Anda di halaman 1dari 23

5515070354 Ratna Choirunisya Tohir 5515111901 Adinda Novi Sagita 5515111902 M.

Noorzie Mantasya 5515111903 Siti Chairunisa Indah 5515111904 Rahmawati 5515111905 Diah Elindar Damasari

PERKEMBANGAN MASA PRENATAL

Masa prenatal dimulai pada saat terjadinya proses konsepsi, yakni pertemuan antara sperma dan ovum hingga berakhir pada saat bayi dilahirkan Masa ini berlangsung antara 180 sampai 344 hari lamanya. Setelah masa ini, seorang ibu akan melahirkan bayinya.

Bayi dalam perut ibu dapat dikatakan berada dalam tempat yang aman dan kokoh. Yang dimaksud tempat yang aman dan kokoh tadi adalah rahim (uterus). Rahim merupakan ruang kosong yang berotot dan kuat dengan berat sekitar 50 gram. Struktur ini belum cukup untuk seorang bayi yang sedang berkembang. Dengan demikian, struktur rahim akan mengalami perubahan selama kehamilan.

Tahap-tahap Perkembangan Masa Prenatal


a. Tahap Germinal
Tahap germinal (pra embrionik) merupakan awal dari kehidupan manusia. Proses ini dimulai ketika sperma melakukan penetrasi terhadap sel telur dalam proses pembuahan yang normalnya terjadi akibat hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Dan proses ini berlangsung pada 2 minggu pertama setelah pembuahan.

Pada minggu kedua, placenta mulai terbentuk. Bagian dalam sel memadat dan berkembang menjadi tiga lapisan yang disebut piringan embrionik (embryonic disc), yaitu:
(a) Ectoderm,

lapisan menjadi kulit janin,

paling

luar

yang

akan

berkembang

(b) Endoderm, lapisan paling dalam yang bakal menjadi organ-

organ internal, seperti sistem pernafasan, pencernaan, pankreas atau organ internal lainnya,

sistem

(c) Mesoderm, lapisan tengah yang berfungsi untuk memisahkan

antara kulit dalam, otot-otot, tulang, sistem sirkulasi udara maupun pengeluaran lain (anus). Zygot yang sudah menjadi calon makhluk hidup mulai menempel pada dinding rahim. Proses menempel atau melekatnya zigot pada dinding rahim setelah masa konsepsi dinamakan Implantasi.

b. Tahap Embrionis

Tahap embrio dimulai ketika zigot telah tertanam dengan baik pada dinding rahim. Proses ini berlangsung sejak awal minggu ke-3 sampai akhir minggu ke-8. Dalam tahap ini, sistem dan organ dasar bayi mulai terbentuk dari susunan sel. Masa ini dianggap sebagai masa yang kritis karena bentuk fisik yang saat itu berkembang pesat dapat terganggu oleh kondisi yang kurang baik Saat zigot mendekati dinding rahim, sel-selnya membentuk dua lapisan, lapisan dalam dan luar, yakni : Endoderm, lapisan dalam sel yg akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan sistem pernapasan bagian dalam tubuh. Ectoderm, lapisan paling luar yang akan berkembang menjadi sistem syaraf, reseptor sensori, dan bagian kulit bagian permukaan tubuh. Mesoderm, lapisan tengah yang akan menjadi sistem peredaran, tulang, otot, sistem ekskresi, dan reproduksi bagian-bagian yg mengelilingi bagian dalam tubuh.

c. Tahap Janin (Fetal)


Memasuki tahap ketiga dari kehamilan, embrio disebut fetus. Tahap ini berlangsung sekitar 30 minggu, mulai dari minggu ke delapan kehamilan dan berakhir sampai saat lahir. Dalam tahap ini, wajah, tangan, dan kaki fetus mulai terlihat berbeda dan tampak dalam bentuk manusia. Selain itu, otak juga telah terbentuk, dan mulai menjadi lebih kompleks dalam beberapa bulan. Pada minggu awal perkembangan tahap fetal ini, kebanyakan organ dan jaringan utama telah dibentuk. Baru pada trimester kedua (minggu ke 13-16), otak telah berkembang penuh. Fetus dapat menghisap, mengunyah, dan membuat suara nafas yang belum teratur. Fetus juga sudah dapat merasakan sakit. Kulit fetal masih transparan. Jaringan otot memanjang dan tulang semakin kuat. Hati dan organ lain memproduksi cairan yang dibutuhkan. Alis dan garis mata muncul. Fetus sangat aktif bergerak, termasuk menendang bahkan jungkir balik.

