Anda di halaman 1dari 20

DASAR TUKAR (TERM OF TRADE)

1. 2. 3. 4.

Disusun Oleh: Aldila Fitri (02) Navisatul Afatina (12) Putri Amalia (16) Tri Maryani (21)

Konsep-konsep Term of Trade


1. 2. 3. 4. 5. Net Barter Terms of Trade Gross Barter Terms of Trade Income Terms of Trade Single Factorial Terms of Trade Double Factorial Terms of Trade

NET BARTER OF TRADE


Perbandingan antara indeks harga ekspor (Px) dengan indeks harga impor.

Px N! Pm
Kenaikan N menunjukkan perbaikan dalam terms of trade yakni untuk jumlah tertentu ekspor dapat diperoleh jumlah impor yang lebih banyak dengan melalui hubungan harga.

GROSS BARTER OF TRADE


Perbandingan antara indeks volume impor (Qm) dengan volume ekspor (Qx)

Qm G! Qx

INCOME TERMS OF TRADE


Menilai terms of trade ini dengan mempertimbangkan volume ekspornya, karena kenaikan harga ekspor yang tinggu mungkin diimbangi dengan turunnya volume ekspor. Px Qx I ! N .Qx ! Pm Kenaikan I menunjukkan bahwa suatu negara dapat memperoleh jumlah ekspor yang lebih besar dengan dasar kenaikan nilai ekspornya.

FACTORIAL TERMS OF TRADE


Single Factorial Terms of Trade ditulis dengan: PZ
S ! N .Z x !
x x

P m

Double Factorial Terms of Trade ditulis dengan: Z PZ


D ! N.
x x x

Zm

P Zm m

Dimana: Zx adalah index produktivitas ekspor Zm adalah index produktivitas impor

PASAR VALUTA ASING

PENGERTIAN Kurs (Exchange Rate) perbandingan antara nilai/harga antara dua mata uang yang berbeda. :. Menurut Madura (2000:58) pasar valas adalah pasar yang memfasilitasi pertukaran valuta untuk mempermudah transaksitransaksi perdagangan dan keuangan internasional. :. Kuncoro (1996:106) transaksi valas (foreign exchange transaction) adalah pertukaran suatu mata uang dengan mata uang lain. :. Kuncoro (1996:105) menjelaskan bahwa semua kegiatan bisnis internasional memerlukan transfer uang dari satu negara ke negara lain.

Perbedaan tingkat kurs timbul karena beberapa hal:


Perbedaan kurs beli dan jual oleh para pedagang valuta asing/bank Perbedaan kurs yang diakibatkan oleh perbedaan dalam waktu pembayarannya Perbedaan dalam tingkat keamanan dalam penerimaan hak pembayaran

Fungsi Pasar Valuta Asing 1. Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Dilakukan dengan sistem clearing. 2. Memberikan kemudahan untuk dilaksanakannya perjanjian/kontrak jual beli dengan kredit 3. Memungkinkan dilakukannya hedging, dilakukan untuk mengurangi resiko kerugian akibat perubahan kurs

Penyebab pasar valuta asing bertumbuh dengan pesat


Pergerakan nilai valuta asing yang mengalami pergerakan cukup signifikan sehingga menarik bagi beberapa kalangan tertentu untuk berkecimpung di dalam pasar valuta asing. Bisnis yang semakin mengglobal. Dengan semakin sengitnya persaingan bisnis membuat perusahaan harus mencari sumber daya baru yang lebih murah, dan tersebar di seluruh dunia sehingga menimbulkan permintaan akan mata uang suatu negara tertentu. Perkembangan telekomunikasi yang begitu cepat dengan adanya sarana telepon, telex, faaximile, internet maka memudahkan para pelaku pasar untuk berkomunikasi sehingga transaksi lebih mudah di lakukan. Keuntungan yang di peroleh di pasar valuta yang cenderung besar.

