MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 184/PMK.01/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi Kementerian Keuangan, perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Kementerian Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1982/M.PAN-RB/9/2010 tanggal 6 September 2010; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Keuangan dipimpin oleh Menteri Keuangan. Pasal 2 Kementerian Keuangan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara; pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Kementerian Keuangan; Negara yang menjadi tanggung jawab

pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Keuangan; pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Keuangan di daerah; pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional; dan pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4

Susunan Organisasi Kementerian Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Wakil Menteri Keuangan; Sekretariat Jenderal; Direktorat Jenderal Anggaran; Direktorat Jenderal Pajak; Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3g. h. i. j. k. l. n. o. p. q. r. s. t. u. v. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan; Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; Inspektorat Jenderal; Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan; Badan Kebijakan Fiskal; Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara; Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional; Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal; Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi; Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan; Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai; Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan; Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik; dan

m. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;

w. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai.

BAB III WAKIL MENTERI KEUANGAN Pasal 5 Wakil Menteri Keuangan mempunyai tugas membantu Menteri Keuangan dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan. BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. c. koordinasi kegiatan Kementerian Keuangan; koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Keuangan; pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan dokumentasi Kementerian Keuangan; pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. c. d. e. f. g. h. Biro Perencanaan dan Keuangan; Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan; Biro Hukum; Biro Bantuan Hukum; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Komunikasi dan Layanan Informasi; Biro Perlengkapan; dan Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Keuangan Pasal 9 Biro Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, strategis, dan rencana kerja tahunan, mengolah, menelaah, dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan Kementerian, penyusunan anggaran Kementerian, pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian, dan melaksanakan sistem akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan Kementerian.

d. e. f. g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya; penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian; pelaksanaan akuntansi Kementerian; dan anggaran Kementerian serta pelaporan keuangan

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 11

Biro Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan; Bagian Penganggaran; Bagian Perbendaharaan; Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 12 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis Kementerian serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek dan strategis di lingkungan Kementerian; penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan; dan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6Pasal 14 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan I; Subbagian Perencanaan II; Subbagian Perencanaan III; dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Perencanaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana jangka menengah, jangka pendek, dan strategis pada unit Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (3) Subbagian Perencanaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan, penyusunan, dan penyerasian rencana lintas Kementerian dan pemantauan, evaluasi, dan penyiapan laporan ketenagakerjaan sektor keuangan. (4) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan kinerja Kementerian. Pasal 16 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penyediaan data anggaran pendapatan dan belanja Kementerian; penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian, dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7Pasal 18 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penganggaran I; Subbagian Penganggaran II; Subbagian Penganggaran III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Sekretariat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, serta pemrosesan uang ganjaran, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (3) Subbagian Penganggaran III mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian dan pemrosesan permintaan anggaran belanja Bagian 999 (Bendahara Umum Negara) Kementerian untuk unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Kebijakan Fiskal, penyiapan data anggaran Kementerian, dan pelaporan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 20 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan perbendaharaan Kementerian. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perbendaharaan dan penyiapan bahan serta penyusunan pedoman teknis pelaksanaan anggaran Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8b. c. penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan; dan penyiapan bahan dan pengelolaan tunjangan khusus. Pasal 22 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I; Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II; Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan; dan Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus. Pasal 23 (1) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan I mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal. (2) Subbagian Bimbingan Perbendaharaan II mempunyai tugas menyiapkan pedoman teknis pelaksanaan anggaran, pembinaan dan pemantauan penerapan kebijakan, peraturan, dan pedoman pelaksanaan anggaran, dan penelaahan dalam proses penetapan serta pemantauan pelaksanaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak pada unit Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (3) Subbagian Tuntutan Ganti Rugi dan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan dan mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah ganti rugi dan penagihan. (4) Subbagian Pengelolaan Tunjangan Khusus mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan yang terkait dengan pemberian tunjangan khusus dan menyelenggarakan tata usaha tunjangan khusus. Pasal 24 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan Kementerian.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-9Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Sekretariat Jenderal; penyelenggaraan sistem akuntansi tingkat Kementerian Keuangan; penyusunan laporan keuangan Kementerian meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan; pelaksanaan analisis laporan keuangan satuan kerja dan unit organisasi; penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem akuntansi lingkup Kementerian; dan penyiapan tanggapan atas hasil pemeriksaan serta melaksanakan dan/atau monitoring tindak lanjut atas temuan pemeriksa. Pasal 26 Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II; Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III; dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV. Pasal 27 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil reviu Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Inspektorat Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 10 -

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, serta menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan, meliputi unit eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan IV mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi, meneliti kebenaran, menyajikan hasil penelitian, menyusun dan menyajikan laporan keuangan eselon I Sekretariat Jenderal, dan melakukan penyiapan bahan pembinaan, monitoring, evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan seluruh unit eselon I dalam rangka menyusun Laporan Keuangan Kementerian, serta menyiapkan tanggapan hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa keuangan unit eselon I Sekretariat Jenderal maupun tingkat Kementerian Keuangan. Bagian Keempat Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Pasal 28 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi, tata laksana, dan jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring sistem dan prosedur kerja, sistem administrasi umum, tata laksana pelayanan publik, dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja; pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring jabatan fungsional; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

c. d.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 11 Pasal 30 Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Organisasi I; Bagian Organisasi II; Bagian Ketatalaksanaan I; Bagian Ketatalaksanaan II; Bagian Jabatan Fungsional; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 31 Bagian Organisasi I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Bagian Organisasi I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi.

Pasal 33 Bagian Organisasi I terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IA; Subbagian Organisasi IB; dan Subbagian Organisasi IC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 12 Pasal 34 Subbagian Organisasi IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, analisis, dan penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 35 Bagian Organisasi II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan, analisis, dan penyiapan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai, dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Bagian Organisasi II menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data, penelaahan, dan analisis penataan organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi; dan b. penyiapan bahan pembinaan, koordinasi, evaluasi, dan monitoring organisasi, analisis dan evaluasi jabatan, peringkat jabatan, dan peningkatan kinerja organisasi. Pasal 37 Bagian Organisasi II terdiri atas: a. b. c. Subbagian Organisasi IIA; Subbagian Organisasi IIB; dan Subbagian Organisasi IIC.

analisis dan evaluasi jabatan. peringkat jabatan. dan penyiapan pembinaan. Subbagian Ketatalaksanaan IB. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. dimaksud dalam Pasal 39. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Inspektorat Jenderal. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. evaluasi. Subbagian Ketatalaksanaan IA. dan laporan akuntabilitas kinerja. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Sekretariat Jenderal. Pasal 39 Bagian Ketatalaksanaan I mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. sistem administrasi umum. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Bagian b. koordinasi. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 41 c. penyiapan bahan pembinaan. b. evaluasi. Subbagian Ketatalaksanaan IC. koordinasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktorat Jenderal Pajak. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan penyiapan bahan pembinaan. . pengumpulan dan pengolahan data. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. koordinasi.13 Pasal 38 Subbagian Organisasi IIA. Bagian Ketatalaksanaan I terdiri atas: a. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. tata laksana pelayanan publik. sistem administrasi umum. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. Pusat Investasi Pemerintah. d. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. analisis. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. evaluasi. dan Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. analisis. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. tata laksana pelayanan publik. Badan Kebijakan Fiskal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. penelaahan. dan peningkatan kinerja organisasi pada Direktorat Jenderal Anggaran. penelaahan. d. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. c. dan Subbagian Tata Usaha Biro. IIB. dan monitoring organisasi. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan I menyelenggarakan fungsi: a.

koordinasi. Bagian pengumpulan dan pengolahan data. b. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Direktorat Jenderal Pajak. koordinasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan penyiapan pembinaan. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tata laksana pelayanan publik. dimaksud dalam Pasal 43. evaluasi. dan monitoring sistem dan prosedur kerja.14 Pasal 42 (1) Subbagian Ketatalaksanaan IA. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 43 Bagian Ketatalaksanaan II mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. sistem administrasi umum tata laksana pelayanan publik. dan Sekretariat Pengawas Perpajakan. tata laksana pelayanan publik. koordinasi. Badan Kebijakan Fiskal. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. penelaahan. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. sistem administrasi umum. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja pada Direktorat Jenderal Anggaran. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. evaluasi. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. . penelaahan. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. dan penyiapan bahan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. evaluasi. penyiapan bahan pembinaan. c. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Ketatalaksanaan II menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. dan analisis pengembangan sistem dan prosedur kerja. dan laporan akuntabilitas kinerja. Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Inspektorat Jenderal. sistem administrasi umum. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. analisis. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Pusat Investasi Pemerintah. tata laksana pelayanan publik. dan penyiapan bahan pembinaan. IB. sistem administrasi umum.

dan c. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Anggaran. Inspektorat Jenderal. Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai. Pasal 49 Bagian Jabatan Fungsional terdiri atas: a. Subbagian Jabatan Fungsional II. dan analisis jabatan fungsional. Subbagian Jabatan Fungsional III. penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. Subbagian Ketatalaksanaan IIB. penelaahan. sistem administrasi umum. IIB.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. Subbagian Ketatalaksanaan IIC. dan penyiapan bahan pembinaan. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. Pasal 46 Subbagian Ketatalaksanaan IIA. penelaahan.15 Pasal 45 Bagian Ketatalaksanaan II terdiri atas: a. koordinasi. Subbagian Jabatan Fungsional I. Subbagian Ketatalaksanaan IIA. dan b. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. c. tata laksana pelayanan publik. analisis. Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. b. b. pengumpulan dan pengolahan data. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. analisis. dan monitoring jabatan fungsional. evaluasi. dan Sekretariat Pengadilan Pajak. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. evaluasi. dan penyiapan pembinaan. Pasal 47 Bagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. . Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Badan Kebijakan Fiskal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. evaluasi.

evaluasi. perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. dan penyusunan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. II. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang jasa keuangan dan perjanjian. b. dan monitoring jabatan fungsional pada semua satuan organisasi di lingkungan Kementerian. kepabeanan dan cukai. dan penerimaan negara bukan pajak. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara. Bagian Kelima Biro Hukum Pasal 51 Biro Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan memberikan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. Pasal 52 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51. e. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. dan f. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang. lelang. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .16 Pasal 50 Subbagian Jabatan Fungsional I. analisis. dan penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. perbendaharaan. Biro Hukum a. perusahaan. penelaahan. . d. serta pengelolaan perpustakaan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Subbagian Hukum Kepabeanan I. d. Pasal 54 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. dan Informasi Hukum. dan Subbagian Hukum Kepabeanan II. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 56 Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan terdiri atas: a. Perimbangan Keuangan. Perbendaharaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional.17 Pasal 53 Biro Hukum terdiri atas: a. Bagian Hukum Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian. e. Subbagian Hukum Pajak I. b. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan. d. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. b. Bagian Hukum Kekayaan Negara. Bagian Hukum Pajak dan Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. Perusahaan. c. kepabeanan dan cukai. c. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. dan b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pajak. . Bagian Hukum Pengelolaan Utang. Subbagian Hukum Pajak II. f.

Perimbangan Keuangan. Pajak Pertambahan Nilai. Perbendaharaan. (3) Subbagian Hukum Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang teknis kepabeanan. Perbendaharaan. perbendaharaan. Bagian Hukum Anggaran. (2) Subbagian Hukum Pajak II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan II. Pajak Tidak Langsung Lainnya. Perimbangan Keuangan. pemberian uang ganjaran. penyidikan dan pencegahan penyelundupan. (4) Subbagian Hukum Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang fasilitas kepabeanan lainnya. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemberian fasilitas pembebasan dan keringanan bea masuk. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. keberatan dan banding. Pajak Bumi dan Bangunan. Pasal 58 Bagian Hukum Anggaran. dan penerimaan negara bukan pajak.18 Pasal 57 (1) Subbagian Hukum Pajak I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perpajakan yang meliputi Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan I. perimbangan keuangan. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. . dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran. dan Pajak Penghasilan. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum anggaran. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pengadilan Pajak. pengendalian impor atau ekspor barang-barang hasil pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan cukai.

Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan masalah anggaran terkait lainnya. anggaran Badan Layanan Umum. dan rancangan APBN Perubahan. c. hibah dan kapasitas daerah termasuk dana darurat. Perbendaharaan. c. dana alokasi umum. Pasal 60 Bagian Hukum Anggaran. penyusunan Laporan Semester I pelaksanaan APBN. Pasal 61 (1) Subbagian Hukum Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang anggaran yang meliputi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dana perimbangan dan otonomi daerah termasuk dana bagi hasil pajak. b. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perimbangan keuangan termasuk otonomi antara pusat dan daerah. Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Subbagian Hukum Anggaran. dan d. Subbagian Hukum Perbendaharaan. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan. penyusunan Nota Keuangan. penerusan pinjaman luar negeri kepada pemerintah daerah. Perimbangan Keuangan. dan d. dan masalah perimbangan keuangan antara pusat dan daerah lainnya. serta penyiapan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang penganggaran di seluruh Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum pendapatan negara bukan pajak.19 b. dana bagi hasil sumber daya alam. obligasi daerah serta pendanaan dan informasi keuangan daerah. Public Service Obligation (PSO) dan Subsidi. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum perbendaharaan termasuk pengelolaan dana investasi dan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. Subbagian Hukum Perimbangan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah meliputi bagi hasil dari penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah. terdiri atas: a. dan dana alokasi khusus. rancangan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. (2) . dana tugas pembantuan.

penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang kekayaan negara dipisahkan dan perusahaan. penyiapan bahan pustaka hukum. c. dan f. Subbagian Hukum Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). kekayaan negara lainnya. b. pembinaan pengelolaan pola keuangan Badan Layanan Umum. informasi. penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Perusahaan. diseminasi hukum. (4) . d. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. lelang. dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. pelayanan informasi peraturan perundang-undangan. penerbitan dan publikasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tugas Kementerian. tuntutan ganti rugi dan kompensasi utang kepada negara. kekayaan negara yang dipisahkan. penyusunan dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Kementerian. pengelolaan dana investasi. piutang negara. serta menyelenggarakan dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan kas negara termasuk tuntutan perbendaharaan. dan perusahaan.20 (3) Subbagian Hukum Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbendaharaan yang meliputi pelaksanaan anggaran termasuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. pengelolaan perpustakaan hukum serta penyiapan Sistim Jaringan Dokumentasi dan Informasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. Bagian Hukum Kekayaan Negara. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang. e. Pasal 62 Bagian Hukum Kekayaan Negara. sistem perbendaharaan dan permasalahan hukum yang dapat menimbulkan kewajiban kontijensi Pemerintah serta masalah perbendaharaan terkait lainnya. dan Informasi Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang barang milik negara. Perusahaan. akuntansi dan pelaporan keuangan. dan diseminasi hukum. komputerisasi pengelolaan peraturan perundang-undangan.

21 Pasal 64 Bagian Hukum Kekayaan Negara. Badan Hukum Pendidikan. dan d. Perusahaan. (2) (3) (4) .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan perpustakaan hukum. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum mempunyai tugas menyusun dokumentasi dan kompilasi peraturan perundang-undangan. termasuk penyertaan modal negara berikut perubahannya pada Badan Usaha Milik Negara. Subbagian Hukum Barang Milik Negara. melakukan penelitian dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Pasal 65 (1) Subbagian Hukum Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi barang milik negara pada Kantor Menteri Negara Koordinator/Kantor Menteri Negara/Kementerian/Lembaga termasuk barang milik negara pada Badan Layanan Umum. mikro. dan menengah. penyiapan bahan pustaka hukum. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum kekayaan negara yang meliputi kekayaan negara yang dipisahkan. penerbitan dan publikasi peraturan perundangundangan di bidang tugas Kementerian dan pengembangan Sistem Jaringan Dokumentasi dan lnformasi (SJDI) Hukum di lingkungan Kementerian. Lembaga Penyiaran Publik. b. diseminasi hukum. c. pelayanan informasi peraturan perundangundangan. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang. dan Informasi Hukum. dan badan hukum/badan usaha lain serta usaha kecil. Subbagian Hukum Kekayaan Negara Dipisahkan dan Perusahaan. Subbagian Hukum Piutang Negara dan Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang piutang negara dan lelang termasuk pengurusan piutang negara dan pelaksanaan Panitia Urusan Piutang Negara serta lelang. Subbagian Informasi dan Diseminasi Hukum. terdiri atas: a. Pasal 66 Bagian Hukum Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang.

Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I. dan d. dan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah serta derivatif terkait dengan pembiayaan berdasarkan pada prinsip hukum syariah.22 Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan b. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga syariah negara (syuku’). dan derivatif terkait dengan surat utang negara. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Tata Usaha Biro. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 68 Bagian Hukum Pengelolaan Utang terdiri atas: a. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara berupa pinjaman dan hibah luar negeri termasuk penerusan pinjaman dan hibah luar negeri serta pengelolaan pinjaman pemerintah yang bersumber dari Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah. pinjaman dan hibah luar negeri. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat berharga negara. (2) (3) (4) . dan pembiayaan syariah. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Bagian Hukum Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum Pengelolaan Utang II. c. Pasal 69 (1) Subbagian Hukum Pengelolaan Utang I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang pengelolaan utang negara yang meliputi surat utang negara.

dan perumusan rancangan perjanjian atau naskah kerjasama nasional dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. dan pasar modal. lembaga keuangan bukan bank. perjanjian internasional. dan d. dan kerjasama internasional dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah perjanjian nasional. jasa pembiayaan. c. dan lembaga penyedia jasa keuangan lainnya. Subbagian Hukum Perjanjian. lembaga penjaminan. asuransi. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III. dana pensiun. Pasal 71 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70. dan c. . penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundangundangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan eks program penjaminan Pemerintah. penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian nasional. Pasal 73 (1) Subbagian Hukum Jasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang asuransi. Subbagian Hukum Jasa Keuangan I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkoordinasian. perjanjian internasional. Subbagian Hukum Jasa Keuangan II. Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian menyelenggarakan fungsi: a. b.23 Pasal 70 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum jasa keuangan serta pengkajian. dan kerjasama internasional di bidang ekonomi dan keuangan serta jaminan pemerintah dan kewajiban kontinjensi. b. pasar modal. dana pensiun. Pasal 72 Bagian Hukum Jasa Keuangan dan Perjanjian terdiri atas: a. serta permasalahan hukum non litigasi eks program penjaminan pemerintah.

Subbagian Hukum Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang hukum perjanjian nasional. Arbitrase. pendapat hukum. Biro Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. perjanjian kerjasama penyediaan infrastruktur yang terkait dengan jaminan pemerintah (government guarantee). perjanjian perlindungan. termasuk permasalahan hukum non litigasi eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selain permasalahan hukum eks program penjaminan pemerintah. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Bank Dalam Likuidasi (BDL). Hak Uji Materiil dan Sengketa Kepegawaian. kewajiban kontinjensi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . khususnya perjanjian pengadaan barang dan jasa. eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). b. Subbagian Hukum Jasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang lembaga keuangan internasional non publik.24 (2) Subbagian Hukum Jasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan bahan pertimbangan hukum dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perbankan. Bagian Keenam Biro Bantuan Hukum Pasal 74 Biro Bantuan Hukum mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahaan kasus hukum. (3) (4) . pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian. dan internasional di bidang ekonomi dan keuangan. promosi dan kerjasama investasi. regional. lembaga penjaminan. dan perjanjian internasional. serta Sengketa Internasional. memberikan bantuan hukum. pemulihan aset negara dan menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian. dan lembaga pembiayaan. dan manajemen resiko serta perjanjian kerjasama bilateral. dan jasa keuangan lainnya. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74.

sengketa eks Bank Dalam Likuidasi (BDL). niaga. Bagian Bantuan Hukum I menyelenggarakan fungsi: a. pra peradilan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penanganan perkara di lingkup pengadilan niaga dan peradilan pajak serta menganalisa peraturan perundang-undangan terkait tugas Kementerian yang berpotensi menimbulkan pelanggaran/gugatan. tuntutan ganti rugi atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Bagian Bantuan Hukum II. b. mantan pejabat. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. d. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut pemulihan aset negara atas putusan pengadilan. dan kepegawaian. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pendampingan kepada para pejabat. c. . dan c. arbitrase. Bagian Bantuan Hukum I. pemberian bantuan hukum pada unit-unit kerja di lingkungan Kementerian dalam penanganan perkara. Bagian Bantuan Hukum III. penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. b. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum kepada semua unit kerja di lingkungan Kementerian. Subbagian Bantuan Hukum IB. Subbagian Bantuan Hukum IA.25 c. sengketa Internasional. dan e. perdata. sengketa pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. agama. d. menyelesaikan perkara perdata atas klaim aset yang terdapat di Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD. Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum I terdiri atas: a. Pasal 76 Biro Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan pegawai Kementerian yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. tata usaha negara.

Pasal 81 Bagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Subbagian Bantuan Hukum IC. sengketa pajak. . perdata. dan d. b. mantan pejabat. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 83 Bagian Bantuan Hukum II terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum IIC. Pasal 80 Subbagian Bantuan Hukum Wilayah IA. dan d.26 c. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Subbagian Tata Usaha Biro. dan d. Subbagian Bantuan Hukum IIA. mantan pejabat. tata usaha negara. dan pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pemberian bantuan hukum pada unitunit kerja di lingkungan Kementerian sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Subbagian Bantuan Hukum ID. IC. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional dalam penanganan perkara pra peradilan. b. pejabat. Subbagian Bantuan Hukum IIB. niaga. c. pendampingan kepada para mantan pejabat. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. c. pendampingan kepada para pejabat. IB. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Bantuan Hukum II menyelenggarakan fungsi: a.

sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pra peradilan. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Bantuan Hukum IIIA. Arbitrase. sengketa Internasional. dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. pejabat.27 Pasal 84 (1) Subbagian Bantuan Hukum IIA. Arbitrase. serta dalam penanganan perkara. pendampingan kepada para mantan pejabat dan pegawai Badan Penyehatan Perbankan Nasional. dan Kepegawaian. c. IIB. dan c. pendampingan kepada para pejabat. mantan pejabat. tata usaha negara. mantan pejabat. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil. Subbagian Bantuan Hukum IIIB. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sengketa pajak. Subbagian Bantuan Hukum IIID. Subbagian Bantuan Hukum IIIC. sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). niaga. dan perkara-perkara lain yang berada di lingkungan peradilan lain baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. pemberian bantuan hukum menyangkut eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. perdata. dan d. b. Pasal 87 Bagian Bantuan Hukum III terdiri atas: a. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan Kepegawaian. sengketa Internasional. penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. pegawai. Pasal 85 Bagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan kasus hukum dan pemberian bantuan hukum yang menyangkut Hak Uji Materiil. dan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. Bagian Bantuan Hukum III menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan manajemen kinerja pegawai. pendampingan kepada para pejabat. IIIB.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Biro SDM menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem manajemen talenta. mantan pejabat. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan kasus hukum. dan Kepegawaian. dan pelayanan sistem informasi manajemen sumber daya manusia Kementerian Keuangan serta manajemen naskah dan dokumen pegawai Kementerian Keuangan. penyusunan formasi. perijinan. pelaksanaan pengadaan. b. penempatan dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil. dan pengkoordinasian pemberian penghargaan pegawai. Bagian Ketujuh Biro Sumber Daya Manusia Pasal 89 Biro Sumber Daya Manusia yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut Biro SDM mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyiapan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. f. e. Arbitrase. dan kepangkatan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. pengelolaan Assessment Center Kementerian Keuangan. pegawai dan mantan pegawai Kementerian yang dimintai keterangannya oleh aparat penegak hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum yang berkaitan dengan jabatan. d. penyelesaian mutasi jabatan. h.28 Pasal 88 Subbagian Bantuan Hukum IIIA. IIIC. sengketa Internasional. pengelolaan kesejahteraan. penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. pengembangan. c. penerapan penegakan disiplin dan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. manajemen. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. . sengketa Bank Dalam Likuidasi (BDL). g. pemberian bantuan hukum menyangkut Hak Uji Materiil.

penyiapan penempatan pegawai baru. pengadaan pegawai. pengelolaan uang muka. dan k. Penegakan Disiplin dan Pensiun. diseminasi. serta pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. dan penempatan pegawai serta tata usaha dan rumah tangga Biro. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja. j. pegawai magang. dan penyiapan sarana prasarana umum serta pendistribusian persuratan Biro Sumber Daya Manusia. d. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. rencana strategis. e. hakim pajak. Bagian Penghargaan. Bagian Mutasi dan Kepangkatan. d. Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia. c. dan manajemen risiko di lingkungan Biro SDM. dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. formasi. penyiapan rumah tangga. perpindahan pegawai dari instansi lain ke Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. penetapan kinerja. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. b. pengangkatan CPNS/PNS. penyusunan. b. penyiapan penerimaan pegawai baru. penandatanganan pakta integritas. dan f. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia. pengkoordinasian penyiapan dan penyusunan analisa beban kerja. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga biro. f. dan staf khusus Menteri Keuangan.29 i. . Pasal 91 Biro SDM terdiri dari atas: a. Pasal 92 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan sumber daya manusia. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. pengiriman peserta diklat prajabatan. pegawai harian. rencana kinerja tahunan. penerapan. orientasi pegawai baru. e.

pengembangan kapasitas sumber daya manusia. rencana kerja. Subbagian Rekruitmen Sumber Daya Manusia. pegawai harian. rencana strategis. Pasal 96 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan assessment center. Subbagian Tata Usaha Biro. dan h. orientasi pegawai baru. standar prosedur operasi. (2) Subbagian Rekrutmen Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penerimaan pegawai baru. dan staf khusus Menteri Keuangan serta perpindahan pegawai antar instansi. pembinaan sumber daya manusia Biro Sumber Daya Manusia. (3) Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan penempatan pegawai baru. c. dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) Biro Sumber Daya Manusia. pengangkatan CPNS. dan pemrosesan Kartu Pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta penandatanganan pakta integritas.30 g. penyelesaian pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Pasal 94 Bagian Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. rencana kerja anggaran kementerian/lembaga. hakim pajak. pengiriman peserta diklat prajabatan dan penyelesaian sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pengelolaan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Sekretariat Jenderal. . Pasal 95 (1) Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan formasi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan serta pengkoordinasian penyusunan analisa beban kerja. dan manajemen resiko di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. penetapan kinerja. (4) Subbagian TU Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. pengkoordinasian penyusunan uraian jabatan. pegawai magang. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rencana kinerja tahunan. Subbagian Perencanaan dan Formasi Sumber Daya Manusia. b. Subbagian Penempatan Sumber Daya Manusia.

penyusunan rencana kebutuhan. pelaksanaan assessment center dan psikotes b. Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal. e. Pasal 99 (1) Subbagian Assessment Center mempunyai tugas melakukan pengembangan assessment center di lingkungan Kementerian Keuangan dan penyiapan pelaksanaan assessment center pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan. dan i. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan kinerja pegawai. c. f. pengembangan dan evaluasi assessment center dan psikotes. penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan sumber daya manusia Kementerian Keuangan. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan Sekretariat Jenderal Pasal 98 Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia terdiri dari: a. c. pengkoordinasian penyusunan Kementerian Keuangan. serta memantau dan mengevaluasi hasil pelaksanaan assessment center pejabat eselon IV oleh unit eselon I serta pelaksanaan dan evaluasi psikotes di lingkungan Kementerian Keuangan. pengkoordinasian pelaksanaan penataan pegawai. . pengelolaan kinerja pegawai. Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia. h. dan d. mengkoordinasikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. pemantauan. rencana pengembangan sumber daya manusia d. g. Subbagian Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia. pengembangan sumber daya manusia. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai Kementerian Keuangan. pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan. pejabat eselon IV dan pelaksana di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Assessment Center. b. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a.31 Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pengkoordinasian pengelolaan dan penyusunan indikator kinerja utama Biro Sumber Daya Manusia.

Subbagian Manajemen Basis Data. Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan sistem informasi manajemen kepegawaian Kementerian Keuangan. Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi. analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. manajemen naskah dan dokumen kepegawaian. (4) Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal dan analisis. disain aplikasi sumber daya manusia. dan penyajian laporan atas data dan informasi sumber daya manusia. Pasal 102 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia terdiri atas: a. Pasal 100 Bagian Manajemen Informasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pembangunan. verifikasi. pengelolaan. dan dukungan teknis teknologi informasi. dan d. penyeragaman dan integrasi data sumber daya manusia. pengelolaan naskah dan dokumen pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan. Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi. penyusunan rencana kebutuhan. c. dan evaluasi pendidikan dan pelatihan. melakukan penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja pegawai. mengkoordinasikan penyusunan indikator kinerja utama di lingkungan Biro Sumber Daya Manusia. b.32 (3) Subbagian Kinerja Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan diseminasi sistem penilaian kinerja pegawai. serta penyajian. dan mengadministrasikan DP3 eselon I dan II. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. pelaksanaan analisis. dan pengintegrasian data sumber daya manusia. dan d. analisis. Subbagian Pengintegrasian Data. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan bahan penataan pegawai. manajemen basis data. . pemantauan. c. penyiapan infrastruktur. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan.

Subbagian Kepangkatan II. Subbagian Kepangkatan I. dan dukungan teknis teknologi informasi. c. pelaksanaan manajemen talenta. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit. bimbingan teknis penerapan standarisasi basis data serta pemantauan prosedur pengiriman dan pertukaran data. Pasal 104 Bagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melaksanakan mutasi jabatan dan kepangkatan pegawai. c. (3) Subbagian Pengintegrasian Data mempunyai tugas melakukan penyeragaman. disain aplikasi kepegawaian. dan d. perpindahan pegawai ke intansi di luar Kementerian Keuangan. pengaturan status. (4) Subbagian Manajemen Naskah dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan naskah dan dokumen kepegawaian. integrasi. Pasal 105 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. penyajian data dan informasi serta penyelesaian pelaksanaan inpassing gaji pegawai. pengaturan status kepegawaian. dan pemantauan pelaksanaan pertukaran data. b. Pasal 106 Bagian Mutasi dan Kepangkatan terdiri atas: a. dan d. penyelesaian penugasan kepala perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. penyiapan infrastruktur. dan pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya. pindah antar unit. Bagian Mutasi dan Kepangkatan menyelenggarakan fungsi: a. . (2) Subbagian Analisis Data dan Dukungan Informasi mempunyai tugas melakukan analisis data. verifikasi. penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan pilihan. manajemen basis data. penyiapan mutasi jabatan struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan serta pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal.33 Pasal 103 (1) Subbagian Manajemen Basis Data mempunyai tugas melaksanakan analisis proses bisnis manajemen sumber daya manusia. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Manajemen Talenta. Subbagian Mutasi. b. pelaksanaan manajemen talenta.

Bagian Penghargaan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 108 Bagian Penghargaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. pelaksanaan penegakan disiplin. menyelesaikan pemberian penghargaan dan tanda jasa. perijinan. dan mengkoordinasikan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. penyusunan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Penegakan Disiplin. Badan Kebijakan Fiskal dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. penyiapan. penyelesaian perpindahan pegawai antar unit eselon I dan antar unit eselon II Sekretariat Jenderal. b. diseminasi. diseminasi. usul pemberhentian dan pensiun serta melaksanakan penyusunan. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. Bapepam-Lembaga Keuangan.34 Pasal 107 (1) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan mutasi jabatan struktural dan fungsional. pelaksanaan pengisian jabatan struktural melalui mekanisme non-reguler serta penugasan lainnya dan penyelesaian penugasan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan dan Kepala Rumah Tangga Gedung Keuangan Negara. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. penyelesaian pemberhentian dan pemberian pensiun pegawai. pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa serta perijinan pegawai. Direktorat Jenderal Perbendaharaan. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. dan d. pengaturan status kepegawaian. penyiapan penyelesaian kasus kepegawaian di lingkungan Kementerian Keuangan. dan Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. (2) Subbagian Manajemen Talenta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan manajemen talenta. pemantauan pelaksanaan pola mutasi Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. (4) Subbagian Kepangkatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Anggaran. pengangkatan dan pemberhentian hakim pajak. menegakkan disiplin pegawai. penerapan. (3) Subbagian Kepangkatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penyelesaian kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. . Penegakan Disiplin dan Pensiun mempunyai tugas mengelola kesejahteraan pegawai.

35 Pasal 110 Bagian Penghargaan. diseminasi. dan Pensiun terdiri atas: a. c. Penegakan Disiplin. penyusunan strategi komunikasi kehumasan. b. penyelesaian pemberian rekomendasi Bapertarum/Taperum. monitoring opini publik. Subbagian Penegakan Disiplin. Pasal 111 (1) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pengelolaan kesejahteraan dan pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Penegakan Disiplin mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penegakan disiplin. penerapan dan evaluasi regulasi di bidang kepegawaian. penyelesaian kasus kepegawaian serta penerapan kode etik pegawai. pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. pengusulan kartu isteri/kartu suami di lingkungan Kementerian Keuangan serta penerbitan surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Kedelapan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Pasal 112 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas mengkoordinasikan aktivitas komunikasi. cuti pegawai. . dan pengelolaan pusat referensi Kementerian Keuangan. penyusunan. layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada para stakeholders. perijinan pegawai. penyusunan program komunikasi publik. Subbagian Kesejahteraan. Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia. (4) Subbagian Regulasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyelesaian pemberhentian pegawai dan pemberhentian pegawai dari jabatan organik serta penyelesaian usul pensiun pegawai. penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU. dan usul kenaikan pangkat pengabdian dan anumerta.

koordinasi penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi kehumasan secara terpadu dan berkelanjutan. dan rekomendasi atas perkembangan opini publik. b.36 Pasal 113 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112. h. dan Perpustakaan. publikasi elektronik. penyelenggaraan penerbitan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 114 Biro Komunikasi dan Layanan Informasi terdiri atas: a. pemantauan. dan peningkatan partisipasi publik. analisis. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. e. Bagian Manajemen Opini Publik. l. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada lembaga negara. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara. i. c. f. j. lembaga pemerintah. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya. koordinasi dan pengelolaan PPID. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media cetak dan media elektronik. e. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. pengelolaan data informasi kehumasan Kementerian. k. Bagian Perencanaan. . pembinaan hubungan dan pelayanan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada media asing dan media institusi internasional. pengelolaan serta layanan referensi dan perpustakaan. dan n. Pengendalian Program. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Bagian Hubungan Kelembagaan Negara. koordinasi penyelenggaraan rapat kerja dan pembahasan rancangan undang-undang bidang keuangan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. f. dan organisasi profesi. desk informasi dan call center. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi menyelenggarakan fungsi: koordinasi aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya b. c. organisasi kemasyarakatan. perencanaan. pengembangan. a. d. g. m. evaluasi program komunikasi publik.

dan publikasi media luar ruang. d. Subbagian Publikasi I. Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi. penyiapan publikasi informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dan kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya dalam bentuk multi media dan publikasi elektronik lainnya. dan pelayanan desk informasi dan call center Kementerian Pasal 117 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan terdiri atas: a. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. administrasi pengelolaan PPID. pelaksanaan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan. b. dalam dan luar ruang. Pasal 118 (1) Subbagian Strategi Komunikasi dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan analisis bahan penyusunan strategi komunikasi. j. c. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penerbitan dan publikasi elektronik. i. penyiapan. peliputan kegiatan Kementerian dan pimpinan. h. e. layanan informasi dan langkah-langkah kegiatan produksi pemberitaan/kehumasan di lingkungan Kementerian Keuangan melalui media nirmassa. c. f. email dan contact u.37 Pasal 115 Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan mempunyai tugas melaksanakan aktivitas manajemen dan analisis strategi komunikasi kehumasan. dan Subbagian Publikasi II. Bagian Manajemen Strategi Komunikasi Kehumasan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pengelolaan website kementerian serta pemutakhiran informasi keuangan dan kekayaan negara maupun kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta hasil pelaksanaanya. b. maupun pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. elektronik. penghimpunan dan pengelolaan informasi keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . baik media cetak. penerbitan. g. . pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. call center. layanan informasi melalui information desk. pengadministrasian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.

Kementerian Negara. Pemerintah Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Hubungan Kelembagaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Bank Indonesia (BI). Bank Indonesia (BI). b. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Bank Indonesia (BI). Pemerintah Daerah. Kementerian Negara. dan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah) dan rapat pembahasan RUU/peraturan/ketentuan lainnya. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan lembaga negara/pemerintah (pusat dan daerah). Komisi-Komisi Negara. Komisi-Komisi Negara. pembinaan hubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasal 120 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). .38 (2) Subbagian Publikasi I mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media cetak Kementerian Keuangan. Mahkamah Agung (MA). Komisi-Komisi Negara. Pasal 119 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. dalam dan luar ruang secara tepat waktu. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Pemerintah Daerah. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Kementerian Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mahkamah Agung (MA). Mahkamah Agung (MA). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Konstitusi (MK). Mahkamah Konstitusi (MK). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (3) Subbagian Publikasi II mempunyai tugas melakukan kegiatan publikasi dan produksi pemberitaan/kehumasan atas aktivitas pimpinan dan kebijakan pengelolaan keuangan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada stakeholders melalui media elektronik Kementerian Keuangan serta pengelolaan aktivitas cyber secara tepat waktu. pemberian layanan informasi dan data mengenai kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). c. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. dan h. Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I. f. kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada lembaga pemerintah. Komisi-Komisi Negara.dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke instansi vertikal Kementerian di daerah pada masa reses persidangan. Pemerintah Provinsi. g. Kementerian Negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. e. penyiapan bahan dan fasilitasi penyelenggaraan pembahasan rancangan undangundang di bidang keuangan dan kekayaan negara dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasal 122 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Mahkamah Konstitusi (MK). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat pimpinan dan pembahasan RUU dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). administrasi dan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Mahkamah Agung (MA). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemerintah Daerah. dan Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III. Bank Indonesia (BI). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mahkamah Agung (MA). b. penyiapan dan pendampingan pelaksanaan kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang di bidang keuangan dan kekayaan Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Bank Indonesia (BI). pengkomunikasian kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya dan hasil pelaksanaannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). . dan mengkoordinasikan penyiapan bahan. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Dewan Perwakilan Daerah (DPD). c. Mahkamah Konstitusi (MK). pengelolaan database stakeholders Bagian Pasal 121 Bagian Hubungan Kelembagaan Negara terdiri atas: a.39 d.

j. politik. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. l. asosiasi dan pemimpin opini baik nasional. f. dan optimalisasi pemanfaatan rubrik dan program media. data. khususnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa (cetak dan elektronik). pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. mengkoordinasikan penyiapan fasilitasi penyelenggaraan rapat dengan Kementerian/Lembaga dan Komisikomisi Negara. artikel. data. data.40 (3) Subbagian Hubungan Kelembagaan Negara III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya. tanggapan/bantahan. perencanaan program berita. jumpa pers. dan kunjungan pers. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media asing.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan non pemberitaan. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. data. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada organisasi masyarakat. d. data. nasional dan internasional). b. advertorial. pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Kelembagaan Negara. e. informasi. dan profesi (daerah. . pengkajian. keterangan pers. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada asosiasi (daerah. dan edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan kekayaan negara melalui media cetak dan media elektronik. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada media massa yang berkaitan dengan pemberitaan. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. k. serta kebijakan Kementerian dan hasil pelaksanaannya kepada pelaku usaha (daerah. data. internasional maupun daerah. penyiapan dan penyelenggaraan liputan pers. h. g. wawancara. i. Pasal 123 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya dengan stakeholder non lembaga pemerintah/negara. c. pelayanan komunikasi dua arah antara media massa dengan pimpinan Kementerian dan narasumber lainnya. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. dan edukasi pada media. pembinaan hubungan dan pelayanan informasi. penyusunan siaran pers. nasional dan internasional). organisasi-organisasi. dan surat pembaca. nasional dan internasional).

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 41 Pasal 125 Bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah terdiri atas: a. b. c. Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I; Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II; dan Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III. Pasal 126 (1) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah I mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa cetak (nasional, internasional dan daerah). (2) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah II mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari media massa elektronik, organisasi masyarakat, organisasi politik, akademisi dan pengamat (nasional, internasional dan daerah). (3) Subbagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah III mempunyai tugas melakukan aktivitas komunikasi dan layanan informasi kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian Keuangan di bidang lainnya kepada institusi beserta organ-organ dari organisasi profesi, organisasi internasional, Asosiasi, dan pelaku usaha (nasional, internasional dan daerah), pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database bagian Hubungan Non Kelembagaan Negara/Pemerintah. Pasal 127 Bagian Manajemen Opini Publik mempunyai tugas melaksanakan monitoring, analisis dan penelitian opini publik terkait dengan bidang tugas Kementerian Keuangan, menyusun rekomendasi tindakan dan tanggapan komunikasi, menyelenggarakan audit komunikasi dan riset opini publik, serta menyelenggarakan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi dan kapasitas pengetahuan publik. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127, Bagian Manajemen Opini Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan evaluasi program komunikasi publik Kementerian dan unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 b. c. d. e. f. g. h. i. edukasi publik mengenai peraturan perundang-undangan keuangan melalui penyelenggaraan seminar, lokakarya, kegiatan sosial budaya, dan kegiatan lainnya; penyusunan bahan tertulis kegiatan komunikasi pimpinan Kementerian; penyelenggaraan kegiatan apresiasi kehumasan bagi unit vertikal; pelayanan unjuk rasa; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media cetak daerah, nasional dan internasional; pemantauan, analisis, dan penyusunan laporan perkembangan opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional dan internasional; penyusunan bahan rekomendasi tindakan terkait hasil analisis opini publik; dan pengukuran akseptasi publik terhadap kebijakan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara serta kebijakan Kementerian di bidang lainnya. Pasal 129 Bagian Manajemen Opini Publik terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajemen Opini Publik I; Subbagian Manajemen Opini Publik II; dan Subbagian Manajemen Opini Publik III. Pasal 130 (1) Subbagian Manajemen Opini Publik I mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media elektronik dan online daerah, nasional, dan internasional, melakukan audit komunikasi dan riset maupun survey yang terkait dengan opini publik, melaksanakan administrasi, manajemen risiko dan pengendalian Standard Operating Precedure (SOP). (2) Subbagian Manajemen Opini Publik II mempunyai tugas melakukan monitoring dan analisis opini publik pada media cetak nasional, daerah dan internasional serta menyiapkan laporan berkala perkembangan opini publik dan bahan rekomendasi tindakan secara tepat waktu kepada pimpinan. (3) Subbagian Manajemen Opini Publik III mempunyai tugas melakukan dan mengorganisasikan kegiatan peningkatan apresiasi, partisipasi, dan kapasitas pengetahuan publik eksternal dan internal Kementerian Keuangan, pengelolaan Sistem Manajemen Informasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas database opini publik. Pasal 131 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan mempunyai tugas Melaksanakan perencanaan, pengembangan, pengelolaan,pengendalian, monitoring serta evaluasi program, pelayanan perpustakaan, pengelolaan database dan sistem informasi kehumasan, serta urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 43 Pasal 132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131, Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program serta pengembangan perpustakaan; b. penyusunan katalogisasi dan klasifikasi buku-buku, koleksi AV dan digital (CD, DVD), serta koleksi perpustakaan lainnya; c. penyusunan bibliografi; d. pengadaan buku-buku dan koleksi perpustakaan lainnya; e. pelayanan peminjaman buku-buku dan reference work; f. pelaksanaan kerjasama di bidang perpustakaan dengan institusi lain; g. penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja biro; h. penyusunan sistem dan prosedur yang berhubungan dengan kegiatan biro; i. j. pelaksanaan manajemen database dan sistem informasi biro; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 133 Bagian Perencanaan, Pengendalian Pogram dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Perpustakaan; b. Subbagian Sistem Informasi Kehumasan; dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 134 (1) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan koordinasi serta kerjasama dengan institusi perpustakaan internal Kementerian Keuangan, daerah, nasional dan internasional dalam rangka perencanaan, pengembangan, pengelolaan, pengendalian aktivitas layanan perpustakaan, peningkatan kualitas dan kuantitas perpustakaan dan riset kepustakaan. (2) Subbagian Sistem Informasi Kehumasan mempunyai tugas melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian sistem informasi dan database biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan, kepegawaian, dan rumah tangga biro, serta melakukan penyusunan rencana program jangka panjang, rencana strategik dan rencana kerja tahunan dan kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan, penyusunan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan biro.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 44 Bagian Kesembilan Biro Perlengkapan Pasal 135 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan/kekayaan Kementerian berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135, Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis rencana kebutuhan Barang Milik Negara (BMN) bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi penyusunan rencana kebutuhan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan kementerian, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian; analisis, penyusunan dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk teknis pengelolaan BMN kementerian, bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan kementerian serta analisis dan evaluasi pengelolaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; analisis, pelaksanaan serta penyusunan petunjuk teknis penatausahaan BMN kementerian serta analisis dan evaluasi penatausahaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 137 Biro Perlengkapan terdiri atas: a. b. c. d. e. Bagian Perencanaan BMN; Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan; Bagian Pengelolaan BMN; Bagian Penatausahaan BMN; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 Pasal 138 Bagian Perencanaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis perencanaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138, Bagian Perencanaan BMN menyelenggarakan fungsi : a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan teknis penyusunan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan perencanaan kebutuhan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi atas realisasi BMN yang direncanakan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah; dan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 140 Bagian Perencanaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Perencanaan BMN I; Subbagian Perencanaan BMN II; Subbagian Perencanaan BMN III; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 141 (1) Subbagian Perencanaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah.

b. c. d.

e. f.

g.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 (2) Subbagian Perencanaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-gedung Keuangan Negara di daerah. (3) Subbagian Perencanaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang penyusunan dan pengusulan rencana BMN, analisis dan evaluasi terhadap usulan rencana kebutuhan BMN, monitoring dan evaluasi terhadap realisasi BMN yang direncanakan serta penyusunan laporan perencanaan BMN meliputi unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta penyiapan bahan pembinaan administrasi penyusunan rencana kebutuhan perlengkapan dan koordinasi pengelolaan Gedung-Gedung Keuangan Negara di daerah. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 142 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis, serta konsultansi pengadaan bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan bimbingan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142, Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan bimbingan dan pelaksanaan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pengadaan di lingkungan Kementerian Keuangan; analisis dan penyiapan bahan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan; dan pelaksanaan, penyiapan dokumen, pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 Pasal 144 Bagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I; Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II; dan Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III.

