Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA SEDANG TERHADAP BAYI Ny. A DI RB NURI MULYOJATI METRO BARAT I.

Pengumpulan Data Pada tanggal 15-03-2007 pukul 15.00 WIB 1) Identitas Nama : Bayi Ny. A Jenis kelamin : Perempuan Tanggal Lahir : 15-03-2007 Jam : 14.30 WIB Anak ke : Satu Alamat : Jl. Kenanga No. 10 16 C Metro Nama Ibu : Ny. A Nama Ayah : Tn R. Umur : 24 th Umur : 27 th Pendidikan : DIII Pendidikan : S1 Agama : Islam Agama : Islam Pekerjaan : PNS Pekerjaan : PNS Alamat : Jl. Kenanga No. 10 Alamat : Jl. Kenanga No. 10 16 C Metro 16 C Metro 2) Keluhan Utama Bayi Ny. A lahir dengan keadaan lemah, tidak menangis spontan, denyut jantung lemah, warna kulit pucat. 3) Riwayat Kesehatan a. Riwayat persalinan sekarang 1. Usia kehamilan : 40 minggu 2. Lama persalinan : Kala I : 5 jam Kala II : 30 menit Kala III : 20 menit Kala IV : 2 jam setelah persalinan Keadaan air ketuban : Jernih Waktu pecah ketuban : Saat pembukaan lengkap Jenis persalinan : Spontan Lilitan tali pusat : Tidak ada Episiotomi : ya Obat-obat : Oxytosin Ditolong oleh : Bidan b. Nilai APGAR Score No Aspek yang dinilai Menit Pertama 1 2

3 4 5 Appereance Polse Gramace Activity Respirasi 1 1 1 1 1 Jumlah 5 4) Pemeriksaan Fisik a) Keadaan umum : Bayi lemah, tidak menangis Pernapasan megap-megap Denyut jantung lemah Warna kulit : tubuh merah, akstremitas biru b) Tanda-tanda Vital Tem : 36,5 0 C BB : 2900 gr RR : 24 X/menit Pols : 90 X/ Menit PB : 50 Cm Refleks: Babinsky negatif a. Kepala UUB : Cembung UUK : Cekung Moulage : O Sucudenum : Tidak ada Bentuk kepala : simetris keadaan tubuh : tidak ada kelamin b. Mata Bentuk mata : simetris Strabismus : tidak ada Pupil mata : Normal Skelra : tidak ikterik Keadaan : Bersih c. Hidung Bentuk : Simetris Pernapasan cuping hidung : Ada Keadaan : Kotor Lubang hidung : Kotor Pernapasan : Megap-megap d. Mulut Bentuk : Simetris Palatum : Normal Reflek hisap : Lemah Bibir : Normal Gusi : Normal

e. Telinga Posisi : Simetris kanan dan kiri Keadaan : Bersih tidak ada sumbatan f. Leher Pembesaran vena/kelenjar : tidak ada Pergerakan leher : lemah g. Dada Posisi : Simetris Pols : 90x/menit Mammae : Ada Pernapasan : 24x/menit Warna kulit : Kemerahan Suara Dada : belum bersih h. Perut Posisi : Simetris Tali pusat : Basah Warna kulit : Kemerahan Tidak ada pembesaran / benjolan i. Punggung / Bokong Tidak ada benjolan, fleksibilitas, tulang punggung baik j. Ekstremitas Jari tangan : Lengkap tanpa cacat Posisi dan bentuk : Simetris kanan dan kiri Jari kaki : Lengkap tanpa cacat Pergerakan : Lemah Warna kulit : Biru k. Genetalia Lengkap, terdapat labia mayora dan minora (positif), urema (positif), klitoris (positif). Jenis kelamin : Perempuan. Anus : (Positif) tidak ada sumbatan l. Reflek Menghisap (sucking) : Lemah Reflek kaki (stapping) : Lemah Menggemgam (graping) : Lemah Reflek Moro : Ada tapi lemah m. Ukuran Antropometri BB : 2900 gr TB : 50 cm Lingkar Dada : 32 cm Lila : 12 cm c) Data Psikososial Respon ibu terhadap anak : Ibu senang dengan kelahiran anaknya

