Anda di halaman 1dari 2

PHLEBOTOMY Definisi : Phlebotomy merupakan suatu tindakan menurunkan volume darah dengan cara mengeluarkannya melalui pembuluh darah

vena secara bertahap dan cepat. Tujuan : Menghilangkan gejala distress. Indikasi : Dilakukan pada klien dengan masalah polistemia vena, eritrositosis, hematokromasis. Kontra indikasi : Klien gagal jantung tidak dianjurkan untuk dilakukan prosedur ini. Persiapan : Bahan dan alat : 1. Tensimeter vena. 2. Set donor, set infuse. 3. Kateter vena. 4. Botol/kantong penampung darah. 5. Cairan plasma atau dekstran. 6. Perangkat antiseptic lain : kasa, iodine povidon, alcohol, plester. Prosedur : 1. Sebelumnya minta klien untuk BAB/BAK terlebih dahulu sebelum tindakan. 2. Atur klien posisi berbaring. dan stetoskop untuk memantau status hemodinamik sebelum, selama, dan sesudah tindakan serta untuk membendung aliran

3. Evaluasi status hemodinamik, ukur tanda-tanda vital. 4. Lakukan tindakan antiseptic dan aseptic pada lokasi penusukan, dilanjutkan dengan pembendungan vena dengan tensimeter pada tekanan 60 mmHg. 5. Siapkan set donor sambungkan dengan botol/kantong penampung darah. 6. Tusuk vena dengan kateter vena, bila telah masuk sambungkan set donor untuk mengeluarkan darah. 7. Umumnya klien dapat menerima pengeluaran darah sebanyak tiga unit (450 600 cc) perminggu. 8. Setelah kantong darah penuh dan tercapai target pengobatannya (hematokrit antara 40 45%), hentikan tindakan phlebotomy. 9. Tutup area penusukan dengan kasa betadin. 10.Rapikan alat-alat. 11.Evaluasi kondisi klien terhadap tindakan (pusing, berkunang-kunang, ukur tanda-tanda vital) Komplikasi : Komplikasi yang biasa muncul pada tindakan ini adalah perdarahan, hematom, dan gangguan hemodinamik.