P. 1
Askep Gerontik Dengan Gangguan Kritis Atau Gawat Darurat

Askep Gerontik Dengan Gangguan Kritis Atau Gawat Darurat

|Views: 549|Likes:
Dipublikasikan oleh chusnul.laili
Geriatrik- Gerontik
Geriatrik- Gerontik

More info:

Published by: chusnul.laili on Jan 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

ASKEP GERONTIK DENGAN GANGGUAN KRITIS ATAU GAWAT DARURAT

1

ASKEP GERONTIK DENGAN GANGGUAN KRITIS ATAU GAWAT DARURAT

DEFINISI
Gerontik Gerontologi+ Geriatrik
®

Gerontologi adalah cabang ilmu yang membahas / menangani ttg proses penuaan & masalah yang timbul pd orang yg berusia lanjut. Keperawatan Gerontik adalah suatu pelayanan profesional yang berdasarkan ilmu & kiat/tehnik keperawatan yang berbentuk bio-psiko-sosial-spritual & kultural yang holistic yang di tujukan pd klien lanjut usia baik sehat maupun sakit pada tingkat individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Gawat adalah Suatu kondisi dimana korban harus segera ditolong, apabila tidak segera di tolong maka akan mengalami kecacatan atau kematian. Ex : gangguan pernafasan, gangguan sirkulasi, perdarahan hebat. Darurat adalah Suatu kondisi dimana korban harus segera di tolong tetapi penundaan pertolongan tidak akan menyebabkan kematian / kecacatan. Ex : Luka, Ca mamae, BPH, Fraktur tertutup Gawat darurat medik adalah Peristiwa yang menimpa seseorang dengan tiba-tiba yang dapat membahayakan jiwa, sehingga memerlukan tindakan medik dengan segera dan tepat.

KLASIFIKASI
DepKes RI membagi Lansia sbb : 1. Kel. Menjelang Usia lanjut (45-54 th) sbg masa vibrilitas 2. Kel. Usia Lanjut (55-64 th) sbg Presenium 3. Kel. Usia Lanjut (65 th <) sbg Masa Senium Sedangkan WHO Lansia dibagi menjadi 3 kategori yaitu : 1. Usia Lanjut 60 -70 th 2. Usia Tua 75 89 th 3. Usia sangat lanjut > 90 th.
® ® ®

ASKEP GERONTIK DENGAN GANGGUAN KRITIS ATAU GAWAT DARURAT

2

Prosedur pelayanan gadar meliputi rangkaian :
1. Fase pra RS : ditolong oleh 1. Orang awam 2. Polisi, SAR, Hansip, DPK 3. Ambulance 118 2. Fase RS, pertolongan di 1. IGD 2. ICU 3. Ruang rawat 3. Fase post RS : 1. Sembuh 2. Sembuh cacat 3. Meninggal dunia

PENANGGULANGAN PENDERITA GAWAT DARURAT (PPGD)
A. Tujuan 1. Mencegah kematian dan cacat (to save life and limb) pada periderita gawat darurat, hingga dapat hidup dan berfungs kembali dalarn masyarakat sebagaimana mestinya. 2.Merujuk penderita . gawat darurat melalui sistem rujukan untuk memperoleh penanganan yang Iebih memadai. 3.Menanggulangi korban bencana. B. Prinsip Penanggulangan Penderita Gawat Darurat Kematian dapat terjadi bila seseorang mengalami kerusakan atau kegagalan dan salah satu sistem/organ di bawah ini yaitu : 1. Susunan saraf pusat 2. Pernapasan 3. Kardiovaskuler 4. Hati 5. Ginjal 6. Pancreas Kegagalan (kerusakan) sistem/organ tersebut dapat disebabkan oleh: 1. Trauma/cedera3 2. lnfeksi 3. Keracunan (poisoning) 4. Degenerasi (failure) 5. Asfiksi 6. Kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar (excessive loss of wafer and electrolie) 7. Dan lain-lain.

ASKEP GERONTIK DENGAN GANGGUAN KRITIS ATAU GAWAT DARURAT

3

Asuhan Keperawatan Kegawat Daruratan Yang Bisa Terjadi Pada Lansia , Meliputi Gngguan :
Pernafasan Kardiovaskuler Persyarafan Pencernaan Keracunan

BANTUAN HIDUP DASAR / BASIC LIFE SUPPORT
Tujuan BLS :
1. Mencegah henti nafas dan henti jantung 2. Membantu pernafasan dan atau sirkulasi dengan cara resusitasi jantung dan paru dengan langkah A.B.C

Indikasi :
1. Henti nafas Penyebab : tenggelam, stroke, sumbatan benda asing, inhalasi asap, keracunan obat, syock listrik, tercekik, trauma, AMI, tersambar petir, coma. 2. Henti jantung

LANGKAH LANGKAH BANTUAN HIDUP DASAR / BASIC LIFE SUPPORT
A. Air Way Control (bebaskan jalan naf as)
1. Posisi telentang 2. Permukaan rata 3. Buka jalan nafas dengan ekstensi kepala dengan mengangkat dagu (head tilt, chine lift manuver), kalau perlu mengangkat mandibula (jaw trust manuver) dan ketiganya dikenal de ngan triple air way manuver. 4. Bila ada muntahan bisa dibersihkan dengan cara manual.

B. Breathing Support ( bantuan nafas )
1. Menilai ada nafas/ tidak dengan cara : melihat, mendengar, dan merasakan. 2. Bila bernafas dan tidak sadar posisikan penderita stabil lateral dan pelihara jal an nafas 3. Bila tidak bernafas dan tidak sadar : mulai pernafasan buatan dengan meniup 2 kali secara lambat 4. Bila nadi ada, lanjutan pernafasan buatan 10-12 x/ mnt tanpa kompresi dada

ASKEP GERONTIK DENGAN GANGGUAN KRITIS ATAU GAWAT DARURAT

4

Tindakan pada sumbatan jalan nafas :
1. Manuver helmich (hentakan pada perut) 2. Chest thrusts (hentakan dada): penderita gemuk, hamil, bayi < 1 thn 3. Penyapuan dengan jari : hanya pada penderita tidak sadar

C. Circulation Support (bantuan sirkulasi )
1. Nilai adanya nadi besar, bila teraba lanjutkan nafas buatan 10 12 kali per menit kalau perlu , jika nadi tidak teraba lakukan kompresi jantung luar 2. Kompresi pada bayi dan anak : 100x/mnt, lokasi 1/3 bawah sternum (1 jari dibawah garis antara kedua putting susu) dengan perbandingan 5:1 1. Neonatus: 2 jari (kedua jempol atau telujuk dan tangah dengan perbandingan 3:1 atau 5:1 2. RJP dg 1 penolong: perbandingan 15: 2 3. RJP dg 2 penolong , perbandingan 15 : 1

ASKEP GERONTIK DENGAN GANGGUAN KRITIS ATAU GAWAT DARURAT

5

DAFTAR PUSTAKA

http://www.kapukonline.com/2011/10/triage-kegawatdaruratanemergency.html Nursalam, dkk.Pendidikan Dalam Keperaawatan. Salemba Medika (http://books.google.co.id/books?id=OPyf0ArEccMC&pg=PT54&dq=Askep+gerontik&hl=id&sa=X&ei=ju8 IT4fbOsrUrQfEvujPDw&ved=0CCoQ6AEwAA#v=onepage&q=Askep%20gerontik&f=false ) http://blog.unand.ac.id/ainicahayamata/download-bahan-keperawatan/%E2%98%85keperawatangawat-darurat/

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->