MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 184/PMK.01/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Kementerian Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Kementerian Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1982/M.PAN-RB/9/2010 tanggal 6 September 2010; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Keuangan dipimpin oleh Menteri Keuangan. Pasal 2 Kementerian Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Kementerian Keuangan; Negara yang menjadi tanggung jawab

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Keuangan; pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Keuangan di daerah; pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional; dan pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4

Susunan Organisasi Kementerian Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Wakil Menteri Keuangan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3g. h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. u. v. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan; Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional; Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan; Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik; dan

m. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;

w. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai.

BAB III WAKIL MENTERI KEUANGAN Pasal 5 Wakil Menteri Keuangan mempunyai tugas membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Kementerian Keuangan; koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Keuangan; pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Keuangan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Komunikasi dan Layanan Informasi; Biro Perlengkapan; dan Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 9 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, strategis, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Kementerian, penyusunan anggaran Kementerian, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Kementerian.

d. e. f. g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian; pelaksanaan akuntansi Kementerian; dan anggaran Kementerian serta pelaporan keuangan

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 11

Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 12 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek dan strategis di lingkungan Kementerian; penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; dan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6Pasal 14 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan I; Subbagian Perencanaan II; Subbagian Perencanaan III; dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 16 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7Pasal 18 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penganggaran I; Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 20 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8b. c. penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; dan penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus. Pasal 22 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I; Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; dan Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 23 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (2) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 24 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-9Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal; penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan; penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian; dan penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 26 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 27 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 10 -

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Kementerian, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Kementerian Keuangan. Bagian Keempat Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 28 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

c. d.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 11 Pasal 30 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 31 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Pasal 33 Bagian Organisasi I terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; dan Subbagian Organisasi IC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 12 Pasal 34 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 35 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 37 Bagian Organisasi II terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; dan Subbagian Organisasi IIC.

Direktorat Jenderal Pajak. dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. koordinasi. Subbagian Ketatalaksanaan IC. dan monitoring organisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. evaluasi.13 Pasal 38 Subbagian Organisasi IIA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. koordinasi. Bagian b. b. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. penelaahan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. tata laksana pelayanan publik. d. dimaksud dalam Pasal 39. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. . Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. d. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. tata laksana pelayanan publik. penelaahan. Badan Kebijakan Fiskal. sistem administrasi umum. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. evaluasi. Pasal 41 c. Subbagian Ketatalaksanaan IB. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. c. evaluasi. Subbagian Ketatalaksanaan IA. IIB. koordinasi. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. analisis. dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan penyiapan pembinaan. sistem administrasi umum. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan penyiapan bahan pembinaan. Pusat Investasi Pemerintah. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. peringkat jabatan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan laporan akuntabilitas kinerja. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. analisis dan evaluasi jabatan. pengumpulan dan pengolahan data. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. analisis. Bagian Ketatalaksanaan I terdiri atas: a. Pasal 39 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan. dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. analisis. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai.14 Pasal 42 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA. Badan Kebijakan Fiskal. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan Sekretariat Pengawas Perpajakan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Bagian pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. evaluasi. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. penyiapan bahan pembinaan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran. tata laksana pelayanan publik. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. tata laksana pelayanan publik. sistem administrasi umum. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. tata laksana pelayanan publik. b. dan laporan akuntabilitas kinerja. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. koordinasi. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. Direktorat Jenderal Pajak. . dan monitoring sistem dan prosedur kerja. penelaahan. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. Pasal 43 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan pembinaan. sistem administrasi umum. dimaksud dalam Pasal 43. evaluasi. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Pusat Investasi Pemerintah. IB. dan penyiapan pembinaan. koordinasi. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. analisis. sistem administrasi umum. evaluasi. koordinasi. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai.

Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. sistem administrasi umum. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. b. dan b. koordinasi. analisis. koordinasi. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. evaluasi. evaluasi. Badan Kebijakan Fiskal. koordinasi. . Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 47 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. analisis. tata laksana pelayanan publik. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. dan monitoring jabatan fungsional. Subbagian Jabatan Fungsional I. penelaahan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. IIB. Subbagian Jabatan Fungsional III. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan bahan pembinaan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. penelaahan. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. c. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Inspektorat Jenderal. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Ketatalaksanaan IIB. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. b. Pasal 49 Bagian Jabatan Fungsional terdiri atas: a. dan c. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. Pasal 46 Subbagian Ketatalaksanaan IIA.15 Pasal 45 Bagian Ketatalaksanaan II terdiri atas: a. Subbagian Jabatan Fungsional II. dan analisis jabatan fungsional. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. dan penyiapan pembinaan. evaluasi.

perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. d. dan penerimaan negara bukan pajak. dan f. evaluasi. Pasal 52 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi. c. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. analisis. Biro Hukum a. . perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. serta pengelolaan perpustakaan hukum. kepabeanan dan cukai. penelaahan. lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. perbendaharaan. e. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 51 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. dan penyiapan bahan pembinaan. II.16 Pasal 50 Subbagian Jabatan Fungsional I. perusahaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. b. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang.

Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum Kekayaan Negara. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. kepabeanan dan cukai. b. . Subbagian Hukum Kepabeanan I. Pasal 54 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. d. Bagian Hukum Anggaran. c. Perimbangan Keuangan. Pasal 56 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri atas: a. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. Subbagian Hukum Pajak II. d. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. dan Informasi Hukum. Perbendaharaan. dan Subbagian Hukum Kepabeanan II. Subbagian Hukum Pajak I. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. Perusahaan. b. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.17 Pasal 53 Biro Hukum terdiri atas: a.

Pasal 58 Bagian Hukum Anggaran. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Pajak Tidak Langsung Lainnya. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. . Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. Pajak Pertambahan Nilai. pemberian uang ganjaran.18 Pasal 57 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Bagian Hukum Anggaran. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. keberatan dan banding. dan penerimaan negara bukan pajak. perbendaharaan. dan Pajak Penghasilan. Perimbangan Keuangan. Perimbangan Keuangan. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. Perbendaharaan. Perbendaharaan. Pajak Bumi dan Bangunan. perimbangan keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran.

dan rancangan APBN Perubahan. Subbagian Hukum Perbendaharaan. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. dana alokasi umum. terdiri atas: a. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. c. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. dan dana alokasi khusus. Subbagian Hukum Anggaran. dana tugas pembantuan. b. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. dan d. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan d. (2) . dana bagi hasil sumber daya alam. penerusan pinjaman luar negeri kepada pemerintah daerah. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga. Pasal 61 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. c. Perimbangan Keuangan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan masalah anggaran terkait lainnya. Perbendaharaan. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. anggaran Badan Layanan Umum.19 b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. Pasal 60 Bagian Hukum Anggaran. penyusunan Nota Keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan.

sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. pengelolaan dana investasi. dan f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . informasi. e. Perusahaan. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). kekayaan negara lainnya. Pasal 62 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Perusahaan. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan perusahaan. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. diseminasi hukum. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. piutang negara. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Kementerian. (4) . komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tugas Kementerian. dan diseminasi hukum. lelang. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. penyiapan bahan pustaka hukum. akuntansi dan pelaporan keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum.20 (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. c. b. serta menyelenggarakan dokumentasi. Bagian Hukum Kekayaan Negara. d. kekayaan negara yang dipisahkan.

Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. Perusahaan. Pasal 66 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. Lembaga Penyiaran Publik. (2) (3) (4) . pelayanan informasi peraturan perundangundangan. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Kementerian dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. diseminasi hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan pustaka hukum. Badan Hukum Pendidikan. terdiri atas: a.21 Pasal 64 Bagian Hukum Kekayaan Negara. mikro. dan menengah. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. Pasal 65 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. c. dan Informasi Hukum. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang. b. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. dan d. pengelolaan perpustakaan hukum. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan.

Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. dan d. pinjaman dan hibah luar negeri. dan b. b. Subbagian Tata Usaha Biro. (2) (3) (4) . Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 69 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara.22 Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan derivatif terkait dengan surat utang negara. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. Pasal 68 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri atas: a. dan pembiayaan syariah. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

lembaga keuangan bukan bank. b. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. Pasal 71 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70. pengkoordinasian. . dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. asuransi. c. lembaga penjaminan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. Subbagian Hukum Perjanjian. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi.23 Pasal 70 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. dan pasar modal. b. Pasal 72 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri atas: a. pasar modal. dana pensiun. dan d. perjanjian internasional. jasa pembiayaan. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. Pasal 73 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. perjanjian internasional. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. dana pensiun. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah.

penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. Bagian Keenam Biro Bantuan Hukum Pasal 74 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. Arbitrase.24 (2) Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. promosi dan kerjasama investasi. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. perjanjian perlindungan. dan jasa keuangan lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). regional. pendapat hukum. Bank Dalam Likuidasi (BDL). (3) (4) . Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. memberikan bantuan hukum. lembaga penjaminan. pemulihan aset negara dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian. dan lembaga pembiayaan. b. pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. kewajiban kontinjensi. dan perjanjian internasional. serta Sengketa Internasional. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Subbagian Bantuan Hukum IA. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum.25 c. agama. d. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. b. niaga. dan e. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. menyelesaikan perkara perdata atas klaim aset yang terdapat di Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. arbitrase. tuntutan ganti rugi atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. . dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. penanganan perkara di lingkup pengadilan niaga dan peradilan pajak serta menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian yang berpotensi menimbulkan pelanggaran/gugatan. Bagian Bantuan Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. pendampingan kepada para pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IB. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian dalam penanganan perkara. sengketa eks Bank Dalam Likuidasi (BDL). pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Bagian Bantuan Hukum II. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut pemulihan aset negara atas putusan pengadilan. mantan pejabat. Pasal 76 Biro Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan kepegawaian. b. dan pegawai Kementerian yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. sengketa pajak. sengketa Internasional. c. Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum I terdiri atas: a. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Bagian Bantuan Hukum I. perdata. tata usaha negara. b. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. pra peradilan. Bagian Bantuan Hukum III.

Pasal 83 Bagian Bantuan Hukum II terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mantan pejabat. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. b. . perdata. Subbagian Bantuan Hukum IIA. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Subbagian Bantuan Hukum ID.26 c. dan d. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. sengketa pajak. pendampingan kepada para pejabat. pemberian bantuan hukum pada unitunit kerja di lingkungan Kementerian sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. c. pendampingan kepada para mantan pejabat. Pasal 80 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. c. IC. IB. tata usaha negara. Bagian Bantuan Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. pejabat. niaga. Subbagian Bantuan Hukum IIC. mantan pejabat. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Pasal 81 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. dan d. Subbagian Bantuan Hukum IIB. b. dan d. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Subbagian Bantuan Hukum IC.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. c. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. niaga. b. serta dalam penanganan perkara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sengketa Internasional.27 Pasal 84 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. dan c. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). pendampingan kepada para pejabat. pegawai. sengketa pajak. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. perdata. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. IIB. pejabat. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. mantan pejabat. mantan pejabat. Arbitrase. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Pasal 87 Bagian Bantuan Hukum III terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Pasal 85 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. b. dan Kepegawaian. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. dan d. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pra peradilan. dan Kepegawaian. sengketa Internasional. Bagian Bantuan Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum IIID. tata usaha negara. Arbitrase. .

perijinan. pengelolaan sistem manajemen talenta. mantan pejabat. pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan manajemen kinerja pegawai.28 Pasal 88 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. dan pelayanan sistem informasi manajemen sumber daya manusia Kementerian Keuangan serta manajemen naskah dan dokumen pegawai Kementerian Keuangan. d. IIIB. e. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil. manajemen. penyusunan formasi. pendampingan kepada para pejabat. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 89 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. f. penyelesaian mutasi jabatan. dan Kepegawaian. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. h. . b. Biro SDM menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kesejahteraan. pengembangan. g. Arbitrase. penerapan penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan pengadaan. pengelolaan Assessment Center Kementerian Keuangan. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. dan pengkoordinasian pemberian penghargaan pegawai. IIIC. sengketa Internasional. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. dan kepangkatan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. c.

b. perpindahan pegawai dari instansi lain ke Kementerian Keuangan. penyiapan penerimaan pegawai baru. d. dan penempatan pegawai serta tata usaha dan rumah tangga Biro. pengiriman peserta diklat prajabatan. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga biro. hakim pajak. . penyiapan rumah tangga. pegawai harian. Pasal 91 Biro SDM terdiri dari atas: a. pengangkatan CPNS/PNS. d. rencana kerja. dan f. dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. serta pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. penetapan kinerja. dan penyiapan sarana prasarana umum serta pendistribusian persuratan Biro Sumber Daya Manusia. dan k. Penegakan Disiplin dan Pensiun. rencana strategis. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia. formasi. e. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. orientasi pegawai baru. rencana kinerja tahunan. pengelolaan uang muka. penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. c. Bagian Mutasi dan Kepangkatan. pengkoordinasian penyiapan dan penyusunan analisa beban kerja. pengadaan pegawai. penyiapan penempatan pegawai baru. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. f. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. c. penandatanganan pakta integritas. pegawai magang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . diseminasi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan. b. Pasal 92 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. j. dan manajemen risiko di lingkungan Biro SDM.29 i. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. penerapan. Bagian Penghargaan. dan staf khusus Menteri Keuangan. e. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia.

pengiriman peserta diklat prajabatan dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengkoordinasian penyusunan uraian jabatan. Subbagian Tata Usaha Biro. pengembangan kapasitas sumber daya manusia. dan pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta penandatanganan pakta integritas. pembinaan sumber daya manusia Biro Sumber Daya Manusia. Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia. rencana kinerja tahunan. Subbagian Rekruitmen Sumber Daya Manusia. dan h. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Rekrutmen Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penerimaan pegawai baru. rencana kerja.30 g. Pasal 94 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. dan d. hakim pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 95 (1) Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta pengkoordinasian penyusunan analisa beban kerja. pegawai harian. b. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. (4) Subbagian TU Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. (3) Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penempatan pegawai baru. c. penetapan kinerja. . pegawai magang. dan manajemen resiko di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. rencana strategis. dan pengelolaan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Sekretariat Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Biro Sumber Daya Manusia. standar prosedur operasi. orientasi pegawai baru. dan staf khusus Menteri Keuangan serta perpindahan pegawai antar instansi. Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia. pengangkatan CPNS. Pasal 96 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center.

Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. rencana pengembangan sumber daya manusia d. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan Sekretariat Jenderal Pasal 98 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari: a. (2) Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kinerja pegawai. pengkoordinasian pelaksanaan penataan pegawai. c. c. pengelolaan kinerja pegawai. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai Kementerian Keuangan. g. pengkoordinasian penyusunan Kementerian Keuangan. pengembangan sumber daya manusia. pejabat eselon IV dan pelaksana di lingkungan Sekretariat Jenderal. . mengkoordinasikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. h. pemantauan. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. e. Subbagian Assessment Center. pelaksanaan assessment center dan psikotes b. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I serta pelaksanaan dan evaluasi psikotes di lingkungan Kementerian Keuangan. dan i. pengembangan dan evaluasi assessment center dan psikotes. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan. Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia. Pasal 99 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan pengembangan assessment center di lingkungan Kementerian Keuangan dan penyiapan pelaksanaan assessment center pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan.31 Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. dan d. f. pengkoordinasian pengelolaan dan penyusunan indikator kinerja utama Biro Sumber Daya Manusia. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan rencana kebutuhan. b.

analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. penyusunan. disain aplikasi sumber daya manusia. pemantauan. b. dan d. manajemen basis data. Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi. Subbagian Manajemen Basis Data. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. Subbagian Pengintegrasian Data. verifikasi. dan penyajian laporan atas data dan informasi sumber daya manusia. penyiapan bahan penataan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. dan d. Pasal 100 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pembangunan. penyeragaman dan integrasi data sumber daya manusia. analisis. pelaksanaan analisis. dan mengadministrasikan DP3 eselon I dan II. melakukan penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja pegawai. c. manajemen naskah dan dokumen kepegawaian. . dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. penyusunan rencana kebutuhan. b. dan pengintegrasian data sumber daya manusia. Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi. dan dukungan teknis teknologi informasi. penyiapan infrastruktur.32 (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan diseminasi sistem penilaian kinerja pegawai. c. pengelolaan. Pasal 102 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. dan pelayanan sistem informasi manajemen kepegawaian Kementerian Keuangan. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. serta penyajian. mengkoordinasikan penyusunan indikator kinerja utama di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia.

pengaturan status kepegawaian. dan d. Subbagian Mutasi. disain aplikasi kepegawaian. dan d. penyiapan infrastruktur. Subbagian Manajemen Talenta. b. pindah antar unit. verifikasi. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya.33 Pasal 103 (1) Subbagian Manajemen Basis Data mempunyai tugas melaksanakan analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. Pasal 105 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. . pelaksanaan manajemen talenta. Subbagian Kepangkatan II. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. Bagian Mutasi dan Kepangkatan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepangkatan I. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit. Pasal 106 Bagian Mutasi dan Kepangkatan terdiri atas: a. dan dukungan teknis teknologi informasi. dan pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. dan pemantauan pelaksanaan pertukaran data. c. integrasi. Pasal 104 Bagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melaksanakan mutasi jabatan dan kepangkatan pegawai. penyajian data dan informasi serta penyelesaian pelaksanaan inpassing gaji pegawai. penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan pilihan. b. manajemen basis data. (4) Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. penyelesaian penugasan kepala perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. pengaturan status. perpindahan pegawai ke intansi di luar Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi mempunyai tugas melakukan analisis data. c. pelaksanaan manajemen talenta.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan mutasi jabatan struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan serta pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Pengintegrasian Data mempunyai tugas melakukan penyeragaman.

Bagian Penghargaan. perijinan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menyelesaikan pemberian penghargaan dan tanda jasa. pelaksanaan penegakan disiplin. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. Bapepam-Lembaga Keuangan. Direktorat Jenderal Anggaran. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. b. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. .34 Pasal 107 (1) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi jabatan struktural dan fungsional. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya dan penyelesaian penugasan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. c. dan d. pengangkatan dan pemberhentian hakim pajak. Penegakan Disiplin. (2) Subbagian Manajemen Talenta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan manajemen talenta. penerapan. (3) Subbagian Kepangkatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit eselon I dan antar unit eselon II Sekretariat Jenderal. diseminasi. Inspektorat Jenderal. (4) Subbagian Kepangkatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. Pasal 108 Bagian Penghargaan. Badan Kebijakan Fiskal dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. diseminasi. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa serta perijinan pegawai. menegakkan disiplin pegawai. penyiapan. penyusunan. usul pemberhentian dan pensiun serta melaksanakan penyusunan. Penegakan Disiplin dan Pensiun mempunyai tugas mengelola kesejahteraan pegawai. pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. pengaturan status kepegawaian.

b. dan pengelolaan pusat referensi Kementerian Keuangan. Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia. penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU. Subbagian Kesejahteraan. dan usul kenaikan pangkat pengabdian dan anumerta. c.35 Pasal 110 Bagian Penghargaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Penegakan Disiplin. penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. . penyusunan program komunikasi publik. monitoring opini publik. pengusulan kartu isteri/kartu suami di lingkungan Kementerian Keuangan serta penerbitan surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Penegakan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penegakan disiplin. pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). diseminasi. cuti pegawai. penyusunan strategi komunikasi kehumasan. layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada para stakeholders. Bagian Kedelapan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Pasal 112 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas mengkoordinasikan aktivitas komunikasi. penyelesaian pemberian rekomendasi Bapertarum/Taperum. perijinan pegawai. (4) Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pemberhentian pegawai dan pemberhentian pegawai dari jabatan organik serta penyelesaian usul pensiun pegawai. dan Pensiun terdiri atas: a. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. penyusunan. Pasal 111 (1) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa. Subbagian Penegakan Disiplin. dan d. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun.

dan Perpustakaan. j. c. dan peningkatan partisipasi publik. pemantauan. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara. desk informasi dan call center. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. e. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. Bagian Manajemen Opini Publik. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya. publikasi elektronik. c. g. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi kehumasan secara terpadu dan berkelanjutan.36 Pasal 113 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 114 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi terdiri atas: a. dan organisasi profesi. d. organisasi kemasyarakatan. lembaga pemerintah. pengembangan. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. . Pengendalian Program. koordinasi dan pengelolaan PPID. f. k. d. e. penyelenggaraan penerbitan. b. analisis. f. i. a. m. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. perencanaan. evaluasi program komunikasi publik. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan n. l. pengelolaan data informasi kehumasan Kementerian. Bagian Perencanaan. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: koordinasi aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya b. pengelolaan serta layanan referensi dan perpustakaan. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. h.

f. dan publikasi media luar ruang. c. Subbagian Publikasi I. layanan informasi melalui information desk. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. dan pelayanan desk informasi dan call center Kementerian Pasal 117 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan terdiri atas: a. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya. b. dalam dan luar ruang. pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. elektronik. Pasal 118 (1) Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan analisis bahan penyusunan strategi komunikasi. Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi. d. pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. dan Subbagian Publikasi II. layanan informasi dan langkah-langkah kegiatan produksi pemberitaan/kehumasan di lingkungan Kementerian Keuangan melalui media nirmassa. c. penyiapan dan pengelolaan website kementerian serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta hasil pelaksanaanya. pelaksanaan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. i. e. baik media cetak. penyiapan. g. call center. peliputan kegiatan Kementerian dan pimpinan. maupun pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . email dan contact u. administrasi pengelolaan PPID.37 Pasal 115 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan mempunyai tugas melaksanakan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. j. . h. penerbitan. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya.

Pasal 119 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Mahkamah Konstitusi (MK). Kementerian Negara. b. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Komisi-Komisi Negara. Bank Indonesia (BI). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Agung (MA). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Bank Indonesia (BI). Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). . Pemerintah Daerah. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Agung (MA). c. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Agung (MA). Bank Indonesia (BI). Mahkamah Konstitusi (MK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah) dan rapat pembahasan RUU/peraturan/ketentuan lainnya. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Kementerian Negara. pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah Daerah. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kementerian Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pemerintah Daerah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dalam dan luar ruang secara tepat waktu.38 (2) Subbagian Publikasi I mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media cetak Kementerian Keuangan. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mahkamah Konstitusi (MK). (3) Subbagian Publikasi II mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media elektronik Kementerian Keuangan serta pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Komisi-Komisi Negara. Komisi-Komisi Negara.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemerintah Provinsi. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. pengkomunikasian kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). f. Bank Indonesia (BI). b. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada lembaga pemerintah. dan Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III.dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). c. administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Komisi-Komisi Negara. administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Mahkamah Agung (MA). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan dan kekayaan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mahkamah Agung (MA). e. pengelolaan database stakeholders Bagian Pasal 121 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Mahkamah Konstitusi (MK). kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya.39 d. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Kementerian di daerah pada masa reses persidangan. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan dan kekayaan Negara. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. Bank Indonesia (BI). Mahkamah Konstitusi (MK). Kementerian Negara. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. g. Pasal 122 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). . Pemerintah Daerah. dan h.

pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. e. perencanaan program berita. keterangan pers. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media asing. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. data. khususnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa (cetak dan elektronik). dan kunjungan pers. data. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada asosiasi (daerah. mengkoordinasikan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Kementerian/Lembaga dan Komisikomisi Negara. i. nasional dan internasional). pengkajian. j. g. artikel. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada pelaku usaha (daerah. informasi. wawancara. tanggapan/bantahan. asosiasi dan pemimpin opini baik nasional. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. c. h. k. nasional dan internasional). d. data. internasional maupun daerah.40 (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. Pasal 123 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan stakeholder non lembaga pemerintah/negara. nasional dan internasional). organisasi-organisasi. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Kementerian dan narasumber lainnya. dan edukasi pada media. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Kelembagaan Negara. perencanaan. f. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. b. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. jumpa pers. data. advertorial. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada organisasi masyarakat. l. data. penyusunan siaran pers. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. politik. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. data. . dan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan kekayaan negara melalui media cetak dan media elektronik. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. dan surat pembaca. dan profesi (daerah.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 41 Pasal 125 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah terdiri atas: a. b. c. Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I; Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II; dan Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III. Pasal 126 (1) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa cetak (nasional, internasional dan daerah). (2) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa elektronik, organisasi masyarakat, organisasi politik, akademisi dan pengamat (nasional, internasional dan daerah). (3) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari organisasi profesi, organisasi internasional, Asosiasi, dan pelaku usaha (nasional, internasional dan daerah), pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. Pasal 127 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan monitoring, analisis dan penelitian opini publik terkait dengan bidang tugas Kementerian Keuangan, menyusun rekomendasi tindakan dan tanggapan komunikasi, menyelenggarakan audit komunikasi dan riset opini publik, serta menyelenggarakan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi dan kapasitas pengetahuan publik. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127, Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Kementerian dan unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 b. c. d. e. f. g. h. i. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar, lokakarya, kegiatan sosial budaya, dan kegiatan lainnya; penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Kementerian; penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal; pelayanan unjuk rasa; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media cetak daerah, nasional dan internasional; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional dan internasional; penyusunan bahan rekomendasi tindakan terkait hasil analisis opini publik; dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya. Pasal 129 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajemen Opini Publik I; Subbagian Manajemen Opini Publik II; dan Subbagian Manajemen Opini Publik III. Pasal 130 (1) Subbagian Manajemen Opini Publik I mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional, dan internasional, melakukan audit komunikasi dan riset maupun survey yang terkait dengan opini publik, melaksanakan administrasi, manajemen risiko dan pengendalian Standard Operating Precedure (SOP). (2) Subbagian Manajemen Opini Publik II mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media cetak nasional, daerah dan internasional serta menyiapkan laporan berkala perkembangan opini publik dan bahan rekomendasi tindakan secara tepat waktu kepada pimpinan. (3) Subbagian Manajemen Opini Publik III mempunyai tugas melakukan dan mengorganisasikan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi, dan kapasitas pengetahuan publik eksternal dan internal Kementerian Keuangan, pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database opini publik. Pasal 131 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan mempunyai tugas Melaksanakan perencanaan, pengembangan, pengelolaan,pengendalian, monitoring serta evaluasi program, pelayanan perpustakaan, pengelolaan database dan sistem informasi kehumasan, serta urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 43 Pasal 132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131, Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan; b. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku, koleksi AV dan digital (CD, DVD), serta koleksi perpustakaan lainnya; c. penyusunan bibliografi; d. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya; e. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work; f. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain; g. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja biro; h. penyusunan sistem dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan biro; i. j. pelaksanaan manajemen database dan sistem informasi biro; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 133 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Perpustakaan; b. Subbagian Sistem Informasi Kehumasan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 134 (1) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan koordinasi serta kerjasama dengan institusi perpustakaan internal Kementerian Keuangan, daerah, nasional dan internasional dalam rangka perencanaan, pengembangan, pengelolaan, pengendalian aktivitas layanan perpustakaan, peningkatan kualitas dan kuantitas perpustakaan dan riset kepustakaan. (2) Subbagian Sistem Informasi Kehumasan mempunyai tugas melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian sistem informasi dan database biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, kepegawaian, dan rumah tangga biro, serta melakukan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik dan rencana kerja tahunan dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan, penyusunan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 44 Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 135 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Kementerian berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135, Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis rencana kebutuhan Barang Milik Negara (BMN) bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi penyusunan rencana kebutuhan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan kementerian, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengelolaan BMN kementerian, bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi pengelolaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, pelaksanaan serta penyusunan petunjuk teknis penatausahaan BMN kementerian serta analisis dan evaluasi penatausahaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 137 Biro Perlengkapan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan BMN; Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan; Bagian Pengelolaan BMN; Bagian Penatausahaan BMN; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 Pasal 138 Bagian Perencanaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis perencanaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138, Bagian Perencanaan BMN menyelenggarakan fungsi : a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan teknis penyusunan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi atas realisasi BMN yang direncanakan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 140 Bagian Perencanaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan BMN I; Subbagian Perencanaan BMN II; Subbagian Perencanaan BMN III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 141 (1) Subbagian Perencanaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah.

b. c. d.

e. f.

g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 (2) Subbagian Perencanaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. (3) Subbagian Perencanaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-Gedung Keuangan Negara di daerah. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 142 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis, serta konsultansi pengadaan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan bimbingan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142, Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan dan pelaksanaan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan; dan pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 Pasal 144 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I; Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II; dan Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III.

Pasal 145 (1) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 146 Bagian Pengelolaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengelolaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 48 Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Bagian Pengelolaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penggunaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penggunaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemanfaatan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemanfaatan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penghapusan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penghapusan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemindahtanganan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 148 Bagian Pengelolaan BMN terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengelolaan BMN I; Subbagian Pengelolaan BMN II; dan Subbagian Pengelolaan BMN III. Pasal 149 (1) Subbagian Pengelolaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

b.

c.

d.

e.

f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Subbagian Pengelolaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 150 Bagian Penatausahaan BMN mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan BMN Kementerian Keuangan, analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis penatausahaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150, Bagian Penatausahaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan inventarisasi BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; b. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pembukuan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pembukuan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; c. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pelaporan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan d. penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN lingkup Kementerian Keuangan, dan tingkat Unit Eselon I Sekretariat Jenderal. Pasal 152 Bagian Penatausahaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penatausahaan BMN I; Subbagian Penatausahaan BMN II; Subbagian Penatausahaan BMN III; dan Subbagian Penatausahaan BMN IV.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 Pasal 153 (1) Subbagian Penatausahaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. (2) Subbagian Penatausahaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (4) Subbagian Penatausahaan BMN IV mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 154 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Kementerian dan melaksanakan urusan tata usaha, rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Kementerian. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 51 b. pelaksanaan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi; c. pelaksanaan urusan perencanaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan; d. pelaksanaan urusan pengadaan, penyimpanan dan distribusi perlengkapan, dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan sekretariat Jenderal, serta urusan pencetakan dan penggandaan; e. melaksanakan urusan dalam, pemeliharaan peralatan, dan keamanan dalam, serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 156 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Kementerian; b. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan; c. Bagian Perencanaan dan Keuangan; d. Bagian Perlengkapan; e. Bagian Rumah Tangga; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 157 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Kementerian Keuangan, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Kementerian, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan; b. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip, penyusunan jadwal retensi, dan penyusutan arsip, serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 52 c. penatausahaan penyelenggaraan kesehatan dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan perencanaan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium; d. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri; dan e. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Pasal 159 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Persuratan, Arsip, dan Dokumentasi; b. Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai; c. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas; dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 160 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan, pendistribusian dan pengendalian surat masuk, pengiriman dan pengendalian surat keluar kantor pusat Kementerian, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan dan melakukan pengelolaan, pemeliharaan, pemindahan, penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penatausahaan penyelenggaraan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Kementerian Keuangan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 161 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi.

dan d. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. b. penyiapan. informasi. pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengurusan tata usaha. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian data. Pasal 163 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan terdiri atas: a. . Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). penyajian data. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal. dan e. b. c. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. informasi. urusan tata usaha. pelaksanaan urusan protokol. penyiapan. evaluasi. Road Map. Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) lingkup Biro Umum serta pemantauan. d. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. pemantauan. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. pencatatan acara. laporan. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III. Pasal 164 (1) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I mempunyai tugas melakukan penyusunan Rencana Strategis (Renstra).53 Pasal 162 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. evaluasi. c. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan. laporan. (2) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri.

Subbagian Perencanaan Anggaran. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan serta pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal.54 (3) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III mempunyai tugas melakukan urusan protokol. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. monitoring. pencatatan acara. (4) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. menyajikan hasil penelitian. pelaksanaan sistem akuntansi. c. akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 167 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. perbendaharaan. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. Subbagian Perbendaharaan. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. meneliti kebenaran. b. Pasal 166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165. pelaksanaan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyusunan laporan keuangan. . Pasal 165 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan anggaran. dan d. b. c.

serta urusan pencetakan dan penggandaan. meneliti kebenaran. pelaksanaan urusan pengadaan di lingkungan Sekretariat Jenderal.55 Pasal 168 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. (4) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. c. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Pasal 170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Pengadaan. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. . penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. penyimpanan dan distribusi perlengkapan. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. Pasal 171 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. monitoring. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. menyajikan hasil penelitian. b. Pasal 169 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan. dan d. penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan pelaksanaan pembayaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi. dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.

penataan lay out kantor. alat rumah tangga kantor. dan keamanan dalam.56 c. c. alat-alat laboratorium. serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. bahan mikrografik. b. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. penatausahaan. rambu-rambu lalu lintas. pengamanan barang perlengkapan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang. dan d. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan inventarisasi. pelaksanaan urusan pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. dan d. . Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. barang cetakan. rumah jabatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 172 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan pengadaan. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. penyiapan usulan penghapusan dan menyusun laporan pertanggungjawaban penatausahaan barang milik negara Sekretariat Jenderal serta unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. ATK. obatobatan. pelaksanaan pengadaan sarana untuk operasional perkantoran. dan sewa mesin fotocopy. pakaian kerja dan kelengkapannya. pelaksanaan urusan keamanan dalam. pakaian kerja dan kelengkapannya. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. inventaris kantor. alat rumah tangga kantor. obat-obatan. bahan cetak. rambu-rambu lalu lintas. alat-alat laboratorium inventaris kantor. penyimpanan. penjilidan. kebersihan gedung dan halaman. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. penyimpanan dan pendistribusian secara berkala pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. barang cetakan. (4) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. kelengkapan upacara/pelantikan. bahan mikrografik. serta menyusun pelaporan pengadaan pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. alat tulis kantor. Pasal 173 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. pemeliharaan peralatan. kelengkapan upacara/pelantikan di lingkungan Sekretariat Jenderal serta menyusunan laporan pertanggungjawaban. Pelaksanaan urusan perawatan. bahan cetak. pertamanan. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan.

genset. c. Subbagian Pemeliharaan. barang inventaris lainnya. kebersihan gedung dan halaman. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 177 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. mesin penyejuk udara. Pasal 176 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan. Subbagian Keamanan Dalam. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. penataan lay out kantor. pertamanan. instalasi air. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. b. Subbagian Urusan Dalam. rumah jabatan. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. CCTV. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretariat Jenderal. instalasi listrik/penerangan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . operasional. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. perawatan dan perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian serta pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan dan perawatan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. dan d. (3) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan dan kediaman Pimpinan kementerian Keuangan. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan.57 Pasal 175 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. peralatan kantor.

(3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.58 Pasal 178 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .

Direktorat Anggaran III. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. Direktorat Anggaran I. d. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. f. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. dan h. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Anggaran. Direktorat Anggaran II. penyusunan norma.59 BAB V DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 179 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 181 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri atas: a. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . . perumusan kebijakan di bidang penganggaran. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran. c. d. dan e. Direktorat Sistem Penganggaran. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran. e. standar. g. c.

perpustakaan. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum. koordinasi penyusunan rencana strategik. dan pengelolaan Barang Milik Negara serta kesekretariatan pimpinan. rumah tangga. Bagian Perencanaan dan Keuangan. h. g. f. b. penyelenggaraan urusan kepegawaian direktorat jenderal.60 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 182 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. pengadaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi bantuan hukum direktorat jenderal. Bagian Kepegawaian. c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. dan laporan kinerja direktorat jenderal. f. dokumentasi. dan i. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Pasal 184 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Bagian Umum. perumusan peraturan di bidang kesekretariatan. e. e. . Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan direktorat jenderal. kearsipan. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. d. pengelolaan urusan tata usaha. b. d. koordinasi penyusunan rencana kerja dan pengelolaan keuangan direktorat jenderal.

Subbagian Organisasi. dan c.61 Pasal 185 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. b. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta layanan informasi dan publikasi. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. c. dan e. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. pengelolaan layanan informasi dan publikasi. serta pengembangan kinerja organisasi. monitoring. penyiapan bahan penataan organisasi. . dan layanan informasi direktorat jenderal. ketatalaksanaan. Pasal 188 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. serta pengembangan kinerja organisasi. Subbagian Tata Laksana. laporan akuntabilitas. Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. evaluasi kinerja direktorat jenderal. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. penyusunan rencana strategik. monitoring. laporan pelaksanaan tugas. pelaporan. (3) Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategik. Pasal 187 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. laporan pelaksanaan tugas serta evaluasi kinerja direktorat jenderal. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. laporan akuntabilitas kinerja.

. pemberhentian. penempatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. cuti. kepangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. cuti. dan c. Subbagian Umum Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengangkatan. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. b. pengembangan pegawai.62 Pasal 189 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. c. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. pemensiunan pegawai. penyiapan bahan formasi. Pasal 192 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. penempatan. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin pegawai. Pasal 190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189. kepangkatan. dokumentasi. seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. statistik. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. absensi pegawai. dan e. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin. pemensiunan. absensi pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. serta penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. Pasal 191 Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. statistik. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. b.

dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. serta kesekretariatan dan tata usaha pimpinan. b. Pasal 195 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Perencanaan Anggaran. gaji dan tunjangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). Subbagian Perbendaharaan. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. Pasal 196 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. rumah tangga. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. dan pengelolaan Barang Milik Negara direktorat jenderal. perpustakaan.63 Pasal 193 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kerja dan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan c. b. pengadaan. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. Pasal 197 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan c. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. .

(3) Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa perlengkapan sarana dan prasarana.64 Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. d. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan d. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pendistribusian. dan protokoler. ekspedisi dan penggandaan. dan penghapusan serta pelaporan Barang Milik Negara direktorat jenderal. c. Subbagian Rumah Tangga dan Gaji. Pasal 199 Bagian Umum terdiri atas: a. tata usaha pimpinan. c. pemeliharaan. pelaksanaan urusan surat menyurat. inventarisasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pemeliharaan. pelaksanaan. Pasal 200 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan surat menyurat. penyimpanan. dokumentasi. b. Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara. dan f. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan. komputerisasi persuratan. pelaksanaan urusan inventarisasi. dokumentasi. serta manajemen perpustakaan. . pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. pendistribusian.penyiapan dokumen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan kesekretariatan. e. kearsipan. dan penggandaan. pengelolaan kendaraan dinas dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji dan tunjangan pegawai. pengelolaan perpustakaan. penyimpanan. b. penyiapan dokumen. Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan. kearsipan. ekspedisi. dan penyiapan penghapusan serta pelaporanBarang Milik Negara. pelaksanaan urusan pengadaan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggaan. pelaksanaan.

pemantauan. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. dan c. dan mengatur jadwal kegiatan. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur dan kode etik. Pasal 201 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan kerangka kerja. . koordinasi penyusunan profil risiko dan strategi pengendalian risiko direktorat jenderal. (3) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pencatatan acara. penindakan. penyiapan bahan. Subbagian Bantuan Hukum. evaluasi. (2) Subbagian Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko serta bahan koordinasi penyusunan profil dan strategi pengendalian risiko. Pasal 204 (1) Subbagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur dan kode etik. b. protokoler dan akomodasi Direktur Jenderal. penyusunan kerangka kerja dan pengelolaan risiko direktorat jenderal. penyusunan kerangka kerja. b. mengkoordinir penyusunan pidato. Subbagian Kepatuhan Internal. Pasal 203 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. c. serta manajemen risiko dan bantuan hukum. Subbagian Manajemen Risiko. makalah. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal.65 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan d. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur dan kode etik. Pasal 202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. g. d. d. Pasal 206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 205. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara. b.66 Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 205 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pasal 207 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. . Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan penyusunan norma. b. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III. prosedur dan kriteria di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan h. f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. e. standar. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal. Subbagian Tata Usaha.

langkah-langkah kebijakan fiskal. RUU APBN-P. penyiapan bahan pengelolaan data ekonomi makro. f. d. penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro dan realisasi pendapatan negara dan hibah. dan bahan penyusunan analisis dampak APBN terhadap ekonomi makro. serta monitoring realisasi dan perkiraan realisasi APBN tahunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . asumsi makro dan pendapatan negara dan hibah. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka RAPBN. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. RUU APBN. laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN. Pagu Sementara. pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. serta analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. analisis dampak APBN terhadap perekonomian. e. . Pasal 209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. pendapatan negara dan kerangka penganggaran jangka menengah. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. penyiapan bahan konsolidasi dan penggabungan proyeksi postur APBN dalam bentuk Resource Envelope dan Pagu Indikatif. RAPBN. b. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pendapatan negara dan hibah. kerangka penganggaran jangka menengah. kebijakan fiskal. penyiapan bahan penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang ekonomi makro serta pendapatan negara dan hibah. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan pendapatan negara. h. g. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN. analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. c. analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro. dan i. serta NK dan RAPBN-P di bidang kerangka ekonomi makro. dan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. RAPBN-P.67 Pasal 208 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi.

Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. RAPBN. evaluasi dan pengelolaan data pendapatan negara dan hibah dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. sensitivitas APBN. serta monitoring. serta pengembangan model fiskal. analisis langkah kebijakan dan langkah administratif. monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai. dan koordinasi pengolahan data APBN dan data fiskal lainnya dalam rangka penyiapan proyeksi postur APBN pagu Indikatif. RUU APBN. pagu Sementara. dan sistem jaminan sosial nasional. Pasal 211 (1) Seksi Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan ekonomi makro. analisis dampak. Pasal 212 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model. Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN. c. dan d. (4) Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap perekonomian. dan belanja lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta RUU APBN-P. RAPBN-P. b. (3) Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal dan kerangka APBN (postur APBN). bantuan sosial. . Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN. dan pengembangan model dan pengelolaan data ekonomi makro dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. Seksi Analisis Ekonomi Makro. (2) Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah.68 Pasal 210 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara terdiri atas: a. analisis sensitivitas. penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi. belanja barang dan modal. langkahlangkah kebijakan fiskal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 69 Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; f. monitoring dan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya. Pasal 214 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal; c. Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya. Pasal 215 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 70 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja barang dan modal. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang bantuan sosial dan belanja untuk anggaran sistem jaminan sosial nasional. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lainnya. Pasal 216 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas serta melakukan konsolidasi belanja Pemerintah Pusat. Pasal 217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 71 e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; g. pelaksanaan konsolidasi data anggaran belanja pemerintah pusat; dan h. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas. Pasal 218 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga; c. Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat. Pasal 219 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lembaga. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang anggaran pendidikan dan belanja hibah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja prioritas, serta melakukan konsolidasi pengolahan dan monitoring data belanja pemerintah pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 72 Pasal 220 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas,, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi, serta transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi, dan transfer ke daerah; d. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah. Pasal 222 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi; c. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II. Pasal 223 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 73 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja subsidi. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang tahunan dan jangka menengah di bidang dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan konsolidasi transfer ke daerah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang dana alokasi umum, dana otonomi khusus dan penyesuaian, dan anggaran pendidikan dari transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 224 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan anggaran serta penganggaran risiko fiskal. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224, Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; c. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; d. pengembangan model perencanaan penganggaran risiko fiskal; dan evaluasi pembiayaan anggaran dan

e. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 74 f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembiayaan anggaran. Pasal 226 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I; b. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II; c. Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang; dan d. Seksi Penganggaran Risiko Fiskal. Pasal 227 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman proyek, penerusan pinjaman, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman program, surat berharga negara, pinjaman dalam negeri, dan pembiayaan utang lainnya. (3) Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan non utang. (4) Seksi Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang penganggaran risiko fiskal. Pasal 228 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan informasi ekonomi makro dan APBN, koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, evaluasi akun APBN, melaksanakan dukungan teknis penyusunan dokumen-dokumen APBN, dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 75 Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P; b. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan NK dan RAPBN beserta RUU APBN-nya, Laporan Semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P beserta RUU APBN-P-nya; c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P; d. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan rapat kerja Pemerintah dengan DPR dan DPD dan bahan rapat koordinasi internal Pemerintah; e. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data APBN; f. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; g. penyiapan bahan koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN; h. penyiapan bahan analisis data, informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya; i. j. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan Pemerintah; penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN; dan

k. pengkonsolidasian, pengharmonisasian dan pengsinkronisasian, serta penggabungan konsep dokumen-dokumen APBN. Pasal 230 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Seksi Analisis Data dan Informasi APBN; b. Seksi Evaluasi Akun APBN; c. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN; dan d. Seksi Diseminasi APBN. Pasal 231 (1) Seksi Analisis Data dan Informasi APBN mempunyai tugas melakukan analisis data dan informasi APBN, penyiapan bahan dan koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, serta pelaporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 76 (2) Seksi Evaluasi Akun APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN, melakukan penyiapan sumbangan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (Central Government Operation/CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (General Government Operation/GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS), serta melakukan penyiapan sumbangan bahan dalam rangka penyusunan Neraca Arus Dana (NAD). (3) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi penyusunan dokumen-dokumen APBN serta koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN. (4) Seksi Diseminasi APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data APBN serta menyiapkan informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya. Pasal 232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian, keuangan, umum, organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Bagian Kelima Direktorat Anggaran I Pasal 233 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233, Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 77 Pasal 235 Direktorat Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IA; b. Subdirektorat Anggaran IB; c. Subdirektorat Anggaran IC; d. Subdirektorat Anggaran ID; e. Subdirektorat Anggaran IE; f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I; dan g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 236 Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan, pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis, penyiapan bahan koordinasi, revisi, monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236, Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif, sementara, definitif, dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga, PSO, dan subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga; dan bimbingan teknis standar biaya khusus

c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga; d. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga; Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran

e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; f. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian/Lembaga; dan g. monitoring dan evaluasi penganggaran.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 78 Pasal 238 Subdirektorat Anggaran IA terdiri atas: a. Seksi Anggaran IA-1; b. Seksi Anggaran IA-2; c. Seksi Anggaran IA-3; dan d. Seksi Anggaran IA-4. Pasal 239 Seksi Anggaran IA-1, IA-2, IA-3, dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 240 Subdirektorat Anggaran IB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IB-1; b. Seksi Anggaran IB-2; c. Seksi Anggaran IB-3; dan d. Seksi Anggaran IB-4. Pasal 241 Seksi Anggaran IB-1, IB-2, IB-3, dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 242 Subdirektorat Anggaran IC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IC-1; b. Seksi Anggaran IC-2;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 79 c. Seksi Anggaran IC-3; dan d. Seksi Anggaran IC-4. Pasal 243 Seksi Anggaran IC-1, IC-2, IC-3, dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 244 Subdirektorat Anggaran ID terdiri atas: a. Seksi Anggaran ID-1; b. Seksi Anggaran ID-2; c. Seksi Anggaran ID-3; dan d. Seksi Anggaran ID-4.

Pasal 245 Seksi Anggaran ID-1, ID-2, ID-3, dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 246 Subdirektorat Anggaran IE terdiri atas: a. Seksi Anggaran IE-1; b. Seksi Anggaran IE-2; c. Seksi Anggaran IE-3; dan d. Seksi Anggaran IE-4.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 80 Pasal 247 Seksi Anggaran IE-1, IE-2, IE-3, dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran, koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif,sementara, definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; c. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus; e. penyiapan bahan koordinasi Kementerian/Lembaga; persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years)

f. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga; g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; h. penatausahaan data penganggaran; i. j. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi, data, dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; pemrosesan usulan kode satuan kerja; dan

k. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/ Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . sementara. .81 Pasal 250 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri atas: a. Pasal 251 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. rencana kerja anggaran. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. definitif. dan ABT. dan b. PSO dan subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyusunan rancangan alokasi anggaran. umum. Bagian Keenam Direktorat Anggaran II Pasal 253 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. keuangan. Seksi Dukungan Teknis. Pasal 252 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. organisasi dan tata laksana direktorat.

d. Subdirektorat Anggaran IIB. definitif. f. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 255 Direktorat Anggaran II terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IIE. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan penyusunan norma. PSO. d. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. e. . Subdirektorat Anggaran IID. IIB. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. dan subsidi. c. IIC. standar.82 Pasal 254 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253. c. Subdirektorat Anggaran IIA. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 256 Subdirektorat Anggaran IIA. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. IID. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan e. b. IIC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IIA. IID. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. dan g. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. revisi. sementara. IIB. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. penyiapan bahan koordinasi. Subdirektorat Anggaran IIC. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.

dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. Pasal 258 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri atas: a. c. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIA-4. d. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIB-4. dan d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. Pasal 259 Seksi Anggaran IIA-1.83 b. Seksi Anggaran IIA-3. Seksi Anggaran IIB-3. monitoring dan evaluasi penganggaran. Seksi Anggaran IIB-2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 260 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri atas: a. dan d. f. IIA-3. Seksi Anggaran IIB-1. PSO dan Subsidi. IIA-2. Seksi Anggaran IIA-2. b. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. . pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga. dan g. Seksi Anggaran IIA-1. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. c. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.

penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan Seksi Anggaran IIC-4. b. IID-2. IIC-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. Seksi Anggaran IIC-1. IIC-3. IID-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.84 Pasal 261 Seksi Anggaran IIB-1. Seksi Anggaran IIC-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. dan Seksi Anggaran IID-4. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IIB-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Pasal 264 Subdirektorat Anggaran IID terdiri atas: a. Pasal 262 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IID-2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 263 Seksi Anggaran IIC-1. c. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. . koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. b. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. PSO dan Subsidi. d. Seksi Anggaran IID-1. IIB-2. Pasal 265 Seksi Anggaran IID-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IID-3. Seksi Anggaran IIC-2.

d. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. e. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIE-4 Pasal 267 Seksi Anggaran IIE-1. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. IIE-3. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. IIE-2. Pasal 268 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. b. Seksi Anggaran IIE-1. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga. c. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. . Seksi Anggaran IIE-2. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif.85 Pasal 266 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. f.sementara. dan d. Seksi Anggaran IIE-3. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.

umum. definitif. keuangan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. j. PSO dan Subsidi. i. Pasal 272 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Seksi Dukungan Teknis. organisasi dan tata laksana direktorat. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. Pasal 270 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri atas: a. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sementara. pemrosesan usulan kode satuan kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan b. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. data. penyusunan rancangan alokasi anggaran. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. dan k.86 g. penatausahaan data penganggaran. Pasal 271 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. PSO dan subsidi. h. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. dan ABT. . (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. rencana kerja anggaran. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi.

prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. d. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran IIIC. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Subdirektorat Anggaran IIID. penyiapan penyusunan norma. c. Subdirektorat Anggaran IIIA. d. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273.87 Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran III Pasal 273 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. b. . dan e. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. Pasal 275 Direktorat Anggaran III terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IIIB. b. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.

Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. dan subsidi. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian /Lembaga. f. definitif. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. PSO. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan g. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIIA-4. f. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. revisi. Seksi Anggaran IIIA-1. c. IIIB. monitoring dan evaluasi penganggaran. Subdirektorat Anggaran IIIE. Subdirektorat Anggaran IIIA. sementara. Seksi Anggaran IIIA-3. Seksi Anggaran IIIA-2.88 e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga. b. Pasal 276 Subdirektorat Anggaran IIIA. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. dan d. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. d. Pasal 278 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi. . IIIB. dan g. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian /Lembaga.

PSO dan Subsidi. dan d. IIIA-2.89 Pasal 279 Seksi Anggaran IIIA-1. . b. Seksi Anggaran IIIC-2. Pasal 280 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri atas: a. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIIB-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIC-2. Seksi Anggaran IIIC-1. Seksi Anggaran IIIC-3. Pasal 281 Seksi Anggaran IIIB-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 282 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri atas: a. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 283 Seksi Anggaran IIIC-1. IIIC-3. c. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan d. IIIB-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIB-2. Seksi Anggaran IIIC-4. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. b. IIIB-2. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIA-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IIIB-3. Seksi Anggaran IIIB-4. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IIID-3. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Pasal 286 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri atas: a. Seksi Anggaran IIID-1. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIID-2. penelaahan permintaan dan revisi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah. d. penyiapan bahan penyelesaian rincian BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. menelaah permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. . dan f. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. IIID-2. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. IIID-3. Seksi Anggaran IIID-4. c. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.90 Pasal 284 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan bahan penyusunan rincian anggaran belanja. alokasi. dan d. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. c. Pasal 287 Seksi Anggaran IIID-1.

penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. rekonsiliasi belanja. h. Seksi Anggaran IIIE-2. Pasal 290 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri atas: a. e. c. c. i. rekonsiliasi barang milik negara Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan bahan pembinaan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. g. . f. verifikasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-1. b. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan pengembalian belanja Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. dan d. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288.91 Pasal 288 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan penyusunan tanggapan LHP dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. d. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Anggaran IIIE-3. penyusunan konsep surat pernyataan tanggungjawab Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. j. menyusun tanggapan LHP dan melaksanakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya serta pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/ Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. b. pendapatan. Seksi Anggaran IIIE-4.

serta ABT Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. e. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penatausahaan data penganggaran. Pasal 292 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. h. penyusunan konsep surat pernyataan tanggung jawab laporan keuangan.92 Pasal 291 Seksi Anggaran IIIE-1. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. pengembalian belanja dan barang milik negara. sementara. verifikasi laporan keuangan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. IIIE-2. g. pendapatan. . b. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. c. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. rekonsiliasi belanja. IIIE-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyusunan berita acara serah terima serta penyusunan tanggapan LHP dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. f. monitoring dan evaluasi laporan keuangan. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan.

sementara. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. dan k.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan ABT Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara. penyusunan rancangan alokasi anggaran. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian /Lembaga. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. PSO dan Subsidi. PSO dan subsidi. Pasal 296 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. j.93 i. organisasi dan tata laksana direktorat. data. . dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. rencana kerja anggaran. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan b. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. definitif. Pasal 295 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. Seksi Dukungan Teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. Pasal 294 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri atas: a. pemrosesan usulan kode satuan kerja. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. keuangan. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi penganggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. umum.

penyiapan penyusunan norma. dan e. . Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. c. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. f. e. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. g. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. d. b. Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 299 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. b. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. d. h. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. standardisasi. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. Pasal 300 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat.94 Bagian Kedelapan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 297 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga II.

b. Pasal 302 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri atas: a. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. c. b. e. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). Pasal 303 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. peraturan. penyusunan rencana dan realisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. d. f. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pedoman. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Seksi Penerimaan Gas Alam. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. dan g.95 Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. . serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemungutan. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penatausahaan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Verifikasi. dan d. c. pedoman.

pengolahan dan verifikasi data. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. . dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. standardisasi. d. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.96 (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. pedoman. pemungutan. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pedoman.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemungutan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. peraturan. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. b. c. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. penyusunan rencana dan realisasi. pedoman. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Pasal 304 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. penyusunan rencana dan realisasi. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304.

monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penatausahaan. f. pedoman. b. Pasal 307 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. peraturan.97 e. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 306 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri atas: a. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penyusunan rencana. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. dan c. peraturan. pemungutan. g. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. dan realisasi pemungutan. h. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. konsumsi dan harga bahan bakar minyak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. dan i. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Verifikasi. penyusunan rencana dan realisasi. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. verifikasi data. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. . penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.

Seksi Verifikasi. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. standardisasi. pengolahan dan verifikasi data. Pasal 310 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I terdiri atas: a. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian/ Lembaga. Subdirektorat Penerimaan Kementerian Negara/Lembaga I dan II masing-masing menyelenggarakan fungsi : a. b. dan d. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IC. penelaahan target. d. . penyiapan perumusan norma. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pedoman. penatausahaan. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 308 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga.98 (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. dan e. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian/ Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. c. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IB.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian /Lembaga II. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. pengolahan dan verifikasi data. Pasal 314 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan.99 Pasal 311 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. peraturan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pedoman. IB. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. penelaahan target. peraturan. Pasal 313 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pedoman. penelaahan target. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. standardisasi. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIB. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. dan d. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga I. b. Seksi Verifikasi. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. Pasal 312 Subdirektorat Penerimaan Kementerian /Lembaga II terdiri atas: a. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIC. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pengolahan dan verifikasi data. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. IIB.

penelaahan. b. kriteria. peraturan. c. Seksi Verifikasi. penyusunan rencana dan realisasi. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. standar. penelaahan. d. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.100 Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. b. termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi. standar. penatausahaan. pengolahan dan konsolidasi data. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan perumusan norma. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. pengolahan. Pasal 318 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. pedoman. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 316 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri atas: a. . kriteria. Pasal 317 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. dan e. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pembukuan. dan c. verifikasi data. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. standar. pedoman. data. keuangan. Pasal 321 Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan Kementerian/Lembaga. dan d. Pasal 322 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. konsolidasi. umum. penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. organisasi dan tata laksana direktorat. serta melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi data dan informasi PNBP. c. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan koordinasi pengolahan. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. dan penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi. Pasal 320 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri atas: a. standar. b. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. pedoman. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. b. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma.101 Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. dan peraturan. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. dan c.

Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem penganggaran. norma. Pasal 325 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem penganggaran. d. e. prosedur dan kriteria di bidang sistem penganggaran. c. . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 326 Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. b.102 Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 323 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem penganggaran. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem e. standar. d. penyiapan perumusan peraturan. pengembangan. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. standar. b. Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran. pedoman.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian penganggaran. Subdirektorat Standar Biaya. kriteria dan prosedur penerapan sistem penganggaran.

Seksi Penerapan Sistem Penganggaran. (3) Seksi Penerapan Sistem Penganggaran mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan peraturan. kriteria dan prosedur dalam rangka penerapan sistem penganggaran. Seksi Klasifikasi Anggaran. norma. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerjasama internal dan eksternal dalam rangka perencanaan dan pengembangan sistem penganggaran. standar. penyiapan bahan pengkajian dan penyempurnaan klasifikasi penganggaran. penyusunan bank data. pedoman. Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 330 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan d. b. dan pedoman penerapan sistem penganggaran. . c. penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. c.103 Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. Seksi Proses Bisnis Penganggaran. monitoring dan evaluasi serta riset dan pengembangan standar biaya. (4) Seksi Klasifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. (2) Seksi Proses Bisnis Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis penganggaran sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. dan d. Pasal 328 Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran terdiri atas: a. norma. bimbingan teknis. penyusunan standar biaya. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerja sama internal dan eksternal dalam rangka pengembangan dan penerapan sistem penganggaran. perumusan penyempurnaan klasifikasi anggaran serta penyelarasannya dengan fungsi penganggaran. penyiapan bahan perumusan peraturan. Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran.

serta penyusunan bank data. riset dan kajian standar biaya umum dan standar biaya khusus. b. c. dan d. analisis dan pengembangan standar biaya. g. Pasal 333 (1) Seksi Standar Biaya I. Seksi Standar Biaya II. serta analisis dan pengembangan standar biaya. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. Pasal 332 Subdirektorat Standar Biaya terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan standar biaya umum. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. dan h. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus.104 Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. Seksi Standar Biaya III. Seksi Standar Biaya I. f. b. penyiapan bank data. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. d. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. penyusunan standar biaya umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. (2) Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya mempunyai tugas melakukan riset dan kajian standar biaya. Pasal 334 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja serta analisis dan evaluasi kinerja penganggaran. e.

Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran III. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. pelaporan dan rekomendasi. penyiapan bahan evaluasi. dan c. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran I. penerapan sistem informasi penganggaran dan pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi serta pembinaan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Direktorat Jenderal. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran II. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengolahan data dan penyajian informasi penganggaran. penyiapan bahan evaluasi kinerja penganggaran Kementerian /Lembaga. pemeliharaan dan evaluasi basis data. pengolahan dan penyajian data/informasi. pengembangan. pengembangan. pemeliharaan dan evaluasi basis data. analisis. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 337 Seksi Analisis dan Evaluasi Kinerja Penganggaran I. Pasal 338 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pembangunan. pelaporan dan rekomendasi. dan d. penyiapan bahan pengkajian.105 Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. . b. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan rekomendasi kinerja penganggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 336 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran terdiri atas: a. pembangunan. penyiapan bahan analisis data realisasi pelaksanaan anggaran. perumusan. II. perumusan. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. b. perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. penyiapan bahan analisis data perencanaan penganggaran. c. pelaporan dan rekomendasi.

(4) Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Infromasi mempunyai tugas melakukan pembangunan. dan d. pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi. pembangunan. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. Pasal 340 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri atas: a. c. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. perumusan. Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Informasi. dan e. pengolahan dan penyajian data dan informasi penganggaran. perumusan. pemeliharaan dan evaluasi basis data. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. pengembangan dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. perumusan. Pasal 342 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. (2) Seksi Penyajian Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. . Seksi Basis Data Penganggaran. penyiapan bahan pengkajian. keuangan. organisasi dan tata laksana direktorat. pembangunan. Seksi Penyajian Informasi Penganggaran. Pasal 341 (1) Seksi Basis Data Penganggaran mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perumusan. b. pengembangan. (3) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . umum. pembangunan. pemeliharaan dan pendayagunaan prasarana teknologi informasi dan komunikasi. pengembangan. d.106 c.

kajian kebijakan.107 Bagian Kesepuluh Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Pasal 343 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. c. e. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. Pasal 345 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran terdiri atas: a. Pasal 346 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. c. penyiapan penyusunan norma. standar. Subbagian Tata Usaha. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. . b. Pasal 344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial. d.

b. Pasal 349 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III. penyiapan harmonisasi. . b. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang perekonomian. Pasal 348 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga terdiri atas: a. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang kesejahteraan rakyat. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang perekonomian. kajian kebijakan. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang politik. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang kesejahteraan rakyat. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II. penyiapan harmonisasi. hukum dan keamanan. kajian kebijakan. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. dan c. dan c. Pasal 350 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang politik.108 Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. hukum dan keamanan. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I. penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. kajian kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kajian kebijakan.

Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .109 Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. Kematian dan jaminan sosial lainnya. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. dan c. kajian kebijakan. b. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. . Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. penyiapan harmonisasi. b. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. Kematian dan jaminan sosial lainnya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. Pasal 352 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial terdiri atas: a. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. Pasal 354 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. Pasal 353 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. kajian kebijakan. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP. kajian kebijakan.

Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi. Pasal 357 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. hukum dan keamanan.110 Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. kajian. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III. kajian kebijakan. Pasal 358 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. penyiapan bahan kajian di bidang remunerasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan harmonisasi. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. kajian kebijakan. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. kajian kebijakan. penyiapan bahan harmonisasi penganggaran di bidang remunerasi. b. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. Pasal 356 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP terdiri atas: a. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi menyelenggarakan fungsi : a. hukum dan keamanan. b. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. kajian kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. penyiapan harmonisasi. dan c. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II. kajian kebijakan. b.

Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi lainnya. keuangan. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pejabat negara dan lembaga non struktural. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 363 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. organisasi dan tata laksana direktorat. . pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pegawai negeri. kajian. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya. kajian. penyiapan bahan evaluasi di bidang remunerasi. Pasal 361 (1) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. b. dan d. umum. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri.111 c. (3) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. (2) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. penyiapan bahan pengembangan kebijakan di bidang remunerasi. Pasal 360 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 362 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. kajian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. dan c.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.112 Pasal 364 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . .

Sekretariat Direktorat Jenderal. g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pajak. b. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. perumusan kebijakan di bidang perpajakan. Direktorat Peraturan Perpajakan I. b. Direktorat Peraturan Perpajakan II. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 367 Direktorat Jenderal Pajak terdiri atas: a. standar. c. d. prosedur dan kriteria di bidang perpajakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. d. c. . Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .113 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 365 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan. e. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. f. penyusunan norma. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. Direktorat Keberatan dan Banding.

Direktorat Transformasi Proses Bisnis. dan pelaksanaan tata usaha. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada direktorat jenderal. b. f. d. c. dan Hubungan Masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Perlengkapan. kearsipan dan rumah tangga. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. . d. k. j. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 368 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. Kepatuhan. Direktorat Potensi. keuangan. Bagian Kepegawaian. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. dan Penerimaan. Bagian Keuangan. Bagian Umum. i. c. kepegawaian. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. dan m. koordinasi penyusunan rencana kerja. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. b. l. Pasal 370 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. koordinasi kegiatan direktorat jenderal.114 h. rencana stratejik. e. Direktorat Penyuluhan. Pelayanan. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan.

(2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. prosedur kerja. serta penyiapan bahan pemberian izin. Pasal 374 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. b. d. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. dan bimbingan konsultan pajak. c. h. penatausahaan. b. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. dan bimbingan konsultan pajak. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. . dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Pengukuran Kinerja. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. administrasi penataan organisasi. f. c. Subbagian Tatalaksana. administrasi. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. administrasi. Pasal 373 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri atas: a. pengawasan. Subbagian Organisasi. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. g. e. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pemberian izin. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal.115 Pasal 371 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. pengawasan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal.

usulan penyaringan pegawai. pelaksanaan tata usaha. penatausahaan. c. b. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. d. penempatan. dan pengusulan pegawai. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan pengangkatan. statistik. pemindahan pegawai. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. dan Subbagian Umum Kepegawaian. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin.116 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. penggajian. dan pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 378 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. b. c. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Pasal 375 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. dokumentasi. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. cuti dan penghargaan pegawai. penggajian. e. . kesejahteraan pegawai. kepangkatan. penempatan. analisis kebutuhan pegawai. d. Pasal 377 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicators.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . formasi.

statistik.117 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. dan pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. d. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 382 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. Subbagian Penyusunan Anggaran. c. usulan penyaringan pegawai. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. formasi. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 381 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. dan d. cuti dan penghargaan pegawai. kesejahteraan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dokumentasi. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. c. . Pasal 379 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. b.

d. Pasal 386 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. b. dan Subbagian Inventarisasi. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Pemeliharaan. dan pelaksanaan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. dan Penghapusan. pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. c. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. penyiapan dokumen. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan pelaksanaan.118 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dokumen. b. Subbagian Pengadaan I. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Subbagian Pengadaan II. Pasal 383 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlengkapan. . penyiapan dokumen. Pasal 385 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. serta pelaksanaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. c. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana.

pengetikan. c. d. dan ekspedisi. pelaksanaan tata usaha. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 390 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. Subbagian Protokol. penyajian bahan kegiatan. e. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387.119 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. serta kearsipan kantor pusat. penggandaan. rapat pimpinan dan akomodasi. (4) Subbagian Inventarisasi. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. . pengaturan penerimaan tamu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. perjalanan dinas. c. penggandaan. dan ekspedisi. b. Pasal 387 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. kearsipan. serta kearsipan Kantor Pusat. pelaksanaan protokol. dan Subbagian Rumah Tangga. pengetikan. pencatatan acara. pelaksanaan surat-menyurat. d. dan pelaksanaan pengelolaan rumah tangga kantor pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja kantor pusat. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. pelaksanaan bimbingan kearsipan direktorat jenderal. Pasal 389 Bagian Umum terdiri atas: a. dan rumah tangga.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. penyiapan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. standar. pengaturan penerimaan tamu. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 391 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. b. . dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.120 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. rapat pimpinan dan akomodasi. pencatatan acara. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. perjalanan dinas. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. penyajian bahan kegiatan. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya.

Pasal 394 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. b. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. penyiapan bahan penelaahan. e. b. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan penyusunan rancangan peraturan.121 d. f. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. d. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan e. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. petunjuk pelaksanaan. Pasal 393 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri atas: a. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penegasan (ruling).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. c. .

b. teknis operasional. penegasan (ruling).122 c. Pasal 396 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri atas: a. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan penyusunan rancangan peraturan. . dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. teknis operasional. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. Pasal 398 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. d. penegasan (ruling). penegasan (ruling). dan Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pasal 397 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). c. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. petunjuk pelaksanaan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.

penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. dan elektronik. penegasan (ruling). teknis operasional. otomotif. . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. b. d. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. penegasan (ruling). pertambangan. petunjuk pelaksanaan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 400 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri atas: a. b. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. Pasal 401 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. dan Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III.123 Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. c. penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan.

Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. b. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402. . Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. jasa. jasa. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. d. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan.124 Pasal 402 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Pasal 405 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Jasa. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Jasa. c. dan Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. b. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. d. c. petunjuk pelaksanaan. Jasa. teknis operasional. penegasan (ruling). jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri atas: a. teknis operasional. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 404 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. jasa.

petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penegasan (ruling). (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. petunjuk pelaksanaan. b. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). penegasan (ruling). dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya.125 (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. Pasal 406 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling).

dan penyusunan rancangan peraturan.126 Pasal 408 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri atas: a. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. kearsipan. pengolahan data. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . penegasan (ruling). penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. b. Pasal 410 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. tata usaha. dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan rancangan peraturan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. dan Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penegasan (ruling). dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. Pasal 409 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . keberatan dan pengurangan.

bantuan hukum. g. Pasal 413 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri atas: a. dan harmonisasi peraturan perpajakan. f. standar. b. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan harmonisasi peraturan perpajakan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. bantuan hukum. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. bantuan hukum. c. d. Subbagian Tata Usaha. bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. dan harmonisasi peraturan perpajakan. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. dan harmonisasi peraturan perpajakan. e. d. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. dan harmonisasi peraturan perpajakan. . perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan penyusunan norma.127 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 411 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. c. b. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. bantuan hukum. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. dan e. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Pajak Penghasilan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Subdirektorat Bantuan Hukum.

(2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. penegasan (ruling). dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. penegasan (ruling). penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. b. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. Pasal 416 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling).128 Pasal 414 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. c. c. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. d. b. penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. Pasal 417 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 415 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan.

teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. d. penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. Pasal 421 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. b. c. dan penyusunan rancangan peraturan.129 Pasal 418 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan Pajak Penghasilan Pasal 26. c. Pajak Penghasilan Pasal 23. penegasan (ruling). b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. Pasal 420 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri atas: a. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling).

dan penyusunan rancangan peraturan. pengendalian dan evaluasi peraturan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 422 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. b. petunjuk pelaksanaan. dan peraturan pelaksanaannya. penegasan (ruling). e. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. f. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. teknis operasional. c. dan pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. pemantauan. . Pasal 424 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri atas: a. teknis operasional. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Seksi Perjanjian Eropa. Pasal 423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422. teknis operasional. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. b.130 (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional.

131 c. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. serta penyiapan bahan penelaahan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 426 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. dan Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. Pasal 425 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. . penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. dan pemberian bimbingan. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. serta penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. serta penyiapan bahan penelaahan. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika.

b. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. pelaksanaan. Jakarta Timur. pelaksanaan. dan Seksi Bantuan Hukum IV. Jawa Barat. Pasal 429 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Bali. dan dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara.132 Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. Maluku dan Papua. pemberian bimbingan. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Seksi Bantuan Hukum III. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera. c. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Banten. Nusa Tenggara. Pasal 428 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. Jakarta Selatan. pelaksanaan. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat. . dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. pelaksanaan. b. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. d. c. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Seksi Bantuan Hukum II. (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. Seksi Bantuan Hukum I. pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Jawa Tengah.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . teknis operasional. c.133 Pasal 430 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. petunjuk pelaksanaan. analisis keterkaitan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan. Pasal 431 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 430. dan Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan. d. teknis operasional. . dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. b. b. mensinergikan peraturan. Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan. petunjuk pelaksanaan. dan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan. Pasal 432 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri atas: a. sinkronisasi peraturan.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. . Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 435 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. b. prosedur dan kriteria di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435. Pasal 434 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan.134 Pasal 433 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. penyiapan penyusunan norma. c. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan. standar. kearsipan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. petunjuk pelaksanaan. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. teknis operasional. teknis operasional. tata usaha. petunjuk pelaksanaan. dan rumah tangga Direktorat. teknis operasional.

pemantauan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan. c. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi. b. d. penyiapan bahan penelaahan. b. Pasal 439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438. penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 440 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri atas: a. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. dan e. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. Subbagian Tata Usaha. Pasal 438 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. e. pemantauan. dan Seksi Strategi Pemeriksaan. pengendalian. pemantauan. g. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pemantauan. penyusunan. pengendalian. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan. f. penyusunan. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan. . Subdirektorat Penagihan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. pengendalian.135 d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bimbingan. b. c. c. Pasal 437 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus. dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. dan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan.

dan Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. pemantauan. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. c. penyusunan. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak. Seksi Teknik Pemeriksaan.136 Pasal 441 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak. pemantauan. b. dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. pengendalian. Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan. penyusunan. bimbingan. Pasal 442 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. b. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. pengendalian. pengawasan. Pasal 444 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri atas: a. penyusunan. pengendalian. pemantauan. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . pemantauan. Pasal 445 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. pengawasan. pengendalian.

. bimbingan. pemantauan. pengendalian. Pasal 447 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446. Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup. c. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. pengendalian. c. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. Pasal 448 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri atas: a. pengawasan. penyiapan bahan penelaahan.137 (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. b. b. pemantauan. pengendalian. penyusunan. dan Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 449 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 446 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. bimbingan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. pengendalian. penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengawasan.

bimbingan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan. pengendalian. pemantauan. pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. bimbingan. b. bimbingan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. penyusunan. c. pemantauan. pengendalian. dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. Pasal 450 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. pemantauan. dan evaluasi terhadap dukungan teknis. Pasal 453 (1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. Pasal 452 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri atas: a. c. bimbingan. b. penyiapan bahan penelahaan. Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. penyusunan. dan Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. pengendalian. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. pengendalian. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. . bimbingan. pengendalian. pengendalian. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. koordinasi. dukungan teknis. penyusunan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. penyusunan. Seksi Kerjasama Pemeriksaan. penyusunan.138 (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

c. serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. Pasal 455 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 454. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. koordinasi. pemantauan. pengendalian. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. pengendalian. Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a.139 (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengawasan. . dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis. dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. b. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. Pasal 457 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak. pengendalian. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak. dan Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Pasal 454 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. Pasal 456 Subdirektorat Penagihan terdiri atas: a. pengendalian. koordinasi. penyusunan. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan. b. bimbingan. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan.

dan penatausahaan penagihan pajak. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. Subdirektorat Rekayasa Keuangan. dan rumah tangga Direktorat.140 (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak. pengendalian mutu penagihan pajak. Pasal 460 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459. serta pemantauan. dan e. Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. piutang pajak. penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Intelijen Perpajakan. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. Pasal 461 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri atas: a. tata usaha. b. d. b. pengawasan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. c. prosedur dan kriteria di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. dan penghapusan tunggakan pajak. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 459 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. standar. penyiapan penyusunan norma. Pasal 458 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.

Pasal 463 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462. b. dan standardisasi teknis data intelijen. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan. Seksi Intelijen Perpajakan I. Pasal 462 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan. f. analisis. pengelolaan data intelijen. pengendalian. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. . Seksi Intelijen Perpajakan II. Pasal 464 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri atas: a. pemantauan. analisis. c. b. pemantauan. Subdirektorat Penyidikan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. e. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. evaluasi kegiatan intelijen.141 c. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. analisis. serta pelaksanaan intelijen. dan pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait. e. d. Pasal 465 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. penatausahaan. pengawasan. analisis. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen.

c. dan pengaduan. b. analisis. laporan. data. penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Rekayasa Keuangan III. penyusunan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. dan pengaduan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan. data. c. . pengendalian. dan pengaduan. Seksi Rekayasa Keuangan I. pemantauan. serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. pengendalian. laporan. b. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen. analisis. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. pengawasan. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan. laporan. pemantauan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. Pasal 468 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. penyusunan. pengendalian.142 (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. Pasal 469 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 466 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. data. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Seksi Rekayasa Keuangan II. Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian.

Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. penyusunan. laporan.143 (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. (3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. data. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. b. Pasal 470 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I. dan bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. data. dan pengaduan. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. c. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan. Pasal 472 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. pengendalian. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. pemantauan. bimbingan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. pengendalian. penyusunan. pemantauan. . pengawasan. pemantauan. pemantauan. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. laporan. penatausahaan. pengendalian. dan pengaduan.

Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pengawasan. penyusunan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pemantauan.144 Pasal 473 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 474 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 476 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. . (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pengendalian. pengawasan. c. dan bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Seksi Penyidikan I. Seksi Penyidikan II. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. penatausahaan. bimbingan. b. pengendalian. c. pengendalian.

kearsipan. tata usaha. b. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. pengendalian. Pasal 478 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan e. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. prosedur dan kriteria di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. Pasal 480 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. standar. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a.145 Pasal 477 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. . Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 479 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengawasan. d. c.

dan penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. f. . Subdirektorat Penilaian I. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. Pasal 485 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 482 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. Seksi Teknis Ekstensifikasi. c. Subbagian Tata Usaha. dan Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. Subdirektorat Pendataan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis Pasal 484 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri atas: a.146 Pasal 481 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. Subdirektorat Ekstensifikasi. b. d. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Penilaian II. b. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. c.

Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486. pendataan.147 (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. Pasal 488 Subdirektorat Pendataan terdiri atas: a. pendataan. b. pendataan. Pasal 486 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. c. dan Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. c. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. Pasal 489 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. . b. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. dan penyiapan bahan perumusan. penilaian individu sektor perkebunan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. penyiapan bahan perumusan. komersial. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. analisis keseimbangan nilai. Pasal 493 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. b. perhutanan. pemantauan. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. . Seksi Penilaian Massal Bumi. Pasal 492 Subdirektorat Penilaian I terdiri atas: a. c. penyiapan bahan perumusan. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus.148 Pasal 490 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. c. dan Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian.

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. Pasal 496 Subdirektorat Penilaian II terdiri atas: a. Pasal 497 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. industri. b. evaluasi. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. penilaian individu sektor perumahan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. evaluasi. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Massal Bangunan. . dan Seksi Penilaian Individu Pertambangan. penyiapan bahan perumusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan. dan penyiapan bahan perumusan. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. pemantauan. pemantauan.149 Pasal 494 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan. evaluasi. Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan. b. c.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang keberatan dan banding. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. penyiapan penyusunan norma. b.150 Pasal 498 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. e. b. tata usaha. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. c. dan e. Pasal 500 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 499. Pasal 501 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang keberatan dan banding. . Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keberatan dan banding. penyiapan perumusan kebijakan di bidang keberatan dan banding. d. c. standar. dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 499 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang keberatan dan banding. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. kearsipan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

(2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penghapusan.151 Pasal 502 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. c. dan Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. d. pembatalan. Bali. penghapusan. Nusa Tenggara. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. pengurangan. . penelaahan. Pasal 503 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 502. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. dan keberatan. Jakarta Selatan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. pembatalan. dan keberatan di wilayah Sulawesi. dan pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. Jakarta Timur. penghapusan. pembatalan. penyiapan bahan penelaahan. Pasal 504 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri atas: a. pengurangan. b. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. pembatalan. Pasal 505 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan keberatan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. dan keberatan. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. b. penghapusan. pengurangan. penghapusan. pembatalan. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. pembatalan. pengurangan. Maluku dan Papua. pengurangan. penghapusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Pasal 507 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506. dan Seksi Banding dan Gugatan IC. . dan keberatan di wilayah Sumatera. Seksi Banding dan Gugatan IB. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Jawa Tengah.152 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Jawa Barat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Banding dan Gugatan IA. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Pasal 506 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Pasal 509 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan. b. Banten. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 508 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri atas: a. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. c. penghapusan. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. pengurangan. b. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. pembatalan.

c. Sulawesi. Sulawesi. dan Jawa Tengah. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kalimantan. Seksi Banding dan Gugatan IIA. dan Seksi Banding dan Gugatan IIC. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Barat. dan Jawa selain Jakarta. Nusa Tenggara. Papua. penelaahan. b. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. Jakarta Selatan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Pasal 513 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Jakarta Timur. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. penyiapan bahan penelaahan. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 512 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri atas: a. Pasal 510 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. Seksi Banding dan Gugatan IIB. Maluku. Bali. Pasal 511 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten.153 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Gugatan. penyiapan bahan pemantauan. b. Pasal 515 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. pengendalian. pemantauan. pemantauan. pengurangan. c. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Evaluasi Banding. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. pembatalan. pembatalan. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan keberatan. dan Peninjauan Kembali. penyiapan bahan. dan penatausahaan. . keberatan. c. pengurangan. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Seksi Peninjauan Kembali. pembatalan. keberatan. penatausahaan. Pasal 516 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri atas: a. b. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. dan banding di Pengadilan Pajak. penyiapan bahan. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Pasal 514 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. pengurangan. penghapusan. dan Papua. Bali. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. penatausahaan. Nusa Tenggara. pembatalan. penghapusan. Pasal 517 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan.154 (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Maluku. banding di Pengadilan Pajak. penghapusan. penghapusan. pengurangan. pengendalian. keberatan. pengendalian.

Pasal 521 Direktorat Potensi. dan penerimaan. standar. d. dan Penerimaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang potensi. kepatuhan. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. kepatuhan. dan Penerimaan terdiri atas: a. Pasal 518 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan penerimaan. dan Penerimaan Pasal 519 Direktorat Potensi. . c. Subdirektorat Potensi Perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang potensi. Kepatuhan. dan penerimaan. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang potensi. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. prosedur dan kriteria di bidang potensi. b. Kepatuhan. b. penyiapan bahan pemantauan. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang potensi. dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. tata usaha. c.155 (3) Seksi Evaluasi Banding. kepatuhan. Kepatuhan. Subdirektorat Dampak Kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. Kepatuhan. kepatuhan. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. pengendalian. Gugatan. kearsipan. kepatuhan. pelaksanaan tata usaha direktorat. Direktorat Potensi. dan penerimaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penerimaan. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan.

serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. f. pengendalian. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. . dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. dan c. penelaahan. dan penyusunan kebijakan. Pasal 522 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. pengendalian. b. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. Seksi Potensi Sektor Industri. serta pemantauan. pengendalian. Pasal 525 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. dan pemantauan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. Pasal 523 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522. Pasal 524 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri atas: a.156 d. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. pengendalian. serta pemantauan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. Seksi Potensi Sektor Jasa. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. serta pemantauan. e.

Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. dan penyusunan kebijakan. Pasal 528 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri atas: a. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. c. penyiapan. pemilihan tema penelitian perpajakan. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. . dan Seksi Dampak Kebijakan Umum. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. serta pemantauan. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penelaahan. dan pendistribusian hasil penelitian.157 Pasal 526 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penelaahan. pengendalian. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan dan penelitian perpajakan. Pasal 529 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 530 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data.

serta pemantauan. pemantauan. dan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. d. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. c. Pasal 532 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri atas: a. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. b. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. pengendalian. dan Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. pengendalian.158 Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. e. d. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. . (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. c. serta pemantauan. Pasal 533 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. b. pemantauan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa.

penelaahan. pengendalian. f. analisis. rekonsiliasi. dan Seksi Evaluasi Penerimaan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. dan penatausahaan penerimaan pajak. e. dan penyusunan kebijakan. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pajak Pertambahan Nilai. pemantauan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. pemantauan. penyusunan. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. analisis. statistik. Pasal 534 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. dan penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. b. Pasal 536 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri atas: a. . pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. statistik. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. rekonsiliasi. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. dan penatausahaan penerimaan pajak. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pengendalian. d. c. b. Pasal 537 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.159 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. d. serta pemantauan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.160 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan. c. d. pelayanan dan hubungan masyarakat. Pelayanan. pelayanan dan hubungan masyarakat. kearsipan. Pasal 538 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Direktorat Penyuluhan. dan rumah tangga Direktorat. dan hubungan masyarakat. prosedur dan kriteria di bidang penyuluhan. penyiapan penyusunan norma. dan Hubungan Masyarakat Pasal 539 Direktorat Penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. penyusunan. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan e. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. tata usaha. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. . Pelayanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan. pelayanan. standar.

e. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . i. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian.161 Pasal 541 Direktorat Penyuluhan. h. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. j. riset pelajar dan mahasiswa. c. d. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. pengendalian. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. d. b. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. f. Pelayanan. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. serta pemantauan. Pasal 542 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. metode. pemantauan. dan peraturan non perpajakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. dan pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. c. pemantauan. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. f. e. b. penelaahan. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. g. dan materi penyuluhan pajak. dokumentasi peraturan perpajakan. penyiapan teknik. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542.

(2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. riset pelajar dan mahasiswa. d. Pasal 546 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pemantauan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. pengendalian. serta pemantauan. . penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. Seksi Materi Penyuluhan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. dan Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. b. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan.162 Pasal 544 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri atas: a. Pasal 545 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dukungan Penyuluhan.

Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. d. dan bimbingan pelaksanaan pelayanan. Pasal 549 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 548 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri atas: a. c. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Seksi Pelayanan Pengaduan. dan Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based. pengendalian. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. pengendalian. pemantauan. pengendalian. pengendalian. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. b. d. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. . (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. Pasal 550 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.163 c. pengendalian. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550.

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. Pasal 553 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Hubungan Internal. serta pemantauan. pengendalian. Seksi Pengelolaan Berita. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. pengendalian. Seksi Hubungan Eksternal. d. . dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. pengendalian. c. dan penyusunan kebijakan. d.164 b. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pemantauan. dan Seksi Pengelolaan Situs. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. dan pengelolaan situs.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. baik internal maupun eksternal. Pasal 552 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri atas: a. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Pasal 554 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. serta pemantauan dan pengelolaan berita.

b.165 Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. c. penyusunan kebijakan teknis. . penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. pelaksanaan. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. d. pemantauan. Seksi Kerjasama Luar Negeri. serta pelaksanaan. pelaksanaan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pengendalian. Pasal 556 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. Pasal 557 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. c. kearsipan. tata usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. Pasal 558 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan Seksi Kemitraan Wajib Pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). b. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. dan bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership).

aplikasi. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. c. d. dan penyusunan kebijakan. c. serta pemantauan. registrasi Wajib Pajak. pelaksanaan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. . b. Pasal 562 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. standar. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. b. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. prosedur dan kriteria di bidang teknologi informasi perpajakan. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a.166 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 559 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknologi informasi perpajakan. pengendalian. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknologi informasi perpajakan. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. e. Subdirektorat Pendukung Operasional. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. Pasal 561 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri atas: a. serta administrasi program aplikasi. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pelayanan Operasional.

pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta administrasi program aplikasi. serta pemantauan. Pasal 565 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. dan administrasi program aplikasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. . dan jaringan komunikasi data. d. dukungan teknis. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. registrasi Wajib Pajak. aplikasi. pemantauan. c. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pengendalian. dan Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. pengendalian. dukungan teknis. serta administrasi program aplikasi. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. c. Pasal 564 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri atas: a. dan jaringan komunikasi data. dukungan teknis. d. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu.167 Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. serta pemantauan. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. b. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. registrasi Wajib Pajak. dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi teknik operasional. registrasi Wajib Pajak. serta pemantauan. aplikasi. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi.

kegiatan. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. pemutakhiran data tampilan. serta pemantauan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pertukaran data elektronik. Pasal 568 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri atas: a. dan administrasi pekerjaan. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 569 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. serta administrasi pekerjaan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. . dan penyusunan kebijakan. serta pemantauan.168 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. b. serta administrasi program aplikasi. dan pelaksanaan tugas. dan Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. serta pelaksanaan bimbingan sistem. pengendalian. serta pengelolaan intranet dan internet. penelaahan. d. pengelolaan intranet dan internet. pengendalian. pemantauan. Pasal 566 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. d. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. serta pengelolaan intranet dan internet. pemutakhiran data tampilan. Seksi Pertukaran Data Elektronik. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pemutakhiran data tampilan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pengelolaan intranet dan internet. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. b. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. pertukaran data elektronik. pelaksanaan bimbingan sistem. pemutakhiran data tampilan. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. Seksi Bimbingan Sistem. pertukaran data elektronik. c. pertukaran data elektronik.

basis data.169 (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pemantauan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. kegiatan dan pelaksanaan tugas. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. b. kegiatan dan pelaksanaan tugas. dan penyusunan kebijakan. pengolahan data dan dokumen. pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pengendalian. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. basis data. pengendalian. d. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. c. dan administrasi program aplikasi. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pemantauan. . Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 570 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. basis data. serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. pengendalian. serta pengolahan data dan dokumen. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengendalian. e. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. basis data. serta administrasi pekerjaan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pengolahan data dan dokumen. pengolahan data dan dokumen. serta administrasi program aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi pekerjaan.

dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. c. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. tata usaha. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. penyimpanan. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. pengendalian. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 574 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. kualitas dan transfer data. serta pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. . d. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pemantauan. kearsipan. serta pemantauan.170 Pasal 572 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri atas: a. pengendalian. Pasal 573 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pengendalian. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pengendalian. b. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. Seksi Pemantauan Basis Data. dan evaluasi teknik operasional. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.

. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. Subdirektorat Investigasi Internal. b. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. perancangan.171 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 575 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. prosedur dan kriteria di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. d. Pasal 578 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. Subdirektorat Kepatuhan Internal. standar. g. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). Pasal 577 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri atas: a. f. e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. penyiapan penyusunan norma. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. dan e. Subdirektorat Transformasi Organisasi. Subbagian Tata Usaha. dan penyusunan strategi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. d. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575.

perancangan. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. b. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Seksi Pengujian Kepatuhan. perancangan. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. . Pasal 583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. b. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 580 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri atas: a. Pasal 581 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 582 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. Seksi Penjaminan Kualitas. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance).172 Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. dan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Seksi Internalisasi Kepatuhan. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. koordinasi. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. dan c. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. . serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. c. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. Pasal 584 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri atas: a. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai.173 b. Pasal 585 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. e. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. Pasal 586 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. d. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. b. dan pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. Seksi Investigasi Internal I. perancangan. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. Seksi Investigasi Internal II. perancangan. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. c. dan Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya.

Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. prosedur kerja. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. dan analisis jabatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Perencanaan Strategis. b. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. Pasal 589 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). c. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). c. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. dan analisis jabatan. d. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. pelaksanaan. perancangan.174 Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. dan penyiapan bahan kelembagaan. pengukuran kinerja pegawai. perancangan. (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. . penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. prosedur kerja. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. Pasal 590 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. dan Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. Pasal 588 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri atas: a. uraian jabatan. uraian jabatan. dan manajemen kepegawaian lainnya.

dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. Promosi. c. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi.175 Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. . promosi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. Pasal 592 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri atas: a. dan kompensasi. dan kompensasi. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. dan Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. penyiapan bahan evaluasi. serta asistensi. promosi. c. (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. dan Kompensasi. penyiapan bahan evaluasi. Promosi. promosi. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. e. Pasal 593 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. dan kompensasi. b. b. d.

c. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. Pasal 597 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. b. d.176 Pasal 594 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Pasal 596 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri atas: a. b. Pasal 598 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. dan rumah tangga direktorat. serta evaluasi dan penyusunan laporan. kearsipan. . analisis kriteria kompetensi pegawai. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. dan Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. tata usaha. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai.

b. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. Pasal 602 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. c. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. serta evaluasi sistem informasi.177 (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. d. . standar. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. prosedur dan kriteria di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 601 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 599 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. dan e. penyiapan penyusunan norma. e.

Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. d. instalasi konfigurasi basis data. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. b.178 Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. dan evaluasi konfigurasi basis data. Pasal 605 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. perencanaan. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 607 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. dan d. c. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. . instalasi. perencanaan. c. dan evaluasi jaringan komunikasi data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. perancangan. perancangan. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. b. Pasal 604 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri atas : a. instalasi. penelitian. dan evaluasi sistem informasi. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. perancangan. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan. penelitian. Pasal 606 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Seksi Evaluasi Sistem Informasi.

(4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. penelitian. instalasi. Pasal 608 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 612 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. Pasal 610 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. instalasi aplikasi perpajakan. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. instalasi. dan evaluasi konfigurasi basis data. perencanaan. aplikasi informasi geografis.179 c. dan evaluasi jaringan komunikasi data. perancangan. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. . dan evaluasi aplikasi perpajakan. dan aplikasi informasi dan pelaporan. dan Seksi Pengelolaan Data Spasial. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. dan pengelolaan data spasial. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. perencanaan perancangan. Pasal 609 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. c. d. b. instalasi. perancangan. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. Seksi Pengelolaan Basis Data. perencanaan. d. dan penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. b. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan basis data. aplikasi informasi geografis.

dan instalasi aplikasi informasi geografis. Pasal 614 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. dan Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. Pasal 613 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. b. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. pengembangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. kearsipan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. . (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 615 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi proses bisnis. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. tata usaha. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. serta administrasi program aplikasi. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. pengembangan. pengembangan.180 c. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

c. . pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. Subbagian Tata Usaha. standar. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. perancangan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Manajemen Transformasi. d. penyiapan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. e. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. c. pengkajian. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 617 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri atas: a. penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. f. Pasal 618 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi proses bisnis. Pasal 620 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri atas: a. dan b. d. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. g. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. perancangan. prosedur dan kriteria di bidang transformasi proses bisnis. b. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a.181 c.

pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 625 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. Seksi Pengembangan Pelayanan I. perancangan. dan Seksi Pengembangan Pelayanan II. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. b. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. b. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri atas: a. Pasal 622 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi.182 Pasal 621 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. perancangan. . perancangan. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. pelaksanaan uji coba konsep. penyiapan.

pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep. dan Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. Pasal 627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. Pasal 630 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyusunan strategi. perancangan. perancangan. c. penyiapan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pendataan. perancangan. dan penilaian. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 628 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri atas: a.183 Pasal 626 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan. perancangan. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. pelaksanaan uji coba konsep. . penyiapan bahan penyusunan strategi. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. penyusunan strategi. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. Pasal 629 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian.

Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 633 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. pemetaan. dan penilaian. b. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. perancangan. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. c. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. dan penilaian. pelaksanaan uji coba konsep. pendataan. penyiapan bahan penyusunan strategi.184 Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. . Pasal 632 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. analisis risiko. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. pendataan. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. koordinasi manajemen perubahan. penyiapan bahan penyusunan strategi. pendataan. penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. dan Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. dan penilaian. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. b. Pasal 634 Subdirektorat Manajemen Transformasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pemutakhiran rencana.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. penyiapan bahan pelaksananaan koordinasi manajemen perubahan. d. Subdirektorat Manajemen Transformasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. dan Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. tata usaha. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 636 Subdirektorat Manajemen Transformasi terdiri atas: a. b. kearsipan. Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan. analisis risiko. Pasal 637 (1) Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. b. dan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta koordinasi manajemen perubahan. analisis risiko. c. . dan pengawasan pelaksanaan pengembangan.185 Pasal 635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.186 Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 639 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Pasal 640 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Direktorat Audit. f. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 642 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641. c. h. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 643 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri atas: a. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. standar.187 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 641 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai. penyusunan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. b. d. dan e. c. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. e. . Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. d. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. g. Direktorat Kepabeanan Internasional. b. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. perumusan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Cukai. Direktorat Teknis Kepabeanan. dan i.

koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. dan dokumentasi direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. d. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. penataan organisasi. analisa jabatan. ketatalaksanaan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. analisa beban kerja. Bagian Umum. evaluasi peringkat jabatan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pelaksanaan tata usaha. b. dan penyusunan jabatan fungsional. dan f. e. kearsipan. dan d. Pasal 647 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. kepegawaian dan keuangan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. dan pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .188 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 644 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. . Pasal 646 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengembangan kinerja organisasi. Bagian Kepegawaian.

penyiapan bahan pelaksanaannya. dan evaluasi peringkat jabatan. Subbagian Tata Laksana I. dan pakaian dinas. evaluasi peringkat jabatan. tata naskah persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. analisis jabatan. c. pengkajian. dan penyusunan jabatan fungsional. Subbagian Organisasi. prosedur kerja. Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan d. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 650 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan monitoring organisasi. (4) Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman. dan penyusunan prosedur standar operasi serta evaluasi d. Pasal 651 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana II. implementasi. c. b. penelaahan dan evaluasi jabatan. monitoring sistem dan evaluasi prosedur kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan standar norma waktu. standar beban kerja dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan pengembangan jabatan fungsional di bidang kepabeanan dan cukai. penyusunan uraian jabatan. (3) Subbagian Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis beban kerja. standard norma waktu dan pengembangan pelayanan publik Direktorat Jenderal. Pasal 649 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a.189 b. .

(4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. kepangkatan. dan d. penempatan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. formasi dan pengadaan pegawai. pemindahan. b. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. dan dokumentasi kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perencanaan. c. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pendataan pegawai. Pasal 655 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan dokumentasi kepegawaian. penempatan. penggajian. pemindahan. dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 653 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. c. penindakan. penggajian. pendataan pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. dan penjatuhan hukuman disiplin. pelaksanaan urusan tata usaha. formasi dan pengadaan pegawai. kepangkatan. dan d. cuti. penindakan. cuti. pelaksanaan urusan pengangkatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan penjatuhan hukuman disiplin. . pelaksanaan urusan tata usaha. dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Pasal 654 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan.190 Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. ujian jabatan.

(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Penyusunan Anggaran. . melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. b. Pasal 657 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 658 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. Pasal 659 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan d. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. dan d. Subbagian Gaji. b. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai.191 Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.

prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. penyiapan dokumen. distribusi. dan kearsipan Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa sarana. dan penghapusan perlengkapan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan penghapusan perlengkapan. Pasal 661 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pemeliharaan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. Pasal 663 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 662 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . b.192 Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. penyiapan dokumen. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. kearsipan. pengetikan. b. Subbagian Pengadaan. penggandaan. dan c. dan c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. serta pelaksanaan. b.

c. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. dan d. Subbagian Rumah Tangga. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. Subbagian Kesejahteraan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 666 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. dan akomodasi Direktur Jenderal. penggandaan. poliklinik. protokol. dan e. pengamanan kantor. d. dan rumah dinas kantor pusat. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . akomodasi. poliklinik dan rumah dinas. pelaksanaan urusan tata usaha. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. pemeliharaan sarana. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.193 c. pelaksanaan kesejahteraan. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. b. keprotokolan. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. Pasal 665 Bagian Umum terdiri atas: a. pengamanan kantor. pengetikan. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. . dan akomodasi Direktur Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 667 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknis kepabeanan.

Subdirektorat Klasifikasi Barang. tempat penimbunan pabean. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. c. Subdirektorat Nilai Pabean. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis kepabeanan.194 Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. prosedur dan kriteria di bidang teknis kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. d. b. Subdirektorat Ekspor. Subbagian Tata Usaha. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. d. Pasal 671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 670. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang dikuasai negara. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. barang tidak dikuasai. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan barang milik negara. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Impor. Pasal 669 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. dan c. Subdirektorat Impor menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 670 Subdirektorat Impor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standar. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. dan e. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis kepabeanan. dan f.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. standardisasi dan bimbingan teknis. barang tidak dikuasai. dan b. (2) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Impor II. Pasal 675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. Pasal 673 (1) Seksi Impor I dan Seksi Impor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. c. Seksi Impor I. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor sesuai dengan pembagian tugas yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor dan bea keluar. (3) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penangguhan Bea Masuk. barang dikuasai negara. Pasal 674 Subdirektorat Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. .195 Pasal 672 Subdirektorat Impor terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan barang milik negara. tempat penimbunan pabean. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak dikenakan bea keluar. dan d. Subdirektorat Ekspor menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Klasifikasi I. tarif bea masuk pembalasan. Pasal 680 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri atas: a. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan b. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. tarif bea masuk. dan tarif bea keluar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. Pasal 678 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan tarif bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis.196 Pasal 676 Subdirektorat Ekspor terdiri atas: a. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. profil komoditi. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. Seksi Klasifikasi II. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. . Seksi Ekspor III. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pembalasan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 677 (1) Seksi Ekspor I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Ekspor III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. (2) Seksi Ekspor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Ekspor I. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. profil komoditi. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. Seksi Ekspor II. tarif bea masuk. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan c.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk. tarif bea masuk. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. Seksi Klasifikasi III.197 c. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tarif bea masuk anti dumping/imbalan. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. dan d. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 681 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Seksi Klasifikasi IV. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. .

evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.198 Pasal 682 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Seksi Nilai Pabean II. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Nilai Pabean III. dan b. (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 685 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 684 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri atas: a. Pasal 683 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 682. dan d. . Seksi Nilai Pabean IV. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. dan data harga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Nilai Pabean I. b.

Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. c. Pasal 686 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 687 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. penyiapan penyusunan norma. b.199 (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. rumah tangga. c. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kepabeanan. kearsipan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pembebasan. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan e. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. b. . Pasal 689 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. prosedur dan kriteria di bidang fasilitas kepabeanan. d.

dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. standardisasi dan bimbingan teknis. bahan terapi manusia. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. serta barang keperluan proyek pemerintah. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. barang untuk keperluan badan internasional. kemusnahan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta barang pribadi penumpang. awak sarana pengangkut. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang contoh. barang keperluan olahraga. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. c. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. amal. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. barang pindahan.200 Pasal 690 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. pelintas batas dan barang kiriman. sosial. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. standardisasi dan bimbingan teknis. pengerjaan dan pengujian. standardisasi dan bimbingan teknis. . barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. penurunan mutu. peternakan atau perikanan. buku ilmu pengetahuan. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. barang yang mengalami kerusakan. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. dan d. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 690. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

dan barang kiriman. sosial. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. barang contoh. bahan terapi manusia. penurunan mutu. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. peternakan atau perikanan. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. amal.201 Pasal 692 Subdirektorat Pembebasan terdiri atas: a. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. pelintas batas. Seksi Pembebasan II. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. kemusnahan. standardisasi dan bimbingan teknis. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. Seksi Pembebasan I. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. pengerjaan dan pengujian. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. d. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. dan Seksi Pembebasan IV. dan penjenisan jaringan. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengelompokan darah. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. barang pribadi penumpang. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. barang pindahan. buku ilmu pengetahuan. barang yang mengalami kerusakan. (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. awak sarana pengangkut. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. barang untuk keperluan badan internasional. b. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. Pasal 693 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. . c. Seksi Pembebasan III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal.

evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. dan b. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 698 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. Pasal 697 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri atas: a. (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan.202 Pasal 694 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. Pasal 695 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat.

standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. standardisasi dan bimbingan teknis. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. b. . standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 700 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. Pasal 701 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tempat daur ulang berikat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan tempat lelang berikat. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor.203 Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. dan e. Subbagian Tata Usaha. prosedur dan kriteria di bidang cukai. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang cukai. kearsipan. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang cukai.204 Pasal 702 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Subdirektorat Aneka Cukai. dan e. . Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. rumah tangga dan kepegawaian. Pasal 705 Direktorat Cukai terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. c. b. standar. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang cukai. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 703 Direktorat Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang cukai.

ekspor. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. harga dasar. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. produksi. Pasal 708 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri atas: a. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. . (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. impor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 709 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. harga dasar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. harga dasar. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. b. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. b.205 Pasal 706 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.

