Anda di halaman 1dari 59

TEORI EKONOMI NEOKLASIK

TAJIDAN

TEORI EKSPEKTASI RASIONAL


EKSPEKTASI TEORI
STAGFLASI
INFLASI STAGNASI = PENGANGGURAN

TEORI EKSPEKTASI RASIONAL


BAHWA TEORI EKPEKTASI RASIONAL MUNCUL SEBAGAI AKIBAT KETIDAKPUASAN TERHADAP DOKRIN-DOKRIN SEBELUMNYA. PERTAMA : KITA MENGETAHUI TENTANG EKSPEKTASI, NAMUN KITA TIDAK JUMPAI DALAM TEORI, HANYA DIANGGAP SEBAGAI FAKTOR EXOGEN KEDUA : ADANYA MASALAH STAGFLASI YANG TERJADI PADA TAHUN TUJUHPULUHAN.

STAGFLASI ADALAH KOMBINASI ANTARA STAGNASI DAN INFLASI STAGNASI BERARTI BERKURANGNYA PERTUMBUHAN EKONOMI, YANG DIARTIKAN SAMA DENGAN MENINGKATNYA JUMLAH PENGANGGURAN. INFLASI ADALAH MENURUNNYA DAYA BELI / KENAIKAN HARGA UMUM

TIPIKAL EKONOM
PERTAMA : EKONOM NEW CLASSICS (PENYEMPURNAAN TERHADAP TEORI KLASIK) YANG MENYATAKAN BAHWA KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER TIDAK EFEKTIF) KEDUA : EKONOM NEW KEYNESIANS (MENGOREKSI KELEMAHAN TEORI EKONOMI KEYNESIANS SEHINGGA BERSIFAT MEDIATORI)

Teori Neoklasik

Teori Ekspektasi Rasional

Kebijakan fiskal maupun moneter tidak efektif sama sekali

Teori Kenynesian

Bersifat lebih mediatori

EKSPEKTASI DAN RASIONAL EKSPEKTASI Xd = a b.Pt + ut


t

Xs = c + d. t-1Pet + vt
t
. t-1Pet = ekspektasi subjektif tahun ke t-1

EKSPEKTASI DAN RASIONAL EKSPEKTASI


P XS

P0 P* P1 Xd 0 X

HIPOTESIS RASIONAL EKSPEKTASI


BAHWA MASYARAKAT MEMANFAATKAN BERBAGAI INFORMASI TENTANG HARGA, TEORI EKONOMI DAN DATA-DATA LAINNYA UNTUK MEMPERKIRAKAN HARGA KESEIMBANGAN, HAL INI DISEBABKAN ADANYA KEMUNGKINAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DI MASA YANG AKAN DATANG (unexploited profit).
Dimana: = ekspektasi rasional = nilai yang diharapkan dari P1 pada saat t-1

LANJUTAN
UNTUK MEMAHAMI HIPOTENSIS RASIONAL EKSPEKTASI, PENTING UNTUK DIREALISASIKAN DALAM BENTUK MATEMATIK, MESKIPUN TIDAK SEPENUHNYA TEPAT. Conditional expected value BERGANTUNG PADA KETERSEDIAAN INFORMASI PADA PERIODE t-1. VARIABEL GANGGUAN (seperti ut dan vt ) SERING KALI MENGAKIBATKAN KESALAHAN DALAM PREDIKSI. PERMASALAHAN DALAM VARIABEL EKSPEKTASI ENDOGEN BAHWA TINDAKAN EKONOMI SESEORANG BERGANTUNG PADA EKSPEKTASINYA, NAMUN KEPENTINGANNYA SENDIRI BERGANTUNG PADA TINDAKAN EKONOMI YANG DIAMBILNYA.

HIPOTESIS EKSPEKTASI RASIONAL PADA FUNGSI PERMINTAAN :

HIPOTENSIS EKSPEKTASI RASIONAL PADA FUNGSI PENAWARAN : KONDISI KESEIMBANGAN :

KONDISI KESEIMBANGAN MENUJU KEPADA NILAI EKSPEKTASI YANG DIGUNAKAN DALAM RAMALAN PEREKONOMIAN.

