MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 184/PMK.01/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Kementerian Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Kementerian Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1982/M.PAN-RB/9/2010 tanggal 6 September 2010; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Keuangan dipimpin oleh Menteri Keuangan. Pasal 2 Kementerian Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Kementerian Keuangan; Negara yang menjadi tanggung jawab

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Keuangan; pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Keuangan di daerah; pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional; dan pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4

Susunan Organisasi Kementerian Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Wakil Menteri Keuangan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3g. h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. u. v. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan; Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional; Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan; Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik; dan

m. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;

w. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai.

BAB III WAKIL MENTERI KEUANGAN Pasal 5 Wakil Menteri Keuangan mempunyai tugas membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Kementerian Keuangan; koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Keuangan; pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Keuangan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Komunikasi dan Layanan Informasi; Biro Perlengkapan; dan Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 9 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, strategis, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Kementerian, penyusunan anggaran Kementerian, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Kementerian.

d. e. f. g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian; pelaksanaan akuntansi Kementerian; dan anggaran Kementerian serta pelaporan keuangan

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 11

Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 12 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek dan strategis di lingkungan Kementerian; penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; dan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6Pasal 14 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan I; Subbagian Perencanaan II; Subbagian Perencanaan III; dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 16 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7Pasal 18 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penganggaran I; Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 20 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8b. c. penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; dan penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus. Pasal 22 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I; Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; dan Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 23 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (2) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 24 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-9Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal; penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan; penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian; dan penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 26 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 27 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 10 -

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Kementerian, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Kementerian Keuangan. Bagian Keempat Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 28 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

c. d.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 11 Pasal 30 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 31 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Pasal 33 Bagian Organisasi I terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; dan Subbagian Organisasi IC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 12 Pasal 34 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 35 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 37 Bagian Organisasi II terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; dan Subbagian Organisasi IIC.

dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. sistem administrasi umum. evaluasi. Subbagian Ketatalaksanaan IA. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. b.13 Pasal 38 Subbagian Organisasi IIA. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Bagian Ketatalaksanaan I terdiri atas: a. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. analisis. c. . Subbagian Ketatalaksanaan IC. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. analisis. tata laksana pelayanan publik. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. koordinasi. dan penyiapan bahan pembinaan. dan laporan akuntabilitas kinerja. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dimaksud dalam Pasal 39. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Pasal 41 c. Direktorat Jenderal Pajak. peringkat jabatan. Pasal 39 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Badan Kebijakan Fiskal. koordinasi. penelaahan. penelaahan. Inspektorat Jenderal. Subbagian Ketatalaksanaan IB. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan pembinaan. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian b. d. pengumpulan dan pengolahan data. d. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penyiapan bahan pembinaan. evaluasi. tata laksana pelayanan publik. koordinasi. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. Pusat Investasi Pemerintah. analisis dan evaluasi jabatan. sistem administrasi umum. dan monitoring organisasi. dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. IIB. dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran.

dan laporan akuntabilitas kinerja. koordinasi. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. sistem administrasi umum. Pusat Investasi Pemerintah. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. analisis. penyiapan bahan pembinaan. dan Sekretariat Pengawas Perpajakan. Pasal 43 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. c. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. tata laksana pelayanan publik. Inspektorat Jenderal. sistem administrasi umum. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bagian pengumpulan dan pengolahan data.14 Pasal 42 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. . IB. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. evaluasi. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. penelaahan. dimaksud dalam Pasal 43. dan penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Jenderal Pajak. dan penyiapan pembinaan. evaluasi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. analisis. tata laksana pelayanan publik. sistem administrasi umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran. penelaahan. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Badan Kebijakan Fiskal. dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. b. evaluasi. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. tata laksana pelayanan publik. koordinasi. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

dan c. dan monitoring jabatan fungsional. tata laksana pelayanan publik. dan b. koordinasi. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. evaluasi. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. koordinasi. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. penyiapan bahan pembinaan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. IIB. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. evaluasi. Pasal 49 Bagian Jabatan Fungsional terdiri atas: a. evaluasi. koordinasi.15 Pasal 45 Bagian Ketatalaksanaan II terdiri atas: a. sistem administrasi umum. dan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Jabatan Fungsional I. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. c. pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Jabatan Fungsional III. . Pasal 46 Subbagian Ketatalaksanaan IIA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. penelaahan. dan penyiapan pembinaan. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. Pasal 47 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. b. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. analisis. Subbagian Jabatan Fungsional II. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. Badan Kebijakan Fiskal. analisis. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penelaahan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan analisis jabatan fungsional.

Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 51 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. perbendaharaan. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. e. perusahaan. koordinasi. II.16 Pasal 50 Subbagian Jabatan Fungsional I. dan f. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. penelaahan. dan penerimaan negara bukan pajak. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. Biro Hukum a. c. serta pengelolaan perpustakaan hukum. . perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. dan penyiapan bahan pembinaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepabeanan dan cukai. b. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. analisis. lelang. Pasal 52 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51. d. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. evaluasi.

Perusahaan. dan Subbagian Hukum Kepabeanan II. Perimbangan Keuangan. Pasal 56 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri atas: a. Subbagian Hukum Pajak I. c. kepabeanan dan cukai. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. f. b. Pasal 54 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. dan Informasi Hukum. Bagian Hukum Kekayaan Negara. Bagian Hukum Anggaran. Subbagian Hukum Kepabeanan I. Bagian Hukum Pengelolaan Utang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Perbendaharaan. d. . Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a.17 Pasal 53 Biro Hukum terdiri atas: a. c. dan b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. b. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Subbagian Hukum Pajak II. e. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. d.

Perbendaharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. Perimbangan Keuangan. dan penerimaan negara bukan pajak. . penyidikan dan pencegahan penyelundupan. Pajak Tidak Langsung Lainnya. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. perbendaharaan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pasal 58 Bagian Hukum Anggaran. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. pemberian uang ganjaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pajak Bumi dan Bangunan. perimbangan keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. Perbendaharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Pajak Pertambahan Nilai.18 Pasal 57 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. Perimbangan Keuangan. dan Pajak Penghasilan. keberatan dan banding. Bagian Hukum Anggaran. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak.

dan d. Perimbangan Keuangan. penerusan pinjaman luar negeri kepada pemerintah daerah. Pasal 61 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dan rancangan APBN Perubahan. dana bagi hasil sumber daya alam. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. dan d. anggaran Badan Layanan Umum. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan Nota Keuangan. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. Perbendaharaan. terdiri atas: a.19 b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. Pasal 60 Bagian Hukum Anggaran. Subbagian Hukum Perbendaharaan. Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subbagian Hukum Anggaran. dana alokasi umum. dan masalah anggaran terkait lainnya. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. (2) . c. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan dana alokasi khusus. c. dana tugas pembantuan. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. b. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN.

penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. Bagian Hukum Kekayaan Negara. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. akuntansi dan pelaporan keuangan. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. informasi. dan f. dan perusahaan. e. b. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Kementerian.20 (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. dan diseminasi hukum. Perusahaan. (4) . c. Pasal 62 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Perusahaan. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tugas Kementerian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. lelang. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. piutang negara. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. kekayaan negara yang dipisahkan. serta menyelenggarakan dokumentasi. penyiapan bahan pustaka hukum. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan dana investasi. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. kekayaan negara lainnya. diseminasi hukum. d. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62.

b. Perusahaan. mikro. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Kementerian dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pustaka hukum. dan menengah. Pasal 65 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum.21 Pasal 64 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. Subbagian Hukum Barang Milik Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) (3) (4) . c. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. terdiri atas: a. Lembaga Penyiaran Publik. diseminasi hukum. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. Badan Hukum Pendidikan. Pasal 66 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. dan Informasi Hukum. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. dan d. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. pengelolaan perpustakaan hukum. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang.

Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. Pasal 68 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri atas: a. dan b. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. dan pembiayaan syariah. dan d.22 Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 69 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara. (2) (3) (4) . pinjaman dan hibah luar negeri. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. dan derivatif terkait dengan surat utang negara. c. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. Subbagian Tata Usaha Biro. b.

Pasal 72 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri atas: a. Pasal 71 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70. c. pengkoordinasian. Pasal 73 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. b. jasa pembiayaan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. perjanjian internasional. dana pensiun. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. b. lembaga penjaminan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya. perjanjian internasional. asuransi. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. . dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c.23 Pasal 70 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. lembaga keuangan bukan bank. dan pasar modal. Subbagian Hukum Perjanjian. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. pasar modal. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. dana pensiun. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah.

dan jasa keuangan lainnya. pendapat hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan lembaga pembiayaan. pemulihan aset negara dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan perjanjian internasional. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. (3) (4) . promosi dan kerjasama investasi. b. serta Sengketa Internasional. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). Bank Dalam Likuidasi (BDL). kewajiban kontinjensi.24 (2) Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. memberikan bantuan hukum. termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. regional. perjanjian perlindungan. lembaga penjaminan. Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. Bagian Keenam Biro Bantuan Hukum Pasal 74 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. Arbitrase.

dan pegawai Kementerian yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. b. Bagian Bantuan Hukum III. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. agama. niaga. Subbagian Bantuan Hukum IA. pendampingan kepada para pejabat. Bagian Bantuan Hukum II. b.25 c. d. menyelesaikan perkara perdata atas klaim aset yang terdapat di Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD. pra peradilan. tata usaha negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian dalam penanganan perkara. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. Bagian Bantuan Hukum I. penanganan perkara di lingkup pengadilan niaga dan peradilan pajak serta menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian yang berpotensi menimbulkan pelanggaran/gugatan. perdata. tuntutan ganti rugi atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut pemulihan aset negara atas putusan pengadilan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. dan c. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. c. Subbagian Bantuan Hukum IB. d. dan kepegawaian. arbitrase. dan e. sengketa pajak. sengketa eks Bank Dalam Likuidasi (BDL). sengketa Internasional. . Pasal 76 Biro Bantuan Hukum terdiri atas: a. Bagian Bantuan Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. mantan pejabat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum I terdiri atas: a.

c. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . sengketa pajak. Pasal 83 Bagian Bantuan Hukum II terdiri atas: a. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. b. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. Pasal 80 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. pejabat. mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IC. Bagian Bantuan Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha negara. Pasal 81 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). pemberian bantuan hukum pada unitunit kerja di lingkungan Kementerian sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.26 c. b. dan d. perdata. Subbagian Bantuan Hukum IIC. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Subbagian Bantuan Hukum ID. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Subbagian Bantuan Hukum IIB. mantan pejabat. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. pendampingan kepada para mantan pejabat. c. dan d. pendampingan kepada para pejabat. IB. dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Bantuan Hukum IIA. IC. niaga.

sengketa Internasional. . pra peradilan. Subbagian Bantuan Hukum IIID. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Bagian Bantuan Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan d. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Pasal 87 Bagian Bantuan Hukum III terdiri atas: a.27 Pasal 84 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. sengketa Internasional. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Arbitrase. dan Kepegawaian. serta dalam penanganan perkara. dan c. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 85 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. b. sengketa pajak. pendampingan kepada para pejabat. dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Subbagian Bantuan Hukum IIIC. perdata. IIB. Arbitrase. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. mantan pejabat. pegawai. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. mantan pejabat. tata usaha negara. c. niaga. dan Kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pejabat. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL).

penyelesaian mutasi jabatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan pelayanan sistem informasi manajemen sumber daya manusia Kementerian Keuangan serta manajemen naskah dan dokumen pegawai Kementerian Keuangan. e. dan Kepegawaian. sengketa Internasional. c. pengelolaan Assessment Center Kementerian Keuangan. b. penerapan penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. mantan pejabat. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. pengembangan. dan pengkoordinasian pemberian penghargaan pegawai. penyusunan formasi. pengelolaan sistem manajemen talenta. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil. dan kepangkatan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. g. h. f.28 Pasal 88 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. pengelolaan kesejahteraan. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). d. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. IIIC. Biro SDM menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perijinan. pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan manajemen kinerja pegawai. . pendampingan kepada para pejabat. IIIB. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 89 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. manajemen. Arbitrase. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. pelaksanaan pengadaan.

e. b. pengkoordinasian penyiapan dan penyusunan analisa beban kerja. Bagian Mutasi dan Kepangkatan. b. penandatanganan pakta integritas. hakim pajak. d. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. penyiapan rumah tangga. dan staf khusus Menteri Keuangan. Penegakan Disiplin dan Pensiun. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. pengadaan pegawai. j. dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 91 Biro SDM terdiri dari atas: a. d. rencana kinerja tahunan. diseminasi. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. rencana strategis. penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. f. penyiapan penempatan pegawai baru. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. Bagian Penghargaan. e. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. penerapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan manajemen risiko di lingkungan Biro SDM. dan penempatan pegawai serta tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga biro. c. pengangkatan CPNS/PNS. formasi. . rencana kerja. pegawai magang. c. pengiriman peserta diklat prajabatan. orientasi pegawai baru. penetapan kinerja. penyusunan. Pasal 92 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. dan f. pegawai harian. dan k. dan penyiapan sarana prasarana umum serta pendistribusian persuratan Biro Sumber Daya Manusia. perpindahan pegawai dari instansi lain ke Kementerian Keuangan. penyiapan penerimaan pegawai baru. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia. pengelolaan uang muka.29 i.

(3) Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penempatan pegawai baru. rencana strategis. orientasi pegawai baru. Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia. pegawai harian. rencana kerja. hakim pajak. c. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. pengiriman peserta diklat prajabatan dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Rekruitmen Sumber Daya Manusia. pengkoordinasian penyusunan uraian jabatan. (4) Subbagian TU Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia. (2) Subbagian Rekrutmen Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penerimaan pegawai baru. dan staf khusus Menteri Keuangan serta perpindahan pegawai antar instansi.30 g. standar prosedur operasi. Pasal 94 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. pengangkatan CPNS. pegawai magang. dan d. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. Pasal 95 (1) Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta pengkoordinasian penyusunan analisa beban kerja. rencana kinerja tahunan. Pasal 96 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center. dan h. dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Biro Sumber Daya Manusia. b. dan manajemen resiko di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. dan pengelolaan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Sekretariat Jenderal. pembinaan sumber daya manusia Biro Sumber Daya Manusia. Subbagian Tata Usaha Biro. pengembangan kapasitas sumber daya manusia. dan pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta penandatanganan pakta integritas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penetapan kinerja. .

penyusunan rencana kebutuhan. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia. b. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan pengembangan assessment center di lingkungan Kementerian Keuangan dan penyiapan pelaksanaan assessment center pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan. pengkoordinasian pengelolaan dan penyusunan indikator kinerja utama Biro Sumber Daya Manusia. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan. . e. pemantauan. g. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. pengembangan sumber daya manusia. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai Kementerian Keuangan.31 Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Subbagian Assessment Center. h. c. dan d. c. dan i. pengkoordinasian pelaksanaan penataan pegawai. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan Sekretariat Jenderal Pasal 98 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari: a. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I serta pelaksanaan dan evaluasi psikotes di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kinerja pegawai. pengelolaan kinerja pegawai. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. pengembangan dan evaluasi assessment center dan psikotes.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. pelaksanaan assessment center dan psikotes b. pejabat eselon IV dan pelaksana di lingkungan Sekretariat Jenderal. rencana pengembangan sumber daya manusia d. pengkoordinasian penyusunan Kementerian Keuangan. mengkoordinasikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan.

penyiapan bahan penataan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 100 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pembangunan. dan d. analisis. Subbagian Manajemen Basis Data. pelaksanaan analisis. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. manajemen basis data. Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi. dan penyajian laporan atas data dan informasi sumber daya manusia. serta penyajian. disain aplikasi sumber daya manusia. penyusunan. melakukan penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja pegawai. penyeragaman dan integrasi data sumber daya manusia. b. b. dan dukungan teknis teknologi informasi. manajemen naskah dan dokumen kepegawaian. . c. c. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a.32 (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan diseminasi sistem penilaian kinerja pegawai. Pasal 102 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. penyusunan rencana kebutuhan. Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi. pemantauan. dan d. dan pelayanan sistem informasi manajemen kepegawaian Kementerian Keuangan. penyiapan infrastruktur. pengelolaan. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. dan mengadministrasikan DP3 eselon I dan II. Subbagian Pengintegrasian Data. verifikasi. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. mengkoordinasikan penyusunan indikator kinerja utama di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. dan pengintegrasian data sumber daya manusia.

Bagian Mutasi dan Kepangkatan menyelenggarakan fungsi: a. . (4) Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. Pasal 106 Bagian Mutasi dan Kepangkatan terdiri atas: a. (2) Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi mempunyai tugas melakukan analisis data. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. Subbagian Kepangkatan II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Manajemen Talenta. dan d. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. penyajian data dan informasi serta penyelesaian pelaksanaan inpassing gaji pegawai. dan d. Subbagian Kepangkatan I. perpindahan pegawai ke intansi di luar Kementerian Keuangan. pengaturan status. b. Pasal 104 Bagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melaksanakan mutasi jabatan dan kepangkatan pegawai. Pasal 105 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. integrasi. penyiapan infrastruktur. c. pelaksanaan manajemen talenta. disain aplikasi kepegawaian. c. (3) Subbagian Pengintegrasian Data mempunyai tugas melakukan penyeragaman. pindah antar unit. Subbagian Mutasi. pengaturan status kepegawaian. penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan pilihan. manajemen basis data. dan pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. dan dukungan teknis teknologi informasi. b. penyelesaian penugasan kepala perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. penyiapan mutasi jabatan struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan serta pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit.33 Pasal 103 (1) Subbagian Manajemen Basis Data mempunyai tugas melaksanakan analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. pelaksanaan manajemen talenta. verifikasi. dan pemantauan pelaksanaan pertukaran data.

usul pemberhentian dan pensiun serta melaksanakan penyusunan. c. pengangkatan dan pemberhentian hakim pajak. Penegakan Disiplin dan Pensiun mempunyai tugas mengelola kesejahteraan pegawai. Bagian Penghargaan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyiapan. penyusunan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Anggaran. pelaksanaan penegakan disiplin. Penegakan Disiplin. pengaturan status kepegawaian. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. menyelesaikan pemberian penghargaan dan tanda jasa. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit eselon I dan antar unit eselon II Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Manajemen Talenta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan manajemen talenta. penerapan. perijinan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. b. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. . Inspektorat Jenderal. Bapepam-Lembaga Keuangan. diseminasi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa serta perijinan pegawai. (3) Subbagian Kepangkatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. menegakkan disiplin pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. Pasal 108 Bagian Penghargaan. (4) Subbagian Kepangkatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Badan Kebijakan Fiskal dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. diseminasi. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya dan penyelesaian penugasan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a.34 Pasal 107 (1) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi jabatan struktural dan fungsional.

penyusunan. c. perijinan pegawai. penyusunan strategi komunikasi kehumasan. Penegakan Disiplin. Bagian Kedelapan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Pasal 112 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas mengkoordinasikan aktivitas komunikasi. . dan d. (2) Subbagian Penegakan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penegakan disiplin. dan Pensiun terdiri atas: a. pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada para stakeholders. pengusulan kartu isteri/kartu suami di lingkungan Kementerian Keuangan serta penerbitan surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala di lingkungan Sekretariat Jenderal. cuti pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penyusunan program komunikasi publik. Subbagian Kesejahteraan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pemberhentian pegawai dan pemberhentian pegawai dari jabatan organik serta penyelesaian usul pensiun pegawai. Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia. monitoring opini publik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan. Pasal 111 (1) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa.35 Pasal 110 Bagian Penghargaan. dan usul kenaikan pangkat pengabdian dan anumerta. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. b. diseminasi. penyelesaian pemberian rekomendasi Bapertarum/Taperum. Subbagian Penegakan Disiplin. dan pengelolaan pusat referensi Kementerian Keuangan. penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU.

e. organisasi kemasyarakatan. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya. c.36 Pasal 113 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112. g. lembaga pemerintah. c. Bagian Manajemen Opini Publik. pengelolaan serta layanan referensi dan perpustakaan. pengembangan. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan n. f. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. dan peningkatan partisipasi publik. l. desk informasi dan call center. Pengendalian Program. b. koordinasi dan pengelolaan PPID. pengelolaan data informasi kehumasan Kementerian. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. j. evaluasi program komunikasi publik. h. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. publikasi elektronik. a. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi kehumasan secara terpadu dan berkelanjutan. . dan organisasi profesi. perencanaan. pemantauan. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. d. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. f. dan Perpustakaan. Bagian Perencanaan. i. m. e. penyelenggaraan penerbitan. analisis. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: koordinasi aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya b. d. k. Pasal 114 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi terdiri atas: a.

Subbagian Publikasi I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 118 (1) Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan analisis bahan penyusunan strategi komunikasi. layanan informasi dan langkah-langkah kegiatan produksi pemberitaan/kehumasan di lingkungan Kementerian Keuangan melalui media nirmassa. . g. maupun pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. c. elektronik. d. pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi. dan Subbagian Publikasi II. i. b. pelaksanaan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. dan pelayanan desk informasi dan call center Kementerian Pasal 117 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan terdiri atas: a. layanan informasi melalui information desk. penyiapan dan pengelolaan website kementerian serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta hasil pelaksanaanya. dan publikasi media luar ruang. c. penerbitan. dalam dan luar ruang. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. baik media cetak. peliputan kegiatan Kementerian dan pimpinan. administrasi pengelolaan PPID. penyiapan. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. b. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan menyelenggarakan fungsi: a. pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.37 Pasal 115 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan mempunyai tugas melaksanakan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. email dan contact u. f. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya. e. j. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya. h. call center.

Bank Indonesia (BI). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). dan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah) dan rapat pembahasan RUU/peraturan/ketentuan lainnya. Pemerintah Daerah. Mahkamah Agung (MA). pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pemerintah Daerah. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mahkamah Agung (MA). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Bank Indonesia (BI). Mahkamah Konstitusi (MK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). . penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (3) Subbagian Publikasi II mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media elektronik Kementerian Keuangan serta pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu.38 (2) Subbagian Publikasi I mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media cetak Kementerian Keuangan. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kementerian Negara. Kementerian Negara. Bank Indonesia (BI). Mahkamah Agung (MA). b. Komisi-Komisi Negara. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). c. Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dalam dan luar ruang secara tepat waktu. Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. Pasal 119 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pemerintah Daerah. Kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Komisi-Komisi Negara. Komisi-Komisi Negara. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah). Mahkamah Konstitusi (MK).

dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Mahkamah Agung (MA). Pemerintah Provinsi. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. . Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). c. Mahkamah Konstitusi (MK). Mahkamah Agung (MA). Kementerian Negara. dan h. e. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan dan kekayaan Negara. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Kementerian di daerah pada masa reses persidangan. Dewan Perwakilan Daerah (DPD).dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Konstitusi (MK). administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). b. pengelolaan database stakeholders Bagian Pasal 121 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri atas: a. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan dan kekayaan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). g.39 d. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada lembaga pemerintah. dan Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Komisi-Komisi Negara. Pasal 122 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. pengkomunikasian kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Bank Indonesia (BI). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. c. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. h. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. internasional maupun daerah. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada asosiasi (daerah. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Kelembagaan Negara. e. tanggapan/bantahan. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. l. data. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. advertorial. dan kunjungan pers. informasi. wawancara. i. data. dan surat pembaca. dan profesi (daerah. nasional dan internasional). jumpa pers. keterangan pers. pengkajian. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. data. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. data. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. asosiasi dan pemimpin opini baik nasional. organisasi-organisasi. politik. k. dan edukasi pada media. data. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. khususnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa (cetak dan elektronik). serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media asing. mengkoordinasikan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Kementerian/Lembaga dan Komisikomisi Negara. Pasal 123 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan stakeholder non lembaga pemerintah/negara. data. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada pelaku usaha (daerah. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Kementerian dan narasumber lainnya. penyusunan siaran pers. nasional dan internasional). Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123.40 (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. dan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan kekayaan negara melalui media cetak dan media elektronik. artikel. perencanaan program berita. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. nasional dan internasional). d. . serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada organisasi masyarakat. j. g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 41 Pasal 125 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah terdiri atas: a. b. c. Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I; Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II; dan Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III. Pasal 126 (1) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa cetak (nasional, internasional dan daerah). (2) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa elektronik, organisasi masyarakat, organisasi politik, akademisi dan pengamat (nasional, internasional dan daerah). (3) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari organisasi profesi, organisasi internasional, Asosiasi, dan pelaku usaha (nasional, internasional dan daerah), pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. Pasal 127 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan monitoring, analisis dan penelitian opini publik terkait dengan bidang tugas Kementerian Keuangan, menyusun rekomendasi tindakan dan tanggapan komunikasi, menyelenggarakan audit komunikasi dan riset opini publik, serta menyelenggarakan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi dan kapasitas pengetahuan publik. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127, Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Kementerian dan unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 b. c. d. e. f. g. h. i. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar, lokakarya, kegiatan sosial budaya, dan kegiatan lainnya; penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Kementerian; penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal; pelayanan unjuk rasa; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media cetak daerah, nasional dan internasional; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional dan internasional; penyusunan bahan rekomendasi tindakan terkait hasil analisis opini publik; dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya. Pasal 129 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajemen Opini Publik I; Subbagian Manajemen Opini Publik II; dan Subbagian Manajemen Opini Publik III. Pasal 130 (1) Subbagian Manajemen Opini Publik I mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional, dan internasional, melakukan audit komunikasi dan riset maupun survey yang terkait dengan opini publik, melaksanakan administrasi, manajemen risiko dan pengendalian Standard Operating Precedure (SOP). (2) Subbagian Manajemen Opini Publik II mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media cetak nasional, daerah dan internasional serta menyiapkan laporan berkala perkembangan opini publik dan bahan rekomendasi tindakan secara tepat waktu kepada pimpinan. (3) Subbagian Manajemen Opini Publik III mempunyai tugas melakukan dan mengorganisasikan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi, dan kapasitas pengetahuan publik eksternal dan internal Kementerian Keuangan, pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database opini publik. Pasal 131 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan mempunyai tugas Melaksanakan perencanaan, pengembangan, pengelolaan,pengendalian, monitoring serta evaluasi program, pelayanan perpustakaan, pengelolaan database dan sistem informasi kehumasan, serta urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 43 Pasal 132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131, Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan; b. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku, koleksi AV dan digital (CD, DVD), serta koleksi perpustakaan lainnya; c. penyusunan bibliografi; d. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya; e. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work; f. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain; g. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja biro; h. penyusunan sistem dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan biro; i. j. pelaksanaan manajemen database dan sistem informasi biro; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 133 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Perpustakaan; b. Subbagian Sistem Informasi Kehumasan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 134 (1) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan koordinasi serta kerjasama dengan institusi perpustakaan internal Kementerian Keuangan, daerah, nasional dan internasional dalam rangka perencanaan, pengembangan, pengelolaan, pengendalian aktivitas layanan perpustakaan, peningkatan kualitas dan kuantitas perpustakaan dan riset kepustakaan. (2) Subbagian Sistem Informasi Kehumasan mempunyai tugas melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian sistem informasi dan database biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, kepegawaian, dan rumah tangga biro, serta melakukan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik dan rencana kerja tahunan dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan, penyusunan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 44 Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 135 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Kementerian berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135, Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis rencana kebutuhan Barang Milik Negara (BMN) bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi penyusunan rencana kebutuhan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan kementerian, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengelolaan BMN kementerian, bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi pengelolaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, pelaksanaan serta penyusunan petunjuk teknis penatausahaan BMN kementerian serta analisis dan evaluasi penatausahaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 137 Biro Perlengkapan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan BMN; Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan; Bagian Pengelolaan BMN; Bagian Penatausahaan BMN; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 Pasal 138 Bagian Perencanaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis perencanaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138, Bagian Perencanaan BMN menyelenggarakan fungsi : a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan teknis penyusunan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi atas realisasi BMN yang direncanakan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 140 Bagian Perencanaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan BMN I; Subbagian Perencanaan BMN II; Subbagian Perencanaan BMN III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 141 (1) Subbagian Perencanaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah.

b. c. d.

e. f.

g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 (2) Subbagian Perencanaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. (3) Subbagian Perencanaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-Gedung Keuangan Negara di daerah. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 142 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis, serta konsultansi pengadaan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan bimbingan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142, Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan dan pelaksanaan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan; dan pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 Pasal 144 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I; Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II; dan Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III.

Pasal 145 (1) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 146 Bagian Pengelolaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengelolaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 48 Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Bagian Pengelolaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penggunaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penggunaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemanfaatan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemanfaatan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penghapusan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penghapusan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemindahtanganan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 148 Bagian Pengelolaan BMN terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengelolaan BMN I; Subbagian Pengelolaan BMN II; dan Subbagian Pengelolaan BMN III. Pasal 149 (1) Subbagian Pengelolaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

b.

c.

d.

e.

f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Subbagian Pengelolaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 150 Bagian Penatausahaan BMN mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan BMN Kementerian Keuangan, analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis penatausahaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150, Bagian Penatausahaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan inventarisasi BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; b. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pembukuan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pembukuan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; c. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pelaporan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan d. penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN lingkup Kementerian Keuangan, dan tingkat Unit Eselon I Sekretariat Jenderal. Pasal 152 Bagian Penatausahaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penatausahaan BMN I; Subbagian Penatausahaan BMN II; Subbagian Penatausahaan BMN III; dan Subbagian Penatausahaan BMN IV.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 Pasal 153 (1) Subbagian Penatausahaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. (2) Subbagian Penatausahaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (4) Subbagian Penatausahaan BMN IV mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 154 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Kementerian dan melaksanakan urusan tata usaha, rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Kementerian. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 51 b. pelaksanaan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi; c. pelaksanaan urusan perencanaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan; d. pelaksanaan urusan pengadaan, penyimpanan dan distribusi perlengkapan, dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan sekretariat Jenderal, serta urusan pencetakan dan penggandaan; e. melaksanakan urusan dalam, pemeliharaan peralatan, dan keamanan dalam, serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 156 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Kementerian; b. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan; c. Bagian Perencanaan dan Keuangan; d. Bagian Perlengkapan; e. Bagian Rumah Tangga; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 157 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Kementerian Keuangan, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Kementerian, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan; b. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip, penyusunan jadwal retensi, dan penyusutan arsip, serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 52 c. penatausahaan penyelenggaraan kesehatan dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan perencanaan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium; d. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri; dan e. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Pasal 159 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Persuratan, Arsip, dan Dokumentasi; b. Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai; c. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas; dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 160 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan, pendistribusian dan pengendalian surat masuk, pengiriman dan pengendalian surat keluar kantor pusat Kementerian, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan dan melakukan pengelolaan, pemeliharaan, pemindahan, penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penatausahaan penyelenggaraan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Kementerian Keuangan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 161 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi.

informasi. Pasal 163 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan terdiri atas: a. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal. Road Map. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I. c. (2) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. . pencatatan acara. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. pemantauan. Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) lingkup Biro Umum serta pemantauan. pelaksanaan urusan protokol. informasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. laporan. dan e. evaluasi. d. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). penyajian data.53 Pasal 162 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 164 (1) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I mempunyai tugas melakukan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). evaluasi. pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri. laporan. urusan tata usaha. pengurusan tata usaha. penyiapan. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. penyajian data. penyiapan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan. c.

pelaksanaan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. Pasal 167 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. menyajikan hasil penelitian. dan d. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. c. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan serta pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. meneliti kebenaran. b. penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Pasal 165 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan anggaran. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Subbagian Perbendaharaan. akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.54 (3) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III mempunyai tugas melakukan urusan protokol. pencatatan acara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. (4) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subbagian Perencanaan Anggaran. Pasal 166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan d. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menyusun dan menyajikan laporan keuangan. monitoring. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. c. penyusunan laporan keuangan. b.

Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. menyajikan hasil penelitian. b. serta urusan pencetakan dan penggandaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. pelaksanaan urusan pengadaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan d. (4) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. c. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. Subbagian Pengadaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. monitoring. penyusunan laporan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. penyimpanan dan distribusi perlengkapan. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. Pasal 170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. b. meneliti kebenaran. dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 171 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 169 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan. .55 Pasal 168 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi.

. penatausahaan. kelengkapan upacara/pelantikan di lingkungan Sekretariat Jenderal serta menyusunan laporan pertanggungjawaban. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. bahan cetak. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. rumah jabatan. pelaksanaan urusan keamanan dalam. penjilidan. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. alat-alat laboratorium inventaris kantor. alat rumah tangga kantor. pakaian kerja dan kelengkapannya. penataan lay out kantor. serta menyusun pelaporan pengadaan pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penyimpanan. pertamanan. dan keamanan dalam. obatobatan. barang cetakan. b. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan inventarisasi. bahan mikrografik. bahan cetak. alat tulis kantor. dan d. pelaksanaan urusan pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. Pelaksanaan urusan perawatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. alat-alat laboratorium. kelengkapan upacara/pelantikan. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. (4) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. rambu-rambu lalu lintas. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. bahan mikrografik. rambu-rambu lalu lintas. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. dan d. alat rumah tangga kantor. barang cetakan. dan sewa mesin fotocopy. ATK.56 c. inventaris kantor. pengamanan barang perlengkapan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang. Pasal 173 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. obat-obatan. Pasal 172 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan pengadaan. penyiapan usulan penghapusan dan menyusun laporan pertanggungjawaban penatausahaan barang milik negara Sekretariat Jenderal serta unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. pakaian kerja dan kelengkapannya. penyimpanan dan pendistribusian secara berkala pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. c. kebersihan gedung dan halaman. pemeliharaan peralatan. pelaksanaan pengadaan sarana untuk operasional perkantoran.

CCTV. penataan lay out kantor. . c. Subbagian Pemeliharaan. instalasi listrik/penerangan. peralatan kantor. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. kebersihan gedung dan halaman. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 177 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. genset. barang inventaris lainnya. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Keamanan Dalam. dan d. perawatan dan perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian serta pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan dan perawatan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. operasional. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretariat Jenderal. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.57 Pasal 175 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. Subbagian Urusan Dalam. pertamanan. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas. b. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. (3) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan dan kediaman Pimpinan kementerian Keuangan. mesin penyejuk udara. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. rumah jabatan. Pasal 176 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan. instalasi air.