(2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. . pemantauan perkembangan harga pasar. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 713 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. dan c. produksi. pemasukan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor.206 Pasal 710 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. impor. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. pemasukan. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. Seksi Aneka Cukai II. Seksi Aneka Cukai I. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. Pasal 712 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri atas: a. b. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Aneka Cukai III. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. pemantauan perkembangan harga pasar. harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. serta pelaksanaan urusan penyediaan. pendistribusian. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 716 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 717 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. Pasal 715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 714. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pendistribusian. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .207 Pasal 714 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyimpanan. dan c. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. b. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis.

. c. prosedur dan kriteria di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. kearsipan. d. Pasal 721 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 719 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai.208 Pasal 718 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. standar. dan g. Subdirektorat Penindakan. Subdirektorat Penyidikan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. e. f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Intelijen. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. d. b. Subdirektorat Narkotika. Subbagian Tata Usaha. b. Subdirektorat Sarana Operasi. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 724 Subdirektorat Intelijen terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. b. c. standardisasi dan bimbingan teknis. barang hasil pelanggaran HAKI. Pasal 723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Seksi Intelijen I. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.209 Pasal 722 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 725 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Intelijen III. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pangkalan Data Intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan d.

b. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. barang larangan dan pembatasan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan II. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penindakan III. b. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. barang hasil pelanggaran HAKI. . dan c. Pasal 728 Subdirektorat Penindakan terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. dan c.210 (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 726 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penindakan I. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. Seksi Narkotika dan Psikotropika. . prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Prekursor. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. b. (3) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. psikotropika dan prekursor. barang larangan dan pembatasan. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 731 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. barang hasil pelanggaran HAKI. dan c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen.211 Pasal 729 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi di bidang prekursor. dan c. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. Pasal 730 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 732 Subdirektorat Narkotika terdiri atas: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika.

(2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan prekursor. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. barang bukti. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. Pasal 734 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. dan c. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. Pasal 735 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis.212 Pasal 733 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . psikotropika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 737 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Tahanan. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. Seksi Penyidikan II. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. dan d. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 739 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. . (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. barang bukti. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. pemeliharaan keamanan. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis.213 Pasal 736 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. c. b. Seksi Penyidikan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. Seksi Barang Hasil Penindakan. Pasal 738 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan cabang rumah tahanan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. penginderaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan sarana operasi lainnya. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. Seksi Sarana Operasi II. Pasal 742 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. . serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. dan c. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. sarana operasi narkotika dan psikotropika. Seksi Sarana Operasi I. standardisasi dan bimbingan teknis. sarana operasi narkotika dan psikotropika. Pasal 740 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal.214 b. kearsipan. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. penginderaan. dan sarana operasi lainnya. Pasal 741 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. Pasal 745 Direktorat Audit terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. c. Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan norma. b. standar. Subbagian Tata Usaha. dan e. Pasal 746 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Evaluasi Audit. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. c. dan e. Subdirektorat Perencanaan Audit. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a.215 Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 743 Direktorat Audit mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang audit kepabeanan dan cukai. b. prosedur dan kriteria di bidang audit kepabeanan dan cukai. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang audit kepabeanan dan cukai. d.

evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. b. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis.216 Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. Seksi Perencanaan Audit I. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. serta perencanaan audit di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 748 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri atas: a. Seksi Perencanaan Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 750 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. dan c. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit II. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang cukai. Pasal 749 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis.217 Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Audit III. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 754 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. . standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 752 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. dan c. b. (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pelaksanaan Audit II. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 753 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. Seksi Pelaksanaan Audit I.

standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. dan c. dan c. (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. . Pasal 757 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 758 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.218 Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 756 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri atas: a. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. b. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kearsipan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar. penyiapan penyusunan norma. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. Pasal 761 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri atas: a. b.219 Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 759 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan internasional. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan internasional. . Subdirektorat Kerja Sama Regional. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. e. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 762 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan internasional.

evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Seksi Kerja Sama Multilateral II. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. dan c. . serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Multilateral III. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral.220 b. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. c. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. dan d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 766 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. Pasal 764 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. b. Pasal 765 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Multilateral I. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.

pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Asia dan Afrika. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. . serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Eropa dan Amerika. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Australia dan Pasifik. c. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral II. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Australia dan Pasifik. dan d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Bilateral III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .221 Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Seksi Kerja Sama Bilateral I. b. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 768 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Pasal 769 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b.

b. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 773 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.222 Pasal 770 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 772 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri atas: a. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Regional III. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. dan c. (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Regional II. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Regional I. . serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.

Pasal 774 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 775 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. standar. Pasal 777 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. c. Subdirektorat Penerimaan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. . dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. rumah tangga. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan penyusunan norma.223 (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kepegawaian dan protokoler. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. b. c.

dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan f. Seksi Pemantauan Penerimaan. . Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. cukai. cukai. Pasal 781 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penagihan dan Pengembalian. Subdirektorat Keberatan dan Banding. Pasal 778 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. Pasal 780 Subdirektorat Penerimaan terdiri atas: a. e. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan b.224 d. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 778. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk.

standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. dan c. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. Pasal 783 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan.225 Pasal 782 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Peraturan Kepabeanan. Pasal 784 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. . evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. b. Pasal 785 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. hubungan media. . komunikasi publik. perpustakaan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan opini publik. museum. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 789 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. analisis berita. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. dan pengelolaan berita. dan opini publik. standardisasi dan bimbingan teknis.226 (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. penyuluhan dan layanan informasi. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. komunikasi publik. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. analisis berita. hubungan media. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. pengelolaan situs internet. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 786 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. b. Pasal 788 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri atas: a. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Hubungan Masyarakat.

dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Keberatan dan Banding I. dan urusan banding. Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. Pasal 792 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. museum. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. dan pengelolaan berita. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. pelaksanaan urusan banding. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai.227 (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. dan pelaksanaan urusan banding. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. c. . Pasal 793 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. pengelolaan situs internet. Seksi Keberatan dan Banding II. Pasal 790 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. perpustakaan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai.

rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. dan e. dan g. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. d. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 795 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang informasi kepabeanan dan cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. . b. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. e. prosedur dan kriteria di bidang informasi kepabeanan dan cukai. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. b.228 Pasal 794 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. Subdirektorat Manajemen Risiko. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. c. f. penyiapan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Pasal 797 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional.

standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. Pasal 801 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. dan b. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 800 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri atas: a. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Seksi Pengendalian Risiko. evaluasi.229 Pasal 798 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pemantauan Risiko. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. Pasal 802 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c.

dan c. Pasal 806 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. Pasal 805 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 804 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri atas: a. Seksi Registrasi Kepabeanan I. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Seksi Registrasi Kepabeanan III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. b.230 Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. cukai dan administrasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. b. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Registrasi Kepabeanan II. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor.231 Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. Pasal 808 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri atas: a. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. c. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Otomasi Sistem Administrasi. Pasal 809 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. pengendalian. pengendalian. Pasal 813 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. b. dan c. b. Seksi Pemeliharaan Sistem. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. pengendalian. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sistem.232 Pasal 810 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 812 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. pengendalian. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. pemeliharaan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. penyediaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan pelaporan Direktorat Jenderal. Pasal 816 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. dan b. Pasal 818 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelayanan Informasi. pelayanan informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 817 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.233 Pasal 814 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. dan pelaporan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. pelayanan informasi. kearsipan. Seksi Pengelolaan Data. (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Pasal 820 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .234 Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 819 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Sistem Perbendaharaan. d. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. dan h. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. e. d. penyusunan norma. c. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. dan kriteria di bidang perbendaharaan negara. b. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. . Sekretariat Direktorat Jenderal.235 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 821 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 823 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri atas: a. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. b. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. e. f. prosedur. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a.

g. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan.236 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 824 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Administrasi Kepegawaian. koordinasi penyusunan rencana kerja. e. Bagian Umum. dan Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. dan keuangan. b. d. d. koordinasi penyusunan peraturan. dan dokumentasi direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengembangan organisasi dan kinerja. f. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. c. pelaporan. Pasal 827 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengembangan pegawai direktorat jenderal. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. penyusunan rencana strategis. rencana strategik. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. e. pelaksanaan tata usaha. f. . dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. h. b. pemantauan akuntabilitas kinerja. kepegawaian. Bagian Pengembangan Pegawai. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. rencana kinerja tahunan. Pasal 826 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.

penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. analisis dan evaluasi jabatan. dan Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. Subbagian Tata Laksana. b. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. dan tatalaksana pelayanan publik. c. penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. b. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal dan penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. . Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. serta melakukan analisis beban kerja dan pembakuan sarana dan prasarana kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyiapan. d.237 Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827. d. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. f. pemantauan. Subbagian Organisasi. administrasi perkantoran. dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal Pasal 829 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. laporan akuntabilitas kinerja. e. Pasal 830 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. analisa dan evaluasi jabatan. serta pengelolaan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaporan sistem akuntabilitas kinerja. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan perencanaan. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. evaluasi.

Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831. dan Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. Pasal 833 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri atas: a. pelaksanaan urusan pengangkatan. penempatan. penempatan. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat serta pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. c. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. pelaksanaan assessment pegawai. penggajian dan pemindahan pegawai. kepangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Pasal 834 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. dan pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. Pasal 831 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha. dokumentasi. d. d. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. statistik.238 (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pengelolaan indikator kinerja utama (IKU) dan manajemen risiko lingkup Direktorat Jenderal. formasi. . b. dan penghargaan. kepangkatan. c. b. pemindahan pegawai. penilaian kinerja pegawai. dan mutasi kepegawaian lainnya. pengangkatan.

. Pasal 835 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. ujian jabatan. sarana riset. monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. dokumentasi. dan sarana pengembangan lainnya. b. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan dan melakukan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan. statistik. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Pasal 837 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. mengusulkan penyempurnaan. penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian kantor pusat. b. pendayagunaan kompetensi pegawai. c. c. evaluasi. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pengembangan Kompetensi. menyaring calon peserta. perencanaan kebutuhan. pelantikan. pengembangan. d. Pasal 838 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan identifikasi. pemeringkatan. media informasi dan edukasi. dan pengelolaan basis data kompetensi. analisis.239 (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. dan Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . cuti. pelaksanaan identifikasi. administrasi kepegawaian lainnya.

Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. sarana riset. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 841 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Perbendaharaan. d. Pasal 842 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. d. b. perpustakaan. c. Subbagian Penyusunan Anggaran. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. dan pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. Pasal 839 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. mengelola media informasi dan edukasi. b. dan Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. c.240 (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat.

penggandaan. distribusi. pelaksanaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. c. pemeliharaan.241 (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. Pasal 843 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan penggandaan. d. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. Pasal 845 Bagian Umum terdiri atas: a. kehumasan. serta urusan dalam. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan. kearsipan. penyiapan dokumen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan ekspedisi serta penghapusan arsip. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. penyimpanan dan distribusi barang persediaan. dan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. b. urusan dalam. kearsipan. kearsipan. penyiapan dokumen. dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. pelaksanaan pengadaan. e. pelaksanaan urusan surat-menyurat. perjalanan dinas. Pasal 846 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat. . dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. dan pengelolaan kendaraan dinas kantor pusat. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. dan Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan. dan tata usaha Bagian. dan penyimpanan perlengkapan. Subbagian Administrasi Persuratan. c. inventarisasi. b. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol.

prosedur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyimpanan. inventarisasi Barang Milik Negara kantor pusat dan kantor vertikal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. c. Pasal 849 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I. penyusunan LAKIP Bagian. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II. h. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. d. serta penghapusan barang inventaris. Subbagian Tata Usaha. standar. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran. distribusi. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III. d.242 (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. e. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. g. b. . Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV. Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan inventaris kantor vertikal. penyelenggaraan akuntansi. dan pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 847 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pelaksanaan anggaran. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. penyiapan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang pelaksanaan anggaran. f.

penyusunan rencana kinerja tahunan. Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko. c. standardisasi. j. pengembangan kinerja organisasi. Seksi Pengelolaan Data Anggaran. i. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran. d. b. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran.243 Pasal 850 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat. f. serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program kerja tahunan Direktorat. . b. pelaksanaan monitoring. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. e. penyusunan program kerja tahunan Direktorat. dan Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. dan Pembinaan internal Direktorat. pelaksanaan monitoring. g. c. pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja. Pasal 852 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis terdiri atas: a. koordinasi penyusunan draf peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. h. d. penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan rencana strategis. pemantauan akuntabilitas kinerja. penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. dan penyusunan standar kerja serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 853 (1) Seksi Pengelolaan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. pengembangan kinerja.

Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. (3) Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan program kerja tahunan. pedoman. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan menyajikan data pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga dan anggaran BUN. (4) Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan standar. d. dan prosedur kerja serta melaksanakan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan tugas pokok dan fungsi Direktorat dan instansi vertikal. pedoman. evaluasi dan koordinasi pencapaian kinerja. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran serta serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. kriteria. norma. norma. penyiapan data monitoring. b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. evaluasi standar. monitoring. c. kriteria. e.244 (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan. mengumpulkan. dan menyajikan data pelaksanaan kinerja. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. mengolah. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. penyusunan rumusan dalam rangka pengembangan kinerja organisasi serta manajemen resiko. f. pengolahan. . penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 854 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan monitoring.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan data monitoring.

penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 859 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. c. penyiapan bahan penyusunan pedoman. Pasal 857 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. I-B. . bimbingan teknis. d. f. Pasal 858 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi. dan Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. norma. monitoring. e. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi standar. dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. kriteria. c. I-C. monitoring. dan monitoring. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran.245 Pasal 856 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. b. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penerapan norma. b. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. pedoman. d.

Pasal 862 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan. monitoring. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. e. c. dan monitoring. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi standar. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B. dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. II-C. penyiapan bahan penyusunan pedoman. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. kriteria. f. Pasal 863 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 862. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. pedoman. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. norma. . II-B. bimbingan teknis. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 861 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. c. b. d. b.246 Pasal 860 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri atas: a. dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. monitoring. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. penelaahan.

dan evaluasi pelaksanaan anggaran. monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C. penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan d. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). pedoman. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. III-C. kriteria. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. Pasal 866 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan.247 Pasal 864 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri atas: a. b. evaluasi standar. Pasal 865 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). c. monitoring. . bimbingan teknis. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. III-B. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. monitoring. norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. c. evaluasi. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN.

Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. dan d. Pasal 869 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). pedoman. monitoring. IV-B. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D.248 d. dan prosedur pelaksanaan anggaran serta pembinaan kantor kementerian negara /lembaga. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN. . yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Pasal 868 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri atas: a. monitoring. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). e. dan bimbingan teknis pengelola keuangan/anggaran. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). kriteria. Pasal 870 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi standar. dan koordinasi pelaksanaan anggaran. f. dan monitoring. Pasal 871 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. IV-C. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C. b. c. dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. norma. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan pedoman. standarisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. evaluasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) serta pemberian dukungan terhadap penyelesaian kerugian negara.

(4) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. b. kriteria. dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. dan d. standarisasi. dan kompensasi utang kepada negara. (2) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. Pasal 874 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. pedoman. Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan. Pasal 872 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. tuntutan ganti rugi. (3) Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan bahan standar. penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran. e. norma. dan prosedur pelaksanaan anggaran. Seksi Bantuan Teknis. pedoman. norma. pembinaan kepada Kementerian Negara/Lembaga. kriteria. tuntutan ganti rugi. c. dan kompensasi utang kepada negara. norma. dan prosedur dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan pelaksanaan anggaran. dan d.249 b. pedoman. . Pasal 873 (1) Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. kriteria. dan prosedur serta bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan. Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara. pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan memantau pelaksanaannya. Pasal 877 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara. c. pengendalian kas. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria di bidang pengelolaan kas negara. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 878 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan kas. d. f. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. g. strategi pengelolaan kas. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kas negara.250 Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 875 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kas negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . standar. Subdirektorat Penerimaan Negara. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. h. Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. e. c. dan e. optimalisasi. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah. Subdirektorat Rekening Kas Negara. menyelenggarakan penyediaan dana. prosedur.

dan menyusun kebijakan teknis di bidang optimalisasi kas. Seksi Perencanaan Kas. (4) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. dan Seksi Pengendalian Kas. penyusunan perencanaan kas. penyusunan strategi pengelolaan kas dan penyediaan dana. mengelolaan likuiditas. Pasal 881 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan perencanaan cash flows harian. dan pemantauan pelaksanaan fungsi pengelolaan kas. e. b. memonitor penempatan dan/atau investasi yang telah dilakukan. mencairkan penempatan dan/atau investasi.251 Pasal 879 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 878. Seksi Optimalisasi Kas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mingguan. dan Rekening Pemerintah Lainnya. dan menyusun kebijakan teknis di bidang penyediaan dana. tempat penempatan dan instrumen penempatan dan/atau investasi. pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. dan Rekening Pemerintah Lainnya. menyusun guide line investasi. menyusun rencana investasi dan pinjaman. Rekening Kas Negara. penyelenggaraan optimalisasi kas. Pasal 880 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri atas: a. b. strategi pengelolaan kas. menginstruksikan setelmen transaksi kepada back office. (2) Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana mempunyai tugas melakukan penyusunan analisis pasar. d. menganalisis pasar penempatan. Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana. manajemen risiko. dan menyusun kebijakan teknis di bidang perencanaan kas. d. dan bulanan. c. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. serta menyusun laporan realisasi anggaran (Buku Merah) dan laporan kas posisi (Buku Biru). dan menyusun kebijakan teknis di bidang pengendalian kas. menyediakan kebutuhan dana harian melalui E-Kirana. mengevaluasi dan menganalisis perencanaan dan realisasi kas termasuk penempatan dan/atau investasi. Rekening Kas Negara. melaksanakan optimalisasi kas lainnya. c. . (3) Seksi Optimalisasi Kas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk penempatan dan/atau investasi.

Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum.252 Pasal 882 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi dan memberikan dukungan teknis terkait penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. verifikasi. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. Pasal 884 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara terdiri atas: a. Bank Umum. penatausahaan. d. c. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. b. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. c. operasionalisasi Government Electronic Banking System. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pembukuan. Sub Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan e. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Bank Umum. pelaksanaan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait Rekening Kas Umum Negara. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan operasionalisasi Government Electronic Banking System. Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. dan d. . verifikasi. pelaksanaan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pembukuan. penatausahaan. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. Sub Rekening Kas Umum Negara. melaksanakan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan penyusunan laporan keuangan tingkat kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum.

Bank Umum. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. (2) Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. koordinasi pengembangan dan evaluasi Sistem Akuntansi dan Pelaporan Direktorat Pengelolaan Kas Negara serta pengembangan dan evaluasi pelaksanaan Sistem BIG-eB. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Pasal 886 Subdirektorat Rekening Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. Bank Operasional. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat.253 - Pasal 885 (1) Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait dengan Rekening Kas Umum Negara. perhitungan. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pembukuan. Sub Rekening Kas Umum Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Bank Umum. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. . Rekening Penempatan di Bank Sentral. menyiapkan bahan standar. Sub Rekening Kas Umum Negara. dan pengembalian dana pihak ketiga. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. kriteria. pengelolaan. pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional serta penyusunan Buku Putih. Sub Rekening Kas Umum Negara. norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . verifikasi dan penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. pedoman. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan/atau lembaga keuangan lainnya. verifikasi.

penyusunan Buku Putih. Subdirektorat Rekening Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. d. perhitungan. dan/atau lembaga keuangan lainnya. Bank Operasional. pembinaan Bank Operasional. pemantauan. c. memberi jawaban atas permasalahan Bank Persepsi dan tanggapan pemeriksaan terkait Bank Persepsi. (2) Seksi Bank/Pos Persepsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penunjukan. melakukan sistem MPN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank Operasional. pengelolaan. penetapan. serta memberi tanggapan pemeriksaan terkait Bank Operasional. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau lembaga keuangan lainnya. dan pengembalian dana pihak ketiga. dan d. Pasal 889 (1) Seksi Bank Operasional mempunyai tugas melakukan pemilihan. b. Pasal 888 Subdirektorat Rekening Kas Negara terdiri atas: a. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank/Pos Persepsi. Seksi Bank/Pos Persepsi. b. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank/Pos Persepsi. dan Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank Operasional. pemantauan dan pelaporan jasa giro Bank Operasional. pembinaan Bank Persepsi. Seksi Bank Operasional. dan mengevaluasi kinerja Bank/Pos Persepsi. dan mengevaluasi kinerja Bank Operasional. Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan. serta pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional. .254 Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886.

Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. pemeriksaan kas pada KPPN. (4) Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah mempunyai tugas melakukan penyusunan Buku Putih. menyiapkan bahan jawaban atas permasalahan PFK dan Pengembalian Penerimaan dan tanggapan pemeriksaan terkait PFK dan Pengembalian Penerimaan. d. Letter of Credit. Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g.255 (3) Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan penyaluran dana Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). f. . semesteran dan rampung PFK. penatausahaan Rekening Bapertarum-PNS. c. b. rekonsiliasi triwulanan. pencairan dan pembebanan dana pinjaman/hibah pada Rekening Khusus. pembayaran kesalahan pelimpahan. penatausahaan dan pengelolaan Rekening Khusus. penyusunan petunjuk teknis tata cara penyaluran. pengajuan Withdrawal Application Replenishment dan/atau Reimbursement kepada lender/donor dalam rangka pengisian dana pada Rekening Khusus dan/atau penggantian dana pada Rekening Dana Talangan. Rekening Dana Talangan. menyiapkan jawaban atas permasalahan LKP dan tanggapan pemeriksaan terkait LKP. h. Rekening Dana Talangan. dan Reimbursement serta Hibah Langsung pada kementerian/lembaga. dan Rekening Sub BUN Dana Talangan serta Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. pembinaan Bendum KPPN. melakukan penerimaan. dan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. pemantauan. e. pembayaran Jasa Pos/Perbendaharaan. dan penyusunan laporan atas transaksi keuangan yang bersumber dari pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. Pasal 890 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah baik dari dalam maupun luar negeri. rekapitulasi. pengajuan pengisian dana Initial Deposit pada Rekening Khusus. rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan kementerian/lembaga sebagai pengguna anggaran atas dana yang bersumber dari pinjaman/hibah. pembukaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan dan pengelolaan dana pinjaman/hibah. Rekening Sub BUN Dana Talangan. pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penyusunan petunjuk teknis pengelolaan dan penatausahaan dana pinjaman/hibah melalui mekanisme Direct Payment. dan verifikasi Laporan Kas Posisi (LKP) KPPN.

b.256 Pasal 892 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. dan rekening milik bendahara instansi. dan menyusun laporan Rekening Pemerintah Lainnya. d. (2) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang pendanaannya bersumber dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya. dan Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . surat masuk dan keluar. Daftar SPB dari KPPN Non KBI dan Daftar SP2D dari KPPN KBI. Laporan Realisasi Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran atas beban Rekening Khusus melalui Rekening Kas Negara. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan pembuatan Warkat Pembebanan Rekening (WPR) dan Daftar Surat Perintah Debet (SPD). serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Rekening Khusus yang diterbitkan KPPN. c. (3) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah bilateral yang pendanaannya bersumber dari dalam negeri. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Rekening Dana Talangan dan Rekening Sub BUN Dana Talangan. Penatausahaan Rekening Lainnya milik kementerian/ lembaga/kantor/satuan kerja. WPR beserta Daftar SPD. melakukan penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Khusus dalam Valas dan Rekening Khusus dalam Rupiah. serta menyusun laporan saldo kas bendahara instansi. Laporan Pengeluaran SP2D backlog. menatausahakan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah. Pasal 894 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam (SDA) dan Non Sumber Daya Alam (Non SDA). . Pasal 893 (1) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri khususnya yang pendanaannya bersumber dari Bank Dunia (World Bank). Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia.

penyusunan laporan keadaan kas di Bendahara Instansi. penyusunan petunjuk teknis Pelaksanaan Pembukuan dan Penyusunan LPJ Bendahara Instansi.257 Pasal 895 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. i. penatausahaan rekening koran yang berasal dari Rekening SDA dan Rekening Non SDA. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pemantauan saldo dan arus kas masuk/arus kas keluar pada Rekening Pemerintah Lainnya. rekening lainnya milik d. b. . penerbitan surat persetujuan pembukaan kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. dan rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. j. pengelolaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. k. Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 897 (1) Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Sumber Daya Alam (SDA) dan Rekening Non SDA. penatausahaan rekening koran berasal dari Rekening Pemerintah Lainnya. dan d. serta menyusun laporan Rekening SDA dan Rekening Non SDA. h. l. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya dan Rekening Bendahara Instansi. c. Pasal 896 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi terdiri atas: a. pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Pemerintah Lainnya. g. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada kementerian/lembaga. Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga. pemantauan saldo dan arus kas masuk dan arus kas keluar pada Rekening SDA dan Rekening Non SDA. Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. e. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam.

penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. penerbitan surat persetujuan pembukaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. d. Pasal 899 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 898. Pasal 898 Subdirektorat Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan laporan penerimaan negara. e. pembuatan nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun dan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Pengembalian dan Pembayaran fee. serta data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka SAI. konsolidasi laporan penerimaan negara. rekonsiliasi kas dan rekonsiliasi transaksi. laporan manajerial Rekening Pemerintah Lainnya dan laporan monitoring rekening kementerian/lembaga.258 (2) Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. (4) Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. serta memberikan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan. menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) Pengembalian. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening bendahara instansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta menyusun Laporan Keadaan Kas Bendahara Instansi. monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. pembekuan sementara. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. verifikasi dan akuntansi atas laporan penerimaan negara (laporan konsolidasi). pengaktifan kembali. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM. memelihara database Rekening Pemerintah Lainnya. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran pada kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. pembinaan teknis penatausahaan atas kas di Bendahara Kementerian/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja. evaluasi dan monitoring terhadap rekening lainnya milik kementerian/lembaga yang telah mendapat izin. . Subdirektorat Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan penutupan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. b. penatausahaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. c.

rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM dan data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. SPM Pengembalian dan SPM pembayaran fee. (2) Seksi Pengembalian. k. h. Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara. c. menerima laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. i. penerbitan Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan (SKP4). verifikasi atas semua dokumen sumber/laporan Subdirektorat Penerimaan Negara. Pasal 900 Subdirektorat Penerimaan Negara terdiri atas: a. pembuatan nota perbaikan atas kesalahan laporan. membuat nota perbaikan bila ditemui kesalahan pada laporan yang dibuat oleh unit pelaporan. l. penyusunan Laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). serta membuat SPP Pengembalian dan Pembayaran fee. j. dan SPM pembayaran fee. penerimaan laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. rekonsiliasi data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka Sistem Akuntansi Instansi (SAI). evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. menyusun dan mengevaluasi laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan laporan PNBP. menerbitkan SKTB dalam rangka pengembalian penerimaan negara. menyelesaikan data penerimaan termasuk potongan SPM yang belum rekonsiliasi. (3) Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan verfikasi atas semua dokumen sumber/laporan yang dihasilkan Subdirektorat Penerimaan Negara. Seksi Pengembalian. Evaluasi. SPM Pengembalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . membuat nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun. b. dan Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara.259 f. serta Surat Keterangan Telah Dibukukan (SKTB) dalam rangka pengembalian penerimaan negara. Evaluasi. . menerbitkan SKP4. dan Pelaporan Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. dan Pelaporan Penerimaan Negara. serta melakukan konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. dan penyusunan laporan PNBP. Pasal 901 (1) Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. g.

. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .260 Pasal 902 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah. b. Subbagian Tata Usaha. dan Pelaporan. Subdirektorat Verifikasi. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Subdirektorat Perencanaan. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. Setelmen. b. d. dan kriteria di bidang sistem manajemen investasi. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Kelembagaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. d. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara. c. Subdirektorat Kredit Program. f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 903 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem manajemen investasi. Pasal 905 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. g. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem manajemen investasi. dan Evaluasi. Akuntansi. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. h. dan e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penagihan. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penganggaran dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. c. penarikan penerusan pinjaman luar negeri. penagihan. pelaksanaan perhitungan.261 Pasal 906 Subdirektorat Verifikasi. dan kredit program. verifikasi. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Seksi Setelmen I. pembayaran kredit program. penerusan pinjaman. e. g. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. dan d. Akuntansi. dan kredit program. dan melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penarikan. Seksi Verifikasi. (2) Seksi Setelmen I mempunyai tugas melakukan perhitungan. c. b. Setelmen. Akuntansi. Seksi Setelmen II. penagihan. penerusan pinjaman. Setelmen. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. f. Subdirektorat Verifikasi. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. Setelmen. b. Pasal 909 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. Pasal 908 Subdirektorat Verifikasi. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. . melaksanakan setelmen pinjaman. verifikasi. Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. dan pelaksanaan administrasi pengelolaan data. penarikan dan/atau pencairan investasi. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. d.

c. b. Pasal 911 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. k. dan pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. j. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri. serta pelaporan investasi dan kredit program. serta pengembangan sistem investasi dan kredit program. Pasal 910 Subdirektorat Perencanaan. dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. . akuntansi.262 (3) Seksi Setelmen II mempunyai tugas melakukan perhitungan. Seksi Kelembagaan. Kelembagaan. evaluasi. penagihan. Kelembagaan. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. dan d. h. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. g. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. b. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. Pasal 912 Subdirektorat Perencanaan. dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan perencanaan. e. investasi. kelembagaan. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Perencanaan. Seksi Evaluasi. Subdirektorat Perencanaan. Kelembagaan. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. dan kredit program. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. d. Seksi Manajemen Risiko. manajemen risiko. c. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengolahan data. dan Evaluasi terdiri atas: a. i.

b. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. dan kredit program. investasi langsung. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. Pasal 914 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. c. e. melakukan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. dan perjanjian pinjaman pemerintah. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pinjaman pemerintah. penyiapan rumusan. penerusan pinjaman. Pasal 915 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 914. dan penyaluran dana investasi. pinjaman pemerintah. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan dan pedoman pelaksanaan manajemen risiko serta melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. strategi investasi. . penyusunan dan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. pinjaman pemerintah. dan pembiayaan kredit program. perubahan. f. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan kelembagaan unit-unit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. dan kredit program. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah. penyediaan. penerusan pinjaman.263 Pasal 913 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan. dan kredit program. pengembangan sistem investasi. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. serta melaksanakan penyusunan rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. serta melakukan mediasi dan sosialisasi program investasi. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. investasi pemerintah. penyiapan perumusan.

dan h. analisis. Seksi Kepatuhan. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah. dan pinjaman pemerintah kepada BUMN. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Pasal 917 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas melakukan penyusunan dan perumusan rancangan. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. dan kredit program. d. analisis. penanganan permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah. monitoring. b. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. pelaksanaan. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Seksi Perjanjian I. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. i. Seksi Perjanjian II. penerusan pinjaman. Seksi Peraturan. dan kredit program. pinjaman pemerintah.264 g. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pengkajian permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. . pengkajian permasalahan investasi pemerintah. dan kredit program. c. pinjaman pemerintah. Pasal 918 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jasa Keuangan Bank.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. dan kredit program. penerusan pinjaman. Pasal 916 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri atas: a. penerusan pinjaman. dan pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah.

b. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II. dan kehutanan. pelaksanaan. analisis. (2) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan. b. kelautan. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. c. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. c. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. perhubungan.265 Pasal 919 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 918.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 920 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara terdiri atas: a. pelaksanaan monitoring. dan telekomunikasi. Pasal 921 (1) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I. d. . Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV. dan serta g. analisis. evaluasi. f. e. evaluasi.

pelaksanaan. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan analisis kelayakan finansial. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 922. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan pelaksanaan monitoring. d. . Pasal 922 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. f. g. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan serta penyelesaian masalah piutang yang berasal dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman pada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Pemerintah Daerah dan BUMD. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. analisis. analisis. (4) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. serta pertambangan dan energi.266 (3) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan kesehatan. analisis kelayakan finansial. pelaksanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. b. c. evaluasi. pendidikan. perdagangan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. pelaksanaan pemberian pinjaman dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. evaluasi terhadap permohonan dan perumusan persetujuan dan persyaratan pinjaman serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. e.

Maluku Utara. (4) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. DKI Jakarta.267 Pasal 924 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah terdiri atas: a. Jawa Tengah. Maluku. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II. pelaksanaan. Sulawesi Selatan. dan Sulawesi Utara. evaluasi. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Lampung. Kepulauan Riau. Sulawesi Tenggara. D.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bekasi. pelaksanaan. Sulawesi Tengah. Kalimantan Selatan. Yogyakarta. dan Nusa Tenggara Barat. Bekasi). Bogor. (3) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan. Sumatera Barat. Sumatera Selatan. Papua. Kalimantan Barat. analisis kelayakan finansial. pelaksanaan. yang meliputi Sumatera Utara. analisis kelayakan finansial. Kalimantan Tengah. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. yang meliputi Jambi. Bogor. analisis kelayakan finansial. . Jawa Timur. Tangerang. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I. evaluasi. Bali. dan d. analisis kelayakan finansial. b. Sulawesi Barat. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. evaluasi. Banten (tidak termasuk Tangerang).I. Depok. dan Papua Barat. c. dan Nusa Tenggara Timur. (2) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Kalimantan Timur. Gorontalo. yang meliputi Riau. Pasal 925 (1) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Bengkulu. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV. Kepulauan Bangka Belitung. yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III.

Seksi Kredit Program I. penatausahaan. Seksi Kredit Program IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Kredit Program II. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. Pasal 928 Subdirektorat Kredit Program terdiri atas: a. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. b. hapus buku dan hapus tagih. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. pemantauan. penatausahaan. Pasal 927 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. c. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. restrukturisasi. e. penelitian. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. Seksi Kredit Program III. pelaksanaan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. serta perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. monitoring.268 Pasal 926 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. dan perumusan restrukturisasi. f. dan penelitian dan penyiapan perumusan restrukturisasi serta hapus buku dan hapus tagih kredit program. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. b. dan evaluasi pelaporan. g. peraturan. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. Pasal 929 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . c. hapus buku dan hapus tagih. dan d.

pelaksanaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh lembanga keuangan bukan bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. penatausahaan. Setelmen. Akuntansi. dan perumusan restrukturisasi. dan perumusan restrukturisasi. hapus buku dan dan hapus tagih.269 (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Pasal 930 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. pemantauan. . pelaksanaan. hapus buku dan hapus tagih. pemantauan. pemantauan. penatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Subdirektorat Verifikasi. peraturan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 931 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. dan Pelaporan. penelitian. dan perumusan restrukturisasi. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. hapus buku dan hapus tagih. penelitian. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 931. penelitian. b. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). penatausahaan. peraturan. pelaksanaan.

. f. standar. Pasal 935 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 933. penyusunan norma. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III. prosedur. dan Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum. penyusunan peraturan pengawasan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum oleh Dewan Pengawas. c. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. Remunerasi. Pasal 934 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan peraturan dan standar teknis Badan Layanan Umum dan melaksanakan penelitian dan pengembangan Badan Layanan Umum. dan g. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 936 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum terdiri atas: a. penyusunan peraturan penilaian. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). dan Informasi Badan Layanan Umum. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum.270 c. e. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subdirektorat Tarif. penyusunan peraturan pengelolaan keuangan BLU. b. c. f. penetapan dan pencabutan status pengelolaan keuangan BLU. dan kriteria di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subbagian Tata Usaha. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum II. d. e. b. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat Pasal 933 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri atas: a. dan e. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum.

pelaksanaan analisis. pengelolaan kas. piutang dan utang. b. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. akuntansi. dan Informasi Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Tarif. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU serta menyiapkan pengembangan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penetapan dan pencabutan BLU. Seksi Informasi Badan Layanan Umum. . investasi. b. Remunerasi. Pasal 938 Subdirektorat Tarif. pelaksanaan anggaran. implementasi. evaluasi. dan Informasi Badan Layanan Umum terdiri atas: a. utang. analisis. Pasal 939 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 938. utang. penganggaran. dan c. serta penyusunan kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. (2) Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan status BLU. implementasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyajian informasi BLU. akuntansi. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas atas pengelolaan keuangan BLU. penelaahan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. memproses penetapan tarif dan remunerasi pengelolaan keuangan BLU. Remunerasi. penyusunan standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. investasi. Remunerasi. akuntansi. investasi. c. perancangan. pelaksanaan anggaran. dan penyajian informasi BLU. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. Pasal 940 Subdirektorat Tarif. Seksi Tarif Badan Layanan Umum. dan Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan tarif dan remunerasi BLU.271 Pasal 937 (1) Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan penilaian. dan d. pengelolaan kas. Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum. piutang. pelaporan. perancangan. pengelolaan kas. piutang. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. evaluasi.

investasi. utang. monitoring dan evaluasi. piutang. pengelolaan pendapatan. Pasal 942 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. (2) Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan remunerasi Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan remunerasi Badan Layanan Umum. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. d. sosialisasi. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 942. belanja. akuntansi. piutang. investasi. perancangan. piutang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemrosesan penilaian. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. belanja. g. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. investasi. kinerja BLU. belanja. e. utang. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data PKBLU serta penyajian informasi BLU. kas. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. c. h. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. implementasi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. penetapan. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. piutang. penyuluhan. penetapan. kas. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I menyelenggarakan fungsi: a. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. f. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis. utang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. pengelolaan kas. b. utang. akuntansi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. piutang. investasi. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. utang. (3) Seksi Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan analisis. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. .272 Pasal 941 (1) Seksi Tarif Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan tarif Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan tarif Badan Layanan Umum. kas. kas. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. akuntansi. evaluasi.

Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-C. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. Pasal 946 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. kinerja BLU. akuntansi. akuntansi. monitoring dan evaluasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. dan c. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. investasi. kas. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. . I-B dan I-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. j. dan melaksanakan bimbingan teknis. sosialisasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pengelolaan pendapatan. belanja. Pasal 947 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 946. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. penetapan. kinerja BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-B. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. Pasal 944 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I terdiri atas: a. penyuluhan. penetapan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . utang. investasi. belanja. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. piutang. kas. penetapan. utang. penyuluhan. dan melaksanakan bimbingan teknis. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pengelolaan pendapatan. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II menyelenggarakan fungsi: a. dan k. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. pemrosesan penilaian.273 i. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. piutang. b. b. Pasal 945 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. monitoring dan evaluasi. penyuluhan. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis.

monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. investasi. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. kas. penyuluhan. penyuluhan. utang. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. piutang. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. Pasal 950 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. penyuluhan. monitoring dan evaluasi. II-B dan II-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas j.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. penetapan. sosialisasi. penetapan. akuntansi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. dan Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-C. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. piutang. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi.274 c. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-B. penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. i. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. kas. kas. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. belanja. utang. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. investasi. kinerja BLU. belanja. kas. piutang. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. piutang. f. investasi. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. e. investasi. h. pengelolaan pendapatan. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. monitoring dan evaluasi. piutang. akuntansi. dan melaksanakan bimbingan teknis. akuntansi. belanja. c. Pasal 948 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II terdiri atas: a. . belanja. utang. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. d. dan k. b. dan melaksanakan bimbingan teknis. pengelolaan pendapatan. pengelolaan kas. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. g. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. Pasal 949 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. kinerja BLU. utang. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. investasi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. akuntansi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. belanja. kas.

utang. Pasal 952 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III terdiri atas: a. akuntansi. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. b. penetapan. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. piutang. belanja. akuntansi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. dan melaksanakan bimbingan teknis. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. dan k. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. h. investasi. utang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. pengelolaan pendapatan. j. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-C. e. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan c. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-B. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. belanja. g. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. pemrosesan penilaian. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. d. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kas. c. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III menyelenggarakan fungsi: a. penyuluhan. III-B dan III-C masing-masing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. utang. b. Pasal 953 Seksi Badan Layanan Umum III-A.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .275 Pasal 951 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 950. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. belanja. belanja. investasi. monitoring dan evaluasi. piutang. kas. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. penyuluhan. investasi. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. penetapan. f. piutang. akuntansi. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. kinerja BLU. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-A. piutang. utang. . investasi. investasi. i. pengelolaan kas. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. kas. kas. utang.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. g. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. f. Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 955 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan.276 Pasal 954 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. h. Subdirektorat Sistem Akuntansi. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. c. e. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. d. Pasal 957 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. d. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. dan e. standar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum.

b. penyelenggaraan bimbingan Pemerintahan. dan teknis dan/atau penyuluhan Standar Akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). Pasal 960 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri atas: a. c. c. (4) Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. d. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. dan Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. Pasal 959 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a.277 Pasal 958 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. Pasal 961 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. pemberian dukungan teknis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. d.

serta bagan perkiraan standar. (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pengkajian. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. d. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. c. (4) Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar mempunyai tugas melakukan pengkajian. perumusan. dan pemutakhiran bagan akun standar. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. b. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. dan Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar.278 Pasal 962 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. b. Pasal 964 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari atas: a. penyiapan perumusan. c. . Seksi Sistem Akuntansi Instansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 965 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. dan pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. perumusan.

b. II. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. b.279 Pasal 966 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi IV. . pemantauan penyajian laporan keuangan berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 967 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. Pasal 970 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran dan kas umum negara. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi II. III. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . berkala kementerian/lembaga yang c. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi III. pemantauan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. dan pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. Pasal 968 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri atas: a. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan. melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Pasal 969 Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. d. evaluasi.

b. dan pengadministrasian data Kas Umum Negara. Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing kementerian/lembaga. Seksi Akuntansi Umum. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Seksi Akuntansi Kas. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Regional. pemeliharaan. c. pengolahan. Pasal 973 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penerimaan. (2) (3) (4) . Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d.280 Pasal 971 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 970. melaksanakan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. pengumpulan. dan pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. c. Seksi Bimbingan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 974 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi seluruh Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala. Pasal 972 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara terdiri atas: a.

Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. c. dan d. Pasal 978 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. Pasal 976 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penghimpunan Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. dan d.281 Pasal 975 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 974. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. Pasal 977 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. c. . b. pengkonsolidasian Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara.

pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan statistik keuangan pemerintah. dan d. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. e. penyajian informasi statistik keuangan pemerintah.282 Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. h. g. f. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Informasi dan Publikasi. b. pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah. Seksi Analisis Laporan Keuangan. c. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan/penyajian serta penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. Pasal 980 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri atas: a. dan penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. . Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. pengolahan data statistik keuangan pemerintah. Pasal 981 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas melakukan pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah serta mengumpulkan dan mengolah data statistik. penyusunan laporan manajerial perbendaharaan. analisis terhadap laporan keuangan. b. penyampaian hasil analisis laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

c. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. prosedur. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. c. standar. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. d. dan kriteria di bidang sistem perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. d. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 985 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri atas: a. b.283 Pasal 982 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. f. e. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 983 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem perbendaharaan. e. dan g. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pemberian perbendaharaan.

Pasal 989 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. sosialisasi. I-B. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. penelaahan permasalahan. c. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. f. dan d. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. b. i. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. kajian. kajian. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Pasal 988 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri atas: a. dan k. pembinaan dan bimbingan teknis. evaluasi. g. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. e. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. sinkronisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. d. . penelaahan permasalahan. Pasal 987 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. j. h. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. sinkronisasi. evaluasi. inventarisasi peraturan. b. sosialisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. inventarisasi peraturan.284 Pasal 986 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. analisis keterkaitan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A.

k.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. II-B. sosialisasi. c. penelaahan permasalahan. penelaahan permasalahan. evaluasi. analisis keterkaitan. e. sinkronisasi. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. g. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. j. inventarisasi peraturan. Pasal 992 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri atas: a. i. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 993 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. Pasal 991 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990. dan d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. kajian. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. inventarisasi peraturan. b. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.285 Pasal 990 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. evaluasi. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. analisis keterkaitan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. sosialisasi. d. kajian. . f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. h. c. sinkronisasi. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan.

Seksi Pengembangan Aplikasi A. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. i. dan d. perancangan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. penyusunan petunjuk operasional aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . h. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. b. . f. pengembangan. analisis dan perancangan sistem aplikasi. Seksi Pengembangan Aplikasi D. Seksi Pengembangan Aplikasi C. g. pengembangan. dan pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. d. c. C. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. B. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. Pasal 996 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. pendokumentasian. Pasal 997 Seksi Pengembangan Aplikasi A. Pasal 995 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994. e. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. pemeliharaan. pemeliharaan. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.286 Pasal 994 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan analisis. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dokumentasi. dukungan dan bimbingan teknis. Seksi Pengembangan Aplikasi B. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga.

e. evaluasi. pengelolaan dan pengamanan basis data. pengkajian. dan perangkat lunak. pengamanan. Seksi Komunikasi Data. g. pengelolaan layanan informasi. pengamanan. e-mail. dan pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. pengujian. penghimpunan data sumber. standardisasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. pengelolaan basis data. monitoring.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan distribusi data. Pasal 1001 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. pengelolaan kinerja basis data. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. pemberian bimbingan dan dukungan teknis. perangkat keras. dan distribusi data. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. web content dan internet. penerapan. penghimpunan data sumber. f. . c. pengelolaan layanan informasi. b. i. pengelolaan kamus data (data dictionary). Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. b. monitoring. penyusunan standardisasi. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). Seksi Analisis Data. Pasal 1000 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri atas: a. d. Pasal 999 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998. dan d.287 Pasal 998 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan standardisasi basis data. c. evaluasi. pengujian. Seksi Pengelolaan Basis Data. perancangan dan standardisasi basis data. j. dan perangkat lunak. pemberian dukungan teknis. dan pengembangan teknologi informasi. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. h. perangkat keras. situs (website).

sertifikasi. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. situs (website). pembinaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. web content. serta pengelolaan. melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun serta melaksanakan verifikasi dan penyusunan laporan pengelolaan program pensiun. Pasal 1002 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman. h. pengkajian. e. penyiapan perumusan pola akreditasi.288 (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 1003 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1002. evaluasi. pengujian. f. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai fungsi: a. monitoring. pemberian dukungan teknis. g. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. pembinaan. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. sosialisasi. e-mail. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. sertifikasi. diseminasi. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. evaluasi. i. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. penyiapan perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. b. implementasi. . d. pengamanan. pelaksanaan penilaian akreditasi. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. (2) Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan koordinasi penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan.289 j. pembahasan. Pasal 1006 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. Pasal 1005 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapan perumusan peraturan perundangan dan pedoman terkait. Seksi Program Pensiun. dan c. . Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. dan k. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan konsep pengesahan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). merumuskan pola akreditasi. Pasal 1004 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun terdiri atas: a. penyusunan konsep pengesahan. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta pembahasan. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. (3) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan.

Pasal 1010 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. g. f. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. c. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara.290 Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 1007 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi perbendaharaan. standar. c. perancangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyiapan  pemberian perbendaharaan. b. dan h. . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. dan kriteria di bidang transformasi perbendaharaan. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. prosedur. e. b. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. manajemen pembayaran dan pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat serta penerapan perubahan organisasi. penyiapan  penyusunan norma. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi e. Pasal 1009 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan.

291 Pasal 1011 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. serta melakukan pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan. b. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. dan f. c. pelaporan. manajemen pembayaran. Pasal 1012 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi terdiri atas: a. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. dan d. e. manajemen pembayaran. Seksi Transformasi Organisasi. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. d. pengkajian dan penyempurnaan. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaporan. manajemen pembayaran. pelaporan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II. serta melakukan pengkajian kesesuaian akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. c. pelaporan. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. . Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan akuntansi. Pasal 1013 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. dan akuntansi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengkajian dan penyempurnaan. pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. dan akuntansi. b. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis pelaporan dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen pembayaran. dan akuntansi.

manajemen Barang Milik Negara. b. Pasal 1016 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen komitmen.292 (4) Seksi Transformasi Organisasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. manajemen penerimaan. . manajemen Barang Milik Negara. manajemen Barang Milik Negara. sistem perbankan umum. manajemen kas. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II. manajemen investasi. Pasal 1014 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. c. Utang. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. sistem perbankan umum. manajemen komitmen. manajemen kas. sistem perbankan umum. dan sistem bank sentral. manajemen penerimaan. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen kas. manajemen komitmen. d. dan c. manajemen komitmen. manajemen investasi. dan sistem bank sentral. manajemen penerimaan. perancangan. manajemen investasi. manajemen komitmen. manajemen kas. manajemen penerimaan. manajemen kas. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. dan sistem bank sentral.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. dan e. Utang. manajemen penerimaan. Pasal 1015 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. dan sistem bank sentral. Utang. b. sistem perbankan umum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I. Utang. dan sistem bank sentral. Utang.

pengkajian dan penyempurnaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. dan proses bisnis manajamen komitmen dengan aplikasi teknologi informasi. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis utang. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. dan c. dan . penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. manajemen kas. e. Seksi Transformasi Perangkat Keras. dan penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum teknologi informasi perbendaharaan. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. pengkajian dan penyempurnaan. b. c. Pasal 1018 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. f. perancangan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum.293 Pasal 1017 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. tugas melaksanakan pengembangan. pengkajian dan penyempurnaan. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. d. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. Pasal 1020 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri atas: a. b. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dan proses bisnis penerimaan dengan aplikasi teknologi informasi.

pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. pengembangan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. dan c. dan dokumentasi sistem aplikasi. Pasal 1022 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pemberian dukungan teknis. perancangan. pemberian dukungan teknis. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi.294 Pasal 1021 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. Pasal 1024 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri atas: a. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. pengelolaan. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. Pasal 1025 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. pengujian. pengamanan. b. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. pengujian. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. c. Pasal 1023 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. pengujian. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengembangan. monitoring. pengembangan. pemberian dukungan teknis. monitoring. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. pengembangan. d. evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. monitoring. II. dan e. b. .

dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. melakukan monitoring dan evaluasi. pengkajian. penyiapan perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. evaluasi. Seksi Perencanaan. d. (2) Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan mempunyai tugas melakukan verifikasi dan penyelesaian tagihan. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. penyusunan. c. perumusan. Pasal 1029 (1) Seksi Perencanaan. melakukan monitoring. dan g. Pengendalian. c. Pasal 1028 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. e. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. dan d. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. penyiapan perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. b. Seksi Sarana dan Dukungan Jasa. penyiapan perumusan. Pengendalian.295 Pasal 1026 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan. . melaksanakan operasional transformasi. Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. penyusunan. f. b. Pasal 1027 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1026. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. dan Pelaporan. (3) Seksi Sarana dan Dukungan Jasa mempunyai tugas melakukan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa.

penyusunan laporan keuangan Bendahara Umum Negara. c. evaluasi. f. b. dan memantau laporan keuangan berkala pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pemantauan penyajian laporan keuangan berkala BUN dan unit khusus lain. mengkonsolidasikan. Pasal 1031 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkonsolidasian laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1032 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara terdiri atas: a. Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer. Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya. merekonsiliasi. g. h. dan Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. e.296 (4) Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan pengkajian dan perumusan kebijakan dan strategi penempatan dan pelatihan sumber daya manusia. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Pembiayaan secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan BUN dan unit khusus lain. Pasal 1033 (1) Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyusunan. penyusunan prosedur dan kebijakan pelaporan keuangan Bendahara Umum Negara. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penghimpunan laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. b. dan rekonsiliasi dan pembinaan Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. dan menyusun laporan keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala atas transaksi kebendaharaan umum negara. . Pasal 1030 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. d. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada BUN dan unit khusus lain. i. membina. d. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi.

memantau laporan keuangan berkala Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Transfer ke Daerah. Transaksi Khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Penerusan Pinjaman. (3) Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya mempunyai tugas melakukan penyusunan. Investasi. dan Laporan Arus Kas untuk menghasilkan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 1034 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (4) Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dan Laporan Keuangan Utang. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. evaluasi. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. . memantau laporan keuangan berkala BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan Belanja dan Transfer secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan BUN Lainnya secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Badan Lainnya. Subsidi. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Hibah. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1035 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.297 (2) Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer mempunyai tugas melakukan penyusunan. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Belanja Lain-Lain. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. evaluasi.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . (2) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).298 Pasal 1036 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. standar. c. d. Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain. dan lelang. piutang negara. piutang negara. dan kriteria di bidang kekayaan negara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan. Pasal 1038 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. Direktorat Lelang. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1039 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri atas: a. piutang negara. dan h. f. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Direktorat Penilaian.299 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1037 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. dan lelang. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. g. dan e. perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara. d. Direktorat Barang Milik Negara. b. .dan lelang. dan lelang. piutang negara. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. piutang negara. dan lelang. e.

rumah tangga. rencana strategik. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . e. Bagian Umum. dan keuangan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. . d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan h. e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumentasi direktorat jenderal. Bagian Perlengkapan. c. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat direktorat jenderal. c. Pasal 1042 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.300 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1040 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja. perencanaan dan implementasi manajemen risiko direktorat jenderal. d. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. dan f. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan kepatuhan internal di lingkungan direktorat jenderal. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja direktorat jenderal. g. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal. pelaksanaan tata usaha. kearsipan. kepegawaian. Bagian Keuangan. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. b. f. koordinasi penyusunan rencana kerja.

analisis jabatan. f.301 Pasal 1043 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan tanggapan. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. penyusunan rumusan produk hasil kerja. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi. Pasal 1044 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1043. rencana strategik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. standar norma waktu dan standar beban kerja. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. e. . laporan akuntabilitas kinerja. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. Pasal 1045 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal terdiri atas: a. dan c. pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. b. dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. analisis atas kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. c. dan h. Subbagian Tata Laksana. b. Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan. d. Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja. penyiapan bahan monitoring dan pengembangan penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. g.

penyempurnaan kode etik. manajemen bakat. pelaksanaan analisis perencanaan. serta implementasi pengelolaan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal. serta laporan tahunan Direktorat Jenderal. program assessement. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. kepemimpinan. penyusunan jabatan fungsional. . standardisasi teknis. pengawasan dan evaluasi administrasi. serta pengembangan kompetensi. koordinasi dan implementasi analisis beban kerja. penelitian laporan pengaduan masyarakat. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. pengelolaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . evaluasi pelayanan teknis. (3) Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan pelaksanaan prosedur. analisis jabatan. pengelolaan. perencanaan. dan d. tata naskah persuratan dinas. kepuasan pegawai. penyelesaian kasus pegawai. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. pengembangan program graduate pegawai. dan pengembangan serta implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. pengangkatan. perancangan dan implementasi rekrutmen. c. Pasal 1047 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. penilaian kinerja.302 Pasal 1046 (1) Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. sarana dan metode implementasi reward dan punishement Sumber Daya Manusia. mutasi. uraian jabatan. pengawasan dan evaluasi standar kinerja. tanggapan. Sistem Informasi dan Manajemen Kepegawaian. kajian kompensasi dan benefit. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. b. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan kebutuhan. penyusunan formasi. serta pelaksanaan pengelolaan kepangkatan. pengelolaan sistem data formasi. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kajian pengembangan. pemberhentian dan pemensiunan pegawai.

303 Pasal 1049 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. kepuasan pegawai dan pelaksanaan sarana serta metode implementasi reward dan punishment. kepangkatan. dan pemensiunan. b. pemberhentian. serta manajemen bakat. serta pengembangan kompetensi. SIMPEG. b. penyempurnaan dan pengawasan kode etik. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisa perencanaan. standar kinerja pegawai. penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. administrasi SDM. Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian. (2) Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. Pasal 1051 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. . Pasal 1052 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051. program assessement. c. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. penyelesaian kasus pegawai. kepemimpinan. serta penyusunan formasi pegawai dan sistem data formasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal. program graduate. implementasi rekrutmen dan seleksi pegawai. Pasal 1050 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan analisa dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. evaluasi jabatan/posisi dan program mutasi. pemberian kompensasi dan benefit. pengembangan kebutuhan pegawai. serta perencanaan dan penilaian kinerja pegawai. dan d. pengangkatan. Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian. pengelolaan. Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan. pengembangan.

Subbagian Perbendaharaan. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. pemeliharaan. Pasal 1054 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 1055 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. b. Subbagian Perencanaan Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. . (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. dan c. penyiapan dokumen. b. pelaksanaan urusan inventarisasi.304 Pasal 1053 Bagian Keuangan terdiri atas: a. c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Pasal 1057 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. b. Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. Subbagian Pengadaan. dan d. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji pegawai Kantor Pusat serta kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. dan penghapusan perlengkapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta pelaksanaan. Subbagian Gaji.

. tamu. b. ekspedisi. dan dokumentasi. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pengamanan. b. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. perjalanan dinas. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan dan akomodasi. tamu. penyiapan dokumen. pelaksanaan urusan protokol. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. rumah tangga. kearsipan. dan protokol. pemeliharaan. c. rapat pimpinan dan d. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kepustakaan. dan penghapusan perlengkapan. perjalanan dinas. pemeliharaan sarana dan prasarana. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. perjalanan dinas. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. tamu.305 Pasal 1058 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. pengetikan. Pasal 1061 Bagian Umum terdiri atas: a. serta penatausahaan. serta pelaksanaan. pelaksanaan urusan surat-menyurat. penggandaan. dan dokumentasi. Pasal 1062 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. penggandaan. pengetikan. serta akomodasi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan akomodasi. ekspedisi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan c. kearsipan. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1059 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. kepustakaan. Pasal 1060 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. angkutan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 306 (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga, pengadaan dan distribusi alat tulis kantor, angkutan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penatausahaan, pengamanan, pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.

Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara Pasal 1063 Direktorat Barang Milik Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang barang milik negara.

Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063, Direktorat Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang barang milik negara; b. pelaksanaan kebijakan di bidang barang milik negara; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang barang milik negara; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang barang milik negara; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

Pasal 1065 Direktorat Barang Milik Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Barang Milik Negara I; b. Subdirektorat Barang Milik Negara II; c. Subdirektorat Barang Milik Negara III; d. Subdirektorat Barang Milik Negara IV; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 307 Pasal 1066 Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1067 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066, Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; c. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; dan g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III. Pasal 1068 Subdirektorat Barang Milik Negara I masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IA; b. Seksi Barang Milik Negara IB;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 308 c. Seksi Barang Milik Negara IC; dan d. Seksi Barang Milik Negara ID.

Pasal 1069 Seksi Barang Milik Negara IA, IB, IC, dan ID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA, IB, IC, dan ID sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1070 Subdirektorat Barang Milik Negara II masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IID. Pasal 1071 Seksi Barang Milik Negara IIA, IIB, IIC, dan IID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA, IIB, IIC, dan IID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1072 Subdirektorat Barang Milik Negara III masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IIID.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 309 Pasal 1073 Seksi Barang Milik Negara IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1074 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1075 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074, Subdirektorat Barang Milik Negara IV menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; c. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 310 g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; dan h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan daftar barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. Pasal 1076 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IVA; b. Seksi Barang Milik Negara IVB; c. Seksi Barang Milik Negara IVC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IVD. Pasal 1077 Seksi Barang Milik Negara IVA, IVB, IVC, dan IVD masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IVA, IVB, IVC, dan IVD sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1078 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IV.

Bagian Kelima Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan Pasal 1079 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara dipisahkan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 311 Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079, Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kekayaan negara dipisahkan; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara dipisahkan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1081 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan terdiri atas: a. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I; b. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan III; d. Subbagian Tata Usaha; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1082 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1083 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082, Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; b. penyusunan bahan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; c. penyiapan pengelolaan dan penatausahaan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 312 d. penyiapan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara dan perseroan terbatas lainnya Lingkup I, II, dan III; e. penyiapan analisis dan pelaporan di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; f. penyiapan pembinaan dan pengawasan Badan Usaha Milik Negara/Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III; dan g. penyiapan pengawasan atas tindak lanjut penetapan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dan penetapan barang milik negara eks. proyek kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III.
Pasal 1084 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IC. Pasal 1085 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IA, IB, dan IC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1086 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan II terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIC. Pasal 1087 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIA, IIB, dan IIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 313 Pasal 1088 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan III terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIC. Pasal 1089 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA, IIIB, dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIIA, IIIB, dan IIIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1090 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Dipisahkan III.

(2)

Bagian Keenam Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1091 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain. Pasal 1092 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1091, Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 314 c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
Pasal 1093 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri atas: a. Subdirektorat Piutang Negara I; b. Subdirektorat Piutang Negara II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I; d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II; e. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III; f. Subbagian Tata Usaha; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1094 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN. Pasal 1095 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094, Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN yang telah diserahkan kepada PUPN; c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan telaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 315 e. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; dan g. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN.

Pasal 1096 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IA; b. Seksi Piutang Negara IB; dan c. Seksi Piutang Negara IC. Pasal 1097 Seksi Piutang Negara IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi bimbingan teknis, dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan ke PUPN, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, dan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek lingkup IA, IB, IC, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1098 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN dan pengelolaan piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN, serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusanya belum diserahkan kepada PUPN, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 316 Pasal 1099 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098, Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan penelaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; e. penyiapan bahan penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; g. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; h. penyiapan bahan penelaahan usul penghapusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; i. penyiapan bahan perumusan kebijakan penatausahaan, penagihan, dan evaluasi serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; dan

j.

k. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. Pasal 1100 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IIA; b. Seksi Piutang Negara IIB; dan c. Seksi Piutang Negara IIC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 317 Pasal 1101 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pematauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekeretariatan PUPN Pusat. Pasal 1102 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I, II dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, penatausahaan dan penyusunan daftar, pemberian bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kekayaan negara lain-lain, serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I, II dan III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

IB. pemantauan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan dan penyusunan daftar. b. II dan III. d. pengawasan. pengawasan. bimbingan teknis. Pasal 1104 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri atas: a. IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain Lingkup I. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IA. II dan III. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I dan II. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. . Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. dan e. penyusunan sistem dan prosedur. Pasal 1106 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri atas: a. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. b. sistem dan prosedur.318 Pasal 1103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. c. penghimpunan. b. Pasal 1105 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. IC. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. II dan III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . II dan III. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. penelaahan. pemberian bimbingan teknis. c. dan d. dan d. II dan III. standardisasi. dan ID. penyiapan bahan rumusan kebijakan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. penyiapan bahan perencanaan. IB. perencanaan. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain.

c. dan IIID. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. Pasal 1110 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. IIC. pemberian bimbingan teknis. penyusunan sistem dan prosedur. penatausahaan dan penyusunan daftar. pengawasan. IIIC. dan d. perencanaan. pemantauan. IIB. IIB. penatausahaan dan penyusunan daftar. Pasal 1108 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri atas: a. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. IIIB. IIC. b. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. pemberian bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Piutang Negara I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. Pasal 1109 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. IIIB. pemantauan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan sistem dan prosedur. . dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IIIC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIA. dan IID. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain.319 Pasal 1107 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIIA.

prosedur. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan g. c.320 Bagian Ketujuh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. standar. dan e. penyiapan penyusunan norma. Pasal 1112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1113 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. II. pemanfaatan. d. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. pemeliharaan. II. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kegiatan penggunaan. dan III. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1114 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I . pemantauan. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain selain kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I. f. b. c. penghapusan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. pengendalian. dan kriteria di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. pemindahtanganan. pengamanan. b. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi. pengawasan. e. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi.

penghapusan. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. air dan tata ruang angkasa. IB. pemindahtanganan. pemeliharaan. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. barang yang dirampas oleh negara. pengendalian. pengawasan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1116 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I masing-masing terdiri atas: a. pemantauan. barang yang dirampas oleh negara. . Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IC. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. IB. dan III menyelenggarakan fungsi: a. c. dan ID serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. barang milik negara eks kepabeanan. pengamanan dan pemeliharaan. dan Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara ID. aset eks UP3. penyiapan bahan pelaksanaan penggunaan. d. hak atas bumi. dan c. Pasal 1117 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. penyiapan bahan pertimbangan rencana kebutuhan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. pemanfaatan. pemindahtanganan. aset eks UP3. II. II. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pengawasan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IB. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. b. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. II. pemanfaatan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. air dan tata ruang angkasa. IC. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. hak atas bumi. pengamanan. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. penghapusan. II. pengendalian. IC. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan penggunaan. pemantauan.321 Pasal 1115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. barang milik negara eks kepabeanan.

air dan tata ruang angkasa. IIIB. dan d. IIB. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. aset eks UP3. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIA. pengamanan. dan IID. pemanfaatan. pemantauan. IIC. penghapusan. IIIC. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIB.322 Pasal 1118 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II masing-masing terdiri atas: a. pemeliharaan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIID. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. c. pemantauan. c. b. pengendalian. barang milik negara eks kepabeanan. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIIA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengendalian. pemindahtanganan. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. aset eks UP3. pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemeliharaan. pengawasan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIC. Pasal 1120 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III masing-masing terdiri atas: a. pemindahtanganan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. IIIC. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. IIC. dan IIID. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. . hak atas bumi. dan d. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. b. barang milik negara eks kepabeanan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. penghapusan. air dan tata ruang angkasa. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIC. IIIB. pemanfaatan. pengawasan. barang yang dirampas oleh negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. barang yang dirampas oleh negara. hak atas bumi. Pasal 1121 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIB. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. pengamanan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IID. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. Pasal 1119 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA.

perancangan desain sistem aplikasi dan basis data. piutang negara dan lelang. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. e. penilaian. pemeliharaan dan integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. b. implementasi. Pasal 1125 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. penilaian. dan f. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemrograman. perancangan.323 Pasal 1122 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan. piutang negara dan lelang. implementasi. implementasi. penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penilaian. penyiapan bahan perencanaan. Pasal 1123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1122. evaluasi. pemantauan. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi penatausahaan dan pengelolaan barang milik negara. c. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III. piutang negara dan lelang. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan buku manual sistem aplikasi dan dokumentasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. dokumentasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. pengembangan. d. d. dan Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I. piutang negara dan lelang. penilaian. piutang negara dan lelang. penyusunan buku manual. b. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penilaian. . Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II . c. piutang negara dan lelang. kekayaan negara lain-lain dan kekayaan negara dipisahkan. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. penilaian. perencanaan. Pasal 1124 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi terdiri atas: a. penilaian.

penilaian. penyusunan buku manual dan dokumentasi integrasi sistem aplikasi. penilaian. piutang negara dan lelang. c.324 (2) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. piutang negara dan lelang. pelayanan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . enterprise integration portal dan website DJKN. pengelolaan data di bidang kekayaan negara. pemantauan dan evaluasi pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi integrasi sistem informasi geografi. implementasi. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. b. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi. pengelolaan perangkat keras. implementasi. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pemberian layanan operasional teknologi informasi di bidang kekayaan negara. penilaian. penyiapan rumusan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi di bidang kekayaan negara. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi sistem aplikasi kesekretariatan. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi piutang negara. Business Intelligence (BI). (3) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. lunak. perencanaan dan perancangan desain integrasi sistem aplikasi dan integrasi basisdata. penilaian. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. penilaian. dan hukum. (4) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa integrasi sistem aplikasi. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. pemrograman. penilaian. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. implementasi. implementasi. layananan operasional teknologi informasi dan perangkat keras. lunak. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. dan d. . piutang negara dan lelang. penyiapan bahan rumusan kajian dan standardisasi teknologi informasi. Pasal 1126 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan pemantauan pengolahan data. Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1126. pemrograman integrasi sistem aplikasi. pemrograman. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi.

pengalokasian port TCP/IP. perubahan dan penghapusan serta pengaturan kewenangan akses file share. jaringan/VPN-IP dan bandwidth. melakukan pemantauan. melakukan pendefinisian layanan dan pemutakhiran portofolio layanan. Lunak dan Jaringan mempunyai tugas melakukan instalasi/upgrading. pemeliharaan dokumen dan/atau manual. kesinambungan penggunaan dan pemanfaatan perangkat keras. perencanaan pendidikan dan pelatihan SDM Teknologi Informasi. evaluasi dan pembaharuan tingkat layanan. menyediakan dan memelihara katalog layanan. Seksi Layanan Operasional. dan d. pemantauan ketersediaan. mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan tingkat layanan. pertanyaan atau permintaan layanan operasional. keamanan. (2) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi. c. penyaringan (filtering) situs. Lunak. pelaporan. pemeliharaan infrastruktur anti-virus protection. kestabilan.325 Pasal 1128 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional terdiri atas: a. sistem operasi. (3) Seksi Layanan Operasional mempunyai tugas menerima laporan gangguan. memberikan solusi sementara dan/atau permanen. Pasal 1129 (1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penghimpunan. dan pengelolaan dokumen elektronik di bidang kekayaan negara. perangkat lunak software aplikasi. konfigurasi dan/atau pemutakhiran konfigurasi. dan Jaringan. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. kinerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Layanan Operasional Teknologi Informasi. Pasal 1130 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengelolaan even (event management). Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. hosting dan/atau perubahan profil hosting. penyiapan bahan penyusunan cetak biru pengembangan SDM Teknologi Informasi. pembuatan. (4) Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. data center. kegagalan (incident management). . permasalahan (problem management) dan akses (access management). pengujian. piutang negara dan lelang. memberikan dukungan teknis/onsite support. pemutakhiran data. pengolahan. penilaian. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. b. perencanaan strategik teknologi informasi. Cetak Biru Sistem Manajemen Informasi dan Pelayanan Terpadu DJKN (SMIPT-DJKN).

dan e. b. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus.326 Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Pasal 1131 Direktorat Penilaian mempunyai tugas melaksanakan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. analisis. d. pelaksanaan penilaian. Direktorat Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. c. b. Subbagian Tata Usaha. f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1134 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. Pasal 1133 Direktorat Penilaian terdiri atas: a. b. penyiapan penyusunan norma. d. c. prosedur. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian. . Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam. Pasal 1135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. dan kriteria di bidang penilaian. standar. e. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti dan properti khusus.

serta evaluasi tugas di bidang penilaian Properti Khusus lingkup I dan II. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis II. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1140 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti II. Pasal 1137 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. c. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. c. . b. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian penilaian bisnis dan sumber daya alam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1138 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. serta pelaksanaan penilaian. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. analisis. dan d. dan Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti lingkup I dan II. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam.327 Pasal 1136 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti terdiri atas: a. serta pelaksanaan penilaian. b. Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I. analisis. b. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. analisis. dan c. Pasal 1139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. pelaksanaan penilaian. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam II.

serta pelaksanaan penilaian. serta administrasi penilai pemerintah. Pasal 1143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. penyiapan pengawasan penilai pemerintah. penyiapan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. Lingkup I dan II. pendaftaran. pembinaan. c. dan d. c. penyiapan pembinaan. serta pelaksanaan penilaian. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis lingkup I dan II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . analisis. b. pelaksanaan administrasi terhadap penilai pemerintah meliputi register. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1145 (1) Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis.328 Pasal 1141 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1142 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I. penyiapan pemberian bimbingan teknis pelaksanaan penilaian. Pasal 1144 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah terdiri atas: a. serta pelaksanaan penilaian. dan f. pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. dan penjenjangan penilai pemerintah. Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . e. b. pelaksanaan penilaian. pencatatan kinerja. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. supervisi dan evaluasi kinerja. analisis. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah II. penyusunan dan pengawasan kode etik. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian sumber daya alam lingkup I dan II. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah.

pengelolaan. d. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian. Pasal 1147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146. dan evaluasi terhadap laporan penilaian yang disusun oleh penilai pemerintah. dan peningkatan kualitas laporan penilaian dan data di bidang penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. analisis. analisis. Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian. supervisi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan peningkatan kualitas laporan penilaian. dan e. perencanaan. dan c. analisis dan evaluasi permohonan dan laporan penilaian. supervisi.329 (2) Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian register. analisis dan peningkatan kualitas laporan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. serta pengumpulan. dan melakukan perencanaan peningkatan kualitas penilai pemerintah berdasarkan hasil analisis kinerja dan kualifikasi. penganalisisan. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. analisis penjenjangan penilai pemerintah. Pasal 1149 (1) Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian mempunyai tugas melakukan perencanaan. serta pengelolaan. bimbingan teknis. Pasal 1146 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. pengawasan penilai pemerintah dan pelaksanaan penilaian. analisis. pengumpulan. bimbingan teknis. Pasal 1148 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian terdiri atas: a. (3) Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. perekaman pelaksanaan tugas penilai analisis kinerja dan kualifikasi penilai pemerintah. dan evaluasi terhadap laporan penilaian. . Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian. verifikasi. pendaftaran. b. pengelolaan. Seksi Pengelolaan Data dan Infomasi Penilaian. c. pengelolaan. supervisi. perencanaan. analisis. b. serta pelaksanaan penilaian. verifikasi. pelaksanaan penilaian. serta pelaksanaan penilaian. analisis.

d. b. c. supervisi. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian serta pelaksanaan penilaian. Pasal 1150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. analisis. (3) Seksi Pengelolaan Data Penilaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Pembinaan Penilai. pengelolaan. dan e. penyiapan penyusunan norma. perencanaan. dan kriteria di bidang lelang. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lelang. b. prosedur. d. Subdirektorat Bina Lelang I. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lelang.330 (2) Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian mempunyai tugas melakukan verifikasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lelang. serta pelaksanaan penilaian. c. standar. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1151. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. analisis. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1153 Direktorat Lelang terdiri atas: a. . Subdirektorat Bina Lelang II. Bagian Kedelapan Direktorat Lelang Pasal 1151 Direktorat Lelang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lelang.

pemantauan. dan c.331 Pasal 1154 Subdirektorat Bina Lelang I dan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan. evaluasi. dan evaluasi pelaksanaan lelang. Seksi Bina Lelang IB. penyiapan bahan bimbingan teknis. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. . pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. serta pembinaan kinerja di bidang lelang. dan i. Seksi Bina Lelang IA. penyiapan bahan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan lelang. pemantauan. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. Seksi Bina Lelang IC. g. c. e. h. Pasal 1156 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. analisis dan penggalian potensi lelang. d. analisis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. f. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. perencanaan lelang. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pelaksanaan pembinaan. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. Pasal 1155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154. pengembangan lelang.

dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. Pasal 1160 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. IB. IIB. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. . analisis. Pasal 1158 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri atas: a. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. bimbingan teknis. pemantauan. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. dan IIC. Pasal 1161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1160. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan bimbingan teknis. verifikasi risalah lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. pemantauan. Seksi Bina Lelang IIB. Pasal 1159 Seksi Bina Lelang IIA. b. dan c. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. Seksi Bina Lelang IIC. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pemeriksaan. verifikasi risalah lelang. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. pemantauan. IIB. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I.332 Pasal 1157 Seksi Bina Lelang IA. dan IC. IB. bimbingan teknis. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. Seksi Bina Lelang IIA. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. b. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang.

e. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. Pasal 1163 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. j. d. pengawasan dan pembinaan. bimbingan teknis. penyajian informasi. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. dan l. pengumpulan. Pasal 1162 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. analisis. pembinaan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pengawasan. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. pemantauan. Seksi Bina Jasa Lelang. dan c. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. Seksi Bina Profesi Lelang II. h. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. pengawasan. k. Seksi Bina Profesi Lelang I. pengangkatan. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang.333 c. ujian profesi. g. pemberian penghargaan dan sanksi. i. dan pemberhentian Pejabat Lelang. b. f. ujian profesi Pejabat Lelang. perencanaan dan pengembangan lelang. . dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. standardisasi. pengangkatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengolahan. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II.

pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. serta pencabutan izin operasional lelang. dan e. penyiapan penyusunan norma. pemberian penghargaan dan sanksi. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. Bagian Kesembilan Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 1165 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hukum dan hubungan masyarakat. Pasal 1164 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. pengumpulan.334 (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. standar. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. c. standardisasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. prosedur. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. Pasal 1166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Bina Lelang I. pengolahan. . b. pengawasan dan pembinaan. dan kriteria di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

dan lelang. penilaian.335 Pasal 1167 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan dokumen hukum. d. Subdirektorat Bantuan Hukum . Seksi Peraturan Perundangan I. . b. dan lelang. penilaian. c. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1170 Subdirektorat Peraturan Perundangan I terdiri atas: a. pengurusan piutang negara dan lelang. penilaian. b. pengurusan piutang negara dan lelang. pengurusan piutang negara dan lelang. Pasal 1168 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. e. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. piutang negara. Subdirektorat Peraturan Perundangan . penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. d. dan lelang. pengurusan piutang negara. Subbagian Tata Usaha. pengurusan piutang negara. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. f. Seksi Peraturan Perundangan II. c. dan pelaksanaan lelang. penilaian. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penilaian. piutang negara. penilaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. dan e. Subdirektorat Hubungan Masyarakat. dan g.

pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pelaksanaan lelang. piutang negara. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. c. b. dan IV. Seksi Peraturan Perundangan IV. penilaian. pelaksanaan klasifikasi peraturan. dan d. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. penilaian. penilaian. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. piutang negara dan lelang. penilaian. dan pelayanan lelang Lingkup I. Pasal 1174 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. Seksi Bantuan Hukum II. III. III. penyajian peraturan perundangan di bidang kekayaan negara. dan d. dan d. . Seksi Peraturan Perundangan III. Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. Pasal 1172 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. b. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Seksi Bantuan Hukum IV. II. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1171 Seksi Peraturan Perundangan I. piutang negara dan lelang. c. penilaian. II. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengurusan piutang negara. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bantuan Hukum III. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi.336 c. piutang negara dan lelang. Seksi Bantuan Hukum I.

penilaian. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi. III. dan pelaksanaan di bidang hubungan media. Seksi Komunikasi Publik. analisis berita. standardisasi. piutang negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. piutang negara dan lelang lingkup I. Pasal 1176 Subdirektorat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan. hubungan media. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kebijakan. dan lelang. Subdirektorat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan situs internet. b. komunikasi publik serta penyelenggaraan desk information dan call center. II. evaluasi. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. perpustakaan. dan bimbingan teknis. dan opini publik. publikasi. evaluasi. penilaian. . penelaahan kasus hukum. komunikasi publik. dan pengelolaan berita. penyiapan bahan rapat eksternal. melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. evaluasi. b. III. dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. analisis berita. evaluasi. dan opini publik. dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1178 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Layanan Informasi terdiri atas: a.337 Pasal 1175 Seksi Bantuan Hukum I. Pasal 1179 (1) Seksi Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kebijakan. hubungan media. dan pengolahan data hubungan masyarakat di bidang kekayaan negara. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. penyiapan bahan penyusunan rumusan. dan c. pertimbangan. kebijakan. penyuluhan dan layanan informasi. II. dan IV. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan serta pengolahan data untuk keperluan hubungan masyarakat. c. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum.

Pasal 1182 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. dokumentasi. penyelenggaraan desk information dan call center. evaluasi. serta situs web dan portal intranet. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1181 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kebijakan. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. dan pelaksanaan publikasi. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. standardisasi dan bimbingan teknis. pengelolaan berita. pengolahan data untuk keperluan internal dan hubungan masyarakat. . dan perpustakaan. evaluasi.338 (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. kebijakan. serta koordinasi penyiapan bahan rapat eksternal. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Hubungan Masyarakat. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. dan e. penyusunan norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Dana Perimbangan. d. b. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. d. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1185 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri atas: a. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. c. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1183. prosedur dan kriteria di bidang perimbangan keuangan. . pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. dan e. c. standar. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan.339    BAB X DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1183 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sekretariat Direktorat Jenderal.

g. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. Pasal 1189 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. f. kearsipan. Bagian Kepegawaian. fasilitasi penyusunan peraturan. b. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi. rencana kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Umum. pelaksanaan tata usaha. rencana strategik. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. dokumentasi. b. d. rencana anggaran. kepegawaian. c. koordinasi penyusunan rencana kerja. e. Pasal 1188 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. . c. Pasal 1187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1186. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. dan h.340    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1186 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. penelaahan dan evaluasi jabatan. dan perpustakaan direktorat jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pengembangan kinerja. Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e.

dan g. rencana strategik. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan laporan pelaksanaan tugas. dan d. b. . Pasal 1192 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. d. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi.341    Pasal 1190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan rencana anggaran. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Pasal 1191 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. e. f. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. penyusunan laporan akuntabilitas. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. Subbagian Perencanaan. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. Subbagian Pelaporan. Subbagian Tata Laksana.

pemberhentian. dan kesejahteraan pegawai. pemberhentian. dokumentasi.342    Pasal 1193 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Mutasi Kepegawaian. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan mutasi kepegawaian lainnya. pelaksanaan urusan pengangkatan. kepangkatan. . Pasal 1197 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. dan c. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Pengembangan Pegawai. statistik. pemensiunan pegawai. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. c. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. dokumentasi. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. Subbagian Umum Kepegawaian. statistik dan kesejahteraan pegawai. Pasal 1195 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan d. Pasal 1196 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. b.

dan c. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. kepustakaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepustakaan. Pasal 1201 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 1199 Bagian Keuangan terdiri atas: a. rumah tangga. Pasal 1200 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. kearsipan. b. dan penggandaan. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. . Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. b.343    Pasal 1198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1197. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. dan c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. perlengkapan. dokumentasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1201. kearsipan. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. ekspedisi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

dan d. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1205 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang dana perimbangan. Pasal 1206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205. dan penggandaan. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. dan urusan perjalanan dinas. kepustakaan. pendistribusian. c. Pasal 1203 Bagian Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan perlengkapan. Pasal 1204 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha.344    b. dan gaji. inventarisasi. Subbagian Perlengkapan. dan d. pemeliharaan. pelaksanaan. b. c. kearsipan. Subbagian Protokol. pengangkutan pegawai. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan penyiapan penghapusan perlengkapan. penyimpanan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. ekspedisi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang dana perimbangan. Subbagian Rumah Tangga. dokumentasi. . penyiapan dokumen. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang dana perimbangan. pelaksanaan urusan rumah tangga. koordinasi serta fasilitasi hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. keprotokolan.

koordinasi. penyiapan penyusunan norma. d. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. standardisasi. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. f. e.345    c. e. c. standar. b. dan f. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1208 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. c. dan e. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Pasal 1207 Direktorat Dana Perimbangan terdiri atas: a. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. g. prosedur dan kriteria di bidang dana perimbangan. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dana perimbangan. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. dan rekonsiliasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Pasal 1209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208. dan h. b. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II.

Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. dan rekonsiliasi. II. Pasal 1213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. b.346    Pasal 1210 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri atas: a. penetapan alokasi. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. d. koordinasi. dan f. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. . penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. koordinasi. e. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. b. Pasal 1214 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri atas: a. dan fasilitasi. c. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. standardisasi. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. c. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. dan d. perhitungan. Pasal 1211 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. b. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1212 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.

koordinasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. II. III. dan e. dan dana penyesuaian. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. . pengalokasian dana alokasi umum. dana otonomi khusus. Pasal 1219 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.347    Pasal 1215 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dan dana penyesuaian. dana otonomi khusus. dan d. dan fasilitasi. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Umum III. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1218 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri atas: a. dana otonomi khusus. dana otonomi khusus. perhitungan alokasi. b. c. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Umum I. Pasal 1216 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. b. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Umum IV. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan. Seksi Dana Alokasi Umum II. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. dana otonomi khusus. c. d. penetapan alokasi. dan dana penyesuaian.

d. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. c. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. Nusa Tenggara. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. standardisasi. Maluku. Seksi Dana Alokasi Khusus I. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Khusus III. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. Seksi Dana Alokasi Khusus II. perhitungan alokasi. perhitungan alokasi. b. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan e.348    (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1222 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri atas: a. Pasal 1221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. perhitungan alokasi. Pasal 1220 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan d. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. perhitungan alokasi. . dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. c.

Pasal 1224 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. . SPM. pemantauan/konfirmasi atas transfer. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. SPP. pemantauan/konfirmasi atas transfer.349    Pasal 1223 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. d. standardisasi. Nusa Tenggara. Pasal 1225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224. standardisasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. perhitungan alokasi. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). dan pemantauan/ konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Surat Perintah Membayar (SPM). perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. SPM. bimbingan teknis. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. SPM. standardisasi. perhitungan alokasi. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. SPP. dan e. Maluku dan Papua. c. standardisasi. perhitungan alokasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPP. koordinasi fasilitasi. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA.

khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. pemantauan/konfirmasi atas transfer. koordinasi fasilitasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPM. dan e. d. SPM. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. standardisasi. SPP. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPP. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. khususnya DAU dan DAK. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPP. Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1228. IB. bimbingan teknis. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. b. SPP. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. SPM. SPM.350    Pasal 1226 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri atas: a. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. b. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan c. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. . Seksi Pelaksanaan Transfer IB. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Pasal 1228 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 1227 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. koordinasi fasilitasi. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. c. Pasal 1230 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri atas: a.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah.351    Pasal 1231 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. Pasal 1232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. c. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. d. koordinasi fasilitasi. prosedur dan kriteria di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. standar. Pasal 1235 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1233 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. IIB. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. b. khususnya DBH. dan e.

c. Bali. c. IC. analisis. pemantauan. Pasal 1237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1236.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. f. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. dan d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1240 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan d. IB. analisis. analisis. pemantauan. e. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Kelompok Jabatan Fungsional. bimbingan teknis. dan g. dan Nusa Tenggara. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera.352    c. d. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. Pasal 1238 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri atas: a. b. pemantauan. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. . Pasal 1239 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. Pasal 1236 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Subbagian Tata Usaha. b. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. pemantauan.

Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1245 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. Pasal 1244 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. analisis. c. Bali. bimbingan teknis. Pasal 1242 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri atas: a. dan d. b. IIB. Pasal 1243 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. Bali. Bali. b. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. analisis. dan Nusa Tenggara. . sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Bali. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. pemantauan.353    Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. pemantauan. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. IIC. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. b. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC.

Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pemantauan.354    c. Pasal 1248 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. bimbingan teknis. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. b. Pasal 1247 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. . penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. c. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. c. Pasal 1246 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri atas: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. dan d. b. dan d. IIIB. dan d. Pasal 1249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248. IIIC. analisis. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. koordinasi. dan f. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. IVC. b. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah.355    Pasal 1250 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri atas: a. pemantauan. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. b. e. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. dan d. c. pemantauan. Pasal 1253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252. IVB. Pasal 1252 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. d. Pasal 1251 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. bimbingan teknis. pelaksanaan penyusunan. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. . dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

pemantauan.356    Pasal 1254 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. analisis dan evaluasi pajak daerah. pelaksanaan bimbingan teknis. analisis dan evaluasi retribusi daerah. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan standardisasi. . (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. Pasal 1255 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. Pasal 1256 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan c. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan bimbingan teknis. b. penyusunan standardisasi. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1257 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

penerusan pinjaman luar negeri. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. b. Pasal 1261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1260. dan b. Subdirektorat Pinjaman Daerah. bimbingan teknis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. obligasi daerah. f. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Pasal 1260 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. Subdirektorat Hibah Daerah. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. d. standardisasi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. penerusan pinjaman luar negeri. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. obligasi daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. d. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. prosedur dan kriteria di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. standar. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. g. penyiapan penyusunan norma. e. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Pasal 1259 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri atas: a. . dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah.357    Pasal 1258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1257. c. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah.

Seksi Pinjaman Daerah III. Seksi Pinjaman Daerah II. standardisasi. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. obligasi daerah. obligasi daerah. dan analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. obligasi daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. bimbingan teknis. bimbingan teknis.358    c. Pasal 1262 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri atas: a. penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman luar negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. penerusan pinjaman luar negeri. dan analisis. bimbingan teknis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. dan analisis. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. standardisasi. pemantauan. c. standardisasi. dan e. dan Papua. b. dan penerusan pinjaman luar negeri. Maluku. pemantauan. pemantauan. obligasi daerah. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. d. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. Pasal 1263 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pinjaman Daerah IV. penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman luar negeri. bimbingan teknis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. . dan d. penerusan pinjaman luar negeri. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan analisis. Seksi Pinjaman Daerah I.

bimbingan teknis. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. c. standardisasi. . pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri.359    Pasal 1264 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. pemantauan. dan d. Seksi Hibah Daerah II. b. Seksi Hibah Daerah I. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1267 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. Seksi Hibah Daerah IV. b. pemantauan. bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1266 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri atas: a. standardisasi. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. c. bimbingan teknis. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah III.

dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. c. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Nusa Tenggara. d. pemantauan. b. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. bimbingan teknis. b. Pasal 1268 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. c. standardisasi. pemantauan. pemantauan. bimbingan teknis. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. . pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. standardisasi. bimbingan teknis. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV.360    (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1270 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri atas: a. dan Papua. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Maluku. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. standardisasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Pasal 1271 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Pasal 1269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1268.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). BLUD. bimbingan teknis. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. standardisasi. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. b. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. dan PMP kepada daerah. BLUD. dan d. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. Seksi Investasi Daerah I. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. pemantauan. bimbingan teknis. Pasal 1273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1272. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BLUD. standardisasi. Pasal 1272 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. dan PMP kepada daerah. Seksi Investasi Daerah II. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan Papua. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. BLUD. dan PMP kepada daerah. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan PMP kepada daerah. Pasal 1274 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri atas: a. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. b. . Nusa Tenggara. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. c.361    (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. standardisasi.

bimbingan teknis. pemantauan. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. Pasal 1277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. . pemantauan. investasi daerah. Pasal 1275 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. c. b. dan d. bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. dan d. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. pemantauan. (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. standardisasi.362    c. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). hibah daerah. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). standardisasi. standardisasi. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). dan dana darurat. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. pemantauan. bimbingan teknis. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. Pasal 1276 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. bimbingan teknis. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a.

investasi daerah. investasi daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. b. dan Papua. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. . dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. dan pelaporan pinjaman daerah. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Maluku. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. hibah daerah. dan d. Nusa Tenggara. Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1281 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah.363    Pasal 1278 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri atas: a. hibah daerah. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. c. hibah daerah. investasi daerah. dana darurat. Pasal 1279 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. Pasal 1280 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembukuan. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III.

dan g. standardisasi. penyiapan penyusunan norma. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. . belanja daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. dan c. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 1283 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri atas: a. b. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. belanja daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembiayaan daerah. c. pembiayaan daerah. Pasal 1284 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. dan defisit anggaran daerah. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. belanja daerah. serta perekonomian daerah. dan defisit anggaran daerah. pembiayaan daerah. e. dan defisit anggaran daerah.364    Pasal 1282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1281. bimbingan teknis. serta perekonomian daerah. c. dan e. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. d. serta perekonomian daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Evaluasi Belanja Daerah. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. dan d. standardisasi. c. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b.365    Pasal 1286 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri atas: a. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. c. dan d. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1287 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . standardisasi. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. standardisasi. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1288. Pasal 1288 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

standardisasi. . dan Papua. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III. standardisasi. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1291 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. meliputi Jawa. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah.366    Pasal 1290 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri atas: a. Maluku. standardisasi. c. (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1292. meliputi wilayah Sumatera. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. meliputi wilayah Bali. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1292 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan d. b.

dan d. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan d. Neraca. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. c. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Realisasi Anggaran. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. bimbingan teknis. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. verifikasi dan analisis laporan keuangan. . Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. dan Sulawesi. Bali. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Pasal 1296 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. Pasal 1294 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri atas: a. verifikasi dan analisis laporan keuangan. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. Laporan Realisasi Anggaran. (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. Pasal 1295 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Neraca. Kalimantan. pemantauan.367    c. dan Nusa Tenggara.

penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. c. pemantauan. dan evaluasi. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Data Keuangan Daerah III. b. dan Papua. bimbingan teknis. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. dan evaluasi. standardisasi. bimbingan teknis. Pasal 1298 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri atas: a. Pasal 1300 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. b. dan d. standardisasi. dan d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. bimbingan teknis. . standardisasi. pemantauan. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan.368    Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. Maluku. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. dan evaluasi. Nusa Tenggara. bimbingan teknis. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Seksi Data Keuangan Daerah IV. pengolahan data keuangan daerah. Seksi Data Keuangan Daerah I. Seksi Data Keuangan Daerah II. dan evaluasi. c. Pasal 1299 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.

perencanaan. . pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. pengelolaan. pembangunan. Seksi Pengelolaan Basis Data. dan jaringan. b. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. pembangunan. infrastruktur hardware. dan penyusunan standar aplikasi dan program. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. b. Seksi Dukungan Teknis. pembangunan. pengumpulan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Pasal 1302 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri atas: a. pengembangan. dan pemeliharaan basis data. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1304 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. pemeliharaan. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. pemeliharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengembangan. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. c. dan d. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. dan peningkatan kualitas software. Pasal 1303 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengembangan. dan e. d. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. dan pengelolaan.369    Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengumpulan dan pengelolaan. pengelolaan. pembangunan.

.370    Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1305 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1306 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Pinjaman dan Hibah. standar. c. Direktorat Evaluasi.371 BAB XI    DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1307 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan utang. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang. Akuntansi. prosedur. . c. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. dan e. b. Pasal 1308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1307. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1309 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. dan kriteria di bidang pengelolaan utang. Direktorat Surat Utang Negara. e. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang. penyusunan norma. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. dan Setelmen. Direktorat Pembiayaan Syariah. dan f.

dan f. Pasal 1312 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. . d. e. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Bagian Keuangan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. c. Bagian Kepatuhan Internal. e. b. c. pengembangan pegawai. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. b. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha.372 -    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1310 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. kearsipan. Pasal 1313 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dokumentasi. Bagian Umum. Bagian Teknologi Informasi. pengembangan pegawai. pengelolaan kinerja. serta administrasi kepegawaian di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan fungsi kepatuhan internal. kepustakaan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan kesejahteraan pegawai di lingkungan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan dan pelayanan bidang teknologi informasi di lingkungan direktorat jenderal. d. rumah tangga. penyelenggaraan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 1311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310. dan harmonisasi peraturan di lingkungan direktorat jenderal. serta administrasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal.

penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. serta penyusunan. penyelenggaraan diklat. penyusunan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai. Pasal 1315 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. penataan organisasi. Subbagian Tata Laksana. dan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. Subbagian Organisasi. dan administrasi mutasi pegawai. ketatalaksanaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta penyusunan. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. assessment center. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. identifikasi kebutuhan diklat. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. dan d. gaji berkala.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. pemberhentian. kepangkatan. assessment center. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. pemensiunan. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. analisis beban kerja. b. d. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1316 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi.373 -    Pasal 1314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1313. . penyusunan. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. c. c. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan identifikasi kebutuhan diklat. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. analisis beban kerja. penyelenggaraan diklat.

. pemensiunan. Subbagian Penyusunan Anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai.374 -    (4) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. Pasal 1320 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. Pasal 1318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1317. Pasal 1317 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. melaksanakan analisis. Pasal 1319 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan administrasi mutasi pegawai. urusan pengangkatan pegawai. gaji berkala. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1321 Bagian Teknologi Informasi mempunyai tugas menyusun rencana strategis dan kebijakan teknologi informasi. dan c. perancangan dan pengembangan serta implementasi sistem. perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. pemberhentian. dan c. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan melaksanakan operasional layanan teknologi informasi.

Penyusunan dan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan pengembangan sistem. dan implementasi sistem. dan penyusunan dokumentasi proses bisnis dan sistem. Pengumpulan. Penyusunan dan evaluasi rencana dan program kegiatan strategis teknologi informasi. Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi. Bagian Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Perancangan. b. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem II. Pasal 1324 (1) Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. dan proyek. analisis. pengembangan. pengawasan internal pelaksanaan program kegiatan teknologi informasi. pembangunan. pengembangan dan pengelolaan basis data. dan penentuan standar pengelolaan dokumentasi sistem. . Pengelolaan operasional layanan teknologi informasi. penyusunan spesifikasi kebutuhan user dan spesifikasi kebutuhan sistem. perancangan sistem. penyusunan rancangan aplikasi. dan internal control pelaksananaan program kegiatan teknologi informasi. dan e. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I.375 -    Pasal 1322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321. b. dan d. c. rancangan infrastruktur. d. pengendalian mutu. pengujian system. dan rancangan keamanan informasi. standarisasi dan rencana strategis teknologi informasi. c. serta analisis risiko bisnis. penyusunan dokumen analisis. dan implementasi sistem sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan rencana dan implementasi system. Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perencanaan. kebijakan dan standar tatakelola teknologi informasi. pemeliharaan. teknologi. Pasal 1323 Bagian Teknologi Informasi terdiri atas: a. pembangunan dan penetapan data/informasi serta pembuatan dan pemeliharaan data dictionary dan skema klasifikasi data. standar keamanan dan kebijakan serta tatakelola teknologi informasi. dan pengevaluasian rencana strategi teknologi informasi. penyusunan.

evaluasi. Subbagian Kepatuhan Internal I. serta pengelolaan Configuration Management Database. c. dan d. peraturan perundang-undangan. dan perjanjian. peraturan perundang-undangan. . pelaksanaan kegiatan operasional teknologi informasi. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Direktorat Evaluasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325. pemantauan. pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak computer. pengkajian. dan d. kode etik. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. Akuntansi. pemantauan. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Pasal 1327 Bagian Kepatuhan Internal terdiri atas: a. Bagian Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. fasilitas Data Center. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. serta penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. dan perjanjian. evaluasi. pengelolaan layanan e-mail dan portal Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Subbagian Harmonisasi Peraturan. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. manajemen user dan akses layanan teknologi informasi. b. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kinerja. Subbagian Pengelolaan Kinerja. Pasal 1325 Bagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas kepatuhan. penelaahan. Direktorat Pembiayaan Syariah. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan Disaster Recovery Center. c. Subbagian Kepatuhan Internal II. dan Setelmen. monitoring. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. b. penyusunan.376 -    (3) Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian layanan teknologi informasi. kode etik. pengkajian.

.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .377 -    Pasal 1328 (1) Subbagian Kepatuhan Internal I mempunyai tugas melakukan pengkajian. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. kode etik. Direktorat Pembiayaan Syariah. pelaksanaan urusan dalam. penelaahan. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. penggandaan. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. kesejahteraan pegawai. kepustakaan. pemantauan. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. dokumentasi. ekspedisi. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. kearsipan. Pasal 1329 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi surat dinas. pemantauan. dan Setelmen. dan perlengkapan Direktorat Jenderal. pengurusan pelayanan pimpinan. rumah tangga. (2) Subbagian Kepatuhan Internal II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan Direktorat Evaluasi. peraturan perundang-undangan. evaluasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan perjanjian. keprotokolan. pelaksanaan urusan administrasi surat dinas. Akuntansi. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. dan perjanjian. kepustakaan. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. b. dokumentasi. Pasal 1330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329. Direktorat Pinjaman dan Hibah. evaluasi. peraturan perundang-undangan. monitoring. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Harmonisasi Peraturan mempunyai tugas melakukan penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. kode etik. (3) Subbagian Pengelolaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyusunan.

penyiapan dokumen. penggandaan. penyimpanan. Pasal 1331 Bagian Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi. dan distribusi barang perlengkapan.378 -    c. urusan penerimaan. serta pertanggungjawabannya. Subbagian Gaji. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pengurusan pelayanan pimpinan. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. pembayaran gaji dan tunjangan. kearsipan. . Pasal 1332 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi surat dinas. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. pelaksanaan. Subbagian Rumah Tangga. urusan penerimaan. keprotokolan. ekspedisi. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. dan distribusi barang perlengkapan. penyiapan dokumen. Subbagian Tata Usaha. dan d. penyimpanan. serta pertanggungjawabannya di lingkungan Direktorat Jenderal. pembayaran gaji dan tunjangan. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. c. Subbagian Perlengkapan. mengajukan permintaan pembayaran. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. b. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. dan d. kepustakaan. mengajukan permintaan pembayaran. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan.

. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. b. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. dan Islamic Development Bank. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. c. e. IFAD. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan e. Pasal 1336 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kriteria di bidang pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. Pasal 1334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. standar. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1335 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pinjaman dan hibah. prosedur. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. d. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. d. b. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.379 -    Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1333 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. c. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a.

380 -    Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. UN Institution. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. serta penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Pasal 1339 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. b. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. d. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. c. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. . Pasal 1340 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. European Investment Bank (EIB). e. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1338 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan g. d. IB. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan ID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari World Bank. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. IC. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. f. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan Seksi Pinjaman dan Hibah ID. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan multilateral lainnya.

Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. serta evaluasi kinerja. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja.381 -    Pasal 1341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340. e.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. h. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. IIB. c. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. dan d. . Pasal 1342 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. analisis beban kerja. f. b. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. b. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Pasal 1343 (1) Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. dan i. d. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. prosedur operasi standar. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. g.

Pasal 1346 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Slovakia. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Jerman. b. d. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Cina. Inggris. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. Italia. c. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Belgia. Denmark. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Perancis. Belanda. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. IIIC. Austria. Pasal 1345 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344. dan g. dan Selandia Baru. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. IIIB.382 -    Pasal 1344 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. d. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Swiss. Australia. b. e. f. Swedia. Rusia. Pasal 1347 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. . c. Finlandia. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah.

. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. serta penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Rumania. Korea. Spanyol.383 -    Pasal 1348 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Amerika Serikat. dan dari dalam negeri. penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. Pasal 1350 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. c. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan h. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Polandia. e. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. b. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. Canada. Afrika Selatan dan negara Afrika lainnya. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. g. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. dan negara Amerika lainnya negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. Pasal 1349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348. d. dan d. b. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. f. Malaysia. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. c. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah.

dan bantuan teknis Direktorat. d. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. c. rumah tangga. dan e. dan IVD mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. IVC. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surat utang negara.384 -    Pasal 1351 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. dan kriteria di bidang surat utang negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. IVB. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surat utang negara. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1353 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang surat utang negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. . prosedur. serta penyiapan bahan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. standar. Pasal 1352 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. kepegawaian. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1353. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang surat utang negara.

Subbagian Tata Usaha. Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. perencanaan. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. Pasal 1356 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis kebutuhan. c. f. c. perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. monitoring dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. e. monitoring.385 -    Pasal 1355 Direktorat Surat Utang Negara terdiri atas: a. pembelian kembali. dan f. e. pengumpulan dan pengolahan data Surat Utang Negara dan derivatif. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta pengumpulan. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan dan analisis kebutuhan pengembangan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. koordinasi penyiapan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif beserta sistem pendukungnya. pengolahan data dan penyiapan dokumen transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. penukaran dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. b. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring. d. perencanaan. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. . g. pelaksanaan. penyiapan. penyiapan dokumen terkait pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. b. penjualan. perencanaan. h. monitoring dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring dan evaluasi transaksi derivatif. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. pelaksanaan. perencanaan. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan. dan i. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. d.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan.

melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi derivatif. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. monitoring. dan evaluasi infrastruktur Surat Utang Negara dan derivatif. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I. b. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali.386 -    Pasal 1358 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri atas: a. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. melakukan pelaksanaan. melakukan pelaksanaan. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penukaran. Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif. monitoring. serta penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Pasal 1359 (1) Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. monitoring.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. dan c. monitoring. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. . penukaran. serta penyiapan. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. melakukan pelaksanaan. monitoring. analisis kebutuhan sistem transaksi terkait pengelolaan Surat Utang Negara dan derivatif. Pasal 1360 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II mempunyai tugas melakukan perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional. dan evaluasi transaksi derivatif. penyiapan dan pemutakhiran basis data dan potensi investor. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I mempunyai tugas melakukan perencanaan penerbitan.

penyiapan bahan dalam rangka perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. Pasal 1362 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. serta menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara yang dimuat dalam media massa. penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan instrumen Surat Utang Negara baru. serta pengembangan potensi investor Surat Utang Negara. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Hubungan Kelembagaan. dan c. b. termasuk menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. dan materi dalam rangka pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik. metode. penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. b. d. Pasal 1363 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara termasuk dengan lembaga pemeringkat. penyiapan dan pemutakhiran data investor Surat Utang Negara.387 -    Pasal 1361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1360. Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional termasuk lembaga pemeringkat. koordinasi dengan para pelaku pasar. penyiapan bahan dan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor Surat Utang Negara. c. penyiapan dan pengembangan potensi basis investor Surat Utang Negara. e. dan f. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. penyiapan dan pemutakhiran basis data.

dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. dan potensi dan kajian yang terkait dengan pasar Surat Utang Negara. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 1365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1364. analisis kinerja. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara dan derivatif. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. monitoring. b. pembuatan proyeksi. . pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. Pasal 1366 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. c. d. b.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan e. dan c. Pasal 1367 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan kajian yang terkait dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pembuatan proyeksi. analisis dan kajian yang terkait dengan pasar uang dan derivatif. monitoring. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. serta pembuatan proyeksi.388 -    Pasal 1364 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. monitoring.

serta evaluasi kinerja. . penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. serta monitoring evaluasi kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. dan g. penganggaran. prosedur operasi standar.389 -    Pasal 1368 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. f. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. pengkajian peraturan yang terkait. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur standar dalam transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. d. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Pasal 1371 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. dan c. monitoring dan evaluasi kewajiban serta penelitian kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. serta penyiapan dokumen hukum. b. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. b. Pasal 1370 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. penyiapan dokumen hukum transaksi. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. c. analisis beban kerja. Pasal 1369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1368.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e.

Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1373 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi kewajiban serta kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. d. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan pemetaan profil risiko dan monitoring risiko. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. keuangan dan rumah tangga.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Pasal 1372 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan syariah. dan e. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. standar. serta memberikan bantuan teknis Direktorat.390 -    (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. prosedur. Pasal 1375 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri atas: a. kepegawaian. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. Pasal 1374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pembiayaan syariah.

Subbagian Tata Usaha. d. menyusun rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. e. Pasal 1378 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri atas: a. penyusunan rencana program transaksi termasuk penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. dan penatausahaan transaksi. c. penyiapan infrastruktur. pembelian kembali. d. b.391 -    c. Kelompok Jabatan Fungsional. g. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja. Seksi Perencanaan Transaksi. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. dan Seksi Penatausahaan Transaksi. serta pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. c.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan transaksi dan Aset Surat Berharga Syariah Negara. f. b. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. penyusunan rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan. e. penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. . dan i. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. h. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. dan f. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Transaksi. Pasal 1376 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kegiatan perencanaan. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara.

perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. yang meliputi kegiatan penerbitan. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi. dan rekomendasi instrumen pembiayaan syariah. instansi atau lembaga dalam rangka pengembangan pasar dan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara serta melakukan penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. melakukan pemantauan penyelesaian transaksi Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1381 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pengembangan. serta melakukan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rekomendasi dan penyiapan BMN dan/atau obyek pembiayaan yang akan dijadikan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. melakukan penyiapan dan pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor. b. c. d. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. metode. serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan dan pengolahan data transaksi. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1380 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan. pembelian kembali. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara.392 -    Pasal 1379 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program transaksi dan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. .

Pasal 1383 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. pengoordinasian dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Pengembangan Instrumen. menganalisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. metode. serta pengoordinasian/penyiapan penerbitan fatwa dan opini syariah oleh lembaga yang berwenang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan g. pelaksanaan analisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. b. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. f. dan c. . (3) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. melakukan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. Pasal 1382 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja.393 -    e. Pasal 1384 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. (2) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. Seksi Hubungan Kelembagaan.

dan Derivatif. b. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. serta melakukan penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. monitoring. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. monitoring. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan proyeksi. serta melakukan penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. d. e. Seksi Analisis Fiskal. Pasal 1387 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. serta melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. c. Pasar Uang. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. . (3) Seksi Analisis Fiskal. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan c. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara.394 -    Pasal 1385 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. Pasar Uang. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. Pasal 1386 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. dan f. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara.

melakukan penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. b. pelaksanaan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar dalam kegiatan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. dan penukaran (switching) instrumen pembiayaan syariah serta evaluasi kinerja konsultan hukum. pembelian kembali (buy-back). . Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. Seksi Dokumen Hukum. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. dan f. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dan perjanjian dalam rangka penerbitan. serta melaksanakan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. dan c.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah.395 -    Pasal 1388 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. b. e. d. pembelian kembali. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. c. Pasal 1391 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. Pasal 1389 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Pasal 1390 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a.

penganggaran. d. penyiapan penyusunan norma. b. dan e. kepegawaian. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. dan kriteria di bidang strategi dan portofolio utang. Pasal 1392 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. standar. Pasal 1394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1393. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. analisis beban kerja.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1395 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri atas: a. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c.396 -    (3) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan portofolio utang. prosedur operasi standar. prosedur. c. keuangan dan rumah tangga. e. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang. f. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Subbagian Tata Usaha. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1393 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang strategi dan portofolio utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. b. serta evaluasi kinerja.

evaluasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan pinjaman jangka menengah. Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang. dan rekomendasi strategi pengelolaan utang jangka menengah. c. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. b. e. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. analisis. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan pinjaman. Pasal 1399 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman mempunyai tugas melakukan perumusan. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan dan review kebijakan pengelolaan utang. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit dan penurunan country risk. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan batas maksimum pinjaman jangka menengah. perumusan. dan c. evaluasi. d. . Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. b.397 -    Pasal 1396 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan perumusan. Pasal 1398 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri atas: a. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan Surat Berharga Negara jangka menengah. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya penurunan country risk.

Pasal 1401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1400. melakukan evaluasi pelaksanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. e. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan portofolio utang. biaya dan risiko. . b. f. evaluasi. evaluasi. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan. Penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko melalui instrumen derivatif. penyusunan rekomendasi portofolio benchmark. evaluasi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan perencanaan pembiayaan utang. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Negara. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara dan kapasitas penerbitan Surat Berharga Negara jangka menengah. analisis dan rekomendasi strategi pembiayaan tahunan melalui utang. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah. (3) Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan analisis rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1400 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. biaya dan risiko dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. Penyusunan rekomendasi portofolio benchmark utang termasuk struktur portofolio. Penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio utang. c. d. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui utang.398 -    (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan perumusan. termasuk struktur portofolio. Penyusunan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. dan g. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. Perumusan.

. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui pinjaman. Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan monitoring strategi pembiayaan tahunan melalui utang. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Surat Utang Negara. b. evaluasi. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Pembiayaan Syariah. (3) Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan c. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Surat Utang Negara termasuk struktur portofolio. biaya dan risiko. evaluasi. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Surat Berharga Negara. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Pembiayaan Syariah termasuk struktur portofolio. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Surat Berharga Negara. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark pinjaman termasuk struktur portofolio.399 -    Pasal 1402 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri atas: a. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Pembiayaan Syariah. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Pembiayaan Syariah melalui instrumen derivatif. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. Pasal 1403 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio pinjaman. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Pembiayaan Syariah. biaya dan risiko. melakukan penyiapan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. biaya dan risiko. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Pembiayaan Syariah. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Surat Berharga Negara. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko pinjaman melalui instrumen derivatif. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Surat Berharga Negara melalui instrumen derivatif. evaluasi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio pinjaman. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara.

perumusan. Pasal 1406 Subdirektorat Kewajiban Kontijensi terdiri atas: a. e. . pengelolaan transaksi. penyiapan. d. c. analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. Pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. Pasal 1407 (1) Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi. b. perjanjian/kontrak perikatan. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyelesaian pembayaran.400 -    Pasal 1404 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan kewajiban kontinjensi. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. Pasal 1405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 1404. dan c. serta melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. perjanjian/kontrak perikatan. perjanjian/kontrak perikatan. Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi. akuntansi. dan/atau kebijakan. dan/atau kebijakan. dan f. Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi. Subdirektorat Kewajiban Kontijensi menyelenggarakan fungsi: a. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. b. Penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan risiko kewajiban kontinjensi. Penyusunan rekomendasi kebijakan. penyiapan dokumen anggaran. pengelolaan transaksi. Pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. melakukan penyusunan rekomendasi kebijakan. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi.

pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. Seksi Analisis Mikro. komunikasi dan diseminasi dengan pihak terkait dalam rangka analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. pelaksanaan kegiatan analisis dan penyusunan laporan dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. melakukan analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. dan g. melakukan analisis/telaah dampak hukum dan sosial atas kegiatan yang terkait dengan kewajiban kontijensi dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan rekomendasi peraturan. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. d. penyusunan. perumusan. pelaksanaan evaluasi hasil analisis dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.401 -    (2) Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. . review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. Pasal 1410 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang terdiri atas: a. b. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pemantauan kewajiban kontinjensi. pelaksanaan koordinasi. c.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . akuntansi. e. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. kebijakan dan perjanjian/kontrak kewajiban kontinjensi. penyiapan dokumen anggaran. pengumpulan. penyelesaian pembayaran. serta penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan evaluasi kinerja. Subdirektorat Riset Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. f. (3) Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan penyiapan. penyusunan identifikasi kebutuhan dan perencanaan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. dan pemeliharaan database yang mendukung analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. melakukan penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. Pasal 1409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1408. Pasal 1408 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. perjanjian/kontrak perikatan. Seksi Analisis Makro. b.

keuangan dan rumah tangga. . Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data. dan Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. analisis beban kerja. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis mikro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi.402 c. pemeliharaan data base. serta evaluasi kinerja. penganggaran. d. melakukan penyajian data yang mendukung riset dan penyusunan kebijakan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. kepegawaian. Akuntansi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. Akuntansi. dan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan data utang dan kewajiban kontinjensi. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi. (4) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. dan setelmen berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Pasal 1412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. akuntansi. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis makro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. (2) Seksi Analisis Mikro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. dan Setelmen Pasal 1413 Direktorat Evaluasi. penyusunan dan.    Pasal 1411 (1) Seksi Analisis Makro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. prosedur operasi standar.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. akuntansi. penyiapan penyusunan norma. Akuntansi. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan e. Pasal 1417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1416. dan Setelmen terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. b. c.403 -    Pasal 1414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1413. Pasal 1415 Direktorat Evaluasi. Direktorat Evaluasi. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. serta menyiapkan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Subdirektorat Setelmen Transaksi. melaksanakan analisis kinerja perkembangan pinjaman. dan setelmen. . c. hibah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi. b. hibah. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi. akuntansi. prosedur. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. d. Pasal 1416 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. dan kriteria di bidang evaluasi. dan setelmen. hibah. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. e. akuntansi. Akuntansi. dan setelmen. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. dan f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. dan setelmen. menyiapkan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. Kelompok Jabatan Fungsional.

Seksi Monitoring dan Evaluasi I. penganggaran. penyiapan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. serta evaluasi kinerja. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. c. hibah. penatausahaan dokumen perjanjian. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pinjaman. analisis perkembangan dan penyiapan bahan rekomendasi rencana tindak (action plan) terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. dan d. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. serta verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi. d. II. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. dokumen penarikan. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. . dan dokumen pembayaran. hibah. Pasal 1420 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. prosedur operasi standar. analisis beban kerja. b. dan e. dan Surat Berharga Negara. c. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms.404 -    b. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. hibah. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. realisasi penarikan pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1419 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi I. Pasal 1418 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri atas: a. pemutakhiran data pinjaman dan hibah. hibah.

b. pemutakhiran data. c. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. dokumen penarikan. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. realisasi pembayaran kewajiban. dan Surat Berharga Negara sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan dokumen perjanjian. berkaitan dengan pinjaman dan hibah luar negeri sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I. c. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. . serta penatausahaan dokumen perjanjian. kebenaran pencatatan/data entry. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara. Pasal 1423 (1) Seksi Administrasi Utang dan Hibah mempunyai tugas melakukan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. serta dokumen transaksi Surat Berharga Negara. hibah. hibah. Surat Utang Negara. pemutakhiran data. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. dan dokumen pembayaran pinjaman. berkaitan dengan pinjaman. realisasi penarikan.405 -    Pasal 1421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1420. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. Pasal 1422 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi terdiri atas: a. dan instrumen pembiayaan syariah. hibah. d. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri II. dan e. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. b. dan Surat Berharga Negara. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. dan d. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. dokumen penarikan. Seksi Administrasi Utang dan Hibah. hibah. realisasi pembayaran kewajiban.

pemrosesan pembayaran. rekonsiliasi jumlah utang. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H).406 -    (3) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. b. perhitungan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. . perhitungan. pencatatan. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). peminjaman dan pembayaran. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penyiapan data penarikan dan pembayaran. pemrosesan pembayaran. pemrosesan pembayaran.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rekonsiliasi jumlah utang. dan pelaporan transaksi. hibah. perhitungan. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan pembayaran. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. peminjaman dan pembayaran. perhitungan. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. rekonsiliasi jumlah utang. pembelian. rekonsiliasi jumlah utang. penyiapan data hasil penjualan. c. realisasi penarikan. dan pelaporan transaksi. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. penyiapan data hasil penjualan. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pencatatan. dan pelaporan transaksi. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman dan hibah dalam negeri serta penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran antara dokumen transaksi pembayaran/Surat Perintah Membayar (SPM) dan dokumen permintaan pembayaran yang berkaitan dengan Surat Berharga Negara sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pencatatan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1424 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan pelaporan transaksi. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah (SP4H). pencatatan. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1424. kebenaran pencatatan/data entry. pembelian.

rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). rekonsiliasi jumlah utang. penyajian laporan. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. dan pembayaran. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. penyiapan data hasil penjualan. . serta penyiapan data hasil penjualan. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. peminjaman. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). perhitungan. pencatatan. pembelian. pencatatan. diseminasi laporan. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. verifikasi data akuntansi.407 -    Pasal 1426 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri atas: a. pencatatan basis data akuntansi. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. dan pembayaran. dan d. perhitungan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. pemrosesan pembayaran. c. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Pasal 1428 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data pinjaman dan hibah. penyiapan data penarikan dan pembayaran. b. pencatatan. peminjaman. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pemrosesan pembayaran. perhitungan. rekonsiliasi realisasi data terkait pinjaman. pembelian. dan pelaporan transaksi. rekonsiliasi jumlah utang. rekonsiliasi jumlah utang. Pasal 1427 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pemrosesan pembayaran. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur.

b. Surat Utang Negara. penyiapan. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. c.408 -    Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. Surat Utang Negara. menyusun data. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. Surat Utang Negara. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. b. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. d. dan d. c. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1430 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Pasal 1431 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Konsolidasi Data. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan e. penyajian.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan konsolidasi data pinjaman dan hibah. Surat Utang Negara. dan mengembangkan data pinjaman dan hibah. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data pinjaman dan hibah. . pelaksanaan rekonsiliasi realisasi data pinjaman. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan publikasi laporan pinjaman. penyiapan materi publikasi dan pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah.

    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . keuangan dan rumah tangga. Pasal 1434 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi.409 -    Pasal 1432 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1433 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat I. . Inspektorat IV. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. d. dan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian e. dan kegiatan pengawasan lainnya. b. pemantauan. penyusunan laporan Keuangan. e. evaluasi. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1437 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 1436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1435. reviu. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. d. b. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan.410 BAB XII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1435 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. Inspektorat II .

Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1438 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. h. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. g. d. e. dan i. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. c. Inspektorat VII.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . protokoler dan kerumahtanggaan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. dan f. perlengkapan. b. Inspektorat Bidang Investigasi. pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. Inspektorat VI. d. c. Bagian Umum. e.411 f. Pasal 1439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1438. Inspektorat V. Pasal 1440 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia. Bagian Kepegawaian. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. . dan f. pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. pelaporan. serta penugasan pengawasan.

c. Pasal 1442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1441. Pasal 1444 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan evaluasi organisasi. dan d. Subbagian Pelaporan. evaluasi sistem dan prosedur kerja. analisis beban kerja. dan evaluasi pemeringkatan jabatan.412 Pasal 1441 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaporan. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. pengelolaan kinerja organisasi. evaluasi sistem dan prosedur kerja. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. manajemen risiko. pelaksanaan evaluasi organisasi. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. analisis jabatan. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . manajemen risiko. b. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. b. Subbagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan kinerja organisasi. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. Subbagian Ketatalaksanaan. analisis jabatan. dan d. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. (2) . analisis beban kerja. Subbagian Organisasi. c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1443 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan.

Subbagian Perbendaharaan. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. b. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. c. Pasal 1446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1445. pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. rencana anggaran. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. program kerja pengawasan tahunan. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. Pasal 1445 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.413 (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. (4) . dan d. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. Subbagian Akuntansi. Pasal 1447 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian.

serta mutasi kepegawaian lainnya. dan d. . c. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan basis data. pengelolaan kepangkatan. kesejahteraan. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. pemberhentian. pelaksanaan assessment center. dokumentasi. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. personal profiling. rencana anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Kepegawain menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan. Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melakukan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Pasal 1450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1449. dan pemensiunan pegawai. dan evaluasi kinerja pegawai. Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian. perencanaan SDM. dan d. Pasal 1451 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. pemberian penghargaan. b. pengelolaan administrasi sanksi. program kerja pengawasan tahunan. penyusunan formasi. b.414 Pasal 1448 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. Subbagian Pengembangan Pegawai. c. pengangkatan. penempatan. pelaksanaan urusan absensi. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. cuti. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 1449 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan pegawai. dan konseling pegawai.

pengelolaan kepangkatan. serta analisis dan penyajian informasi. penyusunan formasi. serta mutasi kepegawaian lainnya.415 Pasal 1452 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemberian penghargaan. pemberhentian. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan absensi. pengelolaan basis data internal. pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. b. dokumentasi. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. pengelolaan administrasi sanksi. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. dan evaluasi kinerja pegawai. pemeliharaan aplikasi. pemindahan. assessment center. administrasi sistem. pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. dan pemensiunan pegawai. kesejahteraan. Pasal 1454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1453. dan konseling pegawai. (4) Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. penempatan. pengelolaan basis data. . cuti. personal profiling. (2) Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan perencanaan SDM. c. pelatihan aplikasi. Pasal 1453 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. dan d. pengangkatan.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta penugasan pengawasan. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. Subbagian Dukungan Pengguna. Pasal 1457 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. pelaksanaan urusan persuratan. administrasi sistem. b. pengelolaan basis data internal.416 Pasal 1455 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri atas: a. kearsipan. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. c. Pasal 1458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1457. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. kehumasan. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. protokoler dan kerumahtanggaan. Pasal 1456 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. . Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. serta analisis dan penyajian informasi. perlengkapan. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. kepustakaan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan aplikasi. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas melakukan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. penggandaan. pelatihan aplikasi. komunikasi publik. serta pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. ekspedisi.

dan d. pelaporan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. kearsipan.417 b. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. c. penyaluran. pelaksanaan. Subbagian Perlengkapan. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas melakukan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. Pasal 1460 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. pelaksanaan. akomodasi. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. kerumahtanggaan. dan d. . Subbagian Penugasan Pengawasan. pencatatan. penyimpanan. (2) Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. penyiapan dokumen. penyusunan rencana kebutuhan. pelaporan. penyimpanan. akomodasi. pelaksanaan pengadaan. pengangkutan. pengangkutan. Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. c. Pasal 1459 Bagian Umum terdiri atas: a. b. komunikasi publik. protokoler. pencatatan. protokoler. kehumasan. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. ekspedisi. dan pemeliharaan inventaris kantor. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. kerumahtanggaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyaluran. pelaksanaan pengadaan. penggandaan. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. pelaksanaan urusan dalam. Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga. penyiapan dokumen. kepustakaan. dan pemeliharaan inventaris kantor.

e. d. reviu. h. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat I. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. i. j. asistensi. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I.418 Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1461 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. Pasal 1462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1461. konsultasi. pemantauan. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. evaluasi. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. c. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I serta audit untuk tujuan tertentu. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. k. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. g. penyusunan rencana strategis. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat I. . pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pajak. f. kebijakan.

rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. b. Pasal 1464 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat I. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. n. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 1463 Inspektorat I terdiri atas: a. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1465 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta penyusunan laporan hasil pengawasan. . c. dan b. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. reviu. pemantauan.419 l. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. dan o. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat I. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. m. kebijakan. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat II. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1465. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai.

koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. j. i. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. g. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. asistensi. e. Pasal 1467 Inspektorat II terdiri atas: a. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. m. dan b. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat II. h. l. Pasal 1468 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat II. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat II. konsultasi. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. dan o. k. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . n. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. . Kelompok Jabatan Fungsional. f.420 d. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II.

. konsultasi. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. kebijakan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. Pasal 1470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1469. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. b. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. penyusunan rencana strategis. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. c. h. f. asistensi. evaluasi. e. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat III. reviu. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.421 Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1469 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. g. j. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. i. d. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III serta audit untuk tujuan tertentu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

dan b. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1473. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. Pasal 1472 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat III. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. n. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat III. evaluasi. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat III.422 k. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. Subbagian Tata Usaha. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1473 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. dan o. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV serta audit untuk tujuan tertentu. penyusunan rencana strategis. reviu. Pasal 1471 Inspektorat III terdiri atas: a. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. m. Kelompok Jabatan Fungsional. kebijakan. . l. b. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat IV. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja.

pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. f. g. e. dan o. Pasal 1475 Inspektorat IV terdiri atas: a. j. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat IV. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Tata Usaha. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. d. asistensi.423 c. Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. l. i. k. m. h. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat IV. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Pasal 1476 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat IV. . n. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. konsultasi.

penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. b. reviu. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. penyusunan rencana strategis. Pasal 1478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1477. serta audit untuk tujuan tertentu. g. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. kebijakan. d. . pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. i. f. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan dan pada unit yang menangani bidang anggaran dan perimbangan keuangan. e. j.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V.dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat V. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a.424 Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1477 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. evaluasi. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan peran konsultasi belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan. c. pemantauan. h.

koordinasi pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. Pasal 1482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1481. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. o. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. penyusunan rencana strategis. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat V. m. . l. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VI. evaluasi.425 k. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1481 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. reviu. dan b. konsultasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat V. dan p. Subbagian Tata Usaha. n. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. Pasal 1479 Inspektorat V terdiri atas: a. asistensi. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat V. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. kebijakan.

f. e. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. k. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. h. asistensi. c. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VI. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. . n. dan o. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. j. dan b. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. g. i. d. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.426 b. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VI. Pasal 1483 Inspektorat VI terdiri atas: a. l. m. konsultasi. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Kelompok Jabatan Fungsional.

i. f. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1485 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. penyusunan rencana strategis. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VII. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. penyusunan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal serta pemantauan dan evaluasi terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. j.427 Pasal 1484 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VI. pemantauan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. b. d. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. . k. koordinasi penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. kebijakan. c. reviu. koordinasi penyusunan rencana strategis dan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. g. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. evaluasi. pelaksanaan peran konsultasi dan asistensi Risk Management terhadap unsur Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi pelaksanaan kajian peraturan di lingkungan Inspektorat Jenderal. e. h.

q. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. o. n. Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Pasal 1487 Inspektorat VII terdiri atas: a.428 l. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. u. s. t. Pasal 1488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VII. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VII. dan v. dan b. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. konsultasi. m. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. p. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VII. r. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. asistensi. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. .

Pasal 1490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1489. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat Bidang Investigasi. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan penyampaian laporan audit investigasi serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Bidang Investigasi. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. g. pemantauan. pemberian keterangan ahli di persidangan. dan n. j. i. b. pelaksanaan dan pengendalian audit investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Kementerian Keuangan. l. koordinasi pengawasan yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. . d. penanganan permintaan audit Investigasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pelimpahan kasus kepada Instansi Penegak Hukum. koordinasi penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media. pelaksanaan koordinasi dengan instansi penegak hukum. pelaksanaan sosialisasi kegiatan investigasi. kebijakan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit investigasi. m. pelaksanaan kegiatan intelijen dan surveillance. f. permintaan informasi.429 Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1489 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. penyusunan rencana strategis. koordinasi pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan di lingkungan Kementerian Keuangan. k. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. h. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil audit investigasi. c. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap unsur Kementerian Keuangan. koordinasi pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan unsur Kementerian Keuangan. e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1492 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat Bidang Investigasi. dan b. . (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pasal 1494 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1493 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku.430 Pasal 1491 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha.

Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. perumusan standar. norma. b. pengaturan. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. Kliring dan Penjaminan. dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan.431 BAB XIII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1495 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. i. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. penegakan peraturan di bidang pasar modal. k. f. persetujuan. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1495.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. e. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. h. j. g. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. c. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha.

d. j. Biro Riset dan Teknologi Informasi. Biro Kepatuhan Internal. dan m. e. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Dana Pensiun. k. Biro Pengelolaan Investasi. b. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Biro Perasuransian. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. g. c. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. h. l. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. i. b. pelaksanaan penataan organisasi. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1498 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 1499 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1498. f. .432 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1497 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri atas: a. Sekretariat Badan.

d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. Pasal 1501 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. e. i. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. Pasal 1502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1501. c. . penyusunan prosedur dan metode kerja. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. e. f. Bagian Perencanaan dan Organisasi. Bagian Umum. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. c. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. penataan organisasi. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. f. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. d. perencanaan anggaran Badan. perencanaan anggaran badan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. analisis dan evaluasi jabatan. dan penyiapan bahan pelaksanaannya. laporan akuntabilitas kinerja. g. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1500 Sekretariat Badan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat.433 c. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. h. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan penataan organisasi. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. d. pelaksanaan urusan keuangan Badan.

(2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. . d. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. dokumentasi. dan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. pemberhentian. Subbagian Organisasi. Pasal 1504 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. b. kepangkatan. analisis jabatan. dan Subbagian Tata Laksana. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. d. c. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Perencanaan Anggaran. pelaksanaan urusan pengangkatan.434 - Pasal 1503 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1505 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. b. c. Pasal 1506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1505. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

b.435 - Pasal 1507 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. c. . kepangkatan. Pasal 1509 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. dan Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. pemberhentian. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. c. statistik dan kesejahteraan pegawai. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran. b. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan penatausahaan penerimaan negara. b. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. dokumentasi. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 1511 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1508 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. c. d. dan Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 1510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1509.

Pasal 1513 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. f. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. dana pensiun. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. e. perusahaan pembiayaan. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. . penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga b. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. dan modal ventura. asuransi. g. Pasal 1514 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1513. d.436 - Pasal 1512 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan.

Pasal 1516 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. b. Subbagian Kerjasama Bilateral. dan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. rancangan perjanjian. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat.437 keuangan dengan negara lain dan badan internasional. h. bahan pertukaran informasi. i. penyiapan dan pengembangan teknik. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1515 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. metode dan materi penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bahan pertukaran informasi. dan kegiatan lainnya yang sejenis. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan- . pemantauan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. rancangan perjanjian. pelaksanaan kerjasama internasional. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. seminar. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. dan Subbagian Pengaduan Pasar Modal. j. Subbagian Hubungan Masyarakat. c. d. Subbagian Kerjasama Multilateral. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. pelaksanaan kerjasama internasional.

pengangkutan pegawai. Pasal 1517 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. protokol.438 bahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. pelaksanaan. dan akomodasi Ketua Badan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. b. keprotokolan. . ekspedisi. dan pelaksanaan urusan perlengkapan. pencatatan acara. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1507. penyiapan bahan. pendistribusian. Subbagian Rumah Tangga. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. Pasal 1520 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. Subbagian Tata Persuratan. penyiapan dokumen. b. perjalanan dinas dan gaji. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. komputerisasi persuratan. rumah tangga. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan penggandaan. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. d. mengkoordinir penyusunan pidato. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. Pasal 1519 Bagian Umum terdiri atas: a. inventarisasi. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. penyimpanan. pemeliharaan dan penyiapan penghapusan perlengkapan. kearsipan. dan Subbagian Perlengkapan. perlengkapan. pelaksanaan urusan tata persuratan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. c. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. dan tata usaha Ketua Badan.

penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. b. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. j. i. pemberian pertimbangan. dan f. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). k.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1522 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1521. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. g. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. pemberian bantuan hukum. . pemberian pertimbangan. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. saran. e. penanganan keberatan.439 - Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1521 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. c. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. h. d. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. penetapan sanksi. melakukan litigasi.

penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pasal 1523 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. d. . yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Pasal 1524 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan.440 l. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. dan lembaga pemeringkat Efek. b. dan pelaksanaan tata usaha biro. d. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. Pasal 1525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1524. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Wakil Manajer Investasi. c. e. penyusunan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. c. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha biro. Penasihat Investasi. Manajer Investasi. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. Penasihat Investasi. dan Subbagian Tata Usaha Biro. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. b. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Manajer Investasi. b. Pasal 1526 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. e.

pengkajian peraturan pasar modal internasional.441 Pasal 1527 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Bagian Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pasal 1529 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1528. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. kepegawaian. Agen Penjual Efek Reksa Dana. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan lembaga pemeringkat Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. dan lembaga pemeringkat Efek. dan Hukum .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rumah tangga. Lembaga Kliring dan Penjaminan. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Wakil Manajer Investasi. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. dan pelaporan biro. Wakil Manajer Investasi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Manajer Investasi. b. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Penasihat Investasi. Manajer Investasi. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Biro Administrasi Efek. kearsipan. yang berkaitan dengan Bursa Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Kustodian. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Penasihat Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. c. Pasal 1528 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan.

(2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Wakil Penjamin Emisi Efek. dan Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1530 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. . dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Kustodian. Penjamin Emisi Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Wakil Perantara Pedagang Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. c. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. b. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.442 d. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Wakil Penjamin Emisi Efek. Perantara Pedagang Efek. Pasal 1531 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Biro Administrasi Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Kustodian. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Kustodian. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek.

dan . yang berkaitan dengan Emiten. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Akuntan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Akuntan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Wali Amanat. Akuntan. Perusahaan Publik.443 Pasal 1532 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. b. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1534 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri atas: a. Perusahaan Publik. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. dan Penilai. Perusahaan Publik. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Notaris. Penilai. Pasal 1535 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. penyusunan. Penilai. Akuntan. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. Konsultan Hukum. Pasal 1533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1532. c. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Penilai. b. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik.

Subbagian Peraturan Perasuransian. pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan Dana Pensiun. yang berkaitan Perasuransian. dan dana pensiun. yang berkaitan dengan Emiten. Pasal 1536 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Notaris.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. (3) b. c. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wali Amanat. pembiayaan dan penjaminan. b. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Konsultan Hukum. Pasal 1538 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri atas: a. . penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Akuntan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Pasal 1537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1536. Penilai. dan dana pensiun.444 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan Subbagian Peraturan Dana Pensiun. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Perusahaan Publik. pembiayaan dan penjaminan. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan dengan perasuransian.

pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. yang berkaitan dengan perasuransian. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. . bantuan hukum. penyusunan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan perasuransian. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan.445 Pasal 1539 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. pendapat hukum. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. Pasal 1540 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. pengkajian peraturan perasuransian internasional. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. pemberian saran. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun.

pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. b. k. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. Subbagian Notaris Pasar Modal. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. c. i. f.446 - Pasal 1541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1540. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. di b. c. Pasal 1542 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal terdiri atas: a. h. e. . d. j. ahli. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. dan melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. g. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal.

447 Pasal 1543 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. analisis. Biro Riset dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. memproses pendaftaran. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1544 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1544. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. ahli. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. memproses pendaftaran. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. pengumpulan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. .

analisis. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. analisis. dana pensiun. . dan penyiapan bahan pengumpulan. dan Kelompok Jabatan Fungsional.448 b. Bagian Riset Pasar Modal. dan penyajian data ekonomi makro. Bagian Riset Asuransi. Pasal 1546 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. f. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Riset Ekonomi. analisis. c. b. pengumpulan. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. dana pensiun. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. d. dan lembaga keuangan lain. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. Pasal 1548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1547. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. g. c. analisis. Pasal 1547 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. dan pelaksanaan tata usaha biro. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pengumpulan. f. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. d. dan penyajian data dan statistik asuransi. pengelolaan. b. dan penyajian data dan statistik pasar modal. c. dan lembaga keuangan lain. penyusunan. e.

analisis. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. c. dan penyajian data dan statistik pasar modal. analisis. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Statistik Pasar Modal. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Pasal 1550 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. dan Subbagian Tata Usaha Biro.449 Pasal 1549 Bagian Riset Ekonomi terdiri atas: a. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. b. penyiapan bahan pengumpulan. c. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 1552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1551. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. . penyiapan bahan pengumpulan. analisis. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. b. Pasal 1553 Bagian Riset Pasar Modal terdiri atas: a. b. analisis. Pasal 1551 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. analisis. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal.

Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Dana Pensiun. Subbagian Statistik Asuransi. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Bagian Riset Asuransi. kearsipan. analisis. b. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. . Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyajian data dan statistik pasar modal. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Pasal 1555 Bagian Riset Asuransi. rumah tangga. penyiapan bahan pengumpulan.450 Pasal 1554 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. c. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. analisis. analisis. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Pasal 1556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1555. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun. Usaha Jasa Pembiayaan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1557 Bagian Riset Asuransi. dan pelaporan biro. dan penyajian data dan statistik Asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengumpulan. kepegawaian. dana pensiun. b. c. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri atas: a. dan lembaga keuangan lain. analisis.

penyiapan bahan penyusunan. b. dan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. pengelolaan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. . penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Pasal 1559 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik Asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. dan Subbagian Dukungan Teknis. pengelolaan. c. Usaha Jasa Pembiayaan. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi.451 Pasal 1558 (1) Subbagian Statistik Asuransi. Dana Pensiun. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. c. Dana Pensiun. Usaha Jasa Pembiayaan. b. Usaha Jasa Pembiayaan. Pasal 1561 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Pasal 1560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1559. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. analisis. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. analisis.

b. b. Pasal 1563 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. c. dan c. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. Pasal 1566 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. . Pasal 1565 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri atas: a. (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Penyajian Data dan Informasi. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1563. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi.452 Pasal 1562 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. pengelolaan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal.

dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 1568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1567. Pasal 1570 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. pengawasan. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. pembinaan. e. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. d. c. . b. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. pelaksanaan tata usaha biro. b. Keterbukaan Emiten. f. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Kelompok Jabatan Fungsional. Pengelolaan Investasi. dan h. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. d. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. c.453 Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1567 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Pasal 1569 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri atas: a. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal.

kearsipan. e. c. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. d. b. II. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengolahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III.454 Pasal 1571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1570. . d. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. dan pelaporan biro. Pasal 1572 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. dan Subbagian Tata Usaha Biro. rumah tangga. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. kepegawaian. b. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pengumpulan. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1574 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1573 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I.

c. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1577 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Perusahaan Efek. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. b. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. pengumpulan. c. d. pengolahan. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. . Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. b. Pasal 1576 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a.455 Pasal 1575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1574. II. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1578 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. b. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. c. Pasal 1582 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. b. II. pengolahan. pengumpulan. d. Pasal 1581 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.456 Pasal 1579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1578. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. c. Pasal 1580 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri atas: a. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. . evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa.

c. pemrosesan izin usaha. Pasal 1585 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a.457 Pasal 1583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1582. II. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Pasal 1584 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri atas: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. b. . Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1586 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. b. c. pengolahan. pengumpulan. Wakil Manajer Investasi. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Manajer Investasi. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. dan Penasihat Investasi. d.

pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. Pasal 1589. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Penasihat Investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan aspek keterbukaan. Wakil Manajer Investasi. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. hukum. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. dan Wakil Manajer Investasi. dan Penasihat Investasi. c. f. izin perseorangan. Pasal 1588 Biro Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. Bagian Pengembangan Produk Investasi. d. pemrosesan permohonan izin usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Manajer Investasi.458 Pasal 1587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1586. Wakil Manajer Investasi. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. dan pelaksanaan tata usaha biro. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. Pasal 1590 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Wakil Manajer Investasi. b. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. b. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. b. Penasihat Investasi. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. e. g. . f. e. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. Pasal 1589 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian d. c.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 459 Pasal 1591 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi; Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1592 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Pasal 1593 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1594 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Pasal 1593, Bagian

pengumpulan, analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; dan analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 460 Pasal 1595 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana; dan b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Pasal 1596 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1597 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi, Penasihat Investasi, izin Perseorangan, izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1598 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1597, Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi;

b. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi; c.

d. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; e. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 461 f. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

g. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; dan h. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1599 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Wakil Manajer Investasi; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1600 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi, dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana, menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1601 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha, penelaahan aspek keterbukaan, hukum, akuntansi, pernyataan pendaftaran, dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Pasal 1602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1601, Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek, aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi, laporan keuangan dan akuntansi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 462 b. c. d. e. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis, pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi; penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan; penelaahan aspek keterbukaan, hukum, dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset; penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset; dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset. Pasal 1603 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Penelaahan Hukum; Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset; dan Subbagian Penelaahan Akuntansi. Pasal 1604 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran, laporan, dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana, dan Efek Beragun Aset. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, Penelaahan laporan, dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Pasal 1605 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Reksa Dana, Efek Beragun Aset, menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi.

f. g. h.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 463 Pasal 1606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1605, Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian; pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi; peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan

pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Pasal 1607

Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Kepatuhan Reksa Dana; dan Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1608 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi, melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi dan Kustodian, memantau kepatuhan penyampaian laporan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 464 Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1609 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan, pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, Kustodian, Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Penjamin Emisi Efek, dan pengawasan transaksi Efek, serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. Pasal 1610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1609, Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, dan Penjamin Emisi Efek; pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pemeriksaan atas Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara; dan pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1611 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Lembaga Efek; Bagian Kepatuhan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Perdagangan; Bagian Wakil Perusahaan Efek; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c. d.

e. f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 465 Pasal 1612 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek, Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan, pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1612, Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Bagian

penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek; dan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. Pasal 1614

Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek; Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1615 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek, dan penelaahan kode etik lembaga Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek, menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek, Wakil Perusahaan Efek, dan Perantara Pedagang Efek, melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan, menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan, serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 466 Pasal 1616 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1616, Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, dan Biro Administrasi Efek; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian; penelaahan laporan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1618 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I; Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1619 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian.

b. c. d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 467 Pasal 1620 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan, mempersiapkan jadwal pemeriksaan, melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyimpanan, Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1620, Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1622 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I; Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1623 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. indikasi adanya

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 468 (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1624 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. Pasal 1625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1624, Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain; dan penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek, Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain. Pasal 1626 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa; Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil; dan Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. Pasal 1627 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 469 (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan, penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, pengawasan perkembangan, dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara, Efek Lain dan Derivatif, serta pengawasan perdagangan di luar bursa. Pasal 1628 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1628, Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1630 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek; Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1631 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan peraturan dan laporan, penyusunan program pemeriksaan, serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 470 (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penyusunan program pemeriksaan, dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan biro.

Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1632 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. Pasal 1633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1632, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.

Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. e. pembiayaan. b. b. . Pernyataan Penggabungan Usaha. dan investasi. asuransi. dan investasi. sekuritas. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. asuransi. b. sekuritas. asuransi. sekuritas. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan.471 Pasal 1634 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri atas: a. Pernyataan Penawaran Tender. asuransi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. sekuritas. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. dan investasi. pembiayaan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. d. pembiayaan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. sekuritas. f. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan investasi. c. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. asuransi. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. Pasal 1637 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. c. dan investasi. pembiayaan. pembiayaan. Pasal 1635 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pasal 1636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1635. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan.

472 Pasal 1638 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. media massa. konstruksi. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. perhubungan. Pernyataan Penawaran Tender. telekomunikasi. properti. dan jasa lainnya. teknologi informasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pariwisata. real estat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Investasi. real estat. properti. properti. b. perhotelan. asuransi. konstruksi. media massa. media massa. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1639. Pernyataan Penggabungan Usaha. perhotelan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. perhubungan. perhotelan. dan Investasi. sekuritas. perhubungan. telekomunikasi. pariwisata. real estat. d. teknologi informasi. perhotelan. perhotelan. telekomunikasi. media massa. konstruksi. dan Investasi. dan jasa lainnya. real estat. properti. pariwisata. Pernyataan Penawaran Tender. teknologi informasi. pariwisata. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. pembiayaan. telekomunikasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. . teknologi informasi. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. pembiayaan. dan jasa lainnya. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perhubungan. konstruksi. teknologi informasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. real estat. perhubungan. Pernyataan Penawaran Tender. asuransi. pembiayaan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. asuransi. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. pariwisata. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. c. media massa. properti. konstruksi. dan jasa lainnya. dan jasa lainnya. telekomunikasi. Pasal 1639 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. sekuritas.

b. real estat. perhotelan. dan investasi. perhubungan. perhubungan. perhotelan. Pernyataan Penggabungan Usaha. pariwisata. teknologi informasi. perhubungan. media massa. konstruksi. Pasal 1642 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. properti. telekomunikasi. properti. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan jasa lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. asuransi. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. penelaahan laporan. pariwisata. Pernyataan Penggabungan Usaha. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. telekomunikasi. dan investasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. konstruksi. pembiayaan. dan jasa lainnya. c. konstruksi. media massa. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. pariwisata. asuransi. sekuritas. teknologi informasi. dan jasa lainnya.473 Pasal 1641 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1643 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pasal 1644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1643. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. media massa. pembiayaan. sekuritas. . perhotelan. properti. real estat. teknologi informasi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. real estat. telekomunikasi.

Pasal 1645 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. dan pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan investasi.474 b. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . asuransi. Pasal 1646 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. sekuritas. pembiayaan. asuransi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. c. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. penelaahan laporan. pembiayaan. c. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. penelaahan laporan. sekuritas. sekuritas. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. dan investasi. d. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan investasi. pembiayaan. asuransi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b.

dan teknologi informasi. pariwisata. Pasal 1648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1647. perhubungan. d.475 Pasal 1647 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . perhubungan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. media massa. b. pariwisata. dan teknologi informasi. dan teknologi informasi. telekomunikasi. b. media massa. pariwisata. telekomunikasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. c. penelaahan laporan. telekomunikasi. media massa. media massa. pariwisata. Pasal 1649 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri atas: a. perhubungan. perhubungan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. telekomunikasi. dan teknologi informasi. media massa. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. Pasal 1650 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. dan teknologi informasi. perhubungan. telekomunikasi.

serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. . serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi.476 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. real estat. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1651 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhotelan. real estat. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. perhotelan. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. b. perhotelan. real estat. perhotelan. penelaahan laporan. penelaahan laporan. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan Perusahaan Jasa Lainnya. penelaahan laporan. perhotelan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. konstruksi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro. konstruksi. Pasal 1652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1651. konstruksi. e. c. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. real estat. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat.

Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1655 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Pasal 1656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1655. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Subbagian Tata Usaha Biro. kearsipan. b. Pasal 1654 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan biro. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. penelaahan laporan. . konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. c. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan laporan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. rumah tangga. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat.477 Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. kepegawaian. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c. aneka industri lainnya. b.478 b. aneka industri lainnya. alas kaki. Pasal 1659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1658. alas kaki. h. Pasal 1658 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. . dan Kimia. Logam. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. f. dan pelaksanaan tata usaha biro. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan indutri kimia. Pernyataan Penggabungan Usaha. garmen. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. industri logam. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. barang konsumsi. Pasal 1657 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri atas: a. industri dasar. alas kaki. c. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. d. dan industri kimia. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. f. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. industri logam. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. industri logam. Pernyataan Penawaran Tender. dan industri kimia. b. e. industri dasar. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. barang konsumsi. e. aneka industri lainnya. industri dasar.

penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. industri dasar. alas kaki. alas kaki. b. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. industri dasar. dan agrobisnis. c. Pernyataan Penawaran Tender. barang konsumsi. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. Pasal 1662 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. kehutanan. barang konsumsi. . aneka industri lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. d. industri logam. Pernyataan Penggabungan Usaha. aneka industri lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan industri kimia. barang konsumsi. industri logam. dan industri kimia. alas kaki. Pasal 1660 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri atas: a. industri logam. aneka industri lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. garmen. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. alas kaki. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Pasal 1661 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penggabungan Usaha. garmen. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. industri dasar. garmen.479 c. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. alas kaki. barang konsumsi. aneka industri lainnya. dan industri kimia. dan industri kimia. industri dasar. aneka industri lainnya. barang konsumsi. industri dasar. industri logam. dan industri kimia. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. industri logam.

Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. kehutanan. b. dan agrobisnis. Pasal 1664 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri atas: a. b. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan agrobisnis. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender. d. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan agrobisnis. Pasal 1665 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan agrobisnis. c. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan agrobisnis.480 Pasal 1663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1662. c. Pernyataan Penawaran Tender. kehutanan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. . (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan. dan agrobisnis. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. kehutanan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan.

dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. barang konsumsi. garmen. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Garmen. alas kaki. . dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Garmen. dan aneka industri lainnya. barang konsumsi. d. Pasal 1668 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri atas: a. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan alas kaki. alas kaki. dan aneka industri lainnya. Pasal 1667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1666. garmen. dan aneka industri lainnya. garmen. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan laporan.481 Pasal 1666 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. garmen. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. garmen. c. dan aneka industri lainnya. alas kaki. b. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. alas kaki. garmen. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. dan Alas Kaki. dan aneka industri lainnya. barang konsumsi. c. Pasal 1669 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. barang konsumsi.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. dan kimia. logam. penelaahan laporan. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. (3) b. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1670 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Pasal 1671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1670. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kimia. d. . dan kimia. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. logam. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. penelaahan laporan. logam. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. dan kimia. dan kimia.482 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan. penelaahan laporan. . serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Kimia terdiri atas: a. b.483 Pasal 1672 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Logam. c. Pasal 1673 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pasal 1674 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

kehutanan dan agrobisnis. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. dan c. Pasal 1677 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. kehutanan dan agrobisnis. kearsipan. Subbagian Tata Usaha Biro. rumah tangga.484 Pasal 1675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1674. d. c. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kepegawaian. b. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pasal 1676 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri atas: a. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaporan biro. kehutanan dan agrobisnis. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . kehutanan dan agrobisnis. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. e.

penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. pengumpulan. c. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. dan Wali Amanat di pasar modal. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. analisis. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. h. standar pemeriksaan akuntansi. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. Penilai. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. j. d. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. pembinaan. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. g. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaksanaan tata usaha biro. standar penilaian di bidang pasar modal. i. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. Pemeringkat Efek. e.485 Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1678 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. e. Pasal 1680 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri atas: a. Pasal 1679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1678. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. b. Bagian Akuntan. . pembinaan. d. standar tata kelola perusahaan. f. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. Pemeringkat Efek. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. b. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah.

c. Pasal 1683 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri atas: a. Subbagian Standar Akuntansi II. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. b.486 Pasal 1681 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. Subbagian Standar Akuntansi I. standar pemeriksaan khusus. f. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. c. d. b. Pasal 1682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1681. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. . dan Subbagian Standar Pemeriksaan. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. Pasal 1684 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi.

penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. Pemeringkat Efek. dan penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Asosiasi Pemeringkat Efek. Penilai. h. penyusunan program pengembangan Akuntan. f. Bagian Akuntan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. e. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. b. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Penilai. pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. c. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. g. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1685 Bagian Akuntan. Pasal 1686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1685. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. Pengelolaan Investasi. Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal.487 (2) Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. (3) . peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait.

dan inspeksi Pemeringkat Efek. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. Subbagian Penilai Pasar Modal. (2) (3) . pelaporan. dan Wali Amanat. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. analisis. pembinaan. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. pembinaan. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. dan lembaga lain yang terkait. pembinaan. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Pasal 1689 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. pengawasan dan inspeksi Penilai. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengumpulan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan tata usaha biro. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Subbagian Akuntan Pasar Modal. b. pengawasan. pelaporan. Penilai. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. c. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri atas: a. pengawasan. pengawasan dan inspeksi Penilai. dan inspeksi Akuntan. pelaporan.488 Pasal 1687 Bagian Akuntan. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. dan Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. pengawasan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. pengawasan pengendalian mutu Penilai. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Pasal 1688 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal.

f. b. e. dan Subbagian Tata Usaha Biro. analisis. c. Pasal 1691 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri atas: a. pengumpulan. Bagian penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. c. 1689. dan pelaksanaan tata usaha biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. analisis. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1692 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. . dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. pengumpulan.489 Pasal 1690 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi.

analisis. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. dan pelaporan biro. pengumpulan. Bagian a. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. rumah tangga. dan f. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. b. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. analisis. penelaahan. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. melakukan pengumpulan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. c. penyiapan. e. pengkajian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan pengumpulan. dan c. Pasal 1695 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. d. pengkajian. . kepegawaian. Pasal 1693 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. pengumpulan. kearsipan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. analisis. b. analisis. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal.490 (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Pasal 1694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1693.

491 Pasal 1696 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. evaluasi. penelaahan. melakukan pengumpulan. penelaahan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. melakukan pengumpulan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan data kelembagaan. . analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan melakukan pengumpulan. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. jasa. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. b. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Pasal 1698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1697. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. penelaahan. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. analisis. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1697 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. standardisasi. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan.

Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. . Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. c. e. d. Pasal 1702 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. c. Bagian Lembaga Penjaminan. b. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. penelahan jasa lembaga pembiayaan. penyajian informasi perkembangan usaha. b. d. dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga pelaksanaan tata usaha biro. dan Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. Pasal 1700 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Bagian Lembaga Pembiayaan. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. Pasal 1701 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1700. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan dan penjaminan. Pasal 1699 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri atas: a. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. c.492 c. dan analisis laporan keuangan. e.

pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1705 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1704. Pasal 1704 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. c. b. b. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. d. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1706 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. c.493 Pasal 1703 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. dan Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II.

rencana jangka pendek dan jangka panjang. b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1708 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan.494 Pasal 1707 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. c. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. d. rencana jangka pendek dan jangka panjang. analisis laporan keuangan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1709 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1708. Pasal 1710 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri atas: a. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyajian informasi perkembangan usaha. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. dan Subbagian Tata Usaha Biro. rencana jangka pendek dan jangka panjang. .

dan c. penelaahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. d. Pasal 1713 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1712. penelaahan kegiatan operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. kepegawaian dan pelaporan biro. c. Pasal 1714 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri atas: a. rumah tangga. Pasal 1715 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan kepatuhan. dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. analisis laporan keuangan. . (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. kearsipan. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III.495 Pasal 1711 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. penyajian informasi perkembangan usaha. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. Pasal 1712 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus.

analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat. termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku. i. h. perubahan. evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian. d. penelaahan kegiatan operasional. penelaahan kepatuhan. analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi. penelaahan kegiatan operasional. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian. . analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. c. Pasal 1717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1716.496 (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. b. pembentukan. dan penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala. g. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku. penelaahan kepatuhan. e. dan pelaksanaan tata usaha biro. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. kecil dan menengah. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku. f. Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1716 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis. dan usaha pembiayaan usaha mikro. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian.

pembubaran perusahaan perasuransian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. dan pembubaran perusahaan perasuransian. Pasal 1722 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. d. Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pemeriksaan Perasuransian. pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Kelembagaan Perasuransian. dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.497 Pasal 1718 Biro Perasuransian terdiri atas: a. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. Pasal 1721 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri atas: a. Pasal 1720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1719. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian. pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian. c. perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian. b. dan Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan. d. Subbagian Kelembagaan Perasuransian II. II. melakukan perencanaan penyuluhan. penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. kepengurusan. . dan pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. c. Bagian Perasuransian Syariah. b. c. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian. bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. registrasi tenaga ahli. e. pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. f. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. b. Pasal 1719 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis.

498 Pasal 1723 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan. dan sistem analisis laporan . dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. c. b. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi sistem perasuransian. Pasal 1724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1723. dan Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. pelaporan. c. Pasal 1728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1727. mengembangkan sistem. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan data dan analisis program asuransi. Pasal 1726 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. b. dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan Pasal 1725 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri atas: a. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan. b. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha. II. dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. Pasal 1727 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi.

dan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1730 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. dan Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III. Pasal 1731 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .499 Pasal 1729 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri atas: a. dan Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1732 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1731. c. c. b. b. d. . II. Pasal 1733 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri atas: a. b. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. c. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II.

Pasal 1736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .500 Pasal 1734 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. b. c. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan mengembangkan sistem. dalam Pasal 1735. program asuransi syariah. evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. . dan Subbagian Tata Usaha Biro. pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah. mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah. evaluasi sistem laporan perasuransian syariah. Subbagian Perasuransian Syariah II. e. Bagian pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Pasal 1735 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. II. Subbagian Perasuransian Syariah I. f. rencana jangka pendek. analisis laporan Pasal 1737 Bagian Perasuransian Syariah terdiri atas: a. b. rencana jangka panjang. c. penyelenggaraan usaha. pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. d.

d. Pasal 1740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1739. kearsipan. Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun. evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil.501 Pasal 1738 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. b. dan pelaporan biro. standardisasi. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan. c. kepegawaian. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. dan f. dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. pelaksanaan tata usaha biro. melaksanakan analisis. Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1739 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. . e. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah. rumah tangga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun. bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.

Bagian Kelembagaan Dana Pensiun. dan pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. . perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. c. pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri. Pasal 1743 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1742. f. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun.502 Pasal 1741 Biro Dana Pensiun terdiri atas: a. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil. Bagian Analisis. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan. Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun. e. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Pasal 1742 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. Pasal 1744 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri atas: a. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . struktur organisasi. Pasal 1745 (1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun. b. Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun. c. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. d.

perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia. laporan portofolio investasi.503 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. . dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1746. Pasal 1748 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri atas: a. b. Pasal 1746 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. laporan aktuaris. c. d. melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun. laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun. laporan teknis dan laporan berkala lain. laporan aktuaris. laporan perubahan penerima titipan. b. laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan. dan Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas. Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun. Pasal 1749 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. dan laporan lain. laporan portofolio investasi. perubahan atau pembubaran dana pensiun. c. pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. dan pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi.

Pasal 1752 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri atas: a. c. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. b.504 (2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. laporan perubahan penerima titipan. Pasal 1751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1750. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. e. d. dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. c. serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. dan laporan informasi lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1750 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. . dan Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti. b.

Bagian pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. b. b. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun. dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. e. . Pasal 1756 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri atas: a. pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. c. Pasal 1755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1754.505 Pasal 1753 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi. Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun. penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. penyusunan laporan industri dana pensiun. pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. c. Pasal 1754 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun. dan Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun.

506 Pasal 1757 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. Pasal 1758 Bagian Analisis. Pasal 1760 Bagian Analisis. dan laporan berkala rutin. laporan portofolio investasi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. c. Pasal 1759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1758. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis. dan d. . pengumpulan dan analisis laporan keuangan. evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Subbagian Analisis dan Pelaporan. Subbagian Tata Usaha Biro. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. b. Bagian Analisis. pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan c.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1762. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. c. investasi. dan sumber daya aparatur. dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. dan pelaporan biro. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. pengelolaan investasi. dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. serta standar akuntansi dan keterbukaan. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat. Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1762 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK. kepegawain. pemeriksaan dan penyidikan. kearsipan.507 Pasal 1761 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil.

Pasal 1764 Biro Kepatuhan Internal terdiri atas: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. Pasal 1766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1765. Bagian Kepatuhan III. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan IV. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Bagian Kepatuhan II. b. Bagian Kepatuhan I. Subbagian Kepatuhan IB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 1767 Bagian Kepatuhan I terdiri atas: a. Subbagian Kepatuhan IA. dan c. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. b. dan d. . penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan e. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IC. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta standar akuntansi dan keterbukaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dana pensiun.508 d. pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1765 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan.

b.509 Pasal 1768 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. Subbagian Kepatuhan IIA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. dan c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1769 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. dan c. b. Pasal 1771 Bagian Kepatuhan II terdiri atas: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIC. Pasal 1770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1769. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . Subbagian Kepatuhan IIB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil.

510 Pasal 1772 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIA. dan c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Kepatuhan IIIC. Pasal 1775 Bagian Kepatuhan III terdiri atas: a. Pasal 1773 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepatuhan IIIB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. dan sumber daya aparatur. dan c. b. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. Pasal 1778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1777. dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jasa pembiayaan dan penjaminan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Subbagian Kepatuhan IVB. Subbagian Kepatuhan IVC. dan d. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IVA. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1777 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Tata Usaha Biro. b. . Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. b. dan d. c. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. pelaksanaan urusan tata usaha biro.511 Pasal 1776 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. Pasal 1779 Bagian Kepatuhan IV terdiri atas: a.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1781 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kearsipan. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. Pasal 1782 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. dan pelaporan biro. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. rumah tangga. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun.512 Pasal 1780 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. kepegawaian.

evaluasi. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan d. b. Pasal 1784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1783. . b. dan pelaporan pelaksanaan analisis di bidang kebijakan fiskal. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. c. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan analisis dan pemberian rekomendasi di bidang kebijakan fiskal. pemantauan. dan Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral. pelaksanaan administrasi Badan Kebijakan Fiskal.513 BAB XIV BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1783 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. Sekretariat Badan. Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral. c. f. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1785 Badan Kebijakan Fiskal terdiri atas: a. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. g. e. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. d. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rencana dan program analisis di bidang kebijakan fiskal.

serta diseminasi elektronik. d. Bagian Data dan Informasi. c. gaji. pengembangan pegawai. c. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1789 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. dan kehumasan Badan. dan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha. b. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. koordinasi penyusunan rencana strategik. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. rencana kerja dan anggaran. Bagian Umum. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. dan koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Bagian Perencanaan dan Keuangan. tatalaksana. f. kepegawaian. kepegawaian. g. b. e. kearsipan. Pasal 1787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1786.514 Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1786 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. h. d. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. penyajian data dan informasi. Pasal 1788 Sekretariat Badan terdiri atas: a. e.

penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. d. cuti. serta pengurusan tata usaha. Pasal 1792 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Mutasi Kepegawaian. . b. b. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. analisis dan evaluasi jabatan. pemberhentian. pengembangan kinerja. dan penyiapan bahan penyusunan formasi. (3) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. serta pengurusan tata usaha. dan pemensiunan pegawai. pemindahan. pemindahan. penggajian. penyiapan bahan penataan organisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan pengangkatan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan.515 Pasal 1790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1789. kepangkatan. dan Subbagian Umum Kepegawaian. pengukuran beban kerja. penggajian. d. Subbagian Organisasi. dan pemensiunan pegawai. dan hukuman disiplin pegawai. analisis dan evaluasi jabatan. pemberhentian. cuti. laporan kegiatan. penghargaan. dokumentasi dan statistik pegawai. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. pengembangan kinerja. kepangkatan. dan hukuman disiplin pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengukuran beban kerja. penyusunan prosedur dan metode kerja. penyusunan prosedur dan metode kerja. Pasal 1791 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. c. dokumentasi dan statistik pegawai. penghargaan. penempatan. c. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. penempatan.

Pasal 1795 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1796 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. Subbagian Verifikasi. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. b. serta manajemen sistem informasi. ekonomi dan keuangan. . RKKL dan RKAKL. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. c. belanja negara. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). b. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). Pasal 1797 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan.516 Pasal 1793 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. c. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1794 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1793. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan. d. penyusunan rencana strategis dan anggaran. (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.

Pasal 1799 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. c. dan diseminasi elektronik. dukungan teknis. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. rumah tangga. pengelolaan. b. pelaksanaan manajemen sistem informasi. Subbagian Data dan Statistik APBN. d. dan pemeliharaan. b. ekonomi dan keuangan. gaji. . (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. Pasal 1801 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. penyajian statistik pendapatan negara. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. Pasal 1800 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. belanja negara. Pasal 1802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1801. dan kehumasan. dan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. pengadaan. dan Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. belanja negara. pelaksanaan urusan rumah tangga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. b. c. perlengkapan. ekonomi dan keuangan.517 Pasal 1798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1797. pelaksanaan urusan tata usaha. pengelolaan data pendapatan negara. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. kearsipan.

. kepabeanan. dan pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. Pasal 1804 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. analisis. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. d. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pendistribusian. Pasal 1803 Bagian Umum terdiri atas: a. dan kendaraan dinas. kepabeanan. dan Subbagian Kehumasan. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. Pasal 1806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1805. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. analisis usulan kebijakan pajak.518 c. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. Subbagian Perlengkapan. penyiapan dokumen. kearsipan. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. ekspedisi. perjalanan dinas. pelaksanaan. d. kesejahteraan. inventarisasi. Subbagian Tata Usaha dan Gaji.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . cukai. pemeliharaan. b. penggandaan. c. Subbagian Rumah Tangga. Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1805 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. cukai. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan.

KUP. dan PNBP Non SDA.519 c. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. BPHTB. cukai. Pasal 1807 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. b. kepabeanan. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. PBB. PPnBM. Subbidang PBB. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. d. pelaksanaan tata kelola Pusat. PPSP. c. BPHTB. PPnBM. dan Bea Meterai. dan PNBP Non SDA. PPSP. Subbidang PNBP Non SDA. Pasal 1810 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri atas: a. BPHTB. Bea Meterai. dan PNBP Non SDA. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. e. PBB. KUP. Subbidang PPN dan PPnBM. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. PBB. PBB. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. dan c. PPnBM. d. Subbidang KUP dan PPSP. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis usulan kebijakan di bidang PPN. Bea Meterai. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. dan PNBP Non SDA. BPHTB. BPHTB. Pasal 1808 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. Bea Meterai. dan d. b. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Kelompok Jabatan Fungsional. . KUP. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. KUP. PPnBM. PPSP. Pasal 1809 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1808. b. dan f. c. Bea Meterai. PPSP. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a.

dan PNBP SDA. analisis usulan kebijakan. dan PNBP SDA. BPHTB.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. Subbidang Perpajakan Internasional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. b. Perpajakan Internasional. Pasal 1812 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. analisis usulan kebijakan. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. analisis usulan kebijakan. dan PNBP SDA. b. Perpajakan Internasional. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. dan Bea Meterai. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. dan PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Pasal 1813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1812. dan c. Subbidang PPh. (3) Subbidang PBB. Perpajakan Internasional. Subbidang PNBP SDA. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. Pasal 1815 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.520 Pasal 1811 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. dan c. Pasal 1814 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri atas: a. BPHTB.

Tarif Bilateral. Tarif Regional. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif .521 (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Regional. Tarif Regional. analisis usulan kebijakan. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Bilateral.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. . dan Tarif Khusus. dan Tarif Khusus. Pasal 1817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1816. b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. Pasal 1816 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. Tarif Bilateral. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. b. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Bilateral. Tarif Bilateral. dan Tarif Khusus. dan Tarif Khusus. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan. c. analisis usulan kebijakan. Subbidang Tarif Regional. dan c. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri atas: a. Tarif Regional. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1819 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum.

analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan Bea Keluar. . Bea Masuk Tindakan Pengamanan. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 1821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1821. analisis usulan kebijakan. Teknis Kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Cukai. Subbidang Teknis Kepabeanan. dan d. c. Bea Masuk Imbalan. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri atas: a. analisis usulan kebijakan. Teknis Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Cukai. Pasal 1820 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan c. analisis usulan kebijakan.522 (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Keluar. Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Teknis Kepabeanan. dan Bea Keluar. b. Teknis Kepabeanan. Subbidang Cukai. Subbidang Bea Keluar. dan Bea Keluar. b. Pasal 1823 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Masuk Pembalasan. analisis usulan kebijakan.

dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. Kepabeanan. dan c. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. dan Cukai. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. Pasal 1827 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. dan Cukai. Subbidang Tata Kelola. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Pasal 1824 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. PNBP. PNBP. b. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. Kepabeanan. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. b. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. penyusunan laporan hasil evaluasi. Kepabeanan. penyusunan laporan hasil evaluasi. Pasal 1825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1824. Pasal 1826 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. analisis usulan kebijakan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. PNBP. dan d.523 (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.

dan evaluasi kebijakan APBN. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. analisis. e. b. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. perumusan rekomendasi. pelaksanaan tata kelola Pusat. moneter. dan h. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. g. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. d. f. keuangan. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.524 (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. RAPBN Perubahan. rumah tangga. Pasal 1830 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan data konsolidasi APBN. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. menyusun rencana kerja. . perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. kearsipan. Pasal 1829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1828. b. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. c. kepegawaian. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1828 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. dan laporan Pusat.

b. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Pasal 1832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kebijakan Subsidi. RAPBN Perubahan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. f. b. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. f. Pasal 1831 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. . Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. d. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. e. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. d. e. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan Subbidang Tata Kelola. dan pelaksanaan tata kelola pusat. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. c. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. perumusan rekomendasi. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. g.525 d. Pasal 1833 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri atas: a. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. penyiapan bahan analisis.

Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. evaluasi sasaran dan realisasi. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. penyusunan bahan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. analisis dan proyeksi arus kas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1835 Bidang Kebijakan Penerimaa