MENGHINDARI TINDAK KEKERASAN DENGAN BERPIKIR TEPAT DAN LOGIS

Focus group 3 Nama NPM : Maifiana Sari : 0906629965

Fakultas : MIPA Departemen: Matematika
Menghindari Tindak Kekerasan dengan Berpikir Tepat dan Logis

Dampak psikologi berupa trauma pada diri korban. perampokan. Mereka tidak sadar dengan perbuatan mereka. paksaan sehingga menyakiti orang lain. dan pembantu rumah tangga. pemerkosaan. Apakah seseorang yang melakukan tindak kekerasan pernah berpikir tentang apa yang mereka lakukan? Biasanya orang yang melakukan tindak kekerasan akan menyesali perbuatan yang mereka lakukan.oleh Maifiana Sari. kasus kekerasan dalam rumah tangga semakin bertambah tanpa sebab yang jelas. Banyak faktor yang menyebabkan desakan tindak kekerasan. Dampak fisik berupa luka-luka atau memar pada tubuh korban. KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga belum . Semakin hari. Farah Dewi Novan. faktor pendidikan juga menyebabkan seseorang melakukan tindak kekerasan. salah seorang anggota dari Dharma Wanita Persatuan. di sebagian besar masyarakat Indonesia . orang yang tidak memnuhi kebutuhannnya sehari-hari sehingga mereka frustasi dan melakukan tindakan kekerasan. menulis mengenai kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia . Banyak salah satu diantaranya bisa adalah ekonomi. Menurut Farah Dewi Novan. Hal tersebut akan muncul sebagai pemicu kali ini. Kekerasan dalam rumah tangga biasanya terjadi kepada istri. dan lain-lain. 0906629965 Kekerasan dalam rumah tangga bukanlah hal yang asing lagi bagi masyarakat. Dampak dari tindak kekerasan dapat berupa dampak fisik dan dampak psikologi. anak. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJS Poerwodarminto. Biasanya seseorang dengan pendidikan yang rendah cenderung melakukan tindak kekerasan. Tindak kekerasan yang sering terjadi adalah pembunuhan. kekerasan diartikan sebagai sifat atau hal yang keras. Selain faktor ekonomi.

dan pemenuhan terhadap hak asasi warga negaranya terutama hak atas rasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta diskriminasi. Banyak orang yang melakukan tindak kekerasan dalam . menyebarkan informasi dan mempromosikan prinsip hidup sehat. Melihat pembahasan di atas. terutama di kotakota besar. Artinya penanganan segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga hanya menjadi urusan domestik setiap keluarga saja. Negara wajib memberikan penghormatan. mengadakan penyuluhan untuk mencegah kekerasan. perlindungan. mempromosikan kesetaraan gender. Terlebih lagi dalam beberapa pasal dalam UUD 1945 pasca amanedemen II. Kekerasan tinggi cenderung terjadi di kota-kota besar.diterima sebagai suatu bentuk kejahatan. Untuk menurunkan kasuskasus kekerasan dalam rumah tangga maka masyarakat perlu digalakkan pendidikan mengenai HAM dan pemberdayaan perempuan. anti kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menolak kekerasan sebagai cara untuk memecahkan masalah. Namun. akhirnya sudah mulai muncul titik terangnya. Hal itu disebabkan karena tingkat emosional masyarakat perkotaan lebih dibandingkan bahwa masyarakat suatu desa. Tingkat pengangguran yang tinggi juga menyebabkan tingkat emosional masyarakat perkotaan lebih tinggi sehingga melakukan tindak kekerasan. terlihat masalah kekerasan dalam rumah tangga masih banyak terjadi di Indonesia. dengan berjalannya waktu dan terbukanya pikiran kaum wanita Indonesia atas emansipasi yang telah diperjuangkan oleh pahlawan wanita Indonesia Ibu Kartini. pengaturan hak asasi manusia sudah sangat kongkrit. mempromosikan sikap tidak menyalahkan korban melalui media. dan Negara dalam hal ini tidak berhak campur tangan ke lingkup intern warga negaranya. dapat Masyarakat perkotaan dengan menganggap masalah terselesaikan melakukan tindak kekerasan.

rumah tangga tanpa berpikir sebelumnya dampak apa yang akan terjadi setelahnya. Kita dapat menghindari tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan berpikir tepat dan logis sehingga kita tidak terbawa emosi sehingga melakukan tindak kekerasan tersebut. .

com/artikel_kekerasan_rt. http://www.e- psikologi. “Kekerasan Rumah Tangga terhadap Istri”. Pudji.kbridoha. “Kekerasan Dalam Rumah Tangga”. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan. Venny A (2003).html (2008) Departemen Kesehatan (2002).DAFTAR PUSTAKA Susilawati. Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan.asp?id=475 (20 Februari 2008) Novan. Farah Dewi.dwp. . Memahami Kekerasan terhadap Perempuan. http://www.com/epsi/individual_detail. Jakarta: Departemen Kesehatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful