P. 1
PMK 184 TAHUN 2010

PMK 184 TAHUN 2010

|Views: 344|Likes:
Dipublikasikan oleh Joko Kisworo

More info:

Published by: Joko Kisworo on Jan 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2014

pdf

text

original

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 184/PMK.01/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Kementerian Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Kementerian Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1982/M.PAN-RB/9/2010 tanggal 6 September 2010; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Keuangan dipimpin oleh Menteri Keuangan. Pasal 2 Kementerian Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Kementerian Keuangan; Negara yang menjadi tanggung jawab

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Keuangan; pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Keuangan di daerah; pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional; dan pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4

Susunan Organisasi Kementerian Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Wakil Menteri Keuangan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3g. h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. u. v. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan; Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional; Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan; Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik; dan

m. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;

w. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai.

BAB III WAKIL MENTERI KEUANGAN Pasal 5 Wakil Menteri Keuangan mempunyai tugas membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Kementerian Keuangan; koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Keuangan; pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Keuangan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Komunikasi dan Layanan Informasi; Biro Perlengkapan; dan Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 9 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, strategis, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Kementerian, penyusunan anggaran Kementerian, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Kementerian.

d. e. f. g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian; pelaksanaan akuntansi Kementerian; dan anggaran Kementerian serta pelaporan keuangan

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 11

Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 12 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek dan strategis di lingkungan Kementerian; penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; dan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6Pasal 14 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan I; Subbagian Perencanaan II; Subbagian Perencanaan III; dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 16 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7Pasal 18 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penganggaran I; Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 20 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8b. c. penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; dan penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus. Pasal 22 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I; Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; dan Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 23 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (2) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 24 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-9Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal; penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan; penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian; dan penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 26 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 27 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 10 -

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Kementerian, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Kementerian Keuangan. Bagian Keempat Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 28 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

c. d.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 11 Pasal 30 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 31 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Pasal 33 Bagian Organisasi I terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; dan Subbagian Organisasi IC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 12 Pasal 34 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 35 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 37 Bagian Organisasi II terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; dan Subbagian Organisasi IIC.

Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. dan penyiapan pembinaan. Badan Kebijakan Fiskal. dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. penyiapan bahan pembinaan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. koordinasi. dan Subbagian Tata Usaha Biro. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran. analisis. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Bagian Ketatalaksanaan I terdiri atas: a. d. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. analisis dan evaluasi jabatan. penelaahan. Subbagian Ketatalaksanaan IB. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. tata laksana pelayanan publik. sistem administrasi umum. koordinasi. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. . b. Pusat Investasi Pemerintah. IIB. Subbagian Ketatalaksanaan IC. Bagian b. Pasal 39 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Pasal 41 c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. evaluasi. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal. koordinasi. dan Sekretariat Pengadilan Pajak.13 Pasal 38 Subbagian Organisasi IIA. penelaahan. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. dan monitoring organisasi. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan penyiapan bahan pembinaan. c. pengumpulan dan pengolahan data. analisis. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. peringkat jabatan. Direktorat Jenderal Pajak. Inspektorat Jenderal. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan laporan akuntabilitas kinerja. dimaksud dalam Pasal 39. Subbagian Ketatalaksanaan IA. sistem administrasi umum. tata laksana pelayanan publik. dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan.

penyiapan bahan pembinaan. penelaahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Pasal 43 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan laporan akuntabilitas kinerja. evaluasi. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. tata laksana pelayanan publik. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: a. dimaksud dalam Pasal 43. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. IB. sistem administrasi umum. koordinasi. Inspektorat Jenderal. koordinasi. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. evaluasi. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. analisis. . sistem administrasi umum. Pusat Investasi Pemerintah. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. Bagian pengumpulan dan pengolahan data. Badan Kebijakan Fiskal. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. tata laksana pelayanan publik. penelaahan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran. tata laksana pelayanan publik. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.14 Pasal 42 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA. b. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. dan penyiapan pembinaan. dan Sekretariat Pengawas Perpajakan. dan penyiapan bahan pembinaan. sistem administrasi umum. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. Direktorat Jenderal Pajak. koordinasi. evaluasi. analisis. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan.

dan analisis jabatan fungsional. koordinasi. koordinasi. tata laksana pelayanan publik. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan penyiapan pembinaan. Pasal 49 Bagian Jabatan Fungsional terdiri atas: a. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. . Subbagian Jabatan Fungsional II. Pasal 47 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. koordinasi. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Subbagian Jabatan Fungsional I. dan penyiapan bahan pembinaan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja.15 Pasal 45 Bagian Ketatalaksanaan II terdiri atas: a. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Badan Kebijakan Fiskal. penelaahan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi. dan b. sistem administrasi umum. dan monitoring jabatan fungsional. IIB. pengumpulan dan pengolahan data. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. penyiapan bahan pembinaan. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. Inspektorat Jenderal. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pasal 46 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. analisis. evaluasi. Subbagian Jabatan Fungsional III. b. analisis. evaluasi. penelaahan. c. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. dan c.

16 Pasal 50 Subbagian Jabatan Fungsional I. penelaahan. c. dan penyiapan bahan pembinaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. perbendaharaan. d. Biro Hukum a. serta pengelolaan perpustakaan hukum. . evaluasi. perusahaan. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 51 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. lelang. II. Pasal 52 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. dan penerimaan negara bukan pajak. kepabeanan dan cukai. b. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. analisis. e. dan f. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. koordinasi.

penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Subbagian Hukum Pajak I. Subbagian Hukum Kepabeanan I. f.17 Pasal 53 Biro Hukum terdiri atas: a. c. Bagian Hukum Kekayaan Negara. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepabeanan dan cukai. dan Subbagian Hukum Kepabeanan II. Perbendaharaan. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 56 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri atas: a. Perusahaan. c. Pasal 54 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Bagian Hukum Anggaran. Perimbangan Keuangan. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan Informasi Hukum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Subbagian Hukum Pajak II. d. . Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. e. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. b.

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. perbendaharaan. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. Pajak Bumi dan Bangunan. Perbendaharaan. Perimbangan Keuangan.18 Pasal 57 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. keberatan dan banding. Pajak Pertambahan Nilai. perimbangan keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. . Perbendaharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. pemberian uang ganjaran. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. dan Pajak Penghasilan. Bagian Hukum Anggaran. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. dan penerimaan negara bukan pajak. Perimbangan Keuangan. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai. Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. Pasal 58 Bagian Hukum Anggaran. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak.

dan d. dan masalah anggaran terkait lainnya. penerusan pinjaman luar negeri kepada pemerintah daerah. b. (2) . terdiri atas: a. penyusunan Nota Keuangan. Perbendaharaan. Subbagian Hukum Anggaran. dana bagi hasil sumber daya alam. dan dana alokasi khusus. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga. Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. Pasal 60 Bagian Hukum Anggaran. Perimbangan Keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. dana alokasi umum. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. c. dan rancangan APBN Perubahan. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. c. anggaran Badan Layanan Umum. Subbagian Hukum Perbendaharaan. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. Pasal 61 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dana tugas pembantuan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. dan d. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah.19 b. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. Pasal 62 Bagian Hukum Kekayaan Negara. d. kekayaan negara yang dipisahkan. Perusahaan. diseminasi hukum. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Kementerian. b. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. (4) . kekayaan negara lainnya. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. e. lelang. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. pengelolaan dana investasi. c. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. penyiapan bahan pustaka hukum. Perusahaan. dan f. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian.20 (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. dan diseminasi hukum. piutang negara. informasi. akuntansi dan pelaporan keuangan. Bagian Hukum Kekayaan Negara. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tugas Kementerian. dan perusahaan. serta menyelenggarakan dokumentasi. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara.

Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. dan menengah. diseminasi hukum. Pasal 65 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. dan Informasi Hukum. mikro. terdiri atas: a. Perusahaan. penyiapan bahan pustaka hukum. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan.21 Pasal 64 Bagian Hukum Kekayaan Negara. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. Pasal 66 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Kementerian dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. (2) (3) (4) . dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Badan Hukum Pendidikan. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. pengelolaan perpustakaan hukum. Lembaga Penyiaran Publik. b.

dan pembiayaan syariah. Pasal 69 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. Pasal 68 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan derivatif terkait dengan surat utang negara. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga biro.22 Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. pinjaman dan hibah luar negeri. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. dan d. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. dan b. Subbagian Tata Usaha Biro. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. (2) (3) (4) . Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara.

23 Pasal 70 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. pengkoordinasian. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. lembaga keuangan bukan bank. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. Pasal 72 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri atas: a. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. jasa pembiayaan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. b. dan pasar modal. asuransi. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. dan c. dan d. Pasal 71 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dana pensiun. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. Pasal 73 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. perjanjian internasional. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. pasar modal. . dana pensiun. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. lembaga penjaminan. c. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya. perjanjian internasional. b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. Subbagian Hukum Perjanjian.

pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. dan jasa keuangan lainnya. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74.24 (2) Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. pemulihan aset negara dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian. dan lembaga pembiayaan. Bank Dalam Likuidasi (BDL).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan perjanjian internasional. kewajiban kontinjensi. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. (3) (4) . lembaga penjaminan. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Bagian Keenam Biro Bantuan Hukum Pasal 74 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. promosi dan kerjasama investasi. regional. b. serta Sengketa Internasional. Arbitrase. memberikan bantuan hukum. perjanjian perlindungan. pendapat hukum.

perdata. niaga. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut pemulihan aset negara atas putusan pengadilan. Subbagian Bantuan Hukum IA. menyelesaikan perkara perdata atas klaim aset yang terdapat di Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD. Bagian Bantuan Hukum II. . penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. arbitrase. dan pegawai Kementerian yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. dan kepegawaian. sengketa eks Bank Dalam Likuidasi (BDL). c. b. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian dalam penanganan perkara. tata usaha negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum I terdiri atas: a. b. dan c. sengketa Internasional. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. mantan pejabat. d. Pasal 76 Biro Bantuan Hukum terdiri atas: a. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.25 c. tuntutan ganti rugi atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. penanganan perkara di lingkup pengadilan niaga dan peradilan pajak serta menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian yang berpotensi menimbulkan pelanggaran/gugatan. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. pra peradilan. Bagian Bantuan Hukum III. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. pendampingan kepada para pejabat. sengketa pajak. Bagian Bantuan Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum IB. d. agama. dan e. Bagian Bantuan Hukum I.

mantan pejabat. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pemberian bantuan hukum pada unitunit kerja di lingkungan Kementerian sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan d. IC. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . IB. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Bagian Bantuan Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum IIA. b. c. Pasal 83 Bagian Bantuan Hukum II terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pendampingan kepada para pejabat. Pasal 80 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. niaga. pendampingan kepada para mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum ID. pejabat. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan d. b. Subbagian Bantuan Hukum IC. sengketa pajak. Pasal 81 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). . dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. perdata. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Subbagian Bantuan Hukum IIB. Subbagian Bantuan Hukum IIC. mantan pejabat. Subbagian Tata Usaha Biro. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. c. tata usaha negara.26 c.

Pasal 87 Bagian Bantuan Hukum III terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum IIID. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. dan Kepegawaian. pendampingan kepada para pejabat. sengketa Internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. mantan pejabat. b. sengketa Internasional. dan Kepegawaian. serta dalam penanganan perkara. perdata. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Arbitrase. dan c. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. pejabat. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. c. b. dan d. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.27 Pasal 84 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. tata usaha negara. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). IIB. Pasal 85 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Arbitrase. sengketa pajak. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. . niaga. pra peradilan. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Bagian Bantuan Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. pegawai.

penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. c. . pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pelaksanaan pengadaan. dan pengkoordinasian pemberian penghargaan pegawai. pendampingan kepada para pejabat. f. g. dan Kepegawaian. b. pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan manajemen kinerja pegawai. penyelesaian mutasi jabatan. IIIC. sengketa Internasional. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Arbitrase. d. dan pelayanan sistem informasi manajemen sumber daya manusia Kementerian Keuangan serta manajemen naskah dan dokumen pegawai Kementerian Keuangan. penerapan penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. pengelolaan kesejahteraan. pengelolaan Assessment Center Kementerian Keuangan. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Biro SDM menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem manajemen talenta. penyusunan formasi. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. h. mantan pejabat. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 89 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e.28 Pasal 88 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. manajemen. pengembangan. dan kepangkatan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. IIIB. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). perijinan. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum.

dan k. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. pegawai magang. dan manajemen risiko di lingkungan Biro SDM. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Bagian Mutasi dan Kepangkatan. c. c. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pengiriman peserta diklat prajabatan. j. f. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga biro. penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 92 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. pegawai harian. hakim pajak. penerapan. Penegakan Disiplin dan Pensiun. pengangkatan CPNS/PNS. penandatanganan pakta integritas. pengkoordinasian penyiapan dan penyusunan analisa beban kerja. perpindahan pegawai dari instansi lain ke Kementerian Keuangan. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. b. Bagian Penghargaan. . pengelolaan uang muka. penyiapan penerimaan pegawai baru. d. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai.29 i. formasi. dan staf khusus Menteri Keuangan. e. orientasi pegawai baru. diseminasi. penyiapan penempatan pegawai baru. serta pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. e. dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penetapan kinerja. d. Pasal 91 Biro SDM terdiri dari atas: a. pengadaan pegawai. dan penyiapan sarana prasarana umum serta pendistribusian persuratan Biro Sumber Daya Manusia. rencana kerja. rencana kinerja tahunan. dan penempatan pegawai serta tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. dan f. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. penyusunan. rencana strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan rumah tangga.

Pasal 96 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center.30 g. standar prosedur operasi. rencana strategis. pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia. Pasal 95 (1) Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta pengkoordinasian penyusunan analisa beban kerja. c. (4) Subbagian TU Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. dan d. pegawai magang. pengangkatan CPNS. dan staf khusus Menteri Keuangan serta perpindahan pegawai antar instansi. pembinaan sumber daya manusia Biro Sumber Daya Manusia. Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia. rencana kinerja tahunan. Pasal 94 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Rekruitmen Sumber Daya Manusia. hakim pajak. pengiriman peserta diklat prajabatan dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. dan h. pengkoordinasian penyusunan uraian jabatan. penetapan kinerja. dan pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta penandatanganan pakta integritas. dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Biro Sumber Daya Manusia. (3) Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penempatan pegawai baru. orientasi pegawai baru. dan manajemen resiko di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. (2) Subbagian Rekrutmen Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penerimaan pegawai baru. Subbagian Tata Usaha Biro. pegawai harian. rencana kerja. dan pengelolaan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Sekretariat Jenderal.

Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a.31 Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. h. dan i. pengembangan dan evaluasi assessment center dan psikotes. pelaksanaan assessment center dan psikotes b. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai Kementerian Keuangan. pemantauan. dan d. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan. f. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. g. . Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. c. mengkoordinasikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. pengkoordinasian pelaksanaan penataan pegawai. e. Subbagian Assessment Center. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. b. pengembangan sumber daya manusia. penyusunan rencana kebutuhan. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 99 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan pengembangan assessment center di lingkungan Kementerian Keuangan dan penyiapan pelaksanaan assessment center pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan Sekretariat Jenderal Pasal 98 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari: a. pejabat eselon IV dan pelaksana di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kinerja pegawai. pengkoordinasian pengelolaan dan penyusunan indikator kinerja utama Biro Sumber Daya Manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rencana pengembangan sumber daya manusia d. Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I serta pelaksanaan dan evaluasi psikotes di lingkungan Kementerian Keuangan. pengkoordinasian penyusunan Kementerian Keuangan. pengelolaan kinerja pegawai. c.

pemantauan. penyiapan infrastruktur. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 102 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. melakukan penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja pegawai. dan penyajian laporan atas data dan informasi sumber daya manusia. disain aplikasi sumber daya manusia. manajemen naskah dan dokumen kepegawaian. c. Subbagian Pengintegrasian Data. penyusunan. b. penyusunan rencana kebutuhan. penyeragaman dan integrasi data sumber daya manusia. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. verifikasi. Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi. analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. serta penyajian. manajemen basis data. c. analisis. dan d. Pasal 100 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pembangunan. dan mengadministrasikan DP3 eselon I dan II. dan pengintegrasian data sumber daya manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .32 (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan diseminasi sistem penilaian kinerja pegawai. Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi. pengelolaan. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penataan pegawai. dan pelayanan sistem informasi manajemen kepegawaian Kementerian Keuangan. pelaksanaan analisis. mengkoordinasikan penyusunan indikator kinerja utama di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. b. dan dukungan teknis teknologi informasi. Subbagian Manajemen Basis Data. dan d. .

verifikasi. Subbagian Kepangkatan I. pengaturan status. penyelesaian penugasan kepala perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. dan pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya.33 Pasal 103 (1) Subbagian Manajemen Basis Data mempunyai tugas melaksanakan analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. penyajian data dan informasi serta penyelesaian pelaksanaan inpassing gaji pegawai. Pasal 105 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. dan pemantauan pelaksanaan pertukaran data. . Subbagian Mutasi. pelaksanaan manajemen talenta. Pasal 106 Bagian Mutasi dan Kepangkatan terdiri atas: a. disain aplikasi kepegawaian. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit. manajemen basis data. b. (2) Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi mempunyai tugas melakukan analisis data. Subbagian Manajemen Talenta. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. (3) Subbagian Pengintegrasian Data mempunyai tugas melakukan penyeragaman. dan dukungan teknis teknologi informasi. Subbagian Kepangkatan II. c. Pasal 104 Bagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melaksanakan mutasi jabatan dan kepangkatan pegawai. c. pengaturan status kepegawaian. integrasi. pindah antar unit. pelaksanaan manajemen talenta. b. penyiapan mutasi jabatan struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan serta pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. dan d. Bagian Mutasi dan Kepangkatan menyelenggarakan fungsi: a. perpindahan pegawai ke intansi di luar Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan infrastruktur. penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan pilihan. (4) Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. dan d.

pengaturan status kepegawaian. Badan Kebijakan Fiskal dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. perijinan. Penegakan Disiplin dan Pensiun mempunyai tugas mengelola kesejahteraan pegawai. pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa serta perijinan pegawai. Bapepam-Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Kepangkatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Inspektorat Jenderal. menyelesaikan pemberian penghargaan dan tanda jasa. Bagian Penghargaan. dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan. penerapan. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Penegakan Disiplin. menegakkan disiplin pegawai. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya dan penyelesaian penugasan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. Direktorat Jenderal Anggaran. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. usul pemberhentian dan pensiun serta melaksanakan penyusunan. (4) Subbagian Kepangkatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan penegakan disiplin. c. b. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit eselon I dan antar unit eselon II Sekretariat Jenderal. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. pengangkatan dan pemberhentian hakim pajak. Pasal 108 Bagian Penghargaan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. dan d. (2) Subbagian Manajemen Talenta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan manajemen talenta. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. penyiapan. diseminasi. pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal.34 Pasal 107 (1) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi jabatan struktural dan fungsional. diseminasi.

Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. penyusunan strategi komunikasi kehumasan. cuti pegawai. (4) Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan. penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. Subbagian Kesejahteraan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pemberhentian pegawai dan pemberhentian pegawai dari jabatan organik serta penyelesaian usul pensiun pegawai. . c. penyusunan. Subbagian Penegakan Disiplin. dan Pensiun terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. dan usul kenaikan pangkat pengabdian dan anumerta. (2) Subbagian Penegakan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penegakan disiplin. monitoring opini publik. dan d. penyusunan program komunikasi publik. perijinan pegawai. dan pengelolaan pusat referensi Kementerian Keuangan.35 Pasal 110 Bagian Penghargaan. Bagian Kedelapan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Pasal 112 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas mengkoordinasikan aktivitas komunikasi. pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada para stakeholders. b. Penegakan Disiplin. Pasal 111 (1) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa. Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia. penyelesaian pemberian rekomendasi Bapertarum/Taperum. diseminasi. pengusulan kartu isteri/kartu suami di lingkungan Kementerian Keuangan serta penerbitan surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala di lingkungan Sekretariat Jenderal.

desk informasi dan call center. analisis. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. f. dan n. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya. h. e. koordinasi dan pengelolaan PPID. g. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. Bagian Manajemen Opini Publik. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi kehumasan secara terpadu dan berkelanjutan. d. . dan Kelompok Jabatan Fungsional. organisasi kemasyarakatan. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. e. j. c. m. pengelolaan data informasi kehumasan Kementerian. evaluasi program komunikasi publik. publikasi elektronik.36 Pasal 113 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112. a. pengembangan. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. c. Pasal 114 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi terdiri atas: a. lembaga pemerintah. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. b. dan Perpustakaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. f. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara. dan organisasi profesi. Bagian Perencanaan. Pengendalian Program. perencanaan. d. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyelenggaraan penerbitan. dan peningkatan partisipasi publik. k. pengelolaan serta layanan referensi dan perpustakaan. i. pemantauan. l. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: koordinasi aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya b.

c. b. layanan informasi melalui information desk. maupun pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. h. administrasi pengelolaan PPID. dan pelayanan desk informasi dan call center Kementerian Pasal 117 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan terdiri atas: a.37 Pasal 115 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan mempunyai tugas melaksanakan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya. call center. f. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. peliputan kegiatan Kementerian dan pimpinan. penyiapan dan pengelolaan website kementerian serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta hasil pelaksanaanya. pelaksanaan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. penyiapan. i. penerbitan. elektronik. baik media cetak. g. Subbagian Publikasi I. c. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya. d. email dan contact u. b. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. dalam dan luar ruang. . j. Pasal 118 (1) Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan analisis bahan penyusunan strategi komunikasi. dan publikasi media luar ruang. Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi. layanan informasi dan langkah-langkah kegiatan produksi pemberitaan/kehumasan di lingkungan Kementerian Keuangan melalui media nirmassa. dan Subbagian Publikasi II. e. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan menyelenggarakan fungsi: a. pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. Pemerintah Daerah. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (3) Subbagian Publikasi II mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media elektronik Kementerian Keuangan serta pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. Mahkamah Konstitusi (MK). kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah). . Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). b. Kementerian Negara. Bank Indonesia (BI). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Agung (MA). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Bank Indonesia (BI). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kementerian Negara. Mahkamah Agung (MA). pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemerintah Daerah. Mahkamah Agung (MA).38 (2) Subbagian Publikasi I mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media cetak Kementerian Keuangan. dan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah) dan rapat pembahasan RUU/peraturan/ketentuan lainnya. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Pasal 119 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Komisi-Komisi Negara. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dalam dan luar ruang secara tepat waktu. Mahkamah Konstitusi (MK). Komisi-Komisi Negara. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah. Mahkamah Konstitusi (MK). c. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kementerian Negara. Komisi-Komisi Negara.

kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada lembaga pemerintah. Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). f. (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara.39 d. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). . Kementerian Negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. Mahkamah Konstitusi (MK). pengelolaan database stakeholders Bagian Pasal 121 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri atas: a. Komisi-Komisi Negara. pengkomunikasian kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). g. dan Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan h. c. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). b.dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Mahkamah Agung (MA). Pasal 122 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. e. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Kementerian di daerah pada masa reses persidangan. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan dan kekayaan Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pemerintah Provinsi. Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan dan kekayaan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. Mahkamah Agung (MA).

wawancara. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada organisasi masyarakat. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. penyusunan siaran pers. dan profesi (daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . nasional dan internasional). jumpa pers. dan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan kekayaan negara melalui media cetak dan media elektronik. dan edukasi pada media. perencanaan program berita. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. e. informasi. politik. data. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Kelembagaan Negara. g. b. organisasi-organisasi. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada asosiasi (daerah. i.40 (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. h. dan surat pembaca. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. advertorial. dan kunjungan pers. Pasal 123 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan stakeholder non lembaga pemerintah/negara. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. pengkajian. data. l. nasional dan internasional). data. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media asing. data. keterangan pers. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. khususnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa (cetak dan elektronik). pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. tanggapan/bantahan. . penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. internasional maupun daerah. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. c. mengkoordinasikan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Kementerian/Lembaga dan Komisikomisi Negara. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. asosiasi dan pemimpin opini baik nasional. f. k. data. d. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Kementerian dan narasumber lainnya. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. data. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada pelaku usaha (daerah. nasional dan internasional). artikel. perencanaan. j.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 41 Pasal 125 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah terdiri atas: a. b. c. Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I; Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II; dan Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III. Pasal 126 (1) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa cetak (nasional, internasional dan daerah). (2) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa elektronik, organisasi masyarakat, organisasi politik, akademisi dan pengamat (nasional, internasional dan daerah). (3) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari organisasi profesi, organisasi internasional, Asosiasi, dan pelaku usaha (nasional, internasional dan daerah), pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. Pasal 127 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan monitoring, analisis dan penelitian opini publik terkait dengan bidang tugas Kementerian Keuangan, menyusun rekomendasi tindakan dan tanggapan komunikasi, menyelenggarakan audit komunikasi dan riset opini publik, serta menyelenggarakan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi dan kapasitas pengetahuan publik. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127, Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Kementerian dan unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 b. c. d. e. f. g. h. i. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar, lokakarya, kegiatan sosial budaya, dan kegiatan lainnya; penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Kementerian; penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal; pelayanan unjuk rasa; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media cetak daerah, nasional dan internasional; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional dan internasional; penyusunan bahan rekomendasi tindakan terkait hasil analisis opini publik; dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya. Pasal 129 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajemen Opini Publik I; Subbagian Manajemen Opini Publik II; dan Subbagian Manajemen Opini Publik III. Pasal 130 (1) Subbagian Manajemen Opini Publik I mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional, dan internasional, melakukan audit komunikasi dan riset maupun survey yang terkait dengan opini publik, melaksanakan administrasi, manajemen risiko dan pengendalian Standard Operating Precedure (SOP). (2) Subbagian Manajemen Opini Publik II mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media cetak nasional, daerah dan internasional serta menyiapkan laporan berkala perkembangan opini publik dan bahan rekomendasi tindakan secara tepat waktu kepada pimpinan. (3) Subbagian Manajemen Opini Publik III mempunyai tugas melakukan dan mengorganisasikan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi, dan kapasitas pengetahuan publik eksternal dan internal Kementerian Keuangan, pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database opini publik. Pasal 131 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan mempunyai tugas Melaksanakan perencanaan, pengembangan, pengelolaan,pengendalian, monitoring serta evaluasi program, pelayanan perpustakaan, pengelolaan database dan sistem informasi kehumasan, serta urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 43 Pasal 132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131, Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan; b. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku, koleksi AV dan digital (CD, DVD), serta koleksi perpustakaan lainnya; c. penyusunan bibliografi; d. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya; e. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work; f. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain; g. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja biro; h. penyusunan sistem dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan biro; i. j. pelaksanaan manajemen database dan sistem informasi biro; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 133 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Perpustakaan; b. Subbagian Sistem Informasi Kehumasan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 134 (1) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan koordinasi serta kerjasama dengan institusi perpustakaan internal Kementerian Keuangan, daerah, nasional dan internasional dalam rangka perencanaan, pengembangan, pengelolaan, pengendalian aktivitas layanan perpustakaan, peningkatan kualitas dan kuantitas perpustakaan dan riset kepustakaan. (2) Subbagian Sistem Informasi Kehumasan mempunyai tugas melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian sistem informasi dan database biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, kepegawaian, dan rumah tangga biro, serta melakukan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik dan rencana kerja tahunan dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan, penyusunan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 44 Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 135 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Kementerian berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135, Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis rencana kebutuhan Barang Milik Negara (BMN) bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi penyusunan rencana kebutuhan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan kementerian, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengelolaan BMN kementerian, bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi pengelolaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, pelaksanaan serta penyusunan petunjuk teknis penatausahaan BMN kementerian serta analisis dan evaluasi penatausahaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 137 Biro Perlengkapan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan BMN; Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan; Bagian Pengelolaan BMN; Bagian Penatausahaan BMN; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 Pasal 138 Bagian Perencanaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis perencanaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138, Bagian Perencanaan BMN menyelenggarakan fungsi : a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan teknis penyusunan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi atas realisasi BMN yang direncanakan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 140 Bagian Perencanaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan BMN I; Subbagian Perencanaan BMN II; Subbagian Perencanaan BMN III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 141 (1) Subbagian Perencanaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah.

b. c. d.

e. f.

g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 (2) Subbagian Perencanaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. (3) Subbagian Perencanaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-Gedung Keuangan Negara di daerah. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 142 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis, serta konsultansi pengadaan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan bimbingan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142, Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan dan pelaksanaan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan; dan pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 Pasal 144 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I; Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II; dan Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III.

Pasal 145 (1) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 146 Bagian Pengelolaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengelolaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 48 Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Bagian Pengelolaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penggunaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penggunaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemanfaatan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemanfaatan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penghapusan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penghapusan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemindahtanganan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 148 Bagian Pengelolaan BMN terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengelolaan BMN I; Subbagian Pengelolaan BMN II; dan Subbagian Pengelolaan BMN III. Pasal 149 (1) Subbagian Pengelolaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

b.

c.

d.

e.

f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Subbagian Pengelolaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 150 Bagian Penatausahaan BMN mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan BMN Kementerian Keuangan, analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis penatausahaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150, Bagian Penatausahaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan inventarisasi BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; b. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pembukuan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pembukuan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; c. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pelaporan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan d. penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN lingkup Kementerian Keuangan, dan tingkat Unit Eselon I Sekretariat Jenderal. Pasal 152 Bagian Penatausahaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penatausahaan BMN I; Subbagian Penatausahaan BMN II; Subbagian Penatausahaan BMN III; dan Subbagian Penatausahaan BMN IV.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 Pasal 153 (1) Subbagian Penatausahaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. (2) Subbagian Penatausahaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (4) Subbagian Penatausahaan BMN IV mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 154 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Kementerian dan melaksanakan urusan tata usaha, rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Kementerian. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 51 b. pelaksanaan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi; c. pelaksanaan urusan perencanaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan; d. pelaksanaan urusan pengadaan, penyimpanan dan distribusi perlengkapan, dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan sekretariat Jenderal, serta urusan pencetakan dan penggandaan; e. melaksanakan urusan dalam, pemeliharaan peralatan, dan keamanan dalam, serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 156 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Kementerian; b. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan; c. Bagian Perencanaan dan Keuangan; d. Bagian Perlengkapan; e. Bagian Rumah Tangga; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 157 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Kementerian Keuangan, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Kementerian, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan; b. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip, penyusunan jadwal retensi, dan penyusutan arsip, serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 52 c. penatausahaan penyelenggaraan kesehatan dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan perencanaan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium; d. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri; dan e. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Pasal 159 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Persuratan, Arsip, dan Dokumentasi; b. Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai; c. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas; dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 160 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan, pendistribusian dan pengendalian surat masuk, pengiriman dan pengendalian surat keluar kantor pusat Kementerian, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan dan melakukan pengelolaan, pemeliharaan, pemindahan, penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penatausahaan penyelenggaraan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Kementerian Keuangan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 161 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi.

penyajian data. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I. Pasal 164 (1) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I mempunyai tugas melakukan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). laporan. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. urusan tata usaha. laporan.53 Pasal 162 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161. dan e. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan. d. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). penyajian data. b. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. evaluasi. informasi. penyiapan. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II. pemantauan. evaluasi. pencatatan acara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. c. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. (2) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 163 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan terdiri atas: a. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III. dan d. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal. b. c. Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) lingkup Biro Umum serta pemantauan. . pengurusan tata usaha. Road Map. informasi. pelaksanaan urusan protokol.

penyusunan laporan keuangan. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Subbagian Perencanaan Anggaran. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. Pasal 166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. pelaksanaan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. pelaksanaan sistem akuntansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 165 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan anggaran. monitoring. dan d. c. c. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. meneliti kebenaran. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan serta pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. Pasal 167 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Subbagian Perbendaharaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. b. pencatatan acara. perbendaharaan.54 (3) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III mempunyai tugas melakukan urusan protokol. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. dan d. penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. . dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. menyajikan hasil penelitian. pelaksanaan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP.

dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. c. penyusunan laporan keuangan. b.55 Pasal 168 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. pelaksanaan urusan pengadaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. monitoring. Pasal 169 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan. Pasal 170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. Pasal 171 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. meneliti kebenaran. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. (4) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. dan d. menyajikan hasil penelitian. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Subbagian Pengadaan. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. serta urusan pencetakan dan penggandaan. . penyimpanan dan distribusi perlengkapan.

Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. pelaksanaan urusan keamanan dalam. dan d. serta menyusun pelaporan pengadaan pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan inventarisasi. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. Pelaksanaan urusan perawatan. dan d. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. alat rumah tangga kantor. penyimpanan. penyimpanan dan pendistribusian secara berkala pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. pemeliharaan peralatan. bahan cetak. kelengkapan upacara/pelantikan di lingkungan Sekretariat Jenderal serta menyusunan laporan pertanggungjawaban.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. penyiapan usulan penghapusan dan menyusun laporan pertanggungjawaban penatausahaan barang milik negara Sekretariat Jenderal serta unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. barang cetakan. Pasal 172 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan pengadaan. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. bahan mikrografik. ATK. obatobatan. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. alat tulis kantor. barang cetakan. . (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. Pasal 173 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. rumah jabatan. penataan lay out kantor.56 c. pakaian kerja dan kelengkapannya. pelaksanaan pengadaan sarana untuk operasional perkantoran. kelengkapan upacara/pelantikan. dan sewa mesin fotocopy. penatausahaan. alat rumah tangga kantor. pertamanan. alat-alat laboratorium. rambu-rambu lalu lintas. pengamanan barang perlengkapan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang. b. c. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. alat-alat laboratorium inventaris kantor. dan keamanan dalam. bahan mikrografik. inventaris kantor. kebersihan gedung dan halaman. bahan cetak. penjilidan. pelaksanaan urusan pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. pakaian kerja dan kelengkapannya. rambu-rambu lalu lintas. obat-obatan.

barang inventaris lainnya. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. perawatan dan perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian serta pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan dan perawatan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Pasal 176 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan. Subbagian Pemeliharaan. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. rumah jabatan. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan.57 Pasal 175 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. instalasi air. (3) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan dan kediaman Pimpinan kementerian Keuangan. peralatan kantor. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. Subbagian Urusan Dalam. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretariat Jenderal. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 177 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kebersihan gedung dan halaman. b. dan d. penataan lay out kantor. CCTV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . operasional. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas. . (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. c. mesin penyejuk udara. genset. Subbagian Keamanan Dalam. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. pertamanan. instalasi listrik/penerangan.

