Anda di halaman 1dari 10

PRA RANCANGAN PEMBUATAN GLUKOSA MONOHIDRAT

DARI UBI KAYU (CASSAVA) DENGAN KAPASITAS

PRODUKSI 9.400 TON/TAHUN

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Sains Terapan

OLEH :

REHULINA SEMBIRING NIM : 035201043

Sains Terapan OLEH : REHULINA SEMBIRING NIM : 035201043 DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI KIMIA

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2008

Universitas Sumatera Utara

INTISARI

Pati adalah salah satu jenis polisakarida yang amat luas tersebar di alam. Pati disimpan sebagai cadangan makanan bagi tumbuhan di dalam biji buah (padi, jagung), di dalam umbi (ubi kayu, ubi jalar, garut) dan pada batang (sagu, aren). Peranan ubi kayu sebagai bahan baku sangat banyak dibutuhkan, karena dewasa ini banyak industri kecil maupun industri besar menggunakan ubi kayu sebagai bahan baku dari produk yang dihasilkan, misalnya sebagai bahan pakan, industri pati, industri sirup glukosa, dan industri yang merupakan gula cair. Pra-rancangan pabrik pembuatan Glukosa Monohidrat ini dibuat dengan proses hidrolisa dengan cara mengasamkan suspensi pati.

Direncanakan Pabrik Glukosa Monohidrat ini memproduksi sekitar 9.400 ton/tahun dengan 300 hari kerja dalam satu tahun. Lokasi pabrik direncanakan di Labuhan Deli, Sumatera Utara dengan luas areal 10.000 m 2 , tenaga kerja yang dibutuhkan berjumlah 100 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang General Manager dengan struktur oganisasi sistem garis dan staf.

Hasil ekonomi Pabrik Pembuatan Glukosa Monohidrat dari Ubi Kayu (Cassava) adalah sebagai berikut :

Modal Investasi

Biaya Produksi

Laba Bersih

Profit Margin

Break Even Point (BEP)

Return On Investment (ROI)

Pay Out Time (POT)

Return On Network (RON)

Internal Rate of Return (IRR)

= Rp. 286.321.678.504,- = Rp. 67.987.316.760,- = Rp. 80.736.356.428,- = 62,91 % = 30,79 % = 28,20 % = 3,5 tahun = 40,33 % = 35,17 %

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

INTI SARI

iii

DAFTAR

ISI

iv

DAFTAR TABEL

ix

DAFTAR

GAMBAR

xi

BAB

I PENDAHULUAN

I-1

1.1 Latar Belakang

I-1

1.2 Perumusan Masalah

I-2

1.3 Tujuan Perancangan

I-2

1.4 Manfaat Perancangan

I-3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DESKRIPSI PROSES

II-1

 

2.1 Pemanfaatan Ubi Kayu

II-1

 

2.2 Pati

II-2

 

2.3 Uraian Proses

II-3

2.4 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk

II-4

2.4.1 Bahan Baku

II-4

2.4.2 Produk

II-5

BAB

III

NERACA MASSA

III-1

3.1

Neraca Massa Rotary Cooler (CO)

III-1

3.2

Neraca Massa Mixer (MX)

III-1

3.3

Neraca Massa Reaktor Hidrolisa (RH)

III-2

3.4

Neraca Massa Filter Press-01 (FP-01)

III-2

3.5

Neraca Massa Reaktor Netralisasi (RN)

III-2

3.6

Neraca Massa Tangki Dekanter (DK)

III-3

3.7

Neraca Massa Tangki Decolorizing (TD)

III-3

3.8

Neraca Massa Filter Press 02 (FP-02)

III-3

3.9

Neraca Massa Evaporator (EV)

III-3

3.10 Neraca Massa Crystalizer (CR)

III-4

Universitas Sumatera Utara

3.11

Neraca Massa Screw Conveyor (SC)

III-4

3.12

Neraca Massa Rotary Dryer (RD)

