MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 184/PMK.01/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Kementerian Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Kementerian Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1982/M.PAN-RB/9/2010 tanggal 6 September 2010; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Keuangan dipimpin oleh Menteri Keuangan. Pasal 2 Kementerian Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Kementerian Keuangan; Negara yang menjadi tanggung jawab

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Keuangan; pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Keuangan di daerah; pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional; dan pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4

Susunan Organisasi Kementerian Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Wakil Menteri Keuangan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3g. h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. u. v. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan; Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional; Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan; Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik; dan

m. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;

w. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai.

BAB III WAKIL MENTERI KEUANGAN Pasal 5 Wakil Menteri Keuangan mempunyai tugas membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Kementerian Keuangan; koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Keuangan; pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Keuangan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Komunikasi dan Layanan Informasi; Biro Perlengkapan; dan Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 9 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, strategis, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Kementerian, penyusunan anggaran Kementerian, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Kementerian.

d. e. f. g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian; pelaksanaan akuntansi Kementerian; dan anggaran Kementerian serta pelaporan keuangan

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 11

Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 12 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek dan strategis di lingkungan Kementerian; penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; dan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6Pasal 14 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan I; Subbagian Perencanaan II; Subbagian Perencanaan III; dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 16 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7Pasal 18 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penganggaran I; Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 20 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8b. c. penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; dan penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus. Pasal 22 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I; Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; dan Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 23 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (2) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 24 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-9Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal; penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan; penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian; dan penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 26 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 27 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 10 -

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Kementerian, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Kementerian Keuangan. Bagian Keempat Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 28 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

c. d.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 11 Pasal 30 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 31 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Pasal 33 Bagian Organisasi I terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; dan Subbagian Organisasi IC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 12 Pasal 34 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 35 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 37 Bagian Organisasi II terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; dan Subbagian Organisasi IIC.

IIB. dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal. dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. evaluasi. Pasal 41 c. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Jenderal Pajak. dimaksud dalam Pasal 39. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Bagian b. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. analisis. analisis dan evaluasi jabatan. evaluasi. Subbagian Ketatalaksanaan IC. d. dan Subbagian Tata Usaha Biro. penelaahan. Subbagian Ketatalaksanaan IB. dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. penyiapan bahan pembinaan. Pasal 39 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. d. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. dan penyiapan pembinaan. sistem administrasi umum. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. b. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. analisis. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. pengumpulan dan pengolahan data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi. . Pusat Investasi Pemerintah. dan penyiapan bahan pembinaan. sistem administrasi umum. koordinasi. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. tata laksana pelayanan publik. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Subbagian Ketatalaksanaan IA. dan monitoring organisasi. c. dan laporan akuntabilitas kinerja. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. peringkat jabatan. evaluasi. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bagian Ketatalaksanaan I terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal.13 Pasal 38 Subbagian Organisasi IIA. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. koordinasi. penelaahan. tata laksana pelayanan publik. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Badan Kebijakan Fiskal.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Direktorat Jenderal Pajak. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. tata laksana pelayanan publik. dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. sistem administrasi umum. b. penyiapan bahan pembinaan. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal. penelaahan. dan laporan akuntabilitas kinerja. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Inspektorat Jenderal. . koordinasi. penelaahan. IB. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. Pusat Investasi Pemerintah.14 Pasal 42 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA. dan Sekretariat Pengawas Perpajakan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. koordinasi. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: a. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. sistem administrasi umum. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. Badan Kebijakan Fiskal. analisis. evaluasi. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan penyiapan bahan pembinaan. analisis. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. dan penyiapan pembinaan. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. tata laksana pelayanan publik. tata laksana pelayanan publik. c. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. sistem administrasi umum. Pasal 43 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. evaluasi. Bagian pengumpulan dan pengolahan data. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. dimaksud dalam Pasal 43. evaluasi. koordinasi. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. IIB. penelaahan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja.15 Pasal 45 Bagian Ketatalaksanaan II terdiri atas: a. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. b. Subbagian Jabatan Fungsional I. dan penyiapan pembinaan. analisis. Pasal 47 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. dan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. penyiapan bahan pembinaan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dan monitoring jabatan fungsional. evaluasi. Subbagian Jabatan Fungsional II. dan c. . Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Inspektorat Jenderal. koordinasi. analisis. evaluasi. evaluasi. tata laksana pelayanan publik. Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan analisis jabatan fungsional. penelaahan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. c. koordinasi. Pasal 46 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pengumpulan dan pengolahan data. sistem administrasi umum. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Badan Kebijakan Fiskal. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. dan b. Subbagian Jabatan Fungsional III. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. b. Pasal 49 Bagian Jabatan Fungsional terdiri atas: a.

perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. c. e. lelang. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. perbendaharaan. koordinasi. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.16 Pasal 50 Subbagian Jabatan Fungsional I. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. Biro Hukum a. dan penyiapan bahan pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. serta pengelolaan perpustakaan hukum. b. dan f. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 51 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. . perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. d. Pasal 52 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51. perusahaan. analisis. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. kepabeanan dan cukai. dan penerimaan negara bukan pajak. evaluasi. II.

dan b. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. d. Bagian Hukum Kekayaan Negara. f. . Perusahaan. d. Pasal 56 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri atas: a. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Perimbangan Keuangan. Pasal 54 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. b. kepabeanan dan cukai. b. e. c. dan Informasi Hukum. Subbagian Hukum Pajak I.17 Pasal 53 Biro Hukum terdiri atas: a. c. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Bagian Hukum Anggaran. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Hukum Pajak II. dan Subbagian Hukum Kepabeanan II. Subbagian Hukum Kepabeanan I. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. Perbendaharaan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.

dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. Pajak Tidak Langsung Lainnya. keberatan dan banding. perbendaharaan. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. Pajak Pertambahan Nilai. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Pajak Bumi dan Bangunan. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. dan penerimaan negara bukan pajak. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. pemberian uang ganjaran. Perbendaharaan. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. Pasal 58 Bagian Hukum Anggaran. Perbendaharaan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. perimbangan keuangan. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Hukum Anggaran. Perimbangan Keuangan. .18 Pasal 57 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. Perimbangan Keuangan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. dan Pajak Penghasilan.

dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. dan rancangan APBN Perubahan. Pasal 60 Bagian Hukum Anggaran. c.19 b. Perbendaharaan. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. dan dana alokasi khusus. dan d. penerusan pinjaman luar negeri kepada pemerintah daerah. dana tugas pembantuan. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. b. (2) . dana bagi hasil sumber daya alam. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga. Subbagian Hukum Perbendaharaan. dan d. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. c. dana alokasi umum. Perimbangan Keuangan. penyusunan Nota Keuangan. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. Pasal 61 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan masalah anggaran terkait lainnya. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. anggaran Badan Layanan Umum. Subbagian Hukum Anggaran.

d. Perusahaan. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. dan perusahaan. (4) . akuntansi dan pelaporan keuangan. kekayaan negara lainnya. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tugas Kementerian. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. b. Bagian Hukum Kekayaan Negara. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. piutang negara. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. informasi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. lelang. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum.20 (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. dan f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan dana investasi. dan diseminasi hukum. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. kekayaan negara yang dipisahkan. c. e. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. serta menyelenggarakan dokumentasi. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasal 62 Bagian Hukum Kekayaan Negara. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. Perusahaan. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Kementerian. diseminasi hukum. penyiapan bahan pustaka hukum.

Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Kementerian dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. terdiri atas: a. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. dan Informasi Hukum. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. Pasal 66 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. Lembaga Penyiaran Publik. Pasal 65 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. mikro. Perusahaan. penyiapan bahan pustaka hukum. c. Badan Hukum Pendidikan. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang.21 Pasal 64 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. (2) (3) (4) . b. pengelolaan perpustakaan hukum. diseminasi hukum. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. dan menengah.

Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 68 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri atas: a. pinjaman dan hibah luar negeri. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. (2) (3) (4) .22 Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan d. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga biro. c. dan pembiayaan syariah. Subbagian Tata Usaha Biro. b. Pasal 69 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan derivatif terkait dengan surat utang negara.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. Pasal 71 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. pasar modal. b. c. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan.23 Pasal 70 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. lembaga penjaminan. Pasal 72 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri atas: a. jasa pembiayaan. Pasal 73 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. perjanjian internasional. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. pengkoordinasian. lembaga keuangan bukan bank. dana pensiun. dan c. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. b. asuransi. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. Subbagian Hukum Perjanjian. dana pensiun. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. . penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. perjanjian internasional. dan pasar modal.

b. lembaga penjaminan. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). (3) (4) . dan perjanjian internasional. Bank Dalam Likuidasi (BDL).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. serta Sengketa Internasional. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. Arbitrase. regional.24 (2) Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. Bagian Keenam Biro Bantuan Hukum Pasal 74 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. pendapat hukum. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). perjanjian perlindungan. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. dan jasa keuangan lainnya. Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. memberikan bantuan hukum. dan lembaga pembiayaan. kewajiban kontinjensi. pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. pemulihan aset negara dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian. promosi dan kerjasama investasi.

Pasal 76 Biro Bantuan Hukum terdiri atas: a. niaga. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian dalam penanganan perkara. Bagian Bantuan Hukum I. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum I terdiri atas: a. menyelesaikan perkara perdata atas klaim aset yang terdapat di Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Bagian Bantuan Hukum II. dan kepegawaian. Bagian Bantuan Hukum III. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. pendampingan kepada para pejabat. b. arbitrase. dan pegawai Kementerian yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. penanganan perkara di lingkup pengadilan niaga dan peradilan pajak serta menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian yang berpotensi menimbulkan pelanggaran/gugatan. b. tata usaha negara. . b. agama. Subbagian Bantuan Hukum IB. sengketa pajak. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. mantan pejabat. Bagian Bantuan Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. sengketa eks Bank Dalam Likuidasi (BDL). d. d. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut pemulihan aset negara atas putusan pengadilan. perdata. Subbagian Bantuan Hukum IA. tuntutan ganti rugi atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. sengketa Internasional. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pra peradilan. dan c.25 c. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk.

pendampingan kepada para mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIA. c. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Pasal 83 Bagian Bantuan Hukum II terdiri atas: a. b. mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIB. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. IC. Bagian Bantuan Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum ID. pendampingan kepada para pejabat. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. niaga. Subbagian Bantuan Hukum IIC. Subbagian Tata Usaha Biro. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. mantan pejabat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Bantuan Hukum IC. b. Pasal 80 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. dan d. c. dan d. . pejabat. IB. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80.26 c. dan d. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pemberian bantuan hukum pada unitunit kerja di lingkungan Kementerian sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. sengketa pajak. tata usaha negara. Pasal 81 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). perdata.

dan d. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. mantan pejabat. Arbitrase. Pasal 85 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. b. sengketa Internasional. sengketa pajak. mantan pejabat. serta dalam penanganan perkara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pegawai. tata usaha negara. Bagian Bantuan Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan Kepegawaian. dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. c. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. pendampingan kepada para pejabat. pejabat. niaga. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. b. perdata. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Subbagian Bantuan Hukum IIIA. pra peradilan. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Pasal 87 Bagian Bantuan Hukum III terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum IIID. . dan Kepegawaian. sengketa Internasional. dan c. IIB.27 Pasal 84 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Arbitrase.

Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 89 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. g. dan pengkoordinasian pemberian penghargaan pegawai. pengelolaan sistem manajemen talenta. Biro SDM menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan sistem informasi manajemen sumber daya manusia Kementerian Keuangan serta manajemen naskah dan dokumen pegawai Kementerian Keuangan. penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. IIIB. penyelesaian mutasi jabatan. pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan manajemen kinerja pegawai. pendampingan kepada para pejabat. mantan pejabat. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. penyusunan formasi. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil. dan Kepegawaian. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). e. pelaksanaan pengadaan. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. penerapan penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. f. Arbitrase. pengelolaan Assessment Center Kementerian Keuangan. c. pengelolaan kesejahteraan. b. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. IIIC. dan kepangkatan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. h.28 Pasal 88 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. perijinan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengembangan. manajemen. sengketa Internasional.

f. Pasal 92 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia.29 i. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. d. b. penyusunan. Penegakan Disiplin dan Pensiun. penetapan kinerja. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga biro. dan f. Pasal 91 Biro SDM terdiri dari atas: a. dan manajemen risiko di lingkungan Biro SDM. j. serta pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. . Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. pengangkatan CPNS/PNS. dan k. Bagian Mutasi dan Kepangkatan. dan staf khusus Menteri Keuangan. pengelolaan uang muka. perpindahan pegawai dari instansi lain ke Kementerian Keuangan. penyiapan penerimaan pegawai baru. c. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. e. dan penyiapan sarana prasarana umum serta pendistribusian persuratan Biro Sumber Daya Manusia. e. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. rencana strategis. d. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penempatan pegawai baru. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia. pengadaan pegawai. rencana kinerja tahunan. rencana kerja. pegawai harian. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. b. dan penempatan pegawai serta tata usaha dan rumah tangga Biro. penandatanganan pakta integritas. pengkoordinasian penyiapan dan penyusunan analisa beban kerja. diseminasi. Bagian Penghargaan. penyiapan rumah tangga. hakim pajak. orientasi pegawai baru. pengiriman peserta diklat prajabatan. penerapan. formasi. pegawai magang. dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

orientasi pegawai baru. pembinaan sumber daya manusia Biro Sumber Daya Manusia. dan staf khusus Menteri Keuangan serta perpindahan pegawai antar instansi. pengangkatan CPNS. pengkoordinasian penyusunan uraian jabatan. b. Pasal 95 (1) Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta pengkoordinasian penyusunan analisa beban kerja. standar prosedur operasi. hakim pajak. Subbagian Rekruitmen Sumber Daya Manusia. (4) Subbagian TU Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 96 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center.30 g. rencana strategis. Subbagian Tata Usaha Biro. pegawai harian. penetapan kinerja. Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia. (2) Subbagian Rekrutmen Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penerimaan pegawai baru. Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia. Pasal 94 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. dan pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta penandatanganan pakta integritas. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. dan pengelolaan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Sekretariat Jenderal. pegawai magang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rencana kinerja tahunan. rencana kerja. dan d. pengiriman peserta diklat prajabatan dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan h. dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Biro Sumber Daya Manusia. dan manajemen resiko di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. (3) Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penempatan pegawai baru. pengembangan kapasitas sumber daya manusia. . c.

f. dan d. Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. c. . rencana pengembangan sumber daya manusia d. pejabat eselon IV dan pelaksana di lingkungan Sekretariat Jenderal. h. (2) Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kinerja pegawai. Pasal 99 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan pengembangan assessment center di lingkungan Kementerian Keuangan dan penyiapan pelaksanaan assessment center pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan Sekretariat Jenderal Pasal 98 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari: a. pengembangan sumber daya manusia. pelaksanaan assessment center dan psikotes b. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I serta pelaksanaan dan evaluasi psikotes di lingkungan Kementerian Keuangan. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan. c. g. pengembangan dan evaluasi assessment center dan psikotes. mengkoordinasikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Subbagian Assessment Center. pemantauan.31 Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. dan i. pengkoordinasian penyusunan Kementerian Keuangan. pengelolaan kinerja pegawai. pengkoordinasian pelaksanaan penataan pegawai. b. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. e. pengkoordinasian pengelolaan dan penyusunan indikator kinerja utama Biro Sumber Daya Manusia. penyusunan rencana kebutuhan. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai Kementerian Keuangan. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penataan pegawai. manajemen basis data. dan pelayanan sistem informasi manajemen kepegawaian Kementerian Keuangan. . Subbagian Pengintegrasian Data. Subbagian Manajemen Basis Data. dan d. disain aplikasi sumber daya manusia. dan d. mengkoordinasikan penyusunan indikator kinerja utama di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. pelaksanaan analisis. verifikasi. dan pengintegrasian data sumber daya manusia. penyusunan. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. manajemen naskah dan dokumen kepegawaian. penyiapan infrastruktur. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. dan dukungan teknis teknologi informasi. b. penyusunan rencana kebutuhan. penyeragaman dan integrasi data sumber daya manusia. pemantauan. Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi. c. melakukan penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja pegawai. b. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. dan penyajian laporan atas data dan informasi sumber daya manusia. c.32 (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan diseminasi sistem penilaian kinerja pegawai. Pasal 100 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pembangunan. Pasal 102 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. pengelolaan. analisis. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. serta penyajian. Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi. dan mengadministrasikan DP3 eselon I dan II. analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Subbagian Manajemen Talenta. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. Bagian Mutasi dan Kepangkatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi mempunyai tugas melakukan analisis data. perpindahan pegawai ke intansi di luar Kementerian Keuangan. pelaksanaan manajemen talenta. (4) Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan dukungan teknis teknologi informasi.33 Pasal 103 (1) Subbagian Manajemen Basis Data mempunyai tugas melaksanakan analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. pengaturan status kepegawaian. penyelesaian penugasan kepala perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. dan pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. b. pindah antar unit. verifikasi. Subbagian Mutasi. Pasal 104 Bagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melaksanakan mutasi jabatan dan kepangkatan pegawai. b. penyajian data dan informasi serta penyelesaian pelaksanaan inpassing gaji pegawai. Subbagian Kepangkatan I. pengaturan status. pelaksanaan manajemen talenta. (3) Subbagian Pengintegrasian Data mempunyai tugas melakukan penyeragaman. penyiapan infrastruktur. dan pemantauan pelaksanaan pertukaran data. Pasal 105 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. . Subbagian Kepangkatan II. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. c. penyiapan mutasi jabatan struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan serta pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. Pasal 106 Bagian Mutasi dan Kepangkatan terdiri atas: a. manajemen basis data. disain aplikasi kepegawaian. dan d. dan d. penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan pilihan. c. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit. integrasi.

Badan Kebijakan Fiskal dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. menegakkan disiplin pegawai. (2) Subbagian Manajemen Talenta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan manajemen talenta. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. perijinan. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. pengaturan status kepegawaian. pelaksanaan penegakan disiplin. penyusunan. Pasal 108 Bagian Penghargaan. diseminasi. menyelesaikan pemberian penghargaan dan tanda jasa. dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya dan penyelesaian penugasan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Penegakan Disiplin dan Pensiun mempunyai tugas mengelola kesejahteraan pegawai. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit eselon I dan antar unit eselon II Sekretariat Jenderal. (4) Subbagian Kepangkatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. Bagian Penghargaan. b. pengangkatan dan pemberhentian hakim pajak.34 Pasal 107 (1) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi jabatan struktural dan fungsional. Bapepam-Lembaga Keuangan. Direktorat Jenderal Anggaran. penyiapan. Penegakan Disiplin.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. usul pemberhentian dan pensiun serta melaksanakan penyusunan. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. (3) Subbagian Kepangkatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. . c. Inspektorat Jenderal. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. diseminasi. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa serta perijinan pegawai. penerapan.

Penegakan Disiplin. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. pengusulan kartu isteri/kartu suami di lingkungan Kementerian Keuangan serta penerbitan surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Kedelapan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Pasal 112 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas mengkoordinasikan aktivitas komunikasi. Subbagian Kesejahteraan. c. dan d. cuti pegawai. layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada para stakeholders. Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. diseminasi. penyusunan strategi komunikasi kehumasan. (4) Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan. penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pemberhentian pegawai dan pemberhentian pegawai dari jabatan organik serta penyelesaian usul pensiun pegawai. dan pengelolaan pusat referensi Kementerian Keuangan. Subbagian Penegakan Disiplin. pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). monitoring opini publik. Pasal 111 (1) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa.35 Pasal 110 Bagian Penghargaan. . (2) Subbagian Penegakan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penegakan disiplin. dan Pensiun terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. perijinan pegawai. penyelesaian pemberian rekomendasi Bapertarum/Taperum. dan usul kenaikan pangkat pengabdian dan anumerta. penyusunan program komunikasi publik. penyusunan. b.

Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. m. f. pemantauan. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: koordinasi aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. publikasi elektronik. pengelolaan data informasi kehumasan Kementerian. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . organisasi kemasyarakatan. evaluasi program komunikasi publik.36 Pasal 113 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112. c. j. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara. d. l. h. pengelolaan serta layanan referensi dan perpustakaan. a. g. dan peningkatan partisipasi publik. koordinasi dan pengelolaan PPID. Pengendalian Program. Pasal 114 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi terdiri atas: a. . penyelenggaraan penerbitan. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi kehumasan secara terpadu dan berkelanjutan. dan organisasi profesi. dan n. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. perencanaan. pengembangan. k. dan Perpustakaan. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. e. desk informasi dan call center. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya. i. d. f. Bagian Perencanaan. b. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. e. Bagian Manajemen Opini Publik. lembaga pemerintah. c. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. analisis.

. dan pelayanan desk informasi dan call center Kementerian Pasal 117 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan terdiri atas: a. Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi. j. call center. layanan informasi dan langkah-langkah kegiatan produksi pemberitaan/kehumasan di lingkungan Kementerian Keuangan melalui media nirmassa. f. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Publikasi II. elektronik. c. b. layanan informasi melalui information desk. baik media cetak. d. penerbitan. penyiapan dan pengelolaan website kementerian serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta hasil pelaksanaanya. dan publikasi media luar ruang. peliputan kegiatan Kementerian dan pimpinan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .37 Pasal 115 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan mempunyai tugas melaksanakan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. b. Subbagian Publikasi I. pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. c. maupun pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. g. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. dalam dan luar ruang. e. email dan contact u. penyiapan. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. administrasi pengelolaan PPID. h. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. i. Pasal 118 (1) Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan analisis bahan penyusunan strategi komunikasi. pelaksanaan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya.

Dewan Perwakilan Daerah (DPD). dalam dan luar ruang secara tepat waktu. Pemerintah Daerah. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Komisi-Komisi Negara. Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Bank Indonesia (BI). Pasal 119 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Komisi-Komisi Negara. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kementerian Negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah Daerah.38 (2) Subbagian Publikasi I mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media cetak Kementerian Keuangan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mahkamah Agung (MA). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kementerian Negara. c. (3) Subbagian Publikasi II mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media elektronik Kementerian Keuangan serta pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. Mahkamah Konstitusi (MK). Mahkamah Konstitusi (MK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Komisi-Komisi Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pemerintah Daerah. Kementerian Negara. Mahkamah Agung (MA). Mahkamah Agung (MA). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). dan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah) dan rapat pembahasan RUU/peraturan/ketentuan lainnya. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah). Bank Indonesia (BI). Bank Indonesia (BI). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. . Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK).

dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan dan kekayaan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Mahkamah Agung (MA). kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. Mahkamah Agung (MA). f.dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). . (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). pengelolaan database stakeholders Bagian Pasal 121 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri atas: a. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. Komisi-Komisi Negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). e. dan h. c. g. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Kementerian di daerah pada masa reses persidangan. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah Provinsi. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). pengkomunikasian kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah Daerah.39 d. Kementerian Negara. Mahkamah Konstitusi (MK). Bank Indonesia (BI). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Mahkamah Konstitusi (MK). Pasal 122 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada lembaga pemerintah. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan dan kekayaan Negara. Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III.

politik. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. tanggapan/bantahan. nasional dan internasional). serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada pelaku usaha (daerah. d. dan edukasi pada media. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media asing. f. Pasal 123 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan stakeholder non lembaga pemerintah/negara. advertorial. penyusunan siaran pers. khususnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa (cetak dan elektronik). internasional maupun daerah. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada organisasi masyarakat. l. i. data. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi.40 (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada asosiasi (daerah. nasional dan internasional). c. h. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. b. pengkajian. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. . pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Kementerian dan narasumber lainnya. e. informasi. perencanaan program berita. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. dan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan kekayaan negara melalui media cetak dan media elektronik. mengkoordinasikan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Kementerian/Lembaga dan Komisikomisi Negara. wawancara. k. asosiasi dan pemimpin opini baik nasional. data. nasional dan internasional). serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. j. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. perencanaan. organisasi-organisasi. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. keterangan pers. dan kunjungan pers. g. dan profesi (daerah. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Kelembagaan Negara. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. data. data. data. dan surat pembaca.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . artikel. data. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. jumpa pers.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 41 Pasal 125 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah terdiri atas: a. b. c. Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I; Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II; dan Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III. Pasal 126 (1) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa cetak (nasional, internasional dan daerah). (2) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa elektronik, organisasi masyarakat, organisasi politik, akademisi dan pengamat (nasional, internasional dan daerah). (3) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari organisasi profesi, organisasi internasional, Asosiasi, dan pelaku usaha (nasional, internasional dan daerah), pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. Pasal 127 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan monitoring, analisis dan penelitian opini publik terkait dengan bidang tugas Kementerian Keuangan, menyusun rekomendasi tindakan dan tanggapan komunikasi, menyelenggarakan audit komunikasi dan riset opini publik, serta menyelenggarakan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi dan kapasitas pengetahuan publik. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127, Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Kementerian dan unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 b. c. d. e. f. g. h. i. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar, lokakarya, kegiatan sosial budaya, dan kegiatan lainnya; penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Kementerian; penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal; pelayanan unjuk rasa; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media cetak daerah, nasional dan internasional; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional dan internasional; penyusunan bahan rekomendasi tindakan terkait hasil analisis opini publik; dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya. Pasal 129 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajemen Opini Publik I; Subbagian Manajemen Opini Publik II; dan Subbagian Manajemen Opini Publik III. Pasal 130 (1) Subbagian Manajemen Opini Publik I mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional, dan internasional, melakukan audit komunikasi dan riset maupun survey yang terkait dengan opini publik, melaksanakan administrasi, manajemen risiko dan pengendalian Standard Operating Precedure (SOP). (2) Subbagian Manajemen Opini Publik II mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media cetak nasional, daerah dan internasional serta menyiapkan laporan berkala perkembangan opini publik dan bahan rekomendasi tindakan secara tepat waktu kepada pimpinan. (3) Subbagian Manajemen Opini Publik III mempunyai tugas melakukan dan mengorganisasikan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi, dan kapasitas pengetahuan publik eksternal dan internal Kementerian Keuangan, pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database opini publik. Pasal 131 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan mempunyai tugas Melaksanakan perencanaan, pengembangan, pengelolaan,pengendalian, monitoring serta evaluasi program, pelayanan perpustakaan, pengelolaan database dan sistem informasi kehumasan, serta urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 43 Pasal 132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131, Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan; b. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku, koleksi AV dan digital (CD, DVD), serta koleksi perpustakaan lainnya; c. penyusunan bibliografi; d. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya; e. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work; f. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain; g. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja biro; h. penyusunan sistem dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan biro; i. j. pelaksanaan manajemen database dan sistem informasi biro; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 133 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Perpustakaan; b. Subbagian Sistem Informasi Kehumasan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 134 (1) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan koordinasi serta kerjasama dengan institusi perpustakaan internal Kementerian Keuangan, daerah, nasional dan internasional dalam rangka perencanaan, pengembangan, pengelolaan, pengendalian aktivitas layanan perpustakaan, peningkatan kualitas dan kuantitas perpustakaan dan riset kepustakaan. (2) Subbagian Sistem Informasi Kehumasan mempunyai tugas melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian sistem informasi dan database biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, kepegawaian, dan rumah tangga biro, serta melakukan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik dan rencana kerja tahunan dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan, penyusunan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 44 Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 135 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Kementerian berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135, Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis rencana kebutuhan Barang Milik Negara (BMN) bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi penyusunan rencana kebutuhan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan kementerian, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengelolaan BMN kementerian, bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi pengelolaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, pelaksanaan serta penyusunan petunjuk teknis penatausahaan BMN kementerian serta analisis dan evaluasi penatausahaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 137 Biro Perlengkapan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan BMN; Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan; Bagian Pengelolaan BMN; Bagian Penatausahaan BMN; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 Pasal 138 Bagian Perencanaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis perencanaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138, Bagian Perencanaan BMN menyelenggarakan fungsi : a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan teknis penyusunan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi atas realisasi BMN yang direncanakan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 140 Bagian Perencanaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan BMN I; Subbagian Perencanaan BMN II; Subbagian Perencanaan BMN III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 141 (1) Subbagian Perencanaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah.

b. c. d.

e. f.

g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 (2) Subbagian Perencanaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. (3) Subbagian Perencanaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-Gedung Keuangan Negara di daerah. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 142 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis, serta konsultansi pengadaan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan bimbingan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142, Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan dan pelaksanaan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan; dan pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 Pasal 144 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I; Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II; dan Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III.

Pasal 145 (1) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 146 Bagian Pengelolaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengelolaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 48 Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Bagian Pengelolaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penggunaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penggunaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemanfaatan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemanfaatan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penghapusan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penghapusan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemindahtanganan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 148 Bagian Pengelolaan BMN terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengelolaan BMN I; Subbagian Pengelolaan BMN II; dan Subbagian Pengelolaan BMN III. Pasal 149 (1) Subbagian Pengelolaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

b.

c.

d.

e.

f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Subbagian Pengelolaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 150 Bagian Penatausahaan BMN mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan BMN Kementerian Keuangan, analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis penatausahaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150, Bagian Penatausahaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan inventarisasi BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; b. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pembukuan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pembukuan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; c. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pelaporan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan d. penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN lingkup Kementerian Keuangan, dan tingkat Unit Eselon I Sekretariat Jenderal. Pasal 152 Bagian Penatausahaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penatausahaan BMN I; Subbagian Penatausahaan BMN II; Subbagian Penatausahaan BMN III; dan Subbagian Penatausahaan BMN IV.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 Pasal 153 (1) Subbagian Penatausahaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. (2) Subbagian Penatausahaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (4) Subbagian Penatausahaan BMN IV mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 154 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Kementerian dan melaksanakan urusan tata usaha, rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Kementerian. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 51 b. pelaksanaan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi; c. pelaksanaan urusan perencanaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan; d. pelaksanaan urusan pengadaan, penyimpanan dan distribusi perlengkapan, dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan sekretariat Jenderal, serta urusan pencetakan dan penggandaan; e. melaksanakan urusan dalam, pemeliharaan peralatan, dan keamanan dalam, serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 156 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Kementerian; b. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan; c. Bagian Perencanaan dan Keuangan; d. Bagian Perlengkapan; e. Bagian Rumah Tangga; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 157 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Kementerian Keuangan, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Kementerian, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan; b. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip, penyusunan jadwal retensi, dan penyusutan arsip, serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 52 c. penatausahaan penyelenggaraan kesehatan dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan perencanaan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium; d. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri; dan e. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Pasal 159 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Persuratan, Arsip, dan Dokumentasi; b. Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai; c. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas; dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 160 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan, pendistribusian dan pengendalian surat masuk, pengiriman dan pengendalian surat keluar kantor pusat Kementerian, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan dan melakukan pengelolaan, pemeliharaan, pemindahan, penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penatausahaan penyelenggaraan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Kementerian Keuangan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 161 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi.

informasi. evaluasi. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). penyajian data. pelaksanaan urusan protokol. Road Map. penyiapan. laporan. Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) lingkup Biro Umum serta pemantauan. informasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II. b. urusan tata usaha. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. pencatatan acara. (2) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pemantauan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan d. penyiapan. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan. evaluasi.53 Pasal 162 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 164 (1) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I mempunyai tugas melakukan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). laporan. penyajian data. d. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I. b. pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. c. pengurusan tata usaha. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. dan e. c. . Pasal 163 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan terdiri atas: a. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Subbagian Perencanaan Anggaran. monitoring. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. dan d. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan serta pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .54 (3) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III mempunyai tugas melakukan urusan protokol. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. penyusunan laporan keuangan. pencatatan acara. meneliti kebenaran. perbendaharaan. penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 167 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan d. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. c. pelaksanaan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. b. (4) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. menyajikan hasil penelitian. Pasal 165 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan anggaran. . menyusun dan menyajikan laporan keuangan. pelaksanaan sistem akuntansi. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. Subbagian Perbendaharaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. c. b. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

b. (4) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. . penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Pengadaan. Pasal 170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. c. meneliti kebenaran. penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. serta urusan pencetakan dan penggandaan. penatausahaan pelaksanaan pembayaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. Pasal 171 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. dan d. penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan pengadaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b.55 Pasal 168 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 169 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan. monitoring. menyajikan hasil penelitian.

penyiapan usulan penghapusan dan menyusun laporan pertanggungjawaban penatausahaan barang milik negara Sekretariat Jenderal serta unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. bahan mikrografik.56 c. Pasal 173 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. kelengkapan upacara/pelantikan. c. penataan lay out kantor. pertamanan. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keamanan dalam. inventaris kantor. barang cetakan. pelaksanaan pengadaan sarana untuk operasional perkantoran. alat rumah tangga kantor. obat-obatan. penyimpanan. Pelaksanaan urusan perawatan. . alat tulis kantor. serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. penatausahaan. dan keamanan dalam. pelaksanaan urusan pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. penjilidan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. serta menyusun pelaporan pengadaan pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. barang cetakan. b. penyimpanan dan pendistribusian secara berkala pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. kebersihan gedung dan halaman. (4) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan inventarisasi. pemeliharaan peralatan. dan d. Pasal 172 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan pengadaan. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. bahan cetak. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. dan d. alat rumah tangga kantor. alat-alat laboratorium. pakaian kerja dan kelengkapannya. alat-alat laboratorium inventaris kantor. kelengkapan upacara/pelantikan di lingkungan Sekretariat Jenderal serta menyusunan laporan pertanggungjawaban. rambu-rambu lalu lintas. ATK. dan sewa mesin fotocopy.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . obatobatan. bahan cetak. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. pakaian kerja dan kelengkapannya. pengamanan barang perlengkapan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang. rumah jabatan. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. bahan mikrografik. rambu-rambu lalu lintas.

rumah jabatan. pertamanan. serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. genset. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas.57 Pasal 175 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. Subbagian Urusan Dalam. kebersihan gedung dan halaman. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. dan d. barang inventaris lainnya. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 177 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan dan kediaman Pimpinan kementerian Keuangan. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mesin penyejuk udara. Pasal 176 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan. Subbagian Pemeliharaan. . instalasi listrik/penerangan. Subbagian Keamanan Dalam. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. c. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. peralatan kantor. instalasi air. penataan lay out kantor. operasional. b. CCTV. perawatan dan perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian serta pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan dan perawatan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretariat Jenderal.

. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .58 Pasal 178 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. standar. d. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. .59 BAB V DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 179 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran. f. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan di bidang penganggaran. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 181 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri atas: a. penyusunan norma. c. dan h. Direktorat Anggaran I. Direktorat Anggaran II. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran. d. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. g. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Anggaran. dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. Direktorat Sistem Penganggaran. Direktorat Anggaran III. b.

e. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. penyelenggaraan urusan kepegawaian direktorat jenderal. d. kearsipan. pengadaan. dan laporan kinerja direktorat jenderal. . Bagian Perencanaan dan Keuangan. b. dokumentasi. perumusan peraturan di bidang kesekretariatan. pengelolaan urusan tata usaha. perpustakaan. h. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum. koordinasi penyusunan rencana strategik. f. rumah tangga. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 184 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan direktorat jenderal. koordinasi bantuan hukum direktorat jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja dan pengelolaan keuangan direktorat jenderal. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Umum. f. dan pengelolaan Barang Milik Negara serta kesekretariatan pimpinan. c. d. Bagian Kepegawaian. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. g. dan i. e. c.60 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 182 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

dan e. Subbagian Tata Laksana. penyiapan bahan penataan organisasi. serta pengembangan kinerja organisasi. dan layanan informasi direktorat jenderal. monitoring.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. Pasal 188 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Pasal 187 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. penyusunan rencana strategik. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. Subbagian Organisasi. laporan pelaksanaan tugas serta evaluasi kinerja direktorat jenderal. monitoring. dan c. b. pengelolaan layanan informasi dan publikasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kinerja direktorat jenderal. laporan akuntabilitas. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.61 Pasal 185 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. serta pengembangan kinerja organisasi. c. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. . (3) Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategik. pelaporan. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi. laporan akuntabilitas kinerja. ketatalaksanaan. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta layanan informasi dan publikasi. b. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. laporan pelaksanaan tugas. d.

Pasal 190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189. absensi pegawai. cuti. penempatan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. pemensiunan. dokumentasi. absensi pegawai. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. pemberhentian. dan e. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. penempatan. pengembangan pegawai. d. serta penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pemberhentian. pemensiunan pegawai. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. kepangkatan. dan c. b. Pasal 191 Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. . kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. Pasal 192 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . cuti. b. statistik. Subbagian Umum Kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. statistik. Subbagian Pengembangan Pegawai. kepangkatan.62 Pasal 189 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. c. penyiapan bahan formasi.

dan c. pengadaan. dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. b. dan c. . serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal.63 Pasal 193 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kerja dan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. Subbagian Perencanaan Anggaran. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. Subbagian Perbendaharaan. perpustakaan. Pasal 196 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 195 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. dan pengelolaan Barang Milik Negara direktorat jenderal. rumah tangga. serta kesekretariatan dan tata usaha pimpinan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . gaji dan tunjangan. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. Pasal 197 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran.

serta manajemen perpustakaan. c. penyimpanan. dan protokoler. ekspedisi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan surat menyurat. inventarisasi. dan d. e. Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan.64 Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. pendistribusian. b. pemeliharaan. kearsipan. pengelolaan kendaraan dinas dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji dan tunjangan pegawai. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan. kearsipan. (3) Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. b. dokumentasi. pelaksanaan. ekspedisi dan penggandaan.penyiapan dokumen. d. Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pemeliharaan. pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. komputerisasi persuratan. Pasal 200 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan surat menyurat. dan f. penyiapan dokumen. pelaksanaan. dan penyiapan penghapusan serta pelaporanBarang Milik Negara. dan penggandaan. pengelolaan perpustakaan. dokumentasi. dan penghapusan serta pelaporan Barang Milik Negara direktorat jenderal. penyimpanan. pelaksanaan urusan pengadaan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggaan. Pasal 199 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga dan Gaji. pendistribusian. pelaksanaan urusan inventarisasi. tata usaha pimpinan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa perlengkapan sarana dan prasarana. c. .

65 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan mengatur jadwal kegiatan. protokoler dan akomodasi Direktur Jenderal. koordinasi penyusunan profil risiko dan strategi pengendalian risiko direktorat jenderal. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. b. . evaluasi. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur dan kode etik. dan d. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. (3) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. penindakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. Pasal 202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. c. Pasal 201 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan kerangka kerja. makalah. Pasal 204 (1) Subbagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur dan kode etik. Pasal 203 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. penyusunan kerangka kerja. mengkoordinir penyusunan pidato. pemantauan. dan c. Subbagian Kepatuhan Internal. penyusunan kerangka kerja dan pengelolaan risiko direktorat jenderal. penyiapan bahan. b. Subbagian Bantuan Hukum. serta manajemen risiko dan bantuan hukum. (2) Subbagian Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko serta bahan koordinasi penyusunan profil dan strategi pengendalian risiko. pencatatan acara. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur dan kode etik. Subbagian Manajemen Risiko.

b.66 Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 205 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. e. b. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. dan h. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. prosedur dan kriteria di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. standar. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. . Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. f. c. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . g. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. c. dan e. Pasal 206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 205. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal. Pasal 207 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

f. Pagu Sementara.67 Pasal 208 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. kerangka penganggaran jangka menengah. pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. serta analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. analisis dampak APBN terhadap perekonomian. c. penyiapan bahan pengelolaan data ekonomi makro. kebijakan fiskal. analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang ekonomi makro serta pendapatan negara dan hibah. h. RUU APBN. langkah-langkah kebijakan fiskal. serta NK dan RAPBN-P di bidang kerangka ekonomi makro. dan pendapatan negara. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro dan realisasi pendapatan negara dan hibah. penyiapan bahan konsolidasi dan penggabungan proyeksi postur APBN dalam bentuk Resource Envelope dan Pagu Indikatif. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pendapatan negara dan hibah. g. asumsi makro dan pendapatan negara dan hibah. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. b. laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN. e. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. RAPBN. serta monitoring realisasi dan perkiraan realisasi APBN tahunan. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. pendapatan negara dan kerangka penganggaran jangka menengah. RUU APBN-P. dan bahan penyusunan analisis dampak APBN terhadap ekonomi makro. d. pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka RAPBN. RAPBN-P. penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN. dan i. . dan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah.

langkahlangkah kebijakan fiskal. Seksi Analisis Ekonomi Makro. dan pengembangan model dan pengelolaan data ekonomi makro dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 212 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model. . Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN. c.68 Pasal 210 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah. analisis langkah kebijakan dan langkah administratif. RAPBN-P. (3) Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal dan kerangka APBN (postur APBN). b. RUU APBN. analisis dampak. dan belanja lainnya. monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai. (2) Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. dan koordinasi pengolahan data APBN dan data fiskal lainnya dalam rangka penyiapan proyeksi postur APBN pagu Indikatif. serta monitoring. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. analisis sensitivitas. Pasal 211 (1) Seksi Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan ekonomi makro. belanja barang dan modal. serta pengembangan model fiskal. pagu Sementara. sensitivitas APBN. dan d. serta RUU APBN-P. bantuan sosial. dan sistem jaminan sosial nasional. Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN. (4) Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap perekonomian. penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi. evaluasi dan pengelolaan data pendapatan negara dan hibah dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. RAPBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 69 Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; f. monitoring dan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya. Pasal 214 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal; c. Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya. Pasal 215 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 70 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja barang dan modal. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang bantuan sosial dan belanja untuk anggaran sistem jaminan sosial nasional. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lainnya. Pasal 216 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas serta melakukan konsolidasi belanja Pemerintah Pusat. Pasal 217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 71 e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; g. pelaksanaan konsolidasi data anggaran belanja pemerintah pusat; dan h. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas. Pasal 218 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga; c. Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat. Pasal 219 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lembaga. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang anggaran pendidikan dan belanja hibah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja prioritas, serta melakukan konsolidasi pengolahan dan monitoring data belanja pemerintah pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 72 Pasal 220 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas,, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi, serta transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi, dan transfer ke daerah; d. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah. Pasal 222 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi; c. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II. Pasal 223 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 73 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja subsidi. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang tahunan dan jangka menengah di bidang dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan konsolidasi transfer ke daerah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang dana alokasi umum, dana otonomi khusus dan penyesuaian, dan anggaran pendidikan dari transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 224 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan anggaran serta penganggaran risiko fiskal. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224, Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; c. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; d. pengembangan model perencanaan penganggaran risiko fiskal; dan evaluasi pembiayaan anggaran dan

e. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 74 f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembiayaan anggaran. Pasal 226 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I; b. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II; c. Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang; dan d. Seksi Penganggaran Risiko Fiskal. Pasal 227 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman proyek, penerusan pinjaman, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman program, surat berharga negara, pinjaman dalam negeri, dan pembiayaan utang lainnya. (3) Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan non utang. (4) Seksi Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang penganggaran risiko fiskal. Pasal 228 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan informasi ekonomi makro dan APBN, koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, evaluasi akun APBN, melaksanakan dukungan teknis penyusunan dokumen-dokumen APBN, dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 75 Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P; b. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan NK dan RAPBN beserta RUU APBN-nya, Laporan Semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P beserta RUU APBN-P-nya; c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P; d. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan rapat kerja Pemerintah dengan DPR dan DPD dan bahan rapat koordinasi internal Pemerintah; e. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data APBN; f. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; g. penyiapan bahan koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN; h. penyiapan bahan analisis data, informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya; i. j. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan Pemerintah; penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN; dan

k. pengkonsolidasian, pengharmonisasian dan pengsinkronisasian, serta penggabungan konsep dokumen-dokumen APBN. Pasal 230 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Seksi Analisis Data dan Informasi APBN; b. Seksi Evaluasi Akun APBN; c. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN; dan d. Seksi Diseminasi APBN. Pasal 231 (1) Seksi Analisis Data dan Informasi APBN mempunyai tugas melakukan analisis data dan informasi APBN, penyiapan bahan dan koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, serta pelaporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 76 (2) Seksi Evaluasi Akun APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN, melakukan penyiapan sumbangan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (Central Government Operation/CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (General Government Operation/GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS), serta melakukan penyiapan sumbangan bahan dalam rangka penyusunan Neraca Arus Dana (NAD). (3) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi penyusunan dokumen-dokumen APBN serta koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN. (4) Seksi Diseminasi APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data APBN serta menyiapkan informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya. Pasal 232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian, keuangan, umum, organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Bagian Kelima Direktorat Anggaran I Pasal 233 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233, Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 77 Pasal 235 Direktorat Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IA; b. Subdirektorat Anggaran IB; c. Subdirektorat Anggaran IC; d. Subdirektorat Anggaran ID; e. Subdirektorat Anggaran IE; f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I; dan g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 236 Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan, pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis, penyiapan bahan koordinasi, revisi, monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236, Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif, sementara, definitif, dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga, PSO, dan subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga; dan bimbingan teknis standar biaya khusus

c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga; d. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga; Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran

e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; f. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian/Lembaga; dan g. monitoring dan evaluasi penganggaran.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 78 Pasal 238 Subdirektorat Anggaran IA terdiri atas: a. Seksi Anggaran IA-1; b. Seksi Anggaran IA-2; c. Seksi Anggaran IA-3; dan d. Seksi Anggaran IA-4. Pasal 239 Seksi Anggaran IA-1, IA-2, IA-3, dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 240 Subdirektorat Anggaran IB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IB-1; b. Seksi Anggaran IB-2; c. Seksi Anggaran IB-3; dan d. Seksi Anggaran IB-4. Pasal 241 Seksi Anggaran IB-1, IB-2, IB-3, dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 242 Subdirektorat Anggaran IC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IC-1; b. Seksi Anggaran IC-2;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 79 c. Seksi Anggaran IC-3; dan d. Seksi Anggaran IC-4. Pasal 243 Seksi Anggaran IC-1, IC-2, IC-3, dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 244 Subdirektorat Anggaran ID terdiri atas: a. Seksi Anggaran ID-1; b. Seksi Anggaran ID-2; c. Seksi Anggaran ID-3; dan d. Seksi Anggaran ID-4.

Pasal 245 Seksi Anggaran ID-1, ID-2, ID-3, dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 246 Subdirektorat Anggaran IE terdiri atas: a. Seksi Anggaran IE-1; b. Seksi Anggaran IE-2; c. Seksi Anggaran IE-3; dan d. Seksi Anggaran IE-4.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 80 Pasal 247 Seksi Anggaran IE-1, IE-2, IE-3, dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran, koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif,sementara, definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; c. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus; e. penyiapan bahan koordinasi Kementerian/Lembaga; persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years)

f. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga; g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; h. penatausahaan data penganggaran; i. j. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi, data, dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; pemrosesan usulan kode satuan kerja; dan

k. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/ Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. definitif. dan ABT. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. keuangan. Pasal 252 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Bagian Keenam Direktorat Anggaran II Pasal 253 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. organisasi dan tata laksana direktorat. penyusunan rancangan alokasi anggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. dan b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. umum. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. Pasal 251 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .81 Pasal 250 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri atas: a. sementara. PSO dan subsidi. rencana kerja anggaran. . serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. Seksi Dukungan Teknis.

d. IID. sementara. IIB. Subdirektorat Anggaran IIB. PSO. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan subsidi. IIB. e. Subdirektorat Anggaran IIE. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. f. b. d. . Pasal 256 Subdirektorat Anggaran IIA. c. Subdirektorat Anggaran IIC. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan e. IID. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . definitif. Subdirektorat Anggaran IIA. Subdirektorat Anggaran IID. IIC. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. penyiapan bahan koordinasi. IIC. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. standar. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. Subdirektorat Anggaran IIA. revisi. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan g. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. c. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.82 Pasal 254 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 255 Direktorat Anggaran II terdiri atas: a.

Seksi Anggaran IIA-1. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIB-1. monitoring dan evaluasi penganggaran. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. Pasal 258 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri atas: a. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIA-3. b. Seksi Anggaran IIB-2. c. Pasal 260 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri atas: a. . dan d.83 b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IIA-3. Seksi Anggaran IIA-4. c. Seksi Anggaran IIB-3. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga. b. d. Seksi Anggaran IIB-4. Seksi Anggaran IIA-2. IIA-2. dan g. dan d. Pasal 259 Seksi Anggaran IIA-1. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. f.

monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIC-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IID-3. d. IIC-2. c. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIC-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IID-2. Pasal 263 Seksi Anggaran IIC-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.84 Pasal 261 Seksi Anggaran IIB-1. Seksi Anggaran IIC-2. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IID-1. b. Pasal 265 Seksi Anggaran IID-1. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. dan Seksi Anggaran IID-4. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IID-3. . PSO dan Subsidi. dan Seksi Anggaran IIC-4. IIB-2. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IIB-3. Pasal 262 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri atas: a. IIC-3. Pasal 264 Subdirektorat Anggaran IID terdiri atas: a. b. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IID-2. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.

b. c. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIE-1. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IIE-4 Pasal 267 Seksi Anggaran IIE-1. Seksi Anggaran IIE-3. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga. f. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. b. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. . IIE-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.85 Pasal 266 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri atas: a. e. IIE-2.sementara. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIE-2. c. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Pasal 268 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. d. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga.

serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. PSO dan subsidi. Pasal 271 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. dan k. definitif. Pasal 272 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Seksi Dukungan Teknis. dan ABT. Pasal 270 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri atas: a. keuangan. . dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. organisasi dan tata laksana direktorat. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. dan b. umum. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. rencana kerja anggaran. j. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga.86 g. penatausahaan data penganggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. penyusunan rancangan alokasi anggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. pemrosesan usulan kode satuan kerja. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. sementara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . i. h. data. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran.

d. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Anggaran IIID. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Pasal 275 Direktorat Anggaran III terdiri atas: a.87 Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran III Pasal 273 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. c. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Anggaran IIIA. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. c. standar. dan e. d. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Anggaran IIIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan penyusunan norma. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Subdirektorat Anggaran IIIB. b. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.

b. IIIB. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. monitoring dan evaluasi penganggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. d. . revisi. Subdirektorat Anggaran IIIA. penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. f. definitif. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 278 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri atas: a. dan g. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian /Lembaga. Pasal 276 Subdirektorat Anggaran IIIA. sementara. PSO. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. dan g. Subdirektorat Anggaran IIIE. Subbagian Tata Usaha. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga. Seksi Anggaran IIIA-1. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. dan subsidi. c. Seksi Anggaran IIIA-3. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. f. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Seksi Anggaran IIIA-4. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. b. Seksi Anggaran IIIA-2.88 e. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian /Lembaga. IIIB. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e.

penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IIIA-3. Seksi Anggaran IIIC-1. . Seksi Anggaran IIIB-2. Pasal 283 Seksi Anggaran IIIC-1. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIIB-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. b. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 282 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IIIB-4. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIIB-3. Pasal 281 Seksi Anggaran IIIB-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 280 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri atas: a.89 Pasal 279 Seksi Anggaran IIIA-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. IIIC-2. Seksi Anggaran IIIC-4. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIIB-1. c. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIIA-2. dan d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIIC-3. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIC-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIIC-2. dan d. IIIB-2.

alokasi. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. IIID-2.90 Pasal 284 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . IIID-3. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. dan d. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. menelaah permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. b. Pasal 286 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri atas: a. e. dan f. d. Seksi Anggaran IIID-3. Seksi Anggaran IIID-4. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan bahan penyusunan rincian anggaran belanja. Pasal 287 Seksi Anggaran IIID-1. c. penyiapan bahan penyelesaian rincian BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Seksi Anggaran IIID-1. Seksi Anggaran IIID-2. b. . penelaahan permintaan dan revisi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah.

Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. verifikasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-3. rekonsiliasi barang milik negara Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. c. h. dan pengembalian belanja Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan d. Pasal 290 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri atas: a. penyiapan bahan pembinaan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. . i. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan konsep surat pernyataan tanggungjawab Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.91 Pasal 288 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-2. menyusun tanggapan LHP dan melaksanakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya serta pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/ Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. b. f. j. pendapatan. e. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. dan penyusunan tanggapan LHP dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. rekonsiliasi belanja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Anggaran IIIE-4. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. b. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Anggaran IIIE-1. d. g. c.

koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. verifikasi laporan keuangan. penatausahaan data penganggaran. pendapatan.92 Pasal 291 Seksi Anggaran IIIE-1. pengembalian belanja dan barang milik negara. penyusunan berita acara serah terima serta penyusunan tanggapan LHP dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan konsep surat pernyataan tanggung jawab laporan keuangan. Pasal 292 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. d. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. . rekonsiliasi belanja. serta ABT Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IIIE-3. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. b. e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . monitoring dan evaluasi laporan keuangan. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. sementara. IIIE-2. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. h. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. g. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. f. c. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga.

serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. . keuangan. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. dan b. definitif. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. rencana kerja anggaran. dan ABT Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara. Pasal 295 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan k. organisasi dan tata laksana direktorat. PSO dan Subsidi. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian /Lembaga. Pasal 296 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. pemrosesan usulan kode satuan kerja. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi penganggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. Seksi Dukungan Teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. penyusunan rancangan alokasi anggaran. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. j.93 i. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. PSO dan subsidi. umum. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. Pasal 294 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri atas: a. sementara.

Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. d. f. standar. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. . penyiapan penyusunan norma. standardisasi. dan e. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. b. c.94 Bagian Kedelapan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 297 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . g. Pasal 299 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga II. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. h. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 300 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat.

penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. e. penyusunan rencana dan realisasi. pedoman. dan d. pemungutan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Penerimaan Gas Alam. c. d. b. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). b. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pedoman. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. Pasal 302 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri atas: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. Pasal 303 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan g. . peraturan. f. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. penatausahaan. c. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS.95 Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Verifikasi.

pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. pedoman. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.96 (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Pasal 304 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. d. peraturan. pemungutan. pedoman. standardisasi. pemungutan. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. b. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. peraturan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. penyusunan rencana dan realisasi. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. c. pedoman. . penyusunan rencana dan realisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengolahan dan verifikasi data. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan.

Pasal 306 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri atas: a. penyusunan rencana. g. (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. penatausahaan. dan realisasi pemungutan. penyusunan rencana dan realisasi. peraturan. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. dan i. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. h. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .97 e. f. dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pedoman. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pemungutan. pedoman. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. dan c. verifikasi data. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. peraturan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. . Seksi Verifikasi. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. Pasal 307 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.

Pasal 310 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I terdiri atas: a. Subdirektorat Penerimaan Kementerian Negara/Lembaga I dan II masing-masing menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan perumusan norma. c. pedoman. penatausahaan. c. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IB. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. dan d. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IC. b. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Pasal 308 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. Seksi Verifikasi. pengolahan dan verifikasi data. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian/ Lembaga. standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian/ Lembaga. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. b. penelaahan target. dan e. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga.98 (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan.

penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. peraturan. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIB. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. pengolahan dan verifikasi data. c. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pengolahan dan verifikasi data. standardisasi.99 Pasal 311 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . . penelaahan target. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penelaahan target. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga I. pedoman. Pasal 314 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. Seksi Verifikasi. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian /Lembaga II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIC. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. peraturan. Pasal 312 Subdirektorat Penerimaan Kementerian /Lembaga II terdiri atas: a. IIB. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. pedoman. IB. Pasal 313 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan.

Pasal 318 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. d. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. pengolahan dan konsolidasi data. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. standar. dan c. termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi. Seksi Verifikasi. . b. verifikasi data. penyiapan bahan perumusan norma. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. dan e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.100 Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. peraturan. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. pelaksanaan urusan tata usaha. kriteria. pembukuan. kriteria. pedoman. penyusunan rencana dan realisasi. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Pasal 317 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. standar. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. Pasal 316 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri atas: a. pedoman. penelaahan. pengolahan. penatausahaan.

pedoman. b. dan c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan perumusan norma. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. serta melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi data dan informasi PNBP. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. keuangan. dan peraturan. Pasal 322 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. umum. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. Pasal 320 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri atas: a. dan penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi. data. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III.101 Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. Pasal 321 Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. konsolidasi. c. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. standar. dan d. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pedoman. b. dan koordinasi pengolahan. standar. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. . dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan Kementerian/Lembaga. organisasi dan tata laksana direktorat.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem penganggaran. d. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang sistem penganggaran. dan f. standar. b. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan pemberian penganggaran. pedoman. Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 326 Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyiapan penyusunan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. Subdirektorat Standar Biaya. e. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem penganggaran. c. Pasal 325 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri atas: a. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem e. b. c. penyiapan perumusan peraturan. kriteria dan prosedur penerapan sistem penganggaran. . Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran.102 Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 323 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem penganggaran. norma. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan.

. Pasal 328 Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran terdiri atas: a. penyusunan standar biaya. b. b. Seksi Penerapan Sistem Penganggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerja sama internal dan eksternal dalam rangka pengembangan dan penerapan sistem penganggaran. Seksi Klasifikasi Anggaran. Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran. Pasal 330 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma. perumusan penyempurnaan klasifikasi anggaran serta penyelarasannya dengan fungsi penganggaran. norma. (4) Seksi Klasifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. monitoring dan evaluasi serta riset dan pengembangan standar biaya. kriteria dan prosedur dalam rangka penerapan sistem penganggaran. penyusunan bank data. norma.103 Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. pedoman. penyiapan bahan pengkajian dan penyempurnaan klasifikasi penganggaran. dan d. penyiapan bahan perumusan peraturan. penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. c. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerjasama internal dan eksternal dalam rangka perencanaan dan pengembangan sistem penganggaran. Seksi Proses Bisnis Penganggaran. (2) Seksi Proses Bisnis Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis penganggaran sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. (3) Seksi Penerapan Sistem Penganggaran mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan peraturan. bimbingan teknis. Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan d. dan pedoman penerapan sistem penganggaran. c. standar.

monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. analisis dan pengembangan standar biaya. Pasal 332 Subdirektorat Standar Biaya terdiri atas: a. b. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . e. Seksi Standar Biaya III. penyusunan standar biaya umum. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. Pasal 333 (1) Seksi Standar Biaya I. Pasal 334 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja serta analisis dan evaluasi kinerja penganggaran.104 Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. . f. dan h. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. penyiapan bank data. penyiapan bahan penyusunan standar biaya umum. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. Seksi Standar Biaya I. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. d. serta penyusunan bank data. c. c. b. Seksi Standar Biaya II. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. (2) Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya mempunyai tugas melakukan riset dan kajian standar biaya. serta analisis dan pengembangan standar biaya. dan d. riset dan kajian standar biaya umum dan standar biaya khusus. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan evaluasi kinerja penganggaran Kementerian /Lembaga. dan d. b. perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran II. Pasal 338 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian.105 Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. pengolahan dan penyajian data/informasi. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran I. dan c. pelaporan dan rekomendasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemeliharaan dan evaluasi basis data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 336 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran terdiri atas: a. II. pengembangan. penyiapan bahan pengkajian. pemeliharaan dan evaluasi basis data. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan analisis data perencanaan penganggaran. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. pembangunan. analisis. penyiapan bahan evaluasi. pembangunan. pelaporan dan rekomendasi. Pasal 337 Seksi Analisis dan Evaluasi Kinerja Penganggaran I. perumusan. pengolahan data dan penyajian informasi penganggaran. penerapan sistem informasi penganggaran dan pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi serta pembinaan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan analisis data realisasi pelaksanaan anggaran. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran III. pelaporan dan rekomendasi. perumusan. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. . pengembangan. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. pelaporan dan rekomendasi kinerja penganggaran. c.

(3) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian.106 c. . pembangunan. pemeliharaan dan evaluasi basis data. keuangan. Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Informasi. pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 341 (1) Seksi Basis Data Penganggaran mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. b. perumusan. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. pembangunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. Pasal 342 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. penyiapan bahan pengkajian. dan e. organisasi dan tata laksana direktorat. pengembangan. Seksi Penyajian Informasi Penganggaran. perumusan. c. perumusan. pembangunan. pengembangan dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. pemeliharaan dan pendayagunaan prasarana teknologi informasi dan komunikasi. umum. (4) Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Infromasi mempunyai tugas melakukan pembangunan. Seksi Basis Data Penganggaran. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. (2) Seksi Penyajian Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pengembangan. pengolahan dan penyajian data dan informasi penganggaran. Pasal 340 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri atas: a. d. perumusan.

e. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 346 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. dan f. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b.107 Bagian Kesepuluh Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Pasal 343 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. dan e. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. d. Pasal 345 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran terdiri atas: a. c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga. kajian kebijakan. c. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP. standar. Pasal 344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343. prosedur dan kriteria di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang perekonomian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang perekonomian. Pasal 350 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. Pasal 349 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. penyiapan harmonisasi.108 Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. kajian kebijakan. kajian kebijakan. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang kesejahteraan rakyat. b. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. hukum dan keamanan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang kesejahteraan rakyat. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. kajian kebijakan. dan c. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II. dan c. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang politik. Pasal 348 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga terdiri atas: a. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial. b. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang politik. hukum dan keamanan. kajian kebijakan.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. penyiapan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. Pasal 352 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial terdiri atas: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. Pasal 354 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. kajian kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. Kematian dan jaminan sosial lainnya. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. kajian kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 353 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. kajian kebijakan. kajian kebijakan. b. kajian kebijakan. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua.109 Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. b. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. kajian kebijakan. Kematian dan jaminan sosial lainnya. . dan c.

Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. penyiapan bahan kajian di bidang remunerasi. dan c. Pasal 357 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP menyelenggarakan fungsi: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi. Pasal 358 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. kajian. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. dan c. kajian kebijakan. Pasal 356 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP terdiri atas: a. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kajian kebijakan. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. b. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III. penyiapan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan harmonisasi. b. penyiapan bahan harmonisasi penganggaran di bidang remunerasi. hukum dan keamanan. kajian kebijakan. hukum dan keamanan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. kajian kebijakan.110 Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. b. penyiapan harmonisasi.

pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pejabat negara dan lembaga non struktural. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pegawai negeri. penyiapan bahan evaluasi di bidang remunerasi. kajian. Pasal 360 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi terdiri atas: a. dan d. . (2) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Pasal 361 (1) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. kajian. Pasal 362 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. keuangan. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural. umum. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya. organisasi dan tata laksana direktorat. dan c. (3) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan pengembangan kebijakan di bidang remunerasi. kajian. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi lainnya. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 363 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. b.111 c.

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. .112 Pasal 364 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

e. f. Direktorat Peraturan Perpajakan I. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. c. d. c. b. prosedur dan kriteria di bidang perpajakan.113 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 365 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan. g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 367 Direktorat Jenderal Pajak terdiri atas: a. penyusunan norma. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pajak. Direktorat Keberatan dan Banding. dan e. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. . perumusan kebijakan di bidang perpajakan. standar. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Peraturan Perpajakan II. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365.

b. k. j. d. e. dan pelaksanaan tata usaha. Bagian Keuangan. dan m. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada direktorat jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. kearsipan dan rumah tangga. c. Kepatuhan. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. dan Hubungan Masyarakat. dan Penerimaan. l. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. b. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. d. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. i. Direktorat Penyuluhan. Pelayanan. Pasal 370 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perlengkapan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 368 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. c. Direktorat Transformasi Proses Bisnis. Direktorat Potensi. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi.114 h. rencana stratejik. kepegawaian. koordinasi penyusunan rencana kerja. f. Bagian Kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. . keuangan.

pengawasan. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. Pasal 374 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. Pasal 373 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri atas: a. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. administrasi penataan organisasi. dan Subbagian Pengukuran Kinerja. e. administrasi. h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan.115 Pasal 371 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. g. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. f. d. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. . Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. pemantauan. b. penatausahaan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pemberian izin. serta penyiapan bahan pemberian izin. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. dan bimbingan konsultan pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. b. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. dan bimbingan konsultan pajak. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. prosedur kerja. administrasi. Subbagian Tatalaksana. c. c. pengawasan. Subbagian Organisasi. dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional.

kesejahteraan pegawai. d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal.116 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. d. pelaksanaan tata usaha. kepangkatan. dokumentasi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. usulan penyaringan pegawai. b. kepangkatan. cuti dan penghargaan pegawai. formasi. b. . c. statistik. dan pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 378 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. e. penempatan. Pasal 375 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. penggajian. pelaksanaan pengangkatan. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. c. penatausahaan. dan pengusulan pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. Pasal 377 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. pemindahan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. penempatan. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicators. analisis kebutuhan pegawai. dan Subbagian Umum Kepegawaian. penggajian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Pasal 379 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. dokumentasi. kesejahteraan pegawai. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. c. d. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 382 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. cuti dan penghargaan pegawai. c. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. statistik. dan pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 381 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran. . b. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat.117 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. formasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. b. usulan penyaringan pegawai. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. dan pelaksanaan. c. Pasal 385 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. Subbagian Pengadaan I. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan dokumen.118 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Penghapusan. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Subbagian Pengadaan II. d. dan Subbagian Inventarisasi. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. c. penyiapan dokumen. b. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. dan pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. serta pelaksanaan. . Pasal 386 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. penyiapan dokumen. Pemeliharaan. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. b. Pasal 383 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

Subbagian Tata Usaha. Pasal 389 Bagian Umum terdiri atas: a. Pasal 390 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. dan Subbagian Rumah Tangga. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. perjalanan dinas. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. e. dan rumah tangga. pelaksanaan surat-menyurat. penyajian bahan kegiatan. penggandaan. (4) Subbagian Inventarisasi. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara.119 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. pelaksanaan protokol. dan ekspedisi. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pengaturan penerimaan tamu. b. penggandaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan ekspedisi. Pasal 387 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. pencatatan acara. c. pelaksanaan bimbingan kearsipan direktorat jenderal. pelaksanaan tata usaha. . b. serta kearsipan kantor pusat. serta kearsipan Kantor Pusat. rapat pimpinan dan akomodasi. kearsipan. pengetikan. Subbagian Protokol. d. dan pelaksanaan pengelolaan rumah tangga kantor pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja kantor pusat. pengetikan. d.

standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. c. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 391 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. pencatatan acara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. .120 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan penyusunan norma. rapat pimpinan dan akomodasi. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. b. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. pengaturan penerimaan tamu. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyajian bahan kegiatan. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. perjalanan dinas. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal.

Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subbagian Tata Usaha. penegasan (ruling). e. penyiapan bahan penelaahan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. . Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. b. f. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 394 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.121 d. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. d. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. teknis operasional. c. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. dan e. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 393 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri atas: a. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi.

penegasan (ruling). (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. b. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 396 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri atas: a. d. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan penyusunan rancangan peraturan. dan Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. Pasal 398 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 397 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. teknis operasional. teknis operasional.122 c. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. . dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan.

dan Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. petunjuk pelaksanaan. Pasal 401 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . teknis operasional. penegasan (ruling).123 Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398. dan penyusunan rancangan peraturan. otomotif. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. pertambangan. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. dan elektronik. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. b. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. b. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. dan penyusunan rancangan peraturan. c. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. penyiapan bahan penelaahan. Pasal 400 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri atas: a. penegasan (ruling). d. teknis operasional.

Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. penegasan (ruling). Jasa.124 Pasal 402 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402. dan Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pasal 405 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. jasa. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. d. jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 404 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. . petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. c. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri atas: a. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. b. Jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. jasa. jasa. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. penegasan (ruling). dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. b. c. d. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.

dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). penegasan (ruling). (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. . teknis operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 406 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.125 (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. penegasan (ruling). teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. b. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. penegasan (ruling).

pengolahan data. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan. tata usaha. Pasal 409 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). penegasan (ruling). (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. teknis operasional. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. b. dan rumah tangga Direktorat. petunjuk pelaksanaan. . petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. Pasal 410 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II.126 Pasal 408 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri atas: a. kearsipan. keberatan dan pengurangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penegasan (ruling). c. dan penyusunan rancangan peraturan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan harmonisasi peraturan perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411. d. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. dan harmonisasi peraturan perpajakan. e. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. g. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. . standar. dan harmonisasi peraturan perpajakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. d. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Bantuan Hukum. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional.127 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 411 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Pasal 413 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri atas: a. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bantuan hukum. dan e. c. bantuan hukum. bantuan hukum. f. bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. b. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. bantuan hukum. b. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Pajak Penghasilan. penyiapan penyusunan norma. dan harmonisasi peraturan perpajakan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. dan harmonisasi peraturan perpajakan.

dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan.128 Pasal 414 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. Pasal 417 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. c. penegasan (ruling). penegasan (ruling). dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. d. b. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. c. Pasal 416 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri atas: a. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 415 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. b. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. . dan penyusunan rancangan peraturan.

Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. c. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.129 Pasal 418 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 420 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri atas: a. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. b. Pasal 421 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a. . b. c. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan. dan Pajak Penghasilan Pasal 26. penegasan (ruling). teknis operasional. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. Pajak Penghasilan Pasal 23. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21.

dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. c. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. Pasal 423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan.130 (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. penegasan (ruling). b. penegasan (ruling). . teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. b. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. Pasal 424 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri atas: a. petunjuk pelaksanaan. f. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. dan pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. dan peraturan pelaksanaannya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. Pasal 422 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. pengendalian dan evaluasi peraturan. Seksi Perjanjian Eropa. petunjuk pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e.

dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. pelaksanaan. Pasal 426 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. Pasal 425 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. .131 c. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. serta penyiapan bahan penelaahan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. serta penyiapan bahan penelaahan. dan pemberian bimbingan. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. serta penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. dan Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda.

(2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua.132 Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan. Seksi Bantuan Hukum II. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat. d. pelaksanaan. Bali. pelaksanaan. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Seksi Bantuan Hukum III. c. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 429 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera. b. Seksi Bantuan Hukum I. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Jakarta Selatan. b. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi. dan dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. pelaksanaan. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Jawa Tengah. pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Banten. . Jawa Barat. c. dan Seksi Bantuan Hukum IV. Jakarta Timur. Pasal 428 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a.

serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. d. c. petunjuk pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. dan Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan. Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan. teknis operasional. Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan. dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. . b. petunjuk pelaksanaan. Pasal 432 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri atas: a. sinkronisasi peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. teknis operasional. d. Pasal 431 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 430.133 Pasal 430 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. analisis keterkaitan peraturan. teknis operasional. b. dan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional. teknis operasional. mensinergikan peraturan. c. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a.

Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 435 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. c.134 Pasal 433 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan. standar. tata usaha. petunjuk pelaksanaan. penyiapan penyusunan norma. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan. dan rumah tangga Direktorat. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. petunjuk pelaksanaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. teknis operasional. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435. Pasal 434 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. teknis operasional. kearsipan. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. prosedur dan kriteria di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. . petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan.

Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan. Pasal 439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438. . pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. Pasal 437 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri atas: a.135 d. penyusunan. pengendalian. pemantauan. pengendalian. b. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan. pemantauan. pemantauan. dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. dan Seksi Strategi Pemeriksaan. b. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. dan e. c. penyusunan. b. pengendalian. d. Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. Subdirektorat Penagihan. g. c. bimbingan. c. penyiapan bahan penelaahan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan penelaahan. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan. penyusunan. penyusunan. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus. Pasal 440 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 438 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan.

penyusunan. Pasal 442 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak. penyusunan. Pasal 445 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Teknik Pemeriksaan. . dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak. penyusunan. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. pengendalian. Pasal 444 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri atas: a. dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. pemantauan. pengendalian. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. pengendalian. b. pengendalian.136 Pasal 441 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. pengendalian. dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. pemantauan. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan. penyusunan. penyusunan. c. pengawasan. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. c. pemantauan. pemantauan. dan Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. pengawasan. bimbingan.

pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan. pengendalian. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. b. pengawasan. pengendalian. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengawasan. dan Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup. pemantauan. bimbingan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. c. c. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. . penyiapan bahan penelaahan. bimbingan. Pasal 446 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 449 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. Pasal 447 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446. penelaahan. pemantauan. pengendalian. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. penyusunan. b.137 (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam. Pasal 448 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri atas: a. dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.

Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan. Pasal 450 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. bimbingan. pemantauan. b. Pasal 453 (1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 452 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri atas: a. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. pemantauan. koordinasi. penyusunan. dukungan teknis. Seksi Kerjasama Pemeriksaan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. dan evaluasi terhadap dukungan teknis. dan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelahaan. pemantauan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. penyusunan. bimbingan. pengendalian. pemantauan. bimbingan. . dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. bimbingan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. c. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. pengendalian. penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. dan Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. koordinasi. penyusunan.138 (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. penyusunan. b. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. pengendalian. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. pengendalian. penyiapan bahan penelaahan. sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. pengendalian. dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. bimbingan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. pemantauan.

. koordinasi. Pasal 457 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak. Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan. serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. pengawasan. bimbingan. Pasal 455 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 454. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis. c. dan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. dan Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. pengendalian. Pasal 454 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. c. Pasal 456 Subdirektorat Penagihan terdiri atas: a. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. penyusunan. pemantauan. koordinasi. pengendalian. pemantauan. b. b.139 (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan. pengendalian.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. pengendalian mutu penagihan pajak. penyiapan penyusunan norma. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. Pasal 461 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri atas: a. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan. tata usaha. standar.140 (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. serta pemantauan. c. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 459 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. Subdirektorat Rekayasa Keuangan. Pasal 460 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459. d. prosedur dan kriteria di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. pengawasan. Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Intelijen Perpajakan. piutang pajak. . b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan penghapusan tunggakan pajak. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. Pasal 458 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penatausahaan penagihan pajak. dan rumah tangga Direktorat. penelaahan.

dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. Seksi Intelijen Perpajakan I. sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. analisis. c. f. analisis. Pasal 462 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan. Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan. analisis. dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen. Subdirektorat Penyidikan. Seksi Intelijen Perpajakan II. penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait. Pasal 464 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri atas: a. penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan. dan standardisasi teknis data intelijen. e. serta pelaksanaan intelijen. pengelolaan data intelijen. analisis. d. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. pemantauan. Pasal 465 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi kegiatan intelijen. pengendalian. dan pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. b. . b.141 c. Pasal 463 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. d. pengawasan. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. pemantauan. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan.

identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. b. dan pengaduan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. Pasal 469 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. analisis. data. pemantauan. penyusunan. penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . laporan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Seksi Rekayasa Keuangan II. Pasal 468 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri atas: a. pengendalian. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen. pengawasan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. data. . dan Seksi Rekayasa Keuangan III. Seksi Rekayasa Keuangan I. analisis. dan pengaduan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. pemantauan. laporan. laporan. dan pengaduan. penyusunan. b. identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan. Pasal 466 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. pemantauan. pengendalian. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan.142 (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. c. data. c. penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. Pasal 472 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri atas: a. (3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. laporan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. dan pengaduan. penatausahaan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. bimbingan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. laporan. dan pengaduan. dan bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Pasal 470 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . data. penyusunan. c. pengendalian. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan. pemantauan.143 (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. penyusunan. pengendalian. data. pengawasan. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. b. b. c.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 476 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. pemantauan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyidikan I. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. penatausahaan. (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. . b. pengendalian. pemantauan. Seksi Penyidikan II. pengendalian. pengawasan. bimbingan. dan bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pengendalian. penyusunan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pemantauan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. b. c.144 Pasal 473 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. Pasal 474 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pengawasan.

standar. d. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 479 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan.145 Pasal 477 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. pengawasan. c. dan rumah tangga Direktorat. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur dan kriteria di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. dan e. Pasal 480 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. pengendalian. kearsipan. Pasal 478 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. b. tata usaha. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Ekstensifikasi. b. Subdirektorat Penilaian I. b. c. f. e. . dan penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Penilaian II. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 482 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan.146 Pasal 481 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. Pasal 485 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Pendataan. dan Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. c. b. c. Seksi Teknis Ekstensifikasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis Pasal 484 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri atas: a. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a.

pendataan. Pasal 486 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. pendataan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. c. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. pendataan. pendataan. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. Pasal 489 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. b. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. . (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486. pendataan.147 (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. c. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. Pasal 488 Subdirektorat Pendataan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak.

komersial. Pasal 493 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. b. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. penilaian individu sektor perkebunan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. pemantauan. pemantauan. dan penyiapan bahan perumusan. c.148 Pasal 490 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. analisis keseimbangan nilai. Pasal 492 Subdirektorat Penilaian I terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perumusan. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Massal Bumi. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. dan Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. c. perhutanan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi.

dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 496 Subdirektorat Penilaian II terdiri atas: a. c. pemantauan. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penilaian individu sektor perumahan. pemantauan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. . Seksi Penilaian Massal Bangunan. Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan penyiapan bahan perumusan. dan Seksi Penilaian Individu Pertambangan. penyiapan bahan perumusan.149 Pasal 494 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. evaluasi. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. evaluasi. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan. penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. Pasal 497 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. b. industri. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan.

dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. c. b. . f. tata usaha. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. prosedur dan kriteria di bidang keberatan dan banding. c. b. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang keberatan dan banding. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. e. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. kearsipan. standar.150 Pasal 498 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 499 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang keberatan dan banding. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keberatan dan banding. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 501 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang keberatan dan banding. Pasal 500 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 499. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi.

pembatalan. d. Pasal 504 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri atas: a. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. dan Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pembatalan. dan pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. c. penghapusan. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. Pasal 503 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 502. penghapusan. b. pembatalan. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. pengurangan. . pembatalan. penghapusan. pengurangan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus.151 Pasal 502 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penghapusan. Nusa Tenggara. pengurangan. pengurangan. penghapusan. dan keberatan. Maluku dan Papua. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penghapusan. dan keberatan. penelaahan. pengurangan. Jakarta Timur. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. dan keberatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan keberatan di wilayah Sulawesi. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. pembatalan. Bali. penyiapan bahan penelaahan. b. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. pengurangan. pembatalan. Pasal 505 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Jakarta Selatan.

Jawa Tengah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 506 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan. Seksi Banding dan Gugatan IB. Pasal 507 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506. pembatalan. Pasal 509 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan keberatan di wilayah Sumatera. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Banding dan Gugatan IC. b. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Seksi Banding dan Gugatan IA. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Banten. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Pasal 508 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri atas: a. penghapusan. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. . b. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak.152 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. c. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. pengurangan. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Jawa Barat.

153 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Maluku. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. c. Sulawesi. Jakarta Selatan. penyiapan bahan penelaahan. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Nusa Tenggara. b. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Seksi Banding dan Gugatan IIB. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Seksi Banding dan Gugatan IIA. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Papua. Sulawesi. Pasal 510 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan Seksi Banding dan Gugatan IIC. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 512 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 511 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510. Kalimantan. b. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Pasal 513 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Jawa Tengah. Jawa Barat. . dan Jawa selain Jakarta. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. Bali. dan Jakarta Timur. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak.

pembatalan. keberatan. dan keberatan. pembatalan. keberatan. penatausahaan. c. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. pemantauan. pengendalian. pengurangan.154 (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengurangan. Pasal 516 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri atas: a. penghapusan. penyiapan bahan pemantauan. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penyiapan bahan. penatausahaan. pengendalian. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. Nusa Tenggara. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Seksi Peninjauan Kembali. dan Papua. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penghapusan. Bali. b. c. penghapusan. pengurangan. pengurangan. banding di Pengadilan Pajak. b. penyiapan bahan. pemantauan. . Pasal 517 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan Peninjauan Kembali. Maluku. pengendalian. pembatalan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Evaluasi Banding. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penghapusan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. dan banding di Pengadilan Pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. dan penatausahaan. keberatan. Pasal 515 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514. Gugatan. Pasal 514 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. dan gugatan di Pengadilan Pajak. pembatalan.

dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang potensi. . c. dan Penerimaan Pasal 519 Direktorat Potensi. dan Penerimaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang potensi. Gugatan. kepatuhan. pelaksanaan tata usaha direktorat. d. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang potensi. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. kepatuhan. kepatuhan. kepatuhan.155 (3) Seksi Evaluasi Banding. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan Penerimaan terdiri atas: a. kearsipan. penyiapan bahan pemantauan. c. pengendalian. dan penerimaan. dan penerimaan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. Kepatuhan. Kepatuhan. dan e. Pasal 521 Direktorat Potensi. kepatuhan. dan penerimaan. b. Subdirektorat Potensi Perpajakan. Kepatuhan. dan rumah tangga Direktorat. dan penerimaan. Pasal 518 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Potensi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tata usaha. b. prosedur dan kriteria di bidang potensi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. Subdirektorat Dampak Kebijakan. standar. dan penerimaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang potensi. Kepatuhan.

penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. Seksi Potensi Sektor Industri. Seksi Potensi Sektor Jasa. pengendalian.156 d. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 524 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri atas: a. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. pengendalian. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. Pasal 523 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . dan penyusunan kebijakan. dan pemantauan. e. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. b. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. b. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. serta pemantauan. serta pemantauan. Pasal 525 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Subbagian Tata Usaha. f. Pasal 522 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pengendalian. dan c. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. penelaahan. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. pengendalian.

Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Pasal 528 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri atas: a. dan pendistribusian hasil penelitian. dan penyusunan kebijakan. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. pengendalian. b. Pasal 530 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Pasal 529 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penelaahan. b. . pemilihan tema penelitian perpajakan. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. c. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Dampak Kebijakan Umum.157 Pasal 526 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. penelaahan dan penelitian perpajakan. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan. c. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. serta pemantauan.

Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. pengendalian.158 Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. dan penyusunan kebijakan. d. b. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. pengendalian. serta pemantauan. c. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. serta pemantauan. pengendalian. d. dan penyusunan kebijakan. Pasal 532 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri atas: a. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. dan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. . pemantauan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. e. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. b. Pasal 533 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. pengendalian. dan Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. serta pemantauan.

analisis. d. Pasal 537 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. rekonsiliasi. penyusunan. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. dan penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. serta pemantauan. statistik. Pasal 536 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri atas: a. c. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. Pasal 534 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. rekonsiliasi. pengendalian. pengendalian. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. e. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. statistik. dan penatausahaan penerimaan pajak. analisis. f. Pajak Pertambahan Nilai. dan Seksi Evaluasi Penerimaan. b.159 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. d. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. dan penyusunan kebijakan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. c. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. dan penatausahaan penerimaan pajak. pemantauan. penelaahan.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. b. pelayanan dan hubungan masyarakat. Pelayanan. pelayanan dan hubungan masyarakat. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. prosedur dan kriteria di bidang penyuluhan. dan hubungan masyarakat. Pasal 538 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. d. standar. dan e.160 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyusunan. penyiapan penyusunan norma. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Direktorat Penyuluhan. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. . dan rumah tangga Direktorat. dan Hubungan Masyarakat Pasal 539 Direktorat Penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. pelayanan dan hubungan masyarakat. pelayanan. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyuluhan. penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. c. Pelayanan. kearsipan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan. tata usaha.

dan penyusunan kebijakan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. d. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. i. . pengendalian. pengendalian. dan pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. dokumentasi peraturan perpajakan. c. pemantauan. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. c. dan peraturan non perpajakan. b. e. penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. penyiapan teknik. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. dan materi penyuluhan pajak. j. dan Kelompok Jabatan Fungsional.161 Pasal 541 Direktorat Penyuluhan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. serta pemantauan. pengendalian. h. b. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. metode. riset pelajar dan mahasiswa. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. pemantauan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. g. f. f. Pelayanan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. Pasal 542 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. d.

serta pemantauan. b. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. dan penyusunan kebijakan. Seksi Dukungan Penyuluhan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. Pasal 546 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. b. Seksi Materi Penyuluhan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 545 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. serta pemantauan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. c. d. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. riset pelajar dan mahasiswa. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan.162 Pasal 544 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri atas: a. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. serta pemantauan. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. . (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. dan Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan.

dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. Seksi Pelayanan Pengaduan. d. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. pengendalian. d. pengendalian. Pasal 548 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri atas: a. Pasal 550 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. pengendalian.163 c. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. c. Pasal 549 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan bimbingan pelaksanaan pelayanan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan. dan Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. pemantauan. . (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. b. dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

serta pemantauan. d. pengendalian. baik internal maupun eksternal. Pasal 554 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. Seksi Hubungan Internal. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. pengendalian. dan Seksi Pengelolaan Situs. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. Seksi Pengelolaan Berita. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. serta pemantauan dan pengelolaan berita. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. d. pengendalian. . pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Seksi Hubungan Eksternal. Pasal 553 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan pengelolaan situs. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. Pasal 552 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri atas: a.164 b. b. c. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.

dan penyusunan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. Seksi Kerjasama Luar Negeri. pemantauan. dan rumah tangga Direktorat. tata usaha. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). dan Seksi Kemitraan Wajib Pajak. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 558 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. pelaksanaan. b. c. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. d. pemantauan. pengendalian. b. pengendalian.165 Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. serta pelaksanaan. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 556 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri atas: a. Pasal 557 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. dan bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. pengendalian. pelaksanaan. c. penyusunan kebijakan teknis. .

Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pelayanan Operasional. Pasal 562 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pemantauan. pelaksanaan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan penyusunan kebijakan. aplikasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknologi informasi perpajakan. penyiapan penyusunan norma. Pasal 561 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri atas: a. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. d. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan.166 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 559 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknologi informasi perpajakan. . e. prosedur dan kriteria di bidang teknologi informasi perpajakan. dan e. serta administrasi program aplikasi. registrasi Wajib Pajak. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pendukung Operasional. pengendalian. c. standar. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. c.

serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pengendalian. dukungan teknis. serta administrasi program aplikasi. dan administrasi program aplikasi. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. pengendalian. b. dan jaringan komunikasi data. aplikasi. dukungan teknis. dan Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. dan evaluasi teknik operasional. c. dan jaringan komunikasi data. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. aplikasi. . dan jaringan komunikasi data. serta pemantauan. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. Pasal 564 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri atas: a. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. registrasi Wajib Pajak. c. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. serta pemantauan. Pasal 565 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemantauan.167 Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . registrasi Wajib Pajak. registrasi Wajib Pajak. aplikasi. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. d. dukungan teknis. b. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. d.

Seksi Bimbingan Sistem. c. serta pengelolaan intranet dan internet. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. d. Seksi Pertukaran Data Elektronik. serta pelaksanaan bimbingan sistem. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. dan administrasi pekerjaan. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. serta pengelolaan intranet dan internet. kegiatan. penelaahan. d. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pemantauan. b. pemutakhiran data tampilan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pertukaran data elektronik. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. b. serta pemantauan. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. pemutakhiran data tampilan. c. pertukaran data elektronik. dan Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet.168 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi pekerjaan. pengendalian. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. dan penyusunan kebijakan. pertukaran data elektronik. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. pemutakhiran data tampilan. serta pengelolaan intranet dan internet. Pasal 568 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pengelolaan intranet dan internet. pertukaran data elektronik. dan pelaksanaan tugas. serta pemantauan. Pasal 566 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. . pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pemutakhiran data tampilan. Pasal 569 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pelaksanaan bimbingan sistem.

pengendalian.169 (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. basis data. serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan administrasi program aplikasi. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. kegiatan dan pelaksanaan tugas. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. basis data. pengolahan data dan dokumen. pengendalian. serta administrasi pekerjaan. d. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pengolahan data dan dokumen. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta administrasi program aplikasi. serta pengolahan data dan dokumen. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. pengolahan data dan dokumen. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. . Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. pengendalian. serta pemantauan. e. dan penyusunan kebijakan. b. pemantauan. basis data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. pengendalian. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan. pengendalian. serta pemantauan. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. basis data. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta administrasi pekerjaan. Pasal 570 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta administrasi program aplikasi. c.

penyimpanan. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. tata usaha. serta pemantauan. kearsipan. . serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi teknik operasional. b. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengendalian. d. c. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta administrasi program aplikasi. Seksi Pemantauan Basis Data. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pengendalian. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas.170 Pasal 572 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri atas: a. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 574 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. serta pemantauan. pengendalian. pengendalian. serta administrasi program aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. serta pemantauan. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. Pasal 573 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi program aplikasi. kualitas dan transfer data. dan Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. dan rumah tangga Direktorat.

Pasal 577 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. Pasal 578 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. Subdirektorat Investigasi Internal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. e. Subdirektorat Transformasi Organisasi. dan e. dan penyusunan strategi. d. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. penyiapan penyusunan norma. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. standar. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. prosedur dan kriteria di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. perancangan. g. c. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu).171 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 575 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. c. f. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. Subdirektorat Kepatuhan Internal. . b.

dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance).172 Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. Seksi Pengujian Kepatuhan. Pasal 580 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri atas: a. dan penyiapan bahan penyusunan strategi. c. perancangan. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. perancangan. Seksi Internalisasi Kepatuhan. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. koordinasi. dan c. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Pasal 582 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. . serta pelaksanaan sistem investigasi internal. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Seksi Penjaminan Kualitas. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 581 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. b. b. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a.

serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. Pasal 585 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. e. Seksi Investigasi Internal II. . Seksi Investigasi Internal I. d. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. b. perancangan. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. dan Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. Pasal 586 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. dan pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi.173 b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 584 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri atas: a. perancangan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. perancangan. c. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. c.

penyiapan bahan penyusunan strategi. uraian jabatan. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. prosedur kerja. prosedur kerja. dan analisis jabatan. pelaksanaan. dan Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Perencanaan Strategis. Pasal 588 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri atas: a. uraian jabatan. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. pengukuran kinerja pegawai. perancangan. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. .174 Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. perancangan. c. (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. dan penyiapan bahan kelembagaan. dan analisis jabatan. d. dan manajemen kepegawaian lainnya. Pasal 590 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. c. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. b. Pasal 589 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor).

Pasal 592 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri atas: a. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. Pasal 593 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. promosi. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. penyiapan bahan evaluasi. dan kompensasi. e. c.175 Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. promosi. Promosi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. serta asistensi. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. b. penyiapan bahan evaluasi. . (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. dan kompensasi. d. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kompensasi. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. dan Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Promosi. penyiapan bahan evaluasi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. c. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. promosi. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. dan Kompensasi. b.

tata usaha.176 Pasal 594 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. . serta evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Pasal 596 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri atas: a. d. c. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. analisis kriteria kompetensi pegawai. b. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. dan Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan rumah tangga direktorat. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. Pasal 598 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 597 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. kearsipan. b.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi.177 (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. e. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. . d. c. Subbagian Tata Usaha. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 602 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. prosedur dan kriteria di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. d. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 599 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Pasal 601 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri atas: a. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. serta evaluasi sistem informasi. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. standar. b. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi.

instalasi. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi jaringan komunikasi data. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. c. instalasi. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. perencanaan. perencanaan. Pasal 604 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri atas : a. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 605 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. penelitian. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. . (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. instalasi konfigurasi basis data. Pasal 606 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi.178 Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. dan d. perancangan. perancangan. perancangan. Pasal 607 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. penelitian. perencanaan. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. dan evaluasi konfigurasi basis data. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. d. b. dan evaluasi sistem informasi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. c.

dan evaluasi aplikasi perpajakan. dan aplikasi informasi dan pelaporan. Pasal 609 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. c. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. . dan evaluasi konfigurasi basis data. Pasal 608 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri atas: a. perencanaan perancangan. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengelolaan data spasial. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. pengelolaan basis data. perencanaan. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. dan evaluasi jaringan komunikasi data. Pasal 610 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. b. d. b. dan penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. perencanaan. instalasi. instalasi aplikasi perpajakan. instalasi. aplikasi informasi geografis. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. perancangan. b. instalasi. penelitian. perancangan.179 c. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengelolaan Basis Data. d. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. aplikasi informasi geografis. Pasal 612 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. dan Seksi Pengelolaan Data Spasial.

Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. serta administrasi program aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. tata usaha. pengembangan. . dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. serta administrasi program aplikasi. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a.180 c. Pasal 613 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. b. dan Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. pengembangan. kearsipan. pengembangan. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 615 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi proses bisnis. dan instalasi aplikasi informasi geografis. d. serta administrasi program aplikasi. Pasal 614 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. dan rumah tangga Direktorat.

dan b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. standar. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan strategi. . Pasal 617 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi proses bisnis. prosedur dan kriteria di bidang transformasi proses bisnis. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. f. penyiapan penyusunan norma. dan Kelompok Jabatan Fungsional.181 c. c. d. pelaksanaan uji coba konsep. b. penyusunan strategi. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan e. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. Subdirektorat Manajemen Transformasi. perancangan. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. e. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. Pasal 620 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. c. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. penyiapan. g. perancangan. Pasal 618 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. b.

perancangan. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep.182 Pasal 621 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep. penyiapan. Pasal 625 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. perancangan. Pasal 622 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri atas: a. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. dan Seksi Pengembangan Pelayanan II. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. Seksi Pengembangan Pelayanan I. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. b. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. . penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi.

pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. perancangan. b. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. b. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. Pasal 629 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. penyusunan strategi. penyiapan. penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 630 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyiapan. pendataan. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. perancangan. c. dan Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan strategi.183 Pasal 626 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. dan penilaian. Pasal 628 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri atas: a. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. Pasal 627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. penyiapan bahan penyusunan strategi. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. perancangan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pendataan. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. dan Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. c. serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. d. perancangan. Pasal 632 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. Pasal 633 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. pendataan. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan strategi. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. pelaksanaan uji coba konsep. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. dan penilaian. analisis risiko. . b. koordinasi manajemen perubahan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. pelaksanaan uji coba konsep. Pasal 634 Subdirektorat Manajemen Transformasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pemutakhiran rencana. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. dan penilaian. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. pemetaan. perancangan.184 Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. dan penilaian. penyiapan bahan penyusunan strategi. pendataan. b.

kearsipan. c. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan pelaksananaan koordinasi manajemen perubahan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan.185 Pasal 635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subdirektorat Manajemen Transformasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 636 Subdirektorat Manajemen Transformasi terdiri atas: a. b. analisis risiko. dan Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan. . dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. dan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. (2) Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. tata usaha. Pasal 637 (1) Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. b. analisis risiko. serta koordinasi manajemen perubahan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.186 Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 639 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 640 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Direktorat Cukai. d. perumusan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. h. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Teknis Kepabeanan. . penyusunan norma. c. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan dan cukai. b. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 642 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641. Direktorat Audit. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan i. standar. b.187 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 641 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai. dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 643 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri atas: a. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. d. g. Direktorat Kepabeanan Internasional. f. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai.

Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. Pasal 647 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. e. Bagian Kepegawaian.188 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 644 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. penataan organisasi. dan penyusunan jabatan fungsional. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Umum. Bagian Perlengkapan. c. c. dan d. kearsipan. . ketatalaksanaan. Pasal 646 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumentasi direktorat jenderal. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha. kepegawaian dan keuangan. dan pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. evaluasi peringkat jabatan. analisa jabatan. dan f. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. b. pengembangan kinerja organisasi. analisa beban kerja. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. Bagian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

implementasi. pengkajian. standard norma waktu dan pengembangan pelayanan publik Direktorat Jenderal. analisis jabatan. prosedur kerja. Subbagian Tata Laksana II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 650 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan monitoring organisasi. (4) Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman. dan penyusunan prosedur standar operasi serta evaluasi d. penelaahan dan evaluasi jabatan. Subbagian Tata Laksana I. dan pengembangan jabatan fungsional di bidang kepabeanan dan cukai. standar beban kerja dan monitoring sistem dan prosedur kerja. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. monitoring sistem dan evaluasi prosedur kerja. Pasal 651 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. tata naskah persuratan dinas. dan pakaian dinas.189 b. Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai. penyiapan bahan pelaksanaannya. Subbagian Organisasi. . Pasal 649 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan penyusunan jabatan fungsional. dan d. c. penyusunan uraian jabatan. (3) Subbagian Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis beban kerja. c. evaluasi peringkat jabatan. penyiapan bahan penyusunan rumusan standar norma waktu. dan evaluasi peringkat jabatan. b. (2) Subbagian Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal.

pelaksanaan urusan tata usaha. ujian jabatan. Pasal 655 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Umum Kepegawaian. Pasal 654 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. penggajian. dan penjatuhan hukuman disiplin. Subbagian Pengembangan Pegawai. penggajian. penindakan. formasi dan pengadaan pegawai. c. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. dan mutasi kepegawaian lainnya. . (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. b. Pasal 653 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. pemindahan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. dan dokumentasi kepegawaian. dan d. cuti. penyiapan bahan perencanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penempatan. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. pelaksanaan urusan tata usaha. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. kepangkatan. dan mutasi kepegawaian lainnya. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan penjatuhan hukuman disiplin. b.190 Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. c. dan dokumentasi kepegawaian. penempatan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. kepangkatan. dan d. Subbagian Mutasi Kepegawaian. formasi dan pengadaan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pendataan pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. penindakan. pemindahan. cuti. pendataan pegawai.

. Pasal 659 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. Pasal 657 Bagian Keuangan terdiri atas: a. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyusunan Anggaran. c. b. c. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Pasal 658 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .191 Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Subbagian Gaji. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan d. b. dan d.

prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. distribusi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan. Subbagian Pengadaan. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. Pasal 661 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan c. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. penggandaan. dan kearsipan Direktorat Jenderal. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi.192 Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. Pasal 662 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. b. penyiapan dokumen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. b. b. dan penghapusan perlengkapan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. serta pelaksanaan. kearsipan. . dan penghapusan perlengkapan. pengetikan. penyiapan dokumen. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Pasal 663 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta pelaksanaan. pemeliharaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa sarana.

pemeliharaan sarana. pengetikan. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. keprotokolan. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. dan akomodasi Direktur Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan akomodasi Direktur Jenderal. pengamanan kantor. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.193 c. pengamanan kantor. poliklinik. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 667 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknis kepabeanan. Subbagian Kesejahteraan. . serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan kesejahteraan. pelaksanaan urusan tata usaha. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. poliklinik dan rumah dinas. dan e. akomodasi. Pasal 665 Bagian Umum terdiri atas: a. Pasal 666 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. protokol. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. c. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. d. dan d. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. dan rumah dinas kantor pusat. penggandaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

prosedur dan kriteria di bidang teknis kepabeanan. b. dan barang milik negara. dan f. c. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis kepabeanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. Kelompok Jabatan Fungsional. tempat penimbunan pabean. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Impor menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. barang dikuasai negara. Subdirektorat Ekspor.194 Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. d. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. e. barang tidak dikuasai. Subdirektorat Impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan penyusunan norma. standar. Subbagian Tata Usaha. dan e. Pasal 669 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. . dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Subdirektorat Nilai Pabean. Pasal 670 Subdirektorat Impor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. Subdirektorat Klasifikasi Barang. standardisasi dan bimbingan teknis. Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Pasal 671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 670.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Ekspor menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Pasal 675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan barang milik negara. barang dikuasai negara. (3) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor dan bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak dikenakan bea keluar. dan d. dan b. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. tempat penimbunan pabean. Seksi Impor I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.195 Pasal 672 Subdirektorat Impor terdiri atas: a. Seksi Penangguhan Bea Masuk. Seksi Impor II. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor sesuai dengan pembagian tugas yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 674 Subdirektorat Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang tidak dikuasai. Pasal 673 (1) Seksi Impor I dan Seksi Impor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

tarif bea masuk pengamanan. b. Pasal 677 (1) Seksi Ekspor I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. dan tarif bea keluar. dan tarif bea keluar. tarif bea masuk. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan tarif bea masuk. Seksi Klasifikasi II. Seksi Ekspor II. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. Pasal 680 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri atas: a. Pasal 678 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. . tarif bea masuk pengamanan. Seksi Ekspor I. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. b. profil komoditi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Ekspor III. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. tarif bea masuk. Seksi Klasifikasi I. tarif bea masuk pembalasan. (2) Seksi Ekspor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar.196 Pasal 676 Subdirektorat Ekspor terdiri atas: a. profil komoditi. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Ekspor III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar.

tarif bea masuk pengamanan. Seksi Klasifikasi IV. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. Seksi Klasifikasi III. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 681 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia.197 c. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tarif bea masuk pembalasan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan d. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. tarif bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan.

. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Seksi Nilai Pabean I.198 Pasal 682 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 683 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 682. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Pasal 684 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri atas: a. Seksi Nilai Pabean II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. b. (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Nilai Pabean III. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Nilai Pabean IV. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 685 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. dan b. dan data harga.

dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 687 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang fasilitas kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. . dan e. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. kearsipan. Pasal 689 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri atas: a. rumah tangga. Pasal 686 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas.199 (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan penyusunan norma. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. penyiapan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. prosedur dan kriteria di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. c. d. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. Subbagian Tata Usaha. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. Subdirektorat Pembebasan. c. dan e. d.

kemusnahan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. serta barang pribadi penumpang. sosial. pelintas batas dan barang kiriman. . pengerjaan dan pengujian. barang keperluan olahraga. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. barang yang mengalami kerusakan. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penurunan mutu. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. b. standardisasi dan bimbingan teknis. awak sarana pengangkut. amal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. c. bahan terapi manusia. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. standardisasi dan bimbingan teknis. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. dan d.200 Pasal 690 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. barang pindahan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. buku ilmu pengetahuan. standardisasi dan bimbingan teknis. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. barang untuk keperluan badan internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. serta barang keperluan proyek pemerintah. peternakan atau perikanan. barang contoh. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 690.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . peternakan atau perikanan. barang contoh. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. barang pribadi penumpang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. Seksi Pembebasan I. buku ilmu pengetahuan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. pengelompokan darah. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. Pasal 693 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pembebasan III. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan Seksi Pembebasan IV. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. standardisasi dan bimbingan teknis. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. pelintas batas. dan barang kiriman. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. dan penjenisan jaringan. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. sosial. awak sarana pengangkut. standardisasi dan bimbingan teknis. kemusnahan. barang yang mengalami kerusakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. . (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. amal. standardisasi dan bimbingan teknis. d. Seksi Pembebasan II. pengerjaan dan pengujian. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. standardisasi dan bimbingan teknis. bahan terapi manusia.201 Pasal 692 Subdirektorat Pembebasan terdiri atas: a. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang pindahan. b. barang untuk keperluan badan internasional. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. penurunan mutu. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. c.

Pasal 697 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. Pasal 698 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Fasilitas Aneka Tambang. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. Pasal 695 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694.202 Pasal 694 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan tempat lelang berikat. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. b. b. . dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. Pasal 700 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri atas: a. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. dan c. (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis.203 Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. Pasal 701 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

b. b. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang cukai. d.204 Pasal 702 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. c. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang cukai. Subbagian Tata Usaha. d. . c. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 703 Direktorat Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang cukai. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang cukai. Pasal 705 Direktorat Cukai terdiri atas: a. Subdirektorat Aneka Cukai. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. kearsipan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. dan e. rumah tangga dan kepegawaian.

pelaksanaan pengkajian tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. dan c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. b. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Cukai Hasil Tembakau I. ekspor. Pasal 708 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri atas: a. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. Pasal 709 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. produksi. standardisasi dan bimbingan teknis. impor. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. ekspor. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor.205 Pasal 706 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. b. pemasukan. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. harga dasar. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. pemasukan. harga dasar.

dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. Seksi Aneka Cukai II. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Aneka Cukai I. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis.206 Pasal 710 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. impor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan perkembangan harga pasar. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 712 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. b. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . harga dasar. Seksi Aneka Cukai III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemasukan. Pasal 713 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. pemantauan perkembangan harga pasar. ekspor. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. produksi. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. Pasal 716 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri atas: a. Pasal 715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 714. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. pendistribusian. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 717 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.207 Pasal 714 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan c. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. . pendistribusian. serta pelaksanaan urusan penyediaan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

Subdirektorat Intelijen.208 Pasal 718 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. c. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penyidikan. d. Subdirektorat Penindakan. Subdirektorat Narkotika. prosedur dan kriteria di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. dan g. kearsipan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. dan e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. f. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. b. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. . e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Pasal 721 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri atas: a. Subdirektorat Sarana Operasi. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 719 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. c. penyiapan penyusunan norma. standar.

c. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Pasal 723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. Pasal 725 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor.209 Pasal 722 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pangkalan Data Intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Intelijen III. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. barang hasil pelanggaran HAKI. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. Seksi Intelijen I. Pasal 724 Subdirektorat Intelijen terdiri atas: a. c. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. dan d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Seksi Intelijen II. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan I. dan c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. Seksi Penindakan II. Pasal 727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Pasal 726 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.210 (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. barang larangan dan pembatasan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 728 Subdirektorat Penindakan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. b. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. b. barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. barang hasil pelanggaran HAKI. Seksi Penindakan III. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. .

barang larangan dan pembatasan. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. Pasal 730 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. dan c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen.211 Pasal 729 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. . barang hasil pelanggaran HAKI. (3) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. Pasal 731 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. psikotropika dan prekursor. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi di bidang prekursor. Pasal 732 Subdirektorat Narkotika terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan intelijen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Narkotika dan Psikotropika. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Prekursor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. b.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. dan prekursor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. d. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. barang bukti. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .212 Pasal 733 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. dan c. Pasal 735 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. psikotropika. Pasal 734 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

Pasal 739 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 738 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan cabang rumah tahanan. b. dan d. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. pemeliharaan keamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Tahanan. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyidikan II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Barang Hasil Penindakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 737 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. c. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Penyidikan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan.213 Pasal 736 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. barang bukti.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. Pasal 740 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri atas: a. dan sarana operasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. penginderaan. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. kearsipan. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. dan c. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Sarana Operasi II. standardisasi dan bimbingan teknis. sarana operasi narkotika dan psikotropika. Seksi Sarana Operasi III. penginderaan. dan sarana operasi lainnya. sarana operasi narkotika dan psikotropika.214 b. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. standardisasi dan bimbingan teknis. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Pasal 741 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 742 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Sarana Operasi I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang audit kepabeanan dan cukai. Subbagian Tata Usaha. . prosedur dan kriteria di bidang audit kepabeanan dan cukai. dan e. d. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. penyiapan penyusunan norma. b. dan e. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. Subdirektorat Evaluasi Audit. standar. Subdirektorat Perencanaan Audit. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. Pasal 745 Direktorat Audit terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 746 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional.215 Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 743 Direktorat Audit mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang audit kepabeanan dan cukai.

standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. dan c. . evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 748 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri atas: a. Seksi Perencanaan Audit II. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.216 Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Perencanaan Audit III. b. serta perencanaan audit di bidang cukai. Pasal 749 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Perencanaan Audit I. dan c. Pasal 750 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang cukai. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.

evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. Seksi Pelaksanaan Audit II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . dan c. Pasal 753 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 754 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 752 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri atas: a. (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.217 Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. Seksi Pelaksanaan Audit III. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. Seksi Pelaksanaan Audit I.

b. kearsipan. . rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. b. Pasal 756 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 758 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 757 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.218 Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. dan c. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. dan c. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.

.219 Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 759 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan internasional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. Subbagian Tata Usaha. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan internasional. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Kerja Sama Regional. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. penyiapan penyusunan norma. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar. e. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. dan e. c. Pasal 762 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. d. Pasal 761 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. d. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan internasional.

evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Seksi Kerja Sama Multilateral III. Seksi Kerja Sama Multilateral II. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Multilateral I. Pasal 764 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 766 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO.220 b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. . pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Pasal 765 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c.

dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. b. Pasal 769 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Australia dan Pasifik. . Seksi Kerja Sama Bilateral III. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Asia dan Afrika. Seksi Kerja Sama Bilateral II. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Australia dan Pasifik. Pasal 768 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a.221 Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. c. b. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Bilateral I. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Eropa dan Amerika. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC.222 Pasal 770 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 773 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. Seksi Kerja Sama Regional II. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. Seksi Kerja Sama Regional III. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 772 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Regional I. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. standardisasi dan bimbingan teknis. . serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

kearsipan. kepegawaian dan protokoler. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. b. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a.223 (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . dan e. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 775 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. penyiapan penyusunan norma. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. Subdirektorat Penerimaan. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. standar. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. c. Pasal 774 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Pasal 777 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. c.

(2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. Subdirektorat Keberatan dan Banding. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 778. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. Seksi Penagihan dan Pengembalian. cukai. Pasal 780 Subdirektorat Penerimaan terdiri atas: a. cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. cukai. Seksi Pemantauan Penerimaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. e. . cukai. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk.224 d. dan b. Pasal 781 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 778 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan f. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal.

evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Pasal 785 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dan c. Seksi Peraturan Kepabeanan. Pasal 784 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. b. . standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.225 Pasal 782 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Pasal 783 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782.

komunikasi publik. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. perpustakaan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 786 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Hubungan Masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. museum. analisis berita. analisis berita. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. . evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. dan opini publik. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. dan c. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. Pasal 788 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri atas: a. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.226 (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. komunikasi publik. hubungan media. pengelolaan situs internet. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. Pasal 789 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pengelolaan berita. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. penyuluhan dan layanan informasi. b. dan opini publik. b. hubungan media.

Pasal 792 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. b. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. pengelolaan situs internet. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. c.227 (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. museum. dan d. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. . pelaksanaan urusan banding. Seksi Keberatan dan Banding I. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan urusan banding. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 790 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pengelolaan berita. Seksi Keberatan dan Banding II. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 793 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. dan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. perpustakaan.

standar. c. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi kepabeanan dan cukai. e. . b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. dan g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang informasi kepabeanan dan cukai. kearsipan.228 Pasal 794 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. penyiapan penyusunan norma. f. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 795 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang informasi kepabeanan dan cukai. d. Pasal 797 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. dan e. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Manajemen Risiko. b.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 801 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Pasal 800 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri atas: a. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengendalian Risiko. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai.229 Pasal 798 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pemantauan Risiko. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 802 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . dan c. dan b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798.

standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. b. Seksi Registrasi Kepabeanan II. Seksi Registrasi Kepabeanan I. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.230 Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Pasal 804 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Registrasi Kepabeanan III. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. cukai dan administrasi lainnya. dan c. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 805 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Pasal 806 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. b. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . dan d. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. dan d. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Seksi Otomasi Sistem Administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 808 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri atas: a.231 Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 809 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. c. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengendalian. dan c. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. . standardisasi dan bimbingan teknis.232 Pasal 810 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. pengendalian. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. Seksi Pemeliharaan Sistem. penyediaan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Pasal 813 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengoperasian dan pemeliharaan sistem. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Pasal 812 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri atas: a. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810.

dan pelaporan Direktorat Jenderal. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. Pasal 816 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. kearsipan. dan pelaporan Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengelolaan Data. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelayanan informasi. Pasal 817 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 818 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. Seksi Pelayanan Informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. pelayanan informasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai.233 Pasal 814 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

234 Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 819 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 820 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 823 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. b. .235 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 821 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. c. dan kriteria di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. standar. perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. e. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. d. g. d. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. c. penyusunan norma. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan h. Direktorat Sistem Perbendaharaan. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. e. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. prosedur.

Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. pemantauan akuntabilitas kinerja. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. dan dokumentasi direktorat jenderal. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. kearsipan. Bagian Administrasi Kepegawaian. f. Bagian Keuangan. f. pelaksanaan tata usaha. c. d. penyusunan rencana strategis. rencana strategik. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. pelaksanaan pengembangan pegawai direktorat jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. g. rencana kinerja tahunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. . koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal.236 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 824 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Pengembangan Pegawai. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. e. pelaporan. c. Pasal 826 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 827 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan keuangan. b. e. b. Bagian Umum. h. d. kepegawaian. koordinasi penyusunan peraturan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pengembangan organisasi dan kinerja.

dan pelaporan sistem akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. b. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan perencanaan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan.237 Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal Pasal 829 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. d. Pasal 830 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. dan Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. serta melakukan analisis beban kerja dan pembakuan sarana dan prasarana kerja. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal dan penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Tata Laksana. dan tatalaksana pelayanan publik. Subbagian Organisasi. d. c. evaluasi. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. c. administrasi perkantoran. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. b. analisa dan evaluasi jabatan. f. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. analisis dan evaluasi jabatan. serta penyiapan. . laporan akuntabilitas kinerja. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. serta pengelolaan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja.

pemindahan pegawai. Pasal 831 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. c. formasi. kepangkatan. penggajian dan pemindahan pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha. melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat serta pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. pelaksanaan urusan pengangkatan. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. Pasal 834 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. penilaian kinerja pegawai. b. penempatan. c. kepangkatan. Pasal 833 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri atas: a. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. statistik. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831. b. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. . penempatan. pengangkatan. d. d.238 (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pengelolaan indikator kinerja utama (IKU) dan manajemen risiko lingkup Direktorat Jenderal. dan penghargaan. dokumentasi. dan mutasi kepegawaian lainnya. dan pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. pelaksanaan assessment pegawai. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. dan Subbagian Tata Usaha Kepegawaian.

Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. media informasi dan edukasi. Pasal 835 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. pelaksanaan identifikasi. cuti. administrasi kepegawaian lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pendayagunaan kompetensi pegawai. b. pengembangan. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pendayagunaan kompetensi pegawai. d. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan sarana pengembangan lainnya. . dokumentasi. monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. Pasal 837 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. mengusulkan penyempurnaan. pemeringkatan. b. c. dan pengelolaan basis data kompetensi. dan Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 838 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan identifikasi. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. analisis. c. perencanaan kebutuhan. menyaring calon peserta. dan kepegawaian kantor pusat. pelantikan. ujian jabatan. statistik. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan dan melakukan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan.239 (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. sarana riset. evaluasi. Subbagian Pengembangan Kompetensi.

pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. dan Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Penyusunan Anggaran. dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. . d. perpustakaan.240 (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. mengelola media informasi dan edukasi. Pasal 839 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. c. Pasal 842 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. sarana riset. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. b. Pasal 841 Bagian Keuangan terdiri atas: a. c.

perjalanan dinas. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. dan Subbagian Perlengkapan. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. kehumasan. distribusi. Pasal 845 Bagian Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan surat-menyurat. dan pengelolaan kendaraan dinas kantor pusat. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. d.241 (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. Pasal 843 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. urusan dalam. b. b. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. penggandaan. dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. inventarisasi. dan penggandaan. kearsipan. pemeliharaan. Subbagian Administrasi Persuratan. serta urusan dalam. pelaksanaan pengadaan. dan ekspedisi serta penghapusan arsip. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. e. c. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan. . c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 846 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat. dan tata usaha Bagian. kearsipan. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. d. penyiapan dokumen. pelaksanaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan penyimpanan perlengkapan. penyimpanan dan distribusi barang persediaan. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. kearsipan. penyiapan dokumen. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. pelaksanaan.

c. serta penghapusan barang inventaris. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur. h. Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. f. inventarisasi Barang Milik Negara kantor pusat dan kantor vertikal. dan kriteria di bidang pelaksanaan anggaran. distribusi. penyiapan penyusunan norma. d. Pasal 849 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. penyimpanan. standar.242 (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. d. b. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran. e. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. pemeliharaan inventaris kantor vertikal. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV. e. penyusunan LAKIP Bagian. b. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyelenggaraan akuntansi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. . Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 847 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II.

dan Pembinaan internal Direktorat. koordinasi penyusunan draf peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan.243 Pasal 850 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data. e. standardisasi. serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja. i. dan penyusunan standar kerja serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan rencana kinerja tahunan. penyiapan perumusan kebijakan. h. penyusunan program kerja tahunan Direktorat. pengembangan kinerja organisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pengelolaan Data Anggaran. g. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program kerja tahunan Direktorat. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. c. j. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan monitoring. Pasal 852 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis terdiri atas: a. Pasal 853 (1) Seksi Pengelolaan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. d. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan rencana strategis. b. Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. f. d. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat. pelaksanaan monitoring. pengembangan kinerja. penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran. c. . dan Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran. pemantauan akuntabilitas kinerja.

pedoman. monitoring. . dan monitoring. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penyusunan rumusan dalam rangka pengembangan kinerja organisasi serta manajemen resiko. mengumpulkan. d. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan koordinasi pencapaian kinerja. dan menyajikan data pelaksanaan kinerja.244 (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pedoman. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. mengolah. (4) Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan standar. dan menyajikan data pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga dan anggaran BUN. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. norma. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran serta serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi standar. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. f. b. Pasal 854 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. e. penyiapan data monitoring. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. pengolahan. penyiapan data monitoring. (3) Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan program kerja tahunan. kriteria. norma. dan prosedur kerja serta melaksanakan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan tugas pokok dan fungsi Direktorat dan instansi vertikal. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. c. kriteria.

evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi standar. penyiapan bahan penyusunan pedoman. monitoring. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. evaluasi. Pasal 859 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. Pasal 858 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. e. kriteria. b. penerapan norma. f.245 Pasal 856 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri atas: a. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. I-C. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. monitoring. d. bimbingan teknis. norma. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. I-B. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan monitoring. Pasal 857 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B. dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. monitoring. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C. . penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. pedoman. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. c. evaluasi. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. c.

penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. pedoman. dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. b. penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan d. monitoring. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. II-C. . dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C. d. bimbingan teknis. c. monitoring. monitoring. c. dan evaluasi pelaksanaan anggaran.246 Pasal 860 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri atas: a. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B. evaluasi standar. Pasal 862 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan. e. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. f. kriteria.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. b. dan monitoring. Pasal 861 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. evaluasi. II-B. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. norma. penelaahan. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 863 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 862.

Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. III-C. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. evaluasi standar. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). bimbingan teknis. norma. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C. monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. pedoman. dan d. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B. monitoring. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. . c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan pedoman. III-B. c.247 Pasal 864 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 865 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. b. Pasal 866 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). monitoring.

. Pasal 871 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. dan prosedur pelaksanaan anggaran serta pembinaan kantor kementerian negara /lembaga. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. IV-C. monitoring. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. dan d. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN. standarisasi. kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) serta pemberian dukungan terhadap penyelesaian kerugian negara. Pasal 870 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi standar. pedoman. dan bimbingan teknis pengelola keuangan/anggaran. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan monitoring. dan koordinasi pelaksanaan anggaran. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. Pasal 868 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri atas: a. serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). bimbingan teknis. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 869 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. c. f. dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. monitoring. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. IV-B.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B. kriteria. evaluasi.248 d. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). penyiapan bahan penyusunan pedoman. norma. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A.

pedoman. dan kompensasi utang kepada negara. dan d. pedoman. kriteria. dan d. Pasal 874 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kriteria. c. pembinaan kepada Kementerian Negara/Lembaga. e. Pasal 873 (1) Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (3) Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan bahan standar. Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan. tuntutan ganti rugi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. dan prosedur serta bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan.249 b. Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. Seksi Bantuan Teknis. (2) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. norma. pedoman. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. norma. dan prosedur pelaksanaan anggaran. standarisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 872 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara. tuntutan ganti rugi. dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. . (4) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. norma. c. dan prosedur dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan pelaksanaan anggaran. b. pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran. dan kompensasi utang kepada negara. kriteria.

Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah. c. Subdirektorat Rekening Kas Negara. standar. prosedur. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. optimalisasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. Pasal 878 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan kas. d. dan e. Pasal 877 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Penerimaan Negara. Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan penyediaan dana. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kas negara. d. f. e. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian kas. strategi pengelolaan kas. . h. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. g. dan kriteria di bidang pengelolaan kas negara. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara. dan memantau pelaksanaannya.250 Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 875 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kas negara. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875. b. b.

Pasal 881 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan perencanaan cash flows harian. dan menyusun kebijakan teknis di bidang perencanaan kas. serta menyusun laporan realisasi anggaran (Buku Merah) dan laporan kas posisi (Buku Biru). dan Rekening Pemerintah Lainnya. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan optimalisasi kas. . e. Rekening Kas Negara. c. dan menyusun kebijakan teknis di bidang penyediaan dana. melaksanakan optimalisasi kas lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pemantauan pelaksanaan fungsi pengelolaan kas. penyusunan perencanaan kas. menyusun rencana investasi dan pinjaman.251 Pasal 879 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 878. b. menganalisis pasar penempatan. (2) Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana mempunyai tugas melakukan penyusunan analisis pasar. d. mingguan. menginstruksikan setelmen transaksi kepada back office. Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana. d. Rekening Kas Negara. Seksi Optimalisasi Kas. (4) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. menyusun guide line investasi. penyusunan strategi pengelolaan kas dan penyediaan dana. strategi pengelolaan kas. pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. dan Rekening Pemerintah Lainnya. b. mengelolaan likuiditas. dan bulanan. mengevaluasi dan menganalisis perencanaan dan realisasi kas termasuk penempatan dan/atau investasi. c. dan menyusun kebijakan teknis di bidang pengendalian kas. menyediakan kebutuhan dana harian melalui E-Kirana. dan Seksi Pengendalian Kas. (3) Seksi Optimalisasi Kas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk penempatan dan/atau investasi. manajemen risiko. tempat penempatan dan instrumen penempatan dan/atau investasi. Pasal 880 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri atas: a. Seksi Perencanaan Kas. memonitor penempatan dan/atau investasi yang telah dilakukan. mencairkan penempatan dan/atau investasi. dan menyusun kebijakan teknis di bidang optimalisasi kas.

dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. d. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. pelaksanaan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. melaksanakan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan penyusunan laporan keuangan tingkat kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a.252 Pasal 882 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi dan memberikan dukungan teknis terkait penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. Pasal 884 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara terdiri atas: a. pembukuan. pembukuan. verifikasi. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Bank Umum. Sub Rekening Kas Umum Negara. Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis. operasionalisasi Government Electronic Banking System. Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara. c. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. pelaksanaan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Bank Umum. penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara. dan operasionalisasi Government Electronic Banking System. verifikasi. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Sub Rekening Kas Umum Negara. b. penatausahaan. . Bank Umum. penatausahaan. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sub Rekening Kas Umum Negara. b. c. dan d. dan e. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Bank Umum. Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral.

Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Bank Umum. perhitungan. pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional serta penyusunan Buku Putih. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pengelolaan. Bank Umum. Bank Umum. Pasal 886 Subdirektorat Rekening Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. menyiapkan bahan standar. Sub Rekening Kas Umum Negara. koordinasi pengembangan dan evaluasi Sistem Akuntansi dan Pelaporan Direktorat Pengelolaan Kas Negara serta pengembangan dan evaluasi pelaksanaan Sistem BIG-eB. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. norma. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan pengembalian dana pihak ketiga. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. verifikasi dan penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Bank Operasional. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. pembukuan. Rekening Penempatan di Bank Sentral. Sub Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. verifikasi. pedoman. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya. dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan Rekening Kas Umum Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan/atau lembaga keuangan lainnya. (2) Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. kriteria. . Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Sub Rekening Kas Umum Negara.253 - Pasal 885 (1) Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait dengan Rekening Kas Umum Negara. Sub Rekening Kas Umum Negara.

254 Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. . pemantauan. pemantauan. pemantauan dan pelaporan jasa giro Bank Operasional. dan d. pengelolaan. serta pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional. Seksi Bank/Pos Persepsi. dan/atau lembaga keuangan lainnya. perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan. c. serta memberi tanggapan pemeriksaan terkait Bank Operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 888 Subdirektorat Rekening Kas Negara terdiri atas: a. pembinaan Bank Operasional. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau lembaga keuangan lainnya. b. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank Operasional. penyusunan Buku Putih. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank/Pos Persepsi. d. Seksi Bank Operasional. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank/Pos Persepsi. b. Pasal 889 (1) Seksi Bank Operasional mempunyai tugas melakukan pemilihan. dan pengembalian dana pihak ketiga. c. Subdirektorat Rekening Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bank/Pos Persepsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penunjukan. memberi jawaban atas permasalahan Bank Persepsi dan tanggapan pemeriksaan terkait Bank Persepsi. pembinaan Bank Persepsi. melakukan sistem MPN. penetapan. perhitungan. dan mengevaluasi kinerja Bank Operasional. dan Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank Operasional. dan mengevaluasi kinerja Bank/Pos Persepsi. Bank Operasional.

rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan kementerian/lembaga sebagai pengguna anggaran atas dana yang bersumber dari pinjaman/hibah. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. pencairan dan pembebanan dana pinjaman/hibah pada Rekening Khusus. (4) Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah mempunyai tugas melakukan penyusunan Buku Putih. d. Rekening Sub BUN Dana Talangan. h. semesteran dan rampung PFK. . f. e. pembukaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan dan pengelolaan dana pinjaman/hibah. g. pemantauan. dan Rekening Sub BUN Dana Talangan serta Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. Rekening Dana Talangan. pengajuan Withdrawal Application Replenishment dan/atau Reimbursement kepada lender/donor dalam rangka pengisian dana pada Rekening Khusus dan/atau penggantian dana pada Rekening Dana Talangan. dan verifikasi Laporan Kas Posisi (LKP) KPPN. pembayaran Jasa Pos/Perbendaharaan. Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. dan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. menyiapkan jawaban atas permasalahan LKP dan tanggapan pemeriksaan terkait LKP. dan penyusunan laporan atas transaksi keuangan yang bersumber dari pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. pemeriksaan kas pada KPPN. menyiapkan bahan jawaban atas permasalahan PFK dan Pengembalian Penerimaan dan tanggapan pemeriksaan terkait PFK dan Pengembalian Penerimaan. Rekening Dana Talangan. rekonsiliasi triwulanan. dan Reimbursement serta Hibah Langsung pada kementerian/lembaga. rekapitulasi. pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). c. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan dan penatausahaan dana pinjaman/hibah melalui mekanisme Direct Payment. b. melakukan penerimaan. penyusunan petunjuk teknis tata cara penyaluran. penatausahaan dan pengelolaan Rekening Khusus.255 (3) Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan penyaluran dana Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Letter of Credit.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembayaran kesalahan pelimpahan. penatausahaan Rekening Bapertarum-PNS. pengajuan pengisian dana Initial Deposit pada Rekening Khusus. Pasal 890 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah baik dari dalam maupun luar negeri. pembinaan Bendum KPPN.

evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). melakukan penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Khusus dalam Valas dan Rekening Khusus dalam Rupiah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. d. Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Rekening Dana Talangan dan Rekening Sub BUN Dana Talangan. menatausahakan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah. (3) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah bilateral yang pendanaannya bersumber dari dalam negeri. dan rekening milik bendahara instansi. serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Rekening Khusus yang diterbitkan KPPN. Penatausahaan Rekening Lainnya milik kementerian/ lembaga/kantor/satuan kerja. Pasal 894 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam (SDA) dan Non Sumber Daya Alam (Non SDA). Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia.256 Pasal 892 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. . surat masuk dan keluar. Laporan Pengeluaran SP2D backlog. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya. WPR beserta Daftar SPD. (2) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang pendanaannya bersumber dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). serta menyusun laporan saldo kas bendahara instansi. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan pembuatan Warkat Pembebanan Rekening (WPR) dan Daftar Surat Perintah Debet (SPD). Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia. b. Daftar SPB dari KPPN Non KBI dan Daftar SP2D dari KPPN KBI. dan menyusun laporan Rekening Pemerintah Lainnya. dan Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah. Pasal 893 (1) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri khususnya yang pendanaannya bersumber dari Bank Dunia (World Bank). Laporan Realisasi Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran atas beban Rekening Khusus melalui Rekening Kas Negara.

j. k. e. b. penatausahaan rekening koran yang berasal dari Rekening SDA dan Rekening Non SDA. dan d. i. b. h. . penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. f. pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Pemerintah Lainnya. pemantauan saldo dan arus kas masuk/arus kas keluar pada Rekening Pemerintah Lainnya. Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi. serta menyusun laporan Rekening SDA dan Rekening Non SDA.257 Pasal 895 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. penatausahaan rekening koran berasal dari Rekening Pemerintah Lainnya. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya dan Rekening Bendahara Instansi. penyusunan laporan keadaan kas di Bendahara Instansi. Pasal 896 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi terdiri atas: a. Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. Pasal 897 (1) Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Sumber Daya Alam (SDA) dan Rekening Non SDA. c. dan rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada kementerian/lembaga. pemantauan saldo dan arus kas masuk dan arus kas keluar pada Rekening SDA dan Rekening Non SDA. l. c. penerbitan surat persetujuan pembukaan kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. g. rekening lainnya milik d. Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam. penyusunan petunjuk teknis Pelaksanaan Pembukuan dan Penyusunan LPJ Bendahara Instansi.

Pasal 899 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 898. Pasal 898 Subdirektorat Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan laporan penerimaan negara. laporan manajerial Rekening Pemerintah Lainnya dan laporan monitoring rekening kementerian/lembaga. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran pada kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. dan penutupan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. . data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. b. pembinaan teknis penatausahaan atas kas di Bendahara Kementerian/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja. rekonsiliasi kas dan rekonsiliasi transaksi. e. memelihara database Rekening Pemerintah Lainnya. penatausahaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga.258 (2) Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. evaluasi dan monitoring terhadap rekening lainnya milik kementerian/lembaga yang telah mendapat izin. pengaktifan kembali. serta memberikan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan. serta data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka SAI. d. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM. pembekuan sementara. konsolidasi laporan penerimaan negara. Subdirektorat Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) Pengembalian. verifikasi dan akuntansi atas laporan penerimaan negara (laporan konsolidasi). (3) Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening bendahara instansi. (4) Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. penerbitan surat persetujuan pembukaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. pembuatan nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun dan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Pengembalian dan Pembayaran fee. c. penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. serta menyusun Laporan Keadaan Kas Bendahara Instansi.

SPM Pengembalian. Seksi Pengembalian. menerima laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. b. (2) Seksi Pengembalian. rekonsiliasi data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka Sistem Akuntansi Instansi (SAI). penyusunan Laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). penerimaan laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. serta melakukan konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. menyusun dan mengevaluasi laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan laporan PNBP. h. dan penyusunan laporan PNBP. menerbitkan SKTB dalam rangka pengembalian penerimaan negara. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM dan data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. menyelesaikan data penerimaan termasuk potongan SPM yang belum rekonsiliasi. dan Pelaporan Penerimaan Negara. j. serta membuat SPP Pengembalian dan Pembayaran fee. Evaluasi. dan Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara. membuat nota perbaikan bila ditemui kesalahan pada laporan yang dibuat oleh unit pelaporan. dan Pelaporan Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. serta Surat Keterangan Telah Dibukukan (SKTB) dalam rangka pengembalian penerimaan negara. membuat nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun. pembuatan nota perbaikan atas kesalahan laporan. . menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). SPM Pengembalian dan SPM pembayaran fee.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penerbitan Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan (SKP4). (3) Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan verfikasi atas semua dokumen sumber/laporan yang dihasilkan Subdirektorat Penerimaan Negara. verifikasi atas semua dokumen sumber/laporan Subdirektorat Penerimaan Negara. c. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. l. Pasal 900 Subdirektorat Penerimaan Negara terdiri atas: a. Pasal 901 (1) Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. k. i. g. menerbitkan SKP4. Evaluasi.259 f. dan SPM pembayaran fee. Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara.

b. dan e. Akuntansi. c. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. standar. e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. . penyiapan penyusunan norma. prosedur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Pasal 905 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem manajemen investasi. Subdirektorat Kredit Program. Subdirektorat Perencanaan. dan kriteria di bidang sistem manajemen investasi. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 903 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem manajemen investasi. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. Subdirektorat Verifikasi. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Kelembagaan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan Evaluasi. f. Setelmen.260 Pasal 902 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. h. Subbagian Tata Usaha. g. dan Pelaporan. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah. b.

Pasal 908 Subdirektorat Verifikasi. Akuntansi. e. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. penarikan penerusan pinjaman luar negeri. (2) Seksi Setelmen I mempunyai tugas melakukan perhitungan. f. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. b. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. penarikan dan/atau pencairan investasi. Setelmen. c. Pasal 909 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. verifikasi. Akuntansi. Subdirektorat Verifikasi. Seksi Verifikasi. Seksi Setelmen I. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. b. melaksanakan setelmen pinjaman. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penerusan pinjaman. dan kredit program. penerusan pinjaman. verifikasi. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. Setelmen. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. d. pembayaran kredit program.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g.261 Pasal 906 Subdirektorat Verifikasi. penagihan. penagihan. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penganggaran dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. pelaksanaan perhitungan. dan melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. penarikan. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. penagihan. Setelmen. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. Seksi Setelmen II. dan kredit program. c. dan pelaksanaan administrasi pengelolaan data. dan d. .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. Seksi Evaluasi. dan pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program.262 (3) Seksi Setelmen II mempunyai tugas melakukan perhitungan. akuntansi. evaluasi. k. h. Subdirektorat Perencanaan. dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Evaluasi terdiri atas: a. Kelembagaan. c. dan kredit program. Kelembagaan. dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. f. j. dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan perencanaan. serta pengembangan sistem investasi dan kredit program. serta pelaporan investasi dan kredit program. e. manajemen risiko. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. Kelembagaan. . Seksi Kelembagaan. i. Pasal 911 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengolahan data. Pasal 912 Subdirektorat Perencanaan. d. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. dan d. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. Seksi Perencanaan. investasi. c. penagihan. b. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. Seksi Manajemen Risiko. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri. Pasal 910 Subdirektorat Perencanaan. kelembagaan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. g.

dan kredit program.263 Pasal 913 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan. pinjaman pemerintah. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. perubahan. penerusan pinjaman. serta melaksanakan penyusunan rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. pinjaman pemerintah. . dan kredit program. pinjaman pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. investasi langsung. (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan kelembagaan unit-unit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. b. strategi investasi. investasi pemerintah. penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. penyusunan dan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. dan perjanjian pinjaman pemerintah. c. pengembangan sistem investasi. penyediaan. Pasal 915 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 914. penyiapan rumusan. Pasal 914 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. d. serta melakukan mediasi dan sosialisasi program investasi. e. dan penyaluran dana investasi. penerusan pinjaman. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. f. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah. melakukan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. penyiapan perumusan. dan kredit program. dan pembiayaan kredit program. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan dan pedoman pelaksanaan manajemen risiko serta melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program.

Seksi Perjanjian I. dan pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. analisis. dan kredit program. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jasa Keuangan Bank. penanganan permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. analisis. Pasal 918 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. dan kredit program. d. dan kredit program. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pengkajian permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. penerusan pinjaman. penerusan pinjaman. b. monitoring. Pasal 916 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri atas: a. Seksi Peraturan. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program.264 g. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan h. Pasal 917 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas melakukan penyusunan dan perumusan rancangan. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah. i. . pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman. Seksi Kepatuhan. Seksi Perjanjian II. dan pinjaman pemerintah kepada BUMN. dan kredit program.

