Anda di halaman 1dari 4

SYAHADATAIN

A. TUJUAN CAWU I Mengenal Islam (Siswa kenal lebih dalam dengan Islam, bangga dengan Islam dan memiliki pola pikir yang berbeda (benar)). B. TARGET 1. 1. Siswa paham urgensi syahadatain 2. 2. Siswa sadar akan konsekuensinya 3. 3. Termotivasi untuk mewujudkannya C. POKOK BAHASAN 1. 1. Fenomena syahadat dulu dan sekarang 2. 2. Urgensi syahadatain 3. 3. Arti dan konsekuensi syahadatain D. ALOKASI WAKTU 1. 1. Buka 2. 2. Ceramah 3. 3. Tanya jawab 4. 4. Penutup dan kesimpulan E. MAROJI Al Quran (47:19, 21:107, 33:21, 24:39, 39:11, 98:5, 7:59, 73, 85) G. URAIAN 1. Syahadat Dulu Dan Kini (Mentor Harus Kreatif Menjelaskan) Saya yakin bahwa syahadatain atau dua kalimat syahadat sudah sangat kita kenal dengan amat baik, baik itu lafal maupun artinya. Itulah dua kalimat pendek yang pada awal Islam didawahkan Rosululloh. Suatu kalimat yang mampu membuat perubahan besar dan mendasar bagi peradaban manusia. Merubah total penyembahan kepada makhluk, pengumbaran hawa nafsu, memakan harta orang dan seterusnya, menjadi penyembahan dan pengabdian total kepada Allah dengan segenap tatap aturan-Nya yang anggun. Syahadat mampu merubah oribadi seorang budak yang sering dilecehkan menjadi budak yang memiliki kewibawaan dan keteguhan di hadapan majikannya. Syahadat juga telah mengobarkan semangat jihad dan siap syahid sehingga mengecutkan hati musuh-musuh Islam. Tengoklah kisah-kisah masa lalu Bilal, Keluarga Yasir, Shalahuddin Al Ayubi, dll niscaya akan kita dapati bahwa syahadat senantiasa menimbulkan kisahkisah menakjubkan dan monumental. Semua itu tidak lain karena kefahaman yang nyata akan setiap kata syahadat yang mereka ucapkan, sebagai petunjuak Allah yang diberikan Allah kepada siapa saja yang Allah kehendaki.

Lalu sekarang di masa jahiliyah modern ini, kita akan merasa sedih (bagi yang bisa melihat dan merasakannya lho..), syahadat dengan semua keistimewaannya bagaikan sirna dari sebagian besar umat Islam, syahadat merubah menjadi kalimat di bibir yang tidak bermakna, kosong dan tak berbekas dalam hidup. Nah, biar kamu nggak termasuk golongan itu mari kita mulai memahami syahadat itu sendiri sebagaimana perintah Allah dalam QS. Muhammad:19 ..maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah...

2. Syahadatain Syahadatain terdiri dari syahadat uluhiay dan syahadat risalah keduanya tidak dapat dipisahkan dan seorang muslim tidak boleh menerima syahadat uluhiayh saja atau syahadat risalah saja. Jika ada menerima syahadat risalah saja maka dia seorang Mohammedian, tetapi jika dia menerima syahadat uluhiay saja maka dia termasuk ingkar sunnah dan kedua-duanya bukan termasuk bagian dari umat Islam. 3. Urgensi Syahadat Uluhiyah a. Kunci Masuk Islam Sebagai kalimat resmi untuk masuk ke pangkuan Islam, sedang orang kafir meskipun amal kebaikanya banyak tetap tidak akan diterima oleh Allah (QS. 24:39) dan orang-orang kafir amal-amal mereka laksana fatamorgana di tanah datar, yang disangka air oleh masing-masing dahaga, tetapi bila mendatanginya dia tidak mendapati sesuatu apapun. b. Inti Ajaran Islam Islam hanya mengajarkan bagaimana menyembah Allah secara murni (QS. 39:11, 98:5) c. Hakekat Dawah Rosul Sekalipun secara syariat ibadah berbeda-beda tapi semua Rosul hanya diberi amanah untuk mengajarkan la-ilaha-illa-Allah (QS. 7:59, 73:85) d. Dasar Perubahan Seseorang yang telah bersyahadat pada hakekatnya ia harus merubah semua segi kehidupannya hingga sesuai dengan aturan Allah dan RosulNya (ingat kisah Umar bin Khatab, Bilal, dll). Disini syahadat tetaplah berposisi sebagai dasar (landasan) bagi perubahan. Cepat atau lambatnya perubahan itu tergantung pada proses yang dilalui masing-masing individu, ada orang yang cepat tersadar tetapi ada yang sampai tua nggak sadar-sadar juga. e. Mendapat Karunia yang Besar Seseorang yang telah bersyahadat kelak akan diperberat amalnya, diampuni dosanya dan dijamin masuk surga. Jadi sekalipun tidak/kurang amalnya asal syahadatnya lurus, keyakinannya bersih meskipun lama di neraka ia akan dimasukkan surga. 4. Arti Syahadat Uluhiyah Asyhadu ala ilaha illa Allah

