P. 1
KENANGAN DAN HARAPAN

KENANGAN DAN HARAPAN

|Views: 63|Likes:
Dipublikasikan oleh Irfan Abdurahman
NOVEL KENANGAN DAN HARAPAN KARYA : IRFAN ABDURAHMAN

menceritakan tentang kenangan dan harapan bersama sahabat
NOVEL KENANGAN DAN HARAPAN KARYA : IRFAN ABDURAHMAN

menceritakan tentang kenangan dan harapan bersama sahabat

More info:

Published by: Irfan Abdurahman on Jan 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2012

pdf

text

original

1

KENANGAN DAN HARAPAN

FOLLOW ME : @Irfan_Mawey11

Ucapan Terima Kasih kepada : Hanifah Sa’diyah yang telah membantu membuat kerangka cerita

Novy Fauziyanti yang telah membantu menulis dan membantu menerbitkan Intan Haiza Nulfitri yang telah membantu mengusulkan judul yang pantas Yolanda Veronica yang telah membantu support dan semangat

TERIMA KASIH UNTUK KALIAN SEMUA YANG TELAH MEMBERI SEMANGAT DAN TELAH MEMBANTUKU SELAMA INI

SEMOGA MENJADI MANFAAT DAN BERGUNA UNTUK KALIAN SEMUA AMINN…

KARYA PERTAMA IRFAN ABDURAHMAN

Hallo namaku Ryan,kali ini aku duduk di bangku SMP dan dimana aku akan mempunyai kawan-kawan baru setelah lulus dari SD.Perasaanku sangat senang sekali setelah lulus SD,karena mendapatkan hasil cukup memuaskan juga.Aku memutuskan untuk meneruskan pendidikan di salah satu SMP favorit di Bandung.

3

Pada saat hari pertama dimana di semua SMP selalu di adakan Masa Orientasi Siswa (MOS),Pada saat MOS hari pertama suasana syangat membosankan karena hanya perkenalan lingkungan saja,tetapi di saat itu juga ada hal yang sangat tidak bisa aku lupakan,aku melihat seorang wanita yang membuatku selalu memandangnya,aku ingin sekali berkenalan dengan nya,namun aku memiliki sifat yang pemalu terhadap wanita. Pada saat pembagian kelas,aku seperti melihat wanita yang aku lihat pada saat MOS,aku mencoba melihat lebih dekat ternyata benar itu adalah wanita yang aku lihat pada saat MOS,hemmm aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya meskipun aku tau sendiri bahwa aku memiliki sifat pemalu terhadap wanita,kemudian aku bertanya "Hai!",kemudian ia menjawab "Oh,Hai,ada apa?",dan aku menjawab kembali "Kenalkan namaku Ryan,aku siswa kelas 7F",dan ia kembali menjawab "Oh,Kenalkan juga namaku Chacha,wah kebetulan dong aku juga siswa kelas 7F", aku menjawab "Oh ya? bagus sekali dong" , ia menjawab "Bagus? apanya yang bagus?" , aku menjawab " Oh tidak bukan apa-apa,sampai ketemu besok di kelas ya!" ia menjawab "Baiklah". Ketika sepulang sekolah aku masih mengingat kejadian tadi di sekolah,rasanya aku mempunyai rasa yang tidak karuan,rasanya aku sangat senang sekali bisa sekelas dengan Chacha,rasanya aku ingin sekali cepatcepat besok bertemu dengan Chacha.Keesokan harinya pada saat KBM di mulai,aku melihat Chacha lagi,rasanya ingin sekali aku menyapa nya tetapi aku malu dengan teman sebangkunya yang bernama Putri,Chacha memang bersahabat bersama Putri,Vicky,dan Riani.Namun jika aku menyapa Chacha pasti aku akan menjadi bahan gosip oleh mereka semua (bingung). Lalu aku mendapatkan teman laki-laki pertama yang bernama Vadly,entah bagaimana pertama aku bisa kenal dengan dia dan entah bagaimana juga aku bisa menjadi bersahabat dengan dia,rasanya senang sekali di hari pertama sekolah sudah mempunyai seorang sahabat.Dan karena kami jika istirahat selalu berdua,kami mencoba berkenalan dengan Ardhi yang keliatan nya orang nya juga asyik kaya kita-kita :D.Dan akhirnya kemana-kemana aku dan mereka selalu bersama bermain,bercanda,dan sebagainya namun di balik semua itu ada yang selalu mengikuti kita ia bernama Arul,ia juga sepertinya ingin sekali akrab bersama kita-kita juga. Dan banyak teman-teman yang bilang kalau aku,Vadly,Ardhi,dan Arul adalah sahabat.Karena kegiatan KBM belum berjalan dengan sempurna akhirnya guru memutuskan untuk memulangkan semua siswa.

Setelah kegiatan sekolah berjalan dengan lancar,kami semakin aktif dalam belajar maupun kegiatan luar sekolah,dan di samping itu saya teringat lagi dengan Chacha wanita di kelas yang aku kagumi,ternyata bukan aku saja yang sudah mengagumi teman yang ada di kelas,Ardhi,dan Vadly pun sama,Ardhi mengagumi Vicky,dan Vadly mengagumi Riani.Pada saat itu juga aku tak tahu mengapa Aku,Vadly,Ardhi,Arul,Chacha,Riani,Vicky,dan Putri menjadi satu sahabat yang solid. Tentunya sangat senang sekali mempunyai satu rangkaian sahabat yang terdiri dari laki-laki dan wanita. Aku mencoba mendekati Chacha,dan pada saat aku sedang Online Facebook,aku mencoba add Chacha menjadi teman,dan pada saat aku add, dan dia langsung confirm,wah ini sangat membuat hati ku senang.Aku mencoba melalukan chatting dengan dia,ternyata sangat menyenangkan sekali chatting dengan Chacha,dan pada saat itu aku mencoba menjaili dia dengan salah satu website yang berisi foto hantu yang mukanya hancur dan suaranya yang berteriak-teriak tentu itu adalah website yang sangat membuat orang yang membuka menjadi kaget,dan aku share website tersebut kepada Chacha,Chacha sebenarnya ingin sekali membuka website itu karena saking penasarannya tetapi di samping itu Chacha juga mempunyai rasa takut akan website tersebut,Chacha bertanya-tanya sebenarnya apa isi website tersebut? Dan aku hanya melakukan membuat dia penasaran akan website tersebut,dan akhirnya Chacha membuka website tersebut,dia sangat kaget dan marah-marah kepadaku,dia bilang "aku tuh paling anti sama yang begituan,aku takut!" aku terkejut ya niat aku tuh sebenarnya bukan mau buat dia trauma,aku hanya berniat menjaili dia agar aku bisa lebih dekat dengan dia,kemudian aku menjawab "Maaf Chacha bukan maksud aku membuat kamu trauma,aku hanya ingin lebih dekat saja dengan kamu,maaf ya!" Chacha menjawab "Ok gapapa,lagian kita kan sahabatan." Aku sangat ingin sekali Chacha menganggapku lebih dari sekedar sahabat,ya aku juga tau ini semua butuh tahap,dan aku menjawab "Thanks,boleh aku minta no ponsel nya?" Chacha menjawab "Tentu saja boleh" <SKIP> Setelah selesai chatting aku mencoba pesan Chacha karena yang aku rasakan adalah rindu :D,aku berharap sekali Chacha membalas pesan ku,dan

5

tidak lama kemudian ponsel berdering ketika aku membuka ponsel perasaan ku sangat senang sekali karena ponsel ku berdering pesan dari Chacha,rasanya senang sekali karena aku dan Chacha semakin dekat. Keesokan harinya aku sangat butuh teman cerita,dan aku tau harus bercerita kepada siapa,Vadly adalah teman pertama ku di SMP aku sangat ingin sekali bercerita kepada dia,dan pada saat aku bercerita Vadly kaget "apa kau serius suka sama Chacha?" aku menjawab "Jangan terlalu keras!" Vadly menjawab "Sorry-sorry,wah serius selera kau Ryan tinggi!" aku menjawab "haha bantuin aku brother" Vadly menjawab "Ok siap-siap enjoy" dan di samping itu juga aku menanyakan tentang perasaan dia "gimana sama Riani?" Vadly menjawab "Apanya yang gimana?" Aku menjawab "Itu loh sama Riani" Vadly menjawab "alah aku ga ngerti kamu ngomong apaan?".Aku semakin penasaran lho kenapa ya? Vadly sama Riani itu sangat akrab sekali,dari mulai mengobrol,bermain,dan lain-lain apa lagi dalam hal kejar-kejaran dan kilikitik mereka selalu melakukan hal itu setiap harinya.Ya aku juga bisa di bilang iri,kalau aja aku yang begitu sama Chacha rasanya pasti senang (mengkhayal),dan di samping itu juga Ardhi dan Vicky yang di gosipkan panas di kelas,ya aku dengar-dengar sih katanya Vicky sangat suka sama Ardhi,dan mereka juga di kelas sangat akrab,nah aku berfikir kok mereka bisa melakukan seperti itu tapi kok aku gak bisa lakuin kaya mereka ya? Tapi sahabat-sahabat ku tau kalau aku itu emang mempunyai sifat yang pemalu. Pada saat aku bertemu Vadly kembali,ternyata selama ini Vadly membohongiku bahwa dia telah pacaran dengan Riani tepat di tanggal 12 MEI 2010,wah Vadly tidak cerita kepadaku dan hubungan mereka diketahui setelah seminggu berpacaran,aku tau percis pasti senang sekali berpacaran di mulai dengan sebuah persahabatan,wah aku juga ingin sekali sebenarnya pacaran sama Chacha *ngarep* Tentunya hubungan Vadly dengan Riani juga menjadi GOPE (Gosip Pelajar) di kelas karena mereka berdua adalah hubungan pertama di kelas yang sukses menjalin sebuah hubungan,ya namanya juga masa remaja pasti mengenal apa itu arti berpacaran. Setelah hari-hari selanjutnya aku semakin dekat dengan Chacha,kemudian ponsel berdering aku lihat ada pesan dari Putri,ia bertanya kepadaku "Ryan apa kamu menyukai Chacha?" aku sangat kaget sekali kok bisa ya Putri menanyakan hal ini kepadaku? apakah Vadly memberi tahu hal ini kepada Putri? kemudian aku menjawab pesan dari Putri "Hem,emangnya

kenapa?" Putri membalas "Udah Ryan,nyatakan aja perasaanmu, Chacha pasti menerima!" aku tersanjung dengan kata-kata Putri tapi aku bingung juga kok Putri bisa ya berbicara seperti itu dan yakin sekali bahwa jika aku menyatakan perasaan ku kepada Chacha pasti akan di terima,kemudian aku menjawab "Oh iya? masa iya kamu bisa yakin gitu?kamu serius?" Putri menjawab "Udah kamu lakuin aja saran aku!" Aku selalu terfikirkan dengan omongan Putri itu,tapi aku masih gugup jika aku harus menyatakan perasaanku terhadap Chacha karena aku merasa ini bukan waktu yang tepat. Setelah mendengarkan kata-kata Putri tersebut aku semakin yakin untuk mendapatkan hati Chacha karena Putri adalah sahabat dekat Chacha siapa tau Chacha bercerita kepada Putri.Tidak lama kemudian ponsel berdering kembali ketika aku lihat ternyata pesan dari Chacha,kemudian aku dan Chacha mengobrol sangat lama sekali,dan aku mencoba memberikan perhatian lebih agar dia tau sebenarnya aku mempunyai maksud tujuan mendekati Chacha,dan aku sangat senang karena Chacha pun memberikan perhatian juga yang lebih kepadaku,dan pada saat itu juga aku berniat untuk menyatakan perasaan ku selama ini kepada Chacha,aku memang menyatakan lewat pesan karena aku sangat malu sekali jika berbicara langsung.Dan akhirnya aku menyatakan perasaan lewat pesan,dengan perasaan tegang,gugup "Chacha sebenarnya aku udah lama sekali mau ngomong ini,sebenernya udah lama banget aku menyimpan perasaan ini,hem aku sayang sama kamu dari pertama bertemu,hem kamu mau ga jadi pacar aku?"dengan menunggu jawaban dari Chacha saking sangat tegang nya aku pun sampai diam di bawah meja,kemudian Chacha membalas "Oh iya Ryan?tapi aku ga bisa" aku pun mulai gugup dan mulai merasa sakit,dan aku menjawab pesan dari Chacha "Maksudnya?Ga bisa apa?" Chacha menjawab "Iya Ryan,aku ga bisa nolak kamu hehe,aku juga sayang sama kamu" melihat pesan itu aku menjadi semakin bingung sebenarnya maksud Chacha itu apa? kemudian aku menjawab pesan Chacha "Chacha jadi gimana maksudnya? apakah kamu menerimaku?" Chacha menjawab "Iya Ryan aku menerima kamu" aku sangat senang sekali ketika membaca pesan itu,sampai aku tidak ingat kalau aku sedang duduk di bawah meja saking senang nya aku berdiri dan kepalaku membentur meja,lalu tidak lama kemudian Chacha kembali mengirim pesan yang berisi "Tetapi kita harus sabar ya,kita harus backstreet(sembunyi berpacaran dari orang tua) dari orang tuaku",membaca pesan ini,ini membuatku sangat berat karena sebenarnya juga aku ingin sekali berkenalan dengan
7

keluarganya,tetapi aku harus sabar karena suatu saat nanti aku yakin Chacha akan memperkenalkanku dengan keluarganya,kemudian aku menjawab pesan Chacha "Ok,kita backstreet dari orang tua kamu."Dan aku akhirnya resmi berpacaran dengan Chacha yang bertepatan di tanggal 19 Juni 2010. Dan keesokan harinya Vadly yang biasanya berangkat sekolah bersama denganku heran melihat ku dengan wajah tersunyum,Vadly semakin penasaran dan ia bertanya "Ryan kenapa kamu senyum-senyum kaya gitu?" Aku menjawab "Engga,gak apa apa kok" Vadly hanya tersenyum melihat ku,dan pada saat di sekolah aku bertemu dengan Chacha,tiba-tiba jantungku dag-dig-dug tidak karuan aku hanya tersenyum ke arah nya. 3 hari kemudian aku,Vadly,dan Ardhi merencanakan bermain ke Mall daerah Cihampelas,disana kami bercerita-cerita kemudian Vadly sangat penasaran dengan sikap aku yang tersenyum-senyum itu,kemudian Vadly bertanya kepada ku "Ryan sebenarnya kamu kenapa sih senyum-senyum mulu?" ketika Vadly bertanya seperti itu ya aku juga sebenarnya sih gamau memendam terus terhadap sahabat sendiri,lalu aku menjawab "Sebenarnya aku sama Chacha udah pacaran di tanggal 19 Juni 2010." Vadly menjawab "Wah bener aja dugaan aku,kamu tuh udah pacaran sama Chacha,Selamat ya Langgeng brother".Lalu aku dan Vadly menanyakan tentang Ardhi dan Vicky "Gimana hubungan kamu sama Vicky?" Ardhi menjawab "Aku akan menyatakan perasaanku sekarang sama Vicky." kemudian kami menjawab "OK brother sukses." Dan sampai akhirnya ternyata Ardhi dan Vicky berpacaran tepat di tanggal 22 Juni 2010. Dan pada saat penerimaan raport semester pertama ternyata Putri menjadi juara kelas,tentu saja aku dan yang lainnya sangat bangga dengan prestasi Putri,sedangkan aku berada di peringkat ke 4 bersama Riani,dengan ini juga aku bangga dengan hasil belajar kami dan tentunya sangat bangga sekali dengan hasil prestasi Putri,liburan sekolah akan menjadi salah satu moment sedih karena aku dan sahabat-sahabatku tidak akan berjumpa dengan jangkau waktu yang sangat lama. 3 bulan kemudian,aku bangun dari tidurku dan aku melihat ponsel ku yang banyak sekali pesan dari sahabat-sahabatku yang berisi semua dengan kata 'SABAR' aku bingung sebenarnya ada apa yang terjadi? lalu Putri pesan aku "Ryan sabar,Chacha ketauan pacaran sama kamu,dan mau ga mau kamu harus putus sama Chacha,soalnya kalau Chacha ga putus sama kamu,Chacha harus pindah sekolah" Aku sangat kaget sekali membaca pesan dari Putri itu,aku merasa sangat kehilangan Chacha,aku sangat sedih

dengan keadaan ini namun aku harus rela melepas Chacha karena jika aku mempertahankan hubungan aku dan Chacha,Chacha harus meninggalkan aku,dan sahabat lainnya dengan pindah sekolah,tentu aku tidak mau jika Chacha harus meninggalkan kita semua,jadi aku memutuskan untuk menghentikan hubungan aku dan Chacha tentu ini berat untuk aku,namun aku masih penasaran apa penyebabnya hingga bisa sampai ketauan oleh orang tuanya bahwa aku dan Chacha pacaran.Tidak lama kemudian Chacha menelfonku,aku ga kuat dan gak tega banget mendengar suara tangisan dia,aku bingung harus melakukan apa,aku hanya dapat berkata"terima keadaan,yang sabar,aku tau ini sangat sakit buat kita tapi aku bisa menjanjikan kalau kita bakalan tetap bersama meskipun kita engga pacaran lagi,tapi yakin suatu saat kita akan bersama lagi kaya dulu." dengan mendengar nasihat ku Chacha mulai merasa lebih mending,tetapi aku masih mendengar suara tangisan nya,ini sangat membuatku sedih karena suara tangisan Chacha membuatku menjadi tak bersemangat. Aku masih belum bisa melupakan seorang Chacha karena ia juga dapat membangkitkan semangat belajar ku,Chacha hanya dapat menangisi saja,dan pada saat hubungan aku dan Chacha putus kami hanya dapat mengingat lagu ST12 Saat Terakhir,karena lagu itu sangat cocok di hubungan aku dan Chacha,tetapi dari putus ini juga hubungan aku dan Chacha belum berakhir,aku dan Chacha tetap berhubungan meskipun tidak berpacaran tetapi aku dan Chacha melakukan hubungan tanpa status,dan ini sama sekali tidak menghambat hubungan aku dan Chacha,justru itu membuat aku menjadi lebih dekat dengan Chacha meskipun sekarang kembali menjadi status hanya persahabatan.Tentu nya dengan ini juga semua sahabatku ikut sedih karena hubungan aku dan Chacha baru berjalan 3 bulan saja. Pada saat bertemu di sekolah aku melihat Chacha bisa tersenyum kembali karena ada sahabat wanita yang menghiburnya,dan aku pun juga tidak merasa sedih karena ada sahabat laki-laki yang menghiburku.Pada saat pembagian raport semester 2 kejadian yang menimpa persahabatan ku Arul akan pindah sekolah cukup jauh tepatnya di negara Qatar tentunya ini membuat kami sedih karena kehilangan satu orang sahabat,Arul pindah sekolah karena ayahnya yang bekerja di Qatar.Kemudian saat memasuki sekolah di mata aku dan sahabatku naik kelas semua dan dimana di hari pertama ini akan di bagikan kelas dengan siswa acakan,tentunya aku dan sahabat-sahabatku sangat tegang,pada saat pembagian kelas 8A nama

9

Vadly terpanggil,aku sangat berharap sekali namaku juga bisa terpanggil agar aku bisa satu kelas lagi bersama Vadly,ternyata harapan ku sia-sia namaku tak terpanggil di kelas 8A dan di antara sahabat-sahabat ku kelas 8A hanya ada nama Vadly saja ini pertanda buruk,pada saat pembagian kelas 8B nama Putri terpanggil,dan di saat itu juga namaku terpanggil,kemudian Riani,dan sangat senang sekali nama Chacha juga terpanggil,aku sangat senang sekali bisa satu kelas lagi bersama Putri,Riani,dan Chacha,namun bagaimana dengan Vicky dan Ardhi? karena namaku sudah terpanggil aku harus segera memasuki kelas. Dan pada saat istirahat aku menanyakan kepada Ardhi sebenarnya dia masuk kelas apa,ternyata Ardhi masuk ke dalam kelas 8F,dan Riani,Putri,dan Chacha menanyakan Vicky duduk di kelas apa? dan ternyata Vicky duduk di kelas 8D,tentu ini semua membuat Riani,Putri,dan Chacha sedih karena berpisah dengan Vicky sahabat di kelas 7 hingga sekarang,dan khususnya kami semua tentu sangat sedih karena berpisah dengan sahabat pada saat kelas 7.Tetapi ini semua tidak membuat persahabatan kami runtuh,kami tetap bersahabat meskipun berbeda kelas,namun Chacha yang menangisi Vicky karena tidak satu kelas,namun ini semua harus di terima karena keluhan dari semua Guru. Setiap sebelum masuk kelas dan istirahat Vicky selalu datang ke kelas aku karena Vicky ingin bertemu Riani,Putri,dan Chacha,kemudian juga aku selalu bermain di luar kelas bersama Vadly,dan Ardhi,aku sama sekali tidak merasa jauh dengan sahabat-sahabatku karena aku selalu melakukan hal bersama,dan aku dan sahabat-sahabatku juga sering melakukan hal seperti biasa yaitu bermain di rumah ku,ini menjadi kebiasaan saat aku dan sahabat-sahabatku bersama. pada saat tepat tanggal 16 Desember 2010 Vadly dan Riani putus,hal ini di sebabkan karena ponsel Vadly dengan keadaan rusak,penyebab Vadly dan Riani putus aku kurang tau jelas,tetapi yang aku lihat dan dengar di saat itu Riani ingin berbicara Vadly memutuskan nya mungkin ada masalah,yang jelas ini semua juga membuat aku dan yang lainnya ikut sedih,dan ini semua mengingatkan ku pada saat putus dengan Chacha rasanya sangat sakit sekali. Dan tiba pada saat pembagian raport semester pertama kelas 8,ini membuat semua nya sangat tegang,dan di antara kami tak ada satu pun yang menjadi juara kelas,mungkin karena kami kurang belajar juga,dan ini lah di saat rindu kembali karena libur sekolah yang panjang.

