Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA TINDAKAN PEMASANGAN BIDAI DI UNIT GAWAT DARURAT RSUD KOTA SALATIGA

Inisial Pasien Diagnosa Medis No. Register

: Ny. N : Fraktur Ankle Joint Kiri : 205845

1. Diagnosa keperawatan dan dasar pemikiran Nyeri (akut) berhubungan dengan gerakan fragmen tulang, edema, dan cedera pada jaringan lunak. DS: Klien mengatakan kaki kirinya bengkak karena terpeleset di kamar mandi P : Klien mengatakan nyeri timbul saat kaki kiri digerakkan Q : Klien mengatakan kaki kirinya nyeri seperti ditimpa benda berat R : Klien mengeluh nyeri di bagian pergelangan kaki kiri S : Skala nyeri 6 T : Klien mengatakan nyeri hilang timbul DO: Tampak adanya bengkak di pergelangan kaki kiri Nyeri tekan (+), nyeri gerak (+), nyeri tekan sumbu (+) TD : 132/91 mmHg, HR : 80 kali/menit, RR : 20 kali/menit, S: 36,5oC

Dasar Pemikiran : Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang ditandai oleh rasa nyeri, pembengkakan, deformitas, gangguan fungsi, pemendekan, dan krepitasi. Fraktur ankle joint pada Ny. N termasuk fraktur tertutup karena fraktur tidak meluas melewati kulit. Pada fraktur tulang ini diperlukan pemasangan bidai untuk mempertahankan imobilisasi bagian yang sakit/nyeri untuk mengurangi nyeri dan mencegah kesalahan posisi tulang/tegangan jaringan yang cedera. 2. Tindakan keperawatan yang dilakukan Pemasangan bidai pada kaki kiri. 3. Prinsip-prinsip tindakan

1. Persiapan Alat :

1.1. Spalk sesuai ukuran

1.2. Kasa balutan panjang, elastis verban

1.3. Gunting

2. Pelaksanaan :

2.1. Memberitahukan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan.

2.2. Apabila terdapat luka pada daerah yang akan dipasang spalk, maka luka

dijahit dan ditutup dengan kasa steril.

2.3. Posisikan tubuh pasien yang akan dipasang spalk pada posisi anatomi.

2.4. Ukur bidai pada 2 sendi.

2.5. Jangan membalut terlalu kuat atau terlalu longgar.

2.6. Setelah membalut observasi sensorik (memberi rangsangan), motorik

(menggerakkan) dan refilling kapiler

4. Analisa tindakan keperawatan Pemasangan bidai adalah suatu tindakan untuk mengatasi atau membantu pasien yang mengalami patah tulang sehingga tidak terjadi pergerakan / pergeseran sehingga pasien tidak merasa sakit/nyeri. Tindakan yang sudah dilakukan yaitu: 1. Memberitahukan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan. 2. Memposisikan kaki kiri pasien pada posisi anatomi. 3. Mengukur bidai pada 2 sendi. 4. Membalut kaki yang dibidai dengan kasa balutan panjang. Saat membalut, pasien ditanya apakah balutannya sudah pas (tidak terlalu kuat atau terlalu longgar). 5. Setelah membalut, menanyakan pada pasien adanya rasa kesemutan dan tambah nyeri, kemudian observasi adanya warna kebiruan.

5. Bahaya yang dapat terjadi Pemasangan bidai yang tidak tepat dapat menambah rasa nyeri pada klien. Pemasangan bidai yang terlalu kuat akan membuat aliran darah tidak lancar sehingga menimbulkan rasa kesemutan dan pembengkakan lebih lanjut. 6. Hasil yang didapat S: Klien mengatakan nyeri di bagian kaki kiri agak berkurang, tidak merasa kesemutan dan merasa lebih nyaman. O: Terlihat kaki kiri klien terpasang spalk sepanjang lutut sampai mata kaki dan tidak terdapat warna kebiruan. A: Masalah teratasi sebagian P: Anjurkan pada klien, kaki kiri yang dibidai untuk sementara jangan digunakan untuk aktifitas 7. Tindakan keperawatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa keperawatan di atas (mandiri dan kolaboratif) Pemeriksaan rontgen

8. Kepustakaan Doenges E. Marlynn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC Gallo & Hudak. 1997. Keperawatan Kritis, edisi VI. Jakarta: EGC 9. Evaluasi diri Diperlukan keterampilan khusus dalam melakukan pemasangan bidai.

Salatiga, 15 November 2011 Pembimbing Klinik Nama dan tanda tangan mahasiswa

()

Hernik Maharani/G2B008034