Anda di halaman 1dari 10

MODUL 1

BISNIS INTERNASIONAL
POKOK BAHASAN :

RUANG LINGKUP BISNIS INTERNASIONAL

DOSEN PENGAMPU :

ADIYAS, SE.,MM.

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCUBUANA


JAKARTA

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa mampu memahami ruang lingkup bisnis internasional Daftar Materi Pembahasan : A. B. C. Perbedaan Bisnis Internasional dengan Bisnis Domestik Keterlibatan Perusahaan dalam Bisnis Internasional Kekuatan-kekuatan Dunia yang Mempengaruhi Kegiatan Bisnis Internasional Alasan-alasan dan Strategi Perusahaan Memasuki Pasar Luar Negeri

D.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

PENDAHULUAN

Marilah sama-sama kita pikirkan sejenak, didalam kehidupan sehari-hari seberapa banyak kita mempergunakan produk yang berasal dari luar negeri. Mulai dari sarapan pagi mungkin kita menikmati secangkir kopi yang berasal dari Brazil, setelah itu kita memakai pakaian yang mungkin berasal dari India atau Cina yang dilengkapi dengan sepatu dari Italia dan parfum dari Paris, kemudian kita berangkat ke kampus ini dengan mengendarai mobil dari Jepang atau Jerman yang berisi bahan bakar dari Singapur atau Malaysia, sepulang dari kampus kita santai sejenak dirumah sambil menonton televisi Sony buatan Jepang yang dirakit di Vietnam dan pada malam harinya mengerjakan tugas dengan Komputer IBM atau Compaq sambil ditemani oleh sebotol Coca Cola. Uraian diatas menggambarkan sebagian kecil produk-produk berbagai negara di Dunia yang selalu berada disekitar kita dan semakin hari aelalu semakin bertambah, baik secara kuantitas, kualitas maupun modelanya. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa hal tersebut bisa terjadi ?. Hal tersebut terjadi karena ketergantungan ekonomi antar negara selalu meningkat diseluruh dunia, seiring dengan pencarian pasar tambahan bagi barang dan jasa hasil produk suatu perusahaan di suatu negara serta ekspansi lokasi produksi ke negara-negara dengan biaya produksi rendah. Dulu bisnis hanya mengandalkan pada penjualan di pasar domestik saja, tapi saat ini penjualan produk ke luar negeri menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi negara-negara industri maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan lainnya, mereka selalu mencari pasar-pasar baru sebagai tempat memasarkan produknya guna memperoleh laba yang sebesar-besarnya. A. Perbedaan Antara Bisnis Internasional dengan Bisnis Domestik Bisnis Internasional adalah bisnis yang kegiatannya melewati batas-batas negara. Kegiatannya tidak hanya dalam bidang manufakturan di luar negeri, tapi juga berkembang kebidang jasa seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan partai besar dan komunikasi massa.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

