Anda di halaman 1dari 7

Commelinidae Subkelas Commenilidae pada umumnya berupa herba, sangat jarang yang berkayu, daun dengan pertulangan sejajar,

duduk daun tersebar atau roset akar , bunga dengan bagianbagian kelipatan tiga , pada beberapa familia perhiasan bunga dapat dibedakan antara kaliks dengan korolla akan tetapi pada beberapa familia perhiasan bunga sangat tereduksi dan tidak kelipan 3, stamen pada umumnya 3 atau 6 jarang 1, 2 atau banyak. Subkelas Commelinidae terdiri atas 7 ordo , 16 familia dan kurang lebih 15.000 species ( Conqruist, 1981 : 101 ). Lebih setengah dari species-species tersebut merupakan anggota familia Poaceae. Ketujuh Ordo tersebut antara lain yaitu : Commelinidales, Eriocaulales , Restionales, Juncales, Cyperales, Hydatellales dan Typhales. Dari ketujuh Ordo ini akan di bahas dua ordo saja antara lain yaitu Ordo Commeliniales yang diwakili oleh familia Commelinaceae dan ordo Cyperales yang diwakili oleh familia Poaceae dan familia Cyperaceae. Ordo Cyperales diwakili oleh familia Cyperaceae dan familia Poaceae. Commelinaceae Familia Commeliniaceae merupakan familia yang habitusnya berupa herba yang memanjat atau tegak, batang sering membengkak pada nodus (nodus jelas), daun tunggal, letak tersebar, mempunyai pelepah , urat daun sejajar, bunga umumnya dalam perbungaan simosa jarang tunggal atau dalam perbungaan spika atau panikula, sering mempunayi spata berupa daun, setiap bunga biseksual (banci), simetri daun aktinomorf atau zygomorf, kaliks 3 sepal , umumnya sepal , korolla 3 petal lepas , kadang-kadang bertaji atau bersatu dibawah, stamen 6, kadang-kadang ada yang tereduksi, menjadi staminodia, filamen sering berambut dan kadang berwarna cerah, ovarium superum, 3 karpel, 2-3 ruang, 1-beberapa ovula tiap ruang dan buah kapsula. Tangkai putik di ujung, tunggal, kepala putik berbentuk bongkol atau berbagi 3. Buah kebanyakan berupa buah kendaga, membuka dengan membelah ruang, jarang berdaging dan tidak membuke. Biji dengan kulitnya yang berigi seperti jala, mempunyai lembaga yang kecil di bagian pinggir, endosperm seperti tepung. Pada familia Commelinaceae diwakili oleh tanaman Rhoeo dicolor dan Zebrina pendula. Familia ini meliputi 600-1n jenis tumbuhan yang terbagi dalam kurang lebih 40 genus, yang tersebar di daerah tropika dan subtropika. Familia Commelinaceae merupakan familia yang dianggap paling primitif pada subkelas Commelinidae, hal ini dapat disebabkan beberapa kriteria yang dimiliki masih tergolong primitif , beberapa kriteria tersebut antara lain yaitu jenis daun tunggal, jenis kelamin biseksual , masih terdapat stamen yang lepas, caliks/korolla lepas, simetri bunga actinomorf, kelamin tumbuhan monoecus dan tipe plasenta yang masih Axilaris. Selain itu terdapat beberapa kriteria maju yang dimiliki oleh familia ini antara lain yaitu , secara umum berhabitus herba, pola percabangan simpodial, terdapat duduk daun yang roset, stamen epipetal merupakan salah satu kriteria yang cukup maju yang hanya dimiliki oleh familia Commelinaceae pada species Zebrina pendula , pertulangan daun linier, pistillum dengan stigma bersatu, perlekatan karpel sinkarp dan umur tumbuhan yang kurang

dari 1 tahun hingga 2-3 tahun. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengskoran skala filogeni familia Commelinaceae yang diwakili oleh tanaman Rhoeo discolor dan Zebrina pendula. Contoh-contoh lain: Commelina: C. nudiflora, C. paleata, C. bengalensis (brambangan), dapat dimakan sebagai sayur. Cyanotis : C. axillaris, C. capitata, C. cristata (gewor), dapat dimakan sebagai sayur. Aneilema : A. nudiflorum, A. malabaricum, A. spiratum (jeboran), dapat dimakan sebagai sayur.

Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Commelinidae Ordo : Commelinales Familia : Commelinaceae Genus : Rhoeo Species : Rhoeo discolor

Gambar. Rhoeo discolor

Gambar. Zebrina pendula Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Commelinidae Ordo : Commelinales Familia : Commelinaceae Genus : Zebrina Species : Zebrina pendula