Respon keluarga terhadap anak : Keluargapun senang dengan kelahiran anak 5) Nutrisi ASI belum diberikan II. Interprestasi Data Dasar 1. Bayi lahir cukup bulan dengan Asfiksia sedang Ds : Anak lahir tanggal 15 Maret 2007 pukul 14.30. persalinan spontan, bayi bernafas megap-megap Do : Keadaan umum : bayi lemah, tidak menangis Pernafasan megap-megap Denyut jantung lemah Warna kulit : tubuh merah, ekstremitas biru Tanda-tanda vital BB : 2900 gr TB : 20 cm RR : 24x/menit Apgar Score : 5 2. Masalah 1) Pemasukan oksigen yang tidak adekuat 2) Hipotermi Dasar 1. Masih terdapat secret dalam mulut dan hidung 2. Nafas masih terdapat ronchi 3. Tubuh bayi terasa dingin 3) Kebutuhan Dasar : a) Mempertahankan suhu tubuh bayi agar tidak terjadi hipotermi Dasar : Bayi lahir tanggal 15 Maret 2007 pukul 14.30 WIB Tubuh bayi masih basah oleh air ketuban b) Resusitasi BBL Dasar : Bayi baru lahir Pada mulut dan hidung terdapat secret APGAR Score : 5 c) Perawatan Tali Pusat Dasar : Bayi lahir tanggal 15 Maret 2007 Pukul 14.30 WIB Tali pusat masih basah d) Pemberian ASI Eksklusif Dasar : Bayi baru lahir Bayi belum diberi ASI

III. Antisipasi Diagnosa dan Masalah Potensial a) Potensial terjadi hipotermi Dasar : tubuh Bayi masih basah oleh air ketuban b) Potensial perpindahan micro organisme Dasar : Tali pusat masih basah c) Potensial terjadi hipoglikemi Dasar : Bayi belum mendapatkan ASI d) Potensial terjadi asfiksia berat Dasar : Bayi baru lahir dengan asfiksia sedang IV. Kebutuhan Intevensi segera dan Kolaborasi Tindakan segera : Melakukan tindakan resusitasi BBL Kolaborasi : Dilakukan bila terjadi asfiksia berat dan infeksi tali pusat V. Rencana Manajemen 1. Jelaskan kepada ibu tentang kondisi bayinya saat ini a) Bayi mengalami asfiksia b) Bayi memerlukan penanganan resusitasi 2. Gunakan teknik septik dan antiseptik. a) Siapkan ruang dan pelengkapan resusitasi b) Pakai pelindung diri untuk mencegah infeksi c) Cuci tangan dengan 6 langkah 3. Cegah kehilangan panas a) Bungkus bayi dengan handuk di atas perut ibu bila tali pusat panjang b) Hidupkan radian warmer untuk menghangatkan bagian dada bayi 4. Lakukan pembebasan jalan nafas a) Bebaskan jalan nafas b) Letakkan bayi pada posisi yang benar c) Lakukan slim zuinger dengan panjang selang < 3 cm pada hidung dan < 5cm pada mulut. 5. Lakukan rangsangan taktil a) Usap-usap punggung, dada, abdomen, ekstremitas bayi atau b) Sentil telapak kaki 6. Lakukan penilaian bayi a) Perhatikan dan nilai nafas bayi b) Hitung frekuensi, denyut jantung bayi c) Nilai warna kulit bayi 7. Lakukan resusitasi BBL b. Jaga bayi agar tetap hangat dan kering c. Atrur posisi bayi dengan posisi terlentang dengan posisi kepala setengah ekstensi d. Lakukan penghisapan lendir dengan alat penghisap lendir De Lee e. Keringkan dan lakukan rangsangan taktil f. Atur kembali posisi kepala bayi dan bungkus bayi g. Lakukan penilaian apakah bayi menangis atau bernafas spontan dan teratur h. Pasang sungkup sehingga menutupi hidung, mulut dan dagu

i. Lakukan ventilasi 2 x dengan tekanan 30 cm air, amati gerakkan dada bayi j. Bila dada bayi mengembang, lakukan ventilasi 20 x dengan tekanan 20 cm air dalam 30 detik k. Lanjutkan ventilasi hentikan tiap 30 detik dan lakukan penilaian bayi menangis atau bernafas spontan dan teratur 8. Lakukan perawatan tali pusat a) Jepit tali pusat dengan dua buah klem b) Potong tali pusat dengan gunting tali pusat c) Bungkus tali pusat dengan kasa steril d) Ajarkan pada ibu untuk perawatan tali pusat e) Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan tali pusat secara teratur f) Lakukan evaluasi kemampuan ibu untuk mengulang 9. Berikan imunisasi pada bayi a) Imunisasi hepatitis B b) Pemberian salep / tetes mata : 1) Tetrasiklin 1% 2) Eritromisin 0,5% 3) Klorampenikol Pemberian satu kali dalam 1 jam setelah bayi lahir, dengan 1 sampai 2 tetes. c) Vitamin K untuk bayi cukup bulan dosisnya 1 mg/0,5 cc, untuk bayi kurang bulan 0,5 mg / cc. 10. Jelaskan pada ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif. VI. Implementasi Langsung 1) Menjelaskan pada ibu tentang kondisi bayinya saat ini a) Bayi mengalamai asfiksia sedang yaitu kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat setelah lahir b) Bayi memerlukan penanganan resusitasi yaitu pemberian oksigen yang adekuat dan curah jantung yang cukup untuk menyalurkan oksigen kepada otak, jantung dan alat vital lain. 2) Menggunakan teknik septik dan antiseptik dalam resusitasi a) Memakai perlengkapan resusitasi : 1. Siapkan radian warmer untuk mengahangatkan tubuh bayi 2. Bengkok, kom, air hangat 3. Resusitasi set 4. Handuk, kain, bedong, bantalan b) Memakai perlindungan diri 1. Memakai barak skort 2. Memakai masker 3. Memakai mitela 4. Memakai kacamata 5. memakai handscone 6. Memakai sepatu boot c) Mencuci tangan dengan 6 langkah : 1. Mengusap telapak tangan 2. Mengusap sela-sela jari tangan 3. Mengusap jempol 4. Mengusap punggung tangan

