Anda di halaman 1dari 24

Kesan Rumah Hijau 25/02/2011 04:18 PM Terjadi apabila keadaan suhu planet menjadi panas kerana lapisan atmosfera

penuh dengan karbon dioksida yang memerangkap haba.

Planet ketiga dalam Sistem Suria dan mempunyai kehidupan.

Musim 25/02/2011 04:42 PM Tempoh masa bagi satu-satu perubahan iklim setiap tahun.

SAYANGI BUMI, HENTIKAN PEMANASAN GLOBAL

Pemanasan Global atau lebih populer disebut Global Warming, merupakan istilah yang dipergunakan untuk menunjukan keadaan atau proses naiknya suhu rata-rata pada atmosfer, laut dan permukaan bumi yang diakibatkan oleh Perubahan Iklim. Penyebab terjadinya Pemanasan Global adalah aktivitas manusia yang menyumbang 90% Gas Rumah Kaca (terdiri dari CO2 - Karbondioksida,

CH4 - Metana, N2O - DinitroOksida) di atmosfer bumi. Gas Rumah Kaca sendiri berfungsi untuk menjaga suhu di Bumi agar tetap layak huni yaitu disekitar 14,5 derajat Celcius. Namun semakin tinggi aktivitas manusia yang menyumbang Gas Rumah Kaca, yang mempunyai kemampuan untuk menangkap sinar inframerah matahari yang dipantulkan bumi, maka semakin besar kandungan Gas Rumah Kaca yang terperangkap bersama radiasi panas dari cahaya matahari di atmosfer bumi. Fenomena ini disebut Efek Rumah Kaca (Green House Effect), yang mengakibatkan iklim di bumi semakin panas. Jika diibaratkan Gas Rumah Kaca ini disebut sebagai 'selimut bumi', semakin bertambah ketebalan selimutnya maka semakin gerahlah suhu di bumi. Perubahan Iklim yang drastis akan memicu banyak bencana di Bumi, misalnya seperti: kekeringan, hujan badai, angin tornado, banjir, sampai dengan kegagalan panen pada pertanian. Dampak Pemanasan Global sekarang sudah terlihat dengan mencairnya es pada musim panas tahun 2007 di Arktika dan Greenland mencapai volume lebih dari 19 juta ton, fenomena lainnya pada tanggal 8 Maret 2008 beting es Wilkins di Antartika yang berusia 1500 tahun, runtuh dan pecah seluas 414 kilometer persegi. Sungguh tak terbayangkan jika sebagian besar es di kutub Bumi mencair, akan banyak kota-kota pantai di dunia akan tenggelam dan hilang dari gambar peta Bumi yang ada sekarang. Di kota Jakarta dan Semarang pada beberapa tahun belakangan sering terjadi Rob, yaitu fenomena banjir yang diakibatkan oleh air laut masuk ke daratan pantai. Kota sejuk tempat orang Jakarta berlibur seperti kota Bogor, Cianjur (Puncak) dan Bandung, suhu udara pada siang hari terasa lebih menyengat, dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Suhu udara rata-rata di dunia, perlahan dan pasti terus meningkat. Jadi peristiwa Pemanasan Global sebenarnya sudah terjadi di depan mata ! Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikeluarkan Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2006 yang berjudul Livestock's Long Shadow, dan tahun 2008 dengan judul Kick the Habit, sumbangan Gas Rumah Kaca terbesar berasal dari industri peternakan (18%), selanjutnya dari buangan emisi kendaraan bermotor di dunia (13,5%). Banyak ladang peternakan di dunia dibuka dengan mengkonversi lahan hutan produktif, sehingga mengakibatkan kemerosotan lahan, perubahan iklim, polusi air, dan punahnya keanekaragaman hayati. Sebagai gambaran Negara di Eropa mengimpor sekitar 70% protein nabati dari kedelai, jagung dan gandum untuk pakan ternak, padahal di beberapa peloksok dunia masih banyak musibah kelaparan. Sekitar dua pertiga ladang pertanian di muka bumi dimanfaatkan untuk peternakan. Energi listrik yang dibutuhkan untuk peternakan sungguh boros, mulai dari penerangan, penghangat ruang, mesin pemotong, dan mesin pendingin untuk penyimpanan daging, dibutuhkan mulai dari rumah jagal, distributor, pengecer, pasar, rumah makan sampai dengan konsumen.

Bagaimana kita 'Menyayangi Bumi' ? Apabila kita menyayangi seseorang tentu kita tidak ingin terjadi sesuatu hal yang mencelakakan orang yang kita sayangi, demikian pula dengan Bumi kita, tempat tinggal seluruh manusia di dunia, harus kita sayangi dengan membuatnya menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman dengan tidak merusak, melukai atau mencelakakannya. Untuk menghentikan Pemanasan Global, memang bukanlah pekerjaan sederhana, tapi kita juga tidak boleh bersikap masabodoh, tidak mau tahu, biar saja yang mengurusi pemimpin dunia, pemerintah atau pun lembaga swadaya masyarakat saja. Sungguh kita bisa memulai dari halhal kecil, mulai dari diri sendiri, keluarga serta lingkungan kita. Ingatlah pepatah 'Sedikit-sedikit, lama-lama bisa menjadi bukit', bayangkan jika kita sebagai warga dunia semua 'kompak' secara bersama-sama, bersatu padu untuk melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat untuk mengurangi, penderitaan Bumi dari fenomena Pemanasan Global sehingga bisa menuju masa depan yang lebih baik. Jika kita lihat data PBB di atas, penyebab terbesar Gas Rumah Kaca berasal dari peternakan, maka yang kita bisa mulai lakukan adalah mengurangi atau kalau bisa berhenti makan daging serta produk susu olahannya. Segi positif hal ini, selain dapat mengurangi atau memutus mata rantai penghasil Gas Rumah Kaca, tentunya dari segi kesehatan kita bisa mencegah penyakit stroke, jantung, obesitas dan diabetes yang penyebab utamanya antara lain adalah: kurang serat, tinggi lemak, kurang olah raga, hiperkolesterol dan merokok. Sebagai gambaran, negara maju giat mengkampanyekan The New Four Food Groups yang terdiri dari: biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan dan kacangkacangan. Untuk mengurangi gas buangan emisi kendaraan bermotor, kita bisa melakukan jalan kaki atau bersepeda untuk tujuan misalnya belanja kebutuhan sehari-hari ke pasar/supermarket terdekat. Hal ini sekali lagi selain 'menyehatkan Bumi' juga bisa 'menyehatkan kita'. Untuk tujuan bepergian yang lebih jauh jika memungkinkan, menggunakan kendaran umum pengangkut massal seperti busway dan kereta api, atau bisa juga berkendaraan pribadi tapi secara bersama-sama teman yang searah, setujuan. Mengisi bahan bakar dan memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan, ingat kita punya matahari, panas bumi, angin dan air sebagai sumber energi dari alam dan gratis. Matikan penerangan listrik di siang hari dengan memanfaatkan sinar matahari dan tidak perlu penyejuk udara buatan (AC), jika jendela rumah kita berfungsi sebagai ventilasi alam yang baik. Gerakan menanam pohon secara massal (Go Green), harus segera dan terus menerus dilakukan, karena pohon-pohon merupakan pabrik oksigen yang dapat menjadi 'paru-paru' di sekitar rumah, lingkungan dan kota.