Pada trimester ketiga zat lilin pelindung yang disebut vernix menutupi kulit. Pada kelahiran, vernix umumnya akan hilang dan sisanya akan dengan cepat diserap. Fetus telah memulai refleks terkejut pada tangannya. Sidik jari pada kaki dan tangan mulai terbentuk. Fetus mulai berlatih pernafasan dengan menghirup cairan amniotic pada paru-parunya yang sedang berkembang. Pada sekitar minggu ke-38 atau ke-40, fetus telah cukup umur. Lanugo mulai hilang kecuali pada lengan atas dan bahu. Rambut bayi pada saat itu mulai menebal. Paru-paru sudah matang. Berat rata-rata bayi pada saat kelahiran sekitar 2,5 3,5 kg.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ukuran Kelahiran Bayi

(1) Lamanya janin dalam kandungan, (2)Diet ibu, (3)Status social ekonomi keluarga, (4)Urutan kelahiran, (5)Ukuran jumlah anggota keluarga, (6)Aktivitas janin selama masa pranatal

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Masa Prenatal


a. Genetis
Pertumbuhan setiap individu sudah terprogam sejak masa konsepsi yang dipengaruhi oleh faktor genetis. Perubahan panjang, tinggi, berat badan bayi akan terjadi secara otomatis karena pengaruh genetika (keturunan). Faktor keturunan lebih menekankan pada aspek biologis atau herediter yang dibawa melalui aliran darah dalam kromosom.

Para ahli Psikologi perkembangan (Papalia dkk, 1998; Santrock, 1999; Helms & Turner, 1995; Haris & Liebert, 1991) mengakui bahwa aspek fisik maupun psikis seorang individu sangat dipengaruhi oleh unsur genetis, karakteristik tersebut akan nampak pada hal-hal sebagai berikut :

1) Sifat- sifat Fisik 2) Intelegensi 3) Kepribadian

b. Lingkungan
Lingkungan memiliki peran yang besar bagi perubahan yang positif atau negatif pada individu. Lingkungan yang baik tentu akan membawa pengaruh positif bagi individu, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan cenderung memperburuk perkembangan individu. Berbagai faktor eksternal tidak hanya dapat menyebabkan keguguran, namun juga ketidaksempurnaan dari bayi yang dikandung. Penelitian ilmiah menunjukan bahwa faktor eksternal atau lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan pra kelahiran dan juga proses kelahiran. Agen eksternal yang dapat mempengaruhi ini disebut dengan teratogen. Teratogen adalah segala virus, obat-obatan, zat kimia, radiasi, atau agenlingkungan lain yang dapat membahayakan perkembangan embrio atau janin hingga menyebabkan kerusakan fisik, kebutaan, kerusakan otak, dan bahkan kematian. Selain teratogen, kondisi emosional ibu, asupan gizi dan usia ibu juga dapat mempengaruhi kehamilan

c. Interaksionisme antara Genetis dan Lingkungan


Untuk mencari titik temu perbedaan yang mencolok dari dua pandangan diatas, maka para ahli kemudian memadukan keduanya, sehingga terjadilah interaksi Keduanya harus digabungkan untuk mengupayakan maksimalisasi perkembangan seseorang. Faktor genetis harus ditopang dengan faktor lingkungan dan faktor lingkungan harus memperoleh dukungan faktor genetis, sehingga memungkinkan perkembangan yang baik dan normal baik fisiologis maupun psikologis.

Bahaya Fisik Selama Periode Prenatal


Periode Zigot

Ovum yg dibuahi kemungkinan akan mati kelaparan sebelum menempel di dinding rahim karena lamanya waktu yg dibutuhkan melewati tuba falopi tidak adanya persiapan dinding rahim untuk menerima ovum yg dibuahi karena ketidakseimbangan antara kelenjar pituitary dan ovarium ibu melekatnya ovum yg dibuahi pada dinding tuba falopi mengakibatkan tidak adanya makanan atau ruangan untuk tumbuh.

Periode Embrio

Jatuh, kejutan emosi, kekurangan gizi, gangguan kelenjar, kekurangan vitamin, dan penyakit berbahaya seperti pneumonia dan diabetes, dapat mengakibatkan embrio keluar dr tempatnya di dinding uterus, yg menyebabkan keguguran sering terjadi pd minggu ke-10 dan 11 setelah pembuahan. Malnutrisi ibu, pemakaian obatobatan dan alkohol secara berlebihan mengakibatkan gangguan perkembangan yg normal.

