Anda di halaman 1dari 16

Saiful Anam Petani Gaul, Hasil Panen sebagai Modal Kuliah

Jikalau Saiful Jamil sedang berduka setelah ditinggal istri tercintanya, tak demikian dengan Saiful Anam pemuda dari Kapi, Kunjang, Kediri ini. Meski namanya sama-sama saiful, namun saiful satu ini masih lajang dan nasibnya lebih mujur. Mujur karena sebentar lagi ladang jagungnya akan panen. Kali ini hasil panen jagung diperkirakan lebih baik dari tahun lalu, musim panas cukup terik sehingga tanaman normal, tongkol mulai kelihatan besar dan tanaman sehat tidak terkena penyakit. Tidak seperti lahan jagung milik tetangganya yang masih banyak terserang penyakit bulai jagung. Pemuda ini mempunyai tips khusus untuk petani jagung, yaitu paket teknologi budidaya yang tepat untuk mengurangi intensitas bulai, dimulai dari pemilihan benih, pupuk hingga pestisida. Dengan membuat tanaman sehat, maka dengan sendirinya tanaman akan tahan menghadapi gempuran penyakit. Ini dibuktikan setelah mencoba beberapa varietas jagung dipasaran yang sudah terkenal seperti benih Bisi, NK, DK, Pioneer bahkan saat ini sedang mencoba benih Pertiwi 3 dan Pertiwi 2 yang memang terbukti ampuh mengatasi bulai. Pemilihan benih yang tepat sangat mendukung peningkatan hasil panen.

Kang ipul, demikian pemuda ini dipanggil. Dari penampakannya saja telihat jelas kalau kesuburan selalu menyertai, baik dari lahan pertanian hingga badannya terlihat subur makmur. Lahir dan dibesarkan di desa membuat pemuda berusia 26 tahun ini tidak asing dengan kehidupan pertanian. Terlebih saat kuliahpun kang ipul mengambil jurusan pertanian, yaitu Hama Penyakit Tumbuhan. Pengalaman organisasi mendukung kariernya sebagai petani muda. Semasa kuliah sudah aktif mengajar sebagai asisten dosen dasar pelindungan tanaman, ilmu penyakit tanaman dan asisten dosen pestisida dan teknik aplikasi. Bisa dikatakan Kang Ipul sudah mempunyai jiwa sebagai petani.

Kang Ipul berasal dari keluarga sederhana, kehidupan sehari-hari hingga biaya kuliah berasal dari hasil pertanian. Hanya bermodal lahan satu hektar, Kang Ipul menanam jagung, cabe besar, cabe kecil, kacang dan padi secara bergantian sesuai dengan musim. Berbekal ilmu kuliah dan pengalaman seharihari, Kang Ipul meraup sukses mengelola lahannya untuk menyambung biaya kuliah. Dalam bercocok tanam kang Ipul menerapkan apa yang dipelajari selama kuliah dan pengalaman kerja yaitu bertani dengan teknik budidaya yang tepat. Mulai dari pemilihan benih, teknik penanaman, teknik pemupukan, pengairan, perawatan pengendalian hama penyakit hingga kegiatan pasca panen. Alhasil untuk satu musim jagung Kang Ipul bisa meraup untung 10 juta bahkan untuk cabe jika harga bagus, kang Ipul bisa meraup untung hingga 90 juta untuk satu musim panen.

Kalau petani biasa terkesan kumel dan dekil namun tidak demikian dengan Kang Ipul, tampil trendy dan

selalu rapi. Hobinya pun ngeband, menari dan menyanyi. Bahkan untuk urusan menari, Kang Ipul ini mendapat Juara I Lomba Gebyar Festifal Tari Universitas Brawijaya (2005). Seringkali dibeberapa kesempatan, Kang Ipul unjuk suara untuk menyalurkan hobinya tersebut. Untuk tetap bersemangat, Kang Ipul mempunyai moto hidup iklas, sabar & selalu ikhtiyar dalam menghadapi segala cobaan hidup. Kata pemuda yang hobi makan pecel tumpang ini, Hidup itu perlu sebuah pengorbanan, dimana kita harus meyakini sebuah pilihan yang bisa membawa kebahagiaan di masa depan. Rasanya memang tidak ada keraguan dalam benak Kang Ipul menapak jejak didunia pertanian, keyakinan itulah hingga saat ini yang membuat kang Ipul terus berkecimpung di dunia pertanian. Baik mengelola lahan pertaninnya sendiri hingga sempat menjadi staf ahli diperusahaan benih multinasional dan nasional. Dalam usia muda, Kang Ipul berharapa untuk perkembangan pertanian diIndonesia bisa mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri dengan tidak tergantung kepada negara lain (ekspor), Karena jelas bumi nusantara kita sangat kaya dengan sumber pahan pangan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tak lupa Kang Ipul yang pernah menjadi lulusan tercepat (lulus 3,9 tahun) berharap pada daerahnya, pedesaan bisa tersentuh oleh inovasi teknologi pertanian yang diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi petani, agar pendapatan petani juga bisa meningkat sehingga taraf hidup petani pedesaan jg lebih meningkat dan sejahtera. Semangat dan niat yang tulus tersebut dibuktikan dengan terjun langsung sebagai petani dan menghasilkan produk pertanian yang menguntungkan.

Untuk berbagi dan menyalurkan ilmu taninya, Kang Ipul seringkali menerima tamu dari kelompok tani atau petugas lapang pemerintah yang ingin studi banding melihat ketahanan tanaman terhadap penyakit.

Selamat berkarya menyuburkan bumi pertiwi ini Kang Ipul :) Salam, pasarpetani.com
SENIN, 02 JANUARI 2012

Kurnadi

Kunardi merupakan petani padi di daearah Babakan Laladon Bogor, beliau melakukan usahatan sejak tahun 1997. Sejak awal sampai sekarang komoditas yang ditanam adalah padi, padi yang ditanam permusim tanamnya terdiri dari berbagai varietas mulai dari varietas inpari 8, ciherang dan lain-lain. Kunardi lahir di Grobogan pada tanggal 27 Maret 1963 tahun memiliki 4 orang anak dengan pendidikan terakhirnya SLTA, walupun berpendidikan terakhir SLTA namun semangat dan pengetahuan usahatani yang dilakukan tidak kalah dengan mahasiswa.

Di atas lahan seluas 2000 m kunardi dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan membantu petani serta instansi penunjang dalam praktek pengembangan teknologi pertanian. Kunardi yang juga merupakan ketua RT ini memiliki jiwa sosialis yang tinggi serta ramah terhadap siapapun. Tidak salah jika beliau dipilih menjadi Ketua Kelompoktani Maju Bersama, Ketua Gabungan Kelompoktani Tani Berkah serta menjadi ketua RT yang beralamat di Kp. Laladon Ds.Laladon Kec. Ciomas Kab. Bogor. Banyak faktor yang menghambat dalam usahatani padi yang dilakukan namun tidak mengurangi niat dan minat Kunardi dalam usahataninya.

Dalam kelembagaan kelompoktani dan gabungan kelompoktani yang dipimpin memiliki administrasi serta pembukuan yang lengkap. Hal ini mencerminkan bahwa beliau tekun dan aktif dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Selain melakukan usahatani padi Kunardi juga melakukan usaha dagang makanan kecil dirumah, menerima dan menual kue pastel. Hal ini dilakukan guna mengisi dan memanfaatkan peluang guna menambah penambatan keluarga.
You might also like:

Bob Sadino Si Petani Nyentrik

Saiful Anam Petani Gaul, Hasil Panen sebagai Modal Kuliah

Supplier Bebek Pedaging dan Petelor Jawa Timur (Penawaran ...

