Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I PERCOBAAN IV PERBANDINGAN SIFAT SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN

NAMA NIM DOSEN PENGAMPU ASISTEN

: Fikriawan Hasli : 06 317 1111 027 : Dikdik Mulyadi, M.PKim : Purnamasari

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TIK FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI


2011
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

Fikriawan Hasli Dosen Pengampu : Dikdik Mulyadi, M.PKim PERCOBAAN IV PERBANDINGAN SIFAT SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN I. LATAR BELAKANG Unsur unsur yang sudah dikenali dalam Sistem Periodik Unsur ternyata ada pula yang mampu untuk menyatu menjadi sebuah gabungan unsur yang disebut senyawa. Dalam suatu senyawa, ternyata terjadi suatu ikatan yang menjadi tali penyatu antara satu unsur dengan unsur lainnya. Jenis-jenis ikatan pun ternyata ada beberapa macam, dan mennyatukan antara beberapa unsur yang memang memiliki persamaan yang tepat. Seperti contoh, unsur Na(natrium) yang bersifat logam menggabungkan diri dengan Cl(Khlor) yang memiliki sifat logam pula menjadi NaCl(Natrium Klorida). Dan senyawa yang terbentuk itu kini menjadi suatu senyawa yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu garam dapur.
II.

LANDASAN TEORI Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam

II.1. Ikatan Kimia interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum. Dalam prakteknya, para kimiawan biasanya bergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku (namun lebih mudah untuk dijelaskan) dalam menjelaskan ikatan kimia. Secara umum, ikatan kimia yang kuat diasosiasikan dengan transfer elektron antara dua atom yang berpartisipasi. Ikatan kimia menjaga molekul-molekul, kristal, dan gas-gas diatomik untuk tetap bersama. Selain itu ikatan kimia juga menentukan struktur suatu zat. Kekuatan ikatan-ikatan kimia sangatlah bervariasi. Pada umumnya, ikatan kovalen dan ikatan ion dianggap sebagai ikatan "kuat", sedangkan ikatan hidrogen dan ikatan van der Waals dianggap sebagai ikatan "lemah". Hal yang perlu
1

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

diperhatikan adalah bahwa ikatan "lemah" yang paling kuat dapat lebih kuat daripada ikatan "kuat" yang paling lemah.

Contoh model titik Lewis yang menggambarkan ikatan kimia anatara karbon C, hidrogen H, dan oksigen O. Penggambaran titik lewis adalah salah satu dari usaha awal kimiawan dalam menjelaskan ikatan kimia dan masih digunakan secara luas sampai sekarang II.2. Ikatan Ion Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan. Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl-). Ionion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida. Na + Cl Na+ + Cl- NaCl

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

Ikatan natrium dan klor membentuk Natrium Klorida II.3. Ikatan Kovalen Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atom-atom yang berikatan. Singkatnya, stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen. Ikatan kovalen merangkumi banyak jenis interaksi, yaitu ikatan sigma, ikatan pi, ikatan logam-logam, interaksi agostik, dan ikatan tiga pusat dua elektron. Istilah bahasa Inggris untuk ikatan kovalen, covalent bond, pertama kali muncul pada tahun 1939. Awalan co- berarti bersama-sama, berasosiasi dalam sebuah aksi, berkolega, dll.; sehingga "co-valent bond" artinya adalah atom-atom yang saling berbagi "valensi", seperti yang dibahas oleh teori ikatan valensi. Pada molekul H2, atom hidrogen berbagi dua elektron via ikatan kovalen. Kovalensi yang sangat kuat terjadi di antara atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang mirip. Oleh karena itu, ikatan kovalen tidak seperlunya adalah ikatan antara dua atom yang berunsur sama, melainkan hanya pada elektronegativitas mereka. Oleh karena ikatan kovalen adalah saling berbagi elektron, maka elektron-elektron tersebut perlu ter-delokalisasi. Lebih jauh lagi, berbeda dengan interaksi elektrostatik ("ikatan ion"), kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik.

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

Diagram MO yang melukiskan ikatan kovalen (kiri) dan ikatan kovalen polar (kanan) pada sebuah molekul diatomik. Panah-panah mewakili elektronelektron yang berasal dari atom-atom yang terlibat

II.4. Sifat Snyawa Ion dan Kovalen Ikatan ionik dapat dikatakan jauh lebih kuat dari pada ikatan kovalen karena ikatan ionik terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulomb) sedangkan ikatan berikut: kovalen terbentuk karena pemakaian elektron ikatan bersama. Perbandingan sifat senyawa ionik dan senyawa kovalen disajikan pada tabel

Tambahan, pada senyawa ionik, ia hanya larut dalam larutan polar, sedangkan pada kovalen, hanya terlarut pada non polar namun terkadang larut pula dalam air.