Dalam

kaitannya

dengan

Bisnis

Internasional

dikenal

istilah-istilah

Multinasional/Multidomestik/Multilokal, Global dan Transnasional. Perusahaan Global dan Perusahaan Multinasional (Multinasional Coorporation, MNC) mencoba mencapai economies of scale melalui integrasi global bidang-bidang fungsional, sementara pada saat yang sama harus sangat tanggap terhadap perbedaanperbedan lingkungan lokal dimana perusahaan global memberikan respons secara lemah terhadap lingkungan-lingkungan lokal. Sebuah perusahaan global yaitu sebuah organisasi yang berupaya untuk : 1. Memadukan dan membakukan operasi-operasi di seluruh dunia dalam semua bidang fungsional. 2. Memiliki kehadiran pasarnya diseluruh dunia 3. Operasi-operasinya distandarisasikan diseluruh dunia dalan satu atau lebih bidang fungsional perusahaan. 4. Memajukan operasinya diseluruh dunia. Tapi para pelaku bisnis biasanya mendefenisikan perusahaan transnasional atau yang sering juga disebut Binasional sebagai perusahaan yang dibentuk oleh suatu merger (penggabungan badan usaha) dari dua perusahaan yang kurang lebih berukuran sama yang berasal dari dua negara yang berbeda (Ball, 2001), seperti Unilever (Belanda dan Inggris), Shell (Belanda dan Inggris), Pharmasia & Upjohn (Swedia dan Amerika) dan ABB (Swedia dan Swiss). B. Keterlibatan Perusahaan dalam Bisnis Internasional Ketika pasar domestik mengalami kejenuhan dan pertumbuhan penjualan mulai melambat, perusahaan di semua lini industri menyadari semakin pentingnya usaha-usaha untuk mengembangkan bisnis di negara lain. Sebagai contoh, McDonald telah mebuka restoran di Amerika Latin, Nike merancang sepatu sepak bola untuk masyarakat Brazil dan Wal-Mart menggoda para pembeli Cina melalui berbagai barang dagangan yang dapat dibeli dengan harga diskon. Beberapa contoh perusahaan tersebut mengambil keuntunagn dari minat yang ditunjukan oleh masyarakat luar negeri terhadap barang atau jasa yang dihasilkan oleh industri mereka. Demikian juga pasar Amerika Serikat, dengan daya beli terbesar di dunia mereka mampu menarik ribuan perusahaan asing untuk datang ke daratan Amerika. Populasi yang besar, sumber penghasilan yang banyak serta standar hidup yang terus meningkat telah menambah daya tarik negara sebagai sasaran kegiatan ekspor dan impor Amerika. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

Bisnis Internasional merupakan hal yang sangat penting bagi suatu negara dalam menjalankan aktivitas bisnisnya karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Rata-rata laju pertumbuhan negara-negara berkembang yang melakukan bisnis internasional 4,5% setiap tahunnya, coba bandingkan angka tersebut terhadap rata-rata laju negara-negara yang membatasi bisnis negaranya dengan negara lain yang hanya mencapai angka 1% setiap tahun. Hal yang sama juga terjadi pada negara-negara industri, dimana mereka yang melakukan bisnis internasional akan mengalami pertumbuhan ekonomi rata-rata 2,3% setiap tahun. Selain itu negara-negara yang industrinya melakukan bisnis internasional akan dengan mudah memperluas pasarnya dengan mencari peluang untuk berkembang dinegara lain, mengurangi ketergantungan ekonomi di negara asalnya serta mencapai produksi dan distribusi yang ekonomis. General Motor Corp. misalnya, seiring dengan penurunan pangsa pasar kendaraan ringan di Amerika, mereka telah mengalihkan penjualannya ke luar negeri untuk model-model seperti Opel Corsa. Rata-rata dalam setahun perusahaan yang dipimpin oleh Smith ini menjual 800.000 unit Corsa kepada para pengemudi di 75 negara. GM Corp. sedang menerapkan strategi empat pabrik senilai $2,2 miliar untuk usahanya di Argentina, Polandia, Cina dan Thailand guna mengambil keuntungan dari penjualan di negaranegara tersebut. Pabrik-pabrik baru ini menggambarkan ekspansi internasional terbesar dari perusahaan tersebut. Dengan mengkonsentrasikan investasinya di negara-negara berkembang, GM Corp. bermaksud mewujudkan keadaan dimana 50% dari kapasitas produksinya berada di luar Amerika Utara. C. Kekuatan-kekuatan Dunia yang Mempengaruhi Kegiatan Bisnis Internasional Secara garis besar ada dua lingkungan perusahaan, yaitu terdiri dari : 1. Lingkungan Internal, yaitu kekuatan lingkungan dalam perusahaan yang diatur manajemen untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan dalam kekuatan yang tidak dapat dikontrol, seperti faktor-faktor produksi dan aktivitas organisasi. 2. Lingkungan Eksternal, yaitu kekuatan lingkungan dari luar perusahaan yang tidak dikontrol manajemen walaupun dapat dipengaruhinya.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

Bisnis Internasional berbeda dengan bisnis domestik, karena bisnis internasional berhadapan dengan kekuatan-kekuatan tiga lingkungan, yaitu :

1. Lingkungan Domestik, adalah semua kekuatan yang tidak dapat


dikontrol yang bersumber dari negara asal yang melingkupi dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan perusahaan.