Warkop Tri - Mencari Keuntungan dari Dunia Malam

LinkWithin

Diposkan oleh Rino Aribowo di 11:44:000 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Link ke posting ini Label: Profil Petani KAMIS, 10 NOVEMBER 2011

Warkop Tri - Mencari Keuntungan dari Dunia Malam


Kali ini kami menyajikan profil usaha kecil sebagai inspirasi dan wawasan baru. Sebenarnya tulisan ini merupakan tugas kuliah saat penulis masih aktif menjadi mahasiswa beberapa tahun lalu, meski rada usang tapi namanya pengalaman adalah guru terbaik maka tak ada salahnya jika dibagi-bagi toh?. Okelah para pemburu dunia malam,. Let cekidot,... Mie instan yang selama kurun satu dasawarsa ini berhasil merebut predikat sebagai makanan pokok kedua setelah nasi (terutama untuk anak kosan) mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi bisnis menguntungkan. Sebut saja Warung kopi (Warkop) Tri yang berlokasi di Kampung Lewikopo tepatnya di depan polsek Darmaga Bogor, tidak jauh dari pintu utama kampus IPB Darmaga ini menggunakan mie instan sebagai menu utama. Pemilik warkop ini bernama Tri, seorang pemuda dari kampung setempat. Pada mulanya warkop ini menyediakan makanan dan minuman seperti kopi, susu, mie instan, snack, roti , minuman ringan, rokok, obat-obatan dan gorengan. Usaha ini merupakan usaha kecil yang dimulai dengan niat untuk menjadi wirausaha. Dimulai dengan pinjaman modal berupa barang dagangan dari

toko grocir secara perlahan usaha ini berkembang dengan baik. Terbukti tanpa modal berupa Uang bang tri berhasil mendirikan usaha baru.

Bang Tri-Pemilik Warkop Tri Lokasi warkop ini berada di pinggir jalan dengan menempati ruangan yang sebenarnya merupakan pos ronda. Namun dengan perijinan dari warga setempat dan agar pos ronda dapat dimanfaatkan secara maksimal maka warkop tri diijinkan untuk memanfaatkan pos ronda tersebut.

Warkop ini buka mulai sekitar jam lima sore sampai jam empat subuh. Alasan pemilihan waktu ini dikarenakan pada malam hari pengunjung lebih ramai daripada siang hari. Selain itu pada malam hari biasanya para pembeli mencari kopi untuk begadang dan mie instan untuk makanan selingan.

Produk yang disediakan adalah produk tahan lama, sehingga resiko relative kecil ketika tidak laku. Omset setiap hari rata-rata sekitar 150-200 ribu dengan jumlah penjualan kopi rata-rata 10 gelas, mie instan 1525 mangkok dan penjualan rokok, makanan dan minuman ringan lainnya. Harga satu porsi untuk mie instan Rp. 4000 lengkap pakai telor dan sayur. Untuk mengurangi pengaruh zat tambahan pada mie instan, bang Tri selalu disiplin untuk memasak mie instan sesuai petunjuk masak, seperti membuang air hasil rebusan pertama. Sehingga zat pengawet pada mie bisa hilang dan pelanggan bisa makan mie instan lebih sehat. Selain itu sayur sawi selalu menyertai untuk menambah kenikmatan dan kesegaran mie instan. Lokasi strategis berada di pinggir jalan dan tepat di depan polsek Darmaga. Lokasi yang strategis ini membuat warkop tri selalu ramai setiap hari. Pembeli terutama dari Polsek Darmaga yang setiap malam selalu ada petugas yang piket jaga, kemudian mahasiswa yang ngekos di kampung Lewikopo, para pengguna jalan dan warga kampung lewikopo terutama anak muda yang biasa nongkrong.

Warkop Tri ini menyediakan pelayanan untuk kepuasan pelanggan. Fasilitas televisi digunakan untuk mendukung layanan tersebut sehingga pengunjung dapat menikmati makan atau minum sambil mendapat hiburan. Selain itu Warkop Tri mempunyai jasa layanan siap antar (delivery order) untuk daerah sekitar. Hal ini menjadi nilai lebih dari Warkop karena dapat memberikan kemudahan kepada pengunjung dalam pemesanan. Jasa layanan siap antar ini berpengaruh pada segmen konsumen.

Warkop yang biasanya identik dengan laki-laki suka begadang namun di warkop tri ini wanitapun kerap menjadi pelanggan. Para calon pembeli yang ingin memesan tinggal SMS saja, maka dalam beberapa menit pesanan sudah siap di tempat pemesan. Strategi delivery ini cukup ampuh untuk memperluas pasar, selain itu strategi ini juga dapat menyiasati keterbatasan ruangan di Warkop Tri.

