MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 184/PMK.01/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Kementerian Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Kementerian Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1982/M.PAN-RB/9/2010 tanggal 6 September 2010; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Keuangan dipimpin oleh Menteri Keuangan. Pasal 2 Kementerian Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Kementerian Keuangan; Negara yang menjadi tanggung jawab

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Keuangan; pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Keuangan di daerah; pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional; dan pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4

Susunan Organisasi Kementerian Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Wakil Menteri Keuangan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3g. h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. u. v. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan; Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional; Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan; Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik; dan

m. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;

w. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai.

BAB III WAKIL MENTERI KEUANGAN Pasal 5 Wakil Menteri Keuangan mempunyai tugas membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Kementerian Keuangan; koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Keuangan; pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Keuangan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Komunikasi dan Layanan Informasi; Biro Perlengkapan; dan Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 9 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, strategis, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Kementerian, penyusunan anggaran Kementerian, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Kementerian.

d. e. f. g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian; pelaksanaan akuntansi Kementerian; dan anggaran Kementerian serta pelaporan keuangan

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 11

Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 12 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek dan strategis di lingkungan Kementerian; penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; dan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6Pasal 14 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan I; Subbagian Perencanaan II; Subbagian Perencanaan III; dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 16 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7Pasal 18 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penganggaran I; Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 20 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8b. c. penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; dan penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus. Pasal 22 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I; Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; dan Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 23 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (2) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 24 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-9Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal; penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan; penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian; dan penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 26 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 27 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 10 -

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Kementerian, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Kementerian Keuangan. Bagian Keempat Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 28 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

c. d.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 11 Pasal 30 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 31 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Pasal 33 Bagian Organisasi I terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; dan Subbagian Organisasi IC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 12 Pasal 34 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 35 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 37 Bagian Organisasi II terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; dan Subbagian Organisasi IIC.

Bagian Ketatalaksanaan I terdiri atas: a. Pasal 39 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. tata laksana pelayanan publik. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal. penelaahan. penyiapan bahan pembinaan. penelaahan.13 Pasal 38 Subbagian Organisasi IIA. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. c. Bagian b. dan penyiapan pembinaan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. peringkat jabatan. koordinasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. analisis. pengumpulan dan pengolahan data. evaluasi. tata laksana pelayanan publik. d. Subbagian Ketatalaksanaan IB. evaluasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Ketatalaksanaan IC. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. analisis dan evaluasi jabatan. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. Pusat Investasi Pemerintah. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. dan laporan akuntabilitas kinerja. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Pasal 41 c. Subbagian Ketatalaksanaan IA. d. dan monitoring organisasi. Direktorat Jenderal Pajak. dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran. koordinasi. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. . dan monitoring sistem dan prosedur kerja. sistem administrasi umum. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. koordinasi. dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. sistem administrasi umum. IIB. analisis. evaluasi. dimaksud dalam Pasal 39. dan penyiapan bahan pembinaan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Badan Kebijakan Fiskal. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan.

c. evaluasi. dan laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan pembinaan. tata laksana pelayanan publik. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran. tata laksana pelayanan publik. koordinasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan. b. dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. dan Sekretariat Pengawas Perpajakan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. penelaahan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. koordinasi. Direktorat Jenderal Pajak. evaluasi. analisis. Badan Kebijakan Fiskal. dimaksud dalam Pasal 43. koordinasi. . Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. Bagian pengumpulan dan pengolahan data. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. dan penyiapan bahan pembinaan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. sistem administrasi umum.14 Pasal 42 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. evaluasi. IB. sistem administrasi umum. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. sistem administrasi umum. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Pasal 43 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan penyiapan pembinaan. analisis. tata laksana pelayanan publik. Pusat Investasi Pemerintah. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Inspektorat Jenderal. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja.

pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 46 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Badan Kebijakan Fiskal. penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Subbagian Jabatan Fungsional II. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. koordinasi. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. dan c. analisis. Pasal 49 Bagian Jabatan Fungsional terdiri atas: a.15 Pasal 45 Bagian Ketatalaksanaan II terdiri atas: a. Subbagian Jabatan Fungsional I. koordinasi. dan monitoring jabatan fungsional. dan analisis jabatan fungsional. Inspektorat Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. Pasal 47 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. b. . Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. koordinasi. penelaahan. penelaahan. sistem administrasi umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Jabatan Fungsional III. dan penyiapan pembinaan. evaluasi. dan b. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. c. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. tata laksana pelayanan publik. analisis. IIB. b. evaluasi. dan penyiapan bahan pembinaan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47.

perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. d. II. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 51 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. koordinasi. c.16 Pasal 50 Subbagian Jabatan Fungsional I. lelang. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 52 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51. perbendaharaan. penelaahan. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penerimaan negara bukan pajak. kepabeanan dan cukai. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. b. serta pengelolaan perpustakaan hukum. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. perusahaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Biro Hukum a. dan f. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. e. . perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. evaluasi. dan penyiapan bahan pembinaan.

. f. Subbagian Hukum Kepabeanan I. Subbagian Hukum Pajak I. dan Informasi Hukum. d. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. b. d. c. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan b. Bagian Hukum Anggaran. e. Pasal 54 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. Perbendaharaan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Bagian Hukum Pengelolaan Utang. kepabeanan dan cukai. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. dan Subbagian Hukum Kepabeanan II. c. Pasal 56 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri atas: a. Perimbangan Keuangan. Subbagian Hukum Pajak II. Perusahaan. Bagian Hukum Kekayaan Negara. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan.17 Pasal 53 Biro Hukum terdiri atas: a.

dan Pajak Penghasilan. pemberian uang ganjaran. Bagian Hukum Anggaran. dan penerimaan negara bukan pajak. perbendaharaan. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai. Perimbangan Keuangan. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II.18 Pasal 57 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. Perbendaharaan. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. Pasal 58 Bagian Hukum Anggaran. Perimbangan Keuangan. perimbangan keuangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. keberatan dan banding. . Perbendaharaan. Pajak Bumi dan Bangunan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. Pajak Pertambahan Nilai. Pajak Tidak Langsung Lainnya.

hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. penerusan pinjaman luar negeri kepada pemerintah daerah. dana tugas pembantuan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dana alokasi umum. b. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga.19 b. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan d. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak. c. terdiri atas: a. dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. Subbagian Hukum Anggaran. dan rancangan APBN Perubahan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (2) . Pasal 61 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. dan dana alokasi khusus. c. Perimbangan Keuangan. dan d. Perbendaharaan. dana bagi hasil sumber daya alam. Pasal 60 Bagian Hukum Anggaran. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. penyusunan Nota Keuangan. anggaran Badan Layanan Umum. Subbagian Hukum Perbendaharaan. dan masalah anggaran terkait lainnya. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah.

Perusahaan. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tugas Kementerian. lelang. dan f. informasi. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. d. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. piutang negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan dana investasi. c. pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. Pasal 62 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Bagian Hukum Kekayaan Negara. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Kementerian. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).20 (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. dan diseminasi hukum. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. b. kekayaan negara lainnya. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. penyiapan bahan pustaka hukum. diseminasi hukum. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. e. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. kekayaan negara yang dipisahkan. serta menyelenggarakan dokumentasi. (4) . dan perusahaan. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. akuntansi dan pelaporan keuangan. Perusahaan. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang.

penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Kementerian dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. (2) (3) (4) . Pasal 65 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. dan menengah. Pasal 66 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. diseminasi hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Perusahaan. pengelolaan perpustakaan hukum. mikro. Lembaga Penyiaran Publik. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. penyiapan bahan pustaka hukum. c. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang.21 Pasal 64 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. dan Informasi Hukum. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Badan Hukum Pendidikan. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. terdiri atas: a. dan d.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III.22 Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga biro. dan pembiayaan syariah. (2) (3) (4) . dan derivatif terkait dengan surat utang negara. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah. c. pinjaman dan hibah luar negeri. dan b. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 68 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri atas: a. dan d. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara. Pasal 69 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II.

penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. pengkoordinasian. Pasal 72 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri atas: a. Subbagian Hukum Perjanjian. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. Pasal 73 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. jasa pembiayaan. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya. dana pensiun. dan d. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. b. pasar modal. Pasal 71 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70. dan c. perjanjian internasional. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. perjanjian internasional. lembaga penjaminan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. asuransi. lembaga keuangan bukan bank. .23 Pasal 70 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I. dan pasar modal. b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. c. dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah. dana pensiun.

dan perjanjian internasional. dan jasa keuangan lainnya. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. (3) (4) . penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik. pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. Bagian Keenam Biro Bantuan Hukum Pasal 74 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. kewajiban kontinjensi. Arbitrase. pendapat hukum. termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. pemulihan aset negara dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian. promosi dan kerjasama investasi. Bank Dalam Likuidasi (BDL). memberikan bantuan hukum. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). b.24 (2) Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . lembaga penjaminan. khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). serta Sengketa Internasional. dan lembaga pembiayaan. regional. perjanjian perlindungan. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional.

sengketa Internasional. Bagian Bantuan Hukum III. . Bagian Bantuan Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. pra peradilan. menyelesaikan perkara perdata atas klaim aset yang terdapat di Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD. dan kepegawaian. sengketa pajak. Bagian Bantuan Hukum I. Subbagian Bantuan Hukum IB. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian dalam penanganan perkara. b. mantan pejabat. penanganan perkara di lingkup pengadilan niaga dan peradilan pajak serta menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian yang berpotensi menimbulkan pelanggaran/gugatan. b. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum.25 c. Pasal 76 Biro Bantuan Hukum terdiri atas: a. agama. d. Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum I terdiri atas: a. c. tuntutan ganti rugi atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut pemulihan aset negara atas putusan pengadilan. pendampingan kepada para pejabat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan e. d. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. tata usaha negara. dan Kelompok Jabatan Fungsional. perdata. niaga. dan c. dan pegawai Kementerian yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Bagian Bantuan Hukum II. Subbagian Bantuan Hukum IA. arbitrase. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. b. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. sengketa eks Bank Dalam Likuidasi (BDL).

Pasal 81 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). dan d. pendampingan kepada para mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIB. Bagian Bantuan Hukum II menyelenggarakan fungsi: a. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Subbagian Bantuan Hukum IIA. Subbagian Tata Usaha Biro. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. b. dan d. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. mantan pejabat. sengketa pajak. Subbagian Bantuan Hukum IIC. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk.26 c. b. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. IB. Subbagian Bantuan Hukum ID. niaga. dan d. perdata. Subbagian Bantuan Hukum IC. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 83 Bagian Bantuan Hukum II terdiri atas: a. pendampingan kepada para pejabat. pemberian bantuan hukum pada unitunit kerja di lingkungan Kementerian sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. tata usaha negara. Pasal 80 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. c. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. . c. IC. pejabat. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. mantan pejabat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. b. pendampingan kepada para pejabat. sengketa pajak. Arbitrase. . dan Kepegawaian. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. IIB. dan c. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. mantan pejabat. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. b. c. sengketa Internasional. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Bantuan Hukum IIID. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Bantuan Hukum IIIB. mantan pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. dan Kepegawaian. pra peradilan. pegawai. serta dalam penanganan perkara. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 85 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. tata usaha negara. pejabat. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL).27 Pasal 84 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. perdata. Arbitrase. Pasal 87 Bagian Bantuan Hukum III terdiri atas: a. Bagian Bantuan Hukum III menyelenggarakan fungsi: a. dan d. sengketa Internasional. dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. niaga.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 89 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. d.28 Pasal 88 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. pengembangan. c. mantan pejabat. pendampingan kepada para pejabat. pengelolaan Assessment Center Kementerian Keuangan. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. e. dan Kepegawaian. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. IIIB. pengelolaan kesejahteraan. dan pelayanan sistem informasi manajemen sumber daya manusia Kementerian Keuangan serta manajemen naskah dan dokumen pegawai Kementerian Keuangan. dan pengkoordinasian pemberian penghargaan pegawai. penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. dan kepangkatan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. penyusunan formasi. b. g. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. Arbitrase. h. pengelolaan sistem manajemen talenta. Biro SDM menyelenggarakan fungsi: a. . perijinan. pelaksanaan pengadaan. penyelesaian mutasi jabatan. IIIC. f. penerapan penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. manajemen. pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan manajemen kinerja pegawai. sengketa Internasional.

formasi.29 i.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Mutasi dan Kepangkatan. dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. orientasi pegawai baru. pegawai magang. dan penyiapan sarana prasarana umum serta pendistribusian persuratan Biro Sumber Daya Manusia. Pasal 92 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. penerapan. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. hakim pajak. dan staf khusus Menteri Keuangan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga biro. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. f. d. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia. Bagian Penghargaan. Pasal 91 Biro SDM terdiri dari atas: a. j. c. penyusunan. pegawai harian. dan f. penyiapan penerimaan pegawai baru. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. pengelolaan uang muka. d. pengangkatan CPNS/PNS. e. b. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. . penetapan kinerja. penyiapan penempatan pegawai baru. perpindahan pegawai dari instansi lain ke Kementerian Keuangan. serta pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian penyiapan dan penyusunan analisa beban kerja. e. penandatanganan pakta integritas. Penegakan Disiplin dan Pensiun. pengiriman peserta diklat prajabatan. rencana kerja. diseminasi. rencana strategis. c. dan penempatan pegawai serta tata usaha dan rumah tangga Biro. rencana kinerja tahunan. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. dan k. penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. pengadaan pegawai. dan manajemen risiko di lingkungan Biro SDM. penyiapan rumah tangga.

pembinaan sumber daya manusia Biro Sumber Daya Manusia. rencana strategis. dan pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta penandatanganan pakta integritas. dan h. pegawai harian. Pasal 96 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center. Pasal 94 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. b. dan manajemen resiko di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. standar prosedur operasi. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. pengangkatan CPNS. orientasi pegawai baru. rencana kerja. pegawai magang. Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia. pengiriman peserta diklat prajabatan dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 95 (1) Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta pengkoordinasian penyusunan analisa beban kerja. c. Subbagian Rekruitmen Sumber Daya Manusia. pengembangan kapasitas sumber daya manusia. dan pengelolaan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Sekretariat Jenderal. rencana kinerja tahunan. (2) Subbagian Rekrutmen Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penerimaan pegawai baru. (3) Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penempatan pegawai baru. . dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Biro Sumber Daya Manusia. pengkoordinasian penyusunan uraian jabatan. penetapan kinerja. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia. (4) Subbagian TU Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga.30 g. dan staf khusus Menteri Keuangan serta perpindahan pegawai antar instansi. hakim pajak.

pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. dan d. Subbagian Assessment Center. Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia. pelaksanaan assessment center dan psikotes b. pengkoordinasian penyusunan Kementerian Keuangan. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. pengkoordinasian pelaksanaan penataan pegawai. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan. pengembangan sumber daya manusia. pengembangan dan evaluasi assessment center dan psikotes. pengkoordinasian pengelolaan dan penyusunan indikator kinerja utama Biro Sumber Daya Manusia. c. b. mengkoordinasikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. h. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai Kementerian Keuangan. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan Sekretariat Jenderal Pasal 98 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari: a. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I serta pelaksanaan dan evaluasi psikotes di lingkungan Kementerian Keuangan. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rencana pengembangan sumber daya manusia d. (2) Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kinerja pegawai. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. c. f. pengelolaan kinerja pegawai. . dan i.31 Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penyusunan rencana kebutuhan. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. pejabat eselon IV dan pelaksana di lingkungan Sekretariat Jenderal. e. Pasal 99 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan pengembangan assessment center di lingkungan Kementerian Keuangan dan penyiapan pelaksanaan assessment center pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan. g. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia.

Subbagian Pengintegrasian Data. pemantauan. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. dan pelayanan sistem informasi manajemen kepegawaian Kementerian Keuangan. penyiapan bahan penataan pegawai. penyusunan rencana kebutuhan. . b. Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi. penyusunan. Pasal 100 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pembangunan. penyiapan infrastruktur. manajemen basis data. penyeragaman dan integrasi data sumber daya manusia. mengkoordinasikan penyusunan indikator kinerja utama di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. melakukan penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja pegawai. dan d. pelaksanaan analisis. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data.32 (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan diseminasi sistem penilaian kinerja pegawai. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan dukungan teknis teknologi informasi. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. dan pengintegrasian data sumber daya manusia. Subbagian Manajemen Basis Data. manajemen naskah dan dokumen kepegawaian. b. dan d. serta penyajian. pengelolaan. disain aplikasi sumber daya manusia. analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. dan penyajian laporan atas data dan informasi sumber daya manusia. c. Pasal 102 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. analisis. dan mengadministrasikan DP3 eselon I dan II. verifikasi.

bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. (4) Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. pengaturan status kepegawaian. penyiapan infrastruktur. . Pasal 106 Bagian Mutasi dan Kepangkatan terdiri atas: a. pindah antar unit. integrasi. (2) Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi mempunyai tugas melakukan analisis data. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. Pasal 104 Bagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melaksanakan mutasi jabatan dan kepangkatan pegawai. penyiapan mutasi jabatan struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan serta pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. Subbagian Mutasi. Bagian Mutasi dan Kepangkatan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan manajemen talenta. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit. verifikasi. Subbagian Kepangkatan I. pelaksanaan manajemen talenta. penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan pilihan. dan d. c. perpindahan pegawai ke intansi di luar Kementerian Keuangan. manajemen basis data. pengaturan status.33 Pasal 103 (1) Subbagian Manajemen Basis Data mempunyai tugas melaksanakan analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Kepangkatan II. disain aplikasi kepegawaian. c. dan dukungan teknis teknologi informasi. b. dan d. Pasal 105 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. (3) Subbagian Pengintegrasian Data mempunyai tugas melakukan penyeragaman. penyajian data dan informasi serta penyelesaian pelaksanaan inpassing gaji pegawai. Subbagian Manajemen Talenta. b. dan pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. penyelesaian penugasan kepala perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. dan pemantauan pelaksanaan pertukaran data.

Badan Kebijakan Fiskal dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dan d. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. usul pemberhentian dan pensiun serta melaksanakan penyusunan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. Direktorat Jenderal Anggaran. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. diseminasi. diseminasi. pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal.34 Pasal 107 (1) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi jabatan struktural dan fungsional. penyusunan. menyelesaikan pemberian penghargaan dan tanda jasa. (3) Subbagian Kepangkatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. Bagian Penghargaan. (2) Subbagian Manajemen Talenta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan manajemen talenta. b. pelaksanaan penegakan disiplin. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya dan penyelesaian penugasan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Inspektorat Jenderal. pengaturan status kepegawaian. menegakkan disiplin pegawai. Bapepam-Lembaga Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. Pasal 108 Bagian Penghargaan. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit eselon I dan antar unit eselon II Sekretariat Jenderal. perijinan. pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa serta perijinan pegawai. (4) Subbagian Kepangkatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. penyiapan. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan dan pemberhentian hakim pajak. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. penerapan. Penegakan Disiplin dan Pensiun mempunyai tugas mengelola kesejahteraan pegawai. Penegakan Disiplin. .

pengusulan kartu isteri/kartu suami di lingkungan Kementerian Keuangan serta penerbitan surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyusunan. penyusunan strategi komunikasi kehumasan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. dan usul kenaikan pangkat pengabdian dan anumerta. Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pemberhentian pegawai dan pemberhentian pegawai dari jabatan organik serta penyelesaian usul pensiun pegawai. pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). (2) Subbagian Penegakan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penegakan disiplin. (4) Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan. dan d. dan pengelolaan pusat referensi Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Kedelapan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Pasal 112 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas mengkoordinasikan aktivitas komunikasi. dan Pensiun terdiri atas: a. Pasal 111 (1) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa. layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada para stakeholders. Subbagian Kesejahteraan.35 Pasal 110 Bagian Penghargaan. penyusunan program komunikasi publik. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. monitoring opini publik. Penegakan Disiplin. penyelesaian pemberian rekomendasi Bapertarum/Taperum. c. . perijinan pegawai. penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU. Subbagian Penegakan Disiplin. cuti pegawai. b. diseminasi.

dan n. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. pengembangan. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. publikasi elektronik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. f. a. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: koordinasi aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya b. koordinasi penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi kehumasan secara terpadu dan berkelanjutan. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. organisasi kemasyarakatan. Pengendalian Program. dan Perpustakaan. penyelenggaraan penerbitan. perencanaan. h. dan peningkatan partisipasi publik. desk informasi dan call center. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. f. i. d. e. evaluasi program komunikasi publik. lembaga pemerintah. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara. k. j. b. c. c. . g. e. analisis.36 Pasal 113 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112. l. dan organisasi profesi. Bagian Perencanaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. m. pengelolaan data informasi kehumasan Kementerian. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya. d. Pasal 114 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi terdiri atas: a. Bagian Manajemen Opini Publik. koordinasi dan pengelolaan PPID. pemantauan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. pengelolaan serta layanan referensi dan perpustakaan.

penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya. dan Subbagian Publikasi II. pelaksanaan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. dalam dan luar ruang. call center. c. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. h. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan menyelenggarakan fungsi: a. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. penerbitan. . i. d. b. peliputan kegiatan Kementerian dan pimpinan. dan pelayanan desk informasi dan call center Kementerian Pasal 117 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan terdiri atas: a. pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. maupun pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan publikasi media luar ruang. penyiapan dan pengelolaan website kementerian serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta hasil pelaksanaanya. baik media cetak. e. Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi. Subbagian Publikasi I. j. b. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya. Pasal 118 (1) Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan analisis bahan penyusunan strategi komunikasi.37 Pasal 115 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan mempunyai tugas melaksanakan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. f. c. layanan informasi dan langkah-langkah kegiatan produksi pemberitaan/kehumasan di lingkungan Kementerian Keuangan melalui media nirmassa. penyiapan. layanan informasi melalui information desk. elektronik. g. email dan contact u. administrasi pengelolaan PPID.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mahkamah Agung (MA). Komisi-Komisi Negara. Mahkamah Konstitusi (MK). penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kementerian Negara. Mahkamah Agung (MA). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).38 (2) Subbagian Publikasi I mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media cetak Kementerian Keuangan. Bank Indonesia (BI). Kementerian Negara. c. . Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Konstitusi (MK). Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. Mahkamah Konstitusi (MK). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Bank Indonesia (BI). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Pemerintah Daerah. Mahkamah Agung (MA). pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). dalam dan luar ruang secara tepat waktu. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). b. Pasal 119 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemerintah Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (3) Subbagian Publikasi II mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media elektronik Kementerian Keuangan serta pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. dan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah) dan rapat pembahasan RUU/peraturan/ketentuan lainnya. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah). Kementerian Negara. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Komisi-Komisi Negara. Pemerintah Daerah. Komisi-Komisi Negara. pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bank Indonesia (BI).

Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. pengelolaan database stakeholders Bagian Pasal 121 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri atas: a. g. Pasal 122 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan dan kekayaan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Konstitusi (MK). . (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan dan kekayaan Negara. dan h. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada lembaga pemerintah. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemerintah Provinsi. Mahkamah Agung (MA). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Kementerian di daerah pada masa reses persidangan. Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah. Kementerian Negara. Mahkamah Konstitusi (MK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). c. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bank Indonesia (BI).39 d. administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Mahkamah Agung (MA). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). pengkomunikasian kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). e. Komisi-Komisi Negara. f. dan Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. b.

dan surat pembaca. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada organisasi masyarakat. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. asosiasi dan pemimpin opini baik nasional. nasional dan internasional). serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada pelaku usaha (daerah. d. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Kementerian dan narasumber lainnya. dan kunjungan pers. internasional maupun daerah. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. c. perencanaan. dan edukasi pada media. pengkajian. perencanaan program berita. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. g. mengkoordinasikan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Kementerian/Lembaga dan Komisikomisi Negara. data. nasional dan internasional). pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Kelembagaan Negara. keterangan pers. jumpa pers. k. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media asing. b. politik. artikel. h. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. khususnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa (cetak dan elektronik). . data. dan profesi (daerah. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada asosiasi (daerah. j. advertorial. tanggapan/bantahan. i. f. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. penyusunan siaran pers. organisasi-organisasi. data. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. Pasal 123 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan stakeholder non lembaga pemerintah/negara. data. l.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . data. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media.40 (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. informasi. e. data. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. dan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan kekayaan negara melalui media cetak dan media elektronik. nasional dan internasional). wawancara.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 41 Pasal 125 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah terdiri atas: a. b. c. Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I; Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II; dan Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III. Pasal 126 (1) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa cetak (nasional, internasional dan daerah). (2) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa elektronik, organisasi masyarakat, organisasi politik, akademisi dan pengamat (nasional, internasional dan daerah). (3) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari organisasi profesi, organisasi internasional, Asosiasi, dan pelaku usaha (nasional, internasional dan daerah), pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. Pasal 127 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan monitoring, analisis dan penelitian opini publik terkait dengan bidang tugas Kementerian Keuangan, menyusun rekomendasi tindakan dan tanggapan komunikasi, menyelenggarakan audit komunikasi dan riset opini publik, serta menyelenggarakan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi dan kapasitas pengetahuan publik. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127, Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Kementerian dan unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 b. c. d. e. f. g. h. i. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar, lokakarya, kegiatan sosial budaya, dan kegiatan lainnya; penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Kementerian; penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal; pelayanan unjuk rasa; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media cetak daerah, nasional dan internasional; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional dan internasional; penyusunan bahan rekomendasi tindakan terkait hasil analisis opini publik; dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya. Pasal 129 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajemen Opini Publik I; Subbagian Manajemen Opini Publik II; dan Subbagian Manajemen Opini Publik III. Pasal 130 (1) Subbagian Manajemen Opini Publik I mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional, dan internasional, melakukan audit komunikasi dan riset maupun survey yang terkait dengan opini publik, melaksanakan administrasi, manajemen risiko dan pengendalian Standard Operating Precedure (SOP). (2) Subbagian Manajemen Opini Publik II mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media cetak nasional, daerah dan internasional serta menyiapkan laporan berkala perkembangan opini publik dan bahan rekomendasi tindakan secara tepat waktu kepada pimpinan. (3) Subbagian Manajemen Opini Publik III mempunyai tugas melakukan dan mengorganisasikan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi, dan kapasitas pengetahuan publik eksternal dan internal Kementerian Keuangan, pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database opini publik. Pasal 131 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan mempunyai tugas Melaksanakan perencanaan, pengembangan, pengelolaan,pengendalian, monitoring serta evaluasi program, pelayanan perpustakaan, pengelolaan database dan sistem informasi kehumasan, serta urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 43 Pasal 132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131, Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan; b. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku, koleksi AV dan digital (CD, DVD), serta koleksi perpustakaan lainnya; c. penyusunan bibliografi; d. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya; e. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work; f. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain; g. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja biro; h. penyusunan sistem dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan biro; i. j. pelaksanaan manajemen database dan sistem informasi biro; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 133 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Perpustakaan; b. Subbagian Sistem Informasi Kehumasan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 134 (1) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan koordinasi serta kerjasama dengan institusi perpustakaan internal Kementerian Keuangan, daerah, nasional dan internasional dalam rangka perencanaan, pengembangan, pengelolaan, pengendalian aktivitas layanan perpustakaan, peningkatan kualitas dan kuantitas perpustakaan dan riset kepustakaan. (2) Subbagian Sistem Informasi Kehumasan mempunyai tugas melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian sistem informasi dan database biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, kepegawaian, dan rumah tangga biro, serta melakukan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik dan rencana kerja tahunan dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan, penyusunan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 44 Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 135 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Kementerian berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135, Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis rencana kebutuhan Barang Milik Negara (BMN) bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi penyusunan rencana kebutuhan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan kementerian, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengelolaan BMN kementerian, bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi pengelolaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, pelaksanaan serta penyusunan petunjuk teknis penatausahaan BMN kementerian serta analisis dan evaluasi penatausahaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 137 Biro Perlengkapan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan BMN; Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan; Bagian Pengelolaan BMN; Bagian Penatausahaan BMN; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 Pasal 138 Bagian Perencanaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis perencanaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138, Bagian Perencanaan BMN menyelenggarakan fungsi : a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan teknis penyusunan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi atas realisasi BMN yang direncanakan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 140 Bagian Perencanaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan BMN I; Subbagian Perencanaan BMN II; Subbagian Perencanaan BMN III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 141 (1) Subbagian Perencanaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah.

b. c. d.

e. f.

g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 (2) Subbagian Perencanaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. (3) Subbagian Perencanaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-Gedung Keuangan Negara di daerah. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 142 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis, serta konsultansi pengadaan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan bimbingan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142, Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan dan pelaksanaan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan; dan pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 Pasal 144 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I; Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II; dan Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III.

Pasal 145 (1) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 146 Bagian Pengelolaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengelolaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 48 Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Bagian Pengelolaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penggunaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penggunaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemanfaatan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemanfaatan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penghapusan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penghapusan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemindahtanganan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 148 Bagian Pengelolaan BMN terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengelolaan BMN I; Subbagian Pengelolaan BMN II; dan Subbagian Pengelolaan BMN III. Pasal 149 (1) Subbagian Pengelolaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

b.

c.

d.

e.

f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Subbagian Pengelolaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 150 Bagian Penatausahaan BMN mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan BMN Kementerian Keuangan, analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis penatausahaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150, Bagian Penatausahaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan inventarisasi BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; b. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pembukuan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pembukuan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; c. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pelaporan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan d. penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN lingkup Kementerian Keuangan, dan tingkat Unit Eselon I Sekretariat Jenderal. Pasal 152 Bagian Penatausahaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penatausahaan BMN I; Subbagian Penatausahaan BMN II; Subbagian Penatausahaan BMN III; dan Subbagian Penatausahaan BMN IV.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 Pasal 153 (1) Subbagian Penatausahaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. (2) Subbagian Penatausahaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (4) Subbagian Penatausahaan BMN IV mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 154 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Kementerian dan melaksanakan urusan tata usaha, rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Kementerian. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 51 b. pelaksanaan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi; c. pelaksanaan urusan perencanaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan; d. pelaksanaan urusan pengadaan, penyimpanan dan distribusi perlengkapan, dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan sekretariat Jenderal, serta urusan pencetakan dan penggandaan; e. melaksanakan urusan dalam, pemeliharaan peralatan, dan keamanan dalam, serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 156 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Kementerian; b. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan; c. Bagian Perencanaan dan Keuangan; d. Bagian Perlengkapan; e. Bagian Rumah Tangga; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 157 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Kementerian Keuangan, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Kementerian, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan; b. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip, penyusunan jadwal retensi, dan penyusutan arsip, serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 52 c. penatausahaan penyelenggaraan kesehatan dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan perencanaan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium; d. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri; dan e. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Pasal 159 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Persuratan, Arsip, dan Dokumentasi; b. Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai; c. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas; dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 160 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan, pendistribusian dan pengendalian surat masuk, pengiriman dan pengendalian surat keluar kantor pusat Kementerian, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan dan melakukan pengelolaan, pemeliharaan, pemindahan, penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penatausahaan penyelenggaraan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Kementerian Keuangan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 161 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. laporan. pemantauan. d. c. b. informasi. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. (2) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pengurusan tata usaha. pelaksanaan urusan protokol. laporan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). dan d. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri. penyajian data. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan. Road Map. penyiapan. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. evaluasi. penyiapan. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. penyajian data. b. Pasal 164 (1) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I mempunyai tugas melakukan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Pasal 163 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan terdiri atas: a. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II.53 Pasal 162 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161. urusan tata usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . informasi. . Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV. dan e. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. pencatatan acara. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) lingkup Biro Umum serta pemantauan. c.

penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. Pasal 166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165. perbendaharaan. penyusunan laporan keuangan. meneliti kebenaran. menyajikan hasil penelitian. pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. b. pelaksanaan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Perencanaan Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. c. b.54 (3) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III mempunyai tugas melakukan urusan protokol. penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. monitoring. Pasal 167 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. pencatatan acara. dan d. pelaksanaan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Pasal 165 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan anggaran. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan serta pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. . (4) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. c. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. dan d. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi.

pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. b. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 169 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan. (4) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. monitoring. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi. Pasal 171 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. dan d. Pasal 170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. penyusunan laporan keuangan. penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. pelaksanaan urusan pengadaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi.55 Pasal 168 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. Subbagian Pengadaan. dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. serta urusan pencetakan dan penggandaan. meneliti kebenaran. b. . menyajikan hasil penelitian.

c. pertamanan. serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. kebersihan gedung dan halaman. rumah jabatan. bahan mikrografik. rambu-rambu lalu lintas. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. pemeliharaan peralatan. pakaian kerja dan kelengkapannya. kelengkapan upacara/pelantikan di lingkungan Sekretariat Jenderal serta menyusunan laporan pertanggungjawaban. . pelaksanaan urusan keamanan dalam. penyimpanan. obat-obatan. kelengkapan upacara/pelantikan. bahan cetak. alat tulis kantor. ATK.56 c. rambu-rambu lalu lintas. Pasal 172 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan pengadaan. alat rumah tangga kantor.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. bahan cetak. barang cetakan. bahan mikrografik. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. Pasal 173 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. pengamanan barang perlengkapan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang. serta menyusun pelaporan pengadaan pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. pelaksanaan urusan pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. Pelaksanaan urusan perawatan. penatausahaan. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan inventarisasi. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. alat-alat laboratorium. alat-alat laboratorium inventaris kantor. penyimpanan dan pendistribusian secara berkala pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. pakaian kerja dan kelengkapannya. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. dan d. inventaris kantor. b. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. dan sewa mesin fotocopy. pelaksanaan pengadaan sarana untuk operasional perkantoran. penyiapan usulan penghapusan dan menyusun laporan pertanggungjawaban penatausahaan barang milik negara Sekretariat Jenderal serta unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. dan keamanan dalam. obatobatan. dan d. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. alat rumah tangga kantor. barang cetakan. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. penataan lay out kantor. penjilidan.

serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. dan d. Subbagian Urusan Dalam. pertamanan. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Pasal 176 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan. barang inventaris lainnya. kebersihan gedung dan halaman. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. mesin penyejuk udara. perawatan dan perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian serta pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan dan perawatan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. b. instalasi air. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 177 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. Subbagian Pemeliharaan. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. genset. c. rumah jabatan. (3) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan dan kediaman Pimpinan kementerian Keuangan. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. instalasi listrik/penerangan. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . peralatan kantor. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretariat Jenderal. CCTV. Subbagian Keamanan Dalam. penataan lay out kantor.57 Pasal 175 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. operasional. .

(4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.58 Pasal 178 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal.

Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. c. g. d. dan h. Direktorat Anggaran III. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Anggaran. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 181 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri atas: a. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. f. dan e.59 BAB V DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 179 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran. Direktorat Anggaran II. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran. penyusunan norma. e. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. b. standar. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Sistem Penganggaran. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran. b. Direktorat Anggaran I. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan kebijakan di bidang penganggaran.

pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan direktorat jenderal. f. pengadaan. perumusan peraturan di bidang kesekretariatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan tata usaha. dan pengelolaan Barang Milik Negara serta kesekretariatan pimpinan. Bagian Umum. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. d. f. e. koordinasi bantuan hukum direktorat jenderal. Pasal 184 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. . perpustakaan. penyelenggaraan urusan kepegawaian direktorat jenderal.60 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 182 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. kearsipan. Bagian Kepegawaian. c. h. Bagian Perencanaan dan Keuangan. dan laporan kinerja direktorat jenderal. e. koordinasi penyusunan rencana kerja dan pengelolaan keuangan direktorat jenderal. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. c. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan i. g. koordinasi penyusunan rencana strategik. d. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. rumah tangga. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. dokumentasi.

Pasal 188 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. Subbagian Organisasi. d. Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. monitoring. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta layanan informasi dan publikasi. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. b. laporan akuntabilitas kinerja. laporan akuntabilitas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pengembangan kinerja organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penataan organisasi. pengelolaan layanan informasi dan publikasi. ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana. serta pengembangan kinerja organisasi. laporan pelaksanaan tugas. evaluasi kinerja direktorat jenderal. dan layanan informasi direktorat jenderal. Pasal 187 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. monitoring. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. b. dan e. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. c. pelaporan. . laporan pelaksanaan tugas serta evaluasi kinerja direktorat jenderal. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penyusunan rencana strategik.61 Pasal 185 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. (3) Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategik.

kepangkatan. c. pengembangan pegawai. pemensiunan pegawai. dokumentasi. serta penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin pegawai. penempatan. . penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. dan e. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. penempatan. Pasal 191 Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. absensi pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. cuti. penyiapan bahan formasi. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. b. pemberhentian. kepangkatan. d. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. dokumentasi. pemensiunan. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. cuti. absensi pegawai. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya.62 Pasal 189 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin. Pasal 190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189. dan c. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 192 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. statistik. b. statistik.

Pasal 196 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. perpustakaan. pengadaan. b. dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal. Pasal 197 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. Subbagian Perbendaharaan. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. . rumah tangga. gaji dan tunjangan. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. Pasal 195 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran. serta kesekretariatan dan tata usaha pimpinan. Subbagian Perencanaan Anggaran.63 Pasal 193 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kerja dan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pengelolaan Barang Milik Negara direktorat jenderal. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal.

pengelolaan kendaraan dinas dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji dan tunjangan pegawai. pemeliharaan.64 Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. pendistribusian. dokumentasi. c. (3) Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan. penyimpanan. inventarisasi. pendistribusian. komputerisasi persuratan. pelaksanaan urusan kesekretariatan. tata usaha pimpinan. dan penghapusan serta pelaporan Barang Milik Negara direktorat jenderal.penyiapan dokumen. serta manajemen perpustakaan. ekspedisi dan penggandaan. dan penggandaan. dan d. e. ekspedisi. Pasal 199 Bagian Umum terdiri atas: a. kearsipan. pelaksanaan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggaan. pemeliharaan. pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. penyiapan dokumen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa perlengkapan sarana dan prasarana. dan protokoler. dokumentasi. penyimpanan. kearsipan. pelaksanaan urusan pengadaan. Pasal 200 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan surat menyurat. c. dan penyiapan penghapusan serta pelaporanBarang Milik Negara. Subbagian Rumah Tangga dan Gaji. pelaksanaan. dan f. pelaksanaan urusan inventarisasi. d. Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. . pelaksanaan. pengelolaan perpustakaan. b.

c. penindakan. pencatatan acara. dan mengatur jadwal kegiatan. koordinasi penyusunan profil risiko dan strategi pengendalian risiko direktorat jenderal. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur dan kode etik. Subbagian Bantuan Hukum. Subbagian Manajemen Risiko. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur dan kode etik. makalah. Pasal 203 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. Pasal 202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201. penyusunan kerangka kerja. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. dan d. dan c. b. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. Subbagian Kepatuhan Internal. protokoler dan akomodasi Direktur Jenderal. b. (2) Subbagian Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko serta bahan koordinasi penyusunan profil dan strategi pengendalian risiko.65 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. evaluasi. Pasal 201 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan kerangka kerja. (3) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. penyusunan kerangka kerja dan pengelolaan risiko direktorat jenderal. mengkoordinir penyusunan pidato. Pasal 204 (1) Subbagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur dan kode etik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan. serta manajemen risiko dan bantuan hukum. .

standar. prosedur dan kriteria di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan h. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. d. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. b. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. b. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal. g. d. e. Subbagian Tata Usaha. c.66 Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 205 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara. f. Pasal 206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 205.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 207 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. .

kebijakan fiskal. c. laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN. h. dan i. e. serta monitoring realisasi dan perkiraan realisasi APBN tahunan. RUU APBN-P. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. RAPBN. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. penyiapan bahan pengelolaan data ekonomi makro. analisis dampak APBN terhadap perekonomian. Pagu Sementara. dan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. . kerangka penganggaran jangka menengah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. RUU APBN. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pendapatan negara dan hibah. analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. langkah-langkah kebijakan fiskal. asumsi makro dan pendapatan negara dan hibah. RAPBN-P. f. d. serta analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka RAPBN. pendapatan negara dan kerangka penganggaran jangka menengah. penyiapan bahan konsolidasi dan penggabungan proyeksi postur APBN dalam bentuk Resource Envelope dan Pagu Indikatif. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro dan realisasi pendapatan negara dan hibah. b. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a.67 Pasal 208 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. Pasal 209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. g. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. dan pendapatan negara. penyiapan bahan penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang ekonomi makro serta pendapatan negara dan hibah. pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. dan bahan penyusunan analisis dampak APBN terhadap ekonomi makro. serta NK dan RAPBN-P di bidang kerangka ekonomi makro.

Seksi Analisis Ekonomi Makro. analisis langkah kebijakan dan langkah administratif. Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN. bantuan sosial. Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah. evaluasi dan pengelolaan data pendapatan negara dan hibah dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. serta monitoring. (4) Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap perekonomian. b.68 Pasal 210 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara terdiri atas: a. (2) Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. dan pengembangan model dan pengelolaan data ekonomi makro dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. RAPBN-P. serta RUU APBN-P. dan d. dan sistem jaminan sosial nasional. RUU APBN. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai. RAPBN. Pasal 212 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model. penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi. serta pengembangan model fiskal. (3) Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal dan kerangka APBN (postur APBN). pagu Sementara. Pasal 211 (1) Seksi Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan ekonomi makro. dan koordinasi pengolahan data APBN dan data fiskal lainnya dalam rangka penyiapan proyeksi postur APBN pagu Indikatif. analisis dampak. belanja barang dan modal. dan belanja lainnya. Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN. sensitivitas APBN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . analisis sensitivitas. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. c. langkahlangkah kebijakan fiskal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 69 Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; f. monitoring dan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya. Pasal 214 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal; c. Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya. Pasal 215 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 70 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja barang dan modal. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang bantuan sosial dan belanja untuk anggaran sistem jaminan sosial nasional. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lainnya. Pasal 216 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas serta melakukan konsolidasi belanja Pemerintah Pusat. Pasal 217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 71 e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; g. pelaksanaan konsolidasi data anggaran belanja pemerintah pusat; dan h. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas. Pasal 218 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga; c. Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat. Pasal 219 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lembaga. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang anggaran pendidikan dan belanja hibah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja prioritas, serta melakukan konsolidasi pengolahan dan monitoring data belanja pemerintah pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 72 Pasal 220 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas,, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi, serta transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi, dan transfer ke daerah; d. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah. Pasal 222 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi; c. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II. Pasal 223 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 73 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja subsidi. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang tahunan dan jangka menengah di bidang dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan konsolidasi transfer ke daerah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang dana alokasi umum, dana otonomi khusus dan penyesuaian, dan anggaran pendidikan dari transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 224 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan anggaran serta penganggaran risiko fiskal. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224, Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; c. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; d. pengembangan model perencanaan penganggaran risiko fiskal; dan evaluasi pembiayaan anggaran dan

e. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 74 f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembiayaan anggaran. Pasal 226 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I; b. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II; c. Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang; dan d. Seksi Penganggaran Risiko Fiskal. Pasal 227 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman proyek, penerusan pinjaman, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman program, surat berharga negara, pinjaman dalam negeri, dan pembiayaan utang lainnya. (3) Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan non utang. (4) Seksi Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang penganggaran risiko fiskal. Pasal 228 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan informasi ekonomi makro dan APBN, koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, evaluasi akun APBN, melaksanakan dukungan teknis penyusunan dokumen-dokumen APBN, dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 75 Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P; b. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan NK dan RAPBN beserta RUU APBN-nya, Laporan Semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P beserta RUU APBN-P-nya; c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P; d. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan rapat kerja Pemerintah dengan DPR dan DPD dan bahan rapat koordinasi internal Pemerintah; e. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data APBN; f. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; g. penyiapan bahan koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN; h. penyiapan bahan analisis data, informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya; i. j. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan Pemerintah; penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN; dan

k. pengkonsolidasian, pengharmonisasian dan pengsinkronisasian, serta penggabungan konsep dokumen-dokumen APBN. Pasal 230 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Seksi Analisis Data dan Informasi APBN; b. Seksi Evaluasi Akun APBN; c. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN; dan d. Seksi Diseminasi APBN. Pasal 231 (1) Seksi Analisis Data dan Informasi APBN mempunyai tugas melakukan analisis data dan informasi APBN, penyiapan bahan dan koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, serta pelaporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 76 (2) Seksi Evaluasi Akun APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN, melakukan penyiapan sumbangan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (Central Government Operation/CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (General Government Operation/GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS), serta melakukan penyiapan sumbangan bahan dalam rangka penyusunan Neraca Arus Dana (NAD). (3) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi penyusunan dokumen-dokumen APBN serta koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN. (4) Seksi Diseminasi APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data APBN serta menyiapkan informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya. Pasal 232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian, keuangan, umum, organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Bagian Kelima Direktorat Anggaran I Pasal 233 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233, Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 77 Pasal 235 Direktorat Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IA; b. Subdirektorat Anggaran IB; c. Subdirektorat Anggaran IC; d. Subdirektorat Anggaran ID; e. Subdirektorat Anggaran IE; f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I; dan g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 236 Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan, pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis, penyiapan bahan koordinasi, revisi, monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236, Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif, sementara, definitif, dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga, PSO, dan subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga; dan bimbingan teknis standar biaya khusus

c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga; d. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga; Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran

e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; f. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian/Lembaga; dan g. monitoring dan evaluasi penganggaran.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 78 Pasal 238 Subdirektorat Anggaran IA terdiri atas: a. Seksi Anggaran IA-1; b. Seksi Anggaran IA-2; c. Seksi Anggaran IA-3; dan d. Seksi Anggaran IA-4. Pasal 239 Seksi Anggaran IA-1, IA-2, IA-3, dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 240 Subdirektorat Anggaran IB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IB-1; b. Seksi Anggaran IB-2; c. Seksi Anggaran IB-3; dan d. Seksi Anggaran IB-4. Pasal 241 Seksi Anggaran IB-1, IB-2, IB-3, dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 242 Subdirektorat Anggaran IC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IC-1; b. Seksi Anggaran IC-2;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 79 c. Seksi Anggaran IC-3; dan d. Seksi Anggaran IC-4. Pasal 243 Seksi Anggaran IC-1, IC-2, IC-3, dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 244 Subdirektorat Anggaran ID terdiri atas: a. Seksi Anggaran ID-1; b. Seksi Anggaran ID-2; c. Seksi Anggaran ID-3; dan d. Seksi Anggaran ID-4.

Pasal 245 Seksi Anggaran ID-1, ID-2, ID-3, dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 246 Subdirektorat Anggaran IE terdiri atas: a. Seksi Anggaran IE-1; b. Seksi Anggaran IE-2; c. Seksi Anggaran IE-3; dan d. Seksi Anggaran IE-4.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 80 Pasal 247 Seksi Anggaran IE-1, IE-2, IE-3, dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran, koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif,sementara, definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; c. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus; e. penyiapan bahan koordinasi Kementerian/Lembaga; persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years)

f. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga; g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; h. penatausahaan data penganggaran; i. j. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi, data, dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; pemrosesan usulan kode satuan kerja; dan

k. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/ Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. organisasi dan tata laksana direktorat. dan ABT. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. PSO dan subsidi. keuangan. dan b. umum. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. rencana kerja anggaran. Bagian Keenam Direktorat Anggaran II Pasal 253 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Seksi Dukungan Teknis. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. definitif. Pasal 252 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Pasal 251 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. sementara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga.81 Pasal 250 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri atas: a. penyusunan rancangan alokasi anggaran.

f. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. standar. Subdirektorat Anggaran IIA. PSO. d. penyiapan bahan koordinasi. Subdirektorat Anggaran IIB. e. IIC. sementara. revisi. definitif. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Anggaran IIA. dan subsidi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .82 Pasal 254 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. IID. . dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. d. IID. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 255 Direktorat Anggaran II terdiri atas: a. b. Subdirektorat Anggaran IID. c. Subdirektorat Anggaran IIE. Pasal 256 Subdirektorat Anggaran IIA. IIB. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. IIB. Subdirektorat Anggaran IIC. c. dan e. dan g. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan norma. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. IIC. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.

dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. monitoring dan evaluasi penganggaran. Seksi Anggaran IIA-2. Seksi Anggaran IIA-4. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIA-1. d. PSO dan Subsidi. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. c. Seksi Anggaran IIB-2. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIB-1. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. f. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 260 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri atas: a. Pasal 258 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri atas: a. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. b. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga.83 b. c. Seksi Anggaran IIA-3. Pasal 259 Seksi Anggaran IIA-1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . IIA-2. dan d. Seksi Anggaran IIB-4. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. IIA-3. dan g. . b. Seksi Anggaran IIB-3. dan d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. c. Seksi Anggaran IIC-2. IID-3. Pasal 263 Seksi Anggaran IIC-1. Pasal 262 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri atas: a. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IID-2. IIB-2. c. b. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. PSO dan Subsidi. . Seksi Anggaran IIC-1. Seksi Anggaran IID-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 265 Seksi Anggaran IID-1. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IID-2. IIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. d. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIC-2. Pasal 264 Subdirektorat Anggaran IID terdiri atas: a. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. dan Seksi Anggaran IIC-4. dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. PSO dan Subsidi. b. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IID-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran.84 Pasal 261 Seksi Anggaran IIB-1. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. dan Seksi Anggaran IID-4. d. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIC-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

Seksi Anggaran IIE-2. c. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIE-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. d. f. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. PSO dan Subsidi.sementara. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. IIE-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. e. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus.85 Pasal 266 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri atas: a. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. IIE-3. b. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIE-1. Seksi Anggaran IIE-4 Pasal 267 Seksi Anggaran IIE-1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan d. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. c. . penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. Pasal 268 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif.

dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. data. rencana kerja anggaran. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. pemrosesan usulan kode satuan kerja. penatausahaan data penganggaran. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. umum. dan k. sementara. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. i. Pasal 270 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Dukungan Teknis. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. definitif. Pasal 271 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. PSO dan Subsidi. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. organisasi dan tata laksana direktorat. Pasal 272 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. . penyusunan rancangan alokasi anggaran. PSO dan subsidi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. h. keuangan. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. dan ABT. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi.86 g. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. j.

Subdirektorat Anggaran IIIA. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. d. d.87 Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran III Pasal 273 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. b. . Subdirektorat Anggaran IIIC. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. b. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan e. c. Subdirektorat Anggaran IIID. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Pasal 275 Direktorat Anggaran III terdiri atas: a. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Subdirektorat Anggaran IIIB. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. penyiapan penyusunan norma. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.

Pasal 278 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri atas: a. IIIB. dan g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga. b. d. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Seksi Anggaran IIIA-2. monitoring dan evaluasi penganggaran. Seksi Anggaran IIIA-4. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. Pasal 276 Subdirektorat Anggaran IIIA. definitif. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. Subdirektorat Anggaran IIIA. b. . penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga.88 e. dan d. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian /Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian /Lembaga. dan g. dan subsidi. Seksi Anggaran IIIA-1. Seksi Anggaran IIIA-3. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. Subdirektorat Anggaran IIIE. IIIB. c. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. f. PSO. sementara. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. revisi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . f.

dan d. IIIB-2. Seksi Anggaran IIIC-4. b. IIIC-2. Seksi Anggaran IIIB-1. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. Pasal 281 Seksi Anggaran IIIB-1. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .89 Pasal 279 Seksi Anggaran IIIA-1. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIIB-2. IIIA-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi. c. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. IIIC-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . c. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. b. Pasal 280 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 282 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri atas: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIC-2. IIIB-3. Pasal 283 Seksi Anggaran IIIC-1. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. IIIA-2. Seksi Anggaran IIIB-4. Seksi Anggaran IIIB-3. Seksi Anggaran IIIC-1. dan d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja.

monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. . Seksi Anggaran IIID-1.90 Pasal 284 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. d. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. dan f. Pasal 286 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan permintaan dan revisi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyelesaian rincian BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Seksi Anggaran IIID-3. IIID-3. e. b. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. menelaah permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 287 Seksi Anggaran IIID-1. Seksi Anggaran IIID-4. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. alokasi. c. IIID-2. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. b. dan d. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan bahan penyusunan rincian anggaran belanja. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. c. Seksi Anggaran IIID-2.

dan pengembalian belanja Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-1. j. Seksi Anggaran IIIE-3. b. penyiapan bahan pembinaan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan d. verifikasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Pasal 290 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri atas: a. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a.91 Pasal 288 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. e. g. i. pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. dan penyusunan tanggapan LHP dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pendapatan. Seksi Anggaran IIIE-4. c. penyusunan konsep surat pernyataan tanggungjawab Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. b. menyusun tanggapan LHP dan melaksanakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya serta pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/ Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. . Seksi Anggaran IIIE-2. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . rekonsiliasi belanja. rekonsiliasi barang milik negara Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. f. h. c.

f. IIIE-3. sementara. rekonsiliasi belanja. penyusunan berita acara serah terima serta penyusunan tanggapan LHP dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIIE-2. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. e. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. PSO dan Subsidi. penatausahaan data penganggaran. d. Pasal 292 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. pengembalian belanja dan barang milik negara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.92 Pasal 291 Seksi Anggaran IIIE-1. PSO dan Subsidi. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. PSO dan Subsidi. serta ABT Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. b. c. verifikasi laporan keuangan. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. . pendapatan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penyusunan konsep surat pernyataan tanggung jawab laporan keuangan. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. g. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. monitoring dan evaluasi laporan keuangan. h. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain.

sementara. organisasi dan tata laksana direktorat. definitif. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. penyusunan rancangan alokasi anggaran. umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. dan k. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. rencana kerja anggaran. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. dan ABT Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara. keuangan. PSO dan subsidi. PSO dan Subsidi. Pasal 294 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri atas: a. Pasal 296 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. dan b. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . pemrosesan usulan kode satuan kerja. Pasal 295 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Seksi Dukungan Teknis. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi penganggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian /Lembaga. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran.93 i. data. j. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran.

b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I. c. Pasal 299 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a.94 Bagian Kedelapan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 297 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. e. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 300 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. b. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga II. g. dan e. . Subbagian Tata Usaha. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. standardisasi. standar. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. d. c. f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. h. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pedoman. f.95 Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. penyusunan rencana dan realisasi. c. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. penatausahaan. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. Seksi Penerimaan Gas Alam. b. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. dan d. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. e. pedoman. Seksi Verifikasi. dan g. peraturan. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. . pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pemungutan. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. b. Pasal 303 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Pasal 302 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri atas: a. c.

monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.96 (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pedoman. pengolahan dan verifikasi data. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 304 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. b. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. pemungutan. d. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pedoman. . pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. peraturan. penyusunan rencana dan realisasi. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . peraturan. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pemungutan. penyusunan rencana dan realisasi. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.

dan c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. Pasal 307 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.97 e. Pasal 306 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri atas: a. b. penatausahaan. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. dan realisasi pemungutan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. Seksi Verifikasi. verifikasi data. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. g. penyusunan rencana. peraturan. dan i. pemungutan. pedoman. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. peraturan. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. . Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas. h. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. penyusunan rencana dan realisasi.

pengolahan dan verifikasi data. . penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian/ Lembaga. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. dan d. penatausahaan.98 (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penelaahan target. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IC. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. Seksi Verifikasi. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan e. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. c. pedoman. d. Pasal 308 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IB. standardisasi. b. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian/ Lembaga. Subdirektorat Penerimaan Kementerian Negara/Lembaga I dan II masing-masing menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan norma. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. Pasal 310 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I terdiri atas: a.

(2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Pasal 313 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. penelaahan target. IB. penelaahan target. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. pengolahan dan verifikasi data. standardisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b.99 Pasal 311 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. pedoman. Seksi Verifikasi. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIB. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. pengolahan dan verifikasi data. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. peraturan. IIB. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian /Lembaga II. pedoman. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga I. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. Pasal 314 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIC. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. peraturan. Pasal 312 Subdirektorat Penerimaan Kementerian /Lembaga II terdiri atas: a. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma.

pengolahan. pengolahan dan konsolidasi data. pedoman. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. verifikasi data. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Pasal 317 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. penelaahan. penatausahaan. b. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. standar. penelaahan. Pasal 316 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri atas: a. standar. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha. penyusunan rencana dan realisasi. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. penyiapan bahan perumusan norma. Seksi Penerimaan Laba BUMN II. kriteria. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. kriteria. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi. . d. pembukuan. pedoman. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. peraturan. Pasal 318 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan e. Seksi Verifikasi. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.100 Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. dan penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi. dan koordinasi pengolahan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan Kementerian/Lembaga. dan peraturan. pedoman.101 Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. Pasal 322 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. organisasi dan tata laksana direktorat. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. pedoman. serta melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi data dan informasi PNBP. b. penyiapan bahan perumusan norma. pengolahan dan konsolidasi data PNBP. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. dan d. . Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. standar. umum. standar. Pasal 320 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri atas: a. keuangan. konsolidasi. pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. dan c. data. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. Pasal 321 Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. c.

dan f. . Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Pasal 325 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri atas: a. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. c. d. penyiapan penyusunan norma. Pasal 326 Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem penganggaran. Subdirektorat Standar Biaya. d. pedoman. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem e. prosedur dan kriteria di bidang sistem penganggaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem penganggaran. b. pengembangan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan peraturan. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. b. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. penyiapan pemberian penganggaran. kriteria dan prosedur penerapan sistem penganggaran. c. e.102 Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 323 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem penganggaran.

standar.103 Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. penyiapan bahan pengkajian dan penyempurnaan klasifikasi penganggaran. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerja sama internal dan eksternal dalam rangka pengembangan dan penerapan sistem penganggaran. norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan standar biaya. . Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran. (2) Seksi Proses Bisnis Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis penganggaran sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerjasama internal dan eksternal dalam rangka perencanaan dan pengembangan sistem penganggaran. norma. (3) Seksi Penerapan Sistem Penganggaran mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan peraturan. dan pedoman penerapan sistem penganggaran. Pasal 328 Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran terdiri atas: a. kriteria dan prosedur dalam rangka penerapan sistem penganggaran. perumusan penyempurnaan klasifikasi anggaran serta penyelarasannya dengan fungsi penganggaran. dan d. Pasal 330 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma. dan d. penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. Seksi Penerapan Sistem Penganggaran. b. penyusunan bank data. Seksi Klasifikasi Anggaran. (4) Seksi Klasifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. Seksi Proses Bisnis Penganggaran. pedoman. Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan peraturan. monitoring dan evaluasi serta riset dan pengembangan standar biaya. b. c.

serta penyusunan bank data. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. penyiapan bank data. dan h. b. . g. penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. serta analisis dan pengembangan standar biaya. dan d. f. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. Seksi Standar Biaya III. d. penyusunan standar biaya umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. penyiapan bahan penyusunan standar biaya umum. Pasal 333 (1) Seksi Standar Biaya I. Seksi Standar Biaya II. e. Pasal 332 Subdirektorat Standar Biaya terdiri atas: a. c. b. Pasal 334 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja serta analisis dan evaluasi kinerja penganggaran. Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya. (2) Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya mempunyai tugas melakukan riset dan kajian standar biaya. riset dan kajian standar biaya umum dan standar biaya khusus. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Standar Biaya I. analisis dan pengembangan standar biaya.104 Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum.

II. c. pelaporan dan rekomendasi kinerja penganggaran. penyiapan bahan analisis data perencanaan penganggaran. penyiapan bahan analisis data realisasi pelaksanaan anggaran. perumusan. pengembangan. dan c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perumusan. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi.105 Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. pengolahan dan penyajian data/informasi. pemeliharaan dan evaluasi basis data. Pasal 337 Seksi Analisis dan Evaluasi Kinerja Penganggaran I. b. penyiapan bahan evaluasi kinerja penganggaran Kementerian /Lembaga. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. pemeliharaan dan evaluasi basis data. Pasal 336 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran terdiri atas: a. pelaporan dan rekomendasi. pembangunan. pengembangan. . Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. analisis. pembangunan. pelaporan dan rekomendasi. Pasal 338 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran III. penyiapan bahan pengkajian. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran II. penerapan sistem informasi penganggaran dan pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi serta pembinaan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Direktorat Jenderal. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran I. b. pelaporan dan rekomendasi. pengolahan data dan penyajian informasi penganggaran.

Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. pemeliharaan dan evaluasi basis data.106 c. d. pembangunan. perumusan. b. perumusan. organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Seksi Penyajian Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. (3) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pembangunan. perumusan. (4) Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Infromasi mempunyai tugas melakukan pembangunan. Pasal 342 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Informasi. pengembangan. Pasal 341 (1) Seksi Basis Data Penganggaran mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengembangan dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. pengolahan dan penyajian data dan informasi penganggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi. penyiapan bahan pengkajian. perumusan. umum. dan e. pembangunan. Pasal 340 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri atas: a. . Seksi Penyajian Informasi Penganggaran. dan d. keuangan. Seksi Basis Data Penganggaran. pengembangan. c. pemeliharaan dan pendayagunaan prasarana teknologi informasi dan komunikasi.

e. standar. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. kajian kebijakan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial. Pasal 344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343. penyiapan penyusunan norma. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e.107 Bagian Kesepuluh Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Pasal 343 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. b. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP. Pasal 345 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran terdiri atas: a. Pasal 346 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. b. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. c. prosedur dan kriteria di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. d. dan f. penyiapan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran.

penyiapan harmonisasi. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. dan c. kajian kebijakan. kajian kebijakan. hukum dan keamanan. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang perekonomian.108 Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. kajian kebijakan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. b. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang kesejahteraan rakyat. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial. kajian kebijakan. hukum dan keamanan. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. Pasal 349 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan harmonisasi. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang perekonomian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang politik. Pasal 348 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga terdiri atas: a. b. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang politik. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III. kajian kebijakan. Pasal 350 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

(2) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. kajian kebijakan. Pasal 353 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. b. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. Pasal 354 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP. kajian kebijakan. b. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Kematian dan jaminan sosial lainnya. Kematian dan jaminan sosial lainnya. kajian kebijakan.109 Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. penyiapan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 352 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial terdiri atas: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. kajian kebijakan.

dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan bahan harmonisasi penganggaran di bidang remunerasi. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi. kajian kebijakan. Pasal 356 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP terdiri atas: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan harmonisasi. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I. b. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. penyiapan harmonisasi. hukum dan keamanan. penyiapan bahan kajian di bidang remunerasi. hukum dan keamanan. kajian kebijakan. kajian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi menyelenggarakan fungsi : a. dan c. kajian kebijakan.110 Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II. . dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan harmonisasi. Pasal 357 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. b. kajian kebijakan. b. Pasal 358 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan.

kajian. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . organisasi dan tata laksana direktorat. . Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri. kajian. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural. (3) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. penyiapan bahan pengembangan kebijakan di bidang remunerasi. dan d. Pasal 361 (1) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. (2) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pejabat negara dan lembaga non struktural. umum. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi lainnya. Pasal 360 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi terdiri atas: a. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 363 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya. penyiapan bahan evaluasi di bidang remunerasi. keuangan. Pasal 362 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. dan c. kajian. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pegawai negeri.111 c.

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.112 Pasal 364 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . .

113 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 365 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan. c. standar. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. Direktorat Keberatan dan Banding. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. e. b. prosedur dan kriteria di bidang perpajakan. Direktorat Peraturan Perpajakan I. f. dan e. g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pajak. penyusunan norma. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. perumusan kebijakan di bidang perpajakan. c. . b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 367 Direktorat Jenderal Pajak terdiri atas: a. Direktorat Peraturan Perpajakan II. Sekretariat Direktorat Jenderal.

b. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. b. . koordinasi kegiatan direktorat jenderal.114 h. dan m. kearsipan dan rumah tangga. c. Bagian Kepegawaian. i. f. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. l. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan. Direktorat Penyuluhan. Direktorat Potensi. keuangan. Pelayanan. dan Hubungan Masyarakat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kepegawaian. Kepatuhan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Transformasi Proses Bisnis. Bagian Perlengkapan. j. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. koordinasi penyusunan rencana kerja. d. rencana stratejik. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. e. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan Penerimaan. k. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada direktorat jenderal. Bagian Keuangan. c. dan pelaksanaan tata usaha. Bagian Umum. Pasal 370 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 368 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal.

c. dan bimbingan konsultan pajak. Pasal 373 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri atas: a. administrasi. Subbagian Organisasi. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan pemberian izin. g. f. e. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. penyiapan bahan pemberian izin. Pasal 374 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. dan Subbagian Pengukuran Kinerja. b. penatausahaan.115 Pasal 371 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. h. administrasi penataan organisasi. serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. b. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. d. c. pengawasan. prosedur kerja. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. Subbagian Tatalaksana. administrasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. . penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. dan bimbingan konsultan pajak.

dokumentasi. statistik. c.116 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penempatan. b. penggajian. pemindahan pegawai. Pasal 378 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. d. cuti dan penghargaan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. kepangkatan. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. kesejahteraan pegawai. dan Subbagian Umum Kepegawaian. c. . dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 377 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. pelaksanaan pengangkatan. Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. usulan penyaringan pegawai. dan pengusulan pegawai. penggajian. Pasal 375 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicators. pelaksanaan tata usaha. penempatan. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. kepangkatan. dan pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. analisis kebutuhan pegawai. b. formasi. penatausahaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. d.

Pasal 382 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. usulan penyaringan pegawai. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 381 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. d. Subbagian Penyusunan Anggaran. dan pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dokumentasi. dan d. Pasal 379 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. kesejahteraan pegawai. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. statistik. formasi. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. b. b. .117 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . cuti dan penghargaan pegawai. serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. c. c. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran.

Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. penyiapan dokumen. c. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. dan Penghapusan. c. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. serta pelaksanaan. pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. dan pelaksanaan. b.118 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. dan Subbagian Inventarisasi. penyiapan dokumen. Pemeliharaan. Subbagian Pengadaan II. Pasal 385 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. b. d. Pasal 386 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. Subbagian Pengadaan I. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. Pasal 383 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. . dan pelaksanaan. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan dokumen. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

pengetikan. Subbagian Protokol. Pasal 389 Bagian Umum terdiri atas: a. perjalanan dinas. e. serta kearsipan kantor pusat. Pasal 390 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat. c. b. kearsipan. penggandaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan ekspedisi. pencatatan acara. pengaturan penerimaan tamu.119 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. serta kearsipan Kantor Pusat. b. dan ekspedisi. . dan rumah tangga. penyajian bahan kegiatan. pengetikan. pelaksanaan bimbingan kearsipan direktorat jenderal. penggandaan. rapat pimpinan dan akomodasi. dan pelaksanaan pengelolaan rumah tangga kantor pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja kantor pusat. d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. d. pelaksanaan tata usaha. pelaksanaan surat-menyurat. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. (4) Subbagian Inventarisasi. dan Subbagian Rumah Tangga. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. pelaksanaan protokol. Pasal 387 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. c. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. perjalanan dinas. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pasal 392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391. pencatatan acara. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan norma. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. c. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. rapat pimpinan dan akomodasi.120 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. standar. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 391 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. pengaturan penerimaan tamu. Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. . Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyajian bahan kegiatan. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. b. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya.

121 d. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. e. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. Subbagian Tata Usaha. f. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penegasan (ruling). Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. d. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. Pasal 393 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri atas: a. c. Pasal 394 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. b. teknis operasional. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan penyusunan rancangan peraturan. . petunjuk pelaksanaan.

Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. d. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. b. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. teknis operasional. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. Pasal 396 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri atas: a. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. teknis operasional. Pasal 398 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penegasan (ruling). (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.122 c. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. . serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. Pasal 397 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. teknis operasional.

Pasal 401 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. c. penegasan (ruling).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .123 Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398. b. . pertambangan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. dan Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. dan penyusunan rancangan peraturan. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). otomotif. b. dan elektronik. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. Pasal 400 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri atas: a. penegasan (ruling). c. teknis operasional. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. d. dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. teknis operasional.

. jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. petunjuk pelaksanaan. dan Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Jasa. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. d. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402.124 Pasal 402 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. b. jasa. dan penyusunan rancangan peraturan. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. teknis operasional. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. c. Pasal 405 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. b. Pasal 404 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. c. penegasan (ruling). penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. jasa. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Jasa. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri atas: a.

petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. Pasal 406 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. teknis operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . petunjuk pelaksanaan. . dan penyusunan rancangan peraturan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.125 (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. d. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. teknis operasional. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

pengolahan data. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. tata usaha. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 409 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). penegasan (ruling). teknis operasional. kearsipan. petunjuk pelaksanaan. Pasal 410 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. dan Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. dan rumah tangga Direktorat. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. dan penyusunan rancangan peraturan. keberatan dan pengurangan. b.126 Pasal 408 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri atas: a. c. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. petunjuk pelaksanaan.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum.127 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 411 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Pajak Penghasilan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. bantuan hukum. penyiapan penyusunan norma. c. Pasal 413 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri atas: a. dan harmonisasi peraturan perpajakan. . e. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. dan harmonisasi peraturan perpajakan. dan e. dan harmonisasi peraturan perpajakan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. bantuan hukum. f. b. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Pajak Penghasilan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Subdirektorat Bantuan Hukum. bantuan hukum. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. standar. d. Subbagian Tata Usaha. bantuan hukum. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. bantuan hukum. b. dan harmonisasi peraturan perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. dan harmonisasi peraturan perpajakan. d.

dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. c. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. penegasan (ruling). penegasan (ruling). teknis operasional. Pasal 416 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri atas: a. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. dan penyusunan rancangan peraturan. . b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. dan penyusunan rancangan peraturan. (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. petunjuk pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. Pasal 415 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414. Pasal 417 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. c. penegasan (ruling).128 Pasal 414 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. d. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. b. petunjuk pelaksanaan. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. d. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. c. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a.129 Pasal 418 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. . penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pajak Penghasilan Pasal 23. Pasal 421 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. petunjuk pelaksanaan. Pasal 420 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri atas: a. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. penegasan (ruling). dan Pajak Penghasilan Pasal 26. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan. c. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. teknis operasional.