Ada empat prinsip dasar untuk mengurangi dampak Pemanasan Global yang bisa kita ingat dan lakukan, yaitu: 1. REUSE (Gunakan kembali): Gunakan kembali kertas, plastik, kaleng bekas, botol, amplop, baju bekas untuk keperluan lain sehari-hari. 2. REDUCE (Kurangi pemakaian, pembelian, berhemat): Belanja hemat seperlunya, bawa peralatan makan/minum sendiri, pakai peralatan listrik seperlunya/jangan tercolok jika tidak dipakai, gunakan produk lokal, jangan terlalu sering buka lemari es, gunakan sapu tangan dari pada tissue. 3. RECYCLE (Daur Ulang): Jangan buang barang-barang rusak yang terbuat dari: kaca, plastik, kertas, aluminium, besi, kain karena bisa didaur ulang menjadi barang lain, atau dikreasikan menjadi barang kerajinan tangan. 4. RESPECT (Rasa menghargai): Sayangi bumi jangan kotori dengan buangan sampah di tempat sembarangan, pilah mana yang organik dan non organik, rawat barang secara optimal, buka kran air seperlunya, jangan sisakan makanan/minuman, gunakan barang-barang yang ramah lingkungan, tidak mencemari Bumi beserta air dan udaranya, sumbangkan barang yang masih bisa dimanfaatkan orang lain tapi kita sudah tidak ingin memakainya, manfaatkan air hujan dan air bekas cucian beras misalnya untuk menyiram tanaman di halaman rumah. Penutup. Pemanasan Global yang terjadi akibat Perubahan Iklim, bukan sekedar wacana, tetapi memang sudah terjadi di depan mata. Oleh karenanya, sebagai sesama warga Bumi, kita harus bertekad secara bersama melakukan 'Gerakan Menyayangi Bumi', melalui tindakan-tindakan kecil seperti yang diuraikan di atas, dimulai dari rumah sendiri kemudian ditularkan kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Ada 1001 Cara Mengatasi Pemanasan Global Dimulai dari Rumah, silahkan klik disini. Ayo, mulai hari ini kita lakukan 'Gerakan Menanam Pohon' (Go Green), agar lingkungan dan Bumi kita tetap hijau, udara menjadi segar dan yang terpenting CO2 di udara dapat dinetralisir. Pada skala industri, sudah saatnya diterapkan teknologi yang ramah lingkungan. Meminjam istilah yang menjadi tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) di setiap tanggal 5 Juni, yang untuk tahun ini bertema: Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim (Unite to Combate Climate Change), mari bersamasama kita: SAYANGI BUMI. Pada awal Februari 2007 yang lalu Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) merilis laporan mengenai penjelasan ilmiah, hasil pengamatan dan proyeksi dampak perubahan iklim dunia. Laporan tersebut juga memaparkan sejauh mana kontribusi manusia dalam perubahan iklim tersebut. Tulisan berikut dimaksudkan untuk memberikan gambaran singkat tentang pesan dari laporan tersebut. Untuk mempermudah penyampaian, tulisan ini disajikan dalam bentuk tanya jawab. Apakah pengertian iklim? Iklim adalah rata-rata dan variasi temperatur, penguapan, presipitasi dan angin selama periode tertentu yang berkisar dalam hitungan bulan hingga jutaan tahun. Apakah perbedaan antara iklim dengan cuaca? Secara singkat iklim bisa dikatakan sebagai rata-rata dari cuaca. Bedanya, memperkirakan cuaca untuk jangka waktu lebih dari beberapa hari relatif sangat sulit karena sifat ketidakpastiannya yang tinggi. Sebaliknya, memperkirakan perubahan iklim yang disebabkan

oleh perubahan komposisi atmosfer atau faktor-faktor lainnya, secara umum, relatif bisa dilakukan. Apa yang mempengaruhi iklim bumi? Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh kesetimbangan panas di bumi. Aliran panas dalam sistem iklim di bumi bekerja karena adanya radiasi. Sumber utama radiasi di bumi adalah matahari. Bisa dijelaskan bagaimana mekanisme kesetimbangan panas tersebut? Dari seluruh radiasi matahari yang menuju ke permukaan bumi, sepertiganya dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh atmosfer dan oleh permukaan bumi (lihat Gambar 1). Pemantulan oleh atmosfer terjadi karena adanya awan dan partikel yang disebut aerosol. Keberadaan salju, es dan gurun memainkan peranan penting dalam memantulkan kembali radiasi matahari yang sampai di permukaan bumi. Dua pertiga radiasi yang tidak dipantulkan, besarnya sekitar 240 Watt/m2, diserap oleh permukaan bumi dan atmosfer. Untuk menjaga kesetimbangan panas, bumi memancarkan kembali panas yang diserap tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek. Sebagian radiasi gelombang pendek yang dipancarkan oleh bumi diserap oleh gas-gas tertentu di dalam atmosfer yang disebut gas rumah kaca. Selanjutnya gas rumah kaca meradiasikan kembali panas tersebut ke bumi. Mekanisme ini disebut efek rumah kaca. Efek rumah kaca inilah yang menyebabkan suhu bumi relatif hangat dengan rata-rata 14oC, tanpa efek rumah kaca suhu bumi hanya sekitar -19oC. Sebagian kecil panas yang ada di bumi, yang disebut panas laten, digunakan untuk menguapkan air. Panas laten ini dilepaskan kembali ketika uap air terkondensasi di awan (lihat Gambar 1).

Gambar 1: Sistem kesetimbangan panas di bumi Apa saja yang termasuk dalam kelompok gas rumah kaca? Gas rumah kaca yang paling dominan adalah uap air (H2O), kemudian disusul oleh karbondioksida (CO2). Gas rumah kaca yang lain adalah methana (CH4), dinitro-oksida (N2O), ozone (O3) dan gas-gas lain dalam jumlah yang lebih kecil. Apakah yang disebut dengan pemanasan global? Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer di dekat permukaan bumi dan laut selama beberapa dekade terakhir dan proyeksi untuk beberapa waktu yang akan datang. Apakah pemanasan global memang sedang terjadi?

Pengamatan selama 157 tahun terakhir menunjukkan bahwa suhu permukaan bumi mengalami peningkatan sebesar 0,05 oC/dekade. Selama 25 tahun terakhir peningkatan suhu semakin tajam, yaitu sebesar 0,18 oC/dekade (lihat Gambar 2). Gejala pemanasan juga terlihat dari meingkatnya suhu lautan, naiknya permukaan laut, pencairan es dan berkurangnya salju di belahan bumi utara.

Gambar 2: Kenaikan suhu rata-rata bumi selama 157 tahun terakhir Bagaimana pemanasan global bisa terjadi? Pemanasan global terjadi akibat dari peningkatan efek rumah kaca yang disebebakan oleh naiknya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Semakin tinggi konsentrasi gas rumah kaca maka semakin banyak radiasi panas dari bumi yang terperangkap di atmosfer dan dipancarkan kembali ke bumi. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu di permukaan bumi. Peningkatan suhu iklim juga bisa dikarenakan peningkatan radiasi matahari, namun efeknya relatif sangat kecil. Apa yang menyebabkan peningkatan gas rumah kaca? Aktifitas manusia diyakini sebagai sebab meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Bagaimana peran manusia dalam mempengaruhi peningkatan konsentrasi gas rumah kaca? Kegiatan manusia, terutama berupa pembakaran bahan bakar fosil dan aktifitas pertanian, menghasilkan emisi berupa gas rumah kaca yaitu CO2, CH4, N2O dan halokarbon (kelompok gas yang mengandung florine, klorin dan bromin). Gas-gas tersebut terakumulasi di atmosfer sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi seiring dengan perjalanan waktu. Peningkatan ini sangat kentara pada era industri seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Gambar 3: Konsentrasi beberapa gas rumah kaca selama 2000 tahun terakhir. Seberapa besar kontribusi manusia dalam pemanasan global jika dibandingkan dengan faktor-faktor alam yang lain? Pemanasan atau pendinginan global dipengaruhi oleh faktor alam dan faktor manusia. Yang termasuk faktor alam adalah tingkat radiasi matahari dan letusan gunung. Naik turunnya radiasi matahari berpengaruh terhadap naik turunnya suhu bumi. Sementara, letusan gunung berapi memberikan efek penuruanan suhu bumi untuk beberapa saat. Aktifitas manusia juga memberikan efek pada naik turunnya suhu bumi. Namun jika diakumulasi, maka secara keseluruhan aktifitas manusia pada peningkatan suhu bumi jauh lebih besar daripada kontribusi faktor-faktor yang lain . Besarnya kontribusi terhadap pemanasan global disebut dengan istilah radiative forcing. Semakin besar radiative forcing semakin besar kontribusinya terhadap pemasan global (lihat gambar di bawah).

Gambar 4: Komponen radiative forcing dari manusia dan alam (radiasi matahari). Apakah peningkatan uap air di atmosfer akibat pemanasan global akan memperbesar efek rumah kaca? Betul. Inilah yang disebut sebagai efek umpan balik positif (positive feedback effect). Apakah ada positive feedback effect yang lain? Ada, yaitu mencairnya es dan salju akibat pemanasan global. Dengan mencairnya es dan salju, permukaan tanah yang sebelumnya tertutup menjadi terbuka. Karena tanah lebih gelap dari salju dan es maka akan semakin banyak panas yang diserap oleh permukaan bumi yang pada akhirnya meningkatkan suhu bumi. Apakah fenomena iklim yang ekstrim akhir-akhir ini berhubungan dengan pemanasan global? Banyak data statistik memang menunujukkan demikian. Angka kejadian fenomena iklim yang ekstrim selama satu abad terakhir ini menujukkan peningkatan. Diantara kejadian ektrim tersebut antara lain adalah lamanya musim kering di Australia (2003), tingginya suhu saat musim panas di Eropa (2003), lamanya musim badai di Amerika Utara (2004 dan 2005), tingginya curah hujan di India (2005), dan sebagainya. Sebaliknya, jumlah kejadian ekstrim yang lain seperti malam yang sangat dingin mengalami penurunan. Mungkinkah pemanasan global hanya diakibatkan oleh variasi alamiah? Sangat kecil kemungkinan bahwa pemanasan global hanya disebabkan oleh variasi alamiah. Model iklim yang hanya memperhitungkan variasi alam (terutama aktifitas matahari dan letusan gunung) tanpa mempertimbangkan efek gas rumah kaca gagal menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kenyataan/pengamatan. Hasil simulasi menjadi akurat setelah

memasukkan efek gas rumah kaca ke dalam model. Hal ini seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Gambar 5: Model iklim dengan dan tanpa memasukkan faktor manusia Apakah kejadian-kejadian iklim yang ekstrim akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan iklim dunia? Jawabnya, ya. Gelombang panas diperkirakan akan semakin intensif, lebih sering dan berlangsung lebih lama. Di daerah dengan empat musim, jumlah hari dengan suhu lebih rendah dari suhu beku akan semakin berkurang. Musim panas akan lebih kering dan musim dingin akan menjadi lebih lembab. Disamping itu, intensitas badai tropis akan semakin tinggi. Jika emisi gas rumah kaca dikurangi, seberapa cepat konsentarsi gas-gas tersebut di atmosfer akan berkurang? Jawabannya tergantung dari jenis gasnya. Konsentrasi sebagian gas akan langsung berkurang seketika dengan adanya pengurangan emisi, namun sebagian lagi bahkan ada yang tetap meningkat selama beberapa abad setelah pengurangan tersebut (lihat gambar berikut).