<SKIP> Aku teringat lagi dengan hubungan aku dan Chacha rasanya ingin sekali bisa kembali pacaran seperti dulu,dan pada saat liburan panjang sekolah usai aku ingin coba menyatakan rasaku lagi kepada Chacha namun sangat di sayangkan karena di saat itu Chacha tidak hadir sekolah karena masih dalam perjalanan pulang dari liburan tersebut,dan tepat keesokan harinya aku ingin menyatakan perasaanku kembali dengan langsung (to the point) karena aku laki-laki harus menjadi gentle,tepat pada tanggal 11 Januari 2011 sepulang sekolah aku berbicara to the point dengan Chacha aku sangat gugup sekali,namun aku harus melakukan itu dari pada aku harus mengubur perasaan ku sendiri,dan sampai akhirnya aku mencoba mengungkapkan perasaan ku lagi,dan ternyata aku kembali di terima oleh Chacha,sebenarnya Chacha pun masih mempunyai perasaan yang sama seperti dulu tak ada perasaan yang berkurang setidak pun,ini sangat membuatku senang dan yakin menjalin hubungan dengan Chacha. Dan keesokan harinya teman-teman di kelas ku meminta PB (Pajak Balikan) ya ini sangat konyol sekali mendengar kata PB,tapi apa boleh buat aku harus traktir teman-teman termasuk sahabat-sahabat ku,ya meskipun harus traktir teman yang penting cinta kembali hehehe,aku sangat senang sekali karena bisa melihat Chacha tersenyum kembali,dan aku sangat berterima kasih kepada semua sahabatku yang telah memberikan support kepadaku. Dan beralih ke semester kedua,tentunya sangat senang karena sudah beralih ke semester kedua menuju ke kenaikan kelas 9 nanti,tetapi di samping itu aku yang satu kelas lagi dengan Chacha,dan baru saja berbalik hubungan Chacha meminta ku untuk menjadi lebih berani dan jangan menjadi seorang yang pendiam karena Chacha pun ingin aku seperti laki-laki yang lain,mendengar permintaan nya itu sangat berat untuk ku karena aku kan sangat malu terhadap wanita,tetapi aku akan mencoba permintaan dari Chacha tersebut,tetapi aku bingung,aku harus melakukan apa? agar rasa malu ku itu hilang,berlama-lama kemudian,aku mencoba sedikit demi sedikit aku menghampiri tepat ke tempat duduk Chacha dan di samping nya pun ada Putri teman sebangkunya,aku berfikir "wah sebenarnya ini juga cukup bagus,aku bisa ke bangku Chacha dengan alasan menanyakan sesuatu yang tidak aku mengerti kepada Putri,karena aku kenal Putri adalah yang paling pintar di antara kita semua." ucap dalam fikiran ku,kemudian aku

11

menghampiri ke bangku Chacha,tentunya disana juga ada Putri dan Riani, ya permulaan aku harus bermain bersama Putri dan Riani terlebih dahulu agar aku dapat menghilangkan rasa malu ku terhadap wanita,aku tahu niat aku sebenarnya harus lebih dekat dengan Chacha tetapi aku butuh tahap untuk ini semua ucapku dalam hati. Hari demi hari akhirnya aku tiba-tiba sudah tidak punya rasa malu dengan wanita tentunya ini membuatku senang sekali,dan aku ingin menunjukan kepada Chacha bahwa aku sudah dapat menghilangkan rasa malu ku terhadap wanita,tetapi ternyata pada saat aku ingin sekali mengobrol dengan Chacha rasa itu tiba-tiba datang lagi,aku menjadi gugup dan bingung sebenarnya mengapa sih rasa malu ini ga bisa hilang ucapku dalam hati,aku memutuskan untuk pergi keluar kelas,dan Putri menghampiri ku tiba-tiba dia berbicara kepada ku "Ryan,Ryan,Chacha menangis." hah? itu tentu sangat membuat ku kaget,aku langsung berlari menghampiri Chacha tanpa menjawab ungkapan dari Putri,ketika aku menghampiri Chacha,nah lho kok yang aku lihat Chacha sedang asyik mengobrol dengan teman-teman lainnya,hemm lalu aku berfikir "wah sepertinya aku di kerjain oleh Putri" ucapku dalam hati,ya mungkin di samping itu niat Putri mungkin baik,bisa saja dia membohongiku karena ingin membuatku agar bisa mendekati Chacha ucapku kebingungan,tidak lama kemudian Putri menghampiri ku lagi dan berkata "Ryannn,Chacha menangis!" mendengar kata Putri seperti itu aku memang merasa kaget tetapi aku teringat dengan kejadian sebelumnya Putri membohongiku ucapku dalam hati,kemudian aku menjawab perkataan Putri "ah kamu bohong Putri,sebelumnya saja kamu sudah membohongiku kalau sebenarnya Chacha itu tidak menangis,dia sedang mengobrol dengan teman lainnya." Putri kembali menjawab "Ini serius Ryan,aku tidak berbohong." mendengar ucapan itu aku menjadi kaget apa benar ucapan Putri itu? tetapi aku mencurigai dia,karena dia berkata itu sambil tersenyum ke arah ku,ah dari pada aku penasaran akhirnya aku berlari ke kelas untuk memastikan keadaan Chacha tanpa memperdulikan perkataan Putri. Pada saat di depan kelas aku mendengar suara tertawa Chacha,aku kembali berfikir,kata Putri,Chacha sedang menangis ucapku kebingungan,tetapi saking penasaran nya aku mencoba melihat lewat jendela,ternyata benar dugaan ku Putri membohongiku lagi,hemm kena jebakam Putri dua kali tapi aku yakin sebenarnya tujuan dia baik ucapku dalam hati. Ketika saat melaksanakan KBM,bertepatan guru yang mengajar adalah wali kelas guru kami yang bernama Bu Solihatin,ini sangat seru karena Bu Solihatin mengajar mata pelajaran PLH,di mata semua siswa selalu membersihkan kelas dan halaman sekolah saja,tapi di samping itu Bu

Solihatin tidak berkunjung ke kelas,lalu saya dan ketua kelas yang biasanya memanggil guru,jika guru belum berkunjung ke kelas,pada saat memanggil guru ke ruang guru,aku melihat Chacha sedang melihat keluar melalui jendela,dan Chacha pun tepat melihat ke arah ku,aku mengambil kesampatan itu untuk membuat Chacha gugup,aku menatap mata dia,dan lalu aku menutup sebelah mata ku seperti sedang merayu seorang wanita kurang lebih seperti ini (^_-),ketika Chacha melihat ku seperti itu ia langsung menundukan kepalanya dan berhenti memandang keluar,setelah itu aku memanggil guru,dan ketika sampai di kelas aku melihat Chacha kembali,ia hanya tertawa dan tersenyum ke arahku,rasanya senang sekali bisa melakukan tahap awal dalam mendekati Chacha. Aku yang biasanya bermain kilikitik dengan Riani dan Putri,aku selalu menang karena aku dapat menahan rasa geli yang tak karuan,tetapi di samping itu aku juga ingin sekali bermain dengan Chacha,karena yang Chacha lakukan hanya melihat aku,Putri,dan Riani bermain,entah pada saat aku bermain Chacha pun ikut mengkilikitik aku,ini membuatku senang karena bisa bermain dengan Chacha juga,Chacha merasa aneh "mengapa kamu tidak merasa geli Ryan?" sambil menanya kepadaku,dan aku menjawab "haha aku kan hebat!". Pada saat pulang sekolah,aku melihat Vicky sambil menangis berlari menghampiri Chacha,aku heran sebenarnya Vicky kenapa sampai menangis seperti itu dan memeluk Chacha,tentu yang lainnya juga ikut sedih terutama Ardhi yang kebingungan mengapa Vicky sampai menangis seperti itu?,kemudian aku menghampiri Ardhi dan menanyakan sebenarnya Vicky itu mengapa bisa menangis?,Ardhi pun sama yang kebingungan akan itu. Aku tak tahu percis apa yang terjadi yang jelas Vicky bercerita kepada kepada Ardhi,dan sahabat-sahabat wanita,aku hanya dapat mendengarkan cerita itu dari Chacha,mendengar cerita dari Vicky,Putri sangat kesal karena teman sekelas Vicky telah membuat Vicky menangis,namun semuanya menahan Putri untuk tidak terpancing emosi,Ardhi tentu yang paling merasakan rasa kesal itu,namun Ardhi mengetahui bahwa yang membuat Vicky menangis tuh adalah seorang wanita. Aku yang telah menjalin hubungan dengan Chacha kurang lebih berjalan 2bulan,aku berencana mengajak Chacha untuk jalan ke Mall karena aku juga berencana ingin menghilangkan rasa malu ku dengan jalan bersama Chacha,pada saat aku mengajak Chacha untuk jalan,Chacha ternyata malu jika dia harus berjalan berdua dengan ku ke Mall,aku kira dengan ajakan ini Chacha akan senang,tapi ternyata Chacha pun malu,aku
13

terus bujuk dia agar mau jalan bersamaku,dan sampai akhirnya aku dan Chacha jalan ke Mall yang terletak di daerah Jln.Merdeka,disana aku dan Chacha hanya berdiam-diam saja karena aku malu dan dia pun malu,ya aku ini anggap wajar karena pertama kalinya jalan berdua bersama wanita,dan aku hanya menanya-nanya dan Chacha pun sama hanya menanyananya,dan kemudian saya memberanikan diri untuk mengajak Chacha berfoto bersama,ya biasanya di Mall terletak tempat foto yang kita dapat atur sendiri yang di kenal dengan Photo Box,aku memberanikan diri untuk mengajak Chacha "Chacha kita Photo Box ya,agar kita punya kenangkenangan juga" Chacha menjawab "Wah ide bagus Ryan ayo kita kesana" mendengarkan perkataan Chacha sangat membuatku senang sekali,setelah Photo Box itu aku bisa menghilangkan rasa malu ku terhadap Chacha,aku sekarang selalu menanyakan kepada dia,selalu bermain bersama,dan lain sebagainya,dan aku sudah bisa membuktikan kepada Chacha bahwa aku telah dapat menghilangkan rasa malu ku,dan dengan keadaan ini hampir setiap seminggu sekali aku dan Chacha jalan keluar dan melakukan Photo Box,dan Chacha yang masih penasaran mengapa aku tidak geli saat di kilikitik,lalu dia mencoba memegang leherku,aku yang mempunyai kelemahan di leher,karena menurut ku bagian leher adalah rasa yang paling geli,dengan respon tinggi aku langsung refleks dengan suara latah ku,Chacha kebingungan kenapa ketika dia memegang leher aku refleks sangat tinggi,Chacha tertawa karena Chacha mengetahui kelemahan ku dalam hal kilikitik dan Chacha pun mengetahui rahasiaku yang aku sembunyikan dari sahabatku karena aku emang sedikit latah,tentu Chacha tertawa karena dia mengetahui rahasia-rahasiaku,aku mencoba membalas memegang lehernya ternyata dia juga refleks dengan suara latahnya,tentu aku berbalas tertawa juga,karena yang aku alami itu percis Chacha rasakan,aku baru mengetahui bahwa Chacha juga mempunyai penyakit latah,aku jadi tidak malu dengan keadaan ini karena Chacha pun memiliki kelemahan dan penyakit latah seperti ku. Inilah saat yang aku tunggu-tunggu,karena di adakan nya kegiatan belajar di luar atau di sebut juga dengan Study Tour,kegiatan ini di laksanakan di Dunia Ryantasi daerah Jakarta,tentunya ini kabar baik untuk ku dan semuanya karena akan berekreasi keluar sekolah bersama kawankawan semua,tetapi saat Study Tour,ini tidak menyenangkan karena sahabatku sebagian tidak mengikuti Study Tour salah satu nya Ardhi,dan Putri,ini sangat tidak menyenangkan karena kurang lengkap jika tidak ada mereka,ya tapi apa boleh buat yang mengikuti hanya aku,Vadly,Chacha,Vicky,dan Riani.

Pada saat pembagian bus aku sangat ingin sekali satu bus dengan Vadly,tetapi ketika pembagian bus ternyata Vadly pun satu bus denganku rasanya pasti seru di perjalanan,tetapi pada saat Guru pengawas datang ternyata Vadly tidak terdaftar dalam kendaraan bus ku,yah jadi mau tidak mau Vadly harus pindah ke bus kelasnya,ini tidak menyenangkan ucapku dalam hati,tetapi aku tetap senang karena masih bisa satu bus dengan Chacha :D dan tentunya Riani juga,sepanjang perjalanan aku hanya duduk manis di tempat duduk ku yang bertepatan di paling belakang,sebenarnya aku ingin sekali mendekati Chacha namun aku malu karena ada wali kelas ku yang cukup kenal dekat dengan ku dan Chacha juga,tidak lama kemudian Riani yang tidak sengaja berbicara kepada Bu Solihatin bahwa aku dan Chacha berpacaran,aku yang mendengarnya saat aku sedang ke depan bus,ini membuatku dan Chacha menjadi di ketahui oleh guru apa lagi yang mengetahuinya adalah wali kelasku. Tibalah di Dunia Ryantasi,disana kami langsung berpencar,bahkan aku tidak tahu kemana pergi nya Vadly,padahal aku ingin bermain bersama dia,dan aku juga kehilangan jejak Chacha,yah aku bingung harus mencari mereka kemana? ucapku dalam hati kebingungan,ya akhirnya aku berjalan dengan teman-temanku,pada saat pertama-tama aku dan yang lainnya mengunjungi Gelanggang Samudera,dimana tempat itu adalah tempat terlatihnya hewan-hewan pintar yang telah terlatih untuk di pertunjukan salah satunya : lumba-lumba,badak,monyet,burung-burung,anjing laut,dan masih banyak lagi. Pertunjukan ini sangat seru karena memang benar semua hewan sudah sangat terlatih dan sangat pintar,yang paling saya sukai adalah pada saat pertunjukan burung kaka tua,yang pura-pura kabur terbang ke atas genting pertujukan,tentunya ini juga membuat aku dan yang lainnya kaget karena takut burung kaka tua itu terbang keluar pertunjukan,ternyata pelatih burung itu mulai beraksi,dia merayu burung kaka tua itu dengan selembar uang 1000 ternyata kaka tua itu hanya melihat dengan sekilas,dan kaka tua itu tidak memperdulikan pelatihnya,lalu bertahap dengan uang 2000,masih saja tetap kaka tua itu tidak memperdulikannya,hingga bertahap-tahap sampai angka 50000 kaka tua kembali menengok uang tersebut tetapi masih saja dia tak kembali kepada pelatih,dan pelatih yang menawarkan pertawaran terakhir dengan angka Ryantastis 100000,kaka tua itu mulai menengok,dan akhirnya dia terbang kembali kepada sang pelatihnya.Aku yang hanya berkomentar "KAKA TUA MATA DUITAN" ucapku dalam hati.

15

Dan Tibalah di Dunia Ryantasi DuRyan,aku melihat banyak sekali wahana yang kelihatannya sangat menyenangkan,menantang,dan lainlain,aku yang pertama kali melihat wahana Ontang-Anting yang kelihatannya cukup menarik dan juga cukup menantang,dan akhirnya aku menaiki wahana tersebut,ternyata menaiki wahana tersebut sangat menyenangkan,dan selanjutnya aku melihat wahana Halilintar yang kelihatannya sangat menantang nyali,kelihatannya itu juga membuatku ingin menaiki nya,ketika aku menaiki wahana tersebut perasaanku sangat tegang dan tidak bisa berteriak karena saking kencangnya ini membuatku shock tetapi sebenarnya ini cukup menyenangkan. <SKIP MENAIKI WAHANA-WAHANA> Pada saat perjalanan menuju pulang ke Bandung,aku bertemu dengan Chacha,dan aku melihat Chacha dengan keadaan seperti yang kurang sehat,aku menghampirinya dan bertanya "Chacha kamu kenapa?" Chacha menjawab "Aku sedikit pusing Ryan." Aku sangat jelas kaget sekali mendengar perkataan dari Chacha itu karena ia mendadak sakit,lalu aku menjawab "Chacha sebelum perjalanan pulang,kamu harus minum obat ya." Chacha menjawab "Ah tidak usah,lagian kamu tau kan Ryan,aku itu tidak suka obat." Aku teringat dengan perkataan Chacha,aku tau memang Chacha itu benci dengan obat karena ia bilang rasanya pahit dan dia sangat tidak suka dengan bau obat ucapku dalam hati. Aku yang terus memaksa Chacha untuk meminum obat tersebut,meskipun aku tahu memang Chacha itu tidak suka dengan obat,tetapi sesaat di bus aku mencoba menghampiri Chacha yang duduk di depan,dan memberikan obat beserta sebuah permen agar rasa pahit nya hilang,aku yang memberanikan diri dengan di lihat oleh banyak teman-teman tetapi aku harus berani demi kesehatan Chacha,dan akhirnya Chacha menerima obat pemberian dariku tentunya ini membuat perasaan ku lebih tenang. Tibalah di Bandung,tentunya aku bersyukur karena sampai di tempat dengan keadaan selamat,tetapi di saat turun di sekolah ternyata dengan keadaan hujan cukup deras,aku tidak terlintas dalam fikiran ku aku akan sakit atau kejadian yang tidak di inginkan,justru aku khawatir dengan keadaan Chacha karena dia sedang sakit,tetapi aku sempat melihat Chacha di jemput oleh Orang tuanya tentu ini membuat perasaanku sangat lega,dan tidak lama kemudian kakak ku menjemputku dengan kendaraan bermotor dengan keadaan hujan,lalu aku pulang bersama kakak ku,dan akhirnya sampai tiba di rumah aku melanjutkan istirahat karena sangat lelah sekali.

- - -1 MINGGU KEMUDIAN- - Tibalah di saat pelaksanaan UTS (Ujian Tengah Semester),tentunya aku mempersiapkan diri untuk mendapatkan hasil cukup memuaskan karena nilai UTS adalah nilai raport bayangan pembelajaran ku di semester kedua ini,pelaksanaan UTS di laksanakan 5 hari (Senin-Jum'at).Pada pelaksanaan di hari pertama cukup berjalan dengan baik dan aku yakin akan mendapatkan nilai cukup memuaskan,namun di samping itu,setelah sepulang sekolah aku harus cepat pulang karena aku harus belajar agar mendapatkan nilai cukup memuaskan,namun di samping setelah sepulang sekolah teman ku yang bernama Yoga mengajakku untuk pulang bersama,ya secara respon aku juga menghargai ajakan dia karena dia pun sedang buru-buru pulang untuk belajar,aku yang melihat Vadly di sana,secara langsung aku menghampiri nya,aku mengajaknya juga untuk pulang bersama,namun entah mengapa ucapan ku seperti tidak di sambut oleh dia,aku berfikir nya dia hanya bercanda atau entah juga dia tidak mendengar ucapanku,karena sedang terburu-buru aku memutuskan untuk pulang bersama Yoga. Keesokan harinya aku yang biasanya berangkat bersama Vadly,aku menunggu kedatangan Vadly untuk berangkat bersama,namun aku tunggutunggu hingga tepat jam 06.30 Vadly tidak juga muncul ke rumahku,aku bingung kenapa Vadly tidak berangkat bersama ku? ucapku bingung dalam hati,tidak lama kemudian ponsel ku berdering,ketika aku lihat ada sebuah pesan dari Vadly yang berisi "Kamu berangkat duluan saja,aku masih di rumah,akan sekarang berangkat" aku yang membaca pesan itu ya secara respon aku berangkat untuk pertama kalinya sendiri ke sekolah,namun setelah aku ingin berangkat ponsel ku kembali berdering,ketika aku lihat ada pesan dari Tsani yang berisi "Ryan kok kamu belum ada di sekolah?" aku menjawab "Maaf Tsan,tadi aku menunggu Vadly,tapi Vadly nya baru berangkat." Tsani menjawab "Ryan,Vadly kan dari jam 06.00 juga sudah ada di sekolah." Membaca pesan itu aku merasa sangat kecewa,"Loh kenapa Vadly membohongiku ia bilang padaku ia baru saja berangkat,padahal aku menunggunya dari tadi." Ucapku kecewa dalam hati,aku heran mengapa Vadly melakukan ini kepadaku,"Pasti ini ada yang gak beres!" ucapku dalam hati. Pada saat pelaksanaan UTS di hari kedua UTS kembali berjalan dengan sempurna,dan tiba di saat istirahat,Tsani yang memanggilku di saat itu "Ryan,kamu di panggil Vadly dan Ardhi!" aku menjawab "Suruh mereka kesini aja Tsan,soalnya aku sedang belajar."Tetapi ternyata mereka tidak menghampiriku,ini tentunya membuat perasaan ku tidak enak,sebenarnya
17

ada masalah apa? ucapku kebingungan dalam hati. Setelah sepulang sekolah ternyata aku tidak melihat Vadly dan Ardhi, aku merasa bingung dan aneh sebenarnya ada apa dengan semua ini? ucapku dalam hati. Aku yang memikirkan kejadian tersebut membuatku seperti kehilangan sosok Vadly dan Ardhi. <SKIP MALAM> Aku berfikir untuk mencoba mengirim pesan kepada mereka.. "sebenarnya apa yang terjadi pada kalian, aku melihat ada yang aneh pada diri kalian." Pada malam itu kitapun berbincang-bincang mengenai masalah tersebut. Ternyata mereka kecewa kepadaku karena mereka menganggapku berubah, mereka menduga aku meninggalkan mereka saat sedang pulang sekolah,padahal bukan maksud ku seperti itu,aku sedang buru-buru ingin pulang karena aku harus pulang,dan aku juga sebenarnya kan sudah mengajak Vadly untuk pulang,tetapi mungkin dia tidak mendengar perkataan ku,tetapi aku juga sangat kesal karena Vadly berbohong kepadaku,dan mereka tiba-tiba menjauhi ku seperti ini,meskipun aku tahu mereka kesal dan marah kepadaku,tetapi sebaliknya aku pun merasa kesal dan marah kepada mereka,dan aku tahu semua ini adalah salah paham. Aku sangat kehilangan sosok mereka berdua aku ingin masalah ini cepat selesai karena aku tak mau sampai ada masalah sebesar ini dengan mereka,tetapi lelaki itu sangat besar gengsi nya,aku maupun mereka sangat sulit untuk mengatakan kata maaf,aku sangat tidak ingin persahabatan ku hancur cuma karena hal ini. Setelah beberapa hari,ternyata masalah ku dengan mereka masih saja belum beres,ini membuatku sangat sedih dan juga membuaku tidak berkonsentrasi pada pelajaran,dan ulah aku,Vadly,dan Ardhi,ini membuat Chacha,Vicky,Putri,dan Riani ikut sedih,aku sebenarnya tak mau membuat sahabat-sahabatku menjadi sedih cuma karena masalah sepele,semua karena salah paham membuat masalah menjadi panjang,tetapi aku tetap yakin persahabatan ku tidak akan pernah runtuh maupun perkataan membuat persahabatan ku menjadi runtuh tetapi aku yakin dari hati mereka tetap persahabatan ku tidak akan pernah putus. Tibalah saat pembagian raport semester kedua,tentu ini membuatku dan sahabat-sahabatku menjadi tegang kembali,namun di saat itu aku melihat Chacha membawa adik-adiknya ke sekolah, "Wah Chacha membawa adik-adiknya ke sekolah aku sangat ingin sekali berkenalan dan ingin sekali menyapa adik-adiknya,entah mengapa perasaan ku sangat malu

sekali,padahal aku sangat ingin sekali berkenalan dengan adikadiknya",ucapku dalam hati,di samping itu juga di saat pembagian raport aku tidak mendekati Chacha karena aku merasa malu dengan hadirnya adikadik dia,aku sempat melirik Chacha aku pandang dia dengan senyuman,tetapi yang aku lihat ternyata Chacha membalas tatapan ku dengan ekspresi cemberut seperti dia sedang marah kepadaku,aku berfikir "Kok Chacha melihatku seperti itu?aku semakin bingung,kemudian aku ingat,aku pernah berjanji kepada Chacha bahwa aku akan mencoba akrab bersama keluarganya terutama mulai dari adik-adiknya,aku sangat menyesal tidak menepati janjiku terhadapnya." ucapku dalam hati. Kemudian waktu pembagian raport telah selesai,Chacha yang biasanya berpamitan kepadaku jika ingin pulang,tetapi kali ini dia tidak berpamitan,"aku tahu aku salah terhadap dia karena aku telah mengingkari janjiku terhadapnya" ucapku menyesal dalam hati. Dan pada saat itu Chacha yang marah terhadapku karena aku tidak menepati janjiku,tetapi aku mencoba menjelaskan pelan-pelan terhadap nya "Aku masih butuh waktu untuk akrab dengan adik-adik kamu,entah mengapa rasanya aku sangat malu untuk mendakati adik-adik kamu." Chacha hanya menjawab "Aku tunggu bukti dari kamu Ryan" Aku menjawab "Chacha,aku minta kita jalan keluar lagi tetapi kamu ajak Dhea adik wanita kamu." Chacha menjawab "Ok Ryan,tinggal kamu rencanakan kita untuk jalan."Tiba saatnya rencana kami untuk jalan bersama Dhea, awalnya perasaanku tetap gugup dan malu karena adanya kehadiran Dhea. Pada saat perjalanan menuju lokasi yang dituju, aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada adiknya Chacha "Dhea sekarang sekolah dimana?" tanyaku "Sekolah di SDN Harapan kak" ucap Dhea, "sekarang kelas berapa?" tanyaku "Kelas 3 sd" ucap Dhea. Tak lama kemudian Dhea yang berbisik kepada Chacha, membuatku penasaran sebenarnya apa yang Dhea bisikan kepada kakaknya, terlebih lagi mereka yang melihat kearahku sambil tertawa, aku semakin bingung melihatnya.. penasaranku semakin tinggi untuk mengetahuinya aku pun bertanya kepada Chacha sambil berbisik "sebenarnya apasih yang kalian bicarakan sampai tertawa seperti itu?" tanyaku bingung, "lihat deh celana kamu" ucapnya sambil tersenyum, lalu aku mencoba malihat ke arah bawah celanaku, ternyata celanaku tidak karuan terlipat sebelah... saat aku menyadarinya aku pun tersipu malu,dan tersenyum sambil melirik ke arah Chacha.. Chacha pun membalas senyumanku...

19

<SKIP perjalanan> Akhirnya kita pun sampai di tempat tujuan, tepatnya di sebuah Mall didaerah jln.Merdeka.. awalnya kita hanya berjalan-jalan, akhirnya akupun melihat ke arah Dhea yang sedang berbisik kepada Chacha, dan Chacha pun tertawa saat mendengar bisikan adiknya, akhirnya Chacha menghampiriku dan berkata, "Ryan, kata Dhea, aku disuruh untuk memegang tanganmu" ucap Chacha sambil tertawa " haha.. aneh-aneh saja permintaan adikmu itu" ucapku enteng sambil mengedipkan mataku, Chacha pun tersenyum kepadaku. Setelah lama kemudian kitapun sempat mengunjungi sebuah tempat makan yang ada di lokasi Mall tersebut. Akhirnya kita pun memesan meja makan. <SKIP SETELAH SELESAI MAKAN>

Chacha yang tiba-tiba menarik tanganku tetapi aku tidak menyadari hal itu, karena aku yang tengah asik berbincang-bincang bersama Dhea, setelah aku melirik ke arah Chacha dia yang tengah menyiapkan kutex untuk mewarnai kuku ku, tetapi aku reflex menghindarkan tanganku dari kutexnya itu, sebenarnya setelah aku mengetahui sebernarnya itu adalah rencana Chacha dan Dhea, untung saja aku masih sempat menghindari kejahilan Chacha kepadaku. <SKIP PULANG>

Diperjalan kami hanya tertawa megingat kejadian tadi pada saat kita jalanjalan. Sepulang ke rumah aku hanya dapat menyimpulkan hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan dan tidak bisa aku lupakan bersama Chacha dan Dhea. <SKIP LIBURAN SEKOLAH> Pada saat masuk sekolah perasaanku sangat senang sekali karena telah memasuk Bulan Suci Ramadhan,dan di saat itu juga tepatnya pada saat pembagian kelas baru,kali ini aku duduk di kelas 9.Aku sangat berharap bisa sekelas dengan Chacha dan tentunya dengan sahabat-sahabatku,pada saat pembagian kelas berlangsung ternyata namaku terpanggil di kelas 9F bersama Vadly,Ardhi,Putri,Chacha,Vicky,dan Putri,tentunya ini juga

membuatku senang karena bisa satu kelas kembali dengan semua sahabatku,tetapi masalah ku dengan Vadly dan Ardhi belum selesai,ini membuatku bingung,karena jika aku satu kelas dengan mereka dengan keadaan seperti ini membuatku menjadi seperti ada yang menghambat dalam kegiatan belajarku,tetapi aku tidak memperdulikan nya karena bagaimana pun Vadly dan Ardhi tetap sahabatku. <SKIP> Keesokan harinya aku yang memasuki kelas dengan keadaan senang karena telah memasuki kelas 9,yang dimana aku harus lebih berkonsentrasi agar bisa LULUS UN nanti,tetapi setelah aku sampai di kelas perasaan senang ku hilang semua karena aku harus duduk di tempat paling belakang dengan Tsani,sedangkan aku ingin sekali duduk di depan agar aku bisa leibih berkonsentrasi jika aku duduk di depan.Selain itu juga aku ingin duduk dekat Chacha namun ternyata jarak duduk aku dengan Chacha sangat jauh,ini membuatku kurang bersemangat. Setelah berhari-hari ini membuat hubunganku dengan Chacha hanya sekedar lewat Handphone,yang biasanya aku selalu mengobrol,dan bercanda bersama dia,tetapi sekarang yang aku rasakan sekarang adalah kebalikan nya,aku dengan Chacha menjadi jauh,tidak pernah mengobrol,dan lain-lain,yang jelas hal ini sangat membuatku sedih,karena aku seperti kehilangan sosok Chacha yang aku kenal. Dan pada saat itu juga ternyata aku satu kelas juga dengan teman saat aku SD yaitu Miami,ya memang Miami bukan teman sekelas ku waktu SD,tetapi setidaknya aku pernah melihat dia pada waktu SD,aku duduk tepat di belakang Miami dan teman sebangkunya Widya,awalnya hanya Tsani yang mengbobrol dengan Miami dan Widya,karena kan aku sangat malu dengan wanita jadi aku hanya diam saja melihat mereka mengobrol,tetapi tidak lama kemudian Miami dan Widya juga menyapa ku dan mengajak ku mengobrol,awalnya aku masih sedikit gugup karena aku merasa baru mengenali mereka. <SKIP BERBINCANG-BINCANG> Pada saat di tentukannya jadwal piket,aku yang ingin sekali satu piket bersama semua sahabatku,tetapi aku teringat lagi dengan masalah ku dengan Vadly dan Ardhi,aku tidak mungkin satu piket dengan mereka,karena itu akan menyebabkan kurangnya kerja sama,ketika pembagian jadwal piket
21

berlangsung ternyata Vadly dan Ardhi yang meminati untuk piket di hari Senin,aku sangat ingin sekali mengacungkan tangan juga,tetapi aku berfikir ke depannya tidak akan baik,lalu Putri,Riani,dan Vicky juga ikut mengacungkan tangan untuk piket hari Senin,aku sangat berharap sekali "Semoga Chacha tidak mengacungkan tangan,aku berharap Chacha satu piket denganku." Ucapku dalam hati,dan karena masih kekurangan siswa untuk piket hari Senin,ternyata Chacha juga ikut meminati diri untuk piket hari Senin,aku sangat sedih sekali karena tidak ada satu pun sahabatku yang satu piket bersamaku,mungkin semua sahabatku juga ingin sekali aku piket di hari Senin,tetapi aku tidak bisa melakukan itu,ucapku sedih dalam hati. Setelah beberapa hari kemudian,aku yang sangat bosan dengan suasana sekolah karena aku merasa tidak mempunyai sahabat lagi,aku hanya diam di bangku ku sambil menundukan kepala,banyak sekali yang melihat ke arahku dan menanyakan keadaan ku yang terlihat berbeda,salah satunya Tsani,Miami,dan Widya,padahal aku sangat butuh peran Chacha jika aku sedang seperti ini,setidaknya kalau bukan Chacha,sahabatku yang lain yang menghiburku agar tidak seperti ini,ucapku dalam hati sambil merenung,di samping itu juga kegiatan belajar ku menjadi terhambat karena yang biasanya aku aktif di dalam kelas,tetapi kali ini tidak karena aku merasa tidak ada semangat untuk belajar,karena selain itu juga aku yang harus duduk terus di belakang,dan aku harus jauh dengan semua sahabat ku,aku ingin sekali Chacha duduk dekat denganku,karena aku tidak bisa jauh dengan nya. Pada saat itu aku mencoba mengobrol dengannya "Chacha apa kamu tidak menemaniku duduk di belakang,setidaknya jarak bangku ku dengan mu dekat?" ucapku kepadanya "Aku juga sebenarnya sangat ingin sekali Ryan,duduk dekat dengan mu,tetapi Putri tidak mau duduk di bangku belakang." ucapnya,aku yang mendengar perkataan Chacha merespon keadaan,"Aku harus bisa mengerti keadaan Chacha." Pada saat nya tiba peringatan Hari Besar Nabi Muhammad SAW,ternyata sekolah mengadakan berbagai macam perlombaan dan juga mengadakan acara buka bersama,salah satu lomba yang di adakan adalah Lomba Busana Muslim,terlintas di fikiran ku "Wah seperti nya lomba busana muslim ini,akan sangat menarik jika Chacha mengikuti lomba tersebut,karena sesuai dengan cita-citanya menjadi seoarang model." Ucapku senang dalam hati. Pada saat wali kelas datang membawakan formulir,ternyata benar dugaan ku Chacha mengikuti Lomba Busana Muslim tersebut,dan ternyata di formulir itu terdapat persyaratan sebagai berikut :

1.Memakai baju Muslim dengan sopan dan santun. 2.Tidak boleh memakai celana jenis Jeans,dan lain sebagainya 3.Setiap peserta Busana Muslim,di wajibkan untuk mempunyai pasangan nya masing-masing (1 wanita,dan 1 lelaki). Aku sangat terkejut melihat persyaratan yang tercantum pada nomor 3,karena dalam persyaratan tersebut harus mempunyai pasangan,jelas aku tidak rela jika Chacha harus berpasangan dengan laki-laki lain,dan akhirnya aku memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi pasangan Chacha dalam lomba tersebut,"Aku tidak peduli dengan rasa malu ku di depan banyak orang,karena yang aku ingin hanya menjadi pasangan Busana Muslim Chacha." Tentunya ini sangat membuatku senang,karena sahabat-sahabatku mendukung ku dengan Chacha agar menjadi pemenang dalam lomba tersebut,tentunya dengan dukungan semua teman-temanku di kelas,karena pelaksanaan peringatan tersebut di lakukan 3 hari lagi,aku harus segera mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut,aku yang bingung dengan pakaianku agar terlihat serasi dengan Chacha,akhirnya Chacha menghampiriku "Ryan,besok kita harus mencari pakaian busana muslim yang terlihat serasi untuk kita berdua." Ucapnya "Aku setuju sekali,sebenarnya aku juga sedang memfikirkan tentang pakaian busana itu." Ucapku kepadanya. <SKIP PERBINCANGAN> Keesokan harinya,karena hari libur sekolah,sesuai perjanjian ku dengan Chacha akan pergi keluar untuk mencari pakaian busana muslim,terlintas di fikiran ku,aku ingin sekali Dhea ikut karena jika ada Dhea ini akan lebih menyenangkan dan berbuka puasa di luar pun akan lebih seru,selain itu juga aku mengajak teman dekatku di kelas 9 yaitu David,Widya,dan Miami,tetapi hanya David yang bisa mengikuti acara kami,karena Miami dan Widya sedang ada urusan keluarga,"Ini akan menjadi hari yang sangat menyenangkan,karena aku bisa dekat lagi dengan Chacha,dan juga aku sangat senang bisa berjalan bersama lagi dengan Dhea."Pada saat perjalanan menuju tempat dimana kita akan mencari pakaian Busana Muslim,Chacha yang sangat senang sekali dengan warna ungu,menyarankan kepada ku "Ryan kita memakai pakaian berwarna ungu saja" ucapnya "Wah,jangan dong aku tidak terlalu suka warna ungu" ucapku "Ya sudah kita fikirkan warna lain." <SKIP PERJALANAN>

23

Tiba lah di sebuah Mall daerah Cihampelas,kami langsung mencari pakaian busana muslim tersebut,setelah lama mencari Chacha mendapatkan pakaian yang berwarna Ungu,aku tentu saja kesal karena aku sudah bilang tidak terlalu suka warna ungu,ucapku kesal dalam hati,tetapi ketika aku melihat dengan jelas ternyata warna itu adalah warna ungu ke abu-abuan atau tepatnya warna talas,itu membuatku sedikit tersenyum karena kelihatan nya juga cukup bagus dan serasi jika aku dan Chacha memakainya,akhirnya aku dan Chacha memutuskan untuk membeli baju muslim tersebut,tidak terasa hari sudah mulai sore dan menjelang waktu untuk berbuka puasa,kita mengunjungi tempat makan tepatnya di lokasi,pada saat mendapatkan tempat duduk aku yang bercanda dengan David,dan Dhea,sedangkan Chacha memesan makanan untuk berbuka puasa,rasanya sangat senang sekali mendengar suara cerewet nya Dhea,"Dhea sangat sekali mirip dengan kakak nya,sama-sama memiliki karakteristik cerewet." Ucapku dalam hati sambil tersenyum. Adputn pun mulai berkumandang,kami pun segera berbuka puasa. <SKIP BERBUKA PUASA> Setelah berbuka puasa kami pun segera pulang dari lokasi untuk beristirahat karena hari juga sudah mulai gelap,pada saat di perjalanan aku menjahili Dhea dengan mencolek telinga nya Dhea,otomatis Dhea merespon dan aku pun langsung menengok ke arah lain agar Dhea tidak menurigaiku,tidak lama kemudian aku mencolek telinga Dhea kembali,ternyata Dhea mulai mencurigai ku,karena aku melihat Dhea menatapku sambil tertawa "Ka Ryan,mencolek telingaku ya" ucapnya sambil tertawa "Mencolek telinga apa?mungkin Ka David yang mencolek." ucapku sambil tersenyum,aku yang melihat obrolan Dhea dan David hanya tersenyum saja karena aku melihat nya mereka seperti sedang berbincang tentang masalah yang aku perbuat kepada Dhea. <SKIP PERJALANAN> Pada saat sampai di rumah,aku langsung istirahat karena besok adalah waktu yang sangat aku tunggu-tunggu,untuk siap berlomba dengan kelas lain. Keesokan harinya aku segera berangkat ke sekolah,setelah setiba di sekolah perasaanku bercampuran antara senang dan gugup,senang karena bisa mendampingi Chacha dalam lomba Busana Muslim,dan gugup karena ku akan di lihat oleh semua siswa sekolah. Pada saat di ruang peserta,ternyata aku dan Chacha mendapat nomor urut

13,tentunya ini membuatku lebih tenang agar lebih bisa mempersiapkan diri,"Mungkin Chacha pengalaman dalam hal seperti ini,namun bagiku ini penampilan pertama ku di lihat oleh banyak orang,namun aku tidak boleh putus asa,aku harus yakin bisa menjadi pemenang." Ucapku dalam hati,tidak lama kemudian nomor urut 13 mulai terpanggil,perasaan ku mulai tegang,tetapi aku harus percaya dengan diri ku sendiri bahwa aku pasti bisa,ucapku semangat dalam hati,pada saat di pentas Chacha yang sangat percaya diri mulai menunjukan kemampuannya,aku pun tidak mau kalah aku harus bisa menemani Chacha dalam hal percaya diri,aku dan Chacha memberi hormat pertama-tama kepada guru,kemudian kami berjalan sampai ke depan dan memberi hormat kepada penonton yang tepat berada di depan kami,lalu arah kanan dan kiri,setelah itu kami kembali berjalan keluar pentas untuk mengakhiri penampilan kami. "Rasanya sangat lega sekali,karena penampilan ku sudah berakhir,aku bisa bernafas dengan tenang." Ucapku dalam hati,tidak lama kemudian aku yang melihat dari bawah Chacha sedang bermain asyik di atas dengan Miami,aku tersenyum melihat mereka bermain,tetapi ternyata di samping itu aku melihat ternyata Chacha juga bermain bersama laki-laki,sebenarnya tidak masalah untukku jika dia bermain dengan seorang laki-laki,tetapi yang aku lihat dia sangat asyik bermain dengan laki-laki itu hingga dia tersenyum,tertawa,bermain pukul-pukulan,dan lain sebagainya,tentu ini sangat membuat perasaan ku sangat hancur,hati ku sangat sakit sekali karena selama di kelas 9,aku tidak pernah melakukan hal seperti itu bersamanya,itu sangat membuat ku cemburu,lalu aku berhenti memandangnya,kemudian aku kembali ke ruang peserta,tidak lama kemudian Miami yang melihat ku sendirian di ruang peserta,ia langsung menghampiriku dan menanyakan "Ryan,kok kamu diam saja di ruang peserta?" ucapnya "Tidak apa-apa Mi,aku lebih nyaman disini." Ucapku "Mengapa kamu tidak bersama Chacha?" ucapnya "Bersama Chacha? dia sedang sibuk dengan urusannya" ucapku "Maksudnya Ryan? aku tidak mengerti?" ucapnya "Sudah Mi,hatiku sedang hancur berantakan" ucapku kepadanya sambil terbawa emosi. Tidak lama kemudian aku melihat Chacha dan Miami menghampiriku ke dalam ruang peserta,aku sangat kesal sekali melihat Chacha,aku pura-pura saja tidak melihatnya,sampai kemudian ia menghampiriku dan bertanya "Ryan,kamu kenapa?" ucapnya "Tinggalin aku sendiri" ucapku "Loh kok kamu gitu Ryan?" ucapnya sambil bingung "Aku bilang tinggalin aku sendiri ngerti?" ucapku sambil meninggalkan Chacha dan Miami di dalam ruang