Pasal 921 (1) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan kehutanan. dan d. b. analisis. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. (2) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. c.265 Pasal 919 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 918. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. pelaksanaan. . pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. d. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. pelaksanaan. b. dan serta g. evaluasi. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I. dan telekomunikasi. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. c. analisis. e. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II. pelaksanaan monitoring. Pasal 920 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. evaluasi. perhubungan. kelautan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pendidikan. c. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. analisis kelayakan finansial. dan kesehatan. analisis. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan serta penyelesaian masalah piutang yang berasal dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman pada Pemerintah Daerah dan BUMD. evaluasi. perdagangan. b. dan pelaksanaan monitoring.266 (3) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Pasal 922 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan. d. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Pemerintah Daerah dan BUMD. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 922. pelaksanaan. serta pertambangan dan energi. . analisis. evaluasi terhadap permohonan dan perumusan persetujuan dan persyaratan pinjaman serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. f. e. pelaksanaan pemberian pinjaman dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. (4) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan analisis kelayakan finansial. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri.

analisis kelayakan finansial. Bekasi). analisis kelayakan finansial. (4) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan d. . Sulawesi Tengah. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Selatan. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV. yang meliputi Sumatera Utara. Depok. DKI Jakarta. analisis kelayakan finansial. Pasal 925 (1) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan Papua Barat. dan Sulawesi Utara. b. Bogor. Jawa Timur. evaluasi. yang meliputi Riau.267 Pasal 924 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah terdiri atas: a.I. Papua. dan Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Riau.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Tangerang. yang meliputi Jambi. Kalimantan Tengah. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I. pelaksanaan. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. Kalimantan Barat. pelaksanaan. (2) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Bengkulu. Jawa Tengah. Maluku Utara. Yogyakarta. pelaksanaan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Bali. evaluasi. Sulawesi Selatan. Lampung. Maluku. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II. Sumatera Selatan. analisis kelayakan finansial. dan Nusa Tenggara Barat. Sumatera Barat. Bogor. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Kalimantan Timur. D. c. yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. Banten (tidak termasuk Tangerang). dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Bekasi. evaluasi. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. pelaksanaan. (3) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Sulawesi Barat. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III.

dan d. dan penelitian dan penyiapan perumusan restrukturisasi serta hapus buku dan hapus tagih kredit program. g. dan perumusan restrukturisasi. monitoring. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. b. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. hapus buku dan hapus tagih. pelaksanaan. e. dan evaluasi pelaporan. hapus buku dan hapus tagih. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. Pasal 928 Subdirektorat Kredit Program terdiri atas: a. Seksi Kredit Program I. Pasal 927 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. Seksi Kredit Program IV. Seksi Kredit Program II. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan.268 Pasal 926 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. c. . f. peraturan. penatausahaan. b. c. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. serta perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. penelitian. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. Seksi Kredit Program III. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . restrukturisasi. Pasal 929 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

hapus buku dan dan hapus tagih. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penelitian. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). hapus buku dan hapus tagih. penelitian. Setelmen. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 931. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelitian. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. Pasal 930 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. peraturan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 931 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). penatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Subdirektorat Verifikasi. hapus buku dan hapus tagih.269 (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh lembanga keuangan bukan bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. . pelaksanaan. dan perumusan restrukturisasi. peraturan. penatausahaan. b. penatausahaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. Akuntansi. pemantauan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. dan Pelaporan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). dan perumusan restrukturisasi. dan perumusan restrukturisasi. pelaksanaan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan.

e. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum II. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat Pasal 933 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri atas: a. Subdirektorat Tarif. Pasal 935 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 933. b. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. b. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III. dan e. d. penyusunan peraturan penilaian. dan Informasi Badan Layanan Umum. dan kriteria di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). penetapan dan pencabutan status pengelolaan keuangan BLU. dan g. standar. Subbagian Tata Usaha. Pasal 936 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum terdiri atas: a. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Pasal 934 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan peraturan dan standar teknis Badan Layanan Umum dan melaksanakan penelitian dan pengembangan Badan Layanan Umum. c. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II. c. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. f. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I. penyusunan peraturan pengawasan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum oleh Dewan Pengawas. e. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Remunerasi. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. c. penyusunan peraturan pengelolaan keuangan BLU. penyusunan norma. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I.270 c. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. . d.

dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. penyusunan standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. implementasi. akuntansi. analisis. memproses penetapan tarif dan remunerasi pengelolaan keuangan BLU. Subdirektorat Tarif. perancangan. utang. penyajian informasi BLU. c. pelaksanaan analisis. dan penyajian informasi BLU. piutang. Remunerasi. evaluasi. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. pengelolaan kas. investasi. Remunerasi. pelaksanaan anggaran. Remunerasi. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. Pasal 939 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 938. investasi. b. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas atas pengelolaan keuangan BLU. pelaporan. evaluasi. b. piutang dan utang. pelaksanaan anggaran. perancangan. implementasi. (2) Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan status BLU. Seksi Tarif Badan Layanan Umum. akuntansi. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. serta penyusunan kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan kas. pengelolaan kas. utang. akuntansi. Pasal 938 Subdirektorat Tarif.271 Pasal 937 (1) Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan penilaian. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. penganggaran. . penelaahan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. penetapan dan pencabutan BLU. dan Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan tarif dan remunerasi BLU. dan c. Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum. Seksi Informasi Badan Layanan Umum. dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU serta menyiapkan pengembangan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 940 Subdirektorat Tarif. piutang. investasi. dan Informasi Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan Informasi Badan Layanan Umum terdiri atas: a. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. akuntansi. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. kas. investasi. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU.272 Pasal 941 (1) Seksi Tarif Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan tarif Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan tarif Badan Layanan Umum. kas. pemrosesan penilaian. b. piutang. c. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. piutang. penetapan. akuntansi. e. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. piutang. belanja. f. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. investasi. pengelolaan pendapatan. sosialisasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. Pasal 942 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. belanja. . penyuluhan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. (2) Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan remunerasi Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan remunerasi Badan Layanan Umum. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. belanja. utang. penetapan. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data PKBLU serta penyajian informasi BLU. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I menyelenggarakan fungsi: a. h. monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. utang. evaluasi. (3) Seksi Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan analisis. implementasi. kas. investasi. akuntansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . piutang. d. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. kinerja BLU. belanja. g. investasi. kas. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 942. pengelolaan kas. perancangan. utang. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU.

monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 944 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I terdiri atas: a. pengelolaan pendapatan. Pasal 946 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. piutang. Pasal 947 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 946. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. utang. investasi. kas. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. belanja. penetapan. investasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. penyuluhan. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. penetapan. penetapan. kinerja BLU. utang. pengelolaan pendapatan. dan melaksanakan bimbingan teknis. j. I-B dan I-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. dan k. penyuluhan. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. b. kas.273 i. b. akuntansi. penyuluhan. kinerja BLU. sosialisasi. dan c. pemrosesan penilaian. Pasal 945 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. belanja. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-C. . serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-B. akuntansi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. piutang. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. monitoring dan evaluasi.

penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas j. sosialisasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. kas. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. akuntansi. utang. belanja. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. utang. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis. e. investasi. kas. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. monitoring dan evaluasi. utang. pengelolaan pendapatan. utang. piutang. piutang. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. h. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-B. akuntansi. penyuluhan. monitoring dan evaluasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. . dan k. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penyuluhan. penetapan. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. penyuluhan. pengelolaan pendapatan. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. akuntansi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. kinerja BLU. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. kas. piutang. penetapan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. investasi. g. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. i. piutang. piutang. investasi. belanja. Pasal 948 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II terdiri atas: a. investasi. b. pengelolaan kas.274 c. dan melaksanakan bimbingan teknis. Pasal 949 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. akuntansi. d. Pasal 950 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. belanja. kas. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. kas. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. investasi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-C. c. belanja. II-B dan II-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. piutang. kinerja BLU. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. utang. belanja. f. utang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU.

belanja. f. Pasal 952 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III terdiri atas: a. piutang. . dan c. b. belanja. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-C. j.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penetapan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. Pasal 953 Seksi Badan Layanan Umum III-A.275 Pasal 951 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 950. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. piutang. d. piutang. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. akuntansi. dan k. III-B dan III-C masing-masing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. utang. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. h. pengelolaan kas. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. kas. piutang. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. kinerja BLU. kas. pengelolaan pendapatan. e. akuntansi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. investasi. penyuluhan. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-B. penyuluhan. pemrosesan penilaian. utang. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. monitoring dan evaluasi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. penetapan. akuntansi. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. c. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. belanja. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III menyelenggarakan fungsi: a. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. utang. g. investasi. kas. kas. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-A. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. investasi. investasi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. utang. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. utang. investasi. dan melaksanakan bimbingan teknis. i. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU.

Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara. d. h. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. standar. e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. dan e. b. d. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. b. . prosedur. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. Subdirektorat Sistem Akuntansi. dan kriteria di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. penyiapan penyusunan norma. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Pasal 957 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. f. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 955 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. g. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .276 Pasal 954 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c.

. b. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. Pasal 959 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. penyelenggaraan bimbingan Pemerintahan. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. (4) Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi.277 Pasal 958 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. c. dan teknis dan/atau penyuluhan Standar Akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). dan Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. d. Pasal 960 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri atas: a. (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. pemberian dukungan teknis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. c. d. Pasal 961 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. perumusan. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. (4) Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar. . perumusan. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. pengkajian. d. Pasal 965 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. c. serta bagan perkiraan standar.278 Pasal 962 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan pemutakhiran bagan akun standar. dan pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. penyiapan perumusan. c. Pasal 964 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari atas: a.

Pasal 969 Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. Pasal 970 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran dan kas umum negara. evaluasi. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi II. dan pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi III. pemantauan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi IV. d. c. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. pemantauan penyajian laporan keuangan berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 967 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. II. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. berkala kementerian/lembaga yang c.279 Pasal 966 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 968 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri atas: a. b. b.

280 Pasal 971 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 970. Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing kementerian/lembaga. melaksanakan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Seksi Akuntansi Kas. Pasal 973 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 974 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi seluruh Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara. c. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Seksi Bimbingan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penerimaan. pengumpulan. d. pemeliharaan. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Regional. pengolahan. Pasal 972 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara terdiri atas: a. c. dan pengadministrasian data Kas Umum Negara. (2) (3) (4) . penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. dan pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Seksi Akuntansi Umum.

Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. b. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. Pasal 976 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat terdiri atas: a. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 978 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. pengkonsolidasian Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. penghimpunan Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. b. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. c. dan d.281 Pasal 975 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 974. penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Pasal 977 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN.

analisis terhadap laporan keuangan. . c. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. b. pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan statistik keuangan pemerintah. dan d. f. g. e. b. Pasal 981 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas melakukan pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah serta mengumpulkan dan mengolah data statistik.282 Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. Seksi Informasi dan Publikasi. penyampaian hasil analisis laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Analisis Laporan Keuangan. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan/penyajian serta penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. penyusunan laporan manajerial perbendaharaan. pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah. d. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. pengolahan data statistik keuangan pemerintah. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. c. dan penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. Pasal 980 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri atas: a. penyajian informasi statistik keuangan pemerintah. h.

. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pemberian perbendaharaan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. e. c. d. e.283 Pasal 982 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 983 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem perbendaharaan. d. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. c. f. Pasal 985 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. dan kriteria di bidang sistem perbendaharaan. b. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

sinkronisasi. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan.284 Pasal 986 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. Pasal 987 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986. kajian. pembinaan dan bimbingan teknis. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. Pasal 989 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. b. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. e. penelaahan permasalahan. j. evaluasi. dan d. . analisis keterkaitan. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . inventarisasi peraturan. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. c. Pasal 988 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri atas: a. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. sinkronisasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. h. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sosialisasi. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. penelaahan permasalahan. b. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan. dan k. kajian. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. evaluasi. g. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. I-B. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. sosialisasi. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. analisis keterkaitan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. i.

Pasal 991 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990. inventarisasi peraturan. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. Pasal 992 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri atas: a. j. i. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. c. g. . penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. k. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kajian. sinkronisasi. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. kajian. analisis keterkaitan. II-B.285 Pasal 990 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. pembinaan dan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. b. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Pasal 993 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. penelaahan permasalahan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan. dan d. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. penelaahan permasalahan. h. sosialisasi. b. sinkronisasi. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. pembinaan dan bimbingan teknis. e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. evaluasi. sosialisasi. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. d. f. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. evaluasi. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan.

pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pasal 995 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994. pemeliharaan. b. c. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis.286 Pasal 994 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. perancangan. c. B. pemeliharaan. Seksi Pengembangan Aplikasi B. pengembangan. d. pengembangan. Seksi Pengembangan Aplikasi A. C. b. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. analisis dan perancangan sistem aplikasi. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Seksi Pengembangan Aplikasi C. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. e. i. Pasal 997 Seksi Pengembangan Aplikasi A. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. h. g. Pasal 996 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. dukungan dan bimbingan teknis. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dokumentasi. f. . Seksi Pengembangan Aplikasi D. dan d. perancangan. pendokumentasian. penyusunan petunjuk operasional aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Pasal 999 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998. monitoring. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. b. g. penghimpunan data sumber. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. penyusunan standardisasi. b. pengujian. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. dan pengembangan teknologi informasi. perangkat keras. h. c. penghimpunan data sumber. e. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. Seksi Pengelolaan Basis Data. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). j. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. pengelolaan basis data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan kamus data (data dictionary). pengelolaan dan pengamanan basis data. pemberian bimbingan dan dukungan teknis. d. standardisasi. pengkajian. dan perangkat lunak. pengamanan. monitoring. dan d. situs (website). pengelolaan layanan informasi. penerapan. Pasal 1000 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri atas: a. c.287 Pasal 998 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan standardisasi basis data. i. pengelolaan kinerja basis data. perangkat keras. Pasal 1001 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. pengujian. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. dan perangkat lunak. pengamanan. pemberian dukungan teknis. Seksi Komunikasi Data. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data. . pelaksanaan distribusi data. e-mail. Seksi Analisis Data. dan pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. evaluasi. perancangan dan standardisasi basis data. dan distribusi data. f. evaluasi. web content dan internet. pengelolaan layanan informasi.

serta pengelolaan. evaluasi. Pasal 1003 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1002. penyiapan perumusan pola akreditasi. web content. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. penyiapan perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pengkajian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. . pengamanan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pemberian dukungan teknis. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. sosialisasi. i. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. pengujian. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. pembinaan. e. b. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai fungsi: a. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. d. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. situs (website). sertifikasi. diseminasi. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. h. pembinaan. c. sertifikasi. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. implementasi.288 (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. e-mail. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. f. monitoring. pelaksanaan penilaian akreditasi. Pasal 1002 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman. evaluasi. melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun serta melaksanakan verifikasi dan penyusunan laporan pengelolaan program pensiun. g. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. b. pembahasan. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). dan c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. Pasal 1006 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. Pasal 1005 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapan perumusan peraturan perundangan dan pedoman terkait. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). (3) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. (2) Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan koordinasi penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. penyusunan konsep pengesahan. dan k.289 j. merumuskan pola akreditasi. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. Seksi Program Pensiun. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta pembahasan. Pasal 1004 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun terdiri atas: a. . penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. penyusunan konsep pengesahan.

prosedur. Pasal 1009 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. d. penyiapan  penyusunan norma. c.290 Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 1007 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi perbendaharaan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. dan kriteria di bidang transformasi perbendaharaan. penyiapan  pemberian perbendaharaan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. f. c. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. b. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. g. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi e. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. manajemen pembayaran dan pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat serta penerapan perubahan organisasi. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. . Pasal 1010 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. standar. e. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. perancangan. Subbagian Tata Usaha. dan h. b.

Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III. b. Pasal 1012 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi terdiri atas: a. pelaporan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I. Pasal 1013 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. dan akuntansi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan. c. c. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan. serta melakukan pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen pembayaran. dan akuntansi. serta melakukan pengkajian kesesuaian akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pelaporan. manajemen pembayaran. dan f. e. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis pelaporan dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen pembayaran. dan akuntansi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II. pengkajian dan penyempurnaan. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Transformasi Organisasi. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran.291 Pasal 1011 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. dan akuntansi. pelaporan. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. manajemen pembayaran. d. pelaporan. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. . b. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . manajemen investasi. manajemen Barang Milik Negara. manajemen penerimaan. b. manajemen penerimaan. Utang. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. dan c. manajemen Barang Milik Negara. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. Pasal 1015 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. dan sistem bank sentral. manajemen investasi. manajemen kas. manajemen penerimaan. perancangan. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. manajemen Barang Milik Negara. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. Utang. Utang. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. Pasal 1016 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri atas: a. manajemen kas. c. dan e. manajemen komitmen. sistem perbankan umum. Utang. dan sistem bank sentral. manajemen penerimaan. dan sistem bank sentral. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. b. Utang. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III. manajemen kas. Pasal 1014 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. manajemen investasi. d. manajemen kas. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen penerimaan. manajemen komitmen. manajemen komitmen. manajemen Barang Milik Negara. sistem perbankan umum. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. . manajemen investasi.292 (4) Seksi Transformasi Organisasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. manajemen komitmen. dan sistem bank sentral. manajemen kas. manajemen komitmen. sistem perbankan umum. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II.

pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. Seksi Transformasi Perangkat Keras. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis utang. perancangan.293 Pasal 1017 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. f. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. d. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dan proses bisnis penerimaan dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. b. Pasal 1020 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri atas: a. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. dan . dan c. dan penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum teknologi informasi perbendaharaan. manajemen kas. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. tugas melaksanakan pengembangan. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. dan proses bisnis manajamen komitmen dengan aplikasi teknologi informasi. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. c. e. pengkajian dan penyempurnaan. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. b. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pengkajian dan penyempurnaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1018 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi.

evaluasi.294 Pasal 1021 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pemberian dukungan teknis. dan dokumentasi sistem aplikasi. pengembangan. pemberian dukungan teknis. pengujian. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengujian. dan c. Pasal 1023 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. . dan e. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. perancangan. b. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. pengembangan. b. II. pengujian. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. Pasal 1025 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. pengamanan. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. c. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. pengelolaan. monitoring. pemberian dukungan teknis. pengamanan. monitoring. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. monitoring. Pasal 1024 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri atas: a. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengembangan. pengembangan. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1022 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data.

melakukan monitoring dan evaluasi. f. b. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. e. penyiapan perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. dan g. d. penyusunan. Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia. Pengendalian. c. penyiapan perumusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. Pasal 1028 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. dan Pelaporan. . melaksanakan operasional transformasi. penyusunan. penyiapan perumusan. Seksi Perencanaan. (3) Seksi Sarana dan Dukungan Jasa mempunyai tugas melakukan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. melakukan monitoring. penyiapan perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia.295 Pasal 1026 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. Pasal 1029 (1) Seksi Perencanaan. evaluasi. Pasal 1027 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1026. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. Pengendalian. Seksi Sarana dan Dukungan Jasa. (2) Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan mempunyai tugas melakukan verifikasi dan penyelesaian tagihan. perumusan. pengkajian. Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan. b. c.

penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. membina. penghimpunan laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan BUN dan unit khusus lain. dan rekonsiliasi dan pembinaan Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. c. Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya. penyusunan laporan keuangan Bendahara Umum Negara. d. dan menyusun laporan keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala atas transaksi kebendaharaan umum negara. mengkonsolidasikan. . Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1030 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer. f. h. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. Pasal 1033 (1) Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyusunan. Pasal 1032 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara terdiri atas: a. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. d. b. c. e. b. Pasal 1031 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Pembiayaan secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. pemantauan penyajian laporan keuangan berkala BUN dan unit khusus lain. dan Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara.296 (4) Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan pengkajian dan perumusan kebijakan dan strategi penempatan dan pelatihan sumber daya manusia. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada BUN dan unit khusus lain. g. dan memantau laporan keuangan berkala pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. merekonsiliasi. penyusunan prosedur dan kebijakan pelaporan keuangan Bendahara Umum Negara. evaluasi. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. i.

merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan Belanja dan Transfer secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1035 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1034 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Hibah. evaluasi. Subsidi. dan Laporan Arus Kas untuk menghasilkan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. memantau laporan keuangan berkala BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.297 (2) Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer mempunyai tugas melakukan penyusunan. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Belanja Lain-Lain. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Badan Lainnya. (4) Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dan Laporan Keuangan Utang. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan BUN Lainnya secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. evaluasi. Investasi. memantau laporan keuangan berkala Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Transfer ke Daerah. . Transaksi Khusus. (3) Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya mempunyai tugas melakukan penyusunan. Penerusan Pinjaman.

298 Pasal 1036 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

d. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1039 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri atas: a. piutang negara. Direktorat Lelang. prosedur. dan kriteria di bidang kekayaan negara. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara. d. dan lelang.dan lelang. piutang negara. b. standar. e. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat. Direktorat Penilaian. piutang negara. Pasal 1038 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037.299 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1037 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan. Direktorat Barang Milik Negara. Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain. penyusunan norma. dan e. c. dan lelang. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. . piutang negara. c. piutang negara. f. dan lelang. dan lelang. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan h.

pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1042 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. d. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan kepatuhan internal di lingkungan direktorat jenderal. dan f. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. Bagian Perlengkapan. g. koordinasi penyusunan rencana kerja. pelaksanaan tata usaha. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Bagian Umum. e. dan keuangan. c. dan laporan akuntabilitas kinerja. . dan h. b. Bagian Keuangan. perencanaan dan implementasi manajemen risiko direktorat jenderal. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja direktorat jenderal. e. rencana strategik. c. Bagian Kepegawaian. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal. kearsipan. b. kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . d. rumah tangga.300 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1040 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. dan dokumentasi direktorat jenderal.

301 Pasal 1043 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan tanggapan. standar norma waktu dan standar beban kerja. e. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. penyiapan bahan monitoring dan pengembangan penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. g. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. Pasal 1045 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal terdiri atas: a. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. d. analisis atas kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja. Pasal 1044 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1043. laporan akuntabilitas kinerja. dan h. dan c. c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. penyusunan rumusan produk hasil kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . analisis jabatan. rencana strategik. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. b. f. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. . b.

pengawasan dan evaluasi standar kinerja. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan kebutuhan. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pengelolaan kepangkatan. penyusunan formasi. Pasal 1047 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. pengawasan dan evaluasi administrasi. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. kepuasan pegawai. dan pengembangan serta implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. pengelolaan. evaluasi pelayanan teknis. pengelolaan sistem data formasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan kompetensi. koordinasi dan implementasi analisis beban kerja. perencanaan. penyelesaian kasus pegawai. analisis jabatan. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. mutasi. serta implementasi pengelolaan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. uraian jabatan. penilaian kinerja. penelitian laporan pengaduan masyarakat. kajian kompensasi dan benefit. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. pelaksanaan analisis perencanaan. (3) Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan pelaksanaan prosedur. manajemen bakat. perancangan dan implementasi rekrutmen. penyusunan jabatan fungsional. tanggapan. b. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. serta laporan tahunan Direktorat Jenderal. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pengembangan program graduate pegawai. sarana dan metode implementasi reward dan punishement Sumber Daya Manusia.302 Pasal 1046 (1) Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Sistem Informasi dan Manajemen Kepegawaian. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. pengelolaan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pengangkatan. c. dan d. . penyempurnaan kode etik. program assessement. standardisasi teknis. kepemimpinan. tata naskah persuratan dinas. pelaksanaan kajian pengembangan.

pengangkatan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian. pengembangan kebutuhan pegawai. serta manajemen bakat. Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian. penyelesaian kasus pegawai. evaluasi jabatan/posisi dan program mutasi. dan d. administrasi SDM. implementasi rekrutmen dan seleksi pegawai. SIMPEG. serta pengembangan kompetensi. serta perencanaan dan penilaian kinerja pegawai. kepemimpinan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kepangkatan. Pasal 1052 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051. penyempurnaan dan pengawasan kode etik. kepuasan pegawai dan pelaksanaan sarana serta metode implementasi reward dan punishment. c. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan. Pasal 1050 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan analisa dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. dan pemensiunan. (2) Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pengembangan. (3) Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisa perencanaan. penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. serta penyusunan formasi pegawai dan sistem data formasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal. program assessement. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan. Pasal 1051 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.303 Pasal 1049 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan c. standar kinerja pegawai. . pemberhentian. pemberian kompensasi dan benefit. b. program graduate.

dan d. penyiapan dokumen. dan penghapusan perlengkapan. b. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Pengadaan.304 Pasal 1053 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pemeliharaan. serta pelaksanaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. b. pelaksanaan urusan inventarisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. Subbagian Gaji. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. Pasal 1057 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. Pasal 1055 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji pegawai Kantor Pusat serta kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal. b. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Subbagian Perencanaan Anggaran. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. dan c. . Pasal 1054 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.

serta pelaksanaan. pelaksanaan urusan akomodasi. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. ekspedisi. penggandaan. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan dan akomodasi. dan protokol. dan dokumentasi. dan c. kearsipan. Subbagian Rumah Tangga. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. tamu. Pasal 1061 Bagian Umum terdiri atas: a. serta penatausahaan. pengetikan. pemeliharaan. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. perjalanan dinas. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. angkutan. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan. pemeliharaan sarana dan prasarana.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta akomodasi. Pasal 1060 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengetikan. rapat pimpinan dan d. pengamanan. dan dokumentasi. tamu. dan penghapusan perlengkapan. rumah tangga. c. . kearsipan. pelaksanaan urusan surat-menyurat. b. ekspedisi. penggandaan. kepustakaan. pelaksanaan urusan rumah tangga. perjalanan dinas. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. pelaksanaan urusan protokol. b. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. Pasal 1062 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. Pasal 1059 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. tamu. penyiapan dokumen. kepustakaan.305 Pasal 1058 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. perjalanan dinas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 306 (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga, pengadaan dan distribusi alat tulis kantor, angkutan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penatausahaan, pengamanan, pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.

Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara Pasal 1063 Direktorat Barang Milik Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang barang milik negara.

Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063, Direktorat Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang barang milik negara; b. pelaksanaan kebijakan di bidang barang milik negara; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang barang milik negara; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang barang milik negara; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

Pasal 1065 Direktorat Barang Milik Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Barang Milik Negara I; b. Subdirektorat Barang Milik Negara II; c. Subdirektorat Barang Milik Negara III; d. Subdirektorat Barang Milik Negara IV; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 307 Pasal 1066 Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1067 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066, Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; c. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; dan g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III. Pasal 1068 Subdirektorat Barang Milik Negara I masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IA; b. Seksi Barang Milik Negara IB;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 308 c. Seksi Barang Milik Negara IC; dan d. Seksi Barang Milik Negara ID.

Pasal 1069 Seksi Barang Milik Negara IA, IB, IC, dan ID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA, IB, IC, dan ID sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1070 Subdirektorat Barang Milik Negara II masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IID. Pasal 1071 Seksi Barang Milik Negara IIA, IIB, IIC, dan IID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA, IIB, IIC, dan IID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1072 Subdirektorat Barang Milik Negara III masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IIID.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 309 Pasal 1073 Seksi Barang Milik Negara IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1074 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1075 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074, Subdirektorat Barang Milik Negara IV menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; c. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 310 g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; dan h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan daftar barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. Pasal 1076 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IVA; b. Seksi Barang Milik Negara IVB; c. Seksi Barang Milik Negara IVC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IVD. Pasal 1077 Seksi Barang Milik Negara IVA, IVB, IVC, dan IVD masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IVA, IVB, IVC, dan IVD sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1078 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IV.

Bagian Kelima Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan Pasal 1079 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara dipisahkan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 311 Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079, Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kekayaan negara dipisahkan; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara dipisahkan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1081 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan terdiri atas: a. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I; b. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan III; d. Subbagian Tata Usaha; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1082 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1083 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082, Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; b. penyusunan bahan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; c. penyiapan pengelolaan dan penatausahaan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 312 d. penyiapan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara dan perseroan terbatas lainnya Lingkup I, II, dan III; e. penyiapan analisis dan pelaporan di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; f. penyiapan pembinaan dan pengawasan Badan Usaha Milik Negara/Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III; dan g. penyiapan pengawasan atas tindak lanjut penetapan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dan penetapan barang milik negara eks. proyek kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III.
Pasal 1084 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IC. Pasal 1085 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IA, IB, dan IC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1086 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan II terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIC. Pasal 1087 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIA, IIB, dan IIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 313 Pasal 1088 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan III terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIC. Pasal 1089 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA, IIIB, dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIIA, IIIB, dan IIIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1090 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Dipisahkan III.

(2)

Bagian Keenam Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1091 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain. Pasal 1092 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1091, Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 314 c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
Pasal 1093 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri atas: a. Subdirektorat Piutang Negara I; b. Subdirektorat Piutang Negara II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I; d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II; e. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III; f. Subbagian Tata Usaha; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1094 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN. Pasal 1095 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094, Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN yang telah diserahkan kepada PUPN; c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan telaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 315 e. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; dan g. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN.

Pasal 1096 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IA; b. Seksi Piutang Negara IB; dan c. Seksi Piutang Negara IC. Pasal 1097 Seksi Piutang Negara IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi bimbingan teknis, dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan ke PUPN, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, dan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek lingkup IA, IB, IC, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1098 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN dan pengelolaan piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN, serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusanya belum diserahkan kepada PUPN, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 316 Pasal 1099 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098, Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan penelaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; e. penyiapan bahan penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; g. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; h. penyiapan bahan penelaahan usul penghapusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; i. penyiapan bahan perumusan kebijakan penatausahaan, penagihan, dan evaluasi serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; dan

j.

k. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. Pasal 1100 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IIA; b. Seksi Piutang Negara IIB; dan c. Seksi Piutang Negara IIC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 317 Pasal 1101 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pematauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekeretariatan PUPN Pusat. Pasal 1102 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I, II dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, penatausahaan dan penyusunan daftar, pemberian bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kekayaan negara lain-lain, serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I, II dan III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

penyusunan sistem dan prosedur. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Pasal 1105 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. . dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I dan II. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. b. perencanaan. dan e. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . standardisasi. c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Pasal 1106 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri atas: a. c. IC. bimbingan teknis. Pasal 1104 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri atas: a. penyiapan bahan perencanaan. II dan III. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. penghimpunan. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. II dan III. II dan III. IC. pengawasan. pemberian bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. b. pengawasan. penyiapan bahan rumusan kebijakan. IB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. penatausahaan dan penyusunan daftar. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. c. pemantauan. dan d. dan d. IB. dan ID. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. penelaahan. sistem dan prosedur. b. II dan III. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain Lingkup I.318 Pasal 1103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. d. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IA. II dan III.

serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIIA. pemantauan. IIC. IIIC. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. perencanaan. c. pengawasan. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Piutang Negara I. penyusunan sistem dan prosedur. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. IIC. Pasal 1108 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri atas: a. .319 Pasal 1107 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. dan IID. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penatausahaan dan penyusunan daftar. penyusunan sistem dan prosedur. Pasal 1110 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. pemantauan. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIA. penatausahaan dan penyusunan daftar. pengawasan. IIIB. dan IIID. perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. Pasal 1109 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. pemberian bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis. IIB. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. IIIB. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IIB. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. IIIC.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. Subbagian Tata Usaha. b. dan kriteria di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. Pasal 1112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. dan III. II. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain selain kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I. dan e. Pasal 1114 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I . pengendalian. penghapusan. Pasal 1113 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi terdiri atas: a. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. e. dan g. pemantauan. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III. d. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II. pemeliharaan. c. prosedur. II. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi. pengamanan. f. Kelompok Jabatan Fungsional.320 Bagian Ketujuh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. pengawasan. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kegiatan penggunaan. penyiapan penyusunan norma. pemanfaatan. pemindahtanganan. c. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional.

dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. II. II. pemeliharaan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. b. penyiapan bahan pertimbangan rencana kebutuhan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. pengawasan. penyiapan bahan pelaksanaan penggunaan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemanfaatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan. pengamanan. aset eks UP3. barang yang dirampas oleh negara. pemanfaatan. pengamanan dan pemeliharaan. dan ID serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan penggunaan. dan III menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pemindahtanganan. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IB. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara ID. dan c. pemantauan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. hak atas bumi. pemindahtanganan. aset eks UP3.321 Pasal 1115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IC. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. II. IC. barang milik negara eks kepabeanan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. hak atas bumi. IB. barang yang dirampas oleh negara. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. c. d. b. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. air dan tata ruang angkasa. air dan tata ruang angkasa. Pasal 1116 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I masing-masing terdiri atas: a. penghapusan. . IB. pengendalian. Pasal 1117 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. pemantauan. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IC. II. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. barang milik negara eks kepabeanan. penghapusan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam.

dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. pengawasan. pemeliharaan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIB. penghapusan. aset eks UP3. c. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIB. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIC. hak atas bumi. Pasal 1120 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III masing-masing terdiri atas: a. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. pemanfaatan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IID. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. barang milik negara eks kepabeanan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIID. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. barang milik negara eks kepabeanan. barang yang dirampas oleh negara. pemantauan. pemindahtanganan. pemeliharaan. hak atas bumi. pengamanan. air dan tata ruang angkasa. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. pembinaan. air dan tata ruang angkasa. aset eks UP3. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIIA. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. IIC. IIIB.322 Pasal 1118 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II masing-masing terdiri atas: a. pemanfaatan. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. IIIC. pemindahtanganan. pengamanan. IIB. dan IID. dan IIID. c. IIIC. pemantauan. Pasal 1121 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. IIC. IIIB. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIA. b. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIC. penghapusan. pengendalian. . b. pengendalian. barang yang dirampas oleh negara. dan d. Pasal 1119 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. IIB. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

dokumentasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. penilaian. pemeliharaan dan integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I. c. perancangan. penyusunan buku manual. penilaian. penilaian. kekayaan negara lain-lain dan kekayaan negara dipisahkan. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II . Pasal 1123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1122. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. dan f. pemantauan. piutang negara dan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .323 Pasal 1122 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan. perencanaan. evaluasi. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi penatausahaan dan pengelolaan barang milik negara. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III. pemrograman. implementasi. Pasal 1125 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. penilaian. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. Pasal 1124 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi terdiri atas: a. penyiapan bahan perencanaan. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penilaian. pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. implementasi. penyusunan buku manual sistem aplikasi dan dokumentasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. . dan Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. e. piutang negara dan lelang. d. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. penilaian. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. penilaian. piutang negara dan lelang. d. integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. c. pengembangan. implementasi. perancangan desain sistem aplikasi dan basis data. b. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. b.

perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. pemantauan dan evaluasi pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi integrasi sistem informasi geografi. piutang negara dan lelang. enterprise integration portal dan website DJKN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penilaian. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. lunak. dan hukum. penyusunan buku manual dan dokumentasi integrasi sistem aplikasi. pengelolaan data di bidang kekayaan negara. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. penilaian. penyiapan rumusan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi di bidang kekayaan negara. pemrograman. implementasi. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penyiapan bahan rumusan kajian dan standardisasi teknologi informasi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi piutang negara. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. implementasi. penilaian. Business Intelligence (BI). implementasi. pemrograman. layananan operasional teknologi informasi dan perangkat keras. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1126. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. . pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi sistem aplikasi kesekretariatan. piutang negara dan lelang. b. dan d. piutang negara dan lelang. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi. pemrograman integrasi sistem aplikasi.324 (2) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. pemberian layanan operasional teknologi informasi di bidang kekayaan negara. Pasal 1126 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan pemantauan pengolahan data. perencanaan dan perancangan desain integrasi sistem aplikasi dan integrasi basisdata. pengelolaan perangkat keras. penilaian. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. piutang negara dan lelang. lunak. penilaian. (3) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. implementasi. penilaian. pelayanan lelang. (4) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa integrasi sistem aplikasi. c.

kestabilan. dan Jaringan. penyaringan (filtering) situs. pemantauan ketersediaan. Lunak. pemeliharaan dokumen dan/atau manual. penilaian. (2) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi. memberikan solusi sementara dan/atau permanen. Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. c. pemutakhiran data. perangkat lunak software aplikasi. . penyiapan bahan penyusunan cetak biru pengembangan SDM Teknologi Informasi. pengelolaan even (event management). perencanaan pendidikan dan pelatihan SDM Teknologi Informasi. (4) Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. pengujian. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. kinerja. memberikan dukungan teknis/onsite support. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. Lunak dan Jaringan mempunyai tugas melakukan instalasi/upgrading. dan pengelolaan dokumen elektronik di bidang kekayaan negara. pelaporan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Layanan Operasional Teknologi Informasi. pertanyaan atau permintaan layanan operasional. jaringan/VPN-IP dan bandwidth. kesinambungan penggunaan dan pemanfaatan perangkat keras. mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan tingkat layanan. pengalokasian port TCP/IP. evaluasi dan pembaharuan tingkat layanan. konfigurasi dan/atau pemutakhiran konfigurasi. Cetak Biru Sistem Manajemen Informasi dan Pelayanan Terpadu DJKN (SMIPT-DJKN). piutang negara dan lelang. permasalahan (problem management) dan akses (access management). pemeliharaan infrastruktur anti-virus protection. Seksi Layanan Operasional. kegagalan (incident management). data center. sistem operasi.325 Pasal 1128 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional terdiri atas: a. melakukan pemantauan. keamanan. perencanaan strategik teknologi informasi. Pasal 1130 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. perubahan dan penghapusan serta pengaturan kewenangan akses file share. b. (3) Seksi Layanan Operasional mempunyai tugas menerima laporan gangguan. pembuatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . hosting dan/atau perubahan profil hosting. melakukan pendefinisian layanan dan pemutakhiran portofolio layanan. Pasal 1129 (1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penghimpunan. dan d. pengolahan. menyediakan dan memelihara katalog layanan.

penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. c. b. Direktorat Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1133 Direktorat Penilaian terdiri atas: a. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1134 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. c. d. e. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. penyiapan penyusunan norma. Pasal 1132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti dan properti khusus. dan kriteria di bidang penilaian. dan c. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian. b. dan e. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. prosedur. standar. dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. pelaksanaan penilaian. .326 Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Pasal 1131 Direktorat Penilaian mempunyai tugas melaksanakan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam. Subbagian Tata Usaha. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian.

serta pelaksanaan penilaian. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I. analisis. serta evaluasi tugas di bidang penilaian Properti Khusus lingkup I dan II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Pasal 1138 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. analisis. d. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I. c. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam II. analisis. dan d. Pasal 1140 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam terdiri atas: a. b. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian penilaian bisnis dan sumber daya alam. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti II. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.327 Pasal 1136 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti terdiri atas: a. Pasal 1137 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. . c. dan c. pelaksanaan penilaian. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus II. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis II. b. serta pelaksanaan penilaian. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I. Pasal 1139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti lingkup I dan II.

(2) Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis lingkup I dan II. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah II. b.328 Pasal 1141 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. penyusunan dan pengawasan kode etik. . penyiapan pemberian bimbingan teknis pelaksanaan penilaian. pendaftaran. dan d. e. supervisi dan evaluasi kinerja. Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian sumber daya alam lingkup I dan II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. d. Pasal 1143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. serta administrasi penilai pemerintah. serta pelaksanaan penilaian. pembinaan. dan penjenjangan penilai pemerintah. pelaksanaan administrasi terhadap penilai pemerintah meliputi register. Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. Pasal 1144 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah terdiri atas: a. dan f. penyiapan pembinaan. b. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. pencatatan kinerja. pembinaan. c. serta pelaksanaan penilaian. penyiapan pengawasan penilai pemerintah. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1142 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan penilaian. serta pelaksanaan penilaian. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1145 (1) Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Lingkup I dan II. analisis. penyiapan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. analisis.

bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . supervisi. pengelolaan. (3) Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian. supervisi. Pasal 1149 (1) Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian mempunyai tugas melakukan perencanaan. Pasal 1148 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian terdiri atas: a. serta pelaksanaan penilaian. Pasal 1146 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. d. pendaftaran. dan e. pengawasan penilai pemerintah dan pelaksanaan penilaian. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. verifikasi. perekaman pelaksanaan tugas penilai analisis kinerja dan kualifikasi penilai pemerintah. dan evaluasi terhadap laporan penilaian. dan evaluasi terhadap laporan penilaian yang disusun oleh penilai pemerintah. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian. c. perencanaan.329 (2) Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian register. Seksi Pengelolaan Data dan Infomasi Penilaian. Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian. pelaksanaan penilaian. analisis. dan peningkatan kualitas laporan penilaian. Pasal 1147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146. . bimbingan teknis. pengelolaan. serta pengelolaan. serta pengumpulan. analisis dan peningkatan kualitas laporan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. analisis. perencanaan. pengelolaan. analisis dan evaluasi permohonan dan laporan penilaian. dan melakukan perencanaan peningkatan kualitas penilai pemerintah berdasarkan hasil analisis kinerja dan kualifikasi. penganalisisan. supervisi. b. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian. serta pelaksanaan penilaian. dan c. analisis penjenjangan penilai pemerintah. analisis. analisis. verifikasi. pengumpulan. dan peningkatan kualitas laporan penilaian dan data di bidang penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. b. analisis.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang lelang. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1151. d. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lelang. Subdirektorat Bina Lelang II. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kedelapan Direktorat Lelang Pasal 1151 Direktorat Lelang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lelang. Subdirektorat Bina Lelang I. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. perencanaan. supervisi. dan kriteria di bidang lelang. c. serta pelaksanaan penilaian. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . analisis. Pasal 1153 Direktorat Lelang terdiri atas: a. b. standar. b. pengelolaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lelang. Pasal 1150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. analisis. (3) Seksi Pengelolaan Data Penilaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. . c. dan e.330 (2) Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian mempunyai tugas melakukan verifikasi. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Pembinaan Penilai. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian serta pelaksanaan penilaian.

e. serta pembinaan kinerja di bidang lelang. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pemantauan. g. f. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 1156 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri atas: a. serta pelaksanaan pembinaan. dan i. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. c. perencanaan lelang. h. dan evaluasi pelaksanaan lelang. d.331 Pasal 1154 Subdirektorat Bina Lelang I dan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan. analisis dan penggalian potensi lelang. Seksi Bina Lelang IC. b. Seksi Bina Lelang IB. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. pengembangan lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. evaluasi. analisis. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. pemantauan. Pasal 1155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Bina Lelang IA. penyiapan bahan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan lelang. . pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. dan c.

analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang.332 Pasal 1157 Seksi Bina Lelang IA. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. b. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. Pasal 1158 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri atas: a. pemeriksaan. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. verifikasi risalah lelang. verifikasi risalah lelang. Pasal 1161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1160. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. pemantauan. pemantauan. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Bina Lelang IIC. IB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. IB. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. IIB. pemantauan. dan IC. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. Pasal 1160 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. dan IIC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. bimbingan teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. Seksi Bina Lelang IIB. dan c. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. . Seksi Bina Lelang IIA. b. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. Pasal 1159 Seksi Bina Lelang IIA. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. analisis. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan c. pengolahan. dan pemberhentian Pejabat Lelang. pengawasan dan pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. bimbingan teknis. d. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. Seksi Bina Profesi Lelang II. ujian profesi. pengawasan. b. Pasal 1163 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. dan l. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. i. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. f. pemberian penghargaan dan sanksi. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. pengumpulan. Seksi Bina Profesi Lelang I. pengangkatan. pengangkatan. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. g. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. k. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. standardisasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. penyajian informasi. analisis. Seksi Bina Jasa Lelang. ujian profesi Pejabat Lelang. petunjuk teknis serta yuridis lelang. j.333 c. Pasal 1162 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri atas: a. e. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. perencanaan dan pengembangan lelang. pembinaan. h. pengawasan. pemantauan. .

pemberian penghargaan dan sanksi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hukum dan hubungan masyarakat. b. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang hukum dan hubungan masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. . penyiapan bahan penyusunan kebijakan. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. Bagian Kesembilan Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 1165 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hukum dan hubungan masyarakat. dan e. d. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. pengawasan dan pembinaan. c. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. prosedur. serta pencabutan izin operasional lelang.334 (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. Pasal 1166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. standar. standardisasi. pengolahan. Pasal 1164 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Bina Lelang I.

d. penilaian. pengurusan piutang negara. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan lelang. penilaian. Subdirektorat Peraturan Perundangan . dan lelang. penilaian. penilaian. b. . pengurusan piutang negara dan lelang. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. b. dan lelang. dan g. Subdirektorat Hubungan Masyarakat. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. b. c.335 Pasal 1167 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pengurusan piutang negara dan lelang. Seksi Peraturan Perundangan I. dan pelaksanaan lelang. d. Pasal 1170 Subdirektorat Peraturan Perundangan I terdiri atas: a. piutang negara. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengelolaan dokumen hukum. e. f. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. penilaian. pengurusan piutang negara. Pasal 1169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. piutang negara. c. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Subdirektorat Bantuan Hukum . Pasal 1168 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pengurusan piutang negara dan lelang. Seksi Peraturan Perundangan II. Subbagian Tata Usaha.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. b. dan d. c. Pasal 1171 Seksi Peraturan Perundangan I. pelaksanaan klasifikasi peraturan. penilaian. dan pelaksanaan lelang. II. piutang negara dan lelang. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penilaian. piutang negara. Seksi Peraturan Perundangan III. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Pasal 1174 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan pelayanan lelang Lingkup I. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. .336 c. piutang negara dan lelang. Seksi Bantuan Hukum I. Pasal 1172 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. penilaian. penyajian peraturan perundangan di bidang kekayaan negara. penilaian. dan d. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. dan d. Seksi Peraturan Perundangan IV. penilaian. b. II. pengurusan piutang negara. III. dan IV. Seksi Bantuan Hukum III. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. c. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. III. Seksi Bantuan Hukum II. Seksi Bantuan Hukum IV.

dan pengelolaan berita. dan d. dan c. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. Seksi Komunikasi Publik. Pasal 1179 (1) Seksi Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. II. evaluasi. analisis berita. penelaahan kasus hukum. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. dan pelaksanaan di bidang hubungan media. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kebijakan. c. komunikasi publik serta penyelenggaraan desk information dan call center. dan opini publik. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. evaluasi. dan lelang. komunikasi publik. piutang negara dan lelang lingkup I. III. Pasal 1176 Subdirektorat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. III. Pasal 1178 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Layanan Informasi terdiri atas: a. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kebijakan. pertimbangan. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. perpustakaan. evaluasi. piutang negara. hubungan media. b. dan IV. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi. dan bimbingan teknis. penilaian. penyuluhan dan layanan informasi. hubungan media. melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi. pengelolaan situs internet. penyiapan bahan penyusunan rumusan. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan serta pengolahan data untuk keperluan hubungan masyarakat. penyiapan bahan rapat eksternal. dokumentasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan. analisis berita. kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis.337 Pasal 1175 Seksi Bantuan Hukum I. dan opini publik. evaluasi. dan pengolahan data hubungan masyarakat di bidang kekayaan negara. publikasi. II. dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. penilaian. standardisasi dan bimbingan teknis.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Hubungan Masyarakat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta koordinasi penyiapan bahan rapat eksternal. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. Pasal 1182 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dan perpustakaan. kebijakan. penyelenggaraan desk information dan call center. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. kebijakan.338 (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. evaluasi. pengelolaan berita. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta situs web dan portal intranet. dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengolahan data untuk keperluan internal dan hubungan masyarakat. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1181 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. dan pelaksanaan publikasi. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. evaluasi.

b. penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang perimbangan keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1185 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri atas: a. standar. dan e. perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. c. c. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 1184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1183. Direktorat Dana Perimbangan. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.339    BAB X DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1183 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan. b. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. .

Bagian Kepegawaian. Bagian Umum. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. d. rencana anggaran. penelaahan dan evaluasi jabatan. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pasal 1187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1186. d. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. b. Bagian Keuangan. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pengembangan kinerja. Bagian Perencanaan dan Organisasi. dan h. kepegawaian. Pasal 1189 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. fasilitasi penyusunan peraturan. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1188 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. dan perpustakaan direktorat jenderal. . Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategik. g. kearsipan. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. f. c. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja.340    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1186 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan tata usaha. b. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. rencana kerja. c. dokumentasi.

Subbagian Tata Laksana. . serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. f. dan rencana anggaran. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan g. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. e. b. c. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. d. Pasal 1191 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. b. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. penyusunan laporan akuntabilitas. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. Subbagian Organisasi. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Subbagian Pelaporan. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. rencana strategik. dan d. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Pasal 1192 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.341    Pasal 1190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189. Subbagian Perencanaan. dan laporan pelaksanaan tugas. c.

penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1195 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. dan kesejahteraan pegawai. dokumentasi. kepangkatan. kepangkatan. . dokumentasi. dan c. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 1194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. pelaksanaan urusan pengangkatan. Subbagian Umum Kepegawaian. pemberhentian. pemensiunan pegawai. b. Pasal 1197 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. dan mutasi kepegawaian lainnya. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai.342    Pasal 1193 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1196 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. c. b. Subbagian Mutasi Kepegawaian. statistik dan kesejahteraan pegawai. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. dan d. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . statistik.

Pasal 1202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1201. perlengkapan. dokumentasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. . dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. dan c. dan c. Pasal 1201 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan surat menyurat. kepustakaan. b. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.343    Pasal 1198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1197. Subbagian Penyusunan Anggaran. ekspedisi. rumah tangga. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. dan penggandaan. kearsipan. dokumentasi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1199 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Pasal 1200 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. kepustakaan.

Subbagian Tata Usaha. dan penyiapan penghapusan perlengkapan. pendistribusian. Subbagian Perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. c. b. Subbagian Rumah Tangga. penyiapan dokumen. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. b. kearsipan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang dana perimbangan. koordinasi serta fasilitasi hukum. dan d. Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1205 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang dana perimbangan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan penggandaan. dan gaji. Pasal 1206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205. dan urusan perjalanan dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan perlengkapan. inventarisasi. dan d. dokumentasi. Pasal 1204 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pemeliharaan. penyimpanan. Subbagian Protokol. pengangkutan pegawai. . keprotokolan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. ekspedisi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang dana perimbangan. pelaksanaan. kepustakaan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Pasal 1203 Bagian Umum terdiri atas: a. c.344    b.

g. Pasal 1209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang dana perimbangan. dan rekonsiliasi. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. c. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1207 Direktorat Dana Perimbangan terdiri atas: a. e. dan h. d. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. d. Pasal 1208 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. f. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. standardisasi. c. d. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. e. koordinasi. dan f. b. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. penyiapan penyusunan norma. b. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. . Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dana perimbangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam.345    c. dan e. standar. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Dana Alokasi Umum.

pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam.346    Pasal 1210 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri atas: a. c. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. II. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1214 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri atas: a. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. d. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. . dan f. koordinasi. dan fasilitasi. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. standardisasi. dan d. c. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. Pasal 1212 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. Pasal 1211 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. b. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. koordinasi. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. penetapan alokasi. Pasal 1213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. dan c. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. b. perhitungan. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. dan rekonsiliasi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b.

dan dana penyesuaian. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .347    Pasal 1215 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. dana otonomi khusus. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. perhitungan. II. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. Pasal 1218 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri atas: a. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. b. dana otonomi khusus. dan dana penyesuaian. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. perhitungan alokasi. . dan dana penyesuaian. dan e. dana otonomi khusus. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. penetapan alokasi. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Umum IV. III. dan dana penyesuaian. perhitungan alokasi. koordinasi. Pasal 1216 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. standardisasi. dan d. d. Seksi Dana Alokasi Umum II. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan fasilitasi. Seksi Dana Alokasi Umum I. Seksi Dana Alokasi Umum III. c. dana otonomi khusus. Pasal 1219 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. pengalokasian dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dana otonomi khusus.

pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. d. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Seksi Dana Alokasi Khusus III. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. standardisasi. standardisasi. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. perhitungan alokasi. perhitungan alokasi. Nusa Tenggara. . c. perhitungan alokasi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan e. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Alokasi Khusus II. dan d. perhitungan alokasi. b. standardisasi. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. c. b. Pasal 1222 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri atas: a. Pasal 1220 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Maluku. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220.348    (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Seksi Dana Alokasi Khusus I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian.

dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. standardisasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. SPM. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. . Nusa Tenggara. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. SPM. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan e. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. koordinasi fasilitasi.349    Pasal 1223 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pemantauan/ konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. standardisasi. Pasal 1224 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. b. SPP. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPP. Surat Perintah Membayar (SPM). bimbingan teknis. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. standardisasi. SPM. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. SPP. Pasal 1225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. perhitungan alokasi. standardisasi. perhitungan alokasi. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Maluku dan Papua. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

SPP. SPM. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPP. SPM. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. Pasal 1227 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. IB. b.350    Pasal 1226 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri atas: a. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. dan c. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPP. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. b. SPM. dan c. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Pasal 1230 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri atas: a. khususnya DAU dan DAK. standardisasi. SPM. koordinasi fasilitasi. standardisasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. bimbingan teknis. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. b. SPP. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. pemantauan/konfirmasi atas transfer. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. Pasal 1228 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi fasilitasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pemantauan/konfirmasi atas transfer. d. c. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1228. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. dan e.

bimbingan teknis. b. Pasal 1232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1233 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1235 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. c. standar. prosedur dan kriteria di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. khususnya DBH. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. koordinasi fasilitasi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan e. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. d.351    Pasal 1231 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. IIB. Pasal 1234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. b. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II.

penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Kelompok Jabatan Fungsional. e. dan d. bimbingan teknis. pemantauan. Pasal 1239 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. pemantauan. Bali. b. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. IB. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. f. Pasal 1240 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. pemantauan. pemantauan. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. analisis. d. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. analisis. Pasal 1236 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. b. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Pasal 1237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1236. bimbingan teknis. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. IC. analisis. Pasal 1238 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri atas: a. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. c. dan Nusa Tenggara. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah.352    c. dan g. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. .

IIC. dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Bali. dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Bali. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Bali. b. Pasal 1244 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. dan Nusa Tenggara. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1242 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri atas: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. Bali. Pasal 1243 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. dan d. Pasal 1245 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244. analisis. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. pemantauan. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pemantauan. b. dan d. IIB. b. . bimbingan teknis. c. c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. analisis.353    Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240.

Pasal 1247 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. pemantauan. b. pemantauan. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. analisis. IIIB.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. bimbingan teknis. c.354    c. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. IIIC. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1246 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri atas: a. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. c. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. dan d. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1248 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan d. . dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248.

dan d. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. e. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. pemantauan. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. koordinasi. IVC. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. b. standardisasi. Pasal 1252 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1251 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah.355    Pasal 1250 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri atas: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. bimbingan teknis. dan f. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan penyusunan. d. c. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. c. Pasal 1253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252. pemantauan. pemantauan. IVB. .

.356    Pasal 1254 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. analisis dan evaluasi retribusi daerah. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. pemantauan. penyusunan standardisasi. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. pelaksanaan bimbingan teknis. dan c. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. b. Pasal 1256 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. analisis dan evaluasi pajak daerah. penyusunan standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1257 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Pasal 1255 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. g. Subdirektorat Hibah Daerah. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. penerusan pinjaman luar negeri. . e. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. obligasi daerah. standardisasi. d.357    Pasal 1258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1257. dan b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. standar. prosedur dan kriteria di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. obligasi daerah. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. c. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1260 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. f. d. obligasi daerah. Pasal 1259 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri atas: a. b. penerusan pinjaman luar negeri. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. bimbingan teknis. Pasal 1261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1260. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Pinjaman Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah.

pemantauan. bimbingan teknis. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. dan penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. dan d. Maluku. penerusan pinjaman luar negeri. standardisasi. bimbingan teknis. standardisasi. Pasal 1262 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri atas: a. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. bimbingan teknis. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1263 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan analisis. dan Papua. dan e. Seksi Pinjaman Daerah IV. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. obligasi daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . obligasi daerah. dan analisis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. d. b. standardisasi. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. c.358    c. Seksi Pinjaman Daerah III. penerusan pinjaman luar negeri. Seksi Pinjaman Daerah I. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penerusan pinjaman luar negeri. Nusa Tenggara. Seksi Pinjaman Daerah II. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan analisis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. standardisasi. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan. dan analisis. bimbingan teknis. obligasi daerah. obligasi daerah.

Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. c. bimbingan teknis. pemantauan. d. Seksi Hibah Daerah I. bimbingan teknis. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. pemantauan. dan e. b. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. Pasal 1266 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri atas: a. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. standardisasi. standardisasi. . bimbingan teknis. Seksi Hibah Daerah IV. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. b. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. pemantauan.359    Pasal 1264 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Seksi Hibah Daerah III. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1267 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan d. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. c. Seksi Hibah Daerah II. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri.

pemantauan. standardisasi. b. bimbingan teknis. Maluku. standardisasi. Pasal 1268 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. Pasal 1269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1268. dan Papua. bimbingan teknis. pemantauan. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. bimbingan teknis. Pasal 1271 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.360    (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1270 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri atas: a. . c. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Nusa Tenggara. c. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. bimbingan teknis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. d. dan d. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. standardisasi. pemantauan. b.

dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). bimbingan teknis. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Seksi Investasi Daerah II. pemantauan. standardisasi. pemantauan. bimbingan teknis. pemantauan. standardisasi. BLUD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. bimbingan teknis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan PMP kepada daerah. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. Nusa Tenggara. b. bimbingan teknis. standardisasi. dan PMP kepada daerah. . dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. standardisasi. Pasal 1273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1272. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Investasi Daerah I. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. dan Papua. BLUD. dan PMP kepada daerah. Pasal 1274 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri atas: a. BLUD. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan PMP kepada daerah. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.361    (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b. Pasal 1272 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan d. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. c. Maluku. pemantauan. BLUD.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). dan d. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. hibah daerah. bimbingan teknis. Pasal 1277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). dan d. standardisasi. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. dan dana darurat. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). investasi daerah. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. bimbingan teknis. bimbingan teknis. Pasal 1276 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. b. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. Pasal 1275 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. c. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.362    c. standardisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. pemantauan. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. pemantauan. pemantauan. standardisasi. standardisasi. . (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.

dan pelaporan pinjaman daerah. investasi daerah. investasi daerah. b. hibah daerah. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. Pasal 1279 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. dan d. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. c. hibah daerah. . Pasal 1280 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. investasi daerah. hibah daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. Maluku. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1281 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pembukuan. dana darurat. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Papua. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. Nusa Tenggara. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I.363    Pasal 1278 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri atas: a. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. e. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. dan e. dan defisit anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. dan defisit anggaran daerah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. belanja daerah. bimbingan teknis. pembiayaan daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. f. . Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. pembiayaan daerah. penyiapan penyusunan norma. dan c. b. serta perekonomian daerah. dan g. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. dan defisit anggaran daerah. standardisasi.364    Pasal 1282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1281. Pasal 1283 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri atas: a. c. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Pasal 1284 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. b. serta perekonomian daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. d. serta perekonomian daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. d. belanja daerah. belanja daerah. pembiayaan daerah. b. c. Pasal 1285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah.

standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1287 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1288 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi. c. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. standardisasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. standardisasi.365    Pasal 1286 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri atas: a. dan d. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. dan d. (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Seksi Evaluasi Belanja Daerah. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. b. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1288. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. standardisasi. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

(2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. b. standardisasi. standardisasi. Pasal 1292 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. . Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. Nusa Tenggara. meliputi wilayah Bali. dan Papua. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi Jawa. meliputi wilayah Sumatera. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III. dan d. Maluku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.366    Pasal 1290 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri atas: a. c. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Pasal 1293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1292. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. Pasal 1291 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi.

.367    c. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. Pasal 1294 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri atas: a. pemantauan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Bali. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. c. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. verifikasi dan analisis laporan keuangan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. Neraca. b. Laporan Realisasi Anggaran. dan Sulawesi. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Laporan Realisasi Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1296 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. dan d. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Kalimantan. dan d. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. dan Catatan atas Laporan Keuangan. verifikasi dan analisis laporan keuangan. Neraca. dan Nusa Tenggara. Pasal 1295 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. bimbingan teknis. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan.

pemantauan. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. pemantauan. standardisasi. b. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. bimbingan teknis. Nusa Tenggara. . Pasal 1299 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. Seksi Data Keuangan Daerah III. dan evaluasi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. pengolahan data keuangan daerah. Pasal 1298 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri atas: a. standardisasi. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan d. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan evaluasi. pemantauan. Maluku. bimbingan teknis. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Data Keuangan Daerah II. pemantauan. b. Pasal 1300 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. c. Seksi Data Keuangan Daerah I. Seksi Data Keuangan Daerah IV. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. dan d. dan Papua. standardisasi. dan evaluasi. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi.368    Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. bimbingan teknis. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. standardisasi. c. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah.

(2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengembangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. dan e. Seksi Pengelolaan Basis Data. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. pengelolaan. pembangunan. pengembangan. dan pemeliharaan basis data. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. b. perencanaan. pengumpulan dan pengelolaan. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. . Pasal 1303 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. pemeliharaan. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pengelolaan. dan pengelolaan. d. dan peningkatan kualitas software. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1304 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. c. pengumpulan. Pasal 1302 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri atas: a. pembangunan. pembangunan. dan jaringan. pembangunan. pengembangan. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. Seksi Dukungan Teknis. dan penyusunan standar aplikasi dan program.369    Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. c. infrastruktur hardware. b. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. pemeliharaan.

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 1306 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.370    Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1305 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang. Direktorat Evaluasi. . b. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Direktorat Surat Utang Negara. b. prosedur. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan kriteria di bidang pengelolaan utang. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang. Akuntansi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan utang. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. c. dan e. e. d. Direktorat Pembiayaan Syariah. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. Pasal 1308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1307. standar. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1309 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a.371 BAB XI    DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1307 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan utang. d. dan f. dan Setelmen.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c.

b. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. kearsipan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. d. . d. e. c. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan keuangan. pengembangan dan pelayanan bidang teknologi informasi di lingkungan direktorat jenderal. serta administrasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan pegawai. pelaksanaan fungsi kepatuhan internal. Pasal 1313 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310. dan harmonisasi peraturan di lingkungan direktorat jenderal. e. Bagian Teknologi Informasi. pengembangan pegawai. kepustakaan. rumah tangga. Bagian Keuangan. c. dan f. pengelolaan kinerja. dan kesejahteraan pegawai di lingkungan direktorat jenderal.372 -    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1310 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. b. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Umum. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Pasal 1312 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha. dokumentasi. serta administrasi kepegawaian di lingkungan direktorat jenderal. dan f. Bagian Kepatuhan Internal.

kepangkatan. dan administrasi mutasi pegawai. assessment center. penyelenggaraan diklat. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. d. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. gaji berkala. c. dan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. penyelenggaraan diklat. Subbagian Tata Laksana. serta penyusunan. penataan organisasi. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. analisis beban kerja.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1316 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. b.373 -    Pasal 1314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1313. Subbagian Organisasi. pemberhentian. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. serta penyusunan. Pasal 1315 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai. ketatalaksanaan. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. dan d. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. analisis beban kerja. assessment center. b. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. c. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan identifikasi kebutuhan diklat. pemensiunan. penyusunan. penyusunan. . Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. identifikasi kebutuhan diklat.

gaji berkala. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1317. Subbagian Perbendaharaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. . pemensiunan. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. Pasal 1320 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1319 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran. b. Pasal 1321 Bagian Teknologi Informasi mempunyai tugas menyusun rencana strategis dan kebijakan teknologi informasi. melaksanakan analisis. dan c.374 -    (4) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. Pasal 1317 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. urusan pengangkatan pegawai. dan melaksanakan operasional layanan teknologi informasi. kepangkatan. dan c. perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. dan administrasi mutasi pegawai. b. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. perancangan dan pengembangan serta implementasi sistem.

penyusunan dokumen analisis. dan implementasi sistem sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan pengembangan sistem. Penyusunan dan perumusan kebijakan. penyusunan rancangan aplikasi. perencanaan. Pasal 1324 (1) Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi. pengembangan. standarisasi dan rencana strategis teknologi informasi. pengujian system. pengawasan internal pelaksanaan program kegiatan teknologi informasi. Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem II. c. pembangunan. perancangan sistem. penyusunan spesifikasi kebutuhan user dan spesifikasi kebutuhan sistem. dan implementasi sistem. analisis. standar keamanan dan kebijakan serta tatakelola teknologi informasi. dan rancangan keamanan informasi. pengembangan dan pengelolaan basis data. dan pengevaluasian rencana strategi teknologi informasi.375 -    Pasal 1322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321. rancangan infrastruktur. serta analisis risiko bisnis. pemeliharaan. Pasal 1323 Bagian Teknologi Informasi terdiri atas: a. d. b. Bagian Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. . kebijakan dan standar tatakelola teknologi informasi. penyusunan rencana dan implementasi system. Perancangan. pengendalian mutu. pembangunan dan penetapan data/informasi serta pembuatan dan pemeliharaan data dictionary dan skema klasifikasi data. dan d. b. Pengumpulan. teknologi. dan penyusunan dokumentasi proses bisnis dan sistem. dan e. dan penentuan standar pengelolaan dokumentasi sistem. Penyusunan dan evaluasi rencana dan program kegiatan strategis teknologi informasi. dan proyek. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I. c. Pengelolaan operasional layanan teknologi informasi. dan internal control pelaksananaan program kegiatan teknologi informasi. penyusunan.

c. Pasal 1326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325. dan d. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. pemantauan. kode etik. Pasal 1327 Bagian Kepatuhan Internal terdiri atas: a. dan Disaster Recovery Center. kode etik. dan perjanjian. Bagian Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. peraturan perundang-undangan. pengelolaan layanan e-mail dan portal Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. pemantauan. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. pengelolaan kinerja. pengkajian. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. serta pengelolaan Configuration Management Database. Subbagian Pengelolaan Kinerja. dan perjanjian. dan d. evaluasi. pengkajian. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan. dan Setelmen. penyusunan. Direktorat Pembiayaan Syariah. pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak computer. peraturan perundang-undangan. b. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. Subbagian Harmonisasi Peraturan. monitoring. Subbagian Kepatuhan Internal I. pelaksanaan kegiatan operasional teknologi informasi. evaluasi. Akuntansi. manajemen user dan akses layanan teknologi informasi. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.376 -    (3) Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian layanan teknologi informasi. . Subbagian Kepatuhan Internal II. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. fasilitas Data Center. serta penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. b. Pasal 1325 Bagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas kepatuhan. c. dan Direktorat Evaluasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Pinjaman dan Hibah.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi. pemantauan. Akuntansi. penggandaan. Pasal 1329 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi surat dinas. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. rumah tangga. kode etik. pengurusan pelayanan pimpinan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. dan Setelmen. (2) Subbagian Kepatuhan Internal II mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 1330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. . dan perjanjian. monitoring. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. kepustakaan. evaluasi.377 -    Pasal 1328 (1) Subbagian Kepatuhan Internal I mempunyai tugas melakukan pengkajian. evaluasi. kesejahteraan pegawai. (4) Subbagian Harmonisasi Peraturan mempunyai tugas melakukan penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. b. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. kode etik. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan perlengkapan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan dalam. kearsipan. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan perjanjian. keprotokolan. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Direktorat Pembiayaan Syariah. kepustakaan. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan administrasi surat dinas. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. dokumentasi. dan Direktorat Evaluasi. pemantauan. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. peraturan perundang-undangan. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. (3) Subbagian Pengelolaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyusunan. penelaahan. dokumentasi.

dan d. pembayaran gaji dan tunjangan.378 -    c. dokumentasi. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. pelaksanaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. Pasal 1331 Bagian Umum terdiri atas: a. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. pembayaran gaji dan tunjangan. penyimpanan. urusan penerimaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. dan distribusi barang perlengkapan. . pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan dokumen. keprotokolan. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. mengajukan permintaan pembayaran. Subbagian Rumah Tangga. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. c. mengajukan permintaan pembayaran. kepustakaan. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. Subbagian Gaji. penggandaan. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan d. kearsipan. urusan penerimaan. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pertanggungjawabannya. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. pelaksanaan. Pasal 1332 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi surat dinas. serta pertanggungjawabannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penyimpanan. ekspedisi. b. dan distribusi barang perlengkapan. penyiapan dokumen. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. pengurusan pelayanan pimpinan.

dan f. c. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. e. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1335 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pinjaman dan hibah. dan e. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. IFAD. prosedur. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah.379 -    Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1333 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. . Subbagian Tata Usaha. dan Islamic Development Bank. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Pasal 1336 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. penyiapan penyusunan norma. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. d. b. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan kriteria di bidang pinjaman dan hibah. Pasal 1334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333.

Pasal 1340 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. serta penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan Seksi Pinjaman dan Hibah ID. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari World Bank. IB. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. c. dan multilateral lainnya. Pasal 1339 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. . Seksi Pinjaman dan Hibah IB. b.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1338 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. c. d. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan ID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah.380 -    Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. e. dan g. d. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. IC. f. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. UN Institution. European Investment Bank (EIB). penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah.

dan i. prosedur operasi standar. b.381 -    Pasal 1341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. e. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan d. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta evaluasi kinerja. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. h. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. analisis beban kerja. b. f. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Pasal 1343 (1) Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. Pasal 1342 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. c. penganggaran. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. d. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. g. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. . c. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. IIB.

Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. f. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. b. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. d. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan Seksi Pinjaman dan Hibah IIID.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan Selandia Baru. Slovakia. dan g. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Swedia. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. b. Belanda. IIIB. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Jerman. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. . Cina. Pasal 1346 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. Pasal 1347 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. d. Australia. Belgia. c. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. e. Austria. Swiss.382 -    Pasal 1344 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Denmark. Pasal 1345 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344. Rusia. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Inggris. c. Perancis. IIIC. Italia. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Finlandia. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah.

d. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. g. Rumania. Amerika Serikat. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. f. Korea. e. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. Canada. penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. . Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. dan dari dalam negeri.383 -    Pasal 1348 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. b. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Malaysia. serta penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. c. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan negara Amerika lainnya negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. b. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348. dan h. Polandia. Spanyol. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1350 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. dan d. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. Afrika Selatan dan negara Afrika lainnya.

prosedur. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah.384 -    Pasal 1351 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang surat utang negara. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. standar. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. kepegawaian. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. d. . Pasal 1354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1353. serta penyiapan bahan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1353 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang surat utang negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. dan kriteria di bidang surat utang negara. dan e. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. IVC. keuangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surat utang negara. dan IVD mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan bantuan teknis Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Pasal 1352 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surat utang negara. c. b. rumah tangga. IVB.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

monitoring dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. c. pengolahan data dan penyiapan dokumen transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. pengumpulan dan pengolahan data Surat Utang Negara dan derivatif. h. monitoring. b. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif.385 -    Pasal 1355 Direktorat Surat Utang Negara terdiri atas: a. koordinasi penyiapan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif beserta sistem pendukungnya. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan. perencanaan. dan i. . monitoring.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perencanaan. penukaran dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan. d. perencanaan dan analisis kebutuhan pengembangan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. dan f. penjualan. perencanaan. c. pembelian kembali. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. monitoring dan evaluasi transaksi derivatif. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. f. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. monitoring dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. e. Kelompok Jabatan Fungsional. g. Subbagian Tata Usaha. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. d. perencanaan. perencanaan. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. b. serta pengumpulan. penyiapan dokumen terkait pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. pelaksanaan. Pasal 1356 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis kebutuhan.

dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. melakukan pelaksanaan. penukaran. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional. monitoring. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring. dan evaluasi transaksi derivatif. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I mempunyai tugas melakukan perencanaan penerbitan. monitoring. Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. dan evaluasi infrastruktur Surat Utang Negara dan derivatif. penukaran. monitoring. . serta penyiapan. serta penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. melakukan pelaksanaan. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi derivatif. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II mempunyai tugas melakukan perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I. Pasal 1360 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. b.386 -    Pasal 1358 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri atas: a. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. dan c. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. monitoring.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1359 (1) Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. penyiapan dan pemutakhiran basis data dan potensi investor. melakukan pelaksanaan. analisis kebutuhan sistem transaksi terkait pengelolaan Surat Utang Negara dan derivatif.

penyiapan bahan dan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor Surat Utang Negara. b. serta pengembangan potensi investor Surat Utang Negara. dan f.387 -    Pasal 1361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1360. termasuk menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1363 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara termasuk dengan lembaga pemeringkat. Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor. penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan instrumen Surat Utang Negara baru. d. koordinasi dengan para pelaku pasar. penyiapan dan pemutakhiran data investor Surat Utang Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . penyiapan dan pengembangan potensi basis investor Surat Utang Negara. (2) Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. serta menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara yang dimuat dalam media massa. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. penyiapan bahan dalam rangka perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan. penyiapan dan pemutakhiran basis data. b. penyiapan bahan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. c. metode. dan materi dalam rangka pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik. penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. dan c. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional termasuk lembaga pemeringkat. Pasal 1362 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. e. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor.

analisis kinerja. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1366 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. pembuatan proyeksi. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. c. . pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. b. pembuatan proyeksi. dan c. analisis dan kajian yang terkait dengan pasar uang dan derivatif. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. dan e. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara.388 -    Pasal 1364 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta pembuatan proyeksi. dan potensi dan kajian yang terkait dengan pasar Surat Utang Negara. b. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. Pasal 1367 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan kajian yang terkait dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. Pasal 1365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1364.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. monitoring. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara dan derivatif. d. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. monitoring. monitoring.

Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. b. penyiapan dokumen hukum transaksi. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja.389 -    Pasal 1368 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. analisis beban kerja. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. penganggaran. d. e. dan g. f. evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur standar dalam transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Pasal 1371 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. dan c. prosedur operasi standar. b. serta penyiapan dokumen hukum.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. c. . Pasal 1370 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. pengkajian peraturan yang terkait. serta monitoring evaluasi kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. monitoring dan evaluasi kewajiban serta penelitian kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. serta evaluasi kinerja. Pasal 1369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1368.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. b. c.390 -    (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan syariah. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. penyiapan bahan pemetaan profil risiko dan monitoring risiko. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi kewajiban serta kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan e. Pasal 1372 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. keuangan dan rumah tangga. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. kepegawaian. Pasal 1375 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pembiayaan syariah. Pasal 1374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1373 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. standar.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .

. b. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja. f. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. dan f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. penatausahaan transaksi dan Aset Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan infrastruktur. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. e. dan i. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. Pasal 1378 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri atas: a. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan. Seksi Pelaksanaan Transaksi. d. g. pembelian kembali. Seksi Perencanaan Transaksi. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. c. c. menyusun rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. d. serta pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. e.391 -    c. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan penatausahaan transaksi. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. h. penyusunan rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rencana program transaksi termasuk penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1376 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kegiatan perencanaan. dan Seksi Penatausahaan Transaksi.

menyusun rekomendasi dan penyiapan BMN dan/atau obyek pembiayaan yang akan dijadikan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi. pembelian kembali. c. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1380 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan. pengembangan. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. dan rekomendasi instrumen pembiayaan syariah. yang meliputi kegiatan penerbitan. . (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan dan pengolahan data transaksi. Pasal 1381 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. b. melakukan penyiapan dan pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor. instansi atau lembaga dalam rangka pengembangan pasar dan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara serta melakukan penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. melakukan pemantauan penyelesaian transaksi Surat Berharga Syariah Negara. metode. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara.392 -    Pasal 1379 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program transaksi dan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. d. perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. serta melakukan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. serta pengoordinasian/penyiapan penerbitan fatwa dan opini syariah oleh lembaga yang berwenang. . Seksi Pengembangan Instrumen. penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. f. Seksi Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan analisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. metode. dan g. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. (3) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. dan c. Pasal 1383 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1382 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. pengoordinasian dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. menganalisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b.393 -    e. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja. melakukan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. (2) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. Pasal 1384 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara.

pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. c. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. Pasar Uang. serta melakukan penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Fiskal. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. d. . serta melakukan penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. dan Derivatif. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. serta melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1387 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. dan f. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1386 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. b. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. (3) Seksi Analisis Fiskal. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan proyeksi. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara.394 -    Pasal 1385 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. dan c. Pasar Uang. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. e. monitoring. monitoring. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan.

Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1390 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. pelaksanaan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar dalam kegiatan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. c. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. Pasal 1391 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat.395 -    Pasal 1388 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. dan f. Seksi Dokumen Hukum. . penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. Pasal 1389 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. b. b. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. dan penukaran (switching) instrumen pembiayaan syariah serta evaluasi kinerja konsultan hukum. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dan perjanjian dalam rangka penerbitan. pembelian kembali (buy-back). penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. melakukan penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. pembelian kembali. melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. serta melaksanakan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. e. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. dan c. pembelian kembali.

serta memberikan bantuan teknis Direktorat. serta evaluasi kinerja. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1393 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang strategi dan portofolio utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. b. kepegawaian. keuangan dan rumah tangga. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan portofolio utang. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1393. penyiapan perumusan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. Subbagian Tata Usaha. d. standar. d. Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang. e. prosedur operasi standar.396 -    (3) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. . dan e. penganggaran. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. dan kriteria di bidang strategi dan portofolio utang. Pasal 1392 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. Pasal 1395 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri atas: a. f. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. analisis beban kerja.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. c.

Pasal 1399 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman mempunyai tugas melakukan perumusan. c. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. b.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. analisis. d. evaluasi. . pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan dan review kebijakan pengelolaan utang. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit dan penurunan country risk. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. Pasal 1398 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri atas: a. dan rekomendasi strategi pengelolaan utang jangka menengah. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan pinjaman. dan c. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya penurunan country risk. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan Surat Berharga Negara jangka menengah. e. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan pinjaman jangka menengah.397 -    Pasal 1396 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan perumusan. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan batas maksimum pinjaman jangka menengah. b. perumusan. evaluasi.

Penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko melalui instrumen derivatif. . melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Penyusunan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan portofolio utang. evaluasi. biaya dan risiko dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. (3) Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan analisis rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. analisis dan rekomendasi strategi pembiayaan tahunan melalui utang. e. b. d. c. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit. termasuk struktur portofolio. evaluasi. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Negara. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan perencanaan pembiayaan utang. dan g. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui utang. penyusunan rekomendasi portofolio benchmark. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. melakukan evaluasi pelaksanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. Pasal 1401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1400. Penyusunan rekomendasi portofolio benchmark utang termasuk struktur portofolio. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara dan kapasitas penerbitan Surat Berharga Negara jangka menengah.398 -    (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan perumusan. evaluasi. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan. Pasal 1400 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. f. Perumusan. biaya dan risiko. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. Penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio utang.

evaluasi.399 -    Pasal 1402 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri atas: a. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio pinjaman.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko pinjaman melalui instrumen derivatif. melakukan penyiapan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Pembiayaan Syariah termasuk struktur portofolio. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Surat Berharga Negara. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan monitoring strategi pembiayaan tahunan melalui utang. Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah. b. . dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Pembiayaan Syariah. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark pinjaman termasuk struktur portofolio. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Pembiayaan Syariah melalui instrumen derivatif. biaya dan risiko. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Pembiayaan Syariah. biaya dan risiko. (3) Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Surat Berharga Negara melalui instrumen derivatif. dan c. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Pembiayaan Syariah. Pasal 1403 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Pembiayaan Syariah. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio pinjaman. evaluasi. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Surat Utang Negara. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Surat Berharga Negara. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Surat Utang Negara termasuk struktur portofolio. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait pinjaman. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui pinjaman. evaluasi. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Surat Berharga Negara. biaya dan risiko.

Pasal 1406 Subdirektorat Kewajiban Kontijensi terdiri atas: a. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan risiko kewajiban kontinjensi. dan f. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Kewajiban Kontijensi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1407 (1) Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. pengelolaan transaksi.400 -    Pasal 1404 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan kewajiban kontinjensi. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi. penyiapan. d. Pasal 1405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 1404. analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. serta melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. perjanjian/kontrak perikatan. Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi. perumusan. dan c. Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi. akuntansi. perjanjian/kontrak perikatan. b. penyelesaian pembayaran. dan/atau kebijakan. b. penyiapan dokumen anggaran. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. melakukan penyusunan rekomendasi kebijakan. e. Penyusunan rekomendasi kebijakan. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. Pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. dan/atau kebijakan. c. Pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. pengelolaan transaksi. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. Penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. . perjanjian/kontrak perikatan.

Seksi Analisis Mikro. dan g. melakukan analisis/telaah dampak hukum dan sosial atas kegiatan yang terkait dengan kewajiban kontijensi dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan rekomendasi peraturan. serta penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan evaluasi kinerja. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. perumusan. akuntansi. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. penyusunan. Pasal 1410 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang terdiri atas: a. penyiapan dokumen anggaran. komunikasi dan diseminasi dengan pihak terkait dalam rangka analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan identifikasi kebutuhan dan perencanaan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. Subdirektorat Riset Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Analisis Makro. melakukan analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. . dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. pengumpulan. pelaksanaan evaluasi hasil analisis dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. b. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. f. kebijakan dan perjanjian/kontrak kewajiban kontinjensi. (3) Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan penyiapan. Pasal 1409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1408. e. penyelesaian pembayaran. pelaksanaan koordinasi.401 -    (2) Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. dan pemeliharaan database yang mendukung analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pemantauan kewajiban kontinjensi. b. c. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. perjanjian/kontrak perikatan. pelaksanaan kegiatan analisis dan penyusunan laporan dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. d. melakukan penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. Pasal 1408 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. dan setelmen berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi. . dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. Pasal 1412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. serta evaluasi kinerja. (2) Seksi Analisis Mikro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. (4) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis makro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. Akuntansi. penyusunan dan. dan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan data utang dan kewajiban kontinjensi. dan Setelmen Pasal 1413 Direktorat Evaluasi.402 c. akuntansi. melakukan penyajian data yang mendukung riset dan penyusunan kebijakan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penganggaran. Akuntansi. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. kepegawaian. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis mikro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang. analisis beban kerja. prosedur operasi standar. (3) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan.    Pasal 1411 (1) Seksi Analisis Makro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. pemeliharaan data base. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. keuangan dan rumah tangga. dan Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. d.

c. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga.403 -    Pasal 1414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1413. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Evaluasi. akuntansi. penyiapan penyusunan norma. Pasal 1417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1416. Pasal 1415 Direktorat Evaluasi. d. Subbagian Tata Usaha. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. serta menyiapkan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Akuntansi. akuntansi. akuntansi. dan setelmen. hibah. c. Pasal 1416 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. hibah. dan setelmen. dan setelmen. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. prosedur. dan setelmen. akuntansi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi. Subdirektorat Setelmen Transaksi. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi. melaksanakan analisis kinerja perkembangan pinjaman. Akuntansi. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. b. dan Setelmen terdiri atas: a. dan kriteria di bidang evaluasi. e. dan e. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. hibah. b. hibah. dan f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

serta verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. serta evaluasi kinerja. dokumen penarikan. II. Pasal 1418 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri atas: a. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. . dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi.404 -    b. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. penatausahaan dokumen perjanjian. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. pemutakhiran data pinjaman dan hibah. prosedur operasi standar. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pinjaman. analisis perkembangan dan penyiapan bahan rekomendasi rencana tindak (action plan) terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. hibah. Seksi Monitoring dan Evaluasi I.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. penganggaran. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. analisis beban kerja. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. c. hibah. Pasal 1420 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. dan e. dan Surat Berharga Negara. b. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. dan dokumen pembayaran. hibah. penyiapan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. hibah. d. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Pasal 1419 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi I. c. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga.

pemutakhiran data. dokumen penarikan. dan d. dan instrumen pembiayaan syariah. realisasi pembayaran kewajiban. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . berkaitan dengan pinjaman dan hibah luar negeri sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. b. serta penatausahaan dokumen perjanjian. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. dokumen penarikan. c. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. hibah. dan Surat Berharga Negara. penatausahaan dokumen perjanjian. penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. dan Surat Berharga Negara sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri II. c. Seksi Administrasi Utang dan Hibah. b. realisasi pembayaran kewajiban. Pasal 1422 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi terdiri atas: a. (2) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. berkaitan dengan pinjaman. dan dokumen pembayaran pinjaman. Pasal 1423 (1) Seksi Administrasi Utang dan Hibah mempunyai tugas melakukan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I. Surat Utang Negara. realisasi penarikan. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. hibah.405 -    Pasal 1421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1420. kebenaran pencatatan/data entry. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. pemutakhiran data. . serta dokumen transaksi Surat Berharga Negara. d. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. hibah. dan e. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. hibah.

rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. pencatatan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. b. perhitungan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi instrumen pembiayaan syariah. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah. pemrosesan pembayaran. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan pelaporan transaksi. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. rekonsiliasi jumlah utang. perhitungan.406 -    (3) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. hibah. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). perhitungan. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah (SP4H). rekonsiliasi jumlah utang. . pembelian. realisasi penarikan. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman dan hibah dalam negeri serta penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran antara dokumen transaksi pembayaran/Surat Perintah Membayar (SPM) dan dokumen permintaan pembayaran yang berkaitan dengan Surat Berharga Negara sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. c.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Surat Utang Negara. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. peminjaman dan pembayaran. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). peminjaman dan pembayaran. rekonsiliasi jumlah utang. dan pelaporan transaksi. rekonsiliasi jumlah utang. pencatatan. pemrosesan pembayaran. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. penyiapan data penarikan dan pembayaran. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. Pasal 1424 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penyiapan data hasil penjualan. penyiapan data hasil penjualan. Pasal 1425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1424. pembelian. kebenaran pencatatan/data entry. perhitungan. pencatatan. dan pelaporan transaksi. dan pelaporan transaksi. pemrosesan pembayaran. pemrosesan pembayaran. pencatatan.

peminjaman. perhitungan. rekonsiliasi jumlah utang. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. Pasal 1427 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. Pasal 1428 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data pinjaman dan hibah. Surat Utang Negara. verifikasi data akuntansi. pencatatan. pencatatan basis data akuntansi. pencatatan. pembelian. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. c.407 -    Pasal 1426 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri atas: a. pencatatan. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pemrosesan pembayaran. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. dan pembayaran. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penyajian laporan. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. penyiapan data hasil penjualan. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perhitungan. dan pelaporan transaksi. penyiapan data penarikan dan pembayaran. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. pemrosesan pembayaran. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). rekonsiliasi jumlah utang. rekonsiliasi realisasi data terkait pinjaman. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). dan d. rekonsiliasi jumlah utang. peminjaman. pemrosesan pembayaran. diseminasi laporan. . dan pembayaran. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. pembelian. Surat Utang Negara. perhitungan. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. b. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. serta penyiapan data hasil penjualan.

(2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. b.408 -    Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. dan e. c. . penyiapan. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Seksi Konsolidasi Data. Pasal 1430 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. instrumen pembiayaan syariah serta hibah. pelaksanaan rekonsiliasi realisasi data pinjaman. d.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. c. dan mengembangkan data pinjaman dan hibah. Pasal 1431 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data pinjaman dan hibah. b. dan d. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. pelaksanaan konsolidasi data pinjaman dan hibah. Surat Utang Negara. dan publikasi laporan pinjaman. pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. menyusun data. penyiapan materi publikasi dan pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Surat Utang Negara. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi.

Pasal 1434 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1433 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. keuangan dan rumah tangga.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .409 -    Pasal 1432 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kepegawaian. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. d. c. pemantauan.410 BAB XII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1435 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1437 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. d. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. penyusunan laporan Keuangan. Inspektorat III. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Keuangan. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. . dan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Inspektorat IV. reviu. Inspektorat II . e. evaluasi. Pasal 1436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1435. c.

. penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. h. Bagian Perencanaan dan Keuangan. pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. perlengkapan. dan i. protokoler dan kerumahtanggaan. Pasal 1440 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Umum. Bagian Kepegawaian. d. Bagian Sistem Informasi Pengawasan.411 f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . d. Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. Inspektorat Bidang Investigasi. Pasal 1439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1438. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. c. c. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat VII. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1438 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia. Inspektorat VI. pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. serta penugasan pengawasan. e. pelaporan. g. Inspektorat V. dan f. dan f.

evaluasi sistem dan prosedur kerja. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . analisis beban kerja. (2) . Subbagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan kinerja organisasi. pelaporan. b. manajemen risiko. b. Pasal 1442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1441.412 Pasal 1441 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan d. analisis jabatan. Pasal 1443 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pengelolaan kinerja organisasi. dan d. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. analisis jabatan. manajemen risiko. analisis beban kerja. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. evaluasi sistem dan prosedur kerja. Subbagian Organisasi. Subbagian Ketatalaksanaan. c. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan evaluasi organisasi. Subbagian Pelaporan. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. c. Pasal 1444 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan evaluasi organisasi. penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan.

dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.413 (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 1445 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. Subbagian Akuntansi. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. dan d. b. program kerja pengawasan tahunan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. (4) . dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. b. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. rencana anggaran. Subbagian Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan d. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. c. Pasal 1446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1445. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 1447 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. c. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan.

. pengelolaan administrasi sanksi. pelaksanaan assessment center. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. b. dokumentasi. pemberhentian. perencanaan SDM. Pasal 1449 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan pegawai. program kerja pengawasan tahunan. dan pemensiunan pegawai. Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian. cuti. penyusunan formasi. Subbagian Pengembangan Pegawai. penempatan. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. pemindahan. pengelolaan basis data. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan kepangkatan. pengangkatan. Bagian Kepegawain menyelenggarakan fungsi: a. serta mutasi kepegawaian lainnya.414 Pasal 1448 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja. dan d. kesejahteraan. b. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. c. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. Subbagian Umum Kepegawaian. rencana anggaran. dan d. pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. dan evaluasi kinerja pegawai. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melakukan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. Pasal 1451 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. personal profiling. c. pelaksanaan urusan absensi. dan konseling pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1449. pemberian penghargaan.

kesejahteraan. assessment center. personal profiling. pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. penempatan. (4) Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. serta analisis dan penyajian informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1453. serta mutasi kepegawaian lainnya. pemindahan. dan pemensiunan pegawai. pengelolaan basis data. (2) Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan perencanaan SDM. pemberhentian. pengangkatan. cuti.415 Pasal 1452 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan. c. Pasal 1453 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. dan konseling pegawai. dan evaluasi kinerja pegawai. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan absensi. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. pelatihan aplikasi. administrasi sistem. pengelolaan basis data internal. pengelolaan kepangkatan. dan d. penyusunan formasi. . dokumentasi. pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan administrasi sanksi. b. pemberian penghargaan. perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. pemeliharaan aplikasi.

serta pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. Pasal 1457 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. serta analisis dan penyajian informasi. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. Pasal 1458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1457. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. pelatihan aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. kepustakaan. kehumasan. Pasal 1456 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. kearsipan. pengelolaan basis data internal. penggandaan.416 Pasal 1455 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan persuratan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan aplikasi. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. Subbagian Dukungan Pengguna. . perlengkapan. b. administrasi sistem. ekspedisi. serta penugasan pengawasan. c. komunikasi publik. dan d. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas melakukan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. protokoler dan kerumahtanggaan.

dan pemeliharaan inventaris kantor. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. dan pemeliharaan inventaris kantor. c. penyaluran. b. penyusunan rencana kebutuhan. penyiapan dokumen. pencatatan. . pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. Pasal 1459 Bagian Umum terdiri atas: a. pencatatan. pelaksanaan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. protokoler. dan d. kehumasan. c. penyimpanan. kearsipan. protokoler. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas melakukan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. ekspedisi. Subbagian Penugasan Pengawasan. pelaporan. kerumahtanggaan. pelaksanaan urusan dalam. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. (2) Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. akomodasi. penyimpanan. Subbagian Perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.417 b. pengangkutan. Pasal 1460 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. dan pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. kepustakaan. penyaluran. Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan. pelaporan. penggandaan. pelaksanaan. kerumahtanggaan. akomodasi. Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan d. pelaksanaan pengadaan. pelaksanaan pengadaan. pengangkutan. komunikasi publik. penyiapan dokumen.

dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat I. b.418 Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1461 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. evaluasi. reviu. penyusunan rencana strategis. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. g. k. d. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pemantauan. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat I. . j. asistensi. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. f. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pajak. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I serta audit untuk tujuan tertentu. i. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. konsultasi. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. c. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. kebijakan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. Pasal 1462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1461. h. e.

Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1465. penyusunan rencana strategis. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kebijakan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. m. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II serta audit untuk tujuan tertentu. c. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat II. Pasal 1463 Inspektorat I terdiri atas: a. . reviu. dan o. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat I. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. b.419 l. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 1464 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat I. n. evaluasi. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1465 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. dan b. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pemantauan.

pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat II. g. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. j.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Tata Usaha. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. h. n. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. asistensi. Pasal 1467 Inspektorat II terdiri atas: a. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. k. dan o.420 d. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. m. l. Pasal 1468 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat II. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. e. f. konsultasi. i. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. . penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat II.

pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. g. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat III. penyusunan rencana strategis.421 Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1469 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. i. h. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. d. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. j. kebijakan. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. b. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1469. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. e. evaluasi. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. reviu. f. asistensi. konsultasi. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pemantauan. c.

Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 1471 Inspektorat III terdiri atas: a. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1473 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat IV. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat III. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV serta audit untuk tujuan tertentu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .422 k. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. m. Subbagian Tata Usaha. . pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. n. dan o. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. Pasal 1472 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat III. b. penyusunan rencana strategis. kebijakan. l. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1473. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat III. pemantauan. evaluasi. reviu. dan b.

penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. i. m. h. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat IV. n. asistensi. e. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. k. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. f. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. konsultasi. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. g. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Pasal 1476 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat IV.423 c. Pasal 1475 Inspektorat IV terdiri atas: a. j. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat IV. dan o. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. . l. d.

b. evaluasi. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. . pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan dan pada unit yang menangani bidang anggaran dan perimbangan keuangan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan rencana strategis. reviu. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. i. j. e.424 Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1477 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pemantauan. d. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan peran konsultasi belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. Pasal 1478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1477. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. kebijakan. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. g. serta audit untuk tujuan tertentu. h.dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat V. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. f. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri.

konsultasi. Subbagian Tata Usaha. dan b. kebijakan. reviu. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. penyusunan rencana strategis. asistensi. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. evaluasi. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VI. dan p. o.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1479 Inspektorat V terdiri atas: a. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1481 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. Pasal 1480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat V. . Pasal 1482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1481. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. n. koordinasi pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan.425 k. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pemantauan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat V. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat V. l. m.

asistensi. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. h. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI serta audit untuk tujuan tertentu. n. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. m. Subbagian Tata Usaha. konsultasi. k. f. i. d. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. l. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VI. c. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VI. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. dan b. j. e. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. Pasal 1483 Inspektorat VI terdiri atas: a. . dan o. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.426 b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1485 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. k. i. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. j. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. h. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. c. e. penyusunan rencana strategis. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VII. penyusunan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal serta pemantauan dan evaluasi terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. b. kebijakan. pelaksanaan analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal.427 Pasal 1484 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VI. reviu. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII serta audit untuk tujuan tertentu. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. koordinasi penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan. g. d. pelaksanaan peran konsultasi dan asistensi Risk Management terhadap unsur Kementerian Keuangan. . koordinasi pelaksanaan kajian peraturan di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. koordinasi penyusunan rencana strategis dan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal.

pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Pasal 1488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VII. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VII. m. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. dan v. u. s. p. Pasal 1487 Inspektorat VII terdiri atas: a. r. dan b. asistensi. t. konsultasi. Subbagian Tata Usaha. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. . dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VII. q. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. n. o.428 l. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII.

pelaksanaan kegiatan intelijen dan surveillance. kebijakan. koordinasi pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan di lingkungan Kementerian Keuangan. koordinasi penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media. pemberian keterangan ahli di persidangan. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan koordinasi dengan instansi penegak hukum. h. g. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit investigasi. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. j. . dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi kegiatan investigasi. permintaan informasi. d. b. Pasal 1490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1489. f. pelaksanaan dan pengendalian audit investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Kementerian Keuangan. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat Bidang Investigasi. dan pelimpahan kasus kepada Instansi Penegak Hukum. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. c. penyusunan dan penyampaian laporan audit investigasi serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Bidang Investigasi.429 Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1489 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. dan n. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penanganan permintaan audit Investigasi. pemantauan. koordinasi pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan unsur Kementerian Keuangan. m. koordinasi pengawasan yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. i. k. l. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil audit investigasi. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap unsur Kementerian Keuangan.

Kelompok Jabatan Fungsional. . (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal.430 Pasal 1491 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri atas: a. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1493 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. dan b. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1494 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pasal 1492 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat Bidang Investigasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Tata Usaha.

e. . c. d. g. f. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. Pasal 1496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1495. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. persetujuan. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. j. i. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. pengaturan. norma. h. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan.431 BAB XIII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1495 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. perumusan standar. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. Kliring dan Penjaminan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. k. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. b. penegakan peraturan di bidang pasar modal. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Sekretariat Badan. Biro Riset dan Teknologi Informasi. b.432 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1497 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri atas: a. Biro Kepatuhan Internal. Biro Perasuransian. f. g. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. d. c. k. pelaksanaan penataan organisasi. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Dana Pensiun. Pasal 1499 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1498. j. e. i. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. h. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Biro Pengelolaan Investasi. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. b. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. . Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1498 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. l. dan m.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

laporan akuntabilitas kinerja. dan penyiapan bahan pelaksanaannya. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. e. . Bagian Perencanaan dan Organisasi. penataan organisasi. f. d. Pasal 1502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1501.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. analisis dan evaluasi jabatan. perencanaan anggaran Badan. h. pelaksanaan urusan keuangan Badan. g. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. dan Kelompok Jabatan Fungsional. perencanaan anggaran badan. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. Bagian Kepegawaian. b. Bagian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan prosedur dan metode kerja. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. penyiapan bahan penataan organisasi.433 c. i. e. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. d. Bagian Umum. c. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1500 Sekretariat Badan terdiri atas: a. c. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. f. d. Pasal 1501 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik.

d.434 - Pasal 1503 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Pasal 1505 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. dan Subbagian Tata Laksana. kepangkatan. Subbagian Perencanaan Anggaran. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Organisasi. dan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. c. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1504 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. statistik dan kesejahteraan pegawai. b. c. analisis jabatan. dokumentasi. . b. Pasal 1506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1505. pelaksanaan urusan pengangkatan. pemberhentian. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. d.

Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran.435 - Pasal 1507 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. kepangkatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. dan Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. d. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. pemberhentian. c. dan Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 1509 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. dokumentasi. d. Pasal 1508 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. c. dan penatausahaan penerimaan negara. Subbagian Mutasi Kepegawaian. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. b. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Pasal 1511 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Perbendaharaan. c. b. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. Pasal 1510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1509. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran.

penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga b. d. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. asuransi. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perusahaan pembiayaan. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. c. dana pensiun. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. e. g. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. Pasal 1514 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1513.436 - Pasal 1512 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. Pasal 1513 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. dan modal ventura. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. f. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional.

437 keuangan dengan negara lain dan badan internasional. j. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. Subbagian Hubungan Masyarakat. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan- . pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. i. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. bahan pertukaran informasi. rancangan perjanjian. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. dan kegiatan lainnya yang sejenis. seminar. pelaksanaan kerjasama internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1515 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. d. Subbagian Kerjasama Multilateral. h. Subbagian Kerjasama Bilateral. dan Subbagian Pengaduan Pasar Modal. bahan pertukaran informasi. metode dan materi penyuluhan. pelaksanaan kerjasama internasional. pemantauan. dan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. Pasal 1516 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. c. b. rancangan perjanjian. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. penyiapan dan pengembangan teknik.

dan penggandaan. d. inventarisasi. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Pasal 1517 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. komputerisasi persuratan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. kearsipan. pencatatan acara.438 bahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. dan Subbagian Perlengkapan. d. mengkoordinir penyusunan pidato. dan akomodasi Ketua Badan. pengangkutan pegawai. penyiapan dokumen. Subbagian Tata Persuratan. . protokol. pelaksanaan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. Pasal 1518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1507. Pasal 1520 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. rumah tangga. keprotokolan. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. ekspedisi. dan pelaksanaan urusan perlengkapan. pendistribusian. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. penyimpanan. perjalanan dinas dan gaji. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. Pasal 1519 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga. c. pelaksanaan urusan tata persuratan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan. b. b. perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. dan tata usaha Ketua Badan. pemeliharaan dan penyiapan penghapusan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

h. pemberian pertimbangan. pemberian pertimbangan. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. saran.439 - Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1521 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. c. Pasal 1522 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1521. j. i. dan f. e. g. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. . pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum. pemberian bantuan hukum. melakukan litigasi. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). penanganan keberatan. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penetapan sanksi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . k. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. b. d. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya.

penyusunan. Wakil Manajer Investasi. Pasal 1524 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1524. d. e. c. Wakil Manajer Investasi. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. b.440 l. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. c. Penasihat Investasi. dan pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. Penasihat Investasi. dan lembaga pemeringkat Efek. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha biro. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pasal 1526 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. b. . b. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Pasal 1523 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. d. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Manajer Investasi. dan Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Manajer Investasi. pelaksanaan tata usaha biro. dan Subbagian Tata Usaha Biro. e. c. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi.

