Anda di halaman 1dari 10

MASALAH PENCEMARAN MINYAK DI PERAIRAN INDRAMAYU

      

Lusiana Indah P. Ari Bramono Widya Dwi P. Wanwan Kurniawan Ujang Suhendar Rais Abdullah Ronaldo Manalu

230110097021 230110097022 230110097023 230110097024 230110097025 230110097026 230110076005

Latar Belakang
Perairan merupakan tempat bagi berbagai macam sumberdaya alam termasuk biota. Hidrokarbon adalah salah satu yang dianggap sering mencemari perairan (lautan). Hidrokarbon minyak bumi adalah pencemar utama di lautan. Minyak dan gas bumi terdiri atas berbagai campuran unsur karbon dan hidrogen, yang biasanya disebut hidrokarbon (Kadir, 1995). Perairan Indramayu merupakan salah satu perairan (lautan) di Indonesia yang sering diberitakan mengalami pencemaran minyak oleh karena daerah ini merupakan salah satu sentra industri minyak bumi di Indonesia.

Sumber Pencemaran Minyak di Perairan Indramayu

-Limbah pengolahan balongan -Ceceran kapal pengankut minyak -Ceceran dari sumur pengeboran -Kecelakaan kapal (accidental) -Kebocoran pipa

Mekanisme Pencemaran Minyak di Perairan Indramayu

Toksisitas Minyak di Perairan Indramayu




Lapisan minyak pada permukaan air akan menghalangi diffusi oksigen dari udara ke dalam air sihingga konsentrasi oksigen terlarut di dalam air (DO) menjadi menurun. Konsentrasi oksigen yang menurun ini akan mengganggu respirasi hewan air. Lapisan minyak pada permukaan air akan menghalangi sinar matahari yang masuk ke dalam air sehingga fotosintesis menjadi terhambat. Akibatnya, kandungan oksigen dalam air jadi semakin menurun.

PenangananPencemaranMinyak di PerairanIndramayu
Tiga teknik yang direkomendasikan untuk penanggulangan tumpahan minyak ini yaitu : 1. penggunaan spraying chemical dispersant, 2. pengoprasian slick- lickers, 3. dan floating boom

Regulasi
Aspek Legalitas Suatu peraturan yang baik adalah peraturan yang tidak saja memeniuhi persyaratan formal sebagai peraturan, tetapi menimbulkan rasa keadilan dan kepatutan dan dilaksanakan/ditegakkan dalam kenyataan ( Husseyn Umar, 2003 ). Undang unhdang NO. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur jelas aspek-aspek pengelolaan dan sanksi bagi pelaku polusi laut. Namun kenyataan di lapangan, aparat hukum sangat sulit mencari bukti untuk dibawa ke pengadilan. Selain pengaturan tentang lingkungan hidup juga tentang keselamatan dan pelayanan kapal diatur dalam UU No. 21 tahun 1992 yang menyebutkan bahwa setiap kapal yang beroperasi untuk melayani seluruh kegfiatan transportasi laut harus berada dalam kondisi laik laut.


Regulasi
Aspek Perlengkapan Kita tahu bahwa pembersihan laut akibat tumpahan minyak sangat sulitr dilakukan, baik dalam hal waktu, kerja yang harus teru-menerus, \ maupun dalam hal biaya yang harus dikeluarkan. Tiga teknik yang direkomendasikan untuk penanggulangan tumpahan minyak ini yaitu penggunaan spraying chemical dispersant, pengoprasian slick- lickers, dan floating boom ( Clark R.B, 2003). Sementara langkah selanjutnya adalah pembersihan total soisa-sisa minyak baik di permukaan laut ataupun di daerah pantai yang tercemar adalah dengan bioremediation seperti menyemprotkan nitrat dan phosphate ke tumpahan minyak untuk mempercepat kerja bakteri pengurai minyak serta menyemprotkan air/uap tekanan tinggi ke bagian tebinhg batu karang yang terkena tumpahan. Berkaitan dengan perlengkapan kapal, UU No. 21/92 menyebutkan pula tentang perlengkapan kapal baik dalam operasi maupun penanggulangan kecelakaan (termasuk tumpahan minyak ).


Regulasi


Aspek Koordinasi Dalam hal penanggulangan polusi tumpahan minyak di laut seluruh depertemen terkait seperti yang telah Disebutkan sebelumnyaa, LSM, dan unsur masyarakat harus dapat berkoordinasi untik menangulangi bahaya pencemaran ini. Koordinasi ini sangat penting dilakukan agar pencemaran yang terjadi dapat selesai diatasi sampai tyntas, dimana segenap konsumen bahu membahu saling mengisi kekurangan dan saling tukar informasi.

Kesimpulan


Menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga kelestarian lingkungan laut kita, kerena sebagian masyarakat kita sangat bergantung pada laut ini. Pencemaran laut akibat tumpahan minyak kian waktu kian menjadi kekhawatiran seluruh lapisan masyarakat atas kelanjutan laut kita dan ketersediaan lahan untuk hidup nelayan kita. Oleh karena itu kegiatan monitoring dan kontrol menjadi sangat penting untuk mencegah dan menanggulangi bahaya pencemaran laut dari tumpahan minyak.