Anda di halaman 1dari 18

Pendahuluan

Di era yang semakin maju ini, internet dan kemajuan teknologi telah menjadi sebuah fenomena tersendiri dalam kehidupan masyarakat dunia. Berkaitan dengan penggunaan internet dengan teknologinya yang semakin maju pula, memberikan banyak kemudahan dalam melakukan penciptaan, penyebaran, pengenalan sumber daya produk dan lain sebagainya. Perpaduan dari kedua hal tersebut memungkinkan untuk melakukan komunikasi secara elektornik, menerbitkan sumber daya sendiri serta melakukan pengorganisasian serta membentuk pandangan sendiri tentang suatu hal, tak hanya itu pula, internet dan teknologi juga dapat menjadi sumber penyebaran tercepat yang bisa dimiliki oleh seseorang, sehingga menjadi sumber komunikasi alternatif lain yang umumnya digunakan oleh banyak orang dalam era modern ini. Dengan majunya teknologi, aspek dalam kehidupan pun mulai berubah mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah-ubah. Perubahan yang terjadi memang terhitung cukup lambat, namun hal tersebut terjadi secara pasti dan bersifat global. Perubahan tersebut dapat dilihat dari perbedaan pola pikir masyarakat saat ini yang berbeda dengan dahulu, dimulai dari cara pandang masyarakat terhadap sekitarnya, bagaimana masyarakat komunikasi, bagaimana mereka berinteraksi dalam hidup, dan lain sebagainya. Salah 1 aspek yang juga menonjol perubahannya dalam era modern ini adalah, bagaimana seseorang memanfaatkan teknologi tersebut, guna mendapatkan pemasukan dan bagaimana orang tersebut dapat membangun sebuah aset jaringan, baik jaringan yang sifatnya personal hingga sebuah jaringan yang menyangkut dunia perbisnisan. Bila kita perhatikan secara seksama, banyak sekali orang yang mulai memakai teknologi bernama internet guna mendongkrak berbagai macam hal yang ada di dunia ini, hal tersebut dapat berupa baik popularitas, status seseorang, hingga urusan finansial. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan seperti membalik telapak tangan, banyak hal yang harus dilakukan guna mendapatkan hal-hal tersebut. Dua aspek terpenting yang diperlukan guna mendapatkan berbagai hal di atas adalah nama baik dan tentu saja

kepercayaan orang. Apa jadinya seseorang yang hendak menjalankan suatu bisnis dengan mengandalkan kemampuan internet apabila orang tersebut bahkan tidak memiliki nama yang baik, dan apa gunanya apabila seseorang hendak membangun sebuah aset jaringan, apapun itu bentuknya, namun tidak memiliki kepercayaan dari orang-orang sekitarnya. Pada akhirnya mereka hanya akan tenggelam dalam dunia internet tanpa menjadi seseorang yang menonjol sama sekali. Karena itu perlu adanya pemasaran diri yang baik guna mempromosikan diri ke masyarakat luas. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan nama baik dan tentu saja kepercayaan orang banyak, di era modern ini, hal itu disebut dengan self branding.

