Anda di halaman 1dari 3

Planning and Land Values

Nama : NIM :

Galang Gillesspi 38149

Judul Buku Judul Bab Penulis Tahun Penerbit

: An Introduction to Town and Country Planning : Planning and Land Values : John Ratcliffe : 1974 : The Anchor Press Ltd.

Rangkuman Planning and Land Values Dalam masyarakat mengalami percepatan social, ekonomi, dan teknologi yang kompleks dan canggih, pola kota juga akan berkembang. Yang melekat dengan struktur ini lintas arus konflik perorangan, politik, dan tekanan filosofik. Pemilik lahan biasanya memiliki hak milik lahan berdasarkan spekulasi dan kebutuhan social. Ruang pribadi dan ruang umum meskipun berhubungan dan saling tergantung, bersaing untuk kekuasaan, dan meskipun nilai dari satu terkait dengan yang lainnya, mereka dianggap desain yang tidak memihak oleh perencana. Awal pembelajaran konsep dan pengenmbangan teori nilai lahan terbatas hampir khusus untuk Amerika Utara. Masalah dalam mengatur kekayaan akan timbul dari lahan, pelaksanaan social dan system ekonomi yang mengelola ekuitas kepemilikan lahan. Perbaikan adalah menaikkan nilai lahan yang timbul kepada pemilik tanah yang sebagai akibat dari tindakan lainnya, seringkali otoritas publik. Sedangkan yang disebut perburukan adalah penurunan nilai lahan karena terjadi aksi lainnya. Dan kesempatan-kesempatan saat pembayaran dilakukan untuk mengurangi kesulitan dari kerugian disebut kompensasi. Pada tahun 1909, usaha komprehensif pertama untuk mengatasi pertanyaan jengkel dimasukkan di Housing, Town Planning Etc. Act yang diizinkan pemerintah daerah untuk memberlakukan 50% Betterment Levy (Perbaikan Retribusi) pada properti yang memiliki manfaat sebagai hasil dari salah satu skema perencanaan mereka. Tahun berikutnya pengenalan melihat ukuran jauh lebih canggih dan menyeluruh di bawah naungan UU Keuangan tahun 1910 yang memperkenalkan empat jenis pajak lahan, yaitu: 1. Increment value duty (Pajak keuntungan nilai) - retribusi 20% pada peningkatan nilai tanah pada alat angkut. 2. Undeveloped land duty (Pajak tanah yang belum dikembangkan) - pada tingkat 1/2d di L setiap tahun pada nilai situs tanah yang belum dikembangkan 3. Reversion duty (Pajak pengembalian) - pajak sebesar 10% dibayar oleh lessor pada nilai reversi pada akhir sewa 4. Mineral right duty (Pajak hak mineral) Karena masalah valuasi dan administrasi keempat ditinggalkan pada tahun 1920.

Pada tahun 1943, komite ahli di bawah pimpinan Lord Justice A. A. Uthwatt menghasilkan laporan tentang kompensasi dan perbaikan yang mungkin masih merupakan studi yang paling lengkap tentang masalah selama ini. Rekomendasi utama adalah: 1. bahwa hak pembangunan di tanah yang belum dikembangkan harus diberikan di negara bagian. Semua tanah masa depan yang dibutuhkan untuk pengembangan akan dibeli paksa pada nilai yang mencerminkan penggunaan yang ada, dan disewakan kembali pada nilai pasar penuh terbuka, sehingga menutup kerugian 2. jika tanah itu sudah mati-matang untuk pengembangan, rencana yang telah dipersiapkan untuk itu, itu akan tetap diperoleh oleh negara tetapi kompensasi akan menjadi nilai penuh pengembangan 3. lahan yang dikembangkan hanya akan diperoleh sebagai dan bila diperlukan untuk skema perencanaan. Tingkat kompensasi akan dinilai pada nilai pasar terbuka penuh pada 31 Maret 1939, dengan demikian, mudah-mudahan, mengecilkan spekulasi berlebihan 4. retribusi, misalnya 75%, akan dikenakan pada semua peningkatan nilai tanah sebagai dari tanggal tertentu, dengan lima tahun revaluasi 5. hibah pemerintah pusat harus dibuat tersedia bagi pemerintah daerah untuk membantu pembangunan kembali daerah pusat Solusi alternative untuk masalah perbaikan atau perburukan 1. Nasionalisasi y Nasionalisasi total y Penyatuan reverse y Mata pencaharian 2. Solusi parsial untuk masalah perbaikan atau perburukan y Penyatuan hak pengembangan y Pengelolaan lahan dan retribusi y Peringkat nilai situs y Proposal yang lain