Anda di halaman 1dari 7

Asuhan Keperawatan Klien Menopause No. 1. Diagnosa Disfungsi seksual b.

d perubahan struktur atau fungsi seksual ditandai dengan : DS: Klien mengeluh nyeri saat berhubungan DO: Tujuan Klien mengungkapkan disfungsi seksual teratasi setelah diberikan tindakan keperawatan dengan kriteria : Diagnosis 1. Ciptakan lingkungan saling percaya dan beri kesempatan pada klien untuk menggambarkan masalahnya dalam kata-kata sendiri Rasional 1. Kebanyakan klien kesulitan untuk berbicara tentak subjek sensitive, tapi dengan terciptanya rasa saling percaya dapat menentukan atau 1. Nyeri hilang bila berhubungan 2. Vagina lembab dan elastic 3. Klien tidak menolak bila diajan berhubungan 2. Beri informasi tentang kondisi individu mengetahui apa yang dirasakan pasien yang menjadi kebutuhannya 2. Informasi akan membantu klien memahami situasinya sendiri 3. Anjurkan klien untuk berbagi pikiran aytau masalah dengan pasangan atau orang terdekat 3. Komunikasi terbuka dapat mengindentifikasi area penyesuaian atau masalah dan meningkatkan diskusi usi dan resolusi

4. Diskusikan dengan klien tentang penggunaan cara atau teknik khusus saat berhubungan (misalnya : penggunaan minyak vagina)

4. Mengurangi kekeringan vagina yang dapat menimbulkan rasa sakit dan iritasi, sehingga meningkatkan kenyamanan dalam berhubungan

KOLABORASI 5. Pemberian estrogen pengganti sesuai indikasi

KOLABORASI 5. Memulihkan atropi genitalia kekeringan vagina dan uretra

2.

Nyeri sendi berhubungan dengan fisik/psikologik ( contoh : spasme otot , usia lanjut ) DO : Ekstremitas bawah terdapat nodul di setiap sendi kaki DS : Ny. H mengeluh nyeri di daerah tumit

- Keluhan

nyeri 1. Kaji

keluhan

nyeri,

1. Sebagai

dasar

berkurang/terkontrol - Pasien tampak rileks - Pasien mampu

perhatikan intensitas (skala 0 10 ), lamanya dan lokasi

pengawasan keefektifan intervensi

melakukan aktivitas

2. Berikan kenyamanan

tindakan

2. Menurunkan ketegangan memfokuskan perhatian meningkatkan otot ,

kembali dan

3. Batasi aktivitas fisik pasien

kemampuan koping 3. Mengurangi

4. Dorong teknik managemen stress (relaksasi)

pengeluaran energi 4. Memfokuskan kembali perhatian dan kontrol individu

5. Berikan indikasi

analgesik

sesuai 5. Menghilangkan dan nyeri

mengurangi

ketidaknyamanan 3. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi DO: DS : Ny. H myakini bahwa sperma yang masuk pada vagina tidak akan keluar lagi sehingga menyebabkan penyakit busung Dalam waktu 40 menit, klien mengungkapkan pengetahuannya bertambah dengan kriteria : 1. Klien tahu penyebab keadaan saat ini. 2. Klien dapat menyesuaikan diri dengan keadaannya 3. Klien tidak bertanya Tanya dengan keadaannya 4. Klien tampak ceria 3. Beri penjelasan pada klien tentang proses pengobatan. 3. Terapi pengganti estrogen tidak 2. Beri penjelasan tentang proses menopause, penyebab, gejala menopause. 2. Memberi pengetahuan pada klien tentang menopause 1. Kaji tingkat pengetahuan klien tentang keadaannya 1. Menentukan sampai dimana tentang pengetahuan klien tentang keadaannya tau proses menopause

mengembalikan siklus haid normal tapi dapat menurunkan atau menghilangkan gejala penyebab dari menopause seperti : Memulihkan atrofi genitalia dan perubahan dinding uretra, menghilangkan hot flushes, dll. Terapi progesterone dan estrogen diberi secara siklik untuk meniru siklus endometrium

4. Diskusikan tentang perlunya pengaturan atau diet makanan menggunakan

4. Meningkatkan kesehatan dan mencegah

suplemen 4. Kurang pengetahuan tentang pengontrolan penyakit DM berhubungan dengan kurangnya informasi DO : Kadar glukosa darah 302 mg/dl DS : sejak tidak ada keluahan dengan DM, Ny. H tidak pernah kontrol ke RS - Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit - Melakukan perubahan gaya hidup dan berpartisipasi dalam program pengobatan 2. Diskusikan mengenai fungsi seksual dan jawab semua pertanyaan pasien atau orang terdekat 1. Diskusikan tentang rencana diet, penggunaan makanan tinggi serat, dan cara untuk melakukan makan di luar rumah.

osteoporosis 1. Kesadaran tentang pentingnya kontrol diet akan membantu pasien dalam merencanakan makan atau mentaati program. 2. Serat dapat memperlambat absorpsi glukosa yang akan menurunkan fluktuasi kadar gula dalam darah, tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada salurancerna, flatus ,meningkat, dan mempengaruhi absorpsi vitamin atau mineral.

5.

Ganguan pola tidur berhubungan dengan stress psikologis

Pasien melaporkan perubahan dalam pola

1. Tentukan tidur dan

kebiasaan perubahan

1. Mengkaji

perlunya

dan mengidentifikasi intervensi yang tepat

yang terjadi 2. Berikan tempat tidur

2. Meningkatkan kenyamanan serta tidur

tidur/istirahat Pasien mengungkapkan peningkatan rasa sejahtera atau segar

yang nyaman

dukungan dan

fisiologis 3. Tingkatkan kenyamanan waktu tidur misal: mandi air hangat, masase. 4. Kurangi kebisingan dan lampu. 5. Dorong nyaman posisi yang psikologis 3. Meningkatkan relaksasi

efek

4. Memberikan situasi kondusif untuk tidur 5. Perubahan mengubah tekanan meningkatkan istirahat posisi area dan

6. Berikan sedatif sesuai indikasi

6. Mungkin untuk

diberikan membantu

pasien tidur/istirahat

Anda mungkin juga menyukai