Salam ka_pasarpetani.com You might also like: y y y y Saiful Anam Petani Gaul, Hasil Panen sebagai Modal Kuliah Perjalanan Bisnis Mohamad Nadjikh Kurnadi Bob Sadino Si Petani Nyentrik
LinkWithin

Diposkan oleh Pasar Petani di 19:41:000 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Link ke posting ini Label: Profil Petani SELASA, 04 OKTOBER 2011

Saiful Anam Petani Gaul, Hasil Panen sebagai Modal Kuliah

Jikalau Saiful Jamil sedang berduka setelah ditinggal istri tercintanya, tak demikian dengan Saiful Anam pemuda dari Kapi, Kunjang, Kediri ini. Meski namanya sama-sama saiful, namun saiful satu ini masih lajang dan nasibnya lebih mujur. Mujur karena sebentar lagi ladang jagungnya akan panen. Kali ini hasil panen jagung diperkirakan lebih baik dari tahun lalu, musim panas cukup terik sehingga tanaman normal, tongkol mulai kelihatan besar dan tanaman sehat tidak terkena penyakit. Tidak seperti lahan jagung milik tetangganya yang masih banyak terserang penyakit bulai jagung. Pemuda ini mempunyai tips khusus untuk petani jagung, yaitu paket teknologi budidaya yang tepat untuk mengurangi intensitas bulai, dimulai dari pemilihan benih, pupuk hingga pestisida. Dengan membuat tanaman sehat, maka dengan sendirinya tanaman akan tahan menghadapi gempuran penyakit. Ini dibuktikan setelah mencoba beberapa varietas jagung dipasaran yang sudah terkenal seperti benih Bisi, NK, DK, Pioneer bahkan saat ini sedang mencoba benih Pertiwi 3 dan Pertiwi 2 yang memang terbukti ampuh mengatasi bulai. Pemilihan benih yang tepat sangat mendukung peningkatan hasil panen.

Kang ipul, demikian pemuda ini dipanggil. Dari penampakannya saja telihat jelas kalau kesuburan selalu menyertai, baik dari lahan pertanian hingga badannya terlihat subur makmur. Lahir dan dibesarkan di desa membuat pemuda berusia 26 tahun ini tidak asing dengan kehidupan pertanian. Terlebih saat kuliahpun kang ipul mengambil jurusan pertanian, yaitu Hama Penyakit Tumbuhan. Pengalaman organisasi mendukung kariernya sebagai petani muda. Semasa kuliah sudah aktif mengajar sebagai asisten dosen dasar pelindungan tanaman, ilmu penyakit tanaman dan asisten dosen pestisida dan teknik aplikasi. Bisa dikatakan Kang Ipul sudah mempunyai jiwa sebagai petani.

Kang Ipul berasal dari keluarga sederhana, kehidupan sehari-hari hingga biaya kuliah berasal dari hasil pertanian. Hanya bermodal lahan satu hektar, Kang Ipul menanam jagung, cabe besar, cabe kecil, kacang dan padi secara bergantian sesuai dengan musim. Berbekal ilmu kuliah dan pengalaman seharihari, Kang Ipul meraup sukses mengelola lahannya untuk menyambung biaya kuliah. Dalam bercocok tanam kang Ipul menerapkan apa yang dipelajari selama kuliah dan pengalaman kerja yaitu bertani dengan teknik budidaya yang tepat. Mulai dari pemilihan benih, teknik penanaman, teknik pemupukan, pengairan, perawatan pengendalian hama penyakit hingga kegiatan pasca panen. Alhasil untuk satu musim jagung Kang Ipul bisa meraup untung 10 juta bahkan untuk cabe jika harga bagus, kang Ipul bisa meraup untung hingga 90 juta untuk satu musim panen.

