P. 1
Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

|Views: 509|Likes:
Dipublikasikan oleh Lina Nayla Roswendi

More info:

Published by: Lina Nayla Roswendi on Jan 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2014

pdf

text

original

Gambaran Praktek Dokumentasi & Manajemen Risiko

‡ Risiko
± €p kehilangan aset financial melalui kerusakan, pencurian, salah penempatan barang, atau saat kehilangan dengan cara bertanggung jawab atas cedera seseorang.

‡ Manajemen Risiko
± €p sebuah proses jaminan kualitas dimana sebuah lembaga pelayanan kesehatan mencoba untuk mengidentifikasi, mengontrol, meminimalisasi, dan mencegah kehilangan aset.

Tujuan utama manajemen risiko
‡ identifikasi dan penanganan (solusi) dari masalah sebelum menyebabkan cedera

NICU. ruang operasi.Area Risiko (lingkup) ‡ Lingkungan yg mempunyai risiko tertinggi karena mempunyai alat-alat canggih diantaranya . dll) . unitunit perawatan khusus (UGD. ICU. anesthesi. ICCU.

pengobatan/penatalaksanaan yang mengakibatkan cedera pd pasien Terlambat/gagal u/ menentukan penatalaksanaan karena pengkajian yg tdk akurat Penghentian penatalaksanaan atas keinginan pasien Pencarian org yg tdk bertanggungjawab atas barang pasien Penolakan u/ mengikuti keinginan pasien b/h perpanjangan pelayanan Mengganggu hak-hak privasi pasien .Situasi yg dpt meningkatkan potensial cedera dan gugatan 1. 7. info rahasia Gagal u/ memonitor dan mengawasi pasien Salah mengidentifikasi pasien Memberikan informasi yg tdk cukup b/d informed consent Memberikan informasi yg tdk konsisten dari sumber yg berbeda . 8. 2. 6. 10. 9. 4. 3. 5.

dokter. Komunikasi petugas kesehatan dengan pasien dan keluarga hrs menjadi prioritas ‡ Area lain yg beresiko adalah Komunikasi antara petugas kesehatan dalam kesinambungan perawatan pasien . Ini menjadi penyebab utama meningkatnya gugatan dan keluhan atas pegawai. dan perawat.Menekan/meminimalisasi Risiko ‡ Komunikasi dpt menjadi sumber utama risiko pd semua layanan kesehatan.

Dokumentasi yang baik/sempurna adalah : ± ± ± ± ± ± Faktual dan deskriptif Konsisten dan lengkap Akurat dan objektif Relevan dan tdpt keterangan waktu Pasti dan khusus Logis dan dapat dimengerti .Dokumentasi Elemen-2 Manajemen Risiko ‡ Ada anggapan Tidak ditulis . Maka dianggap tdk dilakukan .

warna. deformitas. dll) Apa yg tercium (bau cairan drainase. tali pengikat tangan yg halus) Apa yg dilakukan utk melindungi barang-barang pasien (penyimpanan) . dll) Apa yg dirasakan (extremitas dingin. krepitasi. keluhan pasien. dll) Apa yg terdengar (bunyi nafas.Memasukan data pada status pasien ‡ seobjektif mungkin dan catat secara khusus ttg : ± ± ± ± ± ± ± ± Apa yg terlihat (posisi pasien. pergerakan pd daerah fraktur. dll) Apa yg dilakukan u/ pasien (traksi servical) Apa respon dari tindakan (apakah mengurangi sakit pada leher atau malah memperparah) Apa yg tlh dilakukan utk melindungi pasien (pinggiran tempat tidur terkunci. nafas bau aceton.

dll Jangan gunakan lembar catatan sebagai media u/ berdebat antara petugas rumah sakit. istilah. 4. psikologi. 2. 5. 7. lengkap. ketahui dan ikuti kebijakan lembaga (gunakan format. 6. 3. dll) Catat semua faktor-faktor risiko dan data lain yg mungkin disebabkan o/ keterbatasan fisik (tongkat. Identifikasi penanggung jawab dari semua data yg dimasukan (bertanda tangan) . Gunakan tata bahasa yg baik. Gunakan hanya u/ catatan pasien Tulis serapi sebenar mungkin. alat bantu jalan) Catat tindakan lanjutan sec akurat. spiritual. mis . pasien menolak u/ meminum obat.Petunjuk utk melakukan pendokumentasian yg baik 1. 8. cantumkan waktu Jelaskan tingkah laku pasien secara objektif. singkatan yg tlh disepakati) Catat semua data dasar secara lengkap dan menyeluruh (fisik.

2. dan penjelasan. Jangan pernah menandatangani tindakan/pelayanan yg dilakukan org lain Akurat dalam mencatat waktu. Jangan pernah menghancurkan dokumentasi. Bila ada yang kosong. 4. Sesuaikan perubahan menurut urutan (kronologis) Tandai data mana yg diganti Hadirkan saksi bila perlu . Jujur. Jangan pernah menyisakan ruang kosong antara kata terakhir dengan tanda tangan. 13. 14. 1. isi dengan menarik garis. Cara koreksi yang benar : Buat garis pada catatan yg salah. Tanggal dan hal yang dirubah. 12. 3. Pastikan catatan yg salah masih utuh. jumlah. Bila ada kesalahan betulkan sesuai kebijakan. 10. . Catat secara akurat. Masukan data secara kronologis (berurutan). Hati-hati dalam membuat perubahan pada catatan. tanda tangani. 11. Gunakan metode yang dapat diterima.Petunjuk 9. 5. Jangan menghapus atau menghitamkan catatan dengan spidol permanen.

pencatatan dilakukan pd saat pasien dan keluarga ada (kooperatif) Catat observasi lanjutan ttg keluhan. atau ketidaksetujuan pasien atau keluarga ttg penatalaksanaan & rencana tindakan. 4. Not the chart) Jika mungkin. Luangkan waktu dgn pasien ketika mengkaji & melakukan tindakan keperawatan. tanda dan gejala.Strategi mengurangi Risiko 1. (Attend the patient . . 3. 2. Dokumentasikan semua ukuran kenyamanan dari ketidaknyamanan fisik dan emosi atau nyeri.

