Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Program kementrian kesehatan tahun 2010-2014 mengangkat empat masalah besar yang terkait dengan kesehatan Masyarakat diantaranya mencakup, peningkatan pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat, peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target Melinium development goald setrategi (MDGs),

pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana, pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan terutama di Daerah Terpencil, Perbatasan Dan Kepulauan (DTPK). Untuk meningkatkan kinerja departemen kesehatan telah di tetapkan visi dan misi rencana strategis Depkes tahun 2010-2014. Visi rencana strategis yang ingin dicapai Depkes adalah masyarakat yang mandiri dan berkeadilan visi ini di tuangkan dalam empat misi yaitu: meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani, melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan, menjamin ketersedianya dan pemerataan sumberdaya kesehatan, serta menciptakan tata kelola kepemeritahan yang baik (Depkes RI, 2010-2014). Visi dan misi ini akan diwujudkan melalui rencana strategis tahun 20102014, yaitu: meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat

madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan gelobal, meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti, dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif (Depkes RI 2010-2014). Perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia, pola penyakit saat ini telah mengalami transisi epidemiologi dengan ditandai beralihnya penyebab kematian, yang semula didominasi penyakit menular bergeser kepenyakit tidak menular (non-communicable desiase) perubahan ini dapat dilihat dari hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) Tahun 1997 dan survei kesehatan nasional tahun 2000. Perubahan pola penyakit tersebut sangat di pengaruhi oleh keadaan demografi, sosial ekonomi, dan sosial budaya. Kecenderungan perubahan ini menjadi salah satu tantangan bidang kesehatan. Kolesterol adalah salah satu penyakit yang tidak menular. Kolesterol merupakan komponen lemak yang terdapat pada pembuluh darah semua binatang dan juga manusia. Kolesterol sebenarnya berguna sebagai sumber energi, membentuk dinding sel-sel dalam tubuh, dan sebagai dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Ada dua macam kolesterol, yaitu LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein). Kolesterol LDL apabila terlalu tinggi dan tidak seimbang dengan kolesterol HDL dapat menyebabkan penempelan di dinding pembuluh darah. Kolesterol yang melekat dipembuluh darah apabila sudah terlalu banyak dapat menyumbat pembuluh darah dan dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung dan stroke (Septi. S. S, 2011).

LDL merupakan lipoprotein pembawa kolesterol utama dalam darah (Asadi, 2009). Kolesterol HDL membantu mengeluarkan kelebihan kolesterol dari tubuh sehingga memperlambat aterosklerosis. Kolesterol HDL disebut juga dengan kolesterol baik. Kadar kolesterol HDL yang tinggi dalam darah dapat melindungi dari penyakit kardiovaskuler (Erlanor. dkk, 2010). Salah satu yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kolesterol yaitu kopi. Kopi mengandung zat yang meningkatkan kolesterol, terutama diterpenes cafestol dan kahweol alami. Cafestol adalah zat penyebab meningkatnya kolesterol yang paling kuat dalam makanan kita. Penelitian menunjukkan apabila seseorang minum 3 cangkir kopi (1 sendok kopi dalam 250 ml air) setiap hari selama 2 minggu atau lebih dapat meningkatkan kadar kolesterol total 0,13 mmol/l. Dengan rata-rata kolesterol darah 5,5 mmol/l maka ada peningkatan sekitar 2%. Peningkatan terutama pada kolesterol buruk (LDL), sedangkan kolesterol baik (HDL) cenderung konstan. Efek

meningkatkan kolesterol ini bersifat sementara, setelah menghentikan minum kopi kolesterol akan kembali normal. Secara teoritis diketahui bahwa peningkatan kolesterol (total) sebesar 1% dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 2%. Seseorang yang mengkonsumsi 10 mg cafestol per hari (sekitar 3 cangkir kopi tubruk ) setiap hari, kolesterolnya naik sebesar 2% sehingga 4% lebih berisiko terkena penyakit jantung (Anonim, 2010). Berdasarkan uraian diatas maka ini menarik untuk diteliti yaitu Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Dalam Darah Pada Pengkonsumsi Kopi Berlebihan Di Kelurahan Lempuing Rt. 07 Rw. 02 Padang Harapan Bengkulu.

1.2. Rumusan Permasalahan Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah terjadi peningkatan kolesterol total dalam darah pada orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan?

1.3. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui peningkatan kadar kolesterol total dalam darah pada orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan.

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Bagi Masyarakat Untuk memberikan informasi pada masyarakat bahwa

mengkonsumsi kopi yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol total dalam darah. 1.4.2. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana balajar untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta pengalaman yang berguna berkaitan dengan penelitian ini.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kajian Teori 2.1.1. Kopi Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Asteridae Ordo : Rubiales Famili : Rubiaceae (suku kopi-kopian) Genus : Coffea Spesies : Coffea Arabica L. Minuman kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Ada 2 jenis kopi yang memiliki nilai komoditas ekonomi yang tinggi dipasaran, yaitu : 1. Kopi arabika 2. Kopi robusta (Anonim, 2010). Kopi miliki lebih dari 500 senyawa kimia, diantaranya :

1. Kafein Sebagai kandungan utama kopi yang bersifat stimulant (perangsang) yang mencandu. Kandungan kafein pada biji kopi bervariasi menurut jenisnya. Kafein terdapat pada biji, daun atau di bagian lain kopi. Kafein mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Satu cangkir (250 ml) kopi rata-rata mengandung 100-150 miligram kafein. 2. Trigoneline Kandungan trigoneline pada biji arabika 0,6 1,3 %,

sedangkan pada robusta 0,3 0,9 %. 3. Asam amino dan protein Asam amino merupakan unsur-unsur yang membentuk protein. Kumpulan asam amino disebut protein. Asam amino terdapat secara bebas atau terikat protein pada biji kopi. Jenis asam amino pada kopi antara lain alanine, arginine, aspartic acid, asparagine, glutamic acid, glycine, histidine, 3-

methylhistidine, isoleucine, leucine, g-aminobutiric acid, lisin, rnethionirr, phenylalanine, proline, serine, threonine, tyrosine, valine, dan tryptophan. Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino Kandungan protein pada biji kopi antar varietas sedikit bervariasi yaitu antara 8,7 12,2%.

4. Cafestol dan kahweol Cafestol dan kahweol merupakan Bahan kimia yang

muncul saat bubuk kopi dituangi oleh air panas. Kafestol adalah senyawa yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh manusia terutama kolesterol LDL hingga sebesar sepuluh persen. 5. Karbohidrat 6. Asam alifatik (asam karboksilat) 7. Asam klorogenat 8. Lemak 9. Glikosida 10. Mineral (Anonim, 2011). 2.1.2. Kolesterol a) Pengertian Kolesterol Kolesterol adalah senyawa lemak yang sebagian besar

diproduksi tubuh di dalam hati dari makanan berlemak yang di makan. Kolesterol diperlukan tubuh untuk membuat selaput sel, membungkus serabut saraf, membuat berbagai hormon dan asam tubuh. Makanan yang kaya dengan kolesterol adalah produk susu, daging berlemak, kuning telur, dan makanan laut. Kolesterol berperan penting terhadap fungsi tubuh sehari-hari, Selain berbagai

fungsinya, kolesterol merupakan komponen terbesar membran sel dan membantu mengontrol zat kedalam sel dan keluar sel. Kolesterol tidak dapat diedarkan langsung oleh darah karena tidak larut dalam air. Untuk mengedarkannya, diperlukan molekul pengangkut yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu high density lipoprotein (HDL) dan low density lipoprotein (LDL) (Eva, 2011). 1. High Density Lipoprotein (HDL) Kolesterol HDL disebut juga sebagai kolesterol baik, karena HDL membersihkan tubuh dari kelebihan kolesterol dan dengan demikian memperlambat proses aterosklerosis,

melindungi dari penyakit jantung dan penyakit vaskular lainnya. Selain berarti healthy (sehat) huruf H pada HDL juga dapat berarti hoover (pembersih). Kolesterol HDL membawa

