Anda di halaman 1dari 23

PARAGRAF

Paragraf merupakan seperangkat kalimat yang yang berkaitan erat satu sama lainnya. Kalimat-kalimat tersebut disusun menurut aturan tertentu sehingga makna yang dikandungnya dapat diperjelas, dibatasi dan dikembangkan. (Haris Sumadiria)

PARAGRAF
Paragraf jurnalistik adalah seperangkat kalimat tersususun logis-sistematis yang merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan paparan materi jurnalistik tertentu. (Haris Sumadiria)

KARAKTERISTIK PARAGRAF JURNALISTIK


1.

2.

Memiliki satu ide pokok: paragraf jurnalistik yang baik hanya memiliki satu gagasan pokok dalam keseluruhan kalimat. Dibangun oleh sejumlah kalimat: tidak ada ketentuan baku sebuah paragraf dibangun oleh satu-dua kalimat, tiga-empat kalimat atau lebih.

KARAKTERISTIK PARAGRAF JURNALISTIK


3.

4.

Kesatuan ekspresi pikiran: paragraf merupakan satuan terkecil dari sebuah wacana. Kalimat hanya memunculkan satu ide atau gagasan. Kesatuan koheren dan padat: kalimat-kalimat dalam satu paragraf harus membicarakan ide pokok yang sama. Padat apabila memuat banyak informasi.

KARAKTERISTIK PARAGRAF JURNALISTIK


5.

Logis dan sistematis: paragraf jurnalistik yang baik disusun secara tertib, teratur, dan merujuk pada kaidah logika. Artinya bentuk dan makna paragraf itu dapat diterima oleh akal sehat.

FUNGSI PARAGRAF JURNALISTIK


1.

2.

3.

4.

Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan karangan. Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang. Memungkinkan pengarang melahirkan jalan pikirannya secara sistematis. Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang serta memahaminya.

UNSUR-UNSUR PARAGRAF
1.

Transisi: peralihan dari paragraf yang satu ke paragraf berikutnya. Transisi bisa berupa kata, bisa juga berupa kalimat. Dalam bahasa jurnalistik tidak ada keharusan menggunakan transisi. Kata hubung kelanjutan: lalu, dan, serta. Kata hubung antarwaktu: sekarang, sebelum, kemudian.

UNSUR-UNSUR PARAGRAF
Kata penanda kalimat: misalnya. Kata penanda kontras: tetapi, sebaliknya, walaupun. Kata penanda urutan jarak: di sini, di sana. Kata penanda ilustrasi: contoh. Kata penanda sebab akibat: sebab, oleh karena itu.

UNSUR-UNSUR PARAGRAF
Kata penanda hubungan kondisi: jika, andaikata, kalau. Kata penanda kesimpulan: secara garis besar, dapat disimpulkan, ringkasnya.

UNSUR-UNSUR PARAGRAF
2.

Kalimat topik, dalam bahasa jurnalistik disebut kalimat utama. Kalimat utama yang menunjukkan gagasan pokok, ide sentral. Jika terletak di awal paragraf maka disebut paragraf deduktif (umum ke khusus). Jika terletak di akhir paragraf disebut paragraf induktif (khusus ke umum).

UNSUR-UNSUR PARAGRAF
3.

Kalimat pengembang: penjabaran atau perluasan dari gagasan pokok yang terdapat dalam kalimat utama. Dalam bahasa jurnalistik disebut kalimat penjelas. Contoh: jika disebutkan tanaman palawija dalam kalimat utama, maka kalimat penjelas ditegaskan jenis-jenisnya, seperti jagung, kacang, atau kol.

UNSUR-UNSUR PARAGRAF
4.

Kalimat penegas: berfungsi untuk memberi penegasan atau penekanan terhadap apa yang telah dinyatakan dalam kalimat utama.

JENIS-JENIS PARAGRAF
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Paragraf deduktif (umum ke khusus) Paragraf induktif (khusus ke umum) Paragraf campuran (deduktif dan induktif) Paragraf perbandingan (analogi) Paragraf pertanyaan Paragraf sebab akibat (urutan logis) Paragraf contoh (membumikan yang abstrak)

JENIS-JENIS PARAGRAF
8. 9.

Paragraf perulangan Paragraf definisi

1.

Paragraf Deduktif Paragraf yang dimulai dengan kalimat utama disusul dengan penjelasan atau uraian secara lebih rinci dengan mengikuti pola urutan pesan dari umum ke khusus. Fungsinya terutama untuk menegaskan suatu pokok pikiran atau kesimpulan untuk segera diketahui oleh khalayak.

2.

Paragraf Induktif Paragraf yang dimulai dengan kalimat penjelas yang menekankan bagian-bagian atau unsur terkecil disusul dengan penjelasan bagian-bagian yang lebih besar sebelum kemudian diakhiri dengan kesimpulan atau kelimat penegas.

3.

Paragraf Campuran Paragraf gabungan beberapa unsur paragraf deduktif dan paragraf induktif. Bahasa Jurnalistik kurang menyukai paragraf campuran karena cenderung menyulitkan pembaca, pendengar, pemirsa untuk cepat mengambil kesimpulan.

4.

Paragraf Perbandingan Disebut paragraf perbandingan apabila kalimat utama yang biasanya ditempatkan pada awal paragraf, membandingkan dua hal mengenai unsur-unsur sifat atau keadaan yang terdapat di dalamnya. Dengan analogi.

5.

Paragraf Pertanyaan Paragraf yang bertujuan untuk mempertanyakan atau menggugat sesuatu dengan mengajukan kalimat tanya pada kalimat pertama atau kalimat kedua di awal paragraf.

6.

Paragraf Sebab-Akibat Paragraf yang disusun berdasarkan urutan logis, artinya kalimat utama dalam paragraf dikembangkan ke dalam urutan sebab dan akibat. Bahasa jurnalistik sering memakai paragraf ini.

7.

Paragraf Contoh Paragraf yang disusun dengan menggunakan banyak contoh pada kalimat utama, kalimat pengembang, dan kalimat penjelas. Fungsi utamanya untuk memberikan gambaran sesuatu hal secara kongkret kepada khalayak.

8.

Paragraf Pengulangan Paragraf yang melakukan pengulangan kata, istilah dalam susunan kalimat yang berbeda tetapi masih dalam satu paragraf yang sama. Fungsinya untuk lebih menekankan efek psikologis yang ingin dicapai dari khalayak.

9.

Paragraf Definisi Paragraf yang menunjukkan suatu istilah atau konsep pada kalimat utama, dan istilah atau konsep itu masih memerlukan uraian serta penjelasan perinci pada kalimat-kalimat berikutnya.