Permasalahan Seperti yang telah disebutkan dalam bab sebelumnya, self branding atau mungkin dikenal banyak orang dengan istilah personal branding dalam era reformasi ini sangatlah penting. Secara sederhana personal branding atau self branding sering diartikan sebagai sebuah proses pembentukan karakter pribadi yang melibatkan visi, keahlian, kepribadian, sikap dan sifat-sifat baik unik seseorang yang kemudian dibungkusnya menjadi sebuah identitas pribadi yang membedakan sekaligus mempunyai kekuatan lebih dibanding dengan para pesaingnya. Self branding saat ini terbilang telah menjadi sebuah topik yang cukup sering dibicarakan, sebagai contoh, dalam dunia bisnis, seorang pebisnis dengan nama baik serta brand yang kuat akan memperlancar berbagai usaha yang mereka lakukan, baik berupa negoisasi dengan berbagai orang, dipercaya oleh berbagai lapisan masyarakat hingga memiliki hubungan yang baik dengan konsumen atau klien mereka. Dunia dari personal branding sendiri telah merambah tidak hanya dalam dunia bisnis, namun juga pada dunia politik, industry musik, pertunjukan dan lain sebagainya. Salah satu contoh self branding yang mungkin cukup terlihat adalah industri hiburan, dimana pelakunya tidak lain adalah para selebriti. Dalam dunia hiburan, para selebriti ini haruslah menjual produk yang mereka miliki, dan produk tersebut tidak lain adalah diri mereka sendiri. Agar dapat secara efektif terus bertahan dalam dunia hiburan, mereka haruslah melakukan mempromosikan diri mereka sendiri dengan melalui self branding. Logikanya, semakin banyak stasiun tv, radio ataupun media massa lainnya yang memberitakan atau lebih tepatnya mempromosikan dirinya, semakin mudah pula mereka untuk bertahan. Namun, hanya menampilkan diri saja tidaklah cukup, para selebriti ini haruslah didukung dengan kepribadian dan sikap yang baik pula. Jika tidak, hal tersebut dapat membahayakan posisinya. Secara garis besar, sebenarnya tidak ada perbedaan mencolok dari self branding sendiri di tiap-tiap bidang, pada intinya, self branding merupakan alat yang ampuh untuk membentuk pandangan orang lain kepada diri kita. Apabila kita menggunakannya dengan benar, dengan kreativitas, perencanaan serta konsistensi maka akan memiliki merk pribadi dapat memberikan segudang manfaat bagi diri kita. Jika diibaratkan, kita

tidak dapat bersaing dan hanya mengharapkan orang lain datang dan membayar kita. Karena itu perlu adanya kelebihan yang menonjol dalam persaingan, yaitu self brand itu sendiri. Self brand tersebut digunakan untuk memberikan gambaran mengenai diri kita, lebih tepatnya siapakah kita sebenarnya. Ironisnya banyak yang tidak tahu menahu bagaimana cara membuat self branding yang baik, tak hanya itu pula, bahkan terkadang seseorang yang memiliki self branding pun tak dapat mempertahankan posisi-nya tersebut, sehingga malah membawa orang tersebut pada kejatuhannya. Dalam bab berikutnya, akan dibahas secara lebih mendetail mengenai self branding, kiat-kiat dalam menciptakan self branding yang baik, serta bagaimana cara menjaganya agar sebuah self branding dapat bertahan lama.

Metodologi Metodologi merupakan kumpulan ilmu yang penting perannya dalam melakukan sebuah penelitian. Metodologi berguna untuk menemukan serta menyingkap kebenaran dalam suatu permasalahan yang tengah diteliti. Dalam melakukan penulisannya, terdapat 4 prinsip yang diterapkan untuk menelusuri suatu permasalah, yaitu : y Keteraturan Dalam proses penulisan paper, dilakukan pengelompokan terhadap suatu subyek. Pengelompokan dilakukan untuk mempermudah pembagian suatu masalah agar dapat diteliti secara lebih lanjut, sehingga informasi yang dikumpulkan tidak akan bercampur. y Sebab-musabab Dengan melihat timbal balik dari suatu fenomena yang terjadi dari suatu permasalahan, kita dapat menarik kesimpulan secara lebih akurat dan mencocokannya dengan hipotesa yang telah dibuat. Dalam paper ini kita dapat melihatnya melalui proses tersebut melalui munculnya hubungan timbal balik dalam dunia self branding, baik dari segi permasalahan yang muncul, bagaimana cara mengatasinya serta hal apa yang akan muncul apabila kita berhasil dalam mengatasinya. y Kesederhanaan Pembahasan paper ini dalam kaitannya dengan pemakaian prinsip metodologi terdapat pada pemakaian bahasa yang mudah dimengerti serta penggunaan contoh yang diharapkan dapat dengan mudah dicerna oleh pembacanya, sehingga paling tidak, tak akan menimbulkan kebingungan dalam y Pengalaman yang dapat diamati atau empiris Dalam prinsip dasar penelitian, segala sesuatunya tidak akan benar-benar terbukti apabila tidak diikuti dengan berbagai fakta pendukung yang utamanya berasal dari pengalaman empiris. Sama halnya dalam penulisan paper ini, beberapa contoh yang didasarkan pada keadaan sekitar yang dapat diamati dimasukan guna memberikan masukan yang sifatnya informatif.

Pembahasan Jika kita berbicara mengenai pengenalan diri, mungkin hal identik yang paling dapat dikaitkan dengan pengenalan diri tersebut, berkenaan dengan teknologi internet adalah Google. Semua orang pasti tahu mengenai search engine tersebut, dan malah mungkin Google tersebut telah menjadi sebuah ikon tersendiri dalam dunia maya. Google sebagai sebuah search engine yang terkenal, membuat banyak orang, terutama dalam dunia bisnis, mulai mencari-cari orang di search engine tersebut guna mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai seseorang, mungkin bukan sekedar informasi saja yang hendak dicari, namun lebih tepatnya mereka mencari self branding dari orang yang mereka cari. Menurut survey dari 334 warga di Amerika, sekitar 87% dari orang tersebut mencari data-data mengenai seseorang melalui search engine tersebut. Sebagai contoh, pada saat mungkin katakanlah kita sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut akan berusaha mencari nama kita melalui Google. Dari sekian banyak hasil yang keluar di Google, perusahaan tersebut akan berupaya mencari-cari informasi mengenai diri kita. Sebenarnya mereka hendak mencari tahu seperti apakah kita, bagaimana reputasi kita, hal-hal apakah yang telah kita perbuat, dan lain sebagainya. Dari informasi-informasi tersebut, mereka akan memutuskan, apakah menerima kita dalam perusahaan mereka merupakan hal yang tepat atau bukan. Berangkat dari hal tersebutlah, self branding dinilai memiliki peran yang signifikan dan menjadi salah satu cara alternatif penting yang dapat digunakan oleh banyak orang untuk membawa keuntungan bagi diri mereka sendiri. Sebenarnya, apakah self branding itu? Self branding atau personal branding merupakan proses dimana kita dipandang sebagai sebuah brand (merk) oleh target sasaran target kita. Istilah tersebut pertama kali digunakan dan didiskusikan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Tom Peter pada tahun 1997. Self branding berupa sebuah image kuat dan jelas yang ada di benak orang mengenai diri kita. Pendapat yang lain mengatakan bahwa self branding adalah seni menarik lebih banyak orang dengan secara aktif membentuk persepsi publik. Disebutkan bahwa manusia dapat mengendalikan cara bagaimana manusia itu sendiri dipersepsikan oleh target yang

dilayani. Self branding di bagi menjadi 3 poin penting, yaitu diri kita sendiri, hubungan, dan janji. y Diri kita sendiri Diri kita sendiri dapat ditingkatkan dan diekspresikan dengan menggunakan metode komunikasi yang dirancang dengan baik. Self brand anda dirancang untuk menyampaikan dua informasi penting kepada publik, yaitu: 1. Siapakah sebetulnya diri kita? 2. Apa kekuatan yang kita miliki?

Janji Self branding memungkinkan untuk mengatakan kepada target self branding kita apa yang mereka dapat harapkan ketika berhubungan dengan diri kita. Contoh yang sangat baik dari janji self brand adalah Charles Schwab. Dulu ia adalah seorang profesional di bidang keuangan, namun sekarang ia adalah CEO dari salah satu perusahaan terbesar perdagangan perantara (brokerage houses). Self brand-nya membawa janji yang sangat kuat.