(3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. b. Pasal 424 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri atas: a. teknis operasional. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. teknis operasional. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. c. d. Pasal 422 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. b. Pasal 423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan.130 (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . e. Seksi Perjanjian Eropa. pengendalian dan evaluasi peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. f. penegasan (ruling). penegasan (ruling). rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. dan peraturan pelaksanaannya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. dan pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. penegasan (ruling).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

(3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. dan pemberian bimbingan. Pasal 425 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. d. dan Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyiapan bahan penelaahan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. Pasal 426 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta penyiapan bahan penelaahan. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir. pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. pelaksanaan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. . pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan.131 c.

Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. (4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. b. pelaksanaan. pelaksanaan. Jakarta Selatan.132 Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. pelaksanaan. Nusa Tenggara. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi. . d. b. Seksi Bantuan Hukum III. Banten. Jawa Barat. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera. Seksi Bantuan Hukum II. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. pemberian bimbingan. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 428 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. Jakarta Timur. Seksi Bantuan Hukum I. dan dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Pasal 429 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. dan Seksi Bantuan Hukum IV. Bali. c. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Maluku dan Papua. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. pelaksanaan. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat. Jawa Tengah. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat. (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mensinergikan peraturan. petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 432 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri atas: a. Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan. . b. d. sinkronisasi peraturan. dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. Pasal 431 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 430. dan Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. Seksi Analisis Peraturan Perpajakan. c. teknis operasional. d. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan.133 Pasal 430 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. c. b. analisis keterkaitan peraturan. dan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. teknis operasional.

penyiapan penyusunan norma. standar. petunjuk pelaksanaan. tata usaha. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. . prosedur dan kriteria di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. dan rumah tangga Direktorat. b. teknis operasional. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. teknis operasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. petunjuk pelaksanaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan.134 Pasal 433 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 435 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. kearsipan. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Pasal 434 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. petunjuk pelaksanaan. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

dan Seksi Strategi Pemeriksaan. penyusunan. b. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. pengendalian. bimbingan. d. c. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan. penyusunan. pengendalian. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 437 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri atas: a. Pasal 438 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. f. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan. pemantauan. c. b. dan e. pengendalian. . b. Subdirektorat Penagihan. g. pemantauan. e. Pasal 440 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri atas: a. penyusunan. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. pemantauan. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. pemantauan. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan. pengendalian.135 d. Pasal 439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438. penyusunan. dan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan. penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

penyusunan. pengendalian. Pasal 442 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. . pemantauan. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak. pemantauan. pemantauan. pengendalian. pengawasan. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. pengendalian. penyusunan. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. penyusunan. pengendalian. bimbingan. pemantauan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak. dan Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. b. b. dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak. pengendalian. Pasal 444 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri atas: a.136 Pasal 441 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak. Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan. c. pemantauan. Seksi Teknik Pemeriksaan. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. Pasal 445 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengawasan. c. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan.

Pasal 446 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 448 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri atas: a.137 (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengendalian. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam. Pasal 447 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pengendalian. c. bimbingan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. pemantauan. pemantauan. b. pemantauan. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. pengendalian. dan Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. c. dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. pengawasan. bimbingan. penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. b. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. penyusunan. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. penelaahan. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup. pengawasan. penyusunan. Pasal 449 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. dukungan teknis. c. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. bimbingan. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. penyusunan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam. bimbingan. dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. koordinasi. pemantauan. Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan. penyusunan. c. pengendalian. bimbingan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. pengendalian. pengendalian. pengendalian. b. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan. dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. . penyiapan bahan penelahaan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. bimbingan. pemantauan. penyusunan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. bimbingan. b. Pasal 453 (1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.138 (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. koordinasi. Pasal 452 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri atas: a. pengendalian. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. penyusunan. penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. pengendalian. dan Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. dan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi terhadap dukungan teknis. Seksi Kerjasama Pemeriksaan. Pasal 450 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan.

b. penyusunan. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan. Pasal 455 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 454. pengendalian. b. pengendalian. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. koordinasi. Pasal 454 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan. Pasal 457 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak. pemantauan. pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 456 Subdirektorat Penagihan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. pengendalian.139 (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan. dan Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. c. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis. . c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak. pemantauan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. bimbingan. koordinasi. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait.

piutang pajak. penyiapan penyusunan norma. dan penatausahaan penagihan pajak. d. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. dan penghapusan tunggakan pajak. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Intelijen Perpajakan. Pasal 460 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459. Subdirektorat Rekayasa Keuangan. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 459 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. b.140 (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tata usaha. penyiapan perumusan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. b. Pasal 461 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri atas: a. standar. . pengendalian mutu penagihan pajak. dan rumah tangga Direktorat. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. dan e. Pasal 458 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. pengawasan. prosedur dan kriteria di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. serta pemantauan.

pemantauan. e. dan pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. analisis. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. . Pasal 464 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri atas: a. evaluasi kegiatan intelijen. f. d. pengendalian. pemantauan. Seksi Intelijen Perpajakan I. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. c. b. penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. analisis. b. analisis. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan. penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan. pengelolaan data intelijen. Pasal 462 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan.141 c. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen. Subbagian Tata Usaha. Pasal 463 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462. dan standardisasi teknis data intelijen. pengawasan. d. Pasal 465 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri. Seksi Intelijen Perpajakan II. serta pelaksanaan intelijen. penatausahaan. Subdirektorat Penyidikan. sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c.

Pasal 468 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri atas: a. data. analisis. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan. Pasal 469 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan pengaduan. c. Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. data. laporan. analisis. pengawasan. b. . pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. penyusunan. Pasal 466 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. penyusunan.142 (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. pemantauan. penyusunan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen. serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. b. pemantauan. pengendalian. Seksi Rekayasa Keuangan II. data. dan pengaduan. dan pengaduan. laporan. pemantauan. c. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. laporan. Seksi Rekayasa Keuangan I. pengendalian. dan Seksi Rekayasa Keuangan III. penyiapan bahan penelaahan.

laporan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. data. Pasal 472 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri atas: a. Pasal 470 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. dan bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. pemantauan. penyusunan. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. data. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan. c. penyusunan. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I. dan pengaduan. b. laporan. dan pengaduan. pemantauan. (3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan. penyusunan. bimbingan. pemantauan. pengawasan.143 (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. pengendalian. pemantauan. pengendalian.

pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. c. Pasal 474 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan.144 Pasal 473 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. pengendalian. . penyusunan. pengawasan. Seksi Penyidikan II. b. Pasal 476 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. dan bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. penatausahaan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pemantauan. c. Seksi Penyidikan I. pengawasan. pengendalian. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan.

Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 479 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. b. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi. pengendalian. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan.145 Pasal 477 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. . tata usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. prosedur dan kriteria di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. dan rumah tangga Direktorat. kearsipan. c. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. pengawasan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 478 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 480 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan.

Pasal 482 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. Subdirektorat Ekstensifikasi. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. dan Seksi Evaluasi Ekstensifikasi. Subdirektorat Penilaian I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. Pasal 485 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. c. c. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. Seksi Teknis Ekstensifikasi. . f. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. dan penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis Pasal 484 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri atas: a. Subdirektorat Pendataan. Subdirektorat Penilaian II.146 Pasal 481 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. b. e. c.

147 (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. Pasal 489 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. Pasal 488 Subdirektorat Pendataan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. c. dan pemetaan objek dan subjek pajak. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. b. Pasal 486 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. b. . pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. c. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pendataan. pendataan.

(3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. dan penyiapan bahan perumusan. c. dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. c.148 Pasal 490 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. penilaian individu sektor perkebunan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. komersial. b. . penyiapan bahan perumusan. pemantauan. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. Pasal 492 Subdirektorat Penilaian I terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. pemantauan. b. perhutanan. Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. analisis keseimbangan nilai. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. dan Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. Seksi Penilaian Massal Bumi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 493 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. penyiapan bahan perumusan. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan.

dan penyiapan bahan perumusan. b. dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. penyiapan bahan perumusan. Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. . dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. industri. Seksi Penilaian Massal Bangunan. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. c. Pasal 496 Subdirektorat Penilaian II terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. penyiapan bahan perumusan. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. evaluasi. pemantauan. dan Seksi Penilaian Individu Pertambangan. penilaian individu sektor perumahan. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. c. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. Pasal 497 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan.149 Pasal 494 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. evaluasi. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keberatan dan banding. Subbagian Tata Usaha. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. b. prosedur dan kriteria di bidang keberatan dan banding. b. dan rumah tangga Direktorat. e. tata usaha. Pasal 500 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 499. kearsipan. dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang keberatan dan banding. c. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 499 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang keberatan dan banding.150 Pasal 498 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. d. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang keberatan dan banding. penyiapan penyusunan norma. Pasal 501 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. f. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Jakarta Timur. d. pengurangan. c. pengurangan. dan keberatan. Nusa Tenggara. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. penelaahan. dan keberatan. Pasal 504 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri atas: a. pembatalan. Bali. Pasal 503 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 502. Maluku dan Papua. b. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. dan pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. dan keberatan. pembatalan. penghapusan. pengurangan. pengurangan. penghapusan.151 Pasal 502 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Seksi Pengurangan dan Keberatan II. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. dan keberatan di wilayah Sulawesi. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. Jakarta Selatan. b. pengurangan. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. pembatalan. penghapusan. Pasal 505 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penghapusan. penghapusan. pembatalan. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. pembatalan. . penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. penghapusan. pembatalan.

dan keberatan di wilayah Sumatera. Seksi Banding dan Gugatan IB. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. b. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Pasal 509 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. penyiapan bahan penelaahan. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. b. Pasal 508 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri atas: a.152 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pembatalan. Seksi Banding dan Gugatan IA. c. Jawa Tengah. Pasal 506 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Jawa Barat. penghapusan. Pasal 507 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Banten. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Banding dan Gugatan IC. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengurangan. . serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus.

serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. Kalimantan. Pasal 511 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510. Pasal 512 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri atas: a. dan Jawa Tengah. Jakarta Selatan. Seksi Banding dan Gugatan IIA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Daerah Istimewa Yogyakarta.153 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. dan Jakarta Timur. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Pasal 510 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Seksi Banding dan Gugatan IIB. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Pasal 513 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Nusa Tenggara. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. Jawa Barat. Bali. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. dan Jawa selain Jakarta. Sulawesi. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Banding dan Gugatan IIC. c. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. . penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Papua. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Maluku. penelaahan.

banding di Pengadilan Pajak. b. Maluku. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. pembatalan. pembatalan. pengurangan. dan gugatan di Pengadilan Pajak. keberatan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. Pasal 515 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514. penghapusan. dan Papua. b.154 (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penghapusan. penghapusan. pemantauan. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. Pasal 514 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. c. pembatalan. dan Peninjauan Kembali. dan penatausahaan. penyiapan bahan pemantauan. pembatalan. Pasal 516 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri atas: a. pengendalian. pengendalian. dan banding di Pengadilan Pajak. dan Seksi Evaluasi Banding. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. penyiapan bahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. pengurangan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. penghapusan. penatausahaan. . dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. keberatan. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. pengendalian. penatausahaan. dan keberatan. penyiapan bahan. c. Nusa Tenggara. Pasal 517 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Gugatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bali. pengurangan. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. penyiapan bahan pemantauan. Seksi Peninjauan Kembali. keberatan.

kepatuhan. pengendalian. kepatuhan. Kepatuhan. standar. d. dan Penerimaan terdiri atas: a. tata usaha. Direktorat Potensi. Gugatan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang potensi. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang potensi. dan Penerimaan Pasal 519 Direktorat Potensi. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. b. kepatuhan. Subdirektorat Dampak Kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penerimaan. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang potensi. Kepatuhan. dan Penerimaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang potensi. kepatuhan. prosedur dan kriteria di bidang potensi. dan penerimaan. Kepatuhan. Kepatuhan.155 (3) Seksi Evaluasi Banding. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan penyusunan norma. kearsipan. dan penerimaan. pelaksanaan tata usaha direktorat. dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Pasal 518 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 521 Direktorat Potensi. kepatuhan. . dan rumah tangga Direktorat. c. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. Subdirektorat Potensi Perpajakan. dan e. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. dan penerimaan. dan penerimaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519.

b. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. serta pemantauan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. f. Seksi Potensi Sektor Jasa. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. . Seksi Potensi Sektor Perdagangan. penelaahan.156 d. pengendalian. serta pemantauan. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Potensi Sektor Industri. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 522 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. e. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. dan pemantauan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. Subbagian Tata Usaha. pengendalian. pengendalian. dan c. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. pengendalian. pengendalian. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. Pasal 524 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri atas: a. Pasal 525 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 523 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

pengendalian. penelaahan. penelaahan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penyusunan kebijakan. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 529 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan pendistribusian hasil penelitian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pemilihan tema penelitian perpajakan. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.157 Pasal 526 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penelaahan dan penelitian perpajakan. serta pemantauan. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 530 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Pasal 528 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri atas: a. penyiapan. b. dan Seksi Dampak Kebijakan Umum. c. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi.

b. pengendalian. e. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. pengendalian. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. d.158 Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. serta pemantauan. dan Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 532 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri atas: a. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. dan penyusunan kebijakan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. c. pengendalian. pengendalian. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. pengendalian. b. Pasal 533 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. . c. dan penyusunan kebijakan.

penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. b. rekonsiliasi. analisis. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek.159 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. d. serta pemantauan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. Pasal 537 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. pemantauan. f. dan penyusunan kebijakan. dan Seksi Evaluasi Penerimaan. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. Pasal 536 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri atas: a. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. c. pengendalian. statistik. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. e. analisis. penelaahan. b. dan penatausahaan penerimaan pajak. dan penatausahaan penerimaan pajak. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Pasal 534 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. d. rekonsiliasi. Pajak Pertambahan Nilai. statistik. pengendalian. penyusunan. dan penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. .

Pelayanan. dan e. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. dan hubungan masyarakat. dan rumah tangga Direktorat. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha. pelayanan dan hubungan masyarakat. . penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan. pelayanan dan hubungan masyarakat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan. prosedur dan kriteria di bidang penyuluhan. standar. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. kearsipan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat.160 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan. penyiapan penyusunan norma. dan Hubungan Masyarakat Pasal 539 Direktorat Penyuluhan. Pasal 538 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyusunan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan. Direktorat Penyuluhan. d. pelayanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelayanan dan hubungan masyarakat. c. Pelayanan.

dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. j. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. c. pemantauan. e. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. pengendalian. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. pemantauan. Pelayanan. dan peraturan non perpajakan.161 Pasal 541 Direktorat Penyuluhan. b. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. metode. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. penyiapan teknik. riset pelajar dan mahasiswa. penelaahan. dan pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. Pasal 542 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dokumentasi peraturan perpajakan. b. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. dan penyusunan kebijakan. . serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. e. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. i. dan materi penyuluhan pajak. f. serta pemantauan. d. g. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. f. d. pengendalian. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. c. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan.

dan penyusunan kebijakan. c. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. serta pemantauan. b. riset pelajar dan mahasiswa. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. Pasal 546 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat.162 Pasal 544 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri atas: a. serta pemantauan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. Pasal 545 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. . dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Materi Penyuluhan. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. dan Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. serta pemantauan. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan kebijakan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. b. d. serta pemantauan. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. pengendalian. Seksi Dukungan Penyuluhan. serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

163 c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. d. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. Seksi Pelayanan Pengaduan. dan bimbingan pelaksanaan pelayanan. pengendalian. b. c. Pasal 549 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. d. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. dan penyusunan kebijakan. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. . dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. Pasal 550 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based. serta pemantauan. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. pemantauan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. Pasal 548 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri atas: a. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan.

dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. serta pemantauan. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Pengelolaan Berita. dan penyusunan kebijakan. d. pengendalian. b. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Seksi Hubungan Eksternal. baik internal maupun eksternal. c. Seksi Hubungan Internal. pengendalian. Pasal 552 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri atas: a. pengendalian. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan pengelolaan situs. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. c. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. Pasal 554 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. . d. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pemantauan dan pengelolaan berita. Pasal 553 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.164 b. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. pemantauan. dan Seksi Pengelolaan Situs.

Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerjasama Luar Negeri. pelaksanaan. c. b. pemantauan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. pengendalian. penyusunan kebijakan teknis. dan penyusunan. serta pelaksanaan. pengendalian. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pelaksanaan. Pasal 558 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. tata usaha. pengendalian. dan Seksi Kemitraan Wajib Pajak. kearsipan. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. . dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. pemantauan. pemantauan. Pasal 556 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri atas: a. d. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri.165 Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. Pasal 557 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Seksi Kerjasama Dalam Negeri. dan bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). c.

serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. standar. c. d. dan penyusunan kebijakan. e. Subdirektorat Pelayanan Operasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. serta administrasi program aplikasi. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha direktorat. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pengendalian. Pasal 562 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. prosedur dan kriteria di bidang teknologi informasi perpajakan. aplikasi. serta pemantauan. Subbagian Tata Usaha. d. registrasi Wajib Pajak. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. b.166 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 559 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknologi informasi perpajakan. Pasal 561 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri atas: a. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknologi informasi perpajakan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. Subdirektorat Pendukung Operasional. . dan Kelompok Jabatan Fungsional. b.

serta pemantauan. serta pemantauan. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. registrasi Wajib Pajak. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. dan Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. aplikasi. serta administrasi program aplikasi. c. dukungan teknis. c. pengendalian. b. dan jaringan komunikasi data. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 564 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri atas: a. aplikasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan administrasi program aplikasi. dan jaringan komunikasi data. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. pengendalian. registrasi Wajib Pajak. pengendalian. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. d. serta pemantauan. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi teknik operasional. pemantauan. aplikasi. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi.167 Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. b. dukungan teknis. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. Pasal 565 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. . registrasi Wajib Pajak. serta administrasi program aplikasi. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. dukungan teknis. d.

b. Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. kegiatan. d. pengendalian. Seksi Pertukaran Data Elektronik. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. pengendalian. pertukaran data elektronik. . serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. dan pelaksanaan tugas. serta administrasi pekerjaan. serta pengelolaan intranet dan internet. serta pengelolaan intranet dan internet. pemutakhiran data tampilan. pelaksanaan bimbingan sistem. penelaahan. Pasal 569 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pengelolaan intranet dan internet. pengendalian. serta pelaksanaan bimbingan sistem. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. serta pemantauan. pertukaran data elektronik. dan Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. pemantauan. Seksi Bimbingan Sistem.168 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. pertukaran data elektronik. dan administrasi pekerjaan. pemutakhiran data tampilan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. pemutakhiran data tampilan. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan kebijakan. Pasal 568 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri atas: a. pengelolaan intranet dan internet. pemutakhiran data tampilan. b. serta pemantauan. Pasal 566 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. d. pertukaran data elektronik. c. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.

e. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengolahan data dan dokumen. basis data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pemantauan. basis data. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. d. pengolahan data dan dokumen. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . basis data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. . serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. c. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengendalian. pengolahan data dan dokumen. serta administrasi program aplikasi. basis data. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pemantauan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. dan administrasi program aplikasi.169 (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. b. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. serta administrasi pekerjaan. serta administrasi pekerjaan. pengendalian. pengendalian. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. dan penyusunan kebijakan. Pasal 570 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. pengendalian. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pemantauan. pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta pengolahan data dan dokumen.

serta administrasi program aplikasi. dan evaluasi teknik operasional. pengendalian. serta pemantauan. tata usaha. dan Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pengendalian. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. serta pemantauan. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. Pasal 573 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. Seksi Pemantauan Basis Data. serta administrasi program aplikasi. kearsipan. Pasal 574 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas. pengendalian. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. penyimpanan. serta pemantauan. serta administrasi program aplikasi. b. c. dan rumah tangga Direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.170 Pasal 572 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri atas: a. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. d. serta administrasi program aplikasi. kualitas dan transfer data. serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. b. prosedur dan kriteria di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. g. perancangan.171 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 575 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. Subdirektorat Kepatuhan Internal. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Investigasi Internal. dan penyusunan strategi. d. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. e. Pasal 577 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri atas: a. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. c. d. Pasal 578 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. dan e. c. Subdirektorat Transformasi Organisasi. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. standar. .

b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. koordinasi. perancangan. Seksi Penjaminan Kualitas.172 Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. perancangan. Seksi Pengujian Kepatuhan. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. dan c. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. dan penyiapan bahan penyusunan strategi. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. Pasal 581 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. Pasal 582 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. . pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 580 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri atas: a. Seksi Internalisasi Kepatuhan. b. c. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a.

Seksi Investigasi Internal II. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. c. perancangan. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. perancangan. dan pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. Pasal 584 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri atas: a. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. e. dan Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. Pasal 585 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi.173 b. b. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. perancangan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. Pasal 586 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. c. Seksi Investigasi Internal I. . pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa.

Pasal 590 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. dan manajemen kepegawaian lainnya. Pasal 588 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri atas: a. Pasal 589 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). prosedur kerja. b. Seksi Perencanaan Strategis. uraian jabatan. dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. dan analisis jabatan. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait.174 Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. perancangan. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. c. dan analisis jabatan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. uraian jabatan. (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. . pelaksanaan. pengukuran kinerja pegawai. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. c. d. b. dan penyiapan bahan kelembagaan. prosedur kerja. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. perancangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor).

promosi. dan Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. serta asistensi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. b. Promosi. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. Pasal 593 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Pasal 592 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri atas: a.175 Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. dan Kompensasi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. c. dan kompensasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. penyiapan bahan evaluasi. promosi. penyiapan bahan evaluasi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. dan kompensasi. (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. promosi. c. b. dan kompensasi. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. e. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. d. penyiapan bahan evaluasi. Promosi. dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi.

tata usaha. Pasal 597 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. dan rumah tangga direktorat. . Pasal 596 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri atas: a. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. analisis kriteria kompetensi pegawai. b. Pasal 598 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.176 Pasal 594 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. kearsipan. d. c. serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. b. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. dan Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai.

Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. . dan e. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. penyiapan penyusunan norma. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. c. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi.177 (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. d. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. prosedur dan kriteria di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. serta evaluasi sistem informasi. Pasal 601 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri atas: a. standar. Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 599 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. c. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. d. Pasal 602 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. e.

b. perancangan. instalasi. Seksi Evaluasi Sistem Informasi. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. d. Pasal 607 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. b. perencanaan. (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. penelitian. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. perencanaan. perancangan. dan evaluasi konfigurasi basis data. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. c. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan.178 Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 605 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. dan d. Pasal 606 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 604 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri atas : a. penelitian. perancangan. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. . Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. perencanaan. instalasi. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. instalasi konfigurasi basis data. dan evaluasi jaringan komunikasi data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi sistem informasi. c. b.

perancangan. dan evaluasi jaringan komunikasi data. perencanaan. instalasi. Pasal 612 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. Pasal 609 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. b. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. . d. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. aplikasi informasi geografis.179 c. dan penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. penelitian. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengelolaan Basis Data. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. dan aplikasi informasi dan pelaporan. perencanaan. instalasi aplikasi perpajakan. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perancangan. aplikasi informasi geografis. dan pengelolaan data spasial. d. c. perencanaan perancangan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. instalasi. dan evaluasi konfigurasi basis data. dan evaluasi aplikasi perpajakan. Pasal 610 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. pengelolaan basis data. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. dan Seksi Pengelolaan Data Spasial. b. instalasi. Pasal 608 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri atas: a.

pengembangan. d. dan rumah tangga Direktorat. pengembangan. Pasal 613 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. Pasal 614 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. serta administrasi program aplikasi. Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. tata usaha. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. pengembangan. serta administrasi program aplikasi. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 615 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi proses bisnis. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. dan instalasi aplikasi informasi geografis. kearsipan. serta administrasi program aplikasi. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan.180 c. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan. b.

dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan.181 c. dan b. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. d. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. penyusunan strategi. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi proses bisnis. Subbagian Tata Usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 617 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. penyiapan. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. Pasal 620 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri atas: a. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. c. perancangan. d. perancangan. Subdirektorat Manajemen Transformasi. . Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. pengkajian. standar. e. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. b. prosedur dan kriteria di bidang transformasi proses bisnis. c. pelaksanaan uji coba konsep. dan e. f. Pasal 618 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. g. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618.

dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian. b. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. perancangan. Pasal 622 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan Seksi Pengembangan Pelayanan II. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. Seksi Pengembangan Pelayanan I. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri atas: a. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan.182 Pasal 621 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. penyiapan. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. perancangan. perancangan. pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. Pasal 625 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. . b. pelaksanaan uji coba konsep. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi.

penyiapan. perancangan. Pasal 629 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. penyusunan strategi. pendataan. b. perancangan. penyiapan. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 630 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. b. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep. dan penilaian. Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I. Pasal 628 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri atas: a. . pelaksanaan uji coba konsep. c. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. perancangan.183 Pasal 626 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyusunan strategi. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan.

perancangan. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. pendataan. penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. dan Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. b. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep. . dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. penyiapan bahan penyusunan strategi. pemetaan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. perancangan. c. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. koordinasi manajemen perubahan. perancangan. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a.184 Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. dan penilaian. pelaksanaan uji coba konsep. pendataan. dan penilaian. Pasal 633 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. Pasal 632 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan strategi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. analisis risiko. Pasal 634 Subdirektorat Manajemen Transformasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pemutakhiran rencana. serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. d. pendataan. b. dan penilaian. perancangan. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. d. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. analisis risiko. Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan. dan rumah tangga Direktorat. c. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. Pasal 637 (1) Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. analisis risiko. Pasal 636 Subdirektorat Manajemen Transformasi terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksananaan koordinasi manajemen perubahan. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. tata usaha. (2) Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. serta koordinasi manajemen perubahan. dan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. kearsipan. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. b. Subdirektorat Manajemen Transformasi menyelenggarakan fungsi: a. b. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan.185 Pasal 635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .186 Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 639 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 640 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. . g. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 643 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri atas: a. perumusan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. f. b. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. Direktorat Cukai. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. h.187 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 641 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai. Sekretariat Direktorat Jenderal. standar. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Kepabeanan Internasional. Pasal 642 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Audit. dan i. c. Direktorat Teknis Kepabeanan. e. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. c. penyusunan norma. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. d.

. Bagian Kepegawaian. analisa jabatan. b. kepegawaian dan keuangan. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. Pasal 646 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 647 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Bagian Perlengkapan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumentasi direktorat jenderal. Bagian Keuangan. c. evaluasi peringkat jabatan. pelaksanaan tata usaha. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. b. Bagian Umum. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. ketatalaksanaan. pengembangan kinerja organisasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. analisa beban kerja. e. d.188 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 644 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan. dan f. penataan organisasi. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. dan pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan jabatan fungsional. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. dan d.

Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai. dan d. implementasi. Subbagian Tata Laksana I. pengkajian.189 b. Pasal 650 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan monitoring organisasi. standar beban kerja dan monitoring sistem dan prosedur kerja. c. c. (2) Subbagian Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. analisis jabatan. Subbagian Tata Laksana II. penyiapan bahan penyusunan rumusan standar norma waktu. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 649 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. tata naskah persuratan dinas. prosedur kerja. (3) Subbagian Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis beban kerja. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 651 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pelaksanaannya. dan pakaian dinas. dan penyusunan jabatan fungsional. . penyusunan uraian jabatan. dan evaluasi peringkat jabatan. standard norma waktu dan pengembangan pelayanan publik Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. dan penyusunan prosedur standar operasi serta evaluasi d. monitoring sistem dan evaluasi prosedur kerja. evaluasi peringkat jabatan. penelaahan dan evaluasi jabatan. (4) Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman. dan pengembangan jabatan fungsional di bidang kepabeanan dan cukai.

pendataan pegawai. dan mutasi kepegawaian lainnya. dan dokumentasi kepegawaian. penindakan. formasi dan pengadaan pegawai. penempatan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 653 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha. dan mutasi kepegawaian lainnya. pemindahan. penggajian. . b. penggajian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. c. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. dan penjatuhan hukuman disiplin. penindakan. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. kepangkatan. pendataan pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan. kepangkatan. ujian jabatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pelaksanaan urusan pengangkatan. c. penyiapan bahan perencanaan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penempatan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. cuti. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. formasi dan pengadaan pegawai. dan d. dan penjatuhan hukuman disiplin.190 Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. pemindahan. Pasal 655 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. dan dokumentasi kepegawaian. cuti. Pasal 654 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. dan d.

Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan d. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. dan d. Pasal 657 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 658 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. b. Subbagian Penyusunan Anggaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 659 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. c. . b. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Gaji. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran.191 Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. c. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Subbagian Perbendaharaan.

penyiapan dokumen. Subbagian Pengadaan. distribusi. . b. penggandaan.192 Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. pelaksanaan urusan inventarisasi. penyiapan dokumen. Pasal 663 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. serta pelaksanaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Pasal 661 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan surat menyurat. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa sarana. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kearsipan Direktorat Jenderal. dan penghapusan perlengkapan. kearsipan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pengetikan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. dan c. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. pemeliharaan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. serta pelaksanaan. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. b. dan c. Pasal 662 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan. dan penghapusan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. pemeliharaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. b.

penggandaan. d. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. pengamanan kantor. pengetikan. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. Subbagian Kesejahteraan.193 c. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. protokol. dan rumah dinas kantor pusat. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 665 Bagian Umum terdiri atas: a. poliklinik. (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subbagian Rumah Tangga. pengamanan kantor. keprotokolan. pelaksanaan urusan tata usaha. akomodasi. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan kesejahteraan. dan akomodasi Direktur Jenderal. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 667 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknis kepabeanan. . pemeliharaan sarana. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. dan e. Pasal 666 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. b. dan akomodasi Direktur Jenderal. poliklinik dan rumah dinas. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.

Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Pasal 669 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Klasifikasi Barang. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. standardisasi dan bimbingan teknis. . Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. prosedur dan kriteria di bidang teknis kepabeanan. tempat penimbunan pabean. standar. barang dikuasai negara. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan e. Subdirektorat Impor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. dan barang milik negara. dan f. b. d. penyiapan penyusunan norma. e. Pasal 670 Subdirektorat Impor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Impor menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. Subdirektorat Ekspor.194 Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Nilai Pabean. barang tidak dikuasai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 670. b.

dan d. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis. barang dikuasai negara. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang tidak dikuasai. standardisasi dan bimbingan teknis. . Seksi Impor II. Pasal 674 Subdirektorat Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor sesuai dengan pembagian tugas yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penangguhan Bea Masuk.195 Pasal 672 Subdirektorat Impor terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak dikenakan bea keluar. Pasal 673 (1) Seksi Impor I dan Seksi Impor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Impor I. tempat penimbunan pabean. dan barang milik negara. (3) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor dan bea keluar. b. Pasal 675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Subdirektorat Ekspor menyelenggarakan fungsi: a. c.

tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pembalasan. Seksi Ekspor I. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. tarif bea masuk. Seksi Ekspor II. b. . Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. dan tarif bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi. standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea keluar. b. (2) Seksi Ekspor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi. (3) Seksi Ekspor III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. Pasal 677 (1) Seksi Ekspor I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.196 Pasal 676 Subdirektorat Ekspor terdiri atas: a. Seksi Ekspor III. Pasal 678 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pengamanan. dan c. Pasal 680 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Klasifikasi II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Klasifikasi I. tarif bea masuk pengamanan. dan tarif bea masuk.

tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Klasifikasi IV. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.197 c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. . tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 681 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Seksi Klasifikasi III. dan d. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk pembalasan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. . evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Seksi Nilai Pabean IV. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Pasal 684 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri atas: a. dan data harga. Pasal 683 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 682. c. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a.198 Pasal 682 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. dan d. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. Seksi Nilai Pabean II. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Nilai Pabean I. Pasal 685 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. dan b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi. Seksi Nilai Pabean III. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. standardisasi dan bimbingan teknis.

Pasal 689 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri atas: a. dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. kearsipan. penyiapan penyusunan norma. standardisasi dan bimbingan teknis. prosedur dan kriteria di bidang fasilitas kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .199 (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kepabeanan. dan e. Subdirektorat Pembebasan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. c. b. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. penyiapan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. b. c. standar. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. d. . d. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 687 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 686 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e.

barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 690.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. barang yang mengalami kerusakan. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. kemusnahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. c. standardisasi dan bimbingan teknis. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. bahan terapi manusia. amal. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. barang untuk keperluan badan internasional. peternakan atau perikanan. . b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. pengerjaan dan pengujian. penurunan mutu. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. standardisasi dan bimbingan teknis. serta barang keperluan proyek pemerintah. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. awak sarana pengangkut. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a. sosial. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang keperluan olahraga. standardisasi dan bimbingan teknis. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. pelintas batas dan barang kiriman. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. barang pindahan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. dan d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. buku ilmu pengetahuan. serta barang pribadi penumpang. barang contoh. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam.200 Pasal 690 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. barang yang telah diekspor untuk perbaikan.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. standardisasi dan bimbingan teknis. bahan terapi manusia. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. amal. dan penjenisan jaringan. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang pindahan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. penurunan mutu. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. awak sarana pengangkut.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pembebasan III. sosial. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. barang contoh. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. dan barang kiriman. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. . barang yang mengalami kerusakan. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang pribadi penumpang. kemusnahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. pengelompokan darah. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. dan Seksi Pembebasan IV. (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 693 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah.201 Pasal 692 Subdirektorat Pembebasan terdiri atas: a. buku ilmu pengetahuan. pelintas batas. pengerjaan dan pengujian. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. peternakan atau perikanan. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. Seksi Pembebasan II. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. barang untuk keperluan badan internasional. Seksi Pembebasan I. d.

Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 697 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 695 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan.202 Pasal 694 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. . serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. dan b. Pasal 698 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

dan c. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 701 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. . dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. dan tempat lelang berikat. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. tempat daur ulang berikat. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .203 Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 700 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang cukai. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. b. . Kelompok Jabatan Fungsional. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Aneka Cukai. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang cukai. b.204 Pasal 702 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang cukai. Subbagian Tata Usaha. rumah tangga dan kepegawaian. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. d. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. kearsipan. d. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 703 Direktorat Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan. prosedur dan kriteria di bidang cukai. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standar. penyiapan penyusunan norma. dan e. c. Pasal 705 Direktorat Cukai terdiri atas: a.

produksi. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. harga dasar. ekspor. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. ekspor. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. pemasukan. harga dasar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. ekspor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 708 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri atas: a. harga dasar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. dan c. pemasukan. Pasal 709 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Cukai Hasil Tembakau III.205 Pasal 706 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. impor. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Aneka Cukai II. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. ekspor. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. impor. pemantauan perkembangan harga pasar. ekspor. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 713 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar. pemasukan. dan c. Pasal 712 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Aneka Cukai III. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. b. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. produksi. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. harga dasar.206 Pasal 710 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. dan c. Seksi Aneka Cukai I. standardisasi dan bimbingan teknis. harga dasar. pemasukan.

Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 716 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri atas: a. Pasal 715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 714. b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyimpanan. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. dan c. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian. . Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 717 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. pendistribusian. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.207 Pasal 714 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. serta pelaksanaan urusan penyediaan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. e. b. dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Narkotika. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Pasal 721 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri atas: a. dan e. Subdirektorat Penindakan. prosedur dan kriteria di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Sarana Operasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 719 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. d. c. Subdirektorat Intelijen. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. kearsipan. b. standar.208 Pasal 718 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha. . d. Subdirektorat Penyidikan. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pangkalan Data Intelijen. dan d. Seksi Intelijen III. . barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. b. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 725 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Intelijen II. barang hasil pelanggaran HAKI. c.209 Pasal 722 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Pasal 723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. Pasal 724 Subdirektorat Intelijen terdiri atas: a. dan d. b. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Intelijen I. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai.

b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. Seksi Penindakan II.210 (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 726 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan I. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. barang larangan dan pembatasan. barang hasil pelanggaran HAKI. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . barang hasil pelanggaran HAKI. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. Pasal 728 Subdirektorat Penindakan terdiri atas: a. Seksi Penindakan III. Pasal 727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. standardisasi dan bimbingan teknis.

Pasal 730 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. dan c. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. b. . standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. Seksi Prekursor. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. patroli dan operasi di bidang prekursor. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. dan c. b. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 731 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. psikotropika dan prekursor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .211 Pasal 729 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang hasil pelanggaran HAKI. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang larangan dan pembatasan. Pasal 732 Subdirektorat Narkotika terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Narkotika dan Psikotropika.

serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. . dan c. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika.212 Pasal 733 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. d. barang bukti. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 734 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan prekursor. Pasal 735 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. psikotropika. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a.

evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. Pasal 739 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738. Seksi Penyidikan II. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pemeliharaan keamanan. . Seksi Penyidikan I. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Tahanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan cabang rumah tahanan. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. dan d. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. b.213 Pasal 736 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. Seksi Barang Hasil Penindakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 737 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. barang bukti. (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Pasal 738 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.

(3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. Seksi Sarana Operasi III. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . pengumpulan data statistik lalu lintas berita. Seksi Sarana Operasi I. dan c. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. Pasal 742 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Seksi Sarana Operasi II. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan. sarana operasi narkotika dan psikotropika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. sarana operasi narkotika dan psikotropika. dan c. Pasal 741 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penginderaan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 740 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri atas: a. penginderaan. dan sarana operasi lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal.214 b. b. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai.

Subdirektorat Pelaksanaan Audit. c. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang audit kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Perencanaan Audit.215 Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 743 Direktorat Audit mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang audit kepabeanan dan cukai. prosedur dan kriteria di bidang audit kepabeanan dan cukai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. dan e. . c. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. Pasal 746 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. Subdirektorat Evaluasi Audit. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 745 Direktorat Audit terdiri atas: a. d. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. standar.

serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. . serta perencanaan audit di bidang cukai. Pasal 749 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.216 Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. b. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan Audit III. Pasal 750 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 748 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri atas: a. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Perencanaan Audit I. Seksi Perencanaan Audit II. serta perencanaan audit di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 752 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri atas: a. (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 754 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. b.217 Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 753 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Pelaksanaan Audit II. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Seksi Pelaksanaan Audit III. (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Audit I.

dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Seksi Evaluasi Hasil Audit II. dan c. . dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor.218 Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 757 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. Pasal 758 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 756 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri atas: a. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. penyiapan penyusunan norma. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. . e. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan internasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. dan e. b. Pasal 762 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. c. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral.219 Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 759 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan internasional. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan internasional. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Subdirektorat Kerja Sama Regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. standar. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 761 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral.

standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 765 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Multilateral II. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. Seksi Kerja Sama Multilateral I. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. Pasal 766 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.220 b. Seksi Kerja Sama Multilateral III. dan d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. c. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. b. Pasal 764 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a.

standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Seksi Kerja Sama Bilateral III. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral.221 Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. dan d. b. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Asia dan Afrika. Pasal 768 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Australia dan Pasifik. Seksi Kerja Sama Bilateral I. . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Australia dan Pasifik. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika. Pasal 769 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Eropa dan Amerika. Seksi Kerja Sama Bilateral II. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis.

standardisasi dan bimbingan teknis. c. Seksi Kerja Sama Regional I. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 773 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Seksi Kerja Sama Regional III. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. b. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. dan c.222 Pasal 770 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 772 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. dan d. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. standardisasi dan bimbingan teknis. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Regional II. standardisasi dan bimbingan teknis.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. d. kepegawaian dan protokoler. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. b. b.223 (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur dan kriteria di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Pasal 777 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. c. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. . penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. standar. Subdirektorat Penerimaan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Pasal 774 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. kearsipan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. c. rumah tangga. dan e. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 775 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Pasal 778 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. e. cukai. dan f. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. Subbagian Tata Usaha. dan b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .224 d. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. Seksi Pemantauan Penerimaan. cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 780 Subdirektorat Penerimaan terdiri atas: a. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. cukai. dan b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. cukai. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 778. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. . Subdirektorat Keberatan dan Banding. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. Seksi Penagihan dan Pengembalian. Pasal 781 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional.

evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Seksi Peraturan Kepabeanan. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 783 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 784 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. dan c. Pasal 785 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan.225 Pasal 782 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. komunikasi publik. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. b. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 788 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri atas: a. analisis berita. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.226 (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. dan opini publik. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. hubungan media. Seksi Hubungan Masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 786 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyuluhan dan layanan informasi. Pasal 789 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. dan pengelolaan berita. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. museum. analisis berita. dan opini publik. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. . b. dan c. hubungan media. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. komunikasi publik. pengelolaan situs internet. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. perpustakaan.

227 (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan urusan banding. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. dan pelaksanaan urusan banding. b. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keberatan dan Banding I. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Keberatan dan Banding II. dan b. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. museum. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. Pasal 793 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Pasal 790 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pengelolaan berita. dan urusan banding. pengelolaan situs internet. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. standardisasi dan bimbingan teknis. perpustakaan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. c. Pasal 792 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a.

Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. dan g. e. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. c. prosedur dan kriteria di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. dan e. d. b. kearsipan. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. . f. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. Subdirektorat Manajemen Risiko. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi kepabeanan dan cukai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai.228 Pasal 794 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. b. Pasal 797 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 795 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang informasi kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. c. penyiapan penyusunan norma.

. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. evaluasi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. Seksi Pengendalian Risiko. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. dan b. b. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai.229 Pasal 798 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 802 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 801 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan. Pasal 800 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri atas: a. Seksi Pemantauan Risiko. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai.

standardisasi dan bimbingan teknis. . (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Registrasi Kepabeanan II. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. Pasal 806 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir.230 Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Pasal 804 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Registrasi Kepabeanan III. Seksi Registrasi Kepabeanan I. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. Pasal 805 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. cukai dan administrasi lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 808 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.231 Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. Seksi Otomasi Sistem Administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. dan d. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. c. . Pasal 809 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. b. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Pasal 813 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. b. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. . Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Pasal 812 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri atas: a. dan c. pengendalian. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. penyediaan. pengoperasian dan pemeliharaan sistem.232 Pasal 810 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. pengendalian. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pemeliharaan. Seksi Pemeliharaan Sistem.

evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. pelayanan informasi. Pasal 817 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. kearsipan. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. Seksi Pelayanan Informasi. dan pelaporan Direktorat Jenderal. (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 818 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaporan Direktorat Jenderal. Pasal 816 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a.233 Pasal 814 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. pelayanan informasi. Seksi Pengelolaan Data. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. .

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. . Pasal 820 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.234 Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 819 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

dan kriteria di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Transformasi Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. d. perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. f. . penyusunan norma. Sekretariat Direktorat Jenderal. prosedur. c. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. d. dan h. standar. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. b. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. g.235 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 821 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 823 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri atas: a. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. c. e. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Sistem Perbendaharaan. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan.

b. d. kepegawaian. . pelaksanaan tata usaha. koordinasi penyusunan peraturan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. pelaksanaan pengembangan pegawai direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. h. serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. rencana kinerja tahunan. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 826 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Keuangan. dan dokumentasi direktorat jenderal. Bagian Pengembangan Pegawai. pengembangan organisasi dan kinerja. f. penyusunan rencana strategis. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. Pasal 827 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Organisasi dan Tata Laksana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan keuangan. e. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. pelaporan. Bagian Umum. d.236 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 824 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. f. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. c. e. kearsipan. koordinasi penyusunan rencana kerja. g. pemantauan akuntabilitas kinerja. rencana strategik. Bagian Administrasi Kepegawaian. c.

administrasi perkantoran. serta pengelolaan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. d. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. Pasal 830 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. evaluasi. Subbagian Organisasi. Subbagian Tata Laksana. c. dan Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal Pasal 829 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a.237 Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827. serta penyiapan. analisis dan evaluasi jabatan. dan pelaporan sistem akuntabilitas kinerja. d. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. b. analisa dan evaluasi jabatan. c. pemantauan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. b. . penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal dan penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. dan tatalaksana pelayanan publik. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan perencanaan. f. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan analisis beban kerja dan pembakuan sarana dan prasarana kerja. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. e.

Pasal 833 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri atas: a.238 (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pengelolaan indikator kinerja utama (IKU) dan manajemen risiko lingkup Direktorat Jenderal. dan mutasi kepegawaian lainnya. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. d. d. dan Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai. dokumentasi. Subbagian Mutasi Kepegawaian. penempatan. formasi. pemindahan pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha. penggajian dan pemindahan pegawai. melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat serta pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. kepangkatan. dan pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. pengangkatan. kepangkatan. Pasal 834 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. statistik. dan penghargaan. penempatan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831. c. Pasal 831 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. c. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. penilaian kinerja pegawai. b. . b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan pengangkatan. pelaksanaan assessment pegawai. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

. sarana riset. b. evaluasi. dokumentasi. menyaring calon peserta. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Pasal 838 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan identifikasi. pendayagunaan kompetensi pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan basis data kompetensi. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. media informasi dan edukasi. d. penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. perencanaan kebutuhan. pemeringkatan. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. pengembangan. cuti. mengusulkan penyempurnaan. Pasal 835 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan dan melakukan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan identifikasi. administrasi kepegawaian lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. analisis. c. monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pengembangan Kompetensi. dan sarana pengembangan lainnya. ujian jabatan. pelantikan. statistik. dan pendayagunaan kompetensi pegawai.239 (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. dan kepegawaian kantor pusat. b. c. dan Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. Pasal 837 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas: a.

d. c. mengelola media informasi dan edukasi. . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 841 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. Pasal 839 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. sarana riset. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839.240 (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. d. perpustakaan. Pasal 842 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. Subbagian Penyusunan Anggaran. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. dan pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat.

Pasal 845 Bagian Umum terdiri atas: a. penyiapan dokumen. pelaksanaan pengadaan. pelaksanaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan. inventarisasi. penyimpanan dan distribusi barang persediaan. dan tata usaha Bagian. . (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. dan ekspedisi serta penghapusan arsip. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeliharaan. urusan dalam. pelaksanaan. c. dan penyimpanan perlengkapan. b. e. penyiapan dokumen. dan penggandaan. b. Subbagian Administrasi Persuratan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. d. c. distribusi. dan pengelolaan kendaraan dinas kantor pusat. dan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan urusan surat-menyurat. kehumasan. dan Subbagian Perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.241 (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. serta urusan dalam. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. Pasal 846 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat. penggandaan. perjalanan dinas. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. kearsipan. Pasal 843 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. d. kearsipan.

Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. penyiapan penyusunan norma. f. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I. prosedur. dan Kelompok Jabatan Fungsional. distribusi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran. d. Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III. c. d. Pasal 849 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran.242 (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. e. h. dan kriteria di bidang pelaksanaan anggaran. g. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. b. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV. c. b. . penyelenggaraan akuntansi. dan pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. inventarisasi Barang Milik Negara kantor pusat dan kantor vertikal. penyimpanan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. penyusunan LAKIP Bagian. e. serta penghapusan barang inventaris.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 847 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pelaksanaan anggaran. pemeliharaan inventaris kantor vertikal. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II.

b. Pasal 852 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis terdiri atas: a. pelaksanaan monitoring. Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan draf peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. penyusunan program kerja tahunan Direktorat. c. penyusunan rencana strategis. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. pengembangan kinerja organisasi. penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran. pengembangan kinerja. j. penyusunan rencana kinerja tahunan. Seksi Pengelolaan Data Anggaran. d. e. d. Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko. standardisasi. pemantauan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program kerja tahunan Direktorat. dan Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran. dan Pembinaan internal Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan. dan penyusunan standar kerja serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran. pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran.243 Pasal 850 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data. g. f. serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. h. i. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 853 (1) Seksi Pengelolaan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. c. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan monitoring. b.

b. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. d. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. norma. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran serta serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. . Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. kriteria. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi pencapaian kinerja. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi standar. (4) Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan standar. pengolahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring. e. c. dan monitoring. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.244 (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan. mengumpulkan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. pedoman. dan menyajikan data pelaksanaan kinerja. penyiapan data monitoring. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 854 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan prosedur kerja serta melaksanakan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan tugas pokok dan fungsi Direktorat dan instansi vertikal. pedoman. penyusunan rumusan dalam rangka pengembangan kinerja organisasi serta manajemen resiko. penyiapan data monitoring. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. norma. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan menyajikan data pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga dan anggaran BUN. mengolah. kriteria. f. (3) Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan program kerja tahunan.

d. dan Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. evaluasi. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. kriteria. evaluasi standar. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. . penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 858 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B. b. e. penerapan norma. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. I-B. pedoman. monitoring. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. c. b. c. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. norma. bimbingan teknis. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 857 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C. f. dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. d. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan monitoring. monitoring. I-C. Pasal 859 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. monitoring. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a.245 Pasal 856 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.

dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. d. monitoring. . serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. f. II-C. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. dan monitoring. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. norma. c. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. b. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. c. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .246 Pasal 860 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri atas: a. pedoman. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 862 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan. evaluasi standar. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C. penelaahan. evaluasi. b. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan pedoman. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. monitoring. Pasal 861 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. II-B. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. monitoring. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan d. kriteria. Pasal 863 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 862. dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran.

Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. pedoman. kriteria. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 865 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. b. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). c. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a. dan d. bimbingan teknis. dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. monitoring. c. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. evaluasi standar. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. III-B. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 866 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). monitoring. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). III-C.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866.247 Pasal 864 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri atas: a. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. evaluasi. monitoring. norma. b. .

dan koordinasi pelaksanaan anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standarisasi. monitoring. e. dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Pasal 868 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri atas: a. norma. Pasal 871 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. . penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). penyiapan bahan penyusunan pedoman. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. bimbingan teknis. b. pedoman. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. kriteria. dan prosedur pelaksanaan anggaran serta pembinaan kantor kementerian negara /lembaga. monitoring.248 d. IV-B. Pasal 869 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. evaluasi. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) serta pemberian dukungan terhadap penyelesaian kerugian negara. dan monitoring. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). IV-C. f. Pasal 870 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi standar. dan d. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B. dan bimbingan teknis pengelola keuangan/anggaran. c. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran.

Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara. dan d. norma. kriteria. dan kompensasi utang kepada negara. Pasal 873 (1) Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 874 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kriteria. tuntutan ganti rugi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. norma. pedoman. pedoman. pembinaan kepada Kementerian Negara/Lembaga. pedoman. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. standarisasi. kriteria. (3) Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan bahan standar. c. Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan. norma. . e. dan prosedur pelaksanaan anggaran. dan prosedur serta bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan. (4) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. tuntutan ganti rugi. penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran. c.249 b. Pasal 872 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. dan d. pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. (2) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. dan prosedur dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan pelaksanaan anggaran. Seksi Bantuan Teknis. dan kompensasi utang kepada negara.

f. c. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pengendalian kas. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kas negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah. menyelenggarakan penyediaan dana. Subbagian Tata Usaha. strategi pengelolaan kas. d. g. penyiapan penyusunan norma. optimalisasi. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara. h. b. Pasal 877 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri atas: a. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875. d. Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pengelolaan kas negara. b. dan memantau pelaksanaannya. dan e. prosedur.250 Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 875 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kas negara. Subdirektorat Rekening Kas Negara. . Pasal 878 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan kas. Subdirektorat Penerimaan Negara. e.

Seksi Optimalisasi Kas.251 Pasal 879 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 878. dan menyusun kebijakan teknis di bidang perencanaan kas. serta menyusun laporan realisasi anggaran (Buku Merah) dan laporan kas posisi (Buku Biru). dan Seksi Pengendalian Kas. c. penyusunan strategi pengelolaan kas dan penyediaan dana. mengevaluasi dan menganalisis perencanaan dan realisasi kas termasuk penempatan dan/atau investasi. b. dan pemantauan pelaksanaan fungsi pengelolaan kas. c. Pasal 881 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan perencanaan cash flows harian. dan bulanan. memonitor penempatan dan/atau investasi yang telah dilakukan. e. mingguan. Seksi Perencanaan Kas. menyusun guide line investasi. strategi pengelolaan kas. dan menyusun kebijakan teknis di bidang pengendalian kas. manajemen risiko. d. d. mencairkan penempatan dan/atau investasi. dan menyusun kebijakan teknis di bidang penyediaan dana.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Optimalisasi Kas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk penempatan dan/atau investasi. Pasal 880 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri atas: a. Rekening Kas Negara. (4) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. tempat penempatan dan instrumen penempatan dan/atau investasi. (2) Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana mempunyai tugas melakukan penyusunan analisis pasar. dan menyusun kebijakan teknis di bidang optimalisasi kas. menyusun rencana investasi dan pinjaman. menyediakan kebutuhan dana harian melalui E-Kirana. Rekening Kas Negara. penyusunan perencanaan kas. mengelolaan likuiditas. dan Rekening Pemerintah Lainnya. Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana. dan Rekening Pemerintah Lainnya. penyelenggaraan optimalisasi kas. . pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. menginstruksikan setelmen transaksi kepada back office. melaksanakan optimalisasi kas lainnya. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. b. menganalisis pasar penempatan.

dan e. Bank Umum. penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara. pembukuan. c. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan d. Bank Umum. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis. pelaksanaan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait Rekening Kas Umum Negara. c. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. melaksanakan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan penyusunan laporan keuangan tingkat kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Pasal 884 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara terdiri atas: a. operasionalisasi Government Electronic Banking System. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. b. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. pembukuan. Sub Rekening Kas Umum Negara. b. Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara. verifikasi. pelaksanaan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. Sub Rekening Kas Umum Negara.252 Pasal 882 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi dan memberikan dukungan teknis terkait penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. penatausahaan. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. d. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Sub Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. verifikasi. Sub Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. dan operasionalisasi Government Electronic Banking System. . Bank Umum. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. penatausahaan. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Bank Operasional. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat.253 - Pasal 885 (1) Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait dengan Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. norma. verifikasi. Bank Umum. koordinasi pengembangan dan evaluasi Sistem Akuntansi dan Pelaporan Direktorat Pengelolaan Kas Negara serta pengembangan dan evaluasi pelaksanaan Sistem BIG-eB. Pasal 886 Subdirektorat Rekening Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. Sub Rekening Kas Umum Negara. perhitungan. Bank Umum. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pengelolaan. verifikasi dan penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. dan pengembalian dana pihak ketiga. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Sub Rekening Kas Umum Negara. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. dan/atau lembaga keuangan lainnya. Sub Rekening Kas Umum Negara. Rekening Penempatan di Bank Sentral. Sub Rekening Kas Umum Negara. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan. dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. (2) Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. pedoman. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional serta penyusunan Buku Putih. kriteria. Bank Umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . pembukuan. menyiapkan bahan standar. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

serta pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional. (2) Seksi Bank/Pos Persepsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penunjukan. . pemantauan. Subdirektorat Rekening Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bank Operasional. penetapan. memberi jawaban atas permasalahan Bank Persepsi dan tanggapan pemeriksaan terkait Bank Persepsi. Seksi Bank/Pos Persepsi. dan mengevaluasi kinerja Bank Operasional. dan/atau lembaga keuangan lainnya. serta memberi tanggapan pemeriksaan terkait Bank Operasional. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank Operasional. c. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. Pasal 889 (1) Seksi Bank Operasional mempunyai tugas melakukan pemilihan. Bank Operasional.254 Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. dan pengembalian dana pihak ketiga. pemantauan dan pelaporan jasa giro Bank Operasional. penyusunan Buku Putih.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeriksaan kas KPPN terkait Bank/Pos Persepsi. perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. pemantauan. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank Operasional. dan mengevaluasi kinerja Bank/Pos Persepsi. dan d. pembinaan Bank Operasional. perhitungan. b. b. dan Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah. Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan. d. melakukan sistem MPN. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau lembaga keuangan lainnya. pembinaan Bank Persepsi. Pasal 888 Subdirektorat Rekening Kas Negara terdiri atas: a. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank/Pos Persepsi. pengelolaan. c.

menyiapkan jawaban atas permasalahan LKP dan tanggapan pemeriksaan terkait LKP. melakukan penerimaan. (4) Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah mempunyai tugas melakukan penyusunan Buku Putih. pencairan dan pembebanan dana pinjaman/hibah pada Rekening Khusus.255 (3) Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan penyaluran dana Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. dan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. b. . h. rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan kementerian/lembaga sebagai pengguna anggaran atas dana yang bersumber dari pinjaman/hibah. pengajuan Withdrawal Application Replenishment dan/atau Reimbursement kepada lender/donor dalam rangka pengisian dana pada Rekening Khusus dan/atau penggantian dana pada Rekening Dana Talangan. pembayaran Jasa Pos/Perbendaharaan. Letter of Credit. pembinaan Bendum KPPN. penatausahaan dan pengelolaan Rekening Khusus. dan Rekening Sub BUN Dana Talangan serta Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 890 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah baik dari dalam maupun luar negeri. c. Rekening Sub BUN Dana Talangan. pembayaran kesalahan pelimpahan. Rekening Dana Talangan. Rekening Dana Talangan. rekapitulasi. pengajuan pengisian dana Initial Deposit pada Rekening Khusus. menyiapkan bahan jawaban atas permasalahan PFK dan Pengembalian Penerimaan dan tanggapan pemeriksaan terkait PFK dan Pengembalian Penerimaan. rekonsiliasi triwulanan. penatausahaan Rekening Bapertarum-PNS. dan Reimbursement serta Hibah Langsung pada kementerian/lembaga. e. dan verifikasi Laporan Kas Posisi (LKP) KPPN. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). pembukaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan dan pengelolaan dana pinjaman/hibah. dan penyusunan laporan atas transaksi keuangan yang bersumber dari pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan dan penatausahaan dana pinjaman/hibah melalui mekanisme Direct Payment. penyusunan petunjuk teknis tata cara penyaluran. g. f. pemantauan. semesteran dan rampung PFK. d. pemeriksaan kas pada KPPN.

evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). menatausahakan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah. serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Rekening Khusus yang diterbitkan KPPN. dan rekening milik bendahara instansi. dan menyusun laporan Rekening Pemerintah Lainnya. c. Pasal 893 (1) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri khususnya yang pendanaannya bersumber dari Bank Dunia (World Bank). d. Penatausahaan Rekening Lainnya milik kementerian/ lembaga/kantor/satuan kerja. Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Rekening Dana Talangan dan Rekening Sub BUN Dana Talangan. Laporan Pengeluaran SP2D backlog. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia. . Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia. (3) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah bilateral yang pendanaannya bersumber dari dalam negeri. Daftar SPB dari KPPN Non KBI dan Daftar SP2D dari KPPN KBI. serta menyusun laporan saldo kas bendahara instansi. dan Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah. Laporan Realisasi Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran atas beban Rekening Khusus melalui Rekening Kas Negara. melakukan penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Khusus dalam Valas dan Rekening Khusus dalam Rupiah. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 894 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam (SDA) dan Non Sumber Daya Alam (Non SDA).256 Pasal 892 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya. surat masuk dan keluar. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan pembuatan Warkat Pembebanan Rekening (WPR) dan Daftar Surat Perintah Debet (SPD). WPR beserta Daftar SPD. (2) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang pendanaannya bersumber dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank).

Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga. e. c. dan d. Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. b. penyusunan laporan keadaan kas di Bendahara Instansi. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada kementerian/lembaga. c. g. b. Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam. penatausahaan rekening koran yang berasal dari Rekening SDA dan Rekening Non SDA. Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi. serta menyusun laporan Rekening SDA dan Rekening Non SDA. penatausahaan rekening koran berasal dari Rekening Pemerintah Lainnya. rekening lainnya milik d. j. i. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 897 (1) Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Sumber Daya Alam (SDA) dan Rekening Non SDA. f. penyusunan petunjuk teknis Pelaksanaan Pembukuan dan Penyusunan LPJ Bendahara Instansi. pemantauan saldo dan arus kas masuk/arus kas keluar pada Rekening Pemerintah Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penerbitan surat persetujuan pembukaan kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. dan rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi.257 Pasal 895 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. pemantauan saldo dan arus kas masuk dan arus kas keluar pada Rekening SDA dan Rekening Non SDA. Pasal 896 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi terdiri atas: a. pengelolaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. h. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya dan Rekening Bendahara Instansi. k. penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. . l. pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Pemerintah Lainnya.

menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) Pengembalian. pembekuan sementara. penatausahaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. Pasal 899 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 898.258 (2) Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening bendahara instansi. serta menyusun Laporan Keadaan Kas Bendahara Instansi. Subdirektorat Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. (4) Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. serta memberikan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan. pengaktifan kembali. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 898 Subdirektorat Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan laporan penerimaan negara. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran pada kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. laporan manajerial Rekening Pemerintah Lainnya dan laporan monitoring rekening kementerian/lembaga. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. penerbitan surat persetujuan pembukaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. evaluasi dan monitoring terhadap rekening lainnya milik kementerian/lembaga yang telah mendapat izin. pembuatan nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun dan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Pengembalian dan Pembayaran fee. monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. . pembinaan teknis penatausahaan atas kas di Bendahara Kementerian/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja. konsolidasi laporan penerimaan negara. b. memelihara database Rekening Pemerintah Lainnya. d. c. serta data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka SAI. e. dan penutupan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. rekonsiliasi kas dan rekonsiliasi transaksi. verifikasi dan akuntansi atas laporan penerimaan negara (laporan konsolidasi).

dan Pelaporan Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Pengembalian. Pasal 901 (1) Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. penyusunan Laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). Seksi Pengembalian. rekonsiliasi data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka Sistem Akuntansi Instansi (SAI). dan Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara. serta Surat Keterangan Telah Dibukukan (SKTB) dalam rangka pengembalian penerimaan negara. Evaluasi. h. penerbitan Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan (SKP4). menerima laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. menerbitkan SKTB dalam rangka pengembalian penerimaan negara. j.259 f. dan Pelaporan Penerimaan Negara. . evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM dan data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. penerimaan laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. membuat nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun. dan SPM pembayaran fee. Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara. (3) Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan verfikasi atas semua dokumen sumber/laporan yang dihasilkan Subdirektorat Penerimaan Negara. dan penyusunan laporan PNBP. SPM Pengembalian dan SPM pembayaran fee. serta membuat SPP Pengembalian dan Pembayaran fee. l. SPM Pengembalian. menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. i. membuat nota perbaikan bila ditemui kesalahan pada laporan yang dibuat oleh unit pelaporan. Evaluasi. Pasal 900 Subdirektorat Penerimaan Negara terdiri atas: a. menerbitkan SKP4. menyelesaikan data penerimaan termasuk potongan SPM yang belum rekonsiliasi. b. menyusun dan mengevaluasi laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan laporan PNBP. k. serta melakukan konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. verifikasi atas semua dokumen sumber/laporan Subdirektorat Penerimaan Negara. pembuatan nota perbaikan atas kesalahan laporan. c.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara. g. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem manajemen investasi. c. d. Pasal 905 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. . penyiapan penyusunan norma. b. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 903 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem manajemen investasi. Subdirektorat Verifikasi. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Subdirektorat Perencanaan. dan Evaluasi. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Akuntansi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. Setelmen. prosedur. c. Subbagian Tata Usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. f. dan kriteria di bidang sistem manajemen investasi. dan e. standar. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah. h. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. Kelembagaan. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. Subdirektorat Kredit Program.260 Pasal 902 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. dan Pelaporan. d.

pelaksanaan perhitungan. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penganggaran dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. . Seksi Verifikasi. c. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Pasal 909 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. penagihan. e. Seksi Setelmen I. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. b. c. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. Setelmen. (2) Seksi Setelmen I mempunyai tugas melakukan perhitungan. Setelmen. Subdirektorat Verifikasi. d. Akuntansi. penarikan. penerusan pinjaman. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. Akuntansi. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. penarikan penerusan pinjaman luar negeri. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. dan kredit program. penarikan dan/atau pencairan investasi. Pasal 908 Subdirektorat Verifikasi. Seksi Setelmen II.261 Pasal 906 Subdirektorat Verifikasi. penerusan pinjaman. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. verifikasi. melaksanakan setelmen pinjaman. g. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. pembayaran kredit program. Setelmen. dan melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. dan kredit program. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program. dan d. verifikasi. b. penagihan. penagihan. f. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. dan pelaksanaan administrasi pengelolaan data. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a.

b. kelembagaan. e. i.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. j. Seksi Kelembagaan. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. Seksi Manajemen Risiko. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. akuntansi. h. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. serta pengembangan sistem investasi dan kredit program. Pasal 910 Subdirektorat Perencanaan. serta pelaporan investasi dan kredit program. manajemen risiko. dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan kredit program. Kelembagaan. investasi. g. dan Evaluasi terdiri atas: a. Seksi Perencanaan. penagihan. dan d. k. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. . f. Kelembagaan. Seksi Evaluasi. dan pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. Kelembagaan. c. Subdirektorat Perencanaan. Pasal 911 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengolahan data. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. c. Pasal 912 Subdirektorat Perencanaan. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. b.262 (3) Seksi Setelmen II mempunyai tugas melakukan perhitungan. dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan perencanaan. d. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri.

penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. perubahan. f. (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan kelembagaan unit-unit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. penyusunan dan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. investasi langsung. serta melakukan mediasi dan sosialisasi program investasi. pinjaman pemerintah. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan dan pedoman pelaksanaan manajemen risiko serta melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. c. penerusan pinjaman. dan kredit program.263 Pasal 913 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan. pinjaman pemerintah. b. strategi investasi. dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. dan pembiayaan kredit program. melakukan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a. pinjaman pemerintah. e. penerusan pinjaman. dan kredit program. penyiapan rumusan. d. dan penyaluran dana investasi. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penyediaan. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. dan perjanjian pinjaman pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan. investasi pemerintah. serta melaksanakan penyusunan rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. pengembangan sistem investasi. dan kredit program. penerusan pinjaman. Pasal 914 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. . Pasal 915 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 914.

i. Pasal 918 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. c. analisis. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. Seksi Kepatuhan. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jasa Keuangan Bank. penanganan permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah. dan kredit program. dan kredit program. dan pinjaman pemerintah kepada BUMN. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Seksi Perjanjian I. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. analisis. dan h. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah. dan kredit program. Pasal 916 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri atas: a. Seksi Peraturan. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pengkajian permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. dan kredit program. Seksi Perjanjian II. Pasal 917 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas melakukan penyusunan dan perumusan rancangan. . (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. dan pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah.264 g. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. penerusan pinjaman. b. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. penerusan pinjaman. monitoring. penerusan pinjaman. pelaksanaan. pinjaman pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penerusan pinjaman.

penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. (2) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan monitoring.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .265 Pasal 919 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 918. pelaksanaan. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I. b. evaluasi. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. b. Pasal 921 (1) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. c. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III. Pasal 920 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara terdiri atas: a. dan d. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. dan serta g. c. dan telekomunikasi. d. pelaksanaan. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. analisis. . Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. f. perhubungan. kelautan. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II. analisis. dan kehutanan.

dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. serta pertambangan dan energi. pendidikan. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD.266 (3) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. evaluasi terhadap permohonan dan perumusan persetujuan dan persyaratan pinjaman serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. perdagangan. g. analisis. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. e. analisis kelayakan finansial. Pasal 922 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. (4) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. . Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 922. dan pelaksanaan monitoring. b. pelaksanaan pemberian pinjaman dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan serta penyelesaian masalah piutang yang berasal dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman pada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. c. evaluasi. f. d. pelaksanaan. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan kesehatan. pelaksanaan. pelaksanaan analisis kelayakan finansial.

DKI Jakarta. yang meliputi Sumatera Utara. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Yogyakarta. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III. Tangerang. Maluku Utara. Pasal 925 (1) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. pelaksanaan. Bekasi. Kalimantan Timur. pelaksanaan. analisis kelayakan finansial. Kepulauan Riau. Maluku. Bengkulu. Bogor. Sulawesi Selatan. Lampung. (2) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. yang meliputi Riau. analisis kelayakan finansial. yang meliputi Jambi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. pelaksanaan. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I. analisis kelayakan finansial. Bali. Kalimantan Selatan. yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. Sulawesi Barat. Depok. Bogor. dan Papua Barat. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II. Jawa Timur. Sulawesi Tenggara. evaluasi. Sumatera Barat. D. pelaksanaan. Kalimantan Barat. Papua. Kepulauan Bangka Belitung.267 Pasal 924 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah terdiri atas: a. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. c. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. dan Sulawesi Utara. Bekasi). b.I. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. (4) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah. Banten (tidak termasuk Tangerang). . Sulawesi Tengah. analisis kelayakan finansial. (3) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Sumatera Selatan. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV. dan d. dan Nusa Tenggara Timur. Gorontalo. dan Nusa Tenggara Barat.

Pasal 928 Subdirektorat Kredit Program terdiri atas: a. Pasal 929 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hapus buku dan hapus tagih. dan penelitian dan penyiapan perumusan restrukturisasi serta hapus buku dan hapus tagih kredit program. Seksi Kredit Program III. Seksi Kredit Program IV. e. b. serta perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. peraturan. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. Seksi Kredit Program II. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. Seksi Kredit Program I. penelitian. g. penatausahaan.268 Pasal 926 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. hapus buku dan hapus tagih. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. pelaksanaan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. dan d. f. c. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. b. c. dan evaluasi pelaporan. restrukturisasi. . penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. Pasal 927 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. dan perumusan restrukturisasi. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. pemantauan. monitoring.

Pasal 930 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. peraturan. pemantauan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU).269 (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penelitian. pelaksanaan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Pelaporan. penatausahaan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. b. hapus buku dan hapus tagih.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 931. hapus buku dan hapus tagih. penelitian. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). dan perumusan restrukturisasi. hapus buku dan dan hapus tagih. Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 931 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. dan perumusan restrukturisasi. penelitian. pemantauan. pelaksanaan. Setelmen. . penatausahaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. dan perumusan restrukturisasi. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Subdirektorat Verifikasi. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh lembanga keuangan bukan bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. pemantauan. Akuntansi. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan. peraturan. penatausahaan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan.

Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan norma. prosedur. d. . penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. d. dan Informasi Badan Layanan Umum. penetapan dan pencabutan status pengelolaan keuangan BLU. e. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Pasal 934 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan peraturan dan standar teknis Badan Layanan Umum dan melaksanakan penelitian dan pengembangan Badan Layanan Umum. Pasal 936 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum terdiri atas: a. c. dan g. penyusunan peraturan pengelolaan keuangan BLU. penyusunan peraturan penilaian. dan kriteria di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). penyusunan peraturan pengawasan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum oleh Dewan Pengawas. standar.270 c. dan Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum. b. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum II. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subbagian Tata Usaha. b. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II. b. dan e. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I. f. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III. Subdirektorat Tarif. Pasal 935 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 933. Remunerasi. d. f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat Pasal 933 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri atas: a.

Pasal 940 Subdirektorat Tarif. pelaksanaan analisis. dan Informasi Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi BLU. dan Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan tarif dan remunerasi BLU. pengelolaan kas. implementasi. Remunerasi. Remunerasi. Pasal 938 Subdirektorat Tarif. . pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas atas pengelolaan keuangan BLU. dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU serta menyiapkan pengembangan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. perancangan. Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum. investasi. memproses penetapan tarif dan remunerasi pengelolaan keuangan BLU. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. Pasal 939 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 938. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. b. dan c. (2) Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan status BLU. analisis. pengelolaan kas. serta penyusunan kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU. Seksi Informasi Badan Layanan Umum. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. perancangan. akuntansi. dan penyajian informasi BLU. evaluasi. penyusunan standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. dan Informasi Badan Layanan Umum terdiri atas: a. pelaksanaan anggaran. investasi.271 Pasal 937 (1) Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan penilaian. pelaporan. utang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . piutang. pelaksanaan anggaran. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. pengelolaan kas. penetapan dan pencabutan BLU. Subdirektorat Tarif. c. piutang dan utang. utang. piutang. pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. investasi. penelaahan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. dan d. akuntansi. b. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penganggaran. implementasi. Remunerasi. evaluasi. akuntansi. Seksi Tarif Badan Layanan Umum.

serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. b. pengelolaan kas. (3) Seksi Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan analisis. h. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. c. utang. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data PKBLU serta penyajian informasi BLU. penetapan. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. belanja. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. penetapan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. akuntansi. investasi. monitoring dan evaluasi. (2) Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan remunerasi Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan remunerasi Badan Layanan Umum. dan melaksanakan bimbingan teknis. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. pengelolaan pendapatan. kas. utang. e. kas. penyuluhan. implementasi. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. utang. belanja. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. piutang. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. f. piutang. piutang. investasi. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. pemrosesan penilaian. g. akuntansi. utang. piutang. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. akuntansi. perancangan. investasi. . pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. piutang. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I menyelenggarakan fungsi: a. investasi. kas. utang. investasi. belanja. kinerja BLU. kas. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sosialisasi.272 Pasal 941 (1) Seksi Tarif Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan tarif Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan tarif Badan Layanan Umum. Pasal 942 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. evaluasi. d. Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 942. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. belanja.

penyuluhan. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. j. kinerja BLU. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. akuntansi. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-C. monitoring dan evaluasi. belanja. penyuluhan. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. I-B dan I-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. pengelolaan pendapatan. pengelolaan pendapatan. Pasal 946 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. penetapan. utang. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II menyelenggarakan fungsi: a. b. piutang. penyuluhan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. . serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. b. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. piutang. Pasal 945 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. kinerja BLU. kas. penetapan. monitoring dan evaluasi. Pasal 947 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 946. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pemrosesan penilaian. dan melaksanakan bimbingan teknis. investasi. kas.273 i. dan melaksanakan bimbingan teknis. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. akuntansi. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. sosialisasi. penetapan. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. dan c. Pasal 944 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I terdiri atas: a. investasi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-B.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. belanja. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. dan k. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU.

piutang. . Pasal 948 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II terdiri atas: a. investasi. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. belanja. utang. e. Pasal 949 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. f. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-B. piutang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. kas. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. piutang. utang. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. investasi. kas. belanja.274 c. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. akuntansi. investasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas j. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. investasi. belanja. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. investasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. kinerja BLU. penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. penetapan. II-B dan II-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. penyuluhan. utang. b. investasi. dan Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-C. dan melaksanakan bimbingan teknis. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. belanja. kas. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. piutang. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengelolaan pendapatan. penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . akuntansi. kinerja BLU. piutang. h. belanja. d. g. pengelolaan pendapatan. penetapan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan k. penyuluhan. akuntansi. monitoring dan evaluasi. utang. i. Pasal 950 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. monitoring dan evaluasi. kas. c. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. utang. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. sosialisasi. akuntansi. kas. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan melaksanakan bimbingan teknis. piutang. pengelolaan kas.

b. kinerja BLU. penyuluhan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. kas. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. akuntansi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. pengelolaan kas. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-B. c.275 Pasal 951 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 950. piutang. utang. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. pemrosesan penilaian. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. pengelolaan pendapatan. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-C. f. monitoring dan evaluasi. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-A. . investasi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. dan melaksanakan bimbingan teknis. d. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. akuntansi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. Pasal 952 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III terdiri atas: a. belanja. piutang. belanja. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. g. kas. dan k. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. b. h. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. akuntansi. belanja. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. j. utang. belanja. piutang. penetapan. utang. e. penetapan. utang. III-B dan III-C masing-masing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. penyuluhan. Pasal 953 Seksi Badan Layanan Umum III-A. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. investasi. investasi. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. kas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. investasi. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. kas. dan c. i. investasi.

standar. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 955 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. h. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 957 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. b. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. b. . dan Kelompok Jabatan Fungsional. g. dan e. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. Subdirektorat Sistem Akuntansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. penyiapan perumusan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Subbagian Tata Usaha. c. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. d. dan kriteria di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. c. f. e. prosedur.276 Pasal 954 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d.

d. Pasal 961 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan.277 Pasal 958 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. Pasal 960 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri atas: a. d. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. b. (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat. pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. . Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. c. c. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. b. dan teknis dan/atau penyuluhan Standar Akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). penyelenggaraan bimbingan Pemerintahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 959 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. pemberian dukungan teknis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. (4) Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. dan Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan.

(2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. Pasal 965 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. penyiapan perumusan. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus. Pasal 964 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari atas: a.278 Pasal 962 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. dan pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. perumusan. (4) Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar mempunyai tugas melakukan pengkajian. . perumusan. b. dan Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. b. c. c. serta bagan perkiraan standar. pengkajian. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan pemutakhiran bagan akun standar.

Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi IV. II. Pasal 970 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran dan kas umum negara. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 967 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. pemantauan penyajian laporan keuangan berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan. Pasal 968 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri atas: a. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. b.279 Pasal 966 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi II. berkala kementerian/lembaga yang c. evaluasi. b. . pemantauan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga. melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi III. Pasal 969 Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. dan pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. III. c. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d.

pengolahan.280 Pasal 971 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 970. Seksi Bimbingan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 972 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara terdiri atas: a. (2) (3) (4) . Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penerimaan. c. b. Pasal 973 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. pemeliharaan. d. pengumpulan. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Akuntansi Umum. melaksanakan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing kementerian/lembaga. c. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN. Pasal 974 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi seluruh Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Regional. Seksi Akuntansi Kas. dan pengadministrasian data Kas Umum Negara.

(2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat.281 Pasal 975 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 974. (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. . Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. b. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menyelenggarakan fungsi: a. pengkonsolidasian Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat. Pasal 977 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran. penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. dan d. penghimpunan Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Pasal 978 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. c. c. b. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. Pasal 976 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat terdiri atas: a.

Pasal 981 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas melakukan pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah serta mengumpulkan dan mengolah data statistik. pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. b. Pasal 980 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri atas: a. c. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. e. . pengolahan data statistik keuangan pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. c. pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan statistik keuangan pemerintah. penyajian informasi statistik keuangan pemerintah. h. Seksi Informasi dan Publikasi. b. dan penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.282 Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. Seksi Analisis Laporan Keuangan. analisis terhadap laporan keuangan. f. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan/penyajian serta penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. d. g. penyampaian hasil analisis laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. penyusunan laporan manajerial perbendaharaan.

Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. e. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. dan g. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. b. Pasal 985 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. c. b. e. penyiapan pemberian perbendaharaan. dan kriteria di bidang sistem perbendaharaan. d. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. f. Subbagian Tata Usaha. c. penyiapan penyusunan norma. standar.283 Pasal 982 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 983 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem perbendaharaan.

koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. kajian. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. pembinaan dan bimbingan teknis. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. sinkronisasi. inventarisasi peraturan. d. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. analisis keterkaitan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. penelaahan permasalahan. i. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. f. sosialisasi. Pasal 989 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. h. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. sosialisasi. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. . kajian. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. c. sinkronisasi. penelaahan permasalahan. e. evaluasi. dan d. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pembinaan dan bimbingan teknis. dan k. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. b. g. evaluasi. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi peraturan. j. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. I-B. Pasal 987 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. Pasal 988 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri atas: a.284 Pasal 986 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan.

dan d. penelaahan permasalahan. Pasal 992 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri atas: a. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. inventarisasi peraturan. k. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penelaahan permasalahan. analisis keterkaitan. sosialisasi. i. kajian. pembinaan dan bimbingan teknis. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. kajian.285 Pasal 990 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. Pasal 993 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. Pasal 991 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. evaluasi. sosialisasi. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. h. c. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. g. sinkronisasi. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. . dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. j. II-B. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. evaluasi. pembinaan dan bimbingan teknis. e. b. sinkronisasi. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. analisis keterkaitan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. inventarisasi peraturan. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. b. d. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C.

pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. C. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. Pasal 996 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. d. Seksi Pengembangan Aplikasi B. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi.286 Pasal 994 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan analisis. Seksi Pengembangan Aplikasi C. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. Seksi Pengembangan Aplikasi A. perancangan. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. dokumentasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. g. Pasal 997 Seksi Pengembangan Aplikasi A. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. pemeliharaan. h. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. c. pengembangan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 995 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994. B. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. analisis dan perancangan sistem aplikasi. . pendokumentasian. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengembangan. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. dukungan dan bimbingan teknis. Seksi Pengembangan Aplikasi D. pemeliharaan. i. dan d. c. e. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. perancangan.

Pasal 999 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. dan pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. Pasal 1001 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. g. i. pengkajian. monitoring. h. pengelolaan layanan informasi. Pasal 1000 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri atas: a. penghimpunan data sumber. b. pengelolaan kinerja basis data. j. pemberian bimbingan dan dukungan teknis. pengelolaan kamus data (data dictionary). pengamanan. dan perangkat lunak. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). perangkat keras. pengelolaan layanan informasi. e. dan pengembangan teknologi informasi. f. Seksi Analisis Data. situs (website). evaluasi. pengelolaan basis data. pengujian. b. c. web content dan internet. pengamanan. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. penerapan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. c. pengujian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. penyusunan standardisasi. . dan d. perancangan dan standardisasi basis data. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. Seksi Pengelolaan Basis Data. Seksi Komunikasi Data. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. dan distribusi data. evaluasi. monitoring. perangkat keras. dan perangkat lunak. pelaksanaan distribusi data. pengelolaan dan pengamanan basis data.287 Pasal 998 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan standardisasi basis data. d. penghimpunan data sumber. e-mail. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. pemberian dukungan teknis. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data.

serta pengelolaan. i. implementasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. monitoring. Pasal 1002 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman. h. pengkajian. penyiapan perumusan pola akreditasi. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. g. . Pasal 1003 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1002. pembinaan. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. pengamanan. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. pengujian. penyiapan perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pemberian dukungan teknis. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai fungsi: a. evaluasi. pelaksanaan penilaian akreditasi. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. sosialisasi.288 (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. situs (website). e-mail. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. evaluasi. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. b. sertifikasi. diseminasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. f. melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun serta melaksanakan verifikasi dan penyusunan laporan pengelolaan program pensiun. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. sertifikasi. pembinaan. web content. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. e. penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. d. c. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan.

Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyusunan konsep pengesahan. (2) Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan koordinasi penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). dan k. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. penyusunan konsep pengesahan. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. Pasal 1005 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapan perumusan peraturan perundangan dan pedoman terkait. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. . pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. b. Seksi Program Pensiun. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. Pasal 1004 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun terdiri atas: a. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1006 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. merumuskan pola akreditasi. serta pembahasan. (3) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. pembahasan.289 j.

Kelompok Jabatan Fungsional. f. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi e. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi. penyiapan  pemberian perbendaharaan. penyiapan  penyusunan norma. . e. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. manajemen pembayaran dan pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat serta penerapan perubahan organisasi. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. d. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standar. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. g. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. dan kriteria di bidang transformasi perbendaharaan. dan h. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 1009 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. Pasal 1010 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. c. perancangan.290 Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 1007 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi perbendaharaan. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. c. d.

e. manajemen pembayaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan akuntansi. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pengkajian dan penyempurnaan. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. serta melakukan pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. b. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pelaporan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I. dan akuntansi. d. c. pengkajian dan penyempurnaan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II. dan akuntansi. Pasal 1012 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi terdiri atas: a. b. dan d. manajemen pembayaran. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis pelaporan dengan aplikasi teknologi informasi. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 1013 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III. dan akuntansi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan. . pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pelaporan. dan f. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen pembayaran. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. Seksi Transformasi Organisasi. manajemen pembayaran. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pelaporan. serta melakukan pengkajian kesesuaian akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi.291 Pasal 1011 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. c.

dan sistem bank sentral. manajemen kas. sistem perbankan umum. Pasal 1014 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. dan sistem bank sentral. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen penerimaan.292 (4) Seksi Transformasi Organisasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. manajemen penerimaan. Utang. dan sistem bank sentral. manajemen Barang Milik Negara. sistem perbankan umum. b. sistem perbankan umum. dan e. . manajemen kas. manajemen investasi. manajemen Barang Milik Negara. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. manajemen penerimaan. manajemen komitmen. Utang. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I. b. manajemen kas. manajemen komitmen. manajemen investasi. Utang. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. manajemen komitmen. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen kas. c. manajemen Barang Milik Negara. Pasal 1016 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri atas: a. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II. manajemen Barang Milik Negara. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. dan c. manajemen komitmen. dan sistem bank sentral. Pasal 1015 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. manajemen komitmen. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen kas. perancangan. manajemen penerimaan. manajemen investasi. Utang. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen investasi. manajemen Barang Milik Negara. d. manajemen investasi. manajemen penerimaan. sistem perbankan umum. Utang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

pengkajian dan penyempurnaan. Pasal 1020 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri atas: a. Pasal 1018 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Perangkat Lunak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. dan . penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum.293 Pasal 1017 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Perangkat Keras. dan proses bisnis manajamen komitmen dengan aplikasi teknologi informasi. dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. pengkajian dan penyempurnaan. dan c. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. b. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. dan penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum teknologi informasi perbendaharaan. manajemen kas. f. perancangan. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dan proses bisnis penerimaan dengan aplikasi teknologi informasi. e. d. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis utang. c. b. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. tugas melaksanakan pengembangan. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. pengkajian dan penyempurnaan.

Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. dan c. c. pengujian. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1022 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. pengamanan. II. pemberian dukungan teknis. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengembangan. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. pengembangan. pengelolaan. . evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. monitoring. (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. perancangan. pengujian. pengembangan. dan dokumentasi sistem aplikasi. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. pengamanan. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. dan e. b. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. monitoring. pemberian dukungan teknis. Pasal 1025 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. pengujian.294 Pasal 1021 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. b. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1024 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri atas: a. pemberian dukungan teknis. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. d. pengembangan. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. monitoring. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1023 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022.

Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. b. (3) Seksi Sarana dan Dukungan Jasa mempunyai tugas melakukan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa. evaluasi. melakukan monitoring. penyiapan perumusan. c. Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan. dan g. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. b. penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. dan Pelaporan. melaksanakan operasional transformasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pengendalian. Pasal 1027 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1026. e. Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia. penyusunan. d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. (2) Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan mempunyai tugas melakukan verifikasi dan penyelesaian tagihan. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang. Seksi Sarana dan Dukungan Jasa. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. Pengendalian. perumusan. Seksi Perencanaan. f. Pasal 1029 (1) Seksi Perencanaan. Pasal 1028 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. penyusunan. penyiapan perumusan. melakukan monitoring dan evaluasi. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. c. .295 Pasal 1026 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. pengkajian. dan d.

dan menyusun laporan keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala atas transaksi kebendaharaan umum negara. d. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada BUN dan unit khusus lain. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. penyusunan laporan keuangan Bendahara Umum Negara. g. penghimpunan laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. dan Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. c. dan memantau laporan keuangan berkala pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. b. membina. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan BUN dan unit khusus lain. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. i. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. dan rekonsiliasi dan pembinaan Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer.296 (4) Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan pengkajian dan perumusan kebijakan dan strategi penempatan dan pelatihan sumber daya manusia. evaluasi. c. penyusunan prosedur dan kebijakan pelaporan keuangan Bendahara Umum Negara. b. Pasal 1033 (1) Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyusunan. Pasal 1031 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030. merekonsiliasi. Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. d. pemantauan penyajian laporan keuangan berkala BUN dan unit khusus lain. h. mengkonsolidasikan. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1030 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya. Pasal 1032 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara terdiri atas: a. . merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Pembiayaan secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.

serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Investasi. (3) Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya mempunyai tugas melakukan penyusunan. Hibah. Transaksi Khusus. Belanja Lain-Lain.297 (2) Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer mempunyai tugas melakukan penyusunan. Subsidi. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. dan Laporan Arus Kas untuk menghasilkan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan BUN Lainnya secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. (4) Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dan Laporan Keuangan Utang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan Belanja dan Transfer secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. evaluasi. . memantau laporan keuangan berkala BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Badan Lainnya. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 1034 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1035 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. evaluasi. Penerusan Pinjaman. memantau laporan keuangan berkala Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Transfer ke Daerah.

.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).298 Pasal 1036 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Penilaian. c. g. Direktorat Lelang. f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. piutang negara. Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain. Direktorat Barang Milik Negara. piutang negara. dan e. Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. Sekretariat Direktorat Jenderal. piutang negara. perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara. d. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1039 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri atas: a. d. dan kriteria di bidang kekayaan negara. piutang negara. .dan lelang. penyusunan norma. standar. dan lelang. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat.299 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1037 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. dan lelang. dan lelang. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi. piutang negara. Pasal 1038 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. b. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan h. prosedur. dan lelang.

pelaksanaan tata usaha. pelaksanaan kepatuhan internal di lingkungan direktorat jenderal. f. d. b. rumah tangga.300 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1040 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. . kepegawaian. Bagian Perlengkapan. Bagian Kepegawaian. perencanaan dan implementasi manajemen risiko direktorat jenderal. c. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. dan laporan akuntabilitas kinerja. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi kegiatan direktorat jenderal. b. Bagian Keuangan. dan keuangan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. e. dan h. dan dokumentasi direktorat jenderal. kearsipan. e. dan f. rencana strategik. Pasal 1042 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja direktorat jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal. c. g. Bagian Umum. d.

laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. standar norma waktu dan standar beban kerja. pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. c.301 Pasal 1043 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. d. penyiapan bahan monitoring dan pengembangan penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1045 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal terdiri atas: a. g. penyusunan rumusan produk hasil kerja. rencana strategik. f. analisis jabatan. dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. dan c. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan penataan organisasi. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. dan h. penyiapan bahan tanggapan. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja. laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. analisis atas kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. e. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. . serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja. b. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. b. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. Pasal 1044 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1043. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal.

pengawasan dan evaluasi standar kinerja. mutasi. program assessement. pengangkatan. serta implementasi pengelolaan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal. analisis jabatan. penelitian laporan pengaduan masyarakat. kepemimpinan. c. . penyusunan jabatan fungsional. penyempurnaan kode etik.302 Pasal 1046 (1) Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. serta pelaksanaan pengelolaan kepangkatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pengembangan program graduate pegawai. pengawasan dan evaluasi administrasi. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. penyusunan formasi. serta pengembangan kompetensi. kepuasan pegawai. perencanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan kebutuhan. uraian jabatan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. manajemen bakat. pelaksanaan kajian pengembangan. koordinasi dan implementasi analisis beban kerja. pengelolaan. kajian kompensasi dan benefit. standardisasi teknis. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. evaluasi pelayanan teknis. Pasal 1047 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. dan pengembangan serta implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan pelaksanaan prosedur. pelaksanaan analisis perencanaan. b. penyelesaian kasus pegawai. penilaian kinerja. Sistem Informasi dan Manajemen Kepegawaian. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. perancangan dan implementasi rekrutmen. pengelolaan. pengelolaan sistem data formasi. serta laporan tahunan Direktorat Jenderal. dan d. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. sarana dan metode implementasi reward dan punishement Sumber Daya Manusia. tanggapan. tata naskah persuratan dinas. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 1050 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan analisa dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. kepemimpinan. pengembangan kebutuhan pegawai. serta perencanaan dan penilaian kinerja pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kepuasan pegawai dan pelaksanaan sarana serta metode implementasi reward dan punishment. dan c. administrasi SDM. pengelolaan. Pasal 1052 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051. pemberian kompensasi dan benefit. penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. b. program graduate. pemberhentian. implementasi rekrutmen dan seleksi pegawai. Pasal 1051 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. standar kinerja pegawai. penyelesaian kasus pegawai. kepangkatan. penyempurnaan dan pengawasan kode etik. . (2) Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian. serta penyusunan formasi pegawai dan sistem data formasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal. serta pengembangan kompetensi. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. serta manajemen bakat. dan pemensiunan. dan d. SIMPEG. Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian. pengangkatan. program assessement. evaluasi jabatan/posisi dan program mutasi. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. (3) Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisa perencanaan. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a.303 Pasal 1049 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. pengembangan. Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan.

. b. c. Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. Pasal 1055 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan penghapusan perlengkapan. b. dan c. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Gaji. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan c. Subbagian Perencanaan Anggaran. penyiapan dokumen. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Pasal 1054 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Pengadaan. b. Pasal 1057 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pemeliharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. pelaksanaan urusan inventarisasi. serta pelaksanaan. dan d. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji pegawai Kantor Pusat serta kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal.304 Pasal 1053 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan dan akomodasi. dan dokumentasi. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. b. Pasal 1059 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. tamu. dan dokumentasi. pelaksanaan urusan protokol. perjalanan dinas. rapat pimpinan dan d. kearsipan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. pengetikan. serta akomodasi. pemeliharaan. penyiapan dokumen. angkutan. ekspedisi. perjalanan dinas. perjalanan dinas. ekspedisi. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemeliharaan sarana dan prasarana. penggandaan. penggandaan. Pasal 1061 Bagian Umum terdiri atas: a. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan akomodasi. dan protokol. tamu.305 Pasal 1058 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. Pasal 1062 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. Pasal 1060 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. serta penatausahaan. pengamanan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pelaksanaan urusan surat-menyurat. pengetikan. Subbagian Tata Usaha. tamu. dan penghapusan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga. rumah tangga. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. kepustakaan. c. kepustakaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. serta pelaksanaan. . kearsipan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 306 (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga, pengadaan dan distribusi alat tulis kantor, angkutan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penatausahaan, pengamanan, pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.

Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara Pasal 1063 Direktorat Barang Milik Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang barang milik negara.

Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063, Direktorat Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang barang milik negara; b. pelaksanaan kebijakan di bidang barang milik negara; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang barang milik negara; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang barang milik negara; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

Pasal 1065 Direktorat Barang Milik Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Barang Milik Negara I; b. Subdirektorat Barang Milik Negara II; c. Subdirektorat Barang Milik Negara III; d. Subdirektorat Barang Milik Negara IV; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 307 Pasal 1066 Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1067 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066, Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; c. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; dan g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III. Pasal 1068 Subdirektorat Barang Milik Negara I masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IA; b. Seksi Barang Milik Negara IB;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 308 c. Seksi Barang Milik Negara IC; dan d. Seksi Barang Milik Negara ID.

Pasal 1069 Seksi Barang Milik Negara IA, IB, IC, dan ID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA, IB, IC, dan ID sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1070 Subdirektorat Barang Milik Negara II masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IID. Pasal 1071 Seksi Barang Milik Negara IIA, IIB, IIC, dan IID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA, IIB, IIC, dan IID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1072 Subdirektorat Barang Milik Negara III masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IIID.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 309 Pasal 1073 Seksi Barang Milik Negara IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1074 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1075 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074, Subdirektorat Barang Milik Negara IV menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; c. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 310 g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; dan h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan daftar barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. Pasal 1076 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IVA; b. Seksi Barang Milik Negara IVB; c. Seksi Barang Milik Negara IVC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IVD. Pasal 1077 Seksi Barang Milik Negara IVA, IVB, IVC, dan IVD masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IVA, IVB, IVC, dan IVD sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1078 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IV.

Bagian Kelima Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan Pasal 1079 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara dipisahkan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 311 Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079, Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kekayaan negara dipisahkan; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara dipisahkan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1081 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan terdiri atas: a. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I; b. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan III; d. Subbagian Tata Usaha; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1082 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1083 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082, Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; b. penyusunan bahan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; c. penyiapan pengelolaan dan penatausahaan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 312 d. penyiapan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara dan perseroan terbatas lainnya Lingkup I, II, dan III; e. penyiapan analisis dan pelaporan di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; f. penyiapan pembinaan dan pengawasan Badan Usaha Milik Negara/Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III; dan g. penyiapan pengawasan atas tindak lanjut penetapan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dan penetapan barang milik negara eks. proyek kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III.
Pasal 1084 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IC. Pasal 1085 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IA, IB, dan IC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1086 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan II terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIC. Pasal 1087 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIA, IIB, dan IIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 313 Pasal 1088 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan III terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIC. Pasal 1089 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA, IIIB, dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIIA, IIIB, dan IIIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1090 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Dipisahkan III.

(2)

Bagian Keenam Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1091 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain. Pasal 1092 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1091, Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 314 c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
Pasal 1093 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri atas: a. Subdirektorat Piutang Negara I; b. Subdirektorat Piutang Negara II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I; d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II; e. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III; f. Subbagian Tata Usaha; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1094 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN. Pasal 1095 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094, Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN yang telah diserahkan kepada PUPN; c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan telaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 315 e. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; dan g. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN.

Pasal 1096 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IA; b. Seksi Piutang Negara IB; dan c. Seksi Piutang Negara IC. Pasal 1097 Seksi Piutang Negara IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi bimbingan teknis, dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan ke PUPN, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, dan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek lingkup IA, IB, IC, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1098 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN dan pengelolaan piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN, serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusanya belum diserahkan kepada PUPN, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 316 Pasal 1099 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098, Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan penelaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; e. penyiapan bahan penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; g. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; h. penyiapan bahan penelaahan usul penghapusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; i. penyiapan bahan perumusan kebijakan penatausahaan, penagihan, dan evaluasi serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; dan

j.

k. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. Pasal 1100 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IIA; b. Seksi Piutang Negara IIB; dan c. Seksi Piutang Negara IIC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 317 Pasal 1101 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pematauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekeretariatan PUPN Pusat. Pasal 1102 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I, II dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, penatausahaan dan penyusunan daftar, pemberian bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kekayaan negara lain-lain, serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I, II dan III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain. c. II dan III. dan d. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. IC. b. dan e. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. bimbingan teknis. penelaahan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. IB. Pasal 1105 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. penyiapan bahan perencanaan. c. . IC. perencanaan. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain Lingkup I. standardisasi. pemantauan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. dan d. pengawasan. c. d. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I dan II. penyiapan bahan rumusan kebijakan. II dan III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan ID. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan. Pasal 1106 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri atas: a. Pasal 1104 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri atas: a. II dan III. b.318 Pasal 1103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. sistem dan prosedur. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. II dan III. penatausahaan dan penyusunan daftar. penyusunan sistem dan prosedur. pemberian bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. II dan III. IB. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IA. penghimpunan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. b. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA.

pemberian bimbingan teknis. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. IIIB. Pasal 1108 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri atas: a. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIIA. perencanaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. . Pasal 1110 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan sistem dan prosedur. dan d. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. penatausahaan dan penyusunan daftar. IIIC. IIIB. perencanaan. penatausahaan dan penyusunan daftar. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. pemantauan. pengawasan. IIC.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan IIID. c. IIIC. penyusunan sistem dan prosedur. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Piutang Negara I. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIA. pengawasan. Pasal 1109 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. IIB. b. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain.319 Pasal 1107 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. dan IID. IIB. pemberian bimbingan teknis.

pemeliharaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain selain kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I. dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kegiatan penggunaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. f. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. . II. standar. c. pengendalian. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi.320 Bagian Ketujuh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan kriteria di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. Pasal 1114 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I . Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional. d. e. pengamanan. penyiapan penyusunan norma. dan g. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. II. pengawasan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemindahtanganan. b. Pasal 1112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III. pemantauan. dan e. penghapusan. Subbagian Tata Usaha. b. dan III. d. pemanfaatan. Pasal 1113 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi terdiri atas: a. c.

pemantauan. barang yang dirampas oleh negara. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IC. dan III menyelenggarakan fungsi: a. II. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. dan Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara ID. barang milik negara eks kepabeanan. d. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemanfaatan. dan c. II. penyiapan bahan pertimbangan rencana kebutuhan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. aset eks UP3. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. penyiapan bahan pelaksanaan penggunaan. pemindahtanganan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IB. air dan tata ruang angkasa. hak atas bumi. pemeliharaan. pengamanan dan pemeliharaan. pengamanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. Pasal 1117 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. II. IB. IB. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. pengawasan. pemanfaatan. pengawasan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan penggunaan.321 Pasal 1115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114. barang yang dirampas oleh negara. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pengendalian. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. dan ID serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. pengendalian. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. hak atas bumi. barang milik negara eks kepabeanan. pemantauan. b. air dan tata ruang angkasa. IC. II. pemindahtanganan. . penghapusan. c. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. penghapusan. b. Pasal 1116 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I masing-masing terdiri atas: a. IC. aset eks UP3.

barang milik negara eks kepabeanan.322 Pasal 1118 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II masing-masing terdiri atas: a. pengawasan. barang milik negara eks kepabeanan. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. dan IIID. pengendalian. c. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIC. IIIB. barang yang dirampas oleh negara. pengendalian. hak atas bumi. air dan tata ruang angkasa. IIC. penghapusan. IIIC. IIIC. aset eks UP3. pengamanan. pemantauan. pemanfaatan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IID. dan d. pemindahtanganan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. pemeliharaan. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. b. hak atas bumi. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIC. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. IIC. barang yang dirampas oleh negara. pemantauan. IIIB. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. pembinaan. pemeliharaan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIID. Pasal 1120 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III masing-masing terdiri atas: a. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. pengamanan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. aset eks UP3. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIIA. Pasal 1121 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. pemindahtanganan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIA. pengawasan. . IIB. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIB. pemanfaatan. penghapusan. air dan tata ruang angkasa. dan IID. Pasal 1119 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. dan d. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIB.

. penyiapan bahan perencanaan. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi penatausahaan dan pengelolaan barang milik negara. Pasal 1125 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. Pasal 1124 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi terdiri atas: a. b. kekayaan negara lain-lain dan kekayaan negara dipisahkan. c. implementasi. piutang negara dan lelang. penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. dan Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. perancangan desain sistem aplikasi dan basis data. penilaian. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. implementasi. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penilaian. evaluasi. penilaian. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. dan f. pengembangan. penilaian. Pasal 1123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1122. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. d. penilaian. penilaian. penilaian. pemantauan.323 Pasal 1122 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan. piutang negara dan lelang. pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemeliharaan dan integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. e. b. perancangan. piutang negara dan lelang. dokumentasi sistem aplikasi. penyusunan buku manual. piutang negara dan lelang. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. d. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. pemrograman. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III. piutang negara dan lelang. implementasi. penyusunan buku manual sistem aplikasi dan dokumentasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II . penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. perencanaan.

pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi. penyiapan rumusan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi di bidang kekayaan negara. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. . penyusunan buku manual dan dokumentasi integrasi sistem aplikasi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. (3) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemantauan dan evaluasi pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi integrasi sistem informasi geografi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi piutang negara. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. pelayanan lelang. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. c. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. penilaian. penilaian. lunak. implementasi. Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1126. pemberian layanan operasional teknologi informasi di bidang kekayaan negara. Pasal 1126 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan pemantauan pengolahan data. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi sistem aplikasi kesekretariatan. implementasi.324 (2) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. lunak. pemrograman. penilaian. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. dan d. pemrograman. pemrograman integrasi sistem aplikasi. penilaian. enterprise integration portal dan website DJKN. pengelolaan perangkat keras. b. penyiapan bahan rumusan kajian dan standardisasi teknologi informasi. implementasi. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. perencanaan dan perancangan desain integrasi sistem aplikasi dan integrasi basisdata.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. piutang negara dan lelang. dan hukum. (4) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa integrasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. implementasi. layananan operasional teknologi informasi dan perangkat keras. pengelolaan data di bidang kekayaan negara. penilaian. piutang negara dan lelang. piutang negara dan lelang. Business Intelligence (BI). penilaian. piutang negara dan lelang.

konfigurasi dan/atau pemutakhiran konfigurasi. memberikan solusi sementara dan/atau permanen. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Layanan Operasional Teknologi Informasi. kestabilan. pengolahan. Seksi Pengelolaan Perangkat Keras.325 Pasal 1128 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional terdiri atas: a. pemutakhiran data. pelaporan. mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan tingkat layanan. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. kegagalan (incident management). dan Jaringan. b. pengujian. perencanaan strategik teknologi informasi. Pasal 1130 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kesinambungan penggunaan dan pemanfaatan perangkat keras. . Seksi Layanan Operasional. Lunak. menyediakan dan memelihara katalog layanan. kinerja. memberikan dukungan teknis/onsite support. melakukan pendefinisian layanan dan pemutakhiran portofolio layanan. permasalahan (problem management) dan akses (access management).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Seksi Layanan Operasional mempunyai tugas menerima laporan gangguan. (4) Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. jaringan/VPN-IP dan bandwidth. Cetak Biru Sistem Manajemen Informasi dan Pelayanan Terpadu DJKN (SMIPT-DJKN). penyiapan bahan penyusunan cetak biru pengembangan SDM Teknologi Informasi. Lunak dan Jaringan mempunyai tugas melakukan instalasi/upgrading. piutang negara dan lelang. perencanaan pendidikan dan pelatihan SDM Teknologi Informasi. c. pembuatan. dan d. hosting dan/atau perubahan profil hosting. dan pengelolaan dokumen elektronik di bidang kekayaan negara. penilaian. pengalokasian port TCP/IP. evaluasi dan pembaharuan tingkat layanan. penyaringan (filtering) situs. pemantauan ketersediaan. pengelolaan even (event management). (2) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi. pertanyaan atau permintaan layanan operasional. Pasal 1129 (1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penghimpunan. perubahan dan penghapusan serta pengaturan kewenangan akses file share. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. pemeliharaan dokumen dan/atau manual. perangkat lunak software aplikasi. keamanan. sistem operasi. data center. melakukan pemantauan. pemeliharaan infrastruktur anti-virus protection.

d. analisis. dan e. Pasal 1133 Direktorat Penilaian terdiri atas: a. f. Pasal 1132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. standar. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti dan properti khusus. . Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. dan kriteria di bidang penilaian. Pasal 1134 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian.326 Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Pasal 1131 Direktorat Penilaian mempunyai tugas melaksanakan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian. c. prosedur. dan c. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. Direktorat Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian. c. Pasal 1135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. pelaksanaan penilaian.

analisis. dan Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus II. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti II. b. c. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis II. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian penilaian bisnis dan sumber daya alam. Pasal 1139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. serta evaluasi tugas di bidang penilaian Properti Khusus lingkup I dan II. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I. c. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I. dan c. dan d. analisis. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam II. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Pasal 1138 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti lingkup I dan II. d. Pasal 1140 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam terdiri atas: a. .327 Pasal 1136 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti terdiri atas: a. analisis. Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I. serta pelaksanaan penilaian. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I. b. serta pelaksanaan penilaian. pelaksanaan penilaian. Pasal 1137 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. Lingkup I dan II. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. analisis.328 Pasal 1141 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta administrasi penilai pemerintah. pembinaan. pelaksanaan administrasi terhadap penilai pemerintah meliputi register. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah II. supervisi dan evaluasi kinerja. penyiapan pembinaan. pelaksanaan penilaian. pembinaan. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis lingkup I dan II. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I. dan penjenjangan penilai pemerintah. dan f. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan kinerja. Pasal 1143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. Pasal 1144 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah terdiri atas: a. serta pelaksanaan penilaian. penyusunan dan pengawasan kode etik. c. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. serta pelaksanaan penilaian. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis pelaksanaan penilaian. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. c. b. Pasal 1142 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. e. penyiapan pengawasan penilai pemerintah. . serta pelaksanaan penilaian. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian sumber daya alam lingkup I dan II. Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan d. Pasal 1145 (1) Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. analisis. pendaftaran.

Pasal 1148 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian terdiri atas: a. Seksi Pengelolaan Data dan Infomasi Penilaian. perencanaan. b. dan e. dan c. analisis. pengawasan penilai pemerintah dan pelaksanaan penilaian. pelaksanaan penilaian. (3) Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian. dan peningkatan kualitas laporan penilaian dan data di bidang penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. verifikasi. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian. analisis. c. d. analisis penjenjangan penilai pemerintah. Pasal 1147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146. analisis dan evaluasi permohonan dan laporan penilaian. Pasal 1146 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. perekaman pelaksanaan tugas penilai analisis kinerja dan kualifikasi penilai pemerintah. dan evaluasi terhadap laporan penilaian. serta pelaksanaan penilaian. serta pelaksanaan penilaian.329 (2) Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian register. analisis. analisis. serta pengelolaan. Pasal 1149 (1) Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian mempunyai tugas melakukan perencanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . verifikasi. pengelolaan. supervisi. dan evaluasi terhadap laporan penilaian yang disusun oleh penilai pemerintah. pendaftaran. b. dan melakukan perencanaan peningkatan kualitas penilai pemerintah berdasarkan hasil analisis kinerja dan kualifikasi. penganalisisan. supervisi. dan peningkatan kualitas laporan penilaian. analisis. bimbingan teknis. pengelolaan. supervisi. pengumpulan. bimbingan teknis. pengelolaan. serta pengumpulan. analisis dan peningkatan kualitas laporan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian. . perencanaan. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian.

dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Bina Lelang I. d. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lelang. dan e. d. penyiapan penyusunan norma. Pasal 1153 Direktorat Lelang terdiri atas: a. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian serta pelaksanaan penilaian. Subdirektorat Bina Lelang II.330 (2) Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian mempunyai tugas melakukan verifikasi. supervisi. standar. prosedur. . Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. (3) Seksi Pengelolaan Data Penilaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1151. Bagian Kedelapan Direktorat Lelang Pasal 1151 Direktorat Lelang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lelang. Pasal 1150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lelang. pengelolaan. dan kriteria di bidang lelang. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subbagian Tata Usaha. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lelang. perencanaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Pembinaan Penilai. analisis. c. analisis. b. serta pelaksanaan penilaian.

perencanaan lelang. serta pembinaan kinerja di bidang lelang. Seksi Bina Lelang IC. Pasal 1155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154. serta pelaksanaan pembinaan. Pasal 1156 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis.331 Pasal 1154 Subdirektorat Bina Lelang I dan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. g. f. penyiapan bahan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. evaluasi. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. . penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penggalian potensi lelang. b. analisis. Seksi Bina Lelang IB. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. e. h. dan evaluasi pelaksanaan lelang. dan c. c. b. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. pengembangan lelang. dan i. pemantauan. d. penyiapan bahan bimbingan teknis. Seksi Bina Lelang IA. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang.

Pasal 1158 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri atas: a. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. bimbingan teknis. Pasal 1160 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. IIB.332 Pasal 1157 Seksi Bina Lelang IA. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pemantauan. Pasal 1161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1160. b. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. dan IIC. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. verifikasi risalah lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. dan c. IB. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. pemantauan. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. Seksi Bina Lelang IIA. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. verifikasi risalah lelang. Pasal 1159 Seksi Bina Lelang IIA. b. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. pemantauan. IIB. pemeriksaan. dan IC. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. IB. analisis. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. Seksi Bina Lelang IIC. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. . Seksi Bina Lelang IIB. penyiapan bahan bimbingan teknis. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. bimbingan teknis.

pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. bimbingan teknis. Pasal 1163 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. b. i. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. standardisasi. ujian profesi. ujian profesi Pejabat Lelang. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang. dan l. dan pemberhentian Pejabat Lelang.333 c. pemberian penghargaan dan sanksi. k. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pengawasan. pengangkatan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. dan c. pengolahan. analisis. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. pengawasan dan pembinaan. f. penyajian informasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. j. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1162 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri atas: a. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pembinaan. e. . Seksi Bina Profesi Lelang I. pengawasan. Seksi Bina Jasa Lelang. perencanaan dan pengembangan lelang. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang. pemantauan. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. g. dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. petunjuk teknis serta yuridis lelang. pengangkatan. Seksi Bina Profesi Lelang II. h. pengumpulan.

334 (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. pengolahan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Bina Lelang I. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hukum dan hubungan masyarakat. serta pencabutan izin operasional lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. penyiapan penyusunan norma. . pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. standar. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. Pasal 1166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. pemberian penghargaan dan sanksi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. prosedur. standardisasi. dan kriteria di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pengawasan dan pembinaan. b. c. d. Bagian Kesembilan Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 1165 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hukum dan hubungan masyarakat. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pengumpulan. Pasal 1164 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang.

b. Subdirektorat Bantuan Hukum . pengelolaan dokumen hukum. dan pelaksanaan lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengurusan piutang negara dan lelang. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Kelompok Jabatan Fungsional. penilaian. Subdirektorat Peraturan Perundangan . Seksi Peraturan Perundangan II. pengurusan piutang negara dan lelang. Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1168 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. Subdirektorat Hubungan Masyarakat. Pasal 1169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. pengurusan piutang negara. dan e. b. penilaian. penilaian. dan lelang. pengurusan piutang negara dan lelang. penilaian. Subbagian Tata Usaha. c. penilaian. pengurusan piutang negara. Pasal 1170 Subdirektorat Peraturan Perundangan I terdiri atas: a. d. e. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. penilaian. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. . pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan.335 Pasal 1167 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. dan g. c. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. piutang negara. d. dan lelang. piutang negara. Seksi Peraturan Perundangan I. penilaian. f. b. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. dan lelang. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara.

penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. piutang negara dan lelang. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. penyajian peraturan perundangan di bidang kekayaan negara. Seksi Bantuan Hukum II. Pasal 1174 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. piutang negara dan lelang. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. b. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. . III. piutang negara dan lelang. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. penilaian. dan d. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. pelaksanaan klasifikasi peraturan. Seksi Peraturan Perundangan IV. Seksi Bantuan Hukum III. b. dan d. Seksi Peraturan Perundangan III. Pasal 1172 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1171 Seksi Peraturan Perundangan I. c. Seksi Bantuan Hukum IV. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. II. dan pelayanan lelang Lingkup I. pengurusan piutang negara. penilaian. penilaian. Seksi Bantuan Hukum I. dan IV. II. dan pelaksanaan lelang. III. Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. penilaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penilaian.336 c. piutang negara. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara. c.

evaluasi. komunikasi publik. analisis berita. II. penyiapan bahan rapat eksternal. pertimbangan. kebijakan. b. dan bimbingan teknis. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. Pasal 1176 Subdirektorat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pengelolaan berita. piutang negara dan lelang lingkup I. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. III. II. b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. hubungan media. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. hubungan media. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. . standardisasi dan bimbingan teknis. publikasi. komunikasi publik serta penyelenggaraan desk information dan call center. evaluasi. dan opini publik. dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan IV. Subdirektorat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.337 Pasal 1175 Seksi Bantuan Hukum I. penyiapan bahan penyusunan rumusan. Pasal 1179 (1) Seksi Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kebijakan. dan opini publik. penelaahan kasus hukum. analisis berita. penyuluhan dan layanan informasi. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. kebijakan. penilaian. pengelolaan situs internet. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan serta pengolahan data untuk keperluan hubungan masyarakat. Pasal 1178 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Layanan Informasi terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan. c. dan lelang. dan pengolahan data hubungan masyarakat di bidang kekayaan negara. evaluasi. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. III. dokumentasi. perpustakaan. dan pelaksanaan di bidang hubungan media. penilaian. piutang negara. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. standardisasi. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Komunikasi Publik.

dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan perpustakaan. . serta situs web dan portal intranet. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. Pasal 1182 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1181 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. evaluasi. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Hubungan Masyarakat. kebijakan. dan pelaksanaan publikasi. dokumentasi. serta koordinasi penyiapan bahan rapat eksternal. standardisasi dan bimbingan teknis. pengolahan data untuk keperluan internal dan hubungan masyarakat.338 (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. evaluasi. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. pengelolaan berita. penyelenggaraan desk information dan call center. kebijakan.

dan e. penyusunan norma. standar. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1185 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri atas: a. dan e. c. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. d. Direktorat Dana Perimbangan. . b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. prosedur dan kriteria di bidang perimbangan keuangan. perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pasal 1184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1183.339    BAB X DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1183 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan. pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b.

rencana kerja. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. e. Bagian Perencanaan dan Organisasi.340    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1186 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. d. rencana anggaran. pengembangan kinerja. koordinasi penyusunan rencana kerja. penelaahan dan evaluasi jabatan. Pasal 1187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1186. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. Pasal 1188 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. f. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. fasilitasi penyusunan peraturan. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. Bagian Umum. dokumentasi. kearsipan. dan perpustakaan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. c. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1189 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. rencana strategik. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. g. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. . kepegawaian. d. Bagian Keuangan. b. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum. dan e. c. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. pelaksanaan tata usaha. Bagian Kepegawaian. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan h.

statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. f. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. rencana strategik.341    Pasal 1190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. dan g. dan laporan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. b. d. c. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal. Subbagian Pelaporan. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. c. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. dan d. Pasal 1192 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. Pasal 1191 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. penyusunan laporan akuntabilitas. Subbagian Tata Laksana. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi. e. Subbagian Perencanaan. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. dan rencana anggaran.

Subbagian Pengembangan Pegawai. pemensiunan pegawai. Pasal 1195 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan kesejahteraan pegawai. kepangkatan. Pasal 1194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. statistik. .342    Pasal 1193 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1197 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. dan c. dokumentasi. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. dan d. Pasal 1196 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. statistik dan kesejahteraan pegawai. pemberhentian. serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan mutasi kepegawaian lainnya. c. b. Subbagian Umum Kepegawaian. kepangkatan. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. dokumentasi. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b.

Subbagian Penyusunan Anggaran. kepustakaan. kepustakaan. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. b. Pasal 1201 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. rumah tangga. dan c. ekspedisi. . menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. pelaksanaan urusan surat menyurat. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. perlengkapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan penggandaan. dokumentasi. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1201. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. dan c. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. Pasal 1200 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. kearsipan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. Pasal 1199 Bagian Keuangan terdiri atas: a.343    Pasal 1198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1197.

dan d. Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1205 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang dana perimbangan. dan d. pendistribusian. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang dana perimbangan. c. Subbagian Protokol. dokumentasi. penyiapan dokumen. pelaksanaan. kepustakaan. dan penggandaan. b. dan urusan perjalanan dinas. koordinasi serta fasilitasi hukum. dan gaji. pelaksanaan urusan perlengkapan. pengangkutan pegawai. pemeliharaan. Subbagian Tata Usaha. inventarisasi. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. . dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.344    b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang dana perimbangan. keprotokolan. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. penyimpanan. ekspedisi. Pasal 1203 Bagian Umum terdiri atas: a. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. Subbagian Rumah Tangga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. dan penyiapan penghapusan perlengkapan. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1204 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan rumah tangga. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. kearsipan. Pasal 1206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205. c. Subbagian Perlengkapan.

Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. koordinasi. standardisasi. b. d. b. g. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dana perimbangan. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Pasal 1209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. e. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. . Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1208 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. d. f.345    c. Pasal 1207 Direktorat Dana Perimbangan terdiri atas: a. d. dan rekonsiliasi. dan f. prosedur dan kriteria di bidang dana perimbangan. standar. dan h. c. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. c. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma.

penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. dan f. d. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. koordinasi. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Pasal 1214 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri atas: a. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. b.346    Pasal 1210 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri atas: a. Pasal 1213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dan rekonsiliasi. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. II. b. penetapan alokasi. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. dan d. Pasal 1212 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam. e. perhitungan. dan fasilitasi. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1211 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. c. . dan c. c. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. b. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III.

dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Seksi Dana Alokasi Umum II. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Pasal 1216 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. . dan dana penyesuaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. d. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. dana otonomi khusus. b. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum. koordinasi. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. c. Pasal 1218 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri atas: a. standardisasi. dana otonomi khusus. dana otonomi khusus. dan e. b. pengalokasian dana alokasi umum. standardisasi. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. II. dan dana penyesuaian. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dana otonomi khusus. dan fasilitasi. penetapan alokasi. dan d. Seksi Dana Alokasi Umum III. dan dana penyesuaian. III. Seksi Dana Alokasi Umum IV. dan dana penyesuaian.347    Pasal 1215 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dana otonomi khusus. perhitungan alokasi. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. Pasal 1219 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. perhitungan. Seksi Dana Alokasi Umum I. perhitungan alokasi. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Seksi Dana Alokasi Khusus III. d. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Pasal 1221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. . penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. standardisasi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. Seksi Dana Alokasi Khusus II. perhitungan alokasi.348    (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perhitungan alokasi. c. perhitungan alokasi. c. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Khusus I. dan d. dan e. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. b. Pasal 1222 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri atas: a. Maluku. standardisasi. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. Pasal 1220 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. b.

penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku dan Papua. (3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. SPP. standardisasi. Pasal 1225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224. SPM. Pasal 1224 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. SPM. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).349    Pasal 1223 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. perhitungan alokasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. koordinasi fasilitasi. . standardisasi. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. SPP. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. SPM. Nusa Tenggara. perhitungan alokasi. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPP. perhitungan alokasi. c. dan pemantauan/ konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. dan e. standardisasi. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. Surat Perintah Membayar (SPM). dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Surat Permintaan Pembayaran (SPP). d. b.

SPM. Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1228. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. bimbingan teknis. Pasal 1228 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. standardisasi. SPP. standardisasi. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. SPP. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPM. pemantauan/konfirmasi atas transfer. SPP. penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. Pasal 1230 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri atas: a. Seksi Pelaksanaan Transfer IC. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. SPP. c. d. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. dan e. SPM. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan/konfirmasi atas transfer. koordinasi fasilitasi. b. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPM.350    Pasal 1226 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri atas: a. b. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. Pasal 1227 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. khususnya DAU dan DAK. b. dan c. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. . IB. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. koordinasi fasilitasi. bimbingan teknis.

dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. khususnya DBH. Pasal 1232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. IIB. d.351    Pasal 1231 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. bimbingan teknis. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1235 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. c. . b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1233 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . prosedur dan kriteria di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan penyusunan norma. koordinasi fasilitasi. standar.

penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. analisis. pemantauan. analisis. b. dan Nusa Tenggara. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1236 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. e. Bali. dan d. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1240 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. bimbingan teknis. IC. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. f.352    c. Pasal 1238 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri atas: a. dan d. Pasal 1237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1236. IB. . dan g. analisis. Pasal 1239 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. c. bimbingan teknis. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis.

Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. dan Nusa Tenggara. dan d. Pasal 1244 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. analisis. dan Nusa Tenggara. b. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Bali. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1243 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. dan d. c. IIC. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. pemantauan. c. pemantauan. pemantauan. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. IIB. . Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. b. Bali. Pasal 1245 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244. b.353    Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Bali.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. Bali. bimbingan teknis. Pasal 1242 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri atas: a. analisis. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara.

pemantauan. c. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. b. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1247 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. Pasal 1248 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1246 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri atas: a. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. bimbingan teknis. dan d. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. IIIC. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. c. pemantauan. IIIB. pemantauan. dan d. Pasal 1249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan d.354    c. b. analisis. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. .

pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. e. c. IVB. standardisasi. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. dan f. pemantauan. Pasal 1251 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA.355    Pasal 1250 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri atas: a. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. d. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. bimbingan teknis. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1252 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. dan d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. . IVC. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. b. koordinasi. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252. c. pelaksanaan penyusunan. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan.

Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1257 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. pemantauan. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. dan c. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. pelaksanaan bimbingan teknis. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah. Pasal 1256 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 1255 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. Seksi Data dan Pelaporan PDRD. penyusunan standardisasi.356    Pasal 1254 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. b. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. analisis dan evaluasi retribusi daerah. .

Kelompok Jabatan Fungsional. penerusan pinjaman luar negeri. obligasi daerah. dan e. penyiapan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. pemantauan. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. standar. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. f. d. Subdirektorat Pinjaman Daerah. b. Pasal 1260 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. Pasal 1259 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri atas: a. g. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah.357    Pasal 1258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1257. Pasal 1261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1260. penerusan pinjaman luar negeri. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah. . Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. standardisasi. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. e. penerusan pinjaman luar negeri. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. obligasi daerah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha. bimbingan teknis. c. d. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan b. c. b. Subdirektorat Hibah Daerah.

. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. standardisasi. d. obligasi daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Seksi Pinjaman Daerah IV. obligasi daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. c. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pinjaman Daerah I. Seksi Pinjaman Daerah II. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan. standardisasi. bimbingan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. b. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. dan penerusan pinjaman luar negeri. bimbingan teknis. Pasal 1262 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri atas: a. obligasi daerah. dan analisis. pemantauan. Pasal 1263 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. obligasi daerah. dan analisis. Maluku. dan analisis. penerusan pinjaman luar negeri. dan e. Seksi Pinjaman Daerah III. dan Papua. standardisasi. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. bimbingan teknis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan analisis. obligasi daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. pemantauan. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.358    c. penerusan pinjaman luar negeri. bimbingan teknis. dan d. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri.

(2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. Seksi Hibah Daerah IV. Seksi Hibah Daerah I. standardisasi. pemantauan. c. Seksi Hibah Daerah III. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1266 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri atas: a. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. c. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan d. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Seksi Hibah Daerah II. bimbingan teknis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan e.359    Pasal 1264 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. b. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. bimbingan teknis. . b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan teknis. d. pemantauan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1267 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.

360    (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1270 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri atas: a. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. b. Pasal 1271 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. standardisasi. b. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. standardisasi. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. c. pemantauan. Maluku. standardisasi. pemantauan. bimbingan teknis. Nusa Tenggara. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. . penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. pemantauan. c. Pasal 1268 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. dan d. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. dan Papua. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. bimbingan teknis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. Pasal 1269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1268. d.

bimbingan teknis. pemantauan. . bimbingan teknis. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Maluku. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. pemantauan. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. dan PMP kepada daerah. dan PMP kepada daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. BLUD. dan PMP kepada daerah. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. dan PMP kepada daerah. Pasal 1273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1272. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. BLUD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. b. standardisasi. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan Papua. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. BLUD. Pasal 1272 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Pasal 1274 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri atas: a. BLUD. Seksi Investasi Daerah II. dan d. b.361    (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. Nusa Tenggara. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. standardisasi. pemantauan. Seksi Investasi Daerah I. c. standardisasi.

melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. Pasal 1277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. Pasal 1275 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. b. pemantauan.362    c. hibah daerah. pemantauan. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. investasi daerah. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. standardisasi. standardisasi. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. pemantauan. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). standardisasi. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I. dan d. bimbingan teknis. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. c. dan d. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. dan dana darurat. . dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). bimbingan teknis. Pasal 1276 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. pemantauan.

pembukuan. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. investasi daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Nusa Tenggara. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali. c. Pasal 1279 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. hibah daerah. b. dan Papua. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. Maluku.363    Pasal 1278 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri atas: a. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . hibah daerah. investasi daerah. dan d. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. hibah daerah. dan pelaporan pinjaman daerah. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. investasi daerah. Pasal 1280 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1281 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. dana darurat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera.

pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. dan defisit anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. pembiayaan daerah. f. belanja daerah.364    Pasal 1282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1281. pembiayaan daerah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1284 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. dan defisit anggaran daerah. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. c. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pembiayaan daerah. dan defisit anggaran daerah. b. belanja daerah. dan e. belanja daerah. dan c. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. c. Pasal 1285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. Pasal 1283 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri atas: a. d. serta perekonomian daerah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. dan g. standardisasi. b. serta perekonomian daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. standar. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. e. bimbingan teknis. serta perekonomian daerah. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

standardisasi. . Pasal 1289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1288. Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah.365    Pasal 1286 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri atas: a. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. dan d. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. standardisasi. dan d. (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. Pasal 1288 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1287 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Belanja Daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. c. standardisasi. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. standardisasi.

366    Pasal 1290 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri atas: a. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 1291 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan d. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. standardisasi. dan Papua. standardisasi. Pasal 1292 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. meliputi wilayah Bali. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. b. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. . Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Nusa Tenggara. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III. (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. standardisasi. Maluku. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. meliputi Jawa. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. Pasal 1293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1292. meliputi wilayah Sumatera. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Neraca. Pasal 1294 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri atas: a. dan d. c. verifikasi dan analisis laporan keuangan. pemantauan. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. . dan d. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. Laporan Realisasi Anggaran. dan Nusa Tenggara. Laporan Realisasi Anggaran. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bali. verifikasi dan analisis laporan keuangan.367    c. b. bimbingan teknis. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. Kalimantan. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Pasal 1296 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. verifikasi dan analisis laporan keuangan. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Pasal 1295 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. Neraca. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. dan Sulawesi.

dan evaluasi. dan evaluasi. Maluku. pemantauan. bimbingan teknis. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. Pasal 1298 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri atas: a. Seksi Data Keuangan Daerah I. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. c. standardisasi. pemantauan. bimbingan teknis. dan d. pengolahan data keuangan daerah. Pasal 1299 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.368    Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. c. dan evaluasi. b. Seksi Data Keuangan Daerah II. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. Seksi Data Keuangan Daerah III. dan Papua. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. pemantauan. b. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1300 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. Nusa Tenggara. standardisasi. dan d. Seksi Data Keuangan Daerah IV. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. dan evaluasi. bimbingan teknis. standardisasi. pemantauan. standardisasi. bimbingan teknis. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .

dan peningkatan kualitas software. c. pembangunan. dan pemeliharaan basis data. dan d. pengembangan. Pasal 1304 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengembangan. b. pembangunan. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Pengelolaan Basis Data. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pengelolaan. Pasal 1302 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri atas: a. pembangunan. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. pemeliharaan. pengumpulan dan pengelolaan. pengelolaan. c. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. perencanaan. dan penyusunan standar aplikasi dan program. pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1303 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. Seksi Dukungan Teknis. dan pengelolaan. d. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. pembangunan. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan.369    Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. dan jaringan. infrastruktur hardware. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. pengembangan. . (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. pemeliharaan. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. dan e.

. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1306 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.370    Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1305 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Evaluasi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1309 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang. Direktorat Surat Utang Negara. dan f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Pembiayaan Syariah. . perumusan kebijakan di bidang pengelolaan utang. dan kriteria di bidang pengelolaan utang. c. standar. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. b.371 BAB XI    DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1307 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan utang. Pasal 1308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1307. dan Setelmen. c. prosedur. d. e.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyusunan norma. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang. Akuntansi.

dan kesejahteraan pegawai di lingkungan direktorat jenderal. e. Bagian Teknologi Informasi. Bagian Umum. dan f. Pasal 1311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310.372 -    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1310 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. dokumentasi. pengembangan pegawai. c. dan harmonisasi peraturan di lingkungan direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. e. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Pasal 1312 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. d. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengembangan dan pelayanan bidang teknologi informasi di lingkungan direktorat jenderal. pengembangan pegawai. serta administrasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. serta administrasi kepegawaian di lingkungan direktorat jenderal. b. kepustakaan. rumah tangga. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. d. Pasal 1313 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. penyelenggaraan pengelolaan urusan keuangan. kearsipan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. pengelolaan kinerja. dan f. c. pelaksanaan fungsi kepatuhan internal. b. Bagian Kepatuhan Internal.

. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. pemensiunan. d. dan d. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. Pasal 1315 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. penyelenggaraan diklat. assessment center. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. kepangkatan. b. c. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. dan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. analisis beban kerja. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. penataan organisasi. analisis beban kerja. ketatalaksanaan. penyelenggaraan diklat. assessment center. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. serta penyusunan. Subbagian Organisasi. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. gaji berkala. Subbagian Tata Laksana. c. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan identifikasi kebutuhan diklat. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 1316 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. penyusunan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyusunan. penyusunan. identifikasi kebutuhan diklat. Subbagian Pengembangan Pegawai. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. dan administrasi mutasi pegawai. pemberhentian. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal.373 -    Pasal 1314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1313.

kepangkatan. b.374 -    (4) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 1318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1317. dan administrasi mutasi pegawai. urusan pengangkatan pegawai. gaji berkala. b. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1320 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. Subbagian Perbendaharaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. melaksanakan analisis. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1321 Bagian Teknologi Informasi mempunyai tugas menyusun rencana strategis dan kebijakan teknologi informasi. pemensiunan. dan melaksanakan operasional layanan teknologi informasi. perancangan dan pengembangan serta implementasi sistem. Subbagian Penyusunan Anggaran. dan c. Pasal 1319 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1317 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pemberhentian.

teknologi. pengendalian mutu. dan e. Penyusunan dan perumusan kebijakan. dan penentuan standar pengelolaan dokumentasi sistem. penyusunan rencana dan implementasi system. Perancangan. rancangan infrastruktur. kebijakan dan standar tatakelola teknologi informasi. dan pengevaluasian rencana strategi teknologi informasi. . Penyusunan dan evaluasi rencana dan program kegiatan strategis teknologi informasi. pengembangan. b. Pengelolaan operasional layanan teknologi informasi. standar keamanan dan kebijakan serta tatakelola teknologi informasi. Bagian Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. standarisasi dan rencana strategis teknologi informasi. dan proyek. dan rancangan keamanan informasi. dan penyusunan dokumentasi proses bisnis dan sistem. penyusunan rancangan aplikasi. perancangan sistem. d. pemeliharaan. (2) Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan pengembangan sistem. analisis. pembangunan dan penetapan data/informasi serta pembuatan dan pemeliharaan data dictionary dan skema klasifikasi data. Pasal 1323 Bagian Teknologi Informasi terdiri atas: a. pengujian system. perencanaan. penyusunan dokumen analisis. pengawasan internal pelaksanaan program kegiatan teknologi informasi. Pengumpulan. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I. Pasal 1324 (1) Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. penyusunan. c. pembangunan.375 -    Pasal 1322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321. dan implementasi sistem. pengembangan dan pengelolaan basis data. serta analisis risiko bisnis. penyusunan spesifikasi kebutuhan user dan spesifikasi kebutuhan sistem. dan internal control pelaksananaan program kegiatan teknologi informasi. Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi. dan implementasi sistem sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. b. c. Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem II.

dan Setelmen. dan perjanjian. dan perjanjian. pengelolaan kinerja. pemantauan. b. manajemen user dan akses layanan teknologi informasi. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan Direktorat Evaluasi. dan Disaster Recovery Center. serta pengelolaan Configuration Management Database. Bagian Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. peraturan perundang-undangan. Subbagian Harmonisasi Peraturan. penelaahan. Subbagian Kepatuhan Internal II. Direktorat Pinjaman dan Hibah. fasilitas Data Center. Subbagian Pengelolaan Kinerja. Direktorat Pembiayaan Syariah. serta penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. Pasal 1327 Bagian Kepatuhan Internal terdiri atas: a. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. kode etik. evaluasi. pengkajian. pelaksanaan kegiatan operasional teknologi informasi. pemantauan. peraturan perundang-undangan. monitoring. penyusunan. Pasal 1326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325. kode etik. Subbagian Kepatuhan Internal I. c. pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak computer. b. dan d. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan layanan e-mail dan portal Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. dan d. pengkajian. c. . serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. Akuntansi. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. Pasal 1325 Bagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas kepatuhan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal.376 -    (3) Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian layanan teknologi informasi.

kepustakaan. dan Setelmen. kesejahteraan pegawai. dan perjanjian. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Akuntansi. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. . Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. pelaksanaan urusan dalam. dan Direktorat Evaluasi. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. kearsipan. peraturan perundang-undangan. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dokumentasi. dokumentasi. dan perjanjian.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi surat dinas. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. pemantauan. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. monitoring. evaluasi. (4) Subbagian Harmonisasi Peraturan mempunyai tugas melakukan penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. rumah tangga. pemantauan. b. kepustakaan. pengurusan pelayanan pimpinan. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. Pasal 1330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329. (3) Subbagian Pengelolaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyusunan. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. peraturan perundang-undangan. dan perlengkapan Direktorat Jenderal. penggandaan. kearsipan. kode etik. kode etik. Direktorat Pembiayaan Syariah.377 -    Pasal 1328 (1) Subbagian Kepatuhan Internal I mempunyai tugas melakukan pengkajian. evaluasi. keprotokolan. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepatuhan Internal II mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 1329 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi surat dinas. ekspedisi. penelaahan.

keprotokolan. mengajukan permintaan pembayaran. kepustakaan. Pasal 1331 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Perlengkapan. dan d.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . urusan penerimaan. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. b. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga. serta pertanggungjawabannya. pelaksanaan. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa.378 -    c. pengurusan pelayanan pimpinan. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. urusan penerimaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. Subbagian Tata Usaha. serta pertanggungjawabannya di lingkungan Direktorat Jenderal. dan distribusi barang perlengkapan. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. Subbagian Gaji. dan d. ekspedisi. penyiapan dokumen. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. . mengajukan permintaan pembayaran. penggandaan. Pasal 1332 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi surat dinas. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. penyimpanan. dokumentasi. pelaksanaan. c. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. kearsipan. pembayaran gaji dan tunjangan. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. penyimpanan. dan distribusi barang perlengkapan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. pembayaran gaji dan tunjangan. penyiapan dokumen.

Pasal 1335 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. dan f. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. d. standar. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang pinjaman dan hibah. dan e. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. . Pasal 1334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333. Pasal 1336 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyiapan penyusunan norma. e. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. c. b. dan Islamic Development Bank. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. b. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.379 -    Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1333 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. IFAD.

penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. . b. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari World Bank. dan g. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.380 -    Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1339 Seksi Pinjaman dan Hibah IA. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan ID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. European Investment Bank (EIB). Seksi Pinjaman dan Hibah IC. c. d. f. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. serta penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1338 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. d. b. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Pasal 1340 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. IB. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan Seksi Pinjaman dan Hibah ID. UN Institution. IC. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. e. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. c. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan multilateral lainnya.