PENYELESAIAN PERSAMAAN
PERHITUNGAN NILAI EKSPEKTASI DARI PERMINTAAN : PERHITUNGAN NILAI EKSPEKTASI DARI PENAWARAN :

* Diasumsikan nilai ekspektasi dari variabel-variabel stokastik hilang (sama dengan nol)

PERHITUNGAN NILAI KESEIMBANGAN :

KURVE PHILLIPS
KURVE PHILLIPS MENGGAMBARKAN HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGANGGURAN DENGAN PERUBAHAN TINGKAT UPAH TINGKAT PENGANGGURAN DIGAMBARKAN PADA SUMBU DATAR, SEDANGKAN PERUBAHAN TINGKAT UPAH DIGAMBARKAN PADA SUMBU VERTIKAL
15

/w

6%

U = tingkat pengangguran /w = perubahan tingkat upah


16

KARAKTERISTIK KURVE PHILLIPS


SELOP NEGATIF BENTUK HIPERBOLA BERPOTONGAN DENGAN SUMBU DATAR PADA TINGKAT PENGANGGURAN SEKITAR 6%,

17

APABILA PERUBAHAN TINGKAT UPAH = 0 (NOL), MAKA TINGKAT PENGANGGURAN SEKITAR 6%, JIKA TINGKAT PENGANGGURAN BERKURANG, MAKA PERUBAHAN UPAH NOMINAL AKAN MENINGKAT RICHARD G.LEPSEY MENDUKUNG THESIS PHILLIPS BAHWA HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGANGGURAN DENGAN TINGKAT UPAH YANG STABIL DALAM JANGKA PANJANG.

18

MODIFIKASI KURVE PHILLIPS


KELEMAHAN DARI KURVE PHILLIPS ADALAH TIDAK MENJELASKAN TENTANG PERUBAHAN THEORITIS DENGAN DINAMIKA POLITIK YANG DISAMPAIKAN DALAM PAPER PAUL A.SAMUELSON DAN ROBERT M.SOLOW, DI MANA MEREKA MENGOREKSI PERUBAHAN UPAH DENGAN MAMASUKKAN TINGAKT INFLASI

NAMUN HASILNYA MIRIP DENGAN KURVE PHILLIPS.

P/P

5,5%

20

ASUMSINYA ADALAH PEMERINTAH DAPAT MENGENDALIKAN TINGKAT INFLASI MELALUI KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER, PILIHANNYA ADALAH APAKAH MENGHENDAKI TINGKAT INFLASI YANG TINGGI ATAU TINGKAT PENGANGGURAN YANG TINGGI DAN ADA TRADE OFF ANTARA KEDUANYA. KURVE PHILLIPS MENDUKUNG TEORI KEYNESIAN, NAMUN TIDAK MENJELASKAN SECARA KESELURUHAN SKENARIO KEYNESIAN.

21

KURVE PHILLIPS DIBENTUK BERDASARKAN KEADAAN PENGANGGURAN DAN PERUBAHAN UPAH DALAM BEBERAPA TAHUN YANG DISELIDIKI. KURVE PHILLIPS PADA HAKEKATNYA ADALAH MENGGAMBARKAN SUATU SIFAT UMUM DARI HUBUNGAN ANTARA KENAIKAN UPAH DAN KEADAAN PENGANGGURAN DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU, YAITU APABILA PERSETASE PENGANGGURAN TINGGI MAKA TINGKAT KENAIKAN UPAH ADALAH RENDAH SEBALIKNYA APABILA PERSENTASE PENGANGGURAN RENDAH MAKA TINGKAT KENAIKAN UPAH ADALAH TINGGI.
22

BIASANYA DALAM SUATU MODEL YANG MANA SUPPLY YANG TIDAK LAIN ADALAH PRODUKSI YANG DITEMPATKAN VERTIKAL DAN TENAGA KERJA SEBAGAI VARIABEL INDEPENDEN PADA TINGKAT HARGA ATAU PERUBAHANNYA. TIDAK DEMIKIAN DENGAN KURVE PHILLIPS DITURUNKAN DARI MEDEL KLASIK SEBAGAI ISSUE TEORI.