Spekulasi Tindakan untuk mengambil resiko karena harapan dan terjadinya perubahan harga. Seorang spekulator valuta asing dapat mengambil posisi jangka pendek apabila dia menjual valuta asing jangka panjang dengan haraan dia dapat membeli dengan kurs spot yang lebih murah pada saat penyerahan valuta asing untuk kontraknya di jangka panjang

Sistem Kurs Valuta Asing


1. Sistem Kurs yang Berubah-ubah Menurut pandangan ekonomi Keynes makin tinggi tingkat pertumbuhan (relatif terhadap negara lain) makin besar kemungkinan untuk impor yang berarti makin besar pula permintaan untuk valuta asing. Kurs valuta asing cenderung naik (harga mata uang sendiri turun), begitu juga sebaliknya.

2. Sistem Kurs yang Stabil Sistem ini sering menimbulkan adanya tidakan spekulasi sebagai akibat ketitentuan didalam kurs valuta asing. Pada dasarnya kurs yang stabil dapat timbul secara: Aktif : pemerintah menyediakan dana untuk tujuan stabilitas kurs (stabilization funds) Pasif : suatu negara yang menggunakan sistem standard emas a. Stabilitas kurs. Kegiatan ini dapat dijalankan dengan cara: apabila tendensi kurs valuta asing akan turun maka pemerintah akan membeli valuta asing di pasar, begitu juga dengan sebaliknya.

b. Standar emas. dalam standar emas kurs mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain ditentukan dengan dasar emas. Suatu negara dikatakan memakai standar emas apabila: Nilai mata uangnya dijamin dengan nilai seberat emas tertentu Setiap orang boleh membuat serta melebur emas Pemerintah sanggup membeli atau menjual emas dalam jumlah yang tidak terbatas pada harga tertentu.

3. Pengawasan Devisa (Exchange Control) Pada sistem ini pemerintah memonopoli seluruh transaksi valuta asing. Tujuannya untuk mencegah aliran modal keluar dan melindungi pengaruh depresi dari negara lain, terutama dalam hal negara tersebut mengalami keterbatasan cadangan valuta asing dibandingkan permintaannya.

Alokasi Pengggunaan Devisa


Individual Allocation Exchange Quota Waiting List

Purchasing Power Parity


Gagasan dari Teori Paritis Daya beli lahir dari tulisan-tulisan dari para ekonom Inggris abad ke 19 antara lain David Ricardo. Ekonom Swedia yang bernama Gustav Cassel mengatakan bahwa, perdagangan antar negara akan menyamakan perbedaan harga barang-barang yang diperdagangkan, dengan mengaitkan tingkat harga-harga masing-masing negara dan nilai tukar mata uangnya atau kurs (Nopiris, 1997 : 249). Dengan demikian, teori ini mengatakan bahwa semua tingkat harga dari seluruh negara sama besarnya bila diukur dalam satuan mata uang yang sama.

CONTOH Indonesia dan Amerika.


Kurs Rp 10.000,00. Harga emas Rp 10.000,-/satuan dan $1 /satuan. Saat ini terjadi keseimbangan antara harga barang dan nilai tukar. Akan tetapi inflasi Indonesia 10% sedangkan A.s 5%. Harga emas menjadi Rp 11.000/satuan dan $1.05 per satuan. Hal yang akan terjadi bila kurs tidak berubah adalah terjadi aliran barang dari A.s ke Indonesia. Harga emas di A.s menjadi lebih murah daripada di Indonesia. Akan banyak orang Indonesia yg membeli emas di A.S dan menjualnya di Indonesia.

Dulu : kurs 10.000 Harga emas Indonesia Rp 10.000 A.S $1 Sekarang : Terjadi inflasi di Indonesia 10% sedangkan A.s 5% kurs 10.000 Harga emas Indonesia Rp 11.000 A.S $1.05 1 satuan emas di A.S= Rp 10.500 (lebih murah daripada di Indonesia) Aliran barang mengakibatkan harga emas di A.S naik dan supply emas di Indonesia meningkat. Keuntungan dari perdagangan ini disebut keuntungan Arbitrage. Jika tidak terjadi aliran barang, yang terjadi adalah aliran uang, menjadi 110/105 = 4.67. Kurs menjadi Rp 10.500. Negara yang inflasiny lebih tinggi cenderung melemah. Selama inflasi Indonesia lebih besar daripada A.S, kurs Rp akan terus melemah terhadap US$.