5. Mengusap kuku 6. Membilas dengan air 3) Mempertahankan suhu tubuh bayi 1. Membungkus bayi dengan handuk kering dan bersih yang ada di atas perut ibu bila tali pusat panjang. Mengeringkan tubuh dan kepala bayi dengan handuk untuk menghilangkan air ketuban dan mencegah kehilangan suhu tubuh melalui evaporasi 2. Menghidupkan radian warmer untuk mengahangatkan bagian dada bayi dengan meletakkan bayi terlentang di bawah alat pemancar panas. 4) Melakukan pembebasan jalan nafas a. Membersihkan jalan nafas dengan cara membersihkan mata, hidung, dan mulut bayi secara zig zag dengan kasa steril segera setelah lahir b. Meletakkan bayi terlentang atau miring dengan leher agak ekstensi atau tengadah dengan meletakkan selimut atau handuk yang digulung di bawah bahu sehingga bahu terangkat 2-3 cm c. Membersihkan jalan nafas dengan menghisap cairan amnion dan lendir dari mulut dan hidung menggunakan slim zuinger dengan panjang selang < 3 cm pada hidung dan < 5 cm pada mulut. Bila air ketuban bercampur mekonium maka penghisapan dari trakea diperlukan untuk mencegah aspirasi mekonium. Hisap dari mulut terlebih dahulu kemudian hisap dari hidung. 5) Melakukan rangsangan taktil a. Usap-usap punggung bayi ke arah atas b. Menyentil telapak kaki bayi untuk memberikan rangsangan yang dapat menimbulkan atau mempertahankan pernafasan 6) Melakukan penilaian bayi a) Memperhatikan dan menilai pernafasan bayi b) Menghitung frekuensi DJJ bayi c) Menilai warna kulit bayi 7) Melakukan resusitasi BBL a) Menjaga bayi agar tetap hangat dan kering b) Mengatur posisi bayi dengan posisi terlentang dengan posisi kepala setengah ekstensi c) Lakukan penghisapan lendir dengan alat penghisap lendir De Lee d) Mengeringkan dan lakukan rangsangan taktil e) Mengatur kembali posisi kepala bayi dan bungkus bayi f) Melakukan penilaian apakah bayi menangis atau bernafas spontan dan teratur g) Memasang sungkup sehingga menutupi hidung, mulut dan dagu h) Melakukan ventilasi 2 x dengan tekanan 30 cm air, amati gerakkan dada bayi i) Bila dada bayi mengembang, lakukan ventilasi 20 x dengan tekanan 20 cm air dalam 30 detik j) Melanjutkan ventilasi hentikan tiap 30 detik dan lakukan penilaian bayi menangis atau bernafas spontan dan teratur 8) Melakukan perawatan tali pusat a. Menjepit tali pusat dengan dua buah klem b. Memotong tali pusat dengan gunting tali pusat c. Membungkus tali pusat dengan kasa steril d. Mengajarkan kepada ibu untuk perawatan tali pusat e. Menganjurkan kepada ibu untuk melakukan perawatan tali pusat f. Melakukan evaluasi kemampuan ibu untuk mengulang 9) Memberikan imunisasi pada bayi a. Imunisasi hepatitis B.