(4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .58 Pasal 178 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

dan e. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran. d. c. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. f. perumusan kebijakan di bidang penganggaran. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 181 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri atas: a. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. g. b. standar.59 BAB V DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 179 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran. dan h. e. Direktorat Anggaran I. c. d. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Direktorat Anggaran III. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Anggaran. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. penyusunan norma. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. Direktorat Anggaran II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . . Direktorat Sistem Penganggaran. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.

f. e. Pasal 184 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. g. c. Bagian Umum. dan pengelolaan Barang Milik Negara serta kesekretariatan pimpinan. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan i.60 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 182 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. kearsipan. h. perumusan peraturan di bidang kesekretariatan. d. pengadaan. koordinasi bantuan hukum direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Kepegawaian. dan laporan kinerja direktorat jenderal. perpustakaan. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan direktorat jenderal. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . f. pengelolaan urusan tata usaha. d. b. c. Bagian Perencanaan dan Keuangan. koordinasi penyusunan rencana strategik. e. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. . Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. penyelenggaraan urusan kepegawaian direktorat jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. rumah tangga. koordinasi penyusunan rencana kerja dan pengelolaan keuangan direktorat jenderal.

serta pengembangan kinerja organisasi. Pasal 187 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Organisasi. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185.61 Pasal 185 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. c. laporan akuntabilitas. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. laporan akuntabilitas kinerja. dan e. (3) Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategik. pelaporan. penyiapan bahan penataan organisasi. d. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan c. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta layanan informasi dan publikasi. Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi. . penyusunan rencana strategik. monitoring. b. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. laporan pelaksanaan tugas. ketatalaksanaan. evaluasi kinerja direktorat jenderal. laporan pelaksanaan tugas serta evaluasi kinerja direktorat jenderal. pengelolaan layanan informasi dan publikasi. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. dan layanan informasi direktorat jenderal. Subbagian Tata Laksana. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 188 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. monitoring. serta pengembangan kinerja organisasi.

cuti.62 Pasal 189 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. Subbagian Umum Kepegawaian. d. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. penyiapan bahan formasi. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin. . pengembangan pegawai. kepangkatan. dokumentasi. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 191 Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. cuti. seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. penempatan. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. absensi pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemensiunan pegawai. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. absensi pegawai. b. penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. Subbagian Pengembangan Pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. pemberhentian. dan c. dokumentasi. Pasal 190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189. serta penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. dan e. b. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. c. Subbagian Mutasi Kepegawaian. statistik. pemensiunan. penempatan. pemberhentian. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin pegawai. Pasal 192 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. statistik. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya.

. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Subbagian Perencanaan Anggaran. dan c. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. b. dan pengelolaan Barang Milik Negara direktorat jenderal.63 Pasal 193 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kerja dan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta kesekretariatan dan tata usaha pimpinan. dan c. b. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. pengadaan. Pasal 195 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. gaji dan tunjangan. Pasal 197 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. Pasal 196 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. perpustakaan. rumah tangga. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). Subbagian Perbendaharaan. dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal.

komputerisasi persuratan. inventarisasi. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyimpanan.64 Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. pelaksanaan urusan inventarisasi. pendistribusian. dan f. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa perlengkapan sarana dan prasarana. dokumentasi. pendistribusian. pelaksanaan. c. Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan. pelaksanaan urusan pengadaan. d. pemeliharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dokumentasi. pengelolaan kendaraan dinas dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji dan tunjangan pegawai. pelaksanaan. pemeliharaan. Subbagian Rumah Tangga dan Gaji. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan. dan penggandaan. b. c. . pengelolaan perpustakaan. penyimpanan. penyiapan dokumen. ekspedisi dan penggandaan. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 199 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. dan penyiapan penghapusan serta pelaporanBarang Milik Negara. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggaan. Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara. pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan protokoler. (3) Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi. Pasal 200 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan surat menyurat. dan penghapusan serta pelaporan Barang Milik Negara direktorat jenderal. kearsipan. kearsipan. dan d. serta manajemen perpustakaan. e. tata usaha pimpinan.penyiapan dokumen.

pemantauan. dan c. dan d. pencatatan acara. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur dan kode etik. dan mengatur jadwal kegiatan. Pasal 204 (1) Subbagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur dan kode etik. Pasal 201 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan kerangka kerja. evaluasi. penindakan. penyusunan kerangka kerja. . makalah. penyusunan kerangka kerja dan pengelolaan risiko direktorat jenderal. (3) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. b. serta manajemen risiko dan bantuan hukum. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur dan kode etik. Subbagian Manajemen Risiko. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. protokoler dan akomodasi Direktur Jenderal. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. Pasal 202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201. (2) Subbagian Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko serta bahan koordinasi penyusunan profil dan strategi pengendalian risiko. Pasal 203 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Subbagian Kepatuhan Internal. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. mengkoordinir penyusunan pidato. Subbagian Bantuan Hukum.65 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. b. c. penyiapan bahan. koordinasi penyusunan profil risiko dan strategi pengendalian risiko direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kelompok Jabatan Fungsional. b. standar. penyiapan penyusunan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan h. d. e. d. f. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal. prosedur dan kriteria di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara. Pasal 207 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Pasal 206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 205. dan e. g.66 Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 205 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. c. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. kerangka penganggaran jangka menengah. langkah-langkah kebijakan fiskal. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. pendapatan negara dan kerangka penganggaran jangka menengah. Pasal 209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. f. serta NK dan RAPBN-P di bidang kerangka ekonomi makro. b. penyiapan bahan konsolidasi dan penggabungan proyeksi postur APBN dalam bentuk Resource Envelope dan Pagu Indikatif. penyiapan bahan penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang ekonomi makro serta pendapatan negara dan hibah. RUU APBN-P. analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka RAPBN. asumsi makro dan pendapatan negara dan hibah. RAPBN. dan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. kebijakan fiskal. analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. RAPBN-P. g. dan bahan penyusunan analisis dampak APBN terhadap ekonomi makro. e. h. serta analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN. Pagu Sementara. serta monitoring realisasi dan perkiraan realisasi APBN tahunan. dan i. c. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro dan realisasi pendapatan negara dan hibah. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pendapatan negara dan hibah. analisis dampak APBN terhadap perekonomian. . dan pendapatan negara. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. penyiapan bahan pengelolaan data ekonomi makro. d. RUU APBN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .67 Pasal 208 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi.

langkahlangkah kebijakan fiskal. Seksi Analisis Ekonomi Makro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. dan sistem jaminan sosial nasional.68 Pasal 210 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara terdiri atas: a. (2) Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN. sensitivitas APBN. serta pengembangan model fiskal. dan belanja lainnya. dan d. belanja barang dan modal. Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah. serta RUU APBN-P. pagu Sementara. analisis dampak. monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai. RAPBN-P. Pasal 212 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model. bantuan sosial. b. analisis langkah kebijakan dan langkah administratif. analisis sensitivitas. dan pengembangan model dan pengelolaan data ekonomi makro dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN. (3) Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal dan kerangka APBN (postur APBN). . dan koordinasi pengolahan data APBN dan data fiskal lainnya dalam rangka penyiapan proyeksi postur APBN pagu Indikatif. RUU APBN. evaluasi dan pengelolaan data pendapatan negara dan hibah dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. RAPBN. penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi. Pasal 211 (1) Seksi Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan ekonomi makro. (4) Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap perekonomian. serta monitoring.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 69 Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; f. monitoring dan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya. Pasal 214 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal; c. Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya. Pasal 215 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 70 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja barang dan modal. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang bantuan sosial dan belanja untuk anggaran sistem jaminan sosial nasional. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lainnya. Pasal 216 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas serta melakukan konsolidasi belanja Pemerintah Pusat. Pasal 217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 71 e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; g. pelaksanaan konsolidasi data anggaran belanja pemerintah pusat; dan h. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas. Pasal 218 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga; c. Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat. Pasal 219 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lembaga. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang anggaran pendidikan dan belanja hibah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja prioritas, serta melakukan konsolidasi pengolahan dan monitoring data belanja pemerintah pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 72 Pasal 220 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas,, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi, serta transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi, dan transfer ke daerah; d. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah. Pasal 222 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi; c. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II. Pasal 223 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 73 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja subsidi. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang tahunan dan jangka menengah di bidang dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan konsolidasi transfer ke daerah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang dana alokasi umum, dana otonomi khusus dan penyesuaian, dan anggaran pendidikan dari transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 224 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan anggaran serta penganggaran risiko fiskal. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224, Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; c. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; d. pengembangan model perencanaan penganggaran risiko fiskal; dan evaluasi pembiayaan anggaran dan

e. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 74 f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembiayaan anggaran. Pasal 226 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I; b. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II; c. Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang; dan d. Seksi Penganggaran Risiko Fiskal. Pasal 227 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman proyek, penerusan pinjaman, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman program, surat berharga negara, pinjaman dalam negeri, dan pembiayaan utang lainnya. (3) Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan non utang. (4) Seksi Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang penganggaran risiko fiskal. Pasal 228 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan informasi ekonomi makro dan APBN, koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, evaluasi akun APBN, melaksanakan dukungan teknis penyusunan dokumen-dokumen APBN, dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 75 Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P; b. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan NK dan RAPBN beserta RUU APBN-nya, Laporan Semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P beserta RUU APBN-P-nya; c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P; d. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan rapat kerja Pemerintah dengan DPR dan DPD dan bahan rapat koordinasi internal Pemerintah; e. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data APBN; f. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; g. penyiapan bahan koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN; h. penyiapan bahan analisis data, informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya; i. j. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan Pemerintah; penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN; dan

k. pengkonsolidasian, pengharmonisasian dan pengsinkronisasian, serta penggabungan konsep dokumen-dokumen APBN. Pasal 230 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Seksi Analisis Data dan Informasi APBN; b. Seksi Evaluasi Akun APBN; c. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN; dan d. Seksi Diseminasi APBN. Pasal 231 (1) Seksi Analisis Data dan Informasi APBN mempunyai tugas melakukan analisis data dan informasi APBN, penyiapan bahan dan koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, serta pelaporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 76 (2) Seksi Evaluasi Akun APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN, melakukan penyiapan sumbangan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (Central Government Operation/CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (General Government Operation/GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS), serta melakukan penyiapan sumbangan bahan dalam rangka penyusunan Neraca Arus Dana (NAD). (3) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi penyusunan dokumen-dokumen APBN serta koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN. (4) Seksi Diseminasi APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data APBN serta menyiapkan informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya. Pasal 232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian, keuangan, umum, organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Bagian Kelima Direktorat Anggaran I Pasal 233 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233, Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 77 Pasal 235 Direktorat Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IA; b. Subdirektorat Anggaran IB; c. Subdirektorat Anggaran IC; d. Subdirektorat Anggaran ID; e. Subdirektorat Anggaran IE; f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I; dan g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 236 Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan, pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis, penyiapan bahan koordinasi, revisi, monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236, Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif, sementara, definitif, dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga, PSO, dan subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga; dan bimbingan teknis standar biaya khusus

c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga; d. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga; Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran

e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; f. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian/Lembaga; dan g. monitoring dan evaluasi penganggaran.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 78 Pasal 238 Subdirektorat Anggaran IA terdiri atas: a. Seksi Anggaran IA-1; b. Seksi Anggaran IA-2; c. Seksi Anggaran IA-3; dan d. Seksi Anggaran IA-4. Pasal 239 Seksi Anggaran IA-1, IA-2, IA-3, dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 240 Subdirektorat Anggaran IB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IB-1; b. Seksi Anggaran IB-2; c. Seksi Anggaran IB-3; dan d. Seksi Anggaran IB-4. Pasal 241 Seksi Anggaran IB-1, IB-2, IB-3, dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 242 Subdirektorat Anggaran IC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IC-1; b. Seksi Anggaran IC-2;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 79 c. Seksi Anggaran IC-3; dan d. Seksi Anggaran IC-4. Pasal 243 Seksi Anggaran IC-1, IC-2, IC-3, dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 244 Subdirektorat Anggaran ID terdiri atas: a. Seksi Anggaran ID-1; b. Seksi Anggaran ID-2; c. Seksi Anggaran ID-3; dan d. Seksi Anggaran ID-4.

Pasal 245 Seksi Anggaran ID-1, ID-2, ID-3, dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 246 Subdirektorat Anggaran IE terdiri atas: a. Seksi Anggaran IE-1; b. Seksi Anggaran IE-2; c. Seksi Anggaran IE-3; dan d. Seksi Anggaran IE-4.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 80 Pasal 247 Seksi Anggaran IE-1, IE-2, IE-3, dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran, koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif,sementara, definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; c. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus; e. penyiapan bahan koordinasi Kementerian/Lembaga; persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years)

f. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga; g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; h. penatausahaan data penganggaran; i. j. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi, data, dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; pemrosesan usulan kode satuan kerja; dan

k. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/ Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. organisasi dan tata laksana direktorat. . dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. rencana kerja anggaran. Pasal 252 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Bagian Keenam Direktorat Anggaran II Pasal 253 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. PSO dan subsidi. umum. penyusunan rancangan alokasi anggaran. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga.81 Pasal 250 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri atas: a. Pasal 251 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. sementara. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. Seksi Dukungan Teknis. definitif. keuangan. dan ABT. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran.

Subdirektorat Anggaran IIE. IID. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. b. sementara. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. . c. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. d. d. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. definitif. Subdirektorat Anggaran IID. penyiapan bahan koordinasi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan subsidi. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. PSO. IIB. Subdirektorat Anggaran IIB. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. standar. IID. Subbagian Tata Usaha. Pasal 255 Direktorat Anggaran II terdiri atas: a. Pasal 256 Subdirektorat Anggaran IIA. dan g. dan e. IIB. Subdirektorat Anggaran IIA. Subdirektorat Anggaran IIA.82 Pasal 254 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. revisi. f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. IIC. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. IIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. e. Subdirektorat Anggaran IIC. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif.

Seksi Anggaran IIA-4. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. b. Seksi Anggaran IIA-3. . penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 260 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. dan d. Pasal 258 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri atas: a. d. c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIB-1. Seksi Anggaran IIB-3. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIB-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIA-3. Seksi Anggaran IIA-1. Pasal 259 Seksi Anggaran IIA-1. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIA-2. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . f. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi penganggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIA-2. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. c.83 b. b. dan g. Seksi Anggaran IIB-4. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d.

c. IIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 264 Subdirektorat Anggaran IID terdiri atas: a. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IID-3. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IID-1. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIC-1. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. . Pasal 263 Seksi Anggaran IIC-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. c. Seksi Anggaran IID-3. IIB-3. dan Seksi Anggaran IIC-4. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IID-2. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. d. b. Seksi Anggaran IIC-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 265 Seksi Anggaran IID-1. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIC-2. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi.84 Pasal 261 Seksi Anggaran IIB-1. Seksi Anggaran IIC-2. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 262 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri atas: a. b. IIB-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. PSO dan Subsidi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IID-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan Seksi Anggaran IID-4.

koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIE-2. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.sementara. Seksi Anggaran IIE-2. PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. PSO dan Subsidi. c. d. Seksi Anggaran IIE-4 Pasal 267 Seksi Anggaran IIE-1.85 Pasal 266 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri atas: a. IIE-3. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. dan d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIE-3. e. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. . penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. Seksi Anggaran IIE-1. b. Pasal 268 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. PSO dan Subsidi. f.

umum. dan b. Seksi Dukungan Teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan rancangan alokasi anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran.86 g. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. h. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. i. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. PSO dan subsidi. Pasal 272 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. dan k. sementara. organisasi dan tata laksana direktorat. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. rencana kerja anggaran. Pasal 271 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. dan ABT. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. j. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. Pasal 270 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri atas: a. pemrosesan usulan kode satuan kerja. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. definitif. PSO dan Subsidi. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. penatausahaan data penganggaran. data. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. . keuangan.

b. c. standar. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. c. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 275 Direktorat Anggaran III terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.87 Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran III Pasal 273 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Anggaran IIIB. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan penyusunan norma. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Anggaran IIIC. d. d. Subdirektorat Anggaran IIID. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan e. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Subdirektorat Anggaran IIIA.

pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian /Lembaga. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIIA-2. b. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian /Lembaga. PSO.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan koordinasi. c. Subdirektorat Anggaran IIIA. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. b.88 e. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. Pasal 278 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri atas: a. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. revisi. f. dan subsidi. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. IIIB. Subbagian Tata Usaha. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. dan g. Subdirektorat Anggaran IIIE. f. definitif. . penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga. dan g. Seksi Anggaran IIIA-1. d. Pasal 276 Subdirektorat Anggaran IIIA. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. sementara. monitoring dan evaluasi penganggaran. Seksi Anggaran IIIA-3. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. IIIB. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIIA-4.

Seksi Anggaran IIIB-2. . Seksi Anggaran IIIB-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIC-4. Seksi Anggaran IIIC-1. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. dan d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIIB-3. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. IIIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. dan d. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. b. Seksi Anggaran IIIB-4. IIIC-2. Pasal 280 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri atas: a. b.89 Pasal 279 Seksi Anggaran IIIA-1. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIIC-3. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. PSO dan Subsidi. IIIB-2. Seksi Anggaran IIIB-1. Pasal 281 Seksi Anggaran IIIB-1. Pasal 283 Seksi Anggaran IIIC-1. IIIA-3. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIC-2. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . IIIA-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. Pasal 282 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri atas: a.

Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. menelaah permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. dan f. Pasal 286 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri atas: a. b. e. penyiapan bahan penyelesaian rincian BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. . penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. Seksi Anggaran IIID-4. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan bahan penyusunan rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIID-3. IIID-2. alokasi. dan d. IIID-3. Seksi Anggaran IIID-2. penelaahan permintaan dan revisi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah.90 Pasal 284 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. c. Seksi Anggaran IIID-1. d. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Pasal 287 Seksi Anggaran IIID-1.

dan penyusunan tanggapan LHP dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.91 Pasal 288 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pendapatan. d. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Anggaran IIIE-1. menyusun tanggapan LHP dan melaksanakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya serta pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/ Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. e. b. h. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-3. dan pengembalian belanja Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. dan d. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. Pasal 290 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri atas: a. c. penyiapan bahan pembinaan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. i. Seksi Anggaran IIIE-4. j. f. rekonsiliasi barang milik negara Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan konsep surat pernyataan tanggungjawab Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. c. . rekonsiliasi belanja. verifikasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. g. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-2.

penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. sementara. c. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIIE-3. pendapatan. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. PSO dan Subsidi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . e. rekonsiliasi belanja. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. f. penyusunan konsep surat pernyataan tanggung jawab laporan keuangan. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. verifikasi laporan keuangan. IIIE-2.92 Pasal 291 Seksi Anggaran IIIE-1. monitoring dan evaluasi laporan keuangan. Pasal 292 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. PSO dan Subsidi. penatausahaan data penganggaran. h. . koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. penyusunan berita acara serah terima serta penyusunan tanggapan LHP dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. pengembalian belanja dan barang milik negara. g. serta ABT Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. b. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain.

pemrosesan usulan kode satuan kerja. dan ABT Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. organisasi dan tata laksana direktorat. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian /Lembaga. Pasal 294 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri atas: a. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. penyusunan rancangan alokasi anggaran. . dan b. Seksi Dukungan Teknis. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi penganggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. data. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. definitif. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. j. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran.93 i. PSO dan Subsidi. PSO dan subsidi. dan k. sementara. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. rencana kerja anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. umum. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. Pasal 295 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. keuangan. Pasal 296 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian.

Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga II. c. penyiapan penyusunan norma. b. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. Pasal 299 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. g. e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. . h. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 300 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. d.94 Bagian Kedelapan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 297 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subbagian Tata Usaha. f. b. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. dan e. standar. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. standardisasi.

. pemungutan. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. b. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. f. dan g. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). penyusunan rencana dan realisasi. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pedoman. penatausahaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. e. Pasal 303 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS.95 Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. d. pedoman. dan d. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. c. Pasal 302 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri atas: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Verifikasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. peraturan. Seksi Penerimaan Gas Alam.

Pasal 304 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. peraturan. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan rencana dan realisasi. c. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas.96 (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pemungutan. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. penyusunan rencana dan realisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pengolahan dan verifikasi data. . Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. d. pedoman. b. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pemungutan. standardisasi. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan.

pemungutan. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. . verifikasi data. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. g. penyusunan rencana. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penyusunan rencana dan realisasi. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pedoman. Seksi Verifikasi. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. dan i. Pasal 307 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. dan c. dan realisasi pemungutan. h. b. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. Pasal 306 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri atas: a. peraturan.97 e. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. f. penatausahaan. pedoman. peraturan.

koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Pasal 308 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penelaahan target. standardisasi. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian/ Lembaga. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. d. pengolahan dan verifikasi data. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IC. Pasal 310 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I terdiri atas: a. dan d. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . . pedoman. Subdirektorat Penerimaan Kementerian Negara/Lembaga I dan II masing-masing menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IB. penatausahaan. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian/ Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga.98 (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. c. b. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. penyiapan perumusan norma. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. b. Seksi Verifikasi.

dan d. penelaahan target. standardisasi. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. IIB. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. peraturan. Pasal 313 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. IB. Pasal 314 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. b. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian /Lembaga II. pengolahan dan verifikasi data. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penelaahan target. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pedoman. Seksi Verifikasi. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIC. c. Pasal 312 Subdirektorat Penerimaan Kementerian /Lembaga II terdiri atas: a. peraturan. pedoman. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . . penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga I.99 Pasal 311 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. pengolahan dan verifikasi data.

penelaahan. pengolahan. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. . penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. c. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. dan e. dan c. penelaahan. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. d. Pasal 316 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri atas: a. pengolahan dan konsolidasi data. b. Pasal 317 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma.100 Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. standar. peraturan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. verifikasi data. Seksi Verifikasi. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. kriteria. termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi. penyusunan rencana dan realisasi. pedoman. kriteria. pedoman. Pasal 318 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. penatausahaan. pelaksanaan urusan tata usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. pembukuan. penyiapan bahan perumusan norma. standar.

Pasal 321 Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. organisasi dan tata laksana direktorat. b. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. Pasal 320 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri atas: a. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi data dan informasi PNBP. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. c. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. keuangan.101 Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. pedoman. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. dan d. dan peraturan. b. pedoman. dan c. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan Kementerian/Lembaga. data. dan koordinasi pengolahan. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. standar. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. Pasal 322 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. dan penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. standar. . penyiapan bahan perumusan norma. konsolidasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . umum.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem penganggaran. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. b. standar. c. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem e. Subbagian Tata Usaha. pengembangan. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Standar Biaya. dan f. Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran. d. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan perumusan peraturan. Pasal 326 Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Pasal 325 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri atas: a. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. . penyiapan penyusunan norma. kriteria dan prosedur penerapan sistem penganggaran. penyiapan pemberian penganggaran. standar. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem penganggaran. pedoman. norma. b. prosedur dan kriteria di bidang sistem penganggaran.102 Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 323 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem penganggaran. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

(3) Seksi Penerapan Sistem Penganggaran mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan peraturan. norma. pedoman. c. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerjasama internal dan eksternal dalam rangka perencanaan dan pengembangan sistem penganggaran. b. penyusunan bank data. dan d. dan pedoman penerapan sistem penganggaran. (2) Seksi Proses Bisnis Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis penganggaran sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. bimbingan teknis. perumusan penyempurnaan klasifikasi anggaran serta penyelarasannya dengan fungsi penganggaran. penyusunan standar biaya. b. Seksi Klasifikasi Anggaran. Pasal 330 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma.103 Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. dan d. . kriteria dan prosedur dalam rangka penerapan sistem penganggaran. standar. Seksi Penerapan Sistem Penganggaran. norma. penyiapan bahan pengkajian dan penyempurnaan klasifikasi penganggaran. Pasal 328 Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan peraturan. Seksi Proses Bisnis Penganggaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerja sama internal dan eksternal dalam rangka pengembangan dan penerapan sistem penganggaran. Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran. c. monitoring dan evaluasi serta riset dan pengembangan standar biaya. (4) Seksi Klasifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. e. riset dan kajian standar biaya umum dan standar biaya khusus. dan d. f. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. dan h. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. d. penyusunan standar biaya umum. penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. b. penyiapan bahan penyusunan standar biaya umum. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. serta analisis dan pengembangan standar biaya. penyiapan bank data. serta penyusunan bank data. c. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. Pasal 333 (1) Seksi Standar Biaya I. (2) Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya mempunyai tugas melakukan riset dan kajian standar biaya. Seksi Standar Biaya II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. b. analisis dan pengembangan standar biaya. Pasal 332 Subdirektorat Standar Biaya terdiri atas: a. Pasal 334 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja serta analisis dan evaluasi kinerja penganggaran. c. g. Seksi Standar Biaya III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .104 Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. . Seksi Standar Biaya I.

penyiapan bahan evaluasi. pengembangan. Pasal 337 Seksi Analisis dan Evaluasi Kinerja Penganggaran I. perumusan. penerapan sistem informasi penganggaran dan pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi serta pembinaan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengolahan data dan penyajian informasi penganggaran. Pasal 336 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran terdiri atas: a. b. pemeliharaan dan evaluasi basis data. pelaporan dan rekomendasi. pembangunan. pelaporan dan rekomendasi kinerja penganggaran. penyiapan bahan evaluasi kinerja penganggaran Kementerian /Lembaga. . Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran III. dan c. penyiapan bahan analisis data perencanaan penganggaran. perumusan. Pasal 338 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. c.105 Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. pengembangan. pemeliharaan dan evaluasi basis data. penyiapan bahan analisis data realisasi pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. pembangunan. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran II. b. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan dan penyajian data/informasi. dan d. II. pelaporan dan rekomendasi. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis. b. pelaporan dan rekomendasi. penyiapan bahan pengkajian.

dan e. .106 c. pengolahan dan penyajian data dan informasi penganggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Basis Data Penganggaran. pembangunan. umum. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. pengembangan dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. pembangunan. (2) Seksi Penyajian Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi. dan d. d. (4) Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Infromasi mempunyai tugas melakukan pembangunan. pemeliharaan dan pendayagunaan prasarana teknologi informasi dan komunikasi. organisasi dan tata laksana direktorat. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. perumusan. b. pengembangan. penyiapan bahan pengkajian. Pasal 342 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. perumusan. pemeliharaan dan evaluasi basis data. pengembangan. Seksi Penyajian Informasi Penganggaran. Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Informasi. pembangunan. perumusan. Pasal 340 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri atas: a. Pasal 341 (1) Seksi Basis Data Penganggaran mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. c. perumusan. (3) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. keuangan.

standar. d. . dan f. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. c. b. e. dan e. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. c.107 Bagian Kesepuluh Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Pasal 343 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. Pasal 344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP. Pasal 346 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. penyiapan penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. kajian kebijakan. Pasal 345 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang perekonomian. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang politik. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang kesejahteraan rakyat. b. penyiapan harmonisasi. hukum dan keamanan. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III. kajian kebijakan. dan c. kajian kebijakan. kajian kebijakan. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Pasal 350 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang perekonomian. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang kesejahteraan rakyat. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. Pasal 348 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga terdiri atas: a. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II. dan c. hukum dan keamanan. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang politik. b. kajian kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .108 Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. Pasal 349 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. kajian kebijakan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 353 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. Kematian dan jaminan sosial lainnya. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. penyiapan harmonisasi. b. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. penyiapan harmonisasi. . Pasal 354 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. penyiapan harmonisasi. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP. Kematian dan jaminan sosial lainnya. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. kajian kebijakan. kajian kebijakan.109 Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. Pasal 352 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial terdiri atas: a. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. dan c.

kajian. Pasal 356 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP terdiri atas: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. penyiapan bahan kajian di bidang remunerasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III. kajian kebijakan. kajian kebijakan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 357 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. kajian kebijakan. b. hukum dan keamanan. b. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan bahan harmonisasi penganggaran di bidang remunerasi. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. dan c. kajian kebijakan.110 Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi menyelenggarakan fungsi : a. hukum dan keamanan. . Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. b. Pasal 358 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi. penyiapan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian.

Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 363 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. b. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi lainnya. kajian.111 c. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pegawai negeri. (3) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. organisasi dan tata laksana direktorat. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural. keuangan. Pasal 362 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kajian. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri. penyiapan bahan evaluasi di bidang remunerasi. Pasal 360 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi terdiri atas: a. . pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pejabat negara dan lembaga non struktural. umum. Pasal 361 (1) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. penyiapan bahan pengembangan kebijakan di bidang remunerasi. kajian. dan c. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya. (2) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.

112 Pasal 364 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

Sekretariat Direktorat Jenderal. f. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pajak. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. e.113 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 365 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan. g. penyusunan norma. Direktorat Peraturan Perpajakan II. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. Direktorat Keberatan dan Banding. prosedur dan kriteria di bidang perpajakan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 367 Direktorat Jenderal Pajak terdiri atas: a. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Intelijen dan Penyidikan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. b. . d. perumusan kebijakan di bidang perpajakan. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. d. standar. c. dan e. Direktorat Peraturan Perpajakan I.

Bagian Organisasi dan Tatalaksana. Direktorat Transformasi Proses Bisnis. d. f. l. i. e. Pelayanan. Bagian Perlengkapan. dan m. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. d. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. Bagian Umum. Bagian Kepegawaian. rencana stratejik.114 h. dan Hubungan Masyarakat. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Direktorat Potensi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 368 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. Bagian Keuangan. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. Direktorat Penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . k. kearsipan dan rumah tangga. b. . Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. dan Penerimaan. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada direktorat jenderal. keuangan. kepegawaian. c. Pasal 370 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. j. Kepatuhan. dan pelaksanaan tata usaha.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. administrasi. penyiapan bahan pemberian izin. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. h. administrasi penataan organisasi. dan Subbagian Pengukuran Kinerja. dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. serta penyiapan bahan pemberian izin. Subbagian Organisasi. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. g. pengawasan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 374 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. dan bimbingan konsultan pajak. f. Pasal 373 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri atas: a. Subbagian Tatalaksana. b. . administrasi. d. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. c. prosedur kerja. b. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal.115 Pasal 371 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. e. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. dan bimbingan konsultan pajak. penatausahaan. pengawasan. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. pemantauan. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik.

penempatan. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. dan pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. kesejahteraan pegawai. kepangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. analisis kebutuhan pegawai. dan pengusulan pegawai. Pasal 375 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. d. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. usulan penyaringan pegawai. c. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. penatausahaan. statistik. Pasal 377 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. pelaksanaan tata usaha. Pasal 378 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. penggajian. pemindahan pegawai. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicators. dokumentasi. pelaksanaan pengangkatan. b. d. formasi. b. penggajian. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. penempatan. c.116 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. e. dan Subbagian Umum Kepegawaian. . pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. cuti dan penghargaan pegawai.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Pasal 382 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. dan pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.117 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. dokumentasi. b. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. c. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. cuti dan penghargaan pegawai. usulan penyaringan pegawai. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 381 Bagian Keuangan terdiri atas: a. statistik. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. c. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. Subbagian Penyusunan Anggaran. b. formasi. Pasal 379 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. .

pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. Pasal 383 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlengkapan. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. b. . c. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 386 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. dan pelaksanaan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan. penyiapan dokumen. penyiapan dokumen. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. b. penyiapan dokumen. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Pasal 385 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. Subbagian Pengadaan II. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. dan Penghapusan.118 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaksanaan. c. pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. Pemeliharaan. Subbagian Pengadaan I. dan Subbagian Inventarisasi. d. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan tata usaha. penyajian bahan kegiatan. c. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. b. pengetikan. . Pasal 389 Bagian Umum terdiri atas: a. pelaksanaan surat-menyurat. Pasal 387 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. perjalanan dinas. c. dan Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. dan pelaksanaan pengelolaan rumah tangga kantor pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja kantor pusat. serta kearsipan Kantor Pusat. pencatatan acara. d. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penggandaan. rapat pimpinan dan akomodasi. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Protokol. serta kearsipan kantor pusat.119 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. e. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 390 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. penggandaan. d. (4) Subbagian Inventarisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan protokol. dan ekspedisi. pengetikan. dan rumah tangga. kearsipan. b. dan ekspedisi. pengaturan penerimaan tamu. pelaksanaan bimbingan kearsipan direktorat jenderal.

Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. standar.120 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. perjalanan dinas. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. b. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 391 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. . Pasal 392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. rapat pimpinan dan akomodasi. pencatatan acara. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. pengaturan penerimaan tamu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur dan kriteria di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. c. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. penyiapan penyusunan norma. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. penyajian bahan kegiatan.

Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 393 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri atas: a. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan penelaahan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional.121 d. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan e. d. f. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 394 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. b. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. b. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penegasan (ruling). c. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. .

serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. b. c. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . teknis operasional. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.122 c. penegasan (ruling). jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. . penegasan (ruling). Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. teknis operasional. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. Pasal 397 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. d. Pasal 398 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). Pasal 396 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri atas: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. petunjuk pelaksanaan.

dan elektronik. pertambangan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 400 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri atas: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. c. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. d. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penegasan (ruling). otomotif. Pasal 401 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik.123 Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. teknis operasional. dan Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. b. penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. b. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan.

jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. Pasal 405 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. . d. c. dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Jasa. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). penegasan (ruling). dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri atas: a. jasa. d.124 Pasal 402 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Pasal 404 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. Jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. dan Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. jasa. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. jasa. b. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402.

penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan penyusunan rancangan peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penegasan (ruling). (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. teknis operasional. penegasan (ruling).125 (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. Pasal 406 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. d. b. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. . penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan.

dan Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. dan penyusunan rancangan peraturan. kearsipan. Pasal 410 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. pengolahan data. b. keberatan dan pengurangan. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. teknis operasional.126 Pasal 408 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan rumah tangga Direktorat. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. tata usaha. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. petunjuk pelaksanaan. . Pasal 409 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penegasan (ruling). (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan.

perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. b. dan harmonisasi peraturan perpajakan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. d. c. dan harmonisasi peraturan perpajakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. dan harmonisasi peraturan perpajakan. . Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. c. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. f. dan harmonisasi peraturan perpajakan. d.127 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 411 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. bantuan hukum. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Pajak Penghasilan. g. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bantuan hukum. Subdirektorat Bantuan Hukum. Pasal 413 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri atas: a. b. bantuan hukum. standar. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. bantuan hukum. penyiapan penyusunan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. dan harmonisasi peraturan perpajakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.

petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. d. penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. c. . b. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri.128 Pasal 414 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. dan penyusunan rancangan peraturan. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. teknis operasional. b. dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). Pasal 417 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . teknis operasional. Pasal 416 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri atas: a. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. Pasal 415 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414. c. penegasan (ruling).

penegasan (ruling). dan Pajak Penghasilan Pasal 26. b. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pasal 420 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. . Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. teknis operasional. c.129 Pasal 418 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. petunjuk pelaksanaan. d. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. petunjuk pelaksanaan. Pajak Penghasilan Pasal 23. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. teknis operasional. penegasan (ruling). Pasal 421 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I.

Pasal 424 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. penegasan (ruling). penegasan (ruling). penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. Seksi Perjanjian Eropa. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. f. teknis operasional. c. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. dan pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. b. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. e. b. petunjuk pelaksanaan. pengendalian dan evaluasi peraturan. Pasal 423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. . d. pemantauan. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. Pasal 422 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling).130 (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan peraturan pelaksanaannya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya.

pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 426 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. d. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. dan pemberian bimbingan. . pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. Pasal 425 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. serta penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan.131 c. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. serta penyiapan bahan penelaahan. serta penyiapan bahan penelaahan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan.

pemberian bimbingan. Seksi Bantuan Hukum III. dan Seksi Bantuan Hukum IV. c. Jawa Barat. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Banten. Jakarta Timur. Maluku dan Papua. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. Jakarta Selatan. Pasal 429 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. pelaksanaan. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Jawa Tengah. dan dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Bali. . pelaksanaan. Seksi Bantuan Hukum I. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. b. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. d. c. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat. Seksi Bantuan Hukum II. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Nusa Tenggara. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 428 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan.132 Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. b.

mensinergikan peraturan. Pasal 431 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 430. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan. d. b. dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. dan Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. sinkronisasi peraturan. analisis keterkaitan peraturan. teknis operasional. c. Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. . d. c. dan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. Pasal 432 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri atas: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. teknis operasional. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan.133 Pasal 430 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. petunjuk pelaksanaan.

petunjuk pelaksanaan. c. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. penyiapan penyusunan norma. teknis operasional. Pasal 434 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional.134 Pasal 433 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. prosedur dan kriteria di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. petunjuk pelaksanaan. standar. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435. . Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 435 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. tata usaha. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . teknis operasional. kearsipan.

c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penelaahan.135 d. bimbingan. pengendalian. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan. Pasal 439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438. pemantauan. penyusunan. b. c. penyusunan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan. dan Seksi Strategi Pemeriksaan. d. Subbagian Tata Usaha. pengendalian. pemantauan. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. Pasal 440 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi. dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. dan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. pengendalian. pemantauan. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan. e. penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Penagihan. pemantauan. dan e. Pasal 438 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan. Pasal 437 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri atas: a. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan. . g. f. c. b.

c. pemantauan. pemantauan. pengendalian. Pasal 442 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pengawasan. dan Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan. pemantauan. bimbingan. c. pengawasan. dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. pengendalian. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. b. . penyusunan. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. pengendalian. penyusunan. Pasal 444 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri atas: a. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. pengendalian. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak. Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan. pemantauan. pemantauan. penyusunan. Pasal 445 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak.136 Pasal 441 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. Seksi Teknik Pemeriksaan. pengendalian.

(3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. c. Pasal 449 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan. b. bimbingan. Pasal 447 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup. c. Pasal 448 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri atas: a. penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. pengendalian. pemantauan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. Pasal 446 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengawasan. pengendalian. penyusunan. pemantauan. pengendalian. penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam.137 (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. . b. dan Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. pengendalian. pengendalian. bimbingan. penyiapan bahan penelaahan.

b. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. dan Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. penyusunan. pemantauan. bimbingan. penyusunan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. pemantauan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penelaahan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. Seksi Kerjasama Pemeriksaan. Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan. penyusunan. pengendalian. dan evaluasi terhadap dukungan teknis. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. bimbingan. Pasal 452 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri atas: a. penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. dukungan teknis. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. penyiapan bahan penelahaan. pengendalian.138 (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 453 (1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. pengendalian. c. pengendalian. dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. koordinasi. sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. pemantauan. pengendalian. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. . pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan. b. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. bimbingan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. bimbingan. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. bimbingan. Pasal 450 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait.

dan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. . pengendalian. b. c. koordinasi. bimbingan. koordinasi. Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan. pengendalian. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. penyusunan. pengendalian. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak.139 (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. b. Pasal 455 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 454. dan Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Pasal 454 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengawasan. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. Pasal 457 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. pengendalian. c. Pasal 456 Subdirektorat Penagihan terdiri atas: a.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Rekayasa Keuangan. b. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan.140 (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. prosedur dan kriteria di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. dan penghapusan tunggakan pajak. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 458 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. . Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pemantauan. penelaahan. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 459 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. pengendalian mutu penagihan pajak. Subdirektorat Intelijen Perpajakan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. penyiapan perumusan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. standar. Pasal 460 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459. tata usaha. dan e. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. pengawasan. dan penatausahaan penagihan pajak. d. Pasal 461 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri atas: a. piutang pajak.

141 c. Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. dan standardisasi teknis data intelijen. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. pengelolaan data intelijen. penatausahaan. c. . analisis. dan pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan. Pasal 464 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri atas: a. Subdirektorat Penyidikan. analisis. e. analisis. b. Pasal 465 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. e. dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen. Pasal 463 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462. c. penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait. pengawasan. Seksi Intelijen Perpajakan II. analisis. pengendalian. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. Pasal 462 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan. Seksi Intelijen Perpajakan I. serta pelaksanaan intelijen. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi kegiatan intelijen. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan. d. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. f. b. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. d.

c. penyusunan. b. Seksi Rekayasa Keuangan II. Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengaduan. pengawasan. b. serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. . pengendalian. data. penyusunan. penyiapan bahan penelaahan. analisis. penyusunan. Seksi Rekayasa Keuangan I. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. laporan. c. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. dan pengaduan. dan Seksi Rekayasa Keuangan III.142 (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. analisis. pemantauan. dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen. data. laporan. pemantauan. identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan. dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 468 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri atas: a. laporan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. Pasal 469 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. data. Pasal 466 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. pengendalian. pemantauan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. dan pengaduan.

c. Pasal 472 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri atas: a. penyusunan. dan bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan. pemantauan. dan pengaduan. pemantauan. .143 (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. laporan. data. pemantauan. penatausahaan. pemantauan. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II. pengawasan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. dan pengaduan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. pengendalian. data. pengendalian. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. laporan. pengendalian. b. Pasal 470 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. c. bimbingan. penyusunan. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. (3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. b. penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

(3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Pasal 474 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengawasan. Seksi Penyidikan II. penatausahaan. bimbingan. (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. pengendalian. Pasal 476 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a.144 Pasal 473 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. pengawasan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pemantauan. . dan bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. penyusunan. c. pemantauan. b. pemantauan. Seksi Penyidikan I. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan.

kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pengendalian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan.145 Pasal 477 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. d. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. Pasal 480 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479. b. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. tata usaha. c. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. standar. prosedur dan kriteria di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 479 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. . dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. penyiapan penyusunan norma. dan e. Pasal 478 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.

e. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. .146 Pasal 481 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. Subdirektorat Penilaian I. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pendataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. b. c. b. Subdirektorat Ekstensifikasi. Subbagian Tata Usaha. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis Pasal 484 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri atas: a. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. dan Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. dan penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. Seksi Teknis Ekstensifikasi. d. Subdirektorat Penilaian II. Pasal 482 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. f. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi.

. b. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran.147 (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. pendataan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486. pendataan. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. c. Pasal 488 Subdirektorat Pendataan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. Pasal 486 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. c. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Pasal 489 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. pendataan.

evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan.148 Pasal 490 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. . perhutanan. b. Seksi Penilaian Massal Bumi. penyiapan bahan perumusan. b. Pasal 492 Subdirektorat Penilaian I terdiri atas: a. analisis keseimbangan nilai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. c. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. penilaian individu sektor perkebunan. penyiapan bahan perumusan. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. komersial. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. c. Pasal 493 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. pemantauan. dan Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. dan penyiapan bahan perumusan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus.

dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 497 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. penyiapan bahan perumusan.149 Pasal 494 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. Pasal 496 Subdirektorat Penilaian II terdiri atas: a. b. evaluasi. Seksi Penilaian Massal Bangunan. c. b. c. industri. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. dan Seksi Penilaian Individu Pertambangan. evaluasi. . pemantauan. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan penyiapan bahan perumusan. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. penilaian individu sektor perumahan. penyiapan bahan perumusan.

Pasal 500 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 499. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keberatan dan banding. dan e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang keberatan dan banding. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. Pasal 501 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. . dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang keberatan dan banding. Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 499 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang keberatan dan banding. tata usaha. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. prosedur dan kriteria di bidang keberatan dan banding. kearsipan. b. b.150 Pasal 498 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. f. d. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

pembatalan. dan keberatan di wilayah Sulawesi. Pasal 503 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 502. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. pembatalan. dan pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan keberatan. d. penghapusan. penghapusan. dan penyusunan teknis operasional pembetulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bali. pengurangan. Pasal 505 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Jakarta Selatan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Nusa Tenggara. Jakarta Timur. penelaahan. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. penghapusan. dan keberatan. Maluku dan Papua. b. pengurangan. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. penghapusan. dan Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. dan keberatan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. c. pembatalan. pengurangan.151 Pasal 502 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pembatalan. . wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. pengurangan. pengurangan. penghapusan. pembatalan. penghapusan. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. b. pembatalan. penyiapan bahan penelaahan. Pasal 504 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri atas: a.

Seksi Banding dan Gugatan IA. pengurangan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan.152 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Pasal 507 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 506 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penyiapan bahan penelaahan. b. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. pembatalan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. . serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan keberatan di wilayah Sumatera. Pasal 508 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri atas: a. Jawa Tengah. c. Seksi Banding dan Gugatan IB. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Banding dan Gugatan IC. Pasal 509 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. penghapusan. Jawa Barat. Banten. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak.

Pasal 510 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan Jawa Tengah. dan Seksi Banding dan Gugatan IIC. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Sulawesi. c. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Nusa Tenggara. Bali. Seksi Banding dan Gugatan IIA. Jakarta Selatan. penelaahan. Seksi Banding dan Gugatan IIB. dan Jakarta Timur. Papua. penyiapan bahan penelaahan. dan Jawa selain Jakarta. . b. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera.153 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Maluku. Kalimantan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Barat. Sulawesi. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. Pasal 512 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri atas: a. Pasal 513 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 511 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak.

penyiapan bahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. c. dan Seksi Evaluasi Banding. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan banding di Pengadilan Pajak. pembatalan. penyiapan bahan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. Pasal 516 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri atas: a. penghapusan. penghapusan. keberatan. pengurangan. dan penatausahaan. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 514 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. b. pengendalian. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. penyiapan bahan pemantauan. penghapusan. Pasal 517 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan.154 (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pengendalian. pemantauan. keberatan. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Peninjauan Kembali. Maluku. pengurangan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan keberatan. dan Peninjauan Kembali. pengurangan. penatausahaan. Gugatan. keberatan. dan Papua. Nusa Tenggara. b. penghapusan. pembatalan. penatausahaan. pembatalan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. pengurangan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. . pembatalan. Bali. Pasal 515 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. banding di Pengadilan Pajak.

kepatuhan. kepatuhan. dan Penerimaan Pasal 519 Direktorat Potensi. dan penerimaan. Pasal 521 Direktorat Potensi. Subdirektorat Dampak Kebijakan. Kepatuhan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang potensi. Kepatuhan. dan penerimaan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. dan Penerimaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang potensi. dan penerimaan. pengendalian. penyiapan bahan pemantauan. dan e. Pasal 518 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. c. Gugatan. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan penerimaan. c. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. tata usaha. prosedur dan kriteria di bidang potensi. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Kepatuhan. kepatuhan. penyiapan penyusunan norma. . pelaksanaan tata usaha direktorat. dan rumah tangga Direktorat. standar. Kepatuhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Penerimaan terdiri atas: a. kepatuhan. dan penerimaan. Direktorat Potensi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang potensi. Subdirektorat Potensi Perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. d. b.155 (3) Seksi Evaluasi Banding. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang potensi. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. kepatuhan.

Pasal 523 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522. b. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. Seksi Potensi Sektor Jasa. pengendalian. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. Pasal 524 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri atas: a. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. Subbagian Tata Usaha. Seksi Potensi Sektor Industri. serta pemantauan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyusunan kebijakan. Pasal 522 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. serta pemantauan. b. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pemantauan. Pasal 525 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. dan c. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. pengendalian. e. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. f.156 d. dan pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. . (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. serta pemantauan. pengendalian. pengendalian. penelaahan.

pengendalian. b. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. . Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Pasal 529 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 530 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. serta pemantauan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan Seksi Dampak Kebijakan Umum. pemilihan tema penelitian perpajakan. penelaahan. c. dan pendistribusian hasil penelitian. penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 528 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri atas: a. c.157 Pasal 526 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan. penelaahan dan penelitian perpajakan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan. c. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. pemantauan. pemantauan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. pengendalian. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. b. c. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. dan Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. dan penyusunan kebijakan. Pasal 532 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri atas: a. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. d. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. e. serta pemantauan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. pengendalian. d.158 Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. dan penyusunan kebijakan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. serta pemantauan. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 533 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak.

Pasal 536 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri atas: a. b. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. b. statistik. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. dan Seksi Evaluasi Penerimaan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. pemantauan. c. rekonsiliasi. Pasal 537 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . statistik. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. dan penyusunan kebijakan. penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. d. Pajak Pertambahan Nilai. pemantauan.159 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. penelaahan. e. pengendalian. c. dan penatausahaan penerimaan pajak. rekonsiliasi. f. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. analisis. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 534 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. pengendalian. analisis. serta pemantauan. d. dan penatausahaan penerimaan pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan.

pelayanan dan hubungan masyarakat. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. dan Hubungan Masyarakat Pasal 539 Direktorat Penyuluhan.160 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. prosedur dan kriteria di bidang penyuluhan. d. kearsipan. c. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelayanan dan hubungan masyarakat. penyiapan penyusunan norma. Pasal 538 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan. pelayanan. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyuluhan. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan. penyusunan. Pelayanan. b. dan hubungan masyarakat. dan e. Direktorat Penyuluhan. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pelayanan dan hubungan masyarakat. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan dan hubungan masyarakat. standar. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. . serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. tata usaha. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. Pelayanan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi.

i. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pengendalian. penyiapan teknik. Subbagian Tata Usaha. dan peraturan non perpajakan. g. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. dan pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. j. b. Pelayanan. c. pengendalian. e.161 Pasal 541 Direktorat Penyuluhan. d. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. f. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. dokumentasi peraturan perpajakan. pemantauan. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. Pasal 542 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. . c. e. pengendalian. h. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. d. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. metode. riset pelajar dan mahasiswa. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyusunan kebijakan. f. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. dan materi penyuluhan pajak. penelaahan.

dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. Pasal 546 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan kebijakan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Materi Penyuluhan. dan Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. serta pemantauan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. serta pemantauan. c. serta pemantauan. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. riset pelajar dan mahasiswa. dan penyusunan kebijakan. b. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. serta pemantauan. . (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dukungan Penyuluhan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan.162 Pasal 544 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri atas: a. d. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. dan penyusunan kebijakan. serta pemantauan. b. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 545 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. pengendalian. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan.

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. dan bimbingan pelaksanaan pelayanan. d. Pasal 549 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelayanan Pengaduan. d. Pasal 548 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri atas: a. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. pengendalian. pengendalian. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.163 c. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. pengendalian. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pemantauan. . pengendalian. b. pengendalian. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. Pasal 550 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based.

Pasal 554 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Pasal 552 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri atas: a. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. Seksi Pengelolaan Berita. pengendalian. pengendalian. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. c. Seksi Hubungan Internal. d. pengendalian. . Seksi Hubungan Eksternal. serta pemantauan dan pengelolaan berita. Pasal 553 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. d. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. dan pengelolaan situs.164 b. pemantauan. baik internal maupun eksternal. pengendalian. dan Seksi Pengelolaan Situs. c. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. b. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.

(3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Kemitraan Wajib Pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. tata usaha. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. pengendalian. pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. dan penyusunan. c. dan rumah tangga Direktorat. b. Seksi Kerjasama Luar Negeri. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pengendalian. pelaksanaan. pengendalian. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. Pasal 558 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. kearsipan. penyusunan kebijakan teknis. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. pelaksanaan. serta pelaksanaan. b. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. .165 Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. d. dan bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). Pasal 557 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 556 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri atas: a. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri.

serta pemantauan. d. Subdirektorat Pelayanan Operasional. c. aplikasi. . d. prosedur dan kriteria di bidang teknologi informasi perpajakan. standar. Pasal 561 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknologi informasi perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. dan penyusunan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. registrasi Wajib Pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. Pasal 562 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pendukung Operasional. b. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. serta administrasi program aplikasi. pelaksanaan tata usaha direktorat. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. c. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengendalian. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur.166 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 559 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknologi informasi perpajakan. e. b. dan e.

Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. aplikasi.167 Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. serta administrasi program aplikasi. Pasal 564 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri atas: a. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. dukungan teknis. dan administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. registrasi Wajib Pajak. serta pemantauan. . c. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. dan jaringan komunikasi data. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . aplikasi. dan Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. d. serta pemantauan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. dan jaringan komunikasi data. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. registrasi Wajib Pajak. dukungan teknis. pemantauan. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. d. dukungan teknis. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. aplikasi. serta pemantauan. b. Pasal 565 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. registrasi Wajib Pajak. b. dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi teknik operasional. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta administrasi program aplikasi.

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pertukaran data elektronik. b. pemantauan. serta pengelolaan intranet dan internet. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pemutakhiran data tampilan. pertukaran data elektronik. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pelaksanaan bimbingan sistem. c. Pasal 568 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri atas: a. pertukaran data elektronik. pengendalian. d. pengendalian. penelaahan. pengendalian. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. pengelolaan intranet dan internet. pertukaran data elektronik. Seksi Pertukaran Data Elektronik. Pasal 569 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. serta administrasi pekerjaan.168 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan bimbingan sistem. pemutakhiran data tampilan. c. pemutakhiran data tampilan. d. serta pengelolaan intranet dan internet. dan administrasi pekerjaan. pemutakhiran data tampilan. dan Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. Pasal 566 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. kegiatan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. dan pelaksanaan tugas. serta pemantauan. serta pengelolaan intranet dan internet. . dan evaluasi kebijakan teknik operasional. Seksi Bimbingan Sistem. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu.

pengolahan data dan dokumen. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pengendalian. pengendalian. pengendalian. serta pemantauan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. basis data. serta pengolahan data dan dokumen. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta administrasi pekerjaan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. b. dan administrasi program aplikasi. pengolahan data dan dokumen. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta administrasi pekerjaan. dan penyusunan kebijakan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. basis data. pengendalian. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. Pasal 570 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. pengolahan data dan dokumen. serta pemantauan. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. e. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi program aplikasi. basis data. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. c. serta administrasi program aplikasi. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur.169 (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. basis data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta pemantauan. d. pengendalian.

serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. tata usaha. pengendalian. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta pemantauan. serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi teknik operasional. d. serta administrasi program aplikasi. b. kualitas dan transfer data. penyimpanan. dan Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. pengendalian. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. c. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 573 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. kearsipan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan rumah tangga Direktorat. serta pemantauan. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. . serta administrasi program aplikasi. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta administrasi program aplikasi. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. Pasal 574 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.170 Pasal 572 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri atas: a. Seksi Pemantauan Basis Data. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik.

dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). e. Subdirektorat Transformasi Organisasi. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. standar. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. b. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Investigasi Internal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. Subdirektorat Kepatuhan Internal. f. Subbagian Tata Usaha.171 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 575 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. prosedur dan kriteria di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. c. Pasal 578 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. d. d. . Pasal 577 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. g. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. c. dan penyusunan strategi. dan e.

Seksi Pengujian Kepatuhan. Seksi Penjaminan Kualitas. c. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. koordinasi. b. Pasal 582 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 581 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. b. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Seksi Internalisasi Kepatuhan. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan.172 Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Pasal 583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. dan c. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. Pasal 580 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri atas: a. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. . pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. perancangan. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a.

serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. Pasal 586 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang.173 b. . dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. Seksi Investigasi Internal I. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. e. b. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. d. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. Pasal 585 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. Pasal 584 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri atas: a. dan pelaksanaan sistem investigasi internal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. Seksi Investigasi Internal II. perancangan. dan Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. c. perancangan.

uraian jabatan. perancangan. Seksi Perencanaan Strategis. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan analisis jabatan. Pasal 588 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri atas: a. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. c.174 Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. dan analisis jabatan. pengukuran kinerja pegawai. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. uraian jabatan. b. pelaksanaan. Pasal 589 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). . d. c. prosedur kerja. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). b. prosedur kerja. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. dan manajemen kepegawaian lainnya. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 590 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. dan Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. dan penyiapan bahan kelembagaan. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan.

penyiapan bahan evaluasi. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. dan kompensasi. c. dan Kompensasi. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. serta asistensi. e. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. promosi. penyiapan bahan evaluasi. b. Pasal 592 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri atas: a. Pasal 593 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. dan Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. d. dan kompensasi. promosi. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.175 Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. Promosi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. penyiapan bahan evaluasi. promosi. b. Promosi. dan kompensasi. . dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan.

penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. analisis kriteria kompetensi pegawai. d. . Pasal 596 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri atas: a. kearsipan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. Pasal 597 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai.176 Pasal 594 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. serta evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 598 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. b. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha. c. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. b. dan Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. dan rumah tangga direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai.

analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dan e. Pasal 601 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 599 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Subbagian Tata Usaha. c. d. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Pasal 602 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .177 (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. serta evaluasi sistem informasi. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. d. e. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. . prosedur dan kriteria di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi.

c. Pasal 606 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan evaluasi konfigurasi basis data. dan evaluasi sistem informasi. c. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. Pasal 605 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. Pasal 604 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri atas : a. instalasi. Pasal 607 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. b. perancangan. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. perancangan. perencanaan. perencanaan. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. b. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penelitian. dan d. (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. instalasi. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. . instalasi konfigurasi basis data. b. perencanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. dan evaluasi jaringan komunikasi data. penelitian. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan.178 Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. perancangan.

perancangan. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. perancangan. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. . Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. dan evaluasi konfigurasi basis data.179 c. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. dan evaluasi aplikasi perpajakan. dan evaluasi jaringan komunikasi data. instalasi aplikasi perpajakan. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. Pasal 610 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. pengelolaan basis data. Pasal 608 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri atas: a. b. dan aplikasi informasi dan pelaporan. dan penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. instalasi. b. Seksi Pengelolaan Basis Data. perencanaan perancangan. instalasi. aplikasi informasi geografis. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perencanaan. dan pengelolaan data spasial. d. dan Seksi Pengelolaan Data Spasial. penelitian. c. b. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. Pasal 609 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. d. Pasal 612 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. instalasi. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. perencanaan. aplikasi informasi geografis.

Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. b. pengembangan. serta administrasi program aplikasi. pengembangan. Pasal 614 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. Pasal 613 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. serta administrasi program aplikasi. kearsipan. . dan instalasi aplikasi informasi geografis. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 615 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi proses bisnis. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. dan Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. serta administrasi program aplikasi. dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. tata usaha. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. pengembangan.180 c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan.

Seksi Pengembangan Penyuluhan I. f. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. perancangan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. pengkajian. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. d. penyusunan strategi. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. Pasal 618 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. penyiapan penyusunan norma. d. Pasal 617 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang transformasi proses bisnis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi proses bisnis.181 c. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. perancangan. Subdirektorat Manajemen Transformasi. dan b. penyiapan bahan penyusunan strategi. e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 620 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. . Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. standar. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. g. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. c. c.

pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. perancangan. perancangan. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. . dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. dan Seksi Pengembangan Pelayanan II.182 Pasal 621 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri atas: a. b. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 625 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. Pasal 622 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. perancangan. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. penyiapan bahan penyusunan strategi. Seksi Pengembangan Pelayanan I. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan.

dan penilaian. Pasal 629 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian.183 Pasal 626 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. penyusunan strategi. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. perancangan. Pasal 627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. penyiapan. penyusunan strategi. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. b. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 628 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri atas: a. dan Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. penyiapan. pendataan. . perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. Pasal 630 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. c. b. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum.

dan penilaian. pendataan. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. analisis risiko. c. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan strategi. b. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. perancangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi manajemen perubahan. pelaksanaan uji coba konsep.184 Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. Pasal 633 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. pendataan. perancangan. Pasal 632 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. pelaksanaan uji coba konsep. serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. . penyiapan bahan penyusunan strategi. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. perancangan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. b. dan Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. dan penilaian. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. pemetaan. pendataan. d. dan penilaian. Pasal 634 Subdirektorat Manajemen Transformasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pemutakhiran rencana.

dan Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan. Pasal 636 Subdirektorat Manajemen Transformasi terdiri atas: a. . dan rumah tangga Direktorat. b. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. kearsipan. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subdirektorat Manajemen Transformasi menyelenggarakan fungsi: a. c.185 Pasal 635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. dan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. serta koordinasi manajemen perubahan. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. penyiapan bahan pelaksananaan koordinasi manajemen perubahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan. b. analisis risiko. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. analisis risiko. (2) Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. d. Pasal 637 (1) Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. tata usaha.

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.186 Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 639 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 640 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Teknis Kepabeanan. dan e. penyusunan norma. f. dan i. standar. d. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. h. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 643 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri atas: a. . Direktorat Penindakan dan Penyidikan. e. Direktorat Audit. d. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. c. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.187 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 641 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Kepabeanan Internasional. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. Direktorat Cukai. perumusan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 642 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641. Sekretariat Direktorat Jenderal. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan dan cukai. b.

kepegawaian dan keuangan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan.188 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 644 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. dan f. e. dan d. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. c. dan penyusunan jabatan fungsional. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan dokumentasi direktorat jenderal. b. kearsipan. d. analisa jabatan. c. evaluasi peringkat jabatan. . Bagian Kepegawaian. pelaksanaan tata usaha. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 646 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. analisa beban kerja. b. Pasal 647 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Bagian Perlengkapan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. ketatalaksanaan. pengembangan kinerja organisasi. penataan organisasi.

dan pakaian dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 651 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana I. monitoring sistem dan evaluasi prosedur kerja. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi. Pasal 649 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai. b. Subbagian Tata Laksana II. standar beban kerja dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan d. dan pengembangan jabatan fungsional di bidang kepabeanan dan cukai. (4) Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman. pengkajian. c. evaluasi peringkat jabatan. c. standard norma waktu dan pengembangan pelayanan publik Direktorat Jenderal.189 b. penyusunan uraian jabatan. penyiapan bahan pelaksanaannya. dan evaluasi peringkat jabatan. Pasal 650 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan monitoring organisasi. dan penyusunan prosedur standar operasi serta evaluasi d. analisis jabatan. dan penyusunan jabatan fungsional. tata naskah persuratan dinas. (3) Subbagian Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis beban kerja. . implementasi. penelaahan dan evaluasi jabatan. prosedur kerja. (2) Subbagian Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan standar norma waktu. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal.

serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. dan mutasi kepegawaian lainnya. formasi dan pengadaan pegawai. b. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. c. Pasal 654 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. b. dan d. pemindahan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. penempatan. penempatan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 655 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. penindakan. penyiapan bahan perencanaan. dan penjatuhan hukuman disiplin. c. dan mutasi kepegawaian lainnya. formasi dan pengadaan pegawai. dan dokumentasi kepegawaian. pendataan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. cuti. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. pendataan pegawai. . dan penjatuhan hukuman disiplin. dan d. dan dokumentasi kepegawaian. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. Pasal 653 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a.190 Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. penindakan. Subbagian Umum Kepegawaian. ujian jabatan. cuti. pelaksanaan urusan pengangkatan. penggajian. pemindahan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penggajian. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan.

Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. . b. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Subbagian Penyusunan Anggaran.191 Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. b. dan d. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Pasal 659 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. c. dan d. Pasal 658 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 657 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Gaji. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. c.

192 Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. distribusi. kearsipan. pemeliharaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa sarana. dan c. Pasal 661 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. . serta pelaksanaan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. dan penghapusan perlengkapan. Pasal 663 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. penggandaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan kearsipan Direktorat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. dan c. Subbagian Pengadaan. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. b. dan penghapusan perlengkapan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. pengetikan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. pelaksanaan urusan surat menyurat. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 662 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan. penyiapan dokumen. penyiapan dokumen. serta pelaksanaan. b. pelaksanaan urusan inventarisasi. pemeliharaan.

pelaksanaan urusan rumah tangga. d. dan d. akomodasi. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. b. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. pemeliharaan sarana. pengetikan. protokol. dan rumah dinas kantor pusat. pengamanan kantor. keprotokolan. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 667 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknis kepabeanan. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. poliklinik. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. dan e. penggandaan.193 c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. Pasal 666 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. . distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. Pasal 665 Bagian Umum terdiri atas: a. poliklinik dan rumah dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Kesejahteraan. pelaksanaan kesejahteraan. Subbagian Rumah Tangga. dan akomodasi Direktur Jenderal. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha. dan akomodasi Direktur Jenderal. pengamanan kantor. c.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. e. d. Subbagian Tata Usaha. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan e. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. barang tidak dikuasai. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. barang dikuasai negara. tempat penimbunan pabean.194 Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis kepabeanan. Subdirektorat Impor. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. Pasal 669 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri atas: a. dan c. . Pasal 671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 670. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. dan barang milik negara. b. c. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Ekspor. b. dan f. standar. prosedur dan kriteria di bidang teknis kepabeanan. Subdirektorat Impor menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Nilai Pabean. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 670 Subdirektorat Impor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Klasifikasi Barang. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b.

Seksi Penangguhan Bea Masuk. (2) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor dan bea keluar. Seksi Impor II. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak dikenakan bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. barang dikuasai negara. b. tempat penimbunan pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. dan b. Pasal 674 Subdirektorat Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. Seksi Impor I. (3) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang tidak dikuasai. c.195 Pasal 672 Subdirektorat Impor terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan barang milik negara. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor sesuai dengan pembagian tugas yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 673 (1) Seksi Impor I dan Seksi Impor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. Pasal 675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Ekspor menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. b. (3) Seksi Ekspor III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan. Seksi Klasifikasi I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 678 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan tarif bea keluar. (2) Seksi Ekspor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan tarif bea keluar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pengamanan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. Seksi Klasifikasi II. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. tarif bea masuk pengamanan. dan tarif bea masuk. profil komoditi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Ekspor III. . tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Pasal 677 (1) Seksi Ekspor I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Seksi Ekspor I. Seksi Ekspor II. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. Pasal 680 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk. b.196 Pasal 676 Subdirektorat Ekspor terdiri atas: a. dan b.

tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .197 c. tarif bea masuk. tarif bea masuk. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. Seksi Klasifikasi IV. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk. . tarif bea masuk pengamanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. Seksi Klasifikasi III. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk. Pasal 681 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pengamanan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk.

Pasal 683 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 682. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. dan d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. standardisasi dan bimbingan teknis. . Seksi Nilai Pabean II. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Pasal 685 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. Seksi Nilai Pabean I. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Nilai Pabean III. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Nilai Pabean IV. (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. dan data harga. Pasal 684 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri atas: a. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a.198 Pasal 682 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. b. standardisasi dan bimbingan teknis.

profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. d. Pasal 689 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri atas: a. Pasal 686 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 687 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang fasilitas kepabeanan. c. penyiapan penyusunan norma. dan e. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pembebasan. Subbagian Tata Usaha. standar. d. c. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. dan e. prosedur dan kriteria di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. b. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. .199 (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. b.

Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sosial. barang untuk keperluan badan internasional. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. bahan terapi manusia. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. b. serta barang pribadi penumpang. . pelintas batas dan barang kiriman. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. barang contoh. serta barang keperluan proyek pemerintah. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.200 Pasal 690 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. kemusnahan. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 690. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. buku ilmu pengetahuan. awak sarana pengangkut. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. amal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penurunan mutu. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. barang keperluan olahraga. barang yang mengalami kerusakan. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. pengerjaan dan pengujian. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. peternakan atau perikanan. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. standardisasi dan bimbingan teknis. c. barang pindahan.

barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. dan penjenisan jaringan. dan barang kiriman. pengelompokan darah. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. pengerjaan dan pengujian. barang untuk keperluan badan internasional. (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. awak sarana pengangkut. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. . kemusnahan. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. d. bahan terapi manusia. peternakan atau perikanan. dan Seksi Pembebasan IV. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. sosial. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. penurunan mutu. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. Seksi Pembebasan III. amal. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Seksi Pembebasan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. barang yang mengalami kerusakan. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. pelintas batas. barang pindahan. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 693 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. standardisasi dan bimbingan teknis. b. barang pribadi penumpang. buku ilmu pengetahuan. barang yang telah diekspor untuk perbaikan.201 Pasal 692 Subdirektorat Pembebasan terdiri atas: a. barang contoh. c. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. Seksi Pembebasan II. standardisasi dan bimbingan teknis.

Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. Pasal 695 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 697 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi.202 Pasal 694 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. . Seksi Fasilitas Aneka Tambang. Pasal 698 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. dan b.

Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. b. . (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. dan tempat lelang berikat. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. tempat daur ulang berikat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. dan c. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. Pasal 700 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri atas: a. Pasal 701 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor.203 Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang cukai. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. b. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang cukai. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. Pasal 705 Direktorat Cukai terdiri atas: a. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. d.204 Pasal 702 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 703 Direktorat Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang cukai. kearsipan. rumah tangga dan kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan norma. b. prosedur dan kriteria di bidang cukai. Subdirektorat Aneka Cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. c. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang cukai. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. c. standar. dan e.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau.205 Pasal 706 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. produksi. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. b. harga dasar. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. impor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemasukan. pemasukan. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. harga dasar. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 708 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri atas: a. Pasal 709 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. b. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. ekspor. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. ekspor. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. . Seksi Cukai Hasil Tembakau III. harga dasar. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau.

standardisasi dan bimbingan teknis. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. Seksi Aneka Cukai I. impor. pemantauan perkembangan harga pasar. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. produksi. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 712 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri atas: a. Seksi Aneka Cukai II. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. harga dasar. Seksi Aneka Cukai III. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis.206 Pasal 710 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. Pasal 713 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. ekspor. pemantauan perkembangan harga pasar. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. b. ekspor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. . standardisasi dan bimbingan teknis. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. pemasukan. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. pemasukan. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai.

pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. b. b. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 714. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. . (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyimpanan. Pasal 717 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. serta pelaksanaan urusan penyediaan. pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis.207 Pasal 714 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 716 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri atas: a. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 721 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri atas: a. prosedur dan kriteria di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Subdirektorat Penyidikan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penindakan. Subdirektorat Intelijen. standar. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. b. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 719 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Narkotika. c. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. f. d. dan g. Subdirektorat Sarana Operasi. penyiapan penyusunan norma. e.208 Pasal 718 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. b. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . dan e. kearsipan. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a.

c. standardisasi dan bimbingan teknis.209 Pasal 722 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Intelijen III. Pasal 725 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 724 Subdirektorat Intelijen terdiri atas: a. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. Seksi Pangkalan Data Intelijen. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Intelijen II. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan d. dan d. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. barang hasil pelanggaran HAKI. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. b. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai.

210 (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penindakan I. Pasal 727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. barang larangan dan pembatasan. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. barang hasil pelanggaran HAKI. . barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. b. dan c. Pasal 726 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Pasal 728 Subdirektorat Penindakan terdiri atas: a. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. Seksi Penindakan III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan II. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

211 Pasal 729 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 730 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 731 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. (3) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. barang larangan dan pembatasan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. dan c. patroli dan operasi di bidang prekursor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Narkotika dan Psikotropika. dan c. psikotropika dan prekursor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 732 Subdirektorat Narkotika terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. b. Seksi Prekursor. prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Pasal 734 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 735 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. barang bukti. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan prekursor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. .212 Pasal 733 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika.

standardisasi dan bimbingan teknis. barang bukti. pengelolaan cabang rumah tahanan. Pasal 739 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. c. b. Seksi Barang Hasil Penindakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 737 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. . dan d. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Tempat Tahanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Seksi Penyidikan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 738 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.213 Pasal 736 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. Seksi Penyidikan II. pemeliharaan keamanan.

dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. kearsipan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. dan c. Seksi Sarana Operasi I. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi II. dan sarana operasi lainnya.214 b. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. Pasal 742 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. penginderaan. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. penginderaan. sarana operasi narkotika dan psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. sarana operasi narkotika dan psikotropika. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. b. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. Pasal 741 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. Pasal 740 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri atas: a. . Seksi Sarana Operasi III. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis.

215 Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 743 Direktorat Audit mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang audit kepabeanan dan cukai. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur dan kriteria di bidang audit kepabeanan dan cukai. Pasal 745 Direktorat Audit terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. d. b. standar. b. Subdirektorat Evaluasi Audit. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. Pasal 746 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. c. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. c. penyiapan penyusunan norma. dan e. d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang audit kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Perencanaan Audit.

evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 750 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Seksi Perencanaan Audit II. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. b. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 748 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis.216 Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. dan c. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. serta perencanaan audit di bidang cukai. Pasal 749 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit I. Seksi Perencanaan Audit III.

Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 752 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Audit III. (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Pelaksanaan Audit II. Pasal 754 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Pelaksanaan Audit I. Pasal 753 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai.217 Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. standardisasi dan bimbingan teknis.

dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 757 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis.218 Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. b. Pasal 758 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. . dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Pasal 756 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri atas: a. dan c. (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. kearsipan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis.

serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. e. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan internasional. c. b. Pasal 761 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri atas: a. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. Subdirektorat Kerja Sama Regional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral.219 Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 759 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan internasional. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. . serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan e. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan internasional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. b. d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 762 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. standardisasi dan bimbingan teknis.

pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 766 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . Seksi Kerja Sama Multilateral I. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 764 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan.220 b. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. dan d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. dan c. c. Seksi Kerja Sama Multilateral II. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. b. Pasal 765 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. Seksi Kerja Sama Multilateral III. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO.

evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral III. b. Seksi Kerja Sama Bilateral I. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral.221 Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 769 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Bilateral II. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Asia dan Afrika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Australia dan Pasifik. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Australia dan Pasifik. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. c. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. . serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Eropa dan Amerika. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 768 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a.

standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 772 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri atas: a. b. dan c. . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Seksi Kerja Sama Regional I. (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Kerja Sama Regional III. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. dan d. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN.222 Pasal 770 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 773 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Seksi Kerja Sama Regional II. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 775 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. . kepegawaian dan protokoler. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. d. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. Pasal 777 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. rumah tangga. kearsipan. b. penyiapan penyusunan norma. standardisasi dan bimbingan teknis. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. standar. c. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Penerimaan. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Pasal 774 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas.223 (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. dan e.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Pasal 781 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan f. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pemantauan Penerimaan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 778. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Pasal 780 Subdirektorat Penerimaan terdiri atas: a. dan b. cukai. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. . dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.224 d. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Keberatan dan Banding. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. cukai. e. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 778 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Seksi Penagihan dan Pengembalian. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan.225 Pasal 782 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. Pasal 783 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. . evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. dan c. Pasal 785 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. Seksi Peraturan Kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. Pasal 784 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a.

Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis berita. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. hubungan media. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. dan opini publik. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pengelolaan berita. penyuluhan dan layanan informasi. Pasal 786 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. komunikasi publik. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. . serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. Pasal 788 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. hubungan media. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. perpustakaan. analisis berita. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. dan opini publik. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. museum. komunikasi publik. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 789 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan situs internet. b. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai.226 (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Hubungan Masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. dan pelaksanaan urusan banding. Pasal 790 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.227 (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 792 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. dan b. perpustakaan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pengelolaan berita. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. standardisasi dan bimbingan teknis. pengelolaan situs internet. Pasal 793 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. . evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. pelaksanaan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. museum. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. dan urusan banding. c. b. Seksi Keberatan dan Banding II. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Keberatan dan Banding I.

228 Pasal 794 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan perumusan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. prosedur dan kriteria di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. b. d. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. penyiapan penyusunan norma. dan g. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. c. kearsipan. e. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. . dan e. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 795 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang informasi kepabeanan dan cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. c. standar. Pasal 797 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. Subdirektorat Manajemen Risiko. Kelompok Jabatan Fungsional. f.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. dan b. Seksi Pemantauan Risiko. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. b. Pasal 802 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengendalian Risiko. Pasal 800 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 801 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. . evaluasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. dan c. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai.229 Pasal 798 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. b. . evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 805 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c.230 Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Seksi Registrasi Kepabeanan III. Pasal 804 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 806 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Registrasi Kepabeanan II. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. Seksi Registrasi Kepabeanan I. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. cukai dan administrasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir.

evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan d. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 809 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. c. Pasal 808 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. c. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. b. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. Seksi Otomasi Sistem Administrasi. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai.231 Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai.

Seksi Pemeliharaan Sistem. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemeliharaan. Pasal 812 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri atas: a. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. b. penyediaan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. . pengendalian. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.232 Pasal 810 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. Pasal 813 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis.

pelayanan informasi. dan b. Pasal 817 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. standardisasi dan bimbingan teknis. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 818 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Seksi Pelayanan Informasi. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaporan Direktorat Jenderal. pelayanan informasi. Pasal 816 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai.233 Pasal 814 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . dan pelaporan Direktorat Jenderal. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Seksi Pengelolaan Data.

234 Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 819 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Pasal 820 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

prosedur. standar. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Sekretariat Direktorat Jenderal. e. c. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. b. dan h. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 823 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Sistem Perbendaharaan. e.235 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 821 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara. d. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. b. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. dan kriteria di bidang perbendaharaan negara. f. perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. c. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. d.

Bagian Umum. serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c. dan keuangan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. Bagian Administrasi Kepegawaian. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. f. rencana strategik. rencana kinerja tahunan. kearsipan. e. d. . dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. pelaksanaan tata usaha. Bagian Keuangan. h. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. f. pengembangan organisasi dan kinerja. penyusunan rencana strategis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi penyusunan rencana kerja. pelaporan. kepegawaian. d. Pasal 827 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 826 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan pengembangan pegawai direktorat jenderal. pemantauan akuntabilitas kinerja. koordinasi penyusunan peraturan. Bagian Pengembangan Pegawai. g. c. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal.236 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 824 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. b. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. dan dokumentasi direktorat jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. b. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan.

c. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan perencanaan. Subbagian Organisasi. dan tatalaksana pelayanan publik. b. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. serta penyiapan. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal dan penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. b. f. pemantauan. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. analisa dan evaluasi jabatan. d. c. dan Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. administrasi perkantoran. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. Subbagian Tata Laksana. d. dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal Pasal 829 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan pelaporan sistem akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . laporan akuntabilitas kinerja. evaluasi.237 Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827. Pasal 830 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. serta pengelolaan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan analisis beban kerja dan pembakuan sarana dan prasarana kerja. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. . analisis dan evaluasi jabatan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal.

pemindahan pegawai. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. Pasal 831 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. Pasal 833 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri atas: a. dan penghargaan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepangkatan.238 (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pengelolaan indikator kinerja utama (IKU) dan manajemen risiko lingkup Direktorat Jenderal. penempatan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831. pelaksanaan urusan pengangkatan. formasi. penggajian dan pemindahan pegawai. dan pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. pengangkatan. dokumentasi. d. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. pelaksanaan urusan tata usaha. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. dan Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. Pasal 834 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. statistik. melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat serta pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. penempatan. b. penilaian kinerja pegawai. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan assessment pegawai. . dan mutasi kepegawaian lainnya. c. d. kepangkatan.

Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. pendayagunaan kompetensi pegawai. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan dan melakukan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan sarana pengembangan lainnya. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. Pasal 838 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan identifikasi. perencanaan kebutuhan. cuti. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. administrasi kepegawaian lainnya. evaluasi. Pasal 835 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. menyaring calon peserta. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. . media informasi dan edukasi. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. dan kepegawaian kantor pusat. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. pengembangan. dan Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. pemeringkatan.239 (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. ujian jabatan. c. statistik. b. penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi. dan pengelolaan basis data kompetensi. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. mengusulkan penyempurnaan. pelantikan. monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan identifikasi. d. sarana riset. Pasal 837 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. analisis. Subbagian Pengembangan Kompetensi. b.

c. dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. dan Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. d. d. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. b. c. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 842 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. mengelola media informasi dan edukasi. Pasal 839 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. sarana riset. Subbagian Penyusunan Anggaran.240 (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. . perpustakaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 841 Bagian Keuangan terdiri atas: a.

pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. . dan tata usaha Bagian. dan Subbagian Perlengkapan. distribusi. penyiapan dokumen. pelaksanaan urusan perjalanan dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. Pasal 846 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan ekspedisi serta penghapusan arsip. c. kearsipan. dan penyimpanan perlengkapan. kearsipan. dan pengelolaan kendaraan dinas kantor pusat. dan penggandaan. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. pelaksanaan urusan surat-menyurat. c. d. kehumasan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. Subbagian Administrasi Persuratan. serta urusan dalam. pelaksanaan. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. penggandaan. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. pemeliharaan. urusan dalam. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. penyimpanan dan distribusi barang persediaan. perjalanan dinas. inventarisasi. pelaksanaan pengadaan. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan.241 (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. e. penyiapan dokumen. Pasal 843 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. d. pelaksanaan. b. Pasal 845 Bagian Umum terdiri atas: a. kearsipan. b. dan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana.

h. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III. serta penghapusan barang inventaris. dan kriteria di bidang pelaksanaan anggaran. Subbagian Tata Usaha. prosedur. distribusi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. inventarisasi Barang Milik Negara kantor pusat dan kantor vertikal. pemeliharaan inventaris kantor vertikal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. penyusunan LAKIP Bagian. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. c. dan pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. penyimpanan. e. Pasal 849 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. d. b. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran. c. Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 847 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pelaksanaan anggaran. f.242 (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV. . penyelenggaraan akuntansi. g. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis.

penyusunan program kerja tahunan Direktorat. pemantauan akuntabilitas kinerja. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. h. b. serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja. pengembangan kinerja organisasi. d. dan Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran. penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. Seksi Pengelolaan Data Anggaran. Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko. penyiapan perumusan kebijakan. pengembangan kinerja. penyusunan rencana kinerja tahunan. g. pelaksanaan monitoring. . penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat. Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program kerja tahunan Direktorat. dan Pembinaan internal Direktorat. standardisasi. i. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi penyusunan draf peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. Pasal 852 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis terdiri atas: a. penyusunan rencana strategis. b. dan penyusunan standar kerja serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 853 (1) Seksi Pengelolaan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. d. c. pelaksanaan monitoring. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran. j. f.243 Pasal 850 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data. penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran. e. c.

dan menyajikan data pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga dan anggaran BUN. mengolah. . Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. pedoman. pengolahan. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a.244 (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pedoman. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. mengumpulkan. (4) Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan standar. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. dan prosedur kerja serta melaksanakan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan tugas pokok dan fungsi Direktorat dan instansi vertikal. e. kriteria. dan monitoring. penyiapan data monitoring. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. b. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan menyajikan data pelaksanaan kinerja. (3) Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan program kerja tahunan. monitoring. kriteria. f. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penyusunan rumusan dalam rangka pengembangan kinerja organisasi serta manajemen resiko. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan data monitoring. evaluasi standar. norma. evaluasi dan koordinasi pencapaian kinerja. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. c. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran serta serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. norma. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 854 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan.

Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. f. dan Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D.245 Pasal 856 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri atas: a. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. bimbingan teknis. evaluasi. b. evaluasi standar. pedoman. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. monitoring. penerapan norma. Pasal 857 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B. c. kriteria. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. e. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. d. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. d. penyiapan bahan penyusunan pedoman. b. Pasal 858 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C. monitoring. monitoring. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. norma. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. I-B. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . I-C. dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. . dan monitoring. Pasal 859 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858.

e. Pasal 862 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan. penyiapan bahan penyusunan pedoman. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. b. f. monitoring. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B. II-B. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penelaahan. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 863 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 862. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. II-C. c. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. b. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. monitoring. evaluasi standar. c. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C. Pasal 861 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. bimbingan teknis. monitoring. dan d. kriteria. d. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. dan monitoring. norma. dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. .246 Pasal 860 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. pedoman. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.

dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 865 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. monitoring. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. b. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. Pasal 866 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan.247 Pasal 864 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri atas: a. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan pedoman. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). kriteria. III-B. norma. c. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. bimbingan teknis. III-C. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). evaluasi standar. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). pedoman. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B. b. c. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. dan d. monitoring. evaluasi. monitoring. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. dan evaluasi pelaksanaan anggaran.

monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. penyiapan bahan penyusunan pedoman. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standarisasi. dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. norma. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. e. IV-B. Pasal 869 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. pedoman. dan koordinasi pelaksanaan anggaran. IV-C. Pasal 871 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. kriteria. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. evaluasi. bimbingan teknis. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan prosedur pelaksanaan anggaran serta pembinaan kantor kementerian negara /lembaga. Pasal 870 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi standar. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN. f. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A.248 d. Pasal 868 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri atas: a. . dan bimbingan teknis pengelola keuangan/anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. monitoring. b. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan d. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) serta pemberian dukungan terhadap penyelesaian kerugian negara. dan monitoring.

pedoman. dan kompensasi utang kepada negara. c. Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara. e. dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. (4) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. norma. pembinaan kepada Kementerian Negara/Lembaga. kriteria. norma. b. Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan. c. Pasal 874 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kompensasi utang kepada negara. dan d. Seksi Bantuan Teknis. . kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan. tuntutan ganti rugi. dan d.249 b. norma. (2) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. standarisasi. dan prosedur serta bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan. Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 872 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. dan prosedur dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan pelaksanaan anggaran. kriteria. dan prosedur pelaksanaan anggaran. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. Pasal 873 (1) Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. tuntutan ganti rugi. (3) Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan bahan standar. pedoman. pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran. pedoman.

dan memantau pelaksanaannya. dan e. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. Subdirektorat Penerimaan Negara. . menyelenggarakan penyediaan dana. Pasal 878 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan kas. strategi pengelolaan kas. c. c. Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875. Subdirektorat Rekening Kas Negara. optimalisasi. b. d. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kas negara. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah. e. f. h. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. pengendalian kas. d. b.250 Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 875 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kas negara. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kriteria di bidang pengelolaan kas negara. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara. standar. Pasal 877 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri atas: a.

dan Rekening Pemerintah Lainnya. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. e. menginstruksikan setelmen transaksi kepada back office. menganalisis pasar penempatan. manajemen risiko. serta menyusun laporan realisasi anggaran (Buku Merah) dan laporan kas posisi (Buku Biru). mengevaluasi dan menganalisis perencanaan dan realisasi kas termasuk penempatan dan/atau investasi. dan menyusun kebijakan teknis di bidang optimalisasi kas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Perencanaan Kas.251 Pasal 879 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 878. mingguan. strategi pengelolaan kas. (2) Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana mempunyai tugas melakukan penyusunan analisis pasar. Seksi Optimalisasi Kas. Rekening Kas Negara. Rekening Kas Negara. dan menyusun kebijakan teknis di bidang penyediaan dana. dan pemantauan pelaksanaan fungsi pengelolaan kas. pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. Pasal 880 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri atas: a. memonitor penempatan dan/atau investasi yang telah dilakukan. c. b. penyusunan perencanaan kas. dan menyusun kebijakan teknis di bidang pengendalian kas. (3) Seksi Optimalisasi Kas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk penempatan dan/atau investasi. menyediakan kebutuhan dana harian melalui E-Kirana. penyusunan strategi pengelolaan kas dan penyediaan dana. (4) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. menyusun guide line investasi. dan Rekening Pemerintah Lainnya. dan bulanan. d. Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana. melaksanakan optimalisasi kas lainnya. penyelenggaraan optimalisasi kas. dan Seksi Pengendalian Kas. b. c. menyusun rencana investasi dan pinjaman. tempat penempatan dan instrumen penempatan dan/atau investasi. dan menyusun kebijakan teknis di bidang perencanaan kas. . d. mencairkan penempatan dan/atau investasi. Pasal 881 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan perencanaan cash flows harian. mengelolaan likuiditas.

serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. penatausahaan. Bank Umum. Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis. Bank Umum. d. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan e. dan d. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. c. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. . Pasal 884 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara terdiri atas: a. c. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. Sub Rekening Kas Umum Negara. Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Bank Umum. dan operasionalisasi Government Electronic Banking System. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. penatausahaan. operasionalisasi Government Electronic Banking System. Sub Rekening Kas Umum Negara. Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembukuan. melaksanakan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan penyusunan laporan keuangan tingkat kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. b. Bank Umum.252 Pasal 882 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi dan memberikan dukungan teknis terkait penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. pelaksanaan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait Rekening Kas Umum Negara. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara. verifikasi. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. pelaksanaan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Sub Rekening Kas Umum Negara. pembukuan. b. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. verifikasi. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya. Sub Rekening Kas Umum Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan/atau lembaga keuangan lainnya. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. verifikasi. Rekening Penempatan di Bank Sentral. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Bank Umum. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. koordinasi pengembangan dan evaluasi Sistem Akuntansi dan Pelaporan Direktorat Pengelolaan Kas Negara serta pengembangan dan evaluasi pelaksanaan Sistem BIG-eB. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. menyiapkan bahan standar. Pasal 886 Subdirektorat Rekening Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. dan pengembalian dana pihak ketiga. Sub Rekening Kas Umum Negara. pembukuan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sub Rekening Kas Umum Negara. Bank Operasional. Bank Umum. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional serta penyusunan Buku Putih. verifikasi dan penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Bank Umum. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pedoman. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. kriteria. perhitungan. pengelolaan. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Sub Rekening Kas Umum Negara. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. . dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan Rekening Kas Umum Negara.253 - Pasal 885 (1) Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait dengan Rekening Kas Umum Negara. norma. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Bank Umum.

pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau lembaga keuangan lainnya. Seksi Bank/Pos Persepsi. . perhitungan. penyusunan Buku Putih. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank/Pos Persepsi. c. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank Operasional. Bank Operasional. pengelolaan. Seksi Bank Operasional. pembinaan Bank Operasional. pembinaan Bank Persepsi. serta memberi tanggapan pemeriksaan terkait Bank Operasional. serta pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional. pemantauan dan pelaporan jasa giro Bank Operasional. Pasal 889 (1) Seksi Bank Operasional mempunyai tugas melakukan pemilihan. Subdirektorat Rekening Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. (2) Seksi Bank/Pos Persepsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penunjukan. Pasal 888 Subdirektorat Rekening Kas Negara terdiri atas: a. memberi jawaban atas permasalahan Bank Persepsi dan tanggapan pemeriksaan terkait Bank Persepsi. dan d. pemantauan. dan mengevaluasi kinerja Bank Operasional. perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. dan mengevaluasi kinerja Bank/Pos Persepsi. dan pengembalian dana pihak ketiga. dan Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah. melakukan sistem MPN. dan/atau lembaga keuangan lainnya. penetapan. b. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank/Pos Persepsi. c. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank Operasional.254 Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. d. b.

c. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. rekonsiliasi triwulanan. rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan kementerian/lembaga sebagai pengguna anggaran atas dana yang bersumber dari pinjaman/hibah. pembayaran Jasa Pos/Perbendaharaan. dan penyusunan laporan atas transaksi keuangan yang bersumber dari pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. Pasal 890 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah baik dari dalam maupun luar negeri. penyusunan petunjuk teknis tata cara penyaluran. f. menyiapkan jawaban atas permasalahan LKP dan tanggapan pemeriksaan terkait LKP. (4) Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah mempunyai tugas melakukan penyusunan Buku Putih. pembayaran kesalahan pelimpahan. dan Rekening Sub BUN Dana Talangan serta Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. dan verifikasi Laporan Kas Posisi (LKP) KPPN. Rekening Dana Talangan. dan Reimbursement serta Hibah Langsung pada kementerian/lembaga. g. pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). pemantauan. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan dan penatausahaan dana pinjaman/hibah melalui mekanisme Direct Payment. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan Rekening Bapertarum-PNS. pencairan dan pembebanan dana pinjaman/hibah pada Rekening Khusus. Rekening Sub BUN Dana Talangan. menyiapkan bahan jawaban atas permasalahan PFK dan Pengembalian Penerimaan dan tanggapan pemeriksaan terkait PFK dan Pengembalian Penerimaan. Rekening Dana Talangan. pembukaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan dan pengelolaan dana pinjaman/hibah. h. pengajuan Withdrawal Application Replenishment dan/atau Reimbursement kepada lender/donor dalam rangka pengisian dana pada Rekening Khusus dan/atau penggantian dana pada Rekening Dana Talangan. . melakukan penerimaan. b. semesteran dan rampung PFK. d. penatausahaan dan pengelolaan Rekening Khusus. pemeriksaan kas pada KPPN. pengajuan pengisian dana Initial Deposit pada Rekening Khusus.255 (3) Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan penyaluran dana Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). pembinaan Bendum KPPN. Letter of Credit. dan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. rekapitulasi. Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890.

b. dan Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah. serta menyusun laporan saldo kas bendahara instansi. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia. Laporan Realisasi Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran atas beban Rekening Khusus melalui Rekening Kas Negara. (3) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah bilateral yang pendanaannya bersumber dari dalam negeri. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Daftar SPB dari KPPN Non KBI dan Daftar SP2D dari KPPN KBI. menatausahakan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah. Pasal 893 (1) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri khususnya yang pendanaannya bersumber dari Bank Dunia (World Bank). Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia. serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Rekening Khusus yang diterbitkan KPPN. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan pembuatan Warkat Pembebanan Rekening (WPR) dan Daftar Surat Perintah Debet (SPD). dan rekening milik bendahara instansi.256 Pasal 892 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. c. Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Rekening Dana Talangan dan Rekening Sub BUN Dana Talangan. Pasal 894 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam (SDA) dan Non Sumber Daya Alam (Non SDA). (2) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang pendanaannya bersumber dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). Penatausahaan Rekening Lainnya milik kementerian/ lembaga/kantor/satuan kerja. WPR beserta Daftar SPD.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Khusus dalam Valas dan Rekening Khusus dalam Rupiah. Laporan Pengeluaran SP2D backlog. d. dan menyusun laporan Rekening Pemerintah Lainnya. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya. surat masuk dan keluar. .

Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya dan Rekening Bendahara Instansi. pemantauan saldo dan arus kas masuk dan arus kas keluar pada Rekening SDA dan Rekening Non SDA. penatausahaan rekening koran yang berasal dari Rekening SDA dan Rekening Non SDA. j. g. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada kementerian/lembaga. c. serta menyusun laporan Rekening SDA dan Rekening Non SDA. b. f. e. penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. i. dan d. Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. h. Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga. penatausahaan rekening koran berasal dari Rekening Pemerintah Lainnya. Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam. pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Pemerintah Lainnya. Pasal 897 (1) Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Sumber Daya Alam (SDA) dan Rekening Non SDA.257 Pasal 895 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. penerbitan surat persetujuan pembukaan kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. c. l. rekening lainnya milik d. penyusunan laporan keadaan kas di Bendahara Instansi. penyusunan petunjuk teknis Pelaksanaan Pembukuan dan Penyusunan LPJ Bendahara Instansi. pemantauan saldo dan arus kas masuk/arus kas keluar pada Rekening Pemerintah Lainnya. Pasal 896 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi terdiri atas: a. . pengelolaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. k. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi.

dan penutupan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM. menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) Pengembalian. c. (4) Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. verifikasi dan akuntansi atas laporan penerimaan negara (laporan konsolidasi). serta memberikan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan. pembinaan teknis penatausahaan atas kas di Bendahara Kementerian/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja. Subdirektorat Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. . Pasal 898 Subdirektorat Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan laporan penerimaan negara. data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. pengaktifan kembali. laporan manajerial Rekening Pemerintah Lainnya dan laporan monitoring rekening kementerian/lembaga. serta menyusun Laporan Keadaan Kas Bendahara Instansi. monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. penatausahaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. evaluasi dan monitoring terhadap rekening lainnya milik kementerian/lembaga yang telah mendapat izin. pembuatan nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun dan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Pengembalian dan Pembayaran fee.258 (2) Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. Pasal 899 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 898. serta data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka SAI.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penerbitan surat persetujuan pembukaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. d. konsolidasi laporan penerimaan negara. rekonsiliasi kas dan rekonsiliasi transaksi. memelihara database Rekening Pemerintah Lainnya. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran pada kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. e. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening bendahara instansi. penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. pembekuan sementara. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi.

k. l. pembuatan nota perbaikan atas kesalahan laporan. i. konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. dan penyusunan laporan PNBP. dan Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara. (2) Seksi Pengembalian. menyusun dan mengevaluasi laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan laporan PNBP. g. menyelesaikan data penerimaan termasuk potongan SPM yang belum rekonsiliasi. SPM Pengembalian. j. . serta membuat SPP Pengembalian dan Pembayaran fee. menerbitkan SKTB dalam rangka pengembalian penerimaan negara. rekonsiliasi data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka Sistem Akuntansi Instansi (SAI). menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). penerbitan Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan (SKP4). Evaluasi. dan Pelaporan Penerimaan Negara.259 f. serta melakukan konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. menerima laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara. b. Pasal 900 Subdirektorat Penerimaan Negara terdiri atas: a. SPM Pengembalian dan SPM pembayaran fee. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM dan data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. Pasal 901 (1) Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. h. penyusunan Laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). Seksi Pengembalian. verifikasi atas semua dokumen sumber/laporan Subdirektorat Penerimaan Negara. c. membuat nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun. Evaluasi. dan Pelaporan Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. menerbitkan SKP4. serta Surat Keterangan Telah Dibukukan (SKTB) dalam rangka pengembalian penerimaan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . membuat nota perbaikan bila ditemui kesalahan pada laporan yang dibuat oleh unit pelaporan. dan SPM pembayaran fee. penerimaan laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. (3) Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan verfikasi atas semua dokumen sumber/laporan yang dihasilkan Subdirektorat Penerimaan Negara.

Akuntansi. Pasal 905 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. Subdirektorat Kredit Program. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem manajemen investasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan kriteria di bidang sistem manajemen investasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 903 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem manajemen investasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur.260 Pasal 902 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. b. d. c. standar. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah. Subdirektorat Verifikasi. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Kelembagaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. g. Subbagian Tata Usaha. d. Subdirektorat Perencanaan. penyiapan penyusunan norma. e. dan Evaluasi. c. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. Setelmen. dan Pelaporan. f. h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan e.

melaksanakan setelmen pinjaman. penagihan. Pasal 909 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. b. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. Setelmen. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. dan kredit program. pembayaran kredit program. e. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. penarikan. penagihan. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. pelaksanaan perhitungan. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penganggaran dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. penagihan. c. penarikan dan/atau pencairan investasi. dan melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri.261 Pasal 906 Subdirektorat Verifikasi. (2) Seksi Setelmen I mempunyai tugas melakukan perhitungan. . penerusan pinjaman. Akuntansi. Seksi Verifikasi. g. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. Setelmen. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. penerusan pinjaman. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. verifikasi. dan pelaksanaan administrasi pengelolaan data. Seksi Setelmen II. Seksi Setelmen I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. verifikasi. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Pasal 908 Subdirektorat Verifikasi. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. d. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. b. Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. dan d. Setelmen. Subdirektorat Verifikasi. Akuntansi. penarikan penerusan pinjaman luar negeri. c. dan kredit program.

penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. b. akuntansi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. i. . c. Seksi Perencanaan. c. dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. Pasal 912 Subdirektorat Perencanaan. f. dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. k. j. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. kelembagaan. Seksi Evaluasi. evaluasi. Subdirektorat Perencanaan. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengolahan data. manajemen risiko. d. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. Seksi Kelembagaan. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. Kelembagaan. Pasal 910 Subdirektorat Perencanaan. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. serta pelaporan investasi dan kredit program.262 (3) Seksi Setelmen II mempunyai tugas melakukan perhitungan. dan Evaluasi terdiri atas: a. serta pengembangan sistem investasi dan kredit program. Kelembagaan. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan perencanaan. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. Pasal 911 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. h. Kelembagaan. penagihan. investasi. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. b. g. e. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. Seksi Manajemen Risiko. dan kredit program.

pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah. dan pembiayaan kredit program. perubahan. serta melaksanakan penyusunan rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. strategi investasi. penerusan pinjaman. dan kredit program. Pasal 915 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 914. f. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. penyiapan rumusan. dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. dan penyaluran dana investasi. investasi langsung. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman. c. penyusunan dan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. . penyiapan perumusan. (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan kelembagaan unit-unit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. penerusan pinjaman. dan perjanjian pinjaman pemerintah. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan mediasi dan sosialisasi program investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kredit program. pinjaman pemerintah. e. pengembangan sistem investasi. b. investasi pemerintah. melakukan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga.263 Pasal 913 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan. pinjaman pemerintah. Pasal 914 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. dan kredit program. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan dan pedoman pelaksanaan manajemen risiko serta melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. penyediaan. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. d.

pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penerusan pinjaman. dan kredit program. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. pinjaman pemerintah. Pasal 918 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. dan pinjaman pemerintah kepada BUMN. analisis.264 g. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. dan kredit program. Pasal 917 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas melakukan penyusunan dan perumusan rancangan. Seksi Peraturan. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. penerusan pinjaman. i. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. b. monitoring. Pasal 916 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri atas: a. d. penerusan pinjaman. Seksi Perjanjian II. . penerusan pinjaman. pelaksanaan. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pengkajian permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan kredit program. penanganan permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jasa Keuangan Bank. dan kredit program. pinjaman pemerintah. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. penerusan pinjaman. dan h. Seksi Kepatuhan. pinjaman pemerintah. dan pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. c. Seksi Perjanjian I.

penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan serta g. pelaksanaan. evaluasi. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II. f. evaluasi. analisis. (2) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. perhubungan. analisis. Pasal 921 (1) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan kehutanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I. kelautan. Pasal 920 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara terdiri atas: a. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. e. pelaksanaan monitoring. d. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III. b. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV. . dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. dan telekomunikasi. b. dan d. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. c. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. c. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank.265 Pasal 919 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 918.

analisis kelayakan finansial. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan serta penyelesaian masalah piutang yang berasal dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman pada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. pendidikan. Pasal 922 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. f. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis kelayakan finansial. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. evaluasi terhadap permohonan dan perumusan persetujuan dan persyaratan pinjaman serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. g.266 (3) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. d. dan kesehatan. pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. (4) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Pemerintah Daerah dan BUMD. perdagangan. pelaksanaan. . dan pelaksanaan monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 922. e. serta pertambangan dan energi. analisis. pelaksanaan pemberian pinjaman dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. evaluasi. b. pelaksanaan.