Cyperaceae Familia Cyperaceae merupakan familia yang secara umum berupa terna perenial yang menyukai habitat yang lembab , berpaya-paya atau berair, jarang berupa terna anual , seringkali berumpun, dalam tanah terdapat rimpang yang merayap atau bahan-bahan seperti umbi dengan geragi yang merupakan alat perkembangbiakan vegetatif, batang segitiga, tidak berongga, dibawah rangkaian bunga biasanya tidak bercabang , daun bangun pita , bertulang sejajar dengan upih yang tertutup , tanpa atau jarang mempunyai lidah-lidah , jarang tereduksi dan biasanya tersusun sebagai roset akar , bunga kecil tidak menarik, banci atau berkelamin tunggal dan berumah satu, jarang berumah dua, tersusun dalam bulir-bulir dengan bunga yang terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung , daun pelindung biasanya teratur dalam dua deretan atau mengikuti suatu garis spiral , bulir-bulir kecil tersusun dalam rangkaian yang biasanya berbentuk payung atau payung berganda , ada pula yang berbentuk malai , jarang berupa bulir berganda , bunga majemuk biasanya mempunyai 1 atau beberapa daun pembalut yang mirip dengan daun-daun biasa pada pangkalnya, hiasan bunga tereduksi menjadi sisik-sisik, sekat atau rambut-rambut jarang mempunyai mahkota bahkan tidak ada,

benang sari 3 atau kurang dari 3 dan jarang lebih atau banyak, tangkai sari bebas, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang anatrop pada dasarnya , tangkai putik bercabang 2-3 atau bergerigi 2-3, buah keras berisi 1 biji, semula mempunyai tangkai putik berlekuk 2 mempunyai 2 sisi, yang semula mempunyai tangkai putik berlekuk 3 mempunayi 3 sisi, biji dengan lembaga yang kecil dan endosperm bertepung yang banyak. Pada familia Cyperaceae diwakili oleh tanaman Cyperus pavirus dan Kyllinga monochepala. Familia Cyperaceae merupakan familia urutan kedua termaju setelah familia Poaceae, akan tetapi secara teoritik familia Cyperaceae ini merupakan familia yang maju dibandingkan dengan familia Poaceae , hal ini disebabkan penggunaan kriteria yang cukup banyak sehingga perbedaan antara kedua familia ini nampak jelas. Dengan menggunakan kriteria pada praktikum ini , jadi tingkat kemajuan familia Cyperaceae turun satu tingkat dari familia Poaceae , hal ini disebabkan terdapat kriteria yang dianggap masih primitif dimiliki oleh familia Cyperaceae , beberapa kriteria tersebut antara lain yaitu, jenis daun tunggal, jenis kelamin yang biseksual , stamen lepas, kelamin tumbuhan monoecus dan masih terdapat umur tumbuhan yang tahunan. Selain itu terdapat kriteria maju yang dimiliki oleh familia ini antara lain, secara umum berhabitus herba dengan pola percabangan simpodial, duduk daun roset, pertulangan daun linier, salah satu kriteria yang hanya dimiliki oleh familia ini yaitu Caliks/corolla yang > perigonium, stigma yang telah bercabang 2-3, simetri bunga zygomorf, perlekatan karpel synkarp, tipe plasenta basalis dan terdapat umur tumbuhan yang kurang dari 1 tahun. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengskoran skala filogeni, familia Cyperaceae yang diwakili oleh species Cyperus ratundus dan Kyllinga monochepala. Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Commelinidae Ordo : Cyperales Familia : Cyperaceae Genus : Cyperus Species : Cyperus pavirus

Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Commelinidae Ordo : Cyperales Familia : Cyperaceae

Genus : Kyllinga Species : Kyllinga monochepala

Poaceae Familia Poaceae atau Gramineae merupakan familia yang berupa terna anual atau perenial, kadang-kadang berupa semak atau pohon yang tinggi, batang dengan posisi yang bermacammacam, ada yang tegak lurus, ada yang tumbuh serong keatas, ada yang berbaring atau ada yang merayap, kadang-kadang dengan rimpang didalam tanah, bentuk batang kadang-kadang seperti silinder panjang, jelas berbuku-buku dan beruas-ruas, ruas-ruas berongga , bersekat pada buku-bukunya. Daun kebanyakan bangun pita, panjang, bertulang sejajar, tersusun sebagai roset akar atau berseling dalam 2 baris batang, umumnya terdiri atau helaian, upih, dan lidah-lidah , jarang antara helaian dan upih terdapat tangkai, buanga umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal , kecil dan tidak menarik, tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang pada suku ini disebut Palea inferior kelopak telah berubah menjadi badan yang disebut Palea superior terdiri atas 2 daun kelopak yang berlekatan , berhadapan dengan palea inferior , mahkota terdiri atas 2 daun mahkota ( Jarang 3 ), yang telah berubah menjadi badan seperti sisik kecil dan dapat membengkak dan dinamakan Iodicula benang sari 1-6 jarang lebih , biasanya 3 , tangkai sari halus , kepala sari beruang 2, biasanya membuka dengan celah membujur , bunga demikian ini disebut bunga semu Floret yang terpisahpisah atau bersama dengan floret lain , tersusun dalam 2 baris pada suatu tangkai, membentuk suatu bulir kecil yang pada pangkalnya mempunyai 2 daun pelindung tanpa bunga dalam ketiaknya disebut Gluma satu floret atau lebih dengan gluma membentuk suatu bulir kecil, yang terangkai dalam bunga majemuk berganda dengan berbagai ragam susunan, malai , tandan atau bulir, dalam setiap floret bakal buahnya menumpang, beruang 1 dengan bakal biji anatrop yang seringkali menempel pada sisi daun buah yang menghadap sumbu, tangkai putik biasanya 2, jarang hanya 1 atau 3, kepala putik seperti bulu , buah biasanya seperti buah padi Caryopsis, yaitu buah dengan 1 biji yang bijinya berlekatan dengan kulit buah , jarang berupa buah buni atau buah keras, biji dengan endosperm, lembaga terdapat pada sisi yang jauh dari sumbu. Untuk familia Poaceae ini diwakili oleh tanaman atau species Zea mays , Oryza sativa dan Coix lacrima-jobi. Familia Poaceae merupakan familia yang dianggap lebih maju dari familia Commelinaceae dan Cyperaceae pada subkelas Commelinidae berdasarkan hasil pengamatan dan pengskoran skala filogeni , hal ini dapat disebabkan adanya beberapa kriteria yang dimiliki oleh familia ini telah dianggap sangat maju , kriteria maju yang dimiliki oleh familia ini antara lain secara umum berhabitus herba dengan pola percabangan yang simpodial akan tetapi terdapat satu species yang diamati masih tergolong primitif pada pola percabangannya yaitu monopodial pada species ( Zea mays ), duduk daun yang roset pada ( Oriza sativa ), secara umum pertulangan daunnya telah maju yaitu linier, perbungaan majemuk, jenis kelamin Uniseksual kecuali pada species (Oriza sativa ), caliks/corolla mulai dari apetal hingga tanpa perhiasan, apetal merupakan kriteria yang hanya dimiliki oleh familia Poaceae pada subkelas ini , stigma