Pasal 145 (1) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Bimbingan dan Layanan Pengadaan III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi, monitoring dan evaluasi pengadaan serta penyusunan petunjuk teknis pengadaan, bimbingan ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan, dan pelaksanaan penyelesaian proses pengadaan yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan, serta penyiapan dokumen pelaksanaan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 146 Bagian Pengelolaan BMN mempunyai tugas melaksanakan analisis dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis pengelolaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 48 Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Bagian Pengelolaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penggunaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penggunaan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemanfaatan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemanfaatan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan penghapusan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan penghapusan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pemindahtanganan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pemindahtanganan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BMN lainnya Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan. Pasal 148 Bagian Pengelolaan BMN terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengelolaan BMN I; Subbagian Pengelolaan BMN II; dan Subbagian Pengelolaan BMN III. Pasal 149 (1) Subbagian Pengelolaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Subbagian Pengelolaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

b.

c.

d.

e.

f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Subbagian Pengelolaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi dan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, pemindahtanganan BMN, dan kegiatan pengelolaan BMN lainnya, meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal 150 Bagian Penatausahaan BMN mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan BMN Kementerian Keuangan, analisis, penyusunan, dan penyiapan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis penatausahaan BMN bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150, Bagian Penatausahaan BMN menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan inventarisasi BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; b. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pembukuan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pembukuan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; c. analisis dan penyiapan bahan pembinaan administrasi serta penyusunan petunjuk dan bimbingan teknis dibidang pelaksanaan pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan, dan pelaksanaan pelaporan BMN Unit Eselon I Sekretariat Jenderal; dan d. penyiapan bahan pembinaan serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN lingkup Kementerian Keuangan, dan tingkat Unit Eselon I Sekretariat Jenderal. Pasal 152 Bagian Penatausahaan BMN terdiri atas: a. b. c. d. Subbagian Penatausahaan BMN I; Subbagian Penatausahaan BMN II; Subbagian Penatausahaan BMN III; dan Subbagian Penatausahaan BMN IV.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 Pasal 153 (1) Subbagian Penatausahaan BMN I mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. (2) Subbagian Penatausahaan BMN II mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. (3) Subbagian Penatausahaan BMN III mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (4) Subbagian Penatausahaan BMN IV mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyelenggarakan penatausahaan BMN, pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis dibidang pelaksanaan inventarisasi, pembukuan, pelaporan BMN di lingkungan Kementerian Keuangan serta monitoring, evaluasi penyelengaraan sistem informasi manajemen dan akuntansi BMN meliputi Unit Eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bagian Kesepuluh Biro Umum Pasal 154 Biro Umum mempunyai tugas membina pelaksanaan ketatausahaan Kementerian dan melaksanakan urusan tata usaha, rumah tangga serta pemberian pelayanan pelaksanaan tugas kantor pusat Kementerian. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 51 b. pelaksanaan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi; c. pelaksanaan urusan perencanaan anggaran, perbendaharaan, akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan; d. pelaksanaan urusan pengadaan, penyimpanan dan distribusi perlengkapan, dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan sekretariat Jenderal, serta urusan pencetakan dan penggandaan; e. melaksanakan urusan dalam, pemeliharaan peralatan, dan keamanan dalam, serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 156 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Kementerian; b. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan; c. Bagian Perencanaan dan Keuangan; d. Bagian Perlengkapan; e. Bagian Rumah Tangga; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 157 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Kementerian, kearsipan, kesehatan pegawai, dan tata usaha perjalanan dinas Kementerian Keuangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157, Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengendalian surat masuk dan surat keluar kantor pusat Kementerian Keuangan, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat kantor pusat Kementerian, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan; b. pengurusan arsip dan dokumentasi meliputi pengelolaan arsip, penyusunan jadwal retensi, dan penyusutan arsip, serta penyiapan bahan pembinaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Keuangan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 52 c. penatausahaan penyelenggaraan kesehatan dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan perencanaan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium; d. pengurusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri; dan e. pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Pasal 159 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Persuratan, Arsip, dan Dokumentasi; b. Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai; c. Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas; dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 160 (1) Subbagian Tata Usaha Persuratan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan penerimaan, pendistribusian dan pengendalian surat masuk, pengiriman dan pengendalian surat keluar kantor pusat Kementerian, perbaikan redaksi, penyusunan risalah, dan pencatatan/penomoran surat, serta penyiapan bahan pembinaan tata usaha di lingkungan Kementerian Keuangan dan melakukan pengelolaan, pemeliharaan, pemindahan, penyusunan jadwal retensi arsip dan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan penatausahaan penyelenggaraan kesehatan pegawai dan keluarga berencana bagi pegawai di lingkungan kantor pusat Kementerian beserta keluarganya dan merencanakan kebutuhan obat-obatan dan bahan-bahan laboratorium. (3) Subbagian Tata Usaha Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perjalanan dinas dalam dan luar negeri di lingkungan Kementerian Keuangan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan pengurusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 161 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan dukungan program dan kegiatan serta tata usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri, pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal, serta urusan protokol dan akomodasi.

informasi. dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. urusan tata usaha. penyajian data. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). pengurusan tata usaha. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 164 (1) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I mempunyai tugas melakukan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). . Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III. c. pengolahan dan penyajian bahan masukan untuk pengambilan keputusan. pemantauan. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri dan pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan. penyajian data. Pasal 163 Bagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. b. dan d. c. laporan. d. informasi. laporan. Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) lingkup Biro Umum serta pemantauan. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan I. pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pencatatan acara dan pengaturan penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri. pencatatan acara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyajian informasi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan protokol. Road Map. dan e. penyiapan. (2) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan. evaluasi. evaluasi.53 Pasal 162 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan II.

Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.54 (3) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan III mempunyai tugas melakukan urusan protokol. pencatatan acara. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan. dan d. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. Pasal 167 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. dan pengaturan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. (4) Subbagian Dukungan Program dan Kegiatan Pimpinan IV mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. akuntansi dan pelaporan dan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. tamu asing dan akomodasi Kementerian Keuangan serta pengelolaan Indikator Kinerja Utama dan Manajemen Risiko di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Perencanaan Anggaran. c. pelaksanaan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. menyajikan hasil penelitian. penatausahaan pelaksanaan pembayaran. Pasal 166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165. Subbagian Perbendaharaan. . monitoring. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal. Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. pelaksanaan sistem akuntansi. b. penyusunan laporan keuangan. b. meneliti kebenaran. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. perbendaharaan. Pasal 165 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan anggaran.

dan d. penyimpanan dan distribusi perlengkapan. menyusun dan menyajikan laporan keuangan. Pasal 171 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan pelaksanaan pembayaran. menyajikan hasil penelitian. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi. b. . pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengujian tagihan kepada negara dan penerbitan surat perintah membayar dan penetapan SKPP. serta urusan pencetakan dan penggandaan. Pasal 169 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengadaan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Pasal 170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. pelaksanaan urusan pencetakan dan penggandaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan sistem akuntansi. penyusunan laporan keuangan. b. dan menindaklanjuti hasil review Inspektorat Jenderal/temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan dokumen pembayaran serta penyusunan laporan realisasi pembiayaan.55 Pasal 168 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Subbagian Pengadaan. penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. meneliti kebenaran. dan pentausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. c. (4) Subbagian Administrasi Gaji dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyusunan dan penyiapan administrasi belanja pegawai dan pengelolaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. pelaksanaan urusan pengadaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. monitoring.

alat-alat laboratorium inventaris kantor. pelaksanaan urusan pemeliharaan peralatan. pakaian kerja dan kelengkapannya. dan sewa mesin fotocopy. pakaian kerja dan kelengkapannya. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. bahan mikrografik. . pelaksanaan urusan pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. ATK. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan. rambu-rambu lalu lintas. dan d. penyiapan usulan penghapusan dan menyusun laporan pertanggungjawaban penatausahaan barang milik negara Sekretariat Jenderal serta unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal. penyimpanan dan pendistribusian secara berkala pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. barang cetakan. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan inventarisasi. (4) Subbagian Pencetakan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pencetakan. penggandaan dan merencanakan kebutuhan bahan cetakan. alat tulis kantor. dan d. inventaris kantor. alat rumah tangga kantor. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. kelengkapan upacara/pelantikan di lingkungan Sekretariat Jenderal serta menyusunan laporan pertanggungjawaban. kelengkapan upacara/pelantikan. serta menyusun pelaporan pengadaan pada unit Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. bahan mikrografik. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. kebersihan gedung dan halaman. obatobatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penjilidan. penataan lay out kantor. alat-alat laboratorium. rumah jabatan. Pelaksanaan urusan perawatan. pertamanan. serta pengelolaan telekomunikasi dan kendaraan dinas. alat rumah tangga kantor. bahan cetak. pemeliharaan peralatan. pelaksanaan pengadaan sarana untuk operasional perkantoran. pelaksanaan urusan keamanan dalam. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara.56 c. pengamanan barang perlengkapan dan menerbitkan surat perintah mengeluarkan barang. Pasal 172 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyusunan perencanaan pengadaan. Subbagian Pencetakan dan Penggandaan. dan keamanan dalam. penatausahaan. penyimpanan. barang cetakan. c. Pasal 173 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. obat-obatan. rambu-rambu lalu lintas. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. bahan cetak. b.

serta merencanakan kebutuhan sarana kerja pengamanan. Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Keamanan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan dalam di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan dan kediaman Pimpinan kementerian Keuangan. (4) Subbagian Pengelolaan Telekomunikasi dan Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan. rumah jabatan. penyiapan tempat rapat/pertemuan/upacara dan konsumsi pada kantor pusat. . mesin penyejuk udara. instalasi air. c. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 177 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kebersihan gedung dan halaman. di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. peralatan pencetakan/penjilidan/reproduksi. Subbagian Keamanan Dalam. instalasi pemadam kebakaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan unit-unit yang secara administratif di bawah pembinaan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan lift. Pasal 176 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan perawatan. CCTV. Subbagian Urusan Dalam. operasional. perawatan dan perbaikan sarana telekomunikasi dan persandian serta pengaturan kendaraan dinas dan pengangkutan dan perawatan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. peralatan kantor. Subbagian Pemeliharaan. pertamanan. penataan lay out kantor. genset. barang inventaris lainnya. b. instalasi listrik/penerangan.57 Pasal 175 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a.

(4) Jenis dan jenjang jabatan tenaga fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal.58 Pasal 178 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. .

f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran. Direktorat Anggaran III. Direktorat Anggaran II. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran. Direktorat Sistem Penganggaran. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Anggaran. standar. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. Direktorat Anggaran I. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran. e. perumusan kebijakan di bidang penganggaran. b. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 181 Direktorat Jenderal Anggaran terdiri atas: a. . penyusunan norma. Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan h. d. c.59 BAB V DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 179 Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran. pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran. c. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan e. d. g.

koordinasi penyusunan rencana strategik. f. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan direktorat jenderal. c. . h. dokumentasi. pengelolaan urusan tata usaha. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 184 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengadaan. Bagian Kepegawaian. dan i. e. f. d. g. Bagian Umum. penyelenggaraan urusan kepegawaian direktorat jenderal.60 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 182 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . e. koordinasi penyusunan rencana kerja dan pengelolaan keuangan direktorat jenderal. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. dan laporan kinerja direktorat jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum. d. rumah tangga. dan pengelolaan Barang Milik Negara serta kesekretariatan pimpinan. koordinasi bantuan hukum direktorat jenderal. kearsipan. c. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perencanaan dan Keuangan. perpustakaan. perumusan peraturan di bidang kesekretariatan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal.

b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. laporan pelaksanaan tugas. serta pengembangan kinerja organisasi. penyusunan rencana strategik. . laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan penataan organisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan layanan informasi direktorat jenderal. Subbagian Tata Laksana. monitoring. serta pengembangan kinerja organisasi. monitoring. ketatalaksanaan.61 Pasal 185 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan organisasi. Pasal 187 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. laporan pelaksanaan tugas serta evaluasi kinerja direktorat jenderal. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat serta layanan informasi dan publikasi. b. c. Pasal 188 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. pengelolaan layanan informasi dan publikasi. Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. (3) Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategik. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. Subbagian Pelaporan dan Layanan Informasi. dan c. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. dan e. laporan akuntabilitas. d. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. evaluasi dan pengembangan prosedur dan metode kerja. analisis dan evaluasi jabatan serta analisis beban kerja. Subbagian Organisasi. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. evaluasi kinerja direktorat jenderal.

Subbagian Umum Kepegawaian. b. . pemensiunan pegawai. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. d. serta penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. dokumentasi. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin pegawai. dan c. Pasal 191 Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.62 Pasal 189 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian direktorat jenderal. kepangkatan. Subbagian Mutasi Kepegawaian. penyiapan bahan penghargaan dan tindak lanjut penegakan disiplin. statistik. Subbagian Pengembangan Pegawai. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. dan e. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan. penempatan. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. Pasal 192 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan bahan pelaksanaan assessment center. cuti. pengembangan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . seleksi pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan maupun ujian jabatan. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya. c. absensi pegawai. penempatan. b. pemberhentian. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. kepangkatan. dokumentasi. penyiapan bahan formasi. pelaksanaan urusan pengangkatan. Pasal 190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189. pemensiunan. dan Daftar Urut Kepangkatan serta pengelolaan data dan informasi kepegawaian lainnya. cuti. statistik. pemberhentian. absensi pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

dan pengelolaan Barang Milik Negara direktorat jenderal. Subbagian Perencanaan Anggaran. Pasal 197 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan menerbitkan surat perintah membayar kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. b. rumah tangga. . Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. perpustakaan. Pasal 196 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan direktorat jenderal dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). serta kesekretariatan dan tata usaha pimpinan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran direktorat jenderal. dan c. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Perbendaharaan. gaji dan tunjangan. dan menyusun laporan keuangan direktorat jenderal.63 Pasal 193 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kerja dan pengelolaan urusan keuangan direktorat jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran. Pasal 195 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan direktorat jenderal. pengadaan.

pendistribusian. ekspedisi. pelaksanaan urusan inventarisasi. dan f. c. penyimpanan. pengelolaan perpustakaan. komputerisasi persuratan. (3) Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan. dan d. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa perlengkapan sarana dan prasarana. pelaksanaan urusan kesekretariatan. kearsipan. pelaksanaan. Pasal 200 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan surat menyurat. pelaksanaan urusan surat menyurat.64 Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. e. dan penyiapan penghapusan serta pelaporanBarang Milik Negara. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Tata Usaha dan Perpustakaan. b. inventarisasi. pelaksanaan. Subbagian Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara. dan penghapusan serta pelaporan Barang Milik Negara direktorat jenderal. dan penggandaan. pemeliharaan. d. dan protokoler. dokumentasi. kearsipan. penyiapan dokumen. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggaan. serta manajemen perpustakaan. tata usaha pimpinan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. c.penyiapan dokumen. . Pasal 199 Bagian Umum terdiri atas: a. penyimpanan. pelaksanaan urusan pengadaan. b. dokumentasi. pemeliharaan. pengelolaan kendaraan dinas dan pembuatan daftar serta pembayaran gaji dan tunjangan pegawai. ekspedisi dan penggandaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kerumahtanggaan. pendistribusian. pelaksanaan urusan administrasi gaji dan tunjangan. Subbagian Rumah Tangga dan Gaji.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

Pasal 201 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan kerangka kerja. makalah. (2) Subbagian Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja manajemen risiko serta bahan koordinasi penyusunan profil dan strategi pengendalian risiko. . Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. pemantauan. evaluasi. pencatatan acara. penyiapan bahan. Subbagian Manajemen Risiko. b. mengkoordinir penyusunan pidato. Pasal 204 (1) Subbagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerangka kerja pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi kepatuhan terhadap prosedur dan kode etik. dan mengatur jadwal kegiatan. b. protokoler dan akomodasi Direktur Jenderal. penyusunan kerangka kerja dan pengelolaan risiko direktorat jenderal. serta manajemen risiko dan bantuan hukum. dan d. (3) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. penindakan. Subbagian Kepatuhan Internal. penyusunan kerangka kerja. serta pengkajian dan penyusunan rekomendasi atas materi prosedur dan kode etik. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas. koordinasi penyusunan profil risiko dan strategi pengendalian risiko direktorat jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .65 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. c. pelaksanaan dan pembinaan kepatuhan internal. Pasal 203 Bagian Kepatuhan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum. dan c. dan penyusunan rekomendasi terhadap pelaksanaan prosedur dan kode etik. Pasal 202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201.

d.66 Bagian Keempat Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 205 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara. Subbagian Tata Usaha. Pasal 206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 205. d. Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. prosedur dan kriteria di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I. . c. dan h. c. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. g. dan e. Pasal 207 Direktorat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. d.67 Pasal 208 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan proyeksi. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. pengelolaan data dan pengembangan model fiskal serta kerangka ekonomi makro. RUU APBN. laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi perkembangan ekonomi makro dan realisasi pendapatan negara dan hibah. f. e. dan bahan penyusunan analisis dampak APBN terhadap ekonomi makro. serta NK dan RAPBN-P di bidang kerangka ekonomi makro. Pagu Sementara. . penyiapan bahan konsolidasi dan penggabungan proyeksi postur APBN dalam bentuk Resource Envelope dan Pagu Indikatif. analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro. analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. analisis dampak APBN terhadap perekonomian. RAPBN. serta monitoring realisasi dan perkiraan realisasi APBN tahunan. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN. Pasal 209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. penyiapan bahan pengelolaan data ekonomi makro. dan pendapatan negara. g. penyiapan bahan pengelolaan data dan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pendapatan negara dan hibah. b. RUU APBN-P. dan i. analisis asumsi dasar dan kerangka ekonomi makro. RAPBN-P. serta analisis kebijakan serta perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. pendapatan negara dan kerangka penganggaran jangka menengah. penyiapan bahan penyusunan analisis perkembangan dan prospek perekonomian dalam negeri dan internasional. c. kebijakan fiskal. h. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. dan analisis perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. kerangka penganggaran jangka menengah. penyiapan bahan penyusunan analisis sensitivitas APBN akibat perubahan indikator ekonomi makro dan langkah-langkah kebijakan fiskal. penyiapan bahan penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang ekonomi makro serta pendapatan negara dan hibah. langkah-langkah kebijakan fiskal. asumsi makro dan pendapatan negara dan hibah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka RAPBN.

Seksi Analisis Ekonomi Makro. evaluasi dan pengelolaan data pendapatan negara dan hibah dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. serta monitoring. (3) Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis perkembangan kondisi fiskal dan kerangka APBN (postur APBN). pagu Sementara. dan belanja lainnya. analisis dampak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .68 Pasal 210 Subdirektorat Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai. b. dan sistem jaminan sosial nasional. . c. Laporan Semester I dan Prognosis APBN Semester II. serta pengembangan model fiskal. Seksi Analisis dan Konsolidasi Penyusunan Postur APBN. penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi. dan d. belanja barang dan modal. Pasal 212 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model. Pasal 211 (1) Seksi Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan dan prospek perkembangan ekonomi makro. (4) Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap perekonomian. Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah. dan pengembangan model dan pengelolaan data ekonomi makro dalam rangka penyusunan dokumen-dokumen APBN dan RUU-nya. Seksi Evaluasi Dampak Ekonomi Makro APBN. analisis sensitivitas. dan koordinasi pengolahan data APBN dan data fiskal lainnya dalam rangka penyiapan proyeksi postur APBN pagu Indikatif. RAPBN-P. RUU APBN. bantuan sosial. langkahlangkah kebijakan fiskal. serta RUU APBN-P. analisis langkah kebijakan dan langkah administratif. (2) Seksi Evaluasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan perkembangan realisasi dan sasaran pendapatan negara dan hibah. RAPBN. sensitivitas APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 69 Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; f. monitoring dan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan anggaran belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja pegawai, belanja barang dan modal, bantuan sosial dan sistem jaminan sosial nasional, dan belanja lainnya. Pasal 214 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara I terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal; c. Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya. Pasal 215 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Pegawai mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja pegawai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 70 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja barang dan modal. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Bantuan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang bantuan sosial dan belanja untuk anggaran sistem jaminan sosial nasional. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lainnya mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lainnya. Pasal 216 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas serta melakukan konsolidasi belanja Pemerintah Pusat. Pasal 217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; d. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 71 e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas; g. pelaksanaan konsolidasi data anggaran belanja pemerintah pusat; dan h. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang belanja kementerian, belanja lembaga, anggaran pendidikan dan belanja hibah, dan belanja prioritas. Pasal 218 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga; c. Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat. Pasal 219 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Kementerian mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja kementerian. (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Lembaga mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja lembaga. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Pendidikan dan Belanja Hibah mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang anggaran pendidikan dan belanja hibah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan sinkronisasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja prioritas, serta melakukan konsolidasi pengolahan dan monitoring data belanja pemerintah pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 72 Pasal 220 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas,, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi, serta transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220, Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; c. pengembangan model perencanaan dan evaluasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi, dan transfer ke daerah; d. penyiapan bahan penyusunan analisis kebijakan pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; e. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembayaran bunga utang, belanja subsidi dan transfer ke daerah. Pasal 222 Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara III terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang; b. Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi; c. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I; dan d. Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II. Pasal 223 (1) Seksi Penyusunan Anggaran Pembayaran Bunga Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembayaran bunga utang.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 73 (2) Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Subsidi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang belanja subsidi. (3) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang tahunan dan jangka menengah di bidang dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan konsolidasi transfer ke daerah. (4) Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang dana alokasi umum, dana otonomi khusus dan penyesuaian, dan anggaran pendidikan dari transfer ke daerah dan konsolidasi data keuangan daerah lainnya. Pasal 224 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan anggaran serta penganggaran risiko fiskal. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224, Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN dan Prognosis Semester II APBN, serta NK dan RAPBN-P di bidang pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; b. penyiapan bahan pengelolaan data dalam rangka pengembangan model pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; c. penyiapan bahan penyusunan proyeksi dan alokasi pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; d. pengembangan model perencanaan penganggaran risiko fiskal; dan evaluasi pembiayaan anggaran dan

e. penyiapan bahan penyusunan analisis langkah kebijakan dan langkah administratif pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 74 f. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembiayaan anggaran dan penganggaran risiko fiskal; dan g. penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P di bidang pembiayaan anggaran. Pasal 226 Subdirektorat Penyusunan Pembiayaan Anggaran dan Penganggaran Risiko Fiskal terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I; b. Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II; c. Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang; dan d. Seksi Penganggaran Risiko Fiskal. Pasal 227 (1) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang I mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman proyek, penerusan pinjaman, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri. (2) Seksi Penyusunan Pembiayaan Utang II mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pinjaman program, surat berharga negara, pinjaman dalam negeri, dan pembiayaan utang lainnya. (3) Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang pembiayaan non utang. (4) Seksi Penganggaran Risiko Fiskal mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan model, penyiapan penyusunan proyeksi dan alokasi, analisis langkah kebijakan dan langkah administratif, analisis dampak, analisis sensitivitas, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahunan dan jangka menengah di bidang penganggaran risiko fiskal. Pasal 228 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan informasi ekonomi makro dan APBN, koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, evaluasi akun APBN, melaksanakan dukungan teknis penyusunan dokumen-dokumen APBN, dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 75 Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan outline Nota Keuangan dan RAPBN, laporan semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P; b. penyiapan bahan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan NK dan RAPBN beserta RUU APBN-nya, Laporan Semester I pelaksanaan APBN, serta NK dan RAPBN-P beserta RUU APBN-P-nya; c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan konsep RUU APBN dan APBN-P; d. penyiapan bahan koordinasi penyiapan bahan rapat kerja Pemerintah dengan DPR dan DPD dan bahan rapat koordinasi internal Pemerintah; e. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data APBN; f. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; g. penyiapan bahan koordinasi penyiapan laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN; h. penyiapan bahan analisis data, informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya; i. j. penyiapan bahan penyusunan statistik keuangan Pemerintah; penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN; dan

k. pengkonsolidasian, pengharmonisasian dan pengsinkronisasian, serta penggabungan konsep dokumen-dokumen APBN. Pasal 230 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Seksi Analisis Data dan Informasi APBN; b. Seksi Evaluasi Akun APBN; c. Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN; dan d. Seksi Diseminasi APBN. Pasal 231 (1) Seksi Analisis Data dan Informasi APBN mempunyai tugas melakukan analisis data dan informasi APBN, penyiapan bahan dan koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN, serta pelaporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 76 (2) Seksi Evaluasi Akun APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi akun APBN, melakukan penyiapan sumbangan bahan penyusunan dan pembuatan laporan operasi keuangan pemerintah pusat (Central Government Operation/CGO) dan operasi keuangan pemerintahan umum (General Government Operation/GGO) secara periodik dalam rangka penyusunan Government Finance Statistics (GFS) dan Special Data Dissemination Standard (SDDS), serta melakukan penyiapan sumbangan bahan dalam rangka penyusunan Neraca Arus Dana (NAD). (3) Seksi Dukungan Teknis Penyusunan APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan konsolidasi penyusunan dokumen-dokumen APBN serta koordinasi kebutuhan sistem aplikasi, data, dan informasi perencanaan APBN. (4) Seksi Diseminasi APBN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan data APBN serta menyiapkan informasi dan diseminasi data ekonomi makro dan APBN serta data fiskal lainnya. Pasal 232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian, keuangan, umum, organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Bagian Kelima Direktorat Anggaran I Pasal 233 Direktorat Anggaran I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233, Direktorat Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 77 Pasal 235 Direktorat Anggaran I terdiri atas: a. Subdirektorat Anggaran IA; b. Subdirektorat Anggaran IB; c. Subdirektorat Anggaran IC; d. Subdirektorat Anggaran ID; e. Subdirektorat Anggaran IE; f. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I; dan g. Subbagian Tata Usaha. Pasal 236 Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan, pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis, penyiapan bahan koordinasi, revisi, monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236, Subdirektorat Anggaran IA, IB, IC, ID, dan IE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif, sementara, definitif, dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga, PSO, dan subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga; dan bimbingan teknis standar biaya khusus

c. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga; d. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga; Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran

e. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; f. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian/Lembaga; dan g. monitoring dan evaluasi penganggaran.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 78 Pasal 238 Subdirektorat Anggaran IA terdiri atas: a. Seksi Anggaran IA-1; b. Seksi Anggaran IA-2; c. Seksi Anggaran IA-3; dan d. Seksi Anggaran IA-4. Pasal 239 Seksi Anggaran IA-1, IA-2, IA-3, dan IA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 240 Subdirektorat Anggaran IB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IB-1; b. Seksi Anggaran IB-2; c. Seksi Anggaran IB-3; dan d. Seksi Anggaran IB-4. Pasal 241 Seksi Anggaran IB-1, IB-2, IB-3, dan IB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 242 Subdirektorat Anggaran IC terdiri atas: a. Seksi Anggaran IC-1; b. Seksi Anggaran IC-2;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 79 c. Seksi Anggaran IC-3; dan d. Seksi Anggaran IC-4. Pasal 243 Seksi Anggaran IC-1, IC-2, IC-3, dan IC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 244 Subdirektorat Anggaran ID terdiri atas: a. Seksi Anggaran ID-1; b. Seksi Anggaran ID-2; c. Seksi Anggaran ID-3; dan d. Seksi Anggaran ID-4.

Pasal 245 Seksi Anggaran ID-1, ID-2, ID-3, dan ID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 246 Subdirektorat Anggaran IE terdiri atas: a. Seksi Anggaran IE-1; b. Seksi Anggaran IE-2; c. Seksi Anggaran IE-3; dan d. Seksi Anggaran IE-4.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 80 Pasal 247 Seksi Anggaran IE-1, IE-2, IE-3, dan IE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran, penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus, koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja, monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 248 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran, koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248, Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif,sementara, definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; b. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; c. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum; d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus; e. penyiapan bahan koordinasi Kementerian/Lembaga; persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years)

f. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga; g. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga; h. penatausahaan data penganggaran; i. j. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi, data, dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran; pemrosesan usulan kode satuan kerja; dan

k. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/ Lembaga, PSO dan Subsidi, Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.

keuangan. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga.81 Pasal 250 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I terdiri atas: a. Bagian Keenam Direktorat Anggaran II Pasal 253 Direktorat Anggaran II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan ABT. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. rencana kerja anggaran. . sementara. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran I. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. dan b. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. organisasi dan tata laksana direktorat. PSO dan subsidi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . definitif. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. Pasal 252 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Pasal 251 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. Seksi Dukungan Teknis. penyusunan rancangan alokasi anggaran. umum.

Subdirektorat Anggaran IIA.82 Pasal 254 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253. dan e. Pasal 255 Direktorat Anggaran II terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. IIC. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan g. Pasal 256 Subdirektorat Anggaran IIA. Subdirektorat Anggaran IIB. e. Direktorat Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. dan IIE masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. c. sementara. dan subsidi. Subdirektorat Anggaran IIC. IIC. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif. IID. Subdirektorat Anggaran IIE. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. revisi. PSO. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. d. IIB. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . b. b. Subdirektorat Anggaran IIA. f. IIB. c. d. IID. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. definitif. dan IIE masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Anggaran IID. penyiapan bahan koordinasi. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga.

dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. . Seksi Anggaran IIA-3. Pasal 259 Seksi Anggaran IIA-1. dan g. IIA-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. Seksi Anggaran IIB-2. Seksi Anggaran IIB-1. Pasal 260 Subdirektorat Anggaran IIB terdiri atas: a. Seksi Anggaran IIA-1. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. dan d. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. dan IIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.83 b. Seksi Anggaran IIA-2. dan d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. f. b. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. IIA-2. Seksi Anggaran IIA-4. Seksi Anggaran IIB-4. monitoring dan evaluasi penganggaran. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga. b. Seksi Anggaran IIB-3. c. Pasal 258 Subdirektorat Anggaran IIA terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. d.

penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus.84 Pasal 261 Seksi Anggaran IIB-1. b. PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IID-3. c. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIC-2. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIC-1. Seksi Anggaran IID-1. Pasal 262 Subdirektorat Anggaran IIC terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . dan IIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. PSO dan Subsidi. Pasal 263 Seksi Anggaran IIC-1. Pasal 265 Seksi Anggaran IID-1. Seksi Anggaran IIC-3. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. dan IIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . IIC-2. IID-2. IIC-3. d. Pasal 264 Subdirektorat Anggaran IID terdiri atas: a. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan IID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. b. IID-3. IIB-2. dan Seksi Anggaran IID-4. Seksi Anggaran IID-2. PSO dan Subsidi. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. c. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan Seksi Anggaran IIC-4. d.

IIE-3. IIE-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Seksi Anggaran IIE-4 Pasal 267 Seksi Anggaran IIE-1. f. dan d. Seksi Anggaran IIE-1. dan IIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. c.85 Pasal 266 Subdirektorat Anggaran IIE terdiri atas: a. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. PSO dan Subsidi. e.sementara. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 268 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. Seksi Anggaran IIE-2. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. PSO dan Subsidi. PSO dan Subsidi. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. . Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. c. Seksi Anggaran IIE-3. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. b. d. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Dukungan Teknis. dan b. data. pemrosesan usulan kode satuan kerja. penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. penyusunan rancangan alokasi anggaran. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga. umum. j. data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. sementara. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. Pasal 272 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga. definitif. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. dan k. rencana kerja anggaran. dan ABT. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian/Lembaga. h. Pasal 271 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. penatausahaan data penganggaran. PSO dan subsidi. Pasal 270 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran II terdiri atas: a. organisasi dan tata laksana direktorat. keuangan. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. . PSO dan Subsidi. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .86 g. i. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran.

. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Direktorat Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Subdirektorat Anggaran IIIC. b. Subdirektorat Anggaran IIIA. penyiapan penyusunan norma. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. Subdirektorat Anggaran IIID.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan e. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Pasal 275 Direktorat Anggaran III terdiri atas: a. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. c. standar. prosedur dan kriteria di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.87 Bagian Ketujuh Direktorat Anggaran III Pasal 273 Direktorat Anggaran III mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat. d. Subdirektorat Anggaran IIIB. dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah serta penyusunan laporan keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b.

Pasal 278 Subdirektorat Anggaran IIIA terdiri atas: a. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran e. penyiapan koordinasi penyusunan Kementerian/Lembaga. PSO. definitif. Seksi Anggaran IIIA-3. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan koordinasi. revisi. monitoring dan evaluasi di bidang penganggaran belanja pemerintah pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran Kementerian /Lembaga. c. dan bimbingan teknis standar biaya khusus c. Seksi Anggaran IIIA-4. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276.88 e. f. dan g. b. dan subsidi. dan d. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Seksi Anggaran IIIA-1. b. d. monitoring dan evaluasi penganggaran. Pasal 276 Subdirektorat Anggaran IIIA. Subbagian Tata Usaha. f. IIIB. . dan g. sementara. Subdirektorat Anggaran IIIA. Seksi Anggaran IIIA-2. penyiapan bahan penelaahan Kementerian/Lembaga. dan IIIC masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan peraturan dan kebijakan. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga. Subdirektorat Anggaran IIIE. dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) anggaran Kementerian/Lembaga. fasilitasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi years) Kementerian /Lembaga. pelaksanaan penelaahan dan bimbingan teknis. IIIB. penyiapan bahan alokasi dan evaluasi pagu indikatif.

monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IIIB-3. dan IIIB-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. Seksi Anggaran IIIB-3. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. dan d. dan IIIA-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran. c. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. IIIA-2. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. dan IIIC-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan alokasi dan evaluasi pagu anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIB-4. Pasal 283 Seksi Anggaran IIIC-1. b. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Seksi Anggaran IIIC-3. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. penelaahan dan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan anggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. . Seksi Anggaran IIIC-2. Seksi Anggaran IIIC-1. PSO dan Subsidi. PSO dan Subsidi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Anggaran IIIB-2. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. Seksi Anggaran IIIB-1. b. Seksi Anggaran IIIC-4. penelaahan dan bimbingan teknis standar biaya khusus. Pasal 280 Subdirektorat Anggaran IIIB terdiri atas: a. c. IIIB-2. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. PSO dan Subsidi. IIIC-2.89 Pasal 279 Seksi Anggaran IIIA-1. koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja. monitoring dan evaluasi penganggaran Kementerian/Lembaga. IIIC-3. Pasal 282 Subdirektorat Anggaran IIIC terdiri atas: a. IIIA-3. Pasal 281 Seksi Anggaran IIIB-1. dan d.

Pasal 287 Seksi Anggaran IIID-1. alokasi. penyiapan bahan penyediaan alokasi permintaan dana BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Seksi Anggaran IIID-4. b. dan d. menelaah permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Subdirektorat Anggaran IIID menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyelesaian rincian BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. penelaahan permintaan dan revisi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) kecuali jenis belanja transfer ke daerah. dan IIID-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. Pasal 286 Subdirektorat Anggaran IIID terdiri atas: a. b. e. Seksi Anggaran IIID-2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. c.90 Pasal 284 Subdirektorat Anggaran IIID mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis. IIID-3. c. d. penyiapan bahan penyelesaian penyusunan dokumen alokasi pembebanan dana pada BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Seksi Anggaran IIID-3. IIID-2. alokasi dan evaluasi pagu anggaran serta penyelesaian penyusunan rincian anggaran belanja. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan anggaran BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah. Seksi Anggaran IIID-1. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan bahan penyusunan rincian anggaran belanja. pelaksanaan penelaahan permintaan dan revisi BA BUN kecuali jenis belanja transfer ke daerah.

91 Pasal 288 Subdirektorat Anggaran IIIE mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. f. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. c. rekonsiliasi belanja. i. Seksi Anggaran IIIE-1. penyusunan konsep surat pernyataan tanggungjawab Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan penyusunan tanggapan LHP dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan bahan pembinaan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. verifikasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. b. rekonsiliasi barang milik negara Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. penyiapan bahan penyusunan Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Pasal 289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288. . h. pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. menyusun tanggapan LHP dan melaksanakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya serta pelaksanaan serah terima barang milik negara kepada Kementerian/ Lembaga/Pihak Lain pengguna dana belanja subsidi dan belanja lainnya. dan pengembalian belanja Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. monitoring dan evaluasi Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Subdirektorat Anggaran IIIE menyelenggarakan fungsi: a. g. c. Pasal 290 Subdirektorat Anggaran IIIE terdiri atas: a. e. Seksi Anggaran IIIE-4. d. pendapatan. j. b. Seksi Anggaran IIIE-2. dan d. penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Laporan Keuangan Belanja Lainnya. Seksi Anggaran IIIE-3.

h. g. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. serta ABT Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar biaya khusus. definitif dan ABT anggaran Kementerian/Lembaga. PSO dan Subsidi. PSO dan Subsidi. penyusunan berita acara serah terima serta penyusunan tanggapan LHP dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Aparat Pemeriksa Laporan Keuangan sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . PSO dan Subsidi. IIIE-3. verifikasi laporan keuangan. penyiapan bahan penyusunan rancangan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. sementara. penatausahaan data penganggaran. Pasal 293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292. penyusunan dan penyampaian laporan keuangan. IIIE-2. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . d. c. pengembalian belanja dan barang milik negara. b. f. penyiapan bahan koordinasi penyelesaian Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. pendapatan. penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan pembinaan penyelesaian pagu indikatif. e. koordinasi dan laporan perencanaan anggaran. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 292 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengumpulan data anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyelesaian penyusunan serta revisi Rincian Anggaran Belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. dan IIIE-4 masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan penyusunan laporan keuangan.92 Pasal 291 Seksi Anggaran IIIE-1. monitoring dan evaluasi laporan keuangan. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum serta Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. penyiapan bahan koordinasi persetujuan kontrak jangka panjang (multi-years) Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. penyusunan konsep surat pernyataan tanggung jawab laporan keuangan. rekonsiliasi belanja.

data dan informasi anggaran serta memproses usulan kode Satuan Kerja. PSO dan Subsidi.93 i. menyusun laporan perencanaan dan pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. sementara. organisasi dan tata laksana direktorat. umum. PSO dan subsidi. dan b. dan penyusunan standar biaya khusus pada Kementerian/Lembaga. data. Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian /Lembaga. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi penganggaran. Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum. Pasal 295 (1) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penelaahan dan penyelesaian pagu indikatif. Pasal 294 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III terdiri atas: a. pemrosesan usulan kode satuan kerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Anggaran III. keuangan. penyusunan rancangan alokasi anggaran. rencana kerja anggaran. definitif. j. serta melakukan koordinasi persetujuan kontrak multi-years Kementerian/Lembaga serta menyiapkan bahan tanggapan/masukan atas berbagai masalah terkait sistem penganggaran serta penyelesaian temuan lembaga pemeriksa. Seksi Dukungan Teknis. penyiapan bahan koordinasi monitoring dan evaluasi realisasi penganggaran Kementerian/Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lainlain. dan informasi anggaran dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. dan ABT Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara. (2) Seksi Pengolahan Data Anggaran Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan pengumpulan data anggaran. melakukan koordinasi penyelesaian penyusunan serta revisi rincian anggaran belanja/Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Kementerian /Lembaga dan Bagian Anggaran Belanja dan Bagian Anggaran Belanja Lain-lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 296 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. menatausahakan data penganggaran dan koordinasi kebutuhan aplikasi. dan k. . penyiapan bahan koordinasi kebutuhan aplikasi.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 299 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas. . Pasal 300 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. b. Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara. f. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. Pasal 298 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. Subbagian Tata Usaha. standardisasi. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. g. d. e. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I. Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga II. dan e. Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .94 Bagian Kedelapan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Pasal 297 Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta subsidi yang ditugaskan pada direktorat. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor penerimaan minyak bumi dan gas alam. c. standar. h. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP.

penyusunan rencana dan realisasi. Seksi Penerimaan Gas Alam. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. b. Seksi Penerimaan Migas Lainnya. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor minyak bumi dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. Pasal 303 (1) Seksi Penerimaan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.95 Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. dan d. pedoman. dan g. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. pemungutan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS. c. pedoman. Seksi Penerimaan Minyak Bumi. dan peraturan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). d. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. Seksi Verifikasi. e. b. peraturan. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor migas dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. Pasal 302 Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam terdiri atas: a. penatausahaan. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Penerimaan Minyak Bumi dan Gas Alam menyelenggarakan fungsi: a. . f. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.

standardisasi. peraturan. pemungutan. pemungutan. (3) Seksi Penerimaan Migas Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas menyelenggarakan fungsi: a. dan peraturan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan PNBP lainnya dari sektor migas serta penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor migas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pengolahan dan verifikasi data. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan bahan penyusunan rencana di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. c. (4) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor gas alam dan pajak penghasilan dari hasil kegiatan KKKS. Pasal 304 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor migas dan pajak penghasilan sektor migas dari hasil kegiatan KKKS serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. b. penyusunan rencana dan realisasi. pedoman. peraturan. d. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP sektor panas bumi dan hilir migas. pedoman. pedoman.96 (2) Seksi Penerimaan Gas Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. pelaksanaan penghitungan dan penyiapan usulan pemindahbukuan PNBP dari sektor usaha panas bumi. penyusunan rencana dan realisasi. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. pelaksanaan pemungutan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa.

pedoman. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. pagu dan realisasi penggunaan PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. pedoman. g. penelaahan jenis dan besaran tarif pungutan iuran kegiatan hilir migas. penyusunan rencana dan realisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. pemungutan. (2) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. dan c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari sektor hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa. penyusunan rencana. konsumsi dan harga bahan bakar minyak. verifikasi data. pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban Pemerintah sektor usaha panas bumi dan subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. Pasal 307 (1) Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pertimbangan perumusan norma.97 e. h. dan i. Seksi Verifikasi. penatausahaan. penelaahan dan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. f. . dan penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. peraturan. peraturan. Pasal 306 Subdirektorat Penerimaan Panas Bumi dan Hilir Migas terdiri atas: a. penghitungan dan pemrosesan usulan penyelesaian kewajiban pemerintah di bidang PNBP sektor usaha panas bumi. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan target. serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. dan realisasi pemungutan. Seksi Penerimaan Kegiatan Usaha Hilir Migas.

dan e. penatausahaan. penelaahan target. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IB. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. standardisasi. penyusunan laporan di bidang PNBP sektor usaha panas bumi dan hilir migas termasuk PNBP dari badan yang bidang tugasnya mengatur dan mengawasi badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta subsidi yang ditugaskan pada subdirektorat. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP pada Kementerian/ Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. Pasal 308 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I dan II masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IC. d. Seksi Verifikasi. pengolahan dan verifikasi data. Pasal 310 Subdirektorat Penerimaan Kementerian/Lembaga I terdiri atas: a. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pedoman. penyiapan perumusan norma. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. Subdirektorat Penerimaan Kementerian Negara/Lembaga I dan II masing-masing menyelenggarakan fungsi : a. dan peraturan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. b. b.98 (3) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. penyiapan bahan penyusunan rencana dan realisasi penerimaan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. dan d. penyiapan bahan penyusunan pagu dan realisasi penggunaan PNBP pada Kementerian/ Lembaga. verifikasi data dan penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. c. .

Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIB. Pasal 313 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. Pasal 314 Subdirektorat Penerimaan Laba Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi di bidang PNBP dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bagian Pemerintah. Seksi Verifikasi. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIA. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Pasal 312 Subdirektorat Penerimaan Kementerian /Lembaga II terdiri atas: a. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. dan d. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penatausahaan. standardisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP. peraturan. IB. b. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. IIB. Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IIC. penyusunan rencana dan realisasi penerimaan. c. . koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma.99 Pasal 311 (1) Seksi Penerimaan Kementerian/Lembaga IA. penelaahan target. pengolahan dan verifikasi data. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian /Lembaga II. pedoman. penyusunan pagu dan realisasi penggunaan. penelaahan target. pedoman.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . peraturan. penyusunan laporan di bidang PNBP pada Kementerian/Lembaga I. pengolahan dan verifikasi data. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Seksi Penerimaan Laba BUMN II.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengolahan. penatausahaan. penyusunan laporan realisasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. b. Seksi Penerimaan Laba BUMN I. serta koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP. termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi. dan c. pedoman. verifikasi data. standar. penelaahan.100 Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. penelaahan. koordinasi penyusunan rencana dan laporan realisasi penerimaan laba BUMN Bagian Pemerintah. Seksi Verifikasi. Pasal 318 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi PNBP. dan e. dan peraturan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. d. koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi. . monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. peraturan. pelaksanaan urusan tata usaha. Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. pedoman. penyiapan bahan perumusan norma. penyusunan rencana dan realisasi. penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Pasal 317 (1) Seksi Penerimaan Laba BUMN I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. standar. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang PNBP dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. kriteria. pembukuan dan verifikasi penerimaan dari Laba BUMN Bagian Pemerintah. Pasal 316 Subdirektorat Penerimaan Laba BUMN terdiri atas: a. pengolahan dan konsolidasi data. pembukuan. (2) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. c.

pengolahan dan konsolidasi data PNBP. . pelaksanaan koordinasi kebutuhan aplikasi. c. standar. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP II. dan informasi PNBP dalam rangka konsolidasi sistem penganggaran. keuangan. data. b. b. serta melakukan koordinasi kebutuhan aplikasi data dan informasi PNBP. Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP III. dan peraturan. dan c. pedoman. dan koordinasi pengolahan. konsolidasi. Pasal 321 Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. organisasi dan tata laksana direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP. umum. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma. pengolahan dan konsolidasi data PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Data dan Dukungan Teknis PNBP I. Pasal 320 Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP terdiri atas: a.101 Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. dan peraturan di bidang PNBP selain penerimaan Kementerian/Lembaga. Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis PNBP menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan di bidang PNBP termasuk laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi yang ditugaskan pada direktorat. dan penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi realisasi PNBP dan subsidi. pedoman. standar. penyiapan bahan perumusan norma. Pasal 322 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. dan d. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran. e. Subbagian Tata Usaha. c. penyiapan penyusunan norma. kriteria dan prosedur penerapan sistem penganggaran. norma. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. . Pasal 325 Direktorat Sistem Penganggaran terdiri atas: a. penyiapan perumusan peraturan. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. pedoman. b. Subdirektorat Standar Biaya. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem penganggaran. prosedur dan kriteria di bidang sistem penganggaran. standar.102 Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Penganggaran Pasal 323 Direktorat Sistem Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem penganggaran. pengembangan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran. b. d. Direktorat Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 326 Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan f. penyiapan pemberian penganggaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem penganggaran. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem e.

norma. penyusunan standar biaya. (2) Seksi Proses Bisnis Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis penganggaran sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran. Seksi Proses Bisnis Penganggaran. dan d. Seksi Klasifikasi Anggaran. perumusan penyempurnaan klasifikasi anggaran serta penyelarasannya dengan fungsi penganggaran. monitoring dan evaluasi serta riset dan pengembangan standar biaya. penyusunan bank data. pedoman. norma. Subdirektorat Tranformasi Sistem Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a.103 Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerjasama internal dan eksternal dalam rangka perencanaan dan pengembangan sistem penganggaran. Seksi Perencanaan Sistem Penganggaran. . Pasal 330 Subdirektorat Standar Biaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan norma. dan pedoman penerapan sistem penganggaran. kriteria dan prosedur dalam rangka penerapan sistem penganggaran. (3) Seksi Penerapan Sistem Penganggaran mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan peraturan. b. penyiapan bahan pengkajian dan penyempurnaan klasifikasi penganggaran. Seksi Penerapan Sistem Penganggaran. c. standar. b. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (4) Seksi Klasifikasi Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pedoman kerja sama internal dan eksternal dalam rangka pengembangan dan penerapan sistem penganggaran. bimbingan teknis. Pasal 328 Subdirektorat Transformasi Sistem Penganggaran terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan peraturan. c. penyiapan bahan perumusan dan penyempurnaan proses bisnis sesuai dengan pengembangan sistem penganggaran.

penyusunan standar biaya umum. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. f. analisis dan pengembangan standar biaya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . riset dan kajian standar biaya umum dan standar biaya khusus. c. Pasal 332 Subdirektorat Standar Biaya terdiri atas: a. c. (2) Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya mempunyai tugas melakukan riset dan kajian standar biaya. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. b. dan h. II dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. penyiapan bahan penyusunan standar biaya umum. monitoring dan evaluasi penerapan standar biaya umum dan standar biaya khusus. Seksi Standar Biaya I. bimbingan teknis penerapan standar biaya umum dan norma standar biaya khusus. Seksi Standar Biaya III. serta analisis dan pengembangan standar biaya. Pasal 333 (1) Seksi Standar Biaya I. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bank data. d. e. serta penyusunan bank data. Pasal 334 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja serta analisis dan evaluasi kinerja penganggaran. penyiapan bahan perumusan norma standar biaya umum dan standar biaya khusus. . b. kajian satuan biaya di luar PMK tentang standar biaya umum. dan d. Seksi Riset dan Pengembangan Standar Biaya. Seksi Standar Biaya II.104 Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. Subdirektorat Standar Biaya menyelenggarakan fungsi: a. g.

pengolahan data dan penyajian informasi penganggaran. penyiapan bahan pengkajian. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Pasal 337 Seksi Analisis dan Evaluasi Kinerja Penganggaran I. b. b. penyiapan bahan evaluasi. pelaporan dan rekomendasi. penyiapan bahan evaluasi kinerja penganggaran Kementerian /Lembaga. pembangunan. pembangunan. pemeliharaan dan evaluasi basis data. Pasal 338 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pelaporan dan rekomendasi.105 Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. pelaporan dan rekomendasi. analisis. penyiapan bahan analisis data perencanaan penganggaran. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran II. Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan analisis data realisasi pelaksanaan anggaran. c. dan d. perumusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran I. perumusan. pengembangan. . perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. II. dan c. pengembangan. Pasal 336 Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran terdiri atas: a. pemeliharaan dan evaluasi basis data. pelaporan dan rekomendasi kinerja penganggaran. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman monitoring dan evaluasi pengukuran kinerja. penerapan sistem informasi penganggaran dan pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi serta pembinaan jabatan fungsional pranata komputer di lingkungan Direktorat Jenderal. Seksi Evaluasi Kinerja Penganggaran III. pengolahan dan penyajian data/informasi. Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. b.

dan e. organisasi dan tata laksana direktorat. penyiapan bahan pengkajian. Pasal 342 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. Pasal 340 Subdirektorat Teknologi Informasi Penganggaran terdiri atas: a. Seksi Basis Data Penganggaran. pembangunan. dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. perumusan. . perumusan. perumusan. dan d. c. perumusan. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran.106 c. (2) Seksi Penyajian Informasi Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. (4) Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Infromasi mempunyai tugas melakukan pembangunan. Seksi Dukungan Teknis Infrastruktur Teknologi Informasi. pengelolaan dukungan teknis infrastruktur teknologi informasi. (3) Seksi Pengembangan Sistem Informasi Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pemeliharaan dan evaluasi basis data. Seksi Penyajian Informasi Penganggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Kinerja Penganggaran. Pasal 341 (1) Seksi Basis Data Penganggaran mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pembangunan. pengembangan dan evaluasi penerapan sistem informasi penganggaran. pengembangan. d. pengembangan. b. pembangunan. pemeliharaan dan pendayagunaan prasarana teknologi informasi dan komunikasi. bimbingan teknis pranata komputer di lingkungan direktorat jenderal. pengolahan dan penyajian data dan informasi penganggaran. keuangan. umum.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. Pasal 345 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran terdiri atas: a. dan e. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. standar. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial. c. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga. c.107 Bagian Kesepuluh Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Pasal 343 Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. Pasal 346 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. Pasal 344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343. Subbagian Tata Usaha. e. kajian kebijakan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi peraturan penganggaran. d. penyiapan penyusunan norma. b. Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan f.

(2) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. b. penyiapan harmonisasi. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. kajian kebijakan. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial. kajian kebijakan. Pasal 350 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang perekonomian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 348 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga terdiri atas: a. hukum dan keamanan. . Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang politik. b. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran pada Kementerian/Lembaga bidang kesejahteraan rakyat. dan c. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang politik. kajian kebijakan. kajian kebijakan.108 Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. dan c. kajian kebijakan. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang perekonomian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan harmonisasi. penyiapan harmonisasi. hukum dan keamanan. Pasal 349 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Penganggaran Kementerian dan Lembaga II.

. penyiapan harmonisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 354 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP. b. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. Kematian dan jaminan sosial lainnya. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kesehatan.109 Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. dan c. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja dan Kematian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. kajian kebijakan. kajian kebijakan. Pasal 353 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. penyiapan harmonisasi. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan penganggaran di bidang Jaminan Sosial Kecelakaan Kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Pensiun dan Tunjangan Hari Tua. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Kematian dan jaminan sosial lainnya. kajian kebijakan. b. Seksi Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Kesehatan. kajian kebijakan. Pasal 352 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. kajian kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi.

Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. penyiapan harmonisasi. b. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik. kajian kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 356 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP terdiri atas: a. dan c. Pasal 357 (1) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. . Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III. kajian kebijakan. penyiapan bahan kajian di bidang remunerasi. kajian kebijakan. (3) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP III mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. hukum dan keamanan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. b. kajian.110 Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. (2) Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II mempunyai tugas penyiapan bahan harmonisasi. hukum dan keamanan. penyiapan harmonisasi. kajian kebijakan. penyiapan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP II. kajian kebijakan. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang perekonomian. penyiapan bahan harmonisasi penganggaran di bidang remunerasi. Pasal 358 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan harmonisasi. b. Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan PNBP menyelenggarakan fungsi: a. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang kesejahteraan rakyat. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi. kajian kebijakan. Seksi Harmonisasi Peraturan PNBP I. dan rekomendasi serta evaluasi peraturan PNBP bidang politik.

organisasi dan tata laksana direktorat. keuangan. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi lainnya. penyiapan bahan evaluasi di bidang remunerasi. b. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pegawai negeri. pengembangan kebijakan dan evaluasi di bidang remunerasi pejabat negara dan lembaga non struktural. dan d.111 c. kajian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan c. kajian. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 363 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural. (2) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. kajian. Pasal 360 Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi terdiri atas: a. Pasal 362 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan direktorat meliputi kepegawaian. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Penganggaran Remunerasi. umum. penyiapan bahan pengembangan kebijakan di bidang remunerasi. (3) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Pasal 361 (1) Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pejabat Negara dan Lembaga Non Struktural mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi. Seksi Harmonisasi Penganggaran Remunerasi Pegawai Negeri.

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.112 Pasal 364 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

113 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 365 Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan. Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. prosedur dan kriteria di bidang perpajakan. d. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. . c. d. Direktorat Peraturan Perpajakan II. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan. b. Direktorat Keberatan dan Banding. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 367 Direktorat Jenderal Pajak terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perumusan kebijakan di bidang perpajakan. Direktorat Peraturan Perpajakan I. g. Sekretariat Direktorat Jenderal. f. e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan. penyusunan norma. Direktorat Intelijen dan Penyidikan. b. c. standar. dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pajak.

rencana stratejik. . dan Penerimaan. Bagian Keuangan. Direktorat Penyuluhan. j. Bagian Organisasi dan Tatalaksana. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. Kepatuhan. dan perlengkapan serta jabatan fungsional pada direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan. k. Direktorat Transformasi Proses Bisnis. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 368 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. d. b. f. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. Pelayanan. b. kepegawaian. kearsipan dan rumah tangga. l. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bagian Kepegawaian. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Hubungan Masyarakat. Bagian Perlengkapan. Bagian Umum. dan m. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. i. Direktorat Potensi. Pasal 370 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. e. d. keuangan.114 h. dan pelaksanaan tata usaha. Pasal 369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan.

serta penyiapan bahan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. c. h. dan bimbingan konsultan pajak. pemantauan. administrasi. Pasal 374 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan. b. Subbagian Organisasi. f.115 Pasal 371 Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana kerja tahunan dan laporan akuntabilitas kinerja. serta penyiapan bahan pemberian izin. Pasal 373 Bagian Organisasi dan Tatalaksana terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. penatausahaan. dan penyusunan laporan penilaian kinerja. pengawasan. Subbagian Tatalaksana. prosedur kerja dan pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi administrasi penataan organisasi Direktorat Jenderal. pengawasan. b. g. administrasi penataan organisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . administrasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja tahunan dan pelaporan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan uraian jabatan. Bagian Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Pengukuran Kinerja. serta pengelolaan organisasi dan ketatalaksanaan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pemberian izin. pembakuan sarana kerja Direktorat Jenderal. prosedur kerja. koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik. dan bimbingan konsultan pajak. dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. . e. d. dan koordinasi pelaksanaan tatalaksana pelayanan publik. koordinasi penyiapan bahan dan pelaksanaan rapat pimpinan Direktorat Jenderal. c.

Pasal 378 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengangkatan. . pelaksanaan pengangkatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas. penggajian. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. kepangkatan. pemindahan pegawai dan mutasi kepegawaian lainnya. penatausahaan. penempatan. dan Subbagian Umum Kepegawaian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. b. c. pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. Subbagian Mutasi Kepegawaian. d. (2) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta penyiapan bahan pembinaan pegawai dan hukuman disiplin. dan pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. penempatan. formasi. kesejahteraan pegawai. pemindahan pegawai. Pasal 377 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. cuti dan penghargaan pegawai. kepangkatan. dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. Pasal 375 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal.116 (3) Subbagian Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan pemantauan. analisis kebutuhan pegawai. pelaksanaan tata usaha. dan penyusunan penilaian kinerja berdasarkan Key Performance Indicators. usulan penyaringan pegawai. b. dokumentasi. dan pengusulan pegawai. penggajian. d. statistik. c.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan pemantauan prestasi kerja pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan d. c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan perbendaharaan anggaran belanja Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. cuti dan penghargaan pegawai. kesejahteraan pegawai. usulan penyaringan pegawai. Pasal 382 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan tata usaha. dan pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 381 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dokumentasi. pelaksanaan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. formasi. dan pengusulan pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat. Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan. b.117 (3) Subbagian Administrasi Peningkatan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis kebutuhan pegawai. statistik. Pasal 379 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. pelaksanaan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran serta pengajuan permintaan pembayaran. d. . Subbagian Penyusunan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. b.

Pemeliharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pengadaan I. penyiapan dokumen. pelaksanaan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. pengadaan sarana dan prasarana non-teknologi komunikasi dan informasi. (4) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran belanja dan evaluasi serta penyusunan laporan keuangan pelaksanaan anggaran belanja Direktorat Jenderal. dan pelaksanaan. dan pelaksanaan.118 (3) Subbagian Administrasi Gaji dan Tunjangan mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai Kantor Pusat dan pengajuan permintaan ke Sekretariat Jenderal dan pengalokasian dana tunjangan ke satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan Subbagian Inventarisasi. b. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Pasal 385 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. penyiapan dokumen. d. pengadaan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan informasi. Pasal 383 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan perlengkapan. . Pasal 386 (1) Subbagian Pengadaan I mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. dan Penghapusan. serta pelaksanaan. b. c. penyiapan dokumen. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengadaan II mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan berdasarkan usulan dari unit terkait. c. Subbagian Pengadaan II. pelaksanaan penyimpanan dan distribusi perlengkapan sarana dan prasarana hasil pengadaan dan pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

pengetikan. pelaksanaan bimbingan kearsipan direktorat jenderal. (4) Subbagian Inventarisasi. dan Subbagian Rumah Tangga. e. b. penggandaan. serta kearsipan kantor pusat. dan ekspedisi. c. dan pemeliharaan rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 389 Bagian Umum terdiri atas: a. Pemeliharaan dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana yang menjadi aset milik negara. penggandaan. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kearsipan. pengaturan penerimaan tamu. pelaksanaan tata usaha. pelaksanaan surat-menyurat. pelaksanaan protokol. Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal. penyajian bahan kegiatan. dan pelaksanaan pengelolaan rumah tangga kantor pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja kantor pusat. Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387. d. pencatatan acara. . pengetikan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 387 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan tata usaha. perjalanan dinas. dan ekspedisi. dan rumah tangga. serta kearsipan Kantor Pusat. Subbagian Protokol. d. rapat pimpinan dan akomodasi. c. Pasal 390 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan kearsipan Direktorat Jenderal dan pelaksanaan surat-menyurat.119 (3) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan distribusi sarana dan prasarana hasil pengadaan serta pengadministrasian penghunian rumah dinas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

Direktorat Peraturan Perpajakan I menyelenggarakan fungsi: a. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. perjalanan dinas. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. penyajian bahan kegiatan. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan penyusunan norma. dan kearsipan Direktur Jenderal dan Sekretaris Direktorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.120 (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan Direktorat Jenderal mempunyai tugas melakukan tata usaha. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. pengaturan penerimaan tamu. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan protokol. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. . dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (4) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga Kantor Pusat serta pengurusan aset milik negara yang dikuasai oleh satuan kerja Kantor Pusat. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Bagian Keempat Direktorat Peraturan Perpajakan I Pasal 391 Direktorat Peraturan Perpajakan I mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. standar. rapat pimpinan dan akomodasi. Pasal 392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391. pencatatan acara. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.

dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. e. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. b. dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. c. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus seperti kontrak karya di bidang pertambangan serta minyak dan gas bumi. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa menyelenggarakan fungsi: a. serta Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pasal 393 Direktorat Peraturan Perpajakan I terdiri atas: a. dan e. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. teknis operasional.121 d. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan peraturan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. penegasan (ruling). serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. d. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penelaahan. Subbagian Tata Usaha. f. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri. Pasal 394 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). petunjuk pelaksanaan. . (3) Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. serta ketentuan lain yang mengatur tentang perpajakan pada sektor khusus. petunjuk pelaksanaan. (2) Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. teknis operasional. jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. dan Seksi Peraturan Perpajakan Lainnya. Pasal 396 Subdirektorat Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa terdiri atas: a. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. teknis operasional. Pasal 397 (1) Seksi Peraturan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. d. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan. c.122 c. b. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. Seksi Peraturan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). Pasal 398 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional.

b. d. pertambangan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 400 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri terdiri atas: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri otomotif dan elektronik. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I. Pasal 401 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). c. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. penyiapan bahan penelaahan. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II. . dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b.123 Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398. dan elektronik. dan penyusunan rancangan peraturan. c. (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri pertanian dan pertambangan. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di sektor industri. otomotif. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor industri selain industri pertanian. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Industri III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan.

dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. Jasa. b. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. penegasan (ruling). dan penyusunan rancangan peraturan. . jasa. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. jasa. Jasa. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I. jasa. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. jasa. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemungutan dan restitusi Pajak Pertambahan Nilai sektor perdagangan. dan Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya. d. c. Jasa. b. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. petunjuk pelaksanaan. c. teknis operasional. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. dan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Peraturan Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan. teknis operasional. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan besar. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. petunjuk pelaksanaan. jasa dan pemungutan Pajak Tidak Langsung Lainnya. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya. Pasal 404 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan. Pasal 405 (1) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I. dan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan.124 Pasal 402 Subdirektorat Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan.

dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penyusunan rancangan peraturan. teknis operasional. Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Tidak Langsung Lainnya. penegasan (ruling). penegasan (ruling). . penegasan (ruling). teknis operasional. (4) Seksi Peraturan Pajak Tidak Langsung Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor perdagangan eceran. c. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional pemungutan dan restitusi Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai di sektor jasa dan di sektor lainnya. petunjuk pelaksanaan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan I.125 (2) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 406 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. teknis operasional. d. teknis operasional. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan.

Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I. dan penyusunan rancangan peraturan. kearsipan. (3) Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan Seksi Peraturan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan penyusunan rancangan peraturan. dan penyusunan rancangan peraturan. Pasal 410 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.126 Pasal 408 Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terdiri atas: a. teknis operasional serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan. dan rumah tangga Direktorat. c. Pasal 409 (1) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pendataan dan penilaian. penegasan (ruling). pengolahan data. . serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai penerimaan. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. (2) Seksi Peraturan Pajak Bumi dan Bangunan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penegasan (ruling). penagihan Pajak Bumi dan Bangunan. keberatan dan pengurangan. petunjuk pelaksanaan. tata usaha. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional.

perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 413 Direktorat Peraturan Perpajakan II terdiri atas: a. b.127 Bagian Kelima Direktorat Peraturan Perpajakan II Pasal 411 Direktorat Peraturan Perpajakan II mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat. b. dan e. penyiapan penyusunan norma. c. Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. Subdirektorat Bantuan Hukum. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional. f. Direktorat Peraturan Perpajakan II menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. dan harmonisasi peraturan perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan harmonisasi peraturan perpajakan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. dan Kelompok Jabatan Fungsional. bantuan hukum. g. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan Pajak Penghasilan. dan harmonisasi peraturan perpajakan. Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. Pasal 412 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 411. bantuan hukum. d. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. bantuan hukum. dan harmonisasi peraturan perpajakan. perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. prosedur dan kriteria di bidang peraturan Pajak Penghasilan. pemberian bimbingan dan pelaksanaan bantuan hukum. dan harmonisasi peraturan perpajakan. standar. d. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan Pajak Penghasilan. e. bantuan hukum. bantuan hukum.

dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III. dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pajak Penghasilan Badan. Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional.128 Pasal 414 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. dan penyusunan rancangan peraturan. c. Pasal 417 (1) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor jasa dan sektor lainnya. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan I. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor perdagangan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Badan sektor industri. Pasal 415 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414. penyiapan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang Pajak Penghasilan Badan. c. penegasan (ruling). Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional Pajak Penghasilan Badan. penegasan (ruling). penegasan (ruling). Pasal 416 Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan Badan terdiri atas: a. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. b. serta penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. dan penyusunan rancangan peraturan. (2) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Badan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. teknis operasional. d. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Pajak Penghasilan Badan. penyiapan bahan penelaahan. .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan penegasan (ruling) di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penugasan lain dari Direktur Peraturan Perpajakan II. Pasal 420 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi terdiri atas: a. teknis operasional. teknis operasional. Pasal 419 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418. c. Pasal 421 (1) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. . dan penyiapan bahan dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. c. penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan dan penyusunan teknis operasional di bidang pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.129 Pasal 418 Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. petunjuk pelaksanaan. Pajak Penghasilan Pasal 23. b. dan penyusunan rancangan peraturan. penegasan (ruling). b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain di bidang Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. d. dan Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan Pajak Penghasilan Pasal 26. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II. Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan I. petunjuk pelaksanaan. penegasan (ruling). Subdirektorat Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi menyelenggarakan fungsi: a.

penegasan (ruling). penegasan (ruling). serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai Pajak Penghasilan Orang Pribadi. dan penyusunan rancangan peraturan.130 (2) Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan rancangan peraturan. pemantauan. penegasan (ruling). Pasal 423 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. Seksi Perjanjian Asia Pasifik. petunjuk pelaksanaan. dan pelaksanaan perundingan perjanjian perpajakan. teknis operasional. e. . pengendalian dan evaluasi peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan lainnya. Pasal 422 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan persetujuan penghindaran pajak berganda. rancangan perjanjian atau kerjasama perpajakan internasional. petunjuk pelaksanaan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. (3) Seksi Peraturan Pajak Penghasilan Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan pertukaran data dan informasi perpajakan dengan negara-negara lain. penyiapan bahan penelaahan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan transfer pricing dan advanced pricing agreement. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan persetujuan penghindaran pajak berganda dan peraturan pelaksanaannya. dan koordinasi pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain di bidang perpajakan. b. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perpajakan internasional. f. d. b. Pasal 424 Subdirektorat Perjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional terdiri atas: a. dan peraturan pelaksanaannya. Seksi Perjanjian Eropa.

pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta memberikan pelayanan teknis perpajakan internasional kepada instansi lain. dan Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional. pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Pasal 425 (1) Seksi Perjanjian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika. pelaksanaan.131 c. d. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Eropa. Pasal 426 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis. (2) Seksi Perjanjian Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir. serta pertukaran data dan informasi dengan negara-negara lain seperti transfer pricing dan advanced pricing agreement. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. dan pemantauan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang perpajakan. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Amerika dan Afrika. dan pemberian bimbingan. penyiapan rancangan perjanjian perpajakan dan peraturan pelaksanaannya. serta penyiapan bahan penelaahan. termasuk data dan informasi dari perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. dan penyusunan jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai perjanjian perpajakan dengan negara-negara di Asia Pasifik. serta penyiapan bahan penelaahan. pemantauan pelaksanaan perjanjian perpajakan. serta penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Perjanjian Amerika dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penghindaran pajak berganda. (4) Seksi Kerjasama Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.

(4) Seksi Bantuan Hukum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. d. pelaksanaan. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Banten. pelaksanaan. dan dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. Seksi Bantuan Hukum I. b.132 Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sulawesi. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Sumatera. Pasal 429 (1) Seksi Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. . pelaksanaan. serta dokumentasi Peraturan Direktur Jenderal Pajak untuk dimuat dalam Berita Negara. dan evaluasi dalam beracara di luar pengadilan pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Jawa Tengah. dan Seksi Bantuan Hukum IV. pelaksanaan. Jakarta Selatan. Nusa Tenggara. penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis beracara di luar Pengadilan Pajak sejak tingkat pertama sampai dengan tingkat akhir serta pemberian bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberian bimbingan. Pasal 428 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Pusat. Jakarta Timur. c. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. Seksi Bantuan Hukum II. Jawa Barat. Bali. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. b. Maluku dan Papua. dan evaluasi bantuan hukum di bidang perpajakan dan non perpajakan di wilayah Jakarta Barat. c. (2) Seksi Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. Seksi Bantuan Hukum III. (3) Seksi Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penyusunan petunjuk teknis bantuan hukum serta pemberian bimbingan. pelaksanaan. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.

Seksi Analisis Peraturan Perpajakan. teknis operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan. dan Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan perpajakan dan surat jawaban/tanggapan. analisis keterkaitan peraturan. teknis operasional. dan melaksanakan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional. Pasal 431 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 430. petunjuk pelaksanaan. petunjuk pelaksanaan. . d. dan analisis dan evaluasi peraturan perpajakan internasional sebagai bahan masukan penyusunan peraturan perpajakan nasional dan atau perjanjian kerjasama perpajakan internasional serta menyelesaikan secara bersama rancangan perjanjian kerjasama perpajakan internasional dan surat jawaban/tanggapan dari pihak lain yang terkait masalah peraturan perpajakan internasional. teknis operasional. b. c.133 Pasal 430 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan sinkronisasi serta mensinergikan peraturan. Pasal 432 Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan terdiri atas: a. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan serta menyelesaikan secara bersama rancangan peraturan dan surat jawaban/tanggapan yang berdampak terhadap lebih dari satu jenis pajak. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. b. mensinergikan peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. petunjuk pelaksanaan. c. sinkronisasi peraturan. Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan. d.

c. Pasal 434 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan rumah tangga Direktorat. b. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. teknis operasional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . petunjuk pelaksanaan. teknis operasional. petunjuk pelaksanaan. teknis operasional.134 Pasal 433 (1) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis keterkaitan peraturan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Harmonisasi Peraturan Perpajakan. (4) Seksi Analisis Peraturan Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi perjanjian dan kerjasama perpajakan internasional. Bagian Keenam Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pasal 435 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. (3) Seksi Sinergi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk mensinergikan peraturan. (2) Seksi Sinkronisasi Peraturan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi peraturan. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. . petunjuk pelaksanaan. kearsipan. prosedur dan kriteria di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. standar. tata usaha. serta jawaban atas pertanyaan dari unit operasional dan pihak lain mengenai peraturan perpajakan. Pasal 436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435.

Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi. pemantauan. penyusunan. penyusunan. bimbingan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemeriksaan. c. pengendalian. Pasal 438 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan. b. Pasal 440 Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan terdiri atas: a. dan penyiapan bahan penelaahan. c. Pasal 437 Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan terdiri atas: a. dan Seksi Strategi Pemeriksaan. Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus. pemantauan. pemantauan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. b. Subdirektorat Penagihan. d. c. pemantauan. penyusunan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. pengendalian. penyusunan. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi kebijakan pemeriksaan. pengendalian. Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. dan evaluasi analisis risiko dan perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.135 d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan dan penagihan perpajakan. pengendalian. g. dan e. f. Pasal 439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan. penyiapan bahan penelaahan.

dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi secara berkala. pengendalian. pemantauan. Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan. pengendalian.136 Pasal 441 (1) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Orang Pribadi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 442 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. pemantauan. Pasal 445 (1) Seksi Teknik Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. (2) Seksi Perencanaan Pemeriksaan Wajib Pajak Badan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. bimbingan. c. penyusunan. pemantauan. pengendalian. b. pengendalian. Pasal 444 Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan terdiri atas: a. pemantauan. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan pajak. . pemantauan. pengawasan. penyusunan. pemantauan. dan evaluasi perencanaan pemeriksaan terhadap wajib pajak badan secara berkala. pengawasan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan atas wajib pajak. dan evaluasi kebijakan teknis pemeriksaan. (3) Seksi Strategi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. b. pengendalian. Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. Subdirektorat Teknik dan Pengendalian Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pemeriksaan pajak. c. Seksi Teknik Pemeriksaan. penyusunan. dan evaluasi teknik pemeriksaan pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan. penyusunan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional dan pengendalian pemeriksaan pajak.

Pasal 447 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak. Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam. b. Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. c. bimbingan. bimbingan. pemantauan. (3) Seksi Evaluasi dan Kinerja Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. penyusunan. penyiapan bahan penelaahan. penyusunan. pengendalian. pemantauan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak yang merupakan perusahaan grup. dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. pengendalian. pengawasan. pengawasan. dan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis.137 (2) Seksi Pengendalian Mutu Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. Pasal 446 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemeriksaan atas transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus dan sektor usaha strategis. penelaahan. pemantauan. . dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pemeriksaan. Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup. pengendalian. Pasal 449 (1) Seksi Pemeriksaan Transaksi Perusahaan Grup mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya. Pasal 448 Subdirektorat Pemeriksaan Transaksi Khusus terdiri atas: a. b.

dan evaluasi atas kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. c. koordinasi. Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan. dan evaluasi pelaksanaan penanganan kerjasama pemeriksaan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. bimbingan. penyusunan. pengendalian. penyusunan. Pasal 450 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. pemantauan. dan Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan. bimbingan. penyusunan. penyiapan bahan penelahaan. dan evaluasi terhadap dukungan teknis. penyiapan bahan penelaahan. bimbingan. pengendalian. Seksi Kerjasama Pemeriksaan. serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas wajib pajak Sektor Sumber Daya Alam.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. pengendalian. pemantauan. b. (3) Seksi Transfer Pricing dan Transaksi Khusus Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. pengendalian. pemantauan. bimbingan. bimbingan. c.138 (2) Seksi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. sistem serta analisis data dan informasi pemeriksaan. dan penyiapan bahan penelaahan. . serta koordinasi pelaksanaan pemeriksaan atas transaksi transfer pricing dan transaksi khusus lainnya. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. b. dan evaluasi terhadap dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. koordinasi. dukungan teknis. Pasal 452 Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan terdiri atas: a. penyusunan. pemantauan. pengendalian. penyusunan. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. Pasal 453 (1) Seksi Kerjasama Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi kebijakan teknis operasional pemeriksaan. dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pemeriksaan dengan instansi terkait. pengendalian. pemantauan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional.

pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan dukungan analisis data dan informasi serta dokumentasi analisis informasi pemeriksaan terkait. dan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis tata usaha piutang pajak serta penatausahaan piutang dan pencairan serta penghapusan tunggakan pajak. sistem data dan informasi serta sistem dokumentasi informasi pemeriksaan terkait. bimbingan. koordinasi. Pasal 457 (1) Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan teknis operasional penagihan pajak. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. Pasal 456 Subdirektorat Penagihan terdiri atas: a. Subdirektorat Penagihan menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan. penyusunan. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan penagihan. Pasal 455 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 454. pemantauan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. koordinasi. koordinasi pelaksanaan dan evaluasi kebijakan teknis operasional penagihan. Pasal 454 Subdirektorat Penagihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan strategi kebijakan teknis operasional. c. dan Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan. pengendalian. pengendalian. . Seksi Strategi dan Dukungan Penagihan. b. dan petunjuk teknis pelaksanaan serta pemantauan. (3) Seksi Data dan Dukungan Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.139 (2) Seksi Dukungan Teknis Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknis operasional dan rencana penagihan wajib pajak. b. pengendalian. serta pemberian dukungan dan koordinasi pelaksanaan penagihan pajak. dan evaluasi pelaksanaan dukungan teknis. pengendalian.

b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. . prosedur dan kriteria di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .140 (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Penagihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana penagihan pajak. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknis penagihan pajak. d. Direktorat Intelijen dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penagihan. Pasal 461 Direktorat Intelijen dan Penyidikan terdiri atas: a. Bagian Ketujuh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Pasal 459 Direktorat Intelijen dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang intelijen dan penyidikan perpajakan. dan penghapusan tunggakan pajak. pengawasan. b. dan e. Subdirektorat Rekayasa Keuangan. dan rumah tangga Direktorat. piutang pajak. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Intelijen Perpajakan. tata usaha. dan penatausahaan penagihan pajak. Pasal 458 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. c. pengendalian mutu penagihan pajak. (3) Seksi Pengendalian Mutu dan Administrasi Penagihan mempunyai tugas melakukan pemantauan. penyiapan penyusunan norma. standar. Pasal 460 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459. serta pemantauan.

pengelolaan data intelijen. Seksi Intelijen Perpajakan I. Subdirektorat Intelijen Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan intelijen. penyusunan rumusan standardisasi teknis pelaksanaan. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. d. pemantauan. . sistem data intelijen dan dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. Pasal 463 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462. dan standardisasi teknis data intelijen. dan pengendalian dan dukungan teknis tugas operasional intelijen. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. e. Pasal 464 Subdirektorat Intelijen Perpajakan terdiri atas: a. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. f. c. pemantauan. Subbagian Tata Usaha. analisis. Pasal 465 (1) Seksi Intelijen Perpajakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan.141 c. Seksi Intelijen Perpajakan II. pengawasan. b. dan distribusi pemanfaatan data dan informasi intelijen. Subdirektorat Penyidikan. d. e. analisis. penatausahaan. evaluasi kegiatan intelijen. Pasal 462 Subdirektorat Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan petunjuk teknis pengumpulan. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pelaksanaan kerjasama intelijen dengan instansi terkait. analisis. analisis. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor industri.

pemantauan. Seksi Rekayasa Keuangan II. dan distribusi serta pemanfaatan data dan informasi intelijen sektor jasa dan perdagangan. penyusunan. . laporan. laporan. pemantauan. pengendalian. pemantauan. c. data. b. dan distribusi dan pemanfaatan data dan informasi intelijen. penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. Subdirektorat Rekayasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. penyusunan. pengendalian. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan. analisis. identifikasi dan analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak yang diindikasikan adanya tindak pidana perpajakan. Pasal 469 (1) Seksi Rekayasa Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. c. penyusunan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Intelijen Perpajakan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 466 Subdirektorat Rekayasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 468 Subdirektorat Rekayasa Keuangan terdiri atas: a. dan Seksi Rekayasa Keuangan III. analisis. dan pengaduan.142 (2) Seksi Intelijen Perpajakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan. laporan. dan pengaduan. serta dokumentasi laporan pelaksanaan intelijen. data.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . data. dan pengaduan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan. dan evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor industri. pengawasan. b. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Seksi Rekayasa Keuangan I. pengendalian.

dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. b. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemantauan. . c.143 (2) Seksi Rekayasa Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. pengawasan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. penyusunan. dan bimbingan pelaksanaan pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. penyusunan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor Jasa dan sektor lainnya selain industri dan perdagangan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. penatausahaan. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I. pemantauan. laporan. Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pengendalian. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. laporan. bimbingan. dan pengaduan. data. Pasal 470 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 472 Subdirektorat Pemeriksaan Bukti Permulaan terdiri atas: a. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan. data. Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II. dan pengaduan. penyusunan. pemantauan. pemantauan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penerimaan dan penanganan informasi. pengendalian. (3) Seksi Rekayasa Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. identifikasi serta analisis atas rekayasa keuangan Wajib Pajak dan pemantauan Wajib Pajak yang terkait dengan Wajib Pajak pelaku tindak pidana perpajakan sektor perdagangan.

pengawasan. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pengendalian. . dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pengendalian. c.144 Pasal 473 (1) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pemantauan. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. b. penyusunan. Seksi Penyidikan I. Pasal 476 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. dan bimbingan pelaksanaan penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. pemantauan. Seksi Penyidikan II. bimbingan. pengawasan. Pasal 474 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan. (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Pemeriksaan Bukti Permulaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. c. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan. dan Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan. pengendalian. (2) Seksi Pemeriksaan Bukti Permulaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik pengumpulan dan penelaahan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi.

d. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak orang pribadi.145 Pasal 477 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan untuk wajib pajak badan. kearsipan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kedelapan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Pasal 479 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. Pasal 478 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Rekayasa Keuangan. c. b. dan evaluasi pelaksanaan rencana dan teknik penyidikan atas tindak pidana di bidang perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 480 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479. pengendalian. . (3) Seksi Evaluasi dan Pemantauan Penyidikan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pengawasan. prosedur dan kriteria di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan. standar. tata usaha. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekstensifikasi dan penilaian perpajakan.

.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .146 Pasal 481 Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. (2) Seksi Teknis Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. d. c. Pasal 482 Subdirektorat Ekstensifikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pemantauan pelaksanaan teknis di bidang ekstensifikasi perpajakan. f. Subdirektorat Pendataan. dan penyiapan bahan perumusan ekstensifikasi wajib pajak. Subdirektorat Ekstensifikasi. Subdirektorat Penilaian I. Subdirektorat Penilaian II. Subbagian Tata Usaha. b. c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis Pasal 484 Subdirektorat Ekstensifikasi terdiri atas: a. Seksi Perencanaan Ekstensifikasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. e. b. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. Subdirektorat Ekstensifikasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Teknis Ekstensifikasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. Pasal 485 (1) Seksi Perencanaan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan ekstensifikasi wajib pajak. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara ekstensifikasi wajib pajak. dan Seksi Evaluasi Ekstensifikasi.

pendataan. pendataan. Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan. dan pemetaan objek dan subjek pajak. b. Pasal 488 Subdirektorat Pendataan terdiri atas: a. c. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pemetaan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak. pendataan. pendataan.147 (3) Seksi Evaluasi Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan teknis ekstensifikasi wajib pajak. . Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. Pasal 489 (1) Seksi Perencanaan Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan pendaftaran. pendataan. dan Seksi Dukungan dan Evaluasi Data. dan pemetaan objek dan subjek pajak. dan pemetaan objek dan subjek pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Dukungan dan Evaluasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan evaluasi data hasil pendaftaran. penyiapan bahan perumusan dan pemantauan kebijakan teknis di bidang pendaftaran dan pendataan objek dan subjek pajak. c. Pasal 486 Subdirektorat Pendataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan pemantauan kebijakan teknis. (2) Seksi Teknis Pendataan dan Pemetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan tata cara pendaftaran. dan pemetaan objek dan subjek pajak. Subdirektorat Pendataan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486. pengolahan dan evaluasi data di bidang pendaftaran. b.

Subdirektorat Penilaian I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bumi dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor komersial dan objek khusus. analisis keseimbangan nilai. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bumi. pemantauan. Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan. (2) Seksi Penilaian Individu Perkebunan dan Perhutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor komersial dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. b. Pasal 493 (1) Seksi Penilaian Massal Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perkebunan dan perhutanan. . dan objek khusus untuk keperluan perpajakan. pemantauan. pemantauan. dan Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus. c. serta teknis kegiatan pendukung penilaian untuk keperluan perpajakan. penyiapan bahan perumusan. Pasal 492 Subdirektorat Penilaian I terdiri atas: a.148 Pasal 490 Subdirektorat Penilaian I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. c. penilaian individu sektor perkebunan. perhutanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan perumusan. komersial. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individual sektor perkebunan dan perhutanan untuk keperluan perpajakan. Seksi Penilaian Massal Bumi. (3) Seksi Penilaian Individu Komersial dan Objek Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490.

Pasal 496 Subdirektorat Penilaian II terdiri atas: a. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian massal bangunan. c. evaluasi. dan penyiapan bahan perumusan. dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian. penilaian individu sektor perumahan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis penilaian individu sektor perumahan dan industri. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pertambangan serta penetapan untuk keperluan perpajakan. Subdirektorat Penilaian II menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan. dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan teknis penilaian individu sektor pertambangan serta penetapan. pemantauan. c. pemantauan. dan Seksi Penilaian Individu Pertambangan. penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan. b. Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494. . Seksi Penilaian Massal Bangunan. (2) Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. Seksi Penilaian Individu Perumahan dan Industri. Pasal 497 (1) Seksi Penilaian Massal Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan.149 Pasal 494 Subdirektorat Penilaian II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor pertambangan dan penetapan untuk keperluan perpajakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian individu sektor perumahan dan industri untuk keperluan perpajakan. evaluasi. (3) Seksi Penilaian Individu Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. pemantauan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian massal bangunan dan analisis keseimbangan nilai serta teknis kegiatan pendukung penilaian massal bangunan untuk keperluan perpajakan. industri.

Bagian Kesembilan Direktorat Keberatan dan Banding Pasal 499 Direktorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang keberatan dan banding. Subdirektorat Banding dan Gugatan I. tata usaha. c. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan. dan rumah tangga Direktorat. b. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. c. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang keberatan dan banding. penyiapan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. dan e. Pasal 500 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 499. Subdirektorat Banding dan Gugatan II. penyiapan perumusan kebijakan di bidang keberatan dan banding. Direktorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. f. b. standar. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi. . kearsipan. Pasal 501 Direktorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keberatan dan banding. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang keberatan dan banding.150 Pasal 498 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.

penelaahan. dan Seksi Pengurangan dan Keberatan IV. Jakarta Timur. dan keberatan di wilayah Jakarta Pusat. penghapusan. Maluku dan Papua. d. wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan wilayah Kalimantan. pembatalan. pengurangan. pembatalan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pengurangan dan Keberatan II. pengurangan. pembatalan. dan keberatan di wilayah Jakarta Barat. dan keberatan. pengurangan. Seksi Pengurangan dan Keberatan I. Bali. pembatalan. dan keberatan. penghapusan. penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan. Pasal 503 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 502. c. Seksi Pengurangan dan Keberatan III. (2) Seksi Pengurangan dan Keberatan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. penghapusan. penghapusan. Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. b. b. penghapusan. pengurangan. (3) Seksi Pengurangan dan Keberatan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. Pasal 504 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan terdiri atas: a. Nusa Tenggara. dan keberatan di wilayah Sulawesi. Jakarta Selatan. pengurangan.151 Pasal 502 Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. pengurangan. dan keberatan. pembatalan. dan penyusunan teknis operasional pembetulan. dan pelaksanaan penyelesaian pembetulan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta penyelesaian pembetulan. pembatalan. Pasal 505 (1) Seksi Pengurangan dan Keberatan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan.

di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Jakarta serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. Pasal 507 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Utara dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. (2) Seksi Banding dan Gugatan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Jawa Tengah. Pasal 509 (1) Seksi Banding dan Gugatan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. penghapusan. Pasal 506 Subdirektorat Banding dan Gugatan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Seksi Banding dan Gugatan IB. c. Pasal 508 Subdirektorat Banding dan Gugatan I terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembatalan. Subdirektorat Banding dan Gugatan I menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Barat. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. b. dan Seksi Banding dan Gugatan IC. Banten. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Pusat dan wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar. dan keberatan di wilayah Sumatera. b. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. . penyiapan bahan penelaahan.152 (4) Seksi Pengurangan dan Keberatan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan teknik operasional serta pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengurangan. Seksi Banding dan Gugatan IA.

penyiapan bahan penelaahan. dan Jawa selain Jakarta. c. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Kalimantan. Subdirektorat Banding dan Gugatan II menyelenggarakan fungsi: a. dan penyelesaian banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Sulawesi. Pasal 512 Subdirektorat Banding dan Gugatan II terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Banding dan Gugatan IIA. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. dan Seksi Banding dan Gugatan IIC. . Papua. b. Kalimantan. Nusa Tenggara. Pasal 511 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510. Pasal 513 (1) Seksi Banding dan Gugatan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Jakarta Selatan. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jakarta Barat. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Sumatera dan Banten. Pasal 510 Subdirektorat Banding dan Gugatan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. penelaahan. di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak untuk wilayah Sumatera. dan Jawa Tengah. Seksi Banding dan Gugatan IIB. (2) Seksi Banding dan Gugatan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. serta penyelesaian kasus banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. Sulawesi. Jawa Barat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Jakarta Timur. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan.153 (3) Seksi Banding dan Gugatan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. dan penyusunan teknis operasional banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. Bali. Maluku.

pemantauan. keberatan.154 (3) Seksi Banding dan Gugatan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. banding di Pengadilan Pajak. keberatan. pengurangan. Maluku. penatausahaan. dan penyelesaian administrasi peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung. Pasal 515 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514. b. pembatalan. penatausahaan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional penyelesaian pembetulan. dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian pembetulan. pengendalian. pembatalan. dan penatausahaan. penghapusan. penyiapan bahan. dan keberatan. penyiapan bahan pemantauan. pengurangan. pengurangan. pembatalan. Gugatan. Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. keberatan. b. pengurangan. pemantauan. Nusa Tenggara. Pasal 516 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan. Seksi Peninjauan Kembali. . penyiapan bahan pemantauan. pengendalian. pengendalian. c. penghapusan. dan Peninjauan Kembali. penghapusan. Bali. Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan. Pasal 514 Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyelesaian peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak. serta penyelesaian banding dan gugatan di wilayah Jawa Timur. dan Seksi Evaluasi Banding. Pasal 517 (1) Seksi Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. banding di Pengadilan Pajak dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. (2) Seksi Evaluasi Pengurangan dan Keberatan mempunyai tugas melakukan penatausahaan. pembatalan. dan evaluasi kebijakan teknis operasional penyelesaian pembetulan. penghapusan. dan banding di Pengadilan Pajak. dan penyelesaian administrasi Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan gugatan di Pengadilan Pajak. dan penyusunan teknis operasional banding dan gugatan. c.

dan Peninjauan Kembali mempunyai tugas melakukan penatausahaan. Kepatuhan. dan Penerimaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang potensi. kepatuhan. dan rumah tangga Direktorat. dan penerimaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kepatuhan. kepatuhan. Kepatuhan. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Subdirektorat Potensi Perpajakan. dan Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. dan e. kepatuhan. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional penyelesaian banding dan gugatan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang potensi. dan penerimaan. Subdirektorat Dampak Kebijakan. Direktorat Potensi. kepatuhan. dan penerimaan. dan penerimaan. pelaksanaan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peninjauan Kembali dan Evaluasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang potensi. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan. b. prosedur dan kriteria di bidang potensi. Bagian Kesepuluh Direktorat Potensi. standar. kearsipan. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang potensi. penyiapan penyusunan norma. dan penerimaan. Gugatan. Pasal 521 Direktorat Potensi. pengendalian. Kepatuhan. c. Pasal 518 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan Penerimaan Pasal 519 Direktorat Potensi. d.155 (3) Seksi Evaluasi Banding. Kepatuhan. . dan Penerimaan terdiri atas: a. c. tata usaha.

dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Potensi Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan pemantauan. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor jasa dan di sektor lainnya termasuk sektor informal. serta pemantauan. b. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor industri termasuk sektor informal. Seksi Potensi Sektor Industri. dan c. b. Pasal 523 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penghitungan potensi pajak. pengendalian. (2) Seksi Potensi Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Pasal 524 Subdirektorat Potensi Perpajakan terdiri atas: a. serta pemantauan. Seksi Potensi Sektor Jasa. . Subbagian Tata Usaha. e. pengendalian. penelaahan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemantauan. Seksi Potensi Sektor Perdagangan. Pasal 525 (1) Seksi Potensi Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Subdirektorat Potensi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. pengendalian. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan. pengendalian. dan evaluasi teknik operasional penghitungan potensi pajak dan penyusunan rencana penerimaan di sektor perdagangan termasuk sektor informal. penyiapan penelaahan dan penyusunan teknik operasional penghitungan potensi pajak. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. Pasal 522 Subdirektorat Potensi Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. f.156 d.

penelaahan dan penelitian perpajakan. pemilihan tema penelitian perpajakan. dan penelitian perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. serta pemantauan. c. Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan. penelaahan. Pasal 530 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak serta pemantauan pemanfaatan data. (2) Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 528 Subdirektorat Dampak Kebijakan terdiri atas: a. dan Seksi Dampak Kebijakan Umum. dan penelitian dampak kondisi makro ekonomi terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penyusunan kebijakan.157 Pasal 526 Subdirektorat Dampak Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. (3) Seksi Dampak Kebijakan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. dan penelitian dampak kebijakan perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. dan penelitian dampak kebijakan umum terhadap perpajakan serta pendistribusian hasil penelitian. c. dan pendistribusian hasil penelitian. Seksi Dampak Kondisi Makro Ekonomi. b. penelaahan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. penyiapan. Subdirektorat Dampak Kebijakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. Pasal 529 (1) Seksi Dampak Kebijakan Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

dan Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data. Pasal 532 Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan terdiri atas: a. c. pengendalian. c. dan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor perdagangan. b. serta pemantauan. pemantauan. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. (3) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemantauan.158 Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional analisis dan pemantauan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. pemantauan. d. d. (2) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional program peningkatan kepatuhan perpajakan wajib pajak. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Perdagangan. dan penyusunan kebijakan. e. pengendalian. . b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor industri. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis analisis kepatuhan wajib pajak sektor jasa dan sektor lainnya. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. Subdirektorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. pengendalian. serta pemetaan kepatuhan wajib pajak. Pasal 533 (1) Seksi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.

rekonsiliasi. dan penatausahaan penerimaan pajak. . b. pengendalian. dan Seksi Evaluasi Penerimaan. b. pemantauan. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. pemantauan dan evaluasi data realisasi penerimaan pajak. Pajak Pertambahan Nilai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 536 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan terdiri atas: a. d. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penatausahaan dan evaluasi penerimaan pajak. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. Pasal 537 (1) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembukuan. pengendalian. penyusunan. analisis. pengendalian serta evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemanfaatan data dan alat keterangan. Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan. dan penyusunan kebijakan.159 (4) Seksi Pemantauan Pemanfaatan Data mempunyai tugas melakukan penyusunan kriteria pembandingan data (data matching) dan pemantauan. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi data penerimaan Pajak Penghasilan. statistik. d. analisis. statistik. e. rekonsiliasi. dan Pajak Tidak Langsung lainnya serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak selain Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pasal 534 Subdirektorat Administrasi dan Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan evaluasi rencana penerimaan pajak jangka panjang dan jangka pendek. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pembukuan. c. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II. Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi I. dan penyiapan data pembagian hasil penerimaan pajak. pemantauan. c. f. dan penatausahaan penerimaan pajak. penelaahan.

160 (2) Seksi Pembukuan dan Rekonsiliasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta penyiapan data pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. d. penyusunan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. pelayanan dan hubungan masyarakat. (4) Seksi Evaluasi Penerimaan mempunyai tugas melakukan pemantauan dan evaluasi penerimaan pajak. . penyusunan statistik perpajakan dan prakiraan penerimaan perpajakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyuluhan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. pelayanan dan hubungan masyarakat. dan e. prosedur dan kriteria di bidang penyuluhan. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Penyuluhan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. Pasal 538 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. b. pelayanan. c. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Bagian Kesebelas Direktorat Penyuluhan. pelayanan dan hubungan masyarakat. tata usaha. dan Hubungan Masyarakat Pasal 539 Direktorat Penyuluhan. dan hubungan masyarakat. kearsipan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan. Pelayanan. (3) Seksi Statistik dan Prakiraan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pelayanan. standar. evaluasi pembukuan dan rekonsiliasi.

penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis penyuluhan. Subbagian Tata Usaha. pengendalian. dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan. serta pemantauan. e. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan. j. Pelayanan. b. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. pengendalian. pelaksanaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan. penyiapan teknik. pengendalian. serta pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. Pasal 542 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. i. dokumentasi peraturan perpajakan dan peraturan non perpajakan. dan evaluasi pelaksanaan teknis penyuluhan. c. dan pelaksanaan pengelolaan perpustakaan. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. h. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan perpustakaan. penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. riset pelajar dan mahasiswa. dan peraturan non perpajakan. c. dan penyusunan kebijakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. d. pemantauan.161 Pasal 541 Direktorat Penyuluhan. f. d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis penyuluhan. dan materi penyuluhan pajak. . g. dokumentasi peraturan perpajakan. dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. metode. f.

serta pembinaan atas Pusat Layanan Informasi. dan penyusunan kebijakan penyiapan rencana kebutuhan dan bahan pembinaan tenaga penyuluhan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pembinaan Pusat Layanan Informasi. Seksi Materi Penyuluhan. serta pemantauan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pelayanan. dan penyusunan kebijakan.162 Pasal 544 Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan terdiri atas: a. pengendalian. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pembinaan tenaga penyuluh. dan penyusunan kebijakan. dan penyusunan kebijakan penyiapan teknik dan metode penyuluhan pajak. serta pemantauan. (4) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 545 (1) Seksi Materi Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. (2) Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis penyusunan materi penyuluhan. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pelayanan. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. c. Pasal 546 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. konsultasi perpajakan dan tugas pelayanan penyuluhan lainnya di bidang perpajakan. (3) Seksi Dukungan Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis dukungan penyuluhan. Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan perpajakan. Seksi Dukungan Penyuluhan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan dokumentasi peraturan perpajakan dan non perpajakan serta pengelolaan perpustakaan perpajakan. dan Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. d. . b. Seksi Bimbingan Tenaga Penyuluh. penyiapan jawaban atas pertanyaan masyarakat. riset pelajar dan mahasiswa. serta pemantauan. Subdirektorat Pelayanan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a.

pengendalian. Seksi Pelayanan Pengaduan. b. Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemeliharaan tax knowledge base. pengendalian. (2) Seksi Dukungan Pelayanan dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. serta pemantauan. dan Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based. dan evaluasi pelaksanaan teknis pemberian dukungan pelayanan dan konsultasi. Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan. d. Pasal 550 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional hubungan masyarakat. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. Pasal 551 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. dan evaluasi pelaksanaan teknis manajemen penanganan keluhan. pengendalian. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis hubungan masyarakat. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. dan bimbingan pelaksanaan pelayanan. dan penyusunan kebijakan. d. . dan penyusunan kebijakan teknis operasional dalam rangka peningkatan mutu operasional pelayanan serta pemantauan. Pasal 549 (1) Seksi Pelayanan Pengaduan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.163 c. dan evaluasi pelaksanaan teknis pelayanan dan pembinaan Pusat Layanan Informasi. c. Pasal 548 Subdirektorat Pelayanan Perpajakan terdiri atas: a. (4) Seksi Pemuktahiran Tax Knowledge Based mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. (3) Seksi Peningkatan Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. dan evaluasi serta pemberian dukungan teknis pelaksanaan Pusat Layanan Informasi.

c. Seksi Hubungan Internal. (2) Seksi Hubungan Eksternal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi eksternal. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak. (4) Seksi Pengelolaan Situs mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 553 (1) Seksi Hubungan Internal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pemantauan. serta pemantauan dan pengelolaan berita. pengendalian. d. penyiapan penelaahan dan penyusunan program dan pelaksanaan kehumasan. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. pengendalian. . pengendalian. pengendalian. Pasal 554 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan evaluasi pelaksanaan teknis operasional hubungan masyarakat. dan Seksi Pengelolaan Situs. Seksi Pengelolaan Berita. pengendalian. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan. b. dan evaluasi pelaksanaan teknis komunikasi internal. d. dan penyusunan kebijakan teknis operasional serta pemantauan.164 b. (3) Seksi Pengelolaan Berita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. baik internal maupun eksternal. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengelolaan situs. dan evaluasi pelaksanaan teknis pengumpulan berita dan pemberian tanggapan. Pasal 552 Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan terdiri atas: a. serta pemantauan. dan penyusunan kebijakan. pengendalian. dan pengelolaan situs.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Hubungan Eksternal. c.

pelaksanaan. pengendalian. kearsipan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan. (3) Seksi Kemitraan Wajib Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerjasama Dalam Negeri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian. b. dan penyusunan. c. serta pelaksanaan. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. dan Seksi Kemitraan Wajib Pajak. b. pelaksanaan. dan evaluasi pelaksanaan teknis kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. Seksi Kerjasama Luar Negeri. (2) Seksi Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelaksanaan teknis acara dalam rangka kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain di luar negeri. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemberian dukungan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). dan evaluasi pelaksanaan teknis serta koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. koordinasi pelaksanaan pertukaran informasi dalam rangka kerjasama dan kemitraan Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak lain di dalam negeri. c. tata usaha. pemantauan. dan rumah tangga Direktorat. dan bimbingan dan pelaksanaan kemitraan wajib pajak (industrial partnership). Pasal 557 (1) Seksi Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengendalian. pemantauan. Pasal 556 Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan terdiri atas: a. Pasal 558 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyusunan kebijakan teknis. d. . pemantauan.165 Pasal 555 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554.

d. aplikasi. Pasal 561 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan terdiri atas: a. serta administrasi program aplikasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknologi informasi perpajakan. b. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur. pengendalian. pelaksanaan tata usaha direktorat.166 Bagian Keduabelas Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Pasal 559 Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknologi informasi perpajakan. serta pelaksanaan pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. c. penyiapan penyusunan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha. prosedur dan kriteria di bidang teknologi informasi perpajakan. dukungan teknis dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. . Subdirektorat Pendukung Operasional. registrasi Wajib Pajak. dan e. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 562 Subdirektorat Pelayanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. dan penyusunan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. b. e. serta pemantauan. Subdirektorat Pelayanan Operasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknologi informasi perpajakan. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. d.

dan administrasi program aplikasi. serta administrasi program aplikasi. dan Seksi Pelayanan Jaringan Komunikasi Data. aplikasi.167 Pasal 563 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. pemantauan. c. registrasi Wajib Pajak. aplikasi. aplikasi. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. serta administrasi program aplikasi. (2) Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan jaringan komunikasi data. serta pemantauan. serta pemantauan. registrasi Wajib Pajak. dukungan teknis. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan aplikasi perpajakan serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. serta pemantauan. Seksi Pelayanan Sistem Informasi. (3) Seksi Pelayanan Dukungan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. registrasi Wajib Pajak. Seksi Pelayanan Dukungan Teknis. Subdirektorat Pelayanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. d. dukungan teknis. dan jaringan komunikasi data. Pasal 565 (1) Seksi Pelayanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan penyelenggaraan dukungan teknis serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. dan evaluasi teknik operasional. dan evaluasi teknik operasional aplikasi perpajakan dan registrasi Wajib Pajak. pengendalian. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi. Pasal 564 Subdirektorat Pelayanan Operasional terdiri atas: a. b. d. c. pengendalian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengendalian dan evaluasi teknik operasional. . dukungan teknis. Seksi Pelayanan Aplikasi dan Registrasi. dan jaringan komunikasi data. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. b. penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemberian pelayanan operasional mengenai sistem informasi.

Subdirektorat Pendukung Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Sistem.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemutakhiran data tampilan. kegiatan. d. serta pelaksanaan bimbingan sistem. pemutakhiran data tampilan. serta pelaksanaan administrasi setiap masukan dan permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komunikasi data serta pemecahan masalahnya dalam skala tertentu. dan administrasi pekerjaan. pemutakhiran data tampilan. Pasal 568 Subdirektorat Pendukung Operasional terdiri atas: a. . c. pertukaran data elektronik. pertukaran data elektronik. Pasal 566 Subdirektorat Pendukung Operasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. b. serta administrasi program aplikasi. pengendalian. serta pengelolaan intranet dan internet. b. dan penyusunan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. pengendalian. Pasal 569 (1) Seksi Bimbingan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. penelaahan. pertukaran data elektronik. serta pemantauan. serta pengelolaan intranet dan internet. pemutakhiran data tampilan. serta pemantauan. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta pengelolaan intranet dan internet. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. Seksi Pertukaran Data Elektronik. serta pemantauan. Seksi Pemutakhiran Data Tampilan. dan pelaksanaan tugas. dan Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet. pelaksanaan bimbingan sistem. d. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. serta administrasi pekerjaan. pemantauan. pertukaran data elektronik.168 (4) Seksi Pelayanan Jaringan komunikasi Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan bimbingan sistem yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. pengendalian. pengendalian dan evaluasi teknik operasional. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional bimbingan sistem. c. pengelolaan intranet dan internet.

pengendalian. basis data. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. kegiatan dan pelaksanaan tugas. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. pengolahan data dan dokumen. e. serta pengolahan data dan dokumen. pengolahan data dan dokumen. dan administrasi program aplikasi. Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur menyelenggarakan fungsi: a. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeliharaan Master File Wajib Pajak. (3) Seksi Pertukaran Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. (4) Seksi Pengelolaan Intranet dan Internet mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta administrasi program aplikasi. pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional proses pertukaran data elektronik untuk menjamin kualitas data. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. serta pemantauan. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis operasional. basis data. basis data. b. pengendalian. kegiatan dan pelaksanaan tugas. serta administrasi pekerjaan. pengendalian. penyiapan penelaahan dan penyusunan kebijakan teknis operasional pemantauan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. Pasal 571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. basis data. pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta pemantauan. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. d. pengendalian. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional aplikasi yang berhubungan dengan pemutakhiran data. pengendalian. pengolahan data dan dokumen. c. serta administrasi program aplikasi. dan penyusunan kebijakan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. serta administrasi pekerjaan. pemeliharaan Master File Wajib Pajak.169 (2) Seksi Pemutakhiran Data Tampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan operasional intranet dan internet. serta pemantauan. serta pemantauan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. Pasal 570 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. serta pelaksanaan pemantauan terhadap konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. dan evaluasi kebijakan teknik operasional.

serta pemantauan. (4) Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. kualitas dan transfer data. pengendalian. pengendalian. serta pelaksanaan pemantauan distribusi dan konsolidasi data serta operasional basis data nasional. serta administrasi program aplikasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan Operasional. (3) Seksi Pemantauan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 574 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. serta pemantauan. c. tata usaha. kearsipan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. serta administrasi program aplikasi. Pasal 573 (1) Seksi Pemantauan Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan.170 Pasal 572 Subdirektorat Pemantauan Sistem dan Infrastruktur terdiri atas: a. serta administrasi program aplikasi. b. peminjaman dan penghapusan dokumen dan media elektronik. Seksi Pemantauan Basis Data. . (2) Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan evaluasi kebijakan teknik operasional. dan rumah tangga Direktorat. dan Seksi Pemantauan Pengolahan Data dan Dokumen. serta pelaksanaan pembinaan di bidang transformasi data dan pengelolaan dokumen dalam hal perekaman. serta administrasi program aplikasi. serta pemantauan. pengendalian. Seksi Pemantauan Keamanan Sistem dan Jaringan Komunikasi Data. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. pemeliharaan Master File Wajib Pajak. serta pemantauan. d. pengendalian. dan evaluasi teknik operasional. penyimpanan. serta pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan keamanan sistem dan jaringan komunikasi data.

c.171 Bagian Ketigabelas Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Pasal 575 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. dan penyusunan strategi. Pasal 578 Subdirektorat Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. dan e. Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur menyelenggarakan fungsi: a. g. d. serta pelaksanaan sistem kepatuhan internal. Subdirektorat Investigasi Internal. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep quality assurance (penjaminan mutu). penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. b. Pasal 577 Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur terdiri atas: a. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. c. perancangan. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. Subdirektorat Transformasi Organisasi. f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. prosedur dan kriteria di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur. e. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian. . d. Subdirektorat Kepatuhan Internal. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepatuhan internal dan transformasi sumber daya aparatur.

dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance). Pasal 582 Subdirektorat Investigasi Internal mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi dan perancangan. . Seksi Internalisasi Kepatuhan. b. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. dan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi hasil temuan pemeriksaan. serta pelaksanaan internalisasi kepatuhan. Pasal 581 (1) Seksi Internalisasi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. serta pelaksanaan sistem investigasi internal. Pasal 580 Subdirektorat Kepatuhan Internal terdiri atas: a. Seksi Penjaminan Kualitas. Seksi Pengujian Kepatuhan. Subdirektorat Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi : a. b. (3) Seksi Penjaminan Kualitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan c. Pasal 583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. (2) Seksi Pengujian Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik. c. pelaksanaan dan penyusunan pelaporan pengujian kepatuhan internal. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penjaminan kualitas (quality assurance).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan dan pengaduan masyarakat. Subdirektorat Investigasi Internal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan strategi dan perancangan. koordinasi. perancangan. serta pelaksanaan sistem investigasi internal.172 Pasal 579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. perancangan.

Seksi Investigasi Internal I. perancangan. (3) Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal mempunyai tugas melakukan evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. serta pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. (2) Seksi Investigasi Internal II mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan strategi.173 b. Seksi Investigasi Internal II. Pasal 585 (1) Seksi Investigasi Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. dan pelaksanaan sistem investigasi internal. serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah Pulau Jawa. penyiapan bahan perancangan dan penyiapan teknik investigasi pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta penatausahaannya. Pasal 584 Subdirektorat Investigasi Internal terdiri atas: a. dan pelaksanaan dan pelaporan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang pegawai. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik untuk wilayah selain Pulau Jawa. dan Seksi Evaluasi Temuan Pemeriksaan Eksternal. d. perancangan teknik investigasi dan penatausahaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya. evaluasi dan koordinasi hasil temuan pemeriksaan. c. b. pelaksanaan pemeriksaan atas pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin pegawai lainnya serta pelaporannya. . e. perancangan. Pasal 586 Subdirektorat Transfomasi Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. c. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan. dan pelaksanaan uji coba rancang bangun transformasi organisasi serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang organisasi. perancangan.

dan pelaporan evaluasi implementasi desain e. . penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait. uraian jabatan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. perancangan. (3) Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep desain kelembagaan. prosedur kerja. dan pelaporan evaluasi implementasi desain kelembagaan. dan Seksi Evaluasi Implementasi Desain Kelembagaan. penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). b. perancangan. Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan. prosedur kerja. penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan. dan penyiapan bahan kelembagaan. c. pengukuran kinerja pegawai. dan analisis jabatan. penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang. d. Subdirektorat Transformasi Organisasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 588 Subdirektorat Transformasi Organisasi terdiri atas: a. uraian jabatan. Pasal 590 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun serta evaluasi implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Perencanaan Strategis.174 Pasal 587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. b. dan analisis jabatan. Pasal 589 (1) Seksi Perencanaan Strategis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana stratejik jangka menengah dan jangka panjang Direktorat Jenderal dan penyiapan perencanaan kegiatan yang dibiayai dari bantuan luar negeri (negara/pihak donor) berdasarkan usulan dari unit terkait serta penyiapan pengendalian dan evaluasi bantuan luar negeri (negara/pihak donor). (2) Seksi Pengembangan Desain Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. c. dan manajemen kepegawaian lainnya.

dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. penyiapan bahan evaluasi. dan kompensasi. Pasal 593 (1) Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan serta asistensi. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang pengukuran kinerja pegawai. dan Kompensasi. b. Promosi. promosi. c.175 Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. serta asistensi. pelaksanaan asistensi implementasi pengembangan sistem manajemen kepegawaian. Pasal 592 Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun klasifikasi jabatan dan standar penyelesaian pekerjaan. c. penyiapan bahan evaluasi. promosi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan sistem di bidang mutasi. dan kompensasi. b. . penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem mutasi. penyiapan bahan evaluasi. dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang klasifikasi jabatan. Seksi Pengembangan Sistem Pengukuran Kinerja. promosi. e. (2) Seksi Perancangan Pengukuran Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan uji coba rancang bangun sistem pengukuran kinerja pegawai serta asistensi. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan di bidang manajemen kepegawaian. dan kompensasi. dan Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. d. Promosi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Pengembangan Sistem Mutasi. Seksi Pengembangan Klasifikasi Jabatan. Subdirektorat Pengembangan Manajemen Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. d. dan rumah tangga direktorat. b. Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. Pasal 596 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai terdiri atas: a. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. c. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode serta evaluasi dan penyusunan laporan implementasi pengembangan kapasitas pegawai.176 Pasal 594 Subdirektorat Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis kriteria kompetensi pegawai. dan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai. analisis kriteria kompetensi pegawai. Pasal 598 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 597 (1) Seksi Analisis Kompetensi Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis kriteria. serta evaluasi dan penyusunan laporan. b. dan Seksi Pengembangan Kapasitas Pegawai. kearsipan. Seksi Analisis Kompetensi Pegawai. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan identifikasi kompetensi dan implementasi pengembangan kapasitas pegawai dengan berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan identifikasi kompetensi pegawai. penyiapan bahan perancangan dan pelaksanaan sarana dan metode pengembangan kapasitas pegawai. tata usaha.

Bagian Keempatbelas Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Pasal 599 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur. . c. dan e. serta evaluasi sistem informasi. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. d. b. e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. c. b. Pasal 602 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. Pasal 601 Direktorat Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi terdiri atas: a.177 (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Kompetensi Pegawai. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. standar. Subbagian Tata Usaha. Pasal 600 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur dan kriteria di bidang transformasi teknologi komunikasi dan informasi. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data.

Seksi Evaluasi Sistem Informasi. b. dan evaluasi sistem informasi. d. dan evaluasi konfigurasi basis data. penelitian. penelitian. perancangan. b. b. Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas. c.178 Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. (2) Seksi Analisis Konfigurasi dan Kapasitas mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. jaringan komunikasi data dan pengelolaan basis data dan data spasial. . dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Seksi Evaluasi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sistem informasi. perancangan sistem dan prosedur perpajakan. instalasi konfigurasi basis data. Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras menyelenggarakan fungsi: a. identifikasi dan perancangan sistem dan prosedur perpajakan. c. Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan. (3) Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan analisis dan identifikasi keamanan infrastruktur sistem dan jaringan komunikasi data. Pasal 607 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. Seksi Analisis Jaringan Komunikasi Data. Pasal 606 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras mempunyai tugas melaksanakan analisis. instalasi. Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 605 (1) Seksi Perancangan Sistem dan Prosedur Perpajakan mempunyai tugas melakukan analisis. perencanaan. perencanaan. analisis konfigurasi dan kapasitas infrastruktur teknologi informasi. perencanaan. Pasal 604 Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi terdiri atas : a. perancangan. perancangan. analisis keamanan sistem dan jaringan komunikasi data. instalasi. dan evaluasi jaringan komunikasi data.

perancangan. (3) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data. dan penyusunan prosedur operasional sistem informasi dan aplikasi. aplikasi informasi geografis. dan evaluasi jaringan komunikasi data. instalasi. Pasal 608 Subdirektorat Pengembangan Perangkat Keras terdiri atas: a. dan evaluasi konfigurasi basis data. Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data. Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis. dan aplikasi informasi dan pelaporan serta penyusunan prosedur operasional. dan aplikasi informasi dan pelaporan. instalasi. (2) Seksi Pengembangan Jaringan Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penelitian. b.179 c. Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan. b. penelitian. perencanaan. perancangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan Seksi Pengelolaan Data Spasial. Pasal 609 (1) Seksi Pengembangan Konfigurasi Basis Data mempunyai tugas melakukan penelitian. (4) Seksi Pengelolaan Data Spasial mempunyai tugas melakukan pengelolaan data spasial. dan evaluasi aplikasi perpajakan. Pasal 610 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. dan pengelolaan data spasial. aplikasi informasi geografis. d. pengelolaan basis data. d. instalasi aplikasi perpajakan. Pasal 611 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. c. perencanaan perancangan. Pasal 612 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. instalasi. perencanaan. Seksi Pengelolaan Basis Data. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. .

pengembangan. Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan. Pasal 614 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. serta administrasi program aplikasi. dan rumah tangga Direktorat. tata usaha. d. kearsipan. Bagian Kelimabelas Direktorat Transformasi Proses Bisnis Pasal 615 Direktorat Transformasi Proses Bisnis mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi proses bisnis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Direktorat Transformasi Proses Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Penyusunan Prosedur Operasional. b. (4) Seksi Penyusunan Prosedur Operasional mempunyai tugas melakukan penyusunan prosedur kerja yang berhubungan dengan operasional di bidang teknologi informasi dan buku petunjuk penggunaan sistem informasi dan aplikasi. dan instalasi aplikasi informasi geografis. pengembangan. Pasal 613 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan pembuatan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis.180 c. dan instalasi aplikasi informasi dan pelaporan. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi Geografis mempunyai tugas melakukan pembuatan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi. pengembangan. serta administrasi program aplikasi. dan instalasi aplikasi perpajakan dan aplikasi pendukung. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi proses bisnis. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. serta administrasi program aplikasi. (3) Seksi Pengembangan Aplikasi Informasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembuatan.

dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. penyiapan penyusunan norma. pengkajian pengembangan konsep penyuluhan. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian. penyusunan strategi. Pasal 618 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan. d. e. Pasal 617 Direktorat Transformasi Proses Bisnis terdiri atas: a. perancangan. b. dan e. c. g. . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Penyuluhan II. dan b. penyiapan. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. f. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi proses bisnis. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penyuluhan. Pasal 619 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Seksi Pengembangan Penyuluhan I. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penyuluhan. prosedur dan kriteria di bidang transformasi proses bisnis. perancangan. Subdirektorat Manajemen Transformasi. pengkajian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 620 Subdirektorat Pengembangan Penyuluhan terdiri atas: a.181 c. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. penyiapan bahan penyusunan strategi. standar.

penyiapan bahan penyusunan strategi. pelaksanaan uji coba konsep. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. . dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan tidak langsung. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pelayanan. pelaksanaan uji coba konsep. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat otomasi. pelaksanaan uji coba konsep. (2) Seksi Pengembangan Pelayanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. b. penyiapan. perancangan. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. b. Subdirektorat Pengembangan Pelayanan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Pelayanan I. dan evaluasi implementasi pengembangan penyuluhan langsung. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. perancangan. Pasal 622 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pelayanan. perancangan. dan Seksi Pengembangan Pelayanan II. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan pelayanan yang bersifat non otomasi. Pasal 623 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622.182 Pasal 621 (1) Seksi Pengembangan Penyuluhan I mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Pelayanan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 625 (1) Seksi Pengembangan Pelayanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan strategi. (2) Seksi Pengembangan Penyuluhan II mempunyai tugas melakukan pengkajian.

penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang intelijen dan penyidikan. perancangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang pengawasan. Pasal 630 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. pelaksanaan uji coba konsep.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. perancangan. penyiapan. pelaksanaan uji coba konsep. b. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. dan evaluasi implementasi pengembangan penegakan hukum di bidang pemeriksaan dan penagihan. pelaksanaan uji coba konsep. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang penegakan hukum. (2) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II mempunyai tugas melakukan pengkajian. perancangan. Pasal 627 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. pendataan. dan Seksi Pengembangan Penegakan Hukum II. pelaksanaan uji coba konsep. Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. b. perancangan. . Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I.183 Pasal 626 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan penilaian. Pasal 629 (1) Seksi Pengembangan Penegakan Hukum I mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 628 Subdirektorat Pengembangan Penegakan Hukum terdiri atas: a. penyusunan strategi. pengkajian pengembangan konsep penegakan hukum. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi dan di bidang pemetaan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep penegakan hukum. penyusunan strategi. penyiapan.

pelaksanaan uji coba konsep.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan uji coba konsep. Seksi Pengembangan Ekstensifikasi. pemetaan. dan evaluasi implementasi pengembangan pemetaan. penyiapan bahan penyusunan strategi. . pendataan. perancangan. perancangan.184 Pasal 631 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. perancangan. Pasal 634 Subdirektorat Manajemen Transformasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pemutakhiran rencana. koordinasi manajemen perubahan. b. pendataan. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep ekstensifikasi. b. dan penilaian. penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. perancangan. Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. penyiapan bahan penyusunan strategi. d. dan Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian. (2) Seksi Pengembangan Pemetaan dan Penilaian mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan evaluasi implementasi pengembangan ekstensifikasi penilaian. dan pelaksanaan uji coba pengembangan konsep pemetaan. dan evaluasi implementasi pengembangan di bidang ekstensifikasi. dan penilaian. penyiapan bahan penyusunan strategi. Pasal 632 Subdirektorat Pengembangan Ekstensifikasi dan Penilaian terdiri atas: a. pengkajian pengembangan konsep Ekstensifikasi dan Penilaian. dan penilaian. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. c. Pasal 633 (1) Seksi Pengembangan Ekstensifikasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. analisis risiko. pendataan.

(2) Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan serta koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan. tata usaha. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. serta koordinasi manajemen perubahan. Pasal 636 Subdirektorat Manajemen Transformasi terdiri atas: a. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pelayanan. analisis risiko. . Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan. penyiapan bahan pelaksananaan koordinasi manajemen perubahan. kearsipan. c. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. dan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penjaminan kualitas (quality assurance) pengembangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .185 Pasal 635 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634. analisis risiko. dan pengawasan pelaksanaan pengembangan. dan Seksi Manajemen Proses dan Penjaminan Kualitas Pengembangan. b. Pasal 637 (1) Seksi Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Perubahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran rencana. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subdirektorat Manajemen Transformasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran spesifikasi pengembangan. d.