58 Pasal 178 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .

perumusan kebijakan di bidang penganggaran. b. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Direktorat Anggaran I. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . g.59 BAB V DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 179 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran. b. f. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran. c. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. . dan e. dan h. e. c. Direktorat Anggaran II. Direktorat Anggaran III. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan norma. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 181 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri atas: a. d. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Sistem Penganggaran.

e. dan laporan kinerja direktorat jenderal. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. penyelenggaraan urusan kepegawaian direktorat jenderal. dokumentasi. c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. Bagian Perencanaan dan Keuangan. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum. dan i.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . d. Pasal 184 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.60 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 182 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. f. kearsipan. e. . Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. b. koordinasi penyusunan rencana strategik. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan pengelolaan Barang Milik Negara serta kesekretariatan pimpinan. f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. g. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan direktorat jenderal. rumah tangga. d. b. perumusan peraturan di bidang kesekretariatan. pengadaan. perpustakaan. koordinasi penyusunan rencana kerja dan pengelolaan keuangan direktorat jenderal. h. Bagian Kepegawaian. koordinasi bantuan hukum direktorat jenderal. pengelolaan urusan tata usaha.

penyiapan bahan penataan organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta layanan informasi dan publikasi. b. Subbagian Organisasi. evaluasi kinerja direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 188 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi.61 Pasal 185 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. penyusunan rencana strategik. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. ketatalaksanaan. serta pengembangan kinerja organisasi. d. (3) Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategik. laporan akuntabilitas. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. dan e. laporan pelaksanaan tugas serta evaluasi kinerja direktorat jenderal. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. c. Subbagian Tata Laksana. laporan akuntabilitas kinerja. . monitoring. monitoring. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. laporan pelaksanaan tugas. dan layanan informasi direktorat jenderal. Pasal 187 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan c. pengelolaan layanan informasi dan publikasi. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi. serta pengembangan kinerja organisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pelaporan. b.

penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. Subbagian Umum Kepegawaian. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. kepangkatan. serta penyiapan bahan pelaksanaan assessment center.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kepangkatan. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemensiunan pegawai. dan c. absensi pegawai. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. Pasal 191 Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penempatan. Pasal 190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. pemensiunan. pelaksanaan urusan pengangkatan. pemberhentian.62 Pasal 189 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. cuti. dokumentasi. statistik. . pemberhentian. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin pegawai. dan e. dokumentasi. cuti. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin. b. statistik. seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. penyiapan bahan formasi. absensi pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. d. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. c. Subbagian Mutasi Kepegawaian. penempatan. Pasal 192 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengembangan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai.

dan c. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 195 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Perencanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. pengadaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). gaji dan tunjangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. b. Pasal 196 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran.63 Pasal 193 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kerja dan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. Pasal 197 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. dan c. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. dan pengelolaan Barang Milik Negara direktorat jenderal. serta kesekretariatan dan tata usaha pimpinan. . dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. rumah tangga. perpustakaan.

dan d. dan f. c. . (2) Subbagian Rumah Tangga dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggaan. (3) Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan. ekspedisi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi dan penggandaan. Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan. pelaksanaan urusan inventarisasi. pendistribusian. pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. Subbagian Rumah Tangga dan Gaji. pengelolaan perpustakaan. pelaksanaan urusan pengadaan.penyiapan dokumen. dan protokoler. penyiapan dokumen. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. dokumentasi. b. penyimpanan. tata usaha pimpinan. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan. serta manajemen perpustakaan. pendistribusian. pelaksanaan. kearsipan. inventarisasi. Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 200 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan surat menyurat. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. b. d. penyimpanan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa perlengkapan sarana dan prasarana. Pasal 199 Bagian Umum terdiri atas: a. e. dan penyiapan penghapusan serta pelaporanBarang Milik Negara. dokumentasi. pelaksanaan urusan surat menyurat. pemeliharaan. kearsipan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pengelolaan kendaraan dinas dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji dan tunjangan pegawai. komputerisasi persuratan. pemeliharaan. c. dan penggandaan. dan penghapusan serta pelaporan Barang Milik Negara direktorat jenderal. pelaksanaan.64 Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197.

dan d. dan c. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. dan mengatur jadwal kegiatan. evaluasi. c. koordinasi penyusunan profil risiko dan strategi pengendalian risiko direktorat jenderal. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. serta manajemen risiko dan bantuan hukum. b. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. Pasal 203 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Pasal 202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . makalah. protokoler dan akomodasi Direktur Jenderal. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur dan kode etik. penyiapan bahan. pencatatan acara. penyusunan kerangka kerja. penyusunan kerangka kerja dan pengelolaan risiko direktorat jenderal. Subbagian Manajemen Risiko. b. (2) Subbagian Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko serta bahan koordinasi penyusunan profil dan strategi pengendalian risiko. pemantauan. . Subbagian Kepatuhan Internal.65 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. (3) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. Pasal 204 (1) Subbagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur dan kode etik. mengkoordinir penyusunan pidato. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur dan kode etik. penindakan. Subbagian Bantuan Hukum. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. Pasal 201 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan kerangka kerja.

Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal. standar. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. g. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. c. e. d. Pasal 207 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. d. f. penyiapan penyusunan norma. b. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara. dan e. .66 Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 205 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan h. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. prosedur dan kriteria di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. b. Pasal 206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 205.

. penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. RUU APBN. dan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. kebijakan fiskal. RUU APBN-P. e. dan pendapatan negara. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro. c. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN. serta monitoring realisasi dan perkiraan realisasi APBN tahunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. penyiapan bahan penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang ekonomi makro serta pendapatan negara dan hibah. RAPBN. asumsi makro dan pendapatan negara dan hibah. langkah-langkah kebijakan fiskal. penyiapan bahan konsolidasi dan penggabungan proyeksi postur APBN dalam bentuk Resource Envelope dan Pagu Indikatif. pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN. pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka RAPBN. kerangka penganggaran jangka menengah. dan i. d. analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. penyiapan bahan pengelolaan data ekonomi makro. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pendapatan negara dan hibah. serta NK dan RAPBN-P di bidang kerangka ekonomi makro. Pasal 209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. b.67 Pasal 208 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. pendapatan negara dan kerangka penganggaran jangka menengah. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. analisis dampak APBN terhadap perekonomian. h. RAPBN-P. g. Pagu Sementara. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro dan realisasi pendapatan negara dan hibah. f. dan bahan penyusunan analisis dampak APBN terhadap ekonomi makro.

belanja barang dan modal. penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi. analisis langkah kebijakan dan langkah administratif.68 Pasal 210 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara terdiri atas: a. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. langkahlangkah kebijakan fiskal. Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN. (4) Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap perekonomian. pagu Sementara. b. sensitivitas APBN. monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan sistem jaminan sosial nasional. RAPBN-P. Pasal 211 (1) Seksi Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan ekonomi makro. serta pengembangan model fiskal. dan belanja lainnya. RAPBN. dan koordinasi pengolahan data APBN dan data fiskal lainnya dalam rangka penyiapan proyeksi postur APBN pagu Indikatif. dan pengembangan model dan pengelolaan data ekonomi makro dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN. bantuan sosial. evaluasi dan pengelolaan data pendapatan negara dan hibah dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. (2) Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. Pasal 212 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model. serta monitoring. Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah. RUU APBN. Seksi Analisis Ekonomi Makro. dan d. . c. serta RUU APBN-P. analisis dampak. (3) Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal dan kerangka APBN (postur APBN). analisis sensitivitas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 69 Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; f. monitoring dan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya. Pasal 214 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal; c. Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya. Pasal 215 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 70 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja barang dan modal. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang bantuan sosial dan belanja untuk anggaran sistem jaminan sosial nasional. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lainnya. Pasal 216 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas serta melakukan konsolidasi belanja Pemerintah Pusat. Pasal 217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 71 e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; g. pelaksanaan konsolidasi data anggaran belanja pemerintah pusat; dan h. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas. Pasal 218 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga; c. Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat. Pasal 219 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lembaga. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang anggaran pendidikan dan belanja hibah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja prioritas, serta melakukan konsolidasi pengolahan dan monitoring data belanja pemerintah pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 72 Pasal 220 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas,, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi, serta transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi, dan transfer ke daerah; d. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah. Pasal 222 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi; c. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II. Pasal 223 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 73 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja subsidi. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang tahunan dan jangka menengah di bidang dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan konsolidasi transfer ke daerah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang dana alokasi umum, dana otonomi khusus dan penyesuaian, dan anggaran pendidikan dari transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 224 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan anggaran serta penganggaran risiko fiskal. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224, Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; c. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; d. pengembangan model perencanaan penganggaran risiko fiskal; dan evaluasi pembiayaan anggaran dan

e. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 74 f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembiayaan anggaran. Pasal 226 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I; b. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II; c. Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang; dan d. Seksi Penganggaran Risiko Fiskal. Pasal 227 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman proyek, penerusan pinjaman, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman program, surat berharga negara, pinjaman dalam negeri, dan pembiayaan utang lainnya. (3) Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan non utang. (4) Seksi Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang penganggaran risiko fiskal. Pasal 228 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan informasi ekonomi makro dan APBN, koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, evaluasi akun APBN, melaksanakan dukungan teknis penyusunan dokumen-dokumen APBN, dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 75 Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P; b. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan NK dan RAPBN beserta RUU APBN-nya, Laporan Semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P beserta RUU APBN-P-nya; c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P; d. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan rapat kerja Pemerintah dengan DPR dan DPD dan bahan rapat koordinasi internal Pemerintah; e. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data APBN; f. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; g. penyiapan bahan koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN; h. penyiapan bahan analisis data, informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya; i. j. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan Pemerintah; penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN; dan

k. pengkonsolidasian, pengharmonisasian dan pengsinkronisasian, serta penggabungan konsep dokumen-dokumen APBN. Pasal 230 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Seksi Analisis Data dan Informasi APBN; b. Seksi Evaluasi Akun APBN; c. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN; dan d. Seksi Diseminasi APBN. Pasal 231 (1) Seksi Analisis Data dan Informasi APBN mempunyai tugas melakukan analisis data dan informasi APBN, penyiapan bahan dan koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, serta pelaporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 76 (2) Seksi Evaluasi Akun APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN, melakukan penyiapan sumbangan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (Central Government Operation/CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (General Government Operation/GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS), serta melakukan penyiapan sumbangan bahan dalam rangka penyusunan Neraca Arus Dana (NAD). (3) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi penyusunan dokumen-dokumen APBN serta koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN. (4) Seksi Diseminasi APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data APBN serta menyiapkan informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya. Pasal 232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian, keuangan, umum, organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Bagian Kelima Direktorat Anggaran I Pasal 233 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233, Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 77 Pasal 235 Direktorat Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IA; b. Subdirektorat Anggaran IB; c. Subdirektorat Anggaran IC; d. Subdirektorat Anggaran ID; e. Subdirektorat Anggaran IE; f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I; dan g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 236 Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan, pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis, penyiapan bahan koordinasi, revisi, monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236, Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif, sementara, definitif, dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga, PSO, dan subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga; dan bimbingan teknis standar biaya khusus

c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga; d. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga; Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran

e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; f. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian/Lembaga; dan g. monitoring dan evaluasi penganggaran.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 78 Pasal 238 Subdirektorat Anggaran IA terdiri atas: a. Seksi Anggaran IA-1; b. Seksi Anggaran IA-2; c. Seksi Anggaran IA-3; dan d. Seksi Anggaran IA-4. Pasal 239 Seksi Anggaran IA-1, IA-2, IA-3, dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 240 Subdirektorat Anggaran IB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IB-1; b. Seksi Anggaran IB-2; c. Seksi Anggaran IB-3; dan d. Seksi Anggaran IB-4. Pasal 241 Seksi Anggaran IB-1, IB-2, IB-3, dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 242 Subdirektorat Anggaran IC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IC-1; b. Seksi Anggaran IC-2;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 79 c. Seksi Anggaran IC-3; dan d. Seksi Anggaran IC-4. Pasal 243 Seksi Anggaran IC-1, IC-2, IC-3, dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 244 Subdirektorat Anggaran ID terdiri atas: a. Seksi Anggaran ID-1; b. Seksi Anggaran ID-2; c. Seksi Anggaran ID-3; dan d. Seksi Anggaran ID-4.

Pasal 245 Seksi Anggaran ID-1, ID-2, ID-3, dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 246 Subdirektorat Anggaran IE terdiri atas: a. Seksi Anggaran IE-1; b. Seksi Anggaran IE-2; c. Seksi Anggaran IE-3; dan d. Seksi Anggaran IE-4.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 80 Pasal 247 Seksi Anggaran IE-1, IE-2, IE-3, dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran, koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif,sementara, definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; c. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus; e. penyiapan bahan koordinasi Kementerian/Lembaga; persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years)

f. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga; g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; h. penatausahaan data penganggaran; i. j. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi, data, dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; pemrosesan usulan kode satuan kerja; dan

k. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/ Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

Pasal 252 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. dan ABT. Pasal 251 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. keuangan. umum. rencana kerja anggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. penyusunan rancangan alokasi anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. organisasi dan tata laksana direktorat. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. dan b.81 Pasal 250 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri atas: a. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. Seksi Dukungan Teknis. Bagian Keenam Direktorat Anggaran II Pasal 253 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . definitif. PSO dan subsidi. sementara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. . (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga.

d. dan e. Pasal 256 Subdirektorat Anggaran IIA. c. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subbagian Tata Usaha. . dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran IIC. Subdirektorat Anggaran IIB. f. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. IID. dan subsidi. e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. IIB. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256.82 Pasal 254 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. IIB. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. IID. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Anggaran IIA. d. PSO. penyiapan bahan koordinasi. Subdirektorat Anggaran IIA. sementara. IIC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. Subdirektorat Anggaran IID. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Subdirektorat Anggaran IIE. Pasal 255 Direktorat Anggaran II terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan g. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. b. revisi. c. IIC. definitif.

dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .83 b. . penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIB-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIB-1. IIA-3. Seksi Anggaran IIA-4. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 259 Seksi Anggaran IIA-1. monitoring dan evaluasi penganggaran. c. PSO dan Subsidi. Pasal 260 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri atas: a. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIB-2. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. dan d. b. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIA-2. Seksi Anggaran IIA-3. f. Pasal 258 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri atas: a. Seksi Anggaran IIA-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIB-4. IIA-2. dan g. dan d. d. b. c.

IIC-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Seksi Anggaran IID-4. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. IIB-2. IIC-2. Seksi Anggaran IID-3. b. dan Seksi Anggaran IIC-4. Pasal 265 Seksi Anggaran IID-1. Pasal 262 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri atas: a. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IID-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IID-2. . monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 264 Subdirektorat Anggaran IID terdiri atas: a. c. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. IID-3. IIB-3. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IIC-3.84 Pasal 261 Seksi Anggaran IIB-1. d. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IID-2. Seksi Anggaran IIC-1. b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. Pasal 263 Seksi Anggaran IIC-1. Seksi Anggaran IIC-2. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja.

85 Pasal 266 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri atas: a. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga. c. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIE-2. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. IIE-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. e. b. b.sementara. dan d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIE-2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IIE-4 Pasal 267 Seksi Anggaran IIE-1. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIE-3. d. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. f. Pasal 268 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. Seksi Anggaran IIE-1. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. . c.

menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa.86 g. PSO dan Subsidi. j. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penatausahaan data penganggaran. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. dan ABT. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. keuangan. organisasi dan tata laksana direktorat. umum. Pasal 272 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Pasal 271 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. data. rencana kerja anggaran. Pasal 270 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri atas: a. dan b. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. . pemrosesan usulan kode satuan kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . h. definitif. dan k. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. penyusunan rancangan alokasi anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. PSO dan subsidi. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. Seksi Dukungan Teknis. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. sementara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. i.

Subdirektorat Anggaran IIIC. Subdirektorat Anggaran IIID. d. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. c. Subdirektorat Anggaran IIIB. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Pasal 275 Direktorat Anggaran III terdiri atas: a.87 Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran III Pasal 273 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan e. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. standar. Subdirektorat Anggaran IIIA. b. c. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan penyusunan norma. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian /Lembaga. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Tata Usaha. c. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. revisi. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. dan d. Subdirektorat Anggaran IIIA. IIIB. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. b. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran IIIE. Seksi Anggaran IIIA-4. PSO. Seksi Anggaran IIIA-3. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. d. definitif. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian /Lembaga. f. f. IIIB. sementara. Seksi Anggaran IIIA-2. b. . monitoring dan evaluasi penganggaran. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. Pasal 276 Subdirektorat Anggaran IIIA. dan g. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e.88 e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga. dan subsidi. Seksi Anggaran IIIA-1. Pasal 278 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan g.

c. b. Seksi Anggaran IIIB-4. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIB-2. dan d. Pasal 282 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri atas: a. . IIIB-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIIB-3. IIIC-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIC-2. Seksi Anggaran IIIB-2. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IIIC-2. Pasal 280 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri atas: a. dan d. Seksi Anggaran IIIC-4. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.89 Pasal 279 Seksi Anggaran IIIA-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 283 Seksi Anggaran IIIC-1. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIIC-3. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIIC-1. Seksi Anggaran IIIB-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. PSO dan Subsidi. IIIA-3. Pasal 281 Seksi Anggaran IIIB-1. c. IIIA-2. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Seksi Anggaran IIID-3. b. . IIID-3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 287 Seksi Anggaran IIID-1. Pasal 286 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri atas: a. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan bahan penyusunan rincian anggaran belanja. d. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Seksi Anggaran IIID-2. menelaah permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. IIID-2. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Seksi Anggaran IIID-1. e. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyelesaian rincian BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. dan f. b.90 Pasal 284 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIID-4. c. dan d. alokasi. c. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan permintaan dan revisi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah.

penyusunan konsep surat pernyataan tanggungjawab Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. d. dan penyusunan tanggapan LHP dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. dan pengembalian belanja Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. e. rekonsiliasi belanja. Seksi Anggaran IIIE-3. c. menyusun tanggapan LHP dan melaksanakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya serta pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/ Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya.91 Pasal 288 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-4. b. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. h. f. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. verifikasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-2. c. j. pendapatan. . Pasal 290 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri atas: a. penyiapan bahan pembinaan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan d. g. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. i. rekonsiliasi barang milik negara Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-1.

penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. g. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Pasal 292 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. PSO dan Subsidi. IIIE-2. rekonsiliasi belanja. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. IIIE-3. d. penyusunan berita acara serah terima serta penyusunan tanggapan LHP dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. penyusunan konsep surat pernyataan tanggung jawab laporan keuangan. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. serta ABT Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. monitoring dan evaluasi laporan keuangan. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. pendapatan. . penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. b. e. h. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga.92 Pasal 291 Seksi Anggaran IIIE-1. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. verifikasi laporan keuangan. penatausahaan data penganggaran. sementara. pengembalian belanja dan barang milik negara. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus.

j. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian /Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 295 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. data. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. rencana kerja anggaran. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. penyusunan rancangan alokasi anggaran. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. Seksi Dukungan Teknis. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. dan k. PSO dan Subsidi. PSO dan subsidi. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. sementara. . umum. keuangan. definitif. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. organisasi dan tata laksana direktorat. dan ABT Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. pemrosesan usulan kode satuan kerja. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi penganggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. Pasal 294 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan b. Pasal 296 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III.93 i.

monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. c. f. d. b. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. h. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga II. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat.94 Bagian Kedelapan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 297 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. dan e. Pasal 299 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. Pasal 300 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. Subbagian Tata Usaha. d. standar. standardisasi. . Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. g.

penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pemungutan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. pedoman. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pasal 302 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri atas: a. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Seksi Penerimaan Gas Alam. penatausahaan. b. dan g. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pedoman. f. c. b.95 Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Verifikasi. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. . c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). d. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan rencana dan realisasi. e. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. Pasal 303 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS.

penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi. d. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. peraturan. pemungutan. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan rencana dan realisasi. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. b. pemungutan. c. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pedoman. . (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pedoman. pedoman. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. Pasal 304 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengolahan dan verifikasi data. standardisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.96 (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.

Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. dan i. g. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. peraturan. pedoman. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. f.97 e. Seksi Verifikasi. h. pemungutan. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penatausahaan. penyusunan rencana. (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. b. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. verifikasi data. penyusunan rencana dan realisasi. Pasal 307 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. pedoman. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. dan c. Pasal 306 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri atas: a. dan realisasi pemungutan.

koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Seksi Verifikasi. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. b. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian/ Lembaga. Pasal 308 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan norma. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. pengolahan dan verifikasi data. standardisasi. .98 (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian/ Lembaga. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IC. dan d. penatausahaan. pedoman. b. d. Pasal 310 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan e. c. Subdirektorat Penerimaan Kementerian Negara/Lembaga I dan II masing-masing menyelenggarakan fungsi : a. penelaahan target. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IB. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA.

IB. peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian /Lembaga II. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. pedoman. penelaahan target. c. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. Pasal 312 Subdirektorat Penerimaan Kementerian /Lembaga II terdiri atas: a. peraturan. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. b. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIB. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Verifikasi. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. Pasal 313 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. pengolahan dan verifikasi data. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga I. pengolahan dan verifikasi data. . pedoman. dan d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi.99 Pasal 311 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. standardisasi. Pasal 314 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. penelaahan target. IIB.

penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. kriteria. termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi. peraturan. penyiapan bahan perumusan norma. dan e. standar. pengolahan dan konsolidasi data. pembukuan. pedoman.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 316 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri atas: a. pedoman. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. Pasal 317 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP.100 Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. penelaahan. Pasal 318 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. penyusunan rencana dan realisasi. verifikasi data. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. penatausahaan. dan c. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. b. standar. b. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. . pengolahan. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. kriteria. Seksi Verifikasi. penelaahan.

standar. dan koordinasi pengolahan. keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. penyiapan bahan perumusan norma. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan Kementerian/Lembaga. data. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. dan peraturan. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Pasal 320 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri atas: a. pengolahan dan konsolidasi data PNBP.101 Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. Pasal 322 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. b. dan c. serta melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi data dan informasi PNBP. konsolidasi. standar. dan penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. . b. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. Pasal 321 Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. pedoman. dan d. organisasi dan tata laksana direktorat. c. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem penganggaran. d. Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran. Subdirektorat Standar Biaya.102 Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 323 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem penganggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pemberian penganggaran. . penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. Pasal 325 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri atas: a. pedoman. e. standar. b. dan f. Pasal 326 Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. d. penyiapan perumusan peraturan. kriteria dan prosedur penerapan sistem penganggaran. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . prosedur dan kriteria di bidang sistem penganggaran. norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem penganggaran. Subbagian Tata Usaha. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem e. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. c. pengembangan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerja sama internal dan eksternal dalam rangka pengembangan dan penerapan sistem penganggaran. Seksi Klasifikasi Anggaran. perumusan penyempurnaan klasifikasi anggaran serta penyelarasannya dengan fungsi penganggaran. dan d. standar.103 Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. Seksi Penerapan Sistem Penganggaran. dan d. penyusunan standar biaya. penyiapan bahan perumusan peraturan. b. c. b. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerjasama internal dan eksternal dalam rangka perencanaan dan pengembangan sistem penganggaran. monitoring dan evaluasi serta riset dan pengembangan standar biaya. Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. kriteria dan prosedur dalam rangka penerapan sistem penganggaran. Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran. c. penyusunan bank data. bimbingan teknis. (2) Seksi Proses Bisnis Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis penganggaran sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. (3) Seksi Penerapan Sistem Penganggaran mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan peraturan. penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. Seksi Proses Bisnis Penganggaran. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 328 Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran terdiri atas: a. dan pedoman penerapan sistem penganggaran. Pasal 330 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma. norma. (4) Seksi Klasifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. norma. penyiapan bahan pengkajian dan penyempurnaan klasifikasi penganggaran.

b. g. Seksi Standar Biaya II. c. Pasal 333 (1) Seksi Standar Biaya I. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. penyiapan bahan penyusunan standar biaya umum. dan h. penyusunan standar biaya umum. b. analisis dan pengembangan standar biaya. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. d. c. Seksi Standar Biaya III. serta penyusunan bank data. Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya. dan d. penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. e. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. Pasal 334 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja serta analisis dan evaluasi kinerja penganggaran. Seksi Standar Biaya I. f. . penyiapan bank data. (2) Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya mempunyai tugas melakukan riset dan kajian standar biaya. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus.104 Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. riset dan kajian standar biaya umum dan standar biaya khusus. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. Pasal 332 Subdirektorat Standar Biaya terdiri atas: a. serta analisis dan pengembangan standar biaya. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a.

Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan data dan penyajian informasi penganggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengembangan. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembangunan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. penyiapan bahan evaluasi. Pasal 336 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran III. penyiapan bahan analisis data perencanaan penganggaran. pengembangan. . b. pemeliharaan dan evaluasi basis data. perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. c. penerapan sistem informasi penganggaran dan pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi serta pembinaan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaporan dan rekomendasi. penyiapan bahan evaluasi kinerja penganggaran Kementerian /Lembaga.105 Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. pelaporan dan rekomendasi. penyiapan bahan analisis data realisasi pelaksanaan anggaran. perumusan. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan. Pasal 337 Seksi Analisis dan Evaluasi Kinerja Penganggaran I. dan d. pengolahan dan penyajian data/informasi. II. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran I. dan c. pelaporan dan rekomendasi kinerja penganggaran. pemeliharaan dan evaluasi basis data. analisis. b. penyiapan bahan pengkajian. perumusan. b. pelaporan dan rekomendasi. Pasal 338 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian.

pengolahan dan penyajian data dan informasi penganggaran. perumusan. perumusan.106 c. Pasal 341 (1) Seksi Basis Data Penganggaran mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pemeliharaan dan evaluasi basis data. pengembangan dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. d. Pasal 342 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. b. c. pemeliharaan dan pendayagunaan prasarana teknologi informasi dan komunikasi. (4) Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Infromasi mempunyai tugas melakukan pembangunan. pembangunan. Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Informasi. penyiapan bahan pengkajian. (3) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 340 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. perumusan. keuangan. Seksi Penyajian Informasi Penganggaran. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. umum. dan d. perumusan. pembangunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. pengembangan. Seksi Basis Data Penganggaran. pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi. . pembangunan. (2) Seksi Penyajian Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pengembangan. organisasi dan tata laksana direktorat.

c. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial. . standar. dan f. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. kajian kebijakan. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 345 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. b. d. dan e. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga. b. d. e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Pasal 344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. Pasal 346 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. prosedur dan kriteria di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subbagian Tata Usaha.107 Bagian Kesepuluh Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Pasal 343 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang kesejahteraan rakyat. b. Pasal 350 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. hukum dan keamanan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang perekonomian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang politik. dan c. dan c. hukum dan keamanan. kajian kebijakan. kajian kebijakan. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I.108 Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. b. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III. Pasal 348 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga terdiri atas: a. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang kesejahteraan rakyat. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang politik. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang perekonomian. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Pasal 349 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II. penyiapan harmonisasi.

penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. Pasal 352 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP. kajian kebijakan. kajian kebijakan. Pasal 354 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. Kematian dan jaminan sosial lainnya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua.109 Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. dan c. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Kematian dan jaminan sosial lainnya. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. penyiapan harmonisasi. Pasal 353 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. kajian kebijakan. b. b. kajian kebijakan. kajian kebijakan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan harmonisasi. Pasal 356 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP terdiri atas: a. b. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan harmonisasi. hukum dan keamanan. kajian kebijakan. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. dan c. kajian kebijakan. b. hukum dan keamanan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II. kajian kebijakan. kajian kebijakan. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP menyelenggarakan fungsi: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. kajian. b. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi menyelenggarakan fungsi : a. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. Pasal 357 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik.110 Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. penyiapan bahan harmonisasi penganggaran di bidang remunerasi. penyiapan bahan kajian di bidang remunerasi. . kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I. Pasal 358 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi.

kajian. organisasi dan tata laksana direktorat. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 363 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural. dan c. umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan d. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pegawai negeri. Pasal 361 (1) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. keuangan. kajian. penyiapan bahan evaluasi di bidang remunerasi. . (2) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. (3) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pejabat negara dan lembaga non struktural.111 c. Pasal 362 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Pasal 360 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi terdiri atas: a. b. kajian. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi lainnya. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya. penyiapan bahan pengembangan kebijakan di bidang remunerasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi.

. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .112 Pasal 364 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

penyusunan norma. Direktorat Peraturan Perpajakan II. dan e. b. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. g. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. perumusan kebijakan di bidang perpajakan. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Peraturan Perpajakan I. c. e. d. standar. Direktorat Keberatan dan Banding. b. prosedur dan kriteria di bidang perpajakan. d. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. f. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 367 Direktorat Jenderal Pajak terdiri atas: a. Direktorat Intelijen dan Penyidikan.113 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 365 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pajak. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. c.

b. dan pelaksanaan tata usaha. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. kearsipan dan rumah tangga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. l.114 h. Direktorat Transformasi Proses Bisnis. Bagian Umum. Pelayanan. dan Penerimaan. rencana stratejik. kepegawaian. Pasal 370 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Direktorat Penyuluhan. Bagian Perlengkapan. Bagian Kepegawaian. keuangan. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada direktorat jenderal. k. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. j. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Kepatuhan. Direktorat Potensi. e. . Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. koordinasi penyusunan rencana kerja. i. Bagian Keuangan. f. dan m. b. d. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. dan Hubungan Masyarakat. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 368 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal.

d. administrasi. Subbagian Tatalaksana. c. b. h. dan Subbagian Pengukuran Kinerja. Pasal 373 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri atas: a. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. dan bimbingan konsultan pajak. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. administrasi penataan organisasi. e. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. c. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. g. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. penyiapan bahan pemberian izin. Pasal 374 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. dan bimbingan konsultan pajak. serta penyiapan bahan pemberian izin. administrasi. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. Subbagian Organisasi. . dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. prosedur kerja. penatausahaan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. pengawasan. b. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan.115 Pasal 371 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. pengawasan.

pelaksanaan tata usaha. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. analisis kebutuhan pegawai. dan Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. penatausahaan. dan pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pengusulan pegawai. d. kepangkatan. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. pemindahan pegawai. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicators. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan pengangkatan. Pasal 377 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. e. penggajian. Pasal 375 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. usulan penyaringan pegawai. statistik. Pasal 378 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. cuti dan penghargaan pegawai. d. c. penempatan. penempatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. b. penggajian. . b. dokumentasi. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin.116 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. formasi. kesejahteraan pegawai.

dokumentasi. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. Subbagian Perbendaharaan. . Subbagian Penyusunan Anggaran. b. Pasal 382 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. usulan penyaringan pegawai. formasi. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 381 Bagian Keuangan terdiri atas: a. cuti dan penghargaan pegawai. d. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 379 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. kesejahteraan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan.117 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. dan d. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. c. c. statistik. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379.

d. Subbagian Pengadaan II. dan pelaksanaan. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. . penyiapan dokumen. dan pelaksanaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 386 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. Pasal 383 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Subbagian Inventarisasi. Subbagian Pengadaan I. Pasal 385 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. penyiapan dokumen. pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Pemeliharaan. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. c. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. b. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan.118 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Penghapusan. b. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan dokumen.

penyajian bahan kegiatan. Pasal 390 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. b. pelaksanaan bimbingan kearsipan direktorat jenderal. pelaksanaan tata usaha. dan pelaksanaan pengelolaan rumah tangga kantor pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja kantor pusat. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. pelaksanaan protokol. serta kearsipan kantor pusat. . dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. kearsipan. pelaksanaan surat-menyurat.119 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (4) Subbagian Inventarisasi. Subbagian Protokol. d. serta kearsipan Kantor Pusat. pengetikan. dan ekspedisi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 387 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. pencatatan acara. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. e. perjalanan dinas. dan ekspedisi. dan Subbagian Rumah Tangga. rapat pimpinan dan akomodasi. c. dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. pengetikan. penggandaan. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. pengaturan penerimaan tamu. c. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 389 Bagian Umum terdiri atas: a. b. penggandaan.

dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. penyiapan penyusunan norma. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 391 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyajian bahan kegiatan. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. pengaturan penerimaan tamu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur dan kriteria di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pasal 392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391. rapat pimpinan dan akomodasi. . Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. b. standar. perjalanan dinas. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.120 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. pencatatan acara. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya.

dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. f. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. e. petunjuk pelaksanaan. Pasal 394 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. . c. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. penyiapan bahan penelaahan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 393 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri atas: a. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.121 d. d. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. b.

dan Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . petunjuk pelaksanaan. b. Pasal 396 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri atas: a. penegasan (ruling). dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. penegasan (ruling). jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 398 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pasal 397 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.122 c. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. petunjuk pelaksanaan. c. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penegasan (ruling). penegasan (ruling).

pertambangan. . (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. b. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. Pasal 400 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri atas: a. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. otomotif.123 Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. dan Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . petunjuk pelaksanaan. d. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). c. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. petunjuk pelaksanaan. b. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. teknis operasional. teknis operasional. dan elektronik. Pasal 401 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c.

penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. teknis operasional. teknis operasional. c. petunjuk pelaksanaan. jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. Jasa. d. jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. b. . dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pasal 405 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. Jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Jasa. petunjuk pelaksanaan. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. jasa. penegasan (ruling). dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 404 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. penegasan (ruling).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. c. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. d. dan Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya.124 Pasal 402 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan.

penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. Pasal 406 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. . d. teknis operasional. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. teknis operasional. penegasan (ruling). (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.125 (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. petunjuk pelaksanaan. b. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. . pengolahan data. dan rumah tangga Direktorat. keberatan dan pengurangan. teknis operasional. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. Pasal 409 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan.126 Pasal 408 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri atas: a. petunjuk pelaksanaan. tata usaha. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penegasan (ruling). (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). dan Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. kearsipan. Pasal 410 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. b.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. dan harmonisasi peraturan perpajakan. e. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. dan harmonisasi peraturan perpajakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. dan harmonisasi peraturan perpajakan. bantuan hukum. standar. g. bantuan hukum. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Bantuan Hukum. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan penyusunan norma. dan harmonisasi peraturan perpajakan. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. Subbagian Tata Usaha. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. f. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. bantuan hukum. dan harmonisasi peraturan perpajakan. bantuan hukum. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411. d. d. dan e.127 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 411 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. b. bantuan hukum. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. . Pasal 413 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b.

petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. b. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. Pasal 416 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri atas: a.128 Pasal 414 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. teknis operasional. c. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. penegasan (ruling). teknis operasional. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. petunjuk pelaksanaan. . (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. Pasal 417 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). b. d. Pasal 415 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan.

dan Pajak Penghasilan Pasal 26. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. c. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. . b. b.129 Pasal 418 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pasal 420 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri atas: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan rancangan peraturan. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan penelaahan. c. Pasal 421 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. teknis operasional. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pajak Penghasilan Pasal 23. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I.

penegasan (ruling). b. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. dan peraturan pelaksanaannya. f. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. Seksi Perjanjian Eropa. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). e. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. c. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. petunjuk pelaksanaan. Pasal 422 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. Pasal 424 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri atas: a. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. teknis operasional. d. Pasal 423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . b. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a.130 (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. pengendalian dan evaluasi peraturan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. teknis operasional.

dan pemberian bimbingan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 426 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. pelaksanaan. Pasal 425 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain.131 c. serta penyiapan bahan penelaahan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. d. . dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. serta penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir.

pelaksanaan. Jawa Tengah. b. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. Nusa Tenggara. (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Maluku dan Papua. b. pelaksanaan. Jakarta Timur. . dan Seksi Bantuan Hukum IV. c. Bali. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat. Seksi Bantuan Hukum I. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat. c. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Banten. Jakarta Selatan. Jawa Barat. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Pasal 428 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. Seksi Bantuan Hukum III. dan dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. pelaksanaan. pelaksanaan. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan. Pasal 429 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Seksi Bantuan Hukum II. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera.132 Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. pelaksanaan.

Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. c. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. Pasal 432 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri atas: a. .133 Pasal 430 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. d. b. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. mensinergikan peraturan. sinkronisasi peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan. analisis keterkaitan peraturan. dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. dan Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. d. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan. dan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional. teknis operasional. Pasal 431 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 430. teknis operasional. b.

dan rumah tangga Direktorat. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan.134 Pasal 433 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. tata usaha. petunjuk pelaksanaan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. Pasal 434 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. petunjuk pelaksanaan. . b. standar. teknis operasional. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan. kearsipan. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435. penyiapan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 435 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. teknis operasional. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional.

pengendalian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. . dan penyiapan bahan penelaahan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. g. dan e. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan. pemantauan. d. dan Seksi Strategi Pemeriksaan. Pasal 440 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri atas: a. c. c. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus. c. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan. pengendalian. Pasal 438 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. Pasal 437 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri atas: a. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan. e. pengendalian. penyusunan.135 d. pengendalian. penyusunan. dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. pemantauan. penyusunan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan. f. penyiapan bahan penelaahan. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. b. pemantauan. bimbingan. Subdirektorat Penagihan. Pasal 439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438.

(2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. . pemantauan. pemantauan. c. penyusunan. Pasal 445 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. c. pemantauan. pengendalian. dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak. pemantauan. Pasal 444 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri atas: a. pengendalian.136 Pasal 441 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak. pemantauan. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. b. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak. bimbingan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan. Pasal 442 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. dan Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. Seksi Teknik Pemeriksaan. pengawasan. penyusunan. pengendalian. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. pengendalian. penyusunan. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengawasan. b.

c. dan Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. penelaahan. . penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. b. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup. pengendalian. bimbingan. pengendalian. pemantauan. c. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan. Pasal 447 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446. Pasal 449 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. pengawasan. pengendalian. Pasal 446 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. b. pengawasan. dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam.137 (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengendalian. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. bimbingan. Pasal 448 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri atas: a. penyusunan. pemantauan.

bimbingan. pemantauan. koordinasi. c. dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. pemantauan. bimbingan. penyusunan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. c. bimbingan. pengendalian. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. penyiapan bahan penelahaan. pemantauan. pemantauan. koordinasi. penyusunan. dan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. Seksi Kerjasama Pemeriksaan. Pasal 450 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. b. dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan. Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. penyusunan. . dukungan teknis. pengendalian. dan evaluasi terhadap dukungan teknis. penyusunan. b. pengendalian. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. Pasal 453 (1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. Pasal 452 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri atas: a. bimbingan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. dan Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. pemantauan. bimbingan.138 (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. pengendalian. pengendalian.

koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. . Pasal 455 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 454. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan. pemantauan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis. dan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak.139 (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. pengendalian. koordinasi. dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. b. pengendalian. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. koordinasi. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan. penyusunan. dan Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak. Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan. c. Pasal 456 Subdirektorat Penagihan terdiri atas: a. c. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. Pasal 457 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak. serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. pemantauan. Pasal 454 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengawasan.

dan rumah tangga Direktorat. dan penghapusan tunggakan pajak. piutang pajak. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. pengawasan. standar. prosedur dan kriteria di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. Subdirektorat Rekayasa Keuangan. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. penyiapan penyusunan norma. Pasal 458 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. dan penatausahaan penagihan pajak. Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. serta pemantauan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Intelijen Perpajakan. c. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 459 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. b. Pasal 461 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri atas: a. Pasal 460 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan.140 (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengendalian mutu penagihan pajak. dan e. . tata usaha. penelaahan.

e. pengawasan. d. Seksi Intelijen Perpajakan I. pemantauan. serta pelaksanaan intelijen. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan. Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. analisis. penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. pengelolaan data intelijen. analisis. d. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. Pasal 464 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri atas: a. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional.141 c. penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan. evaluasi kegiatan intelijen. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. e. penatausahaan. c. analisis. dan pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. b. Pasal 463 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462. b. Pasal 462 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan. . f. Pasal 465 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. analisis. Seksi Intelijen Perpajakan II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyidikan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. dan standardisasi teknis data intelijen. pengendalian. dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen.

pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. pemantauan. b. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengendalian. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. dan Seksi Rekayasa Keuangan III. Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. Pasal 469 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. b. Seksi Rekayasa Keuangan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan. laporan. dan pengaduan. dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. Seksi Rekayasa Keuangan II. pengendalian. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. pengendalian. dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. pengawasan. analisis. pengendalian. . Pasal 466 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan.142 (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. laporan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. penyiapan bahan penelaahan. data. data. c. analisis. dan pengaduan. Pasal 468 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri atas: a. identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan. c. laporan. dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. penyusunan. penyusunan. data. dan pengaduan. pemantauan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan.

penatausahaan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II. c. (3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. pemantauan. Pasal 470 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. laporan. pemantauan. . Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pengawasan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. penyusunan. bimbingan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. pemantauan. penyusunan. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. c. data. dan pengaduan. laporan. penyusunan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. pengendalian. pengendalian. dan pengaduan. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I. pengendalian. dan bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan. data. Pasal 472 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri atas: a. b. b.143 (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

144 Pasal 473 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. pengendalian. c. pemantauan. Pasal 476 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. pengendalian. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. pemantauan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. c. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. bimbingan. pengawasan. pengawasan. . b. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 474 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. dan bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. Seksi Penyidikan I. Seksi Penyidikan II. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. b. penyusunan.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan.145 Pasal 477 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. penyiapan penyusunan norma. kearsipan. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 479 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. dan e. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. d. pengawasan. standar. prosedur dan kriteria di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. pengendalian. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. c. dan rumah tangga Direktorat. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 480 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479. Pasal 478 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. . tata usaha.

Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. b. Pasal 482 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. c. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak.146 Pasal 481 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. dan penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Ekstensifikasi. f. . Seksi Teknis Ekstensifikasi. Subdirektorat Pendataan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis Pasal 484 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri atas: a. b. c. c. Pasal 485 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. dan Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. Subdirektorat Penilaian II. b. Subdirektorat Penilaian I. e. d. Subbagian Tata Usaha.

dan Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. pendataan. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. pendataan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 486 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. Pasal 488 Subdirektorat Pendataan terdiri atas: a. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. . b. dan pemetaan objek dan subjek pajak. c. Pasal 489 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan.147 (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. c. pendataan. pendataan. b.

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. Seksi Penilaian Massal Bumi. pemantauan.148 Pasal 490 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. pemantauan. penilaian individu sektor perkebunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. Pasal 492 Subdirektorat Penilaian I terdiri atas: a. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. b. perhutanan. penyiapan bahan perumusan. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. . Pasal 493 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. dan Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. c. komersial. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan penyiapan bahan perumusan. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. b. pemantauan. analisis keseimbangan nilai.

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. b. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. evaluasi. industri. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Pasal 497 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Penilaian Massal Bangunan. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Penilaian Individu Pertambangan. penilaian individu sektor perumahan. c. b. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. evaluasi. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. c. . Pasal 496 Subdirektorat Penilaian II terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. pemantauan. dan penyiapan bahan perumusan. Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. pemantauan. evaluasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. penyiapan bahan perumusan.149 Pasal 494 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. penyiapan bahan perumusan.

d. Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 499 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang keberatan dan banding. Pasal 501 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. Pasal 500 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 499. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. prosedur dan kriteria di bidang keberatan dan banding. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. penyiapan perumusan kebijakan di bidang keberatan dan banding. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang keberatan dan banding. tata usaha. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keberatan dan banding. c. d. e. penyiapan penyusunan norma. b. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. . Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. dan e. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. f.150 Pasal 498 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. c.

pengurangan. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. dan keberatan di wilayah Sulawesi. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. Maluku dan Papua. b. dan keberatan. b. pembatalan.151 Pasal 502 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pembatalan. pengurangan. d. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penyiapan bahan penelaahan. penghapusan. Pasal 503 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 502. Jakarta Timur. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. dan pelaksanaan penyelesaian pembetulan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penghapusan. pembatalan. penelaahan. Pasal 504 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri atas: a. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan keberatan. . Jakarta Selatan. pengurangan. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. penghapusan. pembatalan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. penghapusan. dan keberatan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. Pasal 505 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Bali. pengurangan. pengurangan. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. pembatalan. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. Nusa Tenggara. penghapusan. pembatalan. penghapusan. dan Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. pengurangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. b. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Seksi Banding dan Gugatan IA. penyiapan bahan penelaahan.152 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Jawa Barat. dan Seksi Banding dan Gugatan IC. Pasal 506 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Pasal 507 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506. Jawa Tengah. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penghapusan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Banten. b. Seksi Banding dan Gugatan IB. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. dan keberatan di wilayah Sumatera. c. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Pasal 508 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri atas: a. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. . pembatalan. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 509 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Jawa selain Jakarta. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Seksi Banding dan Gugatan IIA. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 510 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. . c. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penyiapan bahan penelaahan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. Kalimantan. penelaahan. Jawa Barat. b. Sulawesi. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan Jakarta Timur. Jakarta Selatan. dan Seksi Banding dan Gugatan IIC. Papua. Pasal 513 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 511 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510. Pasal 512 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri atas: a. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Seksi Banding dan Gugatan IIB. Bali. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan Jawa Tengah. Nusa Tenggara. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. Sulawesi.153 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

dan Peninjauan Kembali. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penatausahaan. penyiapan bahan pemantauan. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan Papua. penyiapan bahan. dan penatausahaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. pembatalan. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Peninjauan Kembali. b. penghapusan. Gugatan. banding di Pengadilan Pajak. . dan Seksi Evaluasi Banding. Maluku. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Pasal 515 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514. Pasal 514 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. pengurangan.154 (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. pengendalian. c. pembatalan. pengurangan. pemantauan. penghapusan. Bali. dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. keberatan. penghapusan. Nusa Tenggara. penghapusan. Pasal 517 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pembatalan. keberatan. c. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penyiapan bahan. keberatan. Pasal 516 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan keberatan. pengurangan. pengendalian. pengurangan. penatausahaan. pengendalian. pembatalan. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. dan banding di Pengadilan Pajak. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.

standar. dan rumah tangga Direktorat. Kepatuhan. dan Penerimaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang potensi. dan Penerimaan terdiri atas: a. Kepatuhan. Kepatuhan. d. Pasal 521 Direktorat Potensi. kepatuhan. dan Penerimaan Pasal 519 Direktorat Potensi. dan penerimaan. Subdirektorat Potensi Perpajakan. dan penerimaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang potensi. kepatuhan. Subdirektorat Dampak Kebijakan. . pelaksanaan tata usaha direktorat. Gugatan. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. prosedur dan kriteria di bidang potensi. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan.155 (3) Seksi Evaluasi Banding. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. c. pengendalian. kepatuhan. penyiapan penyusunan norma. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. b. dan penerimaan. Pasal 518 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. c. Direktorat Potensi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang potensi. kepatuhan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang potensi. dan penerimaan. b. tata usaha. kepatuhan. Kepatuhan. dan penerimaan. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. kearsipan. dan e.

dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. e. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. penelaahan. pengendalian. serta pemantauan. Subbagian Tata Usaha. serta pemantauan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. Pasal 525 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. serta pemantauan. dan c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Potensi Sektor Industri. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. Pasal 523 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522. dan pemantauan. b. Pasal 524 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri atas: a. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. Seksi Potensi Sektor Jasa. pengendalian.156 d. . pengendalian. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pemantauan. Pasal 522 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan.

pemilihan tema penelitian perpajakan. Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. dan Seksi Dampak Kebijakan Umum. dan penyusunan kebijakan. dan pendistribusian hasil penelitian. Pasal 528 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri atas: a. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. pengendalian. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. b. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penelaahan. serta pemantauan. penyiapan. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 529 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.157 Pasal 526 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. c. c. penelaahan dan penelitian perpajakan. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. b. Pasal 530 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian.

Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. Pasal 533 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. e. pengendalian. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. pemantauan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. serta pemantauan. d. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. d. pengendalian. b. pengendalian.158 Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. dan Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. pemantauan. c. pengendalian. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. serta pemantauan. c. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. . pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. Pasal 532 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri atas: a. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan.

statistik. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. rekonsiliasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. d. . Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. analisis. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. penyusunan. pemantauan. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. serta pemantauan. rekonsiliasi. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. c. dan penatausahaan penerimaan pajak. c. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. pengendalian. analisis. pengendalian. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 536 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri atas: a.159 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. d. penelaahan. Pasal 537 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pemantauan. Pajak Pertambahan Nilai. dan penatausahaan penerimaan pajak. dan penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. e. Pasal 534 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. b. dan Seksi Evaluasi Penerimaan. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. statistik.

. prosedur dan kriteria di bidang penyuluhan. kearsipan. d. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga Direktorat. tata usaha. dan hubungan masyarakat. Pelayanan. dan Hubungan Masyarakat Pasal 539 Direktorat Penyuluhan. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyuluhan. b.160 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. pelayanan dan hubungan masyarakat. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 538 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Direktorat Penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelayanan dan hubungan masyarakat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan. dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. pelayanan. Pelayanan. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. standar. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. pelayanan dan hubungan masyarakat.

penyiapan teknik. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . i. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. g. dan pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. c. pemantauan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a.161 Pasal 541 Direktorat Penyuluhan. j. Pelayanan. f. . penelaahan. b. h. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemantauan. e. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. Subbagian Tata Usaha. pengendalian. dokumentasi peraturan perpajakan. d. b. e. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. f. metode. d. pengendalian. dan peraturan non perpajakan. pengendalian. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. dan materi penyuluhan pajak. riset pelajar dan mahasiswa. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. c. Pasal 542 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan penyusunan kebijakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan.

d. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. serta pemantauan. serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. serta pemantauan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. Seksi Materi Penyuluhan. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. b. Pasal 545 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. riset pelajar dan mahasiswa. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. c. Seksi Dukungan Penyuluhan. dan Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. b. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 546 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. dan penyusunan kebijakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan.162 Pasal 544 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri atas: a.

d. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. Pasal 550 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. dan Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based. pemantauan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. c. pengendalian. Pasal 548 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri atas: a. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. d. dan bimbingan pelaksanaan pelayanan. pengendalian. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Pasal 549 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. Seksi Pelayanan Pengaduan. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. pengendalian. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.163 c. pengendalian. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

dan Seksi Pengelolaan Situs. pengendalian. Pasal 552 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri atas: a. baik internal maupun eksternal. Seksi Hubungan Eksternal. Seksi Hubungan Internal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan kebijakan. Seksi Pengelolaan Berita. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. pengendalian. pengendalian. d. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak.164 b. pemantauan. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. c. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. serta pemantauan. dan pengelolaan situs. d. pengendalian. Pasal 554 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pemantauan dan pengelolaan berita. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Pasal 553 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

b. pengendalian. dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. tata usaha. Pasal 556 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri atas: a. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. b. pengendalian. d. pelaksanaan. Seksi Kerjasama Luar Negeri. c. pelaksanaan. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. serta pelaksanaan.165 Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. pengendalian. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan kebijakan teknis. . dan bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). dan Seksi Kemitraan Wajib Pajak. Pasal 557 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. dan penyusunan. pemantauan. kearsipan. Pasal 558 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri.

Pasal 562 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. d. b. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. pelaksanaan tata usaha direktorat. e. Subdirektorat Pelayanan Operasional. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. c. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur.166 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 559 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknologi informasi perpajakan. registrasi Wajib Pajak. prosedur dan kriteria di bidang teknologi informasi perpajakan. b. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. d. aplikasi. serta administrasi program aplikasi. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. Pasal 561 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri atas: a. serta pemantauan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknologi informasi perpajakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pendukung Operasional. standar. dan penyusunan kebijakan. pengendalian.

dan jaringan komunikasi data. serta pemantauan. dukungan teknis. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pemantauan. pengendalian. . serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelayanan Sistem Informasi. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. c. dan Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pengendalian. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi program aplikasi. dukungan teknis. aplikasi. d. registrasi Wajib Pajak. registrasi Wajib Pajak. dan evaluasi teknik operasional. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. aplikasi. c. b. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. Pasal 565 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan jaringan komunikasi data. dukungan teknis. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. d. Pasal 564 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri atas: a. dan jaringan komunikasi data. dan administrasi program aplikasi.167 Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. serta pemantauan. registrasi Wajib Pajak.

d. pertukaran data elektronik. dan administrasi pekerjaan. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. serta administrasi program aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan. pemantauan. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. dan Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. kegiatan dan pelaksanaan tugas. pertukaran data elektronik. c. b. pengelolaan intranet dan internet. pertukaran data elektronik. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. serta pengelolaan intranet dan internet. pemutakhiran data tampilan. Pasal 566 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. b. Seksi Bimbingan Sistem. Pasal 568 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri atas: a. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. pelaksanaan bimbingan sistem. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pemutakhiran data tampilan. serta pemantauan. pertukaran data elektronik. Pasal 569 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pengelolaan intranet dan internet. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. d. . kegiatan. c. pengendalian. serta pengelolaan intranet dan internet. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta administrasi pekerjaan.168 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. serta pemantauan. dan pelaksanaan tugas. serta pelaksanaan bimbingan sistem. Seksi Pertukaran Data Elektronik. pengendalian. pemutakhiran data tampilan. pemutakhiran data tampilan.

serta pemantauan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pengendalian. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. basis data. pengendalian. e. dan administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. kegiatan dan pelaksanaan tugas. pengolahan data dan dokumen. kegiatan dan pelaksanaan tugas. basis data. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. c. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi.169 (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. serta pemantauan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. pemantauan. pengolahan data dan dokumen. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. d. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta administrasi program aplikasi. serta pengolahan data dan dokumen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta administrasi program aplikasi. basis data. serta pemantauan. pengendalian. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 570 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. b. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta administrasi pekerjaan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. basis data. serta administrasi pekerjaan. pengolahan data dan dokumen. . serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan.

c. pengendalian. pengendalian. kualitas dan transfer data. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pemantauan. pengendalian. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.170 Pasal 572 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri atas: a. Pasal 573 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. dan evaluasi teknik operasional. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi program aplikasi. tata usaha. penyimpanan. Seksi Pemantauan Basis Data. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. d. kearsipan. . serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. serta administrasi program aplikasi. dan rumah tangga Direktorat. serta pemantauan. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 574 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. b. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. serta pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. serta pemantauan. dan Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data.

prosedur dan kriteria di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. dan Kelompok Jabatan Fungsional. perancangan. penyiapan penyusunan norma. Pasal 577 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri atas: a. Subdirektorat Kepatuhan Internal. g. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. e. dan e. standar. b. d. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 578 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. dan penyusunan strategi. f. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575.171 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 575 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. b. . Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. Subdirektorat Investigasi Internal. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. d. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Transformasi Organisasi.

Seksi Pengujian Kepatuhan. Seksi Penjaminan Kualitas. dan c. serta pelaksanaan sistem investigasi internal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan.172 Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. perancangan. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. koordinasi. Seksi Internalisasi Kepatuhan. c. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. Pasal 580 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri atas: a. Pasal 581 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. . dan penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 582 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. perancangan. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. b.

perancangan. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. d. b. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. dan Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. c. Seksi Investigasi Internal I. Seksi Investigasi Internal II. Pasal 586 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. .173 b. perancangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perancangan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. c. Pasal 584 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri atas: a. dan pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 585 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. e. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. dan pelaksanaan sistem investigasi internal.

dan penyiapan bahan kelembagaan. c. dan Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. dan manajemen kepegawaian lainnya. Pasal 590 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. Pasal 588 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri atas: a. pelaksanaan. uraian jabatan. . Seksi Perencanaan Strategis. prosedur kerja. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. prosedur kerja. (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. pengukuran kinerja pegawai. c. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. dan analisis jabatan. b. perancangan. Pasal 589 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). perancangan.174 Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. uraian jabatan. dan analisis jabatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. b.

Pasal 592 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri atas: a. b. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. dan kompensasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. promosi. dan Kompensasi. . penyiapan bahan evaluasi. Promosi. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta asistensi. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. c. dan kompensasi. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. promosi. Promosi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. Pasal 593 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. b. dan Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. dan kompensasi. promosi. e. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. penyiapan bahan evaluasi. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. penyiapan bahan evaluasi. d.175 Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590.

tata usaha. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. dan Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. c. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.176 Pasal 594 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. analisis kriteria kompetensi pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. b. Pasal 598 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. b. . Pasal 596 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri atas: a. dan rumah tangga direktorat. kearsipan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. Pasal 597 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria.

Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. d. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Pasal 602 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. dan e.177 (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. b. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 599 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. . serta evaluasi sistem informasi. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. Pasal 601 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri atas: a. d. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. c. prosedur dan kriteria di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. b. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

b. dan evaluasi konfigurasi basis data. d. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. perencanaan. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. instalasi konfigurasi basis data. . Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 605 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. dan d. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. b. instalasi. perancangan. (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data.178 Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. c. dan evaluasi sistem informasi. perencanaan. perancangan sistem dan prosedur perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. c. penelitian. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. b. dan evaluasi jaringan komunikasi data. perencanaan. perancangan. Pasal 606 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. penelitian. perancangan. Pasal 604 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri atas : a. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. Pasal 607 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. instalasi.

perencanaan. Pasal 608 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri atas: a. . instalasi. penelitian. instalasi. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. perencanaan. b. dan penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. dan pengelolaan data spasial. instalasi aplikasi perpajakan. perencanaan perancangan. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. c. Pasal 609 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian.179 c. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. aplikasi informasi geografis. Pasal 610 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. instalasi. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. aplikasi informasi geografis. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. d. pengelolaan basis data. Pasal 612 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. perancangan. perancangan. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. dan evaluasi aplikasi perpajakan. dan evaluasi konfigurasi basis data. dan evaluasi jaringan komunikasi data. dan Seksi Pengelolaan Data Spasial. dan aplikasi informasi dan pelaporan. Seksi Pengelolaan Basis Data. d.

dan Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. Pasal 614 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. pengembangan. kearsipan. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 615 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi proses bisnis. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. pengembangan.180 c. pengembangan. tata usaha. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta administrasi program aplikasi. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. Pasal 613 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. . b. dan instalasi aplikasi informasi geografis.

Pasal 620 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri atas: a. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. c. standar. e. penyusunan strategi. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi proses bisnis. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. g. Pasal 617 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri atas: a. d. . Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. perancangan. f. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. d. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. Subdirektorat Manajemen Transformasi. prosedur dan kriteria di bidang transformasi proses bisnis. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. b. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. dan b. penyiapan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. perancangan. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618.181 c. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengkajian. Pasal 618 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. penyiapan. dan e.

. pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. perancangan. penyiapan. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. perancangan. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 625 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. b. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a.182 Pasal 621 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. dan Seksi Pengembangan Pelayanan II. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Pelayanan I. perancangan. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. Pasal 622 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi.

dan penilaian. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. dan Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. penyusunan strategi. Pasal 628 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri atas: a. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. Pasal 630 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan uji coba konsep. . penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. perancangan. c. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. Pasal 629 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. perancangan. penyiapan.183 Pasal 626 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. b. penyiapan. perancangan. pendataan. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep.

c. penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. perancangan. Pasal 633 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan penilaian. pendataan. penyiapan bahan penyusunan strategi. b. dan Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. koordinasi manajemen perubahan. b. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. penyiapan bahan penyusunan strategi.184 Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Pasal 632 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. pemetaan. . dan penilaian. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. pendataan. Pasal 634 Subdirektorat Manajemen Transformasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pemutakhiran rencana. penyiapan bahan penyusunan strategi. serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. analisis risiko. pelaksanaan uji coba konsep. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. dan penilaian. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. pendataan. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian.

Pasal 636 Subdirektorat Manajemen Transformasi terdiri atas: a. analisis risiko. analisis risiko. (2) Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. dan rumah tangga Direktorat. c. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. dan Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 637 (1) Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. tata usaha. dan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. serta koordinasi manajemen perubahan. Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan. . Subdirektorat Manajemen Transformasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. b. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan.185 Pasal 635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. b. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. penyiapan bahan pelaksananaan koordinasi manajemen perubahan.

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Pasal 640 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.186 Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 639 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. .

perumusan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Kepabeanan Internasional. Direktorat Teknis Kepabeanan. dan i. b. dan e. d. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. d.187 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 641 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai. c. g. standar. f. e. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 643 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri atas: a. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Audit. h. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Direktorat Cukai. Pasal 642 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641. penyusunan norma. c. b.

dan d. pelaksanaan tata usaha. Pasal 647 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. c. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. dan pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. Pasal 646 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. analisa jabatan. d. kearsipan. b. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. ketatalaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Kepegawaian. . c. b. penataan organisasi. analisa beban kerja. dan dokumentasi direktorat jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan kinerja organisasi. Bagian Perlengkapan. evaluasi peringkat jabatan. e. dan penyusunan jabatan fungsional.188 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 644 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. dan f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. kepegawaian dan keuangan. Bagian Umum.

analisis jabatan. dan pakaian dinas.189 b. (3) Subbagian Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis beban kerja. penelaahan dan evaluasi jabatan. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana I. dan d. penyusunan uraian jabatan. standard norma waktu dan pengembangan pelayanan publik Direktorat Jenderal. dan evaluasi peringkat jabatan. monitoring sistem dan evaluasi prosedur kerja. evaluasi peringkat jabatan. penyiapan bahan pelaksanaannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . implementasi. . c. (4) Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman. Pasal 649 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. prosedur kerja. tata naskah persuratan dinas. Subbagian Tata Laksana II. dan pengembangan jabatan fungsional di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 650 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan monitoring organisasi. Subbagian Organisasi. pengkajian. dan penyusunan prosedur standar operasi serta evaluasi d. c. b. standar beban kerja dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan penyusunan jabatan fungsional. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan standar norma waktu. Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai. Pasal 651 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal.

Pasal 653 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . cuti. pelaksanaan urusan tata usaha. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. dan penjatuhan hukuman disiplin. dan d. dan d. Pasal 654 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pemindahan. penggajian. penindakan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penempatan. dan mutasi kepegawaian lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha. dan penjatuhan hukuman disiplin. pendataan pegawai. pendataan pegawai. penyiapan bahan perencanaan. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan pengangkatan.190 Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. penindakan. dan dokumentasi kepegawaian. Pasal 655 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. formasi dan pengadaan pegawai. dan mutasi kepegawaian lainnya. kepangkatan. penggajian. c. b. cuti. Subbagian Umum Kepegawaian. ujian jabatan. kepangkatan. b. penempatan. c. formasi dan pengadaan pegawai. pemindahan. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. dan dokumentasi kepegawaian. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai.

c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. . (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pasal 657 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Penyusunan Anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 658 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. b. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.191 Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 659 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. Subbagian Gaji. b. c. dan d. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan d.

(2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 663 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan penghapusan perlengkapan. penggandaan. penyiapan dokumen. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. b. pelaksanaan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. distribusi. pemeliharaan. dan c. pemeliharaan. serta pelaksanaan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. penyiapan dokumen. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Pasal 662 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan. b. . dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa sarana. pengetikan.192 Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. dan kearsipan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. b. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. dan penghapusan perlengkapan. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan. Pasal 661 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan inventarisasi. Subbagian Pengadaan.

Pasal 666 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. . distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. dan akomodasi Direktur Jenderal. dan rumah dinas kantor pusat.193 c. Pasal 665 Bagian Umum terdiri atas: a. c. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. dan d. keprotokolan. dan akomodasi Direktur Jenderal. pemeliharaan sarana. poliklinik. pelaksanaan kesejahteraan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengetikan. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 667 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknis kepabeanan. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. protokol. dan e. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. b. pengamanan kantor. pengamanan kantor. poliklinik dan rumah dinas. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga. akomodasi. Subbagian Kesejahteraan. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penggandaan. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. d. Subbagian Rumah Tangga. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal.

Pasal 669 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Nilai Pabean. dan e. standar. prosedur dan kriteria di bidang teknis kepabeanan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis kepabeanan. Subdirektorat Ekspor. c. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. barang dikuasai negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tempat penimbunan pabean. Subdirektorat Impor. d. barang tidak dikuasai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 670 Subdirektorat Impor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. b. dan f. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. Subdirektorat Impor menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 670. d. Subdirektorat Klasifikasi Barang. penyiapan penyusunan norma. standardisasi dan bimbingan teknis. Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. e. dan c. b. c. . dan barang milik negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.194 Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667.

standardisasi dan bimbingan teknis. dan barang milik negara. barang tidak dikuasai. Pasal 675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. (3) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. Pasal 673 (1) Seksi Impor I dan Seksi Impor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penangguhan Bea Masuk. barang dikuasai negara. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak dikenakan bea keluar. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. tempat penimbunan pabean. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 674 Subdirektorat Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Impor I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Subdirektorat Ekspor menyelenggarakan fungsi: a. dan d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor dan bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis.195 Pasal 672 Subdirektorat Impor terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. Seksi Impor II. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor sesuai dengan pembagian tugas yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara.

dan tarif bea keluar. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. (2) Seksi Ekspor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Klasifikasi II. Seksi Ekspor I. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan tarif bea masuk. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. Seksi Klasifikasi I. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. (3) Seksi Ekspor III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Pasal 677 (1) Seksi Ekspor I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 678 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. b. profil komoditi. tarif bea masuk. dan b. dan tarif bea keluar.196 Pasal 676 Subdirektorat Ekspor terdiri atas: a. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Ekspor II. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. dan c. Pasal 680 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Ekspor III. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar.

tarif bea masuk pengamanan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk. Seksi Klasifikasi III. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan. . Pasal 681 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan. dan d. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk.197 c. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Seksi Klasifikasi IV. tarif bea masuk.

Pasal 684 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri atas: a. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia.198 Pasal 682 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. Seksi Nilai Pabean IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 685 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Nilai Pabean I. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. Seksi Nilai Pabean II. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. c. (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Nilai Pabean III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. Pasal 683 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 682. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. dan data harga. . dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis.

rumah tangga. Subdirektorat Pembebasan. c. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 689 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri atas: a. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Pasal 686 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. standar. b. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kepabeanan. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 687 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. prosedur dan kriteria di bidang fasilitas kepabeanan. dan e. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. .199 (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan e. kearsipan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. d.

pengerjaan dan pengujian. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang contoh. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. peternakan atau perikanan. dan d. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. c. sosial. serta barang keperluan proyek pemerintah. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. penurunan mutu. barang keperluan olahraga. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. amal. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. standardisasi dan bimbingan teknis.200 Pasal 690 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. bahan terapi manusia. pelintas batas dan barang kiriman. buku ilmu pengetahuan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang pindahan. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. b. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. awak sarana pengangkut. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 690. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. standardisasi dan bimbingan teknis. serta barang pribadi penumpang. barang untuk keperluan badan internasional. barang yang mengalami kerusakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. . kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. kemusnahan. barang yang telah diekspor untuk perbaikan.

barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. buku ilmu pengetahuan. (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan Seksi Pembebasan IV. barang pindahan. pengerjaan dan pengujian. pengelompokan darah. d. Seksi Pembebasan III. barang contoh. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. peternakan atau perikanan. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. barang pribadi penumpang. amal. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. awak sarana pengangkut. pelintas batas. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. standardisasi dan bimbingan teknis. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. penurunan mutu. barang untuk keperluan badan internasional. Pasal 693 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . barang yang telah diekspor untuk perbaikan. dan barang kiriman. barang yang mengalami kerusakan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pembebasan I. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. standardisasi dan bimbingan teknis.201 Pasal 692 Subdirektorat Pembebasan terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pembebasan II. standardisasi dan bimbingan teknis. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. b. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. dan penjenisan jaringan. kemusnahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sosial. c. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. bahan terapi manusia.

Pasal 697 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.202 Pasal 694 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 695 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. . Pasal 696 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 698 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a.

tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. tempat daur ulang berikat. (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan tempat lelang berikat. . standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor.203 Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. standardisasi dan bimbingan teknis. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Pasal 701 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 700 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri atas: a. b. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat.

Subbagian Tata Usaha. c. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat.204 Pasal 702 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan penyusunan norma. dan e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 703 Direktorat Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang cukai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang cukai. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang cukai. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang cukai. b. rumah tangga dan kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. c. b. prosedur dan kriteria di bidang cukai. dan e. Subdirektorat Aneka Cukai. . kearsipan. Pasal 705 Direktorat Cukai terdiri atas: a. standar. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. b. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. harga dasar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .205 Pasal 706 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. impor. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. b. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 708 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri atas: a. Pasal 709 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. dan c. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. produksi. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. pemasukan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. .

pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai.206 Pasal 710 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan perkembangan harga pasar. produksi. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. impor. pemasukan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. Pasal 712 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Aneka Cukai III. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. pemantauan perkembangan harga pasar. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. Seksi Aneka Cukai I. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 713 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. b. Seksi Aneka Cukai II. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. pemasukan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. harga dasar. ekspor. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. ekspor. harga dasar. b. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. dan c. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

penyimpanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. Pasal 715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 714. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian.207 Pasal 714 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. Pasal 716 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. b. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. pendistribusian. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 717 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. serta pelaksanaan urusan penyediaan. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya.

standar. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. .208 Pasal 718 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Subdirektorat Sarana Operasi. dan g. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Subdirektorat Penyidikan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. kearsipan. penyiapan penyusunan norma. b. Subdirektorat Intelijen. dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. c. c. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Penindakan. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. f. Subdirektorat Narkotika. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. d. b. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 719 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Subbagian Tata Usaha. Pasal 721 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri atas: a. prosedur dan kriteria di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai.

evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 725 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. barang hasil pelanggaran HAKI. Seksi Intelijen III. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 724 Subdirektorat Intelijen terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. Seksi Intelijen I. Seksi Pangkalan Data Intelijen. Seksi Intelijen II.209 Pasal 722 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. c.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. barang larangan dan pembatasan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan III.210 (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 728 Subdirektorat Penindakan terdiri atas: a. dan c. Pasal 727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. Pasal 726 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. dan c. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. Seksi Penindakan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. barang hasil pelanggaran HAKI. b. Seksi Penindakan II. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.

patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. . evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. barang larangan dan pembatasan. b. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 732 Subdirektorat Narkotika terdiri atas: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. psikotropika dan prekursor. (3) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.211 Pasal 729 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 731 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. dan c. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. patroli dan operasi di bidang prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. prekursor. Seksi Narkotika dan Psikotropika. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. Pasal 730 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis.

standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. Pasal 734 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.212 Pasal 733 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. . barang bukti. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 735 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. dan c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. dan prekursor.

Seksi Penyidikan I. pemeliharaan keamanan. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Seksi Penyidikan II. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. Seksi Barang Hasil Penindakan. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 737 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 739 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738. Pasal 738 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang bukti. (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pengelolaan cabang rumah tahanan. .213 Pasal 736 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. dan d. Seksi Tempat Tahanan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. dan sarana operasi lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. sarana operasi narkotika dan psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio.214 b. Pasal 740 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri atas: a. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi I. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi II. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan sarana operasi lainnya. penginderaan. sarana operasi narkotika dan psikotropika. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. b. dan c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. Pasal 741 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi III. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. dan c. Pasal 742 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penginderaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan.

c. standar. Pasal 745 Direktorat Audit terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. Subbagian Tata Usaha. . Subdirektorat Evaluasi Audit. b. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan e. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang audit kepabeanan dan cukai. Pasal 746 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Audit. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang audit kepabeanan dan cukai. c.215 Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 743 Direktorat Audit mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang audit kepabeanan dan cukai. dan e. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 749 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang cukai.216 Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Perencanaan Audit I. Seksi Perencanaan Audit III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. b. Pasal 748 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. . evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit II. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 750 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.

standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 754 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan.217 Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 753 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. Seksi Pelaksanaan Audit II. b. dan c. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 752 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri atas: a. Seksi Pelaksanaan Audit I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. Seksi Pelaksanaan Audit III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. dan c. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. . (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Seksi Evaluasi Hasil Audit III. dan c. Pasal 757 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.218 Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. b. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 758 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. . Seksi Evaluasi Hasil Audit I. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. Pasal 756 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri atas: a. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerja Sama Regional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. standar. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. . standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. penyiapan penyusunan norma. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. Pasal 761 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri atas: a. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. b. e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. d. Pasal 762 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan internasional. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a.219 Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 759 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan internasional. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan internasional. Subbagian Tata Usaha.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 764 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 766 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.220 b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. Pasal 765 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Multilateral III. b. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Seksi Kerja Sama Multilateral I. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Multilateral II.

standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. . penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Australia dan Pasifik. Pasal 769 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. dan d. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Asia dan Afrika. Pasal 768 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.221 Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. b. Seksi Kerja Sama Bilateral I. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Australia dan Pasifik. Seksi Kerja Sama Bilateral II. dan c. Seksi Kerja Sama Bilateral III. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. c. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Eropa dan Amerika.

(2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. . b. Pasal 773 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Kerja Sama Regional II. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. dan d. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. b. Pasal 772 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. standardisasi dan bimbingan teknis. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Seksi Kerja Sama Regional I. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan.222 Pasal 770 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. standardisasi dan bimbingan teknis. c. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Regional III.

dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Penerimaan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. standar. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. Pasal 777 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. kepegawaian dan protokoler. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 775 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. kearsipan. c. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a.223 (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga. c. d. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. . Pasal 774 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan.224 d. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. dan b. cukai. Pasal 781 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. cukai. Subdirektorat Keberatan dan Banding. Seksi Penagihan dan Pengembalian. Subbagian Tata Usaha. Pasal 780 Subdirektorat Penerimaan terdiri atas: a. cukai. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. dan b. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 778. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. . standardisasi dan bimbingan teknis. e. cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Pasal 778 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. dan f. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Seksi Pemantauan Penerimaan. standardisasi dan bimbingan teknis.

standardisasi dan bimbingan teknis.225 Pasal 782 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. b. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 784 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan Kepabeanan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 783 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. Pasal 785 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan.

evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. komunikasi publik. dan opini publik. analisis berita. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. dan opini publik. Pasal 786 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan situs internet. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. Pasal 789 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Hubungan Masyarakat. komunikasi publik. standardisasi dan bimbingan teknis. penyuluhan dan layanan informasi. hubungan media. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.226 (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. museum. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. hubungan media. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 788 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri atas: a. dan c. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pengelolaan berita. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. analisis berita. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. perpustakaan.

standardisasi dan bimbingan teknis. pengelolaan situs internet. standardisasi dan bimbingan teknis. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. dan b. pelaksanaan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. museum. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Keberatan dan Banding I. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai.227 (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. perpustakaan. . evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. Pasal 790 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. dan pengelolaan berita. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 792 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. dan urusan banding. dan pelaksanaan urusan banding. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. dan d. Pasal 793 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Seksi Keberatan dan Banding II.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi kepabeanan dan cukai. b. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. d. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. f. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Manajemen Risiko. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. penyiapan penyusunan norma. standar. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. b. c. Subbagian Tata Usaha. d. prosedur dan kriteria di bidang informasi kepabeanan dan cukai. c. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 795 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang informasi kepabeanan dan cukai. e. Pasal 797 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. dan g.228 Pasal 794 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 801 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemantauan Risiko. dan b. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Seksi Pengendalian Risiko. . dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. b. dan c. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 800 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri atas: a.229 Pasal 798 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. Pasal 802 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. cukai dan administrasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. Seksi Registrasi Kepabeanan II. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Pasal 806 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Registrasi Kepabeanan I. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. Seksi Registrasi Kepabeanan III. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 805 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.230 Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 804 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri atas: a. . (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

dan d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 809 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. b. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. Seksi Otomasi Sistem Administrasi.231 Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Pasal 808 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. c. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. dan d. . standardisasi dan bimbingan teknis.

standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. . pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemeliharaan Sistem.232 Pasal 810 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Pasal 812 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri atas: a. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. pengendalian. pengendalian. pemeliharaan. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 813 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyediaan. b. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. Pasal 816 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. pelayanan informasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. dan pelaporan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. dan pelaporan Direktorat Jenderal. Seksi Pelayanan Informasi. Seksi Pengelolaan Data. (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Pasal 818 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 817 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan informasi.233 Pasal 814 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. kearsipan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 820 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.234 Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 819 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

penyusunan norma. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. d. f. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. . Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. c. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. g. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. dan kriteria di bidang perbendaharaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Sistem Perbendaharaan. dan h.235 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 821 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. c. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. b. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. prosedur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 823 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri atas: a. standar. b.

penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. h.236 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 824 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 826 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. kepegawaian. Pasal 827 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. d. rencana strategik. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. koordinasi penyusunan peraturan. pelaksanaan tata usaha. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. f. penyusunan rencana strategis. pelaporan. dan keuangan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. . koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Bagian Umum. dan dokumentasi direktorat jenderal. c. pemantauan akuntabilitas kinerja. Bagian Pengembangan Pegawai. koordinasi penyusunan rencana kerja. Bagian Administrasi Kepegawaian. pengembangan organisasi dan kinerja. e. rencana kinerja tahunan. f. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. g. Bagian Keuangan. kearsipan. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. b. pelaksanaan pengembangan pegawai direktorat jenderal. b. e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. dan tatalaksana pelayanan publik. c. e. d. . Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. serta pengelolaan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. laporan akuntabilitas kinerja. dan Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. Pasal 830 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. Subbagian Organisasi. analisa dan evaluasi jabatan. b. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal dan penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. evaluasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. administrasi perkantoran. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. serta melakukan analisis beban kerja dan pembakuan sarana dan prasarana kerja. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal Pasal 829 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Tata Laksana. b. dan pelaporan sistem akuntabilitas kinerja. serta penyiapan. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis dan evaluasi jabatan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan perencanaan.237 Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827. d. penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. pemantauan. c.

dan mutasi kepegawaian lainnya. d. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. c. pemindahan pegawai. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. dan Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. pelaksanaan assessment pegawai. c. kepangkatan. statistik. penggajian dan pemindahan pegawai. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penempatan. pelaksanaan urusan tata usaha. d. melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat serta pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. b. Pasal 834 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dokumentasi. Pasal 833 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri atas: a. dan pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. penempatan. formasi.238 (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pengelolaan indikator kinerja utama (IKU) dan manajemen risiko lingkup Direktorat Jenderal. penilaian kinerja pegawai. Pasal 831 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. kepangkatan. b. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. dan penghargaan. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. . Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. pengangkatan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi.

Pasal 837 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. media informasi dan edukasi. statistik. monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. mengusulkan penyempurnaan. Pasal 835 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. d. pemeringkatan. pengembangan. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. pelantikan. sarana riset. dan kepegawaian kantor pusat. dan Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. evaluasi. menyaring calon peserta. administrasi kepegawaian lainnya. analisis. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. c. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan dan melakukan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 838 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan identifikasi. perencanaan kebutuhan. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. cuti. pelaksanaan identifikasi. Subbagian Pengembangan Kompetensi. ujian jabatan. . dan pengelolaan basis data kompetensi. c. dan sarana pengembangan lainnya. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai.239 (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. dokumentasi. penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. b. pendayagunaan kompetensi pegawai. b. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan.

Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. d. c. sarana riset. c.240 (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. mengelola media informasi dan edukasi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 839 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 841 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 842 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. d. dan pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. Subbagian Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. b. b. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. perpustakaan.

b. distribusi. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. dan penyimpanan perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengelolaan kendaraan dinas kantor pusat. urusan dalam. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. dan ekspedisi serta penghapusan arsip. dan tata usaha Bagian. . Subbagian Administrasi Persuratan. kearsipan. c. penyiapan dokumen. pelaksanaan. dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. b. e. pemeliharaan. d. penggandaan. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. d. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana.241 (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. Pasal 846 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pelaksanaan. perjalanan dinas. serta urusan dalam. penyiapan dokumen. Pasal 845 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. kearsipan. dan Subbagian Perlengkapan. penyimpanan dan distribusi barang persediaan. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. dan penggandaan. kehumasan. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan. inventarisasi. c. kearsipan. pelaksanaan pengadaan. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. pelaksanaan urusan surat-menyurat. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 843 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha.

penyusunan LAKIP Bagian. b. serta penghapusan barang inventaris. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II. dan pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pelaksanaan anggaran. c. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran. prosedur. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III. distribusi. penyimpanan. standar. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. d. Subbagian Tata Usaha. penyelenggaraan akuntansi. g. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemeliharaan inventaris kantor vertikal. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . inventarisasi Barang Milik Negara kantor pusat dan kantor vertikal. c. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 847 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I. f. . e. d. e.242 (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. Pasal 849 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV.

d. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program kerja tahunan Direktorat. .243 Pasal 850 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data. Pasal 852 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis terdiri atas: a. i. Pasal 853 (1) Seksi Pengelolaan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran. serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. pengembangan kinerja organisasi. penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. c. pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. d. penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan program kerja tahunan Direktorat. f. penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran. koordinasi penyusunan draf peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. dan penyusunan standar kerja serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. pelaksanaan monitoring. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko. j. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran. standardisasi. g. penyusunan rencana kinerja tahunan. Seksi Pengelolaan Data Anggaran. dan Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran. h. pengembangan kinerja. pelaksanaan monitoring. penyusunan rencana strategis. c. b. dan Pembinaan internal Direktorat. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat. b. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. e. pemantauan akuntabilitas kinerja.

d. dan monitoring. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . norma. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. b. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. (4) Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan standar. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran serta serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. pedoman. mengolah. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan data monitoring. kriteria. evaluasi standar.244 (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pengolahan. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. monitoring. dan prosedur kerja serta melaksanakan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan tugas pokok dan fungsi Direktorat dan instansi vertikal. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. kriteria. dan menyajikan data pelaksanaan kinerja. mengumpulkan. evaluasi dan koordinasi pencapaian kinerja. dan menyajikan data pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga dan anggaran BUN. e. f. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. (3) Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan program kerja tahunan. penyusunan rumusan dalam rangka pengembangan kinerja organisasi serta manajemen resiko. norma. pedoman. Pasal 854 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan data monitoring. .

serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 857 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. b. bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 859 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. dan Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. dan monitoring. monitoring. I-B. I-C. d. Pasal 858 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. . evaluasi. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. evaluasi. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. c. b. pedoman. c. f. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi standar. monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.245 Pasal 856 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri atas: a. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kriteria. dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. e. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. monitoring.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. norma. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penerapan norma.

dan monitoring. II-C. monitoring. dan d. f. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. II-B. dan evaluasi pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B. penyiapan bahan penyusunan pedoman. monitoring. Pasal 863 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 862. Pasal 862 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan. Pasal 861 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. monitoring. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. c. dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.246 Pasal 860 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri atas: a. norma. kriteria. evaluasi. c. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. d. . penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. penelaahan. pedoman. dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. evaluasi standar. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. b. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. e. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.

b. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kriteria. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. c. III-C. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. c. Pasal 866 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). monitoring. evaluasi. . evaluasi standar. dan d. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. monitoring. norma. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). pedoman.247 Pasal 864 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri atas: a. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). monitoring. Pasal 865 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan penyusunan pedoman. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . III-B.

kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) serta pemberian dukungan terhadap penyelesaian kerugian negara. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 868 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri atas: a. monitoring. b. bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. dan bimbingan teknis pengelola keuangan/anggaran. monitoring. Pasal 870 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi standar. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B. . Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C. dan monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. penyiapan bahan penyusunan pedoman. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). pedoman. dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. standarisasi. f. c. norma. dan prosedur pelaksanaan anggaran serta pembinaan kantor kementerian negara /lembaga. dan koordinasi pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). evaluasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. IV-C. Pasal 871 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. e. kriteria.248 d. Pasal 869 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. IV-B. serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP).

(2) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. kriteria. (3) Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan bahan standar.249 b. Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan. Pasal 874 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. pedoman. tuntutan ganti rugi. . dan kompensasi utang kepada negara. dan kompensasi utang kepada negara. norma. dan prosedur pelaksanaan anggaran. pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. norma. dan prosedur serta bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan. Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara. Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. Seksi Bantuan Teknis. pembinaan kepada Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 872 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. kriteria. standarisasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 873 (1) Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. dan d. c. dan d. b. dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. dan prosedur dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan pelaksanaan anggaran. c. kriteria.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. (4) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. pedoman. pedoman. norma. e. penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran. tuntutan ganti rugi.

d. dan memantau pelaksanaannya. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. standar. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. d. h. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. . Pasal 877 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan penyediaan dana. c. dan kriteria di bidang pengelolaan kas negara. pengendalian kas. g. dan e. c. b.250 Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 875 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kas negara. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kas negara. Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara. Pasal 878 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan kas. prosedur. optimalisasi. e. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . strategi pengelolaan kas. Subdirektorat Rekening Kas Negara. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. Subdirektorat Penerimaan Negara. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara.

manajemen risiko. (2) Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana mempunyai tugas melakukan penyusunan analisis pasar. b. memonitor penempatan dan/atau investasi yang telah dilakukan. dan pemantauan pelaksanaan fungsi pengelolaan kas. b. menyusun guide line investasi. mengevaluasi dan menganalisis perencanaan dan realisasi kas termasuk penempatan dan/atau investasi. penyelenggaraan optimalisasi kas. menyediakan kebutuhan dana harian melalui E-Kirana. Rekening Kas Negara. penyusunan perencanaan kas. menyusun rencana investasi dan pinjaman. melaksanakan optimalisasi kas lainnya. d. c. strategi pengelolaan kas. serta menyusun laporan realisasi anggaran (Buku Merah) dan laporan kas posisi (Buku Biru). dan bulanan. tempat penempatan dan instrumen penempatan dan/atau investasi. dan menyusun kebijakan teknis di bidang penyediaan dana. menginstruksikan setelmen transaksi kepada back office. d. dan Rekening Pemerintah Lainnya. dan menyusun kebijakan teknis di bidang optimalisasi kas. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Pengendalian Kas. Rekening Kas Negara. mencairkan penempatan dan/atau investasi. Pasal 880 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri atas: a. dan Rekening Pemerintah Lainnya. (3) Seksi Optimalisasi Kas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk penempatan dan/atau investasi. Pasal 881 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan perencanaan cash flows harian. menganalisis pasar penempatan. . dan menyusun kebijakan teknis di bidang pengendalian kas. Seksi Perencanaan Kas. mengelolaan likuiditas. penyusunan strategi pengelolaan kas dan penyediaan dana. dan menyusun kebijakan teknis di bidang perencanaan kas. (4) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. Seksi Optimalisasi Kas. e.251 Pasal 879 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 878. mingguan. c. Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana. pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara.252 Pasal 882 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi dan memberikan dukungan teknis terkait penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. Sub Rekening Kas Umum Negara. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Bank Umum. Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. pembukuan. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Bank Umum. b. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. c. Pasal 884 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara terdiri atas: a. Sub Rekening Kas Umum Negara. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan d. Bank Umum. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara. dan e. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. verifikasi. pelaksanaan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait Rekening Kas Umum Negara. operasionalisasi Government Electronic Banking System. Bank Umum. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. pelaksanaan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. . Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis. b. pembukuan. penatausahaan. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. penatausahaan. verifikasi. dan operasionalisasi Government Electronic Banking System. melaksanakan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan penyusunan laporan keuangan tingkat kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara.

Rekening Penempatan di Bank Sentral. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. norma. Bank Umum. dan pengembalian dana pihak ketiga. Bank Umum. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pengelolaan. Sub Rekening Kas Umum Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. . penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. Bank Umum. Sub Rekening Kas Umum Negara. Bank Operasional. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan. verifikasi. Sub Rekening Kas Umum Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .253 - Pasal 885 (1) Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait dengan Rekening Kas Umum Negara. menyiapkan bahan standar. kriteria. Bank Umum. perhitungan. Pasal 886 Subdirektorat Rekening Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. koordinasi pengembangan dan evaluasi Sistem Akuntansi dan Pelaporan Direktorat Pengelolaan Kas Negara serta pengembangan dan evaluasi pelaksanaan Sistem BIG-eB. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pembukuan. (2) Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. verifikasi dan penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya. pedoman. pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional serta penyusunan Buku Putih. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan/atau lembaga keuangan lainnya.

penyusunan Buku Putih. pembinaan Bank Persepsi. . pengelolaan. pemantauan.254 Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. Bank Operasional. memberi jawaban atas permasalahan Bank Persepsi dan tanggapan pemeriksaan terkait Bank Persepsi. dan/atau lembaga keuangan lainnya. pembinaan Bank Operasional. perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. Pasal 889 (1) Seksi Bank Operasional mempunyai tugas melakukan pemilihan. c. Seksi Bank Operasional. dan mengevaluasi kinerja Bank Operasional. penetapan. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank Operasional. b. dan d. Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank Operasional. serta pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. melakukan sistem MPN. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank/Pos Persepsi. pemantauan dan pelaporan jasa giro Bank Operasional. c. perhitungan. Subdirektorat Rekening Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau lembaga keuangan lainnya. dan mengevaluasi kinerja Bank/Pos Persepsi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengembalian dana pihak ketiga. serta memberi tanggapan pemeriksaan terkait Bank Operasional. pemantauan. Pasal 888 Subdirektorat Rekening Kas Negara terdiri atas: a. Seksi Bank/Pos Persepsi. dan Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank/Pos Persepsi. d. (2) Seksi Bank/Pos Persepsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penunjukan.

Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan kementerian/lembaga sebagai pengguna anggaran atas dana yang bersumber dari pinjaman/hibah. dan verifikasi Laporan Kas Posisi (LKP) KPPN. pembayaran kesalahan pelimpahan. penatausahaan Rekening Bapertarum-PNS. pembukaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan dan pengelolaan dana pinjaman/hibah. dan Reimbursement serta Hibah Langsung pada kementerian/lembaga. dan penyusunan laporan atas transaksi keuangan yang bersumber dari pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. menyiapkan bahan jawaban atas permasalahan PFK dan Pengembalian Penerimaan dan tanggapan pemeriksaan terkait PFK dan Pengembalian Penerimaan. melakukan penerimaan. pembayaran Jasa Pos/Perbendaharaan. dan Rekening Sub BUN Dana Talangan serta Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. pencairan dan pembebanan dana pinjaman/hibah pada Rekening Khusus. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan dan penatausahaan dana pinjaman/hibah melalui mekanisme Direct Payment. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rekonsiliasi triwulanan.255 (3) Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan penyaluran dana Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). pemantauan. b. h. Rekening Sub BUN Dana Talangan. d. e. rekapitulasi. penatausahaan dan pengelolaan Rekening Khusus. f. penyusunan petunjuk teknis tata cara penyaluran. pengajuan Withdrawal Application Replenishment dan/atau Reimbursement kepada lender/donor dalam rangka pengisian dana pada Rekening Khusus dan/atau penggantian dana pada Rekening Dana Talangan. (4) Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah mempunyai tugas melakukan penyusunan Buku Putih. semesteran dan rampung PFK. pembinaan Bendum KPPN. Pasal 890 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah baik dari dalam maupun luar negeri. g. Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. menyiapkan jawaban atas permasalahan LKP dan tanggapan pemeriksaan terkait LKP. pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). pemeriksaan kas pada KPPN. Rekening Dana Talangan. dan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. Letter of Credit. . Rekening Dana Talangan. pengajuan pengisian dana Initial Deposit pada Rekening Khusus.

serta menyusun laporan saldo kas bendahara instansi. dan Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah. surat masuk dan keluar. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Laporan Realisasi Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran atas beban Rekening Khusus melalui Rekening Kas Negara. c. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan pembuatan Warkat Pembebanan Rekening (WPR) dan Daftar Surat Perintah Debet (SPD). b. Laporan Pengeluaran SP2D backlog. Pasal 894 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam (SDA) dan Non Sumber Daya Alam (Non SDA). Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia. Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Rekening Dana Talangan dan Rekening Sub BUN Dana Talangan. WPR beserta Daftar SPD. d. menatausahakan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah.256 Pasal 892 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. . melakukan penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Khusus dalam Valas dan Rekening Khusus dalam Rupiah. (3) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah bilateral yang pendanaannya bersumber dari dalam negeri. serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Rekening Khusus yang diterbitkan KPPN. Daftar SPB dari KPPN Non KBI dan Daftar SP2D dari KPPN KBI. Penatausahaan Rekening Lainnya milik kementerian/ lembaga/kantor/satuan kerja. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya. dan menyusun laporan Rekening Pemerintah Lainnya. (2) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang pendanaannya bersumber dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). Pasal 893 (1) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri khususnya yang pendanaannya bersumber dari Bank Dunia (World Bank). dan rekening milik bendahara instansi.

c. dan d. k. serta menyusun laporan Rekening SDA dan Rekening Non SDA. penatausahaan rekening koran yang berasal dari Rekening SDA dan Rekening Non SDA. e. l. penerbitan surat persetujuan pembukaan kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. b. penatausahaan rekening koran berasal dari Rekening Pemerintah Lainnya. dan rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. i. rekening lainnya milik d. penyusunan laporan keadaan kas di Bendahara Instansi. . Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada kementerian/lembaga. pemantauan saldo dan arus kas masuk dan arus kas keluar pada Rekening SDA dan Rekening Non SDA. b. pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Pemerintah Lainnya. pengelolaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. pemantauan saldo dan arus kas masuk/arus kas keluar pada Rekening Pemerintah Lainnya. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. Pasal 897 (1) Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Sumber Daya Alam (SDA) dan Rekening Non SDA. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .257 Pasal 895 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam. c. j. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi. penyusunan petunjuk teknis Pelaksanaan Pembukuan dan Penyusunan LPJ Bendahara Instansi. f. h. Pasal 896 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi terdiri atas: a. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya dan Rekening Bendahara Instansi.

Pasal 899 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 898. konsolidasi laporan penerimaan negara. verifikasi dan akuntansi atas laporan penerimaan negara (laporan konsolidasi). (4) Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. laporan manajerial Rekening Pemerintah Lainnya dan laporan monitoring rekening kementerian/lembaga. penerbitan surat persetujuan pembukaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. serta data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka SAI. serta menyusun Laporan Keadaan Kas Bendahara Instansi. penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening bendahara instansi. Pasal 898 Subdirektorat Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan laporan penerimaan negara. dan penutupan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. pembekuan sementara. data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM. monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. rekonsiliasi kas dan rekonsiliasi transaksi. pengaktifan kembali. evaluasi dan monitoring terhadap rekening lainnya milik kementerian/lembaga yang telah mendapat izin. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran pada kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. penatausahaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. pembuatan nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun dan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Pengembalian dan Pembayaran fee. memelihara database Rekening Pemerintah Lainnya. rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. Subdirektorat Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. b. serta memberikan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan. . e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembinaan teknis penatausahaan atas kas di Bendahara Kementerian/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja. c. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) Pengembalian.258 (2) Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. d.

dan Pelaporan Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. dan Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara. . membuat nota perbaikan bila ditemui kesalahan pada laporan yang dibuat oleh unit pelaporan. i. dan penyusunan laporan PNBP. Seksi Pengembalian. menyelesaikan data penerimaan termasuk potongan SPM yang belum rekonsiliasi. b. menerbitkan SKTB dalam rangka pengembalian penerimaan negara. dan Pelaporan Penerimaan Negara. serta membuat SPP Pengembalian dan Pembayaran fee. menyusun dan mengevaluasi laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan laporan PNBP. serta melakukan konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . membuat nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun.259 f. penerbitan Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan (SKP4). dan SPM pembayaran fee. c. menerima laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. j. menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM dan data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. rekonsiliasi data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka Sistem Akuntansi Instansi (SAI). verifikasi atas semua dokumen sumber/laporan Subdirektorat Penerimaan Negara. penyusunan Laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). k. SPM Pengembalian. (2) Seksi Pengembalian. (3) Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan verfikasi atas semua dokumen sumber/laporan yang dihasilkan Subdirektorat Penerimaan Negara. menerbitkan SKP4. g. Evaluasi. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. Pasal 900 Subdirektorat Penerimaan Negara terdiri atas: a. h. l. pembuatan nota perbaikan atas kesalahan laporan. serta Surat Keterangan Telah Dibukukan (SKTB) dalam rangka pengembalian penerimaan negara. penerimaan laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. SPM Pengembalian dan SPM pembayaran fee. Evaluasi. Pasal 901 (1) Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi.

prosedur. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. f. c. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar. g. d. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah. Pasal 905 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. dan Evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kelembagaan. c. Subdirektorat Perencanaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 903 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem manajemen investasi. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Pelaporan. Akuntansi. Subdirektorat Verifikasi. h. dan e. Subdirektorat Kredit Program. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem manajemen investasi.260 Pasal 902 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. . d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. e. Setelmen. b. dan kriteria di bidang sistem manajemen investasi.

Setelmen. b. verifikasi. penerusan pinjaman. b. penarikan penerusan pinjaman luar negeri. Pasal 909 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. pelaksanaan perhitungan. Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. penarikan. g. Seksi Setelmen II. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. pembayaran kredit program. (2) Seksi Setelmen I mempunyai tugas melakukan perhitungan. melaksanakan setelmen pinjaman. Seksi Setelmen I. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. penarikan dan/atau pencairan investasi. verifikasi. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. penerusan pinjaman. Setelmen. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penganggaran dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 908 Subdirektorat Verifikasi. Subdirektorat Verifikasi. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. e. Akuntansi. f. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. dan kredit program. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Akuntansi. penagihan. dan pelaksanaan administrasi pengelolaan data.261 Pasal 906 Subdirektorat Verifikasi. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. Seksi Verifikasi. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. c. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. c. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. d. Setelmen. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. penagihan. dan kredit program. dan d. dan melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. . penagihan.

manajemen risiko. i. investasi. Subdirektorat Perencanaan. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. c. h. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. akuntansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. b. d. g. k. kelembagaan. serta pelaporan investasi dan kredit program. f. Pasal 912 Subdirektorat Perencanaan.262 (3) Seksi Setelmen II mempunyai tugas melakukan perhitungan. dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan perencanaan. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. dan d. Kelembagaan. . Pasal 911 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengolahan data. dan pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. j. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. Pasal 910 Subdirektorat Perencanaan. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. Seksi Manajemen Risiko. Seksi Perencanaan. dan kredit program. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. Seksi Kelembagaan. Seksi Evaluasi. Kelembagaan. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. evaluasi. e. dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. penagihan. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri. Kelembagaan. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. dan Evaluasi terdiri atas: a. serta pengembangan sistem investasi dan kredit program.

dan kredit program. pinjaman pemerintah. penyusunan dan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. investasi pemerintah. dan pembiayaan kredit program. penerusan pinjaman. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah.263 Pasal 913 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan. penerusan pinjaman. dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. dan perjanjian pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman. melakukan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. perubahan. e. . penyediaan. dan kredit program. d. pinjaman pemerintah. serta melakukan mediasi dan sosialisasi program investasi. serta melaksanakan penyusunan rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. dan kredit program. Pasal 914 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan kelembagaan unit-unit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. Pasal 915 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 914. penyiapan perumusan. pengembangan sistem investasi. investasi langsung. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah. dan penyaluran dana investasi. b. strategi investasi. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. penyiapan rumusan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan dan pedoman pelaksanaan manajemen risiko serta melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program.

Seksi Perjanjian I. analisis. analisis. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. pinjaman pemerintah. Seksi Perjanjian II. d. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jasa Keuangan Bank. Seksi Peraturan. dan pinjaman pemerintah kepada BUMN. Pasal 916 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri atas: a. dan pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah. penerusan pinjaman. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pengkajian permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. c. penerusan pinjaman.264 g. dan kredit program. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah. penanganan permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah. dan kredit program. dan h. i. monitoring. Pasal 917 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas melakukan penyusunan dan perumusan rancangan. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. b. penerusan pinjaman. dan kredit program. Pasal 918 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Seksi Kepatuhan. pinjaman pemerintah. pelaksanaan. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penerusan pinjaman. . (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. dan kredit program. pinjaman pemerintah.

evaluasi. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. kelautan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. (2) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan serta g. pelaksanaan.265 Pasal 919 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 918. analisis. . pelaksanaan monitoring. Pasal 920 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara terdiri atas: a. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II. pelaksanaan. dan kehutanan. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. perhubungan. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. dan telekomunikasi. analisis. Pasal 921 (1) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. b. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. evaluasi. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV. c. c. d. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan d. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. b. e.

penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. evaluasi. c. pelaksanaan analisis kelayakan finansial. e. evaluasi terhadap permohonan dan perumusan persetujuan dan persyaratan pinjaman serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. analisis kelayakan finansial. pendidikan.266 (3) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. b. serta pertambangan dan energi. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan serta penyelesaian masalah piutang yang berasal dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman pada Pemerintah Daerah dan BUMD. analisis. analisis. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan kesehatan. (4) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. f. Pasal 922 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. . pelaksanaan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. d. pelaksanaan. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. dan pelaksanaan monitoring.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perdagangan. g. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 922. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan pemberian pinjaman dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD.

yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. evaluasi. Sulawesi Tengah. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. (3) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Yogyakarta. Gorontalo. dan d. Sulawesi Barat. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III. Depok. Kepulauan Riau. Kepulauan Bangka Belitung. Bali. Kalimantan Barat. Tangerang. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis kelayakan finansial. pelaksanaan. yang meliputi Jambi. Kalimantan Selatan. Bogor. dan Nusa Tenggara Timur. Bekasi). evaluasi. Maluku. pelaksanaan. Kalimantan Timur. D. dan Papua Barat. pelaksanaan. c. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I. dan Sulawesi Utara. Papua. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV. Sulawesi Tenggara. dan Nusa Tenggara Barat. Maluku Utara. analisis kelayakan finansial. pelaksanaan. Bengkulu. Bogor.267 Pasal 924 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah terdiri atas: a. Sulawesi Selatan. Jawa Timur. evaluasi. Sumatera Selatan. DKI Jakarta. analisis kelayakan finansial. Sumatera Barat. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Kalimantan Tengah. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. yang meliputi Riau. Lampung.I. . yang meliputi Sumatera Utara. Pasal 925 (1) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Bekasi. (4) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. analisis kelayakan finansial. b. Banten (tidak termasuk Tangerang). (2) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II. Jawa Tengah.

perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. Pasal 927 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. pelaksanaan. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. penelitian. Pasal 928 Subdirektorat Kredit Program terdiri atas: a. dan d. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. peraturan. dan perumusan restrukturisasi. Seksi Kredit Program I. penatausahaan. c. monitoring. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. . c. pemantauan. serta perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. dan evaluasi pelaporan.268 Pasal 926 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. Seksi Kredit Program III. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. hapus buku dan hapus tagih. hapus buku dan hapus tagih. Seksi Kredit Program IV. Pasal 929 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penelitian dan penyiapan perumusan restrukturisasi serta hapus buku dan hapus tagih kredit program. restrukturisasi. f. Seksi Kredit Program II. e. g. b. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. b. penatausahaan.

. Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 931 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. dan perumusan restrukturisasi. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh lembanga keuangan bukan bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. pemantauan. pelaksanaan. penelitian. penelitian. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. b. pemantauan.269 (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Pelaporan. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hapus buku dan hapus tagih. penatausahaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penatausahaan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). dan perumusan restrukturisasi. pelaksanaan. pemantauan. hapus buku dan dan hapus tagih. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Akuntansi. peraturan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 931. dan perumusan restrukturisasi. pelaksanaan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. penelitian. hapus buku dan hapus tagih. Pasal 930 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Setelmen. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Subdirektorat Verifikasi. penatausahaan. peraturan.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat Pasal 933 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I. dan e. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Tarif. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum II. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I. Subbagian Tata Usaha. b. f. d. e. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. penyusunan peraturan pengelolaan keuangan BLU. prosedur. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II. c. Remunerasi. standar. e. dan Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum. f. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Pasal 934 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan peraturan dan standar teknis Badan Layanan Umum dan melaksanakan penelitian dan pengembangan Badan Layanan Umum. b. Pasal 936 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum terdiri atas: a. Pasal 935 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 933. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III. dan g.270 c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). b. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. penetapan dan pencabutan status pengelolaan keuangan BLU. d. c. penyusunan peraturan pengawasan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum oleh Dewan Pengawas. dan kriteria di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). penyusunan peraturan penilaian. . dan Informasi Badan Layanan Umum. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum.

pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum.271 Pasal 937 (1) Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan penilaian. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. investasi. penganggaran. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas atas pengelolaan keuangan BLU. Pasal 940 Subdirektorat Tarif. (2) Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan status BLU. Remunerasi. dan penyajian informasi BLU. utang. penelaahan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. dan Informasi Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. piutang. penyusunan standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. perancangan. pelaporan. pelaksanaan anggaran. analisis. Pasal 938 Subdirektorat Tarif.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . akuntansi. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. pengelolaan kas. pelaksanaan analisis. dan c. serta penyusunan kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. implementasi. dan d. c. penyajian informasi BLU. penetapan dan pencabutan BLU. Remunerasi. Pasal 939 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 938. . utang. dan Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan tarif dan remunerasi BLU. evaluasi. akuntansi. investasi. Seksi Tarif Badan Layanan Umum. implementasi. evaluasi. investasi. piutang. akuntansi. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. b. dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU serta menyiapkan pengembangan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengelolaan kas. memproses penetapan tarif dan remunerasi pengelolaan keuangan BLU. Remunerasi. dan Informasi Badan Layanan Umum terdiri atas: a. piutang dan utang. Seksi Informasi Badan Layanan Umum. pengelolaan kas. Subdirektorat Tarif. b. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan anggaran. Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum.

(3) Seksi Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan analisis. belanja. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. penyuluhan. investasi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pengelolaan pendapatan. belanja. b. akuntansi. akuntansi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 942. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. perancangan. kas. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I menyelenggarakan fungsi: a. dan melaksanakan bimbingan teknis. investasi. utang. belanja. c. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. piutang. monitoring dan evaluasi. kas. piutang. . utang. (2) Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan remunerasi Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan remunerasi Badan Layanan Umum. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. implementasi. pemrosesan penilaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kinerja BLU. piutang. d. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. evaluasi. g. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. pengelolaan kas. investasi. sosialisasi. utang. kas. akuntansi. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. utang. penetapan. h. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kas. f. piutang.272 Pasal 941 (1) Seksi Tarif Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan tarif Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan tarif Badan Layanan Umum. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data PKBLU serta penyajian informasi BLU. belanja. investasi. e. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. Pasal 942 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. piutang. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. penetapan.

monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. akuntansi. j. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. investasi. dan k. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. penyuluhan. kas. dan melaksanakan bimbingan teknis. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-B. penetapan. Pasal 947 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 946. pengelolaan pendapatan. kas. Pasal 944 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I terdiri atas: a. dan c. I-B dan I-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemrosesan penilaian. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. akuntansi. pengelolaan pendapatan. penyuluhan. b. kinerja BLU. Pasal 945 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. piutang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. penetapan. Pasal 946 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. dan melaksanakan bimbingan teknis. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. kinerja BLU. belanja. belanja. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-C. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penetapan. monitoring dan evaluasi. utang. b. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. piutang. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II menyelenggarakan fungsi: a. penyuluhan. investasi.273 i. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. sosialisasi. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . monitoring dan evaluasi.

akuntansi. kas. utang. i. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. piutang. kinerja BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. II-B dan II-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. piutang. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. investasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. monitoring dan evaluasi. c. . f. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. investasi. pengelolaan pendapatan. investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kinerja BLU. sosialisasi. investasi. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. belanja. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. akuntansi. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan melaksanakan bimbingan teknis. penyuluhan. dan k. piutang. Pasal 948 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II terdiri atas: a. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. penetapan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. utang. kas. kas. belanja. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. e. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. kas. utang. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja.274 c. Pasal 950 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. b. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. akuntansi. piutang. dan Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-C. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. piutang. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. belanja. pengelolaan pendapatan. d. dan melaksanakan bimbingan teknis. pengelolaan kas. penetapan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas j. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-B. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. Pasal 949 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. penyuluhan. penyuluhan. investasi. h. monitoring dan evaluasi. utang. investasi. g. piutang. kas. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. belanja. akuntansi. belanja.

melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . belanja. dan c. f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. kinerja BLU. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. h. penyuluhan. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. d. akuntansi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. investasi. utang. kas. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan k. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. . memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. piutang. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-B. e. pengelolaan pendapatan. akuntansi. monitoring dan evaluasi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-C. belanja. belanja. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. g.275 Pasal 951 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 950. investasi. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. kas. utang. piutang. piutang. pengelolaan kas. i. b. penetapan. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-A. utang. penetapan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. j. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. piutang. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. b. pemrosesan penilaian. dan melaksanakan bimbingan teknis. Pasal 952 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III terdiri atas: a. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. utang. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. belanja. investasi. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. Pasal 953 Seksi Badan Layanan Umum III-A. c. piutang. investasi. penyuluhan. kas. akuntansi. III-B dan III-C masing-masing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. kas.

standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. penyiapan penyusunan norma. d. h. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. Pasal 957 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara. Subbagian Tata Usaha. . Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. g. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. dan e.276 Pasal 954 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan kriteria di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. f. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 955 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. e. Subdirektorat Sistem Akuntansi. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. c. Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955.

Pasal 961 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. Pasal 960 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri atas: a. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. dan Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. dan teknis dan/atau penyuluhan Standar Akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). Pasal 959 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. c. penyelenggaraan bimbingan Pemerintahan. (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. d. c. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. (4) Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. d. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .277 Pasal 958 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. . pemberian dukungan teknis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. b.

dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. d. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta bagan perkiraan standar. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan. Pasal 965 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus. perumusan. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. dan pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. (4) Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 964 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari atas: a. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. c. dan Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. perumusan.278 Pasal 962 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan pemutakhiran bagan akun standar. b. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pengkajian. b. Seksi Sistem Akuntansi Instansi.

Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi II. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.279 Pasal 966 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. dan pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. Pasal 970 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran dan kas umum negara. berkala kementerian/lembaga yang c. c. II. Pasal 967 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. b. Pasal 969 Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. b. d. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi IV. III. . Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi III. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan. melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan penyajian laporan keuangan berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 968 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri atas: a. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga.

Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan pengadministrasian data Kas Umum Negara. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Regional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 972 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara terdiri atas: a. pengolahan. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. pengumpulan. c. (2) (3) (4) . Seksi Akuntansi Kas. dan pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. Pasal 973 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Pasal 974 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi seluruh Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing kementerian/lembaga. pemeliharaan. Seksi Bimbingan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. d.280 Pasal 971 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 970. melaksanakan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara. b. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penerimaan. Seksi Akuntansi Umum.

penghimpunan Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. b. b. c. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. Pasal 978 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. dan d. (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. dan d. c. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .281 Pasal 975 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 974. Pasal 976 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat terdiri atas: a. Pasal 977 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. . Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. pengkonsolidasian Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN.

pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan statistik keuangan pemerintah. Pasal 981 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas melakukan pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah serta mengumpulkan dan mengolah data statistik. c. pengolahan data statistik keuangan pemerintah. c. analisis terhadap laporan keuangan. b. penyusunan laporan manajerial perbendaharaan. dan penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. dan d. Seksi Analisis Laporan Keuangan. e. d. penyampaian hasil analisis laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. h. . Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. b. Pasal 980 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri atas: a. Seksi Informasi dan Publikasi. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan/penyajian serta penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. penyajian informasi statistik keuangan pemerintah. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. g. pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah.282 Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik.

Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. e. d. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. prosedur. e. Pasal 985 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri atas: a. c. standar. penyiapan pemberian perbendaharaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan.283 Pasal 982 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . d. dan g. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. b. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 983 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem perbendaharaan. f. dan kriteria di bidang sistem perbendaharaan. c.

Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. sosialisasi. Pasal 987 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986. kajian. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. evaluasi. inventarisasi peraturan. d. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. i. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. b. g. analisis keterkaitan. evaluasi. analisis keterkaitan. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. b. kajian. I-B. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. penelaahan permasalahan. Pasal 988 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri atas: a. c.284 Pasal 986 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Pasal 989 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. inventarisasi peraturan. penelaahan permasalahan. sinkronisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sosialisasi. dan k. j. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. h. sinkronisasi. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. c. pembinaan dan bimbingan teknis. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. . f. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.

sinkronisasi. II-B. dan d. analisis keterkaitan. sosialisasi. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. b. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. kajian. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. d. kajian. f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. i. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. penelaahan permasalahan. h. c. evaluasi. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. sinkronisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 993 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sosialisasi. . penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. pembinaan dan bimbingan teknis. k. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. Pasal 992 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri atas: a. inventarisasi peraturan. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. b. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. inventarisasi peraturan. c. Pasal 991 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan permasalahan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. j. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. e. g. evaluasi. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A.285 Pasal 990 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan.

dan d. pengembangan. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. B. h. b. Pasal 995 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994. C. pendokumentasian. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. b. pengembangan. Seksi Pengembangan Aplikasi B. g. pemeliharaan. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pemeliharaan. c. Pasal 996 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Aplikasi D. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. dan pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. analisis dan perancangan sistem aplikasi. Seksi Pengembangan Aplikasi C. dokumentasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. perancangan. . perancangan. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. Pasal 997 Seksi Pengembangan Aplikasi A. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. Seksi Pengembangan Aplikasi A. f. i. d.286 Pasal 994 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan analisis. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. dukungan dan bimbingan teknis.

penyusunan standardisasi. evaluasi. perangkat keras. pengujian. pengkajian. dan d. Pasal 1001 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. . j. c. Seksi Komunikasi Data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . situs (website). dan pengembangan teknologi informasi. penghimpunan data sumber. dan perangkat lunak. Seksi Analisis Data. pemberian bimbingan dan dukungan teknis. e. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. b. pengelolaan basis data. dan pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). pengelolaan layanan informasi. Seksi Pengelolaan Basis Data. perangkat keras. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. i. g. penghimpunan data sumber. monitoring. web content dan internet. pengelolaan dan pengamanan basis data. pengelolaan layanan informasi. pemberian dukungan teknis. pengelolaan kinerja basis data. pengamanan. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. penerapan. b. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. pelaksanaan distribusi data. h. e-mail. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. standardisasi. Pasal 1000 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri atas: a. evaluasi. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. pengelolaan kamus data (data dictionary). perancangan dan standardisasi basis data. Pasal 999 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998. monitoring. c. dan distribusi data. d. pengujian. pengamanan. dan perangkat lunak. f.287 Pasal 998 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan standardisasi basis data.

penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. monitoring. serta pengelolaan. pemberian dukungan teknis. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai fungsi: a. evaluasi. pengkajian. h. sertifikasi. diseminasi. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. pembinaan. pelaksanaan penilaian akreditasi. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. web content.288 (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. Pasal 1003 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1002. e-mail. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1002 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman. dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. i. evaluasi. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. pembinaan. pengamanan. pengujian. f. melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun serta melaksanakan verifikasi dan penyusunan laporan pengelolaan program pensiun. situs (website). sosialisasi. implementasi. d. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. penyiapan perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. penyiapan perumusan pola akreditasi. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. e. g. c. b. sertifikasi. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. .

(2) Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan koordinasi penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan c. dan k. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. penyusunan konsep pengesahan.289 j. pembahasan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. b. pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1006 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyusunan konsep pengesahan. . Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. (3) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. Pasal 1004 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun terdiri atas: a. merumuskan pola akreditasi. serta pembahasan. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 1005 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapan perumusan peraturan perundangan dan pedoman terkait. Seksi Program Pensiun. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun.

Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. g. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. b. penyiapan  penyusunan norma. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi e. perancangan. prosedur. standar. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang transformasi perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c.290 Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 1007 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi perbendaharaan. d. c. b. e. Pasal 1009 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. penyiapan  pemberian perbendaharaan. . dan h. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1010 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. manajemen pembayaran dan pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat serta penerapan perubahan organisasi. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan.

pengkajian dan penyempurnaan. dan akuntansi.291 Pasal 1011 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. b. Pasal 1012 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi terdiri atas: a. serta melakukan pengkajian kesesuaian akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. dan akuntansi. e. pelaporan. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. dan akuntansi. dan f. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II. d. c. dan d. pelaporan. Seksi Transformasi Organisasi. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 1013 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pelaporan. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis pelaporan dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen pembayaran. serta melakukan pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. b. pengkajian dan penyempurnaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. manajemen pembayaran. c. . manajemen pembayaran. pelaporan. dan akuntansi. manajemen pembayaran. pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi.

manajemen penerimaan. dan sistem bank sentral. Pasal 1016 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri atas: a. dan sistem bank sentral. manajemen penerimaan. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. manajemen penerimaan. manajemen Barang Milik Negara. manajemen Barang Milik Negara. perancangan. manajemen kas. Utang. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. c. dan sistem bank sentral. Utang. manajemen kas. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . manajemen investasi. manajemen investasi. manajemen kas. Utang. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. manajemen komitmen. d. manajemen kas. manajemen komitmen. manajemen komitmen. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I. Pasal 1014 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi.292 (4) Seksi Transformasi Organisasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. Utang. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen komitmen. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. Pasal 1015 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. manajemen investasi. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. Utang. manajemen penerimaan. sistem perbankan umum. dan e. manajemen kas. dan c. b. . manajemen Barang Milik Negara. manajemen penerimaan. sistem perbankan umum. manajemen komitmen. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II.

pengkajian dan penyempurnaan. Pasal 1020 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. e. b. dan penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum teknologi informasi perbendaharaan. dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis utang. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. b. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. pengkajian dan penyempurnaan. Pasal 1018 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. dan . tugas melaksanakan pengembangan. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. pengkajian dan penyempurnaan. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. d. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. dan proses bisnis manajamen komitmen dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Perangkat Lunak.293 Pasal 1017 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. dan c. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. f. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dan proses bisnis penerimaan dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Perangkat Keras. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . manajemen kas. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. c.

pemberian dukungan teknis.294 Pasal 1021 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. c. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. pengamanan. dan c. pengelolaan. pengamanan. pengembangan. dan dokumentasi sistem aplikasi. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. monitoring. d. perancangan. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. pengujian. Pasal 1023 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. II. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. pemberian dukungan teknis. . pengujian. pengujian. pemberian dukungan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan e. pengembangan. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. b. pengembangan. monitoring. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengembangan. Pasal 1022 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. monitoring. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. Pasal 1024 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri atas: a. Pasal 1025 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. b. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. evaluasi dan dokumentasi perangkat keras.

perumusan. Pasal 1029 (1) Seksi Perencanaan. c. penyiapan perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. (2) Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan mempunyai tugas melakukan verifikasi dan penyelesaian tagihan. Seksi Perencanaan. penyiapan perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia. . dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. dan Pelaporan. penyusunan. Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan. Pengendalian. Pasal 1027 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1026. Pengendalian. penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. evaluasi. pengkajian. penyiapan perumusan. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. d. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. melakukan monitoring dan evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. penyiapan perumusan. c. b. (3) Seksi Sarana dan Dukungan Jasa mempunyai tugas melakukan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa.295 Pasal 1026 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. e. b. melaksanakan operasional transformasi. dan g. f. Pasal 1028 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. melakukan monitoring. dan d. Seksi Sarana dan Dukungan Jasa. penyusunan.

b. Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya. dan Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan menyusun laporan keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala atas transaksi kebendaharaan umum negara. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada BUN dan unit khusus lain. dan memantau laporan keuangan berkala pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. d. mengkonsolidasikan. membina. evaluasi. . Pasal 1033 (1) Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyusunan. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. merekonsiliasi. Pasal 1031 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030. Pasal 1032 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara terdiri atas: a. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Pembiayaan secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. e. Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan. Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan BUN dan unit khusus lain. i. penghimpunan laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. c. c. b. penyusunan laporan keuangan Bendahara Umum Negara. g. f. pemantauan penyajian laporan keuangan berkala BUN dan unit khusus lain. dan rekonsiliasi dan pembinaan Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. d. h. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyusunan prosedur dan kebijakan pelaporan keuangan Bendahara Umum Negara.296 (4) Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan pengkajian dan perumusan kebijakan dan strategi penempatan dan pelatihan sumber daya manusia. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1030 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan.

memantau laporan keuangan berkala Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Subsidi. Hibah. memantau laporan keuangan berkala BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. (4) Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dan Laporan Keuangan Utang. Penerusan Pinjaman. Belanja Lain-Lain. Investasi. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. evaluasi. . merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan BUN Lainnya secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 1034 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1035 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Laporan Arus Kas untuk menghasilkan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.297 (2) Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer mempunyai tugas melakukan penyusunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Transfer ke Daerah. Badan Lainnya. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan Belanja dan Transfer secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. (3) Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya mempunyai tugas melakukan penyusunan. Transaksi Khusus.

298 Pasal 1036 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. .

dan lelang. perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1039 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi. prosedur. g. penyusunan norma. Pasal 1038 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. piutang negara. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. Direktorat Penilaian. b.299 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1037 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. piutang negara. dan lelang. c. dan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Direktorat Barang Milik Negara. standar.dan lelang. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. dan lelang. dan kriteria di bidang kekayaan negara. Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan. dan h. Direktorat Lelang. e. piutang negara. Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. f. c. piutang negara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. . piutang negara. dan e.

Bagian Perlengkapan. rencana strategik. dan h. pelaksanaan kepatuhan internal di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. d. Bagian Umum. koordinasi penyusunan rencana kerja. dan dokumentasi direktorat jenderal. Pasal 1042 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Bagian Keuangan. kearsipan. f. kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja direktorat jenderal. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat direktorat jenderal. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. dan keuangan.300 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1040 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. perencanaan dan implementasi manajemen risiko direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal. dan laporan akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. e. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. c. b. pelaksanaan tata usaha. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. e. . dan f. d. g. rumah tangga.

pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Pasal 1045 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal terdiri atas: a. penyiapan bahan tanggapan. f. c. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. laporan akuntabilitas kinerja. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. dan h. g. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan. e. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja. d. analisis jabatan. standar norma waktu dan standar beban kerja. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. b. Subbagian Tata Laksana. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan monitoring dan pengembangan penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. . penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyusunan rumusan produk hasil kerja. Pasal 1044 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1043. dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. rencana strategik. analisis atas kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a.301 Pasal 1043 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. dan c. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. penyiapan bahan penataan organisasi.

pengawasan dan evaluasi standar kinerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pengembangan kompetensi. manajemen bakat. uraian jabatan. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan kebutuhan. program assessement. serta pelaksanaan pengelolaan kepangkatan. (3) Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan pelaksanaan prosedur. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. tanggapan. perancangan dan implementasi rekrutmen. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. kepemimpinan. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. pengembangan program graduate pegawai. koordinasi dan implementasi analisis beban kerja. b. serta implementasi pengelolaan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal. analisis jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyusunan jabatan fungsional. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. Sistem Informasi dan Manajemen Kepegawaian. penilaian kinerja. tata naskah persuratan dinas. dan pengembangan serta implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. sarana dan metode implementasi reward dan punishement Sumber Daya Manusia. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis perencanaan.302 Pasal 1046 (1) Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. . pengelolaan sistem data formasi. penelitian laporan pengaduan masyarakat. penyelesaian kasus pegawai. pengawasan dan evaluasi administrasi. evaluasi pelayanan teknis. standardisasi teknis. pengangkatan. mutasi. Pasal 1047 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. kepuasan pegawai. pelaksanaan kajian pengembangan. c. penyempurnaan kode etik. serta laporan tahunan Direktorat Jenderal. pengelolaan. dan d. kajian kompensasi dan benefit. pengelolaan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. perencanaan. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan formasi.

serta penyusunan formasi pegawai dan sistem data formasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal. standar kinerja pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan. Pasal 1050 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan analisa dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. dan d. serta perencanaan dan penilaian kinerja pegawai. serta manajemen bakat. penyempurnaan dan pengawasan kode etik. SIMPEG. pengelolaan. b. Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian. pengembangan kebutuhan pegawai. (3) Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisa perencanaan. pengangkatan. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. serta pengembangan kompetensi. c. kepangkatan. dan pemensiunan. pemberhentian. pemberian kompensasi dan benefit. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian. Pasal 1051 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi jabatan/posisi dan program mutasi. (2) Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan. penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran.303 Pasal 1049 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. administrasi SDM. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. . Pasal 1052 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051. implementasi rekrutmen dan seleksi pegawai. kepuasan pegawai dan pelaksanaan sarana serta metode implementasi reward dan punishment. program graduate. penyelesaian kasus pegawai. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kepemimpinan. pengembangan. program assessement.

dan d. Pasal 1054 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. pemeliharaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. Subbagian Pengadaan. serta pelaksanaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. . dan c. Subbagian Perencanaan Anggaran. b. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perbendaharaan.304 Pasal 1053 Bagian Keuangan terdiri atas: a. c. Pasal 1057 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan inventarisasi. Pasal 1055 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan penghapusan perlengkapan. penyiapan dokumen. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji pegawai Kantor Pusat serta kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. Subbagian Gaji. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan.

pengamanan. tamu. kepustakaan. perjalanan dinas. angkutan. dan protokol. Pasal 1062 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. Subbagian Tata Usaha. perjalanan dinas. b. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. Pasal 1059 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengetikan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. Pasal 1060 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. pelaksanaan urusan protokol. penyiapan dokumen. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1061 Bagian Umum terdiri atas: a. kepustakaan. rapat pimpinan dan d. b. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan dan akomodasi. dan penghapusan perlengkapan. perjalanan dinas. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan. Subbagian Rumah Tangga. pemeliharaan. pelaksanaan urusan surat-menyurat. c. ekspedisi.305 Pasal 1058 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. pemeliharaan sarana dan prasarana. tamu. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. penggandaan. ekspedisi. dan dokumentasi. serta pelaksanaan. rumah tangga. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. . pengetikan. dan c. dan dokumentasi. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. serta penatausahaan. penggandaan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. kearsipan. kearsipan. pelaksanaan urusan akomodasi. tamu. serta akomodasi.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 306 (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga, pengadaan dan distribusi alat tulis kantor, angkutan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penatausahaan, pengamanan, pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.

Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara Pasal 1063 Direktorat Barang Milik Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang barang milik negara.

Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063, Direktorat Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang barang milik negara; b. pelaksanaan kebijakan di bidang barang milik negara; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang barang milik negara; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang barang milik negara; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

Pasal 1065 Direktorat Barang Milik Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Barang Milik Negara I; b. Subdirektorat Barang Milik Negara II; c. Subdirektorat Barang Milik Negara III; d. Subdirektorat Barang Milik Negara IV; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 307 Pasal 1066 Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1067 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066, Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; c. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; dan g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III. Pasal 1068 Subdirektorat Barang Milik Negara I masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IA; b. Seksi Barang Milik Negara IB;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 308 c. Seksi Barang Milik Negara IC; dan d. Seksi Barang Milik Negara ID.

Pasal 1069 Seksi Barang Milik Negara IA, IB, IC, dan ID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA, IB, IC, dan ID sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1070 Subdirektorat Barang Milik Negara II masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IID. Pasal 1071 Seksi Barang Milik Negara IIA, IIB, IIC, dan IID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA, IIB, IIC, dan IID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1072 Subdirektorat Barang Milik Negara III masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IIID.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 309 Pasal 1073 Seksi Barang Milik Negara IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1074 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1075 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074, Subdirektorat Barang Milik Negara IV menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; c. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 310 g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; dan h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan daftar barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. Pasal 1076 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IVA; b. Seksi Barang Milik Negara IVB; c. Seksi Barang Milik Negara IVC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IVD. Pasal 1077 Seksi Barang Milik Negara IVA, IVB, IVC, dan IVD masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IVA, IVB, IVC, dan IVD sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1078 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IV.

Bagian Kelima Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan Pasal 1079 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara dipisahkan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 311 Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079, Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kekayaan negara dipisahkan; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara dipisahkan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1081 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan terdiri atas: a. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I; b. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan III; d. Subbagian Tata Usaha; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1082 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1083 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082, Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; b. penyusunan bahan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; c. penyiapan pengelolaan dan penatausahaan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 312 d. penyiapan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara dan perseroan terbatas lainnya Lingkup I, II, dan III; e. penyiapan analisis dan pelaporan di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; f. penyiapan pembinaan dan pengawasan Badan Usaha Milik Negara/Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III; dan g. penyiapan pengawasan atas tindak lanjut penetapan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dan penetapan barang milik negara eks. proyek kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III.
Pasal 1084 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IC. Pasal 1085 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IA, IB, dan IC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1086 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan II terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIC. Pasal 1087 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIA, IIB, dan IIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 313 Pasal 1088 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan III terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIC. Pasal 1089 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA, IIIB, dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIIA, IIIB, dan IIIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1090 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Dipisahkan III.

(2)

Bagian Keenam Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1091 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain. Pasal 1092 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1091, Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 314 c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
Pasal 1093 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri atas: a. Subdirektorat Piutang Negara I; b. Subdirektorat Piutang Negara II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I; d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II; e. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III; f. Subbagian Tata Usaha; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1094 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN. Pasal 1095 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094, Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN yang telah diserahkan kepada PUPN; c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan telaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 315 e. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; dan g. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN.

Pasal 1096 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IA; b. Seksi Piutang Negara IB; dan c. Seksi Piutang Negara IC. Pasal 1097 Seksi Piutang Negara IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi bimbingan teknis, dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan ke PUPN, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, dan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek lingkup IA, IB, IC, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1098 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN dan pengelolaan piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN, serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusanya belum diserahkan kepada PUPN, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 316 Pasal 1099 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098, Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan penelaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; e. penyiapan bahan penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; g. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; h. penyiapan bahan penelaahan usul penghapusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; i. penyiapan bahan perumusan kebijakan penatausahaan, penagihan, dan evaluasi serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; dan

j.

k. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. Pasal 1100 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IIA; b. Seksi Piutang Negara IIB; dan c. Seksi Piutang Negara IIC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 317 Pasal 1101 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pematauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekeretariatan PUPN Pusat. Pasal 1102 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I, II dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, penatausahaan dan penyusunan daftar, pemberian bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kekayaan negara lain-lain, serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I, II dan III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

c. penyiapan bahan rumusan kebijakan. II dan III. dan e. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. b. II dan III. II dan III. c. perencanaan. . IB. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. c. penghimpunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . II dan III. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. b. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. II dan III. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IA.318 Pasal 1103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. penyusunan sistem dan prosedur. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. dan d. pengawasan. b. pemberian bimbingan teknis. standardisasi. Pasal 1105 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. dan d. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. bimbingan teknis. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. d. penatausahaan dan penyusunan daftar. IC. Pasal 1104 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri atas: a. dan ID. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I dan II. pemantauan. IC. penelaahan. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Pasal 1106 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri atas: a. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. penyiapan bahan perencanaan. sistem dan prosedur. IB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID.

dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. c. pengawasan. Pasal 1109 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. penyusunan sistem dan prosedur. Pasal 1110 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIIC. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Pasal 1108 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri atas: a. perencanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .319 Pasal 1107 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. pemantauan. dan IIID. pemantauan. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Piutang Negara I. . pengawasan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. penatausahaan dan penyusunan daftar. pemberian bimbingan teknis. IIIB. IIIC. dan IID. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. penatausahaan dan penyusunan daftar. IIB. IIB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. penyusunan sistem dan prosedur. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. perencanaan. pemberian bimbingan teknis. IIC. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIIA. IIC. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIA. IIIB.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. II. prosedur. b. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. pengawasan. dan III. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. penghapusan. dan g. pemeliharaan. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1114 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I . Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. penyiapan penyusunan norma. pemindahtanganan. Pasal 1113 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi terdiri atas: a.320 Bagian Ketujuh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain selain kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II. d. standar. e. f. c. c. Pasal 1112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pengamanan. pemanfaatan. II. dan kriteria di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. . d. dan e. pemantauan. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kegiatan penggunaan. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi.

dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. aset eks UP3. penghapusan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan penggunaan. b. pemantauan. pengamanan. pemindahtanganan. barang milik negara eks kepabeanan. air dan tata ruang angkasa. barang milik negara eks kepabeanan. barang yang dirampas oleh negara. Pasal 1116 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I masing-masing terdiri atas: a. c. IB. penyiapan bahan pelaksanaan penggunaan. pengawasan. pengendalian. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. IC. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. IB. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IB. pemindahtanganan. pengamanan dan pemeliharaan. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemanfaatan. hak atas bumi. IC. pemeliharaan. II. dan c. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1117 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. penghapusan. pengendalian. pemanfaatan. pengawasan. d. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. dan III menyelenggarakan fungsi: a. air dan tata ruang angkasa. b. dan Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara ID. II. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. pemantauan. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. aset eks UP3. barang yang dirampas oleh negara. .321 Pasal 1115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114. penyiapan bahan pertimbangan rencana kebutuhan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IC. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. dan ID serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. II. II. hak atas bumi.

cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. aset eks UP3. pengawasan. Pasal 1120 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III masing-masing terdiri atas: a. pengamanan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA.322 Pasal 1118 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II masing-masing terdiri atas: a. c. Pasal 1121 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. pemeliharaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. aset eks UP3. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIIA. pemindahtanganan. IIC. dan d. b. air dan tata ruang angkasa. pengamanan. barang milik negara eks kepabeanan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIC. IIIC. . dan IID. c. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. penghapusan. IIIB. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIB. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IID. hak atas bumi. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembinaan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIC. pemantauan. dan IIID. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIID. IIB. pengendalian. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIA. pengendalian. IIC. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. pemanfaatan. barang milik negara eks kepabeanan. barang yang dirampas oleh negara. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. air dan tata ruang angkasa. pengawasan. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIB. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. IIB. IIIB. Pasal 1119 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. hak atas bumi. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. IIIC. pemantauan. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemeliharaan. penghapusan. barang yang dirampas oleh negara. pemanfaatan. b. pemindahtanganan.

penyusunan buku manual sistem aplikasi dan dokumentasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II . Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi penatausahaan dan pengelolaan barang milik negara. kekayaan negara lain-lain dan kekayaan negara dipisahkan. penyusunan buku manual. dokumentasi sistem aplikasi. Pasal 1123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1122. implementasi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penilaian. implementasi. piutang negara dan lelang.323 Pasal 1122 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan. perancangan. piutang negara dan lelang. pemantauan. integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. perencanaan. c. piutang negara dan lelang. penilaian. dan Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. piutang negara dan lelang. piutang negara dan lelang. pemeliharaan dan integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. Pasal 1125 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. d. penilaian. pemrograman. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. b. perancangan desain sistem aplikasi dan basis data. b. c. pengembangan. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I. implementasi. d. Pasal 1124 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi terdiri atas: a. evaluasi. e. dan f. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. penyiapan bahan perencanaan. piutang negara dan lelang. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III. penilaian. penilaian. penilaian. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. . penilaian.

(3) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. implementasi. penyiapan rumusan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi di bidang kekayaan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemberian layanan operasional teknologi informasi di bidang kekayaan negara. enterprise integration portal dan website DJKN. dan hukum. layananan operasional teknologi informasi dan perangkat keras. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi sistem aplikasi kesekretariatan. . lunak. piutang negara dan lelang. pemrograman integrasi sistem aplikasi. c. piutang negara dan lelang. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. penilaian. pemrograman. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kajian dan standardisasi teknologi informasi. implementasi. penilaian. pengelolaan data di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. (4) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa integrasi sistem aplikasi. b. pemantauan dan evaluasi pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi integrasi sistem informasi geografi. perencanaan dan perancangan desain integrasi sistem aplikasi dan integrasi basisdata. implementasi. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penilaian.324 (2) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. pengelolaan perangkat keras. Pasal 1126 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan pemantauan pengolahan data. pemrograman. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. penilaian. pelayanan lelang. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1126. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi. penyusunan buku manual dan dokumentasi integrasi sistem aplikasi. penilaian. lunak. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. Business Intelligence (BI). perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. implementasi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi piutang negara. penilaian. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. dan d.

kestabilan. Pasal 1129 (1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penghimpunan. data center. . (3) Seksi Layanan Operasional mempunyai tugas menerima laporan gangguan. kesinambungan penggunaan dan pemanfaatan perangkat keras. melakukan pemantauan. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. Seksi Layanan Operasional. pengelolaan even (event management). sistem operasi. jaringan/VPN-IP dan bandwidth. kinerja. penilaian. dan d. (2) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi. Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. perencanaan strategik teknologi informasi. hosting dan/atau perubahan profil hosting. kegagalan (incident management). memberikan solusi sementara dan/atau permanen.325 Pasal 1128 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional terdiri atas: a. piutang negara dan lelang. pengujian. Pasal 1130 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi dan pembaharuan tingkat layanan. perubahan dan penghapusan serta pengaturan kewenangan akses file share. pemeliharaan dokumen dan/atau manual. pengalokasian port TCP/IP. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. penyaringan (filtering) situs.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pertanyaan atau permintaan layanan operasional. perencanaan pendidikan dan pelatihan SDM Teknologi Informasi. pemutakhiran data. melakukan pendefinisian layanan dan pemutakhiran portofolio layanan. dan pengelolaan dokumen elektronik di bidang kekayaan negara. b. pemantauan ketersediaan. pelaporan. Cetak Biru Sistem Manajemen Informasi dan Pelayanan Terpadu DJKN (SMIPT-DJKN). perangkat lunak software aplikasi. memberikan dukungan teknis/onsite support. pemeliharaan infrastruktur anti-virus protection. permasalahan (problem management) dan akses (access management). (4) Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. konfigurasi dan/atau pemutakhiran konfigurasi. pengolahan. mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan tingkat layanan. menyediakan dan memelihara katalog layanan. keamanan. penyiapan bahan penyusunan cetak biru pengembangan SDM Teknologi Informasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Layanan Operasional Teknologi Informasi. Lunak dan Jaringan mempunyai tugas melakukan instalasi/upgrading. dan Jaringan. c. pembuatan. Lunak.

analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti dan properti khusus. Pasal 1133 Direktorat Penilaian terdiri atas: a. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. dan e. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti menyelenggarakan fungsi: a. dan c. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. b. b. Pasal 1135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. pelaksanaan penilaian. c. penyiapan penyusunan norma. prosedur. f. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti. e. d. Pasal 1134 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis.326 Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Pasal 1131 Direktorat Penilaian mempunyai tugas melaksanakan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian. . Direktorat Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penilaian. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. analisis. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam. Pasal 1132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131.

Pasal 1137 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis II. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I. Pasal 1139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. pelaksanaan penilaian. d. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian penilaian bisnis dan sumber daya alam. serta pelaksanaan penilaian. Pasal 1140 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam terdiri atas: a. . dan d. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I. analisis. dan Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus II. analisis. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti lingkup I dan II. analisis. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. c. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1138 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. b. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I. serta evaluasi tugas di bidang penilaian Properti Khusus lingkup I dan II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. serta pelaksanaan penilaian. dan c.327 Pasal 1136 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti II. b. b.

Pasal 1144 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah terdiri atas: a. pencatatan kinerja. serta administrasi penilai pemerintah. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis lingkup I dan II. e. Pasal 1142 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. penyiapan pembinaan. Pasal 1145 (1) Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. supervisi dan evaluasi kinerja. pelaksanaan administrasi terhadap penilai pemerintah meliputi register. pelaksanaan penilaian. serta pelaksanaan penilaian. b. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah II. pembinaan. penyiapan pengawasan penilai pemerintah. analisis. c. penyusunan dan pengawasan kode etik. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pendaftaran. . serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian sumber daya alam lingkup I dan II. dan f. Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah. dan d. serta pelaksanaan penilaian. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I. c. analisis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. penyiapan pemberian bimbingan teknis pelaksanaan penilaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Lingkup I dan II. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. dan penjenjangan penilai pemerintah. d. pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. serta pelaksanaan penilaian.328 Pasal 1141 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah.

dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian. Pasal 1146 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. . pelaksanaan penilaian. pengelolaan. analisis dan evaluasi permohonan dan laporan penilaian. bimbingan teknis. serta pengelolaan. serta pelaksanaan penilaian. Pasal 1147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146. analisis dan peningkatan kualitas laporan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. supervisi. penganalisisan. analisis. (3) Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. analisis penjenjangan penilai pemerintah. dan peningkatan kualitas laporan penilaian. Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian. analisis. verifikasi. d. Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian. c. supervisi. pengelolaan. analisis. serta pengumpulan. pendaftaran. supervisi. bimbingan teknis. perencanaan. pengumpulan. perencanaan.329 (2) Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian register. analisis. dan peningkatan kualitas laporan penilaian dan data di bidang penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 1149 (1) Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian mempunyai tugas melakukan perencanaan. serta pelaksanaan penilaian. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian. Seksi Pengelolaan Data dan Infomasi Penilaian. perekaman pelaksanaan tugas penilai analisis kinerja dan kualifikasi penilai pemerintah. Pasal 1148 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian terdiri atas: a. dan melakukan perencanaan peningkatan kualitas penilai pemerintah berdasarkan hasil analisis kinerja dan kualifikasi. pengawasan penilai pemerintah dan pelaksanaan penilaian. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi terhadap laporan penilaian. dan e. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengelolaan. dan c. dan evaluasi terhadap laporan penilaian yang disusun oleh penilai pemerintah. verifikasi. analisis. b.

dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian serta pelaksanaan penilaian. Subdirektorat Bina Lelang II. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Pembinaan Penilai. supervisi. c. serta pelaksanaan penilaian. Pasal 1150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. prosedur. analisis. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (3) Seksi Pengelolaan Data Penilaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan e. analisis. Bagian Kedelapan Direktorat Lelang Pasal 1151 Direktorat Lelang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lelang. . standar. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1151. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lelang. d. d. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lelang.330 (2) Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian mempunyai tugas melakukan verifikasi. Pasal 1153 Direktorat Lelang terdiri atas: a. dan e. perencanaan. Subdirektorat Bina Lelang I. dan kriteria di bidang lelang. c.

pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. g. Seksi Bina Lelang IC. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. penyiapan bahan bimbingan teknis. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. . standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Bina Lelang IB. perencanaan lelang. dan c. f. evaluasi. Pasal 1155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154. d. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. b. pengembangan lelang. serta pelaksanaan pembinaan. analisis dan penggalian potensi lelang.331 Pasal 1154 Subdirektorat Bina Lelang I dan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan lelang. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. h. Seksi Bina Lelang IA. pemantauan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. pemantauan. serta pembinaan kinerja di bidang lelang. e. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. Pasal 1156 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri atas: a. penyiapan bahan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. dan i. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. analisis.

Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1160. pemeriksaan.332 Pasal 1157 Seksi Bina Lelang IA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. bimbingan teknis. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. dan IC. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. Pasal 1159 Seksi Bina Lelang IIA. . analisis. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. Pasal 1160 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. bimbingan teknis. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. IIB. b. IIB. Seksi Bina Lelang IIB. verifikasi risalah lelang. pemantauan. IB. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. b. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. dan IIC. Seksi Bina Lelang IIA. dan c. verifikasi risalah lelang. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. penyiapan bahan bimbingan teknis. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. Pasal 1158 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri atas: a. pemantauan. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. pemantauan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IB. Seksi Bina Lelang IIC.

analisis.333 c. pengawasan. ujian profesi Pejabat Lelang. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. pemberian penghargaan dan sanksi. Seksi Bina Profesi Lelang II. pengangkatan. j. h. dan pemberhentian Pejabat Lelang. pengangkatan. dan l. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. e. d. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. . pembinaan. standardisasi. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. perencanaan dan pengembangan lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. pengawasan dan pembinaan. pengumpulan. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. penyajian informasi. bimbingan teknis. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pengolahan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. b. g. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 1162 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri atas: a. ujian profesi. Seksi Bina Profesi Lelang I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . f. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. Pasal 1163 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. k. pengawasan. pemantauan. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. dan c. Seksi Bina Jasa Lelang. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. petunjuk teknis serta yuridis lelang. i.

penyiapan penyusunan norma. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. Bagian Kesembilan Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 1165 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hukum dan hubungan masyarakat. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. Pasal 1164 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. prosedur. standardisasi. pengolahan. pengumpulan. dan kriteria di bidang hukum dan hubungan masyarakat. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. serta pencabutan izin operasional lelang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Bina Lelang I. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. pengawasan dan pembinaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hukum dan hubungan masyarakat. b. . dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. pemberian penghargaan dan sanksi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. d.334 (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang.

Pasal 1169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. b. dan g. penilaian. dan lelang. Subdirektorat Hubungan Masyarakat. penilaian. dan lelang. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Subbagian Tata Usaha. pengurusan piutang negara. pengelolaan dokumen hukum. Subdirektorat Bantuan Hukum . pengurusan piutang negara dan lelang. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan pelaksanaan lelang. penilaian. Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Peraturan Perundangan I. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. f. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1170 Subdirektorat Peraturan Perundangan I terdiri atas: a. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penilaian. dan e. . e. penilaian. pengurusan piutang negara dan lelang. Pasal 1168 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Peraturan Perundangan . piutang negara. b. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .335 Pasal 1167 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. piutang negara. d. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan lelang. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. penilaian. pengurusan piutang negara. pengurusan piutang negara dan lelang. c. Seksi Peraturan Perundangan II. d.

b. Seksi Bantuan Hukum II. Seksi Peraturan Perundangan IV. III.336 c. Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. Seksi Bantuan Hukum I. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. dan pelayanan lelang Lingkup I. dan d. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. Seksi Bantuan Hukum IV. dan d. piutang negara dan lelang. penyajian peraturan perundangan di bidang kekayaan negara. pelaksanaan klasifikasi peraturan. dan d. penilaian. penilaian. b. penilaian. Pasal 1172 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. Seksi Bantuan Hukum III. dan IV. II. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. piutang negara dan lelang. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pelaksanaan lelang. Pasal 1171 Seksi Peraturan Perundangan I. piutang negara. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. piutang negara dan lelang. c. Pasal 1174 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. pengurusan piutang negara. penilaian. . penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. Seksi Peraturan Perundangan III. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. III. II. penilaian.

Pasal 1176 Subdirektorat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. penyuluhan dan layanan informasi. II. dan opini publik. dan lelang. penilaian. dan opini publik. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. dan d. penyiapan bahan penyusunan rumusan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi. hubungan media. dan pengelolaan berita. dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. penilaian. kebijakan. evaluasi. Pasal 1178 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Layanan Informasi terdiri atas: a. pengelolaan situs internet. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi. dan IV. dan bimbingan teknis. perpustakaan. penelaahan kasus hukum. melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. komunikasi publik. c. kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pertimbangan. publikasi. Pasal 1179 (1) Seksi Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. III. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. standardisasi. Seksi Komunikasi Publik. . komunikasi publik serta penyelenggaraan desk information dan call center. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. hubungan media. penyiapan bahan penyusunan rumusan. dan c. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. b. II. evaluasi. piutang negara dan lelang lingkup I.337 Pasal 1175 Seksi Bantuan Hukum I. analisis berita. b. kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan serta pengolahan data untuk keperluan hubungan masyarakat. dan pengolahan data hubungan masyarakat di bidang kekayaan negara. analisis berita. III. evaluasi. Subdirektorat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis. dokumentasi. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan rapat eksternal. dan pelaksanaan di bidang hubungan media. piutang negara. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi.

kebijakan. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. penyelenggaraan desk information dan call center. dan pelaksanaan publikasi. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.338 (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1181 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta situs web dan portal intranet. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta koordinasi penyiapan bahan rapat eksternal. pengelolaan berita. Pasal 1182 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. pengolahan data untuk keperluan internal dan hubungan masyarakat. kebijakan. evaluasi. . dokumentasi. dan perpustakaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Hubungan Masyarakat.

standar. Direktorat Dana Perimbangan. b. b. dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan. . penyusunan norma.339    BAB X DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1183 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. c. perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. c. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. prosedur dan kriteria di bidang perimbangan keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1185 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri atas: a. d. Pasal 1184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1183. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan.

d. Kelompok Jabatan Fungsional. e. kepegawaian. fasilitasi penyusunan peraturan. koordinasi penyusunan rencana kerja. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. Pasal 1188 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi. b. pelaksanaan tata usaha. dan perpustakaan direktorat jenderal. d. g. Bagian Umum. . Bagian Perencanaan dan Organisasi. c. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. dan e. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. f. rencana strategik. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. Pasal 1189 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan h. rencana kerja. kearsipan. Bagian Kepegawaian. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. pengembangan kinerja. rencana anggaran. penelaahan dan evaluasi jabatan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan.340    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1186 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 1187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1186.

rencana strategik. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. . Subbagian Organisasi. e. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Perencanaan. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. penyusunan laporan akuntabilitas. dan rencana anggaran. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Pasal 1191 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. b. d. dan d. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. dan g. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan laporan pelaksanaan tugas.341    Pasal 1190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189. Subbagian Tata Laksana. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. f. Pasal 1192 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. b. Subbagian Pelaporan. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi.

statistik dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. dan c. pemberhentian. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. b. . penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. c. kepangkatan. pemberhentian. Pasal 1195 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dokumentasi. Pasal 1194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. kepangkatan. Pasal 1196 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. dan mutasi kepegawaian lainnya. dokumentasi. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. statistik. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Pasal 1197 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.342    Pasal 1193 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. b. pemensiunan pegawai. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. dan d. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. dan kesejahteraan pegawai.

dokumentasi. dokumentasi. . dan penggandaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. Pasal 1202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1201. Pasal 1199 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. kepustakaan. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. kearsipan. dan c. b. rumah tangga. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.343    Pasal 1198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1197. pelaksanaan urusan surat menyurat. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 1201 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. ekspedisi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. perlengkapan. kearsipan. b. kepustakaan. Pasal 1200 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL.

dan d. Subbagian Perlengkapan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. pelaksanaan urusan perlengkapan. inventarisasi. Subbagian Protokol. penyiapan dokumen. . b. pelaksanaan urusan rumah tangga. pengangkutan pegawai. ekspedisi. Subbagian Rumah Tangga. Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1205 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang dana perimbangan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang dana perimbangan. pendistribusian. c. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang dana perimbangan. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. dan gaji. dan d. dan penyiapan penghapusan perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepustakaan. dan penggandaan. c. kearsipan. penyimpanan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. pelaksanaan. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. Pasal 1203 Bagian Umum terdiri atas: a.344    b. koordinasi serta fasilitasi hukum. Pasal 1206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205. dokumentasi. Pasal 1204 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha. pemeliharaan. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. dan urusan perjalanan dinas. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. keprotokolan.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dana perimbangan. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. dan h. standardisasi. dan f. e. b. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. d. c. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak.345    c. penyiapan penyusunan norma. b. koordinasi. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. standar. d. Pasal 1207 Direktorat Dana Perimbangan terdiri atas: a. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. d. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang dana perimbangan. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan rekonsiliasi. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. f. c. Pasal 1208 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. e. Pasal 1209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208. .

Pasal 1211 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. c. Pasal 1214 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri atas: a. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. dan d. II. e. dan fasilitasi. Pasal 1213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. . sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penetapan alokasi. b. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. Pasal 1212 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. koordinasi. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. d. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. dan f. dan c. b. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam.346    Pasal 1210 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri atas: a. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. c. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. dan rekonsiliasi. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. perhitungan. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. standardisasi.

Seksi Dana Alokasi Umum III. dana otonomi khusus. d. penetapan alokasi. dana otonomi khusus. Pasal 1219 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. dan d. dan e. perhitungan alokasi. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. II. Seksi Dana Alokasi Umum IV. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. koordinasi. c. standardisasi. b. Seksi Dana Alokasi Umum II. III. Pasal 1218 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri atas: a. dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian.347    Pasal 1215 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dana otonomi khusus. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dana otonomi khusus. dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian. dana otonomi khusus. dan fasilitasi. Seksi Dana Alokasi Umum I. dan dana penyesuaian. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. perhitungan alokasi. . dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengalokasian dana alokasi umum. perhitungan. Pasal 1216 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA.

dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum.348    (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. b. perhitungan alokasi. dan d. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Khusus III. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. standardisasi. Maluku. dan e. Pasal 1221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220. Pasal 1222 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri atas: a. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. . Pasal 1220 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Dana Alokasi Khusus I. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. perhitungan alokasi. c. Nusa Tenggara. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Khusus II. standardisasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. b. standardisasi.

(3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. koordinasi fasilitasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Pasal 1224 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pasal 1225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. b. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. standardisasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. perhitungan alokasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. pemantauan/konfirmasi atas transfer.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. dan e. standardisasi. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. Surat Perintah Membayar (SPM). penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. standardisasi. c. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. pemantauan/konfirmasi atas transfer. perhitungan alokasi. SPM. bimbingan teknis. Maluku dan Papua. SPM. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. dan pemantauan/ konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. . SPP. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. SPM. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. SPP. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi.349    Pasal 1223 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). SPP. Nusa Tenggara.

standardisasi. SPM. SPP. khususnya DAU dan DAK. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Pasal 1227 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. d. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPM. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. b. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. bimbingan teknis. SPP. SPP. . dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA.350    Pasal 1226 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri atas: a. pemantauan/konfirmasi atas transfer. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Pasal 1228 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. bimbingan teknis. standardisasi. SPP. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1228. dan e. Pasal 1230 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri atas: a. koordinasi fasilitasi. b. SPM. dan c. dan c. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. c. koordinasi fasilitasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPM. b. pemantauan/konfirmasi atas transfer. IB.

khususnya DBH. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1233 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan norma. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1235 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. IIB. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. dan e. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II.351    Pasal 1231 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. bimbingan teknis. d. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 1234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. b. standardisasi. prosedur dan kriteria di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. koordinasi fasilitasi. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah.

Pasal 1238 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri atas: a. Pasal 1239 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. pemantauan. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. bimbingan teknis. Pasal 1240 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. . bimbingan teknis. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. analisis. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. analisis. e. dan d. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. f. IB. Pasal 1236 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Pasal 1237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1236. b. dan d. analisis. pemantauan. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. c. IC. pemantauan. Bali. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA.352    c. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan g. c. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV.

pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. Pasal 1243 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. Bali. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. IIB. IIC. Bali. dan d. pemantauan. Pasal 1242 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri atas: a. b. analisis. Bali.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a.353    Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. c. Pasal 1245 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244. dan Nusa Tenggara. bimbingan teknis. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1244 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan Nusa Tenggara. b. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. . c. dan Nusa Tenggara. Bali. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan d. analisis. dan Nusa Tenggara. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah.

pemantauan.354    c. pemantauan. bimbingan teknis. c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. dan d. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1247 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. c. analisis. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. Pasal 1248 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. dan d. Pasal 1246 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri atas: a. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. b. IIIC. Pasal 1249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248. IIIB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. dan d. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. koordinasi. b. Pasal 1253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252. pemantauan. c. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b. IVC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. pelaksanaan penyusunan.355    Pasal 1250 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri atas: a. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. e. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. c. d. dan d. Pasal 1252 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1251 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. bimbingan teknis. IVB. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. dan f. . penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah.

Pasal 1256 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. analisis dan evaluasi retribusi daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. pemantauan. Pasal 1255 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan.356    Pasal 1254 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. dan c. . pelaksanaan bimbingan teknis. analisis dan evaluasi pajak daerah. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. b. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. penyusunan standardisasi. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. pemantauan. penyusunan standardisasi. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1257 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. pelaksanaan bimbingan teknis.

. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. prosedur dan kriteria di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. c. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah.357    Pasal 1258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1257. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. b. dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Pasal 1261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1260. f. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b. pemantauan. Pasal 1259 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri atas: a. obligasi daerah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. g. e. Pasal 1260 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. penerusan pinjaman luar negeri. d. bimbingan teknis. standar. penyiapan penyusunan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan b. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. Subdirektorat Pinjaman Daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. standardisasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha. c. d. Subdirektorat Hibah Daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri.

Nusa Tenggara. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. standardisasi. bimbingan teknis. obligasi daerah. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah.358    c. dan analisis. Seksi Pinjaman Daerah IV. penerusan pinjaman luar negeri. dan analisis. dan analisis. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Pinjaman Daerah I. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. standardisasi. obligasi daerah. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan e. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua. c. standardisasi. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Pasal 1262 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri atas: a. pemantauan. dan penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. standardisasi. b. obligasi daerah. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pinjaman Daerah II. bimbingan teknis. obligasi daerah. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Seksi Pinjaman Daerah III. pemantauan. Pasal 1263 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. d. penerusan pinjaman luar negeri. dan analisis. Maluku. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. penerusan pinjaman luar negeri.

c. bimbingan teknis. dan d. Seksi Hibah Daerah IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. standardisasi. b. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan e. pemantauan. bimbingan teknis. c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah II. pemantauan. Seksi Hibah Daerah III. d. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. . pemantauan. Pasal 1267 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah I. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi.359    Pasal 1264 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. b. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1266 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri atas: a.

standardisasi. pemantauan. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. Pasal 1268 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Maluku. standardisasi. pemantauan. d. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. standardisasi. . pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan teknis. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. b. standardisasi. pemantauan. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. Pasal 1271 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan d. dan Papua. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi.360    (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1268. bimbingan teknis. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. bimbingan teknis. c. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Nusa Tenggara. bimbingan teknis. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. c. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. b. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. Pasal 1270 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali.

standardisasi. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. bimbingan teknis. Seksi Investasi Daerah I.361    (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan PMP kepada daerah. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. standardisasi. BLUD. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. bimbingan teknis. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b. pemantauan. . Pasal 1272 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. standardisasi. BLUD. Maluku. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. BLUD. dan PMP kepada daerah. Pasal 1274 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri atas: a. bimbingan teknis. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. c. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan d. Pasal 1273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1272. Seksi Investasi Daerah II. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. pemantauan. b. dan PMP kepada daerah. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. bimbingan teknis. dan PMP kepada daerah. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. pemantauan. Nusa Tenggara. dan Papua. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. BLUD.

Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. . Pasal 1275 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. Pasal 1277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. dan d. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). dan dana darurat. c. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). pemantauan. pemantauan. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). standardisasi. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. standardisasi. b. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. standardisasi. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. bimbingan teknis. hibah daerah. dan d. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. standardisasi.362    c. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. bimbingan teknis. investasi daerah. pemantauan. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. Pasal 1276 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. pemantauan.

dana darurat. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Maluku. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. Nusa Tenggara. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. investasi daerah. dan Papua. hibah daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. b. . Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1281 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. hibah daerah. investasi daerah. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah.363    Pasal 1278 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri atas: a. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1279 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. hibah daerah. dan d. pembukuan. Pasal 1280 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. dan pelaporan pinjaman daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. investasi daerah. c. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah.

Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. b. pembiayaan daerah. dan defisit anggaran daerah. belanja daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. c. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. belanja daerah. d. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. pembiayaan daerah. e. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. serta perekonomian daerah. dan e. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1283 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. b. standardisasi. belanja daerah. c. Subbagian Tata Usaha. standar. dan c. .364    Pasal 1282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1281. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. Pasal 1284 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. serta perekonomian daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. dan defisit anggaran daerah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. Pasal 1285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. serta perekonomian daerah. f. penyiapan penyusunan norma. dan g. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan defisit anggaran daerah. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. pembiayaan daerah.

365    Pasal 1286 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri atas: a. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. standardisasi. . Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1288. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. Pasal 1288 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. b. dan d. standardisasi. (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan d. c. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. Pasal 1287 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. b. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

Pasal 1292 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Pasal 1293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1292. standardisasi. meliputi wilayah Bali. b. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. standardisasi. standardisasi. meliputi Jawa. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. standardisasi. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. . Nusa Tenggara. meliputi wilayah Sumatera. Pasal 1291 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. dan d. c. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. Maluku. dan Papua. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi.366    Pasal 1290 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri atas: a. (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. b.

Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. verifikasi dan analisis laporan keuangan. bimbingan teknis. dan Sulawesi. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. b. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1294 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri atas: a. Kalimantan. dan Nusa Tenggara. (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Pasal 1296 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi.367    c. Bali. dan d. dan d. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. . Laporan Realisasi Anggaran. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. Neraca. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Laporan Realisasi Anggaran. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Neraca. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. c. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1295 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. pemantauan.

dan evaluasi. dan evaluasi. b. dan d. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. pemantauan. Seksi Data Keuangan Daerah IV. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. bimbingan teknis. pemantauan. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Seksi Data Keuangan Daerah II. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi. Maluku. bimbingan teknis. Nusa Tenggara. standardisasi. pemantauan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. dan d. standardisasi. c. Pasal 1299 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi. Pasal 1298 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri atas: a. Seksi Data Keuangan Daerah III. c. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Pasal 1300 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi. .368    Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. Seksi Data Keuangan Daerah I. bimbingan teknis. pengolahan data keuangan daerah. b. dan Papua. pemantauan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. bimbingan teknis.

369    Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. pengembangan. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. Seksi Pengelolaan Basis Data. b. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. . penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan. perencanaan. Pasal 1303 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengumpulan. b. dan jaringan. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. c. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Seksi Dukungan Teknis. pengembangan. dan pengelolaan. dan pemeliharaan basis data. pengelolaan. pemeliharaan. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. pengembangan. pemeliharaan. dan d. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pembangunan. infrastruktur hardware. dan peningkatan kualitas software. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. Pasal 1304 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. Pasal 1302 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri atas: a. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. pengelolaan. pembangunan. dan penyusunan standar aplikasi dan program. dan e. pembangunan. pengumpulan dan pengelolaan.

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Pasal 1306 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.370    Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1305 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

dan e. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1309 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Evaluasi. Direktorat Surat Utang Negara. c. c. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang.371 BAB XI    DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1307 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan utang. dan kriteria di bidang pengelolaan utang. d. penyusunan norma. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan Setelmen. Direktorat Pembiayaan Syariah. standar. Akuntansi. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. b. dan f. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan utang. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang. d. Pasal 1308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1307. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. prosedur. e.

Bagian Umum. Pasal 1312 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. kepustakaan. b. pelaksanaan urusan tata usaha. pengembangan pegawai. dan f. c. dan f. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Kepatuhan Internal. pengembangan dan pelayanan bidang teknologi informasi di lingkungan direktorat jenderal. serta administrasi kepegawaian di lingkungan direktorat jenderal. rumah tangga.372 -    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1310 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. pengelolaan kinerja. Bagian Keuangan. e. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. kearsipan. dan harmonisasi peraturan di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Teknologi Informasi. . e. dokumentasi. c. penyelenggaraan pengelolaan urusan keuangan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. b. d. Pasal 1311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310. serta administrasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1313 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan fungsi kepatuhan internal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kesejahteraan pegawai di lingkungan direktorat jenderal. pengembangan pegawai.

b. penyusunan. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. penyelenggaraan diklat. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyusunan. analisis beban kerja. d. dan d. ketatalaksanaan. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat.373 -    Pasal 1314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1313. dan administrasi mutasi pegawai. assessment center. b. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1316 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. Subbagian Organisasi. assessment center. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. c. analisis beban kerja. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. Pasal 1315 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. serta penyusunan. penyusunan. gaji berkala. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. identifikasi kebutuhan diklat. . penataan organisasi. kepangkatan. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. penyelenggaraan diklat. c. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan identifikasi kebutuhan diklat. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemensiunan. Subbagian Tata Laksana. dan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal.

melaksanakan analisis. Pasal 1319 Bagian Keuangan terdiri atas: a. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. perancangan dan pengembangan serta implementasi sistem. perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. b. pemensiunan. pemberhentian. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. . kepangkatan. dan c. Pasal 1320 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. gaji berkala. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. urusan pengangkatan pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan administrasi mutasi pegawai. b. dan melaksanakan operasional layanan teknologi informasi. Pasal 1321 Bagian Teknologi Informasi mempunyai tugas menyusun rencana strategis dan kebijakan teknologi informasi. Subbagian Penyusunan Anggaran. Pasal 1318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1317. Pasal 1317 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal.374 -    (4) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan administrasi cuti pegawai.

penyusunan spesifikasi kebutuhan user dan spesifikasi kebutuhan sistem.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan. penyusunan rencana dan implementasi system.375 -    Pasal 1322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321. pemeliharaan. pengembangan dan pengelolaan basis data. pembangunan dan penetapan data/informasi serta pembuatan dan pemeliharaan data dictionary dan skema klasifikasi data. analisis. dan rancangan keamanan informasi. Penyusunan dan evaluasi rencana dan program kegiatan strategis teknologi informasi. c. b. pengembangan. serta analisis risiko bisnis. dan implementasi sistem. penyusunan rancangan aplikasi. b. d. pengujian system. standarisasi dan rencana strategis teknologi informasi. c. Pasal 1323 Bagian Teknologi Informasi terdiri atas: a. Pasal 1324 (1) Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. pengawasan internal pelaksanaan program kegiatan teknologi informasi. Pengumpulan. dan internal control pelaksananaan program kegiatan teknologi informasi. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I. teknologi. perencanaan. Bagian Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem II. dan e. Pengelolaan operasional layanan teknologi informasi. dan d. (2) Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan pengembangan sistem. perancangan sistem. dan penyusunan dokumentasi proses bisnis dan sistem. standar keamanan dan kebijakan serta tatakelola teknologi informasi. Perancangan. pembangunan. dan implementasi sistem sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan penentuan standar pengelolaan dokumentasi sistem. Penyusunan dan perumusan kebijakan. dan proyek. Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi. penyusunan dokumen analisis. pengendalian mutu. dan pengevaluasian rencana strategi teknologi informasi. . Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi. rancangan infrastruktur. kebijakan dan standar tatakelola teknologi informasi.

dan perjanjian. pengkajian. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. peraturan perundang-undangan. b. dan d. peraturan perundang-undangan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. penelaahan. kode etik. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. dan Disaster Recovery Center. kode etik. Pasal 1327 Bagian Kepatuhan Internal terdiri atas: a. Direktorat Pinjaman dan Hibah. dan perjanjian. manajemen user dan akses layanan teknologi informasi. Subbagian Kepatuhan Internal I. pelaksanaan kegiatan operasional teknologi informasi. Subbagian Pengelolaan Kinerja. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. dan Direktorat Evaluasi. pemantauan. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. Subbagian Kepatuhan Internal II. serta pengelolaan Configuration Management Database. Pasal 1326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325. evaluasi.376 -    (3) Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian layanan teknologi informasi. pengelolaan layanan e-mail dan portal Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. evaluasi. Direktorat Pembiayaan Syariah. b. . fasilitas Data Center. c. pengkajian. serta penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. Pasal 1325 Bagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas kepatuhan. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. Akuntansi. Subbagian Harmonisasi Peraturan. monitoring. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan d. dan Setelmen. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. penyusunan. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. pengelolaan kinerja. pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak computer. c.

Akuntansi. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. (3) Subbagian Pengelolaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyusunan. keprotokolan.377 -    Pasal 1328 (1) Subbagian Kepatuhan Internal I mempunyai tugas melakukan pengkajian. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. dan Direktorat Evaluasi. kepustakaan. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan dalam. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. pemantauan. pemantauan. kesejahteraan pegawai. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pinjaman dan Hibah. dokumentasi. Direktorat Pembiayaan Syariah. kearsipan. kepustakaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kode etik. dan perlengkapan Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. dan Setelmen. dokumentasi. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. evaluasi. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepatuhan Internal II mempunyai tugas melakukan pengkajian. peraturan perundang-undangan. (4) Subbagian Harmonisasi Peraturan mempunyai tugas melakukan penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. Pasal 1329 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi surat dinas. monitoring. rumah tangga. pengurusan pelayanan pimpinan. b. penelaahan. kode etik. Pasal 1330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329. dan perjanjian. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. ekspedisi. evaluasi. peraturan perundang-undangan. dan perjanjian. pelaksanaan urusan administrasi surat dinas. . penggandaan.

(3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. ekspedisi. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. penggandaan. mengajukan permintaan pembayaran. keprotokolan.378 -    c. pelaksanaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. kepustakaan. b. c. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan dokumen. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. dan d. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. pembayaran gaji dan tunjangan. dokumentasi. Subbagian Rumah Tangga. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. Pasal 1332 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi surat dinas. dan d. urusan penerimaan. pembayaran gaji dan tunjangan. kearsipan. penyiapan dokumen. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. Subbagian Tata Usaha. penyimpanan. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Gaji. dan distribusi barang perlengkapan. dan distribusi barang perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. pengurusan pelayanan pimpinan. pelaksanaan. mengajukan permintaan pembayaran. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. urusan penerimaan. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pertanggungjawabannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penyimpanan. Pasal 1331 Bagian Umum terdiri atas: a. serta pertanggungjawabannya. . serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal.

    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. dan e. dan Islamic Development Bank. c. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. prosedur. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. . pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. d. Pasal 1336 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. dan f. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pinjaman dan hibah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. b. d. Pasal 1335 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. IFAD. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV.379 -    Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1333 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. c. dan kriteria di bidang pinjaman dan hibah. e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. Subbagian Tata Usaha. standar.

e. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. d. f. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. b. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan Seksi Pinjaman dan Hibah ID. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari World Bank. IB. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1339 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. b. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan g. UN Institution. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. Pasal 1338 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. . dan ID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . IC. Pasal 1340 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. c. European Investment Bank (EIB). dan multilateral lainnya. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah.380 -    Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. serta penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat.

penganggaran. c. d. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. b. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan d.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. b. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. dan i. prosedur operasi standar. h. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. serta evaluasi kinerja. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1343 (1) Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. IIB. f. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. analisis beban kerja. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. e. c.381 -    Pasal 1341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340. g. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1342 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. . penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah.

IIIB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Jerman. Swedia. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. Australia. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Cina.382 -    Pasal 1344 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. e. c. Italia. Belgia. Pasal 1345 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Pasal 1347 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. c. d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. Perancis. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. b. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. IIIC. dan Selandia Baru.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Inggris. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Denmark. b. dan Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Finlandia. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Slovakia. dan g. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. Swiss. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. d. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. f. Austria. . penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Rusia. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Belanda. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1346 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah.

    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Korea. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Canada. Spanyol. b. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan d. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. dan dari dalam negeri. . penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1350 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Afrika Selatan dan negara Afrika lainnya. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. Rumania. g.383 -    Pasal 1348 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. e. dan negara Amerika lainnya negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. b. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. f. c. serta penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. Malaysia. dan h. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Polandia. d. Amerika Serikat. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348.

penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. prosedur. dan kriteria di bidang surat utang negara. rumah tangga. Pasal 1352 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan bantuan teknis Direktorat. dan IVD mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surat utang negara. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surat utang negara. keuangan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang surat utang negara. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standar. kepegawaian. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1353 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang surat utang negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. dan e. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan penyusunan norma.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1353. . IVB. d. c. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a.384 -    Pasal 1351 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. serta penyiapan bahan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. IVC. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV.

b. perencanaan dan analisis kebutuhan pengembangan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. g. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. monitoring. pelaksanaan. serta pengumpulan. perencanaan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. perencanaan. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. penyiapan. pelaksanaan. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. pengolahan data dan penyiapan dokumen transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. h. perencanaan. monitoring dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. koordinasi penyiapan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif beserta sistem pendukungnya. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. pembelian kembali. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan. perencanaan. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. perencanaan. d.385 -    Pasal 1355 Direktorat Surat Utang Negara terdiri atas: a. e. penukaran dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. monitoring dan evaluasi transaksi derivatif. Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. dan f. pelaksanaan. c. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dokumen terkait pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. Pasal 1356 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis kebutuhan. . monitoring. pengumpulan dan pengolahan data Surat Utang Negara dan derivatif. e. penjualan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. b. d. f. dan i.

dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi derivatif. penukaran. penyiapan dan pemutakhiran basis data dan potensi investor. perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara.386 -    Pasal 1358 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri atas: a. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II. melakukan pelaksanaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. serta penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. b. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional. serta penyiapan. monitoring. monitoring. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I mempunyai tugas melakukan perencanaan penerbitan. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. melakukan pelaksanaan. Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring. monitoring. dan evaluasi infrastruktur Surat Utang Negara dan derivatif. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I. Pasal 1360 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. melakukan pelaksanaan. dan c. monitoring. . penukaran. analisis kebutuhan sistem transaksi terkait pengelolaan Surat Utang Negara dan derivatif. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II mempunyai tugas melakukan perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. Pasal 1359 (1) Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. dan evaluasi transaksi derivatif. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder.

c. penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan instrumen Surat Utang Negara baru. d. Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor. penyiapan dan pemutakhiran data investor Surat Utang Negara. b. termasuk menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. b. serta pengembangan potensi investor Surat Utang Negara. penyiapan dan pemutakhiran basis data. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. penyiapan dan pengembangan potensi basis investor Surat Utang Negara. metode. penyiapan bahan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1362 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. penyiapan bahan dalam rangka perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. dan f. koordinasi dengan para pelaku pasar. penyiapan bahan dan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor Surat Utang Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan. dan c. serta menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara yang dimuat dalam media massa. . Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional termasuk lembaga pemeringkat. Pasal 1363 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara termasuk dengan lembaga pemeringkat. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan materi dalam rangka pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik.387 -    Pasal 1361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1360. (2) Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. e.

analisis dan kajian yang terkait dengan pasar uang dan derivatif. b. monitoring. pembuatan proyeksi. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. b. dan potensi dan kajian yang terkait dengan pasar Surat Utang Negara. c. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. . Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif.388 -    Pasal 1364 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. monitoring. monitoring. dan c. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara dan derivatif. analisis kinerja. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pembuatan proyeksi. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. Pasal 1366 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. Pasal 1365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1364. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. d. Pasal 1367 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan kajian yang terkait dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta pembuatan proyeksi. dan e. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara.

prosedur operasi standar. analisis beban kerja. serta evaluasi kinerja. penganggaran. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. serta monitoring evaluasi kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. b. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian peraturan yang terkait. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. Pasal 1369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1368.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. b. f. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur standar dalam transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. dan c. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Pasal 1371 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait.389 -    Pasal 1368 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. c. d. penyiapan dokumen hukum transaksi. dan g. e. serta penyiapan dokumen hukum. monitoring dan evaluasi kewajiban serta penelitian kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. . Pasal 1370 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a.

standar. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. dan kriteria di bidang pembiayaan syariah. keuangan dan rumah tangga. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan syariah.390 -    (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemetaan profil risiko dan monitoring risiko. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan syariah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan syariah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. b. . Pasal 1372 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 1375 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri atas: a. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1373 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. prosedur. kepegawaian. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. dan e. monitoring dan evaluasi kewajiban serta kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. Pasal 1374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373.

Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan Transaksi. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja. penyiapan infrastruktur. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. . d. Seksi Pelaksanaan Transaksi. h. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. e. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. menyusun rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. f. penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. dan i. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. g. c. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. e. penyusunan rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Seksi Penatausahaan Transaksi. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. serta pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara.391 -    c. pelaksanaan. penyusunan rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. c. dan f. b. penyusunan rencana program transaksi termasuk penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. d. penatausahaan transaksi dan Aset Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1378 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri atas: a. Pasal 1376 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kegiatan perencanaan. pembelian kembali. dan penatausahaan transaksi.

melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. instansi atau lembaga dalam rangka pengembangan pasar dan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. . penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. d. Pasal 1380 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan. perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. b. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. melakukan pemantauan penyelesaian transaksi Surat Berharga Syariah Negara. pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rekomendasi dan penyiapan BMN dan/atau obyek pembiayaan yang akan dijadikan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara serta melakukan penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan dan pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor. metode. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara.392 -    Pasal 1379 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program transaksi dan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. pengembangan. Pasal 1381 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. serta melakukan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan dan pengolahan data transaksi. serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi. dan rekomendasi instrumen pembiayaan syariah. yang meliputi kegiatan penerbitan. c.

serta pengoordinasian/penyiapan penerbitan fatwa dan opini syariah oleh lembaga yang berwenang. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan g. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. menganalisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. (3) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara.393 -    e. melakukan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. metode. Pasal 1384 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. pelaksanaan analisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. Seksi Pengembangan Instrumen. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. (2) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. analisis kinerja. pengoordinasian dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1383 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. . Pasal 1382 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. b. Seksi Hubungan Kelembagaan. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan c. penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar.

. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. (3) Seksi Analisis Fiskal. b. penyusunan proyeksi. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Fiskal. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. Pasal 1386 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. monitoring. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. serta melakukan penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta melakukan penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. d. dan Derivatif. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. serta melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. dan c. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. Pasar Uang. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara.394 -    Pasal 1385 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. monitoring. Pasar Uang. dan f. e. Pasal 1387 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara.

dan f. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Seksi Dokumen Hukum. Pasal 1390 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembelian kembali (buy-back). penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. serta melaksanakan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. b. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dan perjanjian dalam rangka penerbitan. c. . e. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. melakukan penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar dalam kegiatan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. d. dan penukaran (switching) instrumen pembiayaan syariah serta evaluasi kinerja konsultan hukum. b.395 -    Pasal 1388 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. pembelian kembali. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1389 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. Pasal 1391 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. pembelian kembali. dan c.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan portofolio utang. c. d. prosedur operasi standar. b. b. Pasal 1395 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. Pasal 1392 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1393 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang strategi dan portofolio utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. kepegawaian. keuangan dan rumah tangga. Pasal 1394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1393. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. d. prosedur. f. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.396 -    (3) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. e. dan e. serta evaluasi kinerja. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. analisis beban kerja. . Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. dan kriteria di bidang strategi dan portofolio utang. penganggaran. standar.

dan c. pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit dan penurunan country risk. d. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan batas maksimum pinjaman jangka menengah. evaluasi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan pinjaman. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. Pasal 1398 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri atas: a. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan Surat Berharga Negara jangka menengah. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman. b. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan pinjaman jangka menengah. analisis. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang.397 -    Pasal 1396 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan perumusan. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya penurunan country risk. Pasal 1399 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman mempunyai tugas melakukan perumusan. perumusan. evaluasi. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan dan review kebijakan pengelolaan utang. e. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. . evaluasi. dan rekomendasi strategi pengelolaan utang jangka menengah. c.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b.

c. (3) Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan analisis rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara dan kapasitas penerbitan Surat Berharga Negara jangka menengah. e. Perumusan. d. . termasuk struktur portofolio. analisis dan rekomendasi strategi pembiayaan tahunan melalui utang. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui utang. Pasal 1400 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit. evaluasi. biaya dan risiko. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Negara. Penyusunan rekomendasi portofolio benchmark utang termasuk struktur portofolio. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. dan g. Penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio utang. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan portofolio utang. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah. evaluasi. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan perencanaan pembiayaan utang. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. Penyusunan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. penyusunan rekomendasi portofolio benchmark. melakukan evaluasi pelaksanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. Penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko melalui instrumen derivatif. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. f.398 -    (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan perumusan. Pasal 1401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1400. b. biaya dan risiko dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang.

. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Pembiayaan Syariah. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Pembiayaan Syariah termasuk struktur portofolio. biaya dan risiko. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Pembiayaan Syariah. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Pembiayaan Syariah melalui instrumen derivatif. biaya dan risiko. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Surat Berharga Negara. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Surat Berharga Negara melalui instrumen derivatif. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait pinjaman. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan monitoring strategi pembiayaan tahunan melalui utang.399 -    Pasal 1402 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri atas: a. Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui pinjaman. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark pinjaman termasuk struktur portofolio. evaluasi. dan c. evaluasi. Pasal 1403 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. evaluasi. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Surat Utang Negara. (3) Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio pinjaman. melakukan penyiapan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Pembiayaan Syariah. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko pinjaman melalui instrumen derivatif.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Surat Utang Negara termasuk struktur portofolio. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Surat Berharga Negara. b. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Surat Berharga Negara. biaya dan risiko. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Pembiayaan Syariah.

c. dan f. Subdirektorat Kewajiban Kontijensi menyelenggarakan fungsi: a. b. e. penyiapan. Pasal 1406 Subdirektorat Kewajiban Kontijensi terdiri atas: a. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. Pasal 1405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 1404. Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi. Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan risiko kewajiban kontinjensi. Pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. pengelolaan transaksi. pengelolaan transaksi. Penyusunan rekomendasi kebijakan. Penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .400 -    Pasal 1404 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan kewajiban kontinjensi. perjanjian/kontrak perikatan. Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi. perumusan. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. serta melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. dan/atau kebijakan. perjanjian/kontrak perikatan. perjanjian/kontrak perikatan. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. Pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. akuntansi. . pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. dan c. melakukan penyusunan rekomendasi kebijakan. penyiapan dokumen anggaran. dan/atau kebijakan. Pasal 1407 (1) Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. d. penyelesaian pembayaran. b.

pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. pelaksanaan koordinasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan evaluasi kinerja. c. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. perumusan. Seksi Analisis Mikro. Seksi Analisis Makro. pelaksanaan evaluasi hasil analisis dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. melakukan penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. (3) Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan penyiapan. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. b. f. Pasal 1410 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang terdiri atas: a. dan g. . e.401 -    (2) Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. Subdirektorat Riset Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan identifikasi kebutuhan dan perencanaan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyusunan. melakukan analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. akuntansi. penyelesaian pembayaran. melakukan analisis/telaah dampak hukum dan sosial atas kegiatan yang terkait dengan kewajiban kontijensi dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan rekomendasi peraturan. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pemantauan kewajiban kontinjensi. komunikasi dan diseminasi dengan pihak terkait dalam rangka analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. d. perjanjian/kontrak perikatan. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. b. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. kebijakan dan perjanjian/kontrak kewajiban kontinjensi. pengumpulan. penyiapan dokumen anggaran. dan pemeliharaan database yang mendukung analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. pelaksanaan kegiatan analisis dan penyusunan laporan dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. Pasal 1409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1408. Pasal 1408 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.

melakukan penyajian data yang mendukung riset dan penyusunan kebijakan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyusunan dan. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis makro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. pemeliharaan data base. dan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan data utang dan kewajiban kontinjensi.    Pasal 1411 (1) Seksi Analisis Makro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. dan Setelmen Pasal 1413 Direktorat Evaluasi. Akuntansi. Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi. Pasal 1412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penganggaran. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis mikro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. . melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. analisis beban kerja. (2) Seksi Analisis Mikro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. Akuntansi. (4) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. (3) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. dan setelmen berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.402 c. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. kepegawaian. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. d. prosedur operasi standar. akuntansi. keuangan dan rumah tangga. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. serta evaluasi kinerja.

dan setelmen. standar. b. prosedur. menyiapkan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. e. serta menyiapkan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. akuntansi. akuntansi. Direktorat Evaluasi.403 -    Pasal 1414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1413. Pasal 1415 Direktorat Evaluasi. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. . dan setelmen. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Setelmen Transaksi. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Tata Usaha. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. dan f. hibah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi. dan e. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. akuntansi. hibah. c. c. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Akuntansi. hibah. melaksanakan analisis kinerja perkembangan pinjaman. akuntansi. dan Setelmen terdiri atas: a. Akuntansi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. Pasal 1417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1416. dan setelmen. hibah. dan kriteria di bidang evaluasi. dan setelmen.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1416 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman.

hibah. prosedur operasi standar. dan dokumen pembayaran. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Monitoring dan Evaluasi II.404 -    b. serta verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. dan e. b. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. dokumen penarikan. analisis perkembangan dan penyiapan bahan rekomendasi rencana tindak (action plan) terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. Pasal 1420 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. c. d. hibah. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pinjaman. Seksi Monitoring dan Evaluasi I. Pasal 1418 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri atas: a. penatausahaan dokumen perjanjian. dan d. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. c. hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta evaluasi kinerja. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis beban kerja. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. pemutakhiran data pinjaman dan hibah. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. dan Surat Berharga Negara. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. Pasal 1419 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi I. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi. . II. hibah. penganggaran. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi.

Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. pemutakhiran data. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. . realisasi pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. Seksi Administrasi Utang dan Hibah. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. dan Surat Berharga Negara sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah.405 -    Pasal 1421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1420. Pasal 1422 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi terdiri atas: a. c. berkaitan dengan pinjaman dan hibah luar negeri sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. realisasi penarikan. penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. b. hibah. dokumen penarikan. hibah. (2) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. b. serta dokumen transaksi Surat Berharga Negara. realisasi pembayaran kewajiban. kebenaran pencatatan/data entry. c. dan instrumen pembiayaan syariah. dokumen penarikan. pemutakhiran data. berkaitan dengan pinjaman. d. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. hibah. Pasal 1423 (1) Seksi Administrasi Utang dan Hibah mempunyai tugas melakukan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. dan e. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara. dan d. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. hibah. penatausahaan dokumen perjanjian.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri II. dan dokumen pembayaran pinjaman. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. dan Surat Berharga Negara. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. serta penatausahaan dokumen perjanjian.

rekonsiliasi jumlah utang. pencatatan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. realisasi penarikan. perhitungan. Pasal 1424 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). pembelian. rekonsiliasi jumlah utang. pemrosesan pembayaran. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah (SP4H). perhitungan. dan pelaporan transaksi. pencatatan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. . pemrosesan pembayaran. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. pembelian. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data hasil penjualan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. rekonsiliasi jumlah utang. pencatatan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban.406 -    (3) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. c. kebenaran pencatatan/data entry. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. Surat Utang Negara. hibah. pemrosesan pembayaran. perhitungan. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. rekonsiliasi jumlah utang. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman dan hibah dalam negeri serta penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran antara dokumen transaksi pembayaran/Surat Perintah Membayar (SPM) dan dokumen permintaan pembayaran yang berkaitan dengan Surat Berharga Negara sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan instrumen pembiayaan syariah. dan pelaporan transaksi. dan pelaporan transaksi. dan pelaporan transaksi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . peminjaman dan pembayaran. penyiapan data penarikan dan pembayaran. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pemrosesan pembayaran. pencatatan. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. b. perhitungan. peminjaman dan pembayaran. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi instrumen pembiayaan syariah. penyiapan data hasil penjualan. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). Pasal 1425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1424.

407 -    Pasal 1426 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri atas: a. pembelian. dan pembayaran. . perhitungan. penyiapan data penarikan dan pembayaran. Surat Utang Negara. pemrosesan pembayaran. peminjaman. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. penyajian laporan. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. pemrosesan pembayaran. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pemrosesan pembayaran. Pasal 1427 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. dan pelaporan transaksi. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. pencatatan. pembelian. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). peminjaman. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. serta penyiapan data hasil penjualan. verifikasi data akuntansi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan data hasil penjualan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. b. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi jumlah utang. Pasal 1428 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data pinjaman dan hibah. pencatatan. rekonsiliasi jumlah utang. perhitungan. pencatatan basis data akuntansi. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. rekonsiliasi jumlah utang. c. pencatatan. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. diseminasi laporan. dan pembayaran. rekonsiliasi realisasi data terkait pinjaman. perhitungan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. dan d.

(3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data pinjaman dan hibah. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik. Pasal 1430 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Surat Utang Negara. dan publikasi laporan pinjaman. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. d. c. Seksi Konsolidasi Data. c. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan e. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Pasal 1431 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan. penyiapan materi publikasi dan pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman.408 -    Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. b. dan mengembangkan data pinjaman dan hibah. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. pelaksanaan konsolidasi data pinjaman dan hibah. b. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan d. pelaksanaan rekonsiliasi realisasi data pinjaman. menyusun data. penyajian. Surat Utang Negara. instrumen pembiayaan syariah serta hibah.

    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. . Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1433 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.409 -    Pasal 1432 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kepegawaian. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 1434 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. keuangan dan rumah tangga.

b. dan kegiatan pengawasan lainnya. d.410 BAB XII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1435 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. d. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. reviu. dan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian e. b. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat II . Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. . Inspektorat I. e. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1437 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. c. c. penyusunan laporan Keuangan. Inspektorat III. Pasal 1436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1435. evaluasi. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Keuangan. Inspektorat IV. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

Inspektorat Bidang Investigasi. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. perlengkapan. protokoler dan kerumahtanggaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. g. d. Inspektorat VII. h. Bagian Perencanaan dan Keuangan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. dan i. pelaporan. pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. serta penugasan pengawasan.411 f. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. b. dan f. e. Pasal 1440 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. . b. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1438 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. c. pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. Bagian Kepegawaian. Bagian Umum. Inspektorat V. e. Inspektorat VI. dan f. Pasal 1439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1438. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 1444 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan evaluasi organisasi. pengelolaan kinerja organisasi. penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. c. pelaksanaan evaluasi organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. Subbagian Organisasi. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. c. evaluasi sistem dan prosedur kerja. analisis beban kerja. Pasal 1443 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. b. dan d. manajemen risiko. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. manajemen risiko. evaluasi sistem dan prosedur kerja. Pasal 1442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1441. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. b. analisis jabatan. Subbagian Pelaporan. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. Subbagian Ketatalaksanaan. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. dan d. Subbagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan kinerja organisasi. pelaporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .412 Pasal 1441 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. analisis jabatan. (2) . analisis beban kerja.

dan d. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. Pasal 1446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1445.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Akuntansi. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. dan d. c. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. Pasal 1445 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. rencana anggaran. (4) .413 (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. Pasal 1447 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. b. pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. c. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. program kerja pengawasan tahunan. b.

mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. pengelolaan basis data. dan d. pemberian penghargaan. program kerja pengawasan tahunan. Subbagian Umum Kepegawaian. cuti. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. perencanaan SDM. dan d. Pasal 1449 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan pegawai. penempatan. kesejahteraan. pemberhentian. rencana anggaran. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. personal profiling. Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. dan konseling pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan formasi. . c. dan evaluasi kinerja pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melakukan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. pemindahan. pelaksanaan assessment center. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. serta mutasi kepegawaian lainnya. pelaksanaan urusan absensi. pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja. Pasal 1451 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. Bagian Kepegawain menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi sanksi.414 Pasal 1448 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. dokumentasi. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. b. pengelolaan kepangkatan. b. dan pemensiunan pegawai. pengangkatan. Pasal 1450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1449.

Pasal 1454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1453. pengangkatan. personal profiling. . pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. administrasi sistem.415 Pasal 1452 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan. b. dokumentasi. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. pelatihan aplikasi. dan konseling pegawai. assessment center. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan absensi. serta mutasi kepegawaian lainnya. penempatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. pemindahan. Pasal 1453 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. pengelolaan administrasi sanksi. (4) Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. pengelolaan basis data. (2) Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan perencanaan SDM. pemberian penghargaan. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kepangkatan. pemberhentian. c. serta analisis dan penyajian informasi. dan evaluasi kinerja pegawai. kesejahteraan. perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. dan pemensiunan pegawai. pemeliharaan aplikasi. pengelolaan basis data internal. dan d. penyusunan formasi. cuti.

c. Pasal 1457 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. penggandaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. perlengkapan. kearsipan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas melakukan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. ekspedisi. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. Pasal 1456 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. komunikasi publik. pelaksanaan urusan persuratan. kepustakaan.416 Pasal 1455 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri atas: a. Pasal 1458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1457. kehumasan. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. administrasi sistem. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. protokoler dan kerumahtanggaan. . serta penugasan pengawasan. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. pelatihan aplikasi. dan d. pengelolaan basis data internal. serta analisis dan penyajian informasi. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. Subbagian Dukungan Pengguna.

kerumahtanggaan. Pasal 1460 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. c. akomodasi. dan pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan dalam. dan pemeliharaan inventaris kantor.417 b. kerumahtanggaan. b. akomodasi. kepustakaan. Pasal 1459 Bagian Umum terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . protokoler. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pelaksanaan pengadaan. penyiapan dokumen. penyimpanan. pelaksanaan pengadaan. dan pemeliharaan inventaris kantor. dan d. penyiapan dokumen. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Subbagian Penugasan Pengawasan. pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. kehumasan. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. (2) Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. pelaporan. dan d. penggandaan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. pengangkutan. pencatatan. pencatatan. pelaksanaan. penyaluran. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. . protokoler. kearsipan. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas melakukan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. penyusunan rencana kebutuhan. Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. komunikasi publik. ekspedisi. pelaporan. penyimpanan. penyaluran. c. pengangkutan.

dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pajak. g. . h. konsultasi. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat I. f. d. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I serta audit untuk tujuan tertentu.418 Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1461 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. c. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pemantauan. evaluasi. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. e. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kebijakan. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. j. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat I. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. k. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. penyusunan rencana strategis. Pasal 1462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1461. asistensi. i. b.

reviu. b. n. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat II. c. . pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. evaluasi. kebijakan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1465. Pasal 1464 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat I. Pasal 1463 Inspektorat I terdiri atas: a. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional.419 l. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat I. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan rencana strategis. dan o. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1465 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. m. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I.

i. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. dan b. j. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. dan o. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. asistensi. Pasal 1468 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat II.420 d. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat II. Kelompok Jabatan Fungsional. m. g. n. konsultasi. e. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. h. l. . dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. f. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat II. k. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. Pasal 1467 Inspektorat II terdiri atas: a.

i. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. asistensi. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta penyusunan laporan hasil pengawasan. konsultasi. penyusunan rencana strategis. pemantauan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. reviu. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. Pasal 1470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1469. b. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat III. h. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. d. kebijakan. j. c. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.421 Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1469 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. e. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. g. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. . dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III serta audit untuk tujuan tertentu. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. f.

Subbagian Tata Usaha. Pasal 1472 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat III. m. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. n. . penyusunan rencana strategis. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV serta audit untuk tujuan tertentu. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat IV. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1473 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1471 Inspektorat III terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat III. dan b. b. dan o. l. kebijakan. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal.422 k. pemantauan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. reviu. Pasal 1474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1473.

l. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. h. Pasal 1475 Inspektorat IV terdiri atas: a. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. j. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. f. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat IV. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . m. . konsultasi. asistensi. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV.423 c. Pasal 1476 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat IV. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. e. dan o. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. n. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Subbagian Tata Usaha. g. i. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat IV. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. d. k.

c. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. f. e. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pemantauan. Pasal 1478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1477. g. penyusunan rencana strategis. reviu. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. . serta penyusunan laporan hasil pengawasan. evaluasi. j. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. serta audit untuk tujuan tertentu. d. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. b. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. i.424 Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1477 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kebijakan. h.dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat V. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan dan pada unit yang menangani bidang anggaran dan perimbangan keuangan. pelaksanaan peran konsultasi belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V.

Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. kebijakan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat V. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1481 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. Pasal 1479 Inspektorat V terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VI. m. n. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. l. . serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi. dan p. konsultasi. dan b. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. Pasal 1480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat V. penyusunan rencana strategis. o. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. asistensi. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. reviu. koordinasi pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat V.425 k. Pasal 1482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1481. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan.

426 b. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI serta audit untuk tujuan tertentu. dan o. c. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VI. d. . pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. l. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. g. konsultasi. k. dan b. Subbagian Tata Usaha. m. n. h. j. e. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. f. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. asistensi. i. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. Pasal 1483 Inspektorat VI terdiri atas: a. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VI. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.

pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VII. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. kebijakan. penyusunan rencana strategis. koordinasi penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. e. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. reviu. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal serta pemantauan dan evaluasi terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. . pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII serta audit untuk tujuan tertentu. d. koordinasi pelaksanaan kajian peraturan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1485 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pelaksanaan peran konsultasi dan asistensi Risk Management terhadap unsur Kementerian Keuangan. j. i. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. g. b.427 Pasal 1484 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VI. f. h. k. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. pemantauan. koordinasi penyusunan rencana strategis dan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. evaluasi. c.

s. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. konsultasi. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. o. u. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. n. m. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. dan b. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VII. t. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Pasal 1487 Inspektorat VII terdiri atas: a. Pasal 1488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VII. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VII. q. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Subbagian Tata Usaha. dan v. . penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. r. p. asistensi. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII.428 l.

dan pelimpahan kasus kepada Instansi Penegak Hukum. dan n. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap unsur Kementerian Keuangan. j. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pemantauan. i. koordinasi penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media. . koordinasi pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan di lingkungan Kementerian Keuangan. g. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. permintaan informasi. b. penanganan permintaan audit Investigasi. penyusunan dan penyampaian laporan audit investigasi serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Bidang Investigasi. e. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil audit investigasi. pelaksanaan dan pengendalian audit investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan rencana strategis. koordinasi pengawasan yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. l. pemberian keterangan ahli di persidangan. d. Pasal 1490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1489. h. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. c. k. pelaksanaan koordinasi dengan instansi penegak hukum. pelaksanaan kegiatan intelijen dan surveillance. kebijakan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit investigasi. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat Bidang Investigasi.429 Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1489 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. f. m. pelaksanaan sosialisasi kegiatan investigasi. koordinasi pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan unsur Kementerian Keuangan.

Subbagian Tata Usaha. Pasal 1492 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat Bidang Investigasi. dan b. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Pasal 1494 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.430 Pasal 1491 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1493 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

h. g. norma. pengaturan. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. i. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. Pasal 1496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1495.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kliring dan Penjaminan. f. k. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. c. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. b. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. persetujuan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. e. penegakan peraturan di bidang pasar modal. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. d.431 BAB XIII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1495 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. perumusan standar. dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. j. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. .

l. j. Biro Riset dan Teknologi Informasi. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa.432 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1497 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri atas: a. e. Biro Kepatuhan Internal. k. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. b. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. f. c. Sekretariat Badan. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. d. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. h. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. b. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. pelaksanaan penataan organisasi. . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1498 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 1499 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1498. dan m. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. i. Biro Dana Pensiun. g. Biro Pengelolaan Investasi. Biro Perasuransian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyusunan prosedur dan metode kerja. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. c. c. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. perencanaan anggaran Badan. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. analisis dan evaluasi jabatan. Pasal 1502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1501. d. Pasal 1501 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1500 Sekretariat Badan terdiri atas: a. i. b. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. laporan akuntabilitas kinerja. Bagian Keuangan. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. . g. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. dan penyiapan bahan pelaksanaannya.433 c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. f. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. f. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. e. penataan organisasi. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. pelaksanaan urusan keuangan Badan. d. penyiapan bahan penataan organisasi. Bagian Umum. Bagian Perencanaan dan Organisasi. perencanaan anggaran badan. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. h. e.

d. Pasal 1504 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. b. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. dan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Pasal 1506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1505. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. kepangkatan. b. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. dan Subbagian Tata Laksana.434 - Pasal 1503 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. Subbagian Perencanaan Anggaran. dokumentasi. Subbagian Organisasi. pelaksanaan urusan pengangkatan. d. pemberhentian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. c. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. analisis jabatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. Pasal 1505 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. c.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. c. Pasal 1511 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 1510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1509. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 1509 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. Subbagian Perbendaharaan. statistik dan kesejahteraan pegawai. . c. dan Subbagian Umum Kepegawaian. c. pemberhentian. b.435 - Pasal 1507 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. dokumentasi. dan penatausahaan penerimaan negara. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. d. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Pasal 1508 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. b. kepangkatan.

e. g. dan modal ventura. Pasal 1513 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. d. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. f. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. perusahaan pembiayaan. Pasal 1514 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1513. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga b. dana pensiun. . c. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . asuransi. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal.436 - Pasal 1512 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal.

j. Pasal 1516 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan- . memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. b.437 keuangan dengan negara lain dan badan internasional. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. d. metode dan materi penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan dan pengembangan teknik. dan Subbagian Pengaduan Pasar Modal. c. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. h. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. dan kegiatan lainnya yang sejenis. rancangan perjanjian. Subbagian Hubungan Masyarakat. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. Subbagian Kerjasama Bilateral. seminar. pelaksanaan kerjasama internasional. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. Subbagian Kerjasama Multilateral. pelaksanaan kerjasama internasional. rancangan perjanjian. dan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pemantauan. Pasal 1515 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. i. bahan pertukaran informasi. bahan pertukaran informasi.

ekspedisi. keprotokolan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. c. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1520 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan.438 bahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. penyiapan bahan. b. d. Subbagian Rumah Tangga. protokol. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. dan tata usaha Ketua Badan. penyimpanan. dan penggandaan. Pasal 1517 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Persuratan. pelaksanaan urusan tata persuratan. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. penyiapan dokumen. dan Subbagian Perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1507. c. komputerisasi persuratan. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pemeliharaan dan penyiapan penghapusan perlengkapan. . b. dan pelaksanaan urusan perlengkapan. pengangkutan pegawai. inventarisasi. perjalanan dinas dan gaji. pendistribusian. perlengkapan. d. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan akomodasi Ketua Badan. pelaksanaan. pencatatan acara. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. mengkoordinir penyusunan pidato. kearsipan. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. Pasal 1519 Bagian Umum terdiri atas: a. rumah tangga.

melakukan litigasi. h. j. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. e. dan f. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. i. pemberian bantuan hukum. Pasal 1522 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1521. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). . c.439 - Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1521 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. g. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. saran. pemberian pertimbangan. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penetapan sanksi. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penanganan keberatan. b. k. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian pertimbangan. d.

Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. dan pelaksanaan tata usaha biro. b. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a.440 l. d. Manajer Investasi. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. penyusunan. c. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha biro. dan lembaga pemeringkat Efek. Wakil Manajer Investasi. . Pasal 1523 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. pelaksanaan tata usaha biro. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Penasihat Investasi. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pasal 1526 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. c. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Wakil Manajer Investasi. b. d. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Penasihat Investasi. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. b. e. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. dan Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. c. Pasal 1525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1524. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Manajer Investasi. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1524 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. e.

pengkajian peraturan pasar modal internasional. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Manajer Investasi. rumah tangga.441 Pasal 1527 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Wakil Manajer Investasi. kearsipan. dan Hukum . penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pasal 1528 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan lembaga pemeringkat Efek. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pasal 1529 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1528. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Bagian Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Penasihat Investasi. kepegawaian. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan lembaga pemeringkat Efek. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaporan biro. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Kustodian. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Wakil Manajer Investasi. Lembaga Kliring dan Penjaminan. c. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Penasihat Investasi. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. b. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Manajer Investasi. Biro Administrasi Efek. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Lembaga Penilaian Harga Efek.

dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Biro Administrasi Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Pasal 1531 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Perantara Pedagang Efek. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. Wakil Penjamin Emisi Efek. Kustodian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Wakil Penjamin Emisi Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Biro Administrasi Efek. Penjamin Emisi Efek. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Lembaga Penilaian Harga Efek. c. Kustodian. Pasal 1530 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. Wakil Perantara Pedagang Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. yang berkaitan dengan Bursa Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. b. . Pusat Laporan Transaksi Obligasi. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Wakil Perantara Pedagang Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan.442 d. Kustodian. Wakil Penjamin Emisi Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder.

pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penyusunan. Penilai. Perusahaan Publik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. Akuntan. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a.443 Pasal 1532 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. Penilai. Perusahaan Publik. Akuntan. yang berkaitan dengan Emiten. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. b. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. dan . pengkajian peraturan pasar modal internasional. c. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1535 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. Konsultan Hukum. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Pasal 1534 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri atas: a. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 1533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1532. dan Penilai. Akuntan. Wali Amanat. Perusahaan Publik. Akuntan. b. Notaris.