Bahaya Psikologis Selama Perkembangan Prenatal


Kepercayaan tradisional tentang prenatal - Keinginan mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu - Gangguan perkembangan karena faktor keturunan, terutama ibu Stress ibu selama prenatal - Tidak menghendaki kehadiran anak - Gangguan-gangguan fisik selama prenatal - Ketakutan anaknya mengalami kecacatan/keterlambatan mental Sikap negatif terhadap prenatal - Anak yg tidak diinginkan - Tidak menghendaki anak saat ini - Lebih menyukai anak dengan jenis kelamin tertentu - Konsep anak impian - Menghendaki aborsi

Teratologi dan Bahaya Perkembangan Prakelahiran


Penyakit dan Kondisi Ibu
Penyakit atau infeksi yang terjadi pada ibu hamil dapat mengakibatkan kelainan. Penyakit dan infeksi dapat pula menyebabkan kerusakan selama proses kelahiran itu sendiri. Banyak penyakit yang disebabkan oleh kondisi ibunya, seperti rubella, Sifilis, Genital herpes. Pentingnya kesehatan perempuan bagi kesehatan keturunan mereka dengan sangat jelas tampak ketika ibu yang menderita sindrom kehilangan kekebalan tubuh (AIDS).

AIDS adalah penyebab utama kematian peringkat 8 di kalangan anak usia 1 hingga 4 tahun pada tahun 1989. Ada 3 cara seorang ibu yang menderita AIDS dapat meninfeksi anaknya :

- Selama hamil melalui ari-ari. - Selama melahirkan, melalui kontak dengan darah atau cairan ibu. - Setelah melahirkan, melalui air susu.

Usia Ibu
Bila usia ibu dianggap sebagai faktor yang mungkin membahayakan pada janin dan bayi, dua periode waktu yang amat penting untuk diperhatikan ialah : masa remaja dan pada usia 30-an ke atas. Bayi yang oleh ibu remaja sering prematur, angka

kematiannya dua kali lebih banyak dibanding yang dilahirkan dari ibu yang berusi 20-an. Bayi yang mengalami down syndrome jarang dilahirkan oleh ibu yang berusia dibawah 30 tahun, tetapi resiko bertambah setelah ibu mencapai usia 30 tahun keatas.

Ketidaknormalan pada Gen dan Kromosom


- Phenylketonuria, ialah suatu kelainan genetik yang menyebabkan individu tidak dapat secara sempurna memetabolismekan protein. Kelainan ini mudah dideteksi, tetapi kalau tetap tidak tersembuhkan, dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan hiperaktif. - Down syndrome merupakan bentuk keterbelakangan mental yang secara genetis paling umum diturunkan, disebabkan oleh munculnya suatu kromosom tambahan. - Klinefelter syndrome, ialah suatu kelainan genetis di mana laki laki memiliki kromosom X ekstra atau tambahan yang menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XXY sebagai ganti XY.

- XYY syndrome ialah suatu kelainan genetis di mana laki laki memiliki satu kromosom Y ekstra. Minat awal pada sindrom ini melibatkan keyakinan bahwa kromosom Y yang ditemukan pada laki laki menyumbang sifat agresif dan kekerasan. Turner syndrome ialah suatu kelainan genetis dimana

perempuan kehilangan satu kromosom X, yang menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XO sebagai ganti XX.

Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kehamilan


Berbagai faktor eksternal tidak hanya dapat mendatangkan keguguran, namun juga ketidaksempurnaan dari bayi yang dikandung ibu. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa faktor eksternal atau lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan pra kelahiran dan proses kelahiran, meskipun pada saat ini, sekitar 95% bayi lahir normal. Pengaruh lingkungan menjadi lebih kuat pada periode sensitif. Masing-masing pertumbuhan sistem organ atau anggota tubuh memiliki periode sensitif yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Pada masa perkembangan tahap embrio (kira-kira 3-8 minggu), tubuh sedang dalam proses pembentukan yang cepat. Di luar periode sensitif pengaruh lingkungan lebih kuat untuk menghasilkan kerusakan pada bayi. Kerusakan yang sama dapat disebabkan oleh teratogen yang berbeda-beda. Semakin lama pemaparan teratogen, semakin serius bahaya yang dihasilkan. Selain teratogen, kondisi emosional ibu, asupan gizi ibu dan usia ibu juga dapat mempengaruhi kehamilan

Mrci Beaucoup Au Revoir