kelebihan kolesterol dari dinding arteri kembali kehati, dimana kolesterol akan dikeluarkan dari tubuh sebagai empedu yang keluar melalui kotoran (Erlanor. dkk, 2010). 2. Low Density Lipoprotein (LDL) LDL merupakan lipoprotein pembawa kolesterol utama dalam darah. LDL disebut juga sebagai kolesterol jahat. LDL yang tinggi akan menumpuk atau menempel pada dinding

pembuluh nadi koroner sehingga menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Proses tersebut akan

menghasilkan LDL teroksidasi yang tidak dikenal. Pengambilan LDL teroksidasi oleh makrofag akan mengakibatkan akumulasi kolesterol dan membentuk sel-sel busa yang akhirnya

mengakibatkan aterosklerosis yang dapat menyebabkan jantung kesulitan memompa darah. Ini akan mengakibatkan serangan jantung (Septi. S. S, 2011). b) Ukuran Total Kadar Kolesterol Adapun ukuran total kolesterol dalam darah kita dapat dilihat pada uraian berikut: 1. 2. Kurang dari 200mg/dl = sangat baik. 200-239 mg/dl = cukup. Jika total kolesterol adalah sekitar 200239 mg/dl, maka biasanya dokter akan memeriksa kadar LDL, HDL, dan trigliserit. 3. Lebih dari 240 mg/dl = resiko tinggi, orang yang mempunyai total kolesterol diatas 240 mg/dl, beresiko 2 kali lebih besar terkena penyakit jantung. c) Penyebab Kenaikan Kolesterol Ada banyak hal yang menjadi penyebab tingginya kolesterol dalam darah, yaitu : 1. Faktor yang tidak bisa dikontrol  Keturunan  Usia

10

Pada pria, kolesterol akan mudah naik setelah berumur 50 tahun. Pada wanita kolesterol akan mudah naik setelah menopause. 2. Faktor yang bisa dikontrol  Makanan  Kelebihan berat badan  Kurang olahraga  Merokok  Gaya hidup tidak sehat  Stress  Diabetes mellitus  Minum kopi berlebihan  Diet yang salah  Obesitas. d) Gejala Penderita kolesterol tinggi tidak merasakan gejala sama sekali. Mereka baru mengetahuinya setelah dinyatakan menderita penyakit jantung koroner atau stroke. Ada pula yang merasakan sakit kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Ini muncul sebagai akibat dari kurangnya oksigen. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang.

11

e) Komplikasi kolesterol 1. Penyakit jantung 2. Stroke 3. Hipertensi 4. Hiperlipidemia. (Septi.S. S, 2011).

f) Metabolisme kolesterol

Kolesterol dibuat di hati

Kolesterol HDL

Jaringan tubuh

Kolesterol LDL

(Erlanor. dkk, 2010)

Kelebihan kolesterol terakumulasi di arteri

12

2.2. Kerangka Konsep Sampel darah orang yang mengkonsumsi kopi

Pemeriksaan kolesterol menggunakan fotometer

hasil

Kesimpulan

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada Tanggal 23 Juni- 23 Juli 2011 di Laboratorium klinik Pelangi Bengkulu.

3.2. Sumber Data 3.2.1. Populasi Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lelaki yang berfrofesi sebagai nelayan di kelurahan Lempuing RT. 07 RW. 02 Padang Harapan Kota Bengkulu yang mengkonsumsi berlebihan. 3.2.2. Sampel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu sebanyak 18 orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan dan berprofesi sebagai nelayan pada bulan Juni-Juli 2011. 3.2.1. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel menggunakan taknik total sampling dengan cara memenuhi jumlah yang ditentukan dengan ciri yang telah ditetapkan.. kopi

13

14

3.3. Rancangan Penelitian Data yang diperoleh dari pemeriksaan kolesterol total dalam darah pada orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan dikumpulkan dan disajikan secara deskriptif.