Gambar 6: Penuruanan konsentrasi gas rumah kaca setelah adanya pengurangan emisi (a) gas CO2, (b) gas rumah kaca dengan daur hidup 120 tahun, dan (c) gas rumah kaca dengan daur hidup 12 tahun usim yang kita kenal di dunia saat ini ada 4 macam musim.. biasanya ada di iklim sedang antara belahan dunia utara dan selatan. Musim- musim itu antara lain: 1. Musim Semi : Di belahan utara terjadi antara bulan Februari hingga April. Di belahan Selatan terjadi antara bulan Agustus hingga Oktober. Ciri-ciri terjadi musim Semi ialah : Tumbuhan yang rontok akibat salju berubah menjadi indah. Hawa di musim semi 60% panas dan 40 % dingin. Hewan yang ada di musim itu sering bermunculan dari sarangnya dan melakukan aktivitasnya. Dan sering juga mengalami cuaca hujan. Musim semi adalah satu dari empat musim di daerah nontropis, peralihan dari musim dingin ke musim panas. Di belahan utara bumi, musim semi dimulai sekitar tanggal 21 Maret hingga 21 Juni , sementara di belahan selatan bumi musim semi dimulai sekitar tanggal 23 September hingga 21 Desember .

Pohon mulai tumbuh dan muncul daun- daun baru

di Jepang, orang- orang berpiknik di bawah pohon sakura yang baru mekar pada awal musim semi. 2. Musim Panas : Dibelahan utara terjadi antara bulan Mei hingga Juli. Di belahan Selatan terjadi antara bulan November hingga Januari. Ciri-ciri terjadinya musim Panas ialah : Tumbuhan yang indah berubah menjadi tumbuhan biasa. Hawa di musim panas 80% panas dan 20 % dingin. Hewan yang ada di musim itu melakukan aktivitasnya. Dan terkadang akan terjadinya badai angin yang kencang dan juga hujan yang adda di musim tersebut.Musim panas adalah salah satu musim di negara berhawa sedang. Tergantung letak sebuah negara, musim panas dapat terjadi pada waktu yang berbeda-beda. Di belahan utara bumi, musim panas dimulai sekitar tanggal 21 Juni hingga 23 September, sementara di belahan selatan bumi musim panas dimulai sekitar tanggal 21 Desember hingga 21 Maret. Di banyak negara, musim panas adalah musim liburan sekolah. Pada musim ini orang-orang suka pergi ke pantai untuk berjemur. Selain itu, pada musim panas buah-buahan dan tumbuhtumbuhan umumnya sedang pada masa pertumbuhan penuhnya.

pada musim panas, orang- orang biasa pergi ke pantai untuk menikmati laut dan mandi matahari. 3. Musim Gugur : Dibelahan utara terjadi antara bulan Agustus hingga Oktober. Dibelahan Selatan terjadi antara bulan Februari hingga April. Ciri-ciri terjadinya musim Gugur ialah : Tumbuhan yang biasa berubah menjadi layu dan mulai rontok. Hawa di musim gugur 60% dingin dan 40 % panas. Hewan yang ada di musim itu memulai persiapan untuk kembali ke sarangnya. Dan terkadang dalam musim gugur terjadi cuaca yang seakan akan gelap dan suasan warna di musim itu sedikit berwarna orange.Musim gugur adalah salah satu dari empat musim di daerah beriklim sedang, masa peralihan dari musim panas ke musim dingin. Dalam zona beriklim sedang, musim gugur adalah musim di mana kebanyakan tumbuhan dipanen atau ditunai, dan pohon deciduous melepas daun-daun mereka. Dia juga merupakan musim di mana hari-hari bertambah pendek dan dingin (terutama di latituda utara), dan peningkatan presipitasi di beberapa bagian dunia. Di belahan utara bumi, musim gugur dimulai sekitar tanggal 23 September hingga 21 Desember, sementara di belahan selatan bumi musim gugur dimulai sekitar tanggal 21 Maret hingga 21 Juni. Secara Astronomi,Bumi mulai dengan equinox autumnal dan berakhir pada titik balik matahari.Namun, meteorologis menghitung bulan-bulan September, Oktober, dan November di belahan Utara dan Maret, April, dan Mei di belahan Selatan sebagai musim gugur. Suatu

pengecualian definisi ini ditemukan di Kalender Irlandia di mana mereka masih mengikuti putaran Keltik, di mana musim gugur dihitung dari bulan-bulan Agustus, September, dan Oktober. Meskipun hari-hari mulai memendek di bulan Juli atau Agustus di latituda utara dan dalam bulan Januari dan Februari di selatan, biasanya pada September atau Maret matahari terbenam lebih awal.

daun- daun menguning dan mulai berjatuhan pada musim gugur.

pada musim gugur, terkadang, orang- orang berkumpul untuk melihat daun- daun berguguran atau merayakan festival. 4. Musim Dingin : Dibelahan utara terjadi antara bulan November hingga Januari. Dibelahan selatan terjadi antara bulan Mei hingga Juli. Ciri-ciri terjadinya musim dingin ialah : Tumbuhan yang biasanya sudah mulai rontok dan gundul sekarang sudah mulai menjadi ditimbuni salju-salju. Hawa di musim dingin 80% dingin dan 20 % panas. Hewan yang ada di musim itu tertidur di sarangnya atau melakukan aktivitasnya di dalam sarang. Dan seringnya di musim tersebut sering terjadi hujan salju dan terkadang terjadi badai salju. Fenomena yang terkadang terjadi dimusim dingin ialah terjadinya Aurora di langit-langit. Musim dingin atau

musim salju ialah saat paling dingin di bumi. Merupakan salah satu dari 4 musim di negerinegeri yang beriklim subtropis dan sedang. Di belahan utara bumi, musim dingin dimulai sekitar tanggal 21 Desember hingga 21 Maret, sementara di belahan selatan bumi musim dingin dimulai sekitar tanggal 21 Juni hingga 23 September.

orang- orang pada musim ini, melakukan berbagai olahraga salju. contoh nya, ski, ice skating, snowboard, dll. sumber: http://as-rpg.omgforum.net/t369-musim-waktu http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090816202638AARKlEO Buku Geografi kelas 2,3 SMA Buku IPS kelas 2,3 SMP Serial Game Harvest Moon Beberapa kartun yang menjelaskan tentang musim

