Anda di halaman 1dari 4

SAFE DEPOSIT BOX ( SDB )

Salah satu jasa bank yang dewasa kini terus dipromosikan adalah jasa dalam bentuk penyediaan tempat menyimpan benda atau surat berharga milik nasabah. Tempat tersebut berupa kotak-kotak ruang yang disewakan dengan tarif tertentu menurut volumenya. Jasa ini dikenal dengan safe deposit box ( SDB ). Safe deposit box (SDB) merupakan jasa bank disediakan kepada para nasabah dalam bentuk penyewaan ruang penyimpanan untuk barang-barang atau surat berharga, dimana bank menjamin kerahasiaannya. Pengambilan dan penyimpanan barang yang ada dalam SDB hanya dapat dilakukan bila pihak penyewa dan bank hadir. Manfaat bagi bank adalah sebagi untuk meningkatkan sumber dana da sekaligus untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan sebagai alat promosi. AKUNTANSI UNTUK SAFE DEPOSIT BOX Akuntansi untuk SDB meliputi penerimaan uang sewa tahunan, penerimaan uang jaminan kunci SDB, pembatalan atau berakhirnya sewa SDB. Untuk penerimaan uang sewa dapat dibukukan kedalam rekening sewa SDB yang diterima dimuka yang akan dibukukan sebagi pos hutang. Secar berangsur-angsur akan dialokasikan menjadi pendapatan bank kedalam laporan laba-rugi. Disamping penerimaan sewa, bank juga menerima uang jaminan kunci SDB atas penyerahan kunci kepada nasabah. Hal ini dilakukan karena mengingat peralatan SDB hanya dapat dibuka bila kunci lengkap, yang biasanya disimpan oleh kedua belah pihak yaitu nasabah dan bank. Bila kunci dihilangkan nasabah, SDB harus dibuka dengan paksa dan akan mengakibatkan kerugian bagi bank karena harus mengganti dengan peralatan yang baru. Pada Saat Penerimaan Sewa. Sebagai contoh, apabila tuan Yuwono datang hendak menyewa SDB yang dimiliki oleh Bank Omega-Jakarta dengan sewa ruang ditetapkan sebesar Rp. 60.000 setahun. Uang jaminan sebesar Rp. 75.000 setahun yang dapat dikembalikan bila nasabah mengembalikan kunci SDB dengan utuh. Seluruh pembayaran dilakukan atas beban rekening giro Tn. Yuwono.

Pada saat penutupan sewa, Bank Omega-Jakarta akan membukukan sebagi berikut : Giro rekening Tn. Yuwono Sewa SDB yang diterima dimuka Setoran jaminan kunci SDB Rp. 135.000 Rp. 60.000 Rp. 75.000

Secara berangsur-angsur, yakni setiap bulan, rekening sewa SDB yang diterima dimuka akan dialokasikan kedalam rekening pendapatan. Pada bulan pertama tanggal sewa akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :

Sewa SDB yang diterima dimuka Pendapatan sewa SDB

Rp. 5000 Rp. 5000

Saat Perjanjian Diakhiri. Pada akhir periode sewa SDB nasabah memiliki pilihan untuk memperpanjang atau mengakhiri sewa SDB. Dalam hal memperpanjang sewa SDB, setoran jaminan kunci tidak perlu ditagih lagi karena sewa akan diperpanjang kecuali ada kenaikan terif pada jaminan kunci. Yang akan diterima adalah sewa untuk periode dengan ayat jurnal seperti tampak diatas. Apabila setelah jangka waktu sewa berakhir, Tn. Yuwono tidak mau memperpanjang sewa SDB lagi, uang jaminan kunci akan dikembalikan kepada Tn. Yuwono untuk keuntungan rekening gironya. Oleh Bank Omega-Jakarta akan di bukukan : Setoran jaminan kunci SDB Giro rekening Tn. Yuwono Rp. 75.000 Rp. 75.000

Kunci Yang Dihilangkan Oleh Nasabah. Uang setoran jaminan kunci dimaksudkan adalah menjaga kemungkinan kunci yang dibawa oleh nasabah hilang. Dalam hal terjadi kehilangan kunci SDB, nasabah harus menggantinya. Dalam hal ini bank akan mengambil seluruh uang jaminan kunci SDB yang telah disetorkan oleh nasabah yang bersangkutan. Sebagi contoh apabila seorang penyewa SDB, yang telah membayar uang jaminan kunci SDB sebesar Rp. 80.000 datang kepada Bank Omega-Jakarta dan menyatakan telah menghilangkan kunci SDB setelah menggunakan jasa SDB selama 6 bulan dengan sewa Rp. 70.000 setahun. Ia memutuskan untuk tetap memperpanjang SDB setahun lagi tetapi mengehendaki volume yang lebih besar dengan beban sewa sebesar Rp. 100.000 per tahun dan uang jaminan Rp. 120.000 oleh Bank Omega-Jakarta diminta untuk menyetorkan kembali uang jaminan SDB dengan jumlah yang sama yang dilakukannya secara tunai. Bank Omega-Jakarta akan membukukan transaksi ini dengan ayat jurnal sebagi berikut. Sisa sewa ( Ro. 70.000 : 2 ) Sewa baru setahun yang akan datang Kekurangan sewa yang akan datang Setoran jaminan SDB yang baru Diterima tunai = Rp. 35.000

= Rp. 100.000 = Rp. 65.000

= Rp. 120.000 = Rp. 185.000

Kas Setoran jaminan-kunci SDB (lama) Setoran jaminan-kunci SDB (baru) Inventaris kantor SDB Sewa SDB yang diterima dimuka

Rp. 185.000 Rp. 80.000 Rp. 120.000 Rp. Rp. 80.000 65.000

Selama rekening setoran jaminan outstanding pada neraca, berarti masih ada penyewa yang belum mengakhiri sewa SDB. Setoran jaminan ini tidak berbunga dan merupakan sumber dana yang termurah bagi bank yang harus dipupuk terus.