25

peserta,"Aku tak tahu sifat ku tadi terlalu kasar terhadap Chacha,tetapi hatiku sangat hancur karena nya,apa dia sadar yang dia lakukan terhadapku?" ucapku kecewa dalam hati. Pada saat aku berada di lantai atas sekolah Chacha kembali menghampiriku kali ini dia menghampiriku dengan Miami dan Vicky, awalnya Vicky menanyakan kepadaku "Kak,kok diam saja? mengapa tidak bergabung bersama kita?" ucapnya "Tidak apa-apa kok Ky,aku cuma lagi pingin sendiri saja" ucapku,tidak lama kemudian Chacha kembali menghampiriku dia menanyakan "Ryan,sebenarnya kamu itu kenapa? kok kamu sampai cuekin aku kaya gini? ucapnya penasaran "Kamu pengen tahu aku kenapa?,hati aku tuh sakit sekali melihat kamu keasyikan bermain dengan laki-laki itu sampai kamu tersenyum kepadanya,tertawa dengannya,dan bermain asyik berdua,apa selama ini kamu pernah melakukan hal itu terhadap ku?" ucapku sambil emosi "Ya Allah,maaf Ryan,aku tidak tahu bahwa yang aku lakukan itu membuat hati kamu menjadi sakit" ucapnya menyesal "Terserah kamu,yang jelas aku sangat kecewa padamu." Ucapku sambil pergi meninggalkannya,terlintas dalam fikiranku "Aku tahu aku terlalu kasar terhadap nya,tetapi yang aku butuh bukan kata maaf darinya,yang aku butuh adalah perlakuan dia terhadapku,kok bisa dia melakukan itu dengan laki-laki lain,sedangkan aku pacarnya dia sendiri,dia tidak memperlakukan ku seperti itu." Ucapku dalam hati,tidak lama kemudian arlogi ku yang menunjukan pukul 12.30 tepat dimana aku harus segera pergi bimbel,terlebih dahulu aku meminta izin kepada guru karena aku harus pergi bimbel tepat jam 13.00,sedangkan untuk di umumkannya pemenang lomba Busana Muslim adalah pukul 15.30,tentu aku harus mendampingi Chacha,tetapi aku juga harus bimbel sampai dengan pukul 16.00,tentunya aku hanya bisa berdoa untuk kemenangan aku dan Chacha. Ketika pada saat aku belajar di bimbel ponsel ku berdering tepat pukul 15.30 aku membuka ponsel ku dan aku lihat ada pesan dari Miami yang berisi "Selamat ya Ryan,kamu dan Chacha menjadi juara kedua lomba Busana Muslim." ucap Miami "Wahh,kamu bersungguh-sungguh? terima kasih info nya." jawab ku "Ya aku bersungguh-sungguh,ok sama-sama." Ucapnya,ini membuat perasaan ku sangat senang sekali karena aku masih belum percaya bisa menjadi juara kedua dalam lomba Busana Muslim,"Aku ingin sekali cepat kembali ke sekolah." Ucapku dalam hati. <SKIP BIMBEL> Aku segera kembali ke sekolah,setelah aku sampai di sekolah aku

melihat Chacha sedang merenung di dalam kelas,"Mungkin aku terlalu keras padanya,sehingga dia menjadi sedih karena ulahku." Ucapku menyesal dalam hati,tidak lama kemudian Adputn Maghrib berkumandang yang menandakan waktu berbuka puasa,lalu aku menyiapkan diri untuk berbuka puasa,pada saat berbuka puasa aku menghampiri Chacha "Chacha maafkan aku karena aku terlalu bersikap kasar terhadapmu" ucapku "Aku yang seharusnya minta maaf Ryan" ucapnya "Sudah ya,kita lupakan masalah tadi,lagian besok itu hari kemenangan Hari Raya Idul Vicky,kita harus saling memaafkan" ucapku "Makasih Ryan" ucapnya,di saat itu aku ingin sekali menyuapini Chacha,sebenarnya Chacha ingin aku suapin,tetapi dia malu karena banyak teman-teman,ya aku mengerti situasi,akhirnya aku berbuka puasa. <SKIP BUKA PUASA> Setelah buka puasa aku melaksanakan salat maghrib di Masjid sekolah,setelah selesai melaksanakan salat Maghrib,aku pulang bersama Chacha,dan Miami,tetapi sesaat aku mau pulang,aku melihat Vadly yang menghampiri ku dan berkata "Aku minta maaf Ryan,Minal Aidzin Wal Faidzin" ucapnya "Oiya,aku juga minta maaf Minal Aidzin Wal Faidzin" ucapku sambil memeluk Vadly,aku juga sempat melihat Ardhi tetapi tidak sempat untuk minta maaf,ketika di perjalanan aku meminta maaf kepada Ardhi melalui ponsel,dan akhirnya pun aku dan Ardhi kembali bersahabat,sesampai di rumah "Aku sangat senang sekali dengan hari ini,karena aku bisa menjadi juara kedua Lomba Busana Muslim,dan selain itu juga masalahku dengan Vadly dan Ardhi telah selesai,ini merupakan hari yang sangat menyenangkan untukku." Ucapku senang dalam hati. Keesokan harinya tibalah hari kemenangan Hari Raya Idul Vicky,aku mengirim pesan ke semua temanku di kelas untuk meminta maaf perbuatan ku yang salah selama ini,dan aku segera pergi ke Masjid untuk melaksanakan salat ied. <SKIP salat ied dan Liburan Sekolah> Ketika masuk sekolah perasaanku sangat senang sekali karena bisa melihat dan berkumpul kembali dengan semua sahabatku,meskipun aku,Vadly,dan Ardhi tidak se-akrab seperti dulu,tetapi aku tetap senang karena persahabatan ku kembali seperti semula. - - -BEBERAPA BULAN KEMUDIAN- - 27

Wah tidak terasa aku akan melaksanakan UN,tentunya ini menentukan hasil belajar ku selama di SMP,aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar di berikan kemudahan di saat menjawab semua soal. Tibalah saat UN,"Semoga pelaksanaan UN ini berjalan dengan lancar,YA ALLAH" ucapku dalam hati. <SKIP> Alhamdullilah kegiatan UN sudah selesai,syukur alhamdullilah aku dan sahabat-sahabatku LULUS 100%,dan hasilnya cukup memuaskan,tentunya ini membuatku sangat senang,aku yang berminat menuruskan sekolah ke SMKN 2 NEGERI BANDUNG dan mengambil jurusan MULTIMEDIA dalam komputer,karena aku memiliki hobby mengutak-atik Aplikasi MULTIMEDIA dalam komputer,tentunya sahabat-sahabatku juga melanjutkan ke sekolah favoritnya masing-masing,ini sangat membuatku dan yang lainnya sangat sedih karena harus berpisah tidak satu sekolah lagi,tetapi aku yakin suatu saat pasti aku akan bersama lagi bersama semua sahabat-sahabatku. - - -3 TAHUN KEMUDIAN- - Aku yang telah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat senang karena aku akan meneruskan pendidikan ku ke Perguruan Tinggi,tentu 3 tahun tidak bertemu sahabat-sahabatku rasanya seperti tidak mempunyai sahabat,apa lagi aku yang sangat merindukan sekali sosok dari seorang Chacha yang sejauh ini aku tidak pernah ada komunikasi dengannya lagi karena kesibukan kita masing-masing,sehingga aku memutuskan untuk memberikan kejutan kepada Chacha,dan mengajak sahabat-sahabatku untuk menginap di rumahku. Tidak lama kemudian aku segera menelepon Chacha untuk mengajaknya ketemuan disuatu tempat yang sudah aku rencanakan nanti malam. untung saja aku masih menyimpan nomornya, aku beharap nomornya itu masih aktif. Aku pun segera meneloponnya, "hy..ini Chacha?" tanyaku "iya ini aku sendiri.. maaf ini sama siapa ya?" jawabnya "temui aku pukul 7 malam di sebuah taman dekat rumahmu.." ucapku "TAPii........." ucapnya, belum selesai berbicara akupun langsung menutup teleponku. Lalu aku melanjutkan untuk menelepon sahabat-sahabatku untuk mengajak sahabatku berkumpul untuk malampiaskan rasa kerinduanku yang selama 3 tahun ini.

#POV Chacha akupun penasaran dengan seseorang yang meneleponku tadi siang, sepertinya aku kenal dengan suaranya itu tanyaku dalam hati.. tapi siapa? penasaranku mulai menjadi-jadi.. aku pun langsung bergegas mempersiapkannya. <SKIP MALAM> Ketika aku hendak keluar rumah.. aku terkejut melihat sebuah becak yang terhias dengan indah diatasnya terdapat tulisan "becak cinta" yang dihiasi dengan bunga yang sangat indah, tentunya ini membuatku semkin bingung.. tiba-tiba sopir becak itu mendekatiku dan bertanya "permisi apa ini dengan Chacha?" tanya sopir itu "iya benar saya sendiri" jawabku "kamu sudah ditunggu oleh seorang pria di taman dekat sana" jawabnya, "Oh iya Pak terima kasih" jawabku,akhirnya menaiki becak tersebut. <SKIP PERJALANAN> Setelah sampai aku melihat taman itu sangat gelap dan tidak ada siapa pun yang terlihat di taman itu,lalu aku mencoba terus berjalan di sekitar taman itu tidak ada seorang pun hanya gelap gulita yang aku lihat,tidak lama kemudian tiba-tiba lampu yang terletak di pohon-pohon,tiba-tiba menyala secara bergantian,aku pun terkejut melihatnya,sampai akhirnya aku melihat seorang laki-laki yang tengah duduk di hadapan ku. #POV Chacha END Aku tersenyum sambil menatap Chacha yang tampil sangat cantik malam ini,Chacha pun membalas senyuman ku,perlahan-lahan aku mendekatinya dan berkata "Do you remember me?" ucapku "No,who are you?" tanya Chacha sambil tersenyum,lalu aku cemberut mendengarnya,lalu Chacha berkata "No,i just kidding to you" ucapnya sambil tertawa,aku pun ikut tertawa mendengarnya,lalu aku bertanya "Do you miss me?" ucapku "No,I don't miss you,but i very miss you" ucapnya sambil mengedipkan matanya "Haha i know you certain miss me,because we never met since 3 years ago" ucapku,Chacha hanya tersenyum mendengar perkataanku dan mencubit kedua pipiku. Lalu aku mengajak Chacha ke tempat yang telah aku rencanakan untuk memberikan sebuah kejutan kepadanya, "Kita mau kemana?" tanyanya "Sudah diam cerewet" ucapku sambil mengedipkan mataku "hemm aku tidak mau ikut sebelum kamu memberi tahuku,kita mau kemana?" ucapnya jengkel "Sudah kamu diam bawel" ucapku sambil menggendongnya "Aaaaaaaaaaaa...." teriak Chacha,aku pun hanya mengiraukan jeritan nya

29

itu.Akhirnya kita pun sampai di tempat tujuan dimana aku akan memberikan sebuah kejutan kepada Chacha,aku pun langsung menyiapkan sebuah shal dan aku memberikannya kepada Chacha "Tutup matamu dengan ini" ucapku menjulurkan shal nya "Untuk apa? aku tidak mau" ucapnya sambil menjulurkan lidahnya "Sudah pakai saja bawel,aku ingin perlihatkan sesuatu padamu" ucapku gereget " ucapnya singkat. Akhirnya aku pun sampai di tempat tujuan yang aku akan memberikan kejutan kepada Chacha,aku pun sudah duduk siap di depan Chacha,dan aku menyuruh nya untuk membuka shal yang tengah melingkar di kepalanya, ketika Chacha telah membuka shal nya dia terkejut melihat ku dengan sebuah gitar yang telah ku siapkan "Hy,my baby girl,are you ready? ucapku "For what?" tanyanya "Please listen to me,i want you listen to me when me singing for you" ucapku "Wow it's so sweet my baby boy." <SKIP BERNYANYI> Kita pun duduk di bangku dekat taman sambil berbincang hangat,Chacha menyenderkan kepalanya di bahuku,terlintas dalam fikiran ku,aku lupa akan rencana yang aku rencanakan kepada sahabatsahabatku,lalu aku menceritakan nya kepada Chacha "Aku ada rencana kumpul bareng sama sahabat-sahabat kita nih,kamu mau ikut?aku tahu kamu pasti rindu kan dengan sahabat-sahabatmu? ucapku "Oh tentu saja aku ikut" ucapnya,saat pulang aku dan Chacha menaiki becak cinta,pada saat perjalanan aku melihat Chacha yang seperti menggigil kedinginan,secara perlahan-lahan aku lepaskan jaketku yang aku pakai dan segera menyelimuti Chacha dengan jaketku,Chacha hanya melihat ke arah ku sambil tersenyum. <SKIP PERJALANAN> Pada saat sampai di rumahku,aku melihat sahabat-sahabatku yang telah menunggu di depan rumahku,"Cieee,pengantin baru nih" ucap mereka,"Aku telah menikahi Chacha minggu kemarin" ucapku tertawa "Ih Ryan" ucap Chacha malu "Ayo teman-teman kita masuk ke rumahku,maaf sudah menunggu lama" ucapku "ayo,sudah tidak apa-apa" ucap mereka. Pada saat di rumahku aku hanya menjahili Chacha dengan mengkelikitik dia,dan membuat dia jengkel terhadap ku,"I hate you my baby boy" ucapnya marah "I love you too my baby girl" ucapku mengedipkan mata "Ryannnn,tunggu pembalasanku" ucapnya kesal "Ok,i waiting for it baby" ucapku tersenyum. Pada saat itu suasana cukup membosankan akhirnya aku memutuskan untuk

memutarkan sebuah film agar suasana tidak terlalu membosankan,sedang asyik menonton,sepertinya kurang lengkap jika tidak ada makanan ringan atau di sebut juga cemilan,tidak lama kemudian "Ya sudah kita akan membuat sesuatu di dapur untuk cemilan kita" ucap sahabat wanita "Wah ide yang bagus tuh" ucap ku dan sahabat laki-laki. #POV sahabat wanita "Aku ingin membalas dendam ku terhadap Ryan yang telah menjahiliku tadi" ucap Chacha "Wah,benar tuh kamu harus balas dendam" ucap mereka "Ya itu harus,tapi pakai apa ya,supaya rencanaku ini berjalan dengan lancar?" ucap Chacha berfikir "AHA,bagaimana jika kamu mengerjai Ryan dengan sebuah biscuit semacam Oreo" Ucap Putri "Maksudnya bagaimana?Aku tidak mengerti" ucap Chacha bingung "Jadi begini,biskuit Oreo itu kan di dalamnya di lapisi dengan cream putih,nah kamu ganti saja cream putih itu dengan odol berwarna putih" ucap Putri tertawa "Wah,ide bagus tuh Put,ok aku akan membalas nya dengan biscuit itu" ucap Chacha,selain itu juga kami membuat makanan ringan lainnya. #POV sahabat wanita END "Times to eattttt.." ucap sahabat wanita "Kawan ayo serbu" ucap Vadly,pada saat aku ingin mencicipi cemilan tersebut,aku melihat sebuah biscuit semacam Oreo yang menarik perhatianku,dan itu pun yang membuat adalah Chacha,tentunya aku harus mencoba biscuit tersebut,aku pun langsung menggigitnya,dan "What are you doing with this biscuit?" ucapku jengkel "Tidak apa-apa,aku hanya menaruh odol putih di dalamnya" ucap Chacha tertawa "What?you are very crazy baby,you know?" ucapku kesal "Haha,itu pembelasanku" ucap Chacha berlari,aku pun merespon dan mengejar dia yang sedang berlari,akhirnya aku pun berhasil menangkapnya, "Sudah kita baikan,tidak ada kata pembalasan lagi" ucapku "Kamu sih Ryan yang memulai pertama" ucapnya "Iya aku minta maaf,sebagai kata maaf dariku,aku akan mengajak mu ke suatu tempat" ucapku menarik tangannya "Tapi Ryan,bagaimana dengan yang lain?" ucapnya "Sudah tidak apa-apa mereka juga sedang asyik menonton,come on let's go" ucapku "Oh okay" ucapnya. <SKIP PERJALANAN> "Emangnya kita mau kemana sih?" ucap Chacha penasaran "Aku ingin melihat bintang bersamamu malam ini" ucapku "Really? you are very so
31

sweet baby" ucapnya. Akhirnya kita pun sampai di tempat tujuan,tepatny di atas bukit,akhirnya kita pun melihat bintang sambil berbaring di atasnya agar lebih jelas,aku melihat ke arahnya sambil tersenyum,Chacha pun melirik ku sambil tersenyum,dia melihatku dengan tampang yang aneh,karena aku terus melihat ke arahnya dan "Ryan,bintang bukan di sini tapi di atas sana" ucap Chacha malu "But,you are my star" ucapku mengedipkan mataku "Aww apa sih" ucapnya malu "Haha pipi kamu merah tuh,aku menjadi gemas ingin mencubit pipi kamu" ucapku sambil mencubitnya.Setelah berlama-lama berbincang aku tidak menyadari,ternyata Chacha tertidur pulas di sebelahku,aku hanya tersenyum melihat ke arah nya,karena waktu sudah sangat malam akhirnya aku pulang ke rumah dengan menggendong Chacha,pada saat sesampai di rumah,sahabat-sahabat ku juga ternyata sudah tertidur pulas,aku pun menurunkan Chacha ke kasur dan menyelimutinya,aku pun berbisik "Sweet Dream Baby" ucapku mengusap kepalanya,dan aku pun langsung berbaring tidur di kursi,terlintas di fikiran ku "Wah,besok tuh hari kasih sayang,wah aku harus kasih kejutan nih sama Chacha" ucapku dalam hati,aku melihat jam sudah pukul 12 malam atau tepatnya di tengah malam,aku harus mempersiapkan semuanya agar terlihat menarik dan memuaskan hati Chacha,"AHA,aku pun punya balon udara,aku tahu harus melakukan apa" ucapku tersenyum dalam hati. Dini hari aku keluar rumah dan pergi ke bukit untuk memberikan kejutan kepada Chacha,terlintas di fikiran ku "Aduh aku harus melakukan apa nih?" ucapku bingung,tidak lama kemudian aku melihat sebuah bunga mawar berwarna merah yang terdapat di sekeliling bukit tersebut,aku mendapatkan ide dari bunga-bunga mawar tersebut,aku merangkai bunga-bunga itu dengan rakitan berbentuk love yang di dalam nya tertulis "I LOVE YOU AND HAPPY VALENTINE DAY" merangkai semua itu membutuhkan waktu yang sangat lama,dan akhirnya aku selesai merangkai semua itu dan segera kembali pulang ke rumah,aku melihat arlogi ku sudah pukul 3 pagi,aku pun berbaring tidur di kursi untuk beristirahat. Keesokan harinya,aku bangun dengan keadaan masih mengantuk,tetapi aku tidak boleh mengsia-siakan momment ini,ucapku semangat dalam hati,aku bergegas mandi untuk mempersiapkan semuanya,setelah aku selesai mandi giliran sahabat-sahabatku yang mandi. <SKIP MANDI> Setelah selesai mandi,ternyata Chacha,Putri,Vicky,dan Riani telah mempersiapkan sarapan pagi untuk kita semua,aku yang pertama di ajak

Chacha sarapan,"Ryann,ayo kita sarapan" ucapnya "Aku tidak mau sarapan" ucapku tersenyum "Ayo dong kita sarapan bareng dengan yang lainnya!" ucapnya "Aku mau sarapan jika kamu menyuapini ku" ucapku mngedipkan mata,"Iya deh iya aku suapin kamu kok" ucapnya,aku sengaja memanjakan diriku terhadap nya,karena ini adalah hari kasih sayang,aku tidak peduli sahabat-sahabatku yang melihat dan menertawakan ku,dan sepertinya Ardhi tak ingin kalah mesra,aku juga melihat Ardhi menyuapini Vicky,aku hanya tersenyum melihatnya. <SKIP SARAPAN> Setelah selesai sarapan,aku,Vadly,dan Ardhi bermain komputer karena hal ini yang biasanya kami lakukan jika sedang bosan,sementara itu sahabat wanita bermain di halaman. #POV SAHABAT WANITA "Kalian tahu gak sekarang tuh hari apa?" ucap Chacha "Hari kasih sayang kan?,kamu pasti sedang memfikirkan sesuatu untuk memberikan kejutan kepada Ryan kan?" ucap sahabat wanita "Iya benar sekali aku ingin memberi kejutan untuknya" ucap Chacha "Gak usah bingung,kita membuat coklat saja,aku akan membantu,aku juga ingin sekali memberikan kejutan kepada Ardhi" ucap Vicky "Wah ide yang bagus tuh,ayo kita buat bersama" ucap Chacha,"Kita juga ikut bantu dong" ucap Putri dan Riani. Sampai akhirnya beberapa menit kemudian cokelat pun sudah siap dan sudah dibungkus tentunya. "yeep ! sudah siap" ucap Chacha. #POV SAHABAT WANITA END Aku yang sedang asyik bermain komputer dengan Vadly,dan Ardhi,terlintas dalam fikiranku "Aku kan harus memberikan kejutan kepada Chacha" ucapku dalam hati,aku segera berlari menemui Chacha,pada akhirnya aku bertemu dengan Chacha yang sedang mengobrol dengan yang lainnya, aku langsung menariknya uatuk memberiya kejutan yang sudah aku siakan kemari. "kita mau kemana ?" tanyanya, "udah ikut aja deh..aku mau kasih liat kamu sesuatu" ucapku yang membuatnya tambah penasaran. Chacha pu turut mengikutiku, sampai akhirnya kita tiba ditempat dimana balon udaraku berada..

33

"Ryan, ini kan balon udara ? kita mau ngapain kesini ? mau naik ini ? aku gamau ah aku takut, Ryan" tanyanya bawel dengn mimik wajah kebingungan. "iya, yuk naik aja...udah gausah takut gitu kali kan ada aku disini.." ucapku yang langsung mebawanya masuk ke balon udara itu.. Semakin lama balon udara ini semakin tinggi, Chacha yang takut akan ketinggian mulai menggenggam tanganku erat erat..aku rasakan tangannya yang dingin gemetaran, 'hahahahaha lucu sekali dia ini' ucapku dakam hati. Akupun menyuruhnya untuk menutupi matanya dengan syal yang aku beri "Chacha, tutup mata kamu pake syal ini ya ? aku punya surprise buat kamu " ucapku sambil memakaikannya dimatanya, sedangkan Chacha hanya mengangguk pelan. Setelah balon udara ini sudah menuju puncak bukit yang terdapat rangkaian bunga mawar berbentuk hati dan terdapat tulisan ' I LOVE YOU & HAPPY VALENTINE'S DAY' itu.. aku langsung membuka tutup matanya Chacha, serentak ia langsung terkejut melihat rangkain bunga itu.. "waahhh indah sekali, Ryan...kamu membuat semua ini untukku ?" ucapnya girang, "iya..aku seneng kamu suka itu" ucapku, "ya jelas aku suka ini Ryan, ini sungguh amazing..apalagi di lihat dari balon udara ini " ucapnya yang membuatku puas akan jawabannya. "oh iya aku punya kejutan lagi buat kamu" ucapku, "hah ? ada lagi ? apa itu?" ucapnya senang tiada tara hahaha. "sekarang kamu tinggal tutup mata kamu aja" perintahku padanya. Chacha pun menutup matanya, sampai akhirya aku memakaikan kalung di lehernya.."sekarang buka mata kamu" ucapku. #POV Chacha Ketika aku membuka mata, aku tidak merasakan adanya surprise dari Ryan, yang ada Ryan hanya tersenyum melihatku...dan beberapa saat kemudian aku baru sadar kalo dia memberiku kalung dan memakaikannya di leherku.Sungguh indah kalungnya apalagi terdapat abjad A = Ryan 'hahahaha lucu sekali' ucapku dalam hati. "makasih ya kalungnya indah sekali" ucapku. "iya sama-sama" ucapnya. Setelah itu kita memandang ke arah rangkaian bunga yang sudah Ryan rangkai untukku dan sampa akhirnya "oh iyaa, aku juga punya sesuatu buat kamu,Ryan" kataku memecahkan keheningan. "oya ? show me! show me!" ucapku antusias. "eeiiitt..hahaha ini" ucapku sambil menyodorkan coklat "aku bikinin sendiri buat kamu loohhh" ucapku. "oya ? kamu membuatnya sendiri ? untukku ?" ucapnya sambil menggigit coklat itu, aku hanya menelan ludahku dan berharap kalau coklat itu enak. "waaaawww amazing, coklatnya enak banget Chacha..pasti bikinnya pake rempah rempah cinta

yaa ?" ucapnya menggodaku. "haha really ? mmhhhh..." tanyaku sambil menahan malu seketika pipiku merah layaknya tomat.. "iyalah..aku akan menyimpannya untuk nanti" ucapnya tersenyum. #POV Chacha END Setelah lama berbincang-bincang dengannya, aku langsung mengajaknya turun ke bawah. Lalu aku dan dia pulang kerumahku..yep ! kerumahku karena teman temanku masih berada dirumah..rencananya sih mereka mau sleepover satu hari lagi. Selama di perjalanan tiba-tiba "emh..Ryan, makasih ya atas semuanya..aku senang sekali hari ini, selama ini aku baru mendapat kejutan di Valenties's day dari pacarku...hehehe" ucapnya sambil memegang tanganku. "iya gapapa ko, sama sama juga" ucapku. "emm Ryan, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucapnya. "ya ngomong aja kali my babygirl, gausah ngomong-ngomong dulu" kataku. "emh..aku..aku..kamu tau kan kalau aku pengen jadi modeling ?" tanyanya lirih. "yep ! emang kenapa sih babe, ko gugup gitu ngomongnya ?" ucapku sambil membalikkan badanku menghadapnya, "a..aa..aku mau ada Fashion Show modeling di Jakarta, jadi..."ucapnya yang belum selesai terpotong dengan ucapanku "berapa lama ?" tanyaku. "6 bulan, jadi aku dan kamu bakal kepisah Ryan, maafin aku ya.Tapi aku janji setelah 6 bulan mendatang, kita akan bertemu kembali..atau kalo kamu mau,aku ingin kamu ikut bersamaku" ucapnya yang kini air matanya mulai mengalir. "engga, aku bakalan nunggu kamu disini.Dan 6 bulan mendatang kita akan bertemu kembali kalau aku masih ada" ucapku menghapus air matanya. "besok aku berangkat" ucapnya singkat dan terus menangis sambil menyandarkan kepalanya di bahuku. Akhirya kita sampai di rumahku, kita pun langung masuk ke rumah dan berkumpul kembali dengan sahabat sahabat kita. "cieeee yang baru Valentinenan meni so sweet gitu..ahhm ahhm ah" ucap Putri yang mengagetkan kita. "ahh Putri nih" ucapku dan Chacha yang tak sengaja berbarengan dan sekata., "aaaahhh ahuuuylah sampe sampe katakatanya juga meni sama gitu, bareng lagi..sesuatu yah" ucap Riani. "aahh udah ah kalian nih godain kita mulu..siriiikk yaaaa ? ahahaha" ucapku mengejeknya. Seisi ruanganpun menjadi ramai karena tingkah mereka yang terus menggoda Chacha. - - - AT NIGHT- - Malam ini, aku ingin mengajak Chacha dinner untuk yang terakhir

35

kalinya mungkin, karena besok dia harus pergi untuk Fashion Show modeling. Akupun langsung bersiap siap mandi dan bergegas menuju sebuah restoran yang sudah aku pesan dengan suasana romance..aku harap Chacha akan suka, dan menghabiskan malam ini bersamaku. #POV Chacha Aku turut bersedih dengan keadaan ini yep! aku harus meninggalkan Ryan selama 6 bulan, Bisa kalian bayangkan bukan ? oohh aku pasti akan kangen sekali padanya. Tiba-tuba ponselku bergetar..oh ada pesan rupanya 'temui aku di restoran favoritmu jam 7 malam, okay my babygirl i have to sharing my dinner with you :*' isi pesannya dari Ryan, tentu saja aku akan medatanginya so, malam ini adalah terakhir kita akan bertemu, hhhhh...aku langsung bersiap siap mandi dan bergegas menuju restoran itu. Aku mengenakan dress ungu dengan bando putih dan high heels putih, dan sedikit di pulas juga membiarkan rambutku terurai ikal. Akupun siap untuk berangkat. Sesampainya di restoran, aku melihat Ryan yang sedang terududuk menungguku, akupun menghampirinya. "heey..." ucapku membuyarkan lamunannya, "ohh hey..thanks for coming" ucapnya sambil melirikku dan dia melanjutkan lagi ucapannya "kau terlihat sangat cantik sekali" "aaww..hehe makasih" ucapku sambil menunduk berusaha menyembunyikan pipi merahku karena malu. "hahaha my baby's blushing yeah" ucapnya yang membuatku bertambah malu. Dan akhirnya kita makan bersama sesekali Ryan menyuapiku beituun denganku. Setelah itu Ryan meyanyikan lagu Never let you go dengan gitar yang telah siap dimainkan. Akupun mendengarnya dengan penuh rasa sedih karena mengingat bahwa malam ini adalah malam terakhirku. <SKIP NYANYI> Malam ini akan selalu ku kenang, dan akan menjadi pengobat rasa rinduku selama di Jakarta. 'doa kan aku ya Ryan, and i'll missed you so much my babyboy' ucapku dalam hati. #POV Chacha END Malam ini akan selalu ku kenang, dan akan menjadi pengobat rasa rinduku selama dia berada di Jakarta. 'semoga berhasil ya Chacha, and i'll missed you so much mybaby girl' ucapku dalam hati. Setelah aku selesai bernyanyi, tiba-tiba Chacha memelukku dengan erat sambil meneteskan air matanya, aku hanya memeluknya balik. Malam pun telah larut, aku dan dia bergegas pulang. Sesampainya dirumah akupun menyuruhnya untuk segera tidur

"tidur gih, besok kan harus berangkat pagi :)" ucapku berusaha tersenyum setiap memandangnya, Chacha pun hanya mengangguk pelan dan pergi menuju kamarnya "good night baby" ucapnya, "good night too"ucapku. - - - AT MORNING - - Aku terbangun dari tidurku dan memandang ke arah langit yang cerah ini. langsung bergegas mandi dan menuju kamar Chacha. Terlihat dia yang sedang membersekan pakaiannya dibantu juga oleh Putri, Vicky dan Riani. Aku menghampiri mereka "hey, udah pada siap nih..Chacha bisa ikut aku sebentar ?" ucapku, "mm ya mau kemana ? aku cuma punya waktu 1 jam saja" ucapnya, aku langsung menariknya ke halaman rumah dan berbincang bincang sebentar empat mata dengannya. "kamu janji kan setelah 6 bulan mendatang, kamu akan bertemu lagi denganku ? " ucapku, "iya aku pasti langsung menemui kamu dan aku janji akan sering sering menghubungi kamu dan memberi kabar" ucapnya. Tiba-tiba Chacha memelukku seketika. Setelah itu Chacha kembali ke kamar untuk mengambil barang-barang dan bergegas pergi ke Bandara. Kita semua akan mengantarnya sampai Bandara Husain, "aawww ga nyangka yah kita bakalan pisah sama Chacha, ooh i'll missed you honey" ucap Putri sambil memeluk Chacha. "iyaa, tapi gapapa kan? aku bakal balik 6 bulan mendatang ko" ucap Chacha, "yooo guys, kita berangkat sekarang ntar Chacha telat lagi !" ucap Ardhi. Kita pun masuk kedalam mobil dan mulai bergegas menuju Bandara Husain. Suasana di perjlanan sangatlah ramai meski detik detik yang menyedihkan "eh eh boleh minta foto kamu ga ?" tanya Vadly ke Chacha, lalu "emm buat apa emang?" tanya Chacha, "em buat ngebuktiin kalo bidadari tuh memang ada ahahahaha" ucap Vadly , serentak suasana di mobil itu menjadi sangat ramai sekali akibat ulahnya. "eh eh eh Chacha tuh bidadari gue" ucapku yang rada jealous. 'HaHaHaHaHa' mereka pun menertawaiku, sedangkan Chacha hanya tersenyum dan pipinya mulai memerah menahan malu. "eeehhh ada apaan sih guys, gitu ya gue ga diajakin nih" ucap Ardhi cemberut yang sedang menyetir mobil ini. <SKIP PERJALANAN, DI BANDARA Husain> Kita semua sudah nyampe di Bandara, hanya tinggal menunggu beberapa menit lagi hingga waktu pesawat untuk tinggal landas. Kita semua menunggunya sambil duduk di koridor. Aku yang sedari tadi hanya memainkan jemariku karena tak tau ingin berbuat apa, aku hanya menerima keadaan. Beberapa saat kemudian waktunya Chacha untuk pergi
37

meninggalkan kita, kita semua pun saling berpelukan dan serentak berkata 'Best Friend Forever Yes!' "missed you honey" ucap Riani,Putri dan Vicky sambil memeluk Chacha, mereka saling berpelukan lalu Chacha menghampiriku untuk berpamitan. #POV Chacha "jangan lupa sama aku ya hehehe" ucap Vadly. "hahahaha ya aku ga akan lupain kalian semua ko, terutama emmm..my...." ucapku,mereka memotong pembicaraanku"MY BABY BOY alias RYAN kkaaaannnn ? hahaha" ucap mereka menggodaku Aku menghiraukan mereka semua dan bergegas masuk ke dalam pesawat ,aku melambaikan tangan kepada mereka semua begitupun mereka. Oooohh sedih sekali rasanya harus berpisah dengan sahabat sahabatku, bisa kalian rasakan bukan ? OMG ! Akupun pergi berlalu meninggalkan mereka. #POV Chacha END - - - 6 BULAN KEMUDIAN - - Selama ini dia memang sering menghubungiku memberi kabarnya namun, sudah 3 minggu ini dia tidak memberi kabar, kesal rasanya dan khawatir juga dengan keadaannya sekarang. Dia memang sudah menjadi modeling handal , seharusnya aku senang mendengar kabar ini karena citacitanya bisa tercapai namun, disisi lain aku sedih juga karena sering ditinggal dia, 'mungkin dia sibuk atau mungkin dia sudah lupa denganku ! aaahh tau ah pusing, seharusnya aku bisa mengerti keadaan dia sekarang' ucapku dalam hati.Aku langsung mengambil ponselku dan menelpon Vicky, "hallo, Vicky kamu udah ketemu sama Chacha belum ? aku khawatir sama dia, dia ga ngasih kabar ke aku udah 3 minggu ini" ucapku. "ohh sama aku juga ga ada kabar dari Chacha ko, kemana ya dia ? sibuk kali Ryan, sabar aja ya...dia ga mungkin lupa sama kamu ko" ucapnya yang menenangkanku. "emm yaudah deh makasih ya,bye" ucapku, "bye" ucapnya sambil menutup ponselnya. Aku langsung bergegas keluar kamar, rasanya aku ingin berjalan jalan sebentar sambil refreshing ditambah dengan pacarku yang sulit dihubungi. Aku berencana ingin ke cafe untuk ngopi. <SKIP, SAMPAI DI CAFE> Saat aku sedang memesan coffee, aku melihat sosok yang tak asing bagiku sepertinya itu Chacha. Aku langsung melihatnya lebih jelas lagi, dan ternyata itu bener Chacha, Hah ?! dia bersama seorang lelaki? siapa dia ?! , lalu aku memberanikan diri untuk mendekatinya "Chacha ? apa yang kamu

lakukan disini ? dengan lelaki ini ? bukannya kamu lagi sibuk dengang modeling kamu ?" ucapku lirih. "em kamu siapa ? maaf aku ga kenal kamu!" ucapnya ,serentak aku kaget mendengar jawabannya. "hah ? kamu bilang aku siapa ? aku kan pac..." ucapku yang dipotong olehnya "maaf aku ga kenal kamu! mungin kamu salah orang, Ngerti ?!!!!" ucapnya yang membuatku tak sadar kalau mataku mulai berkaca kaca "oh maaf, kamu tidak mengenaliku" ucapku dan bergegas pergi meninggalkannya. Aku berlari menyebrangi jalan dan tiba-tiba sebuah mobil menabrakku dari arah pinggir, saat itu aku langsug tak sadar dan pandanganku menjadi hitam. Ketika itu aku tak sadar apa apa. #POV Chacha Aku yang terduduk di ruang tunggu sambil memainkan jemariku yang seakan akan khawatir dengan keadaannya. Sampai akhirnya dokter keluar dari ruangan itu , aku langsung menghampirinya dan "apa yang terjadi dok ? dia gapapa kan ?" tanyaku cemas. "em kemungkinan dia akan mengalami amnesia" ucapnya yang membuatku diam tanpa kata-kata dan tak sadar kalau air mataku mulai mengalir.. 'ohh tidak..dia amnesia ? aku merasa sangat bersalah sekali..mengapa aku berkata begitu pada Ryan dan akhirnya dia seperti ini ?!' ucapku dalam hati. Bodoh nya diriku ini..seharusnya aku tidak menuruti tawaran Greyson yep! 'Greyson Chance' dia menyuruhku untuk berbuat ini pada Ryan, kalo tidak ia akan membuat gosip yang tidak tidak antara aku dengannya. Hhhhh..dan tentu saja itu hanya hoax belaka, sekarang aku hanya bisa melihat Ryan yang terbaring sakit lemah tak berdaya. Aku masuk ke ruangannya dan tertidur disisinya. Tiba-tiba...... #POV Chacha END Aku terbangun dan rasanya sulit sekali untuk membuka mataku yang masih sembab, tetapi semuanya menjadi hitam seketika, gelap, dan hampa , aku hanya mengeluarkan suara "suster...suster...! Ardhi...Vadly...?? lo disini kan ? Vicky...Riani...Putri...!"ucapku. Tiba-tiba seseorang memegang tanganku "Ryan, kamu udah bangun ? ini aku" ucapku. "Chacha, kamu dimana? aku tidak bisa melihatmu, semuanya gelap! apa sekarang mati lampu ?" ucapanku. "gak enggaaaa...kamu kenapa Ryan, tunggu sebentar aku akan panggilkan dokter, tunggu disitu dan jangan kemana mana" ucapnya. Aku hanya diam dan menyadari kalau aku buta.. aku buta ??

39

'aaaaaaaaa' teriakku kesal dan juga kecewa, akhirnya dokter tiba dan mencoba menenangkanku dengan cara memberi suntikan bius pada lenganku. Akupun tertidur kembali dan merasakan sangat lelahnya tubuh ini lemas tak berdaya. Sebenarnya apa yang terjadi padaku ? #POV Chacha Aku langsung menuju ruangan dokter..."dia mengalami buta sementara, dan kakinya sedikit mengalami cidera" katanya. "tapi dia ga amnesia kan dok ?" ucapku. "tidak" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya, aku tersenyum dan untungnyan Ryan tidak amnesia hanya saja buta sementara. Aku langsung menuju ruangan dimana Ryan terbaring lemas, aku hanya memandangnya dengan penuh penyesalan. Beberapa jam kemudian aku melihatnya kembali dan 'dia ko ga bangun bangun ya ?' oohh kata dokter kan biusannya memang berkontraksi cukup lama...Akupun menjaganya dan hari mulai malam, aku berencana untuk tidak pulang dan akan menginap disini. Akupun tertidur dilengannya. Sampai akhirnya pagi hari telah tiba, aku yang masih tertidur disampingnya merasakan tangan Ryan yang setengah bergerak...akupun terbangun. "suster..suster....!" panggilnya, "em Ryan ini aku,Chacha. Maafin aku, an kasih aku kesempatan untuk jelasin semuanya ke kamu,please" ucapku. Namun, dia tidak memedulikanku "Pergi ! aku gak mau ketemu kamu lagi ! sudah cukup semuanya Cha" ucapnya, "Ry..Ryan..please maafin aku, aku bisa jelasin semua itu" ucapku sambil menangis. " PERGI ! SEKARANG !" ucapnya yang kini dengan nada tinggi, aku langsung pergi meningalkannya dengan air mata yang mulai mengalir...aku meminta Ardhi dan Vadly untuk menjaganya. #POV Chacha END Tiba-tiba ada yang memelukku dan ternyata itu Vadly..."bro, lo gaboleh banyak gerak dulu, lo mesti istirahat. Udah mendigan sekarang lo istirahat lagi aja" ucapnya "emm disitu ga ada Chacha kan?" tanyaku. "nggak ada, yaudah mending lo tidur aja biar cepet sembuh, emangnya lo mau gini terus hah? kata dokter lo cuma buta sementara aja ko dan kaki lo cidera kecil aja kira-kira ini hanya berlangsung 3 hari" ucap Ardhi, aku tersenyum dan mengangguk pelan. Akhirnya aku tertidur sedangkan mereka menjagaku disini, hingga akhirnya pagi sudah tiba kembali sebenarnya aku bosan sekali dengan aktivitasku sekarang yang hanya tertidur di kasur tempat orang lemah huft...tapi apa boleh buat ? mataku yang terbangun ini masih sembab dan belum bisa melihat apa-apa yaaa ini hanya berlangsung

3 hari saja, aku tau itu dan aku harus sabar menunggu. <SKIP> Aku terbangun dari tidurku dan rasanya kondisiku mulai membaik, mataku sudah kembali normal. Aku sudah bisa melihat dengan kedua mataku ini, hanya saja kakiku masih sakit tetapi aku senang sekali karena hari ini aku sudah boleh pulang....ooh senang rasanya bisa kembali pulang. Aku bergegas mandi dan setelah aku mandi, tiba-tiba aku melihat sosok wanita yang sedang memasukan pakaianku ke dalam tasku.. "hey..Vicky ?" tanyaku tetapi dia hanya diam dan terus membelakangiku, lalu aku mendekat dan "heeyy..siapa kamu ?" tanyaku sekali lagi, terlihat wajahnya yang setengah berbalik dan ternyata itu adalah Chacha. "Chacha..apa yang kamu lakukan disini ? pergi ! aku bisa beresin pakaianku sendiri! sekarang juga kamu pergi dan jangan pernah temuai aku lagi,ngerti ?!!" ucapku yang mulai kesal mengingat akan kejadian dimana dia menyakiti hati ini. "Ryan, tolong beri aku kesempatan buat jelasin semuanya" ucapnya memohon, "sorry..just GO !!" ucapku dengan nada tinggi dan aku langsung mengambil tasku dan bergegas pergi meninggalkannya dan rumah sakit ini..aku berlari sekuatku, aku tak peduli dengan kakiku....terlihat dia yang sedang mengejarku dari belakang. "taxi !" ucapku memberhentikan taxi yang lewat didepanku, saat aku akan masuk kedalam taxi itu tiba-tiba Chacha menghentikanku dan menahanku "Ryan..aku masih cinta kamu, please jangan tinggalin aku sendiri..kamu harus denger dulu penjelasan aku..dan maaf selama 3 minggu ini aku tidak menghubungi kamu" ucapnya dengan air mata yang terus mengalir... "maaf, tapi hati ini terlanjur sakit Cha kamu harus tau itu...lagian kamu sudah ada lelaki itu kan ?" ucapku, "Greyson ? Greyson Chance ? kamu harus denger penjelasanku ini...aku terpaksa melakukan semua ini karena aku diancamnya kalau aku tidak melakukan perintahnya maka ia akan membuat gosip yang tidak tidak tentang kita...maafin aku, aku emang bodoh..dan please jangan tinggalin aku...i still love you" ucapnya kini memelukku. 'aku pun tak tega melihatnya seperti ini, tapi apakah benar semua yang dikatakan olehnya ? hati ini terlanjur sakit olehnya dan kenapa dia lakukan ini padaku ?' ucapku dalam hati. "aku tak tau harus apa sekarang, maafkan aku....aku tak bisa menjadi yang terbaik buat kamu Cha" ucapku sambil melepaskan pelukannya dan bergegas pegi meninggalkannya. Dia masih terdiam mematung disitu dan menagis "RYAN
AKU SAYANG SAMA KAMU...PLEASE JANGAN TINGGALIN AKU SENDIRI DISINI..AKU TAU INI SALAHKU DAN MAAFKAN AKU TELAH MENYAKITI