Konsultan Hukum. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat.444 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. pembiayaan dan penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pasal 1538 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri atas: a. c. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Subbagian Peraturan Dana Pensiun. yang berkaitan Perasuransian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1536 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. dan dana pensiun. (3) b. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. dan Dana Pensiun. Akuntan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. pembiayaan dan penjaminan. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. dan dana pensiun. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Perasuransian. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. . Penilai. b. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. yang berkaitan dengan perasuransian. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Notaris. yang berkaitan dengan Emiten. Pasal 1537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1536. Pembiayaan dan Penjaminan.

pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun.445 Pasal 1539 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. . yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan perasuransian. bantuan hukum. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pendapat hukum. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan perasuransian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. penyusunan. Pasal 1540 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian saran. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. pengkajian peraturan perasuransian internasional. yang berkaitan dengan Dana Pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . yang berkaitan dengan Dana Pensiun. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.

penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . i. dan melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Notaris Pasar Modal. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. c. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. b. . f. k.446 - Pasal 1541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1540. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. d. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. dan Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. e. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. Pasal 1542 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal terdiri atas: a. ahli. g. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. j. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. di b. c. h.

atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. memproses pendaftaran. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Biro Riset dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. memproses pendaftaran. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1544 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. pengumpulan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. ahli. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. analisis. . serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. Pasal 1545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1544.447 Pasal 1543 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal.

Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data dan statistik pasar modal. d. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan lembaga keuangan lain. f. g. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1547. analisis. b. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan pelaksanaan tata usaha biro. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. d. penyusunan. dana pensiun. penyiapan bahan pengumpulan. b. Bagian Riset Pasar Modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .448 b. . e. analisis. analisis. analisis. f. c. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. analisis. dan penyiapan bahan pengumpulan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. pengelolaan. e. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. Bagian Riset Ekonomi. c. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. pengumpulan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. analisis. dan lembaga keuangan lain. pengumpulan. Pasal 1547 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Bagian Riset Asuransi. Pasal 1546 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. dan penyajian data ekonomi makro. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik asuransi. dana pensiun. c. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.

b.449 Pasal 1549 Bagian Riset Ekonomi terdiri atas: a. penyiapan bahan pengumpulan. c. b. penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. . analisis. analisis. Subbagian Statistik Pasar Modal. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan penyajian data dan statistik pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1550 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. analisis. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. dan Subbagian Tata Usaha Biro. analisis. b. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1553 Bagian Riset Pasar Modal terdiri atas: a. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. dan Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. Pasal 1551 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. analisis. analisis. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. c. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. c. Pasal 1552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1551.

Dana Pensiun. analisis. Pasal 1555 Bagian Riset Asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. c.450 Pasal 1554 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. b. Bagian Riset Asuransi. Subbagian Statistik Asuransi. dan pelaporan biro. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. dan penyajian data dan statistik pasar modal. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1555. dana pensiun. dan lembaga keuangan lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. rumah tangga. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. . b. analisis. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. analisis. Pasal 1557 Bagian Riset Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. kearsipan. dan penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun. dan penyajian data dan statistik Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri atas: a.

Dana Pensiun. . pengelolaan. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun. Pasal 1560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1559. dan penyajian data dan statistik Asuransi. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1561 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Usaha Jasa Pembiayaan. dan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. Pasal 1559 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. b. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan Subbagian Dukungan Teknis. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. analisis.451 Pasal 1558 (1) Subbagian Statistik Asuransi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. c. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. pengelolaan. penyiapan bahan penyusunan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Usaha Jasa Pembiayaan. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. analisis.

c. Pasal 1563 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. Pasal 1565 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri atas: a. (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. dan c. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. b. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan. . dan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. b. Pasal 1564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1563. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan.452 Pasal 1562 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Pasal 1566 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.

Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.453 Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1567 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1569 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri atas: a. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. b. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1567. d. Keterbukaan Emiten. g. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. pengawasan. e. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. Pasal 1570 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. f. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. pembinaan. c. . dan h. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. pelaksanaan tata usaha biro. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. b. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Pengelolaan Investasi. d. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum.

Pasal 1572 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. Pasal 1573 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pengolahan. . pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. dan pelaporan biro.454 Pasal 1571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1570. II. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. pengumpulan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1574 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. rumah tangga. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. d. kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. c. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III. e. d. b. kearsipan.

Pasal 1578 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . b. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Perusahaan Efek. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. c. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.455 Pasal 1575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1574. pengumpulan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. Pasal 1577 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. II. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. d. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. c. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1576 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. pengolahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. b.

II. pengolahan. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1581 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. c.456 Pasal 1579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1578. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1580 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri atas: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. b. Pasal 1582 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. pengumpulan. d. . b. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan.

pemrosesan izin usaha. pengumpulan. II.457 Pasal 1583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1582. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. b. d. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. dan Penasihat Investasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. b. pengolahan. Pasal 1585 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. c. Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1586 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. Manajer Investasi. c. . Wakil Manajer Investasi. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1584 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri atas: a.

penyiapan bahan pengembangan produk investasi. b. dan pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. e. b. c. . dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. Wakil Manajer Investasi. b.458 Pasal 1587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1586. izin perseorangan. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. dan Penasihat Investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1588 Biro Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. Pasal 1589. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. Pasal 1590 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. dan Wakil Manajer Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Manajer Investasi. g. f. d. c. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi. Wakil Manajer Investasi. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. penelaahan aspek keterbukaan. pemrosesan permohonan izin usaha. Penasihat Investasi. Bagian Pengembangan Produk Investasi. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. Pasal 1589 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. hukum. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. e. Bagian d. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 459 Pasal 1591 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi; Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1592 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Pasal 1593 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1594 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Pasal 1593, Bagian

pengumpulan, analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; dan analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 460 Pasal 1595 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana; dan b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Pasal 1596 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1597 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi, Penasihat Investasi, izin Perseorangan, izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1598 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1597, Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi;

b. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi; c.

d. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; e. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 461 f. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

g. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; dan h. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1599 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Wakil Manajer Investasi; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1600 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi, dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana, menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1601 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha, penelaahan aspek keterbukaan, hukum, akuntansi, pernyataan pendaftaran, dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Pasal 1602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1601, Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek, aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi, laporan keuangan dan akuntansi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 462 b. c. d. e. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis, pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi; penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan; penelaahan aspek keterbukaan, hukum, dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset; penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset; dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset. Pasal 1603 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Penelaahan Hukum; Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset; dan Subbagian Penelaahan Akuntansi. Pasal 1604 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran, laporan, dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana, dan Efek Beragun Aset. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, Penelaahan laporan, dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Pasal 1605 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Reksa Dana, Efek Beragun Aset, menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi.

f. g. h.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 463 Pasal 1606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1605, Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian; pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi; peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan

pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Pasal 1607

Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Kepatuhan Reksa Dana; dan Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1608 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi, melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi dan Kustodian, memantau kepatuhan penyampaian laporan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 464 Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1609 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan, pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, Kustodian, Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Penjamin Emisi Efek, dan pengawasan transaksi Efek, serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. Pasal 1610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1609, Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, dan Penjamin Emisi Efek; pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pemeriksaan atas Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara; dan pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1611 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Lembaga Efek; Bagian Kepatuhan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Perdagangan; Bagian Wakil Perusahaan Efek; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c. d.

e. f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 465 Pasal 1612 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek, Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan, pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1612, Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Bagian

penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek; dan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. Pasal 1614

Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek; Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1615 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek, dan penelaahan kode etik lembaga Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek, menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek, Wakil Perusahaan Efek, dan Perantara Pedagang Efek, melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan, menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan, serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 466 Pasal 1616 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1616, Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, dan Biro Administrasi Efek; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian; penelaahan laporan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1618 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I; Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1619 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian.

b. c. d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 467 Pasal 1620 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan, mempersiapkan jadwal pemeriksaan, melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyimpanan, Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1620, Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1622 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I; Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1623 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. indikasi adanya

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 468 (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1624 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. Pasal 1625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1624, Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain; dan penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek, Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain. Pasal 1626 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa; Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil; dan Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. Pasal 1627 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 469 (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan, penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, pengawasan perkembangan, dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara, Efek Lain dan Derivatif, serta pengawasan perdagangan di luar bursa. Pasal 1628 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1628, Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1630 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek; Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1631 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan peraturan dan laporan, penyusunan program pemeriksaan, serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 470 (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penyusunan program pemeriksaan, dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan biro.

Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1632 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. Pasal 1633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1632, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.

Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. sekuritas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. pembiayaan. dan investasi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. b. dan investasi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. sekuritas. asuransi. dan investasi. c. pembiayaan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. d. dan investasi. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. Pasal 1636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1635. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. dan investasi. sekuritas. pembiayaan. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. f. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. Pasal 1637 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. pembiayaan. sekuritas. b. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pembiayaan. sekuritas. Pernyataan Penggabungan Usaha. d. asuransi. .471 Pasal 1634 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri atas: a. b. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1635 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya.

Pasal 1639 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. media massa. Pernyataan Penggabungan Usaha. pariwisata. perhubungan. konstruksi. Pasal 1640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1639. pembiayaan. media massa. media massa. Pernyataan Penawaran Tender. properti. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. pariwisata. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. sekuritas. asuransi.472 Pasal 1638 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. perhubungan. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan jasa lainnya. dan Investasi. real estat. real estat. konstruksi. Pernyataan Penawaran Tender. pembiayaan. media massa. pariwisata. konstruksi. perhotelan. Pernyataan Penggabungan Usaha. properti. pariwisata. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. real estat. perhotelan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. b. properti. dan jasa lainnya. dan jasa lainnya. c. perhubungan. teknologi informasi. perhotelan. telekomunikasi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. telekomunikasi. sekuritas. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. telekomunikasi. d. konstruksi. dan jasa lainnya. telekomunikasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. teknologi informasi. properti. pembiayaan. telekomunikasi. perhubungan. real estat. Pernyataan Penggabungan Usaha. media massa. pariwisata. teknologi informasi. . teknologi informasi. perhotelan. dan jasa lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Investasi. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. properti. konstruksi. dan Investasi. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. real estat. teknologi informasi. Pernyataan Penawaran Tender. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perhubungan. asuransi. perhotelan.

telekomunikasi. sekuritas. Pernyataan Penawaran Tender. dan investasi. konstruksi. Pernyataan Penggabungan Usaha. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. Pasal 1642 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender.473 Pasal 1641 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri atas: a. perhotelan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan jasa lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. media massa. telekomunikasi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. teknologi informasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. teknologi informasi. perhubungan. sekuritas. pariwisata. penelaahan laporan. media massa. Pasal 1643 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. konstruksi. perhotelan. properti. dan investasi. . properti. perhotelan. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. dan jasa lainnya. perhubungan. Pernyataan Penawaran Tender. b. telekomunikasi. asuransi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. asuransi. konstruksi. real estat. perhubungan. Pernyataan Penggabungan Usaha. c. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. teknologi informasi. pariwisata. media massa. Pasal 1644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1643. real estat. pariwisata. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . properti. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pembiayaan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. real estat. pembiayaan. dan jasa lainnya.

pembiayaan. sekuritas. asuransi. d. penelaahan laporan. Pasal 1645 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. b. asuransi. dan investasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. pembiayaan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. c. c. asuransi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.474 b. pembiayaan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan investasi. sekuritas. sekuritas. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. dan investasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1646 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

penelaahan laporan. perhubungan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1649 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri atas: a. dan teknologi informasi. penelaahan laporan. c. d. dan teknologi informasi. pariwisata. perhubungan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. telekomunikasi. dan teknologi informasi. media massa. telekomunikasi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. media massa. telekomunikasi. Pasal 1648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1647. media massa. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan. Pasal 1650 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.475 Pasal 1647 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhubungan. media massa. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. media massa. c. pariwisata. pariwisata. telekomunikasi. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. pariwisata. . serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. b. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan teknologi informasi. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. b. dan teknologi informasi. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. telekomunikasi. perhubungan.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. konstruksi. b. e. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. konstruksi. Pasal 1651 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1651. real estat. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. . dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. perhotelan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. penelaahan laporan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. penelaahan laporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro. real estat. dan Perusahaan Jasa Lainnya. real estat.476 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. real estat. d. konstruksi. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. perhotelan. penelaahan laporan. perhotelan. perhotelan. perhotelan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. c. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. real estat.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. kepegawaian. Pasal 1654 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. penelaahan laporan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. rumah tangga. kearsipan. . Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1655. dan pelaporan biro. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. c. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat.477 Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri atas: a. b. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1655 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. penelaahan laporan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya.

industri logam. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan industri kimia. garmen. dan Kimia. f. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. dan industri kimia. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. industri dasar. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen.478 b. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. h. Pernyataan Penawaran Tender. aneka industri lainnya. alas kaki. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Logam. industri dasar. g. aneka industri lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan indutri kimia. b. industri logam. Pasal 1659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1658. industri logam. e. d. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Pernyataan Penggabungan Usaha. aneka industri lainnya. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. industri dasar. . barang konsumsi. c. Pasal 1657 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri atas: a. c. d. alas kaki. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. e. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. barang konsumsi. alas kaki. dan pelaksanaan tata usaha biro. Pasal 1658 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. b.

Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. industri dasar. barang konsumsi. industri dasar. b. Pasal 1661 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. dan industri kimia. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri dasar. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan industri kimia. alas kaki. industri logam. Pernyataan Penggabungan Usaha. aneka industri lainnya. d. barang konsumsi. . (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Pasal 1660 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri atas: a. Pasal 1662 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. garmen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . garmen. alas kaki. industri dasar. barang konsumsi. alas kaki. aneka industri lainnya. alas kaki. dan industri kimia.479 c. c. garmen. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penawaran Tender. aneka industri lainnya. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan industri kimia. Pernyataan Penawaran Tender. industri logam. alas kaki. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. aneka industri lainnya. industri logam. dan industri kimia. dan agrobisnis. kehutanan. barang konsumsi. Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. industri logam. aneka industri lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. barang konsumsi. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. industri logam. industri dasar.

Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan. dan agrobisnis.480 Pasal 1663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1662. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. kehutanan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. d. dan agrobisnis. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. kehutanan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b. dan agrobisnis. kehutanan. Pasal 1664 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri atas: a. b. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. Pasal 1665 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. c. dan agrobisnis. Pernyataan Penggabungan Usaha. . Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan agrobisnis. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. c. Pernyataan Penggabungan Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kehutanan.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. garmen. b. garmen. d. dan aneka industri lainnya. barang konsumsi. dan aneka industri lainnya. Pasal 1668 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri atas: a. dan aneka industri lainnya. dan Alas Kaki. alas kaki. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. Pasal 1669 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. dan aneka industri lainnya. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Garmen. Garmen. alas kaki. barang konsumsi. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. penelaahan laporan. alas kaki. alas kaki. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan aneka industri lainnya. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1666. garmen. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. c. barang konsumsi.481 Pasal 1666 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . b. barang konsumsi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. garmen. garmen. alas kaki. garmen. dan alas kaki. barang konsumsi.

penelaahan laporan. (3) b. dan kimia. dan kimia. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1670. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi.482 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. Pasal 1670 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. d. dan kimia. dan kimia. logam. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. . Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. penelaahan laporan. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kimia. logam. logam. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. penelaahan laporan.

Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. b.483 Pasal 1672 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1673 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. penelaahan laporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. c. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Logam. kehutanan dan agrobisnis. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1674 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Kimia terdiri atas: a. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia.

Pasal 1676 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. penelaahan laporan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. kehutanan dan agrobisnis. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kearsipan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. d. b. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kehutanan dan agrobisnis. kepegawaian. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b. kehutanan dan agrobisnis. rumah tangga. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. c. kehutanan dan agrobisnis. e. dan c. penelaahan laporan.484 Pasal 1675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1674. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1677 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. pembinaan. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. Bagian Akuntan. c. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. e. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. pengumpulan. dan pelaksanaan tata usaha biro. b. Pemeringkat Efek. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pemeringkat Efek. . dan Wali Amanat di pasar modal. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. c. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. standar pemeriksaan akuntansi. h. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. e. d. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .485 Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1678 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. d. Pasal 1679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1678. b. j. pembinaan. analisis. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. i. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. Pasal 1680 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri atas: a. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. g. standar penilaian di bidang pasar modal. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. standar tata kelola perusahaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. Penilai.

standar pemeriksaan khusus. dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain.486 Pasal 1681 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. c. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1681. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. c. d. . b. b. Subbagian Standar Akuntansi II. dan Subbagian Standar Pemeriksaan. f. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Standar Akuntansi I. Pasal 1683 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. e. Pasal 1684 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi.

pengawasan dan inspeksi Akuntan. pembinaan. Pasal 1686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1685. Penilai. e. Asosiasi Pemeringkat Efek. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Pasal 1685 Bagian Akuntan. f. Pemeringkat Efek. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. g. penyiapan bahan perumusan pembinaan. penyusunan program pengembangan Akuntan. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. (3) . d. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Bagian Akuntan. h. Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. dan penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. b. Pengelolaan Investasi. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Penilai. Penilai.487 (2) Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi.

c. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengawasan. pelaporan. (2) (3) . dan inspeksi Pemeringkat Efek. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. pembinaan. Pasal 1689 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. pengawasan pengendalian mutu Penilai. pelaporan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Subbagian Penilai Pasar Modal. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. pembinaan. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. pelaporan. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. dan Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri atas: a. pengumpulan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan.488 Pasal 1687 Bagian Akuntan. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan tata usaha biro. pengawasan dan inspeksi Penilai. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pembinaan. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. dan lembaga lain yang terkait. Subbagian Akuntan Pasar Modal. Pasal 1688 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Wali Amanat. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. pengawasan dan inspeksi Penilai. pengawasan. Penilai. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. b. analisis. pengawasan. dan inspeksi Akuntan.

penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. f. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. b. c. Pasal 1691 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri atas: a. d. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. analisis. d. Pasal 1692 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. b. e. analisis. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. 1689. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Bagian penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. . dan pelaksanaan tata usaha biro.489 Pasal 1690 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a.

kepegawaian. dan pelaporan biro. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. c. pengkajian. analisis. pengumpulan. e. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. kearsipan. pengkajian. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. analisis. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. pengumpulan. penyiapan.490 (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1693. rumah tangga. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. d. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. . analisis. Bagian a. melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. dan f. melakukan pengumpulan. b. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan c. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. penelaahan. b. Pasal 1695 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. Pasal 1693 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. analisis.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1697 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. b. melakukan pengumpulan. dan melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. evaluasi. analisis. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. melakukan pengumpulan. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. . dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal.491 Pasal 1696 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. penelaahan data kelembagaan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Pasal 1698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1697. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. standardisasi. penelaahan. penelaahan. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. jasa. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. penelaahan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. menyelenggarakan fungsi: a. melakukan pengumpulan.

pelaksanaan dan penjaminan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelahan jasa lembaga pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1699 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri atas: a.492 c. Pasal 1701 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1700. penyajian informasi perkembangan usaha. Pasal 1702 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. c. dan analisis laporan keuangan. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. Pasal 1700 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga pelaksanaan tata usaha biro. c. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. d. b. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. d. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. . Bagian Lembaga Pembiayaan. e. dan Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. e. b. Bagian Lembaga Penjaminan.

c. (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 1705 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1704. dan Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. b. Pasal 1704 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1706 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. b. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. d. dan pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. .493 Pasal 1703 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur.494 Pasal 1707 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. rencana jangka pendek dan jangka panjang. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. penyajian informasi perkembangan usaha. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. dan Subbagian Tata Usaha Biro. d. analisis laporan keuangan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. c. rencana jangka pendek dan jangka panjang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1709 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1708. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. Pasal 1710 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri atas: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. Pasal 1708 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. rencana jangka pendek dan jangka panjang. .

penelaahan kegiatan operasional. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a.495 Pasal 1711 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. kepegawaian dan pelaporan biro. kearsipan. d. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. penelaahan kepatuhan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penelaahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. c. Pasal 1715 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. Pasal 1714 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri atas: a. b. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. Pasal 1713 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1712. penyajian informasi perkembangan usaha. rumah tangga. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis laporan keuangan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. . dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. Pasal 1712 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. dan c.

f. c. penelaahan kegiatan operasional. perubahan. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat. g. b. Pasal 1717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1716. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. . dan usaha pembiayaan usaha mikro. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian. e. penelaahan kegiatan operasional. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku. i. kecil dan menengah. penelaahan kepatuhan. dan penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala. analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi. pembentukan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . h. Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1716 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis.496 (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian. d. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku. penelaahan kepatuhan. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian. termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan pelaksanaan tata usaha biro.

b. registrasi tenaga ahli. e. Pasal 1722 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. b. Bagian Pemeriksaan Perasuransian. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan. Subbagian Kelembagaan Perasuransian II. f. dan pembubaran perusahaan perasuransian. penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. Pasal 1721 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri atas: a. c.497 Pasal 1718 Biro Perasuransian terdiri atas: a. Pasal 1719 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis. pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian. dan pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. Bagian Perasuransian Syariah. dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. b. pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian. Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1719. . Bagian Kelembagaan Perasuransian. II. d. melakukan perencanaan penyuluhan. dan Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. pembubaran perusahaan perasuransian. kepengurusan. c. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I.

Pasal 1728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1727. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan. dan sistem analisis laporan . dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .498 Pasal 1723 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan. Pasal 1724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1723. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II. Pasal 1726 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. c. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi sistem perasuransian. pengumpulan data dan analisis program asuransi. mengembangkan sistem. dan evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian. dan Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. II. b. b. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan Pasal 1725 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri atas: a. Pasal 1727 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. pelaporan. b. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. c.

Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II. c. dan Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. dan Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III. c. . b. Pasal 1731 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II. II.499 Pasal 1729 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri atas: a. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1730 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. dan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1732 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1731. d. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. b. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. Pasal 1733 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri atas: a.

500 Pasal 1734 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. Pasal 1736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1735 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. rencana jangka pendek. mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah. b. analisis laporan Pasal 1737 Bagian Perasuransian Syariah terdiri atas: a. . dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. c. b. evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. Subbagian Perasuransian Syariah II. II. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. rencana jangka panjang. dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. Bagian pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. dalam Pasal 1735. f. pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah. d. evaluasi sistem laporan perasuransian syariah. dan mengembangkan sistem. penyelenggaraan usaha. program asuransi syariah. c. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Subbagian Perasuransian Syariah I. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

(2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil.501 Pasal 1738 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah. melaksanakan analisis. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan. e. d. c. kepegawaian. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. rumah tangga. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1739 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. . dan f. Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. kearsipan. dan pelaporan biro. standardisasi. Pasal 1740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1739. dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun. bimbingan teknis. perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan tata usaha biro.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a.502 Pasal 1741 Biro Dana Pensiun terdiri atas: a. b. struktur organisasi. Pasal 1742 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. d. Pasal 1743 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1742. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. e. b. f. c. . dan Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. dan pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri. penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun. c. Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun. Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun. rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. c. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun. Pasal 1744 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri atas: a. Pasal 1745 (1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun. Bagian Analisis. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu. Pasal 1747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1746. laporan teknis dan laporan berkala lain. . laporan portofolio investasi. pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas. Pasal 1749 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun. laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun. Pasal 1746 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. laporan perubahan penerima titipan. b. laporan aktuaris. laporan portofolio investasi.503 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. b. Pasal 1748 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri atas: a. dan pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. c. dan Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. perubahan atau pembubaran dana pensiun. laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan. melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum. c. dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. d. perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun. laporan aktuaris. dan laporan lain.

laporan perubahan penerima titipan. dan Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti.504 (2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. b. c. dan laporan informasi lainnya. d. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. . pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. e. Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1750 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. b. Pasal 1752 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri atas: a. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1750.

c. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. b. Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun. penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun. c. pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun. Pasal 1756 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri atas: a. Pasal 1754 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun. Bagian pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. . penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. Pasal 1755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1754. d. pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. e. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. dan Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun.505 Pasal 1753 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi. Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. penyusunan laporan industri dana pensiun.

Pasal 1759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1758. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. Subbagian Tata Usaha Biro. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Subbagian Analisis dan Pelaporan. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil.506 Pasal 1757 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. Pasal 1760 Bagian Analisis. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis. evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. laporan portofolio investasi. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana. dan laporan berkala rutin. Bagian Analisis. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. . pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan d. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. Pasal 1758 Bagian Analisis. c. b.

Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1762 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK. b. pemeriksaan dan penyidikan. kepegawain. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. rumah tangga. c. investasi. dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. . pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1762. dan pelaporan biro. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan sumber daya aparatur. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. kearsipan.507 Pasal 1761 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. pengelolaan investasi. serta standar akuntansi dan keterbukaan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa.

serta jasa pembiayaan dan penjaminan. Bagian Kepatuhan II. Pasal 1767 Bagian Kepatuhan I terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan I. b. pemeriksaan dan penyidikan. b. Subbagian Kepatuhan IB. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan III. dan c. dan e. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Subbagian Kepatuhan IA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Subbagian Kepatuhan IC.508 d. Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. serta standar akuntansi dan keterbukaan. Bagian Kepatuhan IV. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 1766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1765. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. b. c. Pasal 1764 Biro Kepatuhan Internal terdiri atas: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. . pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1765 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dana pensiun. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

penilaian keuangan perusahaan sektor jasa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b.509 Pasal 1768 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1769. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. Subbagian Kepatuhan IIB. Subbagian Kepatuhan IIA. b. dan c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. Subbagian Kepatuhan IIC. Pasal 1771 Bagian Kepatuhan II terdiri atas: a. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 1769 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil.

510 Pasal 1772 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. dan c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. Subbagian Kepatuhan IIIB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. pengelolaan investasi. dan c. Subbagian Kepatuhan IIIA. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. . Pasal 1773 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. dan sumber daya aparatur. Pasal 1775 Bagian Kepatuhan III terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIC. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek.

c.511 Pasal 1776 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Pasal 1777 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IVC. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dana pensiun. Pasal 1778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1777. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. Subbagian Kepatuhan IVB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. Subbagian Kepatuhan IVA. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha biro. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1779 Bagian Kepatuhan IV terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Biro. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1781 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan pelaporan biro. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. Pasal 1782 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.512 Pasal 1780 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. rumah tangga. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. kepegawaian. . kearsipan.

c. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. pelaksanaan administrasi Badan Kebijakan Fiskal. evaluasi. Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral. rencana dan program analisis di bidang kebijakan fiskal. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d. penyusunan kebijakan teknis. . Sekretariat Badan. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1785 Badan Kebijakan Fiskal terdiri atas: a.513 BAB XIV BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1783 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. pelaksanaan analisis dan pemberian rekomendasi di bidang kebijakan fiskal. b. f. b. e. Pasal 1784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1783. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. g. dan d. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. dan Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan analisis di bidang kebijakan fiskal.

serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. c. serta diseminasi elektronik. d. Pasal 1789 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. e. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. b. Bagian Umum. koordinasi penyusunan rencana strategik. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. c. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. kepegawaian. penyajian data dan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan kehumasan Badan. b. rencana kerja dan anggaran. g. f. tatalaksana. . penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan.514 Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1786 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. dan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 1788 Sekretariat Badan terdiri atas: a. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. e. pengembangan pegawai. Bagian Data dan Informasi. Bagian Perencanaan dan Keuangan. dan koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. gaji. Pasal 1787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1786. h. kepegawaian. d.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penghargaan.515 Pasal 1790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1789. Pasal 1791 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. cuti. pengukuran beban kerja. pengembangan kinerja. dan Subbagian Umum Kepegawaian. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. penempatan. penyusunan prosedur dan metode kerja. penggajian. d. penggajian. c. analisis dan evaluasi jabatan. kepangkatan. pengembangan kinerja. pemindahan. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Organisasi. laporan kegiatan. dan hukuman disiplin pegawai. dokumentasi dan statistik pegawai. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. b. dokumentasi dan statistik pegawai. . penghargaan. serta pengurusan tata usaha. dan pemensiunan pegawai. penempatan. dan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. dan hukuman disiplin pegawai. dan pemensiunan pegawai. Pasal 1792 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pemindahan. pelaksanaan urusan pengangkatan. penyusunan prosedur dan metode kerja. analisis dan evaluasi jabatan. pemberhentian. serta pengurusan tata usaha. d. kepangkatan. penyiapan bahan penataan organisasi. pemberhentian. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. pengukuran beban kerja. c. cuti.

b. Pasal 1797 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. .516 Pasal 1793 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. Pasal 1795 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c. RKKL dan RKAKL.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1796 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. serta manajemen sistem informasi. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. d. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan e. dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. penyusunan rencana strategis dan anggaran. Pasal 1794 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1793. Subbagian Verifikasi. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. ekonomi dan keuangan. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. belanja negara. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan. c. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.

dan kehumasan. perlengkapan. Subbagian Manajemen Sistem Informasi.517 Pasal 1798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1797. pelaksanaan urusan tata usaha. dan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan manajemen sistem informasi. dan Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. kearsipan. c. b. dan pemeliharaan. rumah tangga. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. . ekonomi dan keuangan. d. Subbagian Data dan Statistik APBN. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. pengadaan. gaji. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. d. b. pengelolaan data pendapatan negara. Pasal 1801 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. b. belanja negara. pengelolaan. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. dukungan teknis. ekonomi dan keuangan. Pasal 1802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1801. belanja negara. Pasal 1800 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. dan diseminasi elektronik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. Pasal 1799 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. pelaksanaan urusan rumah tangga. penyajian statistik pendapatan negara.

d. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dan Subbagian Kehumasan. Pasal 1804 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. d. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. analisis usulan kebijakan pajak. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.518 c. b. kesejahteraan. analisis. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan kendaraan dinas. dan pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. ekspedisi. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. Subbagian Perlengkapan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Subbagian Rumah Tangga. Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1805 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. pelaksanaan. Pasal 1806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1805. perjalanan dinas. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. kepabeanan. pemeliharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. cukai. . penggandaan. inventarisasi. kepabeanan. cukai. pendistribusian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. kearsipan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Pasal 1803 Bagian Umum terdiri atas: a. b. penyiapan dokumen. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan.

dan c. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. PPSP. Bea Meterai. dan e. Bea Meterai.519 c. dan d. PPnBM. PPSP. BPHTB. dan PNBP Non SDA. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. dan PNBP Non SDA. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. PPnBM. c. PPSP. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbidang PPN dan PPnBM. b. dan PNBP Non SDA. b. PPSP. Bea Meterai. KUP. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. PPnBM. KUP. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. BPHTB. c. dan f. pelaksanaan tata kelola Pusat. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. dan Bea Meterai. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. Pasal 1807 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. Subbidang KUP dan PPSP. d. Subbidang PBB. Subbidang PNBP Non SDA. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. Bea Meterai. PBB. KUP. Pasal 1808 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. BPHTB. e. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. BPHTB. PBB. PBB. kepabeanan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. Pasal 1809 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1808. KUP. dan PNBP Non SDA. cukai. PBB. PPnBM. Pasal 1810 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri atas: a. BPHTB.

analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Pasal 1814 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri atas: a. dan PNBP SDA. BPHTB. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1812. Perpajakan Internasional. b. . dan c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. Subbidang PPh. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan PNBP SDA. BPHTB. analisis usulan kebijakan. Perpajakan Internasional. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang PNBP SDA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. Pasal 1815 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Perpajakan Internasional. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. dan PNBP SDA. (3) Subbidang PBB. dan Bea Meterai.520 Pasal 1811 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. dan c. b. Pasal 1812 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. Subbidang Perpajakan Internasional. Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan. dan PNBP SDA.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .521 (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Bilateral. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. Pasal 1819 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Regional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. Pasal 1817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1816. b. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri atas: a. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Regional. dan Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan. Subbidang Tarif Khusus. Tarif Regional. b. Tarif Bilateral. Tarif Regional. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. dan c. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. analisis usulan kebijakan. Tarif Bilateral. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. . Tarif Regional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . dan d. Pasal 1816 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. dan Tarif Khusus. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. dan Tarif Khusus. c. Subbidang Tarif Bilateral. Tarif Bilateral. dan Tarif Khusus. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA.

dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. Pasal 1823 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. analisis usulan kebijakan. dan Bea Masuk Pembalasan. dan Bea Keluar. Teknis Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. Pasal 1820 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. analisis usulan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. dan Bea Keluar. Bea Masuk Imbalan. dan d. Subbidang Cukai. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Cukai.522 (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Cukai. Teknis Kepabeanan. dan c. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Cukai. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri atas: a. . Bea Masuk Tindakan Pengamanan. analisis usulan kebijakan. b. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. Subbidang Teknis Kepabeanan. dan Bea Keluar. Subbidang Bea Keluar. Cukai. c. dan Bea Keluar. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Pasal 1821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1821.

(2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. dan Cukai.523 (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Cukai. Pasal 1827 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. penyusunan laporan hasil evaluasi. Kepabeanan. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan hasil evaluasi. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. analisis usulan kebijakan. Kepabeanan. b. Kepabeanan. PNBP. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. b. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. Subbidang Tata Kelola. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. analisis usulan kebijakan. Pasal 1824 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. . PNBP. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. PNBP. Pasal 1826 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. Pasal 1825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1824. dan c. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.

dan h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. c. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan laporan Pusat. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1828 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. kearsipan. RAPBN Perubahan. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. perumusan rekomendasi. d. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. b. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. c. Pasal 1829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1828. pelaksanaan tata kelola Pusat. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. dan evaluasi kebijakan APBN. kepegawaian. g. e. rumah tangga. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. moneter. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. . Pasal 1830 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. b. analisis. keuangan. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. f. penyusunan data konsolidasi APBN. menyusun rencana kerja.524 (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan.

RAPBN Perubahan. Pasal 1831 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. Bidang Kebijakan Subsidi. . d. f. g. dan pelaksanaan tata kelola pusat. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. c. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. b. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. b. e. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. c. dan Subbidang Tata Kelola. penyiapan bahan analisis. e. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. perumusan rekomendasi.525 d. d. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. Pasal 1833 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri atas: a. f. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung.

Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. . keuangan. serta pen