bercabang, letak ovarium superum, secara umum simetri bunga zygomorf, perlekatan karpel synkarp, jenis buah majemuk dan tunggal, perlekatan karpel basalis dan umur tumbuhan kurang dari satu tahun dan beberapa tahun. Selain terdapat kriteria yang primitif yang dimiliki oleh familia Poaceae anatara lain yaitu, terdapat pola percabangan yang masih monopodial, jenis daun tunggal, duduk daun yang tersebar, jenis kelamin biseksual , stamen lepas-lepas, dan kelamin tumbuhan monoecus. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengskoran skala filogeni familia Poaceae yang diwakili oleh tanaman Zea mays, Oriza sativa dan Coix lecrima-jobi . Selain itu, tingkat kedekatan atau kekerabatan suatu species dalam familia dapat diketahui dengan menggunakan sistem fenetik, yang mana telah di gambarkan pada pohon kehidupan dapat memberikan penjelasan bahwa terdapat hubungan kekerabatan antara ( D ) Oryza sativa dengan ( G ) Kyllinga monochepala yang mana kedua species ini dikerabatkan oleh 10 kriteria yang sama dengan 3 kriteria yang positif dan 7 kriteria yang negatif, dengan 10 kriteria tersebut diduga memiliki hubungan kekerabatanya sangat dekat, akan tetapi perlu diketahui dua species tersebut bukanlah dari satu familia. Terpisahnya species ( F ) cyperus pavirus dari kedua species diatas disebabkan karakter pada 8 yaitu, umur tumbuhan 1 tahun, kriteria inilah yang menyebabkan species ini membuat cabang baru, kemudian species ( E ) Coix lacrima-jobi terpisah dari (F) disebabkan karakter nomor 2 ( Duduk daun roset ) , 3 ( Jenis kelamin Uniseksual ) dan 8 ( Umur tumbuhan 1 tahun ). Penyebab terpisahnya ( C ) Zea Mays dari species ( E ) Coix lacrima-jobi disebabkan karakter nomor 1 ( Pola percabangan simpodial ), dan 8 ( Umur tumbuhan 1 tahun ). Selanjutnya terpisahnya ( A ) Rhoeo discolor dari ( C ) Zea Mays disebabkan beberapa kriteria yang dimilikinya tidak sama dengan ( C ) Zea Mays , karakter tersebut antara lain yaitu, 1 ( Pola percabangan simpodial ), 2 ( Duduk daun roset ), 3 ( Jenis kelamin Uniseksual ), 6 ( Simetri bunga Actinomorf ), 7 ( Tipe plasenta Axilaris ), 8 ( Umur tumbuhan 1 tahun ), 9 ( Daun sukulen ) dan 10 ( Stigma bersatu. Kemudian species ( B ) Kyllinga monochepala merupakan species yang kekerabatannya sangat jauh berdasarkan analisis fenetik disebabkan banyaknya kriteria tidak sama dengan yang lainnya. Divisi : Magnoliphyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Commelinidae Ordo : Cyperales Familia : Poaceae Genus : Zea Species : Zea Mays

Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Commelinidae Ordo : Cyperales Familia : Poaceae Genus : Oryza Species : Oryza sativa

DAFTAR PUSTAKA

Anonim 1. 2009. Petunjuk praktikum Botani Phanerogamae. Bandung: FPMIPA UPI.

Rustaman (Rustamans file). 2007. Botani Phanerogamae. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung : UPI Press.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sudarso, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang