Anda di halaman 1dari 5

b.

Fisiologi Laktasi Selama kehamilan, hormon prolaktin dari plasenta meningkatkan tetapi ASI biasanya belum keluar karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca persalinan, kadar estrogen dan progesteron menurun drastis, sehingga prolaktin lebih dominan dan pada saat inilah mulai terjadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan puting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis, sehingga sekresi ASI lebih lancar. Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi yaitu reflek prolaktin dan reflek aliran timbul akibat perangsangan puting susu akibat perangsangan hisapan puting susu oleh hisapan bayi. c. Reflek Penting dalam Proses Laktasi *Refleks Prolaktin Sewaktu bayi menyusu, ujung saraf peraba yang terdapat pada puting susu terngsang. Rangsangan tersebut oleh serabut afferen dibawa kehipotalamus didasar otak, lalu memacu hipofise anterior untuk mengeluarkan hormon prolaktin kedalam darah. Melalui sirkulasi prolaktin memacu sel kelenjar ( alveoli) untuk memproduksi air susu. Jumlah prolaktin yang disekresi dan jumlah susu yang diproduksi berkaitan dengan stimulus isapan, yaitu frekuensi, intensitas, dan lamanya bayi menghisap. *Reflek Aliran ( Let Down Reflek) Rangsangan yang ditimbulkan oleh bayi saat menyusui selain mempengaruhi hipofise anterior mengeluarkan hormon prolaktin juga mempengaruhi hipofise posterior mengeluarkan hormon oksitosin. Dimana setelah oksitosin dilepas kedalam darah akan mengacu otot-otot polos yang mengelilingi alveoli dan duktulus berkontraksi sehingga memeras air susu dari alveoli, duktulus, dan sinus menuju puting susu. *Reflek let-down dapat dirasakan sebagai sensasi kesemutan atau dapat juga ibu merasakn sensasi apapun. Tanda-tanda lain dari reflek let-down adalah tetesan pada payudara yang sedang dihisap oleh bayi. Refleks ini dipengaruhi oleh kejiwaan ibu.

Peranan awal bidan dalam mendukung pemberian ASI adalah : 1. Meyakinkan bahwa bayi memperoleh makanan yang mencukupi dari payudara ibunya. 2. Membantu ibu sedemikian rupa sehingga ia mampu menyusui bayinya sendiri. Bidan dapat memberikan dukungan dalam pemberian ASI, dengan : 1. Membiarkan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam pertama. 2. Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah umum yang timbul.

3. 4. 5. 6. 7.

Membantu ibu pada waktu pertama kali memberi ASI. Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung). Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin. Memberikan kolustrum dan ASI saja. Menghindari susu botol dan dot empeng.

KOMPOSISI GIZI ASI Perubahan kolostrum menjadi air susu yang matur berlangsung bertahap selama 14 hari pertama kehidupan bayi. Keadaan tersebut bervariasi karena berkaitan dengan berbagai faktor, pengaktifan jaringan glandula mammae, keefektifan bayi belajar menghisap. Bahkan ASI yang telah matur juga memiliki variasi komposisi dan nilai kalori dari air susu bergantung pada masing-masing individu. Dalam pemberian ASI tidak dibatasi jumlah takaran Kolostrum Rata-rata sampel air susu ibu yang dikumpulkan selama 24 jam mengandung :  Protein  Lemak 2.5 %  Karbohidrat 3.5 %  Garam Mineral  Air  Leukosit  Sisa-sisa epitel yang mati  Vitamin A,B,C,D,E, dan vitamin K dalam jumlah yang sangat sedikit Faktor Pelindung Imunoglobulin Fraksi protein dari kolostrum mengandung antibodi yang serupa dengan antibodi yang terkandung dalam darah ibu dan yang melindungi terhadap penyakit karena bakteri virus yang pernah diderita ibu atau yang telah memberikan imunitas pada ibu. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan. Laktoferin 0.4 % 85.1 % 8.5 %