Lembaga Kliring dan Penjaminan. Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan pelaporan biro. kepegawaian. dan lembaga pemeringkat Efek. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Penasihat Investasi. kearsipan. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Penasihat Investasi. Pasal 1528 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan.441 Pasal 1527 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Kustodian. Wakil Manajer Investasi. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. dan Hukum . Biro Administrasi Efek. Wakil Manajer Investasi. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Agen Penjual Efek Reksa Dana. pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pasal 1529 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1528. rumah tangga. dan lembaga pemeringkat Efek. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. c. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Lembaga Penilaian Harga Efek. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Manajer Investasi. b. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Manajer Investasi. Bagian Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.

dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Biro Administrasi Efek. b. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pasal 1530 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Biro Administrasi Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Kustodian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.442 d. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. . c. Pasal 1531 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Wakil Perantara Pedagang Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Kustodian. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. dan Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wakil Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Perantara Pedagang Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Kustodian. Wakil Penjamin Emisi Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Wakil Penjamin Emisi Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal.

penyusunan. Notaris. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Penilai. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. c. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Konsultan Hukum. yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a.443 Pasal 1532 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Akuntan. Perusahaan Publik. Pasal 1533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1532. Pasal 1534 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri atas: a. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. b. Perusahaan Publik. Perusahaan Publik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Penilai. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. dan . pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Akuntan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. Wali Amanat. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. Pasal 1535 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. b. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . yang berkaitan Perasuransian. dan Subbagian Peraturan Dana Pensiun. dan dana pensiun. Akuntan. yang berkaitan dengan perasuransian. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Emiten. Penilai. dan dana pensiun. Pembiayaan dan Penjaminan. Subbagian Peraturan Perasuransian. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Konsultan Hukum. Perusahaan Publik. pembiayaan dan penjaminan.444 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Pasal 1536 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Notaris. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik. pengkajian peraturan pasar modal internasional. (3) b. . dan Dana Pensiun. pembiayaan dan penjaminan. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. b. Pasal 1538 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri atas: a. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Wali Amanat. c. Pasal 1537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1536. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

penyusunan. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pendapat hukum. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. . bantuan hukum. yang berkaitan dengan perasuransian. pengkajian peraturan perasuransian internasional. Pasal 1540 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. pemberian saran. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian.445 Pasal 1539 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional. yang berkaitan dengan perasuransian. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan.

c. h. dan Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. c. di b.446 - Pasal 1541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1540. i. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. b. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. . penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. e. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. Pasal 1542 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal terdiri atas: a. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Notaris Pasar Modal. ahli. j. d. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. k. g.

penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. memproses pendaftaran. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pasal 1545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1544. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi.447 Pasal 1543 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. ahli. memproses pendaftaran. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1544 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Biro Riset dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. .

analisis. Pasal 1546 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. d. pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. f. c. dan pelaksanaan tata usaha biro. Pasal 1548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1547. Pasal 1547 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. analisis. penyiapan bahan pengumpulan. g. dana pensiun. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Riset Ekonomi. analisis. c. analisis. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Bagian Riset Pasar Modal. dan penyajian data dan statistik pasar modal. penyusunan. pengumpulan. dan lembaga keuangan lain. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan lembaga keuangan lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. dan penyajian data ekonomi makro. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. c. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. dan penyajian data dan statistik asuransi. analisis. dana pensiun. dan penyiapan bahan pengumpulan. d.448 b. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. . e. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. pengelolaan. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. f. Bagian Riset Asuransi. e. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi.

c. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a.449 Pasal 1549 Bagian Riset Ekonomi terdiri atas: a. analisis. c. penyiapan bahan pengumpulan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. analisis. analisis. . b. b. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Pasal 1553 Bagian Riset Pasar Modal terdiri atas: a. penyiapan bahan pengumpulan. analisis. dan Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. c. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Statistik Pasar Modal. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1550 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1551 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. b. dan penyajian data dan statistik pasar modal. Pasal 1552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1551. analisis. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal.

dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Subbagian Statistik Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. penyiapan bahan pengumpulan. b. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal. penyiapan bahan pengumpulan. Bagian Riset Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. b. Pasal 1557 Bagian Riset Asuransi.450 Pasal 1554 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. analisis. dan pelaporan biro. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. dan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. dan Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. rumah tangga. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. Dana Pensiun. analisis. dan lembaga keuangan lain. Pasal 1555 Bagian Riset Asuransi. . kearsipan. kepegawaian. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. dan penyajian data dan statistik Asuransi. c. analisis. dana pensiun. c. analisis. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri atas: a. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Pasal 1556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1555.

Pasal 1560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1559. . Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Dana Pensiun. analisis. b. Usaha Jasa Pembiayaan. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Usaha Jasa Pembiayaan. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. pengelolaan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. dan Subbagian Dukungan Teknis. Dana Pensiun. dan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. penyiapan bahan penyusunan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. c. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Dana Pensiun. Usaha Jasa Pembiayaan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. Pasal 1561 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. c. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyajian data dan statistik Asuransi. analisis.451 Pasal 1558 (1) Subbagian Statistik Asuransi. Pasal 1559 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. b.

penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dan c. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. Pasal 1566 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. b. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Pasal 1564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1563.452 Pasal 1562 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. pengelolaan. Pasal 1565 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. b. dan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. c. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. Pasal 1563 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal.

Pasal 1568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1567. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. pelaksanaan tata usaha biro. f. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. . e. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. c. dan h. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. Pasal 1570 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Pengelolaan Investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1569 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri atas: a. pengawasan. d. d. e. c. Keterbukaan Emiten. pembinaan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. b. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. g. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.453 Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1567 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek.

pengolahan. d. e. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. . (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kepegawaian. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I.454 Pasal 1571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1570. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. kearsipan. rumah tangga. Pasal 1573 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. Pasal 1574 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. dan pelaporan biro. II. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. pengumpulan. b. c. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1572 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. d.

dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek.455 Pasal 1575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1574. Pasal 1576 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. . b. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. d. pengumpulan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. Perusahaan Efek. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1577 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. pengolahan. c. Pasal 1578 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. II. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. b.

II.456 Pasal 1579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1578. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Pasal 1581 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pengolahan. d. b. c. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1582 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1580 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri atas: a. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. . pengumpulan.

pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pasal 1585 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. pengumpulan. pemrosesan izin usaha. Wakil Manajer Investasi. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1584 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri atas: a. Manajer Investasi. c. dan Penasihat Investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. . Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. b. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. pengolahan.457 Pasal 1583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1582. Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1586 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. b. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. II. d. c.

b. e. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. Penasihat Investasi. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. e. izin perseorangan. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. Pasal 1589 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. f. f. Pasal 1589. Pasal 1590 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian d. Pasal 1588 Biro Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. hukum. g. c. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. pemrosesan permohonan izin usaha. dan Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. penelaahan aspek keterbukaan. dan Penasihat Investasi. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. d. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. . Bagian Pengembangan Produk Investasi.458 Pasal 1587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1586. dan pelaksanaan tata usaha biro. Penasihat Investasi.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 459 Pasal 1591 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi; Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1592 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Pasal 1593 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1594 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Pasal 1593, Bagian

pengumpulan, analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; dan analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 460 Pasal 1595 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana; dan b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Pasal 1596 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1597 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi, Penasihat Investasi, izin Perseorangan, izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1598 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1597, Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi;

b. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi; c.

d. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; e. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 461 f. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

g. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; dan h. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1599 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Wakil Manajer Investasi; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1600 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi, dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana, menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1601 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha, penelaahan aspek keterbukaan, hukum, akuntansi, pernyataan pendaftaran, dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Pasal 1602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1601, Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek, aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi, laporan keuangan dan akuntansi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 462 b. c. d. e. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis, pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi; penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan; penelaahan aspek keterbukaan, hukum, dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset; penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset; dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset. Pasal 1603 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Penelaahan Hukum; Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset; dan Subbagian Penelaahan Akuntansi. Pasal 1604 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran, laporan, dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana, dan Efek Beragun Aset. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, Penelaahan laporan, dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Pasal 1605 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Reksa Dana, Efek Beragun Aset, menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi.

f. g. h.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 463 Pasal 1606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1605, Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian; pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi; peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan

pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Pasal 1607

Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Kepatuhan Reksa Dana; dan Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1608 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi, melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi dan Kustodian, memantau kepatuhan penyampaian laporan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 464 Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1609 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan, pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, Kustodian, Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Penjamin Emisi Efek, dan pengawasan transaksi Efek, serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. Pasal 1610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1609, Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, dan Penjamin Emisi Efek; pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pemeriksaan atas Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara; dan pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1611 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Lembaga Efek; Bagian Kepatuhan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Perdagangan; Bagian Wakil Perusahaan Efek; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c. d.

e. f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 465 Pasal 1612 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek, Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan, pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1612, Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Bagian

penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek; dan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. Pasal 1614

Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek; Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1615 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek, dan penelaahan kode etik lembaga Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek, menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek, Wakil Perusahaan Efek, dan Perantara Pedagang Efek, melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan, menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan, serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 466 Pasal 1616 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1616, Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, dan Biro Administrasi Efek; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian; penelaahan laporan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1618 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I; Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1619 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian.

b. c. d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 467 Pasal 1620 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan, mempersiapkan jadwal pemeriksaan, melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyimpanan, Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1620, Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1622 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I; Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1623 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. indikasi adanya

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 468 (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1624 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. Pasal 1625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1624, Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain; dan penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek, Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain. Pasal 1626 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa; Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil; dan Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. Pasal 1627 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 469 (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan, penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, pengawasan perkembangan, dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara, Efek Lain dan Derivatif, serta pengawasan perdagangan di luar bursa. Pasal 1628 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1628, Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1630 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek; Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1631 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan peraturan dan laporan, penyusunan program pemeriksaan, serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 470 (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penyusunan program pemeriksaan, dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan biro.

Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1632 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. Pasal 1633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1632, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.

Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. . dan investasi. dan investasi. dan investasi. d. c. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. sekuritas. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. asuransi. sekuritas. b. asuransi. sekuritas. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. c. Pasal 1637 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. pembiayaan. dan investasi. pembiayaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .471 Pasal 1634 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri atas: a. asuransi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pasal 1635 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. sekuritas. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. sekuritas. e. c. pembiayaan. f. d. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. dan investasi. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pembiayaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. b. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. Pasal 1636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1635. asuransi. asuransi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. pembiayaan. b.

konstruksi. Pernyataan Penawaran Tender. asuransi. dan Investasi. . media massa. teknologi informasi. Pernyataan Penawaran Tender. teknologi informasi. Pernyataan Penawaran Tender. telekomunikasi. real estat. pembiayaan. telekomunikasi. perhubungan. perhotelan. Pernyataan Penggabungan Usaha. real estat. pariwisata. properti. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pembiayaan. pembiayaan. perhotelan. telekomunikasi. media massa. real estat. dan Investasi. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pasal 1639 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. teknologi informasi. perhubungan. pariwisata. properti. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. properti. d. dan Investasi. pariwisata. konstruksi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . media massa. asuransi. pariwisata. sekuritas. Pernyataan Penawaran Tender. dan jasa lainnya.472 Pasal 1638 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. perhotelan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. dan jasa lainnya. perhubungan. media massa. b. dan jasa lainnya. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. perhotelan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. telekomunikasi. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. teknologi informasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pariwisata. properti. konstruksi. konstruksi. asuransi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. properti. perhotelan. perhubungan. konstruksi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. real estat. real estat. dan jasa lainnya. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pasal 1640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1639. perhubungan. Pernyataan Penggabungan Usaha. sekuritas. telekomunikasi. c. media massa. Pernyataan Penggabungan Usaha. teknologi informasi. dan jasa lainnya. sekuritas.

Pasal 1644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1643. media massa. Pernyataan Penawaran Tender. konstruksi. perhotelan. dan jasa lainnya. . pariwisata. c. pembiayaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. sekuritas. telekomunikasi. asuransi. media massa. teknologi informasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. teknologi informasi. asuransi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . telekomunikasi. real estat. perhotelan. penelaahan laporan. sekuritas. pembiayaan. konstruksi. pariwisata. Pernyataan Penawaran Tender. properti. konstruksi. b.473 Pasal 1641 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri atas: a. real estat. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan jasa lainnya. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. Pasal 1643 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pariwisata. real estat. telekomunikasi. Pasal 1642 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. perhubungan. dan investasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. perhubungan. perhubungan. media massa. dan jasa lainnya. Pernyataan Penggabungan Usaha. properti. dan investasi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perhotelan. properti. teknologi informasi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran.

penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. dan investasi. Pasal 1646 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. asuransi. pembiayaan. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan investasi. asuransi. pembiayaan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1645 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. . c. d. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. sekuritas. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan investasi. sekuritas. sekuritas. c. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembiayaan. b. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi.474 b. asuransi. penelaahan laporan. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan.

perhubungan. d.475 Pasal 1647 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pariwisata. telekomunikasi. pariwisata. Pasal 1650 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. media massa. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. media massa. dan teknologi informasi. dan teknologi informasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan teknologi informasi. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. Pasal 1649 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. . c. telekomunikasi. penelaahan laporan. dan teknologi informasi. media massa. b. c. pariwisata. perhubungan. pariwisata. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . media massa. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. telekomunikasi. perhubungan. Pasal 1648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1647. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan. telekomunikasi. telekomunikasi. penelaahan laporan. b. media massa. perhubungan. dan teknologi informasi.

perhotelan. Pasal 1651 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhotelan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. real estat. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. perhotelan. real estat. d. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat. penelaahan laporan. penelaahan laporan. perhotelan. perhotelan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti.476 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. penelaahan laporan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. konstruksi. real estat. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. . real estat. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro. konstruksi. c. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. e. dan Perusahaan Jasa Lainnya. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 1652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1651. b. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. konstruksi.

(2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. penelaahan laporan. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. . Pasal 1654 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1655 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan biro. b. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan Subbagian Tata Usaha Biro. kepegawaian.477 Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri atas: a. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. Pasal 1656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1655. kearsipan.

industri dasar. aneka industri lainnya. barang konsumsi. c.478 b. alas kaki. e. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. g. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. industri dasar. alas kaki. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Logam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . barang konsumsi. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pasal 1659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1658. industri logam. alas kaki. dan indutri kimia. e. d. b. industri logam. dan industri kimia. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. barang konsumsi. h. garmen. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. industri dasar. . dan Kimia. Pernyataan Penawaran Tender. dan industri kimia. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. d. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. f. f. dan pelaksanaan tata usaha biro. Pasal 1658 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. industri logam. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. aneka industri lainnya. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Pasal 1657 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri atas: a. aneka industri lainnya. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan.

Pernyataan Penawaran Tender. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Pasal 1661 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. garmen. dan industri kimia. Pasal 1660 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri atas: a. industri dasar. barang konsumsi. Pernyataan Penawaran Tender. . industri dasar. alas kaki. aneka industri lainnya. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. garmen. c. Pernyataan Penggabungan Usaha. barang konsumsi. barang konsumsi. industri logam. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. dan agrobisnis. industri logam. Pernyataan Penawaran Tender. dan industri kimia. industri logam. aneka industri lainnya. dan industri kimia. industri dasar. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. aneka industri lainnya. industri logam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penggabungan Usaha. alas kaki. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. garmen. dan industri kimia. barang konsumsi. barang konsumsi. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan industri kimia. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. industri logam. d. aneka industri lainnya. industri dasar.479 c. alas kaki. aneka industri lainnya. Pasal 1662 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. industri dasar. Pernyataan Penggabungan Usaha. alas kaki. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki.

Pasal 1665 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pernyataan Penggabungan Usaha.480 Pasal 1663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1662. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. dan agrobisnis. dan agrobisnis. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan. dan agrobisnis. b. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. kehutanan. c. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. kehutanan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penawaran Tender. kehutanan. kehutanan. b. Pasal 1664 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri atas: a. dan agrobisnis. dan agrobisnis. . Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. d. dan agrobisnis. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1669 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. b. alas kaki. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. . garmen. garmen. barang konsumsi. c. barang konsumsi. garmen. Pasal 1667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1666. alas kaki. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Garmen. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. c. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil.481 Pasal 1666 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. barang konsumsi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. b. barang konsumsi. barang konsumsi. garmen. dan aneka industri lainnya. dan aneka industri lainnya. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. alas kaki. dan alas kaki. alas kaki. dan aneka industri lainnya. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan aneka industri lainnya. garmen. penelaahan laporan. Pasal 1668 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri atas: a. Garmen. d. penelaahan laporan. dan aneka industri lainnya. dan Alas Kaki. garmen.

(3) b. logam. c. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan.482 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. dan kimia. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. dan kimia. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. logam. dan kimia. dan kimia. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. . penelaahan laporan. penelaahan laporan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. logam. dan kimia. Pasal 1671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1670. Pasal 1670 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. logam.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. b. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. dan Kimia terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam.483 Pasal 1672 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. penelaahan laporan. . Pasal 1673 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Logam. c. penelaahan laporan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. Pasal 1674 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia.

pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. kehutanan dan agrobisnis. Pasal 1676 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri atas: a. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. penelaahan laporan. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1677 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. kepegawaian. rumah tangga. b. . c. d. b. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. Subbagian Tata Usaha Biro. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. kehutanan dan agrobisnis. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kearsipan.484 Pasal 1675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1674. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan c. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penelaahan laporan. dan pelaporan biro. Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis.

standar pemeriksaan akuntansi. standar tata kelola perusahaan. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. c. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. e. d. c. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. Pasal 1679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1678. b. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. pengumpulan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. . g. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. f. h.485 Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1678 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. pembinaan. b. Bagian Akuntan. analisis. Pemeringkat Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar penilaian di bidang pasar modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. i. dan pelaksanaan tata usaha biro. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. d. Pemeringkat Efek. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. e. Penilai. pembinaan. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. j. dan Wali Amanat di pasar modal. Pasal 1680 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri atas: a.

penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. Subbagian Standar Akuntansi II. Subbagian Standar Akuntansi I. . penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. d. b. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. Pasal 1684 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. standar pemeriksaan khusus. dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. c. e. c. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. Pasal 1682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1681. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. dan Subbagian Standar Pemeriksaan. f. b. Pasal 1683 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri atas: a.486 Pasal 1681 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah.

Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. Pasal 1685 Bagian Akuntan. d. g. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. f. c. Penilai. Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. pembinaan. (3) .487 (2) Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. Penilai. b. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. dan penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. penyusunan program pengembangan Akuntan. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. Pasal 1686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1685. Penilai. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. Pengelolaan Investasi. pengawasan dan inspeksi Akuntan. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. e. Penilai. Bagian Akuntan. h. pengawasan dan inspeksi Akuntan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perumusan pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Asosiasi Pemeringkat Efek. Pemeringkat Efek. Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Penilai.

pelaporan. pengawasan. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. Subbagian Penilai Pasar Modal. pengawasan. dan Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. c. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembinaan. pengawasan dan inspeksi Penilai. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. pengawasan pengendalian mutu Penilai. penyiapan bahan perumusan pembinaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Pasal 1688 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. pengawasan. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. Subbagian Akuntan Pasar Modal. (2) (3) . pembinaan. dan inspeksi Akuntan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. pengumpulan. pelaporan. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal.488 Pasal 1687 Bagian Akuntan. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan tata usaha biro. pengawasan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. analisis. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. dan inspeksi Pemeringkat Efek. Penilai. dan lembaga lain yang terkait. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Pasal 1689 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. pelaporan. dan Wali Amanat. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. pengawasan dan inspeksi Penilai. b.

dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. pengumpulan. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1691 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. c. d. b. d. dan pelaksanaan tata usaha biro. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Bagian penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. c. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik.489 Pasal 1690 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Tata Usaha Biro. pengumpulan. Pasal 1692 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. e. analisis. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. b. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. 1689. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. f.

melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Pasal 1693 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. d. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik.490 (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. e. pengkajian. b. penelaahan. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. c. analisis. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. dan pelaporan biro. b. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. pengumpulan. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. kepegawaian. pengumpulan. melakukan pengumpulan. pengumpulan. rumah tangga. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. analisis. penyiapan. Pasal 1694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1693. pengkajian. dan c. Pasal 1695 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. dan f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. kearsipan. melakukan pengumpulan. analisis. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. . analisis. Bagian a.

analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. Pasal 1698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1697. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. dan melakukan pengumpulan. jasa. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. penelaahan. penelaahan data kelembagaan. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. analisis. evaluasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian.491 Pasal 1696 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. . mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan pengumpulan. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1697 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. melakukan pengumpulan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. b. standardisasi. melakukan pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan.

492 c. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. d. d. Pasal 1699 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri atas: a. b. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. e. Bagian Lembaga Penjaminan. dan Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Lembaga Pembiayaan. c. b. pelaksanaan dan penjaminan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. penelahan jasa lembaga pembiayaan. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. . Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1702 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. c. Pasal 1701 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1700. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. dan analisis laporan keuangan. b. penyajian informasi perkembangan usaha. Pasal 1700 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

(2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1704 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Pasal 1705 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1704. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. c. c. dan pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .493 Pasal 1703 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1706 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. dan Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. d. . (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. rencana jangka pendek dan jangka panjang. Pasal 1708 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. Pasal 1710 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri atas: a.494 Pasal 1707 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. . dan Subbagian Tata Usaha Biro. rencana jangka pendek dan jangka panjang. c. analisis laporan keuangan. penyajian informasi perkembangan usaha. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. rencana jangka pendek dan jangka panjang. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. b. c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1709 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1708.

dan c. Pasal 1715 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. . Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan.495 Pasal 1711 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. c. kearsipan. dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. d. penelaahan kegiatan operasional. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. rumah tangga. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. Pasal 1712 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. kepegawaian dan pelaporan biro. b. b. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. Pasal 1713 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1712. penelaahan kepatuhan. analisis laporan keuangan. Pasal 1714 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. penyajian informasi perkembangan usaha. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan data investasi lembaga pembiayaan khusus.

i. Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan kegiatan operasional. Pasal 1717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1716. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi. pembentukan. g. d. Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1716 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis. c. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian. termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. f. h. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku.496 (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. perubahan. penelaahan kegiatan operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan usaha pembiayaan usaha mikro. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dan pelaksanaan tata usaha biro. dan penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala. penelaahan kepatuhan. penelaahan kepatuhan. e. evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian. pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku. kecil dan menengah. . b.

c. dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. II. bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1719. perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian. b. dan pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. dan pembubaran perusahaan perasuransian. pembubaran perusahaan perasuransian. e.497 Pasal 1718 Biro Perasuransian terdiri atas: a. c. d. registrasi tenaga ahli. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian. Bagian Perasuransian Syariah. melakukan perencanaan penyuluhan. c. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. Pasal 1722 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian. data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan. dan Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Analisis Keuangan Perasuransian. Pasal 1721 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri atas: a. Pasal 1719 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis. pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. f. penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. Subbagian Kelembagaan Perasuransian II. dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. Bagian Pemeriksaan Perasuransian. kepengurusan. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. b. Bagian Kelembagaan Perasuransian. .

Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan. Pasal 1724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1723. pengumpulan data dan analisis program asuransi. dan Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. b. dan evaluasi sistem perasuransian. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. mengembangkan sistem. II.498 Pasal 1723 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan. b. pelaporan. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1727. Pasal 1726 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan Pasal 1725 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri atas: a. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. b. Pasal 1727 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi. c. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan sistem analisis laporan . pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha.

pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. c. dan Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. II. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II. Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. c. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1733 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri atas: a. Pasal 1731 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. b.499 Pasal 1729 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri atas: a. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung. . Pasal 1732 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1731. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi. Pasal 1730 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. b. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. dan Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III. b. c. d. dan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian.

evaluasi sistem laporan perasuransian syariah. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. c. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Subbagian Perasuransian Syariah I. dan mengembangkan sistem. Pasal 1736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. b. program asuransi syariah. Bagian pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. Pasal 1735 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan. dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. penyelenggaraan usaha. II. dalam Pasal 1735. dan Subbagian Tata Usaha Biro. evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. c. e. f. pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah. d. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. b. rencana jangka pendek. . mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah. rencana jangka panjang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis laporan Pasal 1737 Bagian Perasuransian Syariah terdiri atas: a.500 Pasal 1734 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. Subbagian Perasuransian Syariah II.

Pasal 1740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1739. b. kepegawaian. dan f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. standardisasi. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. kearsipan. melaksanakan analisis. pelaksanaan tata usaha biro. dan pelaporan biro. bimbingan teknis. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun. melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah. Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1739 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.501 Pasal 1738 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. e. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan. perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun. c. dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. rumah tangga. . d.

Pasal 1743 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1742.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. f. b. c. c. pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil. . b. Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun. Pasal 1745 (1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun. Pasal 1742 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. b. c. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun. Pasal 1744 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri atas: a.502 Pasal 1741 Biro Dana Pensiun terdiri atas: a. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. d. penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun. Bagian Analisis. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun. rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan. dan Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. struktur organisasi. e. dan pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun.

d. . melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum. laporan teknis dan laporan berkala lain. dan pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu. dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan. Pasal 1746 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun. b. laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas.503 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. c. laporan portofolio investasi. dan laporan lain. Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun. laporan aktuaris. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. c. laporan aktuaris. dan Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. perubahan atau pembubaran dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan dan analisis laporan keuangan. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun. b. perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia. laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun. laporan portofolio investasi. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Pasal 1747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1746. laporan perubahan penerima titipan. Pasal 1748 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri atas: a. Pasal 1749 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan.

Pasal 1750 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan laporan informasi lainnya. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun.504 (2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. b. e. d. Pasal 1751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1750. dan Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti. . dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. laporan perubahan penerima titipan. serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1752 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri atas: a. Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. c. c. b.

d. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. penyusunan laporan industri dana pensiun. pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. b. b. dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. c. Pasal 1756 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri atas: a. pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun. e. Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun. c. . penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. dan Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun. penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun.505 Pasal 1753 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi. Pasal 1755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1754. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun. Pasal 1754 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun.

c. Pasal 1760 Bagian Analisis. Subbagian Analisis dan Pelaporan. Pasal 1758 Bagian Analisis. dan laporan berkala rutin. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun.506 Pasal 1757 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. . b. laporan portofolio investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Pasal 1759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1758. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Bagian Analisis. Subbagian Tata Usaha Biro. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana. b. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha biro. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. dan d.

kearsipan. dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1762 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. pemeriksaan dan penyidikan. dan sumber daya aparatur. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. kepegawain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. dan pelaporan biro. serta standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1762.507 Pasal 1761 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat. . pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. pengelolaan investasi. rumah tangga. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. c.

serta standar akuntansi dan keterbukaan. Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. dan c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan III. dana pensiun. Subbagian Kepatuhan IC. dan c. c. Subbagian Kepatuhan IA. pelaksanaan urusan tata usaha biro. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan d. Bagian Kepatuhan I. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IB. Bagian Kepatuhan IV. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. b. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. Pasal 1766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1765. Pasal 1767 Bagian Kepatuhan I terdiri atas: a. b. Bagian Kepatuhan II. pemeriksaan dan penyidikan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. . Pasal 1765 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Pasal 1764 Biro Kepatuhan Internal terdiri atas: a. b.508 d. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Subbagian Kepatuhan IIC. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIB. dan c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1771 Bagian Kepatuhan II terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. b.509 Pasal 1768 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. Pasal 1770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1769. Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. dan c. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. Pasal 1769 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIA.

Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. b. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIC. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa.510 Pasal 1772 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1773 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. dan sumber daya aparatur. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . Subbagian Kepatuhan IIIA. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. dan c. Pasal 1775 Bagian Kepatuhan III terdiri atas: a. Subbagian Kepatuhan IIIB. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pengelolaan investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773.

511 Pasal 1776 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan d. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. c. . Pasal 1778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1777. pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan d. Subbagian Kepatuhan IVC. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. c. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. Pasal 1777 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Tata Usaha Biro. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. b. Pasal 1779 Bagian Kepatuhan IV terdiri atas: a. dana pensiun. Subbagian Kepatuhan IVB.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IVA.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. rumah tangga. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1782 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1781 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . dan pelaporan biro. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.512 Pasal 1780 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. kearsipan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. kepegawaian.

evaluasi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1785 Badan Kebijakan Fiskal terdiri atas: a. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g.513 BAB XIV BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1783 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. . Sekretariat Badan. b. pemantauan. f. rencana dan program analisis di bidang kebijakan fiskal. b. Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. d. penyusunan kebijakan teknis. dan Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral. e. c. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. Pasal 1784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1783. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis dan pemberian rekomendasi di bidang kebijakan fiskal. dan d. dan pelaporan pelaksanaan analisis di bidang kebijakan fiskal. c. pelaksanaan administrasi Badan Kebijakan Fiskal.

g. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. Pasal 1787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1786. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. rencana kerja dan anggaran. gaji. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. tatalaksana. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. h. Pasal 1789 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. dan koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. pengembangan pegawai. koordinasi penyusunan rencana strategik. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a.514 Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1786 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Data dan Informasi. kearsipan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta diseminasi elektronik. kepegawaian. . d. penyajian data dan informasi. c. c. dan kehumasan Badan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. d. kepegawaian. e. f. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. Pasal 1788 Sekretariat Badan terdiri atas: a. dan administrasi jabatan fungsional. e. Bagian Umum.

Subbagian Mutasi Kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis dan evaluasi jabatan. dan pemensiunan pegawai. . b. penyusunan prosedur dan metode kerja. pengukuran beban kerja. Pasal 1791 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. c. d. pemberhentian. c. laporan kegiatan. pemberhentian. (3) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. pemindahan. dan hukuman disiplin pegawai. pengembangan kinerja. penggajian. Subbagian Pengembangan Pegawai. d. penempatan. penyusunan prosedur dan metode kerja. b. pengembangan kinerja. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. Pasal 1792 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. analisis dan evaluasi jabatan. dan Subbagian Umum Kepegawaian. kepangkatan. dan penyiapan bahan penyusunan formasi. penggajian. pelaksanaan urusan pengangkatan. pemindahan. kepangkatan. dokumentasi dan statistik pegawai. pengukuran beban kerja. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penghargaan. dan hukuman disiplin pegawai. Subbagian Organisasi. dokumentasi dan statistik pegawai. cuti. penempatan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. serta pengurusan tata usaha. dan pemensiunan pegawai. cuti.515 Pasal 1790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1789. serta pengurusan tata usaha. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. penghargaan. penyiapan bahan penataan organisasi.

. belanja negara. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. c. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. penyusunan rencana strategis dan anggaran. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). ekonomi dan keuangan. Pasal 1795 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. Pasal 1794 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1793. d. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. RKKL dan RKAKL.516 Pasal 1793 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. Subbagian Verifikasi. dan e. b. Pasal 1797 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). c. Pasal 1796 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta manajemen sistem informasi.

Pasal 1800 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. belanja negara. . belanja negara. d. dan pemeliharaan. Pasal 1802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1801. Pasal 1799 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. penyajian statistik pendapatan negara. dukungan teknis. d. Subbagian Data dan Statistik APBN. kearsipan. (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. b. perlengkapan. dan kehumasan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. pengelolaan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. ekonomi dan keuangan. pengelolaan data pendapatan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1801 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pengadaan. pelaksanaan urusan rumah tangga. c. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. rumah tangga. ekonomi dan keuangan.517 Pasal 1798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1797. dan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. c. b. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. gaji. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. dan diseminasi elektronik. dan Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan manajemen sistem informasi.

d. .518 c. ekspedisi. pemeliharaan. perjalanan dinas. Subbagian Rumah Tangga. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Kehumasan. inventarisasi. Pasal 1803 Bagian Umum terdiri atas: a. analisis. c. cukai. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pasal 1804 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. dan kendaraan dinas. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. penyiapan dokumen. b. kepabeanan. dan pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. b. penggandaan. Subbagian Perlengkapan. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. kearsipan. pendistribusian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1805 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. pelaksanaan. Pasal 1806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1805. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. kepabeanan. d. analisis usulan kebijakan pajak. cukai. kesejahteraan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis.

dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. dan e. KUP. KUP. pelaksanaan tata kelola Pusat. PBB. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. cukai. Pasal 1808 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. Subbidang PBB. c. PBB. dan c. Bea Meterai. d. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . PPSP. Subbidang PPN dan PPnBM. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. Subbidang PNBP Non SDA. BPHTB. dan PNBP Non SDA. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. PPSP. Bea Meterai. Bea Meterai. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. PBB. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. . penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. PPnBM. Pasal 1807 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. BPHTB. BPHTB. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. PPnBM. Pasal 1809 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1808. BPHTB. dan PNBP Non SDA. b. dan Bea Meterai. PPnBM. KUP. KUP. BPHTB. PPnBM. Bea Meterai. c. e. PPSP. Pasal 1810 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri atas: a.519 c. d. dan f. b. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. PPSP. b. kepabeanan. dan PNBP Non SDA. Subbidang KUP dan PPSP. dan PNBP Non SDA. PBB.

Subbidang PPh. Perpajakan Internasional. analisis usulan kebijakan. . b. dan c. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Perpajakan Internasional. Perpajakan Internasional. dan PNBP SDA. b. (3) Subbidang PBB. Pasal 1814 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri atas: a. Pasal 1815 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1812. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. dan Bea Meterai. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. dan PNBP SDA. dan c. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. Subbidang Perpajakan Internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .520 Pasal 1811 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. BPHTB. Subbidang PNBP SDA. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. Pasal 1812 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. dan PNBP SDA. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. BPHTB. Perpajakan Internasional.

dan Tarif Khusus. . dan Tarif Khusus. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Tarif Bilateral. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. analisis usulan kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. dan Tarif Khusus. Tarif Regional. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. Subbidang Tarif Bilateral. Tarif Regional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis usulan kebijakan. Subbidang Tarif Khusus. Tarif Bilateral. Tarif Bilateral. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . b. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. dan c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1819 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1816. analisis usulan kebijakan. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. analisis usulan kebijakan. Tarif Regional. Subbidang Tarif Regional. dan Tarif Khusus. Tarif Bilateral. b. c.521 (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Regional. Pasal 1816 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral. dan d. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.

522 (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Pasal 1820 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan c. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Keluar. Subbidang Bea Keluar. Cukai. dan Bea Keluar. Cukai. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. analisis usulan kebijakan. dan Bea Keluar. analisis usulan kebijakan. Subbidang Cukai. Cukai. b. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri atas: a. dan Bea Masuk Pembalasan. dan d. analisis usulan kebijakan. Cukai. Bea Masuk Imbalan. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. b. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. Subbidang Teknis Kepabeanan. dan Bea Keluar. . Pasal 1823 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 1821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1821. Teknis Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. c. Teknis Kepabeanan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. analisis usulan kebijakan.

(3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. Kepabeanan. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. dan Cukai. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. b. PNBP. Pasal 1827 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. c. analisis usulan kebijakan. penyusunan laporan hasil evaluasi. Pasal 1825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1824. b. Kepabeanan. Kepabeanan. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. PNBP. analisis usulan kebijakan. dan Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. penyusunan laporan hasil evaluasi. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. dan d. dan c. Pasal 1826 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. PNBP. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .523 (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Pasal 1824 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. Subbidang Tata Kelola. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a.

rumah tangga. kearsipan. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. dan laporan Pusat. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. c. dan h. analisis dampak APBN terhadap sektor riil. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. Pasal 1829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1828. g. analisis. perumusan rekomendasi. Pasal 1830 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. dan evaluasi kebijakan APBN. b. moneter. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. menyusun rencana kerja. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. e. d. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. RAPBN Perubahan. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1828 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. pelaksanaan tata kelola Pusat. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. c. f. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. kepegawaian. penyusunan data konsolidasi APBN.524 (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . keuangan. .

c. c. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. Pasal 1831 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. g. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Kebijakan Subsidi. e. f.525 d. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. Pasal 1833 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri atas: a. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. f. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. b. RAPBN Perubahan. penyiapan bahan analisis. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Subbidang Tata Kelola. perumusan rekomendasi. d. b. dan pelaksanaan tata kelola pusat. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. d. e. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831.

(2) Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. kea