Yogyakarta. Maluku. (2) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Papua. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. dan d. analisis kelayakan finansial. yang meliputi Riau. Bekasi). pelaksanaan. Sulawesi Tengah. Kalimantan Timur. Sulawesi Tenggara. Tangerang. Bali. dan Papua Barat.267 Pasal 924 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah terdiri atas: a. Kalimantan Selatan. pelaksanaan. (4) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Sumatera Selatan. Kepulauan Riau. (3) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. . Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I. evaluasi. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Kalimantan Tengah. Sulawesi Selatan. Sulawesi Barat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bengkulu. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Bogor. Jawa Tengah. analisis kelayakan finansial. Kalimantan Barat.I. Bekasi. b. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Gorontalo. pelaksanaan. yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. dan Sulawesi Utara. Bogor. Pasal 925 (1) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan Nusa Tenggara Timur. c. analisis kelayakan finansial. Lampung. DKI Jakarta. dan Nusa Tenggara Barat. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II. Jawa Timur. D. pelaksanaan. Sumatera Barat. Depok. Kepulauan Bangka Belitung. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III. yang meliputi Sumatera Utara. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV. Maluku Utara. evaluasi. evaluasi. analisis kelayakan finansial. Banten (tidak termasuk Tangerang). yang meliputi Jambi.

pemantauan. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. c. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. dan penelitian dan penyiapan perumusan restrukturisasi serta hapus buku dan hapus tagih kredit program. hapus buku dan hapus tagih. monitoring. pelaksanaan. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. hapus buku dan hapus tagih. Pasal 929 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. Pasal 928 Subdirektorat Kredit Program terdiri atas: a. serta perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. . dan d. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. penatausahaan. restrukturisasi. dan evaluasi pelaporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. penatausahaan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Seksi Kredit Program II. penelitian. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. b. g. e. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. b. Pasal 927 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. Seksi Kredit Program I. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. f. Seksi Kredit Program IV. Seksi Kredit Program III. peraturan.268 Pasal 926 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. dan perumusan restrukturisasi.

269 (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan perumusan restrukturisasi. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). dan perumusan restrukturisasi. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 930 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Akuntansi. dan Pelaporan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. hapus buku dan hapus tagih. pemantauan. peraturan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Subdirektorat Verifikasi. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 931. penatausahaan. penelitian. pelaksanaan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penatausahaan. penelitian. peraturan. pemantauan. Setelmen. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. hapus buku dan dan hapus tagih. dan perumusan restrukturisasi. . pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). pelaksanaan. Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 931 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). hapus buku dan hapus tagih. pelaksanaan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh lembanga keuangan bukan bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. b. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penatausahaan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. pemantauan. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. penelitian.

Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II. e. dan kriteria di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. . d. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kelompok Jabatan Fungsional. c. penetapan dan pencabutan status pengelolaan keuangan BLU. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). b. penyusunan peraturan pengawasan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum oleh Dewan Pengawas. c. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum II. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. dan g. Remunerasi. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I. Subdirektorat Tarif. Pasal 935 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 933. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III. d. dan Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum. Pasal 936 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum terdiri atas: a. f. penyusunan peraturan pengelolaan keuangan BLU. penyusunan peraturan penilaian. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Pasal 934 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan peraturan dan standar teknis Badan Layanan Umum dan melaksanakan penelitian dan pengembangan Badan Layanan Umum. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. c.270 c. e. dan Informasi Badan Layanan Umum. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat Pasal 933 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri atas: a. f. d. standar. dan e. prosedur. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I.

utang. dan c. Pasal 939 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 938. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas atas pengelolaan keuangan BLU. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. Remunerasi. dan Informasi Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. implementasi. akuntansi. Pasal 938 Subdirektorat Tarif. pengelolaan kas. memproses penetapan tarif dan remunerasi pengelolaan keuangan BLU. pelaksanaan anggaran.271 Pasal 937 (1) Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan penilaian. evaluasi. dan d. c. piutang dan utang. Pasal 940 Subdirektorat Tarif. utang. b. pelaksanaan anggaran. pengelolaan kas. investasi. penyusunan standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. implementasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . investasi. pelaksanaan analisis. Remunerasi. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. penganggaran. serta penyusunan kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. piutang. dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU serta menyiapkan pengembangan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. evaluasi. investasi. dan Informasi Badan Layanan Umum terdiri atas: a. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. Seksi Informasi Badan Layanan Umum. analisis. pengelolaan kas. b. (2) Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan status BLU. perancangan. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. Subdirektorat Tarif. . pelaporan. piutang. Remunerasi. dan Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan tarif dan remunerasi BLU. Seksi Tarif Badan Layanan Umum. penetapan dan pencabutan BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum. akuntansi. dan penyajian informasi BLU. penelaahan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. perancangan. penyajian informasi BLU. akuntansi.

pengelolaan pendapatan. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. g. investasi. utang.272 Pasal 941 (1) Seksi Tarif Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan tarif Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan tarif Badan Layanan Umum. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. belanja. kas. kas. (3) Seksi Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan analisis. investasi. dan melaksanakan bimbingan teknis. e. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. d. evaluasi. penetapan. piutang. utang. piutang. belanja. penyuluhan. pemrosesan penilaian. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. (2) Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan remunerasi Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan remunerasi Badan Layanan Umum. akuntansi. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I menyelenggarakan fungsi: a. kinerja BLU. piutang. penetapan. c. investasi. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. utang. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. kas. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. f. . investasi. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. Pasal 942 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. implementasi. piutang. akuntansi. h. piutang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. sosialisasi. investasi. utang. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. belanja. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 942. b. pengelolaan kas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kas. perancangan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. utang. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. akuntansi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. monitoring dan evaluasi. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data PKBLU serta penyajian informasi BLU.

dan c. Pasal 944 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I terdiri atas: a. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. kas. . j. b.273 i. penetapan. penetapan. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penetapan. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-C. Pasal 947 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 946. penyuluhan. utang. pemrosesan penilaian. Pasal 945 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. penyuluhan. piutang. pengelolaan pendapatan. sosialisasi. belanja. monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. akuntansi. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. investasi. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-B. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. dan k. piutang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. I-B dan I-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. kas. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. belanja. akuntansi. kinerja BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis. penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. pengelolaan pendapatan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. b. Pasal 946 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. investasi. kinerja BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis.

investasi. piutang. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. dan Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-C.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kas. utang. kas. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. monitoring dan evaluasi. i. monitoring dan evaluasi. kinerja BLU. kas. utang. piutang. utang. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. e. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. akuntansi. belanja. d. investasi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. utang. investasi. sosialisasi. penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. belanja. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengelolaan pendapatan. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. utang. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. g. piutang. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. penyuluhan. akuntansi. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. Pasal 949 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. kinerja BLU. pengelolaan pendapatan. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. b. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. investasi. penyuluhan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas j. II-B dan II-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. penetapan. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. penyuluhan. belanja. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. . c. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. piutang. kas. piutang. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. akuntansi. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. investasi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis. belanja. Pasal 948 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II terdiri atas: a.274 c. pengelolaan kas. investasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. h. Pasal 950 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. akuntansi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-B. dan k. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. dan melaksanakan bimbingan teknis. penetapan. f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. kas.

akuntansi. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. piutang. utang. d. c. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III menyelenggarakan fungsi: a. investasi. piutang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. investasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. kas. kas. akuntansi.275 Pasal 951 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 950. kas. b. e. Pasal 953 Seksi Badan Layanan Umum III-A. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. piutang. h. penyuluhan. kas. investasi. piutang. penyuluhan. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. dan k. i. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. utang. belanja. III-B dan III-C masing-masing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. f. pengelolaan pendapatan. pemrosesan penilaian. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. j. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. investasi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-B. dan melaksanakan bimbingan teknis. penetapan. belanja. piutang. belanja. . pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. Pasal 952 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III terdiri atas: a. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-A. utang. pengelolaan kas. kinerja BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-C. monitoring dan evaluasi. b. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. penetapan. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. belanja. investasi. akuntansi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU.

Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 955 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. h. c. . Pasal 957 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. b. c. g. standar. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. e. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. d. dan e.276 Pasal 954 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. d. f. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. dan kriteria di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Subdirektorat Sistem Akuntansi. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi.

c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. d. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan.277 Pasal 958 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. Pasal 959 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. dan teknis dan/atau penyuluhan Standar Akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. b. . Pasal 961 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. b. dan Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. Pasal 960 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri atas: a. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. pemberian dukungan teknis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. (4) Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. penyelenggaraan bimbingan Pemerintahan. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. c.

278 Pasal 962 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. (4) Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar mempunyai tugas melakukan pengkajian. b. pengkajian. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. perumusan. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. perumusan. d. (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. c. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. Pasal 964 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari atas: a. penyiapan perumusan. dan pemutakhiran bagan akun standar. c. dan pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus. serta bagan perkiraan standar. Pasal 965 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. . dan Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar.

d. pemantauan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan. . Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi II. Pasal 968 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri atas: a. pemantauan penyajian laporan keuangan berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 967 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. evaluasi. Pasal 970 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran dan kas umum negara. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi IV. melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. b. Pasal 969 Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. berkala kementerian/lembaga yang c. II. dan pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. c.279 Pasal 966 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi III.

Seksi Akuntansi Kas. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penerimaan. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) (3) (4) . penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 973 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. melaksanakan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. dan pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing kementerian/lembaga. b. pemeliharaan. Seksi Bimbingan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 974 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi seluruh Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala. b. pengolahan. pengumpulan. dan pengadministrasian data Kas Umum Negara.280 Pasal 971 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 970. Pasal 972 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara terdiri atas: a. c. Seksi Akuntansi Umum. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Regional.

Pasal 976 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat terdiri atas: a. . (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan.281 Pasal 975 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 974. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. penghimpunan Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. b. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. c. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. c. Pasal 978 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. Pasal 977 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. dan d. dan d. pengkonsolidasian Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat.

pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah. Pasal 981 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas melakukan pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah serta mengumpulkan dan mengolah data statistik. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. b. pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan statistik keuangan pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. dan penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. f. h. . Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. c. Seksi Analisis Laporan Keuangan. Pasal 980 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri atas: a. Seksi Informasi dan Publikasi. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyampaian hasil analisis laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan/penyajian serta penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. analisis terhadap laporan keuangan. dan d. penyusunan laporan manajerial perbendaharaan. penyajian informasi statistik keuangan pemerintah. c. d. pengolahan data statistik keuangan pemerintah.282 Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. b. e.

Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. . Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. dan kriteria di bidang sistem perbendaharaan. b. prosedur. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. e. d. Kelompok Jabatan Fungsional. dan g. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. f. b. c. e. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 983 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem perbendaharaan. Pasal 985 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri atas: a. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi.283 Pasal 982 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. penyiapan pemberian perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma.

inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. sosialisasi. dan d. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. analisis keterkaitan. inventarisasi peraturan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. j. Pasal 987 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. Pasal 989 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. sinkronisasi. kajian. evaluasi. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. i. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. h. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. penelaahan permasalahan. sinkronisasi. pembinaan dan bimbingan teknis. I-B. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan. d. dan k. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sosialisasi. b. penelaahan permasalahan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Pasal 988 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. . kajian. evaluasi. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. g.284 Pasal 986 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. c. f.

II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. j. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. kajian. dan d. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. penelaahan permasalahan. evaluasi. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. c. g. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. b. d. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. penelaahan permasalahan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. inventarisasi peraturan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 993 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. evaluasi. pembinaan dan bimbingan teknis. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. k. sosialisasi. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan.285 Pasal 990 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. analisis keterkaitan. pembinaan dan bimbingan teknis. sinkronisasi. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. h. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. b. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sosialisasi. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sinkronisasi. analisis keterkaitan. Pasal 992 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri atas: a. II-B. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. e. inventarisasi peraturan. i. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. Pasal 991 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. kajian.

f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. pengembangan. pendokumentasian. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. c. d. Seksi Pengembangan Aplikasi B. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. g. b. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. h. perancangan. . c. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeliharaan. Seksi Pengembangan Aplikasi A. b. pengembangan. pemeliharaan. C. B. dukungan dan bimbingan teknis. e. analisis dan perancangan sistem aplikasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. Pasal 995 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994. Pasal 996 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. Pasal 997 Seksi Pengembangan Aplikasi A.286 Pasal 994 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan analisis. i. dan d. dan pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. perancangan. Seksi Pengembangan Aplikasi D. Seksi Pengembangan Aplikasi C. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. penyusunan petunjuk operasional aplikasi.

dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. perangkat keras. dan perangkat lunak. pelaksanaan distribusi data. perancangan dan standardisasi basis data. dan pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. pengelolaan basis data. dan distribusi data. pengamanan. Pasal 999 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998. evaluasi. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. e. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. pengelolaan dan pengamanan basis data. penghimpunan data sumber. pengamanan. c. pemberian dukungan teknis. i. standardisasi. pengelolaan kamus data (data dictionary). pemberian bimbingan dan dukungan teknis. e-mail. pengelolaan layanan informasi. perangkat keras. pengkajian. pengelolaan layanan informasi. monitoring. pengujian. penerapan. web content dan internet. penghimpunan data sumber. pengujian. Pasal 1001 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pengelolaan Basis Data. b. .287 Pasal 998 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan standardisasi basis data. Seksi Komunikasi Data. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. evaluasi. Pasal 1000 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri atas: a. d. j. situs (website). dan perangkat lunak. penyusunan standardisasi. Seksi Analisis Data. c. pengelolaan kinerja basis data. f. b. g. dan d. monitoring. h. dan pengembangan teknologi informasi.

sertifikasi. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. evaluasi. penyiapan perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun serta melaksanakan verifikasi dan penyusunan laporan pengelolaan program pensiun. Pasal 1002 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman. f. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. e-mail. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. monitoring. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. e. Pasal 1003 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1002. d. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. pelaksanaan penilaian akreditasi. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. pengamanan. pemberian dukungan teknis. b. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai fungsi: a. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. i. penyiapan perumusan pola akreditasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pengujian. serta pengelolaan. h. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. pengkajian. pembinaan. g. web content.288 (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pembinaan. implementasi. . pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. situs (website). sosialisasi. evaluasi. sertifikasi. diseminasi. c.

dan k. Seksi Program Pensiun. pembahasan. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyusunan konsep pengesahan. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 1004 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun terdiri atas: a. Pasal 1006 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. Pasal 1005 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapan perumusan peraturan perundangan dan pedoman terkait. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan c. b. . pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan konsep pengesahan. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. (3) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). (2) Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan koordinasi penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. merumuskan pola akreditasi. Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .289 j. serta pembahasan.

c. Pasal 1009 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. standar. dan kriteria di bidang transformasi perbendaharaan. penyiapan  pemberian perbendaharaan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi e. . Subbagian Tata Usaha. f. d. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. c. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. penyiapan  penyusunan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perancangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007.290 Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 1007 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi perbendaharaan. manajemen pembayaran dan pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat serta penerapan perubahan organisasi. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. b. prosedur. dan h. b. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. e. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Pasal 1010 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. g. d.

penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis pelaporan dengan aplikasi teknologi informasi. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. dan f. Pasal 1013 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pelaporan. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. manajemen pembayaran. pelaporan. manajemen pembayaran. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. dan akuntansi. serta melakukan pengkajian kesesuaian akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. pelaporan. Seksi Transformasi Organisasi. dan d. . manajemen pembayaran. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum.291 Pasal 1011 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. pelaporan. pengkajian dan penyempurnaan. e. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. b. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1012 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi terdiri atas: a. pengkajian dan penyempurnaan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II. dan akuntansi. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan akuntansi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I. pengkajian dan penyempurnaan. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. b. serta melakukan pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen pembayaran. c. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. dan akuntansi. d.

manajemen Barang Milik Negara. manajemen kas. sistem perbankan umum. Utang.292 (4) Seksi Transformasi Organisasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . manajemen kas. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen Barang Milik Negara. Pasal 1014 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. manajemen komitmen. perancangan. manajemen penerimaan. Utang. manajemen penerimaan. c. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. . Utang. manajemen investasi. b. sistem perbankan umum. sistem perbankan umum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II. dan sistem bank sentral. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. dan sistem bank sentral. manajemen Barang Milik Negara. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III. manajemen penerimaan. sistem perbankan umum. b. manajemen investasi. dan e. manajemen komitmen. dan c. Utang. Pasal 1015 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. manajemen penerimaan. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen komitmen. manajemen komitmen. dan sistem bank sentral. manajemen kas. d. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. manajemen investasi. dan sistem bank sentral. manajemen Barang Milik Negara. Utang. manajemen investasi. manajemen kas. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen komitmen. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I. dan sistem bank sentral. manajemen kas. Pasal 1016 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri atas: a. manajemen penerimaan.

penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. dan penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum teknologi informasi perbendaharaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. b. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. c.293 Pasal 1017 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen kas. pengkajian dan penyempurnaan. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. e. Seksi Transformasi Perangkat Keras. b. dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. dan . serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dan proses bisnis penerimaan dengan aplikasi teknologi informasi. f. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. dan c. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. tugas melaksanakan pengembangan. perancangan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. Pasal 1020 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri atas: a. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. pengkajian dan penyempurnaan. Pasal 1018 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis utang. dan proses bisnis manajamen komitmen dengan aplikasi teknologi informasi.

Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. Pasal 1024 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri atas: a. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. pemberian dukungan teknis. pengelolaan. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. monitoring. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. Pasal 1022 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan dokumentasi sistem aplikasi. pengujian. evaluasi. dan e. monitoring. pengembangan. pengujian. pengembangan. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. monitoring. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. pemberian dukungan teknis. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. pengamanan. b. Pasal 1023 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. pengembangan. Pasal 1025 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. b. II. d. pengamanan.294 Pasal 1021 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengembangan. perancangan. pemberian dukungan teknis. . c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengujian. dan c.

Seksi Perencanaan. Pengendalian. Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia. c. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. (3) Seksi Sarana dan Dukungan Jasa mempunyai tugas melakukan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. melaksanakan operasional transformasi. f. Pasal 1027 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1026. melakukan monitoring. e. penyiapan perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. Pasal 1029 (1) Seksi Perencanaan. dan g. penyiapan perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. b. evaluasi. dan Pelaporan. Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan. melakukan monitoring dan evaluasi. Pasal 1028 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. c. penyusunan. Seksi Sarana dan Dukungan Jasa. penyiapan perumusan. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa.295 Pasal 1026 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. pengkajian. dan d. penyiapan perumusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. perumusan. penyusunan. (2) Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan mempunyai tugas melakukan verifikasi dan penyelesaian tagihan. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. . Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. d. penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. b. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. Pengendalian.

Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya. f. pemantauan penyajian laporan keuangan berkala BUN dan unit khusus lain. i. b. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Pasal 1030 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. penghimpunan laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. d. penyusunan laporan keuangan Bendahara Umum Negara. Pasal 1031 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030. membina. e.296 (4) Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan pengkajian dan perumusan kebijakan dan strategi penempatan dan pelatihan sumber daya manusia. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. mengkonsolidasikan. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan BUN dan unit khusus lain. Pasal 1033 (1) Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyusunan. evaluasi. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Pembiayaan secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. d. g. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan menyusun laporan keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala atas transaksi kebendaharaan umum negara. c. dan memantau laporan keuangan berkala pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. merekonsiliasi. Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer. c. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada BUN dan unit khusus lain. Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan. dan rekonsiliasi dan pembinaan Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Pasal 1032 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara terdiri atas: a. b. . pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyusunan prosedur dan kebijakan pelaporan keuangan Bendahara Umum Negara.

Penerusan Pinjaman. Transfer ke Daerah. (4) Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dan Laporan Keuangan Utang. Subsidi.297 (2) Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer mempunyai tugas melakukan penyusunan. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Belanja Lain-Lain. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan Belanja dan Transfer secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. evaluasi. Hibah. (3) Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya mempunyai tugas melakukan penyusunan. dan Laporan Arus Kas untuk menghasilkan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan BUN Lainnya secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Transaksi Khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1035 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Badan Lainnya. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Investasi. memantau laporan keuangan berkala BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. memantau laporan keuangan berkala Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. evaluasi. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Pasal 1034 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

(2) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .298 Pasal 1036 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

piutang negara. piutang negara. d. piutang negara. . dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. Direktorat Barang Milik Negara. dan lelang.299 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1037 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. dan kriteria di bidang kekayaan negara. penyusunan norma. piutang negara. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain. dan h. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan lelang. Direktorat Lelang. f. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. standar. e.dan lelang. c. piutang negara. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi. dan lelang. g. perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. d. Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan. dan lelang. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1039 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri atas: a. b. Pasal 1038 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. Direktorat Penilaian. prosedur.

Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. kepegawaian. e. dan h. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. dan dokumentasi direktorat jenderal. . dan keuangan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Bagian Perlengkapan. d. rencana strategik. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. Bagian Umum. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal. b. koordinasi penyusunan rencana kerja. dan f. dan laporan akuntabilitas kinerja. e. rumah tangga. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian. c. pelaksanaan kepatuhan internal di lingkungan direktorat jenderal. d. perencanaan dan implementasi manajemen risiko direktorat jenderal. b. c. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja direktorat jenderal.300 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1040 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. f. g. kearsipan. Pasal 1042 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan tata usaha.

analisis jabatan. d. rencana strategik. pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan monitoring dan pengembangan penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. Subbagian Tata Laksana. f. penyiapan bahan tanggapan. analisis atas kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. e. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. standar norma waktu dan standar beban kerja. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja.301 Pasal 1043 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan rumusan produk hasil kerja. Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. dan h. g. dan c. b. b. Pasal 1045 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. . laporan akuntabilitas kinerja. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. Pasal 1044 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1043.

standardisasi teknis. pengelolaan sistem data formasi. pelaksanaan kajian pengembangan. serta laporan tahunan Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis perencanaan. perencanaan. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. tanggapan. pengelolaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penelitian laporan pengaduan masyarakat. penyempurnaan kode etik. kajian kompensasi dan benefit. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. perancangan dan implementasi rekrutmen. pengangkatan. c. koordinasi dan implementasi analisis beban kerja. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal.302 Pasal 1046 (1) Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Sistem Informasi dan Manajemen Kepegawaian. penyusunan jabatan fungsional. b. evaluasi pelayanan teknis. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan kebutuhan. tata naskah persuratan dinas. (3) Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan pelaksanaan prosedur. dan pengembangan serta implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. penyelesaian kasus pegawai. Pasal 1047 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. manajemen bakat. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. mutasi. pengawasan dan evaluasi standar kinerja. . serta pengembangan kompetensi. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. kepemimpinan. kepuasan pegawai. serta implementasi pengelolaan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal. sarana dan metode implementasi reward dan punishement Sumber Daya Manusia. pengembangan program graduate pegawai. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. dan d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. serta pelaksanaan pengelolaan kepangkatan. pengawasan dan evaluasi administrasi. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. penilaian kinerja. program assessement. uraian jabatan. penyusunan formasi. analisis jabatan.

serta pengembangan kompetensi. serta penyusunan formasi pegawai dan sistem data formasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1050 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan analisa dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. program graduate. administrasi SDM. standar kinerja pegawai. program assessement. dan pemensiunan. (2) Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan. dan c. evaluasi jabatan/posisi dan program mutasi. kepangkatan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. dan d. Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian. serta perencanaan dan penilaian kinerja pegawai. Pasal 1051 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.303 Pasal 1049 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. SIMPEG.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. pemberhentian. Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian. serta manajemen bakat. (3) Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisa perencanaan. implementasi rekrutmen dan seleksi pegawai. b. pengembangan kebutuhan pegawai. penyempurnaan dan pengawasan kode etik. pemberian kompensasi dan benefit. kepemimpinan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pengangkatan. c. kepuasan pegawai dan pelaksanaan sarana serta metode implementasi reward dan punishment. penyelesaian kasus pegawai. pengelolaan. penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. pengembangan. . Pasal 1052 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051. Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan.

dan penghapusan perlengkapan. dan c. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perencanaan Anggaran. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. Pasal 1055 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. c. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. b. Pasal 1054 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan.304 Pasal 1053 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pengadaan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. serta pelaksanaan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. . b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan inventarisasi. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. Subbagian Gaji. dan d. penyiapan dokumen. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji pegawai Kantor Pusat serta kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1057 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a.

(2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. pelaksanaan urusan rumah tangga.305 Pasal 1058 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. dan dokumentasi. b. rumah tangga. pemeliharaan. pengetikan. tamu. serta pelaksanaan. dan protokol. serta akomodasi. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan. pengamanan. Pasal 1062 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. perjalanan dinas. tamu. pengetikan. Pasal 1059 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. angkutan. penggandaan. tamu. kearsipan. c. penggandaan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. perjalanan dinas. dan dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan dan akomodasi. pelaksanaan urusan surat-menyurat. . Pasal 1061 Bagian Umum terdiri atas: a. pemeliharaan sarana dan prasarana. kearsipan. Subbagian Tata Usaha. b. rapat pimpinan dan d. penyiapan dokumen. kepustakaan. ekspedisi. perjalanan dinas. serta penatausahaan. pelaksanaan urusan protokol. dan c. dan penghapusan perlengkapan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Subbagian Rumah Tangga. kepustakaan. pelaksanaan urusan akomodasi. Pasal 1060 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. ekspedisi.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 306 (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga, pengadaan dan distribusi alat tulis kantor, angkutan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penatausahaan, pengamanan, pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.

Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara Pasal 1063 Direktorat Barang Milik Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang barang milik negara.

Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063, Direktorat Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang barang milik negara; b. pelaksanaan kebijakan di bidang barang milik negara; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang barang milik negara; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang barang milik negara; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

Pasal 1065 Direktorat Barang Milik Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Barang Milik Negara I; b. Subdirektorat Barang Milik Negara II; c. Subdirektorat Barang Milik Negara III; d. Subdirektorat Barang Milik Negara IV; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 307 Pasal 1066 Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1067 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066, Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; c. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; dan g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III. Pasal 1068 Subdirektorat Barang Milik Negara I masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IA; b. Seksi Barang Milik Negara IB;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 308 c. Seksi Barang Milik Negara IC; dan d. Seksi Barang Milik Negara ID.

Pasal 1069 Seksi Barang Milik Negara IA, IB, IC, dan ID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA, IB, IC, dan ID sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1070 Subdirektorat Barang Milik Negara II masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IID. Pasal 1071 Seksi Barang Milik Negara IIA, IIB, IIC, dan IID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA, IIB, IIC, dan IID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1072 Subdirektorat Barang Milik Negara III masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IIID.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 309 Pasal 1073 Seksi Barang Milik Negara IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1074 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1075 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074, Subdirektorat Barang Milik Negara IV menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; c. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 310 g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; dan h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan daftar barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. Pasal 1076 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IVA; b. Seksi Barang Milik Negara IVB; c. Seksi Barang Milik Negara IVC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IVD. Pasal 1077 Seksi Barang Milik Negara IVA, IVB, IVC, dan IVD masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IVA, IVB, IVC, dan IVD sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1078 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IV.

Bagian Kelima Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan Pasal 1079 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara dipisahkan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 311 Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079, Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kekayaan negara dipisahkan; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara dipisahkan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1081 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan terdiri atas: a. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I; b. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan III; d. Subbagian Tata Usaha; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1082 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1083 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082, Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; b. penyusunan bahan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; c. penyiapan pengelolaan dan penatausahaan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 312 d. penyiapan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara dan perseroan terbatas lainnya Lingkup I, II, dan III; e. penyiapan analisis dan pelaporan di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; f. penyiapan pembinaan dan pengawasan Badan Usaha Milik Negara/Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III; dan g. penyiapan pengawasan atas tindak lanjut penetapan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dan penetapan barang milik negara eks. proyek kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III.
Pasal 1084 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IC. Pasal 1085 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IA, IB, dan IC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1086 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan II terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIC. Pasal 1087 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIA, IIB, dan IIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 313 Pasal 1088 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan III terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIC. Pasal 1089 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA, IIIB, dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIIA, IIIB, dan IIIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1090 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Dipisahkan III.

(2)

Bagian Keenam Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1091 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain. Pasal 1092 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1091, Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 314 c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
Pasal 1093 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri atas: a. Subdirektorat Piutang Negara I; b. Subdirektorat Piutang Negara II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I; d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II; e. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III; f. Subbagian Tata Usaha; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1094 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN. Pasal 1095 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094, Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN yang telah diserahkan kepada PUPN; c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan telaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 315 e. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; dan g. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN.

Pasal 1096 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IA; b. Seksi Piutang Negara IB; dan c. Seksi Piutang Negara IC. Pasal 1097 Seksi Piutang Negara IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi bimbingan teknis, dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan ke PUPN, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, dan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek lingkup IA, IB, IC, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1098 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN dan pengelolaan piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN, serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusanya belum diserahkan kepada PUPN, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 316 Pasal 1099 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098, Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan penelaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; e. penyiapan bahan penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; g. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; h. penyiapan bahan penelaahan usul penghapusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; i. penyiapan bahan perumusan kebijakan penatausahaan, penagihan, dan evaluasi serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; dan

j.

k. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. Pasal 1100 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IIA; b. Seksi Piutang Negara IIB; dan c. Seksi Piutang Negara IIC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 317 Pasal 1101 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pematauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekeretariatan PUPN Pusat. Pasal 1102 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I, II dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, penatausahaan dan penyusunan daftar, pemberian bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kekayaan negara lain-lain, serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I, II dan III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

b. II dan III. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. II dan III. . II dan III. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. IC. penatausahaan dan penyusunan daftar. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan sistem dan prosedur. bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. c. b.318 Pasal 1103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. Pasal 1105 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. Pasal 1106 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri atas: a. perencanaan. pemantauan. dan ID. IB. dan d. II dan III. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. penyiapan bahan perencanaan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. IC. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I dan II. pemberian bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. penelaahan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. II dan III. sistem dan prosedur. penghimpunan. IB. c. b. dan d. standardisasi. pengawasan. Pasal 1104 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri atas: a. dan e. pengawasan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IA. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB.

dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. IIC. pengawasan. c. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIA. IIIC. penatausahaan dan penyusunan daftar.319 Pasal 1107 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. Pasal 1108 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri atas: a. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. perencanaan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. dan IID. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. perencanaan. IIB. IIB. . pemberian bimbingan teknis. IIIB. pemantauan. penyusunan sistem dan prosedur. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1110 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. IIIC. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Piutang Negara I. pemantauan. dan d. b. penyusunan sistem dan prosedur. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. IIC. penatausahaan dan penyusunan daftar. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. Pasal 1109 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIIA. IIIB. pemberian bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIID.

penyiapan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1114 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I . pengendalian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi. II. dan kriteria di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan g.320 Bagian Ketujuh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan e. e. pengamanan. Pasal 1113 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi terdiri atas: a. b. pengawasan. pemindahtanganan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Kelompok Jabatan Fungsional. dan III. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III. Pasal 1112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. . pemeliharaan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain selain kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I. pemanfaatan. f. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. pemantauan. c. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kegiatan penggunaan. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. prosedur. II. penghapusan. d. standar. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi.

pengamanan dan pemeliharaan. penghapusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengendalian. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IB. dan III menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan. barang milik negara eks kepabeanan. hak atas bumi. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. IB. aset eks UP3. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. pengamanan. penyiapan bahan pertimbangan rencana kebutuhan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. c. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. aset eks UP3. Pasal 1116 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I masing-masing terdiri atas: a. II. barang milik negara eks kepabeanan. barang yang dirampas oleh negara.321 Pasal 1115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114. hak atas bumi. penghapusan. II. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaan penggunaan. pemantauan. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. b. pemindahtanganan. dan c. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan penggunaan. pengendalian. IC. dan Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara ID. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IC. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. IB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. barang yang dirampas oleh negara. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. II. pemindahtanganan. . d. pengawasan. pemeliharaan. dan ID serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. pemanfaatan. Pasal 1117 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. b. pemantauan. air dan tata ruang angkasa. IC. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. II. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. pengawasan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. air dan tata ruang angkasa.

c. barang milik negara eks kepabeanan. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIA. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIB. pemantauan. Pasal 1121 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. b. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. c. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIC. barang yang dirampas oleh negara. pengawasan. air dan tata ruang angkasa. hak atas bumi. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIC. aset eks UP3. IIIB. hak atas bumi. pembinaan. dan IID. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIIA. pemeliharaan. dan d. b. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. IIC. IIIC. barang milik negara eks kepabeanan. barang yang dirampas oleh negara. . IIB. pengendalian. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. pemantauan. pengamanan. pemindahtanganan. dan IIID. pengendalian. penghapusan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IID. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIB. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. Pasal 1120 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III masing-masing terdiri atas: a. pengamanan. IIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemeliharaan. penghapusan. IIB. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. pemindahtanganan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIID.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. dan d. pemanfaatan. pengawasan. aset eks UP3. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. Pasal 1119 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. IIIC. pemanfaatan. IIIB. air dan tata ruang angkasa.322 Pasal 1118 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II masing-masing terdiri atas: a. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

implementasi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan f. penilaian. piutang negara dan lelang. e. d. pemrograman. dokumentasi sistem aplikasi. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II . pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi penatausahaan dan pengelolaan barang milik negara. Pasal 1123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1122. pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemantauan. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III. piutang negara dan lelang. piutang negara dan lelang. perancangan. piutang negara dan lelang. b. pemeliharaan dan integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. dan Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. kekayaan negara lain-lain dan kekayaan negara dipisahkan. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I. penilaian. penyusunan buku manual. perancangan desain sistem aplikasi dan basis data. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. Pasal 1125 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. penyusunan buku manual sistem aplikasi dan dokumentasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pengembangan. penilaian. penilaian. penyiapan bahan perencanaan. integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. implementasi. piutang negara dan lelang. penilaian. perencanaan. c. . pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. d. piutang negara dan lelang. c. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. b. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. Pasal 1124 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi terdiri atas: a. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. penilaian.323 Pasal 1122 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan. piutang negara dan lelang. implementasi. penilaian.

penilaian. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi piutang negara. penilaian. implementasi. piutang negara dan lelang.324 (2) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. dan hukum. perencanaan dan perancangan desain integrasi sistem aplikasi dan integrasi basisdata. penyiapan rumusan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi di bidang kekayaan negara. penilaian. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. dan d. (3) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. penyiapan bahan rumusan kajian dan standardisasi teknologi informasi. pelayanan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemrograman. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi. pemrograman integrasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi sistem aplikasi kesekretariatan. implementasi. implementasi. penyusunan buku manual dan dokumentasi integrasi sistem aplikasi. pengelolaan perangkat keras. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pemrograman. enterprise integration portal dan website DJKN. penilaian. pemantauan dan evaluasi pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi integrasi sistem informasi geografi. Pasal 1126 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan pemantauan pengolahan data. piutang negara dan lelang. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. penilaian. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. c. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. pengelolaan data di bidang kekayaan negara. implementasi. lunak. layananan operasional teknologi informasi dan perangkat keras. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. lunak. Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1126. (4) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa integrasi sistem aplikasi. penilaian. b. pemberian layanan operasional teknologi informasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. Business Intelligence (BI). .

(3) Seksi Layanan Operasional mempunyai tugas menerima laporan gangguan. pelaporan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Layanan Operasional Teknologi Informasi. sistem operasi. dan Jaringan. data center. Cetak Biru Sistem Manajemen Informasi dan Pelayanan Terpadu DJKN (SMIPT-DJKN). piutang negara dan lelang. jaringan/VPN-IP dan bandwidth. hosting dan/atau perubahan profil hosting. pengujian. memberikan solusi sementara dan/atau permanen. evaluasi dan pembaharuan tingkat layanan. konfigurasi dan/atau pemutakhiran konfigurasi. perubahan dan penghapusan serta pengaturan kewenangan akses file share. pengalokasian port TCP/IP. pertanyaan atau permintaan layanan operasional. melakukan pendefinisian layanan dan pemutakhiran portofolio layanan. mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan tingkat layanan.325 Pasal 1128 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional terdiri atas: a. (4) Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. (2) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi. memberikan dukungan teknis/onsite support. Seksi Layanan Operasional. pemantauan ketersediaan. pengelolaan even (event management). Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. pemutakhiran data. perencanaan pendidikan dan pelatihan SDM Teknologi Informasi. pengolahan. Pasal 1130 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. keamanan. pemeliharaan infrastruktur anti-virus protection. perangkat lunak software aplikasi. penyiapan bahan penyusunan cetak biru pengembangan SDM Teknologi Informasi. dan d. . b. Lunak. perencanaan strategik teknologi informasi. kinerja. permasalahan (problem management) dan akses (access management). menyediakan dan memelihara katalog layanan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kesinambungan penggunaan dan pemanfaatan perangkat keras. penyaringan (filtering) situs. melakukan pemantauan. dan pengelolaan dokumen elektronik di bidang kekayaan negara. penilaian. pemeliharaan dokumen dan/atau manual. kegagalan (incident management). Pasal 1129 (1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Lunak dan Jaringan mempunyai tugas melakukan instalasi/upgrading. kestabilan. Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. pembuatan.

e. dan kriteria di bidang penilaian. Pasal 1132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti. d. b. penyiapan penyusunan norma.326 Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Pasal 1131 Direktorat Penilaian mempunyai tugas melaksanakan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian. dan e. Pasal 1134 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti dan properti khusus. Pasal 1135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. c. b. analisis. pelaksanaan penilaian. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. . Direktorat Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. standar. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 1133 Direktorat Penilaian terdiri atas: a. prosedur. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah.

analisis. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam II. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a.327 Pasal 1136 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti terdiri atas: a. Pasal 1139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. d. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. Pasal 1140 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. c. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. serta pelaksanaan penilaian. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. Pasal 1137 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. . Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I. b. Pasal 1138 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan d. analisis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus II. serta evaluasi tugas di bidang penilaian Properti Khusus lingkup I dan II. serta pelaksanaan penilaian. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti II. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis II. dan c. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian penilaian bisnis dan sumber daya alam. b. Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I. pelaksanaan penilaian. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti lingkup I dan II.

analisis. pencatatan kinerja. pembinaan.328 Pasal 1141 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1144 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah terdiri atas: a. serta pelaksanaan penilaian. Lingkup I dan II. Pasal 1145 (1) Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian sumber daya alam lingkup I dan II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis. penyusunan dan pengawasan kode etik. pelaksanaan penilaian. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. pembinaan. b. supervisi dan evaluasi kinerja. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis pelaksanaan penilaian. dan d. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis lingkup I dan II. penyiapan pembinaan. e. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan f. penyiapan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah II. . Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I. b. c. serta administrasi penilai pemerintah. serta pelaksanaan penilaian. c. dan penjenjangan penilai pemerintah. pendaftaran. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. serta pelaksanaan penilaian. Pasal 1142 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah. pelaksanaan administrasi terhadap penilai pemerintah meliputi register. Pasal 1143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. penyiapan pengawasan penilai pemerintah. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a.

verifikasi. dan c. dan e. supervisi. pelaksanaan penilaian. pengelolaan. analisis dan peningkatan kualitas laporan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. analisis dan evaluasi permohonan dan laporan penilaian. verifikasi. dan peningkatan kualitas laporan penilaian. perencanaan. pengumpulan. b. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian. serta pengumpulan. Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian. bimbingan teknis. analisis. b. perekaman pelaksanaan tugas penilai analisis kinerja dan kualifikasi penilai pemerintah.329 (2) Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian register. supervisi. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penganalisisan. serta pengelolaan. Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian. pengelolaan. analisis penjenjangan penilai pemerintah. (3) Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. d. pengelolaan. pendaftaran. dan evaluasi terhadap laporan penilaian yang disusun oleh penilai pemerintah. dan melakukan perencanaan peningkatan kualitas penilai pemerintah berdasarkan hasil analisis kinerja dan kualifikasi. serta pelaksanaan penilaian. Pasal 1148 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian terdiri atas: a. dan evaluasi terhadap laporan penilaian. analisis. dan peningkatan kualitas laporan penilaian dan data di bidang penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 1147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146. analisis. bimbingan teknis. serta pelaksanaan penilaian. supervisi. Pasal 1146 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. c. . Pasal 1149 (1) Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian mempunyai tugas melakukan perencanaan. perencanaan. analisis. pengawasan penilai pemerintah dan pelaksanaan penilaian. Seksi Pengelolaan Data dan Infomasi Penilaian.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang lelang. supervisi. Subdirektorat Bina Lelang II. Kelompok Jabatan Fungsional. perencanaan. Pasal 1153 Direktorat Lelang terdiri atas: a. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian serta pelaksanaan penilaian. c. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Pembinaan Penilai. pengelolaan. b. analisis. d. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lelang. b. serta pelaksanaan penilaian. (3) Seksi Pengelolaan Data Penilaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Bagian Kedelapan Direktorat Lelang Pasal 1151 Direktorat Lelang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lelang. prosedur. dan e. dan kriteria di bidang lelang.330 (2) Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian mempunyai tugas melakukan verifikasi. dan e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Bina Lelang I. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1151. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. Subbagian Tata Usaha. . dan evaluasi terhadap permohonan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. c. standar. d. analisis.

pemantauan. penyiapan bahan bimbingan teknis. dan c. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perencanaan lelang. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. e. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. pemantauan. penyiapan bahan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan lelang. h. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. serta pembinaan kinerja di bidang lelang. evaluasi.331 Pasal 1154 Subdirektorat Bina Lelang I dan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Seksi Bina Lelang IC. b. dan i.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . . pengembangan lelang. serta pelaksanaan pembinaan. analisis dan penggalian potensi lelang. d. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. analisis. Seksi Bina Lelang IA. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. Pasal 1155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154. Seksi Bina Lelang IB. g. dan evaluasi pelaksanaan lelang. b. standardisasi dan bimbingan teknis. f. Pasal 1156 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri atas: a.

pemantauan. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. dan IC. verifikasi risalah lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. Seksi Bina Lelang IIC. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. Pasal 1160 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. bimbingan teknis. b. Seksi Bina Lelang IIA. Seksi Bina Lelang IIB. IIB. Pasal 1159 Seksi Bina Lelang IIA. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. pemantauan. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. verifikasi risalah lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. IB.332 Pasal 1157 Seksi Bina Lelang IA. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. pemeriksaan. IIB. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. IB. b. dan c. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. . pemantauan. Pasal 1158 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri atas: a. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 1161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1160. analisis. dan IIC. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang.

Pasal 1163 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. . f. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. penyajian informasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembinaan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. k. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. dan c. pengawasan. bimbingan teknis. perencanaan dan pengembangan lelang. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. pengawasan. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. dan pemberhentian Pejabat Lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. dan l.333 c. i. pemberian penghargaan dan sanksi. ujian profesi. e. pemantauan. d. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. g. Seksi Bina Profesi Lelang I. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. standardisasi. analisis. pengumpulan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pengangkatan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. Seksi Bina Profesi Lelang II. Pasal 1162 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri atas: a. h. ujian profesi Pejabat Lelang. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. pengolahan. Seksi Bina Jasa Lelang. b. pengawasan dan pembinaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. petunjuk teknis serta yuridis lelang. pengangkatan. j. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. Pasal 1164 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengolahan. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. Pasal 1166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. pengumpulan. standardisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Bina Lelang I. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan dan pembinaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. standar. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kesembilan Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 1165 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hukum dan hubungan masyarakat. serta pencabutan izin operasional lelang. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. c. dan e. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. dan kriteria di bidang hukum dan hubungan masyarakat. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyiapan penyusunan norma. pemberian penghargaan dan sanksi. d. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hukum dan hubungan masyarakat. penyiapan bahan penyusunan kebijakan.334 (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. .

Pasal 1169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. dan lelang. dan e. f. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Subbagian Tata Usaha. penilaian.335 Pasal 1167 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. piutang negara. penilaian. . pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. b. Seksi Peraturan Perundangan II. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara dan lelang. pengurusan piutang negara dan lelang. Subdirektorat Hubungan Masyarakat. penilaian. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan g. Pasal 1170 Subdirektorat Peraturan Perundangan I terdiri atas: a. Subdirektorat Peraturan Perundangan . pengurusan piutang negara. Subdirektorat Bantuan Hukum . c. e. d. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan lelang. pengelolaan dokumen hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. Seksi Peraturan Perundangan I. pengurusan piutang negara dan lelang. dan lelang. b. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. Pasal 1168 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. penilaian. penilaian. pengurusan piutang negara. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan lelang. penilaian. c. b. penilaian. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. d. piutang negara. Kelompok Jabatan Fungsional.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penilaian. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. Seksi Peraturan Perundangan IV. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. dan d. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penilaian.336 c. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. b. III. Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. . penilaian. Seksi Bantuan Hukum I. pengurusan piutang negara. Seksi Bantuan Hukum III. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. piutang negara. dan d. penilaian. dan pelaksanaan lelang. c. dan pelayanan lelang Lingkup I. III. Seksi Bantuan Hukum II. piutang negara dan lelang. piutang negara dan lelang. II. penilaian. c. dan d. II. Seksi Bantuan Hukum IV. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. Pasal 1171 Seksi Peraturan Perundangan I. penyajian peraturan perundangan di bidang kekayaan negara. pelaksanaan klasifikasi peraturan. Pasal 1172 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. Seksi Peraturan Perundangan III. Pasal 1174 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. dan IV.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi. Pasal 1178 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Layanan Informasi terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. penyiapan bahan rapat eksternal. standardisasi dan bimbingan teknis. komunikasi publik. evaluasi. penelaahan kasus hukum. penyuluhan dan layanan informasi. dan pengelolaan berita. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi. dan pelaksanaan di bidang hubungan media. evaluasi. dan bimbingan teknis. dokumentasi. dan opini publik. Seksi Komunikasi Publik. dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. hubungan media. dan pengolahan data hubungan masyarakat di bidang kekayaan negara. piutang negara.337 Pasal 1175 Seksi Bantuan Hukum I. III. c. melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. dan pelaksanaan hubungan masyarakat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pertimbangan. II. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. piutang negara dan lelang lingkup I. analisis berita. dan d. b. pengelolaan situs internet. Pasal 1179 (1) Seksi Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan lelang. kebijakan. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. analisis berita. . hubungan media. perpustakaan. kebijakan. publikasi. III. dan IV. standardisasi. Pasal 1176 Subdirektorat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. komunikasi publik serta penyelenggaraan desk information dan call center. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. penilaian. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan opini publik. penyiapan bahan penyusunan rumusan. evaluasi. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. penilaian. II. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan serta pengolahan data untuk keperluan hubungan masyarakat. kebijakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan.

standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta situs web dan portal intranet. Pasal 1182 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Hubungan Masyarakat. evaluasi. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1181 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. pengolahan data untuk keperluan internal dan hubungan masyarakat. dan perpustakaan. pengelolaan berita. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dokumentasi. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. kebijakan. serta koordinasi penyiapan bahan rapat eksternal. evaluasi. kebijakan. dan pelaksanaan publikasi.338 (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyelenggaraan desk information dan call center.

Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan norma. Pasal 1184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1183. c. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. d. prosedur dan kriteria di bidang perimbangan keuangan. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1185 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri atas: a. perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. . pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. dan e. standar. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. b. Direktorat Dana Perimbangan.339    BAB X DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1183 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. kearsipan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. Pasal 1187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1186. rencana kerja. g. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. d. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pengembangan kinerja. fasilitasi penyusunan peraturan. koordinasi penyusunan rencana kerja. Bagian Umum. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. rencana anggaran. b. penelaahan dan evaluasi jabatan. Bagian Keuangan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1188 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 1189 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. dan perpustakaan direktorat jenderal. dan e. . Kelompok Jabatan Fungsional.340    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1186 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. c. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi. b. f. Bagian Kepegawaian. dan h. c. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi. kepegawaian. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. rencana strategik. e. d. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal.

penyusunan laporan akuntabilitas. e. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. c. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. rencana strategik. Subbagian Pelaporan. . Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan laporan pelaksanaan tugas. Pasal 1192 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. c. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. Pasal 1191 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a.341    Pasal 1190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189. b. dan rencana anggaran. d. Subbagian Tata Laksana. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. Subbagian Perencanaan. Subbagian Organisasi. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. dan g. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. dan d. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal.

Pasal 1196 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. statistik. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. dan c. kepangkatan. dan mutasi kepegawaian lainnya. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. pemberhentian. dokumentasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1195 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. Subbagian Mutasi Kepegawaian.342    Pasal 1193 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepangkatan. b. b. pelaksanaan urusan pengangkatan. . Pasal 1197 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. c. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. dan d. dan kesejahteraan pegawai. pemensiunan pegawai.

Pasal 1200 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. rumah tangga. ekspedisi. b. kepustakaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1199 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dokumentasi. Subbagian Penyusunan Anggaran. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. perlengkapan. Subbagian Perbendaharaan. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. dan c. kepustakaan. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan c. Pasal 1202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1201.343    Pasal 1198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1197. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. . kearsipan. Pasal 1201 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dokumentasi. kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan penggandaan.

c. dan d. ekspedisi. dan gaji. Subbagian Tata Usaha. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. kearsipan. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. dan penyiapan penghapusan perlengkapan. c. Pasal 1204 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. inventarisasi. dokumentasi. pendistribusian. pengangkutan pegawai. Subbagian Perlengkapan. penyimpanan. kepustakaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang dana perimbangan. Pasal 1203 Bagian Umum terdiri atas: a. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan. dan urusan perjalanan dinas. pelaksanaan urusan rumah tangga. . penyiapan dokumen.344    b. Subbagian Protokol. dan d. koordinasi serta fasilitasi hukum. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 1206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. keprotokolan. b. dan penggandaan. pemeliharaan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1205 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang dana perimbangan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang dana perimbangan. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perlengkapan.

koordinasi. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan h. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. standardisasi. c. d. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang dana perimbangan. c. standar. g. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. d. Subbagian Tata Usaha. dan rekonsiliasi. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dana perimbangan. dan e. b. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Pasal 1209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208. e. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1207 Direktorat Dana Perimbangan terdiri atas: a. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. . f. Pasal 1208 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. d. dan f. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau.345    c.

Pasal 1213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. dan f. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. Pasal 1211 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. e. Pasal 1214 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. dan fasilitasi. dan d. koordinasi. b. perhitungan. Pasal 1212 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. II. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. . penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. c. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dan c. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. penetapan alokasi. b. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. c. dan rekonsiliasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. d.346    Pasal 1210 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri atas: a. koordinasi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Umum II. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1218 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri atas: a. Seksi Dana Alokasi Umum IV. b. c. III. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. dana otonomi khusus. dan d. Seksi Dana Alokasi Umum III. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan dana penyesuaian. d. dana otonomi khusus. .347    Pasal 1215 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. pengalokasian dana alokasi umum. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. c. penetapan alokasi. dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. Pasal 1219 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. dana otonomi khusus. dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Umum I. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. dan e. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. perhitungan alokasi. dan fasilitasi. b. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. dana otonomi khusus. II. dana otonomi khusus. Pasal 1216 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. perhitungan. standardisasi.

dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan e. Seksi Dana Alokasi Khusus IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum.348    (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Khusus I. Pasal 1220 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. Seksi Dana Alokasi Khusus II. b. c. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Pasal 1222 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri atas: a. . dan d. standardisasi. standardisasi. perhitungan alokasi. perhitungan alokasi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Alokasi Khusus III. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. b. perhitungan alokasi. c. standardisasi. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian.

dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. standardisasi. Nusa Tenggara. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. pemantauan/konfirmasi atas transfer. standardisasi. standardisasi. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Surat Perintah Membayar (SPM). dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. pemantauan/konfirmasi atas transfer.349    Pasal 1223 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pemantauan/ konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. standardisasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. c. bimbingan teknis. Pasal 1225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224. pemantauan/konfirmasi atas transfer. perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. dan e. Maluku dan Papua. . standardisasi. SPP. SPP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1224 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. SPP. SPM. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). perhitungan alokasi. koordinasi fasilitasi. d. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. b. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. SPM. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. SPM. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. perhitungan alokasi.

Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. Pasal 1230 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri atas: a. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. bimbingan teknis. SPM. Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1228. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. SPM. . IB. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. SPP. SPM. khususnya DAU dan DAK. Pasal 1228 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1227 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. dan c. dan c. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. pemantauan/konfirmasi atas transfer. bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. SPP. pemantauan/konfirmasi atas transfer. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. dan e. standardisasi. SPP. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH).350    Pasal 1226 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri atas: a. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPP. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. SPM. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. koordinasi fasilitasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. c. standardisasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. koordinasi fasilitasi. b. b. d.

standardisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Pasal 1235 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. Pasal 1234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. koordinasi fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. dan e. standar. c. IIB. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah.351    Pasal 1231 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1233 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. prosedur dan kriteria di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. khususnya DBH. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II. .

Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. Bali. f. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1238 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri atas: a. pemantauan. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. . penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. IC. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. e. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis. Pasal 1236 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. bimbingan teknis.352    c. analisis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. pemantauan. dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. IB. Pasal 1240 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. b. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1236. dan g. d. Pasal 1239 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. analisis. dan d. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera.

Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Bali. pemantauan. b. Bali. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID.353    Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. Pasal 1245 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. b. dan Nusa Tenggara. c. analisis. Pasal 1243 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. IIC. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. dan Nusa Tenggara. analisis. Bali. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. bimbingan teknis. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Bali. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. IIB. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. . b. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. dan Nusa Tenggara. dan d. Pasal 1242 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri atas: a. Pasal 1244 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. pemantauan.

dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. b. Pasal 1246 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri atas: a. c. IIIB. pemantauan. . dan d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. IIIC. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1247 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. bimbingan teknis. Pasal 1249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. pemantauan.354    c. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1248 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. b. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. analisis.

d. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. e. bimbingan teknis. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. dan d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. pelaksanaan penyusunan. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. . IVC. Pasal 1252 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. b. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. c. IVB. c. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. koordinasi. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a.355    Pasal 1250 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri atas: a. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1251 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. Pasal 1253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252. b. standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. dan f. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah.

penyusunan standardisasi. Pasal 1256 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi retribusi daerah. pelaksanaan bimbingan teknis. analisis dan evaluasi pajak daerah. pemantauan. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. b. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah.356    Pasal 1254 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. dan c. . pemantauan. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1257 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. pelaksanaan bimbingan teknis. penyusunan standardisasi. Pasal 1255 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan.

357    Pasal 1258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1257. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. b. . b. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1260 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Subdirektorat Pinjaman Daerah. d. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standar. penerusan pinjaman luar negeri. Pasal 1261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1260. dan e. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Pasal 1259 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. standardisasi. penerusan pinjaman luar negeri. Subdirektorat Hibah Daerah. c. g. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. f. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. bimbingan teknis. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . obligasi daerah. obligasi daerah. dan b. e. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. penerusan pinjaman luar negeri. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. c.

dan analisis. Seksi Pinjaman Daerah I. penerusan pinjaman luar negeri.358    c. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. Pasal 1262 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri atas: a. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. pemantauan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan Papua. dan analisis. bimbingan teknis. obligasi daerah. b. bimbingan teknis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. d. dan d. dan analisis. bimbingan teknis. dan e. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. dan analisis. pemantauan. standardisasi. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pinjaman Daerah IV. . dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penerusan pinjaman luar negeri. Pasal 1263 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pinjaman Daerah II. obligasi daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. Nusa Tenggara. bimbingan teknis. Seksi Pinjaman Daerah III. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. standardisasi. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. dan penerusan pinjaman luar negeri.

b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. bimbingan teknis. pemantauan. bimbingan teknis. standardisasi. d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah IV. pemantauan. bimbingan teknis. dan d. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. standardisasi. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hibah Daerah III. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. pemantauan. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. . penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1267 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. c. Seksi Hibah Daerah II.359    Pasal 1264 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. b. standardisasi. dan e. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah I. Pasal 1266 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri atas: a. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. c. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

pemantauan. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. b. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. c. c. Pasal 1271 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. d. pemantauan. bimbingan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Pasal 1268 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. Pasal 1269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1268. . Pasal 1270 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri atas: a. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. standardisasi. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV.360    (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. bimbingan teknis. dan Papua. dan d. standardisasi. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. Nusa Tenggara. standardisasi. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. b. bimbingan teknis. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. Maluku.

dan Papua. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. bimbingan teknis. BLUD. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. Seksi Investasi Daerah II. pemantauan. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. BLUD. BLUD. standardisasi. dan PMP kepada daerah. standardisasi. standardisasi. b. c. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. dan PMP kepada daerah. Pasal 1273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1272. Nusa Tenggara.361    (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1272 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. bimbingan teknis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. . serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan PMP kepada daerah. standardisasi. dan PMP kepada daerah. Pasal 1274 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri atas: a. pemantauan. Maluku. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. BLUD. Seksi Investasi Daerah I. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. pemantauan. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. bimbingan teknis. pemantauan. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. dan d. standardisasi. Pasal 1275 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. . dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. standardisasi. bimbingan teknis. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. Pasal 1276 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah.362    c. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. hibah daerah. b. bimbingan teknis. Pasal 1277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. dan d. investasi daerah. pemantauan. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. dan dana darurat. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. c. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. standardisasi. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Pasal 1279 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Maluku. Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1281 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. hibah daerah. investasi daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. pembukuan. dan d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. b. investasi daerah. dan Papua. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. hibah daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. Pasal 1280 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. hibah daerah. dan pelaporan pinjaman daerah.363    Pasal 1278 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri atas: a. Nusa Tenggara. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . investasi daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. dana darurat.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. dan c. Pasal 1285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. belanja daerah. pembiayaan daerah. c. b. Subbagian Tata Usaha. b. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. bimbingan teknis.364    Pasal 1282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1281. Kelompok Jabatan Fungsional. e. dan defisit anggaran daerah. standar. serta perekonomian daerah. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. Pasal 1283 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri atas: a. belanja daerah. c. dan defisit anggaran daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. belanja daerah. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. pembiayaan daerah. dan e. dan defisit anggaran daerah. d. standardisasi. serta perekonomian daerah. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. f. Pasal 1284 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. pembiayaan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. . serta perekonomian daerah. dan g.

standardisasi. dan d. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1288 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1288. (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. c. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. b. standardisasi. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. c.365    Pasal 1286 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. Pasal 1287 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. standardisasi. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

366    Pasal 1290 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III. standardisasi. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. meliputi wilayah Bali.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1292 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1292. Nusa Tenggara. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. c. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. meliputi wilayah Sumatera. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. standardisasi. meliputi Jawa. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1291 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan d. standardisasi. Maluku. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan Papua.

bimbingan teknis. dan d. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. Kalimantan. dan d. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. . Neraca. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Realisasi Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .367    c. (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan Sulawesi. pemantauan. Pasal 1296 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. Bali. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. dan Nusa Tenggara. Laporan Realisasi Anggaran. c. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Pasal 1294 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri atas: a. b. verifikasi dan analisis laporan keuangan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. Neraca. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Pasal 1295 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II.

(2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. c. standardisasi. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. bimbingan teknis. Pasal 1300 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. pemantauan. dan d. dan evaluasi.368    Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. dan d. Seksi Data Keuangan Daerah III. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. Pasal 1299 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi. dan Papua. . bimbingan teknis. Nusa Tenggara. Seksi Data Keuangan Daerah IV. pemantauan. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. b. Pasal 1298 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri atas: a. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. standardisasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. Seksi Data Keuangan Daerah I. bimbingan teknis. c. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengolahan data keuangan daerah. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. b. Maluku. pemantauan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. Seksi Data Keuangan Daerah II. dan evaluasi. pemantauan. dan evaluasi.

pembangunan. perencanaan. Seksi Pengelolaan Basis Data. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeliharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. Pasal 1303 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. dan pemeliharaan basis data. pengelolaan. pengembangan. pengumpulan. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. . pembangunan.369    Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. infrastruktur hardware. c. d. pengumpulan dan pengelolaan. Pasal 1302 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. b. dan pengelolaan. c. pembangunan. pengembangan. dan penyusunan standar aplikasi dan program. b. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. pengelolaan. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pemeliharaan. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. pembangunan. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. dan peningkatan kualitas software. dan d. pengembangan. dan jaringan. Seksi Dukungan Teknis. Pasal 1304 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan e. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan.

Pasal 1306 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .370    Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1305 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

dan e.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Pinjaman dan Hibah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1309 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. b.371 BAB XI    DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1307 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan utang. d. standar. . Direktorat Pembiayaan Syariah. c. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang. Direktorat Evaluasi. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan utang. Sekretariat Direktorat Jenderal. Akuntansi. e. dan Setelmen. prosedur. dan f. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Pasal 1308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1307. penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang. b. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. d. dan kriteria di bidang pengelolaan utang. Direktorat Surat Utang Negara. c.

koordinasi kegiatan direktorat jenderal. pelaksanaan fungsi kepatuhan internal. penyelenggaraan pengelolaan urusan keuangan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Teknologi Informasi. dan f. . dan harmonisasi peraturan di lingkungan direktorat jenderal. kepustakaan. serta administrasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. dan f. Bagian Organisasi dan Kepegawaian.372 -    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1310 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. e. c. d. pengembangan pegawai. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. pengembangan pegawai. Bagian Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. dokumentasi. serta administrasi kepegawaian di lingkungan direktorat jenderal. kearsipan. d. Pasal 1311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310. e. pengembangan dan pelayanan bidang teknologi informasi di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 1312 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Bagian Umum. Pasal 1313 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Kepatuhan Internal. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan kinerja. rumah tangga. dan kesejahteraan pegawai di lingkungan direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. c.

penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. b. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. serta penyusunan. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. Pasal 1316 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. penyusunan. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. b. analisis beban kerja.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . assessment center. ketatalaksanaan. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. Pasal 1315 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. gaji berkala.373 -    Pasal 1314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1313. . kepangkatan. penyusunan. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. assessment center. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyusunan. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan identifikasi kebutuhan diklat. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. identifikasi kebutuhan diklat. d. pemensiunan. penataan organisasi. penyelenggaraan diklat. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. analisis beban kerja. c. Subbagian Pengembangan Pegawai. c. penyelenggaraan diklat. dan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. Subbagian Tata Laksana. pemberhentian. dan d. Subbagian Organisasi. dan administrasi mutasi pegawai. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

b. Pasal 1321 Bagian Teknologi Informasi mempunyai tugas menyusun rencana strategis dan kebijakan teknologi informasi. Pasal 1317 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1319 Bagian Keuangan terdiri atas: a. perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran. dan melaksanakan operasional layanan teknologi informasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. pemberhentian. gaji berkala. . dan administrasi mutasi pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan c. dan c.374 -    (4) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. perancangan dan pengembangan serta implementasi sistem. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. urusan pengangkatan pegawai. Subbagian Perbendaharaan. melaksanakan analisis. pemensiunan. Pasal 1318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1317. kepangkatan. Pasal 1320 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal.

dan penyusunan dokumentasi proses bisnis dan sistem. dan proyek. Pengelolaan operasional layanan teknologi informasi. dan pengevaluasian rencana strategi teknologi informasi. penyusunan dokumen analisis. c. analisis. penyusunan spesifikasi kebutuhan user dan spesifikasi kebutuhan sistem. b. Perancangan. serta analisis risiko bisnis. pembangunan. pengembangan. dan d. dan e. c. pengujian system. dan implementasi sistem. penyusunan. Pasal 1323 Bagian Teknologi Informasi terdiri atas: a. pengendalian mutu. dan penentuan standar pengelolaan dokumentasi sistem. . kebijakan dan standar tatakelola teknologi informasi. perencanaan. penyusunan rancangan aplikasi. pengawasan internal pelaksanaan program kegiatan teknologi informasi. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem II. dan rancangan keamanan informasi. Penyusunan dan evaluasi rencana dan program kegiatan strategis teknologi informasi. b. Penyusunan dan perumusan kebijakan. Bagian Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. standarisasi dan rencana strategis teknologi informasi. dan internal control pelaksananaan program kegiatan teknologi informasi. pemeliharaan. teknologi. penyusunan rencana dan implementasi system. standar keamanan dan kebijakan serta tatakelola teknologi informasi. Pengumpulan. Pasal 1324 (1) Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembangunan dan penetapan data/informasi serta pembuatan dan pemeliharaan data dictionary dan skema klasifikasi data. pengembangan dan pengelolaan basis data. d. rancangan infrastruktur. (2) Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan pengembangan sistem. Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi. dan implementasi sistem sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perancangan sistem.375 -    Pasal 1322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321.

dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. . dan Setelmen. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. kode etik. dan perjanjian. c. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. pengelolaan layanan e-mail dan portal Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Subbagian Kepatuhan Internal I. Subbagian Pengelolaan Kinerja. dan perjanjian. pengkajian. Pasal 1327 Bagian Kepatuhan Internal terdiri atas: a. evaluasi. Subbagian Kepatuhan Internal II. penelaahan. pemantauan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan kegiatan operasional teknologi informasi. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. fasilitas Data Center. pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Subbagian Harmonisasi Peraturan. serta penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. serta pengelolaan Configuration Management Database. pemantauan. Pasal 1325 Bagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas kepatuhan. penyusunan. pengkajian. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. c. b. dan d. Akuntansi. pengelolaan kinerja. dan Direktorat Evaluasi. Direktorat Pembiayaan Syariah. manajemen user dan akses layanan teknologi informasi. evaluasi. monitoring. kode etik. peraturan perundang-undangan.376 -    (3) Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian layanan teknologi informasi. pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak computer. dan Disaster Recovery Center. dan d. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. peraturan perundang-undangan. Pasal 1326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. b.

dokumentasi. peraturan perundang-undangan. kepustakaan. monitoring. Pasal 1330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. pengurusan pelayanan pimpinan. penggandaan.377 -    Pasal 1328 (1) Subbagian Kepatuhan Internal I mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan Direktorat Evaluasi. peraturan perundang-undangan. ekspedisi. pemantauan. kearsipan. kesejahteraan pegawai. pemantauan. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. dan perlengkapan Direktorat Jenderal. kode etik. dokumentasi. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. Akuntansi. Pasal 1329 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi surat dinas. dan Setelmen. kode etik. (4) Subbagian Harmonisasi Peraturan mempunyai tugas melakukan penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. dan perjanjian. rumah tangga. keprotokolan. . penelaahan. pelaksanaan urusan dalam. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pinjaman dan Hibah. (3) Subbagian Pengelolaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyusunan. dan perjanjian. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. evaluasi. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. kepustakaan. Direktorat Pembiayaan Syariah. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepatuhan Internal II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. pelaksanaan urusan administrasi surat dinas.

serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. penggandaan. dan distribusi barang perlengkapan. serta pertanggungjawabannya di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penyimpanan. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. keprotokolan. penyimpanan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Subbagian Gaji. c. penyiapan dokumen. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan. Pasal 1332 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi surat dinas. dokumentasi. urusan penerimaan. pelaksanaan. penyiapan dokumen. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal.378 -    c. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pembayaran gaji dan tunjangan. serta pertanggungjawabannya. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. mengajukan permintaan pembayaran. Subbagian Rumah Tangga. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. mengajukan permintaan pembayaran. Pasal 1331 Bagian Umum terdiri atas: a. dan d. pembayaran gaji dan tunjangan. kearsipan. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. pengurusan pelayanan pimpinan. . urusan penerimaan. kepustakaan. b. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. ekspedisi. dan d. dan distribusi barang perlengkapan. pelaksanaan. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. pembuatan daftar gaji dan tunjangan.

    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .379 -    Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1333 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. c. prosedur. Pasal 1336 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan f. e. IFAD. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. . dan Islamic Development Bank. c. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1335 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. standar. d. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. penyiapan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang pinjaman dan hibah. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pinjaman dan hibah. dan e. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. d.

b. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. dan g. IB. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Pasal 1340 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari World Bank. dan Seksi Pinjaman dan Hibah ID. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. IC. dan ID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. d. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. UN Institution. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. e. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Pasal 1339 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. c.380 -    Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan multilateral lainnya. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. European Investment Bank (EIB). Seksi Pinjaman dan Hibah IB. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1338 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. . c. b.

Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. dan i. c. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.381 -    Pasal 1341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penganggaran. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Pasal 1343 (1) Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. prosedur operasi standar. b. h. IIB. . penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. e. dan d. g. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. f. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. analisis beban kerja. c.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1342 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. d. serta evaluasi kinerja. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah.

Belanda. b. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Rusia. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1347 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. e. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. dan Selandia Baru. Slovakia. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. c. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. f. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. d. Cina. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Pasal 1345 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. d. b. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Denmark. .382 -    Pasal 1344 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Inggris. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Austria. IIIC. Pasal 1346 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. c. Swiss. Swedia. Australia. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. dan Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. Perancis. IIIB. Italia. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Jerman. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Belgia. dan g. Finlandia.

penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. dan d. Spanyol. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Amerika Serikat. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. d. e. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan h. dan negara Amerika lainnya negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .383 -    Pasal 1348 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Rumania. Canada. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. b. Pasal 1350 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Korea. Pasal 1349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348. dan dari dalam negeri. Polandia. b. Malaysia. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. g. c. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. Afrika Selatan dan negara Afrika lainnya.

penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. c. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1353 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang surat utang negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang surat utang negara. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surat utang negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. dan e. dan IVD mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. rumah tangga. dan kriteria di bidang surat utang negara. Pasal 1352 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surat utang negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . IVC. standar. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. kepegawaian.384 -    Pasal 1351 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. dan bantuan teknis Direktorat. IVB. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. serta penyiapan bahan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. penyiapan penyusunan norma. keuangan. d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1353. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. prosedur.

pengolahan data dan penyiapan dokumen transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. b. penjualan. b. f. dan i. perencanaan. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring. monitoring. penyiapan dokumen terkait pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penukaran dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. penyiapan. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. g. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. pembelian kembali. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. monitoring dan evaluasi transaksi derivatif. perencanaan. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. c. h. pengumpulan dan pengolahan data Surat Utang Negara dan derivatif. Pasal 1356 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis kebutuhan. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. d. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyiapan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif beserta sistem pendukungnya. perencanaan. . dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan. e. pelaksanaan. Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356.385 -    Pasal 1355 Direktorat Surat Utang Negara terdiri atas: a. d. pelaksanaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. Subbagian Tata Usaha. serta pengumpulan. monitoring dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. perencanaan dan analisis kebutuhan pengembangan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. perencanaan. pelaksanaan. monitoring dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. c.

melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. b. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional. Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif. serta penyiapan. monitoring. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi derivatif. monitoring. penukaran. dan evaluasi transaksi derivatif. Pasal 1360 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. melakukan pelaksanaan. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. melakukan pelaksanaan. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II mempunyai tugas melakukan perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder.386 -    Pasal 1358 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri atas: a. monitoring. dan evaluasi infrastruktur Surat Utang Negara dan derivatif. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penyiapan dan pemutakhiran basis data dan potensi investor. dan c. . monitoring. monitoring. perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. melakukan pelaksanaan. penukaran. analisis kebutuhan sistem transaksi terkait pengelolaan Surat Utang Negara dan derivatif. serta penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1359 (1) Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I mempunyai tugas melakukan perencanaan penerbitan.

koordinasi dengan para pelaku pasar. dan materi dalam rangka pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik. penyiapan dan pemutakhiran data investor Surat Utang Negara. b. penyiapan dan pemutakhiran basis data. metode. Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor. penyiapan dan pengembangan potensi basis investor Surat Utang Negara. Pasal 1363 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara termasuk dengan lembaga pemeringkat. . dan c. penyiapan bahan dan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor Surat Utang Negara. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. e.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1362 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. dan f. d. penyiapan bahan dalam rangka perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan.387 -    Pasal 1361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1360. serta pengembangan potensi investor Surat Utang Negara. b. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. serta menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara yang dimuat dalam media massa. penyiapan bahan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan instrumen Surat Utang Negara baru. c. (2) Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional termasuk lembaga pemeringkat. termasuk menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara.

dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara dan derivatif. pembuatan proyeksi. monitoring. Pasal 1365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1364. b. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. analisis kinerja. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan c. Pasal 1366 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. d. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal.388 -    Pasal 1364 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. monitoring. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. b. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. pembuatan proyeksi. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. monitoring. analisis dan kajian yang terkait dengan pasar uang dan derivatif. dan potensi dan kajian yang terkait dengan pasar Surat Utang Negara. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. dan e. Pasal 1367 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan kajian yang terkait dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta pembuatan proyeksi. . dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara.

evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur standar dalam transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. pengkajian peraturan yang terkait. f. analisis beban kerja. e. b. c. dan c. . serta penyiapan dokumen hukum. b. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1368. serta monitoring evaluasi kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. dan g. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. d. monitoring dan evaluasi kewajiban serta penelitian kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi.389 -    Pasal 1368 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. penyiapan dokumen hukum transaksi. Pasal 1370 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Pasal 1371 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi kinerja. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. prosedur operasi standar. penganggaran.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 1372 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan bahan pemetaan profil risiko dan monitoring risiko. keuangan dan rumah tangga. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. standar. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. dan e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1373 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. kepegawaian. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. prosedur.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan syariah. b. Pasal 1374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. b. c. penyiapan penyusunan norma.390 -    (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. monitoring dan evaluasi kewajiban serta kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. Pasal 1375 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri atas: a. d. dan kriteria di bidang pembiayaan syariah. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. .

dan penatausahaan transaksi. c. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. b. h. c. e. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. dan i. penyusunan rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. pembelian kembali. serta pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. penyusunan rencana program transaksi termasuk penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. penatausahaan transaksi dan Aset Surat Berharga Syariah Negara. dan f. d. dan Seksi Penatausahaan Transaksi. Pasal 1376 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kegiatan perencanaan. . Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1378 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri atas: a.391 -    c. f. g. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Perencanaan Transaksi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. b. pelaksanaan. penyusunan rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan infrastruktur. Seksi Pelaksanaan Transaksi.

. pengembangan. dan rekomendasi instrumen pembiayaan syariah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi. penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. Pasal 1380 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan. menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan dan pengolahan data transaksi. melakukan pemantauan penyelesaian transaksi Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. d. serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. metode.392 -    Pasal 1379 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program transaksi dan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan dan pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. c. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. yang meliputi kegiatan penerbitan. menyusun rekomendasi dan penyiapan BMN dan/atau obyek pembiayaan yang akan dijadikan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. instansi atau lembaga dalam rangka pengembangan pasar dan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. b. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. Pasal 1381 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara serta melakukan penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali.

Seksi Pengembangan Instrumen. (3) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. pelaksanaan analisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. menganalisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. melakukan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1383 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. (2) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan serta mengembangkan teknik.393 -    e. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan. b. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. dan g. serta pengoordinasian/penyiapan penerbitan fatwa dan opini syariah oleh lembaga yang berwenang. metode. Pasal 1382 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. f. . instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pengoordinasian dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1384 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. dan c.

monitoring. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasar Uang. (3) Seksi Analisis Fiskal. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan.394 -    Pasal 1385 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Pasar Uang. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1386 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. dan c. e. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. . Seksi Analisis Fiskal. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. dan f. serta melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. b. monitoring. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan Derivatif. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan proyeksi. b. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. c. d. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. serta melakukan penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1387 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan.

dan c. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. b. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Dokumen Hukum. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1391 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. pembelian kembali. e. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. pembelian kembali (buy-back). melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. serta melaksanakan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. c. Pasal 1390 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. pelaksanaan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar dalam kegiatan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. Pasal 1389 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. dan f.395 -    Pasal 1388 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. d. melakukan penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. dan penukaran (switching) instrumen pembiayaan syariah serta evaluasi kinerja konsultan hukum. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. b. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dan perjanjian dalam rangka penerbitan.

d. prosedur. Pasal 1395 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri atas: a. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. prosedur operasi standar. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. c. Pasal 1394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1393. keuangan dan rumah tangga. kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. d. analisis beban kerja.396 -    (3) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. penganggaran. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1393 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang strategi dan portofolio utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. serta evaluasi kinerja. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. Pasal 1392 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. standar. dan e. c. e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan portofolio utang. dan kriteria di bidang strategi dan portofolio utang. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. b.

penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. e. dan rekomendasi strategi pengelolaan utang jangka menengah. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya penurunan country risk. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan dan review kebijakan pengelolaan utang. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. dan c. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan pinjaman. c. perumusan. Pasal 1399 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman mempunyai tugas melakukan perumusan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .397 -    Pasal 1396 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan perumusan. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit dan penurunan country risk. Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. Pasal 1398 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri atas: a. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan Surat Berharga Negara jangka menengah. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan pinjaman jangka menengah. pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. analisis. evaluasi. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. d. b. evaluasi. evaluasi. b. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. . analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan batas maksimum pinjaman jangka menengah.

penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui utang. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara dan kapasitas penerbitan Surat Berharga Negara jangka menengah. (3) Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan analisis rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. Penyusunan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. Penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio utang. termasuk struktur portofolio. Penyusunan rekomendasi portofolio benchmark utang termasuk struktur portofolio. b. analisis dan rekomendasi strategi pembiayaan tahunan melalui utang. c. f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Perumusan. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan. evaluasi. Pasal 1401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1400. Penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko melalui instrumen derivatif. e. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan perencanaan pembiayaan utang. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1400 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. melakukan evaluasi pelaksanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. evaluasi. biaya dan risiko. biaya dan risiko dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Negara. penyusunan rekomendasi portofolio benchmark. . evaluasi.398 -    (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan perumusan. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan portofolio utang. dan g. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah.

Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Surat Berharga Negara melalui instrumen derivatif. melakukan penyiapan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. . melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Pembiayaan Syariah melalui instrumen derivatif. b. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Surat Utang Negara. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Pembiayaan Syariah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Pembiayaan Syariah. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Pembiayaan Syariah. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Surat Berharga Negara. Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio pinjaman. evaluasi. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Pembiayaan Syariah termasuk struktur portofolio. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait pinjaman. dan c. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Surat Berharga Negara. (3) Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. evaluasi. biaya dan risiko. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui pinjaman. evaluasi. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan monitoring strategi pembiayaan tahunan melalui utang. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark pinjaman termasuk struktur portofolio. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko pinjaman melalui instrumen derivatif. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. Pasal 1403 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. biaya dan risiko.399 -    Pasal 1402 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri atas: a. biaya dan risiko. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Surat Utang Negara termasuk struktur portofolio. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Surat Berharga Negara. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Pembiayaan Syariah.

perumusan. dan f. Penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. b. dan/atau kebijakan. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. Pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. c. Pasal 1407 (1) Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. perjanjian/kontrak perikatan. Pasal 1406 Subdirektorat Kewajiban Kontijensi terdiri atas: a. Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi. pengelolaan transaksi. b. penyiapan. melakukan penyusunan rekomendasi kebijakan. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan risiko kewajiban kontinjensi. Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi. akuntansi. analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. d. penyiapan dokumen anggaran. perjanjian/kontrak perikatan.400 -    Pasal 1404 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan kewajiban kontinjensi. Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi. penyelesaian pembayaran. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. pengelolaan transaksi. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. . Pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. Subdirektorat Kewajiban Kontijensi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 1404. dan/atau kebijakan. serta melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. perjanjian/kontrak perikatan. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. Penyusunan rekomendasi kebijakan. dan c. e.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Seksi Analisis Makro. melakukan analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. b. e.401 -    (2) Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. Pasal 1409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1408. penyusunan. serta penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan evaluasi kinerja. komunikasi dan diseminasi dengan pihak terkait dalam rangka analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. Pasal 1410 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang terdiri atas: a. c. perjanjian/kontrak perikatan. dan g. d. akuntansi. melakukan analisis/telaah dampak hukum dan sosial atas kegiatan yang terkait dengan kewajiban kontijensi dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan rekomendasi peraturan. Seksi Analisis Mikro. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pemantauan kewajiban kontinjensi. (3) Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan penyiapan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kebijakan dan perjanjian/kontrak kewajiban kontinjensi. . penyusunan identifikasi kebutuhan dan perencanaan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyelesaian pembayaran. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. f. pelaksanaan evaluasi hasil analisis dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. perumusan. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. pelaksanaan kegiatan analisis dan penyusunan laporan dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. dan pemeliharaan database yang mendukung analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. pengumpulan. pelaksanaan koordinasi. penyiapan dokumen anggaran. b. melakukan penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. Pasal 1408 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. Subdirektorat Riset Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a.

dan Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. d.402 c. penganggaran. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis mikro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang. (3) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. . prosedur operasi standar. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis makro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. serta evaluasi kinerja. melakukan penyajian data yang mendukung riset dan penyusunan kebijakan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. dan setelmen berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. analisis beban kerja. keuangan dan rumah tangga. dan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan data utang dan kewajiban kontinjensi. Akuntansi. dan Setelmen Pasal 1413 Direktorat Evaluasi. akuntansi. kepegawaian. Akuntansi. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. (2) Seksi Analisis Mikro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. (4) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi. pemeliharaan data base. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. penyusunan dan.    Pasal 1411 (1) Seksi Analisis Makro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. Pasal 1412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.

Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. akuntansi. prosedur. e. hibah. d. akuntansi. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. penyiapan penyusunan norma. Akuntansi. Pasal 1417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1416. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. Akuntansi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. hibah. dan f. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. akuntansi. dan e. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Subbagian Tata Usaha. hibah. dan setelmen. Subdirektorat Setelmen Transaksi. dan Setelmen terdiri atas: a. . pelaksanaan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. c. Pasal 1416 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. d. standar. hibah. Pasal 1415 Direktorat Evaluasi. dan setelmen. c. melaksanakan analisis kinerja perkembangan pinjaman. b. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. dan setelmen. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi. dan kriteria di bidang evaluasi. serta menyiapkan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. menyiapkan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. dan setelmen. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b.403 -    Pasal 1414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1413. Direktorat Evaluasi. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi.

dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. dan dokumen pembayaran. d. serta evaluasi kinerja. analisis perkembangan dan penyiapan bahan rekomendasi rencana tindak (action plan) terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pinjaman. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. c. dan Surat Berharga Negara. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . realisasi penarikan pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur operasi standar. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. hibah. dan d. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. analisis beban kerja. hibah. Pasal 1419 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi I. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. Pasal 1420 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. dokumen penarikan. dan e. hibah. penatausahaan dokumen perjanjian. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 1418 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri atas: a. c. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. penyiapan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. serta verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen.404 -    b. penganggaran. Seksi Monitoring dan Evaluasi I. II. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. pemutakhiran data pinjaman dan hibah. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. b.

berkaitan dengan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah. b. hibah. realisasi pembayaran kewajiban. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara. d. Seksi Administrasi Utang dan Hibah. dokumen penarikan. penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. Surat Utang Negara. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. dan Surat Berharga Negara. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. kebenaran pencatatan/data entry. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. Pasal 1422 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi terdiri atas: a. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. b. dokumen penarikan. hibah. dan Surat Berharga Negara sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. pemutakhiran data. serta penatausahaan dokumen perjanjian. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah.405 -    Pasal 1421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1420. c. . pemutakhiran data.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1423 (1) Seksi Administrasi Utang dan Hibah mempunyai tugas melakukan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. c. hibah. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri II. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. realisasi penarikan. penatausahaan dokumen perjanjian. realisasi pembayaran kewajiban. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. berkaitan dengan pinjaman dan hibah luar negeri sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan e. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I. dan d. dan dokumen pembayaran pinjaman. serta dokumen transaksi Surat Berharga Negara. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. hibah.

pencatatan. dan pelaporan transaksi. pemrosesan pembayaran. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. realisasi penarikan. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). pembelian. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. pemrosesan pembayaran. rekonsiliasi jumlah utang.406 -    (3) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Pasal 1424 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. b. pemrosesan pembayaran. hibah. dan pelaporan transaksi. Pasal 1425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1424. pencatatan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). peminjaman dan pembayaran. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. penyiapan data hasil penjualan. pencatatan. peminjaman dan pembayaran. rekonsiliasi jumlah utang. pemrosesan pembayaran. c. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman dan hibah dalam negeri serta penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran antara dokumen transaksi pembayaran/Surat Perintah Membayar (SPM) dan dokumen permintaan pembayaran yang berkaitan dengan Surat Berharga Negara sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perhitungan. perhitungan. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. dan pelaporan transaksi. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. penyiapan data hasil penjualan. penyiapan data penarikan dan pembayaran. pembelian. perhitungan. . penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah (SP4H). kebenaran pencatatan/data entry. perhitungan. rekonsiliasi jumlah utang. rekonsiliasi jumlah utang. pencatatan. dan instrumen pembiayaan syariah. Surat Utang Negara. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. dan pelaporan transaksi. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi instrumen pembiayaan syariah.

(2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. pencatatan basis data akuntansi.407 -    Pasal 1426 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri atas: a. pencatatan. serta penyiapan data hasil penjualan. perhitungan. rekonsiliasi jumlah utang. pemrosesan pembayaran. rekonsiliasi jumlah utang. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. dan pelaporan transaksi. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. c. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. pencatatan. pemrosesan pembayaran. peminjaman. Surat Utang Negara. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. Surat Utang Negara. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. pemrosesan pembayaran. peminjaman. perhitungan. diseminasi laporan. penyiapan data penarikan dan pembayaran. Pasal 1428 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data pinjaman dan hibah. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). rekonsiliasi jumlah utang. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). dan pembayaran. b. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. dan pembayaran. pembelian. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. penyiapan data hasil penjualan. rekonsiliasi realisasi data terkait pinjaman. pembelian. pencatatan. . Pasal 1427 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan d. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. penyajian laporan. verifikasi data akuntansi. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. perhitungan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

(2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data pinjaman dan hibah. Pasal 1430 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. penyiapan. menyusun data. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. b. . pelaksanaan rekonsiliasi realisasi data pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan mengembangkan data pinjaman dan hibah. Surat Utang Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. Surat Utang Negara. instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Surat Utang Negara. Seksi Konsolidasi Data. c. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. pelaksanaan konsolidasi data pinjaman dan hibah. c. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara.408 -    Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. Surat Utang Negara. Pasal 1431 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan publikasi laporan pinjaman. penyiapan materi publikasi dan pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. penyajian. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. d. b. dan e. pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah.

409 -    Pasal 1432 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. Pasal 1434 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1433 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. keuangan dan rumah tangga. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepegawaian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. evaluasi. c. pemantauan.410 BAB XII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1435 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 1436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1435. penyusunan laporan Keuangan. d. b. e. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Keuangan. . Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian e. Inspektorat III. reviu. b. Inspektorat I. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. d. Inspektorat IV. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1437 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Inspektorat II .

dan f. Bagian Umum. penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia. serta penugasan pengawasan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. . c. e. protokoler dan kerumahtanggaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. d. perlengkapan. h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. pelaporan. Pasal 1440 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. g. b. Pasal 1439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1438. Inspektorat V. Inspektorat VI. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1438 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Inspektorat VII. d. dan f. Inspektorat Bidang Investigasi. b. e. Bagian Perencanaan dan Keuangan. Bagian Kepegawaian. dan i. Bagian Sistem Informasi Pengawasan.411 f.

penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal.412 Pasal 1441 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. analisis beban kerja. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. analisis beban kerja. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. Subbagian Organisasi. Subbagian Pelaporan. evaluasi sistem dan prosedur kerja. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. b. b. manajemen risiko. Pasal 1443 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan evaluasi organisasi. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. Subbagian Ketatalaksanaan. Pasal 1444 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan evaluasi organisasi. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. Pasal 1442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1441. dan d. evaluasi sistem dan prosedur kerja. penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. Subbagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan kinerja organisasi. dan d. pelaporan. c. (2) . pengelolaan kinerja organisasi. manajemen risiko.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . analisis jabatan. analisis jabatan.

dan d. dan d. program kerja pengawasan tahunan. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. b. pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. Pasal 1447 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. Subbagian Perbendaharaan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. b.413 (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Akuntansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. (4) . serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 1445 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. rencana anggaran. c. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1445. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. c. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal.

pengelolaan kepangkatan. personal profiling. Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian. dan konseling pegawai. dan d. c. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. dan evaluasi kinerja pegawai. perencanaan SDM. dan d. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melakukan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Pasal 1449 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. pengangkatan. . rencana anggaran. pemberhentian. penyusunan formasi. pemindahan. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. b. serta mutasi kepegawaian lainnya. b. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. dan pemensiunan pegawai.414 Pasal 1448 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan absensi. cuti. Bagian Kepegawain menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi sanksi. dokumentasi. c. Pasal 1450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1449. pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. pemberian penghargaan. Subbagian Pengembangan Pegawai. kesejahteraan. Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja. Pasal 1451 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. program kerja pengawasan tahunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan assessment center. pengelolaan basis data. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penempatan.

cuti. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. personal profiling. pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi.415 Pasal 1452 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan basis data. (4) Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. . serta analisis dan penyajian informasi. pengangkatan. dan evaluasi kinerja pegawai. pemberhentian. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. pelatihan aplikasi. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. administrasi sistem. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. dokumentasi. c. (2) Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan perencanaan SDM. b. Pasal 1454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1453. serta mutasi kepegawaian lainnya. penempatan. pengelolaan administrasi sanksi. dan pemensiunan pegawai. assessment center. pengelolaan basis data internal. pemeliharaan aplikasi. penyusunan formasi. pengelolaan kepangkatan. pemindahan. Pasal 1453 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. dan d. perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan konseling pegawai. pemberian penghargaan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan absensi.

penggandaan.416 Pasal 1455 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1456 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. pelatihan aplikasi. . serta penugasan pengawasan. dan d. administrasi sistem. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan aplikasi. b. Pasal 1458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1457. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas melakukan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. serta pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. komunikasi publik. protokoler dan kerumahtanggaan. perlengkapan. ekspedisi. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. Pasal 1457 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. Subbagian Dukungan Pengguna. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. kepustakaan. serta analisis dan penyajian informasi. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. pengelolaan basis data internal. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. c. kehumasan. pelaksanaan urusan persuratan.

dan pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. penyimpanan. c. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. kepustakaan. penyaluran. pelaksanaan pengadaan. penyiapan dokumen. b. Pasal 1459 Bagian Umum terdiri atas: a. ekspedisi. penggandaan. komunikasi publik. pelaporan. kearsipan. Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga. pencatatan. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. penyusunan rencana kebutuhan. Subbagian Perlengkapan. penyimpanan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. akomodasi. pelaporan. protokoler. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. Pasal 1460 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. dan d. pengangkutan. penyaluran. akomodasi. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas melakukan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. pengangkutan. Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan. kehumasan. pelaksanaan. pelaksanaan pengadaan. dan d. pelaksanaan urusan dalam. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. dan pemeliharaan inventaris kantor. c. kerumahtanggaan. penyiapan dokumen. pelaksanaan. Subbagian Penugasan Pengawasan. protokoler. dan pemeliharaan inventaris kantor. kerumahtanggaan.417 b. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. pencatatan.

j. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. f. reviu. konsultasi. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. asistensi. i. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat I. d. e. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c.418 Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1461 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. k. g. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pemantauan. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pajak. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. h. Pasal 1462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1461. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. b. kebijakan. . penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat I. evaluasi. serta penyusunan laporan hasil pengawasan.

dan b. pemantauan. kebijakan. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1465 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. c. Pasal 1464 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat I. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. Pasal 1466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1465. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat I. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat II. penyusunan rencana strategis. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I.419 l. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. m. Subbagian Tata Usaha. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan o. reviu. b. . n. Pasal 1463 Inspektorat I terdiri atas: a. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

i. Pasal 1467 Inspektorat II terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. dan o. g. k. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. dan b. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. e. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. . h. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. l. f. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.420 d. konsultasi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat II. n. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. Pasal 1468 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat II. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat II. asistensi. j. m.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

penyusunan rencana strategis. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. g. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. konsultasi. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. . pemantauan. h. b. d. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. i. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III.421 Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1469 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. e. kebijakan. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. f. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. j. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III serta audit untuk tujuan tertentu. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. reviu. Pasal 1470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1469. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. asistensi. c.

. Pasal 1474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1473. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1472 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat III. Pasal 1471 Inspektorat III terdiri atas: a. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. reviu. penyusunan rencana strategis. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV serta audit untuk tujuan tertentu. b. dan b. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. m. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan o. n. l. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1473 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat III. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja.422 k. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat III. kebijakan. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat IV. pemantauan.

e. Pasal 1476 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat IV. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Kelompok Jabatan Fungsional. g. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. dan o. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. d. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat IV. f. i. Subbagian Tata Usaha. . m. n. dan b. k. l. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1475 Inspektorat IV terdiri atas: a. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat IV. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV.423 c. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. konsultasi. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. asistensi. j. h. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV.

kebijakan. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. h.dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat V. b. evaluasi. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. g. Pasal 1478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1477. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. serta audit untuk tujuan tertentu. reviu. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. i. j. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan dan pada unit yang menangani bidang anggaran dan perimbangan keuangan. c. d.424 Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1477 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. f. pemantauan. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan peran konsultasi belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan. . e. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V.

evaluasi. Subbagian Tata Usaha. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. penyusunan rencana strategis. koordinasi pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. o. kebijakan. Pasal 1480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat V. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat V. Pasal 1479 Inspektorat V terdiri atas: a. pemantauan. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. . reviu. konsultasi. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. m. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V.425 k. n. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat V. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1481. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1481 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. asistensi. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. l. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. dan p. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. dan b. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VI.

i. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.426 b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VI. d. e. c. asistensi. f. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . konsultasi. g. dan b. n. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. . m. Subbagian Tata Usaha. k. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. dan o. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. l. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VI. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. j. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. h. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1483 Inspektorat VI terdiri atas: a.

penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja.427 Pasal 1484 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VI. g. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. j. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. f. h. koordinasi penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. . reviu. kebijakan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII serta audit untuk tujuan tertentu. penyusunan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal serta pemantauan dan evaluasi terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. evaluasi. penyusunan rencana strategis. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. b. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1485 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. koordinasi penyusunan rencana strategis dan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi pelaksanaan kajian peraturan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pemantauan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. i. pelaksanaan peran konsultasi dan asistensi Risk Management terhadap unsur Kementerian Keuangan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VII. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. c. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. e. k.

pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. p. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. o. n. u. . s. r. asistensi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. konsultasi. dan b. Pasal 1488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VII. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VII. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VII.428 l. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . q. m. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. dan v. t. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Pasal 1487 Inspektorat VII terdiri atas: a.

dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. penyusunan rencana strategis. l.429 Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1489 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. penyusunan dan penyampaian laporan audit investigasi serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Bidang Investigasi. b. pelaksanaan kegiatan intelijen dan surveillance. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat Bidang Investigasi. koordinasi pengawasan yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. pelaksanaan dan pengendalian audit investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Kementerian Keuangan. h. koordinasi penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pemantauan. koordinasi pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan unsur Kementerian Keuangan. dan n. dan pelimpahan kasus kepada Instansi Penegak Hukum. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. c. pelaksanaan koordinasi dengan instansi penegak hukum. pelaksanaan sosialisasi kegiatan investigasi. d. k. j. g. i. Pasal 1490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1489. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil audit investigasi. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit investigasi. permintaan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap unsur Kementerian Keuangan. . m. penanganan permintaan audit Investigasi. pemberian keterangan ahli di persidangan. e. f. koordinasi pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan di lingkungan Kementerian Keuangan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. kebijakan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.430 Pasal 1491 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri atas: a. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pasal 1494 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. . Subbagian Tata Usaha. dan b. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1493 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. Pasal 1492 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat Bidang Investigasi.

dan pelaksanaan administrasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. perumusan standar. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. Pasal 1496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1495. c. b. dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. e. norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. d. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. j. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. Kliring dan Penjaminan. . penyusunan peraturan di bidang pasar modal. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. g. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. f. pengaturan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.431 BAB XIII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1495 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. persetujuan. k. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. h. i. penegakan peraturan di bidang pasar modal.

Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. l. Biro Perasuransian. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1498 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Biro Riset dan Teknologi Informasi. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. c.432 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1497 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri atas: a. h. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Biro Kepatuhan Internal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. j. Sekretariat Badan. d. e. Biro Pengelolaan Investasi. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. Pasal 1499 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1498. k. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. Biro Dana Pensiun. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penataan organisasi. b. f. . tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. i. dan m. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. g.

Bagian Kepegawaian. penyusunan prosedur dan metode kerja. Bagian Perencanaan dan Organisasi. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. d. e. Bagian Umum. d. laporan akuntabilitas kinerja. analisis dan evaluasi jabatan. perencanaan anggaran badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. dan penyiapan bahan pelaksanaannya. pelaksanaan urusan keuangan Badan. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. d. Pasal 1502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1501. f. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. Pasal 1501 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. g. penyiapan bahan penataan organisasi. Pasal 1500 Sekretariat Badan terdiri atas: a. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. c. perencanaan anggaran Badan. e. b. i. c. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat.433 c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. penataan organisasi. f. h. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. . penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b.

laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. Subbagian Perencanaan Anggaran. pelaksanaan urusan pengangkatan. dan Subbagian Tata Laksana. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. c. d. dokumentasi. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1505. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. . pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. kepangkatan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 1505 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan.434 - Pasal 1503 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pemberhentian. b. dan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. statistik dan kesejahteraan pegawai. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. analisis jabatan. c. Subbagian Organisasi. Pasal 1504 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. b.

c. c. Pasal 1510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1509. kepangkatan. d. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1511 Bagian Keuangan terdiri atas: a. statistik dan kesejahteraan pegawai. Pasal 1509 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan.435 - Pasal 1507 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran. b. pemberhentian. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. b. dan Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. dan penatausahaan penerimaan negara. Subbagian Mutasi Kepegawaian. dan Subbagian Umum Kepegawaian. . (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. c. Subbagian Perbendaharaan. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Pasal 1508 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dokumentasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. b. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. d. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha.

436 - Pasal 1512 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1514 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1513.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. dana pensiun. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. asuransi. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga b. Pasal 1513 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dan modal ventura. . f. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. c. perusahaan pembiayaan. g. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal.

dan kegiatan lainnya yang sejenis. j. Subbagian Kerjasama Multilateral. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. h. Subbagian Hubungan Masyarakat. rancangan perjanjian. bahan pertukaran informasi. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. c. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. b. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. pelaksanaan kerjasama internasional. pelaksanaan kerjasama internasional. Pasal 1515 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. dan Subbagian Pengaduan Pasar Modal. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. seminar. metode dan materi penyuluhan. pemantauan. Subbagian Kerjasama Bilateral. rancangan perjanjian. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan- . penyiapan dan pengembangan teknik. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa.437 keuangan dengan negara lain dan badan internasional. d. dan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. Pasal 1516 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. bahan pertukaran informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . i.

pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. penyimpanan. pemeliharaan dan penyiapan penghapusan perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. dan penggandaan. Subbagian Tata Persuratan. Subbagian Rumah Tangga. pencatatan acara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Perlengkapan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. keprotokolan. dan tata usaha Ketua Badan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. kearsipan. dan akomodasi Ketua Badan. pendistribusian. Pasal 1520 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. . pelaksanaan urusan tata persuratan. penyiapan bahan. Pasal 1519 Bagian Umum terdiri atas: a. perlengkapan. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pelaksanaan. d. penyiapan dokumen. b. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. inventarisasi. c. c. d. perjalanan dinas dan gaji. b. rumah tangga. Pasal 1518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1507.438 bahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. komputerisasi persuratan. pengangkutan pegawai. pelaksanaan urusan rumah tangga. mengkoordinir penyusunan pidato. Pasal 1517 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. ekspedisi. dan pelaksanaan urusan perlengkapan. protokol.

pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. k. c. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. pemberian bantuan hukum. b. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.439 - Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1521 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. penetapan sanksi. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian pertimbangan. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. g. pemberian pertimbangan. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. e. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). d. h. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1522 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1521. j. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. . dan f. saran. i. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. penanganan keberatan. melakukan litigasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan.

dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha biro. c. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Penasihat Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Pasal 1524 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. Bagian Hukum Lembaga Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1526 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. Penasihat Investasi.440 l. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. c. c. e. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. d. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. Manajer Investasi. Manajer Investasi. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Pasal 1523 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan Subbagian Tata Usaha Biro. dan lembaga pemeringkat Efek. penyusunan. Wakil Manajer Investasi. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. Pasal 1525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1524. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. pelaksanaan tata usaha biro. dan Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. b. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. dan pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Wakil Manajer Investasi. . b. e. d.

dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Biro Administrasi Efek. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Manajer Investasi. dan pelaporan biro. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Wakil Manajer Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Wakil Manajer Investasi. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Pasal 1529 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1528. pengkajian peraturan pasar modal internasional. c. Penasihat Investasi. Manajer Investasi. rumah tangga. Penasihat Investasi. Bagian Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1528 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Kustodian. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. kepegawaian. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Lembaga Kliring dan Penjaminan. dan Hukum . Lembaga Penilaian Harga Efek. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. b. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Agen Penjual Efek Reksa Dana.441 Pasal 1527 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan lembaga pemeringkat Efek. dan lembaga pemeringkat Efek. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. kearsipan.

Pasal 1530 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a.442 d. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Kustodian. Kustodian. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Lembaga Penilaian Harga Efek. Biro Administrasi Efek. Biro Administrasi Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Wakil Perantara Pedagang Efek. Pasal 1531 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Kustodian. c. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Wakil Penjamin Emisi Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. . pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Perantara Pedagang Efek. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Penilaian Harga Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Wakil Penjamin Emisi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek.

penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. Perusahaan Publik. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Akuntan. b. yang berkaitan dengan Emiten. b. Pasal 1533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1532. Penilai. penyusunan. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. Akuntan. Perusahaan Publik. dan . Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. dan Penilai. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Perusahaan Publik. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. Konsultan Hukum.443 Pasal 1532 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Pasal 1535 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Notaris. c. Akuntan. Pasal 1534 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri atas: a. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik.

b. Wali Amanat. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan Perasuransian. yang berkaitan dengan Emiten. Pasal 1537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1536. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. . dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan dana pensiun. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. pembiayaan dan penjaminan. Notaris. Akuntan. dan Subbagian Peraturan Dana Pensiun. c. Konsultan Hukum. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. dan dana pensiun. Perusahaan Publik. Pasal 1536 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. pembiayaan dan penjaminan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Pasal 1538 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri atas: a. dan Dana Pensiun. Subbagian Peraturan Perasuransian.444 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Penilai. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan perasuransian. (3) b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pembiayaan dan Penjaminan.

dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. yang berkaitan dengan perasuransian. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pemberian saran. pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. pendapat hukum. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. penyusunan. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. Pasal 1540 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. bantuan hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. yang berkaitan dengan perasuransian. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. . yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perasuransian internasional.445 Pasal 1539 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian.

d. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. dan Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. j. ahli. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. k. di b. f. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. Subbagian Notaris Pasar Modal. i.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. Pasal 1542 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal terdiri atas: a. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. c. dan melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. c. e. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. . b. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. h.446 - Pasal 1541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1540.

(3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. Biro Riset dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. memproses pendaftaran. . yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1544 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.447 Pasal 1543 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. memproses pendaftaran. Pasal 1545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1544. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. analisis. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. pengumpulan. ahli.

e. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. f. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. Bagian Riset Ekonomi. dan penyajian data ekonomi makro. b.448 b. dan penyajian data dan statistik asuransi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. dana pensiun. c. pengumpulan. Pasal 1546 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. analisis. penyusunan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. b. analisis. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. dan penyajian data dan statistik pasar modal. dan lembaga keuangan lain. Pasal 1547 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan lembaga keuangan lain. d. c. analisis. analisis. pengelolaan. d. Bagian Riset Asuransi. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. pengumpulan. Bagian Riset Pasar Modal. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. f. Pasal 1548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1547. c. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pengumpulan. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyiapan bahan pengumpulan. g. dan pelaksanaan tata usaha biro. . analisis. e. dana pensiun.

b. Subbagian Analisis Ekonomi Makro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .449 Pasal 1549 Bagian Riset Ekonomi terdiri atas: a. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. c. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Subbagian Statistik Pasar Modal. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1553 Bagian Riset Pasar Modal terdiri atas: a. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data dan statistik pasar modal. b. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. c. c. analisis. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. analisis. Pasal 1551 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 1552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1551. b. analisis. Pasal 1550 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. analisis. analisis. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan.

dana pensiun. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Pasal 1556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1555. dan penyajian data dan statistik Asuransi. rumah tangga. kepegawaian. Bagian Riset Asuransi. Dana Pensiun. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. penyiapan bahan pengumpulan. analisis. b. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Statistik Asuransi. kearsipan. Usaha Jasa Pembiayaan. analisis. c. . Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. dan lembaga keuangan lain. Pasal 1557 Bagian Riset Asuransi. penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. analisis.450 Pasal 1554 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. analisis. dan pelaporan biro. Dana Pensiun. dan Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Dana Pensiun. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. analisis. c. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri atas: a. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. analisis. Pasal 1555 Bagian Riset Asuransi. dan penyajian data dan statistik pasar modal. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Usaha Jasa Pembiayaan. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi.

Usaha Jasa Pembiayaan. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. b. b. dan Subbagian Dukungan Teknis. Dana Pensiun. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. analisis. c. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Pasal 1559 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. dan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. pengelolaan. Pasal 1560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1559. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. c. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. pengelolaan. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan. dan penyajian data dan statistik Asuransi. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan.451 Pasal 1558 (1) Subbagian Statistik Asuransi. analisis. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. Dana Pensiun. Dana Pensiun. Pasal 1561 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri atas: a.

dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. b. . penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1563. (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. pengelolaan. Pasal 1565 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri atas: a. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. dan c. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. b. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal.452 Pasal 1562 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. dan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Pasal 1563 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. Pasal 1566 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan.

b. c. . perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. e. pembinaan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. c. Keterbukaan Emiten. Pasal 1570 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. d. pelaksanaan tata usaha biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. f. Kelompok Jabatan Fungsional. g. dan h. Pengelolaan Investasi. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. e. pengawasan. b.453 Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1567 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1567. Pasal 1569 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri atas: a. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal.

serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III. . Pasal 1573 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. b. Pasal 1574 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pengumpulan. c. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. rumah tangga. pengolahan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. b. e. dan pelaporan biro. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. d. II. dan Subbagian Tata Usaha Biro. kepegawaian. kearsipan. c. Pasal 1572 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I.454 Pasal 1571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1570.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. b. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. pengumpulan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. c.455 Pasal 1575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1574. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. . dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. Perusahaan Efek. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. II. Pasal 1576 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. c. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1578 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. d. b. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1577 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. pengolahan.

c. Pasal 1582 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .456 Pasal 1579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1578. . Pasal 1581 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. Pasal 1580 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri atas: a. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. II. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. b. b. d. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. pengolahan.

Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. c. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Wakil Manajer Investasi. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. b. Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1586 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengolahan. b.457 Pasal 1583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1582. pemrosesan izin usaha. Pasal 1584 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri atas: a. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. . dan Penasihat Investasi. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. II. Manajer Investasi. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. c. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. Pasal 1585 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.

Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. Penasihat Investasi. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan aspek keterbukaan. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. b. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaksanaan tata usaha biro. hukum. d. b. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. . c. e. dan Wakil Manajer Investasi. f. c.458 Pasal 1587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1586. g. f. Pasal 1589 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan Penasihat Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Bagian d. Pasal 1589. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1588 Biro Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. Manajer Investasi. Bagian Pengembangan Produk Investasi. Wakil Manajer Investasi. Pasal 1590 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Penasihat Investasi. izin perseorangan. b. Wakil Manajer Investasi. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. pemrosesan permohonan izin usaha. Wakil Manajer Investasi. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 459 Pasal 1591 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi; Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1592 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Pasal 1593 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1594 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Pasal 1593, Bagian

pengumpulan, analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; dan analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 460 Pasal 1595 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana; dan b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Pasal 1596 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1597 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi, Penasihat Investasi, izin Perseorangan, izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1598 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1597, Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi;

b. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi; c.

d. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; e. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 461 f. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

g. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; dan h. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1599 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Wakil Manajer Investasi; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1600 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi, dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana, menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1601 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha, penelaahan aspek keterbukaan, hukum, akuntansi, pernyataan pendaftaran, dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Pasal 1602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1601, Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek, aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi, laporan keuangan dan akuntansi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 462 b. c. d. e. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis, pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi; penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan; penelaahan aspek keterbukaan, hukum, dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset; penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset; dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset. Pasal 1603 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Penelaahan Hukum; Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset; dan Subbagian Penelaahan Akuntansi. Pasal 1604 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran, laporan, dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana, dan Efek Beragun Aset. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, Penelaahan laporan, dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Pasal 1605 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Reksa Dana, Efek Beragun Aset, menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi.

f. g. h.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 463 Pasal 1606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1605, Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian; pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi; peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan

pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Pasal 1607

Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Kepatuhan Reksa Dana; dan Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1608 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi, melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi dan Kustodian, memantau kepatuhan penyampaian laporan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 464 Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1609 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan, pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, Kustodian, Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Penjamin Emisi Efek, dan pengawasan transaksi Efek, serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. Pasal 1610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1609, Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, dan Penjamin Emisi Efek; pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pemeriksaan atas Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara; dan pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1611 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Lembaga Efek; Bagian Kepatuhan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Perdagangan; Bagian Wakil Perusahaan Efek; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c. d.

e. f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 465 Pasal 1612 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek, Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan, pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1612, Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Bagian

penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek; dan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. Pasal 1614

Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek; Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1615 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek, dan penelaahan kode etik lembaga Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek, menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek, Wakil Perusahaan Efek, dan Perantara Pedagang Efek, melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan, menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan, serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 466 Pasal 1616 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1616, Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, dan Biro Administrasi Efek; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian; penelaahan laporan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1618 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I; Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1619 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian.

b. c. d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 467 Pasal 1620 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan, mempersiapkan jadwal pemeriksaan, melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyimpanan, Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1620, Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1622 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I; Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1623 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. indikasi adanya

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 468 (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1624 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. Pasal 1625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1624, Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain; dan penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek, Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain. Pasal 1626 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa; Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil; dan Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. Pasal 1627 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 469 (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan, penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, pengawasan perkembangan, dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara, Efek Lain dan Derivatif, serta pengawasan perdagangan di luar bursa. Pasal 1628 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1628, Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1630 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek; Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1631 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan peraturan dan laporan, penyusunan program pemeriksaan, serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 470 (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penyusunan program pemeriksaan, dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan biro.

Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1632 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. Pasal 1633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1632, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.

sekuritas. Pasal 1635 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. d. pembiayaan. dan investasi. b. pembiayaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembiayaan. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pasal 1637 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. asuransi. b. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. . penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b.471 Pasal 1634 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Pernyataan Penawaran Tender. d. pembiayaan. sekuritas. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. asuransi. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. asuransi. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. e. dan investasi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. dan investasi. dan investasi. c. pembiayaan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. asuransi. sekuritas. Pernyataan Penggabungan Usaha. c. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. sekuritas. dan investasi. Pasal 1636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1635. sekuritas. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. f.

dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pasal 1639 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. pembiayaan. perhubungan. konstruksi. Pernyataan Penawaran Tender. asuransi. pariwisata. konstruksi. perhotelan. perhubungan. dan jasa lainnya. asuransi. telekomunikasi. real estat. dan jasa lainnya. telekomunikasi. telekomunikasi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pasal 1640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1639. konstruksi. real estat. Pernyataan Penggabungan Usaha. properti. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. media massa. dan jasa lainnya. pariwisata. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. media massa. teknologi informasi. teknologi informasi. media massa. perhotelan. teknologi informasi. perhotelan. real estat. pembiayaan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. real estat. telekomunikasi. pembiayaan. pariwisata. pariwisata. Pernyataan Penawaran Tender. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. teknologi informasi.472 Pasal 1638 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. d. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. perhubungan. media massa. asuransi. perhubungan. sekuritas. konstruksi. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan jasa lainnya. konstruksi. . Pernyataan Penggabungan Usaha. perhotelan. c. Pernyataan Penawaran Tender. dan jasa lainnya. sekuritas. properti. dan Investasi. properti. telekomunikasi. properti. dan Investasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. perhubungan. teknologi informasi. Pernyataan Penawaran Tender. dan Investasi. properti. Pernyataan Penggabungan Usaha. pariwisata. perhotelan. media massa. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . real estat.

dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pasal 1644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1643. dan investasi. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perhubungan. b. properti. sekuritas. konstruksi. pembiayaan. asuransi. pariwisata. teknologi informasi. . dan jasa lainnya. real estat. Pernyataan Penawaran Tender. media massa. Pernyataan Penawaran Tender. konstruksi. dan jasa lainnya. perhubungan. pariwisata. Pernyataan Penawaran Tender. Pasal 1642 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. perhotelan. sekuritas. real estat. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. real estat. pariwisata. pembiayaan. perhotelan. telekomunikasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. properti. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. penelaahan laporan. perhotelan. Pernyataan Penggabungan Usaha. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. properti. teknologi informasi. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. teknologi informasi. media massa. media massa. dan investasi. konstruksi. dan jasa lainnya. perhubungan. c. asuransi.473 Pasal 1641 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri atas: a. telekomunikasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pasal 1643 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. telekomunikasi.

asuransi. pembiayaan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. dan investasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Pasal 1645 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. penelaahan laporan. asuransi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. penelaahan laporan. c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b.474 b. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. sekuritas. Pasal 1646 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan investasi. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan investasi. d. pembiayaan. sekuritas. sekuritas. asuransi. pembiayaan.

pariwisata. c. telekomunikasi. telekomunikasi. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. penelaahan laporan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. dan teknologi informasi. telekomunikasi. perhubungan. perhubungan. Pasal 1650 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. telekomunikasi. telekomunikasi. media massa. pariwisata. b. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1647. media massa. d. . dan teknologi informasi. penelaahan laporan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. media massa. dan teknologi informasi. perhubungan. pariwisata. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. media massa. perhubungan. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan.475 Pasal 1647 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. dan teknologi informasi. dan teknologi informasi. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. b. pariwisata. c. media massa. perhubungan. Pasal 1649 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri atas: a.

konstruksi. real estat. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. e. penelaahan laporan. penelaahan laporan. konstruksi. . penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. perhotelan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhotelan. real estat. b. dan Perusahaan Jasa Lainnya. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro. perhotelan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. real estat. Pasal 1652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1651. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. Pasal 1651 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. real estat. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. perhotelan. real estat. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. d. c. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Perusahaan Jasa Lainnya.476 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. konstruksi. perhotelan. penelaahan laporan. konstruksi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti.

dan pelaporan biro. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1655 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. .477 Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri atas: a. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1655. dan Subbagian Tata Usaha Biro. penelaahan laporan. Pasal 1654 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. c. kearsipan. kepegawaian.

aneka industri lainnya. Pasal 1657 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri atas: a. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan industri kimia. industri dasar. dan indutri kimia.478 b. dan pelaksanaan tata usaha biro. b. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. industri logam. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. g. Logam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kimia. c. barang konsumsi. c. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. f. industri dasar. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. Pasal 1659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1658. industri logam. d. h. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. e. e. dan industri kimia. industri dasar. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. Pasal 1658 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. alas kaki. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pernyataan Penggabungan Usaha. f. industri logam. garmen. barang konsumsi. aneka industri lainnya. alas kaki. d. barang konsumsi. aneka industri lainnya. b. . alas kaki.

alas kaki. b. industri dasar. dan agrobisnis. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. dan industri kimia. garmen. industri logam. industri logam. garmen. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. garmen. aneka industri lainnya. industri logam. aneka industri lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. industri dasar. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. industri dasar. barang konsumsi. Pasal 1661 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. industri logam. industri logam. barang konsumsi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. . aneka industri lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan.479 c. Pasal 1662 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . industri dasar. alas kaki. Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. aneka industri lainnya. dan industri kimia. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri dasar. Pernyataan Penawaran Tender. barang konsumsi. aneka industri lainnya. Pasal 1660 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri atas: a. dan industri kimia. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. dan industri kimia. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. alas kaki. d. barang konsumsi. c. dan industri kimia. barang konsumsi. Pernyataan Penawaran Tender.

dan agrobisnis. dan agrobisnis. kehutanan. kehutanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan. . Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. dan agrobisnis. Pernyataan Penawaran Tender. b. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. c. kehutanan. kehutanan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan agrobisnis. Pasal 1664 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri atas: a. b. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. dan agrobisnis. dan agrobisnis.480 Pasal 1663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1662. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. d. c. Pasal 1665 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. dan agrobisnis.

alas kaki. alas kaki.481 Pasal 1666 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan aneka industri lainnya. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. garmen. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. b. barang konsumsi. dan aneka industri lainnya. dan aneka industri lainnya. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Garmen. barang konsumsi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . alas kaki. barang konsumsi. penelaahan laporan. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. garmen. c. Pasal 1668 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri atas: a. dan aneka industri lainnya. alas kaki. Pasal 1667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1666. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. garmen. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. alas kaki. garmen. garmen. dan alas kaki. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. . penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan aneka industri lainnya. Garmen. b. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. d. penelaahan laporan. barang konsumsi. dan Alas Kaki. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. Pasal 1669 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. garmen.

(3) b. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. logam. logam. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. d. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kimia. dan kimia. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. c. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. logam. dan kimia.482 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Pasal 1671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1670. penelaahan laporan. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. logam. dan kimia. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. penelaahan laporan. Pasal 1670 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. . serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kimia.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1673 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. penelaahan laporan. penelaahan laporan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1674 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Logam. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. penelaahan laporan. . serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.483 Pasal 1672 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. b. dan Kimia terdiri atas: a.

(2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. dan c. dan pelaporan biro. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. kearsipan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. kehutanan dan agrobisnis. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. kehutanan dan agrobisnis. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. d. rumah tangga. Pasal 1676 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri atas: a. kehutanan dan agrobisnis. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha Biro. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kehutanan dan agrobisnis. Pasal 1677 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. . b. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan.484 Pasal 1675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1674.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepegawaian. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.

b. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. f. pembinaan. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal.485 Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1678 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. standar pemeriksaan akuntansi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. standar tata kelola perusahaan. c. Pemeringkat Efek. analisis. j. d. c. Penilai. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. Bagian Akuntan. e. Pemeringkat Efek. dan Wali Amanat di pasar modal. b. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. Pasal 1679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1678. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan tata usaha biro. h. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. . d. pembinaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. e. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. pengumpulan. i. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1680 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri atas: a. standar penilaian di bidang pasar modal. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional.

e. Pasal 1683 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri atas: a. d. c. Subbagian Standar Akuntansi I. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. Subbagian Standar Akuntansi II. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. standar pemeriksaan khusus. Pasal 1684 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. dan Subbagian Standar Pemeriksaan. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. b.486 Pasal 1681 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. b. f. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Pasal 1682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1681. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. .

Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal.487 (2) Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. h. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. pengawasan dan inspeksi Akuntan. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. b. (3) . dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Penilai. penyusunan program pengembangan Akuntan. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai. Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. g. Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Asosiasi Pemeringkat Efek. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. pembinaan. Pasal 1685 Bagian Akuntan. c. Penilai. f. d. Penilai. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. dan penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Bagian Akuntan. Pemeringkat Efek. e. Pasal 1686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1685. Penilai. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait.

serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. dan lembaga lain yang terkait. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri atas: a. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. (2) (3) . Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. pelaporan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pelaporan. Subbagian Penilai Pasar Modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Wali Amanat. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. dan inspeksi Akuntan. pengawasan dan inspeksi Penilai. pengawasan. pengumpulan. b. pembinaan. dan inspeksi Pemeringkat Efek. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal.488 Pasal 1687 Bagian Akuntan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. pelaporan. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. Subbagian Akuntan Pasar Modal. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. pengawasan. pengawasan. Pasal 1688 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. pembinaan. dan Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. pembinaan. c. pengawasan dan inspeksi Penilai. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan tata usaha biro. analisis. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. pengawasan. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. penyiapan bahan perumusan pembinaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Penilai. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. pengawasan pengendalian mutu Penilai. Pasal 1689 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal.

dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik.489 Pasal 1690 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. d. f. dan pelaksanaan tata usaha biro. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 1689. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. c. Bagian penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. analisis. . Pasal 1692 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. c. Pasal 1691 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri atas: a. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. b. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. d. analisis. b.

d. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. b. pengkajian. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. pengkajian. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. melakukan pengumpulan. penyiapan. rumah tangga. dan c. analisis. pengumpulan. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. dan pelaporan biro. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat.490 (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. melakukan pengumpulan. Pasal 1694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1693. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. kearsipan. kepegawaian. penelaahan. analisis. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . pengumpulan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. analisis. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan f. e. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. c. Bagian a. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Pasal 1693 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Pasal 1695 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. analisis.

analisis. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. menyelenggarakan fungsi: a. dan melakukan pengumpulan. . dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. melakukan pengumpulan. penelaahan data kelembagaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. Pasal 1698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1697. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah.491 Pasal 1696 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. standardisasi. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. penelaahan. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1697 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. penelaahan. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. penelaahan. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. jasa. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. b. evaluasi. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. melakukan pengumpulan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1701 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1700. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. b. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. dan analisis laporan keuangan. Pasal 1702 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. penelahan jasa lembaga pembiayaan. pelaksanaan dan penjaminan. penyajian informasi perkembangan usaha. Bagian Lembaga Pembiayaan. . penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. e.492 c. dan Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga pelaksanaan tata usaha biro. e. b. c. b. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. d. Bagian Lembaga Penjaminan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 1700 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. Pasal 1699 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri atas: a. c.

Pasal 1706 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.493 Pasal 1703 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1705 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1704. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. . (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. d. c. c. Pasal 1704 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b. dan pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. dan Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

(2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1709 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1708. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. c. Pasal 1708 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. Pasal 1710 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri atas: a. penyajian informasi perkembangan usaha.494 Pasal 1707 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. rencana jangka pendek dan jangka panjang. b. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. . d. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. b. rencana jangka pendek dan jangka panjang. c. analisis laporan keuangan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. dan Subbagian Tata Usaha Biro. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. rencana jangka pendek dan jangka panjang.

kearsipan. Pasal 1712 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. . (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. analisis laporan keuangan. Pasal 1715 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. b. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. rumah tangga. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. penyajian informasi perkembangan usaha. dan c. b. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. c.495 Pasal 1711 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. d. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. Pasal 1713 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1712. penelaahan kepatuhan. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1714 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri atas: a. penelaahan kegiatan operasional. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. penelaahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus.

. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian. kecil dan menengah. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku. penelaahan kepatuhan.496 (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian. dan pelaksanaan tata usaha biro. termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat. penelaahan kegiatan operasional. penelaahan kegiatan operasional. i. dan penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala. perubahan. f. dan usaha pembiayaan usaha mikro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. pembentukan. evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1716 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. penelaahan kepatuhan. d. e. Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1716. h. g. b.

dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. c. pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian. Bagian Kelembagaan Perasuransian. pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. d. . c. II. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian.497 Pasal 1718 Biro Perasuransian terdiri atas: a. dan pembubaran perusahaan perasuransian. bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. b. perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian. e. Bagian Perasuransian Syariah. kepengurusan. Subbagian Kelembagaan Perasuransian II. c. dan pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. dan Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. f. data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan. melakukan perencanaan penyuluhan. Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1722 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. registrasi tenaga ahli. b. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian. pembubaran perusahaan perasuransian. Bagian Pemeriksaan Perasuransian. Pasal 1721 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri atas: a. Pasal 1719 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis. d. b. Pasal 1720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1719.

Pasal 1724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1723. pelaporan. b. dan evaluasi sistem perasuransian. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.498 Pasal 1723 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan. Pasal 1726 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan Pasal 1725 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri atas: a. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. II. Pasal 1728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1727. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian. c. dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. b. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha. dan Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. Pasal 1727 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi. dan evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. c. mengembangkan sistem. pengumpulan data dan analisis program asuransi. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan. b. dan sistem analisis laporan .

Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1730 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II. b. c. c. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. d. dan Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III. c. Pasal 1732 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1731. Pasal 1733 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri atas: a. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II. dan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. b. b. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. II. Pasal 1731 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung. dan Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. .499 Pasal 1729 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. evaluasi sistem laporan perasuransian syariah. e. program asuransi syariah. Pasal 1735 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan. Subbagian Perasuransian Syariah I. dalam Pasal 1735. Pasal 1736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .500 Pasal 1734 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah. Subbagian Perasuransian Syariah II. rencana jangka panjang. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. c. II. b. penyelenggaraan usaha. Bagian pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. rencana jangka pendek. dan mengembangkan sistem. dan Subbagian Tata Usaha Biro. f. c. evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. d. b. pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. analisis laporan Pasal 1737 Bagian Perasuransian Syariah terdiri atas: a.

rumah tangga. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan teknis. Pasal 1740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1739. dan f. dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. e. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun. melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah. kepegawaian. standardisasi. Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan biro. melaksanakan analisis. d.501 Pasal 1738 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. pelaksanaan tata usaha biro. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. b. . kearsipan. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan. Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1739 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun.

Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a.502 Pasal 1741 Biro Dana Pensiun terdiri atas: a. Pasal 1745 (1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. Pasal 1742 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun. Bagian Analisis. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun. dan pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. Pasal 1743 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1742. struktur organisasi. Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun. b. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. c. rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. c. c. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun. f. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil. b. e. . perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. Pasal 1744 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri atas: a.

melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum.503 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan. pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Pasal 1748 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri atas: a. c. dan laporan lain. pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu. laporan perubahan penerima titipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia. b. dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. c. laporan teknis dan laporan berkala lain. dan Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. laporan aktuaris. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun. Pasal 1749 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. dan pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. laporan portofolio investasi. Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun. perubahan atau pembubaran dana pensiun. laporan aktuaris. Pasal 1747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1746. b. laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. laporan portofolio investasi. d. . pengumpulan dan analisis laporan keuangan. Pasal 1746 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun.

laporan perubahan penerima titipan. Pasal 1750 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. e. c. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. Pasal 1751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1750. Pasal 1752 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri atas: a. dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. dan Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti. serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. c. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. . d.504 (2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti. b. dan laporan informasi lainnya. b.

Pasal 1756 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri atas: a. dan Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun. Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun. b.505 Pasal 1753 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi. Bagian pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. Pasal 1755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1754. penyusunan laporan industri dana pensiun. c. penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun. pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun. pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. e. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1754 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. b. c. .

pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Bagian Analisis. dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. dan d. dan laporan berkala rutin.506 Pasal 1757 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1758 Bagian Analisis. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis. b. Subbagian Analisis dan Pelaporan. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1760 Bagian Analisis. . pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. c. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Pasal 1759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1758. laporan portofolio investasi.

pemeriksaan dan penyidikan. dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. rumah tangga.507 Pasal 1761 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pengelolaan investasi. Pasal 1763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1762. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat. dan sumber daya aparatur. kepegawain. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. . pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1762 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK. Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. c. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta standar akuntansi dan keterbukaan. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan pelaporan biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. Bagian Kepatuhan IV. Subbagian Kepatuhan IA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Bagian Kepatuhan II. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan III. Bagian Kepatuhan I. b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1765 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan e. dan c. dan d. Subbagian Kepatuhan IB. Pasal 1766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1765. Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. c. b. Pasal 1764 Biro Kepatuhan Internal terdiri atas: a. b. dan c. . Pasal 1767 Bagian Kepatuhan I terdiri atas: a. dana pensiun. pemeriksaan dan penyidikan. Subbagian Kepatuhan IC. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .508 d. pelaksanaan urusan tata usaha biro. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Subbagian Kepatuhan IIB. Pasal 1769 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. Subbagian Kepatuhan IIA. dan c. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a.509 Pasal 1768 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. Pasal 1771 Bagian Kepatuhan II terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIC. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. . dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1769.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan.

dan sumber daya aparatur. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. Subbagian Kepatuhan IIIC. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1773 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan c. Pasal 1775 Bagian Kepatuhan III terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pengelolaan investasi. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Subbagian Kepatuhan IIIB. Subbagian Kepatuhan IIIA. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.510 Pasal 1772 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

dan d. c. Pasal 1778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1777. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. Subbagian Kepatuhan IVC. Subbagian Tata Usaha Biro. serta jasa pembiayaan dan penjaminan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IVB. Pasal 1777 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1779 Bagian Kepatuhan IV terdiri atas: a. dan d. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. . pelaksanaan urusan tata usaha biro. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepatuhan IVA.511 Pasal 1776 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. c. dana pensiun.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1781 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. dan pelaporan biro. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.512 Pasal 1780 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. rumah tangga. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. Pasal 1782 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. e. Pasal 1784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1783. pemantauan. b. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan d.513 BAB XIV BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1783 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. dan pelaporan pelaksanaan analisis di bidang kebijakan fiskal. evaluasi. . Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan. b. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. pelaksanaan analisis dan pemberian rekomendasi di bidang kebijakan fiskal. Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. g. rencana dan program analisis di bidang kebijakan fiskal. dan Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1785 Badan Kebijakan Fiskal terdiri atas: a. penyusunan kebijakan teknis. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. pelaksanaan administrasi Badan Kebijakan Fiskal. d. c.

kearsipan. dan administrasi jabatan fungsional. b. penyajian data dan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .514 Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1786 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. kepegawaian. e. b. rencana kerja dan anggaran. Bagian Perencanaan dan Keuangan. c. . d. g. h. pengembangan pegawai. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. Pasal 1789 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. dan koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. f. Bagian Data dan Informasi. serta diseminasi elektronik. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. tatalaksana. Pasal 1787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1786. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bagian Umum. e. kepegawaian. Pasal 1788 Sekretariat Badan terdiri atas: a. gaji. koordinasi penyusunan rencana strategik. pelaksanaan urusan tata usaha. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. dan kehumasan Badan. d.

Subbagian Mutasi Kepegawaian. cuti. laporan kegiatan. penghargaan. pemindahan. pengukuran beban kerja. serta pengurusan tata usaha. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. . penyusunan prosedur dan metode kerja. dan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Organisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pemensiunan pegawai. Pasal 1791 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan.515 Pasal 1790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1789. serta pengurusan tata usaha. dan hukuman disiplin pegawai. (3) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. dokumentasi dan statistik pegawai. dan Subbagian Umum Kepegawaian. b. cuti. penggajian. pemindahan. c. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. penghargaan. d. pemberhentian. penggajian. pengukuran beban kerja. pemberhentian. kepangkatan. c. pengembangan kinerja. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. penempatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. analisis dan evaluasi jabatan. analisis dan evaluasi jabatan. dan pemensiunan pegawai. penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan prosedur dan metode kerja. Subbagian Pengembangan Pegawai. kepangkatan. Pasal 1792 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. d. b. dan hukuman disiplin pegawai. pengembangan kinerja. dokumentasi dan statistik pegawai. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. penempatan.

b. belanja negara. c. Pasal 1794 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1793. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). serta penerbitan Surat Perintah Membayar. (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. c. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Pasal 1797 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. serta manajemen sistem informasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. b. Subbagian Verifikasi. ekonomi dan keuangan. Pasal 1796 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. d. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. RKKL dan RKAKL. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1795 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. dan e. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. penyusunan rencana strategis dan anggaran. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.516 Pasal 1793 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan.

(4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. d. gaji. b. b. pengelolaan. belanja negara. Pasal 1801 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. ekonomi dan keuangan. rumah tangga. Pasal 1800 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. dan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. c. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. Pasal 1799 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Data dan Statistik APBN. penyajian statistik pendapatan negara. . d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. dan kehumasan. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dukungan teknis. dan Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. pengelolaan data pendapatan negara. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. dan pemeliharaan. pelaksanaan urusan tata usaha. perlengkapan. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan manajemen sistem informasi. pengadaan.517 Pasal 1798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1797. b. kearsipan. ekonomi dan keuangan. dan diseminasi elektronik. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. c. Pasal 1802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1801. belanja negara. pelaksanaan urusan rumah tangga.

kepabeanan. Subbagian Rumah Tangga. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Pasal 1806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1805. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. Pasal 1803 Bagian Umum terdiri atas: a. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. b. pendistribusian. kepabeanan. d. b. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. perumusan rekomendasi kebijakan pajak.518 c. pelaksanaan. ekspedisi. analisis usulan kebijakan pajak. inventarisasi. perjalanan dinas. analisis. kearsipan. cukai. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. penggandaan. dan kendaraan dinas. pemeliharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. dan pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. c. cukai. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. dan Subbagian Kehumasan. Pasal 1804 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. Subbagian Perlengkapan. . kesejahteraan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. penyiapan dokumen. Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1805 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. d.

Bea Meterai. KUP. Subbidang KUP dan PPSP. c.519 c. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. PBB. c. KUP. pelaksanaan tata kelola Pusat. PPSP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. kepabeanan. b. dan d. PPnBM. dan Bea Meterai. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. cukai. BPHTB. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. PBB. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. Bea Meterai. PPSP. Pasal 1808 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. PBB. PPSP. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. b. Pasal 1807 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. Subbidang PBB. dan PNBP Non SDA. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. Bea Meterai. b. Pasal 1809 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1808. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. Bea Meterai. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbidang PPN dan PPnBM. KUP. dan f. PPSP. Subbidang PNBP Non SDA. BPHTB. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. BPHTB. PBB. PPnBM. dan PNBP Non SDA. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. BPHTB. . dan PNBP Non SDA. PPnBM. PPnBM. Pasal 1810 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri atas: a. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. dan c. d. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. KUP. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. dan e. BPHTB. e. dan PNBP Non SDA.

dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. dan PNBP SDA. Pasal 1815 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. Perpajakan Internasional. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. BPHTB. dan PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. dan c. Perpajakan Internasional. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan. (3) Subbidang PBB. analisis usulan kebijakan. Subbidang Perpajakan Internasional. Pasal 1812 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. b. Subbidang PPh.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis usulan kebijakan di bidang PPh. dan Bea Meterai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Pasal 1814 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri atas: a. b. BPHTB. dan PNBP SDA. dan PNBP SDA. analisis usulan kebijakan. Subbidang PNBP SDA. dan c.520 Pasal 1811 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1812. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Perpajakan Internasional. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.

Subbidang Tarif Bilateral. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Bilateral. dan Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional.521 (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Tarif Regional. Tarif Regional. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. Tarif Bilateral. b. Tarif Bilateral. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Pasal 1819 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. b. Tarif Regional. Tarif Regional. Tarif Regional. analisis usulan kebijakan. dan Tarif Khusus. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Tarif Khusus. dan c. dan Tarif Khusus. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. analisis usulan kebijakan. Tarif Bilateral. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. Pasal 1816 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. dan d. c. analisis usulan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1816. . Subbidang Tarif Khusus. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional.

perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. dan Bea Keluar. Pasal 1821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1821. analisis usulan kebijakan. Bea Masuk Imbalan. Subbidang Bea Keluar. Subbidang Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Subbidang Teknis Kepabeanan. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri atas: a. c. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1820 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan d. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan Bea Keluar. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. Cukai. dan Bea Keluar. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. dan Bea Keluar. . Pasal 1823 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. dan Bea Masuk Pembalasan. Cukai. dan c. analisis usulan kebijakan.522 (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Teknis Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. Cukai.

dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Pasal 1826 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. Pasal 1825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1824. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. PNBP. Kepabeanan. penyusunan laporan hasil evaluasi. Pasal 1824 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. dan c. PNBP. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. Subbidang Tata Kelola. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. . dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. c. b. analisis usulan kebijakan. dan d. Pasal 1827 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. b. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. penyusunan laporan hasil evaluasi. PNBP. Kepabeanan.523 (3) Subbidang Cukai m