2. Lingkungan Asing, adalah semua kekuatan yang tidak dapat dikontrol


yang bersumber dari luar negara asal yang melingkupi dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan perusahaan.

3. Lingkungan Internasional, adalah interaksi antara kekuatan-kekuatan


lingkungan domestik dan lingkungan asing. Ditinjau dari perubahan yang terjadi, ada lima hal (kekuatan) yang dapat mendorong perusahaan-perusahaan internasional memasuki globalisasi operasi, yaitu :

1. Politis, yaitu terdapatnya kecendrungan terhadap penyatuan dan


sosialisai komunitas global. Berbagai kesepakatan perdagangan preferensial seperti NAFTA (North American Free Trade Agreement) dan Uni Eropa, yang mengelompokan beberapa negara menjadi sebuah pasar tunggal, telah menjanjikan kepada perusahaan-perusahaan komputer dan peluang pemasarang yang sangat berarti.

2. Teknologi,

kemajuan-kemajuan

dalam

teknologi

komunikasi memungkinkan aliran gagasan dan informasi yang meningkat melewati batas-batas negara, dan memungkinkan para konsumen mempelajari produk-produk luar negeri.

3. Pasar, mengetahui pasar dalam negeri telah jenuh membuat perusahaanperusahaan mulai merambah pasar-pasar di luar negeri, terutama ketika para pemasar menyadari ada suatu kesamaan selera dengan gaya hidup konsumen yang diakibatkan oleh meningkatnya perjalanan wisatawan, TV satelit, dan pemakaian merek global.

4. Biaya, economies of scale untuk mengurangi biaya per-unit selalu


merupakan tujuan manajemen. Salah satu alat untuk mencapainya adalah dengan mengglobalisasi lini-lini produk untuk mengurangi biaya pengembangan produksi dan persediaan.

5. Persaingan, suatu kenyataan bahwa setiap perusahaan akan berusaha


mempertahankan pasar dalam negeri mereka dari para pesaing dengan memasuki pasar dalam negeri para pesaing itu. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

Some Important Variables in The Societal Environment


Economic GDP Trends Interes rates Money Supply Inflation rates Unemployment levels Wage/price controls Devaluation / revaluation Energy availability and cost Disposable and discretionary income Total industry spending for R&D Focus of technology efforts Patent protection New products New Developments in technology transfer from lab to marketplace Productivity improvements through automation Attitudes toward foreign companies Laws on hiring and promotion Stability of government Age distribution of population Regional shifts in population Life expectation Birth rate Technological Total government spending for R&D Political-Legal Antitrust regulation Environmental protection laws Tax laws Special incentives Foreign trade regulation Rate of family formation Growth rate of population Sociocultural Lifestyle change Career expectations Consumer activism

Scanning the External Environment


Analysis of Societal Environment Economic, Sociocultural, Technological, Political-Legal Factors

Market Analysis Community Analysis Competitor Analysis Competitor Analysis

Interest Group Analysis

Selection of Strategic Factors * Opportunities * Threats

Governmental Analysis

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

D.