Kesan Putaran Bumi :~ -Perubahan siang dan malam -Pembiasan angin dan arus lautan -Kejadian air pasang dan air surut setiap hari

Kesan Peredaran Bumi :~ 1. Kejadian empat musim iaitu musin bunga , musim luruh , musim panas , musim sejuk 2. Perbezaan ketinggian matahari Bumi terbahagi kepada dua hemisfera oleh Garisan Khatulistiwa . Bahagian ke utara Garisan Khatulistiwa disebut sebagai hemisfera utara dan bahagian selatannya disebut sebagai hemisfera selatan . [2] Selain itu , bumi mempunyai lapisan udara dan medan magnet yang dikenali magnetosfera yamg melindungi bumi daripada angin suria . seperti radiasi dari angkasa lepas dan sinaran ultra berbahaya . Lapisan udara ini menyeliputi bumi sehingga ketinggian 700 kilometer dan yang selebihnya dianggap angkasa lepas . Lapisan ini dibahagi kepada Troposfera , Stratosfera , Temostfera dan Ekospera . Bumi mempunyai garis pusat sepanjang 12756 kilometer . Graviti bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran graviti planet lain dengan graviti bumi sebagai 1 . Bumi tediri daripada 78% nitrogen , 21 % oksigen , dan 1 % wap air , 0.33% karbon dioksida dan gas lain .[1]

Kesan Putaran Bumi


Putaran bumi akan menyebabkan berlakunya:

Siang dan malam Biasan angin dan arus lautan Air pasang dan surut

.......... Siang dan Malam

Putaran bumi di atas paksinya mengakibatkan hanya sebahagian bumi yang menerima cahaya matahari dan bahagian yang satu lagi dalam kegelapan pada waktuwaktu tertentu.

Bahagian yang menghadap matahari mengalami waktu siang, manakala bahagian yang bertentangan dengan matahari mengalami waktu malam.

..........

Biasan Angin dan Arus Lautan

Objek yang melintasi hemisfera utara akan dibias ke kanan, manakala objek yang melintasi hemisfera selatan akan dibias ke kiri.

............ Air Pasang Surut

Air pasang surut di laut adalah akibat daripada tarikan graviti bulan.

Cuaca, iklim banyak pengaruhi kehidupan harian manusia MALAYSIA dilanda musim kemarau dan panas melampau yang dijangka berpanjangan dalam beberapa minggu lagi. Laporan media menunjukkan suhu meningkat melebihi 36 darjah Celsius menyebabkan kegusaran orang ramai terhadap kepanasan melampau, kereta api tergelincir disebabkan pengembangan landasan, paras air di empangan semakin menyusut yang memungkinkan catuan bekalan air dibuat, semuanya mengingatkan kita bahawa cuaca dan iklim banyak mempengaruhi kehidupan manusia. Kejadian seperti ini mengingatkan kita kepada peristiwa 1997 dan juga awal 1998 apabila fenomena El Nino yang terkuat melanda negara dan rantau ini menyebabkan fenomena jerebu, kemarau dan kepanasan melampau dengan suhu meningkat melebihi 40 darjah Celsius. Fenomena El Nino 1997/98 menyebabkan kerugian melebihi RM15 bilion dengan Malaysia mencatat kerugian menghampiri RM1 bilion. Fenomena yang kita alami kini juga akibat fenomena El Nino yang bermula sejak Jun tahun lalu dan kini ia berada di fasa puncak dan mula menurun yang diramal berakhir April nanti. Fenomena El Nino kali ini boleh dikatakan dalam kategori lemah atau sederhana. Bagaimanapun, ia boleh mendatangkan impak yang signifikan seperti jerebu yang kita alami tahun lalu dan musim panas serta kemarau yang kita alami kini. Berdasarkan data suhu permukaan laut di lautan pasifik, peningkatan maksimum suhu berlaku di bahagian tengah dan bukan di bahagian timur Lautan Pasifik. Corak peningkatan suhu di lautan pasifik ini mengkategorikan El Nino kali ini kepada jenis 'El Nino Modoki'. 'Modoki' adalah perkataan Jepun yang bermaksud serupa tetapi berbeza. El Nino jenis biasa menunjukkan peningkatan suhu permukaan laut maksimum di bahagian timur Lautan Pasifik dan bukan di bahagian tengah. Berdasarkan penyelidikan di Pusat Penyelidikan Sistem Perubahan Iklim Tropika (Iklim), UKM, apabila El Nino Modoki berlaku kesannya lebih dirasai di Semenanjung berbanding Sabah dan Sarawak pada musim puncak iaitu Januari hingga April. El Nino 'biasa' membawa impak yang lebih kuat di Sabah dan Sarawak pada musim ini berbanding Semenanjung. Ramai pembaca yang mungkin tidak faham bagaimana El Nino yang dikawal

oleh Lautan Pasifik yang begitu jauh boleh mempengaruhi Malaysia. Negara kita terletak di kawasan benua maritim di tengah, antara dua lautan besar iaitu Lautan Hindi dan Lautan Pasifik. Dalam keadaan normal, kawasan ini mempunyai tekanan udara rendah berbanding di bahagian timur dan tengah Lautan Pasifik. Ini menyebabkan kelembapan udara akan bertumpu ke kawasan ini dan ini merancakkan proses perolakan dan pembentukan awan. Bagaimanapun, apabila El Nino berlaku, pemanasan di bahagian tengah dan timur Lautan Pasifik menyebabkan tekanan di kawasan ini menjadi rendah berbanding di kawasan rantau benua maritim. Ini menyebabkan kelembapan akan bergerak ke bahagian tengah dan timur Lautan Pasifik menjadikan atmosfera di kawasan kita kering, stabil dan proses perolakan yang minimum. Imej satelit terkini menunjukkan kawasan di rantau benua maritim termasuk Malaysia kurang berawan berbanding di bahagian tengah Lautan Pasifik. El Nino adalah fenomena semula jadi berskala besar akibat interaksi lautan dan atmosfera dan tiada teknologi yang boleh menghalang fenomena ini. Kekerapan ia berlaku adalah sekali dalam dua hingga tujuh tahun. Bagaimanapun kegiatan manusia terutama corak guna tanah boleh meningkatkan lagi impak fenomena ini. Misalnya menurut kajian walaupun fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau teruk sudah berlaku sekian lama, fenomena jerebu hanya muncul selepas 1980-an disebabkan kegiatan guna tanah dan peningkatan mendadak penduduk di Kalimantan, berikutan program transmigrasi di Indonesia, apabila pada 1985 hingga 1997 kadar penebangan hutan di Kalimantan meningkat kepada 2.7 peratus berbanding 0.7 peratus pada tempoh 1950 hingga 1985. Kegiatan manusia juga menerusi pembebasan gas rumah hijau yang menyebabkan pemanasan global juga boleh mempengaruhi corak dan kelakuan El Nino. Menurut Laporan Penilaian Perubahan Iklim Keempat Panel Perubahan Iklim Antara Kerajaan (IPCC) yang diterbitkan pada 2007, pemanasan global boleh menjadikan fenomena El Nino lebih kerap dan kuat di dekad mendatang dan juga ada kemungkinan sistem interaksi atmosfera-lautan di Lautan Pasifik menjadi 'terkunci' kepada keadaan El Nino. Jika ini berlaku keadaan El Nino akan berlaku secara berpanjangan di rantau ini dan ini akan mendatangkan masalah besar kepada negara di rantau ini terutama Malaysia dan juga Indonesia.