3.4. Definisi Operasional 1. Kolesterol adalah senyawa lemak yang sebagian besar diproduksi tubuh di dalam hati dari makanan berlemak yang kita makan. a. Cara ukur : Pemeriksaan bahan (serum) ditambah dengan

reagen kemudian diperiksa dengan menggunakan fotometer. b. Alat ukur c. Hasil ukur d. Skala ukur : Mikrolab fotometer : Hasil ukur dinyatakan dalam mg/dl : Nominal

2. Minuman kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. 3. Diterpenes cafestol dan kahweol adalah zat dari kopi yang dapat meningkatkan kolesterol dalam darah.

3.5. Alat dan Bahan 3.5.1. Alat Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah fotometer, rak tabung reaksi, tabung reaksi, kapas, tisu, centrifuge, mikropipet 10 ul dan 1000 ul, tip biru, tip putih, spuit, tourniquet.

15

3.5.2. Bahan Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah darah dari orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan, reagen kolesterol, alkohol 70%.

3.6. Prosedur Kerja 3.6.1. Pengambilan Sampel a. Memasang tourniquet pada lengan atas sebagai pembendung, tepatnya 3 jari diatas pembuluh darah vena, sehingga pembuluh darah vena terlihat jelas. Daerah pembuluh darah yang terlihat tadi dibersihkan dengan kapas alkohol 70% b. Kemudian ditusuk dengan menggunakan spuit, penghisap spuit ditarik perlahan-lahan sehingga darah masuk kedalam spuit sampai didapat darah yang dibutuhkan c. Melepaskan spuit dengan cara ditarik perlahan-lahan dari pembuluh darah vena d. Menutup bagian vena yang ditusuk dengan kapas alkohol 70% e. Melepaskan tourniquet dari lengan f. Darah yang ada didalam spuit dialirkan kedalam tabung reaksi melalui dinding tabung. 3.6.2. Penanganan Sampel a. Memutar darah dengan menggunakan centrifuge salama 10 menit dengan kecepatan 3000 rpm untuk mendapatkan serum.

16

b. Melakukan pemeriksaan kolesterol terhadap sampel dengan menggunakan reagen kolesterol dan baca dengan fotometer. 3.6.3. Pemeriksaan Sampel 1. Pemeriksaan kolesterol Prinsip : Kolesterol Ester + H2O CHE Kolesterol + asam lemak Kolesterol + O2
CHO

Kholesten-3-one + H2O2

2H2O2 + Phenol + 4 aminoantipyrine POD Quinonimine + 4 H2O Metode : End point Rumus : absorbansi sampel x konsentrasi standar (100 mg/dl) Absorbansi standar Konsentrasi standar : 200 mg/dl. Cara kerja : a. Memipet reagen kolesterol sebanyak 1000 ul dan

memasukanya kedalam tabung reaksi sebagai larutan blanko b. Memipet reagen kolesterol sebanyak 1000 ul dan memipet larutan standar kolesterol sebanyak 10 ul sebagai larutan pembanding c. Memipet reagen kolesterol sebanyak 1000 ul dan memipet serum darah sebanyak 10 ul sebagai sampel tes atau larutan uji d. Diinkubasi selama 10 menit pada suhu 37oC e. Diperiksa dengan menggunakan fotometer pada panjang gelombang 546 nm. Nilai normal : < 200 mg/dl.

17

3.7. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini penulis menggunakan data primer yang diperoleh dengan cara pemeriksaan secara langsung terhadap sampel di Laboratorium.

3.8. Teknik Analisis Data Data yang dikumpulkan dianalisis secara statistik menggunakan Deskriptif analitik, dengan menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.

Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang pemeriksaan kolesterol total dalam darah pada pengkonsumsi kopi berlebihan di Kelurahan Lempuing Rt. 07 Rw. 02 Padang Harapan Bengkulu. Sampel yang digunakan yaitu orang-orang yang mengkonsumsi 3 cangkir kopi atau lebih (1 sendok makan dalam 250 ml air) dan berfrofesi sebagai nelayan, yang pemeriksaannya dilakukan di Laboratorium Klinik Pelangi Bengkulu dapat dilihat pada tabel.1 sebagai berikut.

Tabel. 1. Perolehan Hasil Pemeriksaan Kolesterol Total dalam Darah Pada Pengkonsumsi Kopi Berlebihan Kode Sampel Sampel A Sampel B Sampel C Sampel D Sampel E Sampel F Sampel G Sampel H Sampel I Sampel J Sampel K Sampel L Sampel M Sampel N Sampel O Sampel P Sampel Q Sampel R Rata-rata Sumber : data primer 2011 18 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Hasil Pemeriksaan (mg/dl) 156 197 175 196 185 186 150 182 180 171 174 167 199 189 193 166 179 158 177,9444

19

4.2.

Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 18 sampel darah orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan didapat hasil yang normal pada masingmasing sampel. Hal ini bertentangan dengan peneliti lain sebelumnya yang menyatakan kolesterol pada orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan mengalami peningkatan. Menurut Paul 1963 mengatakan pada orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan kolesterolnya akan mengalami peningkatan, namun penelitian yang dilakukan Paul tidak memperhitungkan faktor resiko lain yang ada dikalangan orang-orang yang ditelitinya misalnya rokok, hipertensi, obesitas, dan lain-lain (faisal baraas, 2006) Selain itu efek peningkatan kolesterol yang disebabkan oleh minum kopi yang berlebihan bersifat sementara, setelah seseorang menghentikan minum kopi kolesterol dalam darahnya akan kembali normal ( Anonim, 2010).

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : Kadar kolesterol dalam darah orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan normal.

5.2. Saran Atas dasar penelitian, pembahasan, dan kesimpulan diatas, maka penulis menyampaikan beberapa saran yang dapat membangun dan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi masyarakat maupun pihak-pihak lain. Halhal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : 1. Masyarakat dapat menjaga kesehatan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 2. Peneliti berharap agar masyarakat tetap memperhatikan pola makan yang sehat dan olaraga. 3. Peneliti selanjutnya dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai pemeriksaan kolesterol pada orang yang mengkonsumsi kopi berlebihan dengan memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

20

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.

2010. Kopi Meningkatkan kadar Kolesterol. http://majalahkesehatan.

com/kopi-meningkatkan-kadar-kolesterol/. (Diakses mei 2011) Anonim. 2010. Mengenal Jenis Kopi Kelas Dunia. http://female.kompas.com/ read/2010/02/09/1703067/mengenal jenis kopi kelas dunia. (Diakses mei 2011). Anonim. 2011. Komposisi Biji Kimia. http://kopimiringsemarang.blogspot. com/2011. (Diakses mei 2011). Erleanor Bull dan Jonathan Morrel. 2010. Kolesterol. Jakarta: Erlangga. Depkes RI. 1999. Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010. Jakarta. Eva. 2011. Jenis Kolesterol Dalam Darah. http://doktereva.blogspot.com/2011/ 01/jenis-jenis-kolesterol.html. (Diakses mei 2011). Asadi, Muhammad. 2009. 14 Penyakit Paling Sering Menyerang dan Sangat Mematikan. Yogyakarta: Plashbook. Saryono. 2008. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Mitra Cendika Press. Septi, S, S. 2011. 14 Penyakit Paling Sering Menyerang dan Sangat Mematikan. Yogyakarta: Plashbook.

Lembar Konsultasi Karya Tulis Ilmiah


AKADEMI ANALIS KESEHATAN HARAPAN BANGSA

Judul

: Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Pada Pengkonsumsi Kopi Berlebihan Di Kelurahan Lempuing Rt. 07 Rw. 04 Padang Harapan Bengkulu.

Nama Nim

: Marwiah : 280412

P. Utama : Yurman, SKM,.M.Si


HARI/TANGGAL HASIL KONSULTASI PARAF PEMBIMBING

Lembar Konsultasi Karya Tulis Ilmiah


AKADEMI ANALIS KESEHATAN HARAPAN BANGSA

Judul

: Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Pada Pengkonsumsi Kopi Berlebihan Di Kelurahan Lempuing Rt. 07 Rw. 04 Padang Harapan Bengkulu.

Nama Nim P. ke-2

: Marwiah : 280412 : Hepiyansory, S. Farm. Apt


HASIL KONSULTASI PARAF PEMBIMBING

HARI/TANGGAL