b. Pemberian salep / tetes mata. 1. Tetrasiklin 1% 2. Eritromisin 0,5% 3. Klorampenikol 10) Menjelaskan kepada ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif a. Menganjurkan kepada ibu agar memberikan ASI eksklusif, dengan tidak memberi makanan lain selain ASI VII. Evaluasi 1. Keadaan umum bayi baik, kesadaran baik 2. Bayi bernafas spontan 3. Tidak terjadi perubahan suhu Temp : 36,5oC RR : 24x/menit 4. Tali pusat terawat baik 5. Ibu mengerti mengenai pentingnya ASI eksklusif dan bersedia untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya CATATAN PERKEMBANGAN Hari Ke-2 Tanggal 16-03-2007 S : 1. Ibu menyatakan sudah melakukan yang dianjutkan 2. Ibu mengatakan sudah memberi ASI pada bayinya secara adekuat 3. Ibu mengatakan bahwa jalan nafas bayi sudah bersih dan teratur 4. Ibu mengatakan anaknya tempak sehat dan segera akan pulang O : 1. Bayi baru lahir hari ke-2 2. Keadaan umum bayi baik 3. Tali pusat masih basah 4. Vital sign a) Suhu : 37oC b) RR : 26x/menit c) Pols : 98x/menit d) Refleks 1. Moro : Ada 2. Rooting : Ada 3. Isap : Ada 4. Menangis : Bayi menangis pada saat dirangsang e) Warna kulit : Merah 5. Bayi sudah disusui oleh ibu 6. Eliminasi : BAK 5-6x/hari, BAB, 2x/hari A : 1. Diagnosa Bayi baru lahir hari ke-2 Dasar : a. Bayi lahir spontan pervaginam pada tanggal 15 Maret 2007 pukul 14.30 WIB

b. Bayi sudah mau minum ASI secara adekuat 2. Masalah Tidak ada 3. Kebutuhan a) Perawatan bayi sehari-hari b) Pemenuhan nutrisi bayi P : 1. Ajarkan pada ibu tentang perawatan bayu sehari-hari 2. Anjurkan ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada bayi dari umur 0-6 bulan 3. Ajarkan pada ibu segera ketenaga kesehatan bila ada kelainan pada bayinya 4. Ajarkan pada ibu perawatan tali pusat Hari Ke-7 Tanggal 23-03-2007 S : 1. Ibu mengatakan sudah melakukan yang dianjurkan 2. Ibu mengatakan sudah memberikan ASI eksklusif secara adekuat O : 1. Bayi baru lahir hari ke-7 2. Keadaan umum bayi baik 3. Tali pusat sudah puput 4. Vital Sign a) Moro : Ada b) Rooting : Ada c) Isap : Ada 5. Bayi sudah disusui oleh ibu 6. Eliminasi BAK 5-6x/hari, BAB 2x/hari A : 1) Diagnosa Bayi baru lahir hari ke-7 Dasar : a. Bayi lahir spontan pervaginam pada tanggal 15 Maret 2007 pukul 14.30 WIB b. Bayi sudah mau minum ASI secara adekuat 2) Masalah Tidak ada 3) Kebutuhan a. Perawatan bayi sehari-hari b. Pemenuhan nutrisi bayi P : a) Ajarkan pada ibu tentang perawatan bayu sehari-hari b) Anjurkan ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada bayi dari umur 0-6 bulan c) Ajarkan pada ibu segera ketenaga kesehatan bila ada kelainan pada bayinya d) Ajarkan pada ibu perawatan tali pusat Hari ke-14 Tanggal 06-04-2007 S : 1. Ibu mengatakan sudah melakukan yang dianjurkan 2. Ibu mengatakan sudah memberikan ASI eksklusif secara adekuat O : Bayi baru lahir hari ke-7 Keadaan umum bayi baik Tali pusat sudah puput

Vital Sign a) Suhu : 37oC b) : 25x/menit c) Pols : 92x/menit d) BB : 2900 kg e) Reflek Moro : ada Rooting : ada Isap : ada f) Warna kulit Merah Bayi sudah disusui oleh ibu Eliminasi : BAK 5-6x/hari, BAB 2x/hari A : Diagnosa Bayi baru lahir hari ke-14 Dasar : a. Bayi lahir spontan pervaginam pada tanggal 15 Maret 2007 pukul 14.30 WIB b. Bayi sudah mau minum ASI secara adekuat Masalah Tidak ada Kebutuhan a) Perawatan bayi sehari-hari b) Pemenuhan nutrisi bayi P : 1) Anjurkan ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada bayi dari umur 0-6 bulan 2) Ajarkan pada ibu segera ke tenaga kesehatan bila ada kelainan pada bayinya 3) Anjurkan pada ibu untuk membawa bayinya ke posyandu untuk memantau tumbuh kembang bayinya 4) Ajarkan kepada ibu tentang pentingnya imunisasi DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo, Sarwono. 2002.Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YPB Mochtar Rustam, MPH. 1998.Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta EGC Obstetri Williams. 1983. Bandung : Fakultas Kedokteran UNPAD