Kalau petani biasa terkesan kumel dan dekil namun tidak demikian dengan Kang Ipul, tampil trendy dan selalu rapi. Hobinya pun ngeband, menari dan menyanyi. Bahkan untuk urusan menari, Kang Ipul ini mendapat Juara I Lomba Gebyar Festifal Tari Universitas Brawijaya (2005). Seringkali dibeberapa kesempatan, Kang Ipul unjuk suara untuk menyalurkan hobinya tersebut. Untuk tetap bersemangat, Kang Ipul mempunyai moto hidup iklas, sabar & selalu ikhtiyar dalam menghadapi segala cobaan hidup. Kata pemuda yang hobi makan pecel tumpang ini, Hidup itu perlu sebuah pengorbanan, dimana kita harus meyakini sebuah pilihan yang bisa membawa kebahagiaan di masa depan. Rasanya memang tidak ada keraguan dalam benak Kang Ipul menapak jejak didunia pertanian, keyakinan itulah hingga saat ini yang membuat kang Ipul terus berkecimpung di dunia pertanian. Baik mengelola lahan pertaninnya sendiri hingga sempat menjadi staf ahli diperusahaan benih multinasional dan nasional. Dalam usia muda, Kang Ipul berharapa untuk perkembangan pertanian diIndonesia bisa mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri dengan tidak tergantung kepada negara lain (ekspor), Karena jelas bumi nusantara kita sangat kaya dengan sumber pahan pangan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tak lupa Kang Ipul yang pernah menjadi lulusan tercepat (lulus 3,9 tahun) berharap pada daerahnya, pedesaan bisa tersentuh oleh inovasi teknologi pertanian yang diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi petani, agar pendapatan petani juga bisa meningkat sehingga taraf hidup petani pedesaan jg lebih meningkat dan sejahtera. Semangat dan niat yang tulus tersebut dibuktikan dengan terjun langsung sebagai petani dan menghasilkan produk pertanian yang menguntungkan.

Untuk berbagi dan menyalurkan ilmu taninya, Kang Ipul seringkali menerima tamu dari kelompok tani atau petugas lapang pemerintah yang ingin studi banding melihat ketahanan tanaman terhadap penyakit.

Selamat berkarya menyuburkan bumi pertiwi ini Kang Ipul :) Salam, pasarpetani.com You might also like: y y y y Era Hibrida - Antara Ekonomi dan Teknologi Benih yang Komersial Warkop Tri - Mencari Keuntungan dari Dunia Malam Kurnadi
LinkWithin

Diposkan oleh Pasar Petani di 16:11:002 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Link ke posting ini Label: Profil Petani SABTU, 25 JUNI 2011

Putera Sampoerna Penjemput Pasar Masa Depan


Putera Sampoerna, mengguncang dunia bisnis Indonesia dengan menjual seluruh saham keluarganya di PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun, pada saat kinerjanya baik. Generasi ketiga keluarga Sampoerna yang belakangan bertindak sebagai CEO Sampoerna Strategic, ini memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Sehingga pantas saja Warta Ekonomi menobatkan putra Liem Swie Ling