Pengaruh Manusia terhadap Cuaca Dan Iklim


1. Manusia menjalankan perlbagai kegiatan untuk mencapai kemajuan.

2. Contohnya, hutan ditebang dan dibakar untuk membuka kawasan pertanian, petempatan, dan perindustrian. 3. Kegiatan manusia ini telah membawa kesan buruk terhadap alam sekitar serta dapat mempengaruhi cuaca dan iklim sesuatu kawasan. 4. Antara beberapa kesan buruk terhadap cuaca dan iklim itu termasuklah kesan rumah hijau, peningkatan suhu, pulau haba, jerebu, penipisan lapisan ozon, hujan asid, dan kemarau.

PEMANASAN BUMI SEBAGAI KESAN RUMAH HIJAU


1. Kesan rumah hijau adalah proses semula jadi bumi menyimbangkan suhu di atmosfera. 2. Di sekeliling bumi terdapat lapisan atmosfera. 3. Cahaya matahari yang menembusi lapisan atmosfera akan memanaskan permukaan bumi. 4. Sesetengah daripada haba ini akan terus dipancarkan kembali oleh bumi ke angkasa. 5. Di lapisan atmosfera ini terdapat beberapa jenis gas seperti karbon dioksida(CO2), klorofluorokarbon(CFC), metana(CH4) dan nitrus oksida(N2O). Gas-gas ini dikenal sebagai gas rumah hijau. 6. Gas-gas ini akan menyerap sebahagian haba yang dipancarkan oleh bumi. 7. Proses pemanasan dan pantulan serta penyerapan haba dan pelepasan bahang bumi ke angkasa lepas menyeimbangkan suhu di atmosfera. 8. Kesan ini dikenal sebagai kesan rumah hijau. 9. Kesan rumah hijau adalah penting kerana sekiranya tiada kesan rumah hijau ini, min suhu bumi akan jatuh sebanyak 18C. 10. Pelbagai kegiatan yang dilakukan manusia telah menyebabkan gas-gas rumah hijau di atmosfera bertambah dengan banyaknya. 11. Keadaan ini mengkatkan suhu di atmosfera bumi kerana gas-gas ini memerangkap lebihan haba dari bumi. 12. Karbon dioksida merupakan gas rumah hijau yang paling banyak dikeluarkan. 13. Dalam beberapa abad kebelakangan ini dianggarkan kandungaan karbon dioksida dalam atmosfera telah meningkat kira-kira 30%. 14. Kegiatan utama yang menyebabkan peningkatan karbon dioksida ialah pembakaran bahan api. 15. Penebangan dan pembakaran hutan turut menambahakan kandungan karbon dioksida dalam atmosfera dan menyebabkan keadaan di bumi menjadi semakin panas. 16. Penebangan hutan menyebabkan peratus bahang matahari yang dapat sampai ke bumi bertambah. 17. Faktor-faktor lain yang meningkatkan gas-gas rumah hijau di atmosfera ialah pelepasan gas metana akibat reputan bahan organik daripada aktiviti pertanian, penternakan, dan pelupusan sampah. 18. Pembakaran petroleum oleh kenderaan telah melepaskan karbon dioksida dan nitrus oksida ke udara. 19. Gas CFC dilepaskan melalui penggunaan gas penyejuk dalam peti sejuk, pembakaran polisterina, dan penggunaan bahan aerosol. 20. Kandungan karbon dioksida juga meningkat akibat pembakaran sampah sarap secara terbuka.

PULAU HABA
1. Pembangunan yang semakin pesat di bandar menyebabkan banyak kawasan hutannya yang ditebang untuk tujuan pembinaan. 2. Bangunan konkrit yang dibina rapat-rapat, serta jalan-jalan diturap dapat menyerap dan memerangkap haba. 3. Pergerakan udara dan angin adalah terhad kerana dihalang oleh bangunan tinggi. Udara panas kekal dan meningkatkan suhu pada waktu malam akibat daripada pelepasan haba. 4. Kurang litupan tumbuh-tumbuhan di bandar menyebabkan kurang transpirasi berlaki, lalu meningkatkan suhu udara. 5. Kilang dan kenderaan bermotor mengeluarkan bahan pencemar seperti debu, habuk, dan gas yang menyerap bahang matahari dan memantulkan bahangan bumi. 6. Keadaan ini mengehadkan proses bahangan bumi ke atmosfera dan menyebabkan suhu meningkat. 7. Haba juga dibebaskan daripada kenderaan bermotor, kilang dan pembakaran sampah. 8. Keadaan ini juga menyebabkan suhu udara di bandar lebih panas jika dibandingkan dengan suhu di kawasan pinggir bandar yang banyak diliputi tumbuh-tumbhuan. 9. Berdasarkan kajian yag dibuat, perbezeaan suhu di pusat bandar dengan suhu di pinggir bandar dapat mencecah 4C.

JEREBU
1. Jerebu berlaku kerana pertambahan habuk, asap, dan debu yang mencemari udara. 2. Habuk halus ini menyerakkan cahaya matahari lalu menyebabkan jarak penglihatan menjadi terhad. 3. Jerebu terjadi di kawasan industri perkilangan dan berpenduduk padat. 4. Jerebu terbentuk daripada asap kotor kilang, kenderaan bermotor, pembakaran terbuka, dan pembakaran bahan api. 5. Asap, habuk, serta bahan-bahan pencemar dari kilang dan pembakaran terbuka akan terapungapung di udara lalu menjadi jerebu. 6. Habuk halus juga bertambah akibat daripada pembinaan dan runtuhan bangunan yang berterusan. 7. Pada tahun 1990, 1994, dan 1997, Malaysia mengalami keadaan berjerebu yang teruk. 8. Keadaan berjerebu ini berpunca daripada kebakaran hutan di negara jiran. 9. Asap daripada kebakaran hutan ini menghasilkan gas dan habuk halus yang terapung-apung atau terampai di atmosfera. 10. Jerebu biasanya berlaku sekiranya hujan tidak turun dalam temph yang lama dan tiada angin bertiup. 11. Jerebu dapat juga memudaratkan kesihatan manusia. Contohnya, ialah sakit mata (konjuntivitis), radang paru-paru(bronchitis), masalah pernafasan dan asma. 12. Keadaan jerebu juga mengganggu perjalanan di jalan raya, kapal terbang mendarat dan berlepas. 13. Suhu udara di bandar pada waktu malam menjadi lebih panas.

14. Kandungan asid dalam hujan juga bertambah. 15. Kadar fotosintesis berkurangan akibat daripada jerebu yang berpanjangan.

PENIPISAN LAPISAN OZON


1. Lapisan ozon adalah suatu lapisan gas yang terbentuk di sekeliling bumi. 2. Lapisan ini terbentuk di atmosfera kira-kira 20 hingga 26km dari permukaan bumi. 3. Lapisan ini bertindak sebagai penapis sinar ultraungu cahaya matahari sebelum sampai ke bumi. 4. Sinar ultraungu yang berlebihan dapat memudaratkan kehidupan di bumi. 5. Lapisan ozon akan terhakis oleh beberapa sebab : Penggunaan baja kimia berterusan menambahkan kandungan gas metana. CFC dilepaskan melalui bahan semburan aerosol (dalam penyembur racun serangga) dan gas penyejuk (dalam peti sejuk dan alat pendingin udara). Kapal terbang sepersonik yang membebaskan nitrogen oksida. Letupan bom nuklear dan ujian senjata nuklear yang mengeluarkan gas hidrogen dan nitrogen oksida.

6. Ahli sains telah mengesan satu lohong ozon di kawasan Antartika. 7. Keadaan ini membawa kesan-kesan seperti :
sinaran ultraungu yang sampai ke permukaan bumi bertambah. menyebabkan penyakit barah (kanser) kulit, sakit mata, katarak mata, dan melemahkan sistem pelalian badan. mengurangkan proses fotosintesis. memusnahkan sel and mikroorganisma dalam binatang dan tumbuhan , hasil tanaman berkurangan. berlaku perubahan iklim dunia; suhu meningkat, ais dari glasier mencari, banjir berlaku, kawasan rendah ditenggelami air.

HUJAN ASID Hujan asid secara semulajadi adalah berasid. Ini disebabkan air hujan yang turun akan bergabung dengan karbon dioksida dan gas-gas berasid yang terdapat di atmosfera. Bagaimanapun, disebabkan pada masa kini, penggunaan tenaga elektrik dan kereta telah menyebabkan bahan api fossil di bakar dalam jumlah yang banyak. Pembakaran bahan api fossil seperti minyak dan arang batu oleh logi tenaga dan dari ekzos kenderaan membebaskan berjuta-juta ton sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke udara. Bahan pencemar ini disebarkan oleh angin dan akan bergabung dengan titisan air yang turun sebagai air hujan lalu membentuk asid sulfurik dan asid nitrik. Keasidan cecair ialah ukuran kepekatan ion hidrogen. Biasanya keasidan cecair dinyatakan dalam sebutan pH yang mempunyai skala 0 hingga 14: pH kurang daripada 7 adalah berasid, pH 7 adalah neutral dan pH yang melebihi 7 adalah alkali. Contoh air hujan yang bersih yang diambil daripada lokasi bersih seperti di pulau terpencil didapati bernilai antara 5.6 dan 6.0. Secara amnya, air hujan dengan pH kurang dari

5.6 dianggap berasid. Hujan asid yang turun ke bumi akan terkumpul menjadi pemendapan berasid. Ini berlaku apabila asid terkumpul dan menjadi semakin pekat. Asid yang terlalu pekat boleh menyebabkantumbuh-tumbuhan dan hidupan di dalam tasik mati, bangunan dan batu menjadi lemah dan rapuh, warna bangunan, kereta dan lain-lain menjadi pudar, mudah rosak, dan cepat berkarat. Selain itu, hujan asid juga merosakkan kesihatan manusia terutama mereka yang masih muda, golongan tua, dan mereka yang berpenyakit seperti mengidap asma. Bumi kini umpama sedang mengalami "demam panas" akibat pemanasan global yang mengakibatkan iklim dunia dan kehidupan penghuninya kucar-kacir. Bagi kebanyakan orang, perubahan iklim dan pemanasan global lebih banyak mengganggu ekonomi berbanding kesihatan dunia itu sendiri. Sebenarnya sesiapa saja boleh membantu mengurangkan pelepasan gas tersebut. Malah banyak perkara yang mudah dilakukan dalam kehidupan harian seperti mengurangkan penggunaan atau mematikan terus peralatan elektrik yang tidak diperlukan dan menggunakan mentol jenis jimat tenaga atau bertindak tidak membakar sampah di kawasan terbuka. Daripada ilmuwan hinggalah orang kebanyakan bagaikan sepakat bahawa gejala pemanasan global boleh mengundang kemudaratan. Hakikatnya pemanasan global adalah kesan daripada aktiviti manusia. Lebih menjelikkan negara maju seperti Amerika Syarikat (AS) adalah penyumbang utama kepada pemanasan global. Meningkatnya emisi gas rumah kaca adalah punca terjadinya pemanasan global. Namun kita sendiri tertanya-tanya bagaimana gejala pemanasan global terjadi. Pemanasan global berpunca daripada pencemaran udara yang meningkatkan jumlah gas-gas karbon (wap air, karbon dioksida, karbon monoksida) yang turut dikenali sebagai gas rumah hijau di dalam atmosfera bumi. Haba matahari yang pada kebiasaannya dapat dipantulkan permukaan bumi kembali ke angkasa lepas kemudiannya terperangkap dan menyebabkan suhu bumi makin meningkat. Selain itu, suhu tinggi ini turut meninggalkan kesan pada aliran angin yang akan membawa kepada pembentukan lebih banyak ribut taufan serta hujan monsun yang lebih teruk daripada biasa.Contoh terbaik mangsa perubahan cuaca dunia dapat dilihat dalam gelombang haba di Eropah yang menyebabkan beratus atau mungkin beribu kematian sejak tahun 2000. Gelombang 'kepanasan' ini telah menyebabkan suhu ketika musim panas dan sejuk di Eropah kini jauh lebih tinggi daripada kebiasaan. Perubahan sama turut dirasai oleh wilayah beriklim tropika yang menghadapi musim monsun lebih teruk kini sementara negara seperti AS dilanda ribut salji dan ribut taufan lebih teruk seperti Taufan Katrina pada 2005. Para pengkaji telah menjalankan kajian mengenai pengaruh pemanasan global terhadap lautan beku di sekitar kutub. Hasil kajian menunjukkan sekiranya tingkat pelepasan emisi gas rumah kaca berterusan, besar kemungkinan kita tidak akan menemui ais di wilayah Kutub Utara pada tahun 2040. Disebabkan pemanasan global, pengurangan ais pada dekad akan datang akan menjadi lebih dramatik. Apabila ais mencair, samudera akan mengirim lebih banyak haba kepada Kutub Utara dan air yang luas terbuka itu akan menyerap lebih sinaran matahari yang seterusnya mempercepatkan proses pencairan ais. Bagaimanapun kecairan ais laut tidak meningkatkan paras air laut kerana air pepejal berada dalam air cecair. Tetapi jika ais dan salji pada negeri Greenland mencair, paras air laut dijangka meningkat sebanyak tujuh meter. Sesungguhnya kajian terbaru ini memberi ramalan

bahawa dalam tempoh 30 tahun saja fenomena itu akan berlaku gara-gara pemanasan global yang tidak terkawal. Lebih membimbangkan fenomena pemanasan global ini akan mengakibatkan krisis makanan dunia yang telah berlaku sekarang akan memburuk pada masa akan datang. Kesan pemanasan global jauh lebih mendalam dan akan meninggalkan kesan kepada semua penduduk dunia tidak kira di mana mereka berada. Mungkin juga ada antara kita yang melihat mereka yang terbunuh akibat bencana alam seperti taufan, banjir dan cuaca panas sebagai malang. Sama ada kita suka atau tidak, peningkatan suhu bumi telah membunuh lebih satu juta orang di seluruh dunia sejak tahun 2000, sama ada secara langsung ataupun tidak.Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) yang mengeluarkan perangkaan tersebut menjelaskan separuh daripada jumlah kematian itu berlaku di Asia Pasifik, benua yang paling padat penduduk. Selain itu, jumlah berkenaan belum ditambah dengan 800,000 lagi mangsa yang terbunuh akibat pencemaran udara setiap tahun. Perbandingan dengan bencana pada 1950 oleh beberapa pertubuhan antarabangsa menunjukkan peningkatan dua kali ganda kejadian ribut taufan sementara kejadian banjir, gelombang haba dan kemarau pula telah meningkat sebanyak empat kali ganda. Kesimpulannya, setiap agama di dunia tidak menolak pembangunan hatta kemodenan bahkan ia dituntut demi kesejahteraan manusia itu sendiri. Tidak mungkin manusia mampu untuk memenuhi keperluan prasarana segenap populasi manusia yang semakin berkembang tanpa digerakkan pembangunan itu sendiri. Hari ini kita sudah dapat melihat kesan tersebut seperti masalah kesihatan, perubahan cuaca dunia dan pencemaran alam. Kesemuanya berkait rapat antara satu sama lain dan pada dasarnya berpunca daripada perbuatan tangan manusia sendiri. Hakikatnya isu pemanasan global berpotensi mencetuskan kesan kemusnahan yang mengancam kelangsungan hidup manusia di muka bumi jika kita tidak bertindak dari sekarang. Mungkin hari ini fenomena sedemikian masih belum jelas kelihatan dan memerlukan kajian mendalam di peringkat global bagi mengesahkan kesan pada skala besar terhadap segala macam pencemaran alam yang berlaku. Namun ia seharusnya mampu membuka mata kita betapa pentingnya usaha memelihara dan memulihara alam sekitar agar bumi ini sentiasa selamat dan sejahtera untuk didiami oleh manusia pada zaman ini mahupun generasi seterusnya. Kempen Earth Hour Gambar 1: Kempen Earth Hour PADA 28 Mac lepas pukul 8.30 malam hampir seluruh dunia termasuklah monumen-monumen seperti Menara Eiffel di Perancis, jambatan Sydney Harbour dan Opera House di Sydney, jambatan Golden Gate di San Francisco, bangunan tertinggi Amerika Syarikat, Menara Sears di Chicago hinggalah Menara Kuala Lumpur dan bangunan Angkasapuri bergelap selama sejam bersempena dengan kempen Earth Hour yang masuk tahun ketiga tahun ini.

Gambar 2: Pemandangan sebelum dan selepas kempen earth hour di Menara KLCC

Lebih membanggakan banyak bangunan mercu tanda di 75 negara lain turut serta menjayakan pergerakan Earth Hour itu. Tujuan utama Earth Hour ialah bagi menyampaikan keprihatinan penduduk dunia mengenai perlunya satu tindakan proaktif bagi menangani isu pemanasan global. Earth Hour mengajak penduduk seluruh dunia untuk bergelap dengan memadamkan semua lampu yang menggunakan tenaga elektrik tepat pukul 8.30 mlm. Kempen yang mula digerakkan oleh Tabung Hidupan Liar (WWF) Australia itu telah dilaksanakan pertama kali melibatkan hanya bandar raya Sydney pada Mac 2007. Sasaran kempen ini ialah mengurangkan pelepasan gas karbon dioksida tahunan sebanyak lima peratus, sekali gus mengawal fenomena pemanasan global.