Anda di halaman 1dari 3

 ALAT DAN BAHAN Alat : 1.

Alat untuk pembuatan simplisia antara lain: pisau, tampah besar, oven untuk mengeringkan, timbangan. 2. Alat untuk penetapan susut pengeringan antara lain: cawan petri, oven, penjepit, neraca analitik, eksikator. 3. Alat untuk penetapan kadar abu antara lain: krus silika, krematorium, eksikator, neraca analitik, penjepit. 4. Alat untuk penetapan minyak atsiri antara lain: labu alas bulat, pendingin, buret 0,5 mL, pemanas listrik. 5. Alat untuk penetapan kadar air antara lain: labu alas bulat yang dihubungkan dengan pendingin balik, tabbung penerima destilat, pemanas listrik. 6. Alat untuk kromatografi lapis tipis antara lain: chamber pengembang, densitometer. Bahan : Bahan yang digunakan antara lain: akar talinum triangulare, kantong plastik, toluen yang sudah dijenuhkan dengan air, aquadest, etanol, plat silika gel F 254, fase gerak heksan etilasetat (4:1).  CARA KERJA 1. Pembuatan simplisia Talinum triangulare Akar som jawa (Talinum triangulare) setelah dipanen dicuci dengan air bersih sampai bebas dari tanah yang melekat. Tiriskan hingga air cucian kering. Ditimbang bobot akar basah. Akar dipotong membujur untuk memperkecil ukuran. Akar dikeringkan dengan pemanasan oven 500 selama 24 jam. Bobot akar kering ditimbang, lalu disimpan dalam wadah plastik dan diberi etiket. 2. Kontrol kualitas Simplisia Penetapan susut pengeringan Tutup dan wadah cawan petri diberi label sesuai kelompok, kemudian ditimbang sebagai bobot awal

Cawan petri dipanaskan 105o C selama 30 menit, tutup petri sedikit dibuka Di dinginkan dalam eksikator Ditimbang laagi sebagai bobot pemanasan ke-n Dihitung selisih bobot dan dodot tetapnya (ditara). Jika belum mencapai bobot tetap, dilakukan pemanasan lagi sampai didapat bobot tetap Sebanyak 2 g simplisia dimasukkan dalam petri yang telah ditara sebelumnya Panaskan 1050 C selama 30 menit, lalu didinginkan dalam eksikator Timbang Lakukan pemanasan lagi sampai diperoleh bobot tetap Penetapan kadar Abu Beri label pada tutup dan wadah krus Timbang dengan neraca analitik sebagai bobot awal Panaskan dengan crematorium pada suhu 500o C selama 30 menit, tutup krus sedikit dibuka Dinginkan dalam eksikator,timbang Lakukan pemanasan lagi sampai didapat bobot tetap wadah kosong Masukkan 2 g simplisia yang telah dirajang dalam krus yang sudah ditara Timbang krus (sebagai bobot wadah+simplisia awal) Panaskan dalan crematorium pada suhu 500oC selama 30 menit Dinginkan dalam eksikator, timbang Lakukan pemanasan lagi sampai diperoleh bobot tetap Penetapan kadar minyak atsiri Sebanyak 4 g simplisia diperkecil ukurannya dengan perajangan dan dimasukkan dalam labu bulat Tambahkan cairan penyuling (aquadest) Pasang alat, isi buret dengan air sampai penuh

Panaskan dengan tangas udara sampai penyulingan berjalan lambat dan teratur Setelah penyulingan selesai, biarkan 15 menit Catat volume minyak atsiri pada buret Hitung kadar minyak atsiri dalam % v/b Penetapan kadar air Sebanyak 10 g serbuk simplisia dimasukkan dalam labu yang telah dikeringkan Tambahkan 200 ml toluene jenuh air ke dalam labu, lalu labu dihubungkan dengan alat Panaskan selama 15 menit Setelah toluene mendidih, suling dengan kecepatan 2 tetes/ detik hingga sebagian air tersuling Naikkan kecepatan penyulingan hingga 4 tetes/ detik Setelah semua tersuling, cuci bagian dalam pendingin dengan toluen, dilanjutkan penyulingan selama 5 menit Labu didinginkan hingga mencapai suhu kamar Setelah air dan toluen memisah, baca volume air, dihitung kadar air dalam % v/b Kromatografi lapis tipis Sistem KLT Fase diam : silika gel F 254 Fase gerak : heksan-etilasetat (4:1) Jumlah totolan : Sampel :