Hubungan Hubungan yang memiliki makna dan pengaruh bagi orang lain. Atribut brand yang kita miliki akan menentukan berapa banyak pengaruh yang kita miliki. Sebagai contoh, jika seseorang yang profesinya bukanlah seorang dokter namun menasehati kita tentang masalah kesehatan yang kita miliki, mungkin kita malah akan mengejeknya. Namun apabila kita dinasehati oleh dokter mengenai hal tersebut, mungkin kita akan menanggapinya dengan lebih serius. Self branding sangatlah cocok diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan,

mulai dari pekerjaan yang harus dijalankan secara professional seperti dokter, pengacara, konsultan dan lain sebagainya. Tak hanya itu pula, self branding juga ditujukan untuk untuk menjalankan bisnis yang sifatnya pribadi, bahkan mahasiswa pun dapat dan perlu memilikinya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dalam era informasi seperti saat ini, banyak orang mengandalkan teknologi internet untuk mencari informasi tambahan

mengenai seseorang yang sebelumnya tidak mereka kenal. Mungkin akan lebih menguntungkan apabila kita memiliki self branding, melalui self branding kita akan memiliki sebuah nama baik, dan pastikan nama baik tersebut terdapat dalam arus informasi dunia web, dengan begitu pada saat seseorang mencari diri kita dalam dunia internet, maka mereka dapat menemukan nama baik yang kita miliki. Sebagai tambahan, segala sesuatunya yang telah ter-upload dalam dunia internet pasti akan bertahan dalam posisi yang akan lama, baik foto, informasi, dan lain sebagainya. Perlu diketahui bahwa self branding tidak hanya sekedar bagaimana mempromosikan diri, membangun relasi dengan orang-orang sekitar, atau bagaimana memasarkan diri. Karena self brand terbentuk dari apa yang dikatakan orang mengenai diri kita sendiri, bukan apa yang kita katakan mengenai diri sendiri. Karena itu, pemakaian teknologi internet dalam melakukan penyebaran self branding merupakan pilihan yang tepat. Mungkin pada awalnya hanya sedikit orang yang mengenal kita, namun karena nama baik yang kita miliki, perlahan-lahan publik mulai melihat kita, penyebarannya memang tampak lambat pada awalnya, karena hanya dari orang ke orang, namun setelah itu penyebarannya akan meningkat berkali-kali lipat seperti layaknya jaringan dalam dunia marketing, 1 menjadi 2, 2 menjadi 4, dan seterusnya. Salah satu contoh lain pemakaian dan bukti mengapa self branding bisa membawa seseorang ke puncak yang bahkan belum pernah mereka pikirkan sebelumnya, adalah Youtube. Siapa yang tidak kenal Youtube?? Youtube sebagai sebuah situs web video sharing (berbagi video) yang populer dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis yang mana umumnya video-video di YouTube adalah klip musik (video klip), film, TV, serta video buatan para penggunanya sendiri berhasil mengorbitkan banyak orang-orang yang mungkin pada awalnya tidak dikenal oleh banyak orang. Sebagai contoh, Marie Christina Digby atau yang mungkin lebih dikenal dengan nama Marie Digby. Saat ini mungkin artis Amerika kelahiran tahun 1983 tersebut sangatlah terkenal, apalagi kemampuannya dalam menyanyi, menulis lagu dan memainkan banyak alat musik menjadi nilai tambah dalam kemampuannya di dunia hiburan, namun siapa yang menyangka bahwa dahulu Marie Digby hanyalah orang biasa yang bahkan tidak dikenal oleh kalangan luas. Namun berkat video yang ia upload berhasil menarik minat banyak orang dan menjadi booming pada tahun 2007