Kata yang perlu penjelasan : a. Asyhadu 1) pernyataan (Al ilainu) Contohnya bila kita ditanya kemudian kita membuat pernyataan ya atau tidak, maka konsekuesi di belakang pernyataan itu akan diperhitungkan, Maka kita dapat memahami mengapa Abu Jahal tidak mau bersyahadat, bukan karena tidak mau mengucapkannya, tetapi karena ia tidak sanggup menanggung konsekuensi dibalik pernyataaan syahadatain tersebut. 2) janji (al wadu) Setiap yang berjanji pasti akan merasa berhutang atau paling tidak hati kecilnya merasa bersalah sebelum janji itu ditunaikan. Kecuali jika ia orang munafiq. 3) sumpah Sumpah berbeda dengan janji, sumpah harganya mahal dan tidak diobral dan hanya diucapkan pada sikon tertentu. Sumpah kadang dipakai untuk membangun kepercayaan dan jelas lebih berat tanggungannya dari pernyataan atau janji. b. Ilah Ilah bisa berarti sesuatu yang paling kita taati, takuti, cintai, dan kita harapi. 5. KONSEKUENSI SYAHADAT ULIHIYAH Syahadat merupakan hubungan kontrak kerja kita dengan Allah. Kita harus siap menanggung konsekuensi perjanjian itu bahwa (asyhadu) saya menyatakan, berjanji dan bersumpah bahwa tidak ada (ilah) yang paling saya taati, takuti, cintai dan kuharapi, kecuali Allah semata. 6. URGENSI SYAHADAT RISALAH Pada hakekatnya fitrah manusia memiliki 3 kebutuhan utama a. Manusia ingin mengenal Tuhan (Rabb) Secara fitrah manusia ingin tahu Tuhannya b. Manusia ingin mematuhi penciptanya Secara fitrah manusia membutuhkan dzat tempat mengadu dan menyembah c. Manusia ingin hidup bahagia Secara fitrah manusia ingin hidup tertata baik, teratur dan bahagia. Dengan 3 kebutuhan fitrah manusia di atas, maka manusia perlu mendapat bimbingan untuk mencukupi kebutuhan itu. Di sinilah peran seorang Rosul diperlukan, karena Rosul adalah manusia seperti kita, bukan malaikat yang tidak mungkin kita contoh. Atas bimbingan instruktur kehidupan kita (Muhammad SAW) maka kita akan bisa berkenalan dengan Allah secara baik dan tidak salah, dengan Rosul kita tahu misi penciptaan kita yakni untuk beribadat, dan dengan bimbingan Rosul kita jelas mengatur tata hidup kita (QS. 33:21)

7. Arti Syahadat Risalah ....wa asyhadu ana Muhammadar Rosululloh Asyhadu idem Jadi dan saya menyatakan, berjanji dan bersumpah bahwa Muhammad itu Rosul Allah. 8. Konsekuensi syahadat risalah Dengan demikian maka seseorang yang telah mengikrarkan syahadat risalah berarti dia sudah menyatakan berjanji dan bersumpah untuk menjadikan Muhammad sebagai tauladan hidup dan instruktur kehidupan kita yang paling utama. Jadi setelah kita benar-benar memahami kedua kalimat syahadat tersebut, maka ingatlah selalu konsekuensi perjanjian kontrak kerja tersebut yang telah kita ucapkan lantang-lantang kepada Allah dan Rosulnya. Konsekuensi itu hanya akan dapat kita lakukan apabila kita: 1. Membenarkan dalam hati 2. Menyatakan dalam lisan 3. Membuktikannya dengan perbuatan Ketiganya tidak mungkin dipisahkan karena: Apabila seseorang membenarkan dalam hatinya, maka ia telah memilih nilai batin artinya status keimanannya diakui oleh Allah SWT. Betapapun seseorang ngomel bahwa beriman, aktif beramal, tapi jika hatinya mendustai Allah dan Rosul-Nya, maka status keimanannya tidak diakui Allah. Sedangkan seseorang beriman dan dibuktikan dengan amal, maka ia memiliki nilai dhoir artinya eksistensi keimanannya diakui sesama mukmin. Dan seseorang yang mungkin hatinya iman dan telah bersyahadat (lisan) tetapi tidak beramal, maka keimanannya masih dipertanyakan oleh mukmin lain.