381 -    Pasal 1341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. b. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. penganggaran. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. f. c. serta evaluasi kinerja. b. dan i. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1343 (1) Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. h. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. e. IIB. d. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1342 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. g. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. analisis beban kerja. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. . prosedur operasi standar. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. c.

d. Pasal 1346 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. d. Inggris. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. f. Austria. Belgia. Swedia. e. Italia. c. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. b. dan g. Australia. Swiss. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. c. Perancis. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan Selandia Baru. IIIC. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. IIIB. Finlandia. Jerman. . Cina. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1347 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Denmark. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman.382 -    Pasal 1344 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Slovakia. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. b. Belanda. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1345 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. Rusia. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah.

b. Afrika Selatan dan negara Afrika lainnya. serta penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. Amerika Serikat. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Spanyol. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. Korea. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1350 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. dan negara Amerika lainnya negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. dan d. c. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. dan h. Canada. Malaysia.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Rumania. c. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. g. dan dari dalam negeri. . Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. b. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah.383 -    Pasal 1348 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. f. e. Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. Polandia. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah.

kepegawaian. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan bantuan teknis Direktorat. standar. Pasal 1354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1353. penyiapan penyusunan norma. d. dan kriteria di bidang surat utang negara. prosedur. Pasal 1352 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1353 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang surat utang negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. serta penyiapan bahan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. dan e. rumah tangga. keuangan. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. dan IVD mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. . penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. IVB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. b. Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surat utang negara. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang surat utang negara. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV.384 -    Pasal 1351 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. IVC. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surat utang negara.

Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. . b. penukaran dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. pembelian kembali. monitoring dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. pelaksanaan. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. pengolahan data dan penyiapan dokumen transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penyiapan dokumen terkait pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. e. h. e. serta pengumpulan. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. d. c. perencanaan dan analisis kebutuhan pengembangan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penjualan. monitoring. perencanaan. monitoring. perencanaan. penyiapan. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. f. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. g.385 -    Pasal 1355 Direktorat Surat Utang Negara terdiri atas: a. perencanaan. c. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. pelaksanaan. b. koordinasi penyiapan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif beserta sistem pendukungnya. monitoring dan evaluasi transaksi derivatif. perencanaan. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. dan i.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan dan pengolahan data Surat Utang Negara dan derivatif. Pasal 1356 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis kebutuhan. d. pelaksanaan.

dan evaluasi infrastruktur Surat Utang Negara dan derivatif. melakukan pelaksanaan. dan c. perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. penukaran. Pasal 1360 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I mempunyai tugas melakukan perencanaan penerbitan. monitoring. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. . Pasal 1359 (1) Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi. b. analisis kebutuhan sistem transaksi terkait pengelolaan Surat Utang Negara dan derivatif. monitoring. penyiapan dan pemutakhiran basis data dan potensi investor. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. penukaran. monitoring. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. serta penyiapan. monitoring. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II mempunyai tugas melakukan perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi derivatif. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. serta penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif. melakukan pelaksanaan. melakukan pelaksanaan. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali.386 -    Pasal 1358 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri atas: a. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. monitoring. dan evaluasi transaksi derivatif. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I.

serta menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara yang dimuat dalam media massa. b. penyiapan dan pengembangan potensi basis investor Surat Utang Negara. Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor. . Pasal 1363 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara termasuk dengan lembaga pemeringkat. penyiapan bahan dan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor Surat Utang Negara. dan f. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. metode. d. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan instrumen Surat Utang Negara baru. serta pengembangan potensi investor Surat Utang Negara. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional termasuk lembaga pemeringkat. c. dan materi dalam rangka pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik. dan c. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. termasuk menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1362 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .387 -    Pasal 1361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1360. b. e. koordinasi dengan para pelaku pasar. penyiapan bahan dalam rangka perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. (2) Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan. penyiapan dan pemutakhiran basis data. penyiapan dan pemutakhiran data investor Surat Utang Negara.

analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. dan potensi dan kajian yang terkait dengan pasar Surat Utang Negara. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. pembuatan proyeksi. b. . pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. serta pembuatan proyeksi. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. dan c. monitoring. (3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. monitoring. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara dan derivatif. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. analisis kinerja. Pasal 1365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1364. analisis dan kajian yang terkait dengan pasar uang dan derivatif. c. b. Pasal 1366 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. d.388 -    Pasal 1364 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pembuatan proyeksi. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1367 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan kajian yang terkait dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan e. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. monitoring.

b. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. penyiapan dokumen hukum transaksi. serta monitoring evaluasi kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. serta penyiapan dokumen hukum. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. serta evaluasi kinerja. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. penganggaran. prosedur operasi standar. Pasal 1371 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. f. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. dan g. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. monitoring dan evaluasi kewajiban serta penelitian kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur standar dalam transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. b.389 -    Pasal 1368 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. e. . Pasal 1370 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis beban kerja. d. Pasal 1369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1368. c. pengkajian peraturan yang terkait. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan c.

390 -    (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. penyiapan penyusunan norma. b. dan e. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1373 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. prosedur. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. monitoring dan evaluasi kewajiban serta kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. kepegawaian. penyiapan bahan pemetaan profil risiko dan monitoring risiko. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan syariah. dan kriteria di bidang pembiayaan syariah. standar. Pasal 1372 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. Pasal 1374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. Pasal 1375 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri atas: a. keuangan dan rumah tangga.

d. e. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. d. Pasal 1378 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. c. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. penatausahaan transaksi dan Aset Surat Berharga Syariah Negara. e.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. b. penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rencana program transaksi termasuk penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. Pasal 1376 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kegiatan perencanaan. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. Kelompok Jabatan Fungsional. f. dan Seksi Penatausahaan Transaksi. pelaksanaan.391 -    c. penyusunan rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. h. dan penatausahaan transaksi. Seksi Pelaksanaan Transaksi. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. dan f. b. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. g. penyiapan infrastruktur. . dan i. Seksi Perencanaan Transaksi. c. serta pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara.

Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. pengembangan.392 -    Pasal 1379 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program transaksi dan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1381 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. metode. yang meliputi kegiatan penerbitan. melakukan pemantauan penyelesaian transaksi Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi. pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. . melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. d. serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. b. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara serta melakukan penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. melakukan penyiapan dan pengolahan data transaksi. dan rekomendasi instrumen pembiayaan syariah. instansi atau lembaga dalam rangka pengembangan pasar dan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. c. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1380 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan. menyusun rekomendasi dan penyiapan BMN dan/atau obyek pembiayaan yang akan dijadikan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan dan pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor. menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara.

    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. b. menganalisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. f. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. Pasal 1382 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan c. Pasal 1384 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. pengoordinasian dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. (2) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. dan g. metode. . Pasal 1383 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. (3) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan analisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan. Seksi Pengembangan Instrumen. penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja. serta pengoordinasian/penyiapan penerbitan fatwa dan opini syariah oleh lembaga yang berwenang.393 -    e.

Pasar Uang. (3) Seksi Analisis Fiskal. penyusunan proyeksi. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. serta melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara.394 -    Pasal 1385 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan c. monitoring. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. d. Pasar Uang. c. dan f. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1387 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. . pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1386 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. Seksi Analisis Fiskal. dan Derivatif. b. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. e. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. monitoring. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara.

pelaksanaan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar dalam kegiatan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. pembelian kembali. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. Pasal 1389 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. dan c. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. dan penukaran (switching) instrumen pembiayaan syariah serta evaluasi kinerja konsultan hukum. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dan perjanjian dalam rangka penerbitan. Pasal 1391 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. b. Pasal 1390 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. pembelian kembali. e. melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. melakukan penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. serta melaksanakan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. . b. d. c. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembelian kembali (buy-back). Seksi Dokumen Hukum. Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat.395 -    Pasal 1388 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. dan f.

b. analisis beban kerja. Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan portofolio utang. penganggaran. prosedur operasi standar. keuangan dan rumah tangga. dan e. kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan penyusunan norma. prosedur. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1392 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. serta evaluasi kinerja. Subbagian Tata Usaha. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. c. Pasal 1394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1393. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. f. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang. dan kriteria di bidang strategi dan portofolio utang. d. Pasal 1395 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri atas: a. e. d. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1393 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang strategi dan portofolio utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. .396 -    (3) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang.

. Pasal 1399 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman mempunyai tugas melakukan perumusan. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit dan penurunan country risk. evaluasi. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman. d. evaluasi. pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. c. dan c. b. analisis. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan Surat Berharga Negara jangka menengah. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. perumusan. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya penurunan country risk. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan dan review kebijakan pengelolaan utang. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan pinjaman. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan pinjaman jangka menengah.397 -    Pasal 1396 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan perumusan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. dan rekomendasi strategi pengelolaan utang jangka menengah. Pasal 1398 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri atas: a. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan batas maksimum pinjaman jangka menengah. Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang. e.

analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara dan kapasitas penerbitan Surat Berharga Negara jangka menengah. d. melakukan evaluasi pelaksanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan perencanaan pembiayaan utang. Penyusunan rekomendasi portofolio benchmark utang termasuk struktur portofolio. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit. biaya dan risiko dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. Pasal 1401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1400. biaya dan risiko. evaluasi. (3) Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan analisis rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. analisis dan rekomendasi strategi pembiayaan tahunan melalui utang.398 -    (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan perumusan. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a. Penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko melalui instrumen derivatif. e. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan. Penyusunan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. evaluasi. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan portofolio utang. termasuk struktur portofolio. dan g. evaluasi. Penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio utang. Pasal 1400 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. f. c. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. penyusunan rekomendasi portofolio benchmark. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Negara. Perumusan. . b.

melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Surat Berharga Negara. Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. Pasal 1403 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. b. dan c. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Surat Utang Negara termasuk struktur portofolio. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Pembiayaan Syariah. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko pinjaman melalui instrumen derivatif. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara. . dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Surat Berharga Negara. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Pembiayaan Syariah melalui instrumen derivatif.399 -    Pasal 1402 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri atas: a. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark pinjaman termasuk struktur portofolio. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Pembiayaan Syariah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Pembiayaan Syariah termasuk struktur portofolio. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio pinjaman. biaya dan risiko. (3) Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. evaluasi. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melakukan penyiapan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui pinjaman. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Pembiayaan Syariah. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Surat Utang Negara. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Surat Berharga Negara. evaluasi. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan monitoring strategi pembiayaan tahunan melalui utang. evaluasi. biaya dan risiko. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Pembiayaan Syariah. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Surat Berharga Negara melalui instrumen derivatif. biaya dan risiko.

melakukan penyusunan rekomendasi kebijakan. Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. penyiapan. Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi. penyiapan dokumen anggaran. e. analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. Pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan f. serta melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. akuntansi. pengelolaan transaksi. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. dan c. perjanjian/kontrak perikatan. pengelolaan transaksi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan risiko kewajiban kontinjensi. c. Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi. perumusan. Penyusunan rekomendasi kebijakan. Pasal 1407 (1) Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. perjanjian/kontrak perikatan. perjanjian/kontrak perikatan. b. Pasal 1406 Subdirektorat Kewajiban Kontijensi terdiri atas: a.400 -    Pasal 1404 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan kewajiban kontinjensi. Subdirektorat Kewajiban Kontijensi menyelenggarakan fungsi: a. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. penyelesaian pembayaran. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. . pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. dan/atau kebijakan. Pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. dan/atau kebijakan. d. Penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. Pasal 1405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 1404. b.

pelaksanaan kegiatan analisis dan penyusunan laporan dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. e. komunikasi dan diseminasi dengan pihak terkait dalam rangka analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. akuntansi. dan pemeliharaan database yang mendukung analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyusunan. Pasal 1410 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang terdiri atas: a. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pemantauan kewajiban kontinjensi. Seksi Analisis Makro. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. Pasal 1409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1408. pelaksanaan koordinasi. penyelesaian pembayaran. . penyiapan dokumen anggaran. kebijakan dan perjanjian/kontrak kewajiban kontinjensi.401 -    (2) Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. perjanjian/kontrak perikatan. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. serta penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan evaluasi kinerja. b. perumusan. pengumpulan. dan g. melakukan analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. c. Subdirektorat Riset Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan identifikasi kebutuhan dan perencanaan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. pelaksanaan evaluasi hasil analisis dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. (3) Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan penyiapan. f. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. Seksi Analisis Mikro. Pasal 1408 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. b. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. melakukan penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. melakukan analisis/telaah dampak hukum dan sosial atas kegiatan yang terkait dengan kewajiban kontijensi dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan rekomendasi peraturan.

melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. penyusunan dan. pemeliharaan data base. dan Setelmen Pasal 1413 Direktorat Evaluasi. akuntansi. prosedur operasi standar. penganggaran. (3) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis mikro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi. dan setelmen berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. dan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan data utang dan kewajiban kontinjensi. analisis beban kerja. . komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis makro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi.402 c. (2) Seksi Analisis Mikro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi.    Pasal 1411 (1) Seksi Analisis Makro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. (4) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta memberikan bantuan teknis Direktorat. Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. d. serta evaluasi kinerja. Akuntansi. melakukan penyajian data yang mendukung riset dan penyusunan kebijakan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. Akuntansi. keuangan dan rumah tangga. Pasal 1412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.

Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. akuntansi. dan setelmen. b. dan setelmen. Direktorat Evaluasi. prosedur. dan setelmen. d. serta menyiapkan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi. dan f. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi. dan e. b. d. Akuntansi. c. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Setelmen Transaksi. e.403 -    Pasal 1414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1413. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. hibah. Pasal 1416 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. dan kriteria di bidang evaluasi. melaksanakan analisis kinerja perkembangan pinjaman. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. Akuntansi. . dan setelmen. penyiapan penyusunan norma. akuntansi. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. akuntansi. Pasal 1415 Direktorat Evaluasi. c. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1416. hibah. dan Setelmen terdiri atas: a. standar. akuntansi. Subbagian Tata Usaha. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga.

Seksi Monitoring dan Evaluasi I. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. hibah. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. Pasal 1420 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. serta evaluasi kinerja. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pinjaman. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. serta verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan dokumen pembayaran. pemutakhiran data pinjaman dan hibah. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. dan Surat Berharga Negara. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. analisis perkembangan dan penyiapan bahan rekomendasi rencana tindak (action plan) terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. prosedur operasi standar. Pasal 1418 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri atas: a. c. d. penatausahaan dokumen perjanjian. dokumen penarikan. dan d. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. dan e. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. penyiapan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. hibah. II. penganggaran. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. hibah. c. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. b. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi. Pasal 1419 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi I.404 -    b. analisis beban kerja. hibah.

dan dokumen pembayaran pinjaman. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. d. berkaitan dengan pinjaman. penatausahaan dokumen perjanjian. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri II. dan Surat Berharga Negara sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1423 (1) Seksi Administrasi Utang dan Hibah mempunyai tugas melakukan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I. Seksi Administrasi Utang dan Hibah. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. serta dokumen transaksi Surat Berharga Negara. realisasi penarikan. pemutakhiran data. realisasi pembayaran kewajiban. realisasi pembayaran kewajiban. dan Surat Berharga Negara. dan d. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. pemutakhiran data. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara. dan instrumen pembiayaan syariah.405 -    Pasal 1421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1420.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. berkaitan dengan pinjaman dan hibah luar negeri sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . dokumen penarikan. (2) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. hibah. hibah. kebenaran pencatatan/data entry. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. hibah. hibah. b. Pasal 1422 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi terdiri atas: a. b. serta penatausahaan dokumen perjanjian. Surat Utang Negara. dokumen penarikan. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. dan e. c. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms.

Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah (SP4H). kebenaran pencatatan/data entry. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban.406 -    (3) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. perhitungan. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). dan pelaporan transaksi. Surat Utang Negara. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. rekonsiliasi jumlah utang. perhitungan. peminjaman dan pembayaran. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. perhitungan. rekonsiliasi jumlah utang. pembelian. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. pencatatan. pencatatan. c. dan pelaporan transaksi. . hibah. Pasal 1425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1424. realisasi penarikan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi instrumen pembiayaan syariah. pemrosesan pembayaran. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. penyiapan data hasil penjualan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. perhitungan. Pasal 1424 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pencatatan. pemrosesan pembayaran. pemrosesan pembayaran. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman dan hibah dalam negeri serta penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran antara dokumen transaksi pembayaran/Surat Perintah Membayar (SPM) dan dokumen permintaan pembayaran yang berkaitan dengan Surat Berharga Negara sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pembelian. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. pencatatan. dan instrumen pembiayaan syariah. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. b. dan pelaporan transaksi. penyiapan data penarikan dan pembayaran. dan pelaporan transaksi. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pemrosesan pembayaran. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). rekonsiliasi jumlah utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan data hasil penjualan. peminjaman dan pembayaran. rekonsiliasi jumlah utang. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur.

dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah.407 -    Pasal 1426 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri atas: a. rekonsiliasi jumlah utang. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. pencatatan. rekonsiliasi jumlah utang. pencatatan. perhitungan. Surat Utang Negara. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. perhitungan. peminjaman. pemrosesan pembayaran. Pasal 1427 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi data terkait pinjaman. dan d. penyajian laporan. perhitungan. c. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pemrosesan pembayaran. penyiapan data hasil penjualan. . dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. b. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah. dan pembayaran. rekonsiliasi jumlah utang. pembelian. penyiapan data penarikan dan pembayaran. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. Pasal 1428 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data pinjaman dan hibah. pemrosesan pembayaran. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. peminjaman. dan pembayaran. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. pembelian. dan pelaporan transaksi. pencatatan basis data akuntansi. verifikasi data akuntansi. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). diseminasi laporan. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). pencatatan. serta penyiapan data hasil penjualan.

dan d. Surat Utang Negara. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. pelaksanaan rekonsiliasi realisasi data pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. penyiapan materi publikasi dan pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. Pasal 1431 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. c. menyusun data. pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Konsolidasi Data. Surat Utang Negara. . instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. b. Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. dan mengembangkan data pinjaman dan hibah. penyajian. d. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan publikasi laporan pinjaman.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan. c. b. dan e. pelaksanaan konsolidasi data pinjaman dan hibah. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik. Surat Utang Negara.408 -    Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Pasal 1430 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data pinjaman dan hibah. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah.

serta memberikan bantuan teknis Direktorat. . keuangan dan rumah tangga. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kepegawaian.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. Pasal 1434 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.409 -    Pasal 1432 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1433 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Keuangan. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1437 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan Keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. reviu. Inspektorat IV. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. c. c. dan kegiatan pengawasan lainnya. evaluasi. dan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian e. Inspektorat III. b. d. Inspektorat II . Pasal 1436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1435. . e. pemantauan.410 BAB XII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1435 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. b. Inspektorat I.

Inspektorat VI. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1438 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. d. pelaporan. b. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Umum. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. b. . Kelompok Jabatan Fungsional. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 1439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1438. e. protokoler dan kerumahtanggaan. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal. h. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia.411 f. Inspektorat V. d. e. Inspektorat VII. dan i. penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. Inspektorat Bidang Investigasi. dan f. perlengkapan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. g. c. Pasal 1440 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Kepegawaian. pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. dan f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta penugasan pengawasan.

analisis beban kerja. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. analisis jabatan. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. Pasal 1443 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Pasal 1444 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan evaluasi organisasi. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. Pasal 1442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1441. manajemen risiko. penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. analisis jabatan. dan d. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. Subbagian Organisasi. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. b. c. manajemen risiko. evaluasi sistem dan prosedur kerja. pelaksanaan evaluasi organisasi. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. (2) . Subbagian Ketatalaksanaan. pengelolaan kinerja organisasi. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. Subbagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan kinerja organisasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan d. c. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. analisis beban kerja. Subbagian Pelaporan.412 Pasal 1441 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi sistem dan prosedur kerja. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. pelaporan.

Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. c. c. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. rencana anggaran. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. program kerja pengawasan tahunan. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. Subbagian Akuntansi. dan d. Pasal 1447 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a.413 (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Subbagian Perbendaharaan. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (4) . dan d. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 1446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1445. b. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. Pasal 1445 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan.

b. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. pemberhentian. dan konseling pegawai. Pasal 1451 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. pengangkatan. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. dan d. dan d. pemberian penghargaan. Subbagian Pengembangan Pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan evaluasi kinerja pegawai. Bagian Kepegawain menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melakukan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. Pasal 1450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1449. Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. pelaksanaan assessment center. Subbagian Umum Kepegawaian. dan pemensiunan pegawai. b. kesejahteraan. perencanaan SDM. penempatan. serta mutasi kepegawaian lainnya. personal profiling. rencana anggaran. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan formasi. program kerja pengawasan tahunan. pengelolaan administrasi sanksi. pengelolaan basis data. pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. c. pengelolaan kepangkatan. . pemindahan. cuti. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan urusan absensi. c. Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian. dokumentasi.414 Pasal 1448 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 1449 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan pegawai.

(4) Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. pemindahan. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan absensi. personal profiling. administrasi sistem. cuti. b. c. serta analisis dan penyajian informasi. pemeliharaan aplikasi.415 Pasal 1452 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. dan konseling pegawai. dokumentasi. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. penempatan. pengelolaan kepangkatan. pengelolaan administrasi sanksi. pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 1453 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. pengangkatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan perencanaan SDM. pengelolaan basis data. pengelolaan basis data internal. pemberian penghargaan. pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. assessment center. dan evaluasi kinerja pegawai. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. pemberhentian. perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. dan pemensiunan pegawai. serta mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 1454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1453. pelatihan aplikasi. . penyusunan formasi. kesejahteraan.

Pasal 1458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1457. Pasal 1457 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. pelaksanaan urusan persuratan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . administrasi sistem. kearsipan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi. komunikasi publik. Pasal 1456 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. c. pelatihan aplikasi. protokoler dan kerumahtanggaan. kehumasan. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. ekspedisi. serta analisis dan penyajian informasi. kepustakaan. dan d. . Subbagian Dukungan Pengguna. perlengkapan. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal.416 Pasal 1455 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri atas: a. penggandaan. serta penugasan pengawasan. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. b. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas melakukan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. pengelolaan basis data internal. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. serta pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan aplikasi.

417 b. ekspedisi. kerumahtanggaan. penyimpanan. pelaporan. pelaksanaan pengadaan. protokoler. Pasal 1460 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas melakukan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. akomodasi. Subbagian Perlengkapan. penyimpanan. komunikasi publik. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. kerumahtanggaan. b. dan pemeliharaan inventaris kantor. pelaksanaan. dan d. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pengangkutan. akomodasi. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. (2) Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. pelaporan. penyaluran. pelaksanaan pengadaan. kepustakaan. protokoler. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. c. dan pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. penyusunan rencana kebutuhan. pencatatan. Subbagian Penugasan Pengawasan. penyaluran. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. penyiapan dokumen. dan pemeliharaan inventaris kantor. penyiapan dokumen. pengangkutan. pelaksanaan. Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. dan d. penggandaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1459 Bagian Umum terdiri atas: a. kehumasan. c. Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan. . kearsipan. pelaksanaan urusan dalam. pencatatan.

konsultasi. reviu. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I serta audit untuk tujuan tertentu. d. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. c. evaluasi. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat I. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. . Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. serta penyusunan laporan hasil pengawasan.418 Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1461 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. penyusunan rencana strategis. Pasal 1462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1461. f. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. b. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . e. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pajak. k. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat I. i. g. kebijakan. asistensi. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. j. h.

b. Pasal 1463 Inspektorat I terdiri atas: a. dan b. dan o. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1465 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. evaluasi. . serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. reviu.419 l. kebijakan. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat I. c. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II serta audit untuk tujuan tertentu. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. n. Pasal 1464 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat I. Pasal 1466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1465. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat II. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. m. pemantauan. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . e. dan b. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat II. konsultasi. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. Pasal 1468 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat II. Kelompok Jabatan Fungsional. l. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. g. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat II. n. h. m. asistensi. dan o.420 d. k. i. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. Pasal 1467 Inspektorat II terdiri atas: a. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. f. j.

c. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. b. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III serta audit untuk tujuan tertentu. i. g. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. f. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat III. konsultasi. Pasal 1470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1469. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. d. reviu. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III.421 Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1469 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. evaluasi. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. h. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. pemantauan. penyusunan rencana strategis. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. kebijakan. j. e. asistensi. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. .

penyusunan rencana strategis. evaluasi. reviu. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1473 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pemantauan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat IV. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat III. .422 k. Pasal 1471 Inspektorat III terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. n. dan o. kebijakan. Pasal 1474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1473. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat III. l. m. b. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV serta audit untuk tujuan tertentu. Pasal 1472 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat III. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan b.

pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. i. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat IV. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. asistensi. k. d. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. dan b. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat IV. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. g. h. m. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.423 c. dan o. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. f. konsultasi. Subbagian Tata Usaha. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Pasal 1475 Inspektorat IV terdiri atas: a. j. Pasal 1476 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat IV. n. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. . pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . l.

f. d. evaluasi. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. . pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. reviu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan dan pada unit yang menangani bidang anggaran dan perimbangan keuangan.424 Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1477 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. kebijakan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. h. Pasal 1478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1477.dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat V. serta audit untuk tujuan tertentu. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. penyusunan rencana strategis. pemantauan. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. i. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. j. e. g. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. c. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan peran konsultasi belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan. b.

dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. dan p. n. Subbagian Tata Usaha. konsultasi. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. . Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VI.425 k. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat V. kebijakan. koordinasi pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. Pasal 1479 Inspektorat V terdiri atas: a. Pasal 1480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat V. penyusunan rencana strategis. m. evaluasi. Pasal 1482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1481. o. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1481 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. l. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . reviu. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat V. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. dan b. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. asistensi. Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

426 b. c. . pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. j. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. h. l. k. dan o. i. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. dan b. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI serta audit untuk tujuan tertentu. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1483 Inspektorat VI terdiri atas: a. asistensi. konsultasi. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. m. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VI. f. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VI. n. e. Kelompok Jabatan Fungsional. g.

koordinasi penyusunan rencana strategis dan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. k. penyusunan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal serta pemantauan dan evaluasi terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. pelaksanaan peran konsultasi dan asistensi Risk Management terhadap unsur Kementerian Keuangan. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII serta audit untuk tujuan tertentu. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. c. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1485 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. e. g. Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan rencana strategis. . dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. reviu. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. h. f. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VII. koordinasi penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. evaluasi. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . j.427 Pasal 1484 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VI. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. d. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. kebijakan. koordinasi pelaksanaan kajian peraturan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. i.

Pasal 1487 Inspektorat VII terdiri atas: a. asistensi. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan b. Pasal 1488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VII. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. konsultasi. q. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. dan v. Subbagian Tata Usaha. r. . n. p.428 l. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. u. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. m. s. o. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. t. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VII. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VII.

m. pelaksanaan koordinasi dengan instansi penegak hukum. d. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. f. pemberian keterangan ahli di persidangan. dan n. k. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. h. koordinasi pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan di lingkungan Kementerian Keuangan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. koordinasi pengawasan yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. e. g. koordinasi penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan sosialisasi kegiatan investigasi. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil audit investigasi.429 Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1489 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit investigasi. i. l. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan. c. b. koordinasi pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan unsur Kementerian Keuangan. j. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap unsur Kementerian Keuangan. pelaksanaan kegiatan intelijen dan surveillance. penyusunan dan penyampaian laporan audit investigasi serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Bidang Investigasi. Pasal 1490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1489. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat Bidang Investigasi. dan pelimpahan kasus kepada Instansi Penegak Hukum. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan dan pengendalian audit investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Kementerian Keuangan. permintaan informasi. kebijakan. penanganan permintaan audit Investigasi.

Kelompok Jabatan Fungsional.430 Pasal 1491 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. dan b. Pasal 1492 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat Bidang Investigasi. Pasal 1494 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1493 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. .

pengaturan. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. c. e. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. norma. j. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. g. . persetujuan. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . h. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.431 BAB XIII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1495 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. f. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. d. i. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. Kliring dan Penjaminan. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penegakan peraturan di bidang pasar modal. perumusan standar. Pasal 1496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1495. k. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan.

Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. dan m. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. c. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. b. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Biro Riset dan Teknologi Informasi. pelaksanaan penataan organisasi. f. h. i. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. Biro Perasuransian. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1498 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 1499 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1498. l. e. . j. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Biro Kepatuhan Internal. b.432 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1497 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri atas: a. d. g. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. k. Sekretariat Badan. Biro Pengelolaan Investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Biro Dana Pensiun.

perencanaan anggaran badan. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. i. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan penataan organisasi. pelaksanaan urusan keuangan Badan. e. c. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Bagian Perencanaan dan Organisasi. analisis dan evaluasi jabatan. pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. d. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. laporan akuntabilitas kinerja. g. f. d. Bagian Umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. Bagian Keuangan. penyusunan prosedur dan metode kerja. Bagian Kepegawaian. f. b. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan.433 c. . perencanaan anggaran Badan. d. Pasal 1500 Sekretariat Badan terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. h. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. penataan organisasi. e. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. Pasal 1502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1501. Pasal 1501 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. dan penyiapan bahan pelaksanaannya.

penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. Pasal 1505 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. statistik dan kesejahteraan pegawai. d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. Subbagian Perencanaan Anggaran. . analisis jabatan. c. dan Subbagian Tata Laksana. Pasal 1504 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. Pasal 1506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1505. b. pelaksanaan urusan pengangkatan. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .434 - Pasal 1503 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. d. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. b. c. kepangkatan. Subbagian Organisasi. dan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. dokumentasi. pemberhentian.

akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran.435 - Pasal 1507 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. statistik dan kesejahteraan pegawai. c. pemberhentian. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. dan penatausahaan penerimaan negara. . (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. dan Subbagian Umum Kepegawaian. c. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. Subbagian Pengembangan Pegawai. kepangkatan. d. b. c. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. b. dokumentasi. Pasal 1511 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1509 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1509. Subbagian Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1508 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Mutasi Kepegawaian.

Pasal 1514 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1513. Pasal 1513 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. perusahaan pembiayaan. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. asuransi. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. f. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan.436 - Pasal 1512 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan. . penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga b. d. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. dan modal ventura. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. dana pensiun. e. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal.

pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. bahan pertukaran informasi. d. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. Subbagian Kerjasama Multilateral. Pasal 1515 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. bahan pertukaran informasi. Subbagian Hubungan Masyarakat. c. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. i. metode dan materi penyuluhan. j. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan- . pelaksanaan hubungan pemodal internasional. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran. pemantauan. rancangan perjanjian. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. h. Pasal 1516 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kerjasama internasional. dan Subbagian Pengaduan Pasar Modal. pelaksanaan kerjasama internasional. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. seminar. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. penyiapan dan pengembangan teknik. rancangan perjanjian. dan kegiatan lainnya yang sejenis. Subbagian Kerjasama Bilateral. dan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral.437 keuangan dengan negara lain dan badan internasional. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan akomodasi Ketua Badan. Pasal 1520 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. penyiapan dokumen. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1507. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. b. dan tata usaha Ketua Badan. dan penggandaan.438 bahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. dan pelaksanaan urusan perlengkapan. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. inventarisasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. d. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. pendistribusian. Pasal 1519 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga. komputerisasi persuratan. d. pelaksanaan urusan tata persuratan. pengangkutan pegawai. perjalanan dinas dan gaji. dan Subbagian Perlengkapan. penyimpanan. mengkoordinir penyusunan pidato. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. c. Subbagian Tata Persuratan. keprotokolan. pencatatan acara. penyiapan bahan. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. kearsipan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeliharaan dan penyiapan penghapusan perlengkapan. protokol. Pasal 1517 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. b. pelaksanaan. perlengkapan. .

penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. melakukan litigasi. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan f. penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. b. saran. c. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. j. h. d. penetapan sanksi. i. k. penanganan keberatan. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. pemberian pertimbangan. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. g. pemberian bantuan hukum. . pemberian pertimbangan. e. Pasal 1522 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1521. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum.439 - Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1521 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

e. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. c. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. pelaksanaan tata usaha biro. lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Penasihat Investasi. Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. dan lembaga pemeringkat Efek. Pasal 1526 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. d. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. dan pelaksanaan tata usaha biro. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan Bagian Profesi Hukum Pasar Modal.440 l. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Wakil Manajer Investasi. penyusunan. . Manajer Investasi. Manajer Investasi. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. Pasal 1524 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Pasal 1525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1524. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. b. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Agen Penjual Efek Reksa Dana. b. c. e. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Pasal 1523 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. c. b.

Pasal 1528 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. dan lembaga pemeringkat Efek. Penasihat Investasi. b. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Agen Penjual Efek Reksa Dana. kearsipan. Biro Administrasi Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder.441 Pasal 1527 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Lembaga Kliring dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Bagian Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan lembaga pemeringkat Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Wakil Manajer Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Penasihat Investasi. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. pengkajian peraturan pasar modal internasional. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan pelaporan biro. Wakil Manajer Investasi. Lembaga Penilaian Harga Efek. kepegawaian. rumah tangga. c. Kustodian. dan Hukum . penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Manajer Investasi. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Pasal 1529 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1528. Manajer Investasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan.

dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Lembaga Penilaian Harga Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Wakil Perantara Pedagang Efek. Biro Administrasi Efek. Kustodian. yang berkaitan dengan Bursa Efek. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Biro Administrasi Efek. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. . Wakil Perantara Pedagang Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Perantara Pedagang Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Penilaian Harga Efek. Pasal 1530 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. c. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. dan Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Penjamin Emisi Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. Kustodian. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Kustodian. Lembaga Penilaian Harga Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. yang berkaitan dengan Bursa Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Wakil Penjamin Emisi Efek. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. pengkajian peraturan pasar modal internasional. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pasal 1531 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek.442 d.

dan Penilai. Penilai. Akuntan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Akuntan. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. c. Perusahaan Publik. penyusunan. dan . Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 1535 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Penilai. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. Konsultan Hukum. yang berkaitan dengan Emiten. Pasal 1534 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri atas: a. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Pasal 1533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1532. Notaris. Perusahaan Publik. Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat. Penilai. b. Akuntan.443 Pasal 1532 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan.

c. dan dana pensiun. Pasal 1536 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Konsultan Hukum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . yang berkaitan dengan perasuransian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. dan dana pensiun. pembiayaan dan penjaminan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Wali Amanat. dan Dana Pensiun. Notaris. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Perasuransian. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Akuntan. Pembiayaan dan Penjaminan. Perusahaan Publik. (3) b. . dan Subbagian Peraturan Dana Pensiun. Pasal 1537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1536. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pembiayaan dan penjaminan. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan pasar modal internasional. yang berkaitan Perasuransian. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.444 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian. b. Penilai. Pasal 1538 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri atas: a. yang berkaitan dengan Emiten. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik.

penyusunan. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 1540 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengkajian peraturan perasuransian internasional. (3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. pemberian saran. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. yang berkaitan dengan perasuransian. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). pendapat hukum. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan.445 Pasal 1539 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. yang berkaitan dengan perasuransian. . pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun.

j. d. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. f. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. b. c. . atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. Pasal 1542 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal terdiri atas: a. ahli. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. e. dan melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. di b. Subbagian Notaris Pasar Modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. h. pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. c. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a.446 - Pasal 1541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1540. i. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. dan Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. g. k. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal.