pada akhirnya mengubah jalan hidupnya menjadi seorang penyanyi yang terkenal. Ada juga kisah mengenai seseorang yang sebenarnya tidak terkenal sama sekali, namun karena videonya tanpa sengaja terlihat oleh seorang artis, akhirnya artis tersebut malah membantu mengangkat orang tersebut sehingga pada akhirnya menjadikan orang tersebut penyanyi yang terkenal. Hal tersebut sebenarnya banyak sekali terjadi di banyak negara, sebut saja Indonesia, fenomena seperti itupun juga terjadi di negara ini, sebut saja Briptu Norman dan Sinta serta Jojo. Self branding tidak hanya berkibar dalam situs-situs seperti Youtube dan Vimeo saja, namun juga pada media jejaring sosial. Jejaring sosial yang bisa digunakan pun beragam, kita dapat memulainya dari yang kecil sekalipun seperti blog ataupun Wordpress atau malah kita dapat memulainya dari jejaring sosial yang mungkin lebih terkenal seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Self branding juga dapat dibentuk melalui komunitas-komunitas dalam forum-forum terkenal di Indonesia seperti Kaskus, Indowebster, KafeGaul dan lain sebagainya, namun kita tidak bisa dengan mudahnya menciptakan sebuah self branding hanya dengan memiliki akun dan terdaftar sebagai anggota dalam sebuah media jejaring sosial walau mungkin hal tersebut merupakan langkah awal untuk menciptakan self branding yang kita inginkan. Apa gunanya jika kita hanya bergabung dalam suatu komunitas yang besar, namun yang kita lakukan hanyalah nge-junk dengan komentar-komentar yang tidak berguna?? Apa gunanya kita memiliki akun di Facebook namun yang kita lakukan hanyalah melakukan posting-posting yang mungkin sebenarnya tidak penting untuk dicantumkan. Lalu bagaimana sebaiknya kita menciptakan sebuah self branding dalam suatu komunitas yang ada dalam dunia maya? Dapat dikatakan bahawa membuat sebuah self branding dalam komunitas yang berisikan banyak cukuplah sulit, karena kita harus bersaing dengan banyak orang dan berusaha untuk menonjol diantar banyak orang tersebut. Namun, sebenarnya melakukan hal tersebut tidaklah susah, hanya menuntuk kita untuk bersabar dalam melakukannya. Dalam membuat menciptakan sebuah image yang baik di mata suatu komunitas, pertama-tama kita haruslah bergabung dalam komunitas tersebut. Kemudian, secara aktif kita berpartispisi dalam komunitas tersebut, dimana hal tersebut dapat dilakukan dengan

memberikan komentar-komentar positif serta memberikan banyak masukan yang sifatnya informatif. Secara perlahan-lahan pasti perhatian anggota dalam komunitas tersebut akan tertuju pada diri kita, dan pada saat itu pula self branding kita terbentuk melalui pendapat-pendapat serta pandangan-pandangan dari anggota komunitas tersebut. Sebenarnya kita tidak harus bergabung dalam suatu komunitas, malah kita sendiri sebenarnya dapat menjadi starter dari sebuah komunitas. Saat ini banyak forum-forum yang menyediakan tempat-tempat berdiskusi dalam dunia virtual, dari situlah kita dapat memulai sebuah topic, mengumpulkan orang-orang yang memiliki passion yang sama, dan akhirnya membuat sebuah komunitas yang dapat membantu kita untuk membuat self branding kita. Self branding dapat dilakukan dengan menunjukan kemampuan kita, sehingga lebih banyak orang tahu dengan kemampuan apa yang kita miliki, selanjutnya akan berlanjut dengan rasa ingin tahu mengenai siapa kita sebenarnya. Untuk melakukan hal tersebut pada umumnya orang orang akan meng-upload video mengenai dirinya melalui beberapa web yang mendukung file sharing seperti Youtube. Namun bukan berarti tidak mungkin untuk melakukannya melalui web lain. Bagi orang-orang yang memiliki kemampuan seperti menggambar atau memiliki kesenangan di dunia video, mereka dapat menyalurkannya serta menunjukan kemampuan mereka dalam situs jejaring sosial lainnya seperti Deviant Art untuk para illustrator atau Vimeo untuk para pecinta video editing. Proses pembuatan sebuah self branding melalui sebuah web dapat dilakukan melalui jalan lain pula. Salah satunya adalah melalui blog atau Wordpress. Namun perlu diingat, sebaiknya kita tidak menulis hal-hal yang tidak perlu seperti curhat mengenai hal-hal yang tidak perlu atau malah menulis mengenai hal-hal yang sifatnya negatif. Semua orang pasti tidak ingin membaca keluhan-keluhan orang lain mengenai hidupnya, yang orang lain inginkan dalam sebuah blog adalah artikel yang menarik untuk dibaca dan dapat menambah ilmu pengetahuannya. Lalu bagaimana blog atau Wordpress dapat pemicu self branding seseorang? Hal tersebut mungkin akan lebih mudah dimengerti apabila dijelaskan dengan menggunakan contoh. Apabila kita menulis sebuah artikel melalui sebuah blog atau Wordpress, baik mengenai sebuah kejadian ataupun review

sebuah produk, sedikit demi sedikit orang akan membacanya, setelah mereka membacanya akan timbul sugesti yang kuat bahwa kita adalah orang yang mungkin memang pakar dalam bidang yang telah dibahas, secara otomatis orang membuat self branding mengenai diri kita. Dalam beberapa kasus, bahkan ada beberapa perusahaan terkenal yang sebelum meluncurkan produknya, mereka akan membayar sejumlah orang yang memiliki reputasi nama yang baik dab terkenal dalam dunia blog dibidangnya untuk melakukan review terhadap produknya dan tentu saja orang-orang yang tahu mengenai self branding orang tersebut akan otomatis setuju dan tersugesti dan menganggap apa yang dikatakan oleh orang tersebut sebagai hal yang benar, seperti teori mengenai relasi/hubungan yang telah disebutkan sebelumnya diatas. Self branding dapat diciptakan melalui hal yang sederhana. Self branding dapat dimulai dari perilaku kita sehari-hari, dari bagaimana kita berbicara, bagaimana kita bersikap, hingga pendapat orang lain mengenai pandangan kita terhadap suatu hal. Dalam dunia maya, terdapat beberapa langkah sederhana yang mudah untuk diikuti untuk membangun sebuah self branding yang baik. y Buatlah sebuah nama baik Pertama-tama pilihlah sebuah nama baik yang kelak akan menjadi nama kedua yang identik dengan diri kita, sebagai contoh Stanley Lau, seorang illustrator. Namanya menjadi semakin berkembang sejak ia bergabung dalam komunitas maya bernama Deviant Art, untuk mempermudah agar orang mengingat namanya, ia kemudian memakai nickname bernama Artgerm. Poin selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah y Mulailah menggunakan nama baik tersebut Apa gunannya sebuah nama baik apabila orang-orang tidak tahu mengenai kita. Karena itu, mulai sejak dini, biasakanlah untuk memakainya untuk membuat self branding y Bergabunglah dalam sebuah jejaring sosial

Poin ketiga yang perlu dilakukan adalah bergabunglah dalam suatu jejaring sosial atau suatu komunitas. Kemudian mulailah berpartisipasi dan tunjukan apa yang kita miliki. Hal tersebut akan membantu kita dalam membangun sebuah self branding. Dan yang terpenting adalah tunjukan kualitas serta keunikan yang hanya ada di dalam diri kita. y Gunakanlah Profil picture yang sesuai Pilihlah sebuah profil picture sesuai dengan image yang diharapkan. Gunakanlah foto yang baik dan tegas apabila kita hendak membuat sebuah self image yang baik dan tegas apabila kita ingin orang lain agar berpikir bahwa kita memiliki image tersebut. Selain cara-cara sederhana tersebut terdapat cara lain untuk membangun sebuah self branding. Berikut merupakan cara lain yang bisa diikuti guna membangun self branding secara lebih mendalam menurut Dwiarko Susanto : y Self brand adalah persepsi dan harapan Self branding atau personal branding bisa diartikan persepsi atau emosi yang dimiliki seseorang mengenai kita. Personal branding dapat juga diartikan harapan yang tercipta dalam pikiran audien sasaran. Jadi, cari keunggulan atau kualitas yang sudah diakui, paling tidak oleh komunitas yang kita ikuti atau nilainilai yang menurut orang lain dimiliki oleh diri kita. Mulailah dari pengakuan yang kecil itu. Atau, kenapa tidak kita ciptakan sendiri persepsi itu? Menciptakan personal brand berarti pula mempengaruhi cara orang lain memandang diri kita. Jadi, bangun persepsi positif tentang diri kita.

Temukan kelebihan dan kegemaranmu! Self branding mampu memperlihatkan keistimewaan dan keunggulan kita dalam bidang tertentu. Self branding adalah cerminan dari kemampuanmu,

keunggulanmu, serta reputasi kita. Jadi, carilah apa yang menjadi bakat, minat, atau keahlian kita. Hal tersebut bisa dimulai dari mengingat penghargaanpenghargaan yang pernah kita dapatkan mungkin? Atau bidang yang sedang kita tekuni?

