Gubernur Jawa Barat

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : TENTANG FASILITASI PENYELENGGARAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DI JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan adalah komitmen Perusahaan untuk berperanserta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perusahaan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat; b. bahwa agar pelaksanaan kegiatan tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan memperoleh hasil yang optimal, kegiatan yang dilaksanakan harus bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu ditetapkan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan di Jawa Barat; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 4 Juli Tahun 1950) Jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Jakarta Raya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 15) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010); 2. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Daerah. Organisasi Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut OPD adalah Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT TENTANG FASILITASI PENYELENGGARAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DI JAWA BARAT. Perseroan Terbatas yang selanjutnya disebut Perseroan adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal. yang dimaksud dengan : 1. 9.2 59. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25. 3. 22 Telepon (022) 4232448 – 4233347 4230963 Fax. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini. 7. melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundangundangan. 5. Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4756). 5. 2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724). Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5107). dan Program Bina Lingkungan. 6. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 9 Seri D. Daerah adalah Provinsi Jawa Barat. Jalan Diponegoro No. (022) 4203450 Bandung – 40115 4. didirikan berdasarkan perjanjian. Tata Cara Keuangan (Lembaran Tambahan 8. . Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor Per05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Tambahan Lembaran Daerah Nomor 46).

baik bagi Perusahaan sendiri. Tim Fasilitasi Penyelenggaraan Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan Provinsi Jawa Barat yang selanjutnya disebut Tim Fasilitasi adalah Tim yang membantu Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam memfasilitasi penyelenggaraan program dan kegiatan tanggungjawab sosial dan lingkungan di Daerah. pelaksanaan. komunitas setempat. terwujudnya keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. pelaksanaan. Pasal 4 Ruang lingkup fasilitasi penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan meliputi perencanaan. Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (Corporate Social Responsibility) adalah komitmen Perusahaan untuk berperanserta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat. BAB II MAKSUD. pengendalian dan evaluasi program tanggungjawab sosial dan lingkungan di Daerah. sosial dan b. terintegrasikannya penyelenggaraan tanggungjawab lingkungan dengan Program Pemerintah Daerah. pengendalian dan . TUJUAN DAN RUANG LINGKUP Pasal 2 Maksud pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tanggungjawab sosial dan lingkungan adalah untuk menggalang program tanggungjawab sosial dan lingkungan Perusahaan dalam rangka optimasi program pembangunan di Daerah. maupun pada masyarakat secara umum. terarahnya penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan yang dilaksanakan oleh Perusahaan. 8. 10. Perusahaan adalah Perseroan. BUMN dan BUMD di Jawa Barat. dan d. c. 9. Badan Usaha Milik Negara yang selanjutnya disebut BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 3 Tujuan pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tanggungjawab sosial dan lingkungan adalah: a. 7. terwujudnya sinkronisasi dan peningkatan kerjasama pembangunan antara Daerah dan dunia usaha.3 6. Dana Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan adalah dana yang berasal dari dunia usaha yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan Program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan untuk mendukung pembangunan di Jawa Barat.

c. yang diarahkan untuk mencapai bebas putus jenjang sekolah pendidikan dasar dan menengah. . bina lingkungan. penyusunan rencana kerjasama program tanggungjawab sosial dan lingkungan . yaitu : a.4 evaluasi. yaitu pendekatan yang lebih mengutamakan kepentingan dan kebutuhan bersama dalam mencapai manfaat bersama. kesehatan. BAB III PENYELENGGARAAN FASILITASI Bagian Kesatu Perencanaan Pasal 5 Perencanaan fasilitasi penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan di Daerah dilakukan melalui pendekatan: a. d. mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta proteksi dan restorasi lingkungan. pengembangan perikanan serta pengembangan dan perlindungan pasar tradisional. dan b. alat kesehatan yang memadai. Bagian Kedua Pelaksanaan Pasal 6 Pelaksanaan program pembangunan di Jawa Barat yang dapat dibiayai melalui Dana Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan adalah: a. pengisian formulir pernyataan minat dan menentukan program. penandatanganan naskah kerjasama program tanggungjawab sosial dan lingkungan. partisipatif. b. yang diarahkan pada kegiatan pemberdayaan kondisi sosial masyarakat melalui pencegahan polusi. peningkatan daya beli. yang diarahkan agar seluruh wilayah Jawa Barat memiliki sarana dan prasarana kesehatan. pendidikan. penggunaan sumberdaya yang berkelanjutan. serta kualitas tenaga kesehatan yang kompeten. yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui agribisnis. b. yaitu pendekatan yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan yang akan dibiayai oleh Perusahaan. kemitraan. Bagian Ketiga Mekanisme dan Prosedur Pasal 7 Mekanisme dan prosedur penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan oleh Perusahaan. c.