(Aga Sampoerna) ini sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005. Sebelumnya, majalah Forbes menempatkannya dalam peringkat ke-13 Southeast Asias 40 Richest 2004. Putera Sampoerna, pengusaha Indonesia kelahiran Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947. Dia generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Adalah kakeknya Liem Seeng Tee yang mendirikan perusahaan rokok Sampoerna. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna itu. Dia menggantikan ayahnya Aga Sampoerna. Kemudian, pada tahun 2000, Putera mengestafetkan kepemimpinan operasional perusahaan (presiden direktur) kepada anaknya, Michael Sampoerna. Dia sendiri duduk sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk, sampai saham keluarga Sampoerna (40%) di perusahaan yang sudah go public itu dijual kepada Philip Morris International, Maret 2005, senilai Rp18,5 triliun. Pria penggemar angka sembilan, lulusan Diocesan Boys School, Hong Kong, dan Carey Grammar High School, Melbourne, serta University of Houston, Texas, AS, itu sebelum memimpin PT HM Sampoerna, lebih dulu berkiprah di sebuah perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Kala itu, dia bermukim di Singapura bersama isteri tercintanya, Katie, keturunan Tionghoa warga Amerika Serikat. Dia mulai bergabung dalam operasional PT. HM Sampoerna pada 1980. Enam tahun kemudian, tepatnya 1986, Putera dinobatkan menduduki tampuk kepemimpinan operasional PT HAM Sampoerna sebagai CEO (chief executive officer) menggantikani ayahnya, Aga Sampoerna. Namun ruh kepemimpinan masih saja melekat pada ayahnya. Baru setelah ayahnya meninggal pada 1994, Putera benar-benar mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan dan naluri bisnisnya secara penuh. Dia pun merekrut profesional dalam negeri dan mancanegara untuk mendampinginya mengembangkan dan menggenjot kinerja perusahaan. Sungguh, perusahaan keluarga ini dikelola secara profesional dengan dukungan manajer profesional. Perusahaan ini juga go public, sahamnya menjadi unggulan di bursa efek Jakarta dan Surabaya. Ibarat sebuah kapal yang berlayar di samudera luas berombak besar, PT HM Sampoerna berhasil mengarunginya dengan berbagai kiat dan inovasi kreatif. Tidak hanya gemilang dalam melakukan inovasi produk inti bisnisnya, yakni rokok, namun juga berhasil mengespansi peluang bisnis di segmen usaha lain, di antaranya dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan sempat mendirikan Bank Sampoerna akhir 1980-an. Di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Pada 1990-an, itu Putera Sampoerna dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru: A Mild. Kala itu, Putera meluncurkan A Mild sebagai rokok rendah nikotin dan taste to the future, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Kemudian perusahaan rokok lain mengikutinya. Dia memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi (tapi terukur)dalam dunia bisnis. Langkahnya yang paling sensasional sepanjang sejarah sejak HM Sampoerna berdiri 1913 adalah keputusannya menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk (40%) ke Philip Morris International, Maret 2005. Keputusan itu sangat mengejutkan pelaku bisnis lainya. Sebab, kinerja HM Sampoerna kala itu (2004)

dalam posisi sangat baik dengan berhasil memperoleh pendapatan bersih Rp15 triliun dengan nilai produksi 41,2 miliar batang. Dalam posisi ketiga perusahaan rokok yang menguasai pasar, yakni menguasai 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia, setelah Gudang Garam dan Djarum. Mengapa Putera melepas perusahaan keluarga yang sudah berumur lebih dari 90 tahun ini? Itu pertanyaan yang muncul di tengah pelaku bisnis dan publik kala itu. Belakangan publik memahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta Ekonomi ini ((Warta Ekonomi 28 Desember 2005). Dia melihat masa depan industri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang. Dia pun ingin menjemput pasar masa depan yang hanya dapat diraihnya dengan langkah kriatif dan revolusioner dalam bisnisnya. Secara revolusioner dia mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke agroindustri dan infrastruktur. Hal ini terungkap dari langkah-langkahnya setelah enam bulan melepas saham di PT HM Sampoerna. Juga terungkap dari ucapan Angky Camaro, orang kepercayaan Putera: Arahnya memang ke infrastruktur dan agroindustri. Terakhir, di bawah bendera PT Sampoerna Strategic dia sempat berniat mengakuisisi PT Kiani Kertas, namun untuk sementara dia menolak melanjutkan negosiasi transaksi lantaran persyaratan yang diajukan Bank Mandiri dinilai tak sepadan. Dia pun dikabarkan akan memasuki bisnis jalan tol, jika faktor birokrasi dan kondisi sosial politik kondusif. Nama Putera Sampoerna Lahir Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947 Isteri: Katie Anak: Michael Sampoerna Ayah: Aga Sampoerna (Liem Swie Ling) Kakek: Liem Seeng Tee Pekerjaan - CEO PT Sampoerna Strategic - Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Pendidikan Diocesan Boys School, Hong Kong - Carey Grammar High School, Melbourne - University of Houston, Texas, AS Sumber : www.tokohindonesia.com

Abdul Rahman Tukiman Bocah gunung(wong ndeso) yang satu ini masa kecilnya dijalani dengan kemiskinan. Namun ia menjalani kehidupan ini dengan ikhlas dan berusaha untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Dengan perjuangan yang tidak kenal lelah ia memperoleh hasil. Dari usaha berdagang bakso malang ia kini mejadi pengusaha sukses.

