Anda di halaman 1dari 3

Sakit kepala tipe tegang / tension headache

Nyeri kepala ini adalah manifestasi dari reaksi tubuh terhadap stress, kecemasan, depresi, konflik emosional, kelelahan, atau hostilitas yang tertekan. Respon fisiologis yang terjadi meliputi refleks pelebaran pembuluh darah ektrakranial serta kontraksi otot-otot rangka kepala, leher dan wajah. Nyeri kepala tipe tegang ini didefinisikan sebagai serangan nyeri kepala berulang yang berlangsung dalam menit sampai hari, dengan sifat nyeri yang biasanya berupa rasa tertekan atau diikat, dari ringan-berat, bilateral, tidak dipicu oleh aktivitas fisik dan gejala penyertanya tidak menonjol.

Klinis Nyeri kepala ini dapat bersifat episodik atau kronik (bila serangan minimal 15 hari/bulan selama paling sedikit 6 bulan). Nyeri kepala dominan pada wanita dan dapat terjadi pada segala usia. Yang khas, biasanya dimulai pada usia 20-40 tahun. Riwayat dalam keluarga dapat ditemukan. Nyeri dikeluhkan sebagai tidak berdenyut, rasa kencang daerah bitemporal atau bioksipital, atau seperti diikat disekeliling kepala, rasa berat, tertekan dll. Lokasi nyeri terutama dahi, pelipis, belakang kepala atau leher. Pada palpasi dapat teraba nodul-nodul yang berbatas tegas. Nyeri juga dapat menjalar sampai leher atau bahu. Kedinginan dapat memicu timbulnya nyeri kepala ini. Di samping gejala utama yaitu sakit kepala ditemukan juga seoerti mual, muntah, sering berdahak, mules, kembung, konstipasi atau diare, impotensi, sering kencing dan seterusnya. Pada yang episodik, pasien jarang berobat ke dokter karena sebagian besar sembuh dengan obatobat analgetik bebas yang beredar di pasaran. Pada yang kronis, biasanya merupakan manifestasi konflik psikologis yang mendasarinya seperti kecemasan dan depresi. Oleh sebab itu, perlu dievaluasi adanya stress kehidupan, pekerjaan, kebiasaan, sifat kepribadian tipe perfeksionis, kehidupan perkawinan, kehidupan sosial, seksual, dan cara pasien mengatasinya.

Pada pasien dengan nyeri kepala tipe depresi, dapat ditemukan gejala lain seperti gangguan tidur (sering terbangun atau bangundini hari), napas pendek, konstipasi, berat badan menurun, mudah lelah,nafsu seksual menurun, palpitasi, dan gangguan haid. Keluhan emosi antara lain perasaan bersalah, putus asa, tidak berharga, takut sakit atau mati, dll. Keluhan psikis yaitu konsentrasi buruk, minat menurun, ambisi menurun atau hilang, daya ingat buruk, dan mau bunuh diri. Pasien sering menghubungkan nyerii kepalanya secara tidak proporsional dengan kejadian yang pernah dialaminya seperti kecelakaan, trauma, kematian orang yang dicintai, bekas suntikan, tindakan operasi, kehilangan pekerjaan arau peceraian. Pada umumunya sakit kepala itu timbul pada saat atau sesudah mengalami stress/frustasi, misalnya setelah mengalami tekanan batin, seperti cekcok dengan suami/isteri/mertua atau terkena khawatir mengenai nasib anak yang dirawat di RS dan sebagai Penanganan Diagnosa nyeri kepala tipe tegang dapat ditentukan berdasarkan anamnesa, tetapi tentu saja pemeriksaan yang seksama harus dilakukan. Kulit dahi yang mengerut dapat dijumpai sebagai tanda dari ketegangan muskuler. Tempat-tempat yang dinyatakan penderita sebagai titik-titik nyeri tekan belum pasti bahwa tempat-tempat itu betul-betul nyeri, karena tekanan ditempat lain juga menimbulkan rasa nyeri pada orang-orang neurotik. Tindakan umum
y

Merawat penderita nyeri kepala tegang harus bearti merubah sifat dan sikap kepribadiannya. Pada umumnya orang merasa malu apabila dinyatakan oleh dokter, bahwa ia sebenarnya menderita tekana jiwa. Untuk itu diperlukan pendekatan yang khusus. Menangani kecemasan atau depresi adalah hal ya penting.

Terapi dengan obat


y

Anti-depresan.

Seperti antidepresan trisiklik; amitriptilin dan doksepin dapat diberikan bila nyeri kepala disertai gangguan tidur karena efek sedatifnya. Golongan trisiklik yang non-sedatif antara lain nortriptilin atau protriptilin.
y

Anti-cemas Sebagian pasien dengan predominan kontraksi otot dan kecemasan, dapat diberikan diazepam 5-30 mg/hari, klordazepoksid 10-75 mg/hari. Alprazolam 0,25-0,5 mg, 3 kali sehari atau buspiron.

y y y

Relaksasi, hipnosis, meditasi, Psikoterapi untuk mengatasi stressor.. Kelompok obat yang menghilangkan rasa sakit seperti analgetika dan spasmolitik