Jadilah unik, berbeda, dan ahil Percayalah bahwa setiap orang itu unik. Keunikan itu menjadi modal dasar membangun self brand yang kuat. Kembangkan keunikan itu secara tepat, maka kita akan terlihat otentik, berbeda dengan yang lain dan menjadi menarik. Apa yang membedakan Tukul dengan pelawak lainnya? Mereka sama-sama bisa mengocok perut, tetapi justru karakter Tukul yang tampak ndeso itulah yang menjadi kekuatannya. Padahal kalau kita mengenal sosoknya, kita akan kagum dengan kecerdasannya sebagai entertaint! Atau jeng Kelin yang berhasil dihidupkan oleh Nictagina dengan karakternya yang menjengkelkan? Atau bila kita masih kesulitan menemukan keunikan kita, tidak ada jalan yang lebih ampuh dalam mempromosikan self branding kita , selain dengan menunjukkan dirimu adalah seorang ahli di bidang tertentu. Misalnya, dengan menulis artikel yang menunjukkan pengetahuan yang luas dalam bidang yang kita tekuni.

Jujur dan bangunlah hal-hal positif Tidak harus punya bakat dan keahlian. Karakter kita bisa menjadi tool kita. Bangunlah brand yang membuat kita dikenal sebagai orang yang terbuka, ramah, dan suka membantu. Kita tidak ingin dikenal dengan karakter yang buruk, bukan? Contohnya, Mother Theresa yang dikenal sebagai penolong orang miskin dan berkepribadian layaknya orang suci. Tentu saja ini harus dilakukan dengan tulus dan jujur, karena bila kita memaksakan diri untuk me-make up kepribadian kita, cepat atau lambat orang juga akan mengetahuinya.

Self branding adalah bagaimana kita bahagia dengan diri kita. Fokus pada bahagia dalam membantu orang lain dan yakinlah bahwa kita dapat membangun self brand yang positif. Jujurlah pada diri kita dan komunitas kita, be consistent!

Raihlah kesempatan dan tantangan! Satu yang penting dalam membangun self brand adalah berani mengambil berbagai peluang dan tantangan. Ada tantangan tentu harus berani ambil resikonya. Resiko? Di awal membangun self brand akan dibutuhkan banyak waktu untuk berkonsentrasi pada bidang yang kita minati atau karakter yang kita bangun. Sebagian harus mengorbankan profesi awalnya dan 100% terjun ke bidang yang diminatinya, jika brand yang diinginkan berkaitan dengan suatu keahlian tertentu.

Promosikan diri kita! Memiliki self brand yang baik saja tidaklah cukup. Kita harus membuat orang lain tahu bahwa kitalah pemiliknya. Sayangnya, masih banyak dari kita yang malu mempromosikan diri kita. Masih ragu dengan kemampuan kita. Misalnya, kita punya kemampuan menulis, karena kita tidak yakin dengan kemampuan kita sendiri, akhirnya tulisan itu tidak kita promosikan, tidak terbaca oleh orang lain, atau hanya untuk konsumsi pribadi. Coba seandainya kita promosikan tulisan ini dan ternyata ada editor, penerbit, atau pencari bakat yang membaca karya tulis kita, mungkin saja bisa mengubah nasib kita, who knows?

Janganlah menunggu Mulailah membangun self brand sekarang juga. Jangan ditunda lagi. Tentu saja membangun self brand bukan hal mudah. Tidak pula instan. Dibutuhkan kerja keras, pembelajaran, dan hasrat untuk menjalaninya. Yang pasti butuh ketekunan yang luar biasa. Semakin dini membangun self brand semakin bagus, bukan?

Bagikanlah! Suatu self brand diciptakan untuk dibagi, bukan untuk ditimbun. Ini adalah aset yang akan semakin berkembang bila makin banyak digunakan, terutama untuk menolong komunitas yang kita masuki. Semakin banyak digunakan untuk membantu, maka akan semakin kuat brand itu dan semakin dikenal.

