Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penjualan merupakan kunci utama dalam kesuksesan suatu perusahaan, keberhasilan dalam penjualan

ditunjukkan dengan terjualnya seluruh barang dagang yang diproduksi secara masal oleh perusahaan dan berakibat pada terdongkraknya pos pendapatan yang berasal dari penjualan tentu saja hal-hal keberhasilan tersebut tidak hanya berasal dari marketing yang dengan gigihnya memasarkan produk tersebut tetapi perlu di ingat system pengendalian interen yang baik juga berperan dalam keberhasilan tersebut sehingga menyebabakan seluruh kecurangan-kecurangan dapat diminimalisir. Rumusan masalah Dari pembahasan latar belakang diatas muncul yang diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan siklus penjualan ? 2. Contoh penerapan siklus akuntansi penjualan pada perusahan P.T Mitra Cipta Gemilang? Tujuan Masalah Tujuan penulis mengangkat masalah yang berhubungan dengan alur informasi tentang penjualan agar teman-teman mahasiswa dapat mengetahui alur, autorisasi, sampai pada mengeluarkan barang dari gudang sehingga siap dijual kepada konsumen serta dengan persentasi ini diharapkan sebagai suatu sarana memperkaya ilmu pengetahuan bersama.

BAB II PEMBAHASAN Penjualan Sebelum kita masuk pada materi yang lebih dalam mengenai siklus penjualan ada baiknya kita sekedar me-review ulang apa yang dimaksud dengan penjulasan. Penjualan berarti suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi (1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan Dalam praktek, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa factor sebagai berikut: (Swastha dan Irawan, 1990). 1. Kondisi dan Kemampuan Penjual. Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus dapat menyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yakni: a. Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan. b. Harga produk.

c. Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan, garansi dan sebagainya. 2. Kondisi Pasar. Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu di perhatikan adalah: a. Jenis pasarnya b. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya c. Daya belinya d. Frekwensi pembelian e. Keinginan dan kebutuhan 3. Modal. Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha, seperti: alat transport, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan, usaha promosi, dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu. 4. Kondisi Organisasi Perusahaan. Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu/ahli di bidang penjualan.

Siklus Penjualan Siklus penjualan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dimulai dari barang tersebut selesai dari pabrik sampai pada proses mengeluarkan dari gudang untuk segera didistribusikan kepada para konsumen. Tujuan utama siklus penjualan adalah mengetahui alur kegiatan produk yang sehingga dapat diketahui dari mana barang tersebut berasal dan sampai barang tersebut di beli oleh konsumen. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat tentang siklus penjualan pada PT. Mitra Cipta Gemilang :

II Contoh Kasus Penerapan Siklus Akuntansi Penjualan pada P.T Mitra Cipta Gemilang Latar Belakang Usaha PT. Mitra Cipta Gemilang cabang Medan ini bergerak dibidang produksi makanan (Agar-agar) yang beralamat di Jl. Bintang Terang K.m 13,8 Medan perusahaan ini berdiri dari bulan agustus 2004 yang sekarang ini berjalan tujuh tahun. Perusahaan ini mempunyai kantor pusat (Perusahaan Induk) yang berada di Jakarta dengan nama perusahaan PT. Makmur Sejahtera. Perusahaan ini mempunyai banyak anak cabang perusahaan bukan saja dimedan tetapi ada juga di tangerang dan Cirebon. Perusahaan ini dimiliki oleh seorang keturunan tionghoa, yang bernama Pak ACui (Sugiarto Salim). Untuk perusahaan yang berada dimedan yaitu : PT. Mitra Cipta Gemilang dipegang oleh Adrian Salim (Anak dari Bapak Sugiarto Salim) dengan posisi sebagai Dirut, dan perusahaan ini terdiri dari beberapa staf lebih kurang 70 orang yang menjadi staf

Operasional kantor 250 orang sebagai karyawan borongan dan 200 orang sebagai pegawai harian. Di perusahaan ini mempunyai banyak divisi yang diantaranya : 1. Divisi Marketing (Pemasaran) 2. Divisi Keuangan 3. Divisi Gudang Jadi 4. Divisi Produksi 5. Divisi Packing 6. Divisi Gudang Baku (Bahan Mentah) Bukan hanya itu saja perusahaan ini juga mempunyai gudang yang lebar yang terdiri dari dua gudang yaitu : gudang bahan baku dan gudang barang jadi, kemudian didalam gudang jadi terdapat banyak stok barang (Jelly) yang sudah siap untuk dipasarkan. Di area produksi yaitu tempat dimana bahan mentah dikelola menjadi barang jadi (Jelly) yang kemudian dikemas oleh karyawan borongan (Packing) dan kemudian ditempatkan di gudang jadi. Sebelum barang diproduksi maka divisi produksi mengkonfirmasi stok bahan baku yang ada digudang bahan baku. Visi Perusahaan PT. Mitra Cipta Gemilang, yaitu Menciptakan lapangan kerja seluas luas nya, khususnya terhadap warga disekitar area pabrik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Misi Perusahaan PT. Mitra Cipta Gemilang, yaitu Memasarkan/ menjual produk sebanyak mungkin atau meratakan produk di seluruh wilayah Sumatera Utara guna untuk mendapatkan keuntungan yang setinggi mungkin.

Struktur Organisasi pada PT. Mitra Cipta Gemilang.

DIREKTUR

Kepala Keuangan

Manager Marketing

Spv IK Team Sales Ka. Bahan baku Ka,Produksi Ka,Packing Ka.Gudang jadi

Spv Sumut Team Distributor

Spv NAD Team Distributor

Spv LP Team Distributor

Flow Chart Pada Divisi Marketing (Penjualan).

Order

Marketing

Gudang Jadi

Produksi

Bahan Baku

Packing

P.O Konfirmasi Pengiriman

Planin g

Order Bahan Baku Kebutuhan Produksi Produk

Order Kemasan Kebutuhan Packing

Konfirmasi Pengiriman Kepada Coustumer

Kebutuhan Pesanan Konsumen

Keterangan Pada Flowchart Customer Melakukan order via (telepon, Fax) kepada pihak marketing untuk melakukan pesanan barang yang dibutuhkan. Setelah menerima order dari coustumer, pihak marketing melakukan instruksi kepada divisi gudang jadi atas barang yang dipesan oleh customer dengan menberikan Sales Order (SO) Kemudian, divisi gudang jadi membuat planning / perintah produksi kembali atas barang yang hampir habis digudang jadi sesuai dengan pesanan dari pihak marketing. Setelah bagian produksi menerima planning dari gudang jadi maka, pihak produksi melakukan pemesanan atas kebutuhan barang yang akan diproduksi kepada gudang bahan baku. Bahan baku mengirimkan kebutuhan produksi sesuai dengan pesanan divisi produksi. Setelah barang siap diproduksi maka produk tersebut dikirim kediisi packing untuk dikemas sebagai barang jadi. Setelah menerima produk dari produksi divisi packing melakukan order kemasan ke bagian bahan baku. Bagian gudang bahan baku langsung mengirimkan kemasan sesuai dengan kebutuhan packing yang telah diorder. Setelah barang siap dipacking maka barang tersebut didistribusikan kebagian gudang jadi. Setelah barang masuk ke gudang jadi lalu divisi gudang jadi melakukan konfirmasi pengiriman kedivisi marketing atas barang yang siap untuk dipasarkan sesuai dengan pesanan costumer. Setelah divisi marketing mendapatkan info dari gudang jadi maka, pihak marketing melakukan konfirmasi atas pengiriman barang kepada customer

Lampiran Contoh-contoh Laporan Supervisor Kepada Manager Marketing di PT. Mitra Cipta Gemilang

10

Penjelasan Laporan Super Visor Kepada Manager Marketing Pada PT. Mitra Cipta Gemilang 1. Work Plan Principle Yaitu : rencana kerja suvervisor selama satu bulan (kegiatan yang dilakukan supervisor selama satu bulan telah dibakukan kedalam workplan tersebut dan kemudian dilaporkan kepada atasan, hal ini untuk memudahkan pengontrolan kerja oleh atasan 2. Activity Report Yaitu : aktifitas supervisor selama satu minggu dilapangan. 3. Call Register Yaitu : sebagai absensi lapangan / daftar kunjungan ke distributor (Toko) 4. Distribution Check Yaitu : mengetahui keadaan produk disetiap outlet ditoko tersebut dan sejauh mana pemerataan produk yang dilakukan salesman yang bersangkutan. 5. Laporan Harga dan kegiatan Kompetitor Yaitu : mengetahui aktivitas competitor serta program yang dilaksanakan competitor tersebut, sejauh mana program yang mereka buat sehingga berdampak terhadap permintaan pasar. 6. Good Survey Report (GSR) Yaitu : untuk melihat kondisi barang / Mendata keberadaan barang digudang distributor, layak tidaknya barang untuk didistribusikan 7. Pengajuan Budget Up Country Yaitu : mengenai biaya perjalanan dinas supervisor keluar kota yang kemudian disetujui oleh atasan langsung dengan bukti-bukti yang terlampir.

11

8. Laporan Collection Yaitu : membantu pihak piutang untuk melakukan penagihan hutang kepada pelanggan. 9. Scheme Insentive Yaitu : insentif atau bonus yang di dapatkan oleh supervisor selama satu bulan atas penjualan yang Over target. 10. Sales Order Yaitu : printah pembelian (Purchaseing Order) dari customer dan dibuat oleh marketing office kedalam sales order tersebut.

12

Daftar Pustaka www.Google.com Buku panduan Standart oprasional PT. Mitra Cipta Gemilang

13