 Corpusculum colosrum

Protein dengan afinitas tinggi terhadap zat besi. Bekerja dengan salah satu imunoglobulin ( Ig A), Laktoferin mengambil zat besi yang diperlukan untuk perkembangan kuman. Kadar laktoferin yang paling tinggi dalam kolostrum ialah 7 hari pertama pasca partum. *Lisosom dengan Ig A memiliki fungsi anti bakteri dan juga menghambat pertumbuhan berbagai virus. Kadar lisosom dalam ASI lebih banyak dibanding kadarnya dalam air susu sapi. Faktor Antitripsin *Enzim tripsin yang ada dalam usus dimana fungsinya sebagai pemecah protein akan dihambat oleh faktor antitripsin agar imunoglobulin pelindung tidak akan dipecah oleh tripsin. *Faktor Bifidus Tidak terdapat dalam air susu sapi. Terdapat dalam kolostrum dan ASI. Faktor bifidus dibutuhkan untuk media pertumbuhan laktobasilus yaitu flora normal yang dapat mencegah pertumbuhan kuman patogen dalam usus. *Leukosit Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu. ASI Rata-rata sampel air susu ibu yang dikumpulkan selama 24 jam mengandung :  Protein  Lemak 3.5 %  Karbohidrat 7,0 %  Garam Mineral  Air 0.2 % 87.8 % 1.5 %

 Vitamin A,B,C,D,E, dan vitamin K dalam jumlah yang sangat sedikit *Lemak Air susu Ibu mengandung lemak jenuh dan lemak tidak jenuh yang sama kadarnya, yang dapat diabsorbsi oleh bayi dengan mudah daripada butir-butir lemak yang terdapat pada susu sapi. Kadar kolesterol pada ASI lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi. *Karbohidrat dalam ASI memiliki perbedaan yaitu mengandung faktor bifidus yang menjadikannya tidak terdapat dalam air susu sapi. *Kadar vitamin A,B,C,D, dan E lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadarnya dalam susu sapi, namun dalam ASI kadar vitamin K terdapat dalam jumlah yang sedikit. Faktor Pelindung Imunoglobulin,Laktoferin,Lisosom

Faktor Antitripsin Faktor Bifidus  Ibu - 1,6% protein, 3,8% lemak, dan 7% laktosa, 700 kalori/liter - vitamin, mineral Bayi usia 0-6 bulan, dapat dinilai mendapat kecukupan ASI bila mencapai keadaan sebagai berikut: 1. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam minimal mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu pertama. 2. Kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering, dan warna menjadi lebih muda pada hari kelima setelah lahir. 3. Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak 6-8 x sehari. 4. Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI. 5. Payudara terasa lebih lembek, yang menandakan ASI telah habis. 6. Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal. 7. Pertumbuhan berat badan (BB) bayi dan tinggi badan (TB) bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan. 8. Perkembangan motorik baik (bayi aktif dan motoriknya sesuai dengan rentang usianya). Gambar 1. Bayi dengan motorik baik oleh karena kecukupan ASI 9. Bayi kelihatan puas, sewaktu-waktu saat lapar bangun dan tidur dengan cukup. 10. Bayi menyusu dengan kuat (rakus), kemudian melemah dan tertidur pulas.
Yang dimaksud dengan pemberian ASI secara eksklusif adalah: bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti air putih, susu formula, air teh, jeruk, madu, dan tanpa tambahan makanan padat seperti bubur susu, bubur nasi, tim, biskuit, pepaya, dan pisang. 1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah janin setelah bayi lahir. Mintalah kepada bidan untuk membantu melakukan hal ini. 2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan. 3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan sekitarnya. 4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai. 5. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi: - Perut bayi menempel keperut ibu. - Dagu bayi menempel ke payudara. - Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus. - Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu. 6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada bibir atau pipi bayi. 7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar

lingkaran/daerah gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.


y

8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya. Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi. Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi Dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antaramulut bayi dan payudara ibu.