Bersabarlah Tidak ada keberhasilan instan! Di antara banyaknya kompetisi bakat yang bisa membuat orang jadi terkenal dengan cepat, sepertinya kita perlu menanamkan pengertian bahwa tidak ada keberhasilan instan. Semua butuh ketekunan, ketelatenan, dan kerja keras. Pemenang kompetisi bakat di TV pun akan cepat tenggelam bila tidak pandai-pandai mempertahankan reputasi dan meningkatkan bakatnya. Self branding pun butuh waktu, dari saat membangun hingga akhirnya dikenal khalayak, kecuali kita punya satu faktor, keberuntungan!

Jadilah CEO bagi diri kita sendiri Jadilah CEO bagi diri kita sendiri. Bagaimana bisa? Karena kita pribadilah yang mampu mengembangkan dan mempertahankan self branding tersebut. Segala reputasi, citra dari personal brand ini bergantung dari diri kita. Kendali ada pada kita. Kita adalah pelaku, creator, pengembang, public relation, dan marketing officer bagi self brand kita. Namun perlu diingat bahwa setelah kita berhasil dalam membangun sebuah self

branding, kita tidak boleh tenggelam dalam kesenangan. Karena cepat atau lambat

brand yang telah kita buat pasti akan menyurut. Untuk menjaga self brand yang telah dibuat, alangkah baiknya jika kita tetap berusaha memberikan yang terbaik seperti pada saat kita hendak membuat self branding tersebut. Sebagai contoh, sebaiknya kita tetap menjaga etika dan mengontrol bagaiman sebaiknya kita dalam bersikap dan berkomunikasi dimanapun dan kapanpun itu. Karena apabila kita lalai sedikit saja, orang akan mengecap kita sebagai orang yang memiliki sifat dan tentu saja self branding yang jelek.

Kesimpulan Self brand merupakan hal yang sangat penting dalam zaman yang telah maju seperti saat ini. Melalui self branding kita dapat memperkenalkan siapakah diri kepada khayalak luar. Dan melalui self branding pula, kita dapat memenangkan kepercayaan orang. Membangun self branding dalam dunia internet dapat dilakukan dengan mudah, hal tersebut dapat dimulai dengan bergabung dalam suatu forum komunitas yang memiliki kegemaran atau hobi yang sama dengan yang kita miliki. Membangun self branding dapat juga dilakukan dengan bergabung dengan beberapa jejaring sosial yang saat ini tengah meledak di kalangan masyarakat dunia, seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Apabila kita telah membangun sebuah self branding dengan baik, janganlah lupa untuk tetap menjaganya seperti pada saat kita berhasil mencapai keberhasilan dalam menciptakannya, karena apabila kita lengah sedikit saja, self branding kita akan membawa jatuh kita ke titik awal tempat kita memulai segala sesuatunya.

Daftar Pustaka http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:RWsifWDepLIJ:digilib.petra.ac.id /jiunkpe/s1/jdkv/2005/jiunkpe-ns-s1-2005-42401132-7843-ika_putrichapter1.pdf+permasalahan+self+branding&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGE EShfREQiZVYPsR2IxUwfmI8Z8T0vRrgR43lOfKyl5PAIVWEeP4nvwNNObpxr7GuRVn UYNyKcZZzwqDEx66s9fCFqhvqrWtbOw64Cw2KpAZiyUSZVZ0IYlU2Yu2h pSEX7RXr0hwi&sig=AHIEtbTd0JqWVGtmJxdRYPQNO5GwHEIOEw http://en.wikipedia.org/wiki/Personal_branding http://id.wikipedia.org/wiki/Metodologi http://www.brandkita.com/article/45-pb/48-personal-brand http://www.pembelajar.com/formula-membangun-personal-brand-anda http://www.psikologizone.com/apa-itu-personal-brand/06511830 http://www.slideshare.net/lealea/the-art-of-selfbranding/ http://dayaumar.wordpress.com/2008/05/28/personal-branding/ http://agussiswoyo.com/2010/09/26/modal-membangun-personal-branding-dariblog-pribadi/