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

II.5. Kelarutan Kelarutan atau solubilitas adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu, zat terlarut (solute), untuk larut dalam suatupelarut (solvent).. Kelarutan dinyatakan dalam jumlah maksimum zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut padakesetimbangan. Larutan hasil disebut larutan jenuh. Zat-zat tertentu dapat larut dengan perbandingan apapun terhadap suatu pelarut. Contohnya adalah etanol di dalam air. Sifat ini lebih dalam bahasa Inggris lebih tepatnya disebutmiscible. Pelarut umumnya merupakan suatu cairan yang dapat berupa zat murni ataupun campuran. Zat yang terlarut, dapat berupa gas, cairan lain, atau padat. Kelarutan bervariasi dari selalu larut seperti etanol dalam air, hingga sulit terlarut, seperti perak klorida dalam air. Istilah "tak larut" (insoluble) sering diterapkan pada senyawa yang sulit larut, walaupun sebenarnya hanya ada sangat sedikit kasus yang benar-benar tidak ada bahan yang terlarut. Dalam beberapa kondisi, titik kesetimbangan kelarutan dapat dilampaui untuk menghasilkan suatu larutan yang disebut lewat jenuh (supersaturated) yang metastabil.

Hubungan kelarutan dan suhu untuk beberapa jenisgaram


III. TUJUAN PRAKTIKUM

Adalah agar dapat menjelaskan dan mengetahui pengaruh jenis ikatan suatu senyawa terhadap sifat fisis dan kimia senyawa tersebut.
1

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

IV. METODE KERJA

IV.1 ALAT Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu:

a. b. c. d.

Tabung reaksi Sudif Pipet Tabung lilin spirtus

e. f.
g.

Lampu Electroda karbon Voltmeter/AVO Gelas Piala Pipet Volumetrik meter

h. i.

IV.2 BAHAN Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu sebagai berikut: a. Urea
b. MgSO4

e. f. g.

Isoprofil Alkohol Kloroflom NaCl

c. KI d. Naftalena IV.3 CARA KERJA A. Perbandingan titik Leleh

Masukkan 1 sudip Urea kedalam tabung reaksi, lalu panaskan tabung tersebut di atas lampu spirtus. Setelah itu, pada pemanasan, masukkan pula thermometer dan ukur suhu awal senyawa leleh, dan ukur pula saat senyawa telah meleleh sepenuhnya. Catat dan ulangi sebanyak 3 kali. Lakukan pula hal yang sama pada naftalena, NaCl, KI, MgSO4. B. Pengukuran pH, sifat asam bsa pada larutan asam dan basa. Masukkan air pada tabung reaksi 1, dan kloroflom pada tabung satunya lagi. Lalu masukkan juga urea dalam kedua tabung tersebut, kemudian aduk beberapa kali dan perhatikan, dalam larutan mana urea larut. Ulangi percobaan di atas dengan menambahkan NaCl, MgSO4 , naftalena, KI dan Isoprofil alcohol.
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV 1

C. Daya Hantar Masukkan 50 mL ke dalam gelas piala 50 mL, kemudian hubungkan elektroda karbon yang dihubungkan dengan arus listrik serta lampu. Setelah itu,elektroda yang telah siap dimasukkan kedalam air. Tambah urea lalu amati perubahan. Ulangi pula pada penambahan isoprpil alcohol, naftalena, NaCl, KI serta MgSO4. Caatat hasil pengukuran. V. HASIL DAN PEMBAHASAN V.1 HASIL V.1.1 Perbandingan Titik Leleh No 1. 2. 3. 4. 5. Larutan Naftalena NaCl MgSO4 KI Urea Percobaan 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Titk Didih Mula-mula 38o 38o 39o >110o >110o >110o 42o 60o 53o >110o >110o >110o 56o 60o 50o Titik Leleh Akhir 53o 53o 52o >110o >110o >110o 75o 82o 81o >110o >110o >110o 110o 115o 106o

V.1.2 Perbandingan Kelarutan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Senyawa NaCl Urea MgSO4 KI Naftalena Isopropil Alkohol Pada Aquades Larut Larut Larut Larut Larut Larut Pada Kloroflom Tdk Larut Tdk Larut Tdk Larut Tdk Larut Tdk Larut Larut

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

V.1.3. Daya Hantar No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Senyawa NaCl Urea MgSO4 KI Naftalena Isopropil Alkohol Hasil Pengamatan pada Lampu Menyala Menyala, namun redup Menyala Menyala Tidak menyala Menyala namun redup

V. 2 PEMBAHASAN V.2.1. Perbandingan Titik Leleh Suatu senyawa memiliki titik leleh yang berbeda beda. Dalam hal ini, kita membahas senyawa ionik dan kovalen. Dari hasil yang didapatkan dalam percobaan, ternyata yang mengalami titik leleh paling tinggi adalah NaCl serta KI, yang mana kedua senyawa tersebut adalah bagian dari rumpun senyawa ionik yang tersusun atas unsur-unsur logam yang dapat dikatakan cukup kuat untuk menolak terlelehkan. Oleh sebab itu, sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh senyawa ionik, yaitu sukar untuk meleleh pada suhu standar dan juga jelas memiliki titik leleh yang cukup tinggi terbukti dengan tepat. Sedangkan senyawa lainnya ternyata memang tergolong pada senyawa kovalen yang relatif rendah titik lelehnya(ada pula yang bersenyawa ionik dengan titik leleh yang cukup tinggi). V.2.2 Perbandingan Kelarutan Pada perbandingan kelarutan, ternyata senyawa yang berjenis ionik seperti NaCl memiliki kelarutan yang memang tepat serta mudah larut dalam larutan polar seperti air. Oleh sebab itu, ternyata sifat senyawa ionik yang begitu mudahnya larut dalam air terbukti dengan jelas. Sedangkan bagi senyawa senyawa yang bersifat kovalen, memiliki kelarutan yang sangat lemah terhadap larutan yang bersifat polar, namun jelas-jelas larut dalam larutan nonpolar seperti klorofom.
1

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

Jadi, pertanyaan mengapa larutan-larutan yang bersifat kovalen tak mudah larut dalam air menjadi tenrungkap, yaitu hanya dengan menilik pada sifat dari senyawa itu sendiri. V.2.3. Daya Hantar Sesuai dengan teori senyawa, jelas sekali senyawa ionik adalah senyawa yang tersusun atas unsur-unsur yang terdiri atas susunan unsur yang bersifat logam. Dan seperti yang kita ketahui, unsur yang bersifat logam adalah unsur yang dapat dengan begitu mudahnya menghantarkan listri alias kita kenal dengan nama konduktor. Oleh sebab itu, jenin-jenis senyawa ionik yang digunakan dalam praktikum ini mampu membiarkan lampunya menyala ketika ia dijadikan sebagai penghantar listrik. Namun tetap saja tak semua senyawa ionik menghantarkan listrik dengan baik, ada pula yang hanya sedikit berfungsu sebagai penghantar listrik. Pada senyawa kovalen pun begitu, tak seluruhnya tak mampu menghantarkan listrik, ada pula yang dapat sedikit menghantarkan listrik dengan baik. Jadi, jelas sekali sifat-sifat dari senyawa ionik dan kovalen terlihat dengan jelas.

VI. KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan yang telah dilakukan yaitu :
1.

Larutan yang bersifat ionik ternyata memiliki titik leleh yang Senyawa kovalen memiliki titik leleh yang lebih rendah dari semua
1

sangat tinggi; 2. jenis senyawa; 3. Penghantar listrik yang baik adalah jenis jenis senyawa ionik maupun kovalen yang memiliki kadar unsur logam;
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

4. Garam-garaman adalah penghantar listrik yang cukup baik;


5. Kelarutan pada senyawa ionik lebih besar dan mudah larut dalam

air(larutan polar). 6. Senyawa kovalen lebih mudah larut dalam larutan yang bertipe non-polar.

DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/Titik_lebur http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-sma-ma/tabel-periodik-unsurdan-struktur-atom/sifat-periodik-unsur-sifat-logam-titik-leleh-dan-titik-didih/ http://id.wikipedia.org/wiki/Urea http://id.wikipedia.org/wiki/Sifat_koligatif_larutan http://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_klorida


| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV 1

http://en.wikipedia.org/wiki/Naftalene http://en.wikipedia.org/wiki/Magnesium_sulfate http://en.wikipedia.org/wiki/Potassium_iodide http://translate.google.co.id/?hl=id&tab=wT

Lampiran A. Titik Didih suatu Senyawa Titik didih adalah suhu (temperatur) dimana tekanan uap sebuah zat cair sama dengan tekanan external yang dialami oleh cairan. Sebuah cairan di dalam vacuum akan memiliki titik didih yang rendah dibandingkan jika cairan itu berada di dalam tekanan atmosphere. Cairan yang berada di dalam tekanan tinggi akan memiliki titik didih lebih tinggi jika dibandingkan dari titik didihnya di dalam tekanan atmosphere.
1

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

Titik didih normal (juga disebut titik didih atmospheris) dari sebuah cairan merupakan kasus istimewa dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan atmospher di permukaan laut, satu atmosphere. Pada suhu ini, tekanan uap cairan bisa mengatasi tekanan atmospher dan membentuk gelembung di dalam massa cair. Pada saat ini (per 1982) Standar Titik Didih yang ditetapkan oleh IUPAC adalah suhu dimana pendidihan terjadi pada tekanan 1 bar. Pada tekanan dan temperatur udara standar(76 cmHg, 25 C) titik didih air sebesar 100 C. Jika 'heat of vaporization' dan tekanan uap dari sebuah cairan pada temperature tertentu diketahui, maka titik didih normal bisa dikalkulasi dengan menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron :

where: TB = the normal boiling point, K R = the ideal gas constant, 8.314 J K-1 mol-1 P0 = is the vapor pressure at a given temperature, kPa 101.325 = atmospheric pressure, kPa Hvap = the heat of vaporization of the liquid, J/mol T0 = the given temperature, K ln = the natural logarithm to the base e B. Titik Leleh/Lebur suatu Senyawa Titik lebur dari sebuah benda padat adalah suhu di mana benda tersebut akan berubah wujud menjadi benda cair. Ketika dipandang dari sisi yang berlawanan (dari cair menjadi padat) disebut titik beku. Pada sebagian besar benda, titik lebur dan titik beku biasanya sama. Contoh, titik lebur dan titik beku dari "raksa" adalah 234,32 kelvin(-38,83 C atau -37,89 F) Namun, beberapa subtansi lainnya memiliki temperatur beku <--> cair yang berbeda. contohnya "agar-agar", mencair pada suhu 85 C (185 F) dan membeku dari suhu 32-40 C (89,6 - 104 F); fenomena ini dikenal sebagai hysteresis. Beberapa benda lainnya, seperti kaca, dapat mengeras tanpa mengkristal terlebih dulu; ini disebut amorphous solid
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV 1

Urea

Tidak seperti titik didih, titik lebur tidak begitu terpengaruh oleh tekanan. C. Urea Nama internasional Nama lainnya Rumus Molekul Rumus bangun Massa atom Penampakan CAS number Berat Jenis and phase Umum Diaminomethanal Carbamide (NH2)2CO NC(=O)N 60.07 g/mol padatan berwarna putih tanpa bau [57-13-6] Properties 1.33103 kg/m3 [1], solid 108 g/100 ml (20 C) 167 g/100 ml (40 C) Kelarutan di dalam air 251 g/100 ml (60 C) 400 g/100 ml (80 C) 733 g/100 ml (100 C) Titik lebur Titik didih Keasaman (pKa) Kebasaan (pKb) Chiral rotation []D Kekentalan Kelembaban relatif kritis 132.7 C (406 K) decomposes n.a. 0.18 13.82 Not chiral ? cP at ? C 81% (20 C) 73% (30 C)

Heat of solution in water -57,8 cal/g (endothermic) 46,6 %N Struktur Molecular shape Coordination geometry Crystal structure Dipole moment MSDS Main hazards Titik nyala ? trigonal planar ? ?D Hazards
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV 1

J.T. Baker ? ? C

D. NaCl (Natrium Klorida)

Natrium klorida

Nama IUPAC[sembunyikan] Natrium Klorida Nama lain[sembunyikan] Garam dapur; halit Identifikasi Nomor CAS Rumus molekul Massa molar Penampilan Densitas Titik leleh Titik didih [7647-14-5] Sifat NaCl 58.44 g/mol Tidak berwarna/berbentuk kristal putih 2.16 g/cm3 801 C (1074 K) 1465 C (1738 K)
1

Kelarutan dalamair 35.9 g/100 mL (25 C) Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25C, 100 kPa) Sangkalan dan referensi
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

E. MgSO4

Magnesium sulfat (atau magnesium sulfat) adalah senyawa kimia yang mengandung magnesium, sulfur dan oksigen, denganrumus MgSO4. Hal ini sering ditemui sebagai epsomiteheptahidrat (MgSO4 7H2O ), biasa disebut garam Epsom, dari kota Epsom di Surrey, Inggris, di mana garam itu disuling dari mata air yang muncul dimana kapur berpori Downs Utaramemenuhi non-berpori London tanah liat. Bentuk lain hidrat adalah Kieserite. Magnesium sulfat anhidrat digunakan sebagai agenpengeringan. Karena bentuk anhidrat bersifat higroskopis(mudah menyerap air dari udara) dan karena itu sulit untuk menimbang secara akurat, hidrat sering disukai ketika mempersiapkan solusi, misalnya dalam persiapan medis.Garam Epsom telah digunakan secara tradisional sebagai komponen garam mandi. Magnesium sulfat adalah zat utama yang menyebabkanpenyerapan suara dalam air laut [1] Penyerapan., Dalam hal ini,berarti konversi energi akustik menjadi energi panas. Konversifungsi kuat dari frekuensi. Frekuensi yang lebih rendah tidak begitu terpengaruh oleh garam, sehingga energi akustikperjalanan lebih jauh di laut. Asam borat juga berkontribusi terhadap penyerapan, tetapi garam yang paling melimpah di air laut, natrium klorida, tidak memiliki efek yang dikenal pada penyerapan suara. hidrat Hampir semua bentuk dari mineralogi dikenal MgSO4 terjadi sebagai hidrat. Epsomite adalah analog alami "garam Epsom".Heptahidrat lain, mengandung mineral tembaga alpersite (Mg,Cu) 7H2O SO4, [2] juga baru ini diakui. Keduanya namun tidakhidrat diketahui tertinggi MgSO4, karena terestrial baru-baru inimenemukan dari meridianiite, MgSO4 11H2O, yang didugajuga terjadi di Mars. Hexahydrite adalah lebih rendah berikutnya(6) hidrat. Tiga hidrat lebih rendah berikutnya - pentahydrite (5),starkeyite (4) dan
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV 1

terutama sanderite (2) lebih jarang ditemukan.Kieserite adalah monohidrat dan adalah umum di antaradeposito evaporitic. Magnesium sulfat anhidrat dilaporkan dari beberapa pembuangan pembakaran batu bara, tetapi tidak pernah diperlakukan sebagai mineral. PH adalah 6,0 hidrat rata-rata (5,56,5). Hidrat magnesium,seperti Tembaga (II) sulfat, air terkoordinasi. Aplikasi Di bidang pertanian dan berkebun, magnesium sulfat digunakan untuk memperbaiki kekurangan magnesium dalam tanah, karena magnesium merupakan elemen penting dalam molekul klorofil.Hal ini paling sering diterapkan untuk tanaman pot, atau magnesium-lapar tanaman, seperti kentang, mawar, tomat, paprika dan ganja. Keuntungan dari magnesium sulfat selama perubahan tanah magnesium lainnya (seperti dolomitic kapur) adalah kelarutan tinggi. Magnesium sulfat anhidrat biasanya digunakan sebagai pengering dalam sintesis organik karena afinitas untuk air.Selama persiapan, fase organik jenuh dengan magnesium sulfat sampai tidak lagi membentuk rumpun. Padat terhidrasi ini kemudian dihapus dengan penyaringan atau dekantasi. Garam-garam sulfat anorganik lainnya seperti natrium sulfat dan kalsium sulfat juga dapat digunakan dalam cara yang sama. Magnesium sulfat digunakan dalam garam mandi, terutama dalam terapi flotasi mana konsentrasi tinggi meningkatkan berat jenis air mandi, efektif membuat tubuh lebih ringan. Secara tradisional, juga digunakan untuk menyiapkan mandi kaki, dimaksudkan untuk menenangkan kaki pegal. Alasan dimasukkannya garam sebagian kosmetik: peningkatan kekuatan ionik mencegah beberapa kerutan di kulit sementara ("pemangkasan" - maserasi parsial) yang disebabkan oleh perendaman berkepanjangan ekstremitas dalam air murni.Namun, magnesium sulfat juga dapat diserap ke dalam kulit, mengurangi peradangan. Hal ini juga kadang-kadang ditemukan dalam air mineral botol, dan kadang-kadang sesuai tercantum dalam isi daripadanya. Hal ini juga dapat digunakan sebagai koagulan untuk membuat tahu. Magnesium sulfat heptahidrat juga digunakan untuk mempertahankan konsentrasi
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV 1

magnesium dalam akuarium laut yang mengandung sejumlah besar karang berbatu seperti yang perlahan-lahan habis dalam proses kalsifikasi mereka. Dalam kalsium magnesium kekurangan akuarium laut dan alkalinitas konsentrasi sangat sulit untuk mengontrol karena magnesium tidak cukup untuk menstabilkan hadir ion-ion di air asin dan mencegah presipitasi spontan mereka menjadi kalsium karbonat. Magnesium sulfat digunakan sebagai senyawa reaktif dalam pembuatan bubuk hitam di mana ia memberikan kontribusi ke tingkat membakar kekerasan sehingga mengurangi biaya material. Magnesium sulfat digunakan sebagai elektrolit untuk mempersiapkan sulfat tembaga. Sebuah solusi magnesium sulfat adalah elektrolisis dengan anoda tembaga untuk membentuk sulfat tembaga, magnesium hidroksida, dan hidrogen: Cu + + 2 H2O MgSO4 H2 + CuSO4 + Mg (OH) 2. Magnesium sulfat digunakan sebagai garam pembuatan bir di produksi bir untuk menyesuaikan isi ion air pembuatan bir dan meningkatkan aksi enzim dalam mash atau mempromosikan profil rasa yang diinginkan dalam bir.

F. Kaliun Ionida (KI) Kalium iodida merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia KI. Ini garam putih adalah senyawa iodida paling komersial signifikan, dengan sekitar 37.000 ton yang diproduksi pada tahun 1985. Hal ini kurang higroskopis (menyerap air kurang mudah) daripada natrium iodida, sehingga lebih mudah untuk bekerja dengan. Berumur sampel dan tidak murni berwarna kuning karena oksidasi iodida udara untuk unsur yodium. 4 KI + 2 CO2 + O2 2 K2CO3 + 2 I2 Kalium iodida medicinally tersedia dalam 130 mg tablet untuk keperluan darurat Kalium iodida juga dapat diberikan sebagai "larutan jenuh kalium iodida" (SSKI). Yang pada USPformulasi generik mengandung 1000 mg KI per mL larutan. Ini
| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

merupakan 333 mg KI dan sekitar 250 mg iodida (I -). Dalam dosis dewasa khas 5 tetes, diasumsikan mL Karena SSKI adalah cairan kental, biasanya Dengan demikian,. setiap tetes USPSSKI diasumsikan mengandung 15 tetes / mililiter, tidak 20 tetes / mililiter seperti yang sering diasumsikan untuk air diasumsikan mengandung sekitar 50 mg yodium iodida, saya -. Jadi, dua (2) tetes U.S.P. Solusi SSKI adalah setara dengan satu KI 130 mg tablet (100 mg iodida). SSKI juga dapat dipersiapkan dengan benar-benar air menjenuhkan dengan KI. Persiapan ini dapat dibuat tanpa skala pengukuran. Karena kelarutan dalam air KI pada suhu kamar adalah sekitar 1,40-1,48 gram per mL air murni, dan solusi yang dihasilkan memiliki kepadatan sekitar 1,72 g / mL, proses ini juga menghasilkan konsentrasi akhir) KI sekitar 1000 mg KI per mL larutan KI jenuh, dan juga mengandung konsentrasi yang sama dasarnya iodida per drop seperti halnya USP formulasi.SSKI sangat pahit, dan jika mungkin itu diberikan dalam gula batu atau bola kecil roti. Baik SSKI atau tablet KI digunakan sebagai suplemen gizi, karena kebutuhan gizi untuk yodium hanya 150 mikrogram atau 0,15 mg iodida per hari. Jadi, setetes SSKI menyediakan 50/0.15 = 333 kali kebutuhan yodium harian, dan tablet KI standar menyediakan dua kali ini banyak. Kelp adalah sumber alami KI . Isi iodida dapat berkisar dari 89 ug / g untuk 8165 ug / g dalam varietas Asia, membuat konten mempersiapkan makanan sulit untuk memperkirakan. Makan 3-5 gram yang paling kering, unrinsed rumput laut akan menyediakan 100-150 mikrogram iodida tunjangan harian yang direkomendasikan untuk tujuan gizi.

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

G. Gambar-gambar

Voltmeter

Tabung Reaksi

Pipet Volumetri

Lampu Spirtus

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV

Termometer

MgSO4

Chloroform

Urea

| PRAKTIKUM KIMIA UMUM BAB IV