23

SEBALIKNYA PAKTA EMPIRIS DALAM TAHUN 1970-AN MENUNJUKKAN TINGKAT PENGANGGURAN YANG TINGGI TERJADI JUGA INFLASI YANG TINGGI, SEHINGGA PATUT DIDUGA BAHWA ADA FAKTOR DI LUAR YANG IKUT MEMPENGARUHI YANG DIJADIKAN SEBAGAI ASUMSI. MILTON FREDMAN DAN EDMUND S. PHELPS YANG MENGKRITISI KURVE PHILLIPS. ESENSI DARI ARGUMEN MILTON FREDMAN DAN EDMUND S.PHELPS BAHWA SLOP NEGATIF DARI KURVE PHILLIPS SEBAGAI ILUSI UANG.
24

BAHWA BENTUK KURVE PHILLIPS YANG BERSLOP NEGATIF HANYA UNTUK JANGKA PENDEK, DALAM JANGKA PANJANG KURVE PHILLIPS AKAN MENJADI VERTIKAL. DETIL PENJELASANNYA ADALAH BAHWA PEKERJA BERADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN UPAH DAN PERUBAHAN HARGA BARANG, SEHINGGA PEKERJA AKAN MENYESUAIKAN DENGAN PERMINTAAN TENAGA KERJA.
25

KRITIK TERHADAP KURVA PHILLIPS


MILTON FRIEDMAN DAN EDMUND S. PHELPS TINGKAT PENGANGGURAN DAN TINGKAT INFLASI BERHUBUNGAN ERAT DAN SERING BERUBAHUBAH. KONDISI INI YANG TIDAK BISA DIJELASKAN DENGAN KURVA PHILLIPS YANG HANYA MENGGAMBARKAN KONDISI YANG STABIL JANGKA PANJANG : VERTIKAL.

ASUMSI: PERMINTAAAN TENAGA KERJA TERGANTUNG PADA TINGKAT HARGA AKTUAL

U1

(P/P)2 (P/P)1

C B A U1 U* U

TITIK A MENUNJUKKAN TINGKAT PENGANGGURAN ALAMI DENGAN HARGA-HARGA STABIL. BANK SENTRAL MENAMBAH UANG BEREDAR UNTUK MENGURANGI PENGANGGURAN (U* KE U1). PEKERJA MENYESUAIKAN EKSPEKTASI UPAH MENJADI LEBIH TINGGI. SEHINGGA TINGKAT UPAH RIIL KEMBALI KE LEVEL SEBELUMNYA, DAN PENGANGGURAN KEMBALI KE U*.

TINGKAT INFLASI MENJADI TIDAK BERUBAH KARENA BANK SENTRAL MENAMBAH UANG BEREDAR PADA SAAT TINGKAT BUNGA TINGGI. SEHINGGA EKUILIBRIUM PADA TITIK B MENUNJUKKAN TINGKAT INFLASI YANG LEBIH TINGGI, NAMUN DENGAN TINGKAT PENGANGGURAN YANG SAMA.

EKONOMI NEOKLASIK

The new classical vission


CLASSICAL DOCTRINE

WALRAS MODEL
FULLY EMPLOYMENT OPTIMALLY ALLOCATED

KONTRADIKTIF DENGAN KENYATAAN (FAILED TO EXPLAIN THE BUSINESS CYCLE

TIGA KELOMPOK USAHA UNTUK MENGATASI MASALAH DASAR TEORI KLASIK


1. FUNDAMENTALIST CRTICISM MENYIMPULKAN KETIDAKBERGUNAAN MODEL WALRAS DAN KETIDAK BERGUNAAN TEORI KLASIK SECARA KESELURUHAN DARI PENGAMATAN EMPIRIS PADA SIKLUS BISNIS. 2. IMPERFECTIONIST PENJELASAN SIKLUS BISNIS YANG MUNGKIN 3. NEOKLASIK IMPERFECTIONIST KEYNESIAN MEMAINKAN PERANAN SEPELE DALAM REALITA, DI MANA MEREKA TIDAK MAMPU MENJELASKAN FLUKTUASI EKONOMI

NEOKLASIK MEMANDANG BAHWA SIKLUS BISNIS SEBAGAI FENOMENA KESEIMBANGAN.