sinergitas antarprogram/kegiatan antar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Mitra tanggungjawab sosial dan lingkungan terpilih. 3. 5. e. Kelompok Kerja III. d. (3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Bagian Keempat Kelembagaan Pasal 8 (1) Dalam rangka fasilitasi penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan. f. 6. b. dan . penyiapan peralatan/bahan berupa data/informasi terkini untuk pertemuan. kompilasi daftar prioritas program. Tim Fasilitasi mempunyai fungsi : a. Sekretaris. agar OPD melakukan persiapan. meliputi: 1. dibentuk Tim Fasilitasi dengan struktur organisasi terdiri atas : a. perencanaan.5 d. agenda dan tempat penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan kepada OPD sebelum acara dilakukan. g. Koordinator. pendampingan program berupa monitoring dan evaluasi. dan h. Kelompok Kerja I. dan e. Wakil Koordinator. Penanggungjawab. pemberitahuan jadual. 2. penyusunan jadual dan agenda rutin penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan. (2) Tim Fasilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertugas membantu Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam memfasilitasi penyelenggaraan program dan kegiatan tanggungjawab sosial dan lingkungan di Daerah. 4. c. Kelompok Kerja II. kegiatan dan calon mitra tanggungjawab sosial dan lingkungan di Daerah. pemberian informasi kepada OPD untuk mengidentifikasi/inventariasi data dan informasi unggulan yang layak dibiayai melalui Dana Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan di Daerah. Koordinator Wilayah. pelaksanaan program tanggungjawab sosial dan lingkungan.

b. Bagian Kelima Pengendalian Pasal 9 Untuk kelancaran dan keberhasilan fasilitasi penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan. capaian kinerja pelaksanaan fasilitasi penyelenggaran program tanggungjawab sosial dan lingkungan. . terpadu dan berkesinambungan. (2). dan prioritas program dan kegiatan untuk Dana Tanggungjawab Sosial dan 4. realisasi penggunaan Dana Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan. (3) dan (4). penyelenggaraan tanggung- 3. sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini. pelaksanaan.6 7. penandatanganan kerjasama jawab sosial dan lingkungan. (2) Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Bagian Keenam Evaluasi dan Pelaporan Pasal 10 (1) Tim Fasilitasi melakukan evaluasi dan melaporkan perkembangan fasilitasi penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah secara periodik atau sewaktu-waktu apabila dipandang perlu. b. Tim Fasilitasi melakukan pengendalian dan evaluasi kepada Perusahaan secara sinergis. realisasi pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan. (5) Pembentukan Tim Fasilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menyepakati Berita Acara Penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan. (4) Bagan struktur organisasi Tim Fasilitasi tercantum dalam Lampiran. c. meliputi: 1. menyepakati diajukan melalui Lingkungan. 2. ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. verifikasi oleh Tim Fasilitasi untuk memastikan semua prioritas program dan kegiatan yang layak diusulkan kepada calon mitra tanggungjawab sosial dan lingkungan. pemaparan rancangan rencana kerja tanggungjawab sosial dan lingkungan oleh Koordinator.

Agar setiap orang dapatmengetahuinya. yang dihadapi dan upaya rencana tindak lanjut. BAB IV PEMBIAYAAN Pasal 11 (1) Pembiayaan untuk melaksanakan fasilitasi penyelenggaraan program tanggungjawab sosial dan lingkungan di Daerah dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat. LEX LAKSAMANA . Pasal 13 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. permasalahan pemecahannya.7 d. memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Jawa Barat. (2) Pembiayaan untuk melaksanakan program tanggungjawab sosial dan lingkungan. AHMAD HERYAWAN Diundangkan di Bandung pada tanggal SEKRETARIS DAERAH PROVINSI JAWA BARAT. Ditetapkan di Bandung pada tanggal GUBERNUR JAWA BARAT. ditetapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. dibebankan pada Dana Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan. dan e. BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 12 Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Gubernur ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya.

2.Sekretaris Bidang Fasilitasi Perencanaan (Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat) 2. STRUKTUR ORGANISASI FASILITATOR PENANGGUNG JAWAB GUBERNUR KOORDINATOR SEKRETARIS DAERAH WAKIL KOORDINATOR Asisten Pemerintahan Hukum & HAM Asisten Perekonomian Asisten Kesejahteraan Rakyat Asisten Administrasi SEKRETARIS 1. Balai Pusdalisbang Bappeda Provinsi Jawa Barat . 3. Bidang PP Bappeda Provinsi Jawa Barat 2. 4.Sekretaris Bidang Fasilitasi Pelaksanaan (Kepala Biro Administrasi Pembangunan) KORWIL 1.8 BERITA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2010 NOMOR SERI LAMPIRAN : PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : TANGGAL : TENTANG : FASILITASI PENYELENGGARAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DI JAWA BARAT. BKPP BKPP BKPP BKPP I : Bogor II : Purwakarta III :Cirebon IV : Priangan SEKRETARIAT 1.

Unsur Biro Keuangan GUBERNUR JAWA BARAT. AHMAD HERYAWAN .Subag/Subid Pelaporan dan Evaluasi . Bidang PPE Unsur Biro Adbang Unsur-Unsur OPD Cq.9 KELOMPOK KERJA I Bidang Fasilitasi Perencanaan Seluruh unsur OPD Provinsi Jawa Barat KELOMPOK KERJA II Bidang Fasilitasi Pelaksanaan Seluruh Unsur OPD Provinsi Jawa Barat yang memfasilitasi pelaksanaan CSR - KELOMPOK KERJA III Bidang Fasilitasi Pengendalian dan Evaluasi Unsur Bappeda Cq.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful