MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 184/PMK.01/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Kementerian Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Kementerian Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1982/M.PAN-RB/9/2010 tanggal 6 September 2010; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Keuangan dipimpin oleh Menteri Keuangan. Pasal 2 Kementerian Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Kementerian Keuangan; Negara yang menjadi tanggung jawab

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Keuangan; pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Keuangan di daerah; pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional; dan pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4

Susunan Organisasi Kementerian Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Wakil Menteri Keuangan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3g. h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. u. v. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan; Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional; Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan; Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik; dan

m. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;

w. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai.

BAB III WAKIL MENTERI KEUANGAN Pasal 5 Wakil Menteri Keuangan mempunyai tugas membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Kementerian Keuangan; koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Keuangan; pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Keuangan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Komunikasi dan Layanan Informasi; Biro Perlengkapan; dan Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 9 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, strategis, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Kementerian, penyusunan anggaran Kementerian, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Kementerian.

d. e. f. g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian; pelaksanaan akuntansi Kementerian; dan anggaran Kementerian serta pelaporan keuangan

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 11

Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 12 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek dan strategis di lingkungan Kementerian; penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; dan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6Pasal 14 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan I; Subbagian Perencanaan II; Subbagian Perencanaan III; dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 16 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7Pasal 18 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penganggaran I; Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 20 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8b. c. penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; dan penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus. Pasal 22 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I; Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; dan Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 23 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (2) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 24 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-9Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal; penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan; penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian; dan penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 26 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 27 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 10 -

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Kementerian, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Kementerian Keuangan. Bagian Keempat Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 28 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

c. d.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 11 Pasal 30 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 31 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Pasal 33 Bagian Organisasi I terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; dan Subbagian Organisasi IC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 12 Pasal 34 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 35 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 37 Bagian Organisasi II terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; dan Subbagian Organisasi IIC.

penelaahan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. d. koordinasi. Pasal 39 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. tata laksana pelayanan publik. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Bagian Ketatalaksanaan I terdiri atas: a. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. sistem administrasi umum. Subbagian Ketatalaksanaan IA. dan Subbagian Tata Usaha Biro. dan monitoring organisasi. sistem administrasi umum. dan laporan akuntabilitas kinerja. analisis. peringkat jabatan. c. Subbagian Ketatalaksanaan IC. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dimaksud dalam Pasal 39. dan penyiapan bahan pembinaan. Pusat Investasi Pemerintah. analisis. dan penyiapan pembinaan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. evaluasi. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran. Direktorat Jenderal Pajak. Badan Kebijakan Fiskal. penyiapan bahan pembinaan. analisis dan evaluasi jabatan. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Subbagian Ketatalaksanaan IB. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. koordinasi. koordinasi. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. pengumpulan dan pengolahan data. d. Pasal 41 c. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. IIB.13 Pasal 38 Subbagian Organisasi IIA. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. Bagian b. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tata laksana pelayanan publik. dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. evaluasi. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. evaluasi. penelaahan. b.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. dan Sekretariat Pengawas Perpajakan. dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. analisis. sistem administrasi umum. Pusat Investasi Pemerintah. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. Pasal 43 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. c. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. evaluasi. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. sistem administrasi umum. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan pembinaan. tata laksana pelayanan publik. dan penyiapan pembinaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Jenderal Pajak. Inspektorat Jenderal. koordinasi. koordinasi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. tata laksana pelayanan publik. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. sistem administrasi umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal. evaluasi. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. b. analisis. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Badan Kebijakan Fiskal. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran. tata laksana pelayanan publik. koordinasi. dan penyiapan bahan pembinaan. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. Bagian pengumpulan dan pengolahan data. penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dimaksud dalam Pasal 43. penelaahan. IB. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.14 Pasal 42 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. . Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

IIB. b. dan monitoring jabatan fungsional. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Inspektorat Jenderal. c. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. evaluasi. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Jabatan Fungsional II. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Badan Kebijakan Fiskal. analisis. koordinasi. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyiapan bahan pembinaan. pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. Subbagian Jabatan Fungsional I. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 46 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. koordinasi. dan c.15 Pasal 45 Bagian Ketatalaksanaan II terdiri atas: a. . evaluasi. dan analisis jabatan fungsional. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Pasal 47 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan b. Pasal 49 Bagian Jabatan Fungsional terdiri atas: a. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. penelaahan. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. sistem administrasi umum. evaluasi. dan penyiapan bahan pembinaan. analisis. Subbagian Jabatan Fungsional III. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan penyiapan pembinaan. tata laksana pelayanan publik. Subbagian Ketatalaksanaan IIA.

kepabeanan dan cukai. perusahaan. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. d. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 51 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. evaluasi. dan penerimaan negara bukan pajak. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. koordinasi. penelaahan. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. serta pengelolaan perpustakaan hukum. II. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. analisis. . Biro Hukum a. dan penyiapan bahan pembinaan. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. c. b.16 Pasal 50 Subbagian Jabatan Fungsional I. e. lelang. dan f. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 52 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51.

Bagian Hukum Anggaran. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Hukum Pajak II. Pasal 56 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri atas: a. d. b. Bagian Hukum Kekayaan Negara. Subbagian Hukum Pajak I. Perimbangan Keuangan. c. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Perusahaan. b. d. c. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Perbendaharaan. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. . e. kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Subbagian Hukum Kepabeanan I. f. dan Informasi Hukum.17 Pasal 53 Biro Hukum terdiri atas: a. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. dan Subbagian Hukum Kepabeanan II. Pasal 54 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak.

perimbangan keuangan. Perbendaharaan. Bagian Hukum Anggaran. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. dan Pajak Penghasilan. pemberian uang ganjaran. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pajak Pertambahan Nilai. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Perimbangan Keuangan. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Pasal 58 Bagian Hukum Anggaran. Perimbangan Keuangan. . Pajak Bumi dan Bangunan. dan penerimaan negara bukan pajak. keberatan dan banding. Perbendaharaan. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. perbendaharaan. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai.18 Pasal 57 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan.

Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). c. (2) . dan dana alokasi khusus. Subbagian Hukum Anggaran. penyusunan Nota Keuangan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dana tugas pembantuan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 60 Bagian Hukum Anggaran. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. Perimbangan Keuangan. dana alokasi umum. Pasal 61 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga. c. penerusan pinjaman luar negeri kepada pemerintah daerah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. b. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. Subbagian Hukum Perbendaharaan. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. Perbendaharaan. dan d. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. dan rancangan APBN Perubahan. anggaran Badan Layanan Umum. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. dan masalah anggaran terkait lainnya. terdiri atas: a.19 b. dana bagi hasil sumber daya alam. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. dan d.

(4) . sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. akuntansi dan pelaporan keuangan. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. piutang negara. Perusahaan. pengelolaan dana investasi. penyiapan bahan pustaka hukum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. kekayaan negara lainnya. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Kementerian. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tugas Kementerian. Bagian Hukum Kekayaan Negara. dan diseminasi hukum.20 (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). dan f. kekayaan negara yang dipisahkan. serta menyelenggarakan dokumentasi. lelang. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. c. Pasal 62 Bagian Hukum Kekayaan Negara. informasi. Perusahaan. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. b. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. dan perusahaan. e. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. diseminasi hukum. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan.

termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Kementerian dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. c. Pasal 65 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. b. mikro. Pasal 66 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan perpustakaan hukum. dan Informasi Hukum. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. terdiri atas: a. dan menengah. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. diseminasi hukum.21 Pasal 64 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. Lembaga Penyiaran Publik. (2) (3) (4) .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang. Badan Hukum Pendidikan. penyiapan bahan pustaka hukum. Perusahaan. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. dan d.

dan d. (2) (3) (4) . Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. c. dan b. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. dan pembiayaan syariah. Pasal 68 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri atas: a. pinjaman dan hibah luar negeri.22 Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). b. Pasal 69 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan derivatif terkait dengan surat utang negara.

dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. dan pasar modal. pengkoordinasian. jasa pembiayaan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. Subbagian Hukum Perjanjian. . Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. dana pensiun. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . lembaga penjaminan. asuransi. dan c. perjanjian internasional. Pasal 72 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri atas: a. Pasal 71 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70.23 Pasal 70 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. dan d. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. b. Pasal 73 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. lembaga keuangan bukan bank. b. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. pasar modal. c. dana pensiun. perjanjian internasional.

pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. pendapat hukum. dan perjanjian internasional. (3) (4) . perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). b. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Arbitrase. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. Bagian Keenam Biro Bantuan Hukum Pasal 74 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. memberikan bantuan hukum. kewajiban kontinjensi. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. perjanjian perlindungan. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. lembaga penjaminan.24 (2) Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. pemulihan aset negara dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . regional. termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. serta Sengketa Internasional. promosi dan kerjasama investasi. dan lembaga pembiayaan. dan jasa keuangan lainnya. Bank Dalam Likuidasi (BDL). dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian.

agama. tata usaha negara. b. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut pemulihan aset negara atas putusan pengadilan. Bagian Bantuan Hukum II. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian dalam penanganan perkara. mantan pejabat. b. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. c. pra peradilan. dan e. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pendampingan kepada para pejabat. b. Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum I terdiri atas: a. dan pegawai Kementerian yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. sengketa eks Bank Dalam Likuidasi (BDL). sengketa Internasional. dan c. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. niaga. d. dan kepegawaian. Subbagian Bantuan Hukum IA. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Bagian Bantuan Hukum I. menyelesaikan perkara perdata atas klaim aset yang terdapat di Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD. Bagian Bantuan Hukum III. tuntutan ganti rugi atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Subbagian Bantuan Hukum IB. Bagian Bantuan Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. arbitrase. Pasal 76 Biro Bantuan Hukum terdiri atas: a. perdata.25 c. penanganan perkara di lingkup pengadilan niaga dan peradilan pajak serta menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian yang berpotensi menimbulkan pelanggaran/gugatan. sengketa pajak. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .

26 c. b. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. sengketa pajak. Subbagian Tata Usaha Biro. pejabat. . pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. c. dan d. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. perdata. niaga. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Subbagian Bantuan Hukum IC. IB. dan d. Subbagian Bantuan Hukum IIA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . IC. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. c. pendampingan kepada para pejabat. Bagian Bantuan Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum ID. pemberian bantuan hukum pada unitunit kerja di lingkungan Kementerian sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. b. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Pasal 83 Bagian Bantuan Hukum II terdiri atas: a. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. tata usaha negara. pendampingan kepada para mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIC. mantan pejabat. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 80 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. dan d. Pasal 81 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIB.

b. c. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Bagian Bantuan Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Arbitrase. serta dalam penanganan perkara. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Arbitrase. pegawai. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. dan Kepegawaian. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. dan Kepegawaian. dan c. tata usaha negara. sengketa Internasional. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. pendampingan kepada para pejabat. sengketa Internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 87 Bagian Bantuan Hukum III terdiri atas: a. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. pra peradilan. mantan pejabat. perdata. IIB. mantan pejabat. Pasal 85 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil.27 Pasal 84 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. . pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. sengketa pajak. dan d. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. Subbagian Bantuan Hukum IIID. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. niaga. dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. b. pejabat.

h. pengelolaan sistem manajemen talenta. dan pelayanan sistem informasi manajemen sumber daya manusia Kementerian Keuangan serta manajemen naskah dan dokumen pegawai Kementerian Keuangan. dan Kepegawaian. dan pengkoordinasian pemberian penghargaan pegawai. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. f. perijinan. IIIB. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. d. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 89 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Biro SDM menyelenggarakan fungsi: a. manajemen. . pendampingan kepada para pejabat. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. pengelolaan kesejahteraan. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). penyusunan formasi. pengembangan. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. g. penerapan penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan.28 Pasal 88 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. pengelolaan Assessment Center Kementerian Keuangan. dan kepangkatan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Arbitrase. penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan manajemen kinerja pegawai. pelaksanaan pengadaan. sengketa Internasional. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . IIIC. penyelesaian mutasi jabatan. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil. mantan pejabat. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. e.

perpindahan pegawai dari instansi lain ke Kementerian Keuangan. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia. c. e. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. f. rencana strategis. pegawai harian. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penyiapan rumah tangga. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. e. penyiapan penerimaan pegawai baru. dan k. formasi. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. b. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. penyiapan penempatan pegawai baru. penetapan kinerja. d. b. penerapan. c. penandatanganan pakta integritas. diseminasi. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. pengangkatan CPNS/PNS. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga biro. pengelolaan uang muka. dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan penempatan pegawai serta tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 91 Biro SDM terdiri dari atas: a. rencana kerja. serta pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan staf khusus Menteri Keuangan. . Bagian Mutasi dan Kepangkatan. pengadaan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengiriman peserta diklat prajabatan. d. pengkoordinasian penyiapan dan penyusunan analisa beban kerja. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian.29 i. Pasal 92 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. hakim pajak. Penegakan Disiplin dan Pensiun. dan f. j. Bagian Penghargaan. rencana kinerja tahunan. dan manajemen risiko di lingkungan Biro SDM. dan penyiapan sarana prasarana umum serta pendistribusian persuratan Biro Sumber Daya Manusia. orientasi pegawai baru. pegawai magang. penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. penyusunan.

pegawai harian. Subbagian Rekruitmen Sumber Daya Manusia. pengiriman peserta diklat prajabatan dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. (3) Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penempatan pegawai baru. standar prosedur operasi. c. Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia. dan pengelolaan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Sekretariat Jenderal. dan d. dan staf khusus Menteri Keuangan serta perpindahan pegawai antar instansi. Pasal 96 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center. orientasi pegawai baru.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Biro Sumber Daya Manusia. . b. Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia.30 g. rencana kinerja tahunan. dan h. (4) Subbagian TU Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. pengangkatan CPNS. Pasal 95 (1) Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta pengkoordinasian penyusunan analisa beban kerja. pengkoordinasian penyusunan uraian jabatan. penetapan kinerja. pembinaan sumber daya manusia Biro Sumber Daya Manusia. hakim pajak. pegawai magang. Subbagian Tata Usaha Biro. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. rencana kerja. dan pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta penandatanganan pakta integritas. dan manajemen resiko di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. rencana strategis. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Rekrutmen Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penerimaan pegawai baru. pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

dan evaluasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan Sekretariat Jenderal Pasal 98 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari: a. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. h. dan i. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I serta pelaksanaan dan evaluasi psikotes di lingkungan Kementerian Keuangan. pengkoordinasian penyusunan Kementerian Keuangan. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan. pelaksanaan assessment center dan psikotes b. pemantauan. pengkoordinasian pelaksanaan penataan pegawai. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. e. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai Kementerian Keuangan. c. c.31 Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan kinerja pegawai. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. Subbagian Assessment Center. rencana pengembangan sumber daya manusia d. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengembangan dan evaluasi assessment center dan psikotes. . penyusunan rencana kebutuhan. Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia. pengkoordinasian pengelolaan dan penyusunan indikator kinerja utama Biro Sumber Daya Manusia. pengembangan sumber daya manusia. pejabat eselon IV dan pelaksana di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 99 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan pengembangan assessment center di lingkungan Kementerian Keuangan dan penyiapan pelaksanaan assessment center pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan. f. mengkoordinasikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kinerja pegawai. g. dan d. b.

mengkoordinasikan penyusunan indikator kinerja utama di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. dan dukungan teknis teknologi informasi. dan penyajian laporan atas data dan informasi sumber daya manusia. c. penyeragaman dan integrasi data sumber daya manusia. dan d. Subbagian Manajemen Basis Data. Pasal 100 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pembangunan. dan d. b. penyusunan rencana kebutuhan. c. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. disain aplikasi sumber daya manusia. Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi. manajemen basis data. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi. penyusunan. analisis. penyiapan bahan penataan pegawai. dan pengintegrasian data sumber daya manusia.32 (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan diseminasi sistem penilaian kinerja pegawai. dan mengadministrasikan DP3 eselon I dan II. serta penyajian. . pengelolaan. melakukan penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja pegawai. verifikasi. analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. pelaksanaan analisis. pemantauan. manajemen naskah dan dokumen kepegawaian. dan pelayanan sistem informasi manajemen kepegawaian Kementerian Keuangan. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. penyiapan infrastruktur. Subbagian Pengintegrasian Data. Pasal 102 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a.

c. penyiapan mutasi jabatan struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan serta pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. pelaksanaan manajemen talenta. penyiapan infrastruktur. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit. Pasal 106 Bagian Mutasi dan Kepangkatan terdiri atas: a. Pasal 104 Bagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melaksanakan mutasi jabatan dan kepangkatan pegawai. penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan pilihan. dan pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. Subbagian Mutasi. pengaturan status kepegawaian. b. b. perpindahan pegawai ke intansi di luar Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi mempunyai tugas melakukan analisis data. Subbagian Manajemen Talenta. disain aplikasi kepegawaian.33 Pasal 103 (1) Subbagian Manajemen Basis Data mempunyai tugas melaksanakan analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pindah antar unit. Subbagian Kepangkatan II. pengaturan status. . dan d. dan dukungan teknis teknologi informasi. pelaksanaan manajemen talenta. Pasal 105 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. (4) Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. Subbagian Kepangkatan I. dan d. penyajian data dan informasi serta penyelesaian pelaksanaan inpassing gaji pegawai. dan pemantauan pelaksanaan pertukaran data. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. manajemen basis data. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. (3) Subbagian Pengintegrasian Data mempunyai tugas melakukan penyeragaman. integrasi. c. penyelesaian penugasan kepala perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. verifikasi. Bagian Mutasi dan Kepangkatan menyelenggarakan fungsi: a.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengangkatan dan pemberhentian hakim pajak. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. b. Bagian Penghargaan. pengaturan status kepegawaian. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit eselon I dan antar unit eselon II Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Anggaran. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. penerapan. perijinan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (3) Subbagian Kepangkatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Badan Kebijakan Fiskal dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.34 Pasal 107 (1) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi jabatan struktural dan fungsional. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pelaksanaan penegakan disiplin. Penegakan Disiplin dan Pensiun mempunyai tugas mengelola kesejahteraan pegawai. diseminasi. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. menegakkan disiplin pegawai. penyiapan. Bapepam-Lembaga Keuangan. Pasal 108 Bagian Penghargaan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. diseminasi. dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya dan penyelesaian penugasan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. Penegakan Disiplin. (2) Subbagian Manajemen Talenta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan manajemen talenta. menyelesaikan pemberian penghargaan dan tanda jasa. pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa serta perijinan pegawai. . pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. penyusunan. c. usul pemberhentian dan pensiun serta melaksanakan penyusunan. (4) Subbagian Kepangkatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal.

penyusunan strategi komunikasi kehumasan. diseminasi. penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. cuti pegawai. Subbagian Penegakan Disiplin. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pemberhentian pegawai dan pemberhentian pegawai dari jabatan organik serta penyelesaian usul pensiun pegawai. Subbagian Kesejahteraan. dan d. (4) Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan. pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. penyusunan program komunikasi publik. monitoring opini publik. Pasal 111 (1) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa. penyusunan. (2) Subbagian Penegakan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penegakan disiplin. Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia. penyelesaian pemberian rekomendasi Bapertarum/Taperum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . pengusulan kartu isteri/kartu suami di lingkungan Kementerian Keuangan serta penerbitan surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala di lingkungan Sekretariat Jenderal. perijinan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun.35 Pasal 110 Bagian Penghargaan. Bagian Kedelapan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Pasal 112 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas mengkoordinasikan aktivitas komunikasi. dan usul kenaikan pangkat pengabdian dan anumerta. dan Pensiun terdiri atas: a. dan pengelolaan pusat referensi Kementerian Keuangan. penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU. Penegakan Disiplin. b. c. layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada para stakeholders.

Pengendalian Program. f. dan Perpustakaan. Pasal 114 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi terdiri atas: a. h. k. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. organisasi kemasyarakatan. e. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi kehumasan secara terpadu dan berkelanjutan. m. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. pengelolaan serta layanan referensi dan perpustakaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . l. lembaga pemerintah. i. dan Kelompok Jabatan Fungsional. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara. j. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. evaluasi program komunikasi publik. dan peningkatan partisipasi publik.36 Pasal 113 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112. dan n. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. . pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. b. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. dan organisasi profesi. koordinasi dan pengelolaan PPID. penyelenggaraan penerbitan. publikasi elektronik. desk informasi dan call center. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: koordinasi aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya b. g. pengembangan. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya. e. f. c. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. pemantauan. analisis. a. perencanaan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Bagian Manajemen Opini Publik. pengelolaan data informasi kehumasan Kementerian. d. Bagian Perencanaan. d. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik.

h. c. dan pelayanan desk informasi dan call center Kementerian Pasal 117 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan terdiri atas: a. administrasi pengelolaan PPID. penerbitan. e. dan publikasi media luar ruang. peliputan kegiatan Kementerian dan pimpinan. b. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya.37 Pasal 115 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan mempunyai tugas melaksanakan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan menyelenggarakan fungsi: a. j. b. f. Pasal 118 (1) Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan analisis bahan penyusunan strategi komunikasi. dan Subbagian Publikasi II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . layanan informasi melalui information desk. elektronik. d. . pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. email dan contact u. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya. maupun pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. penyiapan. Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi. penyiapan dan pengelolaan website kementerian serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta hasil pelaksanaanya. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. i. dalam dan luar ruang. baik media cetak. g. pelaksanaan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. c. layanan informasi dan langkah-langkah kegiatan produksi pemberitaan/kehumasan di lingkungan Kementerian Keuangan melalui media nirmassa. call center. Subbagian Publikasi I. pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.

Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Komisi-Komisi Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kementerian Negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).38 (2) Subbagian Publikasi I mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media cetak Kementerian Keuangan. Mahkamah Agung (MA). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Komisi-Komisi Negara. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. b. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Bank Indonesia (BI). (3) Subbagian Publikasi II mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media elektronik Kementerian Keuangan serta pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. Pemerintah Daerah. Kementerian Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). . dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Bank Indonesia (BI). Mahkamah Agung (MA). Pemerintah Daerah. Bank Indonesia (BI). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Konstitusi (MK). pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mahkamah Konstitusi (MK). Kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). dalam dan luar ruang secara tepat waktu. Mahkamah Agung (MA). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mahkamah Konstitusi (MK). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah) dan rapat pembahasan RUU/peraturan/ketentuan lainnya. Komisi-Komisi Negara. c. Pasal 119 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Pemerintah Daerah.

e. Pemerintah Provinsi. Bank Indonesia (BI). pengkomunikasian kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah Daerah. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan dan kekayaan Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. pengelolaan database stakeholders Bagian Pasal 121 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri atas: a. Komisi-Komisi Negara. g. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). b. Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. Kementerian Negara. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. dan h.39 d. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Agung (MA). dan Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasal 122 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Mahkamah Konstitusi (MK). Bank Indonesia (BI). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Kementerian di daerah pada masa reses persidangan.dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Konstitusi (MK). kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada lembaga pemerintah. f. . penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan dan kekayaan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). c. administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Mahkamah Agung (MA). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK).

i. data. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . internasional maupun daerah. data. perencanaan. d. e. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada pelaku usaha (daerah. c. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. jumpa pers. asosiasi dan pemimpin opini baik nasional. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada asosiasi (daerah. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Kelembagaan Negara. dan edukasi pada media. tanggapan/bantahan. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. l. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. dan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan kekayaan negara melalui media cetak dan media elektronik. data. organisasi-organisasi. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. artikel. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Kementerian dan narasumber lainnya. keterangan pers. dan kunjungan pers. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. advertorial. pengkajian. wawancara. f. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada organisasi masyarakat. data. nasional dan internasional). dan surat pembaca. perencanaan program berita. politik. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. k. mengkoordinasikan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Kementerian/Lembaga dan Komisikomisi Negara. nasional dan internasional). Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. khususnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa (cetak dan elektronik). . serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media asing. j. Pasal 123 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan stakeholder non lembaga pemerintah/negara. informasi. h. data. dan profesi (daerah. nasional dan internasional). penyusunan siaran pers.40 (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. g. data. b. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 41 Pasal 125 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah terdiri atas: a. b. c. Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I; Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II; dan Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III. Pasal 126 (1) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa cetak (nasional, internasional dan daerah). (2) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa elektronik, organisasi masyarakat, organisasi politik, akademisi dan pengamat (nasional, internasional dan daerah). (3) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari organisasi profesi, organisasi internasional, Asosiasi, dan pelaku usaha (nasional, internasional dan daerah), pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. Pasal 127 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan monitoring, analisis dan penelitian opini publik terkait dengan bidang tugas Kementerian Keuangan, menyusun rekomendasi tindakan dan tanggapan komunikasi, menyelenggarakan audit komunikasi dan riset opini publik, serta menyelenggarakan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi dan kapasitas pengetahuan publik. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127, Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Kementerian dan unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 b. c. d. e. f. g. h. i. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar, lokakarya, kegiatan sosial budaya, dan kegiatan lainnya; penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Kementerian; penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal; pelayanan unjuk rasa; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media cetak daerah, nasional dan internasional; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional dan internasional; penyusunan bahan rekomendasi tindakan terkait hasil analisis opini publik; dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya. Pasal 129 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajemen Opini Publik I; Subbagian Manajemen Opini Publik II; dan Subbagian Manajemen Opini Publik III. Pasal 130 (1) Subbagian Manajemen Opini Publik I mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional, dan internasional, melakukan audit komunikasi dan riset maupun survey yang terkait dengan opini publik, melaksanakan administrasi, manajemen risiko dan pengendalian Standard Operating Precedure (SOP). (2) Subbagian Manajemen Opini Publik II mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media cetak nasional, daerah dan internasional serta menyiapkan laporan berkala perkembangan opini publik dan bahan rekomendasi tindakan secara tepat waktu kepada pimpinan. (3) Subbagian Manajemen Opini Publik III mempunyai tugas melakukan dan mengorganisasikan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi, dan kapasitas pengetahuan publik eksternal dan internal Kementerian Keuangan, pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database opini publik. Pasal 131 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan mempunyai tugas Melaksanakan perencanaan, pengembangan, pengelolaan,pengendalian, monitoring serta evaluasi program, pelayanan perpustakaan, pengelolaan database dan sistem informasi kehumasan, serta urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 43 Pasal 132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131, Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan; b. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku, koleksi AV dan digital (CD, DVD), serta koleksi perpustakaan lainnya; c. penyusunan bibliografi; d. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya; e. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work; f. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain; g. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja biro; h. penyusunan sistem dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan biro; i. j. pelaksanaan manajemen database dan sistem informasi biro; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 133 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Perpustakaan; b. Subbagian Sistem Informasi Kehumasan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 134 (1) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan koordinasi serta kerjasama dengan institusi perpustakaan internal Kementerian Keuangan, daerah, nasional dan internasional dalam rangka perencanaan, pengembangan, pengelolaan, pengendalian aktivitas layanan perpustakaan, peningkatan kualitas dan kuantitas perpustakaan dan riset kepustakaan. (2) Subbagian Sistem Informasi Kehumasan mempunyai tugas melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian sistem informasi dan database biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, kepegawaian, dan rumah tangga biro, serta melakukan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik dan rencana kerja tahunan dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan, penyusunan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 44 Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 135 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Kementerian berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135, Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis rencana kebutuhan Barang Milik Negara (BMN) bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi penyusunan rencana kebutuhan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan kementerian, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengelolaan BMN kementerian, bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi pengelolaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, pelaksanaan serta penyusunan petunjuk teknis penatausahaan BMN kementerian serta analisis dan evaluasi penatausahaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 137 Biro Perlengkapan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan BMN; Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan; Bagian Pengelolaan BMN; Bagian Penatausahaan BMN; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 Pasal 138 Bagian Perencanaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis perencanaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138, Bagian Perencanaan BMN menyelenggarakan fungsi : a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan teknis penyusunan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi atas realisasi BMN yang direncanakan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 140 Bagian Perencanaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan BMN I; Subbagian Perencanaan BMN II; Subbagian Perencanaan BMN III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 141 (1) Subbagian Perencanaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah.

b. c. d.

e. f.

g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 (2) Subbagian Perencanaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. (3) Subbagian Perencanaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-Gedung Keuangan Negara di daerah. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 142 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis, serta konsultansi pengadaan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan bimbingan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142, Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan dan pelaksanaan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan; dan pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 Pasal 144 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I; Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II; dan Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III.

Pasal 145 (1) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 146 Bagian Pengelolaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengelolaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 48 Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Bagian Pengelolaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penggunaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penggunaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemanfaatan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemanfaatan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penghapusan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penghapusan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemindahtanganan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 148 Bagian Pengelolaan BMN terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengelolaan BMN I; Subbagian Pengelolaan BMN II; dan Subbagian Pengelolaan BMN III. Pasal 149 (1) Subbagian Pengelolaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

b.

c.

d.

e.

f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Subbagian Pengelolaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 150 Bagian Penatausahaan BMN mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan BMN Kementerian Keuangan, analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis penatausahaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150, Bagian Penatausahaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan inventarisasi BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; b. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pembukuan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pembukuan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; c. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pelaporan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan d. penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN lingkup Kementerian Keuangan, dan tingkat Unit Eselon I Sekretariat Jenderal. Pasal 152 Bagian Penatausahaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penatausahaan BMN I; Subbagian Penatausahaan BMN II; Subbagian Penatausahaan BMN III; dan Subbagian Penatausahaan BMN IV.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 Pasal 153 (1) Subbagian Penatausahaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. (2) Subbagian Penatausahaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (4) Subbagian Penatausahaan BMN IV mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 154 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Kementerian dan melaksanakan urusan tata usaha, rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Kementerian. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 51 b. pelaksanaan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi; c. pelaksanaan urusan perencanaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan; d. pelaksanaan urusan pengadaan, penyimpanan dan distribusi perlengkapan, dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan sekretariat Jenderal, serta urusan pencetakan dan penggandaan; e. melaksanakan urusan dalam, pemeliharaan peralatan, dan keamanan dalam, serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 156 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Kementerian; b. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan; c. Bagian Perencanaan dan Keuangan; d. Bagian Perlengkapan; e. Bagian Rumah Tangga; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 157 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Kementerian Keuangan, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Kementerian, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan; b. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip, penyusunan jadwal retensi, dan penyusutan arsip, serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 52 c. penatausahaan penyelenggaraan kesehatan dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan perencanaan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium; d. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri; dan e. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Pasal 159 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Persuratan, Arsip, dan Dokumentasi; b. Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai; c. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas; dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 160 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan, pendistribusian dan pengendalian surat masuk, pengiriman dan pengendalian surat keluar kantor pusat Kementerian, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan dan melakukan pengelolaan, pemeliharaan, pemindahan, penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penatausahaan penyelenggaraan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Kementerian Keuangan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 161 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi.

laporan. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. pencatatan acara. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. evaluasi. pelaksanaan urusan protokol. penyajian data. Road Map. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Pasal 163 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan terdiri atas: a. penyajian data. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . informasi. c. Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) lingkup Biro Umum serta pemantauan.53 Pasal 162 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161. d. informasi. c. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. b. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal. . Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan tata usaha. urusan tata usaha. dan d. pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I. (2) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan e. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. b. evaluasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. laporan. Pasal 164 (1) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I mempunyai tugas melakukan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). penyiapan. penyiapan.

(4) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. . dan d. Pasal 165 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan anggaran.54 (3) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III mempunyai tugas melakukan urusan protokol. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. Subbagian Perencanaan Anggaran. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pasal 167 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. pencatatan acara. Subbagian Perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. meneliti kebenaran. pelaksanaan sistem akuntansi. menyajikan hasil penelitian. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. b. pelaksanaan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. pelaksanaan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. perbendaharaan. b. c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. Pasal 166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165. penyusunan laporan keuangan. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan serta pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan d. penyusunan laporan keuangan. Subbagian Pengadaan.55 Pasal 168 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Pasal 171 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi. pelaksanaan urusan pengadaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. . pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. menyajikan hasil penelitian. Pasal 170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. meneliti kebenaran. c. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Pasal 169 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan pencetakan dan penggandaan. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. b. (4) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal.

barang cetakan. inventaris kantor. bahan cetak. rambu-rambu lalu lintas. pemeliharaan peralatan. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. obat-obatan. dan sewa mesin fotocopy.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan keamanan dalam. Pasal 172 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan pengadaan. . di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan inventarisasi. rambu-rambu lalu lintas. (4) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. alat-alat laboratorium inventaris kantor. bahan mikrografik. pengamanan barang perlengkapan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang. dan d. c. ATK. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. b. dan d. Pelaksanaan urusan perawatan. pelaksanaan urusan pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. alat tulis kantor.56 c. alat rumah tangga kantor. kelengkapan upacara/pelantikan di lingkungan Sekretariat Jenderal serta menyusunan laporan pertanggungjawaban. pelaksanaan urusan keamanan dalam. bahan mikrografik. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. penyimpanan. obatobatan. pakaian kerja dan kelengkapannya. alat rumah tangga kantor. Pasal 173 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. pertamanan. serta menyusun pelaporan pengadaan pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penyiapan usulan penghapusan dan menyusun laporan pertanggungjawaban penatausahaan barang milik negara Sekretariat Jenderal serta unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. barang cetakan. penyimpanan dan pendistribusian secara berkala pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. pakaian kerja dan kelengkapannya. rumah jabatan. kelengkapan upacara/pelantikan. alat-alat laboratorium. serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. penatausahaan. penjilidan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. kebersihan gedung dan halaman. bahan cetak. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. pelaksanaan pengadaan sarana untuk operasional perkantoran. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. penataan lay out kantor.

instalasi air.57 Pasal 175 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. Pasal 176 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan. perawatan dan perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian serta pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan dan perawatan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretariat Jenderal. instalasi listrik/penerangan. b. Subbagian Pemeliharaan. operasional. genset. . (3) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan dan kediaman Pimpinan kementerian Keuangan. mesin penyejuk udara. pertamanan. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 177 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Urusan Dalam. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas. peralatan kantor. CCTV. rumah jabatan. dan d. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. Subbagian Keamanan Dalam. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. barang inventaris lainnya. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. penataan lay out kantor. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. kebersihan gedung dan halaman. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal. .58 Pasal 178 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

. Direktorat Anggaran II. f. b. d. standar. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. penyusunan norma.59 BAB V DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 179 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran. Direktorat Anggaran I. Sekretariat Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan di bidang penganggaran. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Anggaran. dan e. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. dan h. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 181 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri atas: a. c. Direktorat Sistem Penganggaran. g. d. Direktorat Anggaran III. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. b. e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . h. Pasal 184 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Perencanaan dan Keuangan. penyelenggaraan urusan kepegawaian direktorat jenderal. dokumentasi. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. koordinasi bantuan hukum direktorat jenderal. d. perumusan peraturan di bidang kesekretariatan. e. kearsipan. . koordinasi kegiatan direktorat jenderal. g. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan direktorat jenderal. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum. Bagian Umum. c. koordinasi penyusunan rencana strategik. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.60 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 182 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Kepegawaian. b. c. rumah tangga. perpustakaan. d. pengelolaan urusan tata usaha. dan i. dan pengelolaan Barang Milik Negara serta kesekretariatan pimpinan. e. f. pengadaan. f. dan laporan kinerja direktorat jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja dan pengelolaan keuangan direktorat jenderal.

analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. laporan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. c. monitoring.61 Pasal 185 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. Subbagian Tata Laksana. . laporan pelaksanaan tugas serta evaluasi kinerja direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi. monitoring. pelaporan. dan layanan informasi direktorat jenderal. penyusunan rencana strategik. d. dan e. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta layanan informasi dan publikasi. penyiapan bahan penataan organisasi. laporan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategik. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. Pasal 187 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. evaluasi kinerja direktorat jenderal. ketatalaksanaan. serta pengembangan kinerja organisasi. b. serta pengembangan kinerja organisasi. dan c. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Organisasi. laporan akuntabilitas. Pasal 188 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pengelolaan layanan informasi dan publikasi.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . statistik. c. Pasal 191 Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.62 Pasal 189 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. pemensiunan. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin. b. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengangkatan. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. dokumentasi. kepangkatan. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin pegawai. penempatan. pemensiunan pegawai. absensi pegawai. dan e. kepangkatan. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. statistik. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. penyiapan bahan formasi. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. pemberhentian. d. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. cuti. serta penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. dan c. Pasal 192 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. cuti. Subbagian Pengembangan Pegawai. dokumentasi. pemberhentian. . penempatan. pengembangan pegawai. absensi pegawai. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya.

dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. Subbagian Perencanaan Anggaran. pengadaan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 197 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha.63 Pasal 193 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kerja dan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. dan c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. gaji dan tunjangan. serta kesekretariatan dan tata usaha pimpinan. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. . dan c. rumah tangga. dan pengelolaan Barang Milik Negara direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). Pasal 196 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. perpustakaan. b. Pasal 195 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa perlengkapan sarana dan prasarana. Pasal 199 Bagian Umum terdiri atas: a. penyimpanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pendistribusian. serta manajemen perpustakaan. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kesekretariatan.64 Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. dan penghapusan serta pelaporan Barang Milik Negara direktorat jenderal. pelaksanaan. penyiapan dokumen. pengelolaan kendaraan dinas dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji dan tunjangan pegawai. b. pelaksanaan. dokumentasi. b. Pasal 200 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan surat menyurat. Subbagian Rumah Tangga dan Gaji. penyimpanan. pengelolaan perpustakaan.penyiapan dokumen. dan d. pendistribusian. kearsipan. tata usaha pimpinan. pelaksanaan urusan pengadaan. pelaksanaan urusan surat menyurat. komputerisasi persuratan. Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan. . dan penggandaan. d. Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara. pemeliharaan. dokumentasi. ekspedisi. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan. e. c. inventarisasi. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggaan. ekspedisi dan penggandaan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan inventarisasi. dan penyiapan penghapusan serta pelaporanBarang Milik Negara. pemeliharaan. kearsipan. dan protokoler. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan f. pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. (3) Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan.

penyusunan kerangka kerja dan pengelolaan risiko direktorat jenderal. protokoler dan akomodasi Direktur Jenderal. koordinasi penyusunan profil risiko dan strategi pengendalian risiko direktorat jenderal. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur dan kode etik.65 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pemantauan. Pasal 204 (1) Subbagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur dan kode etik. c. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. Pasal 201 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan kerangka kerja. Subbagian Bantuan Hukum. (2) Subbagian Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko serta bahan koordinasi penyusunan profil dan strategi pengendalian risiko. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta manajemen risiko dan bantuan hukum. Subbagian Manajemen Risiko. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pencatatan acara. dan c. (3) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. makalah. dan d. penyusunan kerangka kerja. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. penindakan. Subbagian Kepatuhan Internal. evaluasi. Pasal 202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201. . Pasal 203 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur dan kode etik. dan mengatur jadwal kegiatan. mengkoordinir penyusunan pidato. penyiapan bahan. b. b.

dan e. Pasal 207 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. standar. g. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. d. prosedur dan kriteria di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.66 Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 205 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara. dan h. b. b. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal. Subbagian Tata Usaha. e. f. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. d. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . . Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pasal 206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 205.

analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. kerangka penganggaran jangka menengah. RUU APBN-P. Pagu Sementara. dan pendapatan negara. . laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN.67 Pasal 208 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. e. RAPBN. b. penyiapan bahan konsolidasi dan penggabungan proyeksi postur APBN dalam bentuk Resource Envelope dan Pagu Indikatif. dan i. pendapatan negara dan kerangka penganggaran jangka menengah. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. dan bahan penyusunan analisis dampak APBN terhadap ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . f. g. penyiapan bahan penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang ekonomi makro serta pendapatan negara dan hibah. asumsi makro dan pendapatan negara dan hibah. RAPBN-P. d. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro dan realisasi pendapatan negara dan hibah. analisis dampak APBN terhadap perekonomian. pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka RAPBN. serta NK dan RAPBN-P di bidang kerangka ekonomi makro. h. dan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. RUU APBN. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pendapatan negara dan hibah. analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro. penyiapan bahan pengelolaan data ekonomi makro. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. serta monitoring realisasi dan perkiraan realisasi APBN tahunan. langkah-langkah kebijakan fiskal. serta analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. c. kebijakan fiskal.

Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN. Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . langkahlangkah kebijakan fiskal. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. bantuan sosial. monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai. belanja barang dan modal. Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN. serta pengembangan model fiskal. Pasal 211 (1) Seksi Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan ekonomi makro. dan koordinasi pengolahan data APBN dan data fiskal lainnya dalam rangka penyiapan proyeksi postur APBN pagu Indikatif.68 Pasal 210 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara terdiri atas: a. dan sistem jaminan sosial nasional. analisis langkah kebijakan dan langkah administratif. Pasal 212 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model. RAPBN-P. analisis dampak. RAPBN. c. sensitivitas APBN. b. serta RUU APBN-P. penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi. (3) Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal dan kerangka APBN (postur APBN). pagu Sementara. . RUU APBN. (2) Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. (4) Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap perekonomian. evaluasi dan pengelolaan data pendapatan negara dan hibah dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. dan belanja lainnya. dan d. dan pengembangan model dan pengelolaan data ekonomi makro dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. analisis sensitivitas. serta monitoring. Seksi Analisis Ekonomi Makro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 69 Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; f. monitoring dan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya. Pasal 214 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal; c. Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya. Pasal 215 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 70 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja barang dan modal. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang bantuan sosial dan belanja untuk anggaran sistem jaminan sosial nasional. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lainnya. Pasal 216 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas serta melakukan konsolidasi belanja Pemerintah Pusat. Pasal 217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 71 e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; g. pelaksanaan konsolidasi data anggaran belanja pemerintah pusat; dan h. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas. Pasal 218 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga; c. Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat. Pasal 219 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lembaga. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang anggaran pendidikan dan belanja hibah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja prioritas, serta melakukan konsolidasi pengolahan dan monitoring data belanja pemerintah pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 72 Pasal 220 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas,, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi, serta transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi, dan transfer ke daerah; d. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah. Pasal 222 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi; c. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II. Pasal 223 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 73 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja subsidi. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang tahunan dan jangka menengah di bidang dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan konsolidasi transfer ke daerah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang dana alokasi umum, dana otonomi khusus dan penyesuaian, dan anggaran pendidikan dari transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 224 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan anggaran serta penganggaran risiko fiskal. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224, Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; c. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; d. pengembangan model perencanaan penganggaran risiko fiskal; dan evaluasi pembiayaan anggaran dan

e. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 74 f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembiayaan anggaran. Pasal 226 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I; b. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II; c. Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang; dan d. Seksi Penganggaran Risiko Fiskal. Pasal 227 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman proyek, penerusan pinjaman, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman program, surat berharga negara, pinjaman dalam negeri, dan pembiayaan utang lainnya. (3) Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan non utang. (4) Seksi Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang penganggaran risiko fiskal. Pasal 228 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan informasi ekonomi makro dan APBN, koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, evaluasi akun APBN, melaksanakan dukungan teknis penyusunan dokumen-dokumen APBN, dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 75 Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P; b. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan NK dan RAPBN beserta RUU APBN-nya, Laporan Semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P beserta RUU APBN-P-nya; c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P; d. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan rapat kerja Pemerintah dengan DPR dan DPD dan bahan rapat koordinasi internal Pemerintah; e. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data APBN; f. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; g. penyiapan bahan koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN; h. penyiapan bahan analisis data, informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya; i. j. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan Pemerintah; penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN; dan

k. pengkonsolidasian, pengharmonisasian dan pengsinkronisasian, serta penggabungan konsep dokumen-dokumen APBN. Pasal 230 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Seksi Analisis Data dan Informasi APBN; b. Seksi Evaluasi Akun APBN; c. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN; dan d. Seksi Diseminasi APBN. Pasal 231 (1) Seksi Analisis Data dan Informasi APBN mempunyai tugas melakukan analisis data dan informasi APBN, penyiapan bahan dan koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, serta pelaporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 76 (2) Seksi Evaluasi Akun APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN, melakukan penyiapan sumbangan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (Central Government Operation/CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (General Government Operation/GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS), serta melakukan penyiapan sumbangan bahan dalam rangka penyusunan Neraca Arus Dana (NAD). (3) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi penyusunan dokumen-dokumen APBN serta koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN. (4) Seksi Diseminasi APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data APBN serta menyiapkan informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya. Pasal 232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian, keuangan, umum, organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Bagian Kelima Direktorat Anggaran I Pasal 233 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233, Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 77 Pasal 235 Direktorat Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IA; b. Subdirektorat Anggaran IB; c. Subdirektorat Anggaran IC; d. Subdirektorat Anggaran ID; e. Subdirektorat Anggaran IE; f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I; dan g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 236 Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan, pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis, penyiapan bahan koordinasi, revisi, monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236, Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif, sementara, definitif, dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga, PSO, dan subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga; dan bimbingan teknis standar biaya khusus

c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga; d. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga; Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran

e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; f. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian/Lembaga; dan g. monitoring dan evaluasi penganggaran.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 78 Pasal 238 Subdirektorat Anggaran IA terdiri atas: a. Seksi Anggaran IA-1; b. Seksi Anggaran IA-2; c. Seksi Anggaran IA-3; dan d. Seksi Anggaran IA-4. Pasal 239 Seksi Anggaran IA-1, IA-2, IA-3, dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 240 Subdirektorat Anggaran IB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IB-1; b. Seksi Anggaran IB-2; c. Seksi Anggaran IB-3; dan d. Seksi Anggaran IB-4. Pasal 241 Seksi Anggaran IB-1, IB-2, IB-3, dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 242 Subdirektorat Anggaran IC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IC-1; b. Seksi Anggaran IC-2;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 79 c. Seksi Anggaran IC-3; dan d. Seksi Anggaran IC-4. Pasal 243 Seksi Anggaran IC-1, IC-2, IC-3, dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 244 Subdirektorat Anggaran ID terdiri atas: a. Seksi Anggaran ID-1; b. Seksi Anggaran ID-2; c. Seksi Anggaran ID-3; dan d. Seksi Anggaran ID-4.

Pasal 245 Seksi Anggaran ID-1, ID-2, ID-3, dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 246 Subdirektorat Anggaran IE terdiri atas: a. Seksi Anggaran IE-1; b. Seksi Anggaran IE-2; c. Seksi Anggaran IE-3; dan d. Seksi Anggaran IE-4.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 80 Pasal 247 Seksi Anggaran IE-1, IE-2, IE-3, dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran, koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif,sementara, definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; c. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus; e. penyiapan bahan koordinasi Kementerian/Lembaga; persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years)

f. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga; g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; h. penatausahaan data penganggaran; i. j. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi, data, dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; pemrosesan usulan kode satuan kerja; dan

k. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/ Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 252 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Keenam Direktorat Anggaran II Pasal 253 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Seksi Dukungan Teknis. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan rancangan alokasi anggaran. PSO dan subsidi. organisasi dan tata laksana direktorat. dan b. Pasal 251 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga.81 Pasal 250 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri atas: a. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. rencana kerja anggaran. sementara. . umum. dan ABT. keuangan. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. definitif. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan g. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IID. Subdirektorat Anggaran IID. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. IIB. IID. c.82 Pasal 254 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253. penyiapan penyusunan norma. revisi. b. IIC. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. PSO. sementara. IIC. dan e. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. standar. d. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. definitif. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 256 Subdirektorat Anggaran IIA. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. Subdirektorat Anggaran IIA. Subdirektorat Anggaran IIB. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. e. . Pasal 255 Direktorat Anggaran II terdiri atas: a. c. dan subsidi. Subdirektorat Anggaran IIE. f. Subdirektorat Anggaran IIA. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Anggaran IIC. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi. d. IIB.

Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. Seksi Anggaran IIA-3. Pasal 258 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri atas: a. Pasal 260 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IIB-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. monitoring dan evaluasi penganggaran. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.83 b. dan d. c. IIA-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIA-2. IIA-2. Seksi Anggaran IIB-4. . f. Seksi Anggaran IIB-2. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . d. b. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIA-1. dan d. Seksi Anggaran IIA-4. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. b. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. Seksi Anggaran IIB-1. Pasal 259 Seksi Anggaran IIA-1. dan g.

Pasal 265 Seksi Anggaran IID-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. c. Seksi Anggaran IIC-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IID-2. Pasal 263 Seksi Anggaran IIC-1. Pasal 264 Subdirektorat Anggaran IID terdiri atas: a. dan Seksi Anggaran IID-4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IID-1. dan Seksi Anggaran IIC-4. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIC-2. Seksi Anggaran IID-2. Pasal 262 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IIC-3. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. d. IID-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IID-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. IIC-2.84 Pasal 261 Seksi Anggaran IIB-1. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. . IIB-2. IIB-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus.

sementara. Seksi Anggaran IIE-1. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. dan d. c. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. b. c. f. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIE-2. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIE-4 Pasal 267 Seksi Anggaran IIE-1. PSO dan Subsidi. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . . Seksi Anggaran IIE-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. b. PSO dan Subsidi. IIE-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. d.85 Pasal 266 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri atas: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 268 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. e. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIE-3.

menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. rencana kerja anggaran. organisasi dan tata laksana direktorat. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. dan k. penyusunan rancangan alokasi anggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. pemrosesan usulan kode satuan kerja. Seksi Dukungan Teknis. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. data. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. definitif. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. sementara. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Pasal 271 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. Pasal 272 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. . umum. keuangan. Pasal 270 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri atas: a.86 g. dan ABT.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan b. penatausahaan data penganggaran. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. j. i. h.

Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Anggaran IIIB. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan e. d. Subdirektorat Anggaran IIID. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 275 Direktorat Anggaran III terdiri atas: a. standar. penyiapan penyusunan norma. b. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Anggaran IIIA. d. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. b. Subdirektorat Anggaran IIIC. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.87 Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran III Pasal 273 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. c.

penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. dan d. f. Subdirektorat Anggaran IIIA. f. dan g. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. b. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian /Lembaga. d. b. IIIB. sementara. . PSO. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. revisi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. dan g. Pasal 276 Subdirektorat Anggaran IIIA. monitoring dan evaluasi penganggaran. dan subsidi. penyiapan bahan koordinasi. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. Seksi Anggaran IIIA-4. Seksi Anggaran IIIA-3. definitif. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian /Lembaga. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga. Pasal 278 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. Subdirektorat Anggaran IIIE. IIIB. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. Seksi Anggaran IIIA-1. c.88 e. Seksi Anggaran IIIA-2. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.89 Pasal 279 Seksi Anggaran IIIA-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIIB-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 283 Seksi Anggaran IIIC-1. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIC-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. b. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIIC-4. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIC-3. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Pasal 282 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IIIA-3. b. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. IIIB-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. dan d. Pasal 280 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IIIC-1. . Seksi Anggaran IIIC-3. Seksi Anggaran IIIB-4. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIIC-2. IIIB-3. Seksi Anggaran IIIB-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan d. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIIB-1. Pasal 281 Seksi Anggaran IIIB-1. IIIA-2.

. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. menelaah permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. b. c. e. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. IIID-2. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. dan d. d. b. IIID-3.90 Pasal 284 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyelesaian rincian BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. alokasi. dan f. Seksi Anggaran IIID-2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IIID-3. Seksi Anggaran IIID-4. Seksi Anggaran IIID-1. c. penelaahan permintaan dan revisi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan bahan penyusunan rincian anggaran belanja. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 286 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri atas: a. Pasal 287 Seksi Anggaran IIID-1.

penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.91 Pasal 288 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-4. penyusunan konsep surat pernyataan tanggungjawab Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. c. c. d. b. h. Seksi Anggaran IIIE-1. dan d. rekonsiliasi belanja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. j. rekonsiliasi barang milik negara Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pendapatan. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. menyusun tanggapan LHP dan melaksanakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya serta pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/ Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. i. Pasal 290 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri atas: a. e. Seksi Anggaran IIIE-3. pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. dan pengembalian belanja Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. verifikasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-2. penyiapan bahan pembinaan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. . f. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. g. dan penyusunan tanggapan LHP dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.

koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 292 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. pendapatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . PSO dan Subsidi. f. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. penatausahaan data penganggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. verifikasi laporan keuangan. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain.92 Pasal 291 Seksi Anggaran IIIE-1. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. e. rekonsiliasi belanja. serta ABT Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. b. c. h. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi laporan keuangan. g. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. penyusunan konsep surat pernyataan tanggung jawab laporan keuangan. sementara. IIIE-2. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. penyusunan berita acara serah terima serta penyusunan tanggapan LHP dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengembalian belanja dan barang milik negara. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. . IIIE-3.

definitif. organisasi dan tata laksana direktorat. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. dan ABT Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian /Lembaga. dan b. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. sementara. PSO dan subsidi. keuangan. penyusunan rancangan alokasi anggaran. Seksi Dukungan Teknis. pemrosesan usulan kode satuan kerja. Pasal 296 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi penganggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. Pasal 294 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri atas: a. .93 i. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. data. dan k. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. rencana kerja anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 295 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. umum. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. j.

. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. f. dan e. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . h. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. g. b. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Pasal 299 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. d. standar. c. e. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297.94 Bagian Kedelapan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 297 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga II. b. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. c. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. standardisasi. d. Pasal 300 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I.

pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pedoman. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). penatausahaan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. . pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. f. e. Seksi Penerimaan Gas Alam. dan g.95 Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. c. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. d. b. Seksi Verifikasi. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pedoman. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. pemungutan. Pasal 302 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri atas: a. dan d. peraturan. b. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. c. penyusunan rencana dan realisasi. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 303 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS.

koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. b. penyusunan rencana dan realisasi. pengolahan dan verifikasi data. c. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pedoman.96 (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pedoman. pemungutan. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. . (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pedoman. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 304 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. d. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. pemungutan. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. peraturan. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyusunan rencana dan realisasi. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan.

h. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. peraturan. penyusunan rencana. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.97 e. peraturan. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyusunan rencana dan realisasi. verifikasi data. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pedoman. pedoman. . dan c. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 307 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. b. dan i. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. pemungutan. penatausahaan. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. g. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. f. Pasal 306 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri atas: a. dan realisasi pemungutan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Seksi Verifikasi.

standardisasi.98 (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. c. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. penatausahaan. c. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan perumusan norma. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian/ Lembaga. d. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. Pasal 310 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I terdiri atas: a. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IB. b. Pasal 308 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengolahan dan verifikasi data. penelaahan target. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. dan e. Subdirektorat Penerimaan Kementerian Negara/Lembaga I dan II masing-masing menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian/ Lembaga. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Verifikasi. dan d. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IC. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. .

(2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma.99 Pasal 311 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. Pasal 314 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. standardisasi. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. IB. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. peraturan. c. penelaahan target. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian /Lembaga II. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. Seksi Verifikasi. Pasal 313 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. pedoman. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIB. Pasal 312 Subdirektorat Penerimaan Kementerian /Lembaga II terdiri atas: a. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIC. pedoman. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. IIB. b. pengolahan dan verifikasi data. peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. pengolahan dan verifikasi data. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga I. penelaahan target. dan d.

standar. verifikasi data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 317 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. penatausahaan. pembukuan. penelaahan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.100 Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. pengolahan dan konsolidasi data. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. penyusunan rencana dan realisasi. b. penyiapan bahan perumusan norma. Pasal 318 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. dan c. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. Pasal 316 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri atas: a. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. peraturan. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Seksi Verifikasi. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. c. pelaksanaan urusan tata usaha. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. pedoman. standar. termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi. d. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pengolahan. penelaahan. kriteria. b. dan e. pedoman.

Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 321 Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. dan c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP.101 Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. Pasal 322 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan koordinasi pengolahan. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. umum. standar. data. b. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. b. . c. standar. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. dan penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. organisasi dan tata laksana direktorat. pedoman. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyiapan bahan perumusan norma. serta melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi data dan informasi PNBP. keuangan. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. Pasal 320 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri atas: a. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan Kementerian/Lembaga. dan peraturan. konsolidasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pedoman. dan d.

Subdirektorat Standar Biaya. penyiapan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang sistem penganggaran. penyiapan pemberian penganggaran. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem penganggaran. Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . d. Pasal 325 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri atas: a. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. b. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. penyiapan perumusan peraturan. pengembangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem penganggaran. standar. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 326 Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pedoman. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem e. kriteria dan prosedur penerapan sistem penganggaran. c. Subbagian Tata Usaha. dan f. standar. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. e. .102 Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 323 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem penganggaran. c. b.

Seksi Penerapan Sistem Penganggaran. monitoring dan evaluasi serta riset dan pengembangan standar biaya. bimbingan teknis. norma. penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerja sama internal dan eksternal dalam rangka pengembangan dan penerapan sistem penganggaran. kriteria dan prosedur dalam rangka penerapan sistem penganggaran. penyiapan bahan pengkajian dan penyempurnaan klasifikasi penganggaran. standar. Seksi Proses Bisnis Penganggaran. b. . norma. c. (3) Seksi Penerapan Sistem Penganggaran mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan peraturan. Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 328 Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran terdiri atas: a.103 Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran. Seksi Klasifikasi Anggaran. penyusunan standar biaya. (2) Seksi Proses Bisnis Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis penganggaran sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. c. dan d. pedoman. perumusan penyempurnaan klasifikasi anggaran serta penyelarasannya dengan fungsi penganggaran. Pasal 330 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma. dan pedoman penerapan sistem penganggaran. penyiapan bahan perumusan peraturan. (4) Seksi Klasifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. dan d. b. penyusunan bank data. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerjasama internal dan eksternal dalam rangka perencanaan dan pengembangan sistem penganggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

c. d. penyiapan bank data. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. analisis dan pengembangan standar biaya. Pasal 334 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja serta analisis dan evaluasi kinerja penganggaran. e. Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya. b. dan d. c. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. Seksi Standar Biaya III. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus.104 Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. b. Seksi Standar Biaya I. (2) Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya mempunyai tugas melakukan riset dan kajian standar biaya. serta penyusunan bank data. serta analisis dan pengembangan standar biaya. dan h. Seksi Standar Biaya II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 332 Subdirektorat Standar Biaya terdiri atas: a. penyusunan standar biaya umum. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. riset dan kajian standar biaya umum dan standar biaya khusus. Pasal 333 (1) Seksi Standar Biaya I. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. f. penyiapan bahan penyusunan standar biaya umum.

pemeliharaan dan evaluasi basis data. pengolahan dan penyajian data/informasi. penyiapan bahan evaluasi kinerja penganggaran Kementerian /Lembaga. penerapan sistem informasi penganggaran dan pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi serta pembinaan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan. pembangunan. penyiapan bahan pengkajian. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 338 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. b. Pasal 337 Seksi Analisis dan Evaluasi Kinerja Penganggaran I. Pasal 336 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran terdiri atas: a. perumusan. perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. dan c. pelaporan dan rekomendasi. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran II. pelaporan dan rekomendasi. pengolahan data dan penyajian informasi penganggaran. pelaporan dan rekomendasi. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran III. dan d. penyiapan bahan evaluasi. b. penyiapan bahan analisis data perencanaan penganggaran. II. c. pemeliharaan dan evaluasi basis data. perumusan. analisis. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. .105 Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. pelaporan dan rekomendasi kinerja penganggaran. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan analisis data realisasi pelaksanaan anggaran.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. pembangunan. c. Pasal 340 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri atas: a. (3) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Seksi Basis Data Penganggaran. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. b. perumusan. umum. perumusan. organisasi dan tata laksana direktorat. pengembangan. penyiapan bahan pengkajian. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. perumusan. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. pembangunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemeliharaan dan pendayagunaan prasarana teknologi informasi dan komunikasi. (4) Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Infromasi mempunyai tugas melakukan pembangunan. Pasal 342 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. pengembangan dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. keuangan. pembangunan.106 c. d. pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi. pengolahan dan penyajian data dan informasi penganggaran. Pasal 341 (1) Seksi Basis Data Penganggaran mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Informasi. (2) Seksi Penyajian Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pemeliharaan dan evaluasi basis data. Seksi Penyajian Informasi Penganggaran. . dan d. pengembangan. perumusan. dan e.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial. standar. Pasal 346 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . d. b.107 Bagian Kesepuluh Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Pasal 343 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. e. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga. c. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. dan e. Pasal 345 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP. Pasal 344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343. c. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. kajian kebijakan. d. prosedur dan kriteria di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subbagian Tata Usaha.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang kesejahteraan rakyat. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.108 Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. kajian kebijakan. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. hukum dan keamanan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang kesejahteraan rakyat. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang perekonomian. b. kajian kebijakan. . penyiapan harmonisasi. dan c. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang perekonomian. b. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II. kajian kebijakan. Pasal 349 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I. Pasal 350 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang politik. Pasal 348 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga terdiri atas: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang politik. kajian kebijakan. hukum dan keamanan. penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. Pasal 353 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. dan c. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP. Pasal 352 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial terdiri atas: a. b. Kematian dan jaminan sosial lainnya. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. kajian kebijakan. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. penyiapan harmonisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Pasal 354 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja.109 Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. dan c. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. b. Kematian dan jaminan sosial lainnya. kajian kebijakan. kajian kebijakan.

pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. kajian. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. Pasal 358 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP menyelenggarakan fungsi: a.110 Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. penyiapan harmonisasi. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi menyelenggarakan fungsi : a. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. penyiapan bahan kajian di bidang remunerasi. hukum dan keamanan. b. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II. kajian kebijakan. hukum dan keamanan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. kajian kebijakan. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. . Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. kajian kebijakan. Pasal 356 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan harmonisasi penganggaran di bidang remunerasi. b. Pasal 357 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. b. dan c.

umum. penyiapan bahan pengembangan kebijakan di bidang remunerasi. dan c. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pejabat negara dan lembaga non struktural. Pasal 362 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Pasal 361 (1) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. (2) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. organisasi dan tata laksana direktorat. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan evaluasi di bidang remunerasi. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 363 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. b. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi lainnya. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pegawai negeri. kajian. Pasal 360 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi terdiri atas: a.111 c. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural. kajian. (3) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. kajian. .

112 Pasal 364 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pajak. . c. Direktorat Peraturan Perpajakan I. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. dan e. d. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 367 Direktorat Jenderal Pajak terdiri atas: a. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Keberatan dan Banding. perumusan kebijakan di bidang perpajakan. f. standar. c. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. g. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. prosedur dan kriteria di bidang perpajakan.113 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 365 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan norma. b. e. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Peraturan Perpajakan II.

c. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. b. Bagian Umum. k.114 h. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. i. Pasal 370 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. l. dan m. Pelayanan. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan Penerimaan. d. Direktorat Transformasi Proses Bisnis. e. Bagian Kepegawaian. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. j. f. rencana stratejik. . kepegawaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. koordinasi penyusunan rencana kerja. dan pelaksanaan tata usaha. Direktorat Penyuluhan. kearsipan dan rumah tangga. Bagian Keuangan. c. d. Kepatuhan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 368 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. keuangan. Direktorat Potensi. Bagian Perlengkapan. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. dan Hubungan Masyarakat.

serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. administrasi penataan organisasi. b. h. dan bimbingan konsultan pajak. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. administrasi. penyiapan bahan pemberian izin. c. dan Subbagian Pengukuran Kinerja. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. Subbagian Tatalaksana.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Organisasi. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. b. pemantauan. . c. serta penyiapan bahan pemberian izin. d. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal.115 Pasal 371 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. pengawasan. prosedur kerja. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. g. pengawasan. f. dan bimbingan konsultan pajak. Pasal 373 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri atas: a. penatausahaan. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 374 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. e. dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. administrasi.

b. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. cuti dan penghargaan pegawai. penempatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin.116 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. analisis kebutuhan pegawai. usulan penyaringan pegawai. c. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. c. pemindahan pegawai. statistik. kesejahteraan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. pelaksanaan pengangkatan. d. b. d. dan pengusulan pegawai. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicators. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 378 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. penggajian. Pasal 375 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. . Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. e. penempatan. dan pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Subbagian Umum Kepegawaian. formasi. dokumentasi. penggajian. kepangkatan. penatausahaan. pelaksanaan tata usaha. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 377 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Subbagian Mutasi Kepegawaian.

Pasal 379 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. dokumentasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 381 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Perbendaharaan. c. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. dan pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Subbagian Penyusunan Anggaran. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. . formasi. kesejahteraan pegawai. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. statistik. usulan penyaringan pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. Pasal 382 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan.117 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. b. c. cuti dan penghargaan pegawai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penyiapan dokumen. Pasal 383 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlengkapan. Pasal 386 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Inventarisasi. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. dan pelaksanaan. Subbagian Pengadaan I. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. penyiapan dokumen. d. penyiapan dokumen. serta pelaksanaan. c. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. Subbagian Pengadaan II. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. b. . (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal.118 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. Pemeliharaan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. dan pelaksanaan. dan Penghapusan. c. Pasal 385 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara.

dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. c. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan tata usaha. Pasal 390 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. serta kearsipan Kantor Pusat. b. d. b. dan ekspedisi. penyajian bahan kegiatan. dan pelaksanaan pengelolaan rumah tangga kantor pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja kantor pusat. dan Subbagian Rumah Tangga. dan rumah tangga. penggandaan. dan ekspedisi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. c.119 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pengetikan. pelaksanaan surat-menyurat. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. Pasal 389 Bagian Umum terdiri atas: a. serta kearsipan kantor pusat. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. d. pelaksanaan bimbingan kearsipan direktorat jenderal. pengaturan penerimaan tamu. Subbagian Protokol. pelaksanaan protokol.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. Pasal 387 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. perjalanan dinas. (4) Subbagian Inventarisasi. rapat pimpinan dan akomodasi. pengetikan. penggandaan. . pencatatan acara.

Pasal 392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. pengaturan penerimaan tamu. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. rapat pimpinan dan akomodasi. pencatatan acara. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. penyajian bahan kegiatan. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.120 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. penyiapan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. b. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 391 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. perjalanan dinas. . serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. standar. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c.

dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Pasal 393 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri atas: a. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. b. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 394 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. f. dan e. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. . e. d. teknis operasional. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). c. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. b. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.121 d. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan.

penegasan (ruling). d. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 396 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). c. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. teknis operasional. dan Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan penyusunan rancangan peraturan. . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. Pasal 398 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Pasal 397 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. penegasan (ruling). teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.122 c. petunjuk pelaksanaan. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan.

penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. b. Pasal 401 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. dan penyusunan rancangan peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. d. Pasal 400 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri atas: a. dan elektronik. otomotif. teknis operasional. penegasan (ruling).123 Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398. . penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. pertambangan. dan Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. teknis operasional. c.

jasa. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. jasa. penegasan (ruling). jasa. Pasal 405 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. . jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. petunjuk pelaksanaan. Jasa. Jasa. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. teknis operasional. b. petunjuk pelaksanaan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. b. c. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling).124 Pasal 402 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. dan Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. d. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402. teknis operasional. d. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pasal 404 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan.

penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. . penegasan (ruling). teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. Pasal 406 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. d. b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling).125 (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling).

Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. pengolahan data. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 409 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 410 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. tata usaha. c. petunjuk pelaksanaan.126 Pasal 408 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri atas: a. penegasan (ruling). kearsipan. . dan rumah tangga Direktorat. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. penegasan (ruling). b. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. penegasan (ruling). teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. keberatan dan pengurangan. petunjuk pelaksanaan. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

d. dan harmonisasi peraturan perpajakan. dan harmonisasi peraturan perpajakan. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Pajak Penghasilan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. b. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. dan harmonisasi peraturan perpajakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. c. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. bantuan hukum. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. dan e. bantuan hukum. d. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bantuan Hukum. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan.127 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 411 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. bantuan hukum. f. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Pajak Penghasilan. e. dan harmonisasi peraturan perpajakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. bantuan hukum. g. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. c. dan harmonisasi peraturan perpajakan. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411. Pasal 413 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri atas: a. bantuan hukum.

petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. c. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. Pasal 415 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414. Pasal 416 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penegasan (ruling). (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. petunjuk pelaksanaan. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. d. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. b. dan penyusunan rancangan peraturan. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III.128 Pasal 414 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. penegasan (ruling). Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. . b. teknis operasional. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. teknis operasional. Pasal 417 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. . dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. b. penegasan (ruling). d. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. petunjuk pelaksanaan. Pasal 421 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. penyiapan bahan penelaahan. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan Pajak Penghasilan Pasal 26.129 Pasal 418 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. c. b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. teknis operasional. teknis operasional. Pajak Penghasilan Pasal 23. c. Pasal 420 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri atas: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

penegasan (ruling). b. dan peraturan pelaksanaannya. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 424 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri atas: a. penegasan (ruling). Seksi Perjanjian Asia Pasifik. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. Pasal 423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. pengendalian dan evaluasi peraturan. . f. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. dan pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. Pasal 422 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .130 (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Perjanjian Eropa. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). c. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. b. e. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. pemantauan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. d. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. teknis operasional.

dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. serta penyiapan bahan penelaahan. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. . dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. serta penyiapan bahan penelaahan. pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. d. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 426 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain.131 c. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. dan pemberian bimbingan. pelaksanaan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. dan Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. serta penyiapan bahan penelaahan. Pasal 425 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik.

Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Banten. pelaksanaan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Pasal 428 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. Jawa Barat. Jawa Tengah. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Jakarta Selatan. dan Seksi Bantuan Hukum IV. d. Seksi Bantuan Hukum I. b. Seksi Bantuan Hukum II. Jakarta Timur. pemberian bimbingan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Nusa Tenggara. Bali. b. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. pelaksanaan. Seksi Bantuan Hukum III. pelaksanaan.132 Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. dan dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. Pasal 429 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat. Maluku dan Papua. c. . dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi. pelaksanaan. pelaksanaan. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera.

serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. b. analisis keterkaitan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. petunjuk pelaksanaan. b. d. . c. Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. Pasal 432 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri atas: a.133 Pasal 430 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan. d. sinkronisasi peraturan. petunjuk pelaksanaan. dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. dan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional. teknis operasional. c. teknis operasional. mensinergikan peraturan. Pasal 431 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 430. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. teknis operasional. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan.

(3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan. petunjuk pelaksanaan. b. . Pasal 434 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. teknis operasional. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435.134 Pasal 433 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. penyiapan penyusunan norma. teknis operasional. prosedur dan kriteria di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. tata usaha. standar. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. c. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . petunjuk pelaksanaan. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 435 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. Pasal 437 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. Pasal 438 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. c. f. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan. penyusunan. bimbingan. g. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan. c. penyusunan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan. dan Seksi Strategi Pemeriksaan. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi.135 d. pengendalian. c. Subbagian Tata Usaha. pengendalian. penyusunan. pemantauan. dan penyiapan bahan penelaahan. b. pemantauan. penyusunan. b. e. Subdirektorat Penagihan. penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. Pasal 440 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri atas: a. . pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan. dan e. Pasal 439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. b. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan. pengendalian. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala.

c. penyusunan. Seksi Teknik Pemeriksaan. pengendalian. pemantauan. dan Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. penyusunan. c. pemantauan. Pasal 444 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak. pemantauan.136 Pasal 441 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. pengawasan. dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. pengendalian. Pasal 442 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. pengendalian. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak. pengendalian. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengawasan. b. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. pemantauan. b. pemantauan. pemantauan. pengendalian. Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan. Pasal 445 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. . pengendalian. penyusunan. bimbingan. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan.

dan Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. pengendalian. pengendalian.137 (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 446 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam. pemantauan. bimbingan. pengendalian. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup. dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. b. pengawasan. Pasal 447 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. pengawasan. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. pengendalian. pemantauan. Pasal 449 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. penyusunan. pengendalian. penyusunan. c. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. bimbingan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. penyiapan bahan penelaahan. c. Pasal 448 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri atas: a. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. b. . dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan.

dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. pemantauan. koordinasi. Pasal 453 (1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi terhadap dukungan teknis. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. pengendalian. dan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. bimbingan. Seksi Kerjasama Pemeriksaan. koordinasi. pemantauan. b. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. bimbingan. pengendalian. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. dan Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. penyusunan. Pasal 450 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan. pemantauan. c. bimbingan. Pasal 452 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri atas: a. Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. . dukungan teknis. penyiapan bahan penelahaan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. pengendalian. dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. penyusunan. pemantauan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. c. penyusunan. pengendalian. pengendalian. b. pengendalian. penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a.138 (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. bimbingan. penyusunan. pemantauan. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

Pasal 457 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak. dan Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. . Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan. dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. b. pengendalian. pengendalian. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. b. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. Pasal 454 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. bimbingan. Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. Pasal 455 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 454. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. koordinasi. serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. penyusunan. pemantauan. dan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. pengendalian. Pasal 456 Subdirektorat Penagihan terdiri atas: a. koordinasi.139 (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan. pemantauan. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. c. pengawasan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak.

standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 459 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. b. Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. . dan penatausahaan penagihan pajak.140 (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak. Pasal 461 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri atas: a. Subdirektorat Intelijen Perpajakan. serta pemantauan. piutang pajak. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan. d. b. c. Pasal 458 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penelaahan. dan penghapusan tunggakan pajak. penyiapan penyusunan norma. tata usaha. Subdirektorat Rekayasa Keuangan. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 460 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. dan rumah tangga Direktorat. pengawasan. prosedur dan kriteria di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pengendalian mutu penagihan pajak.

sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. pemantauan. b. Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Intelijen Perpajakan I. analisis. analisis. dan standardisasi teknis data intelijen. dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen. dan pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. Pasal 463 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462. pengawasan. Pasal 462 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. analisis. c. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan. Subdirektorat Penyidikan. pemantauan. Pasal 465 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. d. Seksi Intelijen Perpajakan II. penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan. f. evaluasi kegiatan intelijen. c. pengelolaan data intelijen. . e. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. serta pelaksanaan intelijen. analisis. b. penatausahaan. Pasal 464 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. d.141 c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait. pengendalian. Subbagian Tata Usaha. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

analisis. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. Seksi Rekayasa Keuangan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. pemantauan. pengendalian. c. Pasal 466 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan pengaduan. Pasal 469 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. data. Pasal 468 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri atas: a. penyusunan. dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen. penyusunan.142 (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. data. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. pemantauan. . identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. dan pengaduan. Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pemantauan. identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan. dan Seksi Rekayasa Keuangan III. serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. b. data. analisis. penyusunan. pengendalian. dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Seksi Rekayasa Keuangan II. pengawasan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. c. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan pengaduan. laporan. laporan. b. laporan. penyiapan bahan penelaahan.

laporan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. pengendalian. bimbingan. Pasal 472 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri atas: a. penatausahaan. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengaduan. data. penyusunan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan. pengawasan. dan pengaduan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. laporan. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan.143 (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. b. data. pemantauan. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. penyusunan. c. pemantauan. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. dan bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. pengendalian. c. pengendalian. pemantauan. Pasal 470 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. . Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II.

pemantauan. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pengendalian. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. Seksi Penyidikan I. pengendalian. Pasal 476 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. pemantauan. pengendalian.144 Pasal 473 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. . dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. penatausahaan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. Seksi Penyidikan II. bimbingan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. pengawasan. penyusunan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. b. pemantauan. pengawasan. b. Pasal 474 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi.

dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan penyusunan norma. d. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. tata usaha. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. pengawasan. Pasal 478 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. . standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. kearsipan.145 Pasal 477 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. prosedur dan kriteria di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. dan e. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 479 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. pengendalian. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. c. Pasal 480 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479.

Subdirektorat Pendataan. Subdirektorat Penilaian II. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Ekstensifikasi. Pasal 482 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. b. d. b. c. e. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. f.146 Pasal 481 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. Seksi Teknis Ekstensifikasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis Pasal 484 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. c. b. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Pasal 485 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. . Subdirektorat Penilaian I. dan penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak.

dan pemetaan objek dan subjek pajak. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. c. pendataan. pendataan. c. Pasal 486 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 489 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. pendataan. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. Pasal 488 Subdirektorat Pendataan terdiri atas: a. . dan pemetaan objek dan subjek pajak. b. b. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran.147 (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. pendataan. pendataan. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. dan Seksi Dukungan dan Evaluasi Data.

148 Pasal 490 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Massal Bumi. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. Pasal 493 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. c. b. penyiapan bahan perumusan. Pasal 492 Subdirektorat Penilaian I terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. dan Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. . dan penyiapan bahan perumusan. penilaian individu sektor perkebunan. penyiapan bahan perumusan. analisis keseimbangan nilai. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. komersial. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. c. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. b. perhutanan. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490.

. c. evaluasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. Seksi Penilaian Massal Bangunan.149 Pasal 494 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. penilaian individu sektor perumahan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. pemantauan. dan penyiapan bahan perumusan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. pemantauan. b. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Pasal 496 Subdirektorat Penilaian II terdiri atas: a. industri. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. evaluasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. penyiapan bahan perumusan. pemantauan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. dan Seksi Penilaian Individu Pertambangan. evaluasi. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. c. Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 497 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan.

penyiapan penyusunan norma. e. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 499 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang keberatan dan banding. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. c. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. . Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang keberatan dan banding. dan e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. d. f. Pasal 501 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. Pasal 500 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 499. prosedur dan kriteria di bidang keberatan dan banding. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keberatan dan banding. kearsipan.150 Pasal 498 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang keberatan dan banding. d. tata usaha. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan rumah tangga Direktorat. c.

Seksi Pengurangan dan Keberatan I. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penelaahan. penghapusan. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. penghapusan. d. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. dan keberatan. dan Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. penghapusan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. pembatalan. Jakarta Timur. pengurangan. pembatalan. pengurangan.151 Pasal 502 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Pasal 503 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 502. dan keberatan. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. Pasal 504 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri atas: a. b. dan pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Bali. pembatalan. penghapusan. . dan keberatan di wilayah Sulawesi. pembatalan. Maluku dan Papua. Jakarta Selatan. pengurangan. penyiapan bahan penelaahan. pembatalan. penghapusan. pengurangan. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. pembatalan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. pengurangan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penghapusan. c. Nusa Tenggara. dan keberatan. Pasal 505 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan keberatan di wilayah Sumatera.152 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Jawa Barat. Pasal 507 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. Pasal 508 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri atas: a. Pasal 509 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Pasal 506 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. pengurangan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. c. penyiapan bahan penelaahan. pembatalan. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. . Jawa Tengah. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan Seksi Banding dan Gugatan IC. b. penghapusan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Seksi Banding dan Gugatan IA. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Banding dan Gugatan IB. Banten.

Pasal 511 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510. penyiapan bahan penelaahan. Pasal 512 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri atas: a. Sulawesi. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan Seksi Banding dan Gugatan IIC. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penelaahan. dan Jakarta Timur. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. Papua. Seksi Banding dan Gugatan IIA. Maluku. dan Jawa Tengah. Jawa Barat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .153 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Kalimantan. b. . Jakarta Selatan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. Seksi Banding dan Gugatan IIB. Nusa Tenggara. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. Pasal 510 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. c. Pasal 513 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Bali. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Sulawesi. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan Jawa selain Jakarta. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak.

penyiapan bahan pemantauan. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. pembatalan. keberatan. pengendalian. Nusa Tenggara. pengurangan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pengendalian. dan gugatan di Pengadilan Pajak. keberatan. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penatausahaan. b. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penatausahaan. Pasal 516 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri atas: a. pembatalan. penyiapan bahan. banding di Pengadilan Pajak. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 517 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. dan banding di Pengadilan Pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penghapusan. Bali. Pasal 515 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514. penghapusan.154 (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. b. penghapusan. penatausahaan. pengendalian. Maluku. Pasal 514 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. penghapusan. pengurangan. dan Peninjauan Kembali. keberatan. dan keberatan. pembatalan. pengurangan. pemantauan. dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. pembatalan. Seksi Peninjauan Kembali. dan Seksi Evaluasi Banding. pengurangan. penyiapan bahan. Gugatan. . c.

Kepatuhan. Gugatan. Direktorat Potensi. kepatuhan. b. kepatuhan. Subdirektorat Dampak Kebijakan. dan penerimaan. Pasal 521 Direktorat Potensi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. Kepatuhan. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. c. kepatuhan. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. standar. b. dan rumah tangga Direktorat. dan Penerimaan terdiri atas: a. dan Penerimaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang potensi. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang potensi. Subdirektorat Potensi Perpajakan. Kepatuhan. c. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. pengendalian.155 (3) Seksi Evaluasi Banding. prosedur dan kriteria di bidang potensi. kearsipan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang potensi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kepatuhan. dan penerimaan. kepatuhan. dan penerimaan. dan penerimaan. Pasal 518 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang potensi. tata usaha. pelaksanaan tata usaha direktorat. kepatuhan. dan Penerimaan Pasal 519 Direktorat Potensi. . d. penyiapan penyusunan norma. dan penerimaan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan.

b. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 523 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522. Pasal 525 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. Pasal 522 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. Seksi Potensi Sektor Industri. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. pengendalian.156 d. pengendalian. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pemantauan. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan pemantauan. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. f. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. dan c. serta pemantauan. pengendalian. e. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. Pasal 524 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri atas: a. b. penelaahan. serta pemantauan. Seksi Potensi Sektor Jasa. pengendalian.

dan Seksi Dampak Kebijakan Umum. Pasal 529 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. serta pemantauan. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. b. Pasal 528 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri atas: a. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penyusunan kebijakan. c. b. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. . dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. dan pendistribusian hasil penelitian.157 Pasal 526 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pengendalian. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penelaahan. penelaahan dan penelitian perpajakan. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. penelaahan. penyiapan. c. Pasal 530 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pemilihan tema penelitian perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. Pasal 533 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. dan Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. serta pemantauan. . serta pemantauan. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. Pasal 532 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri atas: a. pengendalian. d. pengendalian. b. dan penyusunan kebijakan.158 Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. dan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. b. pemantauan. dan penyusunan kebijakan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. e. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. pemantauan.

Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. b. penyusunan. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan Seksi Evaluasi Penerimaan. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. e. statistik. pengendalian. pemantauan. d. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 537 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. statistik. dan penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. dan penatausahaan penerimaan pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. analisis. analisis. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. f. b. Pasal 536 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri atas: a. d. pengendalian. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penatausahaan penerimaan pajak. c. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. c. . penelaahan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. Pasal 534 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. dan penyusunan kebijakan. Pajak Pertambahan Nilai. pemantauan. rekonsiliasi.159 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. rekonsiliasi.

Pelayanan. dan rumah tangga Direktorat. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. pelayanan dan hubungan masyarakat. prosedur dan kriteria di bidang penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. pelayanan. dan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan. d. b. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 538 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. . pelayanan dan hubungan masyarakat. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyuluhan. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pelayanan. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. penyiapan penyusunan norma. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. c. pelayanan dan hubungan masyarakat. tata usaha. dan Hubungan Masyarakat Pasal 539 Direktorat Penyuluhan.160 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan. Direktorat Penyuluhan. penyusunan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan. dan e. kearsipan. standar.

penelaahan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. g. f. d. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan.161 Pasal 541 Direktorat Penyuluhan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. j. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. dan materi penyuluhan pajak. Pelayanan. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. e. penyiapan teknik. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. i. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. dokumentasi peraturan perpajakan. riset pelajar dan mahasiswa. metode. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan penyusunan kebijakan. dan pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. f. c. b. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. pengendalian. . e. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. dan peraturan non perpajakan. Pasal 542 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. serta pemantauan. pengendalian. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pengendalian. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. pemantauan. d. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. h.

pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. c. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. dan Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. riset pelajar dan mahasiswa. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. pengendalian. serta pemantauan. . perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. Pasal 546 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. Seksi Materi Penyuluhan. dan penyusunan kebijakan. b. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .162 Pasal 544 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri atas: a. b. serta pemantauan. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. Seksi Dukungan Penyuluhan. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. Pasal 545 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. d. dan penyusunan kebijakan.

Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. pengendalian. dan Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. dan bimbingan pelaksanaan pelayanan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 550 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. Pasal 548 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri atas: a. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. pengendalian. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. Seksi Pelayanan Pengaduan. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. Pasal 549 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.163 c. pengendalian. d. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. pengendalian. c. . pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan.

Pasal 554 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. pengendalian. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. baik internal maupun eksternal. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Hubungan Eksternal. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan pengelolaan situs. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. pengendalian. pengendalian. d. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. dan Seksi Pengelolaan Situs. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. c. pengendalian. serta pemantauan dan pengelolaan berita. pemantauan. d. pengendalian. Seksi Pengelolaan Berita. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. Pasal 552 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri atas: a.164 b. Seksi Hubungan Internal. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 553 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

tata usaha. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. pengendalian. c. serta pelaksanaan.165 Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. pemantauan. pengendalian. . dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. b. dan Seksi Kemitraan Wajib Pajak. Pasal 556 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 557 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). pelaksanaan. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. b. kearsipan. Seksi Kerjasama Luar Negeri. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. dan penyusunan. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. c. pelaksanaan. pemantauan. Pasal 558 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. d. dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership).

Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. e. Subdirektorat Pendukung Operasional. d. standar. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. c. aplikasi. prosedur dan kriteria di bidang teknologi informasi perpajakan. dan penyusunan kebijakan. Subbagian Tata Usaha.166 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 559 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknologi informasi perpajakan. b. c. Pasal 562 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. d. pelaksanaan tata usaha direktorat. b. Pasal 561 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri atas: a. serta pemantauan. Subdirektorat Pelayanan Operasional. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. serta administrasi program aplikasi. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknologi informasi perpajakan. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. registrasi Wajib Pajak.

pengendalian. pengendalian. Pasal 564 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri atas: a. serta pemantauan. registrasi Wajib Pajak. aplikasi. c. serta administrasi program aplikasi. dan administrasi program aplikasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. d. dan Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. aplikasi. serta pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. dukungan teknis. c. aplikasi. . b. dan evaluasi teknik operasional. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. registrasi Wajib Pajak. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. dan jaringan komunikasi data. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. Pasal 565 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. registrasi Wajib Pajak. dukungan teknis. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dukungan teknis. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. dan jaringan komunikasi data. serta administrasi program aplikasi. serta pemantauan. pemantauan. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. dan jaringan komunikasi data. d. b. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi.167 Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

serta administrasi pekerjaan. pengendalian. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. Seksi Bimbingan Sistem. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. d. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. pengelolaan intranet dan internet. serta pemantauan. pengendalian. kegiatan. dan administrasi pekerjaan. serta pengelolaan intranet dan internet. b. . penelaahan. pemutakhiran data tampilan. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. serta pengelolaan intranet dan internet. pemutakhiran data tampilan. serta administrasi program aplikasi. c. dan penyusunan kebijakan. Pasal 566 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. c. dan pelaksanaan tugas. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. d. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pemantauan.168 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. Pasal 568 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan. pertukaran data elektronik. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 569 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemutakhiran data tampilan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta pelaksanaan bimbingan sistem. serta pengelolaan intranet dan internet. pengendalian. pertukaran data elektronik. Seksi Pertukaran Data Elektronik. dan Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. b. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pemutakhiran data tampilan. pertukaran data elektronik. pertukaran data elektronik. pelaksanaan bimbingan sistem.

keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. kegiatan dan pelaksanaan tugas. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. basis data. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengendalian. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. kegiatan dan pelaksanaan tugas. e. pengolahan data dan dokumen. pengolahan data dan dokumen. serta administrasi pekerjaan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pengendalian. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. Pasal 570 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pemantauan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pengendalian. pengolahan data dan dokumen. pengendalian. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. c. serta pengolahan data dan dokumen. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. b. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi pekerjaan. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. serta pemantauan.169 (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. d. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. serta pemantauan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. basis data. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pemantauan. pemantauan. basis data. basis data. . dan administrasi program aplikasi.

b. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. c. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 574 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. pengendalian. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. serta pemantauan. penyimpanan. . serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pemantauan. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi teknik operasional. dan rumah tangga Direktorat. serta pemantauan. Seksi Pemantauan Basis Data. dan Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. tata usaha. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas.170 Pasal 572 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri atas: a. pengendalian. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. Pasal 573 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. kualitas dan transfer data. kearsipan. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. pengendalian.

serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. dan e. b. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. c.171 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 575 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. Pasal 578 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. d. f. standar. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. Subdirektorat Kepatuhan Internal. Pasal 577 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri atas: a. Subdirektorat Transformasi Organisasi. perancangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. prosedur dan kriteria di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. dan penyusunan strategi. c. . Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. e. penyiapan penyusunan norma. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Investigasi Internal.

koordinasi. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. c. b. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. b. Pasal 580 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri atas: a. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Pasal 582 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Seksi Internalisasi Kepatuhan. perancangan. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). dan penyiapan bahan penyusunan strategi. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Seksi Pengujian Kepatuhan. . dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik.172 Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Seksi Penjaminan Kualitas. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. dan c. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Pasal 581 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582.

perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan.173 b. Pasal 584 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri atas: a. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. Seksi Investigasi Internal II. d. perancangan. Pasal 586 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. c. dan Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. perancangan. dan pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. . Seksi Investigasi Internal I. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. Pasal 585 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. b. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. e. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. perancangan. c. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan.

b. perancangan. d. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. dan manajemen kepegawaian lainnya. prosedur kerja. uraian jabatan. dan analisis jabatan. prosedur kerja. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. pengukuran kinerja pegawai. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan. dan penyiapan bahan kelembagaan. perancangan. uraian jabatan. . penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). dan Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan.174 Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 588 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri atas: a. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. c. dan analisis jabatan. Pasal 589 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. Pasal 590 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. b. Seksi Perencanaan Strategis. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang.

penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai.175 Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. e. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. Pasal 593 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. b. dan Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. promosi. promosi. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. c. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. penyiapan bahan evaluasi. (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. dan kompensasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 592 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri atas: a. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. c. penyiapan bahan evaluasi. dan kompensasi. d. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Kompensasi. serta asistensi. . Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. penyiapan bahan evaluasi. dan kompensasi. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. b. Promosi. Promosi. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. promosi.

(2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. c. tata usaha. b. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. . penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. b. d. Pasal 598 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. analisis kriteria kompetensi pegawai. Pasal 596 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri atas: a. kearsipan. dan rumah tangga direktorat.176 Pasal 594 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. Pasal 597 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594.

d. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. e. b.177 (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 599 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. d. . b. c. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. Subbagian Tata Usaha. Pasal 602 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. prosedur dan kriteria di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 601 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. serta evaluasi sistem informasi.

b. perancangan. perencanaan.178 Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. instalasi konfigurasi basis data. perencanaan. Pasal 607 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. perancangan. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Pasal 605 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. penelitian. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. dan evaluasi konfigurasi basis data. c. instalasi. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. b. (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. b. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. instalasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perencanaan. dan d. . jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 604 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri atas : a. perancangan. Pasal 606 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan evaluasi jaringan komunikasi data. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. c. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. penelitian. dan evaluasi sistem informasi. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. d.

d. b. perancangan. perencanaan. Pasal 610 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. dan pengelolaan data spasial. instalasi. perencanaan perancangan. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. Pasal 612 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. penelitian. instalasi aplikasi perpajakan. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. dan evaluasi jaringan komunikasi data. aplikasi informasi geografis. Pasal 609 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. perancangan. . dan evaluasi aplikasi perpajakan. Seksi Pengelolaan Basis Data. perencanaan. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional.179 c. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. dan evaluasi konfigurasi basis data. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. instalasi. c. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. dan aplikasi informasi dan pelaporan. dan Seksi Pengelolaan Data Spasial. Pasal 608 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri atas: a. d. b. b. dan penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. instalasi. aplikasi informasi geografis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan basis data.

kearsipan. pengembangan. serta administrasi program aplikasi. b. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. serta administrasi program aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. . Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. pengembangan. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 615 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi proses bisnis. dan instalasi aplikasi informasi geografis. Pasal 614 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. d. dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. Pasal 613 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. pengembangan. serta administrasi program aplikasi. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. tata usaha.180 c.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. pengkajian. Pasal 618 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. pelaksanaan uji coba konsep. Subbagian Tata Usaha. c. f. c. penyiapan penyusunan norma. d. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi proses bisnis. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Pasal 620 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri atas: a. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. dan b. perancangan. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. standar. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perancangan. prosedur dan kriteria di bidang transformasi proses bisnis. penyusunan strategi. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 617 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. penyiapan. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. . Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. d. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. g.181 c. Subdirektorat Manajemen Transformasi.

penyiapan bahan penyusunan strategi. . Pasal 625 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 622 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. b. b. perancangan. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian.182 Pasal 621 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri atas: a. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. perancangan. penyiapan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. pelaksanaan uji coba konsep. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. dan Seksi Pengembangan Pelayanan II. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pengembangan Pelayanan I. perancangan. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. pelaksanaan uji coba konsep.

pelaksanaan uji coba konsep.183 Pasal 626 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. b. c. penyusunan strategi. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. pelaksanaan uji coba konsep. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. perancangan. perancangan. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. Pasal 627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. perancangan. b. perancangan. penyiapan. pendataan. dan Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 630 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. penyusunan strategi. . perancangan. Pasal 628 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan strategi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penilaian. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. Pasal 629 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian.

dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. pendataan.184 Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. pendataan. koordinasi manajemen perubahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. penyiapan bahan penyusunan strategi. d. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. . serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. b. dan penilaian. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan bahan penyusunan strategi. pemetaan. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. dan Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. c. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. pendataan. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. dan penilaian. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. dan penilaian. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 632 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. analisis risiko. perancangan. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. Pasal 633 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. perancangan. Pasal 634 Subdirektorat Manajemen Transformasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pemutakhiran rencana. perancangan.

penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. tata usaha. penyiapan bahan pelaksananaan koordinasi manajemen perubahan. c. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. Pasal 636 Subdirektorat Manajemen Transformasi terdiri atas: a. dan rumah tangga Direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. b. d. analisis risiko. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. serta koordinasi manajemen perubahan. Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan. Pasal 637 (1) Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. kearsipan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. analisis risiko. . (2) Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. b. Subdirektorat Manajemen Transformasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan.185 Pasal 635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan.

186 Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 639 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 640 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 643 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri atas: a. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. h. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. Direktorat Kepabeanan Internasional. perumusan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Teknis Kepabeanan. g. Direktorat Cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 642 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641. dan i. penyusunan norma. standar. .187 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 641 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. b. c. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. d. Direktorat Audit. b. e. dan e. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan dan cukai.

dan penyusunan jabatan fungsional. e. Kelompok Jabatan Fungsional. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian. . kearsipan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.188 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 644 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Perlengkapan. c. dan d. evaluasi peringkat jabatan. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian dan keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 646 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. dan f. dan pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. pengembangan kinerja organisasi. pelaksanaan tata usaha. b. d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. analisa beban kerja. b. Bagian Umum. Bagian Keuangan. dan dokumentasi direktorat jenderal. penataan organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. analisa jabatan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. c. Pasal 647 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644.

pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. dan pengembangan jabatan fungsional di bidang kepabeanan dan cukai. dan pakaian dinas. c. monitoring sistem dan evaluasi prosedur kerja. dan d. Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai. b. Pasal 651 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaannya. analisis jabatan. c. dan penyusunan prosedur standar operasi serta evaluasi d. Pasal 649 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi peringkat jabatan. penyusunan uraian jabatan. tata naskah persuratan dinas. dan penyusunan jabatan fungsional. (4) Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman. prosedur kerja. implementasi. Subbagian Organisasi. Subbagian Tata Laksana II. (3) Subbagian Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis beban kerja. pengkajian. dan evaluasi peringkat jabatan. standard norma waktu dan pengembangan pelayanan publik Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan standar norma waktu. (2) Subbagian Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. standar beban kerja dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Pasal 650 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan monitoring organisasi. . penelaahan dan evaluasi jabatan. Subbagian Tata Laksana I.189 b.

pelaksanaan urusan tata usaha. dan mutasi kepegawaian lainnya. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. dan penjatuhan hukuman disiplin. penindakan. dan dokumentasi kepegawaian. dan penjatuhan hukuman disiplin. Pasal 655 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. ujian jabatan. b. Pasal 653 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. Pasal 654 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. . cuti. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. penggajian. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. c. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. pendataan pegawai. dan d. penempatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. penindakan. formasi dan pengadaan pegawai. pemindahan.190 Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. cuti. Subbagian Pengembangan Pegawai. penempatan. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan perencanaan. dan d. penggajian. kepangkatan. pemindahan. pendataan pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha. formasi dan pengadaan pegawai. dan dokumentasi kepegawaian. dan mutasi kepegawaian lainnya. kepangkatan.

c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. b. c. b. dan d. . dan d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 657 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Gaji. Pasal 659 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pasal 658 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan.191 Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeliharaan. b. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan dokumen. serta pelaksanaan. Pasal 662 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan. distribusi. pelaksanaan urusan surat menyurat. Subbagian Pengadaan. b. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. dan c. Pasal 663 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pemeliharaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.192 Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. dan penghapusan perlengkapan. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. dan penghapusan perlengkapan. dan c. kearsipan. b. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. dan kearsipan Direktorat Jenderal. . penyiapan dokumen. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Pasal 661 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan inventarisasi. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. pengetikan. penggandaan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa sarana. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan.

protokol. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. Pasal 665 Bagian Umum terdiri atas: a. d. pengamanan kantor. pengamanan kantor. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. dan rumah dinas kantor pusat. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. akomodasi. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. poliklinik. pemeliharaan sarana. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 667 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknis kepabeanan. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. Pasal 666 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. poliklinik dan rumah dinas. dan akomodasi Direktur Jenderal. . dan d. dan e. b. c. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. Subbagian Kesejahteraan. pengetikan. penggandaan.193 c. pelaksanaan urusan rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga. dan akomodasi Direktur Jenderal. pelaksanaan kesejahteraan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. keprotokolan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan barang milik negara. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. Subdirektorat Ekspor. Pasal 669 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri atas: a. barang dikuasai negara. b. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. barang tidak dikuasai. dan f. Subdirektorat Impor. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 670 Subdirektorat Impor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis kepabeanan. Subdirektorat Nilai Pabean.194 Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan e. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. standar. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang teknis kepabeanan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . c. tempat penimbunan pabean. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. d. standardisasi dan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Impor menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Klasifikasi Barang. penyiapan penyusunan norma. Pasal 671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 670. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor dan bea keluar. tempat penimbunan pabean. dan b. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674. Subdirektorat Ekspor menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang tidak dikuasai. dan d.195 Pasal 672 Subdirektorat Impor terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor sesuai dengan pembagian tugas yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. standardisasi dan bimbingan teknis. barang dikuasai negara. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. Seksi Impor I. Seksi Impor II. Pasal 674 Subdirektorat Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak dikenakan bea keluar. . Pasal 673 (1) Seksi Impor I dan Seksi Impor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan barang milik negara. Seksi Penangguhan Bea Masuk. standardisasi dan bimbingan teknis.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea keluar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. tarif bea masuk pengamanan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. tarif bea masuk pengamanan. dan b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. tarif bea masuk. Pasal 677 (1) Seksi Ekspor I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. (3) Seksi Ekspor III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pembalasan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Ekspor III. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. . (2) Seksi Ekspor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Klasifikasi II. Pasal 680 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri atas: a. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a.196 Pasal 676 Subdirektorat Ekspor terdiri atas: a. dan tarif bea keluar. Seksi Klasifikasi I. profil komoditi. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Ekspor II. Seksi Ekspor I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan tarif bea masuk. dan c. profil komoditi. Pasal 678 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678.

tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. . standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pengamanan.197 c. Seksi Klasifikasi III. tarif bea masuk pengamanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tarif bea masuk pengamanan. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. Seksi Klasifikasi IV. (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Pasal 681 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia.

profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. Seksi Nilai Pabean II. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 685 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Nilai Pabean III. Pasal 683 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 682. c. (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Seksi Nilai Pabean I. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. dan b. Pasal 684 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. . Seksi Nilai Pabean IV. dan data harga. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a.198 Pasal 682 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi.

d. dan e. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. . Kelompok Jabatan Fungsional.199 (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. dan e. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 687 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang fasilitas kepabeanan. rumah tangga. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kepabeanan. c. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Subdirektorat Pembebasan. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 689 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri atas: a. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. c. prosedur dan kriteria di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan penyusunan norma. b. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Pasal 686 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas.

penurunan mutu. barang untuk keperluan badan internasional. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. barang yang mengalami kerusakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.200 Pasal 690 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. barang keperluan olahraga. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. . hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 690. serta barang pribadi penumpang. barang contoh. bahan terapi manusia. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. serta barang keperluan proyek pemerintah. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sosial. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. pelintas batas dan barang kiriman. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. awak sarana pengangkut. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. kemusnahan. pengerjaan dan pengujian. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. barang pindahan. peternakan atau perikanan. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. standardisasi dan bimbingan teknis. buku ilmu pengetahuan. standardisasi dan bimbingan teknis. amal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. barang contoh. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pembebasan III. awak sarana pengangkut. Seksi Pembebasan I. bahan terapi manusia. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. dan Seksi Pembebasan IV. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. penurunan mutu.201 Pasal 692 Subdirektorat Pembebasan terdiri atas: a. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. dan barang kiriman. sosial. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pembebasan II. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. kemusnahan. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. pelintas batas. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. d. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. barang pindahan. dan penjenisan jaringan. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. . barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. peternakan atau perikanan. barang pribadi penumpang. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang yang mengalami kerusakan. amal. buku ilmu pengetahuan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. Pasal 693 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. barang untuk keperluan badan internasional. b. c. pengerjaan dan pengujian. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. pengelompokan darah.

evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. Pasal 695 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 698 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. Pasal 697 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat.202 Pasal 694 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. dan c. (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. tempat daur ulang berikat. Pasal 700 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri atas: a. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. dan c. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan tempat lelang berikat.203 Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. b. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. b. Pasal 701 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran.

rumah tangga dan kepegawaian. dan e. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. Pasal 705 Direktorat Cukai terdiri atas: a. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang cukai. c. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang cukai. c. kearsipan. dan e. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 703 Direktorat Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang cukai. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. penyiapan penyusunan norma.204 Pasal 702 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Subdirektorat Aneka Cukai. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang cukai. Kelompok Jabatan Fungsional. b. d. . b. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standar.

Seksi Cukai Hasil Tembakau I. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. ekspor. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. Pasal 709 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. impor. produksi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. harga dasar. b. harga dasar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor.205 Pasal 706 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. b. . pemasukan. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. dan c. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 708 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. produksi. ekspor. harga dasar.206 Pasal 710 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Aneka Cukai I. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. impor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. . pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. dan c. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. pemasukan. ekspor. Seksi Aneka Cukai III. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. Seksi Aneka Cukai II. pemantauan perkembangan harga pasar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. pemantauan perkembangan harga pasar. Pasal 713 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 712 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri atas: a. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. ekspor. pemasukan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. b. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

(3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan urusan penyediaan. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 717 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 714. b. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. penyimpanan. . evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.207 Pasal 714 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. pendistribusian. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. Pasal 716 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri atas: a.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. standar. c. dan e. b. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 719 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Intelijen. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penyidikan. . f. dan g. Subdirektorat Narkotika. b. c. kearsipan. d. Subdirektorat Penindakan. d. Pasal 721 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri atas: a. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur dan kriteria di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai.208 Pasal 718 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. e. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Sarana Operasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai.

Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. barang hasil pelanggaran HAKI. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Intelijen III. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. Pasal 725 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Seksi Intelijen I. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Intelijen II. Pasal 724 Subdirektorat Intelijen terdiri atas: a.209 Pasal 722 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Seksi Pangkalan Data Intelijen. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. b. dan d. c. b.

standardisasi dan bimbingan teknis. barang hasil pelanggaran HAKI. Pasal 727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. dan c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. b. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penindakan III. Pasal 728 Subdirektorat Penindakan terdiri atas: a. dan c. barang hasil pelanggaran HAKI. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan II. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. . Seksi Penindakan I. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan.210 (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 726 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang larangan dan pembatasan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor.

Pasal 730 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 731 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. b. patroli dan operasi di bidang prekursor. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. .211 Pasal 729 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Narkotika dan Psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. prekursor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. barang larangan dan pembatasan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Prekursor. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. dan c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. psikotropika dan prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. barang hasil pelanggaran HAKI. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. (3) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 732 Subdirektorat Narkotika terdiri atas: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor.212 Pasal 733 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang bukti. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. Pasal 735 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 734 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. psikotropika.

(4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. Pasal 739 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. c. (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. pengelolaan cabang rumah tahanan. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyidikan I. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. Pasal 738 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Tahanan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Barang Hasil Penindakan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 737 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyidikan II. standardisasi dan bimbingan teknis. barang bukti. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a.213 Pasal 736 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. pemeliharaan keamanan.

dan sarana operasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika.214 b. penginderaan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. Seksi Sarana Operasi II. Pasal 741 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Sarana Operasi III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan data statistik lalu lintas berita. Seksi Sarana Operasi I. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. b. sarana operasi narkotika dan psikotropika. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. penginderaan. Pasal 742 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. Pasal 740 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri atas: a. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. sarana operasi narkotika dan psikotropika. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . dan c. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. kearsipan. dan sarana operasi lainnya. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. Kelompok Jabatan Fungsional. d. dan e. . dan e. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Evaluasi Audit. b.215 Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 743 Direktorat Audit mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang audit kepabeanan dan cukai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. Pasal 745 Direktorat Audit terdiri atas: a. standar. d. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. prosedur dan kriteria di bidang audit kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Perencanaan Audit. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 746 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang audit kepabeanan dan cukai. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. Pasal 748 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri atas: a. Seksi Perencanaan Audit II. serta perencanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor.216 Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 750 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. . b. Pasal 749 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit I.

evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. dan c. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor.217 Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. Seksi Pelaksanaan Audit II. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 752 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri atas: a. Seksi Pelaksanaan Audit I. b. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. . (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 753 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. Pasal 754 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Audit III. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai.

standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Evaluasi Hasil Audit I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c.218 Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. Pasal 758 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 757 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. b. kearsipan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 756 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri atas: a. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan.

b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Pasal 762 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Regional. standar.219 Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 759 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan internasional. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. penyiapan penyusunan norma. standardisasi dan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan internasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepabeanan internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. c. . c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 761 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri atas: a. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan internasional. e. d. b. d. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Multilateral I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 764 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a.220 b. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Seksi Kerja Sama Multilateral III. dan c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Multilateral II. Pasal 766 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 765 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO.

standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Eropa dan Amerika. Pasal 769 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. . dan d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 768 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Australia dan Pasifik. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.221 Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Bilateral III. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Australia dan Pasifik. Seksi Kerja Sama Bilateral I. Seksi Kerja Sama Bilateral II. dan c. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Asia dan Afrika.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 772 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. c. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Seksi Kerja Sama Regional II. dan c. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. Pasal 773 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.222 Pasal 770 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Seksi Kerja Sama Regional I. b. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Regional III. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. dan d.

standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. c. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. penyiapan penyusunan norma. d. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 775 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. b. kearsipan. Pasal 777 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional.223 (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan e. rumah tangga. b. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepegawaian dan protokoler. Subdirektorat Penerimaan. standar. Pasal 774 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. Seksi Pemantauan Penerimaan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Pasal 780 Subdirektorat Penerimaan terdiri atas: a. cukai. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. dan f.224 d. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. cukai. Pasal 778 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. cukai. e. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 778. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penagihan dan Pengembalian. . Subdirektorat Keberatan dan Banding. dan b. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 781 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk.

dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. dan c. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 785 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Pasal 783 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 784 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. Seksi Peraturan Kepabeanan.225 Pasal 782 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. . (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. hubungan media. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. analisis berita. dan c. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. Seksi Hubungan Masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis. penyuluhan dan layanan informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. komunikasi publik. Pasal 788 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. analisis berita. dan pengelolaan berita. hubungan media. perpustakaan. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. dan opini publik. komunikasi publik. Pasal 789 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. . pengelolaan situs internet. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. b. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. Seksi Publikasi dan Dokumentasi.226 (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 786 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan opini publik. museum.

dan urusan banding. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. Pasal 793 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 790 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. dan b. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. pelaksanaan urusan banding. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Keberatan dan Banding II. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 792 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. pengelolaan situs internet. perpustakaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan pengelolaan berita. museum. c.227 (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan urusan banding. Seksi Keberatan dan Banding I. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai.

penyiapan penyusunan norma. d. . b. Kelompok Jabatan Fungsional.228 Pasal 794 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. e. kearsipan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. dan g. prosedur dan kriteria di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Manajemen Risiko. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. Pasal 797 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. c. standar. f. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 795 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang informasi kepabeanan dan cukai. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi kepabeanan dan cukai. c. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. dan e. b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 802 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 801 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. . dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. dan c. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. b. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi. Pasal 800 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengendalian Risiko. Seksi Pemantauan Risiko. dan b.229 Pasal 798 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.230 Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Pasal 806 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. . Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Registrasi Kepabeanan I. Seksi Registrasi Kepabeanan II. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. cukai dan administrasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. dan c. Seksi Registrasi Kepabeanan III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 804 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri atas: a. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 805 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

dan d. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. Seksi Otomasi Sistem Administrasi.231 Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. . evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. Pasal 809 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. c. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan d. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 808 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. Pasal 813 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. pengendalian. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. penyediaan. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pemeliharaan Sistem. pemeliharaan. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. Pasal 812 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. dan c. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan.232 Pasal 810 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian. .

Pasal 816 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. kearsipan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. dan pelaporan Direktorat Jenderal. pelayanan informasi. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaporan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Pasal 817 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. .233 Pasal 814 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 818 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. pelayanan informasi. dan b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Informasi. Seksi Pengelolaan Data. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.

Pasal 820 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. .234 Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 819 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. b. perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 823 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri atas: a.235 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 821 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan norma. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan h. c. e. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang perbendaharaan negara. d. g. f. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. e. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. Direktorat Sistem Perbendaharaan. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. prosedur. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. c. . d. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821.

c. g. pelaporan. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. Bagian Pengembangan Pegawai. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. d. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. kearsipan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. rencana kinerja tahunan. dan keuangan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. rencana strategik. b. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. e. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. koordinasi penyusunan peraturan. . Bagian Umum. e. pelaksanaan tata usaha. serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 826 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Keuangan. koordinasi penyusunan rencana kerja. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan dokumentasi direktorat jenderal. pemantauan akuntabilitas kinerja. pengembangan organisasi dan kinerja. Bagian Administrasi Kepegawaian. h. penyusunan rencana strategis.236 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 824 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan pengembangan pegawai direktorat jenderal. f. d. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. Pasal 827 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan.

penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. serta melakukan analisis beban kerja dan pembakuan sarana dan prasarana kerja. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. serta penyiapan. analisis dan evaluasi jabatan. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 830 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. c. e. laporan akuntabilitas kinerja. dan pelaporan sistem akuntabilitas kinerja. dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal Pasal 829 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. Subbagian Organisasi. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal dan penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. administrasi perkantoran. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan perencanaan. serta pengelolaan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal.237 Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827. d. c. analisa dan evaluasi jabatan. pemantauan. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. f. dan tatalaksana pelayanan publik. . b. b.

kepangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian.238 (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pengelolaan indikator kinerja utama (IKU) dan manajemen risiko lingkup Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. b. penempatan. penilaian kinerja pegawai. Pasal 834 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831. penempatan. dan pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. formasi. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. pengangkatan. d. dan Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. pelaksanaan assessment pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha. dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 833 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri atas: a. dan penghargaan. dokumentasi. penggajian dan pemindahan pegawai. statistik. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. Pasal 831 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan pengangkatan. pemindahan pegawai. d. melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat serta pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. kepangkatan. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. c. c. . b. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. cuti. dan kepegawaian kantor pusat. menyaring calon peserta. Pasal 835 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. media informasi dan edukasi. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. c.239 (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. pengembangan. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. pendayagunaan kompetensi pegawai. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan dan melakukan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan. ujian jabatan. mengusulkan penyempurnaan. d. perencanaan kebutuhan. dan pengelolaan basis data kompetensi. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. Pasal 838 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan identifikasi. b. statistik. b. dan Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. pelantikan. monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. dan sarana pengembangan lainnya. Pasal 837 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. analisis. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pemeringkatan. . evaluasi. pelaksanaan identifikasi. administrasi kepegawaian lainnya. Subbagian Pengembangan Kompetensi. sarana riset.

. Subbagian Perbendaharaan. perpustakaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. d. Subbagian Penyusunan Anggaran. b. d. Pasal 839 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal.240 (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 842 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. dan pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mengelola media informasi dan edukasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana riset. b. c. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. c. Pasal 841 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat.

pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. inventarisasi. d. d. pelaksanaan urusan surat-menyurat. Pasal 846 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat. serta urusan dalam. pelaksanaan pengadaan. c. e. pelaksanaan. Subbagian Administrasi Persuratan. . pelaksanaan urusan perjalanan dinas. Pasal 845 Bagian Umum terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 843 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. urusan dalam. b. kearsipan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan pengelolaan kendaraan dinas kantor pusat. perjalanan dinas. kearsipan. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. penyiapan dokumen. dan penggandaan. pelaksanaan. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. pemeliharaan. dan Subbagian Perlengkapan. dan ekspedisi serta penghapusan arsip. distribusi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. c. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan. dan tata usaha Bagian. penyimpanan dan distribusi barang persediaan. b. dan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. penggandaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.241 (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. kehumasan. dan penyimpanan perlengkapan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. penyiapan dokumen.

. standar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. c.242 (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. e. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I. dan kriteria di bidang pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II. d. Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 847 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pelaksanaan anggaran. f. serta penghapusan barang inventaris. e. Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. h. penyimpanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur. penyusunan LAKIP Bagian. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran. Pasal 849 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. pemeliharaan inventaris kantor vertikal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. dan pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. inventarisasi Barang Milik Negara kantor pusat dan kantor vertikal. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. distribusi. b. g. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV. penyelenggaraan akuntansi. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. b.

pelaksanaan monitoring. d. penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran. c. b. Pasal 852 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis terdiri atas: a. pengembangan kinerja. dan Pembinaan internal Direktorat.243 Pasal 850 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data. serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. i. c. d. Seksi Pengelolaan Data Anggaran. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. pemantauan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. penyusunan rencana strategis. j. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program kerja tahunan Direktorat. h. penyusunan program kerja tahunan Direktorat. penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran. dan penyusunan standar kerja serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko. Pasal 853 (1) Seksi Pengelolaan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. f. dan Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran. e. pengembangan kinerja organisasi. pelaksanaan monitoring. penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi penyusunan draf peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran. g. pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja. standardisasi. penyusunan rencana kinerja tahunan. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. .

dan monitoring. pedoman. Pasal 854 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran serta serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. f. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi pencapaian kinerja. penyusunan rumusan dalam rangka pengembangan kinerja organisasi serta manajemen resiko. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. mengolah. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . norma. mengumpulkan. dan prosedur kerja serta melaksanakan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan tugas pokok dan fungsi Direktorat dan instansi vertikal. monitoring.244 (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan menyajikan data pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga dan anggaran BUN. pengolahan. . b. (4) Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan standar. (3) Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan program kerja tahunan. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. norma. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. kriteria. pedoman. dan menyajikan data pelaksanaan kinerja. kriteria. c. penyiapan data monitoring. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. d. penyiapan data monitoring. e. evaluasi standar.

Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. monitoring. dan Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. pedoman.245 Pasal 856 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. evaluasi standar. norma. dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. . serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 858 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. b. d. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. monitoring. evaluasi. penerapan norma. Pasal 857 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. I-B. penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. bimbingan teknis. c. evaluasi. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. c. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. b. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. kriteria. I-C. f. Pasal 859 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. d. dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C. e. dan monitoring. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran.

b. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. norma. II-C. pedoman. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 862 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B. d. dan d. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A.246 Pasal 860 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C. Pasal 861 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. Pasal 863 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 862. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. penyiapan bahan penyusunan pedoman. f. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. b. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. . evaluasi standar. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. II-B. c. kriteria. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. monitoring. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. bimbingan teknis. monitoring. penelaahan. monitoring. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran.

evaluasi. c. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). norma. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. III-B. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. evaluasi standar. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. pedoman. b. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. monitoring. bimbingan teknis.247 Pasal 864 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri atas: a. monitoring. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. b. Pasal 866 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. kriteria. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. c. monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. penyiapan bahan penyusunan pedoman. Pasal 865 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). III-C. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pedoman. standarisasi. kriteria. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan koordinasi pelaksanaan anggaran. . IV-C.248 d. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B. norma. Pasal 871 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. dan prosedur pelaksanaan anggaran serta pembinaan kantor kementerian negara /lembaga. bimbingan teknis. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. monitoring. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IV-B. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. dan monitoring. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 868 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri atas: a. dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan d. kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) serta pemberian dukungan terhadap penyelesaian kerugian negara. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penyiapan bahan penyusunan pedoman. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN. monitoring. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 869 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. b. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. e. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan bimbingan teknis pengelola keuangan/anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). f. Pasal 870 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi standar.

(4) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. tuntutan ganti rugi. dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. dan prosedur serta bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan. kriteria. Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara. dan d. norma. dan prosedur pelaksanaan anggaran. kriteria. pedoman. (3) Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan bahan standar. e. standarisasi. b. dan kompensasi utang kepada negara. pedoman. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 874 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. norma. kriteria. dan kompensasi utang kepada negara. Pasal 873 (1) Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. (2) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar.249 b. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. . penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran. Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan. dan prosedur dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan pelaksanaan anggaran. tuntutan ganti rugi. Seksi Bantuan Teknis. norma. c. pembinaan kepada Kementerian Negara/Lembaga. pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 872 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a.

Pasal 878 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan kas. . h. b. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. menyelenggarakan penyediaan dana. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. Subbagian Tata Usaha. c. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara. strategi pengelolaan kas. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah. pengendalian kas. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kas negara. Subdirektorat Penerimaan Negara. dan e. Subdirektorat Rekening Kas Negara. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. c. dan kriteria di bidang pengelolaan kas negara. g. f. Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 877 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri atas: a. optimalisasi. e. standar. b. dan memantau pelaksanaannya. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. dan Kelompok Jabatan Fungsional.250 Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 875 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kas negara.

menginstruksikan setelmen transaksi kepada back office. menganalisis pasar penempatan. menyusun guide line investasi. Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana. dan Rekening Pemerintah Lainnya. dan menyusun kebijakan teknis di bidang pengendalian kas. Rekening Kas Negara. menyediakan kebutuhan dana harian melalui E-Kirana. dan Rekening Pemerintah Lainnya. Pasal 880 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri atas: a. mencairkan penempatan dan/atau investasi. b. c. (3) Seksi Optimalisasi Kas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk penempatan dan/atau investasi. mengelolaan likuiditas. mengevaluasi dan menganalisis perencanaan dan realisasi kas termasuk penempatan dan/atau investasi. menyusun rencana investasi dan pinjaman. mingguan. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan optimalisasi kas lainnya. b. dan Seksi Pengendalian Kas. manajemen risiko. pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. d. Pasal 881 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan perencanaan cash flows harian. . dan pemantauan pelaksanaan fungsi pengelolaan kas. Rekening Kas Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan perencanaan kas. strategi pengelolaan kas. dan bulanan. Seksi Optimalisasi Kas. (2) Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana mempunyai tugas melakukan penyusunan analisis pasar. dan menyusun kebijakan teknis di bidang perencanaan kas. dan menyusun kebijakan teknis di bidang penyediaan dana. penyusunan strategi pengelolaan kas dan penyediaan dana. d. memonitor penempatan dan/atau investasi yang telah dilakukan. Seksi Perencanaan Kas. dan menyusun kebijakan teknis di bidang optimalisasi kas. penyelenggaraan optimalisasi kas. serta menyusun laporan realisasi anggaran (Buku Merah) dan laporan kas posisi (Buku Biru). e. c. (4) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara.251 Pasal 879 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 878. tempat penempatan dan instrumen penempatan dan/atau investasi.

pembukuan.252 Pasal 882 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi dan memberikan dukungan teknis terkait penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. penatausahaan. melaksanakan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan penyusunan laporan keuangan tingkat kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. Sub Rekening Kas Umum Negara. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. verifikasi. . Bank Umum. Bank Umum. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. b. pembukuan. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan d. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pelaksanaan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait Rekening Kas Umum Negara. verifikasi. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bank Umum. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Pasal 884 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara terdiri atas: a. Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. c. Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis. Sub Rekening Kas Umum Negara. operasionalisasi Government Electronic Banking System. Bank Umum. penatausahaan. dan e. c. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Sub Rekening Kas Umum Negara. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. d. dan operasionalisasi Government Electronic Banking System. Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. pelaksanaan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Bank Umum. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral.

serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. perhitungan. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. verifikasi dan penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. (2) Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. kriteria.253 - Pasal 885 (1) Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait dengan Rekening Kas Umum Negara. Pasal 886 Subdirektorat Rekening Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Sub Rekening Kas Umum Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sub Rekening Kas Umum Negara. Bank Operasional. dan pengembalian dana pihak ketiga. Rekening Penempatan di Bank Sentral. Bank Umum. Bank Umum. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan/atau lembaga keuangan lainnya. pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional serta penyusunan Buku Putih. Bank Umum. Sub Rekening Kas Umum Negara. pembukuan. menyiapkan bahan standar. pedoman. pengelolaan. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Bank Umum. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. norma. koordinasi pengembangan dan evaluasi Sistem Akuntansi dan Pelaporan Direktorat Pengelolaan Kas Negara serta pengembangan dan evaluasi pelaksanaan Sistem BIG-eB. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan. verifikasi.

penetapan. dan d. Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan. (2) Seksi Bank/Pos Persepsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penunjukan. memberi jawaban atas permasalahan Bank Persepsi dan tanggapan pemeriksaan terkait Bank Persepsi. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank Operasional. c. serta pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank Operasional. pemantauan dan pelaporan jasa giro Bank Operasional. serta memberi tanggapan pemeriksaan terkait Bank Operasional. pembinaan Bank Operasional. penyusunan Buku Putih. perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. melakukan sistem MPN. dan pengembalian dana pihak ketiga. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank/Pos Persepsi. pemantauan.254 Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. b. dan mengevaluasi kinerja Bank Operasional. pengelolaan. Bank Operasional. dan mengevaluasi kinerja Bank/Pos Persepsi. Pasal 889 (1) Seksi Bank Operasional mempunyai tugas melakukan pemilihan. pemantauan. pembinaan Bank Persepsi. Pasal 888 Subdirektorat Rekening Kas Negara terdiri atas: a. dan Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah. . melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank/Pos Persepsi. c. Seksi Bank/Pos Persepsi. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. dan/atau lembaga keuangan lainnya. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau lembaga keuangan lainnya. d. Subdirektorat Rekening Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bank Operasional. perhitungan.

dan Reimbursement serta Hibah Langsung pada kementerian/lembaga. semesteran dan rampung PFK. rekapitulasi. Pasal 890 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah baik dari dalam maupun luar negeri. menyiapkan jawaban atas permasalahan LKP dan tanggapan pemeriksaan terkait LKP. dan Rekening Sub BUN Dana Talangan serta Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rekonsiliasi triwulanan. penatausahaan dan pengelolaan Rekening Khusus. menyiapkan bahan jawaban atas permasalahan PFK dan Pengembalian Penerimaan dan tanggapan pemeriksaan terkait PFK dan Pengembalian Penerimaan. f. h. Rekening Dana Talangan. d. Rekening Sub BUN Dana Talangan. penyusunan petunjuk teknis tata cara penyaluran. pengajuan Withdrawal Application Replenishment dan/atau Reimbursement kepada lender/donor dalam rangka pengisian dana pada Rekening Khusus dan/atau penggantian dana pada Rekening Dana Talangan. pengajuan pengisian dana Initial Deposit pada Rekening Khusus. g. pembayaran kesalahan pelimpahan. Rekening Dana Talangan. (4) Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah mempunyai tugas melakukan penyusunan Buku Putih. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan dan penatausahaan dana pinjaman/hibah melalui mekanisme Direct Payment. b. pembinaan Bendum KPPN. rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan kementerian/lembaga sebagai pengguna anggaran atas dana yang bersumber dari pinjaman/hibah. . e. penatausahaan Rekening Bapertarum-PNS. pemantauan. melakukan penerimaan. pembayaran Jasa Pos/Perbendaharaan. pemeriksaan kas pada KPPN. pencairan dan pembebanan dana pinjaman/hibah pada Rekening Khusus. Letter of Credit. Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. dan penyusunan laporan atas transaksi keuangan yang bersumber dari pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. dan verifikasi Laporan Kas Posisi (LKP) KPPN.255 (3) Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan penyaluran dana Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). c. dan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). pembukaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan dan pengelolaan dana pinjaman/hibah.

(2) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang pendanaannya bersumber dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). (3) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah bilateral yang pendanaannya bersumber dari dalam negeri. Penatausahaan Rekening Lainnya milik kementerian/ lembaga/kantor/satuan kerja. Pasal 893 (1) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri khususnya yang pendanaannya bersumber dari Bank Dunia (World Bank). (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan pembuatan Warkat Pembebanan Rekening (WPR) dan Daftar Surat Perintah Debet (SPD). WPR beserta Daftar SPD. melakukan penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Khusus dalam Valas dan Rekening Khusus dalam Rupiah. serta menyusun laporan saldo kas bendahara instansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Daftar SPB dari KPPN Non KBI dan Daftar SP2D dari KPPN KBI. Laporan Realisasi Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran atas beban Rekening Khusus melalui Rekening Kas Negara. b. serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Rekening Khusus yang diterbitkan KPPN. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia. surat masuk dan keluar. . dan Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah.256 Pasal 892 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. c. menatausahakan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah. Pasal 894 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam (SDA) dan Non Sumber Daya Alam (Non SDA). dan rekening milik bendahara instansi. Laporan Pengeluaran SP2D backlog. dan menyusun laporan Rekening Pemerintah Lainnya. d. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia. Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Rekening Dana Talangan dan Rekening Sub BUN Dana Talangan.

c. pemantauan saldo dan arus kas masuk/arus kas keluar pada Rekening Pemerintah Lainnya. dan rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. c. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. e. Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam. Pasal 897 (1) Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Sumber Daya Alam (SDA) dan Rekening Non SDA. rekening lainnya milik d. b. Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga. pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Pemerintah Lainnya. Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi. k. j. g. penyusunan petunjuk teknis Pelaksanaan Pembukuan dan Penyusunan LPJ Bendahara Instansi. penerbitan surat persetujuan pembukaan kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. .257 Pasal 895 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. serta menyusun laporan Rekening SDA dan Rekening Non SDA. i. b. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya dan Rekening Bendahara Instansi. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada kementerian/lembaga. f. h. dan d. penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. l. penatausahaan rekening koran yang berasal dari Rekening SDA dan Rekening Non SDA. pengelolaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. penatausahaan rekening koran berasal dari Rekening Pemerintah Lainnya. pemantauan saldo dan arus kas masuk dan arus kas keluar pada Rekening SDA dan Rekening Non SDA. Pasal 896 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan laporan keadaan kas di Bendahara Instansi.

rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran pada kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. rekonsiliasi kas dan rekonsiliasi transaksi. . verifikasi dan akuntansi atas laporan penerimaan negara (laporan konsolidasi). c. monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. Pasal 898 Subdirektorat Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan laporan penerimaan negara. pembuatan nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun dan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Pengembalian dan Pembayaran fee.258 (2) Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. serta memberikan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan. konsolidasi laporan penerimaan negara. serta data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka SAI. dan penutupan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. d. e. laporan manajerial Rekening Pemerintah Lainnya dan laporan monitoring rekening kementerian/lembaga. (4) Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. evaluasi dan monitoring terhadap rekening lainnya milik kementerian/lembaga yang telah mendapat izin. pembekuan sementara. data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. Subdirektorat Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta menyusun Laporan Keadaan Kas Bendahara Instansi. pembinaan teknis penatausahaan atas kas di Bendahara Kementerian/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. memelihara database Rekening Pemerintah Lainnya. penerbitan surat persetujuan pembukaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) Pengembalian. penatausahaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening bendahara instansi. b. pengaktifan kembali. Pasal 899 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 898.

Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara. c. penerbitan Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan (SKP4). g. serta melakukan konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. penerimaan laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. (3) Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan verfikasi atas semua dokumen sumber/laporan yang dihasilkan Subdirektorat Penerimaan Negara. Evaluasi. pembuatan nota perbaikan atas kesalahan laporan. menyusun dan mengevaluasi laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan laporan PNBP. konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . SPM Pengembalian. dan Pelaporan Penerimaan Negara. dan SPM pembayaran fee. k. Evaluasi. SPM Pengembalian dan SPM pembayaran fee. l. menerbitkan SKP4. menerima laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. dan penyusunan laporan PNBP. b. serta Surat Keterangan Telah Dibukukan (SKTB) dalam rangka pengembalian penerimaan negara. Seksi Pengembalian. i. rekonsiliasi data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka Sistem Akuntansi Instansi (SAI). h. penyusunan Laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). j. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM dan data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. dan Pelaporan Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara).259 f. Pasal 901 (1) Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. membuat nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun. verifikasi atas semua dokumen sumber/laporan Subdirektorat Penerimaan Negara. menerbitkan SKTB dalam rangka pengembalian penerimaan negara. menyelesaikan data penerimaan termasuk potongan SPM yang belum rekonsiliasi. (2) Seksi Pengembalian. dan Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara. serta membuat SPP Pengembalian dan Pembayaran fee. membuat nota perbaikan bila ditemui kesalahan pada laporan yang dibuat oleh unit pelaporan. Pasal 900 Subdirektorat Penerimaan Negara terdiri atas: a.

dan e. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 903 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem manajemen investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Evaluasi. . Subdirektorat Verifikasi. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kredit Program. Subdirektorat Perencanaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang sistem manajemen investasi. g. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha. standar. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. h. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem manajemen investasi. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan.260 Pasal 902 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. dan Pelaporan. Pasal 905 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Kelembagaan. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara. d. c. Akuntansi. prosedur. b. e. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. d. Setelmen.

Seksi Akuntansi dan Pelaporan. d. penagihan. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penganggaran dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. dan melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. pembayaran kredit program. e. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. Setelmen. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. pelaksanaan perhitungan. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. f. c. Seksi Setelmen I. Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Akuntansi. . verifikasi. Seksi Setelmen II. Pasal 908 Subdirektorat Verifikasi. dan pelaksanaan administrasi pengelolaan data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Verifikasi. Setelmen. penerusan pinjaman. penagihan. Seksi Verifikasi. dan d. dan kredit program. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penagihan. g. verifikasi. penerusan pinjaman. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. b. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. dan kredit program. penarikan dan/atau pencairan investasi.261 Pasal 906 Subdirektorat Verifikasi. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. melaksanakan setelmen pinjaman. penarikan penerusan pinjaman luar negeri. penarikan. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. c. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. Setelmen. Akuntansi. (2) Seksi Setelmen I mempunyai tugas melakukan perhitungan. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. b. Pasal 909 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran.

Kelembagaan. Subdirektorat Perencanaan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. Kelembagaan. Pasal 912 Subdirektorat Perencanaan. k. . c. Seksi Manajemen Risiko. penagihan. b. Seksi Evaluasi. Kelembagaan. dan pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. c. serta pelaporan investasi dan kredit program. evaluasi. j. dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan perencanaan. h. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengolahan data. g. serta pengembangan sistem investasi dan kredit program. dan d. i. Seksi Perencanaan. Pasal 911 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. dan kredit program. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. f. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. d. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. Pasal 910 Subdirektorat Perencanaan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. kelembagaan. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. dan Evaluasi terdiri atas: a. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. Seksi Kelembagaan. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri. e.262 (3) Seksi Setelmen II mempunyai tugas melakukan perhitungan. manajemen risiko. akuntansi. investasi. dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah.

serta melakukan mediasi dan sosialisasi program investasi. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. perubahan. strategi investasi. penyediaan. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. penyiapan rumusan. b. investasi langsung. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. penerusan pinjaman. pengembangan sistem investasi. Pasal 915 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 914. f. dan kredit program. dan penyaluran dana investasi. dan pembiayaan kredit program. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. melakukan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga.263 Pasal 913 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan. investasi pemerintah. . penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan kelembagaan unit-unit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. Pasal 914 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. penerusan pinjaman. d. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan dan pedoman pelaksanaan manajemen risiko serta melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. serta melaksanakan penyusunan rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. c. pinjaman pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pinjaman pemerintah. dan perjanjian pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman. penyiapan perumusan. penyusunan dan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. e. dan kredit program. dan kredit program. pinjaman pemerintah.

dan kredit program. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. Seksi Perjanjian I. dan pinjaman pemerintah kepada BUMN. Seksi Perjanjian II. . analisis. b. pinjaman pemerintah. analisis. Pasal 916 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri atas: a. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. Pasal 917 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas melakukan penyusunan dan perumusan rancangan. d. penerusan pinjaman. dan pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah. Pasal 918 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian permasalahan investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. dan h. Seksi Peraturan. pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman. dan kredit program. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. pelaksanaan. penanganan permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah. penerusan pinjaman. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jasa Keuangan Bank. penerusan pinjaman. Seksi Kepatuhan. monitoring.264 g. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. i. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan kredit program. dan kredit program. c. pinjaman pemerintah. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pengkajian permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi.

Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II. Pasal 920 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara terdiri atas: a. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. analisis. dan d. . penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. (2) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III. pelaksanaan. evaluasi. pelaksanaan. Pasal 921 (1) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. c. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I. dan telekomunikasi. analisis.265 Pasal 919 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 918. dan serta g. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. e. evaluasi. b. perhubungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. f. kelautan. c. b. pelaksanaan monitoring. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV. d. dan kehutanan.

evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. b. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. (4) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. analisis. pelaksanaan pemberian pinjaman dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. serta pertambangan dan energi. analisis kelayakan finansial. perdagangan. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. d. Pasal 922 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. c. pelaksanaan analisis kelayakan finansial. pelaksanaan. e. . pelaksanaan. evaluasi terhadap permohonan dan perumusan persetujuan dan persyaratan pinjaman serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Pemerintah Daerah dan BUMD. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan serta penyelesaian masalah piutang yang berasal dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman pada Pemerintah Daerah dan BUMD. g. f. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 922. dan kesehatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan pelaksanaan monitoring.266 (3) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. pendidikan. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan. evaluasi. analisis.

b. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. (3) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. analisis kelayakan finansial. D. Bekasi. pelaksanaan. yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. dan Papua Barat. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. yang meliputi Jambi. Kalimantan Selatan. analisis kelayakan finansial. Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. yang meliputi Sumatera Utara. Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. Jawa Tengah. DKI Jakarta. dan d. Banten (tidak termasuk Tangerang). evaluasi. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Lampung. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. Bali. Bogor. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV. . analisis kelayakan finansial.I. dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 925 (1) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Riau. Kalimantan Tengah. Bogor. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III. Bekasi). pelaksanaan. analisis kelayakan finansial. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Papua. Maluku. Yogyakarta. Kalimantan Barat. Tangerang. yang meliputi Riau. Maluku Utara.267 Pasal 924 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah terdiri atas: a. dan Nusa Tenggara Barat. Jawa Timur. c. Bengkulu. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II. pelaksanaan. (2) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Sumatera Barat. Sumatera Selatan. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. evaluasi. pelaksanaan. dan Sulawesi Utara. (4) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Depok.

c. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. dan penelitian dan penyiapan perumusan restrukturisasi serta hapus buku dan hapus tagih kredit program. Seksi Kredit Program IV. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. Pasal 928 Subdirektorat Kredit Program terdiri atas: a. monitoring. hapus buku dan hapus tagih. peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. Seksi Kredit Program III. pelaksanaan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Pasal 929 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. g. pemantauan. Seksi Kredit Program II. penatausahaan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. hapus buku dan hapus tagih. penelitian. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program.268 Pasal 926 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. serta perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. c. b. Seksi Kredit Program I. f. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. e. penatausahaan. dan evaluasi pelaporan. dan d. . perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. dan perumusan restrukturisasi. Pasal 927 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. restrukturisasi.

hapus buku dan dan hapus tagih. hapus buku dan hapus tagih. penatausahaan. penelitian. dan perumusan restrukturisasi. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penatausahaan. dan perumusan restrukturisasi. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan alternatif sumber dan skema pendanaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Subdirektorat Verifikasi. dan Pelaporan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Akuntansi. pelaksanaan. pemantauan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. pemantauan. dan perumusan restrukturisasi. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. pemantauan. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 931. . penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penatausahaan. peraturan. penelitian. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Pasal 930 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penelitian. Setelmen. Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 931 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). peraturan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. hapus buku dan hapus tagih. b. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh lembanga keuangan bukan bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. pelaksanaan.269 (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD.

Pasal 936 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum terdiri atas: a. d. dan g.270 c. c. d. Pasal 934 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan peraturan dan standar teknis Badan Layanan Umum dan melaksanakan penelitian dan pengembangan Badan Layanan Umum. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Tata Usaha. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). dan e. b. dan Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. d. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum II. Pasal 935 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 933. penetapan dan pencabutan status pengelolaan keuangan BLU. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan peraturan penilaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan peraturan pengawasan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum oleh Dewan Pengawas. dan Informasi Badan Layanan Umum. Remunerasi. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III. e. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II. standar. f. penyusunan norma. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I. prosedur. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat Pasal 933 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri atas: a. Subdirektorat Tarif. e. c. c. penyusunan peraturan pengelolaan keuangan BLU. dan kriteria di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). f.

piutang. penganggaran. evaluasi. dan d. Remunerasi.271 Pasal 937 (1) Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan penilaian. perancangan. dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU serta menyiapkan pengembangan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. akuntansi. Pasal 938 Subdirektorat Tarif. implementasi. serta penyusunan kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. Remunerasi. investasi. pelaksanaan anggaran. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas atas pengelolaan keuangan BLU. pelaksanaan analisis. perancangan. Subdirektorat Tarif.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. (2) Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan status BLU. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. penelaahan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. penyajian informasi BLU. memproses penetapan tarif dan remunerasi pengelolaan keuangan BLU. dan Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan tarif dan remunerasi BLU. akuntansi. Remunerasi. investasi. pelaporan. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. evaluasi. dan penyajian informasi BLU. analisis. dan Informasi Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. akuntansi. pengelolaan kas. utang. investasi. piutang. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. pengelolaan kas. Pasal 940 Subdirektorat Tarif. implementasi. Seksi Tarif Badan Layanan Umum. dan Informasi Badan Layanan Umum terdiri atas: a. . piutang dan utang. penetapan dan pencabutan BLU. Seksi Informasi Badan Layanan Umum. dan c. Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum. pengelolaan kas. pelaksanaan anggaran. Pasal 939 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 938. penyusunan standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. b. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. b. utang.

Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I menyelenggarakan fungsi: a. piutang. b. c. evaluasi. belanja. monitoring dan evaluasi. f. pengelolaan kas. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . piutang. belanja. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. kas. penetapan. belanja. (3) Seksi Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan analisis. akuntansi. akuntansi. pengelolaan pendapatan. piutang. kas. (2) Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan remunerasi Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan remunerasi Badan Layanan Umum. penetapan. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. utang. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan melaksanakan bimbingan teknis. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data PKBLU serta penyajian informasi BLU. utang. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. kas. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 942. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. investasi. g. pemrosesan penilaian. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. h. e. belanja. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. investasi. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. piutang. kinerja BLU. piutang. utang. investasi. perancangan. penyuluhan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. akuntansi.272 Pasal 941 (1) Seksi Tarif Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan tarif Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan tarif Badan Layanan Umum. . pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. sosialisasi. kas. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. utang. implementasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. d. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. Pasal 942 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. utang.

monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi. piutang. . Pasal 947 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 946. akuntansi.273 i. utang. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. utang. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II menyelenggarakan fungsi: a. penyuluhan. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-B. dan melaksanakan bimbingan teknis. dan melaksanakan bimbingan teknis. penetapan. Pasal 946 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. pengelolaan pendapatan. belanja. j. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. investasi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-C. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan c. pemrosesan penilaian. akuntansi. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. I-B dan I-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. dan k. penetapan. penetapan. kinerja BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. kas. penyuluhan. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. b. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. piutang. Pasal 945 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. pengelolaan pendapatan. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. sosialisasi. kas. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. b. kinerja BLU. investasi. penyuluhan. belanja. Pasal 944 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I terdiri atas: a. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU.

kas. dan melaksanakan bimbingan teknis. dan k. investasi. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. piutang. monitoring dan evaluasi. pengelolaan kas. c. akuntansi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. pengelolaan pendapatan. utang. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. kas. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. Pasal 948 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II terdiri atas: a. e. belanja. pengelolaan pendapatan. f. investasi. penetapan. belanja. kas. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. akuntansi. dan Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-C. Pasal 949 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. . g. Pasal 950 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. kinerja BLU. kas. belanja. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas j. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. utang. piutang. sosialisasi. belanja. penyuluhan. h. penyuluhan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. dan melaksanakan bimbingan teknis. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. kinerja BLU. piutang. utang. monitoring dan evaluasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. penetapan. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. II-B dan II-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. akuntansi. investasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. i. utang. kas. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. penyuluhan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. akuntansi. investasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. piutang. piutang. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. investasi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-B. utang.274 c.

e. kas. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. penyuluhan. dan c. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-A. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. penetapan. dan k. d. belanja. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis. utang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III menyelenggarakan fungsi: a. kas. monitoring dan evaluasi. belanja. g. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. III-B dan III-C masing-masing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. utang. b. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. pengelolaan kas. Pasal 952 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III terdiri atas: a. piutang. f. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-C. penyuluhan. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi.275 Pasal 951 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 950. . pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. investasi. c. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. kas. pemrosesan penilaian. piutang. penetapan. kinerja BLU. investasi. akuntansi. kas. b. akuntansi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-B. i. utang. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. akuntansi. investasi. j. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. piutang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. h. Pasal 953 Seksi Badan Layanan Umum III-A. utang. belanja. pengelolaan pendapatan. utang. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. investasi.

Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 955 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. dan kriteria di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. standar. d. g. Subdirektorat Sistem Akuntansi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. . c. f. dan e. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. e. d. b. b.276 Pasal 954 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. h. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. Pasal 957 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha.

(2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. pemberian dukungan teknis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. Pasal 959 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. . c. c. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. b. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. penyelenggaraan bimbingan Pemerintahan. d. dan teknis dan/atau penyuluhan Standar Akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). Pasal 961 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. b. (4) Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. d.277 Pasal 958 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. Pasal 960 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri atas: a. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi.

b. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. perumusan. (4) Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar mempunyai tugas melakukan pengkajian. c.278 Pasal 962 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Pasal 964 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari atas: a. pengkajian. (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. c. dan pemutakhiran bagan akun standar. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus. d. Pasal 965 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan. dan pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. perumusan. . melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. dan Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. serta bagan perkiraan standar. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962.

d. Pasal 967 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 970 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran dan kas umum negara. dan pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. Pasal 968 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri atas: a. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi II. II. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi III. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.279 Pasal 966 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. b. pemantauan penyajian laporan keuangan berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. . berkala kementerian/lembaga yang c. b. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi IV. c. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . III. Pasal 969 Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. pemantauan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi.

melaksanakan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. d. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. pengumpulan. Seksi Akuntansi Umum. c. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penerimaan. b. dan pengadministrasian data Kas Umum Negara. Pasal 973 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing kementerian/lembaga. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara. Seksi Akuntansi Kas. b. Seksi Bimbingan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengolahan. (2) (3) (4) .280 Pasal 971 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 970. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Regional. Pasal 972 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara terdiri atas: a. dan pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 974 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi seluruh Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala. pemeliharaan.

penghimpunan Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Pasal 976 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat terdiri atas: a.281 Pasal 975 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 974.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. b. penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. dan d. b. . Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. dan d. c. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 978 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. pengkonsolidasian Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. Pasal 977 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat.

Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. dan penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah.282 Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. b. pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan statistik keuangan pemerintah. Seksi Analisis Laporan Keuangan. penyusunan laporan manajerial perbendaharaan. penyajian informasi statistik keuangan pemerintah. g. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan/penyajian serta penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. pengolahan data statistik keuangan pemerintah. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. h. Seksi Informasi dan Publikasi. e. analisis terhadap laporan keuangan. Pasal 980 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri atas: a. c. d. pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah. . dan d. penyampaian hasil analisis laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. c. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 981 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas melakukan pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah serta mengumpulkan dan mengolah data statistik. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b.

b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. dan kriteria di bidang sistem perbendaharaan. e. Pasal 985 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri atas: a. prosedur. c. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. b. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 983 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem perbendaharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. . dan g. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. d. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian perbendaharaan. f. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan.283 Pasal 982 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

b. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. pembinaan dan bimbingan teknis. analisis keterkaitan. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. dan d. g. sinkronisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. inventarisasi peraturan. . Pasal 988 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri atas: a. j. evaluasi. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. evaluasi. h. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. I-B. sosialisasi. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan. kajian. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Pasal 989 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. analisis keterkaitan. pembinaan dan bimbingan teknis. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. b. f. dan k. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. penelaahan permasalahan. penelaahan permasalahan. c. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. d. i. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Pasal 987 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986. sinkronisasi. kajian. e. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.284 Pasal 986 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. sosialisasi.

penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. j. . II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. analisis keterkaitan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. dan d. i. b. c. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. Pasal 993 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. k. g. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. penelaahan permasalahan. d. sinkronisasi. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. sosialisasi. kajian. pembinaan dan bimbingan teknis. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. f. Pasal 992 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri atas: a. inventarisasi peraturan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Pasal 991 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. evaluasi. c. kajian. evaluasi. II-B. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. b. analisis keterkaitan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. sinkronisasi. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. sosialisasi.285 Pasal 990 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. penelaahan permasalahan. h.

pengembangan.286 Pasal 994 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan analisis. dukungan dan bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. pemeliharaan. f. Seksi Pengembangan Aplikasi D. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. g. h. perancangan. dan d. pendokumentasian. dan pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. B. e. . pemeliharaan. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. dokumentasi. analisis dan perancangan sistem aplikasi. Seksi Pengembangan Aplikasi B. Pasal 997 Seksi Pengembangan Aplikasi A. b. Seksi Pengembangan Aplikasi A. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. Pasal 995 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. i. d. b. C. perancangan. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pengembangan. Pasal 996 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Aplikasi C. c.

perangkat keras. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. Seksi Pengelolaan Basis Data. pengamanan. pengkajian. situs (website). pengelolaan layanan informasi. h. e. Seksi Analisis Data. f. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). dan perangkat lunak. pemberian dukungan teknis. standardisasi. c. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. Pasal 1000 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri atas: a. dan pengembangan teknologi informasi. monitoring. dan pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. pengelolaan kinerja basis data. Pasal 999 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998. b. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan distribusi data. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. pengelolaan kamus data (data dictionary). penghimpunan data sumber. b. penghimpunan data sumber. Pasal 1001 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. e-mail. j. penerapan. pengelolaan basis data. pengujian. pelaksanaan distribusi data. pengamanan. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. penyusunan standardisasi. monitoring. dan perangkat lunak. evaluasi. web content dan internet. pemberian bimbingan dan dukungan teknis. perancangan dan standardisasi basis data. c. pengujian. d. perangkat keras. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. pengelolaan layanan informasi. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. . evaluasi. g. i. pengelolaan dan pengamanan basis data.287 Pasal 998 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan standardisasi basis data. Seksi Komunikasi Data.

Pasal 1003 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1002. serta pengelolaan. monitoring. e. pengujian. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. i. c. melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun serta melaksanakan verifikasi dan penyusunan laporan pengelolaan program pensiun. g. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. sertifikasi. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai fungsi: a. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. sertifikasi. penyiapan perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. evaluasi. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengkajian. . situs (website). (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. web content. pengamanan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan.288 (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. pembinaan. Pasal 1002 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman. sosialisasi. b. diseminasi. e-mail. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. h. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pembinaan. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. d. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. evaluasi. pemberian dukungan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan penilaian akreditasi. penyiapan perumusan pola akreditasi. implementasi. dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. f.

serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan k. Pasal 1005 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapan perumusan peraturan perundangan dan pedoman terkait. pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Seksi Program Pensiun. merumuskan pola akreditasi. serta pembahasan. pembahasan. (2) Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan koordinasi penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. . penyusunan konsep pengesahan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). dan c. (3) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. penyusunan konsep pengesahan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 1006 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .289 j. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. b. Pasal 1004 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun terdiri atas: a. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun.

b. d. perancangan. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. Pasal 1009 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. manajemen pembayaran dan pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat serta penerapan perubahan organisasi. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi e. dan kriteria di bidang transformasi perbendaharaan. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. f. prosedur. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. c.290 Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 1007 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi perbendaharaan. d. g. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. Pasal 1010 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Kelompok Jabatan Fungsional. e. penyiapan  penyusunan norma. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. standar. dan h. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha. . penyiapan  pemberian perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran.

pengkajian dan penyempurnaan. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. e. dan d. Seksi Transformasi Organisasi. dan akuntansi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III. dan f. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran.291 Pasal 1011 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. pengkajian dan penyempurnaan. pelaporan. dan akuntansi. manajemen pembayaran. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaporan. b. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis pelaporan dengan aplikasi teknologi informasi. Pasal 1013 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pelaporan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. b. serta melakukan pengkajian kesesuaian akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen pembayaran. manajemen pembayaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1012 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi terdiri atas: a. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. manajemen pembayaran. pelaporan. . penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. serta melakukan pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. d. c. dan akuntansi. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. c. pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. pengkajian dan penyempurnaan. dan akuntansi.

manajemen komitmen. manajemen investasi. manajemen investasi. manajemen kas. d. Pasal 1014 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. . manajemen penerimaan. perancangan. b. Utang. Utang. dan sistem bank sentral. manajemen Barang Milik Negara. dan sistem bank sentral. manajemen investasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. sistem perbankan umum. dan c. dan sistem bank sentral. Utang. manajemen investasi. c. dan e. Utang. dan sistem bank sentral. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I. manajemen komitmen. Pasal 1015 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. manajemen komitmen. manajemen komitmen. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II. manajemen Barang Milik Negara. manajemen kas. sistem perbankan umum. manajemen penerimaan. manajemen kas. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. b. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. manajemen kas. manajemen penerimaan. manajemen penerimaan. manajemen Barang Milik Negara.292 (4) Seksi Transformasi Organisasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. manajemen penerimaan. manajemen kas. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. manajemen Barang Milik Negara. Utang. manajemen Barang Milik Negara. manajemen komitmen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III. manajemen investasi. sistem perbankan umum. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. Pasal 1016 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri atas: a.

dan penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum teknologi informasi perbendaharaan. Seksi Transformasi Perangkat Keras. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. dan . dan c. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. pengkajian dan penyempurnaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. d. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis utang. pengkajian dan penyempurnaan. Pasal 1018 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. perancangan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dan proses bisnis penerimaan dengan aplikasi teknologi informasi. Pasal 1020 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tugas melaksanakan pengembangan. f. e. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. manajemen kas. dan proses bisnis manajamen komitmen dengan aplikasi teknologi informasi. dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. b. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. pengkajian dan penyempurnaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi.293 Pasal 1017 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. c. b.

evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. c. Pasal 1022 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. monitoring. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. pemberian dukungan teknis. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. pengembangan. perancangan. monitoring. pengujian. dan c. pengembangan. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan.294 Pasal 1021 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1025 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. . Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. d. (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. b. pengamanan. pemberian dukungan teknis. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1023 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. pengujian. dan dokumentasi sistem aplikasi. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. evaluasi. monitoring. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan e. pengamanan. II. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. Pasal 1024 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri atas: a. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengelolaan. pengembangan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. pemberian dukungan teknis. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. pengujian.

penyiapan perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. evaluasi. melaksanakan operasional transformasi. Seksi Perencanaan. Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia. (3) Seksi Sarana dan Dukungan Jasa mempunyai tugas melakukan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. Pengendalian. Seksi Sarana dan Dukungan Jasa. (2) Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan mempunyai tugas melakukan verifikasi dan penyelesaian tagihan. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. penyusunan. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. e. dan Pelaporan. penyiapan perumusan. . b. c. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. c.295 Pasal 1026 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. d. pengkajian. Pasal 1028 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. Pengendalian. dan g. melakukan monitoring dan evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1029 (1) Seksi Perencanaan. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. dan d. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. melakukan monitoring. f. perumusan. Pasal 1027 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1026. penyiapan perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. b. Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan. penyusunan. penyiapan perumusan.

pemantauan penyajian laporan keuangan berkala BUN dan unit khusus lain. c. penghimpunan laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Pembiayaan secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 1031 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan menyusun laporan keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala atas transaksi kebendaharaan umum negara. g. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan BUN dan unit khusus lain. merekonsiliasi. membina. b. evaluasi. Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya. d. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. dan rekonsiliasi dan pembinaan Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara.296 (4) Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan pengkajian dan perumusan kebijakan dan strategi penempatan dan pelatihan sumber daya manusia. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyusunan prosedur dan kebijakan pelaporan keuangan Bendahara Umum Negara. e. i. d. Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan. . Pasal 1032 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara terdiri atas: a. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. dan Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada BUN dan unit khusus lain. Pasal 1033 (1) Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyusunan. h. Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. mengkonsolidasikan. b. c. Pasal 1030 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. dan memantau laporan keuangan berkala pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyusunan laporan keuangan Bendahara Umum Negara. f.

Badan Lainnya. evaluasi. dan Laporan Arus Kas untuk menghasilkan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Transfer ke Daerah. (4) Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dan Laporan Keuangan Utang. memantau laporan keuangan berkala Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1035 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . Hibah. memantau laporan keuangan berkala BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan BUN Lainnya secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Belanja Lain-Lain. Penerusan Pinjaman. Pasal 1034 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi. Subsidi. Investasi. Transaksi Khusus. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.297 (2) Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer mempunyai tugas melakukan penyusunan. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan Belanja dan Transfer secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. (3) Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya mempunyai tugas melakukan penyusunan.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.298 Pasal 1036 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. . (2) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

299 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1037 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. b. dan lelang. dan e. Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain. dan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . prosedur. piutang negara. perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara. Direktorat Lelang. piutang negara. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. g. Direktorat Barang Milik Negara. b. dan kriteria di bidang kekayaan negara. standar. . f. c. Direktorat Penilaian. piutang negara. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat.dan lelang. Pasal 1038 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi. c. piutang negara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. dan lelang. e. piutang negara. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1039 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri atas: a. penyusunan norma. d. Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan. dan lelang. dan h.

f. perencanaan dan implementasi manajemen risiko direktorat jenderal. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja direktorat jenderal. dan f. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. koordinasi penyusunan rencana kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan kepatuhan internal di lingkungan direktorat jenderal. c. dan h. Bagian Perlengkapan. d. Bagian Kepegawaian. dan laporan akuntabilitas kinerja. kearsipan. . Bagian Keuangan. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat direktorat jenderal. c. kepegawaian. d. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. rumah tangga. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal. rencana strategik. g.300 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1040 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan tata usaha. e. Bagian Umum. dan dokumentasi direktorat jenderal. Pasal 1042 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. e. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. b. dan keuangan.

penyiapan bahan monitoring dan pengembangan penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . e. g. dan c. standar norma waktu dan standar beban kerja. penyiapan bahan penataan organisasi. dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. c. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategik. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. .301 Pasal 1043 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. penyusunan rumusan produk hasil kerja. Pasal 1045 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal terdiri atas: a. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. b. d. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. b. penyiapan bahan tanggapan. f. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. analisis jabatan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. analisis atas kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. dan h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja. Pasal 1044 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1043.

pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan kebutuhan. pengelolaan. serta laporan tahunan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. perancangan dan implementasi rekrutmen. dan pengembangan serta implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. pengawasan dan evaluasi standar kinerja. penilaian kinerja. penyempurnaan kode etik. serta pengembangan kompetensi. pelaksanaan analisis perencanaan.302 Pasal 1046 (1) Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyelesaian kasus pegawai. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. program assessement. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. dan d. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pengelolaan kepangkatan. . penyusunan jabatan fungsional. tata naskah persuratan dinas. serta implementasi pengelolaan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Sistem Informasi dan Manajemen Kepegawaian. evaluasi pelayanan teknis. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan formasi. (3) Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan pelaksanaan prosedur. kepuasan pegawai. tanggapan. sarana dan metode implementasi reward dan punishement Sumber Daya Manusia. pengelolaan sistem data formasi. pengelolaan. mutasi. analisis jabatan. c. pengembangan program graduate pegawai. perencanaan. kajian kompensasi dan benefit. standardisasi teknis. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kajian pengembangan. kepemimpinan. koordinasi dan implementasi analisis beban kerja. manajemen bakat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. Pasal 1047 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. uraian jabatan. pengawasan dan evaluasi administrasi. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pengangkatan. penelitian laporan pengaduan masyarakat.

dan d. pengangkatan. serta perencanaan dan penilaian kinerja pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan. serta manajemen bakat. evaluasi jabatan/posisi dan program mutasi. program graduate. kepemimpinan. pemberhentian. dan c. implementasi rekrutmen dan seleksi pegawai. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. kepuasan pegawai dan pelaksanaan sarana serta metode implementasi reward dan punishment. pengembangan kebutuhan pegawai. Pasal 1051 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyusunan formasi pegawai dan sistem data formasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. program assessement. Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian. pemberian kompensasi dan benefit. pengelolaan. Pasal 1050 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan analisa dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1052 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051. c. . penyelesaian kasus pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. kepangkatan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. dan pemensiunan. (3) Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisa perencanaan. administrasi SDM. standar kinerja pegawai.303 Pasal 1049 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. SIMPEG. penyempurnaan dan pengawasan kode etik. serta pengembangan kompetensi. (2) Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pengembangan. b. Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian.

(4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji pegawai Kantor Pusat serta kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. c. Subbagian Pengadaan. b. penyiapan dokumen. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. serta pelaksanaan. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perencanaan Anggaran. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. Pasal 1055 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Pasal 1054 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.304 Pasal 1053 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1057 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. dan penghapusan perlengkapan. Subbagian Gaji. dan c. dan d. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pemeliharaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan inventarisasi.

b. c. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. Pasal 1062 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. dan dokumentasi. pelaksanaan urusan akomodasi. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. penyiapan dokumen. dan protokol. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. perjalanan dinas. pemeliharaan. . perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan. kepustakaan. angkutan. ekspedisi. pemeliharaan sarana dan prasarana. pengetikan. dan c. Subbagian Rumah Tangga. perjalanan dinas. serta penatausahaan. pelaksanaan urusan surat-menyurat. pengetikan. penggandaan. pelaksanaan urusan protokol. Pasal 1060 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. ekspedisi. rumah tangga. serta pelaksanaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. tamu. tamu. Subbagian Tata Usaha. dan dokumentasi. pelaksanaan urusan rumah tangga. rapat pimpinan dan d. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. perjalanan dinas. penggandaan. Pasal 1059 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. kearsipan. b. kearsipan. dan penghapusan perlengkapan. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan dan akomodasi. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. serta akomodasi. kepustakaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1061 Bagian Umum terdiri atas: a.305 Pasal 1058 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. tamu. pengamanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 306 (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga, pengadaan dan distribusi alat tulis kantor, angkutan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penatausahaan, pengamanan, pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.

Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara Pasal 1063 Direktorat Barang Milik Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang barang milik negara.

Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063, Direktorat Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang barang milik negara; b. pelaksanaan kebijakan di bidang barang milik negara; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang barang milik negara; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang barang milik negara; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

Pasal 1065 Direktorat Barang Milik Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Barang Milik Negara I; b. Subdirektorat Barang Milik Negara II; c. Subdirektorat Barang Milik Negara III; d. Subdirektorat Barang Milik Negara IV; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 307 Pasal 1066 Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1067 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066, Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; c. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; dan g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III. Pasal 1068 Subdirektorat Barang Milik Negara I masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IA; b. Seksi Barang Milik Negara IB;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 308 c. Seksi Barang Milik Negara IC; dan d. Seksi Barang Milik Negara ID.

Pasal 1069 Seksi Barang Milik Negara IA, IB, IC, dan ID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA, IB, IC, dan ID sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1070 Subdirektorat Barang Milik Negara II masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IID. Pasal 1071 Seksi Barang Milik Negara IIA, IIB, IIC, dan IID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA, IIB, IIC, dan IID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1072 Subdirektorat Barang Milik Negara III masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IIID.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 309 Pasal 1073 Seksi Barang Milik Negara IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1074 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1075 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074, Subdirektorat Barang Milik Negara IV menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; c. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 310 g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; dan h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan daftar barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. Pasal 1076 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IVA; b. Seksi Barang Milik Negara IVB; c. Seksi Barang Milik Negara IVC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IVD. Pasal 1077 Seksi Barang Milik Negara IVA, IVB, IVC, dan IVD masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IVA, IVB, IVC, dan IVD sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1078 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IV.

Bagian Kelima Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan Pasal 1079 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara dipisahkan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 311 Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079, Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kekayaan negara dipisahkan; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara dipisahkan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1081 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan terdiri atas: a. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I; b. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan III; d. Subbagian Tata Usaha; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1082 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1083 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082, Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; b. penyusunan bahan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; c. penyiapan pengelolaan dan penatausahaan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 312 d. penyiapan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara dan perseroan terbatas lainnya Lingkup I, II, dan III; e. penyiapan analisis dan pelaporan di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; f. penyiapan pembinaan dan pengawasan Badan Usaha Milik Negara/Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III; dan g. penyiapan pengawasan atas tindak lanjut penetapan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dan penetapan barang milik negara eks. proyek kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III.
Pasal 1084 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IC. Pasal 1085 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IA, IB, dan IC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1086 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan II terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIC. Pasal 1087 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIA, IIB, dan IIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 313 Pasal 1088 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan III terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIC. Pasal 1089 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA, IIIB, dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIIA, IIIB, dan IIIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1090 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Dipisahkan III.

(2)

Bagian Keenam Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1091 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain. Pasal 1092 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1091, Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 314 c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
Pasal 1093 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri atas: a. Subdirektorat Piutang Negara I; b. Subdirektorat Piutang Negara II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I; d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II; e. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III; f. Subbagian Tata Usaha; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1094 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN. Pasal 1095 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094, Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN yang telah diserahkan kepada PUPN; c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan telaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 315 e. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; dan g. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN.

Pasal 1096 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IA; b. Seksi Piutang Negara IB; dan c. Seksi Piutang Negara IC. Pasal 1097 Seksi Piutang Negara IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi bimbingan teknis, dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan ke PUPN, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, dan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek lingkup IA, IB, IC, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1098 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN dan pengelolaan piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN, serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusanya belum diserahkan kepada PUPN, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 316 Pasal 1099 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098, Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan penelaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; e. penyiapan bahan penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; g. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; h. penyiapan bahan penelaahan usul penghapusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; i. penyiapan bahan perumusan kebijakan penatausahaan, penagihan, dan evaluasi serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; dan

j.

k. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. Pasal 1100 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IIA; b. Seksi Piutang Negara IIB; dan c. Seksi Piutang Negara IIC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 317 Pasal 1101 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pematauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekeretariatan PUPN Pusat. Pasal 1102 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I, II dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, penatausahaan dan penyusunan daftar, pemberian bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kekayaan negara lain-lain, serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I, II dan III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

dan e. Pasal 1104 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri atas: a. II dan III. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. IB. b. c. IC. IC. b. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IA. penghimpunan. penyiapan bahan perencanaan. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. sistem dan prosedur. bimbingan teknis. penelaahan. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. dan d. penatausahaan dan penyusunan daftar. d. Pasal 1105 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. penyusunan sistem dan prosedur. penyiapan bahan rumusan kebijakan. c. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. II dan III. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. c. Pasal 1106 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri atas: a. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain Lingkup I. II dan III. pemantauan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. dan ID.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . perencanaan.318 Pasal 1103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. IB. b. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I dan II. II dan III. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. pengawasan. standardisasi. dan d. II dan III. . pemberian bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC.

Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. Pasal 1110 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. pemberian bimbingan teknis. penyusunan sistem dan prosedur. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIIA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1109 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. perencanaan. perencanaan. IIC. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. pemantauan. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. dan IIID. pengawasan. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Piutang Negara I. IIIB. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IIIC. dan IID. penatausahaan dan penyusunan daftar. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. penyusunan sistem dan prosedur. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. pemberian bimbingan teknis. Pasal 1108 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri atas: a. IIB. c. pengawasan. IIB. IIIB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. dan d. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIA. IIIC. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain.319 Pasal 1107 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. pemantauan. penatausahaan dan penyusunan daftar.

pemeliharaan. pengamanan. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. II. penghapusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemindahtanganan. prosedur. dan kriteria di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi.320 Bagian Ketujuh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kegiatan penggunaan. b. standar. pemanfaatan. Pasal 1114 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I . Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. pengawasan. dan g. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. c. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi. d. e. penyiapan penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. d. . Pasal 1112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1113 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi terdiri atas: a. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain selain kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. f. pengendalian. II. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. dan e. dan III. b.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. Pasal 1116 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I masing-masing terdiri atas: a. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penghapusan. d. hak atas bumi. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. . dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. air dan tata ruang angkasa. II. penyiapan bahan pelaksanaan penggunaan. II. dan Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara ID. b. II. pemanfaatan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. pemindahtanganan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan penggunaan. barang milik negara eks kepabeanan. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. pemanfaatan. IB. pengendalian.321 Pasal 1115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114. pemeliharaan. air dan tata ruang angkasa. aset eks UP3. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IB. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. pemindahtanganan. penyiapan bahan pertimbangan rencana kebutuhan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. barang yang dirampas oleh negara. penghapusan. hak atas bumi. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. pengendalian. b. IB. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IC. pengamanan. pengawasan. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. II. c. barang milik negara eks kepabeanan. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan. dan c. IC. pengawasan. dan ID serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. Pasal 1117 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. pengamanan dan pemeliharaan. IC. pemantauan. dan III menyelenggarakan fungsi: a. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. barang yang dirampas oleh negara. aset eks UP3.

air dan tata ruang angkasa. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . barang milik negara eks kepabeanan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. pembinaan. dan IID. hak atas bumi. dan IIID. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. dan d. pemanfaatan. IIIB. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIA. IIC. Pasal 1120 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III masing-masing terdiri atas: a. pengendalian. pengendalian. pemindahtanganan. barang milik negara eks kepabeanan. IIIC. IIIC. penghapusan. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIIA.322 Pasal 1118 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II masing-masing terdiri atas: a. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. IIC. pemeliharaan. hak atas bumi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIID. c. Pasal 1119 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. pengamanan. aset eks UP3. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIC. pengawasan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IID. IIIB. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. pengamanan. barang yang dirampas oleh negara. pemantauan. pemindahtanganan. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. penghapusan. pemeliharaan. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. Pasal 1121 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. pengawasan. air dan tata ruang angkasa. IIB. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIB. b. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIB. b. pemantauan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIC. aset eks UP3. IIB. barang yang dirampas oleh negara. pemanfaatan.

Pasal 1125 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. pemeliharaan dan integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III. piutang negara dan lelang. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. dokumentasi sistem aplikasi. perancangan. e. c. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. Pasal 1124 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi terdiri atas: a. implementasi. b. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. evaluasi. penyiapan bahan perencanaan. dan f. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. d. penilaian. pengembangan. dan Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. penilaian. pemrograman. implementasi. Pasal 1123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1122.323 Pasal 1122 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan. penilaian. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. kekayaan negara lain-lain dan kekayaan negara dipisahkan. perancangan desain sistem aplikasi dan basis data. penyusunan buku manual. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II . perencanaan. c. piutang negara dan lelang. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I. piutang negara dan lelang. pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. penilaian. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi penatausahaan dan pengelolaan barang milik negara. piutang negara dan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . piutang negara dan lelang. penilaian. penilaian. penyusunan buku manual sistem aplikasi dan dokumentasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. . integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. b. implementasi. pemantauan. penilaian.

dan hukum. piutang negara dan lelang. penilaian. implementasi. piutang negara dan lelang. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. (4) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa integrasi sistem aplikasi. penilaian. penilaian. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. penyusunan buku manual dan dokumentasi integrasi sistem aplikasi. penilaian. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pengelolaan data di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan rumusan kajian dan standardisasi teknologi informasi.324 (2) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. pemrograman. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. (3) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. penyiapan rumusan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi di bidang kekayaan negara. implementasi. . perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. b. dan d. lunak. pengelolaan perangkat keras. penilaian. pemberian layanan operasional teknologi informasi di bidang kekayaan negara. implementasi. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. enterprise integration portal dan website DJKN. piutang negara dan lelang. pemrograman. piutang negara dan lelang. Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1126. pelayanan lelang. pemantauan dan evaluasi pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi integrasi sistem informasi geografi. lunak. Pasal 1126 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan pemantauan pengolahan data. perencanaan dan perancangan desain integrasi sistem aplikasi dan integrasi basisdata. Business Intelligence (BI). pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi. implementasi. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi piutang negara. c. penilaian. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi sistem aplikasi kesekretariatan. piutang negara dan lelang. pemrograman integrasi sistem aplikasi. layananan operasional teknologi informasi dan perangkat keras.

pemeliharaan infrastruktur anti-virus protection. . Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. penyiapan bahan penyusunan cetak biru pengembangan SDM Teknologi Informasi. menyediakan dan memelihara katalog layanan. Seksi Pengelolaan Perangkat Keras.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. jaringan/VPN-IP dan bandwidth. dan d. memberikan dukungan teknis/onsite support. penyaringan (filtering) situs. kinerja. pengelolaan even (event management). pemutakhiran data. pelaporan. mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan tingkat layanan. kegagalan (incident management). Cetak Biru Sistem Manajemen Informasi dan Pelayanan Terpadu DJKN (SMIPT-DJKN). Pasal 1130 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. keamanan. (4) Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. melakukan pendefinisian layanan dan pemutakhiran portofolio layanan. konfigurasi dan/atau pemutakhiran konfigurasi. Pasal 1129 (1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penghimpunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Layanan Operasional Teknologi Informasi. c. dan pengelolaan dokumen elektronik di bidang kekayaan negara. perencanaan strategik teknologi informasi. pertanyaan atau permintaan layanan operasional. Lunak. Seksi Layanan Operasional. data center. hosting dan/atau perubahan profil hosting. pengalokasian port TCP/IP.325 Pasal 1128 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional terdiri atas: a. permasalahan (problem management) dan akses (access management). penilaian. dan Jaringan. pemeliharaan dokumen dan/atau manual. melakukan pemantauan. perangkat lunak software aplikasi. perubahan dan penghapusan serta pengaturan kewenangan akses file share. (2) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi. pengolahan. kestabilan. sistem operasi. pembuatan. kesinambungan penggunaan dan pemanfaatan perangkat keras. perencanaan pendidikan dan pelatihan SDM Teknologi Informasi. piutang negara dan lelang. (3) Seksi Layanan Operasional mempunyai tugas menerima laporan gangguan. Lunak dan Jaringan mempunyai tugas melakukan instalasi/upgrading. pengujian. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. pemantauan ketersediaan. memberikan solusi sementara dan/atau permanen. evaluasi dan pembaharuan tingkat layanan.

Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. dan kriteria di bidang penilaian. Pasal 1133 Direktorat Penilaian terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. dan c. Pasal 1132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. analisis. dan e. Direktorat Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. b.326 Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Pasal 1131 Direktorat Penilaian mempunyai tugas melaksanakan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam. b. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti dan properti khusus. e. pelaksanaan penilaian. penyiapan penyusunan norma. d. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian. Pasal 1135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti. f. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. prosedur. d. Pasal 1134 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. . c. Subbagian Tata Usaha. c.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I. analisis. Pasal 1137 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. analisis. serta evaluasi tugas di bidang penilaian Properti Khusus lingkup I dan II. Pasal 1138 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. . Pasal 1140 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam terdiri atas: a. dan c. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.327 Pasal 1136 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti terdiri atas: a. dan Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus II. serta pelaksanaan penilaian. c. b. b. dan d. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I. pelaksanaan penilaian. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian penilaian bisnis dan sumber daya alam. d. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam II. serta pelaksanaan penilaian. analisis. Pasal 1139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti lingkup I dan II. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti II. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam.

pencatatan kinerja. d. pelaksanaan penilaian. penyiapan pembinaan. penyiapan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian sumber daya alam lingkup I dan II. . Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah. serta pelaksanaan penilaian.328 Pasal 1141 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. pendaftaran. serta pelaksanaan penilaian. b. pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1144 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah terdiri atas: a. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan pengawasan penilai pemerintah. dan f. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. analisis. dan d. b. serta pelaksanaan penilaian. analisis. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis lingkup I dan II. penyusunan dan pengawasan kode etik. Pasal 1142 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. Pasal 1145 (1) Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis pelaksanaan penilaian. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. dan penjenjangan penilai pemerintah. Pasal 1143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. e. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. pelaksanaan administrasi terhadap penilai pemerintah meliputi register. serta administrasi penilai pemerintah. Lingkup I dan II. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I. c. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah II. supervisi dan evaluasi kinerja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. pembinaan.

Pasal 1146 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. pengelolaan. dan e. analisis. analisis. Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian. Pasal 1147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146. Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian. dan peningkatan kualitas laporan penilaian. serta pelaksanaan penilaian. c. dan peningkatan kualitas laporan penilaian dan data di bidang penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. serta pengelolaan. pendaftaran. pelaksanaan penilaian. verifikasi. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. penganalisisan. serta pelaksanaan penilaian. pengelolaan. bimbingan teknis. pengelolaan. dan evaluasi terhadap laporan penilaian. perencanaan. perencanaan. perekaman pelaksanaan tugas penilai analisis kinerja dan kualifikasi penilai pemerintah. Pasal 1148 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian terdiri atas: a. Seksi Pengelolaan Data dan Infomasi Penilaian. analisis. analisis. dan melakukan perencanaan peningkatan kualitas penilai pemerintah berdasarkan hasil analisis kinerja dan kualifikasi. pengawasan penilai pemerintah dan pelaksanaan penilaian. Pasal 1149 (1) Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. analisis. supervisi. serta pengumpulan. dan c. (3) Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. analisis penjenjangan penilai pemerintah. analisis dan peningkatan kualitas laporan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. verifikasi. supervisi. dan evaluasi terhadap laporan penilaian yang disusun oleh penilai pemerintah. analisis dan evaluasi permohonan dan laporan penilaian. bimbingan teknis. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian. supervisi.329 (2) Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian register. b. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian. d. .

Pasal 1150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Pembinaan Penilai. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lelang. Subdirektorat Bina Lelang I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Seksi Pengelolaan Data Penilaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. . dan e. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. penyiapan penyusunan norma. perencanaan. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian serta pelaksanaan penilaian. analisis. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Subbagian Tata Usaha. supervisi. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lelang. Bagian Kedelapan Direktorat Lelang Pasal 1151 Direktorat Lelang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lelang. d. dan kriteria di bidang lelang. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1151. d. pengelolaan. analisis. dan e. Pasal 1153 Direktorat Lelang terdiri atas: a. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lelang. standar.330 (2) Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian mempunyai tugas melakukan verifikasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur. Subdirektorat Bina Lelang II. serta pelaksanaan penilaian.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. h. serta pembinaan kinerja di bidang lelang. Pasal 1156 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri atas: a. Seksi Bina Lelang IA. Pasal 1155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154. g. dan c. pengembangan lelang. Seksi Bina Lelang IC. evaluasi. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. dan i. c. f. e. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. pemantauan. serta pelaksanaan pembinaan. pemantauan. analisis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Bina Lelang IB. b. perencanaan lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I.331 Pasal 1154 Subdirektorat Bina Lelang I dan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan. analisis dan penggalian potensi lelang. b. penyiapan bahan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan lelang. d. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. .

analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. IIB. Seksi Bina Lelang IIA. Seksi Bina Lelang IIC. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. Pasal 1160 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. Seksi Bina Lelang IIB. IB. IIB. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. dan c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. bimbingan teknis. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang.332 Pasal 1157 Seksi Bina Lelang IA. dan IC. dan IIC. verifikasi risalah lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 1159 Seksi Bina Lelang IIA. IB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. analisis. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. pemeriksaan. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. b. pemantauan. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan. . pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. bimbingan teknis. Pasal 1158 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri atas: a. pemantauan. Pasal 1161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1160. verifikasi risalah lelang.

i. j. pembinaan. Pasal 1163 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. k. petunjuk teknis serta yuridis lelang. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. dan c. ujian profesi Pejabat Lelang. pemberian penghargaan dan sanksi. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. dan l. pengolahan. pengawasan. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. penyajian informasi. analisis. bimbingan teknis. dan pemberhentian Pejabat Lelang. Seksi Bina Profesi Lelang I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan. Seksi Bina Profesi Lelang II. e. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. f. g. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. ujian profesi. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. Seksi Bina Jasa Lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. pengangkatan. b. . dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pengawasan dan pembinaan. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan.333 c. Pasal 1162 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri atas: a. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. d. pengumpulan. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. perencanaan dan pengembangan lelang. h. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pengangkatan. standardisasi. pengawasan.

prosedur. serta pencabutan izin operasional lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan penyusunan norma. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hukum dan hubungan masyarakat. b. pemberian penghargaan dan sanksi. pengumpulan. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standardisasi. Pasal 1166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. Bagian Kesembilan Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 1165 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hukum dan hubungan masyarakat. . dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. c. dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. dan kriteria di bidang hukum dan hubungan masyarakat. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. standar. pengawasan dan pembinaan. pengolahan. Pasal 1164 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang.334 (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Bina Lelang I.

dan lelang. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. penilaian. Pasal 1168 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. penilaian. pengurusan piutang negara dan lelang. Subdirektorat Bantuan Hukum . Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peraturan Perundangan . piutang negara. piutang negara. Pasal 1169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. penilaian. penilaian. penilaian. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. b. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Subbagian Tata Usaha. b. c. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. e. Pasal 1170 Subdirektorat Peraturan Perundangan I terdiri atas: a. pengurusan piutang negara dan lelang. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara. b. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. .335 Pasal 1167 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Subdirektorat Hubungan Masyarakat. dan g. pengurusan piutang negara dan lelang. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. Seksi Peraturan Perundangan II. f. pengurusan piutang negara. dan e. pengelolaan dokumen hukum. dan lelang. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Seksi Peraturan Perundangan I. dan pelaksanaan lelang. d. penilaian. penilaian. d. dan lelang.

III. dan d. Seksi Bantuan Hukum II. pengurusan piutang negara. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. piutang negara dan lelang. b. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. Pasal 1171 Seksi Peraturan Perundangan I. c. dan pelayanan lelang Lingkup I. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. II. dan IV. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. c. Seksi Peraturan Perundangan III. penilaian. . piutang negara. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penilaian. dan d.336 c. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. penilaian. II. piutang negara dan lelang. piutang negara dan lelang. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bantuan Hukum IV. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Bantuan Hukum III. b. Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. Pasal 1172 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Seksi Peraturan Perundangan IV. penilaian. dan d. III. penilaian. Seksi Bantuan Hukum I. pelaksanaan klasifikasi peraturan. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. penyajian peraturan perundangan di bidang kekayaan negara. dan pelaksanaan lelang. Pasal 1174 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a.

penyiapan bahan penyusunan rumusan. dan d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. hubungan media. penilaian. dan opini publik. dan pengelolaan berita. II. evaluasi. publikasi. Subdirektorat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. II. komunikasi publik serta penyelenggaraan desk information dan call center. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis. dan opini publik. dan c. kebijakan. piutang negara dan lelang lingkup I. III. analisis berita. standardisasi dan bimbingan teknis. dan IV. kebijakan. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan. pertimbangan. pengelolaan situs internet. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. Seksi Komunikasi Publik. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. penilaian. penelaahan kasus hukum. evaluasi. evaluasi. Pasal 1178 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Layanan Informasi terdiri atas: a.337 Pasal 1175 Seksi Bantuan Hukum I. penyiapan bahan rapat eksternal. penyuluhan dan layanan informasi. dan pengolahan data hubungan masyarakat di bidang kekayaan negara. kebijakan. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. c. perpustakaan. Pasal 1176 Subdirektorat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi. standardisasi. piutang negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. standardisasi dan bimbingan teknis. dan bimbingan teknis. komunikasi publik. Pasal 1179 (1) Seksi Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. hubungan media. dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. evaluasi. b. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. evaluasi. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan serta pengolahan data untuk keperluan hubungan masyarakat. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. analisis berita. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pelaksanaan di bidang hubungan media. dan lelang. standardisasi dan bimbingan teknis. III. . dokumentasi.

kebijakan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. pengelolaan berita. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1182 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. evaluasi. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. . pengolahan data untuk keperluan internal dan hubungan masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1181 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Hubungan Masyarakat.338 (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. evaluasi. serta situs web dan portal intranet. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan publikasi. dokumentasi. penyelenggaraan desk information dan call center. serta koordinasi penyiapan bahan rapat eksternal. dan perpustakaan. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. kebijakan.

c. dan e. . c. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan.339    BAB X DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1183 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1185 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri atas: a. d. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. d. standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pasal 1184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1183. perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan. b. b. Direktorat Dana Perimbangan. prosedur dan kriteria di bidang perimbangan keuangan. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sekretariat Direktorat Jenderal.

Bagian Umum. dan h. f. c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. kepegawaian. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. b. Bagian Keuangan. e. rencana kerja. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Bagian Kepegawaian. Pasal 1189 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. g. dokumentasi.340    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1186 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. c. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. dan perpustakaan direktorat jenderal. pelaksanaan tata usaha. koordinasi penyusunan rencana kerja. rencana anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1186. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. fasilitasi penyusunan peraturan. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi. rencana strategik. pengembangan kinerja. penelaahan dan evaluasi jabatan. dan e. Pasal 1188 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. . pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. kearsipan. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. d. d. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

(2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. . penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan d. b. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Subbagian Perencanaan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Organisasi. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. e. Subbagian Pelaporan. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyusunan laporan akuntabilitas. Pasal 1192 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. c. dan rencana anggaran. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. dan laporan pelaksanaan tugas. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. d. f. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1191 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. dan g.341    Pasal 1190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. b. rencana strategik. c.

b. pemberhentian. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. .342    Pasal 1193 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. b. dan d. Pasal 1195 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. statistik dan kesejahteraan pegawai. c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. dokumentasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. statistik. Pasal 1194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1197 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. dokumentasi. dan mutasi kepegawaian lainnya. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Umum Kepegawaian. pemensiunan pegawai. Pasal 1196 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. kepangkatan. kepangkatan. pemberhentian.

dan penggandaan. b. kearsipan. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.343    Pasal 1198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1197. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. . dan c. Subbagian Penyusunan Anggaran. rumah tangga. dan c. Pasal 1202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1201. ekspedisi. Subbagian Perbendaharaan. perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1199 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1201 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan surat menyurat. dokumentasi. dokumentasi. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. kepustakaan. b. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pasal 1200 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. kearsipan. kepustakaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal.

dan d. . Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1205 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang dana perimbangan. pelaksanaan urusan rumah tangga. ekspedisi. penyimpanan. dokumentasi. pelaksanaan urusan perlengkapan. dan urusan perjalanan dinas. Subbagian Protokol. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Subbagian Tata Usaha. dan penyiapan penghapusan perlengkapan. pelaksanaan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. c. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. dan d. pendistribusian. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang dana perimbangan. Subbagian Perlengkapan. koordinasi serta fasilitasi hukum. inventarisasi. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. kepustakaan. Subbagian Rumah Tangga. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. penyiapan perumusan kebijakan di bidang dana perimbangan. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. c.344    b. b. penyiapan dokumen. Pasal 1204 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1203 Bagian Umum terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205. dan gaji. pengangkutan pegawai. keprotokolan. kearsipan. pemeliharaan. dan penggandaan. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Pasal 1207 Direktorat Dana Perimbangan terdiri atas: a. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. b. Pasal 1209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208. d. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan rekonsiliasi. penyiapan penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f.345    c. standardisasi. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. dan e. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. prosedur dan kriteria di bidang dana perimbangan. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. f. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dana perimbangan. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. g. Pasal 1208 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. d. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. standar. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subbagian Tata Usaha. c. b. e. e. koordinasi. c. d. . dan h. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau.

Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. b. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .346    Pasal 1210 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri atas: a. d. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. c. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. b. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan fasilitasi. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Pasal 1214 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri atas: a. dan f. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. e. dan d. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. . dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. koordinasi. Pasal 1212 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. c. dan c. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. dan rekonsiliasi. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. perhitungan. standardisasi. Pasal 1211 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. koordinasi. II. penetapan alokasi.

penetapan alokasi. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. perhitungan. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. Seksi Dana Alokasi Umum IV. perhitungan alokasi. dan d. c. pengalokasian dana alokasi umum.347    Pasal 1215 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian. II. standardisasi. dan e. dana otonomi khusus. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Umum II. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. dana otonomi khusus. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. Pasal 1216 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan dana penyesuaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . III. . c. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Umum III. dan fasilitasi. perhitungan alokasi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Pasal 1219 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dana otonomi khusus. Pasal 1218 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri atas: a. dana otonomi khusus. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. dana otonomi khusus. dan dana penyesuaian. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. b. standardisasi. Seksi Dana Alokasi Umum I. b.

perhitungan alokasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. standardisasi. perhitungan alokasi. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1222 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri atas: a. dan d. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Pasal 1220 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. c. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. perhitungan alokasi. b. Maluku. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian.348    (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. Seksi Dana Alokasi Khusus III. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. Pasal 1221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220. standardisasi. c. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. . dan e. perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. d. standardisasi. Seksi Dana Alokasi Khusus I. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Nusa Tenggara. Seksi Dana Alokasi Khusus II.

Maluku dan Papua. standardisasi. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. Pasal 1225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224. SPP. perhitungan alokasi. standardisasi. perhitungan alokasi. bimbingan teknis. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. koordinasi fasilitasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer.349    Pasal 1223 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. SPP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. standardisasi. perhitungan alokasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan/konfirmasi atas transfer. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. SPM. . dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. SPP. b. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. standardisasi. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Pasal 1224 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan pemantauan/ konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPM. c. SPM. pemantauan/konfirmasi atas transfer. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). pemantauan/konfirmasi atas transfer. Nusa Tenggara. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. dan e. d. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. perhitungan alokasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. Surat Perintah Membayar (SPM).

Seksi Pelaksanaan Transfer IC. SPM. SPM. c. koordinasi fasilitasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. b. standardisasi. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. dan e. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. dan c. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Pasal 1227 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. dan c. b. koordinasi fasilitasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. bimbingan teknis. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1228 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. SPP. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. pemantauan/konfirmasi atas transfer. khususnya DAU dan DAK.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. d. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. standardisasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPP. SPP. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. SPM. bimbingan teknis. SPP. Pasal 1230 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri atas: a. b. .350    Pasal 1226 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri atas: a. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. SPM. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. IB. Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1228.

standardisasi. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1233 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. standar. dan e.351    Pasal 1231 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. b. koordinasi fasilitasi. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Pasal 1235 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. IIB. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. c. Pasal 1234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. . Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. khususnya DBH. prosedur dan kriteria di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II. d.

Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.352    c. f. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. bimbingan teknis. pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. b. pemantauan. Pasal 1236 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. analisis. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. d. dan d. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. . dan Nusa Tenggara. analisis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. e. IC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bali. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1236. Subbagian Tata Usaha. c. pemantauan. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1240 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. pemantauan. IB. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pasal 1239 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. c. Pasal 1238 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri atas: a.

c. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 1245 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244. dan Nusa Tenggara. c. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIC. IIB. b. analisis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. Bali. pemantauan. . pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan d. Bali. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Pasal 1243 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. dan Nusa Tenggara. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. Bali. b. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah.353    Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan Nusa Tenggara. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Bali. Pasal 1242 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri atas: a. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. analisis. dan d. Pasal 1244 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. pemantauan. bimbingan teknis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a.

IIIC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. analisis. b. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. c. pemantauan. pemantauan. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. dan d. Pasal 1246 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri atas: a. Pasal 1247 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. . dan d. c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua.354    c. bimbingan teknis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. IIIB. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. dan d. Pasal 1249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248. b. Pasal 1248 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC.

koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah.355    Pasal 1250 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri atas: a. dan f. koordinasi. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. IVC. Pasal 1253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252. dan d. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1252 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. c. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. . b. pemantauan. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. d. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1251 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. pemantauan. standardisasi. e. bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . IVB. c. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan penyusunan. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA.

Pasal 1256 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. pemantauan. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan standardisasi. analisis dan evaluasi pajak daerah. pemantauan. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. analisis dan evaluasi retribusi daerah. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1257 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. pelaksanaan bimbingan teknis. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. Pasal 1255 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. dan c. . (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan.356    Pasal 1254 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Data dan Pelaporan PDRD. penyusunan standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis.

f. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. penyiapan penyusunan norma. pemantauan. dan b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standar. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Pasal 1261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1260. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Pasal 1259 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri atas: a. obligasi daerah. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Subdirektorat Pinjaman Daerah. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Subbagian Tata Usaha. c. c. Subdirektorat Hibah Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. g. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. penerusan pinjaman luar negeri. d. b. bimbingan teknis. e. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur dan kriteria di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standardisasi. dan e. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah.357    Pasal 1258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1257. obligasi daerah. Pasal 1260 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. .

obligasi daerah. dan analisis. c. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera.358    c. standardisasi. Maluku. dan analisis. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. dan Papua. bimbingan teknis. . penerusan pinjaman luar negeri. d. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. bimbingan teknis. dan analisis. penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. dan penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan. penerusan pinjaman luar negeri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Seksi Pinjaman Daerah IV. pemantauan. Nusa Tenggara. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. obligasi daerah. Seksi Pinjaman Daerah III. dan e. Pasal 1263 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. obligasi daerah. obligasi daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. b. standardisasi. standardisasi. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penerusan pinjaman luar negeri. Seksi Pinjaman Daerah II. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. dan analisis. dan d. Pasal 1262 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri atas: a. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. bimbingan teknis. Seksi Pinjaman Daerah I.

Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. . pemantauan. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan d. b. standardisasi. Seksi Hibah Daerah III. pemantauan. Pasal 1267 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. b. c. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. dan e. c.359    Pasal 1264 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Hibah Daerah IV. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. bimbingan teknis. standardisasi. bimbingan teknis. standardisasi. pemantauan. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah II. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. Pasal 1266 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri atas: a. Seksi Hibah Daerah I.

(4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. . Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. d. bimbingan teknis. bimbingan teknis. standardisasi. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. standardisasi. bimbingan teknis. b. Pasal 1271 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. pemantauan. c. dan Papua. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. pemantauan. dan d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Nusa Tenggara. Pasal 1269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1268. Pasal 1270 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri atas: a. standardisasi. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Maluku. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Pasal 1268 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. pemantauan.360    (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. c. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. bimbingan teknis.

bimbingan teknis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. b. Seksi Investasi Daerah II. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. standardisasi.361    (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Nusa Tenggara. c. bimbingan teknis. dan Papua. Pasal 1272 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. b. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan PMP kepada daerah. pemantauan. dan PMP kepada daerah. dan PMP kepada daerah. standardisasi. bimbingan teknis. . dan PMP kepada daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1272. Maluku. dan d. Pasal 1274 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri atas: a. pemantauan. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Investasi Daerah I. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . BLUD. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. pemantauan. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. standardisasi. BLUD. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. BLUD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. BLUD. bimbingan teknis.

bimbingan teknis. standardisasi. bimbingan teknis. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. c. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. Pasal 1275 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan d. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).362    c. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. Pasal 1277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. dan dana darurat. pemantauan. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. hibah daerah. Pasal 1276 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. standardisasi. pemantauan. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). bimbingan teknis. b. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. standardisasi. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. . investasi daerah. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. dan d. standardisasi.

Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1281 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. hibah daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. investasi daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II.363    Pasal 1278 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri atas: a. pembukuan. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. dan Papua. Pasal 1280 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . investasi daerah. b. c. hibah daerah. dan pelaporan pinjaman daerah. hibah daerah. dan d. investasi daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. Nusa Tenggara. Pasal 1279 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. . (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. dana darurat. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Maluku. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera.

. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. serta perekonomian daerah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah.364    Pasal 1282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1281. dan defisit anggaran daerah. serta perekonomian daerah. Pasal 1285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. pembiayaan daerah. belanja daerah. dan defisit anggaran daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. c. dan c. e. bimbingan teknis. dan defisit anggaran daerah. belanja daerah. b. pembiayaan daerah. penyiapan penyusunan norma. Pasal 1283 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. standardisasi. dan g. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. pembiayaan daerah. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. b. serta perekonomian daerah. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. Pasal 1284 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. d. standar. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b. belanja daerah. f. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah.

penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. standardisasi. dan d. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Pasal 1289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1288.365    Pasal 1286 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri atas: a. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1288 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. c. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. standardisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. c. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. Pasal 1287 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. standardisasi. .

Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. standardisasi. standardisasi. (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1292 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Pasal 1291 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku.366    Pasal 1290 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri atas: a. c. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. dan d. Pasal 1293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1292. meliputi wilayah Bali. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III. dan Papua. standardisasi. meliputi Jawa. Nusa Tenggara. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . meliputi wilayah Sumatera. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. standardisasi. .

verifikasi dan analisis laporan keuangan. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Neraca. (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. c. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Neraca.367    c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Laporan Realisasi Anggaran. dan d. dan d. dan Sulawesi. Laporan Realisasi Anggaran. b. Pasal 1294 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri atas: a. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. Pasal 1296 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. pemantauan. verifikasi dan analisis laporan keuangan. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. bimbingan teknis. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. Kalimantan. Pasal 1295 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. Bali.

b. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan.368    Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. b. standardisasi. dan d. c. bimbingan teknis. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. pemantauan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. c. bimbingan teknis. Pasal 1298 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri atas: a. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. bimbingan teknis. standardisasi. dan evaluasi. dan evaluasi. dan evaluasi. . pengolahan data keuangan daerah. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Seksi Data Keuangan Daerah IV. bimbingan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. pemantauan. Nusa Tenggara. standardisasi. Seksi Data Keuangan Daerah III. dan evaluasi. Pasal 1300 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Data Keuangan Daerah II. Pasal 1299 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. dan d. Seksi Data Keuangan Daerah I. pemantauan. standardisasi. Maluku.

Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. pemeliharaan. pembangunan. dan pengelolaan. pemeliharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. b. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. Seksi Dukungan Teknis. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. dan jaringan. pengembangan. pengumpulan dan pengelolaan. . pengembangan. dan peningkatan kualitas software. Seksi Pengelolaan Basis Data. dan pemeliharaan basis data. dan penyusunan standar aplikasi dan program. pengelolaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembangunan. pengumpulan. perencanaan. b. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.369    Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. Pasal 1304 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. pembangunan. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Pasal 1302 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri atas: a. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. d. pembangunan. pengembangan. dan e. pengelolaan. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. Pasal 1303 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. dan d. c. infrastruktur hardware. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1306 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.370    Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1305 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

prosedur. d. Direktorat Pinjaman dan Hibah. . dan f. Direktorat Pembiayaan Syariah.371 BAB XI    DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1307 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan utang. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang. penyusunan norma. d. standar. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. Direktorat Surat Utang Negara. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang. dan Setelmen. dan e. e. Akuntansi. c.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 1308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1307. Direktorat Evaluasi. c. dan kriteria di bidang pengelolaan utang. b. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1309 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan utang. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.

Bagian Organisasi dan Kepegawaian. Bagian Umum. pengembangan pegawai. Pasal 1312 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan.372 -    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1310 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Keuangan. Pasal 1313 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. b. e. pelaksanaan fungsi kepatuhan internal. pengembangan pegawai. dan f. kepustakaan. penyelenggaraan pengelolaan urusan keuangan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. . penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. c. pengelolaan kinerja. pengembangan dan pelayanan bidang teknologi informasi di lingkungan direktorat jenderal. d. c. dan f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Teknologi Informasi. pelaksanaan urusan tata usaha. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kepatuhan Internal. kearsipan. rumah tangga. e. dan kesejahteraan pegawai di lingkungan direktorat jenderal. d. serta administrasi kepegawaian di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 1311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310. serta administrasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. dan harmonisasi peraturan di lingkungan direktorat jenderal.

analisis beban kerja. serta penyusunan. dan d. gaji berkala. penyelenggaraan diklat. b. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. Pasal 1315 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. c. b.373 -    Pasal 1314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1313. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. Subbagian Organisasi. penyusunan. analisis beban kerja. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. kepangkatan. penyusunan. c. penyelenggaraan diklat. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai. Subbagian Tata Laksana. assessment center. ketatalaksanaan. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan identifikasi kebutuhan diklat. serta penyusunan. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. assessment center. Pasal 1316 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. identifikasi kebutuhan diklat. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. dan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. dan administrasi mutasi pegawai. pemensiunan. penataan organisasi. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. . d. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat.

gaji berkala. perancangan dan pengembangan serta implementasi sistem. Subbagian Perbendaharaan. melaksanakan analisis. Pasal 1319 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1317 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pemensiunan. b. . pelaksanaan administrasi cuti pegawai. Pasal 1320 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. pemberhentian. perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. dan c. dan melaksanakan operasional layanan teknologi informasi. b. Pasal 1318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1317.374 -    (4) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan administrasi mutasi pegawai. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1321 Bagian Teknologi Informasi mempunyai tugas menyusun rencana strategis dan kebijakan teknologi informasi. urusan pengangkatan pegawai. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran.

pengujian system. Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi. dan penentuan standar pengelolaan dokumentasi sistem. dan penyusunan dokumentasi proses bisnis dan sistem. Pasal 1324 (1) Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. c. pembangunan dan penetapan data/informasi serta pembuatan dan pemeliharaan data dictionary dan skema klasifikasi data. Bagian Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I. dan e. dan proyek. penyusunan. d. pembangunan. dan d. dan pengevaluasian rencana strategi teknologi informasi. penyusunan rencana dan implementasi system. pengembangan. serta analisis risiko bisnis. perencanaan. Pasal 1323 Bagian Teknologi Informasi terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem II. standar keamanan dan kebijakan serta tatakelola teknologi informasi. Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi. Penyusunan dan evaluasi rencana dan program kegiatan strategis teknologi informasi. pengawasan internal pelaksanaan program kegiatan teknologi informasi. penyusunan spesifikasi kebutuhan user dan spesifikasi kebutuhan sistem. dan implementasi sistem. c.375 -    Pasal 1322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321. penyusunan dokumen analisis. pengembangan dan pengelolaan basis data. teknologi. Pengelolaan operasional layanan teknologi informasi. pengendalian mutu. b. (2) Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan pengembangan sistem. kebijakan dan standar tatakelola teknologi informasi. dan internal control pelaksananaan program kegiatan teknologi informasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. . perancangan sistem. dan rancangan keamanan informasi. b. dan implementasi sistem sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Penyusunan dan perumusan kebijakan. rancangan infrastruktur. pemeliharaan. Pengumpulan. penyusunan rancangan aplikasi. standarisasi dan rencana strategis teknologi informasi. Perancangan.

Pasal 1325 Bagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas kepatuhan. pengkajian. kode etik. pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. monitoring. b. penelaahan. penyusunan. pemantauan. serta pengelolaan Configuration Management Database. pemantauan. pengkajian. manajemen user dan akses layanan teknologi informasi. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. Subbagian Pengelolaan Kinerja. peraturan perundang-undangan. pelaksanaan kegiatan operasional teknologi informasi. b. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. peraturan perundang-undangan. kode etik. evaluasi. pengelolaan kinerja. Subbagian Kepatuhan Internal I. evaluasi. . Direktorat Pinjaman dan Hibah. pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak computer. Subbagian Kepatuhan Internal II. dan perjanjian. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. c.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Disaster Recovery Center. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. serta penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. Bagian Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan perjanjian. Subbagian Harmonisasi Peraturan. dan d. fasilitas Data Center. pengelolaan layanan e-mail dan portal Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. Direktorat Pembiayaan Syariah. Pasal 1326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325. Pasal 1327 Bagian Kepatuhan Internal terdiri atas: a. dan Setelmen. dan d. dan Direktorat Evaluasi. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal.376 -    (3) Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian layanan teknologi informasi. Akuntansi. c.

Pasal 1329 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi surat dinas. monitoring. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Harmonisasi Peraturan mempunyai tugas melakukan penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi surat dinas. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. peraturan perundang-undangan. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. pemantauan. kearsipan. evaluasi. Akuntansi. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. peraturan perundang-undangan. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal.377 -    Pasal 1328 (1) Subbagian Kepatuhan Internal I mempunyai tugas melakukan pengkajian. ekspedisi. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. (2) Subbagian Kepatuhan Internal II mempunyai tugas melakukan pengkajian. b. dokumentasi. penelaahan. kode etik. dan perlengkapan Direktorat Jenderal. Pasal 1330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. keprotokolan. pengurusan pelayanan pimpinan. pelaksanaan urusan dalam. dan Setelmen. Direktorat Pinjaman dan Hibah. kepustakaan. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. kepustakaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. evaluasi. dokumentasi. kesejahteraan pegawai. dan perjanjian. rumah tangga. . (3) Subbagian Pengelolaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyusunan. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan perjanjian. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. kearsipan. pemantauan. Direktorat Pembiayaan Syariah. penggandaan. kode etik. dan Direktorat Evaluasi.

Pasal 1332 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi surat dinas. dan d. Subbagian Tata Usaha. ekspedisi. penyimpanan. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. penggandaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dokumentasi. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. b. pelaksanaan. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mengajukan permintaan pembayaran. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pengurusan pelayanan pimpinan. penyiapan dokumen. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. dan distribusi barang perlengkapan. urusan penerimaan. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. urusan penerimaan. . dan distribusi barang perlengkapan. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. mengajukan permintaan pembayaran. Pasal 1331 Bagian Umum terdiri atas: a. keprotokolan. Subbagian Gaji. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. pelaksanaan. pembayaran gaji dan tunjangan. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa.378 -    c. kepustakaan. serta pertanggungjawabannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penyimpanan. kearsipan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. pembayaran gaji dan tunjangan. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. Subbagian Perlengkapan. penyiapan dokumen. serta pertanggungjawabannya. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. Subbagian Rumah Tangga. dan d. c.

e.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. IFAD. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. c. standar. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. dan Islamic Development Bank. . penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan f.379 -    Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1333 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. d. Pasal 1334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. d. c. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Pasal 1336 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Pasal 1335 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. prosedur. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pinjaman dan hibah. dan kriteria di bidang pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank.

f. UN Institution. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. c. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan Seksi Pinjaman dan Hibah ID. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. d. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. IB. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. European Investment Bank (EIB). b. d. b. e. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari World Bank. dan ID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah.380 -    Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. dan multilateral lainnya. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1340 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Pasal 1338 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. c. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan g. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. . serta penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. IC. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Pasal 1339 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah.

penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. h. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. c. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. dan d. penganggaran. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. IIB. b. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. d. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. prosedur operasi standar. f. e. b. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Pasal 1343 (1) Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. dan i.381 -    Pasal 1341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. serta evaluasi kinerja. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. Pasal 1342 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. analisis beban kerja. g.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.

b. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Jerman. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Austria. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Slovakia. Belgia. dan g. Inggris. b. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. c. e. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. c. Finlandia. Australia. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Pasal 1346 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. f. Italia. Swiss. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Swedia. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Rusia. . penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Belanda. dan Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. dan Selandia Baru. Pasal 1347 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC.382 -    Pasal 1344 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. IIIB. Pasal 1345 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344. IIIC. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. Denmark. Cina. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Perancis. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. d. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a.

Canada. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Spanyol. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. e.383 -    Pasal 1348 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. b. f. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. b. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Pasal 1349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348. serta penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. Amerika Serikat. Polandia. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan dari dalam negeri. c. Rumania. . Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. Afrika Selatan dan negara Afrika lainnya. c. Pasal 1350 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan negara Amerika lainnya negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. Korea. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. g.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Malaysia. penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. dan d. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan h. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IVC. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1353 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang surat utang negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. serta penyiapan bahan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. . d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang surat utang negara. standar. rumah tangga. dan bantuan teknis Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surat utang negara. prosedur. b. Pasal 1352 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. dan kriteria di bidang surat utang negara. dan IVD mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. kepegawaian. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surat utang negara. IVB. Pasal 1354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1353. penyiapan penyusunan norma.384 -    Pasal 1351 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA.

Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penjualan. pengumpulan dan pengolahan data Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. penukaran dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. perencanaan dan analisis kebutuhan pengembangan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penyiapan. dan f. pelaksanaan. pelaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan. monitoring dan evaluasi transaksi derivatif. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. . b. Pasal 1356 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis kebutuhan. c. koordinasi penyiapan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif beserta sistem pendukungnya. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan. monitoring. dan i. perencanaan. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. g. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. serta pengumpulan. h. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. perencanaan. b. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. penyiapan dokumen terkait pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. d. monitoring. d. e. pengolahan data dan penyiapan dokumen transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. c. e.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .385 -    Pasal 1355 Direktorat Surat Utang Negara terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. pembelian kembali. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. f. perencanaan. monitoring dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif.

dan c. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I. serta penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. penukaran. melakukan pelaksanaan. penukaran. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. melakukan pelaksanaan. monitoring. monitoring. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I mempunyai tugas melakukan perencanaan penerbitan. monitoring. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. analisis kebutuhan sistem transaksi terkait pengelolaan Surat Utang Negara dan derivatif. perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II mempunyai tugas melakukan perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. dan evaluasi infrastruktur Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring. . monitoring. b. melakukan pelaksanaan. Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penyiapan dan pemutakhiran basis data dan potensi investor. Pasal 1360 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. dan evaluasi transaksi derivatif.386 -    Pasal 1358 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri atas: a. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. Pasal 1359 (1) Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. serta penyiapan. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi derivatif.

c. metode.387 -    Pasal 1361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1360. (2) Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. d. penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan dan pemutakhiran data investor Surat Utang Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara yang dimuat dalam media massa. penyiapan dan pengembangan potensi basis investor Surat Utang Negara. dan materi dalam rangka pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik. . e. dan f. penyiapan bahan dalam rangka perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Pasal 1362 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. b. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. koordinasi dengan para pelaku pasar. Seksi Hubungan Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan instrumen Surat Utang Negara baru. dan c. serta pengembangan potensi investor Surat Utang Negara. Pasal 1363 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara termasuk dengan lembaga pemeringkat. termasuk menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. b. penyiapan bahan dan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor Surat Utang Negara. Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. penyiapan dan pemutakhiran basis data. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional termasuk lembaga pemeringkat.

dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.388 -    Pasal 1364 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. analisis kinerja. analisis dan kajian yang terkait dengan pasar uang dan derivatif. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. monitoring. c. b. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. d. Pasal 1365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1364. monitoring. . (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan c. pembuatan proyeksi. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. Pasal 1367 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan kajian yang terkait dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan potensi dan kajian yang terkait dengan pasar Surat Utang Negara. Pasal 1366 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. dan e. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara dan derivatif. b. monitoring. pembuatan proyeksi. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. serta pembuatan proyeksi.

dan g. serta evaluasi kinerja. monitoring dan evaluasi kewajiban serta penelitian kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. Pasal 1370 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. penganggaran. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. serta monitoring evaluasi kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi.389 -    Pasal 1368 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. penyiapan dokumen hukum transaksi. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. prosedur operasi standar. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. Pasal 1371 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. e. pengkajian peraturan yang terkait. Pasal 1369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1368. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur standar dalam transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. d. . (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. b. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. dan c. serta penyiapan dokumen hukum. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. b. analisis beban kerja.

390 -    (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Pasal 1375 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri atas: a. c. keuangan dan rumah tangga. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. standar. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan kriteria di bidang pembiayaan syariah. monitoring dan evaluasi kewajiban serta kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1372 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. b. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1373 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. penyiapan bahan pemetaan profil risiko dan monitoring risiko. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan syariah. penyiapan penyusunan norma.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. Pasal 1374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. . serta memberikan bantuan teknis Direktorat. kepegawaian. prosedur. dan e. d.

dan f. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. e. dan penatausahaan transaksi. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Seksi Perencanaan Transaksi. d.391 -    c. penyusunan rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. dan i. pembelian kembali. menyusun rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. c. penatausahaan transaksi dan Aset Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. c. Pasal 1376 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kegiatan perencanaan. penyiapan infrastruktur. serta pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. Subbagian Tata Usaha. b. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. penyusunan rencana program transaksi termasuk penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. d. b. dan Seksi Penatausahaan Transaksi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . f. h. Seksi Pelaksanaan Transaksi. g. Pasal 1378 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri atas: a.

(2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi. menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. . (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. c. menyusun rekomendasi dan penyiapan BMN dan/atau obyek pembiayaan yang akan dijadikan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .392 -    Pasal 1379 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program transaksi dan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1380 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan. melakukan pemantauan penyelesaian transaksi Surat Berharga Syariah Negara. metode. melakukan penyiapan dan pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. d. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. yang meliputi kegiatan penerbitan. serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1381 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. pengembangan. pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. b. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. melakukan penyiapan dan pengolahan data transaksi. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara serta melakukan penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. dan rekomendasi instrumen pembiayaan syariah. instansi atau lembaga dalam rangka pengembangan pasar dan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar.

(2) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. Pasal 1384 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. metode. dan g. menganalisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. serta pengoordinasian/penyiapan penerbitan fatwa dan opini syariah oleh lembaga yang berwenang. Pasal 1383 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah.393 -    e. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan c. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. f. (3) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. . instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Hubungan Kelembagaan. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pengoordinasian dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. Seksi Pengembangan Instrumen. analisis kinerja. melakukan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. b. pelaksanaan analisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. Pasal 1382 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a.

pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan.394 -    Pasal 1385 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. monitoring. Pasar Uang. b. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. e. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1387 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. serta melakukan penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. (3) Seksi Analisis Fiskal. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan Derivatif. b. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. serta melakukan penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Fiskal.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasar Uang. dan c. d. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. dan f. . dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. Pasal 1386 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan proyeksi. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. monitoring. serta melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara.

serta melaksanakan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. e. dan f. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. Seksi Dokumen Hukum. pelaksanaan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar dalam kegiatan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan c. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dan perjanjian dalam rangka penerbitan. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. melakukan penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. Pasal 1391 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembelian kembali. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat.395 -    Pasal 1388 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. c. pembelian kembali. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. d. . penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. b. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. Pasal 1389 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. pembelian kembali (buy-back). dan penukaran (switching) instrumen pembiayaan syariah serta evaluasi kinerja konsultan hukum. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. Pasal 1390 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. b.

serta evaluasi kinerja. b.396 -    (3) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penganggaran. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. c. b. Pasal 1394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1393. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan portofolio utang. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1393 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang strategi dan portofolio utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. keuangan dan rumah tangga. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. dan kriteria di bidang strategi dan portofolio utang. prosedur. e. d. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. f. d. . Subbagian Tata Usaha. dan e. prosedur operasi standar. Pasal 1392 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. Pasal 1395 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri atas: a. Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kepegawaian. penyiapan penyusunan norma. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. analisis beban kerja. standar.

melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan pinjaman jangka menengah. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit dan penurunan country risk. evaluasi. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan dan review kebijakan pengelolaan utang. b. perumusan. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. c.397 -    Pasal 1396 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan perumusan. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. e. b. Pasal 1398 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri atas: a. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. evaluasi. dan rekomendasi strategi pengelolaan utang jangka menengah. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan Surat Berharga Negara jangka menengah. Pasal 1399 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman mempunyai tugas melakukan perumusan. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan batas maksimum pinjaman jangka menengah. d. pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya penurunan country risk. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan pinjaman. evaluasi. . Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang.

melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. c. evaluasi. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit. Penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko melalui instrumen derivatif. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan portofolio utang. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara dan kapasitas penerbitan Surat Berharga Negara jangka menengah. melakukan evaluasi pelaksanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. f. termasuk struktur portofolio. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Negara. analisis dan rekomendasi strategi pembiayaan tahunan melalui utang. b. biaya dan risiko dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. Penyusunan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan.398 -    (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan perumusan. Penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio utang. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah. Perumusan. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui utang. penyusunan rekomendasi portofolio benchmark. evaluasi. dan g. Penyusunan rekomendasi portofolio benchmark utang termasuk struktur portofolio. Pasal 1401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1400. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan. evaluasi. biaya dan risiko. e. d. Pasal 1400 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. (3) Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan analisis rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan perencanaan pembiayaan utang. .

melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Surat Berharga Negara melalui instrumen derivatif. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko pinjaman melalui instrumen derivatif.399 -    Pasal 1402 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri atas: a. . dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Surat Berharga Negara. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Pembiayaan Syariah. melakukan penyiapan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Pembiayaan Syariah. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Pembiayaan Syariah. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Surat Utang Negara. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Pembiayaan Syariah termasuk struktur portofolio.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark pinjaman termasuk struktur portofolio. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Pembiayaan Syariah. Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah. Pasal 1403 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui pinjaman. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Surat Berharga Negara. biaya dan risiko. evaluasi. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Surat Utang Negara termasuk struktur portofolio. biaya dan risiko. biaya dan risiko. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Pembiayaan Syariah melalui instrumen derivatif. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Surat Berharga Negara. (3) Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan monitoring strategi pembiayaan tahunan melalui utang. evaluasi. b. dan c.

perumusan. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. Pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan risiko kewajiban kontinjensi. b. dan/atau kebijakan. perjanjian/kontrak perikatan. penyelesaian pembayaran. Pasal 1405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 1404. pengelolaan transaksi. . d. Penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi. penyiapan dokumen anggaran. b. e. dan f. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. Pasal 1406 Subdirektorat Kewajiban Kontijensi terdiri atas: a. perjanjian/kontrak perikatan.400 -    Pasal 1404 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan kewajiban kontinjensi. Penyusunan rekomendasi kebijakan. Pasal 1407 (1) Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. melakukan penyusunan rekomendasi kebijakan. Subdirektorat Kewajiban Kontijensi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi. dan/atau kebijakan. perjanjian/kontrak perikatan. dan c. pengelolaan transaksi. c. akuntansi. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi.

review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. penyusunan identifikasi kebutuhan dan perencanaan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyusunan. Pasal 1408 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan evaluasi kinerja. d. penyelesaian pembayaran.401 -    (2) Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. Pasal 1409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1408. pelaksanaan kegiatan analisis dan penyusunan laporan dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. perjanjian/kontrak perikatan. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pemantauan kewajiban kontinjensi. . penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. komunikasi dan diseminasi dengan pihak terkait dalam rangka analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. b. melakukan analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. melakukan analisis/telaah dampak hukum dan sosial atas kegiatan yang terkait dengan kewajiban kontijensi dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan rekomendasi peraturan. c. f. perumusan. kebijakan dan perjanjian/kontrak kewajiban kontinjensi. pelaksanaan koordinasi. Seksi Analisis Makro. Pasal 1410 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang terdiri atas: a. b. melakukan penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. akuntansi. penyiapan dokumen anggaran. Subdirektorat Riset Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. e. Seksi Analisis Mikro. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. (3) Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan penyiapan. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. pelaksanaan evaluasi hasil analisis dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. dan g. dan pemeliharaan database yang mendukung analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.

serta memberikan bantuan teknis Direktorat. prosedur operasi standar. analisis beban kerja. pemeliharaan data base. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis makro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Akuntansi. Akuntansi. serta evaluasi kinerja. d. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi. penyusunan dan. melakukan penyajian data yang mendukung riset dan penyusunan kebijakan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. Pasal 1412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan data utang dan kewajiban kontinjensi.    Pasal 1411 (1) Seksi Analisis Makro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan.402 c. penganggaran. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis mikro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang. dan Setelmen Pasal 1413 Direktorat Evaluasi. keuangan dan rumah tangga. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data. akuntansi. (2) Seksi Analisis Mikro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. dan setelmen berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. dan Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. . dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. kepegawaian. (3) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi. hibah. hibah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan kriteria di bidang evaluasi. dan Setelmen terdiri atas: a.403 -    Pasal 1414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1413. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menyiapkan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. hibah. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. dan setelmen. dan setelmen. dan f. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 1416 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. standar. Pasal 1415 Direktorat Evaluasi. Subdirektorat Setelmen Transaksi. Pasal 1417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1416. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Subbagian Tata Usaha. akuntansi. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. Akuntansi. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi. serta menyiapkan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Direktorat Evaluasi. melaksanakan analisis kinerja perkembangan pinjaman. dan e. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. akuntansi. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. hibah. dan setelmen. Akuntansi. e. d. c. akuntansi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi. d. dan setelmen. akuntansi. b. penyiapan penyusunan norma. prosedur.

dokumen penarikan. . dan e. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. penganggaran. Pasal 1419 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi I. Pasal 1420 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. Pasal 1418 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri atas: a. prosedur operasi standar. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. c. hibah. penatausahaan dokumen perjanjian. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan d. dan dokumen pembayaran. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. II. pemutakhiran data pinjaman dan hibah. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. analisis beban kerja. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pinjaman.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. c. serta evaluasi kinerja. penyiapan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. dan Surat Berharga Negara.404 -    b. hibah. analisis perkembangan dan penyiapan bahan rekomendasi rencana tindak (action plan) terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. serta verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. d. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. hibah. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi. hibah. b. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. Seksi Monitoring dan Evaluasi I. Seksi Monitoring dan Evaluasi II.

b. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. serta dokumen transaksi Surat Berharga Negara. pemutakhiran data. dokumen penarikan. hibah. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I. b. Pasal 1423 (1) Seksi Administrasi Utang dan Hibah mempunyai tugas melakukan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. hibah. dan d. realisasi penarikan. dan e. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara. Surat Utang Negara. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. dokumen penarikan. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. kebenaran pencatatan/data entry. dan dokumen pembayaran pinjaman. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. c. (2) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. realisasi pembayaran kewajiban. dan Surat Berharga Negara sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. serta penatausahaan dokumen perjanjian. dan Surat Berharga Negara. . kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms.405 -    Pasal 1421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1420. d. hibah. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri II. penatausahaan dokumen perjanjian. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. berkaitan dengan pinjaman.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . hibah. dan instrumen pembiayaan syariah. berkaitan dengan pinjaman dan hibah luar negeri sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Administrasi Utang dan Hibah. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. Pasal 1422 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi terdiri atas: a. pemutakhiran data. realisasi pembayaran kewajiban.

penyiapan data hasil penjualan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi instrumen pembiayaan syariah. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. rekonsiliasi jumlah utang. hibah. pencatatan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. peminjaman dan pembayaran. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman dan hibah dalam negeri serta penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran antara dokumen transaksi pembayaran/Surat Perintah Membayar (SPM) dan dokumen permintaan pembayaran yang berkaitan dengan Surat Berharga Negara sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan data hasil penjualan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H).406 -    (3) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. perhitungan. perhitungan. pembelian. pemrosesan pembayaran. Pasal 1425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1424. pembelian. pemrosesan pembayaran. penyiapan data penarikan dan pembayaran. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan pelaporan transaksi. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). rekonsiliasi jumlah utang. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. dan pelaporan transaksi. kebenaran pencatatan/data entry. Surat Utang Negara. pencatatan. Pasal 1424 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah. perhitungan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . realisasi penarikan. . rekonsiliasi jumlah utang. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah (SP4H). pencatatan. rekonsiliasi jumlah utang. peminjaman dan pembayaran. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. dan pelaporan transaksi. dan pelaporan transaksi. c. perhitungan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. pemrosesan pembayaran. pencatatan. pemrosesan pembayaran. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. b.

dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan data hasil penjualan. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. rekonsiliasi jumlah utang. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi data terkait pinjaman. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. diseminasi laporan. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). rekonsiliasi jumlah utang. Surat Utang Negara. Pasal 1427 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Pasal 1428 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data pinjaman dan hibah. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. rekonsiliasi jumlah utang. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemrosesan pembayaran. pemrosesan pembayaran. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. pencatatan. serta penyiapan data hasil penjualan. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. pembelian. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. perhitungan. perhitungan. dan d. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. dan pembayaran. penyiapan data penarikan dan pembayaran. penyajian laporan. peminjaman. pemrosesan pembayaran. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan pelaporan transaksi. pencatatan. c. verifikasi data akuntansi. perhitungan. dan pembayaran. . peminjaman. pencatatan basis data akuntansi. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. b. pembelian. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban.407 -    Pasal 1426 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri atas: a. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. pencatatan.

c. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. b. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Surat Utang Negara. dan mengembangkan data pinjaman dan hibah. penyiapan.408 -    Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. pelaksanaan rekonsiliasi realisasi data pinjaman. dan d. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. Pasal 1430 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Surat Utang Negara. pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. dan publikasi laporan pinjaman. pelaksanaan konsolidasi data pinjaman dan hibah. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. Pasal 1431 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data pinjaman dan hibah. penyajian. Surat Utang Negara. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Surat Utang Negara. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. penyiapan materi publikasi dan pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. Seksi Konsolidasi Data. menyusun data. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. Surat Utang Negara. d. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. c. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan e.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1433 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. keuangan dan rumah tangga.409 -    Pasal 1432 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. kepegawaian. Pasal 1434 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

b. Inspektorat I. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. d.410 BAB XII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1435 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. c. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. dan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian e. b. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Keuangan. e. penyusunan laporan Keuangan. pemantauan. d. Inspektorat IV. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1435. . Inspektorat II . c. Inspektorat III. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1437 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. reviu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

Bagian Umum. Inspektorat VII. b. pelaporan. b.411 f. dan i. dan f. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. perlengkapan. . Bagian Organisasi dan Tata Laksana. c. e. e. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1438. Kelompok Jabatan Fungsional. pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. Inspektorat Bidang Investigasi. protokoler dan kerumahtanggaan. h. c. dan f. Pasal 1440 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Keuangan. penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. d. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1438 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta penugasan pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. d. Inspektorat VI. Inspektorat V. g.

serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. Subbagian Organisasi. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. b. analisis jabatan.412 Pasal 1441 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. pelaporan. Subbagian Ketatalaksanaan. Subbagian Pelaporan. Pasal 1444 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan evaluasi organisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan evaluasi pemeringkatan jabatan. pelaksanaan evaluasi organisasi. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. manajemen risiko. (2) . evaluasi sistem dan prosedur kerja. c. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. c. evaluasi sistem dan prosedur kerja. b. analisis jabatan. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. analisis beban kerja. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. manajemen risiko. dan d. Pasal 1443 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan d. Pasal 1442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1441. analisis beban kerja. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. Subbagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan kinerja organisasi. pengelolaan kinerja organisasi. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan.

penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. rencana anggaran. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. dan d. Subbagian Akuntansi. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. Subbagian Perbendaharaan. c. (4) . program kerja pengawasan tahunan. b. c. dan d. Pasal 1445 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Pasal 1447 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. Pasal 1446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1445.413 (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat.

perencanaan SDM. Pasal 1451 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. . Pasal 1450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1449. dokumentasi. pengelolaan kepangkatan.414 Pasal 1448 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan evaluasi kinerja pegawai. pengangkatan. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan absensi. c. dan pemensiunan pegawai. pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. pengelolaan basis data. Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja. Subbagian Umum Kepegawaian. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. rencana anggaran. personal profiling. dan d. pelaksanaan assessment center. Bagian Kepegawain menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pemberian penghargaan. pemberhentian. Pasal 1449 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan pegawai. kesejahteraan. serta mutasi kepegawaian lainnya. cuti. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. penyusunan formasi. Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian. b. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. dan konseling pegawai. dan d. pemindahan. c. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melakukan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. program kerja pengawasan tahunan. pengelolaan administrasi sanksi. penempatan.

(3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan absensi. Pasal 1454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1453. serta analisis dan penyajian informasi. pemberian penghargaan. pemindahan. b. pengelolaan administrasi sanksi. pengelolaan kepangkatan. penyusunan formasi. serta mutasi kepegawaian lainnya. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. kesejahteraan. perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. (2) Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan perencanaan SDM. pengangkatan. penempatan. Pasal 1453 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. dokumentasi. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. dan pemensiunan pegawai. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .415 Pasal 1452 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan. (4) Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. dan konseling pegawai. pemeliharaan aplikasi. . pengelolaan basis data internal. assessment center. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. personal profiling. pelatihan aplikasi. dan evaluasi kinerja pegawai. cuti. dan d. pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. pengelolaan basis data. administrasi sistem.

serta analisis dan penyajian informasi. pelaksanaan urusan persuratan. pengelolaan basis data internal. protokoler dan kerumahtanggaan. kepustakaan. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. Pasal 1458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1457. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. . kehumasan. penggandaan. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. ekspedisi. Pasal 1456 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan aplikasi. kearsipan. perlengkapan. komunikasi publik. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas melakukan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. Subbagian Dukungan Pengguna. pelatihan aplikasi. c. b. serta penugasan pengawasan. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. Pasal 1457 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. serta pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. dan d. administrasi sistem. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal.416 Pasal 1455 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri atas: a. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal.

pengangkutan. c. penyiapan dokumen. pelaksanaan urusan dalam. penyaluran. dan d. kepustakaan. . penyiapan dokumen. dan d. komunikasi publik. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. Subbagian Penugasan Pengawasan. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. dan pemeliharaan inventaris kantor. akomodasi. pengangkutan. Subbagian Perlengkapan. penyusunan rencana kebutuhan. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. pelaksanaan. kehumasan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. pelaksanaan. (2) Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga. kearsipan. penyimpanan. pelaksanaan pengadaan. c. protokoler. penyimpanan.417 b. penggandaan. pelaporan. kerumahtanggaan. dan pemeliharaan inventaris kantor.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Pasal 1459 Bagian Umum terdiri atas: a. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas melakukan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. pelaksanaan pengadaan. pencatatan. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. b. Pasal 1460 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. dan pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. ekspedisi. Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan. pencatatan. pelaporan. kerumahtanggaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. akomodasi. penyaluran. protokoler.

h. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat I. k. j.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . konsultasi. . d. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. evaluasi. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pajak. Pasal 1462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1461. penyusunan rencana strategis. pemantauan.418 Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1461 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. reviu. c. i. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. g. f. asistensi. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. e. kebijakan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat I. b.

serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II serta audit untuk tujuan tertentu. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat II. Pasal 1466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1465. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. dan b. pemantauan. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1465 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Kelompok Jabatan Fungsional. reviu. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. n. penyusunan rencana strategis. m. dan o. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. c. Pasal 1464 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat I. evaluasi. . dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 1463 Inspektorat I terdiri atas: a. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. kebijakan.419 l. b.

pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II.420 d. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. g. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. i. konsultasi. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. m. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. . pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. j. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. f. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. dan o. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . h. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat II. asistensi. n. Pasal 1468 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat II. Pasal 1467 Inspektorat II terdiri atas: a. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. l. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat II. dan b. k.

pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. f. kebijakan. b. Pasal 1470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1469. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat III. h. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta penyusunan laporan hasil pengawasan. g. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. evaluasi. e. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. i. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. asistensi. konsultasi. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III serta audit untuk tujuan tertentu. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. c. d. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. j. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III.421 Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1469 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. reviu. pemantauan. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III.

penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat III. kebijakan. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. reviu. dan o. b. . Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1473 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. Pasal 1474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1473. pemantauan. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat III. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III.422 k. penyusunan rencana strategis. n.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. Pasal 1471 Inspektorat III terdiri atas: a. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. evaluasi. Pasal 1472 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat III. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV serta audit untuk tujuan tertentu. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan b. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. m. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat IV. l.

i. n. konsultasi. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. l. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . asistensi. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat IV. k. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat IV. e. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. . d. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. dan o. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Pasal 1475 Inspektorat IV terdiri atas: a. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. m. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b.423 c. f. h. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. g. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Subbagian Tata Usaha. j. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Pasal 1476 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat IV. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV.

424 Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1477 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. Pasal 1478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1477. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. b. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a.dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat V. f. . dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan dan pada unit yang menangani bidang anggaran dan perimbangan keuangan. evaluasi. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. i. h. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. e. pelaksanaan peran konsultasi belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan. reviu. kebijakan. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. j. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. serta audit untuk tujuan tertentu. pemantauan. d. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. penyusunan rencana strategis. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. g. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V.

dan b. dan p. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. Subbagian Tata Usaha. . Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. konsultasi. Pasal 1482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1481. reviu. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. asistensi. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1481 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat V.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. o. pemantauan. n. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VI. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. kebijakan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. penyusunan rencana strategis. m.425 k. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat V. evaluasi. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. Pasal 1479 Inspektorat V terdiri atas: a. l. Pasal 1480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat V. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. koordinasi pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V.

Subbagian Tata Usaha. asistensi. . pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. e. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VI. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.426 b. dan o. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. g. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VI. f. m. n. k. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1483 Inspektorat VI terdiri atas: a. c. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. Kelompok Jabatan Fungsional. konsultasi. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. j. i. dan b. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. d. h. l.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. g. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. f. . penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. j. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1485 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. h. koordinasi pelaksanaan kajian peraturan di lingkungan Inspektorat Jenderal. d. reviu. serta penyusunan laporan hasil pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kebijakan. pemantauan. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. b. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII serta audit untuk tujuan tertentu. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VII. k. i. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja.427 Pasal 1484 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VI. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan rencana strategis dan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. koordinasi penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. e. penyusunan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal serta pemantauan dan evaluasi terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan peran konsultasi dan asistensi Risk Management terhadap unsur Kementerian Keuangan. evaluasi. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. c.

dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. n. . u. dan v. Pasal 1487 Inspektorat VII terdiri atas: a. dan b. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. m. Pasal 1488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VII. s. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. p. q. t. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Subbagian Tata Usaha. r. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. o. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VII. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII.428 l. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VII. konsultasi. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. asistensi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat Bidang Investigasi. koordinasi pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan di lingkungan Kementerian Keuangan. koordinasi penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media. e. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil audit investigasi. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. penyusunan rencana strategis. g. pelaksanaan dan pengendalian audit investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Kementerian Keuangan. c. pemantauan. penyusunan dan penyampaian laporan audit investigasi serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Bidang Investigasi. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. m. d. penanganan permintaan audit Investigasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . h. . dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap unsur Kementerian Keuangan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan sosialisasi kegiatan investigasi. permintaan informasi. pelaksanaan kegiatan intelijen dan surveillance. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit investigasi.429 Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1489 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. dan n. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pemberian keterangan ahli di persidangan. j. koordinasi pengawasan yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. kebijakan. l. k. f. b. pelaksanaan koordinasi dengan instansi penegak hukum. i. koordinasi pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan unsur Kementerian Keuangan. dan pelimpahan kasus kepada Instansi Penegak Hukum. Pasal 1490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1489.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Subbagian Tata Usaha. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1493 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Pasal 1494 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. . Pasal 1492 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat Bidang Investigasi. dan b. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional.430 Pasal 1491 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri atas: a.

dan pelaksanaan administrasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. d. g. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. e. penegakan peraturan di bidang pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. i. dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan.431 BAB XIII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1495 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. pengaturan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perumusan standar. norma. b. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. persetujuan. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. k. h. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. j. Kliring dan Penjaminan. f. c. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. Pasal 1496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1495. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek.

g. l. Pasal 1499 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1498. j. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. dan m. f. k. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Biro Dana Pensiun.432 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1497 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri atas: a. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sekretariat Badan. i. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. Biro Perasuransian. Biro Riset dan Teknologi Informasi. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. Biro Kepatuhan Internal. b. Biro Pengelolaan Investasi. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1498 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. pelaksanaan penataan organisasi. h. b. e.

pelaksanaan urusan keuangan Badan. h. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Bagian Kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perencanaan anggaran Badan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. . serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Bagian Umum. penyiapan bahan penataan organisasi. laporan akuntabilitas kinerja. penyusunan prosedur dan metode kerja. e. Bagian Perencanaan dan Organisasi. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. f. Pasal 1500 Sekretariat Badan terdiri atas: a. Pasal 1502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1501. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. i. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat.433 c. d. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. d. d. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. c. f. Pasal 1501 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. perencanaan anggaran badan. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. analisis dan evaluasi jabatan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penataan organisasi. c. dan penyiapan bahan pelaksanaannya. b. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. e. g.

analisis jabatan. c. Subbagian Perencanaan Anggaran. dokumentasi. kepangkatan. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. pemberhentian. Pasal 1505 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. Subbagian Organisasi. Pasal 1504 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. Pasal 1506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1505. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. dan Subbagian Tata Laksana. d. d. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. dan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. . b. pelaksanaan urusan pengangkatan. b.434 - Pasal 1503 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a.

b. Pasal 1510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1509. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. statistik dan kesejahteraan pegawai. c. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. b. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. Pasal 1511 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1508 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pemberhentian. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dokumentasi. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran.435 - Pasal 1507 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. kepangkatan. d. . serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. c. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. dan Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. Pasal 1509 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Perbendaharaan. b. dan penatausahaan penerimaan negara. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya.

(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. d. g. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. c. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. dana pensiun. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional.436 - Pasal 1512 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga b. f. dan modal ventura. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. Pasal 1514 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1513. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1513 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. e. perusahaan pembiayaan. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. asuransi. .

memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. rancangan perjanjian. bahan pertukaran informasi. b. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. i. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan- . kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. pemantauan. Pasal 1515 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Kerjasama Multilateral. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. seminar. pelaksanaan kerjasama internasional. c. pelaksanaan kerjasama internasional. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. d. rancangan perjanjian. bahan pertukaran informasi. metode dan materi penyuluhan. Subbagian Hubungan Masyarakat. dan kegiatan lainnya yang sejenis. penyiapan dan pengembangan teknik. h. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. j. dan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1516 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Subbagian Pengaduan Pasar Modal. Subbagian Kerjasama Bilateral.437 keuangan dengan negara lain dan badan internasional.

. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. pelaksanaan urusan rumah tangga. rumah tangga. keprotokolan. dan Subbagian Perlengkapan. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1519 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. pemeliharaan dan penyiapan penghapusan perlengkapan. Pasal 1518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1507. Subbagian Tata Persuratan. perjalanan dinas dan gaji. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. mengkoordinir penyusunan pidato. dan tata usaha Ketua Badan. Subbagian Rumah Tangga. perlengkapan. komputerisasi persuratan. Pasal 1520 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. d. pendistribusian. dan pelaksanaan urusan perlengkapan. dan penggandaan. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. pencatatan acara. penyiapan dokumen. pengangkutan pegawai. dan akomodasi Ketua Badan. penyiapan bahan. pelaksanaan. d. ekspedisi. Pasal 1517 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. protokol. c. inventarisasi.438 bahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. b. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. penyimpanan. pelaksanaan urusan tata persuratan.

pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. penetapan sanksi. k. h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penanganan keberatan. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. j. e. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. pemberian pertimbangan. saran. pemberian bantuan hukum. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. melakukan litigasi. d. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. . pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. c. b. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 1522 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1521. dan f.439 - Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1521 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. pemberian pertimbangan. g. i. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal.

e. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. penyusunan. pelaksanaan tata usaha biro. Pasal 1525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1524. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. . Manajer Investasi.440 l. b. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. b. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan lembaga pemeringkat Efek. Wakil Manajer Investasi. c. e. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Pasal 1524 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. dan pelaksanaan tata usaha biro. Penasihat Investasi. Penasihat Investasi. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Agen Penjual Efek Reksa Dana. c. Manajer Investasi. c. d. Pasal 1526 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. dan Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 1523 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. b. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha biro. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Wakil Manajer Investasi.

pengkajian peraturan pasar modal internasional. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Manajer Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. dan lembaga pemeringkat Efek. Wakil Manajer Investasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Biro Administrasi Efek. Penasihat Investasi. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. kepegawaian. dan Hukum . Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. rumah tangga. Manajer Investasi. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Bursa Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 1529 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1528. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Pasal 1528 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Penasihat Investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Agen Penjual Efek Reksa Dana. b. Lembaga Penilaian Harga Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Kustodian. Wakil Manajer Investasi. kearsipan.441 Pasal 1527 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan pelaporan biro. dan lembaga pemeringkat Efek. Bagian Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan.

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pasal 1531 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. Pusat Laporan Transaksi Obligasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Penjamin Emisi Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Wakil Penjamin Emisi Efek. Kustodian. c. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Wakil Perantara Pedagang Efek. Biro Administrasi Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Perantara Pedagang Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. . dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder.442 d. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Kustodian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pengkajian peraturan pasar modal internasional. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Lembaga Penilaian Harga Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. b. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Kustodian. Pasal 1530 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. Wakil Penjamin Emisi Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Biro Administrasi Efek. dan Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.

pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Akuntan. Penilai. Konsultan Hukum. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Penilai. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. dan Penilai. b. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. Wali Amanat. Akuntan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 1535 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. b. Pasal 1533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1532. Akuntan. Perusahaan Publik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan . serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Perusahaan Publik. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Pasal 1534 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri atas: a. Perusahaan Publik. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan.443 Pasal 1532 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Notaris. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. penyusunan. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. c.

Pasal 1536 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Akuntan. pembiayaan dan penjaminan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Dana Pensiun. dan dana pensiun. Perusahaan Publik. c. Pasal 1537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1536. dan dana pensiun. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) b. Notaris. pengkajian peraturan pasar modal internasional. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik.444 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Subbagian Peraturan Perasuransian. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan perasuransian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Konsultan Hukum. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wali Amanat. yang berkaitan Perasuransian. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Emiten. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. pembiayaan dan penjaminan. Pasal 1538 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri atas: a. b. Penilai. dan Subbagian Peraturan Dana Pensiun. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.

yang berkaitan dengan perasuransian. pendapat hukum. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perasuransian internasional. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. bantuan hukum. pemberian saran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional.445 Pasal 1539 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. penyusunan. Pasal 1540 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). yang berkaitan dengan Dana Pensiun. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. yang berkaitan dengan perasuransian. . serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 1542 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal terdiri atas: a. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. ahli. k. h. i. f. dan Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. dan melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. di b. d. c. b. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. g. j. e. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. Subbagian Notaris Pasar Modal.446 - Pasal 1541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1540. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. c. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Pasal 1545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1544. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . memproses pendaftaran. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. Biro Riset dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.447 Pasal 1543 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. . dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. analisis. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1544 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. pengumpulan. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. memproses pendaftaran. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. ahli.

Pasal 1547 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. penyusunan. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. analisis. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. penyiapan bahan pengumpulan. c. dan penyajian data ekonomi makro. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.448 b. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. Bagian Riset Pasar Modal. pengumpulan. d. dan penyiapan bahan pengumpulan. analisis. Bagian Riset Ekonomi. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. e. c. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. e. dan pelaksanaan tata usaha biro. b. dan penyajian data dan statistik pasar modal. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. dana pensiun. f. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. g. Pasal 1548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1547. analisis. pengumpulan. Bagian Riset Asuransi. dan penyajian data dan statistik asuransi. . analisis. pengelolaan. d. dana pensiun. Pasal 1546 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. c. dan lembaga keuangan lain. dan lembaga keuangan lain.

penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. analisis. analisis. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. dan Subbagian Tata Usaha Biro. b. dan penyajian data dan statistik pasar modal. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. b. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. analisis. dan Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. analisis. b. c. Pasal 1550 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. Subbagian Statistik Pasar Modal. c. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan pengumpulan. . Pasal 1553 Bagian Riset Pasar Modal terdiri atas: a. analisis. Pasal 1551 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.449 Pasal 1549 Bagian Riset Ekonomi terdiri atas: a. c. analisis. Pasal 1552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1551. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan.

(2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. kepegawaian. Bagian Riset Asuransi. Pasal 1557 Bagian Riset Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. analisis. Pasal 1556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1555.450 Pasal 1554 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. . dan pelaporan biro. b. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Dana Pensiun. Pasal 1555 Bagian Riset Asuransi. Subbagian Statistik Asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengumpulan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Usaha Jasa Pembiayaan. c. Dana Pensiun. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyajian data dan statistik pasar modal. rumah tangga. penyiapan bahan pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Usaha Jasa Pembiayaan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. dan penyajian data dan statistik Asuransi. c. b. kearsipan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri atas: a. analisis. analisis. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan lembaga keuangan lain. dana pensiun. dan penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Dana Pensiun.

Pasal 1560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1559. Usaha Jasa Pembiayaan. Usaha Jasa Pembiayaan. Usaha Jasa Pembiayaan. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Pasal 1561 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1559 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. dan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. pengelolaan. . analisis. b. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. dan penyajian data dan statistik Asuransi. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. penyiapan bahan penyusunan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Dana Pensiun. analisis. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan Subbagian Dukungan Teknis. c. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun. c. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Dana Pensiun. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .451 Pasal 1558 (1) Subbagian Statistik Asuransi. pengelolaan.

pengelolaan. c. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. . b. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. dan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan.452 Pasal 1562 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Pasal 1566 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1565 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1563. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. Pasal 1563 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi.

Pasal 1568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1567. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pengelolaan Investasi. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. g. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. e. pembinaan. d. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Pasal 1569 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. . penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Keterbukaan Emiten. Pasal 1570 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. b. e.453 Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1567 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. dan h. f. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. pelaksanaan tata usaha biro. c. c. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. pengawasan. d. b. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. . d. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. c. dan Subbagian Tata Usaha Biro. b. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pengolahan. dan pelaporan biro. c. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. kearsipan. Pasal 1572 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. pengumpulan. d. Pasal 1573 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. rumah tangga. b. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. II.454 Pasal 1571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1570. kepegawaian. e. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1574 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. II. pengumpulan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. .455 Pasal 1575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1574. pengolahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1576 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. Pasal 1577 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Perusahaan Efek. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. c. d. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. c. Pasal 1578 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. b. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.

penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. b. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. Pasal 1580 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri atas: a. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. pengolahan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. Pasal 1582 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. c. Pasal 1581 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. b. . c. II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan.456 Pasal 1579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1578. pengumpulan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. d.

evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. b. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. c. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Manajer Investasi. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan. Pasal 1585 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. pemrosesan izin usaha. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. . Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. d.457 Pasal 1583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1582. b. II. c. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1586 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. Pasal 1584 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri atas: a. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. pengolahan. dan Penasihat Investasi. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II. Wakil Manajer Investasi.

pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. Pasal 1589. Pasal 1589 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. d. e. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. g. dan pelaksanaan tata usaha biro. Pasal 1588 Biro Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. c. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1590 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a.458 Pasal 1587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1586. b. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. hukum. izin perseorangan. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Wakil Manajer Investasi. Bagian d. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. dan Wakil Manajer Investasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. b. dan Penasihat Investasi. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. c. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. Penasihat Investasi. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. f. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. Wakil Manajer Investasi. f. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. Bagian Pengembangan Produk Investasi. Penasihat Investasi. e. Manajer Investasi. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. penelaahan aspek keterbukaan. pemrosesan permohonan izin usaha.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 459 Pasal 1591 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi; Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1592 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Pasal 1593 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1594 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Pasal 1593, Bagian

pengumpulan, analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; dan analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 460 Pasal 1595 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana; dan b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Pasal 1596 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1597 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi, Penasihat Investasi, izin Perseorangan, izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1598 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1597, Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi;

b. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi; c.

d. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; e. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 461 f. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

g. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; dan h. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1599 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Wakil Manajer Investasi; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1600 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi, dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana, menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1601 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha, penelaahan aspek keterbukaan, hukum, akuntansi, pernyataan pendaftaran, dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Pasal 1602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1601, Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek, aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi, laporan keuangan dan akuntansi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 462 b. c. d. e. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis, pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi; penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan; penelaahan aspek keterbukaan, hukum, dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset; penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset; dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset. Pasal 1603 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Penelaahan Hukum; Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset; dan Subbagian Penelaahan Akuntansi. Pasal 1604 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran, laporan, dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana, dan Efek Beragun Aset. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, Penelaahan laporan, dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Pasal 1605 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Reksa Dana, Efek Beragun Aset, menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi.

f. g. h.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 463 Pasal 1606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1605, Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian; pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi; peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan

pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Pasal 1607

Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Kepatuhan Reksa Dana; dan Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1608 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi, melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi dan Kustodian, memantau kepatuhan penyampaian laporan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 464 Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1609 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan, pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, Kustodian, Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Penjamin Emisi Efek, dan pengawasan transaksi Efek, serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. Pasal 1610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1609, Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, dan Penjamin Emisi Efek; pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pemeriksaan atas Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara; dan pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1611 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Lembaga Efek; Bagian Kepatuhan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Perdagangan; Bagian Wakil Perusahaan Efek; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c. d.

e. f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 465 Pasal 1612 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek, Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan, pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1612, Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Bagian

penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek; dan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. Pasal 1614

Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek; Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1615 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek, dan penelaahan kode etik lembaga Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek, menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek, Wakil Perusahaan Efek, dan Perantara Pedagang Efek, melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan, menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan, serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 466 Pasal 1616 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1616, Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, dan Biro Administrasi Efek; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian; penelaahan laporan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1618 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I; Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1619 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian.

b. c. d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 467 Pasal 1620 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan, mempersiapkan jadwal pemeriksaan, melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyimpanan, Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1620, Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1622 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I; Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1623 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. indikasi adanya

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 468 (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1624 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. Pasal 1625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1624, Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain; dan penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek, Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain. Pasal 1626 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa; Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil; dan Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. Pasal 1627 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 469 (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan, penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, pengawasan perkembangan, dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara, Efek Lain dan Derivatif, serta pengawasan perdagangan di luar bursa. Pasal 1628 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1628, Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1630 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek; Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1631 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan peraturan dan laporan, penyusunan program pemeriksaan, serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 470 (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penyusunan program pemeriksaan, dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan biro.

Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1632 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. Pasal 1633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1632, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.

sekuritas. sekuritas. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. dan investasi. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. d. dan investasi. asuransi. d. Pasal 1636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1635. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. asuransi. asuransi. Pernyataan Penawaran Tender. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. . Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. dan investasi. pembiayaan. c. b. sekuritas. e. Pernyataan Penggabungan Usaha. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. sekuritas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .471 Pasal 1634 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri atas: a. pembiayaan. dan investasi. pembiayaan. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pasal 1635 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. c. dan investasi. sekuritas. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1637 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. b. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. asuransi. pembiayaan. b. c. pembiayaan. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. f. asuransi.

telekomunikasi. sekuritas. teknologi informasi. Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. konstruksi. pembiayaan. teknologi informasi. teknologi informasi. perhubungan. perhubungan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. teknologi informasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. media massa. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. real estat. perhotelan. perhotelan. Pasal 1640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1639.472 Pasal 1638 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. konstruksi. dan Investasi. telekomunikasi. perhotelan. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1639 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. pariwisata. pembiayaan. dan jasa lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. sekuritas. telekomunikasi. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. asuransi. dan jasa lainnya. perhotelan. d. media massa. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. real estat. perhubungan. dan Investasi. telekomunikasi. media massa. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. real estat. konstruksi. c. properti. dan jasa lainnya. properti. dan jasa lainnya. dan jasa lainnya. konstruksi. asuransi. Pernyataan Penawaran Tender. dan Investasi. media massa. properti. perhubungan. pariwisata. sekuritas. konstruksi. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. perhotelan. pariwisata. asuransi. Pernyataan Penawaran Tender. properti. properti. pariwisata. real estat. teknologi informasi. . pembiayaan. perhubungan. real estat. pariwisata. b. telekomunikasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. media massa.

dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. media massa. dan jasa lainnya. perhubungan. Pernyataan Penawaran Tender. properti. real estat. telekomunikasi. konstruksi. properti.473 Pasal 1641 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri atas: a. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan investasi. pembiayaan. teknologi informasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . telekomunikasi. sekuritas. teknologi informasi. perhubungan. dan jasa lainnya. media massa. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. penelaahan laporan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. b. pembiayaan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. real estat. properti. real estat. Pernyataan Penggabungan Usaha. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Pernyataan Penawaran Tender. konstruksi. dan jasa lainnya. perhubungan. c. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. asuransi. konstruksi. asuransi. media massa. pariwisata. sekuritas. perhotelan. Pasal 1643 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . telekomunikasi. pariwisata. perhotelan. Pasal 1642 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan investasi. Pasal 1644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1643. teknologi informasi. perhotelan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pariwisata.

serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1645 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1646 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . asuransi. penelaahan laporan. b. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. penelaahan laporan. c. sekuritas. sekuritas. dan pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. c. d. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. sekuritas.474 b. pembiayaan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. . dan investasi. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan investasi. pembiayaan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan investasi. asuransi. pembiayaan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. asuransi. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi.

pariwisata. Pasal 1650 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. dan teknologi informasi. media massa. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. pariwisata. dan teknologi informasi. perhubungan. perhubungan. media massa. telekomunikasi.475 Pasal 1647 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1649 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri atas: a. Pasal 1648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1647. telekomunikasi. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. telekomunikasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan. perhubungan. media massa. b. perhubungan. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan laporan. b. dan teknologi informasi. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pariwisata. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. telekomunikasi. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. . d. media massa. dan teknologi informasi. c. telekomunikasi. media massa. dan teknologi informasi. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. penelaahan laporan. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan.

Pasal 1651 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. dan Perusahaan Jasa Lainnya. real estat. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. perhotelan. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. real estat. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti.476 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. b. . perhotelan. Pasal 1652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1651. perhotelan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. real estat. perhotelan. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. c. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. konstruksi. penelaahan laporan. penelaahan laporan. perhotelan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. d. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan Perusahaan Jasa Lainnya. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. konstruksi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat.

Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. dan pelaporan biro. dan Subbagian Tata Usaha Biro. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. penelaahan laporan. Pasal 1654 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan.477 Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri atas: a. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. kepegawaian. c. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. Pasal 1656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1655. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1655 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. b. rumah tangga. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. kearsipan.

industri dasar. e. . pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. barang konsumsi. b. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan.478 b. Pernyataan Penawaran Tender. industri logam. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. industri dasar. e. Pasal 1658 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. h. barang konsumsi. c. dan industri kimia. alas kaki. b. dan Kimia. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. industri logam. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. alas kaki. dan Kelompok Jabatan Fungsional. g. f. garmen. Logam. aneka industri lainnya. d. dan indutri kimia. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Pasal 1659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1658. industri dasar. aneka industri lainnya. industri logam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . alas kaki. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. barang konsumsi. dan pelaksanaan tata usaha biro. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan industri kimia. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. f. d. aneka industri lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pasal 1657 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri atas: a. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. c.

dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri logam. alas kaki. aneka industri lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan industri kimia. barang konsumsi. industri dasar. industri dasar. aneka industri lainnya. c. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. industri logam. barang konsumsi. b. garmen. kehutanan. barang konsumsi. aneka industri lainnya. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. Pernyataan Penawaran Tender. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. dan industri kimia. dan agrobisnis. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. industri logam. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. alas kaki. dan industri kimia. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. alas kaki. barang konsumsi. aneka industri lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha.479 c. alas kaki. aneka industri lainnya. industri dasar. industri dasar. garmen. alas kaki. Pernyataan Penawaran Tender. dan industri kimia. industri dasar. . Pasal 1662 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. garmen. d. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri logam. barang konsumsi. dan industri kimia. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1661 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pernyataan Penggabungan Usaha. industri logam. Pasal 1660 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri atas: a.

Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. c. dan agrobisnis. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan agrobisnis. Pasal 1664 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri atas: a. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. d. dan agrobisnis. c. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Pasal 1665 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. . penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b. Pernyataan Penawaran Tender. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan.480 Pasal 1663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1662. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. dan agrobisnis. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. kehutanan. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. dan agrobisnis. kehutanan. kehutanan. kehutanan. dan agrobisnis. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender.

alas kaki. garmen. b. Garmen. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. . c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. d. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan aneka industri lainnya. alas kaki. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. barang konsumsi. Garmen. dan aneka industri lainnya. barang konsumsi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. c. Pasal 1669 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. dan alas kaki. garmen. alas kaki. Pasal 1668 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri atas: a. barang konsumsi. dan aneka industri lainnya. dan aneka industri lainnya. b. garmen. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil.481 Pasal 1666 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. barang konsumsi. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. garmen. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. garmen. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . alas kaki. Pasal 1667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1666. dan Alas Kaki. garmen. dan aneka industri lainnya.

dan kimia. Pasal 1670 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. logam. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. logam. . Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. (3) b. penelaahan laporan. Pasal 1671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1670. c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. dan kimia. logam. penelaahan laporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan laporan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. d. dan kimia. dan kimia. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.482 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kimia.

Logam. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. Pasal 1674 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. penelaahan laporan.483 Pasal 1672 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1673 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. penelaahan laporan. dan Kimia terdiri atas: a. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan.

Pasal 1676 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri atas: a. .484 Pasal 1675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1674. e. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan c. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pasal 1677 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepegawaian. kehutanan dan agrobisnis. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. d. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan. c. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. rumah tangga. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan pelaporan biro. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kehutanan dan agrobisnis. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. kearsipan. Subbagian Tata Usaha Biro.

e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar pemeriksaan akuntansi. Pasal 1679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1678. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. analisis. b. Pemeringkat Efek. dan Wali Amanat di pasar modal. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. pembinaan. standar tata kelola perusahaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. g. dan pelaksanaan tata usaha biro. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. i. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. c. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. Pemeringkat Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. pengumpulan. standar penilaian di bidang pasar modal. c. d. f. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. pembinaan. h. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. d. Penilai. e. Bagian Akuntan. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. . Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1680 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri atas: a.485 Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1678 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. j. b.

dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1684 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. Pasal 1682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1681. e. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. Subbagian Standar Akuntansi II. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. standar pemeriksaan khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. dan Subbagian Standar Pemeriksaan. f. . d. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. b.486 Pasal 1681 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. Pasal 1683 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri atas: a. b. c. c. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. Subbagian Standar Akuntansi I.

Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. g. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. f. c. Asosiasi Pemeringkat Efek. pengawasan dan inspeksi Akuntan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Penilai. Pasal 1685 Bagian Akuntan. Penilai. Penilai. Bagian Akuntan. b. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. pembinaan. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Pengelolaan Investasi. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. pengawasan dan inspeksi Akuntan. d. h. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Penilai. Pasal 1686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1685. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. e. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal.487 (2) Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. Penilai. (3) . Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. penyusunan program pengembangan Akuntan. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal.

pelaporan. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan tata usaha biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perumusan pembinaan. Subbagian Akuntan Pasar Modal. pengawasan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. dan Wali Amanat. penyiapan bahan perumusan pembinaan. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. dan inspeksi Akuntan. pengawasan dan inspeksi Penilai. pengawasan dan inspeksi Penilai. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri atas: a. dan Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. Subbagian Penilai Pasar Modal. b. pengumpulan. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. Penilai. pelaporan. c. pengawasan. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pelaporan. pembinaan. Pasal 1688 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. pengawasan pengendalian mutu Penilai. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. pengawasan. dan lembaga lain yang terkait. analisis. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. (2) (3) . pembinaan. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. Pasal 1689 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. dan inspeksi Pemeringkat Efek. pembinaan.488 Pasal 1687 Bagian Akuntan. pengawasan.

dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 1689. Bagian penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. analisis. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. pengumpulan. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. d.489 Pasal 1690 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1691 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri atas: a. dan pelaksanaan tata usaha biro. b. pengumpulan. f. e. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Pasal 1692 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. analisis. b. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. dan Subbagian Tata Usaha Biro. d. .

pengumpulan. melakukan pengumpulan. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. pengkajian. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pengumpulan. melakukan pengumpulan. b. Bagian a. rumah tangga. pengkajian. analisis. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. pengumpulan. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah.490 (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. analisis. Pasal 1695 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. penyiapan. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. penelaahan. . pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. Pasal 1694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1693. Pasal 1693 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. d. dan pelaporan biro. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan f. kepegawaian. analisis. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. kearsipan. b. c. e. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan c. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah.

491 Pasal 1696 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. melakukan pengumpulan. dan melakukan pengumpulan. analisis. jasa. Pasal 1698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1697. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. penelaahan. evaluasi. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. menyelenggarakan fungsi: a. melakukan pengumpulan. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1697 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. melakukan pengumpulan. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. b. penelaahan. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. . penelaahan data kelembagaan. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. standardisasi. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan.

dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga pelaksanaan tata usaha biro. b. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. c. Bagian Lembaga Penjaminan. Bagian Lembaga Pembiayaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. c. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. b. c. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. Pasal 1699 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri atas: a. . d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1702 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. dan analisis laporan keuangan. dan Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. e. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. Pasal 1701 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1700. b. Pasal 1700 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penyajian informasi perkembangan usaha. pelaksanaan dan penjaminan. e. penelahan jasa lembaga pembiayaan.492 c. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. d.

Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. c. d. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. dan pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1706 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. b. Pasal 1704 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1705 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1704. b. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. . Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.493 Pasal 1703 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. c. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

analisis laporan keuangan. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1709 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1708. dan Subbagian Tata Usaha Biro. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. rencana jangka pendek dan jangka panjang. . serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. rencana jangka pendek dan jangka panjang. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. c. b. Pasal 1708 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.494 Pasal 1707 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Pasal 1710 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri atas: a. d. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. penyajian informasi perkembangan usaha. rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. Pasal 1714 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri atas: a. penelaahan kepatuhan. c. analisis laporan keuangan. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus.495 Pasal 1711 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. . kearsipan. penyajian informasi perkembangan usaha. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. penelaahan kegiatan operasional. b. b. rumah tangga. Pasal 1712 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. penelaahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. dan c. d. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. Pasal 1713 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1712. kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1715 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha.

penelaahan kepatuhan. c. perubahan. . penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian. penelaahan kepatuhan. d. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian. evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. dan usaha pembiayaan usaha mikro.496 (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dan pelaksanaan tata usaha biro. penelaahan kegiatan operasional. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku. i. pembentukan. pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . h. penelaahan kegiatan operasional. termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. f. b. Pasal 1717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1716. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1716 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis. dan penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala. analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi. g. e. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. kecil dan menengah.

Pasal 1721 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri atas: a. f. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. dan pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. Bagian Pemeriksaan Perasuransian. b. kepengurusan. pembubaran perusahaan perasuransian. d. e. data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan. .497 Pasal 1718 Biro Perasuransian terdiri atas: a. Pasal 1722 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. b. Bagian Perasuransian Syariah. bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian. Bagian Kelembagaan Perasuransian. b. perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian. pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian. dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. dan Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. c. dan pembubaran perusahaan perasuransian. Pasal 1719 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. registrasi tenaga ahli. pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. c. melakukan perencanaan penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . II. Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. Pasal 1720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1719. Subbagian Kelembagaan Perasuransian II. c. d.

pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha. c.498 Pasal 1723 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan Pasal 1725 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri atas: a. dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. dan evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. b. b. Pasal 1724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1723. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. c. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1727 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi. mengembangkan sistem. dan sistem analisis laporan . II. dan Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. Pasal 1728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1727. dan evaluasi sistem perasuransian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaporan. Pasal 1726 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pengumpulan data dan analisis program asuransi. b.

d. Pasal 1733 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri atas: a. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. b. dan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. II. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. c. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian.499 Pasal 1729 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri atas: a. b. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II. Pasal 1731 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Pasal 1732 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1731. c. dan Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. b. Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II. Pasal 1730 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. dan Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. .

dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. c. dan mengembangkan sistem. Bagian pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. Pasal 1736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. dalam Pasal 1735. penyelenggaraan usaha. d. Subbagian Perasuransian Syariah II. dan Subbagian Tata Usaha Biro. evaluasi sistem laporan perasuransian syariah. II. b. program asuransi syariah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 1735 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. analisis laporan Pasal 1737 Bagian Perasuransian Syariah terdiri atas: a. pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah. f. pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. rencana jangka panjang. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Subbagian Perasuransian Syariah I. b. rencana jangka pendek.500 Pasal 1734 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. e. mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah. . evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah.

pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha biro. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun. kepegawaian. rumah tangga. Pasal 1740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1739. Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1739 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. c. melaksanakan analisis. d. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. b. . dan f.501 Pasal 1738 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. bimbingan teknis. e. dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun. evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. dan pelaporan biro. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan.

Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun. c. penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan.502 Pasal 1741 Biro Dana Pensiun terdiri atas: a. . f. dan pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun. Pasal 1744 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri atas: a. b. Pasal 1742 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. dan Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. b. c. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun. e. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun. Pasal 1743 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1742.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. b. Pasal 1745 (1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun. rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan. struktur organisasi. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun. Bagian Analisis.

dan laporan lain. c. dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. b. b. laporan portofolio investasi. Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun. . perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia. laporan portofolio investasi. Pasal 1748 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri atas: a. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun. melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. laporan teknis dan laporan berkala lain. Pasal 1749 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. c. pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1746 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. laporan aktuaris. laporan aktuaris. perubahan atau pembubaran dana pensiun. dan Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. Pasal 1747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1746. laporan perubahan penerima titipan. dan pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. d.503 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas. pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun.

dan laporan informasi lainnya. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. dan Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti. b. e. Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun.504 (2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. Pasal 1751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1750. laporan perubahan penerima titipan. d. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1750 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. . serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun. Pasal 1752 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri atas: a. b. c. c. dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun.

(3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun. pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun. Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun. Pasal 1754 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun. d. . b. c. dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. penyusunan laporan industri dana pensiun. penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. Bagian pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. b. e. dan Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun. Pasal 1756 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c.505 Pasal 1753 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi. Pasal 1755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1754.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. Bagian Analisis. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana. c. dan d. dan laporan berkala rutin. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. b. . (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. dan c. laporan portofolio investasi. Pasal 1759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1758. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Biro. b.506 Pasal 1757 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. Subbagian Analisis dan Pelaporan. Pasal 1758 Bagian Analisis. evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. pelaksanaan urusan tata usaha biro. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Pasal 1760 Bagian Analisis.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1762 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK. rumah tangga. pengelolaan investasi. dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. investasi. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. kepegawain. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. pemeriksaan dan penyidikan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat. b. kearsipan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta standar akuntansi dan keterbukaan. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1762. dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. . dan sumber daya aparatur.507 Pasal 1761 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. dan pelaporan biro. c. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa.

serta standar akuntansi dan keterbukaan. Bagian Kepatuhan II. c. dan d. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan.508 d. . penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pemeriksaan dan penyidikan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. Subbagian Kepatuhan IC. Pasal 1766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1765. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 1767 Bagian Kepatuhan I terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan c. Bagian Kepatuhan IV. dan e. Pasal 1765 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1764 Biro Kepatuhan Internal terdiri atas: a. dan c. Bagian Kepatuhan III. Subbagian Kepatuhan IB. b. Subbagian Kepatuhan IA. Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. dana pensiun. Bagian Kepatuhan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. b.

b. dan c. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. . Pasal 1771 Bagian Kepatuhan II terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1769. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. dan c. Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIA. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1769 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIC. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum.509 Pasal 1768 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan.

Subbagian Kepatuhan IIIC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil.510 Pasal 1772 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1773 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIA. Subbagian Kepatuhan IIIB. b. dan sumber daya aparatur. Pasal 1775 Bagian Kepatuhan III terdiri atas: a. dan c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. b. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan c. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi.

b. Subbagian Kepatuhan IVA. Pasal 1778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1777. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Tata Usaha Biro.511 Pasal 1776 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Pasal 1779 Bagian Kepatuhan IV terdiri atas: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. dana pensiun. dan d. b. . Subbagian Kepatuhan IVC. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Subbagian Kepatuhan IVB. Pasal 1777 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

(2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.512 Pasal 1780 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1781 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kearsipan. rumah tangga. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. Pasal 1782 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. kepegawaian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan pelaporan biro. .

b. pelaksanaan analisis dan pemberian rekomendasi di bidang kebijakan fiskal. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. dan d. evaluasi. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1785 Badan Kebijakan Fiskal terdiri atas: a. d. pemantauan. Pasal 1784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1783. dan pelaporan pelaksanaan analisis di bidang kebijakan fiskal. dan Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral. Sekretariat Badan. rencana dan program analisis di bidang kebijakan fiskal. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.513 BAB XIV BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1783 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. g. c. b. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral. penyusunan kebijakan teknis. . e. pelaksanaan administrasi Badan Kebijakan Fiskal.

c. b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. e. pelaksanaan urusan tata usaha. kearsipan. Pasal 1787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1786. kepegawaian. kepegawaian. dan koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Bagian Perencanaan dan Keuangan. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. . rencana kerja dan anggaran. d. Bagian Data dan Informasi. gaji. pengembangan pegawai. tatalaksana. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan rencana strategik.514 Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1786 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. Bagian Umum. c. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1789 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. f. penyajian data dan informasi. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. dan administrasi jabatan fungsional. serta diseminasi elektronik. h. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. Pasal 1788 Sekretariat Badan terdiri atas: a. dan kehumasan Badan. b. d.

Subbagian Mutasi Kepegawaian. laporan kegiatan. serta pengurusan tata usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. dokumentasi dan statistik pegawai. c. . penempatan. penyusunan prosedur dan metode kerja. penempatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. analisis dan evaluasi jabatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengembangan kinerja. dan Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 1792 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pemindahan. pemindahan. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. dan hukuman disiplin pegawai. dan pemensiunan pegawai. analisis dan evaluasi jabatan. d. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. b. penyusunan prosedur dan metode kerja. d. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. pemberhentian. pemberhentian. b. dan penyiapan bahan penyusunan formasi. kepangkatan. penggajian. cuti. (3) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. pengukuran beban kerja. c. penghargaan. pengukuran beban kerja. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. pengembangan kinerja. dan pemensiunan pegawai. Pasal 1791 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. dan hukuman disiplin pegawai. kepangkatan. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan.515 Pasal 1790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1789. Subbagian Organisasi. penghargaan. cuti. dokumentasi dan statistik pegawai. penyiapan bahan penataan organisasi. serta pengurusan tata usaha.

ekonomi dan keuangan. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). pelaksanaan urusan perbendaharaan. Pasal 1794 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1793. dan e. penyusunan rencana strategis dan anggaran. penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. d. dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. serta manajemen sistem informasi. Subbagian Verifikasi. RKKL dan RKAKL. c.516 Pasal 1793 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. . Pasal 1796 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. b. belanja negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1795 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. c. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). serta penerbitan Surat Perintah Membayar. b. Pasal 1797 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. serta penerbitan Surat Perintah Membayar.

Pasal 1801 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengadaan. gaji. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. dan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. pelaksanaan urusan rumah tangga. (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. c. pengelolaan data pendapatan negara. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. dan diseminasi elektronik. dukungan teknis. Pasal 1799 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. pelaksanaan manajemen sistem informasi. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. b. dan Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. belanja negara. d. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. ekonomi dan keuangan. perlengkapan. c. penyajian statistik pendapatan negara. Pasal 1802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1801. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. d. . dan kehumasan. pengelolaan. belanja negara. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. b. Subbagian Data dan Statistik APBN. rumah tangga. ekonomi dan keuangan. dan pemeliharaan. Pasal 1800 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. b.517 Pasal 1798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1797.

dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. Pasal 1804 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. cukai. analisis.518 c. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. pelaksanaan. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. kepabeanan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. kesejahteraan. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Perlengkapan. ekspedisi. Pasal 1806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1805. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. b. dan Subbagian Kehumasan. Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1805 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. analisis usulan kebijakan pajak. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. d. pemeliharaan. kearsipan. perjalanan dinas. Pasal 1803 Bagian Umum terdiri atas: a. penyiapan dokumen. pendistribusian. kepabeanan. b. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. . penggandaan. d. Subbagian Rumah Tangga. dan pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. inventarisasi. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan kendaraan dinas.

perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. PPnBM. Subbidang PPN dan PPnBM. dan f. Bea Meterai. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. Bea Meterai. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif.519 c. kepabeanan. pelaksanaan tata kelola Pusat. Pasal 1809 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1808. Kelompok Jabatan Fungsional. c. PBB. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. Pasal 1810 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri atas: a. BPHTB. dan Bea Meterai. KUP. dan PNBP Non SDA. KUP. cukai. c. d. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan e. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. PPnBM. KUP. Subbidang PNBP Non SDA. dan PNBP Non SDA. Pasal 1807 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. PPnBM. BPHTB. Bea Meterai. Bea Meterai. PPSP. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. Subbidang PBB. BPHTB. . e. PPSP. b. BPHTB. dan PNBP Non SDA. dan c. dan PNBP Non SDA. PPnBM. Pasal 1808 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. PBB. b. PBB. Subbidang KUP dan PPSP. b. KUP. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. PBB. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. BPHTB. PPSP. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. PPSP. dan d. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I.

Perpajakan Internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . BPHTB. dan PNBP SDA.520 Pasal 1811 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Pasal 1814 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri atas: a. dan c. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Perpajakan Internasional. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. Pasal 1813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1812. analisis usulan kebijakan. . dan PNBP SDA. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. Pasal 1815 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. Subbidang Perpajakan Internasional. dan c. b. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. BPHTB. Pasal 1812 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. dan PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. Subbidang PNBP SDA. dan Bea Meterai. dan PNBP SDA. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. Perpajakan Internasional. (3) Subbidang PBB. Subbidang PPh. Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan di bidang PPh.

Tarif Bilateral. Pasal 1816 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. c. Tarif Regional. analisis usulan kebijakan. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.521 (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Regional. dan Tarif Khusus. dan Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan. b. dan Tarif Khusus. Tarif Regional. Tarif Bilateral. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Khusus. b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. dan d. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Bilateral. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. Pasal 1817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1816. Subbidang Tarif Regional. analisis usulan kebijakan. Tarif Bilateral. dan Tarif Khusus. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. analisis usulan kebijakan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. Tarif Bilateral. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. Tarif Regional. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1819 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional.

Cukai. analisis usulan kebijakan. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Cukai. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Pasal 1823 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. Subbidang Teknis Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri atas: a. b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. Teknis Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. Cukai. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Keluar. dan Bea Keluar. Teknis Kepabeanan. dan Bea Keluar. c. Cukai.522 (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Masuk Pembalasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Bea Keluar. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Pasal 1821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1821. Subbidang Bea Keluar. dan d. . (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Pasal 1820 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. Bea Masuk Imbalan. Subbidang Cukai. dan c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. Teknis Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a.

(3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. PNBP. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. Kepabeanan. Kepabeanan. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. Pasal 1824 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. PNBP. Subbidang Tata Kelola. Kepabeanan. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. dan c. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Pasal 1827 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Pasal 1826 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. b. dan Cukai. dan Cukai. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. analisis usulan kebijakan. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan hasil evaluasi. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. Pasal 1825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1824. PNBP.523 (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. evaluasi kebijakan di bidang Pajak.

dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. c. RAPBN Perubahan. kearsipan. b. analisis. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. dan evaluasi kebijakan APBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. b. g. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. Pasal 1830 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. pelaksanaan tata kelola Pusat. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. perumusan rekomendasi. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1828 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. f. d.524 (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. dan h. c. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. rumah tangga. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. dan laporan Pusat. moneter. Pasal 1829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1828. penyusunan data konsolidasi APBN. e. . menyusun rencana kerja. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal.

Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. f.525 d. e. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. Pasal 1833 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri atas: a. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. dan Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. b. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. e. c. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. . Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. b. dan pelaksanaan tata kelola pusat. penyiapan bahan analisis. dan Subbidang Tata Kelola. Pasal 1831 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. d. Bidang Kebijakan Subsidi. perumusan rekomendasi. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. d. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. Pasal 1832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. g. RAPBN Perubahan. c.

rekomendasi kebijakan. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Laporan Semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN. (2) Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. rekomendasi kebijakan. analisis dan proyeksi arus kas. keuangan. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. serta penyusunan dan pengolahan data di bidang penerimaan pajak langsung. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. serta penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. Pasal 1836 Dalam melaksan