41

HATIMU......RYYYAAAANNN !!!!" ucapnya sambil terus memandang taxi yang

aku tumpangi sekarang..aku tak tahu apa yang aku rasakan sekarang yang jelas aku kecewa sekali padanya. #POV Chacha Hujanpun mulai turun membasahi bumi dan mulai menutupi air mataku yang mengalir deras ini. Aku tak peduli, aku berdiri dibawah hujan yang deras dan masih menyesali pebuatanku. Namun, tiba-tia ada yang memayungi tubuhku, aku melihat keatas dan ternyata itu adalah Greyson.."mau apalagi kamu kesini ? apa tidak puas dengan keadaanku sekarang hah ?!! pergi dan jangan pernah temui aku lagi !! aku tak mau bertemu denganmu lagi !!" ucapku dengan nada yang sangat marah, "Chacha aku tau aku salah, tapi kamu ga perlu lakuin ini semua, kamu gausah ujan-ujanan seperti ini kamu bisa sakit Cha" ucapnya. "woaww.. peduli sekali kau padaku setelah apa yang telah kamu lakukan padaku...aku ga peduli aku sakit...dan aku benci kamu,Ngeri ?!!!" ucapku dengan senyuman sungging. Dia langsung menarikku masuk ke dalam mobilnya dan membawaku pulang kerumah. "LEPASIN AKU ! HENTIKAN MOBILNYA SEKARANG ! AKU MAU PERGI...DAN AKU GAMAU LIAT MUKA KAMU LAGI !!" ucapku berusaha keluar mobil namun tak bisa, dia yang tak memedulikanku dan terus menyetir mobil hanya diam dan seolah olah tidak mendengar celotehanku... <SKIP SAMPAI DIRUMAH> Aku langsung masuk kerumah dan lari ke kamarku..aku menangis sekencang mungkin karena aku sedih sekali dengan keadaanku sekarang ini..ditinggal oleh orang yang kusayang yang benar saja ? apa aku bisa ?...aku hanya terus menangis hinga akhirnya aku tertidur... #POV Chacha END - - - AT MORNING - - pagi yang cerah ini..aku berniat ingin mengajak Vadly dan juga Ardhi untuk menonton film Movie dirumahku tentunya. Aku langsung mengambil ponselku dan menelfon mereka "hey bro..lo mau ikut gabung nonton Movie dirumah gue ga ?" tanyaku, "waahh boleh juga tuh, lagian gue lagi boring aja nih dirumah pada kaga ada..eh tapi siapin makanan ya bro hahaha laper gue" ucap Ardhi, "oalaaahh siaap deehh asalkan lo dateng ya bro, oiya sekalian ajak Vadly aja ya" ucapku, "oke oke, tunggu aja ya...15 menit lagi gue dateng kehati lo bawa Vadly" ucanya, "hah ? ke hati gue ? yang bener

aja lo" ucapku merasa geli dengan jawabannya, "hahaha ya kerumah lo laah ah dasar lo mah, yaudah tunggu aja ya,,mending lo sekarang siapin tuh makanan, bye" ucapnya. "ookkaayy bro !" ucapku dan menutup ponselku. <15 MENIT KEMUDIAN> Terdengar suara ketukan pintu sepertinya itu mereka, akupun langsung membukakan pintunya. Mereka yang sedang keasyikan mengobrol sampe-sampe lupa akan ketukan pintu yang ternyata mengetuk mukaku..."heeehhh...lo ngapain sih orang pintunya udah dibuka juga..yok masuk aja deh dasar kalian ada ada aja" ucapku dan mengajak mereka masuk. lalu kami pun mulai menonton 'Pirates Of The Caribbean' sambil mengemil, tiba-tiba Vadly dan Ardhi mengagetkanku yang sedang asyik menonton "Ryan...lo sama Chacha gimana ? baik baik aja kan ?" tanya mereka yang buatku bete..jujur saja aku sedang tidak ingin membahas tentang ini sekarang...OMG! "gue gak tahu !" jawabku singkat, "tapi ya..masa sih lo ga kepikiran kalo dia tuh ngelakuin ini semua ke lo tuh dengan kepaksa nggak dari hati dia yang sebenarnya, coba lo bayangin deh kalau dia ga sayang sama lo ngapain juga dia mesti nagnterin lo ke rumah sakit dan nungguin lo sampe sampe sekarang dia sakit...oops!" ucap Vadly yang sebenarnya sudah tau semua ceritanya dari Chacha, dia hanya berusaha membuat hubunganku da Chacha baikan kembali...dan dia keceplosan bilang kalo Chacha sedang sakit sekarang ? "Chacha sakit ? tau darimana lo ?" tanyaku yang asalnya sangat malas untuk membicarakan Chacha kini sebuah kata 'sakit' itu menyita perhatianku..aku langsung cemas seketika. "emm..mmm...iya dia sakit gara gara kemaren nangis ga berhenti berhenti sambil ujanan...udah gila kali ya tuh cewe, kalo udah sakit baru tau tuh rasanya" ucap Ardhi.."heh..sssttt lo jangan ngomong kaya gitu, lo kaga liat apa Ryan lagi khawatir gitu..hhh dasar lo cumi oon" ucap Vadly menegurnya. "hhhhh...heh cumi oon lo ga bisa diem dulu apa..sebentar, gue masih ga percaya kalo dia sakit..yang bener aja" ucapku mencoba tak memedulikannya. "iyaa kita serius ! Ryan sebaiknya lo datengin tuh Chacha...sebenarnya dia tidak ingin semua ini terjadi..dia kepaksa sama cowo bule oon itu tuh...siapa sih namanya Onta Bule gitu atau apalah gue gatau..." ucap Vadly menjelaskan.. "Greyson Chance heeyy..bukan onta bule laahh gila jauh amat dari Greyson jadi Onta bule" ucap Ardhi. Akhirnya mereka pun menjelaskan semuanya kepadaku apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang membuat Chacha melakukan hal ini padaku. Mendengar penjelasan mereka sepertinya membuatku ingin bertemu dengan

43

Chacha...rasanya aku perlu mamaafkan dia, namu bagaimana caranya ? rasanya aku tak enak dengannya yang sudah marah marah dan sekarang aku mengunjunginya... "Trus gue mesti ngapain sekarang ?" tanyaku. "datengin aja kerumahnya mungkin itu bisa membuat sakitnya dia menjadi lebih baik" saran Vadly. "emm, tapi....okay gue bakalan datengin rumahnya karena gue gak mau dia kenapa-kenapa" ucapku sedikit canggunng... Akhirnya setelah kita selesai menonton film, akupun bergegas menuju rumah Chacha diantar oleh Vadly dan Ardhi. <SKIP PERJALANAN> Sesampainya aku di depan rumah Chacha, aku sedikit ragu kalau dia mau bertemu denganku setelah aku memarahinya dan membuatnya sakit. "ayoo bro, lo harus gentle dong" ucap Ardhi mendorongku ke depan pintu rumahnya Chacha.. "goodluck mas bro" ucap mereka yang langsung meninggalkanku.. Tanpa lama-lama lagi aku langsung mengetuk pintunya dan ingin segera menemuinya. Tiba-tiba seseorang membukakan pintunya "ohh Ryan, mau ke Chacha ya ?" tanya mamanya, "emm iya tante, Chacha nya ada ?" tanyaku dengan canggung. "ada dikamarnya, dia sedang sakit dan dia tidak mau makan...kamu mau bantu dia buat makan kan Ryan ? tante khawatir dengan kondisinya sekarang ini. "ohh iya tante..saya permisi ke kamarnya ya tante" ucapku bergegas menuju kamar Chacha dan meninggalkan mamanya Chacha. Terlihat Chacha yang berbaring sambil tangannya yang sibuk memencet tombol remote Tv, kelihatannya ia sangat bosan. Aku langsung masuk kedalam dan duduk di ujung ranjangnya..Chacha masih belum menyadari kalau seseorang datang ke kamarnya..lalu aku mendekatinya dan berbisik di telinganya "Chacha, i love you" ucapku membuyarkan lamunannya, serentak ia melihat ke arahku "Ryan...? you in here ?" tanyanya terkejut.. "yaaah.." jawabku singkat.. "Ryan..im sorry..im...." ucapnya, aku langsung menaruh telunjukku di bibirnya "ssssttt...sekarang kamu makan yah" ucapku. "tapi..kamu mau kan maafin aku ? aku bisa jelasin semuanya" ucapnya meyakinkanku, "iya aku maafin, aku sudah dengar semuanya dari Vadly dan Ardhi..naahh sekarang kamu makan ya" ucapku sambil menyendok makanan yang berada di tanganku ini dan langsung menyuapinya...sesekali aku melihat kearahnya dan dia hanya tersenyum.Setelah menyuapinya makan, aku bergegas pulang. "em kalo gitu aku pulang dulu ya...cepet sembuh ya bidadariku, dan harus banyak istirahat

loh oiya jangan lupa makan juga yah..inget bentar lagi kita kan lulus kuliah" ucapku semangat, "iya iya aku akan lakukan semuanya demi kamu baby" ucapnya yang memnuatku tersenyum..lalu aku meninggalkannya pulang. - - - AT MORNIG - - 'HHhoooaaaamm...' aku menguap dan terbangun dari tidur tiba-tiba aku teringat pada Chacha dan aku langsung menelponnya. "hallo ?" ucapnya, "good morning baby..em gimana sekarang kondisinya ? udah baikan?" ucapku, "ohahah iya udah baikan ko, kan aku sembuh karena kamu, hehe makasih yaa..." ucapnya girang, "ohya? bagus deh kalo udah baikan, yaudah aku pergi mandi dulu ya" ucapku, "iya iya...yaudah sana mandi dulu, pantes aja daritadi ada bau bau apaaa gitu yah..hahaha" ucapnya menjahiliku.."ahaha yaudah,bye" ucapku dan langsung menutup ponselku...Lalu aku bergegas mandi setelah aku selesai mandi aku teringat akan tugas kuliahku , aku berniat untuk menga\erjakannya bareng Vadly dan juga Ardhi. Aku memanaskan mesin mobil untuk kemudian aku pakai menuju rumah Ardhi. Selama diperjalanan aku mendengarkan radio dan tanpa sengaja aku mendengar berita tentang Chacha sebagai modeling handal...wwoowww aku takjub mendengarnya. <SKIP PERJALANAN> Akupun sampai di rumah Ardhi, “yaudah langsung masuk aja yuk” ajak Ardhi yang tampaknya sudah menunnguku di depan rumahnya, "yo, eh Vadly udah dateng belum?" tanyaku, "udaaahh, dia udah daritadi kita tuh nungguin lo tau ga sih" ucapnya jengkel. Kita pun masuk ke dalam rumah dan mulai mengerjakan tugas nya , tiba-tiba saja "eh Dhi, mana niihh....masa kaga ada makanan sih ?" ucap Vadly memecahkan keheningan, "aaahhh dasar lo, giliran makanan aja nomer 1 teruuuss wuuu" ucapnya sambil meninggalkan aku dan vadly ke dapur untuk mengambil makanan. Beberapa saat kemudian, dia kembali dengan membawa makanan kesukaannya Vadly, "nih makanannya udah dateng" ucapnya mengejutkan aku juga Vadly, "waahhh asyik nih, makanan kesukaan gue...ah lo tau aja deh honey" ucap Vadly sambil memeluk Ardhi, "iidiiihh apaan sih lo, lepasin gue..iihh bisa jadi gila dah kalo gue setiap hari sama lo" ucap Ardhi sambil berusaha melepaskan pelukan Vadly, "hhh..yaudah yaudah kalian tuuh ribut mulu kerjaannya ah, gue jadi pusing liat tingkah kalian..mending sekarang kita cepet-cepet nyelesain nih tugas, biar cepet LULUS !" ucapku semangat. "Oke siap bos !" ucap mereka sambil meneruh tangannya di jidatnya layaknya
45

seperti orang sedang hormat. <20 MENIT KEMUDIAN> Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Ardhi pun membukakan pintu dan ternyata ada Putri, Vicky, Riani, dan Chacha yang datang kemari, sepertinya mereka akan gabung kita untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. "ehh kalian...masuk masuk" ucapnya mempersilahkan mereka untuk masuk. Aku terkejut ketika melihat diantara mereka ada Chacha juga, 'loh..bukannya Chacha lagi sakit ? dia ngapain kesini..' ucapku dalam hati lalu akupun menghampirinya "heey baby, kenapa kamu keluar rumah ? bukannya kamu sakit ? nanti kalo tambah paah gimana sakitnya ?" ucapku panik sambil menaruh telapak tanganku dikeningnya, "hihihi..tenang aja, aku udah sembuh ko...buktinya liat aja nih aku terlihat sehat kan ?" ucapnya sambil memutarkan tubuhnya, "ohaha iya deh iya, yaudah duduk aja yuk" ucapku sambil menggandengnya dan mengajaknya duduk di kursi. Kita pun mengerjakannya bersama-sama, sesekali Vadly mengeluarkan kata-kata leluconnya hingga membuat seisi ruangan menjadi ramai karena tingkahnya. Di selang aku sedang mengetik makalahku aku melihat ke arah Chacha yang sedang menatapku dalam, sepertinya ia sedang melamun "heeeeeyyy...jangan ngelamun terus ntar kesambet loh..udah udah janga ngelamunin aku terus ah bab" ucapku membuyarkan lamunannya, "eh eh..em..i..iya hehehe..iihh siapa juga yang lagi ngelamunin kamu huuuu ke GR an aja nih kamu haha eh lagian kalo aku kesambetnya kesambet cinta kamu, aku mau ko hihi" ucapnya menggodaku, "ahahaha kamu bisa aja deh bab..." ucapku kembali meneruskan ketikan makalahku, "ciiieeeee ini yang lagi ngerjain makalah mesih sempet ngegombal aja" ucap Riani menyindir aku juga Chacha, "hahaha sirik aja kamu" ucapku singkat dan tidak memedulikannya, "bener-bener tuh..Riani mah sirik aja, huuuu" ucap Ardhi, "iihhhh siapa juga yang sirik, wleee aku kan lagi ngerjain makalah aku"jawab Riani, "so ? tapi sayangnya aku ga nanya tuh" ucap Ardhi, "yaelah udah lah kalian tuh debat mulu kerjaannya...gue jadi ga konsen tau ! mana pengen kentut lagi..haha gapapa ya?" ucap Vadly memberhentikan perdebatan antara aku, Riani, dan Ardhi.. "AAAAAA....JANGAANN !!!" teriakku diikuti yang lainnya. "ahahahah iya iya tenang aja kali, makannya jangan pada debat lagi dong, geu pusing dengernya !" ucap Vadly yang membuat kita semua terdiam karena tidak mau dia sampe mengeluarkan angin ribut yang bau itu, sedangkan Vadly, Chacha, dan Vicky hanya tertawa. 3 jam kemudian...... "aaasssyyyiiiikkkk....makalahku sudah selesai" teriak Riani dengan girang yang mengagetkan kita semua, "hhhhh...hellooooo ? aku udah beres dari

tadi kali" ucap Putri dengan sinis karena sebal telah dibuat kaget, "hem..biarin aja, lagian aku ga nanya tuh" ucap Riani dengan tatapan sinis pula. "ahahaha makalah aku juga udah beres nihh" ucapku sambil joged joged di depan mereka, Chacha yang melihatku langsung tertawa lebar. Akhirnya makalah kita semua sudah siap dan besok waktunya untuk dikumpulkan , aku berharap makalahnya akan diterima dan kita semua akan LULUS ! Hari pun mulai larut malam, aku akan mengantar Chacha pulang sedangkan Vicky,Putri, dan Riani pulang bareng, dan Vadly akan menginap dirumah Ardhi malam ini. <SKIP PERJALANAN> Akhirnya aku dan Chacha sampai dirumah Chacha, "emm..yaudah sekarang kamu masuk gih..cepet tidur yah, oiya jangan lupa makan ya baby..see you tomorrow" ucapku, "iya iya, kamu hati hati dijalan ya" ucapnya sambil pergi berlalu masuk kedalam rumahnya. Aku pun segera pulang ke rumahku pastinya...aku benar-benar mengantuk sekali setelah mengetik makalah yang begitu panjangnya dan cukup menguras fikiranku ini, rasanya aku ingin merebahkan tubuhku ke kasur, 'hhhh..semoga saja besok adalah hari keberutungan untukku dan juga sahabatsahabatku..semoga makalahnya diterima..amiinn' ucapku dalam hati, tak tersadar ternyata aku sudah sampai di depan rumahku, akupun langsung masuk ke dalam dan bergegas menuju kamarku. Setelah aku sampai dikamarku , aku langsung menghantamkan tubhku di kasur dan terlelap tidur karena lelah. - - KEESOKAN HARINYA- - 'kkkkkrrrrr...kkkrrrrr...' suara jam beker ku berbunyi, aku langsung mematikannya dan kembali tidur..tak kusadar ternyata sudah pukul 06.45 dan aku terbangun dengan sekaligus sehingga membuat mataku merah, tanpa basa basi aku segera mengambil waktu untuk mandi. Ketika aku selesai mandi tiba-tiba ponselku berdering ternyata ada telepon dari Ardhi "heeyy bro..lo udah siap belum ? berangkat bareng gue sama Vadly yuk, oke gue ke rumah lo sekarang ya" ucapnya, "ee..eehh..gue mau bareng Chacha" ucapku, "alaaahh...Chacha udah berangkat sama anak anak cewe tuh" ucapnya yang meyakinkanku untuk pergi bersamanya, "ohh..yaudah deh sekarang lo kerumah gue ya, gue tunggu" ucapku, "oke" ucapnya sambil

47

menutup ponselnya. Saatku sedang menggendong tasku dan beranjak keluar rumah berniat akan menunggu jemputan Ardhi dan Vadly, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil 'tiiddiiitttt' aku langsung bergegas ke lantai bawah dan segera menghampirinya, "eh udah dateng rupanya...tumben cepet" ucapku yang sambil memasuki mobilnya, "iya dong..gue kan ganteng !" ucap Ardhi setengah GJ, aku hanya memutarkan bola mataku sedangkan Vadly yang daritadi hanya sibuk memainkan PSP nya. Selama di perjalanan kita mengobrol-ngobrol membicarakan rencana liburan sehabis wisuda nanti, sebenarnya kita ada rencana liburan bareng sih, tapi tempatnya belum tentu tuh palingan nanti kita akan bermusyawarah bareng anak anak cewe lainnya. 40 menit kemudian kita telah tiba di kampus, sahabat sahabat kita yang lainya menyapa "heyy..." sapanya dan kita pun membalasnya dengan senyuman, kita semua pun beranjak menuju ruangan untuk mengumpulkan makalahnya. Setelah mengumpulkannya, kita mendapat jadwal bebas, dan akupun mengusulkan untuk main dirumahku saja sambil merencanakan liburan nanti. Mereka pun setuju dengan tawaranku, akhirnya kita sama sama menuju rumahku. <SKIP TIBA DIRUMAHKU>
Aku mempersilahkan mereka masuk kedalam dan memberinya sedikit cemilan yang tersedia dirumah. "waaaahhh makasih ya makanannya" ucap Vadly yang langsung menyerbu makanan itu, "hhhh...emang bener bener lo ya, soal makanan aja paliiinngg semangat dasar" ucap Ardhi kembali mengejek Vadly sambil ikut-ikutan menyerbu makannya, "euuhh kalian tuh sama aja ya, makanan nomer 1 banget" ucap Putri sambil memutarkan bola matanya, "huuuu biarin aja kan kalo tanpa makanan kita ga akan bisa hidup, hayoooo mau apa lagi hah ?!" ucap Vadly, sampai akhirnya mereka debat kembali, jujur aku sangat bosan melihat tingkah sahabatsahabatku yang seperti anak kecil, sedikit ada makanan ya keluar deh tuh perdebatan hhhh...please deh kalian tuh apa banget ya..! "hh...kalian tuh sesuatu banget deh...dasar bulu mata tahan badai" ucap Riani yang ikut-ikutan debat. Sampai akhirnya Chacha memberhentikan debat diantara mereka "heeeyyy...temen-temen please deh..jangan debat mulu berisik tau ! kaya anak kecil aja...milih mana ? milih diem atau makanannya aku ambil hah?!" ucap Chacha yang menyita perhatian mereka...akhirnya mereka memilih diam demi makanan...hahaha hanya demi makanan pemirsa..?? yang benar saja ? hahaha ada ada saja sahabatku ini...tapi bagaimanapun mereka tetap sahabat terbaikku, suasana sekarang menjadi hening ketika Chacha berkata seperti tadi. Tiba-tiba "eehh jadinya kita mau liburan kemana nih ?" ucap Vicky memecahkan keheningan, "naaaahh itu yang dari tadi mau gue tanyain tapi kalian malah ribut mulu kaya kucing sama anjing tau ga sih" ucapku , "emm gimana kalo kita ke pantai ? villa

bogor ? puncak ?ataauuu Los Angeles ? hahahah" ucap Ardhi memberi usul, "aahhh gila aja ke L.A" ucap Putri , "aaahhhh gimana kalo kita ke puncak aja yuk ? ayoooolaaahh please..disana enak banget suasananya sejuk, indah lagi..kalau mau ke puncak, aku bisa ko minta mama buat izinin kita liburan di villa ku di puncak..gimana ?" ucap Chacha sambil memelas, "taaahhh mening yang gratisan aja tuh, lagian enak bangetlah kalau di Puncak mah" ucap Riani menandakan setuju. Tak disadari dan tak disangka ternyata makanan yang tadi aku siapkan untuk mereka sudah habis dilahap Vadly, sedari tadi saat kita bingung-bingung membicarakan liburan eh dia malah enak makan hahaha. Kita semua hanya memandangnya berniat ingin membuatnya malu tapi ternyata dia hanya memasang mimik wajah dingin "gimana ? jadinya mau liburan kemana nih ?" ucap Vadly dengan wajah tanpa dosa, "yaelah dari tadi lo kemana aja sih ? sibuk makan mulu lo..kita jadinya ke puncak !" ucap Ardhi sambil menjitak kepala Vadly, "oooouuucchh..sakit tau..oh ke Puncak ? trus kita ngineo dimana coba ? makan apa ?" tanyanya seperti orang linglung, "di Villa ku aja, kalo masalah makanan mah tenang aja , udah disiapin ko" ucap Chacha meyakinkan kita semua. " Ah..jangan mau Cha, jangan mau sipin makanan buat dia...bisa-bisa ntar abis lagi sama dia semua kaya sekarang ini nih...kita jadi kelaparan disana ntar !" ucap Putri sambil matanya melirik ke arah Vadly seakan akan menyindir Vadly, seisi ruangan pun menjadi ribut kembali..aku senang dengan keadaan sahabatku yang sangat akrab ini, meski mereka sering berdebatan hahaha membuat hidup ini lebih berwarna, "udah gapapa ko" ucap Chacha, lalu kita semua hanya mengangguk semangat. "eh Cha..cita-cita lo apa ?" tanya Vadly, "em modeling..emang kenapa ? kalo kamunya ?" jawab Chacha yang tak tahu kalau Vadly sedang bermain gombal "emm kenapa mau jadi modeling ? kalau aku sih pengen jadi gubernur BNI alasannya karena aku pengen mencetak uang dan terdapat foto kita berdua ahahaha" ucapnya yang membuatku geli, "ahahaha lo gombal mulu Dly" ucapku tertawa, "ya gapapa menambah seru aja" balas Vadly,lalu kita semua hanya tertawa bersama. Tak terasa kita berbincang-bincang cukup lama dari mulai rencana liburan, cita-cita gombal, dan masih banyak lagi yang menyita waktu hingga sore hari ini, "eh udah sore nih..aku pulang dulun ya" ucap Vicky yang akhirnya mengeluarkan kata-kata, sedari tadi dia hanya diam dan tertawa tidak mengeluarkan sepatah kata pun.. "emm yaudah gue juga balik ya..oiya vicky,biar gue anterin lo ya" ucap Ardhi. "emm ya boleh aja" ucap Vicky, lalu mereka berlalu pulang sedangkan Riani, Putri, dan Vadly pulang bareng. Aku pun mengantarkan Chacha pulang karena hari mulai gelap. <SKIP> Selama di perjalanan " Ryan, aku sayang sama kamu" ucap Chacha, "aku juga sayang sama kamu, ko kamu tiba-tiba ngomong gitu sih ? kamu kan udah tau kalo kita saling sayang bukan ?" tanyaku heran, "i..iya..aku tau..em aku minta maaf ya selama ini aku sering tinggalin kamu demi modeling yang aku inginkan" ucapnya 49

sambil menundukkan kepalanya, "sayang, aku akan selalu nunggu kamu dan aku akan selalu sayang sama kamu...iya udah aku maafin ko lagian gapapa kalo kamu emang sibuk, aku bisa mengerti itu" ucapku sambil mengangkat dagunya hingga akhirnya aku menatap matanya tajam sambil memegang kedua pipinya, "makasih ya Ryan, aku gamau kehilangan kamu" ucapnya yang kini air matanya mulai keluar, "em udah dong jangan nangis yah, aku selalu ada di samping kamu ko" ucapku berusaha menenangkannya. Kita pun melanjutkan perjalanan, sebenarnya jarak rumahku dan Chacha tidak jauh hanya saja beberapa meter jadi aku dan dirinya hanya berjalan kaki menyusuri jalan komplek. Setelah sampai di depan rumahnya "good night my babygirl :)" ucapku , "good night too my prince" ucapnya sambil memelukku, "em bab...aku ga bisa nafas nih, hahah badan kamu bulet sih" ucapku menjahilinya, "iihhh...yaudah deh aku masuk dulu ya, takut udah ada mama" ucapnya dengan nada manja dan berlalu meninggalkanku masuk kedalam rumah. Aku pun berlalu pulang ke rumah dan segera tidur. - - - 1 MINGGU KEMUDIAN- - Sekarang waktunya dibagi kelulusan, aku berharap aku dan sahabatku lulus semua. Tiba di Kampus, aku melihat Chacha dan yang lainnya lalu aku menghampiri mereka "heeeyyyy !! lagi pada ngapain nih ? lagi pada ngomongin aku yaaa ? ayoo ngaku" ucapku ke GR-an sambil mengedipkan mataku, "iidiiihhh..siapa juga yang ngomongin kamu, gak penting banget gitu ya emangnya ga ada tema yang lebih bermutu lagi apa" ucap Riani menatapku jutek, sedangkan yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah genitku. Karena sekarang adalah hari dimana kita menentukan kelulusan, so..kita cari cari informasi di mading, dan dari jauh sana terlihat orang-orang yang sedang mengumpul di depan mading sepertinya mereka sedang melihat hasil kelulusan, kita pun menghampirinya "eh...eh..eh. ada apaan sih ? ko pada ngumpul disini?" ucapku sambil menerobos mereka dan terlihat tempelan kertas hasil kelulusan...aku langsung mengeceknya dengan jariku yang kugerakkan dari atas hingga bawah pada kertas itu..dan terdapat ' No.23 Ryan Abdurahman => L U L U S' melihat tulisan itu aku langsung mengepalkan jariku dan berpekik 'YEEAAHH !! YES YES YESS! WUUUHUUUU GUA LULUS ! GUA LULUS!' teriakku sambil menepuk pundak orang-orang yang ada didekatku, dan aku keluar dari kumpulan itu lalu segera menemui Chacha....Setelah aku berpapasan dengannya aku langsung menggendongnya sambil berputar hingga membuatnya pusing "hhahaahah aku lulus Cha!" ucapku padanya, dan dia tersenyum lalu kembali memelukku "aku juga lulus !" ucapnya girang. Sungguh aku sangat senang sekali dengan pernyataan barusan..membuatku ingin terbang rasanya ahahaha terlalu lebay deh ya ? gapapa lah amal. Aku dan Chacha segera menemui Riani, Vicky, Putri, Vadly, dan Ardhi untuk menanyakan bagaimana dengan mereka. Tampaknya mereka sedang berada di taman, kita pun menghampiri mereka "heeyy...kita lulus..gimana dengan kalian ?"

tanya Chacha, "kita semua lulus Cha" jawab mereka dengan penuh semangat lalu mereka teriak sekencang mungkin "aaaaaaaa.....!! allahamdulillah kita lulus !! horeeee!!" teriak kita semua, lalu kita salig berpelukan membentuk lingkaran layaknya teletubbies aja nih pemirsa hahaha...'BEST FRIEND FOREVER YEEAAHH !!' ucap kita semua serentak berloncat setinggi mungkin sebisa kita.Lalu kita hanya menunggu satu hari lagi untuk pergi berlibur, karena kita hanya menunggu hari esok untuk di Wisuda yep !! - - - KEESOKAN HARINYA - - Karena hari ini kita semua akan di Wisuda maka kita datang ke Kampus bareng-bareng dan sedangkan orang tua kita biar menyusul belakangan saja. Aku terbangun dari tidurku dan segera bergegas mandi , setelah itu aku siap-siap untuk pergi ke rumha Chacha untuk menjemputya lalu ke rumah Riani dan Putri sedangkan Vicky berangkat bersama Ardhi dan Vadly. Aku segera berdandan merapikan penampilanku dan beranjak pergi ke rumah Chacha. Aku turun ke bawah untuk sarapan terlebih dahulu "buuu...inget ya..sekarang aku di wisuda, ibu dan ayah jangan lupa untuk datang ke Kampus ya ?" ucapku sambil menyapa ibuku yang sedang sibuk menyiapkan sarapan, "iya iya , nanti ibu datang ya, yaudah sekarang kamu sarapan dulu sana" ucapnya , "iya bu" jawabku singkat sambil mengambil roti dan selainya. Ketika aku melihat jam di tanganku...'Ooohh Tidakk ! aku telat, pasti Chacha udah nunggu aku' ucapku dalam hati lalu aku beranjak pergi meninggalkan sarapanku dan berpamitan sambil berlari keluar "aku berangkat yaaa buuuuu..." teriakku dari kejauhan, "iya hati hati ya Ryan" ucap ibu. Aku segera menuju rumah Chacha dengan mengendarai motor. Tiba disana, aku melihat Chacha yang nampaknya sedang menungguku sedari tadi "bab sorry aku telat hehe, yaudah yuk" ucapku, "iya gapapa ko lagian aku belum lama ko nunggunya...yaudah yuk" ucapnya sambil menaiki motorku. Selama di perjalanan otw Kampus tiba-tiba ponsel Chacha berdering ,emamdakan ada telepon, lalu ia mengangkatnya... #POV Chacha Aku mengangkat teleponnya dan teryata ini telepon dari Vicky. "Hallo ? ada apa ?" tanyaku dalam telepon, "Cha,kamu dimana ? ko belum dateng ?" ucapnya, "iya ini aku lagi dijalan ko bareng Ryan...tunggu aja ya ?" ucapku, "iya iya ditunggu ya, oiya nih aku udah siapin baju wisuda buat kalian berdua" ucapnya lagi, "oh iya makasih ya ky...maaf loh ngerepotin" ucapku sambil tersenyum kecil, "iya gapapa ko kan kita Best Friend hehehe yaudah hati hati ya Cha"ucapnya, "iya selalu dong..oiya disitu udah ada siapa aja ?" tanyaku, "udah pada dateng semua tinggal nungguin kamu sama Ryan" jawabnya, "oh oke..tunggu ya, Bye" ucapku, "Bye" ucapnya sambil menutup teleponnya. Setelah aku selesai berbicara denganya dalam telepon , Ryan langsung menanyakan "siapa ?" tanyanya, "ohh tadi itu Vicky" ucapku. Lalu

51

dia memfokuskan lagi pandangannya ke arah jalan. Setelah beberapa menit kemudian kita pun tiba di Kampus, kita pun segera menemui sahabat-sahabat kita, dan sepertinya yang sedang berdiri di deket koridor itu mereka deh...aku langsung menghampiri mereka dan "hey..udah pada cantik cantik dan ganteng ganteng aja nih yang mau wisuda hahhaha" ucapku mengejutkan mereka, "ohh iya dong pastinya..kalo aku kan emang setiap hari selalu ganteng kali" ucap Vadly dengan penuh percaya diri, "ahahaha oiya by the way..baju wisuda buat aku sama Ryan mana ?" tanyaku, "yeeee...ambil aja sendiri, kita juga ngambil sendiri ko..tuh tuh di dalam ruangan sana" ucap Ardhi sambil menunjuk ke arah ruangan yang dimaksud, aku pun meliriknya. "em bukannya tadi udah disiapin kan? Vicky ?" tanyaku sedikit malu, "hahah iiya iya udah ko tenang aja kali, dasar aja nih Ardhi jahilnya" ucap Vicky sambil memberikan bajunya padaku, "iya makasih deh" ucapku yang langsung memakainya dan memberikan yang satunya lagi kepada Ryan. Dia pun memakainya, setelah aku selesai memakainya tiba-tiba "baby, you look so beautiful" ucap Ryan menggodaku, tentu saja pipiku memerah karena malu dan aku hanya tersenyum sipu malu, "yeeeee...Chacha kan setiap hari emang tampil cantik kaleee sama kaya gue yang selalu ganteng, wah masa sih pacarnya sendiri ga nyadar kalo Chacha ituuuu cantik...hhhh" ucap Vadly sambil mengerutkan dahinya sehingga alis nya terangkat sebelah, "hahaha dasar lo PD banget sih orangnya haduuuhh haduuhhh" ucap Riani, "hahah gue tau ko kalo pacar gue tuh emang cantik, dia selalu cantik di hati gue" ucap Ryan yang membuatku tambah malu. Pukul 10 pagi pun tiba, waktunya orang tua hadir dan berfoto bersama anaknya yang berwisuda....kita menunggu orang tua kita sambil duduk di koridor dekat gerbang. #POV Chacha END Satu persatu orang tua dari kita pun tiba, dimulai dari orang tua Putri, Vicky, Aku, Vadly, Chacha, dan akhirnya Riani. Kita langsung mempersilahkan orang tua kita utuk masuk ke halaman kampus dan mulai berfoto-foto... 'kkliiik kkliiik kliik kliiiikk' terdengar suara tombol Camera dan sinarnya yang sibuk berfoto. Setelah selesai foto resmi, kita semua pun berfoto bersama BFF dengan gaya yang sama dan juga kompak, sedangkan gaya yang kedua....kita semua melompat sambil mengalungkan topi wisuda ke atas...oohh sungguh indah dan seru sekali, sekarang kami sudah tumbuh besar dan beranjak dewasa. "horeee...kapan nih kita pergi ke Puncak ?" tanya Riani sudah tak sabar, "mmm gimana kalo besok pagi aja ?" ucap Chacha dan semua setuju dengan pendapat Chacha...Akhirnya sekarang kita memutuskan untuk pulang keumah masing-masing agar segera menyiapkan pakaian untuk berlibur besok. Aku pun segera pulang dan cepat-cepat menyiapkan pakaianku kedalam koper...setelah itu aku menghempaskan tubuhku ke kasur hingga terlelap tidur. Tiba-tiba saat aku sedang tertidur nyenyak ponselku berdering, ternyata ada telepon dari Vadly dan aku pun mengangkatnya... "hallo ?" ucapku dengan nada yang masih linglung karena baru bangun tidur, "iya hallo...bro, by the way buat ke

Puncak lo bawa apa aja ?" tanyanya yang membuatku sedikit kesal 'hhhh..dia membangunkanku hanya untuk menanyakan soal ini ? OMG! masa kebutuhan dia sendiri dia kaga tau ? ya ampuuunnn !! dasar emang bener bener nih cumi oon' desahku dalam hati. "yaelah, jadi lo nelfon gue cuma mau nanyain soal ini hah?!" ucapku jengkel, "iya hehehe...lo bawa apa aja nih ? kasih tau gue deong gue gatau harus bawa apa aja...apa bawa bantal guling ga ya ?" ucapnya sedikit lemot, "ya engga lah Vadlyyyy ! disana kan udah ada yang kaya begituan , udah deh jangan lemot gitu ah !!" ucapku, "yaudah sekarang lo sebutin apa aja yang lo bawa buat besok oke ! sekarang mau gue catet nih" ucapnya sambil menyiapkan selembar kertas beserta bolpoin..yaa terpaksa deh aku kasih tau aja dia daripada bawel.. "oke lo siap ?" ucapku, "iya cepet apa aja? "ucapnya.. "ok okeee...siap nih catet ya.. yang ke 1. baju ganti 2.syal 3.jaket 4.kupluk udah tuh" ucapku, "emm..lo ga bawa daleman ?" tanyanya yang membuatku kesal , "ya bawalah...lo oon aja nih" ucapku, "ya terus kenapa ga lo sebutin? "tanyanya layak seperti orang ideot, "yaelah...kalo itu kan lo pasti tau harus dibawa..ah gimana sih lo" ucapku dengan nada kesal, "oh oke deh, thanks ya bro" ucapnya sambil menutup ponselnya sedangkan aku hanya mendesah dan rasanya senang sekali setelah ia tutup teleponnya...itu sudah kutunggu dari tadi karena obrolannya yang membosankan juga membuatku kesal ditambah aku yang sangat mengantuk sekali, lalu aku pun melanjutkan tidurku. #POV Vadly Okee Vadly ganteng, sekarang lo udah tau bawa apa aja buat besok mendingan sekarang lo siapin semuanya dan masukan ke koper lo oke ! gue langsung siapin tuh pakaian satu persatu, 'baju ganti udah, syal udah, jaket udah, kupluk udah, tinggal daleman deh....ketika gue mau masukin beberapa daleman, gue bingung nih bawanya yang warna apa ya ? aaahh tapi sih kalo itu terserah gue mau bawa yang mana juga asalkan nyaman buat dipake hahahah atau kalo perlu gue tanya aja ke Ardhi kali ya ? aahh gausah deh' ucapku dalam hati sambil berfikir..yeah ! akhirnya selesai deh...gue langsung merebahkan tubuh gue ke kasur, mmmm pegel banget rasanya dari tadi gara-gara milih milih pakaian buat besok hhh rempong deh jadinya. Sebelum gue tertidur, gue nggak lupa buat ngeMp3 terlebih dahulu, yep ! itu salah satu hobi gue sebelum tidur. Gue suka dengerin lagu Rocket Rokers...disamping lagu yang mengalun dari ponsel, gue pun ikut bernyanyi mengikuti alunan lirik lagunya dan setelah beberapa lagu terdengar, rasanya gue udah mulai ngantuk dan ingin segera tidur...serentak gue lihat ke arah jam dinding di kamar tepat jam 21.00 hhhooaaamm pantes aja gue ngantuk, gue langsung mematikan Mp3 nya dan tidak lupa untuk mengecharge ponsel gue, setelah itu gue matiin lampu kamar gue dan segera tidur seakan teringat liburan besok..aaaaahhh andaikan waktu bisa di percepat, ingin sekali cepat berada di Puncak dengan suasana yang sejuk itu. #POV Vadly END

53

Malam pun telah larut, pasti semua sahabat-sahabat ku sudah tertidur lelap. Hmmm tiba tiba saja aku terbangun dari tidurku dan rasanya aku ingin buang air kecil, lalu aku beranjak dari kasur dan langsung menuju kamar mandi lantai bawah. Setelah aku keluar dari kamar mandi, rasanya aku lapar karena dari siang aku belum sempat makan...aku malah langsung tertidur di kasur. Tanpa basa basi lagi aku segera membuka kulkas dan berharap terdapat beberapa makanan yang bisa mengganjal rasa laparku ini, 'aaahhh ternyata ada susu dan roti, yasudahlah aku makan saja daripada gabisa tidur karena lapar' ucapku dalam hati...lalu aku memakannya di meja makan "emm enak banget nih, minum susu di malam hari...wow jam 24.00" ucapku sambil meminum susunya dan melihat kearah jam dinding, setelah aku selesai makan aku pun kembali menuju lantai atas...kamarku lebih tepatnya ! 'kkrrreekk' aku membuka pintu kamar daaaannnn OH MY GOD !!! tidak ada apa apa ko , hehehehe... aku pun kembali tidur...ZZzzzZZzZZzzzzZZzzzz...!! <SKIP PAGI HARI> 'kkkrrrrrr..kkrrrr' jam beker ku berbunyi menunjukan pukul 06.00 pagi, aku pun bergegas bangun dan segera mandi. Setelah aku selesai mandi aku pun langsung bergaya gaya depan cermin untuk memastikan kerapihanku. Kali ini aku mengenakan celana jeans Dark Blue, kaos putih dan memakai jaket merah dengan kupluk merah dan syal putih dan tas Nike hitam dengan sepatu supra hitam 'waaw ganteng banget ya gue nih...' ucapku dalam hati sambil merapikan pakaianku di depan cermin, yep ! sekarang aku sudah siap buat berangkat..sebelum berangkat, aku beregas ke lantai bawah untuk sarapan..disana sudah ada ibu dan ayah juga kakak ku yangsedang sarapan juga. Aku menyapa mereka "selamat pagi semuanya..."ucapku sambil duduk dan siap untuk sarapan, "pagi juga, yo..sarapan bareng bareng !" ucap ayah mengajakku, "tumben lo ganteng hari ini..mau kemana?"tanya kakak ku, "hahaha..bukannya adi kakak ini selalu ganteng ya ? ya mau liburan dong ka, ke Puncak nih ke Puncak" ucapku sambil memainkan alis ku ke atas ke bawah serentak mulai menyuapkan makananku, "ohh hahah ke Puncak niyeee" goda kakak ku, "iya dong..sama Chacha dan yang lainnya juga dong" ucapku, lalu ibu datang menghampiri kami "ssssttt..sudah sudah sarapan dulu aja jangan pada ngobrol gitu" ucapnya, lalu aku pun melanjutkan sarapanku. Setelah aku selesai sarapan, aku menanyakan sesuatu kepada ibuku, ayahku, dan juga kakakku "mm..aa..a...aku mau ngomong sesuatu sama kalian semua" ucapku memecahkan keheningan, "ngomong aja kali...biasanya lo yang paling nyerocos disini,tumben banget sekarang gugup gitu ngomongnya emang ada apaan sih ?" ucap kakakku menjengkelkanku, "mau bicara apa sih Ryan ?" tanya ibu, "em..kalo aku berpasangan dengan Chacha gimana ? em eeh maksud aku kalo aku ngelamar Chacha...kalian setuju ga ? ngerestuin ga ? hehehe" ucapku gugup, "yaelah kirain apaan, dasar nih adik gue" ucap kakakku sambil mengacak acak rambutku, namun aku menghindar karena takut penampilanku berantakan hahaha... "yaa kalo kamu senang sama dia, ibu dukung ko sayang...ya ayah ya?" ucap ibu menyemangatiku,

ayah hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah ku, "beneran bu? yah ?" tanyaku girang, "iya sayang" ucap ibu tersenyum padaku. Tiba-tiba saat semuanya sedang menertawaiku ponselku berdering, ternyata ada telepon dari Ardhi aku langsung mengangkatnya "Halo ? ada apa Dhi ? udah mau berangkat ya?" ucapku dalam telepon, "belum ko belum mau berangkat gue cuma mau nanya ntar kumpulnya dimana? and jam berapa?" ucapnya, "gue kurang tau tuh coba lo tanyain ke Vicky aja barang kali di tau...emm kalo udah tau, kabarin gue ya ?" ucapku, "okay...okay yaudah bye" ucapnya sambil menutup ponselnya. Akupun bergegas keluar rumah sambil berpamitan " semuanya....aku berangkat ya "ucapku sambil berlalu, "iya hati-hati ya..."ucap mereka sambil melambaikan tangan nya. Aku pun segera menuju rumah Chacha, ketika aku sedang dalam dalam perjalanan tiba-tiba klakson mobil terdengar dari arah belakang aku menolehnya seketika dan ternyata itu adalah Ardhi,Vadly,dan yang lain nya kecuali Chacha yang masih berada di rumahnya , "hey bro..yuk masuk sekalian kita ke rumah Chacha bareng-bareng" ajak Riani dari dalam mobil, akupun masuk kedalam mobil dan kita segera menuju kerumah Chacha. <SKIP SAMPAI DI RUMAH CHACHA> Terlihat Chacha yang nampaknya sedang menunggu kami di depan rumahnya "eh nyampe juga ternyata...pada kemana aja sih kalian ?di tunggutunggu dari tadi yaudahlah langsung berangkat aja yuk" ucap Chacha sambil memasuki mobil dan duduk di sebelahku, akupun tersenyum padanya dan ia tersenyum balik, "eh ada yang bawa makanan gak? gue laper nih belum sempet sarapan tadi pagi" ucap Vadly sambil menggeledah seisi mobil, "yaelah...salah sendiri kenapa gak sarapan dulu" ucap Riani, "yaaaa kan gue ngurusin style rambut gue ini supaya keliatan kerennnn..." ucap Vadly sambil merancungkan rambutnya, "hahahahaha...nih aku bawa makanan, makan aja kalo emang kamu belum sarapan" ucap Vicky sambil mengeluarkan makanan dalam tupperware nya, "nah dari tadi napah" seru Vadly, "yeeee...udah di kasih bukanya terimakasih malah ngeles lo!" ucap Ardhi, "iya nih dasar cumi oon" ucapku meledeknya, "iya deh iyaa, makasih ya Vicky manis....nah sekarang makanannya mana ?"ucap Vadly sambil menyodorkan tangannya layaknya seperti orang yang meminta Vicky pun mengeluarkan makanannnya sedangkan Vadly tanpa menunggu lama lagi langsung menyerbu makanannya "makasih ya Vicky makanannya enak loh..." ucap Vadly sambil memakan makanannya, "iya sama-sama"ucap Vicky sambil tersenyum. suasana dalam mobil hening seketika Ardhi yang duduk di depan sambil menyetir mobil dia sangat handal dalam hal mengendarai mobil layaknya seperti pembalap sedangkan Vadly yang memiliki suara yang khas dan cocok untuk menjadi vokalis tapi sayangnya dia terlalu semangat dalam hal makanan, Riani yang sedaritadi asyik memainkan PSP milik Vadly tak mau konsentrasinya terganggu, Putri daritadi hanya memejamkan mata sambil mendengarkan MP3 dan di sebelahnya ada