READ MORE
Posted in Kisah Sukses - Tagged abdul rahman tukiman, alamat jual bakso di malang, alamat pengusaha dagang disolo, ayo menjadi pengusaha, bagaimana menjadi pengusaha yang tangguh, bakso wong ndeso, berwira usaha bakso, biodata abdul rahman tukiman, biodata cak man, biodata kewirausahaan,biodata orang-orang sukses dalam berwirausaha, biodata pengusaha sukses, biodata penjual bakso, biodata profil pengusaha bakso cak man, biodata profil wirausaha, biodata tukang bakso, biodata wirausaha, biodata wirausaha yang sukses, biodata wirausahawan, biodata wirausahawan di indonesia, biodata/profil toko-toko kewirausahaan, biografi abdul rahman tukiman, biografi abdurahman tukiman, biografi bakso cak man,biografi cak man, biografi kewirausahaan, biografi orang sukses dalam wirausaha, biografi orang sukses dibidang wirausaha, biografi pedagang bakso, biografi pengusaha agribisnis, biografi pengusaha sukses,biografi pengusaha sukses di indonesia, biografi pengusaha sukses di klaten, biografi pengusaha sukses dibidang pertanian, biografi profil kewirausahan, biografi tentang berwirausaha, biografi tokoh sukses bidang agribisnis, biografi wirausaha, biografi wirausaha bakso, biografi wirausaha cak man, biografi wirausahawan sukses, biografi wirausahawan yang sukses, biografi wirausahawan yang sukses dalam bidang pertanian,biografiorang sukses dalam bewirausaha, cache:xmcz0cwyfkcj:cachi99.com/tag/wong-ndeso-yang-menjadi-pengusaha-sukses wong ndeso yang menjadi pengusaha sukses, Cak Man, cerita pedagang bakso, cerita pengusaha abdul rohman tukiman, cerita pengusaha bakso, cerita pengusaha bakso yang sukses, cerita pengusaha kecil yang sukses, cerita pengusaha sukses pedagang bakso, cerita sukses pedagang bakso, dari pedagang menjadi pengusaha rumah makan, driver, ekonomi, frachise, gerobak-bakso, jiwa tangguh, katro,kehidupan pengusaha sukses, kewira usahaan yang sukses, kewirausahaan pedagang, kewirausahaan pedagang bakso, kewirausahaan pedagang sukses, kewirausahaan yang sukses dalam tukang bakso, kisah bakso cak man, kisah pedagang bakso yang sukses, kisah pengusaha bakso, kisah pengusaha bakso sukses, kisah pengusaha bakso yang sukses, kisah pengusaha sukses, kisah pengusaha sukses bakso, kisah pengusaha sukses bidang agribisnis, kisah pengusaha sukses dikota malang, kisah pengusaha sukses penjual bakso, kisah penjual bakso, kisah penjual bakso disolo cak man, kisah penjual bakso menjadi pengusaha besar, kisah penjual bakso yang sukses, kisah seorang usahawan bakso, kisah sukses bisnis bakso, kisah sukses para pengusaha, kisah sukses para wirausahawan, kisah sukses pedagang, kisah sukses pedagang bakso, kisah sukses pengusaha agribisnis, kisah sukses pengusaha bakso, kisah sukses pengusaha bakso cak man, kisah sukses pengusaha di bidang agribisnis, kisah sukses pengusaha indonesia, kisah sukses penjual bakso, kisah sukses usaha bakso,kisah sukses wirausahawan, kisah tukang baso sukses, kisah usaha bakso, kisah wirausahawan sukses,kwirausahaan, laris manis, Malang, menjadi pengusaha tangguh, menjadi pengusaha yang tangguh, menjadi wirausahawan sukses, mewancarai seorang pedagang sukses bakso, mobil mewah, orang sukses di bidang pertanian, orang sukses di indonesia, pedagang bakso, pedagang bakso sukses, pedagang bakso yang sukses,pedagang kewirausahaan, pedagang wirausaha sukses, pemilik gerai, penguasaha sukses di bidang pertanian,pengusaha, pengusaha agribisnis, pengusaha bakso, pengusaha bakso malang, pengusaha bakso sukses di solo,pengusaha bakso sukses disolo, pengusaha bakso yang sukses, pengusaha baso abdul rahman tukiman,pengusaha biografi bob dari sadino indonesia sukses, pengusaha penjual bakso yang sukses, pengusaha sukses,pengusaha sukses abdul rahman tukiman, pengusaha sukses bakso, pengusaha sukses bidang pertanian,pengusaha sukses d malang, pengusaha sukses di bidang pertanian, pengusaha sukses di malang, pengusaha sukses malang, pengusaha sukses pedagang bakso, pengusaha sukses pertanian, pengusaha yang sukses dari penjual bakso, penjual bakso berwirausaha, perusahaan agribisnis, perusahaan agribisnis bob sadino,perusahaan bob sadino, perusahaan sukses, profil abdul rahman tukiman, profil bakso cak man, profil biodata pengusaha sukses, profil biodata wirausaha kecil, profil dan biodata pengusaha, profil dan biografi abdul rahman tukiman, profil dan riwayat seorang wirausaha, profil kehidupan kewirausahaan, profil kehidupan wirausaha, profil kewirausahaan, profil kewirausahaan sukses, profil kewirausahaan tentang tukang bakso,profil kewirausahan, profil kwirausahaan, profil kwu, profil orang kecil yang