Alasan-alasan dan Strategi Perusahaan Memasuki Pasar Luar Negeri Mengacu kepada penjelasan sebelumnya, dapat dirangkum beberapa faktor

yang menjadi alasan suatu perusahaan memasuki pasar internasional, antara lain sebagai berikut : 1. Jenuhnya pasar domestik, sehingga mengakibatkan pertumbuhan penjualan sangat lambat. 2. Mencari pangsa pasar baru sebagai tempat memasarkan produknya yang semakin berkembang, baik dari segi kuantitas, kualitas maupun modelnya. 3. Pengembangan tempat-tempat produksi ke negara-negara dengan biaya produksi rendah. 4. Mengurangi ketergantungan secara ekonomi dari negara asal 5. Memacu laju pertumbuhan ekonomi Meskipun perluasan ke pasar luar negeri menawarkan peluang peningkatan laba dan pemasaran, namun sejalan dengan itu perusahaan juga akan menghadapi kompleksitas baru pada operasi bisnis perusahaan, diantaranya perusahaan harus menetapkan keputusan-keputusan penting sebagai berikut : 1. Menetapkan pasar luar negeri mana yang akan dimasuki 2. Menganalisis biaya yang dibutuhkan untuk memasuki pasar baru 3. Menentukan cara terbaik untuk mengorganisasi operasi lintas negara Persoalan-persoalan tersebut bervariasi kepentingannya, tergantung pada tingkat keterlibatan yang dipilih oleh perusahaan. Sebagai contoh, pendidikan dan latihan kerja di negara tuan rumah akan menjadi lebih penting bagi suatu bank yang akan membuka cabangnyadi luar negeri atau pengusaha elektronik yang membangun pabriknya di Asia ketimbang perusahaan yang hanya berencana untuk mengekspor produk buatan Amerika. Pilihan tentang pasar mana yang akan dimasuki biasanya mengikuti penelitian yang mendalam dengan faktor utama biasanya pada permintaan lokal terhadap produk-produk yang akan diproduksi atau dipasarkan serat kemampuan tenaga kerja lokal yang akan dipergunakan untuk memproduksi dengan standar kualitas internasional. Faktor-faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah persaingan yang ada dan mungkin terjadi, tingkat tarif, stabilitas mata uang,

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

hambatan investasi, dan bahkan kemungkinan adanya pelaku korupsi pada pelayanan pabean di negara tujuan. Setelah perusahaan menyelesaikan penelitian tersebut dan memutuskan untuk memasuki suatu pasar baru (pasar luar negeri), maka selanjutnya perusahaan harus memilih sejauhmana keterlibatannya dalam bisnis internasional tersebut, antara lain sebagai berikut : 1. Mengekspor atau mengimpor

2. Terlibat dalam suatu persetujuan kontrak seperti franchising, lisensi atau


perjanjian sub kontrak

3. Investasi lansung di pasar luar negeri melalui akusisi, joint venture atau
pembukaan divisi luar negeri Meskipun resiko perusahaan meningkat seiring tingkat keterlibatannya, seluruh pengendaliannya atas semua aspek produksi serta penjualan barang dan jasa juga ikut meningkat. Perusahaan serimgkali menggabungkan lebih dari satu strategi tersebut diatas dalam satu negara. Di Brazil, Wal-Mart memiliki lima toko pengecer, tapi tergantung pada kontraknya dengan pengusaha truk atau pemasok untuk mengirimkan sebagian besar dari barang-barang impor ke toko-toko teersebut. Keterlibatan dalam Bisnis Internasional

Derajat Resiko Rendah . Menengah Tinggi

Mengekspor dan Mengimpor

* Perjanjian Kontrak * Franchising * * Pemberian Lisensi Asing Sub Kontrak

* * * *

Investasi Internasional Lansung Akuisisi Join Venture Divisi Luar Negeri

Rendah

Menengah

Tinggi

Derajat Pengendalian

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL

DAFTAR BACAAN

1. International Business Environments and Operations, Daniels JD &


Radebaugh, LH. 1995.7thEd 2. Bisnis Internasional, Buku Satu dan Dua, Donald A. Ball, Salemba Empat, 2000 3. Bisnis Internasional, Buku Satu dan Dua, Alan M. Rugman, PPM, 1993

4. Business Changing World, Cunningham, Aldag and Stone, International


Thomson Publishing, 1996. 4thEd

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

ADIYAS SE, ME BISNIS INTERNASIONAL