.Dokumentasi Kejadian Luar Biasa ‡ Kejadian diluar kebiasaan yang biasanya menimbulkan kerusakan barang. Insiden biasanya berhubungan dengan kesalahan. atau anggota staff. gangguan lingkungan atau kerusakan fungsi alat-alat. tubuh. pengunjung.

Alat/instrumen yang diperlukan tapi dpt berbahaya spt . 7. Insiden yg disebabkan tingkah laku pasien . 9. 4. Jatuh Kesalahan pengobatan Kesalahan penatalaksanaan Kehilangan barang pribadi : gigi palsu. dll. contact lenses. kehilangan bbrp komponen. reaksi tranfusi. Keluhan-keluhan Segala bentuk penatalaksanaan Reaksi pengobatan/therapy yang tidak diantisipasi . traksi. reaksi anafilaktik. menjangkau terlalu jauh. 6. alat tanpa rem pd rodanya . cairan yg tdk berwadah baik (terminum) Alat/instrumen yang tdk efektif : terlalu panas.] Lingkungan yg tdk aman : lantai basah. . menyemburkan cairan panas. 3. kursi roda. terlalu ketat.Kejadian yg Bisa dilaporkan 1. terlalu longgar. 5. terlalu dingin. 8. pinggiran tempat tidur tdk terpasang dgn benar. 2. 10.

Deskripsi Kejadian 3. Data Dasar 2.Komponen-Komponen Laporan Kejadian yg didokumentasikan dgn benar 1. Pernyataan dokter .

no tlp dari saksi . b. f.Data Dasar a. c. kesalahan prosedur. ketidakmampuan pasien. jatuh. keadaan pasien saat kejadian (bangun. dll Orang yg menemukan kejadian Nama. h. dll. pengunjung. alamat. posisi temapat tidur. Nama org yg berhubungan dgn kejadian (pasien. kesalahan pengobatan. d. Tipe kejadian . petugas) Ruang atau nomor rumah sakit (bila pasien) Tanggal/waktu kejadian Lokasi pasti kejadian Lingkungan . dll Jenis kelamin/umur/status perkawinan/diagnosa/status kesehatan. e. bingung) . status mental. i. penerangan. waspada. g. posisi siderails.

Tanda vital org yang terlibat d. Keluhan (nyeri. Diketahui dokter/org lain/oleh siapa diberi tahu j. ketidakmampuan bergerak) g. termasuk pernyataan dari pasien. saksi c. Nama. objektif. dan dept dari org yang membuat laporan . pengunjung. faktual tanp tuduhan b. Penyebab utama kejadian. fraktur. Tingkat kesadaran/status emosi saat kejadian e. Jelas. jabatan. Bantuan atau perawatan yang diberikan h. perdarahan. dll f. Respon pasien thd pertolongan pertama i.Deskripsi Kejadian a. Deskripsi khusus cedera .

Pernyataan dokter a. d. b. tanggal/waktu status pasien tindakan lanjut setelah kejadian tanda tangan dokter . c.

.Dokumentasi Perintah Melalui Telepon & Perintah Lisan ‡ Penatalaksanaan pasien tergantung dari instruksi dokter. ‡ Instruksi lisan atau instruksi mll telepon adalah legal. tugas perawat untuk melaksanakan instruksi tsb. Perawat harus menuliskannya pd lembar instruksi dokter & dlm 24 jam hrs ditandatangani dokter tsb.

Kesalahan interpretasi adalah alasan utama atas kesalahan. . ‡ Instruksi2 ini sulit u/ dipertanggungjawabkan di pengadilan.Risiko dari perintah melalui telepon dan lisan ‡ kemungkinan kesalahan.

3. 6. 4. 5. 7. 2. .Petunjuk u/ pencatatan perintah mll tlp & lisan 1. 8. Tergantung pada kebijakan lembaga Digunakan seminimal mungkin Digunakan terutama pada keadaan mendesak/emergensi Benar2 dimengerti o/ perawat dan diulangi o/ perawat pd dokter u/ meyakinkan keakuratan Didokumentasikan pada lembar instruksi dokter secepat mungkin o/ org yg menerima Beri tanda Instruksi lisan dengan nama dokter dan tanda tangan org yang menerima Ditandatangani dokter dlm 24 jam Jangan pernah Instruksi lisan memuat perintah untuk tidak melakukan resusitasi .

Beri tanda Instruksi via telepon bersama nama dokter dan org yg menerima instruksi 3. tanpa perantara .Instruksi via telepon yg dapat diterima 1. Digunakan benar2 untuk kepentingan pasien 2. Diberikan langsung oleh dokter ke perawat.

Petunjuk u/ mendptkan persetujuan 1. 2. 4.Dokumentasi Format-2 Kesaksian A. Fahami implikasi dari kesaksian 3. Ketahui apa saja modifikasi persetujuan yg dibuat B. Situasi persetujuan yg tdk biasa 1. Akurat 2. 3. Pasien yang tidak bisa baca dan tulis Pasien yang mendapat terapi sedative Pasien yang berbeda bahasa Sebuah permintaan utk persetujuan mll telepon .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->