Biro Riset dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. memproses pendaftaran. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. pengumpulan. analisis. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. Pasal 1545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1544. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait.447 Pasal 1543 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. . penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. memproses pendaftaran. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1544 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. ahli. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan.

analisis. Pasal 1546 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. dan penyajian data dan statistik asuransi. Pasal 1547 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. f. mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan lembaga keuangan lain. dan pelaksanaan tata usaha biro. analisis. Bagian Riset Ekonomi. dan lembaga keuangan lain. pengumpulan. d. analisis. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. g. . dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. dan penyiapan bahan pengumpulan. dana pensiun. dan penyajian data dan statistik pasar modal. Bagian Riset Asuransi. penyiapan bahan pengumpulan. pengumpulan. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. b. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. pengelolaan. dan penyajian data ekonomi makro. c. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. e. penyusunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. d. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. dana pensiun. analisis. e. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain.448 b. Bagian Riset Pasar Modal. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1547. b. f. c.

Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1551 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. . Pasal 1550 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. analisis. Subbagian Statistik Pasar Modal. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. c. b. dan Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. b. Pasal 1553 Bagian Riset Pasar Modal terdiri atas: a. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. c. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1551. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. analisis. c. dan Subbagian Tata Usaha Biro. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. analisis. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan.449 Pasal 1549 Bagian Riset Ekonomi terdiri atas: a. analisis. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. b. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data dan statistik pasar modal. analisis.

Dana Pensiun. kepegawaian. c. analisis. Pasal 1556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1555. penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. dan penyiapan bahan pengumpulan. c. Usaha Jasa Pembiayaan. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi.450 Pasal 1554 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. kearsipan. Subbagian Statistik Asuransi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. analisis. dan lembaga keuangan lain. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. dan penyajian data dan statistik pasar modal. Dana Pensiun. rumah tangga. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. b. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri atas: a. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. dan penyajian data dan statistik Asuransi. . Dana Pensiun. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. analisis. Bagian Riset Asuransi. b. analisis. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dana pensiun. analisis. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. dan pelaporan biro. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Pasal 1555 Bagian Riset Asuransi. dan Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Pasal 1557 Bagian Riset Asuransi.

dan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. Dana Pensiun. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. b. analisis. pengelolaan. dan Subbagian Dukungan Teknis. c. dan penyajian data dan statistik Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. pengelolaan. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Usaha Jasa Pembiayaan. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. . Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. Usaha Jasa Pembiayaan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. penyiapan bahan penyusunan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. b. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. Pasal 1560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1559. Dana Pensiun. analisis. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 1561 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Dana Pensiun. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. Pasal 1559 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan.451 Pasal 1558 (1) Subbagian Statistik Asuransi. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi.

b. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. dan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1566 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. Pasal 1564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1563. . pengelolaan. c. Pasal 1565 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. b. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dan c. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pasal 1563 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi.452 Pasal 1562 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan.

b. b. pelaksanaan tata usaha biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. c. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1570 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Pengelolaan Investasi. g. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1567. d. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. dan h. pengawasan. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. Kelompok Jabatan Fungsional.453 Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1567 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. . perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. pembinaan. Keterbukaan Emiten. e. e. Pasal 1569 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri atas: a. d. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. c. f. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal.

rumah tangga. pengumpulan.454 Pasal 1571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1570. d. d. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pengolahan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. Pasal 1573 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. II. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Subbagian Tata Usaha Biro. c. c. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1572 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. kearsipan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. . dan pelaporan biro. e. Pasal 1574 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. b. kepegawaian.

Pasal 1577 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. pengumpulan. b. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. c. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. b. Pasal 1578 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1576 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. Perusahaan Efek. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. . d. pengolahan. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. II. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .455 Pasal 1575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1574. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. c.

dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1582 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1580 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri atas: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. b. b. c. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. II. pengumpulan. . serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. c. d. Pasal 1581 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa.456 Pasal 1579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1578. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pengolahan.

b. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. b. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Pasal 1584 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri atas: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. d. pengumpulan. Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1586 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. c. . dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. c. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Manajer Investasi. Pasal 1585 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. dan Penasihat Investasi.457 Pasal 1583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1582. II. pemrosesan izin usaha. pengolahan. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Wakil Manajer Investasi.

Pasal 1589. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. dan Wakil Manajer Investasi. Penasihat Investasi. g. Penasihat Investasi. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. c. izin perseorangan. Pasal 1590 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. penelaahan aspek keterbukaan. Wakil Manajer Investasi. Pasal 1589 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 1588 Biro Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. b. dan pelaksanaan tata usaha biro. f. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Pengembangan Produk Investasi. hukum. f. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. .458 Pasal 1587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1586. e. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. e. b. Wakil Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. dan Penasihat Investasi. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. Manajer Investasi. Bagian d. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. pemrosesan permohonan izin usaha. c. b. Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 459 Pasal 1591 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi; Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1592 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Pasal 1593 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1594 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Pasal 1593, Bagian

pengumpulan, analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; dan analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 460 Pasal 1595 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana; dan b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Pasal 1596 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1597 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi, Penasihat Investasi, izin Perseorangan, izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1598 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1597, Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi;

b. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi; c.

d. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; e. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 461 f. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

g. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; dan h. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1599 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Wakil Manajer Investasi; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1600 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi, dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana, menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1601 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha, penelaahan aspek keterbukaan, hukum, akuntansi, pernyataan pendaftaran, dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Pasal 1602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1601, Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek, aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi, laporan keuangan dan akuntansi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 462 b. c. d. e. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis, pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi; penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan; penelaahan aspek keterbukaan, hukum, dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset; penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset; dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset. Pasal 1603 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Penelaahan Hukum; Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset; dan Subbagian Penelaahan Akuntansi. Pasal 1604 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran, laporan, dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana, dan Efek Beragun Aset. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, Penelaahan laporan, dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Pasal 1605 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Reksa Dana, Efek Beragun Aset, menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi.

f. g. h.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 463 Pasal 1606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1605, Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian; pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi; peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan

pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Pasal 1607

Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Kepatuhan Reksa Dana; dan Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1608 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi, melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi dan Kustodian, memantau kepatuhan penyampaian laporan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 464 Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1609 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan, pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, Kustodian, Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Penjamin Emisi Efek, dan pengawasan transaksi Efek, serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. Pasal 1610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1609, Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, dan Penjamin Emisi Efek; pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pemeriksaan atas Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara; dan pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1611 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Lembaga Efek; Bagian Kepatuhan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Perdagangan; Bagian Wakil Perusahaan Efek; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c. d.

e. f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 465 Pasal 1612 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek, Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan, pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1612, Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Bagian

penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek; dan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. Pasal 1614

Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek; Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1615 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek, dan penelaahan kode etik lembaga Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek, menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek, Wakil Perusahaan Efek, dan Perantara Pedagang Efek, melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan, menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan, serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 466 Pasal 1616 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1616, Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, dan Biro Administrasi Efek; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian; penelaahan laporan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1618 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I; Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1619 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian.

b. c. d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 467 Pasal 1620 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan, mempersiapkan jadwal pemeriksaan, melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyimpanan, Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1620, Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1622 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I; Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1623 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. indikasi adanya

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 468 (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1624 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. Pasal 1625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1624, Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain; dan penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek, Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain. Pasal 1626 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa; Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil; dan Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. Pasal 1627 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 469 (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan, penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, pengawasan perkembangan, dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara, Efek Lain dan Derivatif, serta pengawasan perdagangan di luar bursa. Pasal 1628 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1628, Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1630 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek; Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1631 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan peraturan dan laporan, penyusunan program pemeriksaan, serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 470 (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penyusunan program pemeriksaan, dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan biro.

Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1632 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. Pasal 1633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1632, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.

dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. e. pembiayaan.471 Pasal 1634 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri atas: a. pembiayaan. b. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. asuransi. asuransi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. sekuritas. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. dan investasi. dan investasi. b. Pasal 1635 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. asuransi. dan investasi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pernyataan Penggabungan Usaha. b. . pembiayaan. pembiayaan. dan investasi. f. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. d. Pasal 1636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1635. pembiayaan. asuransi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1637 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. c. dan investasi. c. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. sekuritas. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan. d. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. asuransi. sekuritas. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. sekuritas. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. c. sekuritas.

real estat. telekomunikasi. media massa. pembiayaan. b. media massa. perhotelan. teknologi informasi. properti. dan jasa lainnya. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. real estat. Pasal 1639 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. sekuritas. Pernyataan Penggabungan Usaha. pariwisata. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. perhotelan. telekomunikasi. perhubungan. media massa. .472 Pasal 1638 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan Investasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. teknologi informasi. dan jasa lainnya. perhotelan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. teknologi informasi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. properti. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. telekomunikasi. pariwisata. teknologi informasi. perhotelan. real estat. dan jasa lainnya. media massa. perhubungan. Pernyataan Penggabungan Usaha. perhubungan. Pernyataan Penawaran Tender. sekuritas. asuransi. konstruksi. asuransi. properti. konstruksi. d. properti. asuransi. properti. konstruksi. pembiayaan. Pasal 1640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1639. dan jasa lainnya. c. dan jasa lainnya. pariwisata. teknologi informasi. real estat. Pernyataan Penawaran Tender. perhotelan. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan Investasi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. telekomunikasi. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. konstruksi. real estat. perhubungan. dan Investasi. perhubungan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. pembiayaan. konstruksi. pariwisata. Pernyataan Penawaran Tender. pariwisata. sekuritas. telekomunikasi. media massa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan.

perhubungan. . telekomunikasi. pariwisata. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan.473 Pasal 1641 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri atas: a. dan jasa lainnya. b. dan investasi. teknologi informasi. media massa. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan. pembiayaan. asuransi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. pariwisata. Pernyataan Penawaran Tender. c. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. telekomunikasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. real estat. penelaahan laporan. media massa. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. pembiayaan. dan investasi. real estat. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. Pernyataan Penawaran Tender. perhotelan. Pasal 1642 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. properti.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . konstruksi. real estat. perhotelan. Pasal 1644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1643. Pernyataan Penggabungan Usaha. perhotelan. teknologi informasi. Pasal 1643 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhubungan. telekomunikasi. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. sekuritas. konstruksi. Pernyataan Penawaran Tender. sekuritas. Pernyataan Penggabungan Usaha. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. perhubungan. dan jasa lainnya. dan jasa lainnya. media massa. pariwisata. konstruksi. properti. properti. teknologi informasi. asuransi.

sekuritas. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . asuransi. penelaahan laporan. pembiayaan. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. Pasal 1646 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan.474 b. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. dan investasi. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. dan investasi. Pasal 1645 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. pembiayaan. sekuritas. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. b. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. c. sekuritas. asuransi. asuransi. pembiayaan. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan investasi.

dan teknologi informasi. telekomunikasi. perhubungan. d. dan teknologi informasi. b. perhubungan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. media massa. pariwisata. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. pariwisata. . telekomunikasi. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata. telekomunikasi. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. penelaahan laporan. telekomunikasi. media massa. dan teknologi informasi. media massa. pariwisata. c. penelaahan laporan. media massa. Pasal 1649 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri atas: a. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. perhubungan. dan teknologi informasi.475 Pasal 1647 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. b. dan teknologi informasi. media massa. telekomunikasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. perhubungan. pariwisata. Pasal 1648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1647. pariwisata. Pasal 1650 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d. konstruksi. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. konstruksi. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. konstruksi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. konstruksi. penelaahan laporan. real estat. perhotelan. e. real estat. perhotelan. penelaahan laporan. perhotelan. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. dan Perusahaan Jasa Lainnya. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. real estat. b. real estat. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1651. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. dan Perusahaan Jasa Lainnya. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. dan Perusahaan Jasa Lainnya. perhotelan. Pasal 1651 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.476 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. real estat. perhotelan.

dan pelaporan biro. kepegawaian. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. b. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan.477 Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri atas: a. dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. kearsipan. penelaahan laporan. . (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Subbagian Tata Usaha Biro. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1655. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1655 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. Pasal 1654 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. rumah tangga. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil.

industri logam. Pasal 1658 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen.478 b. garmen. barang konsumsi. Pasal 1659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1658. industri dasar. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan pelaksanaan tata usaha biro. aneka industri lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. aneka industri lainnya. alas kaki. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. aneka industri lainnya. Logam. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. b. . barang konsumsi. c. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. alas kaki. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. barang konsumsi. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. d. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Pasal 1657 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri atas: a. b. industri dasar. industri dasar. dan indutri kimia. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. alas kaki. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. industri logam. e. dan Kimia. g. f. Pernyataan Penawaran Tender. dan industri kimia. h. d. f. industri logam. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. dan industri kimia. Pernyataan Penggabungan Usaha. e.

industri logam. industri logam. Pasal 1662 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan industri kimia. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. industri dasar. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. aneka industri lainnya. aneka industri lainnya. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. alas kaki. barang konsumsi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1660 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri atas: a. Pernyataan Penggabungan Usaha. garmen. Pernyataan Penggabungan Usaha. barang konsumsi. barang konsumsi. dan agrobisnis. alas kaki. garmen. Pernyataan Penawaran Tender. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. Pernyataan Penggabungan Usaha. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. dan industri kimia. Pernyataan Penawaran Tender. barang konsumsi. dan industri kimia. dan industri kimia. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri dasar. industri dasar. aneka industri lainnya. aneka industri lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. c. industri logam. Pasal 1661 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran.479 c. . alas kaki. Pernyataan Penawaran Tender. kehutanan. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. barang konsumsi. aneka industri lainnya. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. industri dasar. d. Pernyataan Penawaran Tender. industri logam. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan industri kimia. industri logam. b. industri dasar. alas kaki. garmen. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. alas kaki.

dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pasal 1664 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri atas: a. kehutanan. Pernyataan Penawaran Tender.480 Pasal 1663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1662. d. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan agrobisnis. c. kehutanan. Pasal 1665 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. c. dan agrobisnis. b. dan agrobisnis. kehutanan. Pernyataan Penggabungan Usaha. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan agrobisnis. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. dan agrobisnis. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. dan agrobisnis. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. b. kehutanan. . kehutanan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. dan agrobisnis. kehutanan.

b. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. garmen. Pasal 1667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1666. Pasal 1668 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri atas: a. Pasal 1669 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. barang konsumsi. alas kaki. b. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. garmen. Garmen. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. barang konsumsi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. Garmen. garmen. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. alas kaki. . barang konsumsi. garmen. dan aneka industri lainnya. garmen. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan alas kaki. penelaahan laporan. dan Alas Kaki.481 Pasal 1666 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. alas kaki. alas kaki. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. alas kaki. barang konsumsi. dan aneka industri lainnya. dan aneka industri lainnya. dan aneka industri lainnya. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. c. d. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan aneka industri lainnya. garmen.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c.

logam. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya. dan kimia. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar.482 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kimia. d. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan laporan. logam. . dan kimia. penelaahan laporan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1670. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kimia. (3) b. logam. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 1670 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. logam. dan kimia. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.

Pasal 1674 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. c. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. Logam.483 Pasal 1672 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. . b. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. penelaahan laporan. dan Kimia terdiri atas: a. kehutanan dan agrobisnis. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pasal 1673 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Pasal 1676 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri atas: a. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kepegawaian. dan pelaporan biro. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.484 Pasal 1675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1674. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. c. b. dan c. Pasal 1677 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. penelaahan laporan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. . kehutanan dan agrobisnis. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. kehutanan dan agrobisnis. kehutanan dan agrobisnis. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. d.

standar penilaian di bidang pasar modal. c. pembinaan. h. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. standar pemeriksaan akuntansi. d. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. Pemeringkat Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pemeringkat Efek. b. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. Pasal 1679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1678. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. analisis. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. standar tata kelola perusahaan. g. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. pembinaan. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah.485 Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1678 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. dan pelaksanaan tata usaha biro. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. e. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan. e. dan Wali Amanat di pasar modal. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. b. Penilai. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. j. i. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. Bagian Akuntan. Pasal 1680 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri atas: a. . f. d.

peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. b. Pasal 1683 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. e. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Pasal 1684 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. standar pemeriksaan khusus. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Standar Akuntansi II. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. c. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. c. d. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. dan Subbagian Standar Pemeriksaan. f. Pasal 1682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1681. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan.486 Pasal 1681 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Subbagian Standar Akuntansi I.

penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. dan penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. penyusunan program pengembangan Akuntan. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Asosiasi Pemeringkat Efek. c. g. (3) . penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. Penilai. e. pembinaan. Pasal 1686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1685. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai. b. Penilai.487 (2) Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Penilai. Pasal 1685 Bagian Akuntan. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. Penilai. d. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Pemeringkat Efek. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pengelolaan Investasi. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. Penilai. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Bagian Akuntan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. h. f.

pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. dan Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. dan inspeksi Akuntan. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan tata usaha biro. analisis. pengawasan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. pembinaan. pengawasan dan inspeksi Penilai. pengawasan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pembinaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. (2) (3) . pengawasan pengendalian mutu Penilai. pelaporan. pengawasan dan inspeksi Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri atas: a. pelaporan. pengumpulan.488 Pasal 1687 Bagian Akuntan. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Pasal 1689 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. b. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. Pasal 1688 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal. Subbagian Akuntan Pasar Modal. pembinaan. dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. Subbagian Penilai Pasar Modal. Penilai. pengawasan. pelaporan. dan lembaga lain yang terkait. c. dan inspeksi Pemeringkat Efek. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. dan Wali Amanat. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. pengawasan.

. b. d. c. Pasal 1691 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri atas: a. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Bagian penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. pengumpulan. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik.489 Pasal 1690 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. analisis. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. dan Subbagian Tata Usaha Biro. dan pelaksanaan tata usaha biro. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. analisis. Pasal 1692 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 1689. b. f. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. c. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan.

dan pelaporan biro. pengumpulan. analisis. melakukan pengumpulan. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. penelaahan. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. melakukan pengumpulan. rumah tangga. c. Bagian a. . melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. pengumpulan. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. b. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pengkajian. pengumpulan.490 (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. kepegawaian. penyiapan. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Pasal 1695 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. b. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. dan f. analisis. e. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. kearsipan. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1693 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. d. analisis. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. dan c. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Pasal 1694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1693.

penelaahan. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Biro Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. Pasal 1698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1697. menyelenggarakan fungsi: a. jasa. dan melakukan pengumpulan. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. b. penelaahan. . evaluasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah. melakukan pengumpulan. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi.491 Pasal 1696 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. analisis. melakukan pengumpulan. penelaahan data kelembagaan. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. melakukan pengumpulan. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1697 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. standardisasi. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik.

b. b. Pasal 1700 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1699 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri atas: a. penyajian informasi perkembangan usaha. e. Pasal 1702 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. d.492 c. Bagian Lembaga Pembiayaan. d. c. dan Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan. c. dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga pelaksanaan tata usaha biro. e. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. Pasal 1701 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1700. . Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. b. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan penjaminan. c. Bagian Lembaga Penjaminan. dan analisis laporan keuangan. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. penelahan jasa lembaga pembiayaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan.

b. (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1706 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. . (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1704 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.493 Pasal 1703 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. dan pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. c. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Pasal 1705 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1704. c. d.

rencana jangka pendek dan jangka panjang. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1709 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1708. penelahan data jasa lembaga Penjaminan. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan. Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur.494 Pasal 1707 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. dan Subbagian Tata Usaha Biro. rencana jangka pendek dan jangka panjang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. rencana jangka pendek dan jangka panjang. d. Pasal 1710 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri atas: a. Pasal 1708 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. b. c. b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. analisis laporan keuangan. . (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. penyajian informasi perkembangan usaha.

b. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. kearsipan. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. d. . melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. dan c. Pasal 1715 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha.495 Pasal 1711 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. kepegawaian dan pelaporan biro. c. rumah tangga. b. penelaahan kepatuhan. Pasal 1714 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri atas: a. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus. penelaahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. penyajian informasi perkembangan usaha. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. penelaahan kegiatan operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis laporan keuangan. Pasal 1713 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1712. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1712 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus.

g. evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian. e. perubahan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku. pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat. c. Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku. d. f. penelaahan kepatuhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. . kecil dan menengah. b. penelaahan kepatuhan. i. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1716 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. penelaahan kegiatan operasional.496 (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha. dan usaha pembiayaan usaha mikro. h. Pasal 1717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1716. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian. analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi. pembentukan. dan pelaksanaan tata usaha biro. dan penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala. penelaahan kegiatan operasional.

Pasal 1722 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. Pasal 1721 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri atas: a. b. dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. e. d. b. Bagian Perasuransian Syariah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. melakukan perencanaan penyuluhan. Bagian Pemeriksaan Perasuransian. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. . kepengurusan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. dan pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian. Bagian Kelembagaan Perasuransian. pembubaran perusahaan perasuransian. c. f. Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a.497 Pasal 1718 Biro Perasuransian terdiri atas: a. penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. Subbagian Kelembagaan Perasuransian II. pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian. dan Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. d. registrasi tenaga ahli. data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan. II. pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. Pasal 1720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1719. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian. c. Pasal 1719 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis. bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. c. dan pembubaran perusahaan perasuransian. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian.

Pasal 1726 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. dan evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II. c. Pasal 1728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1727. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan. II. b. pengumpulan data dan analisis program asuransi.498 Pasal 1723 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1723. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. Pasal 1727 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi. dan Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III. dan sistem analisis laporan . dan evaluasi sistem perasuransian. mengembangkan sistem. dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian. pelaporan. c. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan Pasal 1725 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri atas: a.

dan Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. Pasal 1731 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. b. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II. II. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. Pasal 1732 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1731. Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. Pasal 1733 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri atas: a. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung. dan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. . pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. dan Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III. c. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1730 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi. d. c.499 Pasal 1729 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri atas: a. b.

dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. dan Subbagian Tata Usaha Biro. pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah. evaluasi sistem laporan perasuransian syariah.500 Pasal 1734 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. d. pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. . dalam Pasal 1735. analisis laporan Pasal 1737 Bagian Perasuransian Syariah terdiri atas: a. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. c. program asuransi syariah. Pasal 1736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. rencana jangka pendek. Pasal 1735 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rencana jangka panjang. Subbagian Perasuransian Syariah II. evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. c. dan mengembangkan sistem. Bagian pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. penyelenggaraan usaha. mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah. II. Subbagian Perasuransian Syariah I. e. b. f. b.

melaksanakan analisis. kearsipan.501 Pasal 1738 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. dan f. standardisasi. c. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1739. Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1739 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. e. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. bimbingan teknis. d. b. perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun. rumah tangga. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun. melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah. kepegawaian. dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. dan pelaporan biro. evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan tata usaha biro. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. . Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun.

Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun. f. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun. c. b. Bagian Analisis. Pasal 1743 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1742.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. dan Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. d. b. . Subbagian Peraturan Dana Pensiun. dan pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. c. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan.502 Pasal 1741 Biro Dana Pensiun terdiri atas: a. rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun. c. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil. Pasal 1744 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri atas: a. pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Pasal 1745 (1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun. Pasal 1742 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. struktur organisasi. b. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun.

503 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. laporan portofolio investasi. d. dan Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan. laporan portofolio investasi. . c. c. laporan aktuaris. perubahan atau pembubaran dana pensiun. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun. b. dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun. perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia. pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. laporan teknis dan laporan berkala lain. laporan perubahan penerima titipan. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. b. dan pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. dan laporan lain. laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas. Pasal 1748 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri atas: a. Pasal 1749 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum. Pasal 1747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1746. laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun. laporan aktuaris. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu. Pasal 1746 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

c. . Pasal 1752 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri atas: a. dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. b. serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1750.504 (2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. e. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti. dan Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun. d. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. Pasal 1750 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan laporan informasi lainnya. laporan perubahan penerima titipan. c.

dan Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun. penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun. e. Pasal 1754 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun. Bagian pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. . c. d. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. b. pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun. dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1756 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri atas: a. Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun. Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun.505 Pasal 1753 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi. b. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. c. Pasal 1755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1754. penyusunan laporan industri dana pensiun.

Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1758 Bagian Analisis. dan laporan berkala rutin. Pasal 1760 Bagian Analisis. Subbagian Analisis dan Pelaporan. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. c. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Pasal 1759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1758. pelaksanaan urusan tata usaha biro. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. b. b.506 Pasal 1757 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis. dan c. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana. dan d. . laporan portofolio investasi. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. Bagian Analisis. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. Subbagian Tata Usaha Biro.

dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. rumah tangga. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat. Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1762 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. kepegawain. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan sumber daya aparatur. serta standar akuntansi dan keterbukaan. Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. c. dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Pasal 1763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1762. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeriksaan dan penyidikan. pengelolaan investasi. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan pelaporan biro. dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil.507 Pasal 1761 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. kearsipan. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. investasi.

Bagian Kepatuhan II. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Bagian Kepatuhan I. Pasal 1766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1765. Pasal 1767 Bagian Kepatuhan I terdiri atas: a.508 d. dan c. Subbagian Kepatuhan IB. serta standar akuntansi dan keterbukaan. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. dan c. . dan d. Bagian Kepatuhan IV. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 1765 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1764 Biro Kepatuhan Internal terdiri atas: a. b. dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Bagian Kepatuhan III. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Subbagian Kepatuhan IC. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pemeriksaan dan penyidikan. pelaksanaan urusan tata usaha biro. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan e. Subbagian Kepatuhan IA. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

(3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1771 Bagian Kepatuhan II terdiri atas: a. Subbagian Kepatuhan IIB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. b. dan c. Pasal 1770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1769. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa.509 Pasal 1768 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Subbagian Kepatuhan IIA. Pasal 1769 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan c. Subbagian Kepatuhan IIC. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . .

Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .510 Pasal 1772 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan sumber daya aparatur. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. Subbagian Kepatuhan IIIA. pengelolaan investasi. dan c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. Subbagian Kepatuhan IIIC. dan c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. Pasal 1775 Bagian Kepatuhan III terdiri atas: a. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Pasal 1773 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIIB. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b.

dana pensiun. Subbagian Kepatuhan IVC. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. pelaksanaan urusan tata usaha biro. (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. b. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Pasal 1778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1777. dan d.511 Pasal 1776 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Kepatuhan IVA. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. dan d. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IVB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. Pasal 1779 Bagian Kepatuhan IV terdiri atas: a. Pasal 1777 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. c. c.

Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1781 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan biro. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. kearsipan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepegawaian. rumah tangga. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Pasal 1782 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.512 Pasal 1780 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

513 BAB XIV BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1783 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. rencana dan program analisis di bidang kebijakan fiskal. evaluasi. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. g. Sekretariat Badan. pelaksanaan analisis dan pemberian rekomendasi di bidang kebijakan fiskal. pemantauan. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1785 Badan Kebijakan Fiskal terdiri atas: a. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. d. pelaksanaan administrasi Badan Kebijakan Fiskal. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. b. Pasal 1784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1783. dan pelaporan pelaksanaan analisis di bidang kebijakan fiskal. penyusunan kebijakan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . dan d. e. dan Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral. Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral. c. b. f. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a.

b. dan kehumasan Badan. pengembangan pegawai. koordinasi penyusunan rencana strategik. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan. dan koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1789 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Data dan Informasi. e. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. serta diseminasi elektronik. kepegawaian. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. kepegawaian. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . gaji. h. . c. d. pelaksanaan urusan tata usaha.514 Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1786 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. tatalaksana. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. Pasal 1788 Sekretariat Badan terdiri atas: a. b. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. f. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. g. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. Pasal 1787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1786. c. kearsipan. Bagian Umum. penyajian data dan informasi. dan administrasi jabatan fungsional. rencana kerja dan anggaran. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a.

pengukuran beban kerja. c. pelaksanaan urusan pengangkatan. serta pengurusan tata usaha. dan pemensiunan pegawai. dokumentasi dan statistik pegawai. pengukuran beban kerja. penghargaan. dokumentasi dan statistik pegawai. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. cuti. Subbagian Mutasi Kepegawaian. d. penempatan. pengembangan kinerja.515 Pasal 1790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1789. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. penyiapan bahan penataan organisasi. dan hukuman disiplin pegawai. serta pengurusan tata usaha. dan penyiapan bahan penyusunan formasi. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. penyusunan prosedur dan metode kerja. Pasal 1791 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. pemindahan. laporan kegiatan. dan hukuman disiplin pegawai. analisis dan evaluasi jabatan. penggajian. pemindahan. Subbagian Pengembangan Pegawai. . kepangkatan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. b. penempatan. penggajian. c. d. (3) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. analisis dan evaluasi jabatan. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. dan pemensiunan pegawai. penghargaan. cuti. dan Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Organisasi. b. pemberhentian. pengembangan kinerja. penyusunan prosedur dan metode kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemberhentian. Pasal 1792 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi.

(2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. b. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). c. b. . penyusunan rencana strategis dan anggaran. penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. serta manajemen sistem informasi. belanja negara. c. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1795 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan. RKKL dan RKAKL. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. Pasal 1797 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. Subbagian Verifikasi. dan e. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1796 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. ekonomi dan keuangan. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1794 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1793. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). d. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan.516 Pasal 1793 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

(4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. c. rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Data dan Statistik APBN. . pengadaan. belanja negara. Subbagian Manajemen Sistem Informasi. Pasal 1800 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. dan diseminasi elektronik. kearsipan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. dukungan teknis. b. pelaksanaan manajemen sistem informasi. c. b. penyajian statistik pendapatan negara. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan kehumasan. ekonomi dan keuangan. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Pasal 1802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1801. belanja negara. dan pemeliharaan. dan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. d. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga.517 Pasal 1798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1797. gaji. dan Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. pengelolaan. pengelolaan data pendapatan negara. Pasal 1799 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1801 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perlengkapan. ekonomi dan keuangan. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi.

Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1805 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penggandaan. pemeliharaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. kepabeanan.518 c. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Subbagian Perlengkapan. b. perjalanan dinas. kesejahteraan. inventarisasi. cukai. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. pelaksanaan. Pasal 1806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1805. pendistribusian. c. analisis. dan Subbagian Kehumasan. Subbagian Rumah Tangga. dan pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. . b. Subbagian Tata Usaha dan Gaji. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi. analisis usulan kebijakan pajak. penyiapan dokumen. kearsipan. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. Pasal 1804 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. kepabeanan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Pasal 1803 Bagian Umum terdiri atas: a. d. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. dan kendaraan dinas. d. cukai. serta memberi dukungan teknis operasional komputer.

Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. dan f. PPSP. Kelompok Jabatan Fungsional. d. dan PNBP Non SDA. dan e. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. KUP.519 c. dan PNBP Non SDA. PPnBM. c. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. dan PNBP Non SDA. KUP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . cukai. PPnBM. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. Subbidang PPN dan PPnBM. BPHTB. Pasal 1810 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri atas: a. Pasal 1808 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. KUP. Pasal 1809 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1808. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbidang PNBP Non SDA. Subbidang KUP dan PPSP. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. dan Bea Meterai. BPHTB. BPHTB. PPSP. dan c. Bea Meterai. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. PBB. PPSP. Bea Meterai. c. PPSP. Bea Meterai. PPnBM. BPHTB. b. Bea Meterai. BPHTB. b. PPnBM. Pasal 1807 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. e. PBB. PBB. Subbidang PBB. PBB. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. KUP. kepabeanan. dan d. pelaksanaan tata kelola Pusat. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. b. dan PNBP Non SDA. .

dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. dan PNBP SDA. dan c. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. Perpajakan Internasional. Subbidang Perpajakan Internasional. BPHTB. b. dan c. Perpajakan Internasional. dan Bea Meterai. Pasal 1812 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh.520 Pasal 1811 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1815 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Perpajakan Internasional. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan PNBP SDA. dan PNBP SDA. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. analisis usulan kebijakan. Subbidang PPh. Perpajakan Internasional. BPHTB. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. Pasal 1813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1812. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1814 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri atas: a. analisis usulan kebijakan. b. . (3) Subbidang PBB.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbidang PNBP SDA. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. dan PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. analisis usulan kebijakan di bidang PPh.

perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. analisis usulan kebijakan. (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan.521 (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. c. Tarif Regional. Subbidang Tarif Regional. Tarif Bilateral. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri atas: a. Tarif Bilateral. dan Tarif Khusus. dan Tarif Khusus. . Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. dan Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Tarif Bilateral. Subbidang Tarif Bilateral. b. b. dan Tarif Khusus. tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. Subbidang Tarif Khusus. Tarif Regional. penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . dan c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. dan d. Pasal 1817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1816. Pasal 1819 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. Tarif Regional. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Tarif Bilateral. Tarif Regional. Pasal 1816 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral.

dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. b. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Teknis Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. dan Bea Masuk Pembalasan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1820 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. Bea Masuk Imbalan.522 (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Cukai. dan c. Cukai. Teknis Kepabeanan. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri atas: a. dan Bea Keluar. analisis usulan kebijakan. Subbidang Cukai. Teknis Kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. Teknis Kepabeanan. dan d. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. Subbidang Bea Keluar. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan Bea Keluar. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan Bea Keluar. Cukai. Cukai. Pasal 1821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1821. dan Bea Keluar. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. Pasal 1823 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. .

Kepabeanan. penyusunan laporan hasil evaluasi. Pasal 1827 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. PNBP. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. PNBP. penyusunan laporan hasil evaluasi. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. Kepabeanan. c. analisis usulan kebijakan. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. (2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. Pasal 1824 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. Pasal 1826 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. dan Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. dan c. PNBP. . b. b. dan Cukai. analisis usulan kebijakan. Kepabeanan. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbidang Tata Kelola. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. penyusunan laporan hasil evaluasi. Pasal 1825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1824. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan d. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP.523 (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai.

perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. Pasal 1829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1828. RAPBN Perubahan. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. c. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. kearsipan. dan evaluasi kebijakan APBN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan laporan Pusat. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. f. perumusan rekomendasi. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. e. pelaksanaan tata kelola Pusat. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan data konsolidasi APBN. analisis. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1828 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden.524 (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. b. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. g. keuangan. c. dan h. kepegawaian. b. d. rumah tangga. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. Pasal 1830 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. . menyusun rencana kerja. moneter. analisis dampak APBN terhadap sektor riil.

dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpajakan. Pasal 1832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . RAPBN Perubahan. e. c. f. f. c. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan tata kelola pusat. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan penerimaan perpajakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. b. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah. Bidang Kebijakan Subsidi. perumusan rekomendasi. penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. Pasal 1831 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1833 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri atas: a. b. g. . penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. penyiapan bahan analisis. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. d. dan Subbidang Tata Kelola. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Subbidang Penerimaan Pajak Tidak Langsung. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah.525 d. d. e. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.

Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan kebijakan PNBP dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. (3) Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. evaluasi sasaran dan realisasi. Pasal 1836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1835. RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi. Laporan Semeste