KARAKTERISTIK NEOKLASIK MODEL


HARGA SECARA SEMPURNA FLEKSIBLE
SEMUA ORANG BERHATI-HATI DALAM MENENTUKAN RATIONAL EXPECTATION GANGGUAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN MENYEBABKAN EXPECTASI TIDAK TERBUKTI SEHINGGA DAPAT MENINGKATKAN FLUKTUASI

MODEL NEOKLASIK
AGGREGATE COMMODITY DEMAND
Y
Keterangan : = permintaan agregat barang waktu ke-t A t = seluruh pengeluaran termasuk permintaan pemerintahan b = konstanta (+) m dan p = logaritma M/P mt dan pt = logaritma dari keseimbangan jumlah uang beredar dan tingkat harga Ut = variabel stochastic independent
d Yt d t = (248)

At + b . (mt pt ) + ut

AGGREGATE COMMODITY SUPPLY


Y
s t=

Y* + c . ( pt pte) + vt

(249)

Keterangan :
Y persediaan agregat barang yang ditawarkan Y* = tingkat produksi yang berhubungan dengan tingkat pengangguran c = konstanta (+) pt = tingkat harga pte = harga yang diinginkan vt = variabel stochastic independen
s t=

LANJUTAN
pt = pte dan vt = 0 keadaan yang paling dipilih oleh swasta Yt Y* Kalau ada pengangguran, adalah pengangguran sukarela. Yt = Y* employment (agregat supply = agregate demand) Unemployment yang dimaksud voluntary (menganggur karena ingin memaksimukan leisure = oppurtunity costnya lebih besar leisure

Ytd = Yts = Yt
Yt = At + b . (mt pt ) + ut Yt = Y* + c . ( pt pte) + vt
e Yt

(250) (251)

(252)

= A+ b .

e (mt

e pt

(253)

Y = Y*

e t

(254)

PERMINTAAN, PENAWARAN DAN PRODUKSI AKTUAL SELALU SESUAI DALAM MODEL NEOKLASIK MENGHARUSKAN MENGASUMSIKAN EKSPEKTASI RASIONAL, SEHINGGA SEMUA VARIABEL DENGAN INDEK e. Yte = Y* adalah level produksi aktual

Y*Pt e = m t e b

e At
(255)

(259)

1 pt = pte + -------- . [(At-Ate) + b.(mt mte) + ut -vt ] b+c

TINGKAT PRODUKSI ALAMI TEREALISASI JIKA TIDAK ADA GANGGUAN DAN TIDAK ADA KEBIJAKAN PEMERINTAH DI LUAR DUGAAN. DALAM HAL INI EKSPEKTASI RASIONAL TENTANG HARGA JUGA DIPENUHI. PENAMBAHAN JUMLAH UANG BEREDAR YANG TIDAK DIANTISIPASI (mt > mte) dan PENINGKATAN PENGELUARAN PEMERINTAH (At > Ate) MENDATANGKAN PENINGKATAN DALAM PRODUKSI DAN HARGA.

POLITICAL INFERENCES
BISAKAN EKONOMI PASAR DISTABILKAN DENGAN ALAT KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL ? UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN TERSEBUT, BAIK LAH DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT:

KEBIJAKAN MONETER
(260)

c Yt = Y* + ----- . [(At-Ate) + b.(mt mte) + ut b/c.vt ] b+c


(261)

1 pt = pte + -------- . [(At-Ate) + b.(mt mte) + ut -vt ] b+c

mt = m0 + k.t atau Mt = M0.ek mte = m0 + k.t

(262)

(263)

DALAM PERSAMAAN DI ATAS, PERLUASAN JUMLAH UANG BEREDAR BISA DIPREDIKSI SECARA AKURAT, DI MANA TIDAK LAGI TAMPAK (mt-mte) dan KEBIJAKAN MONETER TIDAK AKAN MENGHASILKAN EFEK RIIL APAPUN.