III-4

BAB IV NERACA PANAS

 

IV-1

4.1 Neraca Panas Mixer (MX)

IV-1

4.2 Neraca Panas Reaktor Hidrolisa (RH)

IV-1

4.3 Cooler (CO)

Neraca

Panas

IV-2

4.4 Filter Press-01 (FP-01)

Neraca

Panas

IV-2

4.5 Neraca Panas Reaktor Netralisasi (RN)

IV-2

4.6 Neraca

Panas

Tangki

Dekanter (DK)

IV-3

4.7 Neraca Panas Tangki Decolorizing (TD)

IV-3

4.8 Neraca Panas Filter Press 02 (FP-02)

IV-3

4.9 Neraca Panas Evaporator (EV)

IV-3

4.10 Neraca Panas Crystalizer (CR)

IV-4

4.11 Neraca Panas Screw Conveyor (SC)

IV-4

4.12 Neraca Panas Rotary Dryer (RD)

IV-4

4.13 Neraca Panas Rotary Cooler (RC)

IV-4

BAB

V SPESIFIKASI PERALATAN

V-1

5.1 Gudang Bahan Baku (GBB)

V-1

5.2 Tangki HCl (T-01)

 

V-1

5.3 Tangki NaOH (T-02)

V-2

5.4 Mixer (MX)

V-3

5.5 Reaktor Hidrolisa (RH)

 

V-3

5.6 Cooler (CO)

V-4

5.7 Filter Press 01 (FP-01)

 

V-5

5.8 Reaktor Netralisasi (RN)

V-5

5.9 Tangki Dekanter (DK)

V-6

5.10 Tangki Decolorizing (TD)

V-6

5.11 Filter press 02 (FP-02)

 

V-7

5.12 Tangki Evaporator (EV)

V-7

5.13 Crystalizer (CR)

V-8

5.14 Screw Conveyor (SC)

V-8

5.15 Rotary Dryer (RD)

V-9

Universitas Sumatera Utara

5.16

Rotary Cooler (RC)

V-9

5.17 Gudang Produk (GP)

V-9

5.18 Tangki N 2 (T-03)

V-10

5.19 Belt Conveyor (BC-01)

V-10

5.20 Bucklet Elevator-01 (BE-01)

V-11

5.21 Belt

Conveyor

(BC-02)

V-11

5.22 Belt

Conveyor

(BC-03)

V-11

5.23 Belt

Conveyor

(BC-04)

V-12

5.24 Bucklet Elevator-02 (BE-02)

V-12

5. 25 Pompa HCl (P-01)

V-13

5.26 Pompa Mixer (P-02)

V-13

5.27 Pompa

Cooler (P-03)

V-13

5.28 Pompa Filter Press 01 (P-04)

V-13

5.29 Pompa Reaktor Netralisasi (P-05)

V-14

5.30 Pompa Dekanter (P-06)

V-14

5.31 Pompa

NaOH (P-07)

V-14

5.32 Pompa Decolorizing (P-08)

V-14

5.33 Pompa Umpan Evaporator (P-09)

V-15

5.34 Pompa

Evaporator

(P-10)

V-15

BAB VI INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA

VI-1

6.1 Instrumentasi

VI-8

6.2 Keselamatan Kerja

VI-9

6.2.1 Pencegahan terhadap Bahaya Kebakaran dan Peledakan

VI-10

6.2.2 Peralatan Perlindungan Diri

VI-10

6.2.3 Keselamatan Kerja Terhadap Listrik

VI-11

6.2.4 Pencegahan Terhadap Gangguan Kesehatan

VI-11

6.2.5 Pencegahan Terhadap Bahaya Mekanis

VI-11

BAB VII UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

VII-1

7.1

Kebutuhan Air

VII-1

7.1.1 Screening

VII-6

7.1.2 Klarifikasi

VII-6

Universitas Sumatera Utara

7.1.3

Filtrasi

VII-7

7.1.4 Demineralisasi

 

VII-8

7.1.5 Deaerator

VII-11

7.2 Kebutuhan Bahan Kimia

VII-11

7.3 Kebutuhan Listrik

 

VII-12

7.4 Kebutuhan Bahan Bakar

VII-12

7.5 Unit Pengolahan Limbah

VII-14

7.5.1

Pengolahan Limbah dengan Sistem Activated Sludge

 

(Lumpur Aktif)

VII-15

BAB VIII LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

VIII-1

8.1

Lokasi Pabrik

VIII-1

8.1.1 Faktor

Utama

 

VIII-1

8.1.2 Faktor Khusus

VIII-2

8.2 Tata Letak Pabrik

VIII-3

8.3 Perincian Luas Tanah

VIII-4

BAB IX ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN

XI-1

9.1

Organisasi Perusahaan

IX-1

9.2Manajemen Perusahaan

 

IX-3

9.3 Bentuk Hukum Badan Usaha

IX-4

9.4 Uraian Proses

 

IX-5

9.4.1 General Manager

IX-5

9.4.2 Manajer Finansial dan Marketing

IX-6

9.4.3 Manajer SDM/Umum

IX-6

9.4.4 Manajer Produksi

 

IX-6

9.4.5 Manajer Teknik

IX-6

9.4.6 Kepala

Seksi Pembelian

IX-7

9.4.7 Kepala Seksi Marketing

IX-7

9.4.8 Kepala Seksi Personalia

IX-7

9.4.9 Kepala Seksi General Affair

IX-7

9.4.10 Kepala

Seksi

Keamanan

IX-7

9.4.11 Kepala Seksi Instrumentasi

IX-7

Universitas Sumatera Utara

9.4.12

Kepala Seksi Maintanance dan Listrik

IX-8

9.4.13 Kepala Seksi Proses

IX-8

9.4.14 Kepala Seksi Utilitas

IX-8

9.4.15 Kepala

Seksi

Laboratorium

IX-8

9.5 Tenaga Kerja dan Jam Kerja

IX-8

9.5.1 Jumlah dan Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja

IX-8

9.5.2 Pengaturan Jam Kerja

IX-9

9.6 Kesejahteraan Tenaga Kerja

IX-11

BAB X ANALISA EKONOMI

 

X-1

10.1

Modal Investasi

X-1

10.1.1 Modal Investasi Tetap / Fixed Capital Investment (FCI)

X-1

10.1.2 Modal Kerja / Working Capital (WC)

X-2

10.2

Biaya Produksi Total (BPT) / Total Cost (TC)

X-4

10.2.1 Biaya Tetap (BT) / Fixed Cost (FC)

X-4

10.2.2 Biaya Variabel (BV) / Variable Cost (VC)

X-4

10.3 Total Penjualan (Total Sales)

X-5

10.4 Perkiraan Rugi/Laba Usaha

X-5

10.5 Analisa Aspek Ekonomi

X-5

10.5.1 Profit Margin (PM)

 

X-5

10.5.2 Break Even Point (BEP)

X-5

10.5.3 Return on Investment (ROI)

X-6

10.5.4 Pay Out Time (POT)

X-6

10.5.5 Return on Network (RON)

X-7

10.5.6 Internal Rate of Return (IRR)

X-7

BAB XI KESIMPULAN

XI-1

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA

LA-1

LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA PANAS

LB-1

LAMPIRAN C SPESIFIKASI ALAT

LC-1

LAMPIRAN D SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS

LD-1

LAMPIRAN E ANALISA EKONOMI

LE-1

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Data Glukosa Monohidrat di Indonesia

I-2

Tabel 2.1 Kandungan Zat Racun pada Ubi Kayu

II-1

Tabel 2.2 Standart Kualitas Ubi Kayu

II-2

Tabel 2.3 Komposisi Kimia Beberapa Bagian Hasil Tanaman Kayu dan Tepung Tapioka

II-5

Tabel 3.1 Neraca Massa Rotary Cooler (CO)