55

Chacha yang aku lihat ia sedang tertidur lalu aku menaruh kepalanya di pundaku sedangkan Vicky yang duduk di depan bersama Ardhi hanya mengobrol menemani Ardhi. Kita semuapun akhirnya tertidur sepanjang perjalanan, ketika aku sedang tertidur pulas tiba-tiba seseorang membangunkan ku dan ternyata itu Chacha " Ryan....bangun kita mau istirahat dulu sambil ngopi-ngopi di warung itu tuh" ucapya sambil menunjuk kearah tempat yang di maksud, " oh iyaiya yang lain udah pada di sana?" ucapku sambil membenarkan posisi tubuhku, "iya...yuk keluar dulu yuk" ajak Chacha sambil menarik tanganku keluar mobil. Kitapun menghampiri mereka yang sedang ngopi-ngopi disana "eeeeehhhh...lagi pada ngapain? gak ngajak-ngajak niyeah.." ucapku mengejutkan mereka dari belakang, "hehehehe abis lo dari tadi tidur mulu siih" ucap Riani yang sedang minum bandrek hangat, lalu aku duduk ditempat yang masih kosong dan memesan es kelapa muda untuk menyegarkan mataku yang masih linglung ini sedangkan Chacha memesan bandrek hangat yang sama dengan Riani. Kita semua pun ngopi bersama sampai kenyang dan istirahat yang cukup. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan lagi, ternyata dari tempat peristirahatan kita tadi tidak jauh dari Puncak...hanya saja tinggal beberapa kilometer lagi, Ardhi menyalakan Mp3 mobilnya agar perjalanan tidak berlangsung membosankan , dan sepertinya sekarang sudah terasa hawa Puncak yang dingin..aku melihat Chacha yang sedang mengelus elus badannya..aku pun refleks menggandeng pundaknya dan membiarkan kepalanya menyandar di bahuku. Chacha pun merebahkan kepalanya di dadaku. <SKIP SAMPAI DI VILLA PUNCAK> Akhirnya kita semua sampai di Villa dengan selamat, "ciihuuuuyyy Puncak im coming!" teriak Vadly, Riani dan Putri yang baru turun dari mobil sepertinya masiih kebingungan kalau sebenarnya kita sudah sampai di Villa..mungkin karena mereka baru bangun tidur kali ya haha."heeyy Riani, Putri...ayo masuk ! di luar sangat dingin" ajak Vicky yang setengah berteriak dari depan pintu Villa itu, "eh emm..iya iya tunggu sebentar" teriak Riani, kita semua menunggu Riani dan Putri di depan teras Villa itu, "hheeehh..lelet amat sih mereka ! udah kaya siput aja" ucap Vadly kesal sambil kedinginan, "yaudah gapapa kali kita tunggu aja mereka" ucap Chacha dengan penuh sabar, hingga akhirnya Riani dan Putri sampai di hadapan kita semua "yaudah mendingan kita masuk sekarang aja yuk !" ucap Chacha. Kita pun memasuki Villa nya dan memilih kamar sesuka hati, aku memilih kamar di sebelah Ardhi sebenarnya sih kamarnya berderetan dari mulai yang pojok dengan kamar nomor 7 Putri, 6 Riani, 5 Vicky, 4 Chacha, 3 Aku, 2 Vadly, 1 Ardhi...kita pun memasuki kamarnya masing masing dan membereskannya. Aku masuk kedalam kamarku dan segera mandi karena badanku sudah lengket berlumuran keringat. Setelah aku selesai mandi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku, aku membukakan pintunya dan ternyata ada Ardhi dan Vadly yang sedang berdiri di depan kamarku “Ryan, lo mau ngapain sekarang ? gue gatau mau ngapain nih..gue gak terlalu hafal daerah Puncak” ucap Ardhi, “iya nih..makannya kita ke kamar lo juga mau ngajak makan soalnya tuh anak-anak cewe udah pada nungguin buat

makan bareng” ucap Vadly yang lagi lagi membicarakan tentang makanan, “ohh yaudah yuk” ajakku sambil pergi keluar kamar dan menuju ruang makan. “hey Ryan makan yuk” tiba-tiba Chacha menyapaku dan mengajakku makan. Semuanya pun segera makan malam dan suasana menjadi hening. <SKIP MAKAN MALAM> Kita semua akhirnya ngumpul-ngumpul di halaman belakang sambil mengelunkan musik gitar yang ku mainkan sedangkan yang lainnya bernyanyi mengisi suara...Terlihat wajah-wajah sahabatku yag begitu ceria begiitupun dengan Chacha dan aku. Seketika Ardhi menyuruhku untuk memainkan musik lagu Favorit GirlJustin Bieber, yaaa karena mereka memaksa jadi aku jalani saja. Ardhi, Vadly, dan aku pun menyanyikannya bersama, sedangkan Riani, Chacha, Vicky, dan Putri hanya mendengarkan kami.

I always knew you were the best...The coolest girl i know So prettier than all the rest...The star of my show So many times i wished you’d be the one for me But never knew you get like this girl what you do to me You’re who im thinkin’ of...Girl you ain’t my runner up.. and no matter what you’re always number one
Terdengar suara dendangan kita semua yag menyanyikan lagu Favorite Girl, tentu saja aku menyanyikan lagu itu khusus untuk Chacha. Sesekali saat aku memainkan gitarnya sambil bernyanyi aku melihat ke arah Chacha seolah olah dialah Favorite Girl for me, dia hanya tersenyum sipu malu sambil menatapku dalam seakan ada yang tersirat. Aku menatapnya tajam lalu mengedipkan mataku, “iiihh Ryan apaan sih?” ucapnya sambil menunduk berusaha menyembunyikan pipi merahnya itu karena malu, aku hanya diam dan terus bernyanyi. Setelah aku selesai bernyanyi tiba-tiba Vadly maju ke depan dan menghadap ke arah kita semua “hey guys gue punya puisi nih...bagus loh, sekarang gue mau bacain nih puisi buat kalian oke, Ryan..lo iringi gue ya!” ucapnya sambil membuka kertas puisi dari katung celananya dan dia pun segera membacakan puisinya sedangkan aku mengiringinya dengan gitar dan alunan slow. <SKIP> ‘prrook prrookk prookk’ suara tepukan tangan terdengar setelah Vadly selesai membacaka puisinya. “waaahhh hebatlah Vadly, bisa ciptain puisi segitu bagus ! by the way puisinya buat siapa tuh ?” tanya Putri padanya ,”eng..em..ga ko heheh aku Cuma iseng iseng aja bikinnya...ya engga diperuntukan untuk siapa sapa sih hehehe awas loh jangan keGRan !” jawabnya sambil menunjuk ke arah muka Putri “Yaelaahh.. biasa aja kali gausah sambil nunjuk gitu” ucap Putri sambil melotot ke

57

arah Vadly, “aaaa diriku takuuutt ! wleeee”...”ucap Vadly menjulurkan lidah dan berlari lari, Putri pun mengejarnya hingga akhirnya mereka saling berkejaran “ahhuuuyyy cieeee ahem ahem ah marebueun” ucapku sambil menyuraki mereka sedangkan yang lainnyapun ikut-ikutan menyuraki mereka. Lalu mereka menghampiri kami dan sepertinya mereka masih ngos-ngosan “iiihh kalian nih apaan sih ? kita kan Cuma sahabat dan gak lebih dari itu” ucap Putri, “iya nih apaan siih ah basi tau !” ucap Vadly dengan wajah juteknya, “hmm..iya deh iya sorry and the morry” ucapku tertawa kecil. Terlihat sedari tadi rupanya Vicky diam saja tak berkutik “em..Ky..Vicky !! lo kenapa sih ko diem aja ? ga seneng ya liburan disini ?” ucap Chacha membiuyarkan lamuna Vicky, “oh eh..engga ko ga ada apa apa..gue seneng banget ko liburan disini, beneran deh” ucapnya dengan senyuman manis yang meyakinkan kita semua, “ya terus lo kenapa diem aja ?” ucap Vadly, “em aku cuma liat liat pemandangan malam hari disini aja ko” jawab Vicky, “emm yaudah lagian nih udah malem dan hawa pun semakin dingin meninga kita balik ke Villa aja yuk, Chacha yuk...kamu udah terlihat kedinginan gitu” ucapku sambil menggandeng Chacha agar dia tidak kedinginan lagi, setelah itu kita bergegas masuk dan segera tidur, “goodnight my baby girl !” ucapku pada Chacha , lalu aku segera menuju kamarku dan segera tidur. #POV Chacha Aku sebenarnya paling penakut diantara sahabat-sahabatku yang lain. Saat aku sedang tertidur entah kenapa aku ingin ke kamar mandi...dan sialnya lagi dikamarku ini, lampu kamar mandinya sedang rusak ! dengan mengumpulkan sedikit keberanianku, aku beranjak menuju lantai bawah. Tiba tiba aku teringat akan film horror yang waktu itu ku tonton, memang sudah lama tapi ceritanya itu masih terngiang di pikiranku seolah olah menghantuiku. Aku mulai menuju dapur, setelah meminum segelas air dan ke kamar mandi...aku merasa sangat merinding sekali,seharusnya aku tidak perlu membayangkan film horror itu ! aaahh...sungguhu menyesal ! Dengan perlahan aku langsung menuju kamarku lagi. Tiba-tiba aku melihat bayangan hitam yang muncul di pekarangan villa ! Ya Tuhan...apa lagi ini?!! Suara ketukan yang berkali kali muncul itu terus menghantui pikiranku, aku langsung berlari kecil menujulanta atas..tak terasa air mataku mulai mengalir aku sangat ketakutan ‘siapa bayangan itu? bagaimana kalau dia itu adalah seorang pemabuk yang ingin membunuh seseorang ?’ tanyaku dalam hati. Mungkin aku terlalu takut sampai berpikiran seperti itu..suara itu muncul lagi dengan tiba-tiba, aku langsung berlari.. yeah ! berlari namun bukan ke kamarku..melainkan ke kamarnya Vicky..Aku mengetuk pintunya berharap saja dia masih bisa mendengarku... #POV Chacha END #POV Vicky Aku sangat terkejut dan terbangun dengan seketika ketika mendengar suara ketukan pintu, aku langsung membukakan pintunya. “Chacha ? kamu kenapa ? kenapa kamu nangis ? ada seseorang yang melukai kamu ?” tanyaku panik, ia hanya terus menagis dan memelukku. “em yaudah yuk masuk” ucapku sambil mengajaknya masuk ke kamarku...aku memberinya minum. “Cha, coba deh ceita sama aku sebenarnya ada apa ?” ucapku menenangkannya. “Vicky..aku takut” ucapnya sambil terus menangis “takut apa sih ?” tanyaku penasaran, Akhirnya

Chacha menceritakan semuanya padaku, aku merasa sangatkasihan padanya..dia selalu ketakutan. “ssshhhh...yaudah sekarang kamu tidur di kamarku saja ya kalo kamu masih takut..” ucapku sambil menghempaskan tubuhku ke kasur dan menarik selimut lalu tertidur. Begitupun dengan Chacha dia tertidur pulas disampingku. #POV Vicky END #POV Chacha ‘krek’ suara pintu yang dibuka itu membangunkanku.. “hey Cha..udah baikan ?” ucap Vicky, “ehm..sepertinya sudah..makasih ya” ucapku sambil bergegas ke kamarku, aku senang sekali memiliki sahabat yang perhatian sama aku, “iya sama sama, yaudah kamu cepet mandi gih..kamu lupa ya kalo hari ini kita kau mau jogging ?” ucapnya, “oh iya yah..yaudah aku mandi dulu ya..setelah aku selesai mandi, tiba-tiba aku melihat Ryan yag sedang memandangku sambil berdiri di pinggir pintu, “hey baby, gimana ? udah siap ? yok kita berangkat” ajaknya, “ayo” ucapku sambi berlalu keluar kamar dan menutup pintunya. Kita pun menunggu yang lainnya di depan Villa sambil berbincang-bincang sekitar C I N T A yep ! kita mengobrol-ngobrol hingga akhirnya yang lain pun menghampiri kita, “yuk kita berangkat sekarang “ ajak Putri dan Riani sambil membenarkan pakaiannya, lalu kita berangkat jogging bersama...yaa disini tuuh rasanya tempat yang paling pas untuk jogging karena suasananya segar apalagi pagi hari seperti ini, “heeeyyy tungguin gue dong !” ucap Vadly sambil berlari sekaligus membenarkan sepatunya. Kita pun asyik jogging yang akhirnya menemukan tempat yang sangat indah yaitu tempat yang cukup tinggi dan kita bisa melihat keindahan kota Jakarta dari atas sini...kitapun memutuskan untuk beristirahat disini dan kebetulan ada penjual jagung bakar, “waahh kayanya enak ya makan jagung bakar disini..pas banget gitu” ucap Vadly sambil melihat ke arah jagung bakar itu. “wah iya nih..yuk kita beli yuk !” ajakku pada yang lainnya, “ayooo” ucap yang lain serentak...kita pun menghampiri penjual jagung bakar itu dan memesannya sebanyak 7 jagung...Kita munggunya kira-kira sekitar 5 menitan hingga akhirnya jagung pun sudah siap untuk di santap..kita makan bareng dan saat ini aku senang sekali karena Ryan menyuapiku, saling suap jagung bakar memang cukup so sweet bukan ? oooohhh sayang kamu tau aja deh mauku...ucapku dalam hati. Sehabis kita makan jagungnya, rasanya kita akan pulang ke Villa dan berencana menonton Film Horror. Kita pun berjalan meyusuri bukit untuk kembali ke Villa... - - AT NIGHT - - -

Aku dan yang lain sedang menonton film horror diruang Tv yep ! Seperti yang ku katakan kalau aku sangat penakut namun aku suka dengan film film seperti ini. Aku duduk disebelah Ryan, dengan lengannya yang selalu berada dipinggangku...sungguh nyaman rasanya..sementara yang lain hanya terus terusan mengejekku...uuhh sebal sekali rasanya “aaawww...mereka terlihat so sweet..aku mau juga dong Ryan” Ucap Vadly layaknya seorang gadis yang sedang memeluk pacarnya. Aku hanya memutarkan bola mataku melihat tingkah Vadly, sementara yang lain sibbuk menertawaiku... film pun selesai, kita pun bergegas masuk ke kamar namun tidak untuk Ryan, dia malah mengikutiku dari belakang dan “ayo ikut aku” ucapnya sambil menarik tanganku, “kemana ?”tanyaku, “Aku ingin melihat

59

bintang bersamamu malam ini” ucapnya tersenyum, “okay, aku ganti baju dulu ya” ucapku lalu justin menahanku ketika aku beranjak pergi, “tidak usah, kamu tidak perlu ganti pakaian kamu” ucapnya, “tapi aku memakai piyama” ucapku, “tapi kamu terlihat cantik dengan piyama itu”ucapnya, pipiku mulai memerah kembali.. “uuhh gombal deh” ucapku memutarkan bola mataku, “hahah yaudah yuk” ucapnya. Ryan membukakan pintu mobilnya untukku dan kita pun bergegas pergi. Kita kini tiba disebuah taman, bukan sekedar taman namun...tempatnya tentu harus diatas bukit jika ingin melihat bintang..Ryan membukakan pintu untukku..aku tersenyum dan megelus-elus badanku,cuacanya sagat dingin “merasa dingin ?” tanyanya, Aku mengangguk pelan..Ryan memberikan jaketnya kepadaku dan memakaikannya di badanku, “thanks..tapi kamu gimana ?” tanyaku, “aku bisa peluk kamu kalau aku merasa dingin” ucapnya. Aku tidak henti hentinya tersenyum..’Ya Tuhan jangan biarkan aku kehilangannya’ pintaku dalam hati..kita melihat bintang bersama diatas rerumputan,kita berbaring diatasnya..Ryan menaruh lengannya di pinggangku, wajahnya bukan kearah bintang melainkan ke wajahku... “Ryan..bintangnya ada disana..bukan disini” ucapku tertawa geli, “tapi..kamu adalah bintangku” ucapnya tanpa basa basi, dia tersenyum melihatku sementara aku ? tentu saja ucapannya tadi membuat pipiku memerah layaknya tomat ! “Awww pipimu merah Cha” ucapnya menggodaku, “uuhh” aku menghiraukannya.. “mmhh” keluhnya, “kenapa ?” tanyaku mulai khawatir...aku memegang tangannya yang sangat dingin itu..sepertinya dia kedinginan, “dingin ya ? haha dasar bodoh..apa aku bilang ? kamu gak perlu kasih jaketnya ke aku”ucapku sambil tertawa.. “tapi..aku mencintaimu” ucapnya manyun, Aku tertawa melihatnya .. “hahaha..i love you too” ucapku sambil memeluknya, “thanks baby” ucapnya, “untuk apa ?” tanyaku, “untuk memelukku” ucapnya, “aku tidak melakukannya..hanya karena kamu kedinginan dasar bodoh ! hahah” ucapku tertawa.. “Awww...really ? i hate you!” ucapnya manyun sambil melepaskan pelukanku...”hahah okay,,i love you” ucapku geli, Ruan tersenyum dan kembali memelukku..’heeyy...what the hell?!’ ucapku dalam hati. Lalu Ryan berdiri dan memainkan gitarnya yang baru saja diambilnya dari dalam mobil,,dia memeti gitarnya dan bernyanyi ‘All i Want is You’ itu merupakan salah satu lagu Favoriteku. Dia mulai menyanyikan lagunya,,Ryan menghampiriku setelah ia menyanyikannya dia memegang tanganku dan menciumnya...aku bingung dengan tingkahnya. “i love you so much...i want to live with you i want you to be mine forever” ucapnya penuh harapan, aku tersenyum melihatnya dan mengangguk pelan “is that mean ‘YES’ ??” tanyanya girang..aku tertawa melihatnya... “yes i want to be your future wife, love you too so much ! i can’t live without you! Get it ?”tanyaku tertawa..Ryan menganga tak percaya dan memelukku erat.. “OMG! Really ??!! i love you so much! I’ll promise i’ll never let you go !” ucapnya..aku tersenyum dan memeluknya, tiba-tiba Ryan menunduk dan menaruh lutut kirinya diatas rumput..aku bingung melihatnya, “Chacha do you want to be mine ? marry me please ?” pintanya sambil memperlihatkanku sepasang cincin perak yang indah nan cantik..aku tak percaya mendengarnya, apakah ini semua hanya mimpi belaka ? perasaanku campur aduk menjadi satu antara senang dan kaget... “Ryan..i..is this serious ? im just..”ucapku ragu... “yes..im so serious ! i want you to be mine forever ! i love you so much !answer me please ?” tanyanya ragu..aku tersenyum dan memeluknya..... “i want ! i love you too” ucapku tersipu malu...Ryan tak tahu perasaannya saat ini,ia tak bisa berhenti tersenyum..Ryan lalu menggendongku dan memutarkan tubuhnyahingga aku merasa sangat pusing..aku

tak kuasa menahan tawa ini.. “Ryan hahaha lepasin aku” ucapku setengah berteriak, “ohh tidak bissaaa,,aku sangat senang sekali sekarang, sekarang kamu milikku selamanya!” ucapnya mengedipkan matanya....Kita pun hidup Bahagia setelah peristiwa itu..Aku dan Ryan tinggal bersama selamanya...! Dan kita pun segera kembali ke Villa dan segera tidur. Keesokan harinya berlangsung seperti biasanya penuh canda tawa, suka dan duka...segalanya kita jalani bersama karena kita adalah BEST FRIEND FOREVER begitupun Ryan dan aku yang selalu berdampingan menuju masa depan yang indah. #POV Chacha END Terkadang seseorang tidak tahu betapa berharganya nilai kasih sayang dari seseorang yang tak ternilai. Aku berharap kenanganku semasa SMP tidak akan pudar dan aku berharap , aku bisa mencapai semua keinginanku seperti lintasan cerita diatas dan aku bisa hidup bersama selamanya dengan orang yaang aku sayang... - -THE END- - -

61

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->