YANG MENJADI INTI ADALAH THEOREMA AKSELERASI MONETER TIDAK BERLAKU PADA NEOKLASIK. PERCEPATAN ATAU PERLAMBATAN DALAM PERTUMBUHAN MONETER TIDAK MENGHASILKAN EFEK APAPUN DALAM KONDISI YANG SUDAH DIKETAHUI SEBELUMNYA. DAMPAK TERHADAP KEBIJAKAN PERLUASAN MONETER APAKAH AKAN MENGHASILKAN KEMAKMURAN ATAU INFLASI ? NEOKLASIK MEMILIKI JAWABAN YANG JELAS :

PERTAMA : PERLUASAN MONETER YANG DIANTISIPASI AKAN MENYEBABKAN INFLASI MURNI; KEDUA : PERLUASAN YANG TIDAK DIANTISIPASI AKAN MENYEBABKAN KENAIKAN DALAM HARGA DAN KUANTITAS, DI MANA PERUBAHAN TERSEBUT BISA DIHITUNG DENGAN PERSAMAAN (261).

MENURUT TEORI NEOKLASIK BAHWA INFORMASI , INDIVIDU AKAN MENDAPATKAN SEMUA INFORMASI YANG BISA DIPEROLEH PADA WEWENANG PUBLIK, MEREKA AKAN MENDAPATKAN INFORMASI YANG SAMA BAIKNYA. HAL INI AGAK KONTRADEKTIF KARENA DIANGGAP INFORMASI ASIMETRIS ANTARA PUBLIK DAN SEKTOR SWASTA.

STAGFLASI
PRODUKSI BISA TURUN KARENA GANGGUAN STOCHASTIC DAN PENGANGGURAN BISA MENINGKAT. JIKA PEMERINTAH ATAU BANK SENTRA BERUSAHA MENAIKKAN PRODUKSI DENGAN KEBIJAKAN PERLUASAN MENOTER, MAKA INDIVIDU AKAN MENGANTISIPASI AKIBAT YANG AKAN TERJADI, JIKA KEBIJAKAN TELAH DIUMUMKAN, MAKA PRODUKSI TIDAK AKAN BERUBAH DALAM JANGKA PENDEK, HARGA AKAN MENINGKAT DAN STAGFLASI AKAN NAIK.

KEBIJAKAN FISKAL
ASUMSINYA PEMERINTAH MENURUNKAN PAJAK DALAM JUMLAH BANYAK DALAM PERIODE SAAT INI DAN MEMBIAYAI BEDA / GAP YANG MUNCUL KARENA MENINGKATNYA PINJAMAN

- T =

(265)

DENGAN PENURUNAN PAJAK, AKAN MENINGKATKAN PERMINTAAN KOMODITAS AGREGAT. PERUBAHAN PENURUNAN PAJAK SAMA DENGAN PERUBAHAN PENINGKATAN PINJAMAN, BAHWA HASILNYA TERKAIT DENGAN PENINGKATAN KEKAYAAN NETTO SEKTOR SWASTA (PERUSAHAAN). KARENA ADA TAMBAHAN PINJAMAN OBLIGASI, MAKA KONSUMSI DAN PENGELUARAN LAINNYA AKAN MENINGKAT

DALAM PERIODE SELANJUTNYA, PEMERINTAH HARUS MEMBAYAR BUNGA DAN HARUS MENAIKAN PAJAK UNTUK MENUTUPI BUNGA HUTANG.

- Tt = r. B; t=1 - T0 =
t=1

(266)

Tt.(1+r)-t = B

PINJAMAN PEMERINTAH TIDAK MENDATANGKAN KENAIKAN DALAM KEKAYAAN NETTO SWASTA RECARDIAN EQUIVALENT THEOREM. TEOREMA EQUIVALEN RECARDIAN DIARAHKAN PADA DUA KRITIK: 1. MASA HIDUP ORANG TERBATAS ADA PENINGKATAN DALAM KEKAYAAN 2. INDIVIDU TIDAK MENGANTISIPASI PAJAK MASA YANG AKAN DATANG ATAU DISCOUNT FACTOR MEREKA DI ATAS TINGKAT SUKU BUNGA OBLIGASI, KARENA B > TO

KESIMPULAN
1. KRITISME : ASUMSI SIGNIFIKAN YANG MUNCUL: Ekspektasi Rasional sesui dengan fakta bahwa individu tahu model ekonomi yang benar, menggunakan semua informasi yang tersedia, dan karenanya membentuk pikiran yang subyektif yang bersamaan dengan prediksi ilmiah Pinsip dasar yang menganggap siklus bisnis dan semua kejadian ekonomi lainnya sebagai fenomena equilibrium.

Peristiwa stochastic dan kebijakan mendatangkan penyimpangan yang tidak diantisipasi dalam permintaan, suplai dan harga. Peningkatan harga yang bukan dikarenakan goncangan suplay akan mendatangkan tambahan dalam aktivitas ekonomi. Pengangguran dalam resesi sifatnya volountary dan hasil proses optimasi yang menyebabkan individu menggantikan tenaga kerja dan waktu luang. Aspek siginifikan dari teori ini adalah berfungsi sebagai dasar analitis dari kesimpulan politik monetarisme, sulit untuk menelaah monetarisme dari posisi Keynesian.

Benar jika ekspektasi rasional berguna, namun kegunaannya menurun jika varian dari faktor gangguan meningkat. Jika biaya bsgi keperluan ekspektasi rasional menjadi tinggi dan kegunaan yang didapat rendah, maka akan sampai pada kesimpulan bahwa pembentukan eksptasi rasional tidak tepat karena biaya marginalnya akan melebihi kegunaan marginalnya

2. KRITISME : KESIMPULAN NEOKLASIK TIDAK BERTAHAN KECUALI JIKA INDIVIDU-INDIVIDU MENGGANGGAP NEOKLASIK SEBAGAI YANG BENAR. SELAIN ITU MODEL KEYNESIAN BISA TERPENUHI KETIKA EKSPEKTASI RASIONAL BERLAKU; 3. KRITISME : TEORI NEOKEYENSIAN DIAWALI DARI KRITIK KEDUA BAHWA NEOKEYNESIAN MEMILIH ASUMSI TRADISIONAL UPAH YANG MELEKAT, NAMUN MENGASUMSIKAN EKSPEKTASI RASIONAL PADA SAAT YANG SAMA;

4. KRITISME : FUNGSI SUPLAI ADA PADA GAGASAN BAHWA PARTISIPASI PASAR DIBERI INFORMASI MENGENAI HARGA DALAM PASAR MEREKA, NAMUN BUKAN HARGA PADA PASAR LAIN ATAU TINGKAT HARGA UMUM. DALAM KONTEKS NEOKLASIK KURANGNYA INFORMASI INI SANGATLAH ANEH. 5. KRITISME : EKONOMI NEOKLASIK CENDERUNG MENJADI TIDAK NYAMAN BAGI PARA PENDUDUK JIKA TIDAK KARENA KESEMPATAN LOG-LINEAR.

6. KRITISME : KEBERATAN EMPIRIS PENTING HARUS DIUNGKAPKAN, JIKA PENGANGGURAN HANYA DIHASILKAN DARI GANGGUAN YANG TIDAK BERKAITAN, MAKA TINGKAT PENGANGGURAN JUGA AKAN TIDAK BERKAITAN, NAMUN DALAM KENAYATAANNYA JUGA TIDAK. SEKARANG DOKRIN NEOKLASIK SANGAT DIPERTANYAKAN PADA BAGIAN PROFESI EKONOMI MESKIPUN DIAKUI KONTRIBUSINYA LEBIH BESAR PADA BEBERAPA MASALAH TEORITIS UMUMNYA DIKETAHUI. DENGAN MEMPERHATIKAN KESIMPULAN KEBIJAKAN, PERTANYAAN TOBIN MENJADI TIDAK TERJAWAB, MENGAPA PENGANGGURAN BEGITU TINGGI PADA PEKERJAAN PENUH ?.

TERIMA KASIH