sukses, profil orang sukse, profil orang sukses dalam berwirausaha, profil orang sukses dalam berwirausaha dan kisahnya, profil orang yang suskes di bidang pertanian, profil pedagang bakso, profil pedagang sukses, profil pengusaha bakso, profil pengusaha bakso sukses, profil pengusaha sukses, profil pengusaha sukses abdul rahman tukiman bocah gunung (wong ndeso), profil pengusaha sukses bakso, profil pengusaha sukses bidang pertanian, profil pengusaha sukses bob sadino, profil pengusaha sukses pertanian, profil pengusahawan, profil pengusahawan bakso, profil seorang pedagang bakso, profil seorang penjual bakso, profil seorang wirausaha bakso, profil seorang yang berwirausaha, profil tukang baso, profil usaha bakso, profil usaha tukang bakso, profil wirausaha, profil wirausaha bakso, profil wirausaha bakso cak man, profil wirausaha sukses, profil wirausaha sukses bakso, profil wirausaha sukses bidang pertanian di indonesia, profil wirausaha yang sukses, profil wirausahawan, profil wirausahawan sukses, profil wirausahawan yang sukses, profil yang sukses dibidang kewirausahaan, proses pengusaha sukses di malang, prosesi pedagang bakso, PT. Kota Jaya, riwayat hidup abdul rahman tukiman, riwayat pengusaha, sejarah pengusaha sukses di bidang pertanian, seorang wirausaha bakso, sukses, tentang berwirausaha, toko kewirausahaan, tokoh agribisnis, tokoh agribisnis indonesia, tokoh berwirausaha, tokoh kewirausahaan, tokoh kewirausahaan yang sukses di indonesia, tokoh orang suksesdipertanian, tokoh pengusaha kecil yang sukses, tokoh pengusaha sukses, tokoh pengusaha sukses bidang agribisnis, tokoh pengusaha sukses di indonesia, tokoh pengusaha sukses dunia, tokoh profil kewirausahaan,tokoh sukses agribisnis, tokoh wirausaha, tokoh wirausaha bakso, tokoh wirausaha dan usahanya, tokoh wirausaha pedagang bakso sukses di indonesia, tokoh wirausaha sukses com, tokoh wirausaha sukses di indonesia, tokoh wirausaha sukses di pertanian, tokoh wirausaha yang berhasil, tokoh wirausaha yang sukses,tokoh wirausahawan baso, tokoh wirausahawan dunia, tokoh wirausahawan sukses, tokoh wirausahawan tersukses di indonesia, tokohtokoh wirausahawan sukses, tukang bakso yang sukses, usaha bakso sukses, usaha sukses, warung bakso, wira usahawan sukses di bidang perdagangan, wirausaha abdul rahman tukiman,wirausaha bakso cakman yang sukses, wirausaha bakso yang sukses, wirausaha sukses bakso, wirausaha sukses bidang pertanian, wirausaha tersukses di indonesia, wirausaha yang sukses di bidang pertanian, wirausahawan sukses, wirausahawan sukses bidang pertanian, wong ndeso, wong ndeso yang menjadi pengusaha sukses,www.kisahusahabakso.com