Anda di halaman 1dari 2

Larutan kimia

Larutan Dalam Dunia Teknik Sipil


Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam gas dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran logam) dan mineral tertentu. Dalam teknil sipil sendiri, larutan berhubungan erat dengan reaksi yang terjadi pada struktur bangunan, misalkan pada beton. Berbagai metode pencampuran larutan-larutan kimia telah digunakan untuk menghasilkan beton yang baik, yakni beton yang tahan korosi dan bertahan hingga kurun waktu yang lama. Salah satu beton baru yang terkenal adalah fly ash. Fly ash merupakan beton yang salah satu komponen penyusunnya memakai sisa pembakaran batu bara. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu beton. Namun, baru-baru ini fly ash pun telah disempurnakan dengan pencampuran larutan alkali. Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen disertai dengan larutan alkali pada campuran beton merupakan suatu hal yang baru. Fly ash memiliki sifat pozzolanic yang dapat meningkatkan kekuatan beton pada usia lanjut, tetapi lambat dalam peningkatan kekuatan awalnya. Kelemahan dari penggunaan fly ash ini dicoba diatasi dengan penambahan alkali, yang dapat mempercepat dan menghasilkan ikatan polimer yang kuat antar partikel fly ash. Beberapa penelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana keefektivitasan penggunaan fly ash dan larutan alkali terhadap durabilitas beton, yang difokuskan pada besarnya susut dan penetrasi ion klorida. Dari hasil penelitian didapatkan penggunaan fly ash yang diaktivasi larutan alkali dapat mereduksi penetrasi ion klorida yang terjadi dengan lebih baik bila dibandingkan dengan beton normal. Sedangkan untuk pengujian susut, penggunaan fly ash yang diaktivasi memberikan reduksi susut yang lebih kecil maupun lebih besar daripada beton normal, tergantung pada kadar alkalinya.

Larutan kimia
Larutan Dalam Dunia Teknik Sipil
Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam gas dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran logam) dan mineral tertentu. Dalam teknil sipil sendiri, larutan berhubungan erat dengan reaksi yang terjadi pada struktur bangunan, misalkan pada beton. Berbagai metode pencampuran larutan-larutan kimia telah digunakan untuk menghasilkan beton yang baik, yakni beton yang tahan korosi dan bertahan hingga kurun waktu yang lama. Salah satu beton baru yang terkenal adalah fly ash. Fly ash merupakan beton yang salah satu komponen penyusunnya memakai sisa pembakaran batu bara. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu beton. Namun, baru-baru ini fly ash pun telah disempurnakan dengan pencampuran larutan alkali. Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen disertai dengan larutan alkali pada campuran beton merupakan suatu hal yang baru. Fly ash memiliki sifat pozzolanic yang dapat meningkatkan kekuatan beton pada usia lanjut, tetapi lambat dalam peningkatan kekuatan awalnya. Kelemahan dari penggunaan fly ash ini dicoba diatasi dengan penambahan alkali, yang dapat mempercepat dan menghasilkan ikatan polimer yang kuat antar partikel fly ash. Beberapa penelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana keefektivitasan penggunaan fly ash dan larutan alkali terhadap durabilitas beton, yang difokuskan pada besarnya susut dan penetrasi ion klorida. Dari hasil penelitian didapatkan penggunaan fly ash yang diaktivasi larutan alkali dapat mereduksi penetrasi ion klorida yang terjadi dengan lebih baik bila dibandingkan dengan beton normal. Sedangkan untuk pengujian susut, penggunaan fly ash yang diaktivasi memberikan reduksi susut yang lebih kecil maupun lebih besar daripada beton normal, tergantung pada kadar alkalinya. Pencampuran larutan alkali ke dalam beton fly ash mampu membuat reduksi susut beton berubah dibanding beton normal. Hal ini tergantung pada kadar alkalinya. Selain itu, penambahan larutan alkali mampu mereduksi penetrasi ion klorida yang terjadi dengan lebih baik dibandinngkan beton normal, sehingga akan lebih baik jika para ahli sipil menggunakan larutan alkali dalam pembuatan beton fly ash.