III-1

Tabel 3.2 Neraca Massa Mixer (MX)

III-1

Tabel 3.3 Neraca Massa Reaktor Hidrolisa (RH)

III-2

Tabel 3.4 Neraca Massa Filter Press-01 (FP-01)

III-2

Tabel 3.5 Neraca Massa Reaktor Netralisasi (RN)

III-2

Tabel 3.6 Neraca Massa Tangki Dekanter (DK)

III-3

Tabel 3.7 Neraca Massa Tangki Decolorizing (TD)

III-3

Tabel 3.8 Neraca Massa Filter Press 02 (FP-02)

III-3

Tabel 3.9 Neraca Massa Evaporator (EV)

III-3

Tabel 3.10 Neraca Massa Crystalizer (CR)

III-4

Tabel 3.11 Neraca Massa Screw Conveyor (SC)

III-4

Tabel 3.12 Neraca Massa Rotary Dryer (RD)

III-4

Tabel 4.1 Neraca Panas Mixer (MX)

IV-1

Tabel 4.2 Neraca Panas Reaktor Hidrolisa (RH)

IV-1

Tabel 4.3 Neraca Panas Cooler (CO)

IV-2

Tabel 4.4 Neraca Panas Filter Press-01 (FP-01)

IV-2

Tabel 4.5 Neraca Panas Reaktor Netralisasi (RN)

IV-2

Tabel 4.6 Neraca Panas Tangki Dekanter (DK)

IV-3

Tabel 4.7 Neraca Panas Tangki Decolorizing (TD)

IV-3

Tabel 4.8 Neraca Panas Filter Press 02 (FP-02)

IV-3

Tabel

4.9

Neraca

Panas

Evaporator (EV)

IV-3

Tabel 4.10 Neraca Panas Crystalizer (CR)

IV-4

Tabel 4.11 Neraca Panas Screw Conveyor (SC)

IV-4

Tabel 4.12 Neraca Panas Rotary Dryer (RD)

IV-4

Tabel 4.13 Neraca Panas Rotary Cooler (RC)

IV-4

Universitas Sumatera Utara

VII-2

Tabel 7.2 Kebutuhan Uap Sebagai Media Pemanas Pada Berbagai Alat VII-3

Tabel 7.1 Kebutuhan Air Proses Pada Berbagai Alat

Tabel 7.3 Kebutuhan Air Pendingin Pada Berbagai Alat

VII-3

Tabel 7.4 Pemakaian Air Untuk Berbagai Kebutuhan

VII-4

Tabel 7.5 Kualitas Air Sungai Deli

VII-5

Tabel 7.6 Kebutuhan Bahan Kimia

VII-11

Tabel

7.7

Kebutuhan

Listrik

VII-12

Tabel 8.1 Perincian Luas Tanah Pabrik Pembuatan Glukosa Monohidrat VIII-4

Tabel 9.1 Jumlah Tenaga Kerja Beserta Tingkat Pendidikannya

IX-9

Tabel 9.2 Jadwal Kerja Karyawan Shift

IX-10

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 6.1 Tangki Penyimpanan Beserta Instrumennya

VI-4

Gambar 6.2 Reaktor Beserta Instrumennya

VI-5

Gambar 6.3 Filter press Beserta Instrumennya

VI-5

Gambar 6.4 Evaporator Beserta Instrumennya

VI-6

Gambar 6.5 Pompa Beserta Instrumennya

VI-6

Gambar 6.6 Cooler Beserta Instrumennya

VI-7

Gambar 6.7

Rotary Dryer Beserta Instrumennya

VI-7

Gambar 7.1 Flow Diagram Penolahan Limnah Secara Activated Sludge

VII-16

Gambar 8.1 Tata Letak Pabrik Glukosa Monohidrat

VIII-5

Gambar 9.1 Struktur Organisasi Pabrik Glukosa Monohidrat

IX-12

Universitas Sumatera Utara