena itu perbuatan keji.

dia

menu instal berbahasa

pernah lama berada dalam

beradaptasidenganperubah-

Tapi, mengajarkan peserta

Indonesia. Apalagi saat ini, hampir semua distro Linux

zona nyaman. Ia harus selalu

didik menggunakan peranti lunak illegal tak kalahkejinya.

menyediakan menu instalasi dan antar muka bahasa In- donesia. Berbagai komunitas

an pesat dunia teknologi infor- masi.Kenapatidakbertualang dan menjelajah zona baru

Jadi agen rahasia memang keren.Jadiagenpembajakan? Amit-amit jabang bayi.

pengguna Linux bermuncu-

Free Open Source Software?

***

lan,

baik offline maupun on-

Takut dengan virus kom-

line. Bergabung di sana akan

puter? Bermigrasilah ke GNU/

Penulis adalahpenggiat

sangat membantu. Hampir semua majalah komputer telah membahas Linux dan

Linux. Virus yang kian meng- gila dan merepotkan tersebut

Komunitas LinuxSMANegeri 2Sampit (KLISS), alumnus

trendOpenSourceini.Bahasa

dibuatdalambahasaberbasis Windows. Dalam lingkungan

Pascasarjana PendidikanBa- hasaInggris UNS–Surakarta

tak

lagi menjadi rintangan

GNU/Linux,virustersebutim-

* abdul.syahid@gmail.com

GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan
GNU/Linux,virustersebutim- * abdul.syahid@gmail.com OPINI DAN SURAT PEMBACA Pembaca yang ingin menyumbangkan