Pasal 640 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.186 Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 639 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

dan e. f. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. b. g. e. pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai. b. Direktorat Fasilitas Kepabeanan. penyusunan norma.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. Direktorat Kepabeanan Internasional.187 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 641 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 642 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641. Direktorat Cukai. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai. dan i. h. perumusan kebijakan di bidang kepabeanan dan cukai. Direktorat Penindakan dan Penyidikan. d. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan dan cukai. Sekretariat Direktorat Jenderal. . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 643 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdiri atas: a. Direktorat Teknis Kepabeanan. d. Direktorat Audit. c.

b. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. c. d. . analisa jabatan. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. b. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. dan dokumentasi direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pengembangan kinerja organisasi. penataan organisasi. Bagian Perlengkapan. kearsipan. c. dan penyusunan jabatan fungsional. Bagian Keuangan. analisa beban kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan d.188 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 644 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 647 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. dan f. ketatalaksanaan. dan pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. e. kepegawaian dan keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. pelaksanaan tata usaha. Pasal 646 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Umum. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi peringkat jabatan. Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Tata Laksana II. analisis jabatan. dan penyusunan jabatan fungsional. pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 649 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan pakaian dinas. dan evaluasi peringkat jabatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengembangan jabatan fungsional di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi peringkat jabatan. c. monitoring sistem dan evaluasi prosedur kerja. tata naskah persuratan dinas. Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai. implementasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan standar norma waktu. Subbagian Organisasi. dan d. penelaahan dan evaluasi jabatan. Pasal 650 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan monitoring organisasi. prosedur kerja. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan pelaksanaannya.189 b. (4) Subbagian Pengembangan Profesi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pedoman. c. dan penyusunan prosedur standar operasi serta evaluasi d. . (3) Subbagian Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis beban kerja. standard norma waktu dan pengembangan pelayanan publik Direktorat Jenderal. pengkajian. Pasal 651 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. standar beban kerja dan monitoring sistem dan prosedur kerja. penyusunan uraian jabatan. (2) Subbagian Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan kebijakan dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana I. b.

kepangkatan. Pasal 654 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. penempatan. formasi dan pengadaan pegawai. dan dokumentasi kepegawaian. Subbagian Mutasi Kepegawaian. dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Umum Kepegawaian. dan dokumentasi kepegawaian. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. penggajian. dan mutasi kepegawaian lainnya. penyiapan rencana kebutuhan dan penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. c. formasi dan pengadaan pegawai. ujian jabatan. serta pelaksanaan urusan pemberian penghargaan. b. kepangkatan. dan d. pendataan pegawai. Pasal 655 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pendataan hasil pendidikan dan pelatihan. pemindahan. pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. dan d. penindakan. pendataan pegawai. b. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta melaksanakan urusan pemberian penghargaan.190 Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. penindakan. cuti. dan penjatuhan hukuman disiplin. dan penjatuhan hukuman disiplin. . pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan tata usaha. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . cuti. Subbagian Pemberhentian dan Pemensiunan Pegawai. Pasal 653 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan perencanaan. penempatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. c. pemindahan. penggajian.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran.191 Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. c. Pasal 657 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Pasal 659 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan Direktorat Jenderal. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Gaji. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 658 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan. dan d. melakukan urusan gaji dan tunjangan pegawai. Subbagian Penyusunan Anggaran. dan d. c. penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. .

pengetikan. dan rumah tangga kantor pusat Direktorat Jenderal. dan c. pemeliharaan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. b. dan kearsipan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi. penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. serta pelaksanaan. Pasal 661 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penghapusan perlengkapan. Pasal 662 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan urusan pengadaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 664 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan c. kearsipan. penggandaan. b. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. . Pasal 663 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Pengadaan. prasarana kantor serta pakaian dinas seragam pegawai. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. penyiapan dokumen. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa sarana. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan dokumen. pemeliharaan. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi penyimpanan dan distribusi perlengkapan.192 Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. distribusi. b. serta pelaksanaan. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. dan penghapusan perlengkapan.

pelaksanaan kesejahteraan. Bagian Keempat Direktorat Teknis Kepabeanan Pasal 667 Direktorat Teknis Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang teknis kepabeanan. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. b.193 c. d. dan rumah dinas kantor pusat. serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor pusat Direktorat Jenderal. dan d. c. distribusi dan kearsipan Direktorat Jenderal. akomodasi. pengetikan. pemeliharaan sarana. Pasal 665 Bagian Umum terdiri atas: a. dan akomodasi Direktur Jenderal. dan akomodasi Direktur Jenderal. Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal. penggandaan. Subbagian Rumah Tangga. poliklinik dan rumah dinas. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. Pasal 666 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai tugas urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan. keprotokolan. dan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas Sekretariat Direktorat Jenderal. protokol. serta pengelolaan Pungutan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset kantor pusat Direktorat Jenderal. poliklinik. dan e. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. pengamanan kantor.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengamanan kantor. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Kesejahteraan. . (4) Subbagian Tata Usaha Direktur Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean serta pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Subdirektorat Impor. d. barang tidak dikuasai. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Ekspor. tempat penimbunan pabean. Subdirektorat Klasifikasi Barang. b. standardisasi dan bimbingan teknis. barang dikuasai negara. c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Kelompok Jabatan Fungsional. standar. standardisasi dan bimbingan teknis. e. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. b. Pasal 671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 670. dan f. standardisasi dan bimbingan teknis. c. Subbagian Tata Usaha. dan barang milik negara. dan e. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Impor menyelenggarakan fungsi: a.194 Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. Subdirektorat Nilai Pabean. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis kepabeanan. prosedur dan kriteria di bidang teknis kepabeanan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. Pasal 670 Subdirektorat Impor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 669 Direktorat Teknis Kepabeanan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. Direktorat Teknis Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Impor II. standardisasi dan bimbingan teknis. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. Subdirektorat Ekspor menyelenggarakan fungsi: a. dan d. (2) Seksi Penangguhan Bea Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang dikuasai negara. Seksi Impor I. dan b. Pasal 673 (1) Seksi Impor I dan Seksi Impor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan barang milik negara.195 Pasal 672 Subdirektorat Impor terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak dikenakan bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. . dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor dan bea keluar. standardisasi dan bimbingan teknis. b. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang tidak dikuasai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penangguhan pembayaran bea masuk. Pasal 675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674. Seksi Penangguhan Bea Masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor sesuai dengan pembagian tugas yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Tempat Penimbunan Sementara dan Tempat Penimbunan Pabean. Pasal 674 Subdirektorat Ekspor mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tempat penimbunan sementara. tempat penimbunan pabean.

dan tarif bea keluar. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. dan b. Seksi Ekspor I. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Klasifikasi II. (3) Seksi Ekspor III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. profil komoditi. Seksi Ekspor III. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .196 Pasal 676 Subdirektorat Ekspor terdiri atas: a. tarif bea masuk pembalasan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan tarif bea masuk. Pasal 677 (1) Seksi Ekspor I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Ekspor II. Pasal 680 Subdirektorat Klasifikasi Barang terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. Pasal 678 Subdirektorat Klasifikasi Barang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang tidak diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. Subdirektorat Klasifikasi Barang menyelenggarakan fungsi: a. profil komoditi. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Ekspor II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. tarif bea masuk pembalasan. Seksi Klasifikasi I. penyiapan bahan pelaksanaan penetapan klasifikasi barang. b. standardisasi dan bimbingan teknis. . tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang diatur tata niaga dan tidak dikenakan bea keluar. dan tarif bea keluar. dan evaluasi pelaksanaan di bidang ekspor komoditi yang dikenakan bea keluar. b.

tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. (4) Seksi Klasifikasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pengamanan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. (2) Seksi Klasifikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. dan d. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan. (3) Seksi Klasifikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. tarif bea masuk pengamanan. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. standardisasi dan bimbingan teknis. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. .197 c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang identifikasi dan klasifikasi barang. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk. tarif bea masuk pembalasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. Seksi Klasifikasi III. dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. tarif bea masuk. tarif bea masuk pengamanan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar serta penyiapan bahan pelaksanaan penetapan di bidang klasifikasi barang. tarif bea masuk pengamanan. Seksi Klasifikasi IV. tarif bea masuk anti dumping/imbalan. Pasal 681 (1) Seksi Klasifikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. tarif bea masuk pembalasan dan tarif bea keluar atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VIII sampai dengan Bagian XII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. (3) Seksi Nilai Pabean III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. dan data harga. . Pasal 685 (1) Seksi Nilai Pabean I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 683 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 682. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. b. Subdirektorat Nilai Pabean menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. dan b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean dan data harga. Seksi Nilai Pabean III. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 1 sampai dengan Bab 40 (Bagian I sampai dengan Bagian VII) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. (2) Seksi Nilai Pabean II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Nilai Pabean IV. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 68 sampai dengan Bab 83 (Bagian XIII sampai dengan Bagian XV ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. dan d. Pasal 684 Subdirektorat Nilai Pabean terdiri atas: a. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga atas barang yang termasuk dalam Bab 41 sampai dengan Bab 67 (Bagian VII sampai dengan Bagian XII ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Seksi Nilai Pabean II. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Nilai Pabean I.198 Pasal 682 Subdirektorat Nilai Pabean mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang nilai pabean. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Nilai Pabean. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan. profil komoditi dan data harga serta penyiapan bahan pelaksanaan penyusunan dan pemutakhiran profil komoditi dan data harga harga atas barang yang termasuk dalam Bab 84 sampai dengan Bab 97 (Bagian XVI sampai dengan Bagian XXI ) Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Bagian Kelima Direktorat Fasilitas Kepabeanan Pasal 687 Direktorat Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang fasilitas kepabeanan. d. Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kepabeanan. c.199 (4) Seksi Nilai Pabean IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kepabeanan. standar. b. Pasal 689 Direktorat Fasilitas Kepabeanan terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. rumah tangga. Subdirektorat Pembebasan. . standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 686 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. prosedur dan kriteria di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. d. b. kearsipan. dan e. Direktorat Fasilitas Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. dan e.

barang yang mengalami kerusakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. barang keperluan olahraga. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. . atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai. buku ilmu pengetahuan. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. penurunan mutu. peternakan atau perikanan. barang contoh. dan d. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri.200 Pasal 690 Subdirektorat Pembebasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. peralatan pencegahan pencemaran lingkungan. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang untuk keperluan badan internasional. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. pengelompokan darah dan penjenisan jaringan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. amal. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. bahan terapi manusia. serta barang pribadi penumpang. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 690. standardisasi dan bimbingan teknis. pelintas batas dan barang kiriman. awak sarana pengangkut. standardisasi dan bimbingan teknis. barang pindahan. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. serta barang keperluan proyek pemerintah. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk. Subdirektorat Pembebasan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. standardisasi dan bimbingan teknis. b. pengerjaan dan pengujian. kemusnahan. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. sosial. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing.

buku ilmu pengetahuan. bibit dan benih untuk pembangunan dan pengembangan industri pertanian. barang keperluan olahraga serta barang keperluan proyek pemerintah. dan barang kiriman. peternakan atau perikanan. barang yang telah diekspor kemudian diimpor kembali dalam kualitas yang sama. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. awak sarana pengangkut. bahan terapi manusia. (3) Seksi Pembebasan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang pribadi penumpang. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. standardisasi dan bimbingan teknis. sosial. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang perwakilan negara asing. barang dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan barang bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. Seksi Pembebasan I. obat-obatan yang menggunakan anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat. Pasal 693 (1) Seksi Pembebasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang keperluan khusus kaum tuna netra dan penyandang cacat. (4) Seksi Pembebasan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelompokan darah. Seksi Pembebasan III. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan untuk pembangunan dan pengembangan industri. dan Seksi Pembebasan IV. pengerjaan dan pengujian. dan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk lainnya. mesin untuk pembangunan dan pengembangan industri. barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. barang yang mengalami kerusakan. d. (2) Seksi Pembebasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penurunan mutu. c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan atau keringanan bea masuk barang dan bahan dalam rangka penanaman modal. kebun binatang dan tempat lain yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasi alam.201 Pasal 692 Subdirektorat Pembebasan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pembebasan bea masuk barang keperluan museum. pelintas batas. barang untuk keperluan badan internasional. dan penjenisan jaringan. b. barang pindahan. hasil laut yang ditangkap dengan sarana penangkap yang berizin. barang contoh. barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum. kemusnahan. barang keperluan pertahanan dan keamanan negara. standardisasi dan bimbingan teknis. . Seksi Pembebasan II. kebudayaan atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam. barang yang telah diekspor untuk perbaikan. peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. amal. atau penyusutan volume atau berat karena alamiah antara saat diangkut dan saat diberikan persetujuan impor untuk dipakai.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Fasilitas Aneka Tambang. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan di bidang kemudahan impor tujuan ekspor dan tempat penimbunan berikat.202 Pasal 694 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 695 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . dan b. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. (2) Seksi Fasilitas Aneka Tambang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitas Pertambangan terdiri atas: a. Subdirektorat Fasilitas Pertambangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 698 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan selain minyak dan gas bumi. Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi. serta pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang tempat penimbunan berikat. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. Pasal 697 (1) Seksi Fasilitas Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk di bidang pertambangan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaksanaan fasilitas kepabeanan di bidang pertambangan.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Tempat Penimbunan Berikat II. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. (2) Seksi Tempat Penimbunan Berikat I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. toko bebas bea dan entrepot untuk tujuan pameran. . standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat dan tempat lelang berikat. dan tempat lelang berikat. dan c. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat.203 Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. Pasal 701 (1) Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. b. (3) Seksi Tempat Penimbunan Berikat II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang kawasan berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 700 Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pembebasan dan/atau pengembalian bea masuk dalam rangka kemudahan impor tujuan ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. tempat daur ulang berikat. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pemberian perijinan dan fasilitas di bidang gudang berikat. dan c. Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Tempat Penimbunan Berikat menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Tempat Penimbunan Berikat I.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pembebasan.204 Pasal 702 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan perumusan kebijakan di bidang cukai. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. Pasal 705 Direktorat Cukai terdiri atas: a. b. d. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rumah tangga dan kepegawaian. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang cukai. dan e. Subdirektorat Aneka Cukai. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. standar. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Cukai menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang cukai. Bagian Keenam Direktorat Cukai Pasal 703 Direktorat Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang cukai. b. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. d. c. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. . c. prosedur dan kriteria di bidang cukai.

dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai dan pemberian fasilitas di bidang cukai hasil tembakau. Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. Pasal 708 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau terdiri atas: a. ekspor. Pasal 709 (1) Seksi Cukai Hasil Tembakau I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang tarif cukai. pemasukan. b. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Cukai Hasil Tembakau III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. produksi. pemasukan. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau. Seksi Cukai Hasil Tembakau II. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai hasil tembakau. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. . harga dasar. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. Seksi Cukai Hasil Tembakau I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang impor. ekspor. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. ekspor. Seksi Cukai Hasil Tembakau III. harga dasar. pengangkutan dan pengeluaran hasil tembakau.205 Pasal 706 Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Cukai Hasil Tembakau II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemantauan perkembangan harga pasar dan produksi hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas cukai hasil tembakau. standardisasi dan bimbingan teknis. impor. dan c.

dan c. pemantauan perkembangan harga pasar. standardisasi dan bimbingan teknis.206 Pasal 710 Subdirektorat Aneka Cukai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 713 (1) Seksi Aneka Cukai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. b. perkembangan harga pasar dalam rangka intensifikasi cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang cukai etil alkohol. (2) Seksi Aneka Cukai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan pengkajian tarif cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. ekspor. pemantauan perkembangan harga pasar. pemasukan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Aneka Cukai III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. harga dasar. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. ekspor. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. Seksi Aneka Cukai I. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. pengangkutan dan pengeluaran aneka cukai. Pasal 712 Subdirektorat Aneka Cukai terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perijinan dan fasilitas aneka cukai. dan evaluasi pelaksanaan di bidang impor. pemberian fasilitas di bidang Aneka Cukai serta penambahan dan pengurangan jenis Barang Kena Cukai. Seksi Aneka Cukai III. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. produksi aneka cukai dan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai. impor. pemasukan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang tarif cukai. Seksi Aneka Cukai II. ekspor. minuman mengandung etil alkohol dan Barang Kena Cukai lainnya. . harga dasar. produksi. Subdirektorat Aneka Cukai menyelenggarakan fungsi: a. harga dasar.

pendistribusian. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 717 (1) Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. serta pelaksanaan urusan penyediaan. Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian dan pengembalian pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan penyimpanan. dan c. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Seksi Penyediaan Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. (3) Seksi Pengembalian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 714. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. Pasal 716 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya terdiri atas: a.207 Pasal 714 Subdirektorat Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pendistribusian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Penyimpanan dan Pendistribusian Pita Cukai dan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya. . penyimpanan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan pita cukai dan tanda pelunasan cukai lainnya.

pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Bagian Ketujuh Direktorat Penindakan Dan Penyidikan Pasal 719 Direktorat Penindakan dan Penyidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. dan g. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. d. b. c. Pasal 721 Direktorat Penindakan dan Penyidikan terdiri atas: a. Direktorat Penindakan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau. Subbagian Tata Usaha. c. f. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. prosedur dan kriteria di bidang penindakan dan penyidikan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Sarana Operasi. Kelompok Jabatan Fungsional. d.208 Pasal 718 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penindakan. e. b. Pasal 720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 719. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. kearsipan. Subdirektorat Narkotika. Subdirektorat Intelijen. Subdirektorat Penyidikan. standar. .

Seksi Intelijen II. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas negara. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pangkalan Data Intelijen. (2) Seksi Intelijen II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen kepabeanan dan cukai. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Seksi Intelijen III. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. dan d. Seksi Intelijen I. Pasal 725 (1) Seksi Intelijen I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor dan ekspor. Subdirektorat Intelijen menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Pasal 724 Subdirektorat Intelijen terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.209 Pasal 722 Subdirektorat Intelijen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. b. barang hasil pelanggaran HAKI. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 728 Subdirektorat Penindakan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan pangkalan data intelijen dan profil dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Pasal 726 Subdirektorat Penindakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c.210 (3) Seksi Intelijen III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan I. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. Seksi Penindakan II. Subdirektorat Penindakan menyelenggarakan fungsi: a. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. b. (4) Seksi Pangkalan Data Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang larangan dan pembatasan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen dalam rangka pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang barang larangan dan pembatasan. . b. barang hasil pelanggaran HAKI. Pasal 727 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penindakan III.

. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. barang yang terkait terorisme dan/atau kejahatan lintas Negara. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang ekspor. barang hasil pelanggaran HAKI. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang impor. prekursor. evaluasi dan pelaksanaan di bidang patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan cukai. dan c. Pasal 731 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. serta perencanaan dan pengelolaan dukungan operasi narkotika. (3) Seksi Penindakan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundangundangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. (2) Seksi Penindakan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. barang larangan dan pembatasan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Dukungan Operasi Narkotika. patroli dan operasi di bidang prekursor. psikotropika dan prekursor. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan sarana operasi di bidang narkotika. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Narkotika dan Psikotropika. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Prekursor. Subdirektorat Narkotika menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 730 Subdirektorat Narkotika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. patroli dan operasi di bidang Narkotika dan Psikotropika.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .211 Pasal 729 (1) Seksi Penindakan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. b. b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. Pasal 732 Subdirektorat Narkotika terdiri atas: a.

. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika dan psikotropika. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. patroli dan operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang prekursor. psikotropika. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. barang bukti. (3) Seksi Dukungan Operasi Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan barang hasil penindakan. Pasal 735 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai.212 Pasal 733 (1) Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pemeliharaan dan pengelolaan sarana operasi dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan di bidang narkotika. evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Subdirektorat Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Prekursor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang urusan tempat tahanan. evaluasi dan pelaksanaan intelijen. serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. d. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 734 Subdirektorat Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan prekursor.

serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana kepabeanan. uang ganjaran serta penatausahaan data pelanggaran dan data penyelesaian pelanggaran peraturan perundang-undangan kepabeanan dan cukai. Pasal 737 (1) Seksi Penyidikan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Barang Hasil Penindakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Penyidikan I. Pasal 738 Subdirektorat Sarana Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Barang Hasil Penindakan. b. Seksi Tempat Tahanan. c. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 739 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penyidikan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (4) Seksi Tempat Tahanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. . pengelolaan cabang rumah tahanan. serta urusan tata usaha cabang rumah tahanan. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana kepabeanan. Subdirektorat Sarana Operasi menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. pemeliharaan keamanan.213 Pasal 736 Subdirektorat Penyidikan terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan dan pemeliharaan sarana operasi. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan urusan barang hasil penindakan. barang bukti. Seksi Penyidikan II. evaluasi dan pelaksanaan pelayanan tahanan. dan d. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pengenaan sanksi administrasi dan penyidikan tindak pidana di bidang cukai serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana di bidang cukai.

urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan perkapalan dan penerbangan bea dan cukai. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. (3) Seksi Sarana Operasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 741 (1) Seksi Sarana Operasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penginderaan. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. Seksi Sarana Operasi III. b. dan sarana operasi lainnya.214 b. dan c. pengumpulan data statistik lalu lintas berita. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Intelijen. penginderaan. dan c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan elektronika. sarana operasi narkotika dan psikotropika. Seksi Sarana Operasi II. serta pemeliharaan persenjataan dan sarana operasi lainnya. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan dan pemeliharaan persenjataan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . (2) Seksi Sarana Operasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penyediaan persenjataan. Pasal 742 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. kearsipan. urusan perizinan dan operasional komunikasi radio. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 740 Subdirektorat Sarana Operasi terdiri atas: a. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. sarana operasi narkotika dan psikotropika. Seksi Sarana Operasi I. serta pengelolaan stasiun radio kantor pusat Direktorat Jenderal. dan sarana operasi lainnya.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang audit kepabeanan dan cukai. d. c.215 Bagian Kedelapan Direktorat Audit Pasal 743 Direktorat Audit mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang audit kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Evaluasi Audit. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Pelaksanaan Audit. penyiapan perumusan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. Pasal 745 Direktorat Audit terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. c. d. b. standar. dan e. b. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaksanaan di bidang perencanaan audit. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. dan e. prosedur dan kriteria di bidang audit kepabeanan dan cukai. Direktorat Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 746 Subdirektorat Perencanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang audit kepabeanan dan cukai. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Perencanaan Audit. Subbagian Tata Usaha.

b. dan c. Subdirektorat Perencanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. . Seksi Perencanaan Audit III. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Seksi Perencanaan Audit II. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data.216 Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. serta perencanaan audit di bidang impor dan ekspor. Pasal 749 (1) Seksi Perencanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. Seksi Perencanaan Audit I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta perencanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Pasal 750 Subdirektorat Pelaksanaan Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Perencanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan data. serta perencanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. serta perencanaan audit di bidang cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 748 Subdirektorat Perencanaan Audit terdiri atas: a. (2) Seksi Perencanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Pelaksanaan Audit I. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Audit III. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang fasilitas kepabeanan. Subdirektorat Pelaksanaan Audit menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 753 (1) Seksi Pelaksanaan Audit I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 754 Subdirektorat Evaluasi Audit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.217 Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. (3) Seksi Pelaksanaan Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang cukai. b. . (2) Seksi Pelaksanaan Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 752 Subdirektorat Pelaksanaan Audit terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. dan c. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. Seksi Pelaksanaan Audit II. evaluasi dan pelaksanaan audit di bidang impor dan ekspor. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.

standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan. Seksi Evaluasi Hasil Audit I. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit di bidang cukai. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. (3) Seksi Evaluasi Hasil Audit III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. b. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 758 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . Seksi Evaluasi Hasil Audit II. b. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c.218 Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. Pasal 757 (1) Seksi Evaluasi Hasil Audit I mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Hasil Audit III. kearsipan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Evaluasi Hasil Audit II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Audit. Pasal 756 Subdirektorat Evaluasi Audit terdiri atas: a. Subdirektorat Evaluasi Audit menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang impor dan ekspor. dan evaluasi hasil pelaksanaan audit kepabeanan di bidang fasilitas kepabeanan.

e. Subbagian Tata Usaha. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 762. b. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d.219 Bagian Kesembilan Direktorat Kepabeanan Internasional Pasal 759 Direktorat Kepabeanan Internasional mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan internasional. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Kerja Sama Multilateral. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. b. c. c. Pasal 761 Direktorat Kepabeanan Internasional terdiri atas: a. Subdirektorat Kerja Sama Regional. d. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standar. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 762 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. . serta pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. Direktorat Kepabeanan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan internasional. dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kepabeanan internasional. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. prosedur dan kriteria di bidang kepabeanan internasional.

evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. c. . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Multilateral I. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WTO. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. Seksi Kerja Sama Multilateral II. standardisasi dan bimbingan teknis. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 765 (1) Seksi Kerja Sama Multilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral. Pasal 766 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis.220 b. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan WCO. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 764 Subdirektorat Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Kerja Sama Multilateral III. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis multilateral di bidang kepabeanan. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama multilateral.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain WCO dan WTO.

. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. Subdirektorat Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 769 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Kerja Sama Bilateral III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Asia dan Afrika. Seksi Kerja Sama Bilateral II. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. Seksi Kerja Sama Bilateral I. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Eropa dan Amerika. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika. Seksi Kerja Sama Bilateral III. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika.221 Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negaranegara di kawasan Australia dan Pasifik. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis bilateral di bidang kepabeanan. Pasal 768 Subdirektorat Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama bilateral. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan dengan negara-negara di kawasan Australia dan Pasifik.

Seksi Kerja Sama Regional I. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. c. pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN.222 Pasal 770 Subdirektorat Kerja Sama Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 773 (1) Seksi Kerja Sama Regional I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Pasal 772 Subdirektorat Kerja Sama Regional terdiri atas: a. . standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Kerja Sama Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Regional III. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan ASEAN. penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Regional II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Kerja Sama Regional II. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan APEC. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. serta pelaksanaan kerja sama teknis di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. serta penyiapan bahan pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan. b. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional.

c.223 (3) Seksi Kerja Sama Regional III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. standar. Bagian Kesepuluh Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Pasal 775 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Penerimaan. b. kearsipan. kepegawaian dan protokoler. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan pelaksanaan kerja sama regional. Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan. dan e. penyiapan penyusunan norma. b. serta pelaksanaan kerja sama teknis regional di bidang kepabeanan yang berhubungan dengan selain ASEAN dan APEC. d. . standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Regional. prosedur dan kriteria di bidang penerimaan dan peraturan kepabeanan dan cukai. Pasal 777 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas direktorat. rumah tangga. Pasal 774 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum.

dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Pasal 781 (1) Seksi Pemantauan Penerimaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. cukai. cukai. Seksi Pemantauan Penerimaan. dan b. cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kelompok Jabatan Fungsional. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. standardisasi dan bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. cukai. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. (2) Seksi Penagihan dan Pengembalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 778 Subdirektorat Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. dan b. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan bea masuk. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. Subdirektorat Keberatan dan Banding. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penagihan serta pengembalian atas pungutan bea masuk. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 778. Seksi Penagihan dan Pengembalian. Pasal 780 Subdirektorat Penerimaan terdiri atas: a. . standardisasi dan bimbingan teknis.224 d. dan pungutan negara lainnya yang dipungut Direktorat Jenderal. dan evaluasi pelaksanaan di bidang penagihan dan pengembalian bea masuk. dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelaporan penerimaan. e. standardisasi dan bimbingan teknis. dan f. cukai. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Subdirektorat Penerimaan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis.

. Pasal 785 (1) Seksi Peraturan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya. dan c. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. b. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. dan c. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 783 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang cukai dan peraturan lainnya. (2) Seksi Peraturan Cukai dan Peraturan Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Peraturan Kepabeanan.225 Pasal 782 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. Pasal 784 Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. serta pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. evaluasi dan pelaksanaan di bidang penelaahan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi dan rekomendasi penyempurnaan rancangan dan/atau pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. standardisasi dan bimbingan teknis.

evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 788 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. analisis berita. dan opini publik. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. . penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan opini publik. Seksi Hubungan Masyarakat. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. serta menyelenggarakan desk informasi dan call center. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. publikasi dan dokumentasi kepabeanan dan cukai. hubungan media. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c. b. evaluasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. komunikasi publik. b. hubungan media. analisis berita. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 786. dan c. evaluasi dan pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap masalah hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. pengelolaan situs internet. dan pengelolaan berita. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. museum. Pasal 789 (1) Seksi Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 786 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. komunikasi publik. penyuluhan dan layanan informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang hubungan media. standardisasi dan bimbingan teknis.226 (3) Seksi Bantuan Hukum Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. perpustakaan.

evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Keberatan dan Banding II.227 (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengelolaan situs internet. Pasal 791 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 790 Subdirektorat Keberatan dan Banding mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. pelaksanaan urusan banding. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean. evaluasi dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. Pasal 793 (1) Seksi Keberatan dan Banding I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan urusan banding. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pelaksanaan urusan banding. dan selain tarif dan/atau nilai pabean. sanksi administrasi di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Keberatan dan Banding I. . (2) Seksi Keberatan dan Banding II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. perpustakaan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan di bidang cukai. museum. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan nilai pabean. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 792 Subdirektorat Keberatan dan Banding terdiri atas: a. dan pengelolaan berita. standardisasi dan bimbingan teknis. dan b. dan d. Subdirektorat Keberatan dan Banding menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan penelitian atas keberatan terhadap penetapan klasifikasi barang dan pembebanan tarif serta nilai pabean dan pelaksanaan urusan banding.

Subdirektorat Registrasi Kepabeanan. d. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang informasi kepabeanan dan cukai. Subbagian Tata Usaha. d. b. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. standar. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi. e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai. penyiapan penyusunan norma. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. b. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi. Kelompok Jabatan Fungsional. f. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi kepabeanan dan cukai. c. dan e. kearsipan. Subdirektorat Manajemen Risiko.228 Pasal 794 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. . Pasal 797 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai terdiri atas: a. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi kepabeanan dan cukai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan. dan g. Bagian Kesebelas Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Pasal 795 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang informasi kepabeanan dan cukai.

Pasal 802 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. Pasal 801 (1) Seksi Pemantauan Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 799 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. evaluasi. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Subdirektorat Manajemen Risiko menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko di bidang kepabeanan dan cukai. Seksi Pemantauan Risiko. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 800 Subdirektorat Manajemen Risiko terdiri atas: a.229 Pasal 798 Subdirektorat Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan di bidang manajemen risiko kepabeanan dan cukai. b. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. . standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Seksi Pengendalian Risiko mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka pengendalian risiko di bidang kepabeanan dan cukai. evaluasi. Seksi Pengendalian Risiko. serta pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penentuan konteks dan identifikasi risiko di bidang kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan pelaksanaan registrasi kepabeanan.

evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi informasi dalam rangka otomasi sistem dan prosedur kepabeanan. b. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir.230 Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. (2) Seksi Registrasi Kepabeanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi selain importir dan eksportir. Pasal 804 Subdirektorat Registrasi Kepabeanan terdiri atas: a. b. . Pasal 805 (1) Seksi Registrasi Kepabeanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 806 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Registrasi Kepabeanan I. Seksi Registrasi Kepabeanan II. evaluasi dan pelaksanaan registrasi eksportir. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. (3) Seksi Registrasi Kepabeanan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Seksi Registrasi Kepabeanan III. Subdirektorat Registrasi Kepabeanan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan registrasi importir. cukai dan administrasi lainnya.

standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 809 (1) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. b. Seksi Otomasi Sistem Penyajian Data. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 808 Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Otomasi Sistem dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. c. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur di bidang cukai. c. (4) Seksi Otomasi Sistem Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan d. Seksi Otomasi Sistem Administrasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor dan ekspor. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem administrasi. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengembangan teknologi otomasi sistem dan prosedur penyajian data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Otomasi Sistem dan Prosedur Impor dan Ekspor.231 Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. .

Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemeliharaan Sistem. standardisasi dan bimbingan teknis. b. pengoperasian dan pemeliharaan sistem. penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. dan c. Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. Pasal 812 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi terdiri atas: a. standardisasi dan bimbingan teknis. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengoperasian dan pemeliharaan sarana otomasi. standardisasi dan bimbingan teknis. dan c. Pasal 813 (1) Seksi Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. pengendalian. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. .232 Pasal 810 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Sarana Otomasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. (2) Seksi Pemeliharaan Sistem mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. (3) Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan perencanaan sistem dan sarana otomasi. pengendalian dan pengoperasian sistem dan sarana otomasi Direktorat Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. pemeliharaan. standardisasi dan bimbingan teknis. standardisasi dan bimbingan teknis. pengendalian. pengendalian. b. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pemeliharaan Sarana Otomasi. evaluasi dan pelaksanaan penyediaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. pengoperasian dan pemeliharaan sistem.

penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. . dan b. pelayanan informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaporan Direktorat Jenderal. Pasal 818 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dinas. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan pengelolaan data kepabeanan dan cukai. dan pelaporan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. pelayanan informasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 816 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi terdiri atas: a. (2) Seksi Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. evaluasi dan pelaksanaan pengolahan dan penyajian data. Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan.233 Pasal 814 Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 817 (1) Seksi Pengelolaan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pelayanan Informasi. rumah tangga dan kepegawaian serta menyusun rencana strategik dan laporan akuntabilitas Direktorat. standardisasi dan bimbingan teknis. Seksi Pengelolaan Data. standardisasi dan bimbingan teknis. evaluasi dan pelaksanaan di bidang pengelolaan data kepabeanan dan cukai dalam rangka pelayanan informasi dan pelaporan kepabeanan dan cukai. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. dan b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data dan Pelayanan Informasi.

234 Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 819 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. Pasal 820 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. perumusan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. . Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 823 Direktorat Jenderal Perbendaharaan terdiri atas: a. e. Direktorat Transformasi Perbendaharaan. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbendaharaan negara. Direktorat Pelaksanaan Anggaran. Direktorat Sistem Manajemen Investasi. g.235 BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 821 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara. dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. d. Direktorat Sistem Perbendaharaan. f. c. Pasal 822 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 821. standar. b. prosedur. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. dan kriteria di bidang perbendaharaan negara. pelaksanaan kebijakan di bidang perbendaharaan negara. penyusunan norma. b. dan h.

penyusunan rencana strategis. f. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. Bagian Administrasi Kepegawaian. pengembangan organisasi dan kinerja. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. b. Bagian Pengembangan Pegawai. g. c. h. c. Bagian Keuangan. f. koordinasi penyusunan rencana kerja. d. rencana kinerja tahunan. e. pelaporan. b. e. pelaksanaan tata usaha. Pasal 826 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.236 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 824 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. pemantauan akuntabilitas kinerja. . dan dokumentasi direktorat jenderal. Bagian Umum. kearsipan. rencana strategik. d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. Pasal 827 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. koordinasi penyusunan peraturan. penyusunan pembakuan standar sarana dan prasarana kerja. dan keuangan. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. pelaksanaan pengembangan pegawai direktorat jenderal. Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

analisa dan evaluasi jabatan. f. e. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. laporan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan. dan Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyiapan. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan. b. penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. Subbagian Tata Laksana. dan pelaporan sistem akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. analisis dan evaluasi jabatan. Subbagian Organisasi.237 Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827. d. c. (3) Subbagian Pengembangan Kinerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan perencanaan. . Pasal 830 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan pengembangan organisasi. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal dan penyiapan bahan pembakuan sarana dan prasarana kerja. pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat. dan tatalaksana pelayanan publik. pemantauan. dan penyelenggaraan rapat pimpinan. dan pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal Pasal 829 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. evaluasi. b. koordinasi penyusunan peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan. serta melakukan analisis beban kerja dan pembakuan sarana dan prasarana kerja. pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal serta penyiapan dan penyelenggaraan rapat pimpinan. c. administrasi perkantoran. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.

dan penghargaan. c. Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha. penempatan. Pasal 834 (1) Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan assessment pegawai. b. (3) Subbagian Penegakan Disiplin dan Pemberhentian Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan penegakan disiplin dan pemberhentian pegawai serta penyiapan bahan-bahan pembinaan pegawai.238 (4) Subbagian Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja mempunyai tugas melakukan pengelolaan indikator kinerja utama (IKU) dan manajemen risiko lingkup Direktorat Jenderal. pengangkatan. Pasal 833 Bagian Administrasi Kepegawaian terdiri atas: a. penilaian kinerja pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. d. dan pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai serta pembinaan dan hukuman disiplin. penempatan. c. dan Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. . kepangkatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. dan penghargaan pegawai Direktorat Jenderal. melakukan pemantauan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan penyiapan bahan penelitian kebenaran pengaduan masyarakat serta pengendalian pelaksanaan tugas kantor vertikal. dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 831 Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal. statistik. b. kepangkatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penggajian dan pemindahan pegawai. pemindahan pegawai. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831. dokumentasi. Subbagian Analisis Kompetensi dan Kinerja Pegawai. formasi. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan formasi. pelaksanaan assessment pegawai. Bagian Administrasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. d.

b. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. Pasal 838 (1) Subbagian Pengembangan Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan identifikasi. statistik. cuti. Pasal 835 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan pegawai. c. ujian jabatan. sarana riset. dan pengelolaan basis data kompetensi. administrasi kepegawaian lainnya. menyaring calon peserta. penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 837 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. dan kepegawaian kantor pusat. Subbagian Pengembangan Kompetensi. pengembangan. dan mempersiapkan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. analisis. c. b. dan Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan. dan evaluasi kebutuhan metode pengembangan serta mengusulkan pendayagunaan kompetensi pegawai. pelaksanaan identifikasi. pemeringkatan. dan pendayagunaan kompetensi pegawai. (2) Subbagian Pengelolaan Program Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan dan melakukan seleksi calon peserta pendidikan dan pelatihan. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.239 (4) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan basis data pegawai. penyiapan usul penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan pegawai. dokumentasi. perencanaan kebutuhan. monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan. media informasi dan edukasi. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mengusulkan penyempurnaan. dan sarana pengembangan lainnya. pendayagunaan kompetensi pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelantikan. . evaluasi.

Pasal 841 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 842 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran Direktorat Jenderal serta penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran kantor pusat. c. d. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. perpustakaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Penyusunan Anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. sarana riset. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. . dan pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan surat perintah pembayaran atas dasar pendelegasian kewenangan dari Kepala Bagian Keuangan. dan sarana pengembangan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas pegawai. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.240 (3) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan basis data kompetensi serta riwayat pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan akuntansi pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal. c. Pasal 840 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839. Subbagian Perbendaharaan. mengelola media informasi dan edukasi. b. b. dan Subbagian Gaji dan Kesejahteraan. Pasal 839 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan Direktorat Jenderal. d.

dan Subbagian Perlengkapan. Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga. penyiapan dokumen. dan rumah tangga Kantor Pusat serta urusan perlengkapan. Pasal 846 (1) Subbagian Administrasi Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan suratmenyurat. kearsipan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. penyelenggaraan akuntansi barang serta penghapusan arsip dan barang inventaris. Pasal 845 Bagian Umum terdiri atas: a. b. kearsipan. c. pelaksanaan urusan perjalanan dinas. pelaksanaan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. (3) Subbagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengadaan. pemeliharaan. Subbagian Administrasi Persuratan.241 (4) Subbagian Gaji dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesejahteraan pegawai kantor pusat. penyimpanan dan distribusi barang persediaan. . inventarisasi. urusan dalam. c. distribusi. Pasal 843 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan kehumasan dan protokol. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. kehumasan. dan penggandaan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. d. serta urusan dalam. dan ekspedisi serta penghapusan arsip. pelaksanaan pengadaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan penyimpanan perlengkapan. kearsipan. b. dan pengelolaan kendaraan dinas kantor pusat. pelaksanaan. pelaksanaan urusan surat-menyurat. Pasal 844 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. dan tata usaha Bagian. penyiapan dokumen. dan penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. perjalanan dinas. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penggandaan. d.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. distribusi. d. inventarisasi Barang Milik Negara kantor pusat dan kantor vertikal. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran. b. Pasal 849 Direktorat Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran. standar. h. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I. b. Bagian Keempat Direktorat Pelaksanaan Anggaran Pasal 847 Direktorat Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II. e. dan kriteria di bidang pelaksanaan anggaran. dan pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. g. penyusunan LAKIP Bagian.242 (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV. pemeliharaan inventaris kantor vertikal. serta penghapusan barang inventaris.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyelenggaraan akuntansi. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III. c. f. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran. Pasal 848 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. penyimpanan. e. Direktorat Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. c. d. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

pengembangan kinerja organisasi. g. c. i. e. pengembangan kinerja. penyiapan bahan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran. serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. . j.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. c. dan Pembinaan internal Direktorat. penyusunan program kerja tahunan Direktorat. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program kerja tahunan Direktorat. pelaksanaan monitoring. penyusunan bahan koordinasi pembinaan pelaksanaan anggaran. dan Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. penyusunan rencana kinerja tahunan. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan monitoring. penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat. Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. b. h. pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kinerja. penyiapan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran. pemantauan akuntabilitas kinerja. standardisasi. dan penyusunan standar kerja serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. d. Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran. Pasal 853 (1) Seksi Pengelolaan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan perekaman dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 851 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 850. Seksi Pengelolaan Data Anggaran. d. koordinasi penyusunan draf peraturan perbendaharaan dan ketatalaksanaan.243 Pasal 850 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan penyajian data. Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko. Pasal 852 Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis terdiri atas: a.

serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. pengolahan. e. norma. norma. mengolah. (4) Seksi Bimbingan Teknis Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan standar. f. b. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. mengumpulkan. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. monitoring. (3) Seksi Pengelolaan Kinerja dan Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyiapan program kerja tahunan. evaluasi dan koordinasi pencapaian kinerja. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data monitoring. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. kriteria. d. pedoman. dan prosedur kerja serta melaksanakan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan tugas pokok dan fungsi Direktorat dan instansi vertikal. dan menyajikan data pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga dan anggaran BUN. kriteria. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan monitoring. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.244 (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pedoman. penyiapan data monitoring. evaluasi standar. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran serta serta menyiapkan bahan laporan pelaksanaan anggaran. . Pasal 854 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. c. penyusunan rumusan dalam rangka pengembangan kinerja organisasi serta manajemen resiko. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan menyajikan data pelaksanaan kinerja.

kriteria. I-B. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga.245 Pasal 856 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran I terdiri atas: a. d. norma. evaluasi. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-C. b. f. c. dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. dan monitoring. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. bimbingan teknis. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. monitoring. pedoman. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. e. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. d. penyiapan bahan penyusunan pedoman. evaluasi standar. Seksi Pelaksanaan Anggaran I-B.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. I-C. monitoring. monitoring. c. Pasal 859 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. dan Seksi Pelaksanaan Anggaran I-D. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Pasal 857 Seksi Pelaksanaan Anggaran I-A. penerapan norma. . Pasal 858 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan.

penelaahan. dan d.246 Pasal 860 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran II terdiri atas: a. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. . penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. evaluasi. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-D. e. monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-C. c. monitoring. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. II-B. bimbingan teknis. Pasal 862 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan. c. dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. kriteria. monitoring. b. monitoring. pedoman. Pasal 863 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 862. b. II-C. Pasal 861 Seksi Pelaksanaan Anggaran II-A. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran II-B. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan penyusunan pedoman. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN. evaluasi standar. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi pelaksanaan anggaran. dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. dan monitoring. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. norma. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. f.

penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan teknis. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). III-C. penyiapan bahan penyusunan pedoman. c. III-B. monitoring. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-B. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan III-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. dan d.247 Pasal 864 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran III terdiri atas: a. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. b. c. kriteria. Pasal 865 Seksi Pelaksanaan Anggaran III-A. evaluasi standar. monitoring. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan Keputusan Presiden tentang Perincian APBN serta penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. . Seksi Pelaksanaan Anggaran III-D. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran III-C. Pasal 867 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 866. pedoman. penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). norma. b. Pasal 866 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. evaluasi. monitoring. Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV menyelenggarakan fungsi: a.

dan bimbingan teknis pengelola keuangan/anggaran. kriteria. e. monitoring. pedoman. b. dan d. kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) serta pemberian dukungan terhadap penyelesaian kerugian negara. f. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan koordinasi pelaksanaan anggaran. serta prosedur pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). monitoring pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-C. dan evaluasi pelaksanaan anggaran. c. Pasal 868 Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV terdiri atas: a.248 d. penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan monitoring. IV-C. evaluasi dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A. Pasal 869 Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-A.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan koordinasi penyerapan pagu anggaran. Pasal 870 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi standar. . monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-D. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan anggaran kantor kementerian/lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). dan prosedur pelaksanaan anggaran serta pembinaan kantor kementerian negara /lembaga. IV-B. penelaahan kesesuaian antara dokumen pelaksanaan anggaran dengan keputusan Presiden tentang Perincian APBN. serta prosedur pelaksanaan anggaran Kantor Kementerian/Lembaga Non Departemen dan Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP). evaluasi. dan IV-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 871 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. penerapan norma dan standar dalam dokumen pelaksanaan anggaran. bimbingan teknis. Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B. standarisasi. norma.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Data dan Bimbingan Teknis. Pasal 873 (1) Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. dan d. dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. dan prosedur pelaksanaan anggaran. dan prosedur serta bimbingan teknis dalam rangka peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan. dan kompensasi utang kepada negara. (3) Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas menyiapkan bahan standar. Seksi Pembinaan Pengelola Keuangan. Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara. kriteria. c. Pasal 872 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. norma. dan prosedur dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan pelaksanaan anggaran. (4) Seksi Dukungan Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. standarisasi. dan d. Pasal 874 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan penyusunan petunjuk teknis penatausahaan kas. kriteria.249 b. Seksi Bantuan Teknis. pembinaan kepada Kementerian Negara/Lembaga. pemberian petunjuk teknis tuntutan perbendaharaan. e. penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan anggaran. pedoman. pedoman. pedoman.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kriteria. norma. c. norma. . (2) Seksi Bantuan Teknis mempunyai tugas menyiapkan bahan evaluasi standar. tuntutan ganti rugi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kompensasi utang kepada negara. b. tuntutan ganti rugi. Seksi Pengembangan Pelaksanaan Anggaran.

e. Subbagian Tata Usaha. d. c. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Rekening Kas Negara. Pasal 876 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875.250 Bagian Kelima Direktorat Pengelolaan Kas Negara Pasal 875 Direktorat Pengelolaan Kas Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kas negara. dan memantau pelaksanaannya. c. Subdirektorat Penerimaan Negara. prosedur. dan kriteria di bidang pengelolaan kas negara. . dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara. Pasal 878 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan kas. dan e. pengendalian kas. d. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. b. menyelenggarakan penyediaan dana. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kas negara. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. h. standar. b. Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kas negara. Pasal 877 Direktorat Pengelolaan Kas Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah. optimalisasi. strategi pengelolaan kas.

dan Rekening Pemerintah Lainnya. dan pemantauan pelaksanaan fungsi pengelolaan kas. menginstruksikan setelmen transaksi kepada back office. manajemen risiko. Seksi Optimalisasi Kas. e. serta menyusun laporan realisasi anggaran (Buku Merah) dan laporan kas posisi (Buku Biru).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menyusun guide line investasi. Rekening Kas Negara. Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana. strategi pengelolaan kas. dan menyusun kebijakan teknis di bidang optimalisasi kas. dan bulanan. Pasal 880 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas terdiri atas: a. Pasal 881 (1) Seksi Perencanaan Kas mempunyai tugas melakukan perencanaan cash flows harian. mencairkan penempatan dan/atau investasi.251 Pasal 879 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 878. pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. (3) Seksi Optimalisasi Kas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan untuk penempatan dan/atau investasi. . penyusunan perencanaan kas. d. mingguan. dan menyusun kebijakan teknis di bidang perencanaan kas. tempat penempatan dan instrumen penempatan dan/atau investasi. mengelolaan likuiditas. d. memonitor penempatan dan/atau investasi yang telah dilakukan. menyusun rencana investasi dan pinjaman. melaksanakan optimalisasi kas lainnya. dan Seksi Pengendalian Kas. dan menyusun kebijakan teknis di bidang penyediaan dana. b. Seksi Perencanaan Kas. dan menyusun kebijakan teknis di bidang pengendalian kas. menganalisis pasar penempatan. penyusunan strategi pengelolaan kas dan penyediaan dana. penyelenggaraan optimalisasi kas. (2) Seksi Penyusunan Strategi Pengelolaan Kas dan Penyediaan Dana mempunyai tugas melakukan penyusunan analisis pasar. c. c. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas menyelenggarakan fungsi: a. mengevaluasi dan menganalisis perencanaan dan realisasi kas termasuk penempatan dan/atau investasi. Rekening Kas Negara. menyediakan kebutuhan dana harian melalui E-Kirana. dan Rekening Pemerintah Lainnya. (4) Seksi Pengendalian Kas mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pengendalian kas pada Rekening Kas Umum Negara. b.

c. Pasal 884 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara terdiri atas: a. Sub Rekening Kas Umum Negara. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Sub Rekening Kas Umum Negara. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. operasionalisasi Government Electronic Banking System.252 Pasal 882 Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi dan memberikan dukungan teknis terkait penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. dan d. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara. penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. pelaksanaan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasal 883 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. verifikasi. Sub Rekening Kas Umum Negara. Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. penatausahaan. melaksanakan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan penyusunan laporan keuangan tingkat kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. verifikasi. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Subdirektorat Rekening Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. pembukuan. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. penatausahaan. Bank Umum. b. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan e. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. . Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis. Bank Umum. pelaksanaan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait Rekening Kas Umum Negara. Bank Umum. c. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. dan operasionalisasi Government Electronic Banking System. Sub Rekening Kas Umum Negara. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. pembukuan. b. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral.

serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. verifikasi. Sub Rekening Kas Umum Negara. Pasal 886 Subdirektorat Rekening Kas Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pengembalian dana pihak ketiga. Bank Umum. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. menyiapkan bahan standar. Bank Umum. . serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional serta penyusunan Buku Putih. (2) Seksi Setelmen Transaksi Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penyelesaian transaksi pemindahbukuan atas beban Rekening Kas Umum Negara. (3) Seksi Penatausahaan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan. verifikasi dan penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN Pusat Direktorat Pengelolaan Kas Negara. pengelolaan. Bank Umum. Bank Umum. Sub Rekening Kas Umum Negara. dan prosedur dalam rangka penyempurnaan penatausahaan Rekening Kas Umum Negara. kriteria. serta Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. pedoman. Rekening Penempatan di Bank Sentral. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau Lembaga Keuangan lainnya. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. Bank Operasional. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi laporan arus kas Bendahara Umum Negara dari seluruh instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan pelaporan atas transaksi Rekening Kas Umum Negara. dan/atau lembaga keuangan lainnya. pembukuan.253 - Pasal 885 (1) Seksi Evaluasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan evaluasi dan memberikan dukungan teknis penatausahaan yang terkait dengan Rekening Kas Umum Negara. koordinasi pengembangan dan evaluasi Sistem Akuntansi dan Pelaporan Direktorat Pengelolaan Kas Negara serta pengembangan dan evaluasi pelaksanaan Sistem BIG-eB. dan Rekening Pengeluaran Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat. Sub Rekening Kas Umum Negara. perhitungan. Sub Rekening Kas Umum Negara. norma. Rekening Kas Penempatan di Bank Sentral. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara.

b. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan Buku Putih. pengelolaan. perhitungan. Pasal 889 (1) Seksi Bank Operasional mempunyai tugas melakukan pemilihan. pemantauan. serta memberi tanggapan pemeriksaan terkait Bank Operasional. penunjukan bank/kantor pos dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara. Subdirektorat Rekening Kas Negara menyelenggarakan fungsi: a. pembayaran jasa perbendaharaan kepada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos dan/atau lembaga keuangan lainnya. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank Operasional. Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan. d. Seksi Bank/Pos Persepsi. memberi jawaban atas permasalahan Bank Persepsi dan tanggapan pemeriksaan terkait Bank Persepsi. c. melakukan sistem MPN. serta pengelolaan dan pemantauan penerimaan bunga dan/atau jasa giro dari Bank Operasional. pemeriksaan kas KPPN terkait Bank/Pos Persepsi. Seksi Bank Operasional. .254 Pasal 887 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 886. Bank Operasional. dan/atau lembaga keuangan lainnya. b. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank/Pos Persepsi. (2) Seksi Bank/Pos Persepsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penunjukan. c. dan mengevaluasi kinerja Bank Operasional. perumusan kebijakan teknis penatausahaan rekening penerimaan/rekening pengeluaran pada Bank Persepsi/Devisa Persepsi/Kantor Pos. pemantauan. penetapan. pemantauan dan pelaporan jasa giro Bank Operasional. melakukan penyiapan petunjuk teknis untuk Bank Operasional. Pasal 888 Subdirektorat Rekening Kas Negara terdiri atas: a. pembinaan Bank Operasional. dan mengevaluasi kinerja Bank/Pos Persepsi. pembinaan Bank Persepsi. dan Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah. dan pengembalian dana pihak ketiga.

penyusunan petunjuk teknis pengelolaan dan penatausahaan dana pinjaman/hibah melalui mekanisme Direct Payment. c. dan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. pemantauan. dan penyusunan laporan atas transaksi keuangan yang bersumber dari pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus. Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. (4) Seksi Pelaporan dan Bimbingan Kuasa Bendahara Umum Negara di Daerah mempunyai tugas melakukan penyusunan Buku Putih. Letter of Credit. pengajuan Withdrawal Application Replenishment dan/atau Reimbursement kepada lender/donor dalam rangka pengisian dana pada Rekening Khusus dan/atau penggantian dana pada Rekening Dana Talangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . menyiapkan bahan jawaban atas permasalahan PFK dan Pengembalian Penerimaan dan tanggapan pemeriksaan terkait PFK dan Pengembalian Penerimaan. d. pembayaran kesalahan pelimpahan. Rekening Sub BUN Dana Talangan. pengajuan pengisian dana Initial Deposit pada Rekening Khusus. semesteran dan rampung PFK. menyiapkan jawaban atas permasalahan LKP dan tanggapan pemeriksaan terkait LKP. b. rekonsiliasi berkala baik dengan lender/donor maupun dengan kementerian/lembaga sebagai pengguna anggaran atas dana yang bersumber dari pinjaman/hibah. dan Rekening Sub BUN Dana Talangan serta Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah melalui Rekening Khusus.255 (3) Seksi Perhitungan Fihak Ketiga dan Pengembalian Penerimaan mempunyai tugas melakukan penatausahaan dan penyaluran dana Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). dan verifikasi Laporan Kas Posisi (LKP) KPPN. rekonsiliasi triwulanan. g. Rekening Dana Talangan. penyusunan petunjuk teknis tata cara penyaluran. . e. pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Rekening Dana Talangan. pembukaan rekening khusus dalam rangka pelaksanaan dan pengelolaan dana pinjaman/hibah. pemeriksaan kas pada KPPN. melakukan penerimaan. Pasal 890 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan rekening dalam rangka pelaksanaan pinjaman dan hibah baik dari dalam maupun luar negeri. penatausahaan dan pengelolaan Rekening Khusus. penatausahaan Rekening Bapertarum-PNS. h. f. pembinaan Bendum KPPN. Pasal 891 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 890. pencairan dan pembebanan dana pinjaman/hibah pada Rekening Khusus. pembayaran Jasa Pos/Perbendaharaan. rekapitulasi. dan Reimbursement serta Hibah Langsung pada kementerian/lembaga.

c. melakukan penyusunan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran melalui Rekening Khusus dalam Valas dan Rekening Khusus dalam Rupiah. serta menyusun laporan saldo kas bendahara instansi. b. Pasal 893 (1) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri khususnya yang pendanaannya bersumber dari Bank Dunia (World Bank). serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Rekening Khusus yang diterbitkan KPPN. Laporan Pengeluaran SP2D backlog. surat masuk dan keluar. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan pembuatan Warkat Pembebanan Rekening (WPR) dan Daftar Surat Perintah Debet (SPD). Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia. dan menyusun laporan Rekening Pemerintah Lainnya. Daftar SPB dari KPPN Non KBI dan Daftar SP2D dari KPPN KBI. . dan rekening milik bendahara instansi.256 Pasal 892 Subdirektorat Rekening Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. d. Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Dunia. (2) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Bank Pembangunan Asia mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang pendanaannya bersumber dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). Laporan Realisasi Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran atas beban Rekening Khusus melalui Rekening Kas Negara. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Pasal 894 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam (SDA) dan Non Sumber Daya Alam (Non SDA). Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya. Penatausahaan Rekening Lainnya milik kementerian/ lembaga/kantor/satuan kerja. WPR beserta Daftar SPD. dan Seksi Akuntansi dan Pelaporan Rekening Pinjaman dan Hibah. Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Rekening Dana Talangan dan Rekening Sub BUN Dana Talangan. menatausahakan Rekening Antara dalam rangka penerimaan pinjaman/hibah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Rekening Pinjaman dan Hibah Lainnya mempunyai tugas melakukan penatausahaan rekening pinjaman dan/atau hibah bilateral yang pendanaannya bersumber dari dalam negeri.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . e. penyusunan petunjuk teknis Pelaksanaan Pembukuan dan Penyusunan LPJ Bendahara Instansi. pemantauan saldo dan arus kas masuk dan arus kas keluar pada Rekening SDA dan Rekening Non SDA.257 Pasal 895 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 894. j. c. serta menyusun laporan Rekening SDA dan Rekening Non SDA. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Pemerintah Lainnya. dan rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. Pasal 897 (1) Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan pemindahbukuan/transfer dana atas beban Rekening Sumber Daya Alam (SDA) dan Rekening Non SDA. penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi menyelenggarakan fungsi: a. . Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga. penatausahaan rekening koran berasal dari Rekening Pemerintah Lainnya. penyusunan petunjuk teknis pengelolaan Rekening Pemerintah Lainnya dan Rekening Bendahara Instansi. pemantauan saldo dan arus kas masuk/arus kas keluar pada Rekening Pemerintah Lainnya. penyusunan laporan keadaan kas di Bendahara Instansi. h. l. f. Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi. Seksi Penatausahaan Rekening Pemerintah Lainnya Sumber Daya Alam dan Non Sumber Daya Alam. penerbitan surat persetujuan pembukaan kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran pada kementerian/lembaga. b. pengelolaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja. Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi. dan d. Pasal 896 Subdirektorat Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi terdiri atas: a. k. c. rekening lainnya milik d. b. g. i. penatausahaan rekening koran yang berasal dari Rekening SDA dan Rekening Non SDA.

menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) Pengembalian. b. memelihara database Rekening Pemerintah Lainnya. evaluasi dan monitoring terhadap rekening lainnya milik kementerian/lembaga yang telah mendapat izin. pengaktifan kembali. Pasal 898 Subdirektorat Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan laporan penerimaan negara. serta menyusun Laporan Keadaan Kas Bendahara Instansi. penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. evaluasi dan analisis Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi. e. . serta data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka SAI. konsolidasi laporan penerimaan negara. pembinaan teknis penatausahaan atas kas di Bendahara Kementerian/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja. d. penatausahaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. (4) Seksi Pelaporan Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan keuangan Rekening Pemerintah Lainnya. penerbitan surat persetujuan pembukaan rekening lainnya milik kementerian/lembaga. pembekuan sementara. c. monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM. rekonsiliasi kas dan rekonsiliasi transaksi. data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . rekonsiliasi data Rekening Pemerintah Lainnya. pembuatan nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun dan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Pengembalian dan Pembayaran fee. inventarisasi dan monitoring Rekening Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran pada kementerian/lembaga/kantor/satuan kerja.258 (2) Seksi Penatausahaan Rekening Lainnya Milik Kementerian/Lembaga mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening lainnya. serta memberikan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan. laporan manajerial Rekening Pemerintah Lainnya dan laporan monitoring rekening kementerian/lembaga. Pasal 899 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 898. verifikasi dan akuntansi atas laporan penerimaan negara (laporan konsolidasi). (3) Seksi Penatausahaan Rekening Bendahara Instansi mempunyai tugas melakukan penyusunan petunjuk teknis pengelolaan rekening bendahara instansi. Subdirektorat Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan penutupan rekening lainnya milik kementerian/lembaga.

(2) Seksi Pengembalian.259 f. Pasal 901 (1) Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi. rekonsiliasi data penerimaan negara dengan kementerian/lembaga dalam rangka Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Evaluasi. serta melakukan konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. b. menerima laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. pembuatan nota perbaikan atas kesalahan laporan. Evaluasi. penyusunan Laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). i. dan penyusunan laporan PNBP. dan SPM pembayaran fee. konsolidasi laporan penerimaan negara yang berasal dari Bank/Pos Persepsi dan dari potongan SPM/SP2D. . menerbitkan SKP4. Pasal 900 Subdirektorat Penerimaan Negara terdiri atas: a. h. serta membuat SPP Pengembalian dan Pembayaran fee. dan Pelaporan Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan monitoring atas pelaksanaan ketentuan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi. dan Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara. dan Pelaporan Penerimaan Negara. menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (untuk pos penerimaan negara). membuat nota koreksi atas kesalahan pembukuan/akun. k. l. menyelesaikan data penerimaan termasuk potongan SPM yang belum rekonsiliasi. g. Seksi Pengembalian. membuat nota perbaikan bila ditemui kesalahan pada laporan yang dibuat oleh unit pelaporan. menyusun dan mengevaluasi laporan Bendahara Umum Negara yang diterima dari Bank/Pos Persepsi dan laporan PNBP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Verifikasi dan Akuntansi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan verfikasi atas semua dokumen sumber/laporan yang dihasilkan Subdirektorat Penerimaan Negara. j. penerimaan laporan penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM KPPN. evaluasi atas semua permintaan pengembalian yang terkait dengan penerimaan negara melalui Bank/Pos Persepsi. Seksi Rekonsiliasi Penerimaan Negara. c. rekonsiliasi data penerimaan termasuk potongan SPM dan data transaksi tagihan pembayaran fee oleh Bank/Pos Persepsi. SPM Pengembalian. verifikasi atas semua dokumen sumber/laporan Subdirektorat Penerimaan Negara. serta Surat Keterangan Telah Dibukukan (SKTB) dalam rangka pengembalian penerimaan negara. penerbitan Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan (SKP4). SPM Pengembalian dan SPM pembayaran fee. menerbitkan SKTB dalam rangka pengembalian penerimaan negara.

Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara. b. dan Pelaporan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Kas. Direktorat Sistem Manajemen Investasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 904 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. Pasal 905 Direktorat Sistem Manajemen Investasi terdiri dari: a. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan. Subdirektorat Perencanaan. Akuntansi. . Subbagian Tata Usaha. Setelmen. c. prosedur. d. standar. dan Evaluasi. Subdirektorat Kredit Program. h. dan kriteria di bidang sistem manajemen investasi. e. f. g. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem manajemen investasi. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem manajemen investasi. Subdirektorat Verifikasi. Kelembagaan. d.260 Pasal 902 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Keenam Direktorat Sistem Manajemen Investasi Pasal 903 Direktorat Sistem Manajemen Investasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem manajemen investasi.

penagihan. penagihan. Pasal 909 (1) Seksi Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen anggaran. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. verifikasi. Akuntansi. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penganggaran dana pinjaman dan penerusan pinjaman serta kredit program. dan d. dan pelaksanaan administrasi pengelolaan data. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan investasi. Setelmen. pengumpulan dan pengelolaan data kebutuhan anggaran investasi dan kredit program.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. penarikan. d. Subdirektorat Verifikasi. Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Setelmen. Akuntansi. c. . Seksi Verifikasi. b. dan kredit program. penarikan dan/atau pencairan investasi. Seksi Setelmen I. Pasal 908 Subdirektorat Verifikasi. pelaksanaan verifikasi atas pemberian pinjaman. f. Seksi Setelmen II. pelaksanaan penyelesaian atas perhitungan. penarikan penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman. melaksanakan setelmen pinjaman.261 Pasal 906 Subdirektorat Verifikasi. pelaksanaan perhitungan. dan pembayaran atas penerusan pinjaman dan kredit program. b. pembayaran kredit program. dan melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman luar negeri. e. dan melaksanakan administrasi pengelolaan. (2) Seksi Setelmen I mempunyai tugas melakukan perhitungan. pengumpulan dan pengelolaan data sebagai persiapan bahan analisis penyusunan anggaran investasi dan kredit program. dan kredit program. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penagihan. akuntansi dan pelaporan investasi dan kredit program. Setelmen. Pasal 907 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. verifikasi. c. Seksi Akuntansi dan Pelaporan. penerusan pinjaman.

dan pinjaman pemerintah serta melakukan pengadministrasian pembayaran kembali penerusan pinjaman dalam negeri dan pinjaman pemerintah. dan kredit program. c. dan pengembangan dan pengkajian proses manajemen risiko investasi dan kredit program. penyiapan rumusan kebijakan manajemen risiko investasi dan kredit program. serta pengembangan sistem investasi dan kredit program. pelaksanaan monitoring dan evaluasi lembaga pengelola investasi. Seksi Evaluasi. pelaksanaan sosialisasi/lokakarya/seminar program investasi pemerintah. e. akuntansi. pengembangan dan pengelolaan sistem investasi. Kelembagaan. Kelembagaan. investasi. Pasal 911 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. kelembagaan. b. penyiapan rumusan kebijakan kelembagaan pengelola investasi dan kredit program. Subdirektorat Perencanaan. i. penarikan penerusan pinjaman dalam negeri. pembinaan kelembagaan pengelola investasi. dan Evaluasi terdiri atas: a. (4) Seksi Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengolahan data. g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan rumusan kebijakan perencanaan dan strategi. Seksi Manajemen Risiko. penagihan. Kelembagaan. Seksi Perencanaan. penyiapan pedoman pelaksanaan investasi dan kredit program. . dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. d. evaluasi. c. h. f. k. penilaian penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi dan kredit program. dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan perencanaan. Pasal 912 Subdirektorat Perencanaan. pelaksanaan evaluasi kebijakan investasi yang berbentuk investasi surat berharga dan investasi langsung dan sistem investasi. dan d. j. Seksi Kelembagaan. serta pelaporan investasi dan kredit program. manajemen risiko. Pasal 910 Subdirektorat Perencanaan.262 (3) Seksi Setelmen II mempunyai tugas melakukan perhitungan.

penerusan pinjaman. e. . penyiapan perumusan dan perubahan penerusan pinjaman pemerintah. c. penerusan pinjaman. b. penyusunan dan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. pengembangan sistem investasi. Pasal 915 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 914. penyiapan perumusan. penyiapan rumusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan kredit program. serta melakukan mediasi dan sosialisasi program investasi. (4) Seksi Manajemen Risiko mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan dan pedoman pelaksanaan manajemen risiko serta melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko investasi pemerintah dan kredit program. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. dan penyaluran dana investasi. investasi langsung. penerusan pinjaman. (3) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan investasi. dan kredit program. serta melaksanakan penyusunan rumusan dan perubahan naskah perjanjian investasi dan kredit program. penyediaan. f. perubahan. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah. dan kredit program. d. dan mengkaji ulang rancangan peraturan perundang-undangan di bidang investasi dan kredit program. dan pembiayaan kredit program. Pasal 914 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. pinjaman pemerintah. pinjaman pemerintah. strategi investasi.263 Pasal 913 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait operator dan mitra investasi. dan perjanjian pinjaman pemerintah. melakukan analisis penyediaan kebutuhan dan besaran anggaran investasi yang berbentuk surat berharga. (2) Seksi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyusunan rumusan kebijakan kelembagaan unit-unit pelaksana investasi dan pedoman pelaksanaan investasi. investasi pemerintah. Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan menyelenggarakan fungsi: a.

. (2) Seksi Perjanjian I mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi pemerintah. Pasal 916 Subdirektorat Hukum dan Kepatuhan terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring. Seksi Peraturan. pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah. pengkajian ulang peraturan perundang-undangan di bidang investasi pemerintah. penanganan permasalahan hukum yang terkait dengan pelaksanaan investasi pemerintah. dan h. dan kredit program. pengkajian permasalahan investasi pemerintah. pinjaman pemerintah. penerusan pinjaman. analisis. dan pinjaman pemerintah kepada BUMN. penerusan pinjaman. pinjaman pemerintah kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Seksi Perjanjian I. dan evaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. Seksi Perjanjian II. menganalisis dan mengevaluasi kepatuhan atas pelaksanaan sistem dan manajemen investasi pemerintah. i.264 g. dan kredit program. evaluasi pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jasa Keuangan Bank. Pasal 918 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. dan kredit program. penerusan pinjaman. Seksi Kepatuhan. b. dan perjanjian atau kesepakatan bersama atas pinjaman pemerintah dalam rangka kredit program. d. c. pelaksanaan. pinjaman pemerintah. dan kredit program. penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. (3) Seksi Perjanjian II mempunyai tugas melakukan penelitian konsep naskah perjanjian dan perubahan perjanjian investasi. (4) Seksi Kepatuhan mempunyai tugas melakukan pengkajian permasalahan investasi pemerintah terkait dengan perjanjian investasi. Pasal 917 (1) Seksi Peraturan mempunyai tugas melakukan penyusunan dan perumusan rancangan. analisis. penerusan pinjaman. dan pengawasan pelaksanaan perjanjian investasi pemerintah.

f. pelaksanaan. analisis. evaluasi. pelaksanaan analisis dan evaluasi terhadap permohonan pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank.265 Pasal 919 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 918. c. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pertanian. e. dan d. dan serta g. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan. Pasal 921 (1) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. d. evaluasi. Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II. kelautan. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor pekerjaan umum. pelaksanaan pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III. b. dan kehutanan. c. b. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. perhubungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. dan telekomunikasi. analisis. pelaksanaan monitoring. Pasal 920 Subdirektorat Pinjaman Badan Usaha Milik Negara terdiri atas: a. Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara I. . penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara pada BUMN dan BUMD Jasa Keuangan Bank. (2) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis.

f. pelaksanaan analisis kelayakan finansial. penelitian dan penyiapan rencana penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan. perdagangan. Pasal 922 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 923 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 922. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor industri. evaluasi terhadap permohonan dan perumusan persetujuan dan persyaratan pinjaman serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. . e. d. (4) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. dan kesehatan. analisis. analisis kelayakan finansial. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberian dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. b. penelitian dan penyiapan rencana penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan/atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyediaan dan penyaluran dana pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan serta penyelesaian masalah piutang yang berasal dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman pada Pemerintah Daerah dan BUMD. dan pelaksanaan monitoring. serta pertambangan dan energi. pelaksanaan pemberian pinjaman dan penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara pada kepada BUMN di sektor jasa keuangan. dan evaluasi atas pemberian pinjaman pemerintah dan penerusan pinjaman serta penyelesaian piutang negara pada Pemerintah Daerah dan BUMD. pendidikan. evaluasi. g. pelaksanaan. Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. analisis.266 (3) Seksi Pinjaman Badan Usaha Milik Negara III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis.

pelaksanaan. Kalimantan Timur. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 925 (1) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Jawa Barat (tidak termasuk Depok. Lampung. Depok. analisis kelayakan finansial. Kepulauan Riau. yang meliputi Sumatera Utara. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Banten (tidak termasuk Tangerang). dan Nusa Tenggara Timur. . yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III. dan Papua Barat. b. dan Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan. dan d. yang meliputi Riau. Jawa Tengah. (4) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Gorontalo. analisis kelayakan finansial.I. Jawa Timur. Bogor. Kalimantan Tengah. (3) Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis. Kepulauan Bangka Belitung. evaluasi. analisis kelayakan finansial. Sulawesi Barat. evaluasi. dan Sulawesi Utara. analisis kelayakan finansial.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah I. c. Tangerang. Yogyakarta. Seksi Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah II. Bekasi. Sulawesi Tengah. D. Bogor. Bali. evaluasi dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD. Sumatera Selatan. Papua.267 Pasal 924 Subdirektorat Pelaksanaan Penerusan Pinjaman dan Pemberian Pinjaman Daerah terdiri atas: a. Bengkulu. pelaksanaan. evaluasi. DKI Jakarta. yang meliputi Jambi. Maluku Utara. Sulawesi Tenggara. Sumatera Barat. Bekasi). Kalimantan Barat. Maluku. dan monitoring pinjaman pemerintah serta penyelesaian piutang negara yang bersumber dari pinjaman pemerintah atau penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah dan BUMD.

268 Pasal 926 Subdirektorat Kredit Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan pendanaan. perjanjian pinjaman atau kerjasama d. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dalam rangka penyiapan bahan pelaporan serta pengkajian dan evaluasi penyelenggaraan kredit program. peraturan. penyiapan dan pengkajian alternatif sumber dan skema pendanaan kredit program. dan evaluasi pelaporan. monitoring. penatausahaan. penatausahaan dan pemantauan penyaluran kredit program. b. Pasal 929 (1) Seksi Kredit Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. e. penelitian. dan perumusan restrukturisasi. penyusunan konsep perjanjian/perubahan pendanaan kredit program. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMN. perhitungan dan penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka kredit program. Seksi Kredit Program II. Seksi Kredit Program IV. . c. c. penelitian dan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan peraturan kredit program. b. pemantauan. dan d. pelaksanaan. f. serta perhitungan serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyediaan kredit program. g. hapus buku dan hapus tagih. hapus buku dan hapus tagih. penatausahaan. Pasal 928 Subdirektorat Kredit Program terdiri atas: a. Pasal 927 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 926. dan penelitian dan penyiapan perumusan restrukturisasi serta hapus buku dan hapus tagih kredit program. Seksi Kredit Program III. Seksi Kredit Program I. Subdirektorat Kredit Program menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . restrukturisasi.

penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). pelaksanaan. hapus buku dan hapus tagih. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. (3) Seksi Kredit Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Akuntansi. penatausahaan. penelitian. peraturan. dan Pelaporan. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank BUMD. hapus buku dan dan hapus tagih. dan perumusan restrukturisasi. Bagian Ketujuh Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Pasal 931 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh lembanga keuangan bukan bank dan penyelenggaraan kegiatan penunjang. hapus buku dan hapus tagih.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penatausahaan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). peraturan dan alternatif sumber dan skema pendanaan. pelaksanaan. b. dan perumusan restrukturisasi. penelitian. Pasal 932 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 931. pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administrasi dibina oleh Kepala Subdirektorat Verifikasi. serta penyelesaian hak dan kewajiban keuangan pemerintah dalam rangka penyelenggaran kredit program oleh Bank Swasta Nasional. peraturan. . pelaksanaan. (4) Seksi Kredit Program IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.269 (2) Seksi Kredit Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan konsep perjanjian/perubahan perjanjian pinjaman atau kerjasama pendanaan. penatausahaan. Setelmen. pemantauan. dan alternatif sumber dan skema pendanaan. Pasal 930 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. dan perumusan restrukturisasi. penelitian. dan alternatif sumber dan skema pendanaan.

penyusunan peraturan pengelolaan keuangan BLU. Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum II. standar. e. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d. c. penyusunan peraturan pengawasan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum oleh Dewan Pengawas. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II. b. b. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. penyusunan peraturan penilaian. dan Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III. Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma. Subdirektorat Tarif. d. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat Pasal 933 Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terdiri atas: a. Pasal 935 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 933. pengembangan standar teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. c. Remunerasi.270 c. Kelompok Jabatan Fungsional. f. penelitian dan pengembangan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum. . penetapan dan pencabutan status pengelolaan keuangan BLU. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan e. dan g. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I. c. d. dan kriteria di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). prosedur. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). b. dan Informasi Badan Layanan Umum. Pasal 934 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan peraturan dan standar teknis Badan Layanan Umum dan melaksanakan penelitian dan pengembangan Badan Layanan Umum. f. Pasal 936 Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum terdiri atas: a.

pelaksanaan analisis. c. pelaksanaan anggaran. akuntansi. Subdirektorat Tarif. utang. memproses penetapan tarif dan remunerasi pengelolaan keuangan BLU. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. penganggaran. Seksi Tarif Badan Layanan Umum. analisis. piutang dan utang. Remunerasi. penyajian informasi BLU. utang. serta penyusunan kebijakan penetapan tarif dan remunerasi BLU.271 Pasal 937 (1) Seksi Peraturan dan Standardisasi Badan Layanan Umum I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan penilaian. investasi. (2) Seksi Penelitian dan Pengembangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan status BLU. akuntansi. evaluasi. piutang. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data pengelolaan keuangan BLU. Pasal 940 Subdirektorat Tarif. penyusunan standar dan pedoman teknis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran BLU. investasi. pengelolaan kas. Remunerasi. perancangan. implementasi. perancangan. b. investasi. dan Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan tarif dan remunerasi BLU. dan c. dan Informasi Badan Layanan Umum menyelenggarakan fungsi: a. . pemrosesan penetapan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. penetapan dan pencabutan BLU. Pasal 938 Subdirektorat Tarif. implementasi. penelaahan tarif dan remunerasi Badan Layanan Umum. pelaporan. fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU. piutang. pelaksanaan anggaran. Pasal 939 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 938. Seksi Informasi Badan Layanan Umum. pengelolaan kas. b. Remunerasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengelolaan kas. evaluasi. dan penyajian informasi BLU. kebijakan pengawasan pengelolaan keuangan oleh Dewan Pengawas. akuntansi. dan Informasi Badan Layanan Umum terdiri atas: a. dan d. pelaporan dan pertanggungjawaban serta pengawasan oleh Dewan Pengawas atas pengelolaan keuangan BLU. dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan BLU serta menyiapkan pengembangan kebijakan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum.

piutang. dan pemeliharaan sistem pengelolaan data PKBLU serta penyajian informasi BLU. pemrosesan penilaian. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. utang. implementasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. monitoring dan evaluasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. utang. kas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 943 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 942. pengelolaan pendapatan. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. belanja. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. belanja. h. belanja. kas. f. kas. investasi. e. piutang. akuntansi. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. investasi. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. investasi. b. investasi. kas. piutang. belanja. evaluasi. kinerja BLU. penyuluhan.272 Pasal 941 (1) Seksi Tarif Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan tarif Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan tarif Badan Layanan Umum. penetapan. piutang. sosialisasi. d. . serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. pengelolaan kas. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. akuntansi. perancangan. penetapan. utang. dan melaksanakan bimbingan teknis. (3) Seksi Informasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan analisis. Pasal 942 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I menyelenggarakan fungsi: a. investasi. c. akuntansi. g. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. utang. (2) Seksi Remunerasi Badan Layanan Umum mempunyai tugas melakukan penelaahan remunerasi Badan Layanan Umum dan pemrosesan penetapan remunerasi Badan Layanan Umum. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan.

penetapan. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-B. dan melaksanakan bimbingan teknis. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi.273 i. monitoring dan evaluasi. akuntansi. sosialisasi. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. dan k. investasi. . dan c. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 945 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. j. Pasal 947 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 946. piutang. pengelolaan pendapatan. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II menyelenggarakan fungsi: a. kinerja BLU. Pasal 946 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. penetapan. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. investasi. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-A. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. pemrosesan penilaian. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. Pasal 944 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I terdiri atas: a. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. utang. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyuluhan. belanja. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum I-C. piutang. kas. b. akuntansi. kinerja BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. penyuluhan. kas. b. belanja. penetapan. pengelolaan pendapatan. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. monitoring dan evaluasi. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. penyuluhan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. I-B dan I-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. dan melaksanakan bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU.

dan Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-C. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. h. Pasal 949 Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. utang. penetapan. utang. e. f. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan. penetapan. d. piutang. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. b. kinerja BLU. kas. utang.274 c. investasi. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. kas. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. penyuluhan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. investasi. II-B dan II-C masingmasing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. akuntansi. penyuluhan. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-A. piutang. . pengelolaan pendapatan. melaksanakan proses penelaahan persyaratan. dan melaksanakan bimbingan teknis. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. piutang. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. akuntansi. kinerja BLU. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas j. c. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. investasi. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. g. pengelolaan pendapatan. dan melaksanakan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. investasi. serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. kas. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. akuntansi. belanja. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kas. penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. sosialisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II-B. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. akuntansi. utang. Pasal 948 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum II terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. investasi. monitoring dan evaluasi. kas. belanja. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. penyuluhan. dan k. belanja. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. piutang. belanja. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. Pasal 950 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman bimbingan teknis. pengelolaan kas. investasi. utang. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. piutang. belanja. monitoring dan evaluasi. i. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU.

Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III menyelenggarakan fungsi: a. belanja. g. investasi. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. b. melaksanakan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-A. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran dan kinerja BLU. dan pencabutan status intansi pengelola keuangan BLU. b. Pasal 952 Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III terdiri atas: a. pelaksanaan sosialisasi pengelolaan pendapatan. dan pencabutan instansi BLU serta peningkatan status kelembagaan BLU. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. piutang. c. pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pendapatan dan belanja. memproses persetujuan Dewan Pengawas BLU. f. penetapan. penyiapan bahan dan pedoman bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi pengelolaan pendapatan. kas. utang. kas. j. investasi. melakukan penyiapan pedoman bimbingan teknis. pelaksanaan penelaahan persyaratan instansi pemerintah yang akan menerapkan pengelolaan keuangan BLU. dan c. piutang. penyuluhan. h. akuntansi. pengelolaan kas. investasi. investasi. kinerja BLU. penyuluhan. kas. dan k. pemrosesan persetujuan Menteri Keuangan untuk pembentukan Dewan Pengawas BLU. penyusunan laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi laporan Dewan Pengawas penyusunan ikhtisar laporan keuangan BLU. pengelolaan pendapatan. penetapan. serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. . belanja. e. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-B. menyusun ikhtisar laporan keuangan BLU. Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum III-C. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran BLU. belanja. utang. i. III-B dan III-C masing-masing mempunyai tugas melakukan proses penelaahan persyaratan. dan melaksanakan bimbingan teknis.275 Pasal 951 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 950. piutang. akuntansi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta menyusun laporan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi. kas. d. belanja. akuntansi serta pelaporan dan pertanggungjawaban BLU. utang. pemrosesan penilaian. piutang. piutang. investasi. akuntansi. monitoring dan evaluasi. Pasal 953 Seksi Badan Layanan Umum III-A. utang. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan pendapatan.

Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Tata Usaha. g. prosedur. . Subdirektorat Sistem Akuntansi. d. h. penyiapan perumusan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara. d. standar. c. b. Pasal 957 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan terdiri atas: a. f. dan kriteria di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. penyiapan penyusunan norma.276 Pasal 954 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. e. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis Badan Layanan Umum. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Pasal 956 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. Bagian Kedelapan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pasal 955 Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. c.

d. penyelenggaraan bimbingan Pemerintahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian dan pemberian dukungan teknis pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. (2) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah pusat.277 Pasal 958 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian dukungan terhadap pengembangan dan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. pemberian dukungan teknis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan. d. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah. Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Pusat. Pasal 961 (1) Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi mempunyai tugas melakukan pemberian dukungan terhadap pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan. Pasal 959 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. b. c. Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan menyelenggarakan fungsi: a. c. (4) Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan mempunyai tugas melakukan fungsi-fungsi kesekretariatan bagi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. b. (3) Seksi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai tugas melakukan pemberian bimbingan teknis dan/atau penyuluhan dalam rangka implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah dan pengkoordinasian pembinaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. . dan Seksi Fasilitasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan. Seksi Dukungan Pengembangan Standar Akuntansi. Pasal 960 Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri atas: a. dan teknis dan/atau penyuluhan Standar Akuntansi pemberian dukungan administratif kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP).

Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus. perumusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 964 Subdirektorat Sistem Akuntansi terdiri dari atas: a. Seksi Sistem Akuntansi Instansi. (4) Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar mempunyai tugas melakukan pengkajian. perumusan. melaksanakan perumusan dan pemutakhiran struktur klasifikasi penerimaan dan pengeluaran. . Subdirektorat Sistem Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian. dan pemutakhiran bagan akun standar. (3) Seksi Sistem Akuntansi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dan Unit Khusus mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan (APP) dan unit khusus lain yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. b. Seksi Sistem Akuntansi Pusat. b. dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. c. c.278 Pasal 962 Subdirektorat Sistem Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. penyiapan perumusan. d. Pasal 965 (1) Seksi Sistem Akuntansi Pusat mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat pemerintah pusat. dan pengkajian dan perumusan kebijakan akuntansi pemerintahan. (2) Seksi Sistem Akuntansi Instansi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan tingkat kementerian/lembaga. dan pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah. serta bagan perkiraan standar. Pasal 963 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. dan Seksi Pengelolaan Bagan Akun Standar.

Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi II. II. evaluasi. Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi menyelenggarakan fungsi: a. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan. b. pemantauan laporan keuangan berkala kementerian/lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi kementerian/lembaga. Pasal 969 Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi I. berkala kementerian/lembaga yang c. Pasal 968 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi terdiri atas: a. b. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 970 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi dan koordinasi akuntansi atas kegiatan anggaran dan kas umum negara. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi IV. . Seksi Bimbingan Akuntansi Instansi III. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. III.279 Pasal 966 Subdirektorat Bimbingan Akuntansi Instansi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pemantauan penyajian laporan keuangan berkedudukan sebagai pengguna anggaran. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada kementerian/lembaga yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 967 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 966. melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. c. d.

c. dan pengadministrasian data Kas Umum Negara. melaksanakan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Seksi Akuntansi Kas. Seksi Bimbingan Akuntansi Regional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan akuntansi pusat yang diselenggarakan pada Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dan Seksi Bimbingan Akuntansi Regional.280 Pasal 971 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 970. Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara. c. Pasal 973 (1) Seksi Akuntansi Kas mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas seluruh mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. b. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas mutasi kas dalam rangka penyediaan informasi tentang kas pemerintah. Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. dan pengkoordinasian dan pemantauan kegiatan akuntansi yang diselenggarakan oleh Kantor-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. d. pemeliharaan. Seksi Akuntansi Umum. Pasal 972 Subdirektorat Akuntansi Kas Umum Negara terdiri atas: a. (2) (3) (4) . pengolahan. Seksi Akuntansi Umum mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan koordinasi kegiatan akuntansi atas mutasi belanja dan penerimaan APBN untuk kepentingan fungsi pengendalian atas laporan realisasi anggaran masing-masing kementerian/lembaga. b. Pasal 974 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat mempunyai tugas melaksanakan konsolidasi seluruh Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala. pengumpulan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Manajemen Data Kas Umum Negara mempunyai tugas melakukan penerimaan. penyelenggaraan kegiatan akuntansi pelaksanaan APBN.

Pasal 976 Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat terdiri atas: a. b. (2) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh neraca kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah Pusat. dan d. c. penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. penghimpunan Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. Pasal 978 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisis laporan keuangan pemerintah. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Neraca. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas. b. Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran.281 Pasal 975 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 974. dan d. c. . penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 977 (1) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi anggaran kementerian/lembaga dan Bendahara Umum Negara secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat. Subdirektorat Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Konsolidasi dan Pelaporan Kas mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dalam rangka penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Seksi Penyusunan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan. pengkonsolidasian Laporan Keuangan Berkala Kementerian/Lembaga dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara.

dan d. (3) Seksi Analisis Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan menyampaikan hasil analisis tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan. c. g. d. analisis terhadap laporan keuangan. e. Pasal 980 Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan terdiri atas: a.282 Pasal 979 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 978. b. dan penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. h. Subdirektorat Statistik dan Analisis Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan manajerial perbendaharaan. penyampaian hasil analisis laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan. penyajian informasi statistik keuangan pemerintah. . Pasal 981 (1) Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik mempunyai tugas melakukan pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah serta mengumpulkan dan mengolah data statistik. f. b. Seksi Informasi dan Publikasi. pengembangan metodologi statistik keuangan pemerintah. (4) Seksi Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan/penyajian serta penyebarluasan informasi statistik keuangan pemerintah. Seksi Metodologi dan Pengolahan Data Statistik. (2) Seksi Pelaporan Manajerial Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan manajerial perbendaharaan berdasarkan kebijakan teknis yang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pengolahan data statistik keuangan pemerintah. pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan statistik keuangan pemerintah. c. Seksi Analisis Laporan Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

c. b. e. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I. e. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II. f. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Perbendaharaan Pasal 983 Direktorat Sistem Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang sistem perbendaharaan. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 985 Direktorat Sistem Perbendaharaan terdiri atas: a. Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. . Subdirektorat Pengembangan Aplikasi. dan kriteria di bidang sistem perbendaharaan. prosedur. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. dan g.283 Pasal 982 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha. d. d. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian perbendaharaan. b. Pasal 984 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 983. standar. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Standar Akuntansi Pemerintahan.

. Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. penelaahan permasalahan. d. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. b. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. h. kajian. evaluasi. Pasal 987 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986. j. c. i. dan k. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-B. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-C. inventarisasi peraturan. pembinaan dan bimbingan teknis. sinkronisasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. sinkronisasi. I-B. evaluasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. dan d. inventarisasi peraturan. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-D. penelaahan permasalahan.284 Pasal 986 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. analisis keterkaitan. c. sosialisasi. sosialisasi. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. b. I-C dan I-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis keterkaitan. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. g. pembinaan dan bimbingan teknis. Pasal 989 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I-A. e. Pasal 988 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I terdiri atas: a. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. kajian. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II menyelenggarakan fungsi: a. II-C dan II-D masing-masing mempunyai tugas melakukan penyusunan peraturan. sosialisasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. f. d. i. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-C. . Pasal 991 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990. pembinaan dan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. pengkajian dan evaluasi peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. standardisasi dan sinkronisasi peraturan dan proses bisnis. penelaahan dan penyelesaian permasalahan di bidang perbendaharaan. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan di bidang perbendaharaan. dan d. penelaahan permasalahan. sinkronisasi. dan koordinasi pelaksanaan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pada direktorat teknis dan instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. g. II-B. k. evaluasi. analisis keterkaitan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharan. penelaahan permasalahan. analisis keterkaitan. inventarisasi peraturan. b. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis.285 Pasal 990 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. analisis keterkaitan. kajian. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-B. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-D. kajian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . inventarisasi peraturan. c. monitoring dan evaluasi pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. b. inventarisasi peraturan-peraturan di bidang perbendaharaan. sosialisasi. Pasal 993 Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. pembinaan teknis pelaksanaan peraturan dan proses bisnis di bidang perbendaharaan. h. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II-A. j. penyusunan pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis di bidang perbendaharaan. c. e. evaluasi. pembinaan dan bimbingan teknis. penyusunan peraturan di bidang perbendaharaan. Pasal 992 Subdirektorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II terdiri atas: a. sinkronisasi. sosialisasi.

perancangan. h. f. pengembangan. perancangan. pemeliharaan. Seksi Pengembangan Aplikasi B. pemeliharaan. Seksi Pengembangan Aplikasi C.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dokumentasi. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem aplikasi. pelaksanaan dokumentasi sistem aplikasi. dukungan dan bimbingan teknis. Pasal 996 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi terdiri atas: a. e. pengembangan. dan melakukan penyusunan dokumen administrasi serta mendampingi pengguna melakukan pengujian mutu aplikasi yang dibangun oleh pihak ketiga. b. Seksi Pengembangan Aplikasi A. analisis dan perancangan sistem aplikasi.286 Pasal 994 Subdirektorat Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan analisis. pendokumentasian. C. Pasal 997 Seksi Pengembangan Aplikasi A. i. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemberian dukungan teknis operasional aplikasi. b. B. monitoring dan evaluasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Subdirektorat Pengembangan Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. dan D masing-masing mempunyai tugas melakukan analisis. c. penyusunan petunjuk operasional aplikasi. Seksi Pengembangan Aplikasi D. dan pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. d. g. pemberian bimbingan teknis sistem aplikasi. Pasal 995 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994. dan d. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga. . c. penyiapan dan pengujian mutu pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga serta pembinaan jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi.

j. e. pengkajian. pemberian bimbingan dan dukungan teknis. pemberian bimbingan teknis penyampaian data sumber dan penggunaan basis data.287 Pasal 998 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan perancangan dan standardisasi basis data. dan perangkat lunak. Pasal 1000 Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi terdiri atas: a. Pasal 1001 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perancangan. g. dan perangkat lunak. standardisasi. evaluasi. pengujian. dan administrasi Teknologi Informasi di bidang perbendaharaan. pengelolaan kinerja basis data. c. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perangkat keras. Subdirektorat Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi mempunyai fungsi: a. Seksi Pengelolaan Basis Data. evaluasi. dan pengelolaan (system administration) di bidang komunikasi data. b. b. dan pengamanan basis data serta pengelolaan Disaster Recovery Center (DRC). pengelolaan kamus data (data dictionary). pengamanan. monitoring. pengujian. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. dan d. pemberian dukungan teknis. pelaksanaan distribusi data. d. pengelolaan layanan informasi. Pasal 999 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998. pengelolaan basis data. Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak. monitoring dan evaluasi kelengkapan data sumber. pengelolaan layanan informasi. c. dan distribusi data. f. pengelolaan dan pengamanan basis data. perancangan dan standardisasi basis data. web content dan internet. Seksi Analisis Data. dan pemberian bimbingan teknis di bidang komunikasi data. pengamanan. perangkat keras. e-mail. penerapan. penghimpunan data sumber. situs (website). Seksi Komunikasi Data. dan pengembangan teknologi informasi. h. penghimpunan data sumber. monitoring. i. penyusunan standardisasi.

e. d. implementasi. f. pembinaan. pengkajian. dan pengamanan internet dan sistem jaringan komunikasi data antar unit di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. b. evaluasi. h. e-mail. dan penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. (4) Seksi Dukungan Teknis Perangkat Keras dan Lunak mempunyai tugas melakukan penyusunan standardisasi. serta pengelolaan. sertifikasi. pengamanan. evaluasi. dan konsultasi jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. . penyiapan perumusan pola akreditasi. pembinaan. analisis kelengkapan data sumber dan pengelolaan layanan informasi. serta rekonsiliasi basis data dengan data keluaran dari direktorat pengguna di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. pengkajian dan analisis terhadap pembentukan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. Pasal 1002 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perumusan pedoman. Pasal 1003 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1002. pengujian. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. situs (website). c. penyiapan perumusan pedoman terkait dengan pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan.288 (2) Seksi Analisis Data mempunyai tugas melakukan monitoring. (3) Seksi Komunikasi Data mempunyai tugas melakukan penerapan teknologi komunikasi data. diseminasi. dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. pemberian dukungan teknis. Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun mempunyai fungsi: a. pelaksanaan penilaian akreditasi. sertifikasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. i. standardisasi sistem dan prosedur komunikasi data. web content. monitoring. sosialisasi. dan pengadministrasian perangkat keras dan perangkat lunak. melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun serta melaksanakan verifikasi dan penyusunan laporan pengelolaan program pensiun. g.

Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. serta pembahasan. . pelaksanaan verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun. verifikasi laporan pertanggungjawaban pembayaran pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan konsep pengesahan. penyusunan konsep pengesahan. serta melakukan pengkajian dan analisis bagi pengembangan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. penyiapan data untuk perhitungan dan penetapan dana penyelenggaraan pembayaran pensiun. pemberian akreditasi dan sertifikasi dalam rangka pendidikan dan pelatihan terkait dengan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan serta melakukan sosialisasi dan diseminasi. Pasal 1005 (1) Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapan perumusan peraturan perundangan dan pedoman terkait. pembahasan. Pasal 1006 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. merumuskan pola akreditasi. Pasal 1004 Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun terdiri atas: a. sertifikasi dan program pendidikan dan latihan. dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). dan evaluasi rencana kerja anggaran program pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). pemantauan dan evaluasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengelola Perbendaharaan. Seksi Program Pensiun. dan k. b. dan c. Seksi Pengkajian dan Pengembangan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan. (3) Seksi Program Pensiun mempunyai tugas menyusun rancangan kebijakan dan pembinaan program pensiun. (2) Seksi Implementasi dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pengelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan koordinasi penerapan dan penilaian pejabat fungsional Pengelola Perbendaharaan.289 j. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun. pembinaan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

penyiapan  penyusunan norma. e. b. d. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal. standar. c. d. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. Pasal 1008 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1007. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. dan penyusunan proses bisnis yang terkait dengan mekanisme penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang transformasi perbendaharaan. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. Pasal 1010 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. . g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi. dan h. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha. b. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi.290 Bagian Kesepuluh Direktorat Transformasi Perbendaharaan Pasal 1007 Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang transformasi perbendaharaan. penyiapan  pemberian perbendaharaan. Direktorat Transformasi Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. perancangan. c. dan kriteria di bidang transformasi perbendaharaan. dan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang transformasi e. f. manajemen pembayaran dan pelaporan yang berbasis pada akuntansi yang sehat serta penerapan perubahan organisasi. Pasal 1009 Direktorat Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi.

manajemen pembayaran. manajemen pembayaran. b. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pelaporan. Seksi Transformasi Organisasi. dan akuntansi.291 Pasal 1011 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. dan f. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Pasal 1013 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. dan akuntansi. b. d. pengkajian dan penyempurnaan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal II. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. c. dan akuntansi. manajemen pembayaran. . pengkajian dan penyempurnaan. e. serta melakukan pengkajian kesesuaian akuntansi dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal I. c. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian dan penyempurnaan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. dan akuntansi. pelaporan. Pasal 1012 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Internal dan Organisasi terdiri atas: a. serta melakukan pengkajian kesesuaian proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dan manajemen pembayaran dengan aplikasi teknologi informasi. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan proses bisnis penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. pelaporan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . manajemen pembayaran. pengkajian dan penyempurnaan. pelaporan. pengkajian kesesuaian proses bisnis sistem perbendaharaan dengan aplikasi teknologi informasi. serta pengkajian kesesuaian proses bisnis pelaporan dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Proses Bisnis Internal III. dan d.

manajemen Barang Milik Negara. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. Utang. manajemen kas. manajemen komitmen. manajemen komitmen. manajemen komitmen. Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal menyelenggarakan fungsi: a. manajemen Barang Milik Negara. manajemen investasi. manajemen kas. manajemen kas. sistem perbankan umum. manajemen komitmen. sistem perbankan umum. dan e. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Utang. manajemen penerimaan. pengkajian dan penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. . dan sistem bank sentral. Utang. dan sistem bank sentral. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I. c. perancangan. manajemen investasi. manajemen Barang Milik Negara. d. manajemen kas. dan penyusunan proses bisnis dalam koneksinya dengan Satuan Kerja. dan sistem bank sentral. sistem perbankan umum. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. Pasal 1014 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. b. manajemen investasi. manajemen penerimaan. dan c. Utang. sistem perbankan umum. manajemen komitmen. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. sistem perbankan umum. manajemen penerimaan. manajemen penerimaan.292 (4) Seksi Transformasi Organisasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penerapan perubahan organisasi. pengkajian kesesuaian koneksitas-koneksitas proses bisnis dengan aplikasi teknologi informasi. Pasal 1016 Subdirektorat Transformasi Proses Bisnis Eksternal terdiri atas: a. Pasal 1015 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. Utang. manajemen kas. manajemen investasi. manajemen penerimaan. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II. Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III. dan sistem bank sentral. dan sistem bank sentral. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. manajemen Barang Milik Negara.

c. pengkajian dan penyempurnaan. pengembangan teknologi informasi perbendaharaan. pengkajian dan penyempurnaan. dan . dan penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum teknologi informasi perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. perancangan teknologi informasi perbendaharaan. b. penyiapan perumusan kebijakan strategi tahapan penerapan teknologi informasi. Pasal 1019 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. f. manajemen kas. Pasal 1020 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi terdiri atas: a. pengkajian teknologi informasi perbendaharaan. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis utang. perancangan. Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan teknologi informasi perbendaharaan. b. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. pengkajian dan penyempurnaan. (2) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data. dan c. dan manajemen investasi dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Perangkat Lunak. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis dengan Satuan Kerja. Pasal 1018 Subdirektorat Transformasi Teknologi Informasi mempunyai penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. implementasi teknologi informasi perbendaharaan. dan proses bisnis manajamen komitmen dengan aplikasi teknologi informasi. Seksi Transformasi Perangkat Keras. tugas melaksanakan pengembangan. e. (3) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum. serta pengkajian kesesuaian koneksitas proses bisnis manajemen Barang Milik Negara dan proses bisnis penerimaan dengan aplikasi teknologi informasi.293 Pasal 1017 (1) Seksi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi.

Pasal 1022 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan strategi. dan pengamanan sistem jaringan komunikasi data dan basis data. monitoring. II. yang pembagian tugasnya diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemberian dukungan teknis. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi III. Seksi Transformasi Sistem Aplikasi II. pemberian dukungan teknis. penyiapan perumusan kebijakan dan strategi penyempurnaan system aplikasi perbendaharaan. pembakuan sistem dan prosedur komunikasi data. pengelolaan. pengamanan. evaluasi dan dokumentasi perangkat lunak. Pasal 1023 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. pengembangan. dan pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1024 Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi terdiri atas: a. monitoring. pengembangan. Subdirektorat Transformasi Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. pengujian. (2) Seksi Transformasi Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pengujian. monitoring. evaluasi dan dokumentasi perangkat keras. pengujian. pengkajian sistem aplikasi perbendaharaan. (3) Seksi Transformasi Komunikasi dan Basis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Pasal 1025 Seksi Transformasi Sistem Aplikasi I. pemberian dukungan teknis. b. pengamanan. penyusunan rekomendasi penetapan landasan hukum prosedur pengembangan aplikasi perbendaharaan. pengembangan. pengembangan sistem aplikasi perbendaharaan. perancangan. dan c. pengembangan. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d.294 Pasal 1021 (1) Seksi Transformasi Perangkat Keras mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perancangan sistem aplikasi perbendaharaan. dan e. dan dokumentasi sistem aplikasi. c. . b.

Pengendalian. dan d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan SPAN. c. Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan. b. melakukan monitoring dan evaluasi. (2) Seksi Pelaksanaan dan Verifikasi Pendanaan mempunyai tugas melakukan verifikasi dan penyelesaian tagihan. dan g. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. perumusan. Pengendalian. dan Pelaporan. menyusun standar tata kerja direktorat dan melakukan verifikasi laporan hasil kerja penyedia barang dan jasa. b. penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengembangan SPAN. penyiapan perumusan. Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia. pelaksanaan administrasi tagihan dan pembayaran. melakukan monitoring. Seksi Sarana dan Dukungan Jasa. penyiapan perumusan. dan penetapan standar pengelolaan Direktorat. dan pelaporan akuntabilitas kinerja Direktorat. (3) Seksi Sarana dan Dukungan Jasa mempunyai tugas melakukan perencanaan dan administrasi proses pengadaan barang dan jasa.295 Pasal 1026 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana strategik dan rencana kerja pengelolaan perubahan. Pasal 1028 Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan terdiri atas: a. f. melaksanakan operasional transformasi. Pasal 1029 (1) Seksi Perencanaan. e. . c. dan pengelolaan dokumen dan laporan hasil kerja Konsultan. d. evaluasi. Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan mempunyai fungsi: a. dan pelaksanaan evaluasi dan seleksi peserta lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan perumusan kebijakan strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pasal 1027 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1026. penyusunan. Seksi Perencanaan. pengkajian. penyusunan.

Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya. dan Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara. c.296 (4) Seksi Transformasi Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan pengkajian dan perumusan kebijakan dan strategi penempatan dan pelatihan sumber daya manusia. e. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Pasal 1031 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030. penyusunan prosedur dan kebijakan pelaporan keuangan Bendahara Umum Negara. penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan akuntansi serta pelaporan keuangan BUN dan unit khusus lain. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. c. membina. . mengkonsolidasikan. Pasal 1033 (1) Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyusunan. Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara menyelenggarakan fungsi: a. d. dan menyusun laporan keuangan Bendahara Umum Negara secara berkala atas transaksi kebendaharaan umum negara. merekonsiliasi. g. Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer. dan memantau laporan keuangan berkala pembiayaan yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. pemantauan penyajian laporan keuangan berkala BUN dan unit khusus lain. b. evaluasi. Seksi Pelaporan Keuangan Pembiayaan. penyuluhan dan bimbingan teknis tentang penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kepada BUN dan unit khusus lain. pengkonsolidasian laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. b. dan rekonsiliasi dan pembinaan Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara. d. Pasal 1032 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara terdiri atas: a. Pasal 1030 Subdirektorat Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. i. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Pembiayaan secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. h. penyelenggaraan kegiatan akuntansi atas pos-pos tertentu neraca yang dikelola di luar mekanisme APBN. penyusunan laporan keuangan Bendahara Umum Negara. penghimpunan laporan keuangan berkala Bendahara Umum Negara. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Penerusan Pinjaman. Transfer ke Daerah. Pasal 1034 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta melakukan penyelenggaraan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. memantau laporan keuangan berkala BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. serta menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan teknis akuntansi. Subsidi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi BUN Lainnya yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Belanja Lain-Lain. Hibah. Investasi. merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan Belanja dan Transfer secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. . merekonsiliasi dan mengkonsolidasikan Laporan Keuangan BUN Lainnya secara berkala dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.297 (2) Seksi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer mempunyai tugas melakukan penyusunan. Badan Lainnya. evaluasi. pemutakhiran pedoman dan petunjuk penyelenggaraan akuntansi Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1035 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Seksi Konsolidasi Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara mempunyai tugas melakukan konsolidasi seluruh laporan realisasi mutasi kas negara dan Laporan Keuangan Utang. (3) Seksi Pelaporan Keuangan Bendahara Umum Negara Lainnya mempunyai tugas melakukan penyusunan. memantau laporan keuangan berkala Belanja dan Transfer yang berkedudukan sebagai pengguna anggaran. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif kepegawaian dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Transformasi Perbendaharaan. evaluasi. Transaksi Khusus. dan Laporan Arus Kas untuk menghasilkan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.

(2) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).298 Pasal 1036 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

d. Direktorat Lelang. dan lelang. Direktorat Barang Milik Negara. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1039 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terdiri atas: a. prosedur. piutang negara. perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara. dan kriteria di bidang kekayaan negara. Pasal 1038 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. Direktorat Penilaian. g. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. b. . Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain. standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara. d. piutang negara. piutang negara. dan lelang. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. e. piutang negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan lelang. penyusunan norma. b. dan e.dan lelang. piutang negara. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi. pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan. f. Sekretariat Direktorat Jenderal.299 BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1037 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara. dan lelang. c. dan h.

300 Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1040 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. . dan laporan akuntabilitas kinerja. f. c. pelaksanaan kepatuhan internal di lingkungan direktorat jenderal. dan dokumentasi direktorat jenderal. koordinasi penyusunan rencana kerja. serta mengkoordinasikan jabatan fungsional pada Sekretariat direktorat jenderal. e. kepegawaian. g. perencanaan dan implementasi manajemen risiko direktorat jenderal. pelaksanaan tata usaha. dan h.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan f. d. d. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. rencana strategik. dan keuangan. Bagian Kepegawaian. e. rumah tangga. pelaksanaan urusan perlengkapan direktorat jenderal. Pasal 1042 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Keuangan. Pasal 1041 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja direktorat jenderal. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. c. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. b. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal. b. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. Bagian Perlengkapan. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan.

penyiapan bahan tanggapan. rencana strategik. d. serta koordinasi dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. uraian jabatan serta penyusunan jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penataan organisasi. standar norma waktu dan standar beban kerja. penyiapan bahan monitoring dan pengembangan penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. penyiapan bahan pembakuan prestasi dan sarana kerja.301 Pasal 1043 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana kerja. b. e. pelaksanaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan c. laporan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal serta koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas Direktorat Jenderal. . g. Subbagian Tata Laksana. Pasal 1045 Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal terdiri atas: a. dan h. laporan akuntabilitas kinerja. Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan. tata naskah persuratan dinas dan standardisasi teknis Direktorat Jenderal. c. Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. penyusunan rumusan produk hasil kerja. Pasal 1044 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1043. f. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana kerja dan rencana strategik Direktorat Jenderal. dan implementasi pengelolaan kinerja Direktorat Jenderal. analisis atas kebenaran laporan pengaduan masyarakat dan penyiapan bahan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat. analisis jabatan. serta koordinasi dan implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. b. pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan kualitas pelaksanaan prosedur.

perancangan dan implementasi rekrutmen. tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengaduan masyarakat. mutasi. pengawasan dan evaluasi standar kinerja. penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. pengembangan program graduate pegawai. Pasal 1048 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1047. pelaksanaan analisis perencanaan. pengelolaan. penilaian kinerja. dan d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi pengelolaan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal. sarana dan metode implementasi reward dan punishement Sumber Daya Manusia. manajemen bakat. pengelolaan. pengawasan dan evaluasi administrasi. . analisis jabatan. pengelolaan sistem data formasi. b. perencanaan. Pasal 1047 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian Direktorat Jenderal dan penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. penyelesaian kasus pegawai. kepuasan pegawai. pengangkatan. evaluasi pelayanan teknis. pelaksanaan kajian pengembangan. Sistem Informasi dan Manajemen Kepegawaian. penyempurnaan kode etik. tanggapan. serta pelaksanaan pengelolaan kepangkatan. serta laporan tahunan Direktorat Jenderal. c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana strategik dan rencana kerja. program assessement. standardisasi teknis. uraian jabatan. (3) Subbagian Kepatuhan Internal dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengembangan konsep penjaminan pelaksanaan prosedur. serta pengembangan kompetensi. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. kepemimpinan. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal. koordinasi dan implementasi analisis beban kerja. tata naskah persuratan dinas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .302 Pasal 1046 (1) Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. serta penyiapan koordinasi jabatan fungsional pada Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan jabatan fungsional. kajian kompensasi dan benefit. penyusunan formasi. penelitian laporan pengaduan masyarakat. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja. dan pengembangan serta implementasi manajemen risiko Direktorat Jenderal. pelaksanaan analisis dan evaluasi perencanaan kebutuhan.

dan c. pemberhentian. Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan. Pasal 1050 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan analisa dan evaluasi perencanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. SIMPEG. pengembangan kebutuhan pegawai. program assessement. pembuatan daftar dan pembayaran gaji serta kesejahteraan pegawai Kantor Pusat. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. kepuasan pegawai dan pelaksanaan sarana serta metode implementasi reward dan punishment. Pasal 1052 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051. Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian. . serta manajemen bakat. standar kinerja pegawai. Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian. implementasi rekrutmen dan seleksi pegawai. pemberian kompensasi dan benefit. penyelesaian kasus pegawai. program graduate. penyempurnaan dan pengawasan kode etik. serta pengembangan kompetensi. serta perencanaan dan penilaian kinerja pegawai. administrasi SDM.303 Pasal 1049 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (3) Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan analisa perencanaan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. b. dan pemensiunan. kepemimpinan. (2) Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan. serta penyusunan formasi pegawai dan sistem data formasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal. b. pengangkatan. pengembangan. penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. kepangkatan. c. evaluasi jabatan/posisi dan program mutasi. Pasal 1051 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan.

304 Pasal 1053 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. Pasal 1057 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. Subbagian Gaji.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pelaksanaan. Pasal 1055 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan perlengkapan. b. pemeliharaan. Subbagian Perbendaharaan. . Pasal 1054 (1) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Pengadaan. dan penghapusan perlengkapan. Pasal 1056 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1055. b. dan d. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Subbagian Penyimpanan dan Distribusi. Subbagian Perencanaan Anggaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan inventarisasi. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan. c. penyiapan dokumen. (4) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji pegawai Kantor Pusat serta kesejahteraan pegawai Direktorat Jenderal.

pemeliharaan. angkutan. (2) Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan protokol. dan penghapusan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. tamu. pengamanan. penggandaan. rumah tangga. serta penatausahaan. (3) Subbagian Inventarisasi dan Penghapusan mempunyai tugas melakukan urusan inventarisasi. dan dokumentasi. pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal. . tamu. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan dan akomodasi. penggandaan. Subbagian Rumah Tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. b. kepustakaan. ekspedisi. Pasal 1061 Bagian Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan protokol. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. perjalanan dinas.305 Pasal 1058 (1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan protokol. pengadaan dan distribusi alat tulis kantor. pengetikan. Subbagian Protokol dan Perjalanan Dinas. Pasal 1059 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dokumentasi dan kearsipan Kantor Pusat Direktorat Jenderal. perencanaan dan pelaksanaan rapat pimpinan dan kunjungan kerja pimpinan. Pasal 1062 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. c. dan c. (2) Subbagian Penyimpanan dan Distribusi mempunyai tugas melakukan urusan penyimpanan dan distribusi perlengkapan. kearsipan. perjalanan dinas. b. perjalanan dinas. serta akomodasi. pelaksanaan urusan surat-menyurat. Pasal 1060 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. rapat pimpinan dan d. kepustakaan. pemeliharaan sarana dan prasarana. pelaksanaan urusan akomodasi. pengetikan. penyiapan dokumen. serta pelaksanaan. dan dokumentasi. tamu. ekspedisi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . kearsipan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 306 (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga, pengadaan dan distribusi alat tulis kantor, angkutan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penatausahaan, pengamanan, pengawasan barang milik negara di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal.

Bagian Keempat Direktorat Barang Milik Negara Pasal 1063 Direktorat Barang Milik Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang barang milik negara.

Pasal 1064 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063, Direktorat Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang barang milik negara; b. pelaksanaan kebijakan di bidang barang milik negara; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang barang milik negara; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang barang milik negara; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

Pasal 1065 Direktorat Barang Milik Negara terdiri atas: a. Subdirektorat Barang Milik Negara I; b. Subdirektorat Barang Milik Negara II; c. Subdirektorat Barang Milik Negara III; d. Subdirektorat Barang Milik Negara IV; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 307 Pasal 1066 Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1067 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066, Subdirektorat Barang Milik Negara I, II, dan III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; c. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III; dan g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I, II, dan III. Pasal 1068 Subdirektorat Barang Milik Negara I masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IA; b. Seksi Barang Milik Negara IB;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 308 c. Seksi Barang Milik Negara IC; dan d. Seksi Barang Milik Negara ID.

Pasal 1069 Seksi Barang Milik Negara IA, IB, IC, dan ID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IA, IB, IC, dan ID sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1070 Subdirektorat Barang Milik Negara II masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IID. Pasal 1071 Seksi Barang Milik Negara IIA, IIB, IIC, dan IID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIA, IIB, IIC, dan IID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1072 Subdirektorat Barang Milik Negara III masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IIIA; b. Seksi Barang Milik Negara IIIB; c. Seksi Barang Milik Negara IIIC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IIID.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 309 Pasal 1073 Seksi Barang Milik Negara IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID masing-masing melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IIIA, IIIB, IIIC, dan IIID, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1074 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1075 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074, Subdirektorat Barang Milik Negara IV menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; b. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; c. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; d. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; e. penyiapan bahan penatausahaan dan akuntansi, serta penyusunan Daftar Barang Milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; f. penyiapan bahan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, penatausahaan dan akuntansi barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 310 g. penghimpunan, penelaahan, dan penganalisisan data barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IV; dan h. penyiapan bahan koordinasi penyusunan daftar barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum. Pasal 1076 Subdirektorat Barang Milik Negara IV masing-masing terdiri atas: a. Seksi Barang Milik Negara IVA; b. Seksi Barang Milik Negara IVB; c. Seksi Barang Milik Negara IVC; dan d. Seksi Barang Milik Negara IVD. Pasal 1077 Seksi Barang Milik Negara IVA, IVB, IVC, dan IVD masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, pemantauan, dan evaluasi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan dan akuntansi, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup IVA, IVB, IVC, dan IVD sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal serta koordinasi penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik negara. Pasal 1078 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Barang Milik Negara IV.

Bagian Kelima Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan Pasal 1079 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara dipisahkan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 311 Pasal 1080 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079, Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kekayaan negara dipisahkan; c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kekayaan negara dipisahkan; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kekayaan negara dipisahkan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1081 Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan terdiri atas: a. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I; b. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan III; d. Subbagian Tata Usaha; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1082 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1083 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082, Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I, II, dan III menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; b. penyusunan bahan sistem dan prosedur, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; c. penyiapan pengelolaan dan penatausahaan kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 312 d. penyiapan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara dan perseroan terbatas lainnya Lingkup I, II, dan III; e. penyiapan analisis dan pelaporan di bidang kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III; f. penyiapan pembinaan dan pengawasan Badan Usaha Milik Negara/Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup I, II, dan III; dan g. penyiapan pengawasan atas tindak lanjut penetapan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dan penetapan barang milik negara eks. proyek kekayaan negara yang dipisahkan Lingkup I, II, dan III.
Pasal 1084 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahkan I terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IC. Pasal 1085 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IA, IB, dan IC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1086 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan II terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIC. Pasal 1087 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIA, IIB, dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIA, IIB, dan IIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 313 Pasal 1088 Subdirektorat Kekayaan Negara Dipisahakan III terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA; b. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIB; dan c. Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIC. Pasal 1089 Seksi Kekayaan Negara Dipisahkan IIIA, IIIB, dan IIIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi barang milik negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, serta analisis kinerja kekayaan Negara dipisahkan, pendirian dan pengusulan penyertaan modal negara, penatausahaan, perubahan bentuk hukum kekayaan negara yang dipisahkan, dan penyiapan bahan pengembangan pengukuran efektivitas penanaman modal Negara dan kinerja Badan Usaha Milik Negara, serta pembinaan Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan Lingkup IIIA, IIIB, dan IIIC sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1090 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kekayaan Dipisahkan III.

(2)

Bagian Keenam Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Pasal 1091 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain. Pasal 1092 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1091, Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain; b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang piutang negara dan kekayaan negara lainlain;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 314 c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang piutang negara dan kekayaan negara lain-lain; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
Pasal 1093 Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain terdiri atas: a. Subdirektorat Piutang Negara I; b. Subdirektorat Piutang Negara II; c. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I; d. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II; e. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III; f. Subbagian Tata Usaha; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1094 Subdirektorat Piutang Negara I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN. Pasal 1095 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094, Subdirektorat Piutang Negara I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN yang telah diserahkan kepada PUPN; c. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan telaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 315 e. penyiapan bahan telaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN; dan g. penyiapan bahan telaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan kepada PUPN.

Pasal 1096 Subdirektorat Piutang Negara I terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IA; b. Seksi Piutang Negara IB; dan c. Seksi Piutang Negara IC. Pasal 1097 Seksi Piutang Negara IA, IB, dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi bimbingan teknis, dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari BUMN/BUMD yang telah diserahkan ke PUPN, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, dan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek lingkup IA, IB, IC, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pasal 1098 Subdirektorat Piutang Negara II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, evaluasi atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN dan pengelolaan piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN, serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusanya belum diserahkan kepada PUPN, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekretariatan PUPN Pusat.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 316 Pasal 1099 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098, Subdirektorat Piutang Negara II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan rumusan kebijakan dan bimbingan teknis pelaksanaan pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; b. penyiapan bahan perencanaan kegiatan dan target hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan dan hasil pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; d. penyiapan bahan penelaahan usul penetapan, perpanjangan, pencabutan pencegahan bepergian ke luar wilayah RI, dan penetapan izin dalam masa pencegahan bepergian ke luar wilayah RI atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; e. penyiapan bahan penelaahan usul paksa badan terhadap penanggung hutang/penjamin hutang atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; f. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; g. penyiapan bahan penelaahan usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek atas pengurusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; h. penyiapan bahan penelaahan usul penghapusan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang telah diserahkan kepada PUPN; i. penyiapan bahan perumusan kebijakan penatausahaan, penagihan, dan evaluasi serta pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; pelaksanaan inventarisasi piutang pada Kementerian Negara/Lembaga yang belum diserahkan kepada PUPN; dan

j.

k. penyelenggaraan kesekretariatan PUPN Pusat. Pasal 1100 Subdirektorat Piutang Negara II terdiri atas: a. Seksi Piutang Negara IIA; b. Seksi Piutang Negara IIB; dan c. Seksi Piutang Negara IIC.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

   - 317 Pasal 1101 (1) Seksi Piutang Negara IIA dan IIB masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup I dan II, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Piutang Negara IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pematauan dan evaluasi atas pelaksanaan pengurusan piutang negara, usul paksa badan terhadap penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, penataan dan pengamanan, pemblokiran serta pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, pendataan, pengolahan, dan pengelolaan barang jaminan milik penanggung hutang dan/atau penjamin hutang, usul permintaan izin kepada Gubernur Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah debitor, usul permintaan izin kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk memblokir surat berharga milik penanggung/penjamin hutang yang diperdagangkan di bursa efek piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, dan penyiapan bahan perumusan teknis inventarisasi, penatausahaa, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan piutang negara yang berasal dari Kementerian Negara/Lembaga yang pengurusannya belum diserahkan kepada PUPN Lingkup III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal, serta penyelenggaraan tugas kesekeretariatan PUPN Pusat. Pasal 1102 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I, II dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan dan standardisasi, penyusunan sistem dan prosedur, penatausahaan dan penyusunan daftar, pemberian bimbingan teknis, perencanaan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi kekayaan negara lain-lain, serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I, II dan III, sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

penyusunan sistem dan prosedur. Pasal 1105 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA. sistem dan prosedur. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain Lingkup I dan II. pengawasan. b. dan evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. pengawasan. c. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. penatausahaan dan penyusunan daftar.318 Pasal 1103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. . IB. c. II dan III. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain ID. b. pemberian bimbingan teknis. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IC. dan d. penyiapan bahan rumusan kebijakan. Pasal 1104 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IB. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. perencanaan. d. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIB. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. penyiapan bahan penatausahaan dan penyusunan daftar kekayaan negara lain-lain Lingkup I. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIC. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain Lingkup I. bimbingan teknis. dan d. IC. IB. penelaahan. II dan III. penyiapan bahan perencanaan. II dan III. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IA. dan ID. Pasal 1106 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain II terdiri atas: a. dan e. c. IC. pemantauan. standardisasi. masing-masing menyelenggarakan fungsi: a. penghimpunan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IID. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. II dan III. Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain I. dan penganalisaan data kekayaan negara lain-lain Lingkup I. di bidang pengelolaan kekayaan negara lain-lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . II dan III. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IA.

319 Pasal 1107 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIA. penatausahaan dan penyusunan daftar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . IIIC. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIA. pengawasan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Piutang Negara I. penyusunan sistem dan prosedur. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. penatausahaan dan penyusunan daftar. IIB. pemantauan. Pasal 1109 Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. serta pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup IIIA. perencanaan. perencanaan. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIID. penyusunan sistem dan prosedur. IIIC. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. pemantauan. dan tindak lanjut keputusan perubahan status kekayaan negara lain-lain. Pasal 1108 Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III terdiri atas: a. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIC. Pasal 1110 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. IIC. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. pengawasan. pemberian bimbingan teknis. . Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIB. pemberian bimbingan teknis. dan IID. IIIB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. dan d. dan evaluasi kekayaan negara lain-lain. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Kekayaan Negara Lain-lain IIIA. b. dan IIID. IIC. IIIB. c.

penghapusan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan III masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kegiatan penggunaan. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III. c. Pasal 1113 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi terdiri atas: a. pengamanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. prosedur. II. dan e. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan kriteria di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. Pasal 1112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pemindahtanganan. dan g. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. pemantauan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. . d.320 Bagian Ketujuh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Pasal 1111 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan kekayaan negara dan sistem informasi. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain selain kekayaan Negara sumber daya alam/sumber daya energi dan kekayaan negara potensial Lingkup I. penyiapan penyusunan norma. e. pemeliharaan. pemanfaatan. b. c. b. II. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi. Pasal 1114 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengawasan. dan III. f. d. pengendalian. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional.

dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain. pemantauan. pemindahtanganan. penyiapan bahan pertimbangan rencana kebutuhan barang milik Negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. II. Pasal 1116 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I masing-masing terdiri atas: a. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. aset eks UP3. b. IC. hak atas bumi. pengamanan dan pemeliharaan. pengendalian. dan Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara ID. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IC. II. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum Lingkup IA. pemanfaatan. barang yang dirampas oleh negara. II. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. IB. pemeliharaan. penyiapan bahan pelaksanaan penggunaan. b. aset eks UP3. pengawasan. penghapusan. dan ID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan penggunaan. d. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara I. IB. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. dan ID serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. air dan tata ruang angkasa. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. II. pengendalian. Pasal 1117 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. dan III sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan III menyelenggarakan fungsi: a. hak atas bumi. dan c. pemanfaatan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IB. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain lingkup I. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum lingkup I. IC.321 Pasal 1115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IA. pemindahtanganan. pengawasan. barang yang dirampas oleh negara. penghapusan. . pengamanan. pemantauan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. barang milik negara eks kepabeanan. air dan tata ruang angkasa. c. barang milik negara eks kepabeanan.

sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. barang milik negara eks kepabeanan. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIIA. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pengamanan. barang milik negara eks kepabeanan. hak atas bumi. b. hak atas kekayaan intelektual dan aset lain-lain Lingkup IIA. pengendalian. IIIB. IIC. pemindahtanganan. pemantauan. IIIC. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. IIB. pemanfaatan. hak atas bumi. Pasal 1119 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIA. pengendalian. pemindahtanganan. pemanfaatan. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IID. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIB. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. barang yang dirampas oleh negara. pengawasan. b. IIB. dan IID. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIB. aset nasionalisasi atau eks asing/cina. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA.322 Pasal 1118 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara II masing-masing terdiri atas: a. penetapan atau pengalihan aset sebagai kekayaan negara yang dikelola Menteri Keuangan yang meliputi kekayaan negara aset eks BPPN dan eks likuidasi bank. dan IIID. penghapusan. Pasal 1121 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIA. barang yang dirampas oleh negara. pemeliharaan. . pemeliharaan. pengamanan. Pasal 1120 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Negara III masing-masing terdiri atas: a. pemantauan. penghapusan. cagar budaya dan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. dan d. aset eks UP3. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. pengawasan. dan d. IIC. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIIC. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIID. dan IID masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan kegiatan penggunaan. IIIB. pembinaan. air dan tata ruang angkasa. air dan tata ruang angkasa. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . aset eks UP3. dan penatausahaan barang milik negara pada Kementerian Negara/Lembaga dan Badan Layanan Umum serta pengelolaan kekayaan negara lain-lain sebagai akibat adanya ketentuan. IIIC. c. c. Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara IIC.

Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II . Pasal 1123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1122. b. Pasal 1124 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi terdiri atas: a. pengembangan. e. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. c. perencanaan. . dan Seksi Integrasi Sistem Aplikasi. pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi menyelenggarakan fungsi: a. piutang negara dan lelang. penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemeliharaan dan integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. dokumentasi sistem aplikasi. perancangan. piutang negara dan lelang. penilaian. penyusunan buku manual. evaluasi. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi penatausahaan dan pengelolaan barang milik negara. piutang negara dan lelang.323 Pasal 1122 Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan. penilaian. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. integrasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penilaian. perancangan desain sistem aplikasi dan basis data. pemantauan. implementasi. penyusunan buku manual sistem aplikasi dan dokumentasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. b. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. c. d. d. piutang negara dan lelang. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. piutang negara dan lelang. penyiapan bahan perencanaan. penilaian. dan f. piutang negara dan lelang. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. implementasi. Pasal 1125 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. pemrograman. kekayaan negara lain-lain dan kekayaan negara dipisahkan. penilaian. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penilaian. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III. penilaian. implementasi.

pemantauan dan evaluasi pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi integrasi sistem informasi geografi. penilaian. penilaian. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. penyiapan rumusan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi di bidang kekayaan negara. lunak. layananan operasional teknologi informasi dan perangkat keras. pemrograman. lunak. Pasal 1126 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional mempunyai tugas melaksanakan pemantauan pengolahan data. dan hukum. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi piutang negara. implementasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .324 (2) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. penilaian. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi sistem aplikasi kesekretariatan. b. pengelolaan data di bidang kekayaan negara. pemrograman integrasi sistem aplikasi. pemrograman. penilaian. enterprise integration portal dan website DJKN. implementasi. serta jaringan untuk mendukung sistem aplikasi di bidang kekayaan negara. pemantauan dan evaluasi sistem aplikasi. (3) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa kebutuhan dan pengembangan sistem aplikasi. c. piutang negara dan lelang. penyusunan buku manual dan dokumentasi integrasi sistem aplikasi. . perencanaan dan perancangan desain integrasi sistem aplikasi dan integrasi basisdata. pemberian layanan operasional teknologi informasi di bidang kekayaan negara. (4) Seksi Integrasi Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa integrasi sistem aplikasi. pelayanan lelang. piutang negara dan lelang. piutang negara dan lelang. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. Pasal 1127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1126. penilaian. pemeliharaan (penyempurnaan dan/atau kustomisasi) sistem aplikasi. piutang negara dan lelang. perencanaan dan perancangan desain sistem aplikasi dan basisdata. Business Intelligence (BI). penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. penyusunan buku manual dan dokumentasi sistem aplikasi. implementasi. pengelolaan perangkat keras. penilaian. penyiapan bahan rumusan kajian dan standardisasi teknologi informasi. Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional menyelenggarakan fungsi: a. implementasi. piutang negara dan lelang. dan d. sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

pengelolaan even (event management). Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. perencanaan pendidikan dan pelatihan SDM Teknologi Informasi. Seksi Pengolahan Data dan Layanan Informasi. dan Jaringan. evaluasi dan pembaharuan tingkat layanan. (2) Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian dan standardisasi teknologi informasi. keamanan. kegagalan (incident management). dan d. Seksi Layanan Operasional. penilaian. mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan tingkat layanan. perubahan dan penghapusan serta pengaturan kewenangan akses file share. pertanyaan atau permintaan layanan operasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengujian.325 Pasal 1128 Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional terdiri atas: a. (4) Seksi Pengelolaan Perangkat Keras. pembuatan. perangkat lunak software aplikasi. Lunak. permasalahan (problem management) dan akses (access management). Pasal 1130 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. jaringan/VPN-IP dan bandwidth. Seksi Pengkajian dan Standardisasi Teknologi Informasi. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Layanan Operasional Teknologi Informasi. (3) Seksi Layanan Operasional mempunyai tugas menerima laporan gangguan. menyediakan dan memelihara katalog layanan. memberikan solusi sementara dan/atau permanen. kesinambungan penggunaan dan pemanfaatan perangkat keras. kinerja. penyiapan bahan penyusunan cetak biru pengembangan SDM Teknologi Informasi. pelaporan. Lunak dan Jaringan mempunyai tugas melakukan instalasi/upgrading. melakukan pemantauan. perencanaan strategik teknologi informasi. dan pengelolaan dokumen elektronik di bidang kekayaan negara. pengolahan. data center. piutang negara dan lelang. Pasal 1129 (1) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penyaringan (filtering) situs. . hosting dan/atau perubahan profil hosting. memberikan dukungan teknis/onsite support. pemeliharaan dokumen dan/atau manual. pemutakhiran data. Cetak Biru Sistem Manajemen Informasi dan Pelayanan Terpadu DJKN (SMIPT-DJKN). kestabilan. pemeliharaan infrastruktur anti-virus protection. pemantauan ketersediaan. pengalokasian port TCP/IP. b. konfigurasi dan/atau pemutakhiran konfigurasi. sistem operasi. melakukan pendefinisian layanan dan pemutakhiran portofolio layanan. c.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. analisis. b. b. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti dan properti khusus. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam. standar. Pasal 1134 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian. Pasal 1135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. c. d. penyiapan penyusunan norma. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penilaian. Pasal 1132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti. Subbagian Tata Usaha. b. d. f. Direktorat Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian. dan kriteria di bidang penilaian. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian. dan c. c.326 Bagian Ketujuh Direktorat Penilaian Pasal 1131 Direktorat Penilaian mempunyai tugas melaksanakan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian. e. Pasal 1133 Direktorat Penilaian terdiri atas: a. pelaksanaan penilaian. . penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian real properti dan properti khusus. prosedur. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.

Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I. analisis. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I. analisis. Pasal 1137 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. b. serta evaluasi tugas di bidang penilaian Properti Khusus lingkup I dan II. dan d. Pasal 1138 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I. . serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian real properti lingkup I dan II. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam II. pelaksanaan penilaian. Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis II. Pasal 1139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. b. d. Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I. c. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis. Seksi Standardisasi Penilaian Real Properti II. analisis dan evaluasi kebijakan teknis di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam.327 Pasal 1136 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Properti terdiri atas: a. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis dan sumber daya alam. Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. serta pelaksanaan penilaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pelaksanaan penilaian. c. dan Seksi Standardisasi Penilaian Properti Khusus II. dan c. Pasal 1140 Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penilaian penilaian bisnis dan sumber daya alam.

b. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah.328 Pasal 1141 (1) Seksi Standardisasi Penilaian Bisnis I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis. b. supervisi dan evaluasi kinerja. (2) Seksi Standardisasi Penilaian Sumber Daya Alam I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . supervisi dan evaluasi kinerja penilai pemerintah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan penilaian. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian bisnis lingkup I dan II. analisis. . serta pelaksanaan penilaian. dan d. analisis. c. penyiapan pengawasan penilai pemerintah. pencatatan kinerja. penyiapan pembinaan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah. serta administrasi penilai pemerintah. Pasal 1142 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. penyiapan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. pembinaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis pelaksanaan penilaian. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah II. Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I. Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah. serta pelaksanaan penilaian. pelaksanaan administrasi terhadap penilai pemerintah meliputi register. c. Pasal 1143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. pendaftaran. serta evaluasi kebijakan di bidang penilaian sumber daya alam lingkup I dan II. Lingkup I dan II. Pasal 1144 Subdirektorat Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah terdiri atas: a. dan penjenjangan penilai pemerintah. d. Pasal 1145 (1) Seksi Pembinaan Penilai Pemerintah I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis. pembinaan. penyusunan dan pengawasan kode etik. serta pelaksanaan penilaian. e.

Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian. serta pelaksanaan penilaian. perekaman pelaksanaan tugas penilai analisis kinerja dan kualifikasi penilai pemerintah. analisis. (3) Seksi Pengawasan dan Kode Etik Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengawasan kode etik penilai pemerintah. b. Seksi Pengelolaan Data dan Infomasi Penilaian. penganalisisan. supervisi. analisis. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian. Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian menyelenggarakan fungsi: a. dan peningkatan kualitas laporan penilaian dan data di bidang penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pengelolaan. . d. pengelolaan. pengelolaan. Pasal 1147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146. dan melakukan perencanaan peningkatan kualitas penilai pemerintah berdasarkan hasil analisis kinerja dan kualifikasi. bimbingan teknis. serta pengelolaan. supervisi. dan e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . verifikasi. Pasal 1148 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian terdiri atas: a. verifikasi.329 (2) Seksi Peningkatan Kualitas Penilai Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian register. analisis. serta pengumpulan. perencanaan. analisis. bimbingan teknis. dan evaluasi terhadap laporan penilaian yang disusun oleh penilai pemerintah. dan peningkatan kualitas laporan penilaian. pengawasan penilai pemerintah dan pelaksanaan penilaian. analisis dan peningkatan kualitas laporan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pendaftaran. Pasal 1149 (1) Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian mempunyai tugas melakukan perencanaan. Seksi Kaji Ulang Laporan Penilaian. pengumpulan. analisis dan evaluasi permohonan dan laporan penilaian. pelaksanaan penilaian. b. c. perencanaan. supervisi. Pasal 1146 Subdirektorat Analisis Data dan Informasi Penilaian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. serta pelaksanaan penilaian. analisis penjenjangan penilai pemerintah. analisis. dan c. dan evaluasi terhadap laporan penilaian. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian.

b. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Pembinaan Penilai. c. Direktorat Lelang menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 1150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. c. analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . b. supervisi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. dan peningkatan kualitas data dan informasi penilaian serta pelaksanaan penilaian. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang lelang. pengelolaan. d. Bagian Kedelapan Direktorat Lelang Pasal 1151 Direktorat Lelang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lelang. (3) Seksi Pengelolaan Data Penilaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lelang. Subdirektorat Bina Lelang II. dan e. Subdirektorat Bina Lelang I. perencanaan. Pasal 1153 Direktorat Lelang terdiri atas: a. dan kriteria di bidang lelang. dan evaluasi terhadap permohonan penilaian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lelang.330 (2) Seksi Verifikasi Permohonan Penilaian mempunyai tugas melakukan verifikasi. d. . Pasal 1152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1151. analisis. prosedur. Subbagian Tata Usaha. serta pelaksanaan penilaian.

analisis. Pasal 1155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154. penyiapan bahan persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. pengembangan lelang. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang serta verifikasi risalah lelang. g. f. dan evaluasi pelaksanaan lelang.331 Pasal 1154 Subdirektorat Bina Lelang I dan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rumusan kebijakan. Seksi Bina Lelang IA. h. analisis dan penggalian potensi lelang. c. Pasal 1156 Subdirektorat Bina Lelang I terdiri atas: a. serta pembinaan kinerja di bidang lelang. evaluasi. Seksi Bina Lelang IC. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan bahan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. e. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. . pemantauan. dan c. b. Seksi Bina Lelang IB. Subdirektorat Bina Lelang I dan II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan lelang. standardisasi dan bimbingan teknis. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang kelas I. b. serta pelaksanaan pembinaan. dan i. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. perencanaan lelang. d. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang.

analisis. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta petunjuk teknis dan yuridis lelang. pemeriksaan. b. Pasal 1161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1160. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. pemantauan. Pasal 1158 Subdirektorat Bina Lelang II terdiri atas: a. IIB. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. Seksi Bina Lelang IIC. dan IIC. Pasal 1160 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pembinaan. bimbingan teknis. verifikasi risalah lelang. penyiapan bahan bimbingan teknis. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. Seksi Bina Lelang IIB. dan IC. Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang meyelenggarakan fungsi: a. pengawasan dan pembinaan kinerja profesi jasa pelelangan. . pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang. pemantauan. Seksi Bina Lelang IIA. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IIB. persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. Pasal 1159 Seksi Bina Lelang IIA. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Kelas I. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. IB. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja Pejabat Lelang Lelas I. analisis dan evaluasi pelaksanaan lelang. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang lingkup IA. dan c. dan penyajian informasi/ penjelasan mengenai masalahmasalah di bidang lelang lingkup IIA. verifikasi risalah lelang. pemantauan. IB. bimbingan teknis.332 Pasal 1157 Seksi Bina Lelang IA. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang. verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara termasuk di luar wilayah RI dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang.

pengawasan. analisis. pengangkatan. pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. j. dan pemberhentian Pejabat Lelang. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan Pejabat Lelang Kelas II. pengolahan. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. g. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan hasil pemeriksaan kinerja balai lelang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan pemberhentian Pejabat Lelang Kelas II lingkup I dan II. petunjuk teknis serta yuridis lelang. pengawasan. standardisasi. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pelaksanaan verifikasi risalah lelang Pajabat Lelang Kelas II. e. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada Balai Lelang. dan l. pembinaan. dan c. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. Pasal 1163 (1) Seksi Bina Profesi Lelang I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi. dan evaluasi pelaksanaan lelang Pejabat Lelang Kelas II. k. h. pemantauan. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. Seksi Bina Jasa Lelang. pengumpulan. verifikasi risalah lelang dan laporan Pejabat Lelang Kelas II. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan pejabat lelang. Pasal 1162 Subdirektorat Bina Profesi dan Jasa Lelang terdiri atas: a. perencanaan dan pengembangan lelang. i. bimbingan teknis. pemberian persetujuan pelaksanaan lelang di luar wilayah kerja dan persetujuan penundaan pembayaran harga lelang lebih dari 3 hari pada Balai Lelang. f. d. pemberian penghargaan dan sanksi. ujian profesi Pejabat Lelang. serta pencabutan izin operasional Balai Lelang. pengawasan dan pembinaan. Seksi Bina Profesi Lelang I. ujian profesi. Seksi Bina Profesi Lelang II. b. pengangkatan. penyajian informasi. penyusunan kebijakan dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang.333 c. .

penyiapan penyusunan norma. pengawasan dan pembinaan. dan analisis pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta tindak lanjut atas laporan kegiatan balai lelang dan laporan pemeriksaan kinerja Balai Lelang. penyiapan bahan perencanaan lelang dan pengembangan lelang serta penyiapan bahan petunjuk teknis serta yuridis lelang. d. dan kriteria di bidang hukum dan hubungan masyarakat. Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kinerja lelang serta pembinaan balai lelang. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. . c. pengolahan. dan bimbingan teknis pemberian izin operasional. penyiapan perumusan kebijakan di bidang hukum dan hubungan masyarakat. standar.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Bagian Kesembilan Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 1165 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pelaksanaan verifikasi laporan dan pembukuan hasil lelang pada balai lelang. penyiapan bahan penyusunan kebijakan. pelaksanaan koordinasi dengan pengguna jasa lelang dan pemberian informasi/penjelasan mengenai masalah-masalah di bidang lelang. pemberian penghargaan dan sanksi. dan e. pengumpulan.334 (2) Seksi Bina Jasa Lelang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan standardisasi di bidang lelang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Bina Lelang I. Pasal 1166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. Pasal 1164 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. standardisasi. serta pencabutan izin operasional lelang. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hukum dan hubungan masyarakat. pelaksanaan analisis dan penggalian potensi lelang.

. f. pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1168 Subdirektorat Peraturan Perundangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengharmonisasian dan pengkoordinasian penyusunan rancangan peraturan. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1169 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. penilaian. Subbagian Tata Usaha. d. b. penilaian. dan e. penilaian. dan lelang. piutang negara. b. penilaian. pengurusan piutang negara. c. d. dan lelang. b. pengurusan piutang negara dan lelang. Kelompok Jabatan Fungsional. dan lelang. pengurusan piutang negara dan lelang. pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. Subdirektorat Bantuan Hukum . pelaksanaan evaluasi pelaksanaan peraturan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat. dan pelaksanaan lelang. Seksi Peraturan Perundangan I. penilaian. Seksi Peraturan Perundangan II. pengurusan piutang negara dan lelang. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subdirektorat Peraturan Perundangan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian peraturan perundangan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pelaksanaan klasifikasi peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. pengurusan piutang negara. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan di bidang pengelolaan kekayaan negara. publikasi dan informasi hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. piutang negara.335 Pasal 1167 Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. e. Subdirektorat Peraturan Perundangan . pengelolaan dokumen hukum. Pasal 1170 Subdirektorat Peraturan Perundangan I terdiri atas: a. penilaian. penilaian. dan g.

piutang negara. . penilaian. dan d. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan IV. penilaian. Pasal 1173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172.336 c. penyiapan bahan pertimbangan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. Seksi Peraturan Perundangan IV. pelaksanaan klasifikasi peraturan. III. penilaian. piutang negara dan lelang. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan harmonisasi rancangan peraturan perundangan. penyajian peraturan perundangan di bidang kekayaan negara. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan penyimpanan dan pengamanan peraturan pelaksanaan dokumentasi dan kodifikasi peraturan perundangan. Pasal 1171 Seksi Peraturan Perundangan I. piutang negara dan lelang. pengurusan piutang negara. b. penelaahan dan penyiapan bahan rancangan peraturan perundangan dan petunjuk pelaksanaan peraturan serta melakukan evaluasi. Subdirektorat Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1172 Subdirektorat Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan bantuan hukum di bidang pengelolaan kekayaan negara. Pasal 1174 Subdirektorat Bantuan Hukum terdiri atas: a. penilaian. piutang negara dan lelang. Seksi Bantuan Hukum I. Seksi Bantuan Hukum III. Seksi Bantuan Hukum II. penelaahan kasus hukum di bidang kekayaan negara. pemantauan pelaksanaan peraturan perundangan. Seksi Bantuan Hukum IV. Seksi Peraturan Perundangan III. II. b. dan d. dan pelayanan lelang Lingkup I. c. dan pelaksanaan lelang. dan d. sesuai penugasan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. II. penilaian. III. penyiapan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum di bidang kekayaan negara. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara.

penyiapan bahan rapat eksternal. piutang negara dan lelang lingkup I. kebijakan. kebijakan. III. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. II. dokumentasi. penilaian. c. penilaian. Pasal 1177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. standardisasi dan bimbingan teknis. kebijakan. dan c. Seksi Publikasi dan Dokumentasi. dan pengelolaan berita. II. dan bimbingan teknis. Seksi Komunikasi Publik. evaluasi.337 Pasal 1175 Seksi Bantuan Hukum I. pengelolaan situs internet. melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. Subdirektorat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan serta pengolahan data untuk keperluan hubungan masyarakat. evaluasi. Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. analisis berita. standardisasi. pemberian bantuan hukum dan pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelesaian perkara di bidang kekayaan negara. dan opini publik. penyuluhan dan layanan informasi. III. b. dan opini publik. dan IV. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan petunjuk pelaksanaan dan pemberian bantuan hukum. standardisasi dan bimbingan teknis. dan d. analisis berita. penyiapan bahan penyusunan rumusan. hubungan media. standardisasi dan bimbingan teknis. dan pengolahan data hubungan masyarakat di bidang kekayaan negara. perpustakaan. evaluasi. piutang negara. Pasal 1178 Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Layanan Informasi terdiri atas: a. dan pelaksanaan di bidang hubungan media. hubungan media. pertimbangan. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. dan lelang. evaluasi. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. standardisasi dan bimbingan teknis. publikasi. b. komunikasi publik serta penyelenggaraan desk information dan call center. penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. dan pelaksanaan hubungan masyarakat. dan pelaksanaan publikasi dan dokumentasi. evaluasi. standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 1179 (1) Seksi Komunikasi Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan kebijakan. Pasal 1176 Subdirektorat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . komunikasi publik. penelaahan kasus hukum. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan rumusan. .

(3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. evaluasi. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengelolaan berita. dan perpustakaan. pengolahan data untuk keperluan internal dan hubungan masyarakat. serta situs web dan portal intranet. dokumentasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . evaluasi. Pasal 1182 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. penyelenggaraan desk information dan call center. kebijakan. standardisasi dan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Subdirektorat Hubungan Masyarakat. dan pelaksanaan penyuluhan dan pemberian layanan informasi. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. (3) Seksi Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan. dan pelaksanaan publikasi. . serta koordinasi penyiapan bahan rapat eksternal. Bagian Kesebelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1181 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.338 (2) Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rumusan.

339    BAB X DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1183 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan. Direktorat Dana Perimbangan. c. dan e. prosedur dan kriteria di bidang perimbangan keuangan. Pasal 1184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1183. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan. . pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . perumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. b. dan e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1185 Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan terdiri atas: a. c. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah. penyusunan norma. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. standar. d.

penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dan keuangan serta pembinaan jabatan fungsional pada direktorat jenderal. b. . laporan kegiatan dan akuntabilitas Direktorat Jenderal. rencana strategik. koordinasi penyusunan rencana kerja. d. Bagian Keuangan. f. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. c. dokumentasi. Bagian Umum.340    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1186 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Kepegawaian. penyelenggaraan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. fasilitasi penyusunan peraturan. penelaahan dan evaluasi jabatan. kepegawaian. rencana kerja. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1189 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategik. rencana anggaran. dan h. pelaksanaan tata usaha. e. dan e. Pasal 1188 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. b. dan laporan akuntabilitas kinerja direktorat jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perencanaan dan Organisasi. kearsipan. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . koordinasi kegiatan direktorat jenderal. dan perpustakaan direktorat jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pengembangan kinerja. Pasal 1187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1186. g. c. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendampingan hukum dan pertimbangan hukum.

. pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. (3) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi pelaksanaannya koordinasi dan fasilitasi penyusunan peraturan di bidang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Subbagian Organisasi. d. penyusunan laporan akuntabilitas. penyusunan rencana strategik dan rencana kerja Direktorat Jenderal.341    Pasal 1190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189. laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. statistik dan laporan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metode kerja Direktorat Jenderal. koordinasi dan fasilitasi penyiapan bahan penyusunan peraturan di bidang keuangan daerah. dan g. (4) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan statistik. penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. rencana strategik. Pasal 1192 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja. Subbagian Perencanaan. Pasal 1191 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. b. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c. b. dan rencana anggaran. dan d. Subbagian Tata Laksana. f. dan laporan pelaksanaan tugas. penelaahan dan evaluasi jabatan serta pengembangan kinerja organisasi. Subbagian Pelaporan.

Subbagian Mutasi Kepegawaian. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. dan mutasi kepegawaian lainnya. b. pelaksanaan urusan pengangkatan. Pasal 1197 Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan formasi serta pengurusan tata usaha. Pasal 1196 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. dan d. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. pemensiunan pegawai. Subbagian Umum Kepegawaian. penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. Pasal 1195 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. b. kepangkatan. statistik dan kesejahteraan pegawai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan c.342    Pasal 1193 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi. penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta penyaringan pegawai dalam rangka pendidikan dan pelatihan serta ujian jabatan. . serta penyiapan bahan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. pemberhentian. Pasal 1194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193. kepangkatan. dokumentasi. dan kesejahteraan pegawai. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. c. statistik.

343    Pasal 1198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 1197. Subbagian Perbendaharaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan surat menyurat. perlengkapan. kearsipan. kepustakaan. . b. dokumentasi. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan pengajuan permintaan pembayaran. b. dan penggandaan. kepustakaan. dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal dan mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Subbagian Perbendaharaan. Pasal 1199 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi. pelaksanaan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan penerbitan surat perintah pembayaran. dokumentasi. dan koordinasi serta fasilitasi hukum Direktorat Jenderal. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan perbendaharaan Direktorat Jenderal dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pasal 1202 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1201. rumah tangga. Pasal 1201 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 1200 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan RKA-KL. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. kearsipan.

Pasal 1206 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205. Subbagian Perlengkapan. penyiapan dokumen. ekspedisi. koordinasi serta fasilitasi hukum. dan penggandaan. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. pelaksanaan urusan rumah tangga. pelaksanaan. dan gaji.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. c. dan urusan perjalanan dinas. dokumentasi. dan d. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. dan koordinasi fasilitasi bantuan hukum. penyimpanan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. inventarisasi. dan penyiapan penghapusan perlengkapan.344    b. . b. (2) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Pasal 1203 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. keprotokolan. Direktorat Dana Perimbangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Protokol. Pasal 1204 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kepustakaan. pengangkutan pegawai. pelaksanaan urusan perlengkapan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang dana perimbangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang dana perimbangan. kearsipan. pendistribusian. Bagian Keempat Direktorat Dana Perimbangan Pasal 1205 Direktorat Dana Perimbangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang dana perimbangan. b. c. pemeliharaan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam.

Pasal 1207 Direktorat Dana Perimbangan terdiri atas: a. g. dan rekonsiliasi. d. c. rekonsiliasi dan penghitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. prosedur dan kriteria di bidang dana perimbangan. f. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. penyiapan penyusunan norma. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. Pasal 1209 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan e. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. dan h. d. Subdirektorat Dana Alokasi Umum. standar. d. b. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Pasal 1208 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. e. c. e. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. koordinasi. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dana perimbangan.345    c. standardisasi. dan f. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana bagi hasil pajak dan cukai hasil tembakau. . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. b.

c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak. dan d. b. penyiapan bahan ketetapan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak II. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. Pasal 1212 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pengalokasian dana bagi hasil sumber daya alam. b. standardisasi. serta bimbingan teknis di bidang dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam II. . dan c. Pasal 1214 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terdiri atas: a. d. koordinasi. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Pasal 1213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. penetapan alokasi. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam III. dan fasilitasi. c. rekonsiliasi perhitungan dana bagi hasil sumber daya alam. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam IV. dan rekonsiliasi. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam.346    Pasal 1210 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak terdiri atas: a. II. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak III. koordinasi. Pasal 1211 Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I. Seksi Dana Bagi Hasil Pajak I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. b. perhitungan. Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana bagi hasil sumber daya alam.

d. Pasal 1217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216. Seksi Dana Alokasi Umum IV. perhitungan alokasi. b. dana otonomi khusus. Pasal 1216 Subdirektorat Dana Alokasi Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. Pasal 1219 (1) Seksi Dana Alokasi Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan alokasi Dana Bagi Hasil SDA. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi umum. . sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi umum.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dana otonomi khusus. pengalokasian dana alokasi umum. dan dana penyesuaian. standardisasi. c. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. II. dan dana penyesuaian.347    Pasal 1215 Seksi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam I. dan d. perhitungan. Subdirektorat Dana Alokasi Umum menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. dan dana penyesuaian. perhitungan alokasi. III. dan dana penyesuaian. penyiapan perumusan kebijakan dana alokasi umum. c. dana otonomi khusus. Pasal 1218 Subdirektorat Dana Alokasi Umum terdiri atas: a. dana otonomi khusus. Seksi Dana Alokasi Umum I. penetapan alokasi. dan dana otonomi khusus dan dana penyesuaian. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi umum. dan fasilitasi. Seksi Dana Alokasi Umum III. b. Seksi Dana Alokasi Umum II. dan e. standardisasi. dan IV masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dana otonomi khusus. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Sumatera dan dana otonomi khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

b. pelaksanaan bimbingan teknis kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. perhitungan alokasi. c.348    (2) Seksi Dana Alokasi Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan fasilitasi penyusunan bahan perumusan dan perhitungan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. . dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. dan Papua serta dana otonomi khusus Provinsi Papua. perhitungan alokasi. b. Subdirektorat Dana Alokasi Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan e. penyiapan bahan pengalokasian dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. Pasal 1221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Bali. Seksi Dana Alokasi Khusus I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1222 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus terdiri atas: a. Pasal 1220 Subdirektorat Dana Alokasi Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. perhitungan alokasi. Seksi Dana Alokasi Khusus II. standardisasi. Maluku. dan d. penyiapan bahan ketetapan alokasi dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. standardisasi. perhitungan alokasi. (4) Seksi Dana Alokasi Umum IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. (3) Seksi Dana Alokasi Umum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dana Alokasi Khusus IV. d. dan dana penyesuaian untuk daerah dan wilayah Jawa. Seksi Dana Alokasi Khusus III. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi umum. c.

(3) Seksi Dana Alokasi Khusus III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi fasilitasi. SPM. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). perhitungan alokasi. bimbingan teknis. pemantauan/konfirmasi atas transfer. (2) Seksi Dana Alokasi Khusus II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi. Pasal 1225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224. SPM. standardisasi. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. dan pemantauan/ konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Pasal 1224 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi. standardisasi. perhitungan alokasi. Surat Perintah Membayar (SPM). standardisasi. b. SPM. Nusa Tenggara. pemantauan/konfirmasi atas transfer. khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). pemantauan/konfirmasi atas transfer.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I menyelenggarakan fungsi: a.349    Pasal 1223 (1) Seksi Dana Alokasi Khusus I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Jawa. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. d. Maluku dan Papua. SPP. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. SPP. (4) Seksi Dana Alokasi Khusus IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DAU dan DAK. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). SPP. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Bali. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DAU dan DAK. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. dan e. perhitungan alokasi. . perhitungan alokasi. dan bimbingan teknis di bidang dana alokasi khusus dan dana penyesuaian wilayah Sumatera. c.

Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1228. pengumpulan kelengkapan dokumen dasar penerbitan SPP transfer DBH. b. pemantauan/konfirmasi atas transfer. pelaksanaan bimbingan teknis penerbitan DIPA. SPP. koordinasi dan fasilitasi penerbitan DIPA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. khususnya DAU dan DAK. dan e. dan IC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan/konfirmasi atas transfer. d. khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). penyiapan bahan standardisasi penerbitan DIPA. SPM.350    Pasal 1226 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer I terdiri atas: a. dan c. koordinasi fasilitasi. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. Seksi Pelaksanaan Transfer IB. SPP. pemantauan/konfirmasi atas transfer. Pasal 1230 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II terdiri atas: a. SPM. Pasal 1227 Seksi Pelaksanaan Transfer IA. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan penerbitan DIPA. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. c. Seksi Pelaksanaan Transfer IA. Seksi Pelaksanaan Transfer IIC. bimbingan teknis. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPP. dan c. Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II menyelenggarakan fungsi: a. IB. b. Seksi Pelaksanaan Transfer IIB. SPM. Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. standardisasi. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. SPP. b. pemantauan/konfirmasi atas transfer. dan penyusunan laporan realisasi penyaluran transfer DBH. SPM. . Pasal 1228 Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II mempunyai mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelaksanaan Transfer IC. koordinasi fasilitasi.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Bagian Kelima Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1233 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. IIB. dan pemantauan/konfirmasi atas pelaksanaan Transfer ke Daerah serta penyusunan laporan realisasi anggaran Transfer ke Daerah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. d. prosedur dan kriteria di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. . dan IIC masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. standar. c. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .351    Pasal 1231 Seksi Pelaksanaan Transfer IIA. bimbingan teknis. khususnya DBH. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I. standardisasi. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan e. b. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. koordinasi fasilitasi. Pasal 1234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. b. Pasal 1232 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 1235 Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II.

Subbagian Tata Usaha. dan d. bimbingan teknis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. dan g. c. dan d. c. dan Nusa Tenggara. f. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IB. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. d. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. IB. Bali. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. pemantauan. analisis. bimbingan teknis. analisis. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III. Pasal 1238 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I terdiri atas: a. pemantauan. e. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ID. b. . dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. Pasal 1237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1236. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.352    c. dan ID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. Pasal 1236 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IC. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. b. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1239 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IA. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1240 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. IC. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Sumatera. pemantauan. analisis. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Bali. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan Nusa Tenggara. .353    Pasal 1241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1240. c. b. Pasal 1242 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II terdiri atas: a. Pasal 1243 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIC. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Jawa. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan Nusa Tenggara. dan IID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. b. IIB. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. analisis. Bali. Bali. Bali. IIC. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah II menyelenggarakan fungsi: a. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan d. b. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IID. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIA. Pasal 1244 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi. dan d. c. Pasal 1245 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244. analisis. bimbingan teknis. pemantauan.

sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. pemantauan. Pasal 1246 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah III terdiri atas: a. IIIC. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIID. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIB. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIC. dan d.354    c. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. pemantauan. pemantauan. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. b. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemantauan. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. dan d. Pasal 1249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. . IIIB. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. Pasal 1247 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IIIA. dan d. c. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV menyelenggarakan fungsi: a. c. analisis. bimbingan teknis. dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1248 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan standardisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Maluku dan Papua. penyusunan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan IIID mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis. b.

pelaksanaan penyusunan. . koordinasi. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVB. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVD. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. penyusunan standardisasi pajak daerah dan retribusi daerah. d. standardisasi. pemantauan. b. pemantauan. dan d.355    Pasal 1250 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV terdiri atas: a. sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. b. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. IVB. e. Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVC. bimbingan teknis. Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyelenggarakan fungsi: a. c. dan f. c. IVC. pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1252 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan sinkronisasi. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan rekomendasi pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi pajak daerah dan retribusi daerah. pelaksanaan bimbingan teknis pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1251 Seksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IVA. dan IVD mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan bimbingan teknis.

dan c. Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah. pemantauan. (2) Seksi Sinkronisasi Retribusi Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. Pasal 1255 (1) Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi dan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Pasal 1257 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. pelaksanaan bimbingan teknis. penyusunan standardisasi. Pasal 1256 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.356    Pasal 1254 Subdirektorat Sinkronisasi dan Dukungan Teknis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri atas: a. analisis dan evaluasi pajak daerah. koordinasi pelaksanaan bimbingan teknis dan pemantauan pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi retribusi daerah. pemantauan. penyusunan standardisasi. Seksi Data dan Pelaporan PDRD.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Seksi Data dan Pelaporan PDRD mempunyai tugas melakukan penyusunan. b. pelaksanaan bimbingan teknis. Seksi Sinkronisasi Pajak Daerah. . pengolahan dan penyajian peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah.

Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1260. obligasi daerah. d. Subdirektorat Pinjaman Daerah menyelenggarakan fungsi: a. c. dan e. f. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penerusan pinjaman luar negeri. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penerusan pinjaman luar negeri. d. penerusan pinjaman luar negeri. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. obligasi daerah. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. c. Pasal 1259 Direktorat Pembiayaan dan Kapasitas Daerah terdiri atas: a. Subdirektorat Hibah Daerah.357    Pasal 1258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1257. Subdirektorat Pinjaman Daerah. standar. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. b. . dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. b. Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . obligasi daerah. pemantauan. g. dan b. Pasal 1260 Subdirektorat Pinjaman Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. prosedur dan kriteria di bidang pembiayaan dan kapasitas daerah. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah. standardisasi.

bimbingan teknis. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. Seksi Pinjaman Daerah III.358    c. penerusan pinjaman luar negeri. b. obligasi daerah. penerusan pinjaman luar negeri. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. dan analisis. pemantauan. bimbingan teknis. penyiapan perumusan perjanjian pinjaman Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. (2) Seksi Pinjaman Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (3) Seksi Pinjaman Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. obligasi daerah. standardisasi. obligasi daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Maluku. dan analisis. penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman luar negeri. penerusan pinjaman luar negeri. dan e. dan Papua. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. d. obligasi daerah. Seksi Pinjaman Daerah I. c. standardisasi. Nusa Tenggara. Pasal 1263 (1) Seksi Pinjaman Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. obligasi daerah. standardisasi. pemantauan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Jawa. . dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. obligasi daerah. Seksi Pinjaman Daerah IV. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. standardisasi. Seksi Pinjaman Daerah II. bimbingan teknis. dan analisis. dan analisis. dan penerusan pinjaman luar negeri. Pasal 1262 Subdirektorat Pinjaman Daerah terdiri atas: a. dan evaluasi di bidang pinjaman kepada daerah dalam rangka penerusan pinjaman dalam negeri. bimbingan teknis. penerusan pinjaman luar negeri. pemantauan. dan d. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Bali. (4) Seksi Pinjaman Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pinjaman lainnya kepada pemerintah daerah untuk wilayah Sumatera. pemantauan.

Seksi Hibah Daerah I. Pasal 1266 Subdirektorat Hibah Daerah terdiri atas: a. b. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Jawa. bimbingan teknis. penyiapan perumusan standardisasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. bimbingan teknis. c. (2) Seksi Hibah Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. Pasal 1267 (1) Seksi Hibah Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. Pasal 1265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1264. pemantauan. penyiapan perumusan perjanjian hibah Pemerintah kepada Pemerintah Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan e. Seksi Hibah Daerah III. pemantauan. pemantauan. . Subdirektorat Hibah Daerah menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis.359    Pasal 1264 Subdirektorat Hibah Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri. dan d. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Sumatera. c. standardisasi. Seksi Hibah Daerah IV. Seksi Hibah Daerah II. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri.

Pasal 1270 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah terdiri atas: a. dan d. pemantauan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi wilayah Bali. b. pemantauan. d. bimbingan teknis. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV. standardisasi. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III. dan Papua. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I. Nusa Tenggara. (4) Seksi Hibah Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. pemantauan. Pasal 1268 Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. b. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. bimbingan teknis. Maluku. Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat. c.360    (3) Seksi Hibah Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. c. bimbingan teknis. bimbingan teknis. pemantauan. Subdirektorat Pembiayaan Penataan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi di bidang hibah kepada daerah yang bersumber dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Kalimantan dan Sulawesi. . standardisasi. standardisasi. standardisasi. Pasal 1269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1268. Pasal 1271 (1) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.

pemantauan. Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan standardisasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. dan PMP kepada daerah. pemantauan. . dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. c. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. bimbingan teknis. b. standardisasi. Seksi Investasi Daerah II. b. Nusa Tenggara. bimbingan teknis. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Bali. (4) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan PMP kepada daerah. dan PMP kepada daerah. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BLUD.361    (2) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. pemantauan. standardisasi. BLUD. Pasal 1273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1272. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). bimbingan teknis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah. dan d. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. serta pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah. Seksi Investasi Daerah I. dan evaluasi di bidang pendanaan penataan daerah dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis. pemantauan. Pasal 1272 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan perumusan kebijakan dan analisis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. Pasal 1274 Subdirektorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah terdiri atas: a. dan PMP kepada daerah. dan Papua. (3) Seksi Pembiayaan Penataan Daerah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. serta pengembangan kemampuan kapasitas keuangan daerah. BLUD. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan investasi pada BUMD. BLUD. Maluku.

(4) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. pemantauan. (2) Seksi Investasi Daerah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. dan d. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pasal 1276 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah mempunyai tugas melakukan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. (3) Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. b. pemantauan. bimbingan teknis. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. dan dana darurat. standardisasi. melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. . melaksanakan penatausahaan di bidang hibah daerah. melaksanakan penatausahaan di bidang dana darurat. Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. melaksanakan penatausahaan di bidang investasi daerah. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada daerah meliputi wilayah di luar Sumatera dan Jawa. Pasal 1277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. bimbingan teknis. dan d. pemantauan. c. dan evaluasi di bidang pengembangan dan pemetaan kemampuan kapasitas keuangan daerah meliputi wilayah Sumatera dan Jawa. investasi daerah. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).362    c. dan evaluasi di bidang pengelolaan investasi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1275 (1) Seksi Investasi Daerah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan analisis. bimbingan teknis. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah II. hibah daerah. standardisasi. bimbingan teknis. standardisasi. Seksi Kapasitas Keuangan Daerah I.

Nusa Tenggara. (3) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV. (2) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Jawa. investasi daerah. investasi daerah. dan Papua. Pasal 1279 (1) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan di bidang pinjaman daerah. (4) Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah IV mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan. Bagian Ketujuh Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah Pasal 1281 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. Maluku. c. b. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah III. investasi daerah. pembukuan. Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah II. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman Daerah. hibah daerah. Pasal 1280 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. . dan d. hibah daerah. dana darurat.363    Pasal 1278 Subdirektorat Penatausahaan Pembiayaan Daerah terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Penatausahaan Pembiayaan Daerah I. hibah daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan pelaporan pinjaman daerah. dan dana darurat meliputi wilayah Sumatera. dan investasi daerah meliputi wilayah Bali.

bimbingan teknis. pembiayaan daerah. c. serta perekonomian daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan defisit anggaran daerah. . Pasal 1285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. penyiapan bahan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. Pasal 1284 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. standar. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah.364    Pasal 1282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1281. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. dan e. standardisasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. belanja daerah. b. dan defisit anggaran daerah. serta perekonomian daerah. e. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi pendapatan daerah. d. c. Pasal 1283 Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah terdiri atas: a. pembiayaan daerah. belanja daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis. d. b. pembiayaan daerah. Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. f. Subdirektorat Data Keuangan Daerah. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah. serta perekonomian daerah. dan g. dan c. pemantauan dan evaluasi di bidang pendanaan desentralisasi dan perekonomian daerah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi pendanaan dan informasi keuangan daerah. belanja daerah. dan defisit anggaran daerah.

Pasal 1287 (1) Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang belanja daerah. standardisasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah. (3) Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pendapatan daerah. standardisasi. Seksi Evaluasi Belanja Daerah.365    Pasal 1286 Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah terdiri atas: a. standardisasi. c. (2) Seksi Evaluasi Belanja Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Pasal 1288 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. . Pasal 1289 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1288. b. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap perekonomian daerah. Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan perumusan standardisasi pemantauan dan evaluasi dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. perumusan dan penyiapan bahan Nota Keuangan di bidang Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembiayaan daerah dan defisit anggaran daerah. dan d. Seksi Evaluasi Pendapatan Daerah. Seksi Evaluasi Pembiayaan Daerah dan Defisit Anggaran Daerah. dan d. (4) Seksi Evaluasi Perekonomian Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Maluku. (3) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1292 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan akuntansi dan pelaporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah serta tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. b. dan Papua. dan d. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II. meliputi wilayah Bali. meliputi wilayah Sumatera. c. pemeriksaan kebenaran dan pelaksanaan analisis laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Nusa Tenggara. standardisasi. standardisasi. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. (2) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. meliputi Jawa. standardisasi. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I. Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV. . Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan III. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi. Pasal 1293 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1292. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.366    Pasal 1290 Subdirektorat Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan terdiri atas: a. Pasal 1291 (1) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (4) Seksi Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penatausahaan bahan akuntansi anggaran Transfer ke Daerah. dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III. verifikasi dan analisis laporan keuangan. bimbingan teknis. (4) Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah. Kalimantan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Sumatera. Pasal 1296 Subdirektorat Data Keuangan Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi. verifikasi dan analisis laporan keuangan. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Jawa. dan penyusunan laporan keuangan anggaran Transfer ke Daerah di wilayah Maluku dan Papua. (3) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II. (2) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. dan Nusa Tenggara. Seksi Konsolidasi Pelaporan Keuangan. Laporan Realisasi Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan d. Pasal 1295 (1) Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan akuntansi. pemantauan. Pasal 1294 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Transfer ke Daerah terdiri atas: a. pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional. verifikasi dan analisis laporan keuangan. b. Laporan Realisasi Anggaran. c.367    c. Neraca. . Seksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan I. Neraca. dan d. dan Sulawesi. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Bali. dan evaluasi serta pengolahan data keuangan daerah. dan Catatan atas Laporan Keuangan serta pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi. dan Papua. Seksi Data Keuangan Daerah I. (2) Seksi Data Keuangan Daerah II mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pengolahan data keuangan daerah. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi data keuangan daerah. Nusa Tenggara. bimbingan teknis. pemantauan. dan evaluasi. Pasal 1300 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pelayanan informasi. standardisasi. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Data Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi data keuangan daerah. . bimbingan teknis. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Jawa. c. Pasal 1298 Subdirektorat Data Keuangan Daerah terdiri atas: a.368    Pasal 1297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296. pemantauan. c. Seksi Data Keuangan Daerah III. dan evaluasi. pemantauan. standardisasi. dan d. standardisasi. Pasal 1299 (1) Seksi Data Keuangan Daerah I mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. dan pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. (4) Seksi Data Keuangan Daerah IV mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. (3) Seksi Data Keuangan Daerah III mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Sumatera. dan evaluasi. bimbingan teknis. Seksi Data Keuangan Daerah IV. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang data keuangan daerah. b. Seksi Data Keuangan Daerah II. serta pengolahan data keuangan daerah di wilayah Bali. dan d. b. standardisasi.

Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Dukungan Teknis. pengelolaan. b. dan pengelolaan. pelayanan informasi di bidang keuangan daerah. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah. d. pemeliharaan. dan penyusunan standar aplikasi dan program.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pengelolaan Basis Data. dan pemeliharaan basis data serta penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. Pasal 1302 Subdirektorat Informasi dan Dukungan Teknis terdiri atas: a. pelaksanaan dukungan teknis sistem dan pelayanan informasi. . dan d. dan pemeliharaan basis data. pengembangan. b.369    Pasal 1301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. c. infrastruktur hardware. pengumpulan. Pasal 1304 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengumpulan dan pengelolaan. dan peningkatan kualitas software. (3) Seksi Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengembangan. c. penyusunan profil kemampuan keuangan daerah dan peta kapasitas daerah. pemeliharaan. dan e. pembangunan. pengelolaan. pembangunan. pembangunan. (4) Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pengembangan serta penyajian informasi dan profil keuangan daerah. Pasal 1303 (1) Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program mempunyai tugas melakukan perencanaan. pembangunan. perencanaan. dan jaringan. Seksi Pelaporan dan Layanan Informasi. Seksi Pengembangan Aplikasi dan Program. pelaksanaan pengembangan aplikasi dan program. (2) Seksi Pengelolaan Basis Data mempunyai tugas melakukan perencanaan. pengembangan.

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.370    Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1305 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1306 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. .

dan e. Direktorat Pinjaman dan Hibah. Direktorat Pembiayaan Syariah. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan utang. b. prosedur. dan Setelmen. standar. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1309 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terdiri dari: a. Direktorat Evaluasi. Direktorat Surat Utang Negara. dan f. d. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan utang. penyusunan norma. c. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan utang. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan kriteria di bidang pengelolaan utang. Sekretariat Direktorat Jenderal.371 BAB XI    DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1307 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan utang. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1308 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1307. c. e. Akuntansi. .

Pasal 1311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310. Kelompok Jabatan Fungsional. kearsipan.372 -    Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 1310 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan direktorat jenderal. d. kepustakaan. c. pengembangan dan pelayanan bidang teknologi informasi di lingkungan direktorat jenderal. dan f. Bagian Teknologi Informasi. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. pengembangan pegawai. pengembangan pegawai. dan harmonisasi peraturan di lingkungan direktorat jenderal. penyelenggaraan pengelolaan urusan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. pengelolaan kinerja. b. penyelenggaraan pengelolaan urusan keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Organisasi dan Kepegawaian. rumah tangga. koordinasi kegiatan direktorat jenderal. pelaksanaan fungsi kepatuhan internal. c. Bagian Umum. . d. Pasal 1312 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. dan f. Bagian Kepatuhan Internal. Pasal 1313 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi. serta administrasi kepegawaian di lingkungan direktorat jenderal.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Keuangan. e. dan kesejahteraan pegawai di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha. e. serta administrasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal.

Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. ketatalaksanaan. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. analisis beban kerja. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. b. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. serta penyusunan. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan ketatalaksanaan. assessment center. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pemberhentian. pelaksanaan urusan pengangkatan pegawai. penelaahan dan evaluasi jabatan fungsional Direktorat Jenderal. c. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. kepangkatan.373 -    Pasal 1314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1313. penyusunan standar operasi dan prosedur kerja. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan identifikasi kebutuhan diklat.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1316 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. gaji berkala. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan administrasi mutasi pegawai. analisis beban kerja. Subbagian Organisasi. serta penyusunan. Pasal 1315 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. assessment center. penyelenggaraan diklat. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. d. b. serta penyiapan bahan penyusunan jawaban atas pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat. penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja organisasi. penelaahan dan evaluasi uraian jabatan. dan d. . c. serta pola mutasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Laksana. pemensiunan. identifikasi kebutuhan diklat. penyelenggaraan diklat. penyusunan. penyusunan. penataan organisasi.

melaksanakan analisis. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. perancangan dan pengembangan serta implementasi sistem. Subbagian Perbendaharaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Subbagian Penyusunan Anggaran. pemensiunan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. . urusan pengangkatan pegawai. b. pelaksanaan administrasi cuti pegawai. gaji berkala. Pasal 1317 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta melakukan dokumentasi dan pelaksanaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal. dan administrasi mutasi pegawai. Pasal 1321 Bagian Teknologi Informasi mempunyai tugas menyusun rencana strategis dan kebijakan teknologi informasi. kepangkatan. dan c. penyiapan penghargaan dan hukuman disiplin pegawai. perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. pemberhentian.374 -    (4) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi dan perencanaan pegawai. Pasal 1319 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1317. dan melaksanakan operasional layanan teknologi informasi. Pasal 1320 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Direktorat Jenderal. dan c.

. pengujian system. Pengelolaan operasional layanan teknologi informasi. Pasal 1323 Bagian Teknologi Informasi terdiri atas: a.375 -    Pasal 1322 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan implementasi sistem. c. teknologi. Penyusunan dan perumusan kebijakan. standarisasi dan rencana strategis teknologi informasi. pembangunan dan penetapan data/informasi serta pembuatan dan pemeliharaan data dictionary dan skema klasifikasi data. standar keamanan dan kebijakan serta tatakelola teknologi informasi. dan rancangan keamanan informasi. pembangunan. dan penentuan standar pengelolaan dokumentasi sistem. penyusunan rancangan aplikasi. analisis. Pasal 1324 (1) Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. rancangan infrastruktur. b. Penyusunan dan evaluasi rencana dan program kegiatan strategis teknologi informasi. dan implementasi sistem sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. kebijakan dan standar tatakelola teknologi informasi. penyusunan spesifikasi kebutuhan user dan spesifikasi kebutuhan sistem. pemeliharaan. pengembangan. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I. pengembangan dan pengelolaan basis data. pengendalian mutu. serta analisis risiko bisnis. dan penyusunan dokumentasi proses bisnis dan sistem. (2) Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan dan pengembangan sistem. penyusunan dokumen analisis. Pengumpulan. pengawasan internal pelaksanaan program kegiatan teknologi informasi. Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi. dan pengevaluasian rencana strategi teknologi informasi. dan d. b. Bagian Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan implementasi system. perencanaan. dan proyek. dan internal control pelaksananaan program kegiatan teknologi informasi. penyusunan. Subbagian Perancangan Sistem Teknologi Informasi. c. d. perancangan sistem. Subbagian Pengembangan dan Implementasi Sistem II. Perancangan. dan e.

c. b. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. dan d. pengelolaan layanan e-mail dan portal Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Direktorat Pinjaman dan Hibah. dan perjanjian. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan perjanjian. peraturan perundang-undangan. pemantauan. Subbagian Pengelolaan Kinerja. dan Direktorat Evaluasi. Subbagian Kepatuhan Internal I. penyusunan. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. dan Setelmen. monitoring. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1325 Bagian Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas kepatuhan. evaluasi. serta penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal. pengkajian. b. Bagian Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. dan Disaster Recovery Center. serta pemantauan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. fasilitas Data Center. Pasal 1327 Bagian Kepatuhan Internal terdiri atas: a.376 -    (3) Subbagian Operasional Layanan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian layanan teknologi informasi. dan d. pemantauan. pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak computer. pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. evaluasi. pengkajian. Akuntansi. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. peraturan perundang-undangan. Pasal 1326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325. manajemen user dan akses layanan teknologi informasi. Direktorat Pembiayaan Syariah. Subbagian Kepatuhan Internal II. serta pengelolaan Configuration Management Database. kode etik. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . kode etik. pelaksanaan kegiatan operasional teknologi informasi. Subbagian Harmonisasi Peraturan. c. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. . penelaahan. pengelolaan kinerja. penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. kearsipan. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. pemantauan. (4) Subbagian Harmonisasi Peraturan mempunyai tugas melakukan penelaahan rancangan peraturan di tingkat Direktorat Jenderal dan harmonisasi serta dokumentasi peraturan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan terkait dengan pelaksanaan tugas Direktorat Surat Utang Negara. pengurusan pelayanan pimpinan. keprotokolan. serta monitoring dan evaluasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Pengelolaan Kinerja mempunyai tugas melakukan penyusunan. Pasal 1330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329. monitoring. kepustakaan. kepustakaan. evaluasi. dan evaluasi pencapaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. . dokumentasi. ekspedisi. serta evaluasi peringkat jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. dan Setelmen. dan Direktorat Evaluasi. (2) Subbagian Kepatuhan Internal II mempunyai tugas melakukan pengkajian. Pasal 1329 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi surat dinas. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. kode etik. dan perjanjian. dan perjanjian. peraturan perundang-undangan. rumah tangga. b. kearsipan. dan penyusunan rekomendasi atas kepatuhan terhadap standar operasi dan prosedur kerja. dan perlengkapan Direktorat Jenderal. dan Direktorat Strategi dan Portofolio Utang. pelaksanaan urusan administrasi surat dinas. Direktorat Pembiayaan Syariah. dokumentasi. kode etik. Akuntansi. kesejahteraan pegawai. penggandaan. peraturan perundang-undangan. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan.377 -    Pasal 1328 (1) Subbagian Kepatuhan Internal I mempunyai tugas melakukan pengkajian. evaluasi. Direktorat Pinjaman dan Hibah. serta pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan dalam.

Subbagian Perlengkapan. pengurusan pelayanan pimpinan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. kepustakaan. pelaksanaan. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 1331 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga. penyimpanan. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. penyediaan kendaraan dinas operasional dan koordinasi penyiapan dokumen perjalanan dinas dalam dan luar negeri. penyiapan dokumen. administrasi penunjukan pejabat pengganti/pejabat sementara. mengajukan permintaan pembayaran. ekspedisi. mengajukan permintaan pembayaran. kearsipan. serta pertanggungjawabannya di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa. keprotokolan. urusan penerimaan. penyiapan kelengkapan dokumen dan pengajuan permintaan pembayaran di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penyusunan rekap daftar hadir pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan d. b. dan distribusi barang perlengkapan. serta pertanggungjawabannya. serta inventarisasi dan penghapusan Barang Milik Negara di lingkungan Direktorat Jenderal. . pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pelaksanaan.378 -    c. c. penggandaan. pembayaran gaji dan tunjangan. penyimpanan. pembuatan daftar gaji dan tunjangan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan d. dan distribusi barang perlengkapan. Subbagian Gaji. dan pemeliharaan Barang Milik Negara. urusan penerimaan. (3) Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai. dokumentasi. penyiapan dokumen. pemeliharaan barang perlengkapan yang belum didistribusikan. Pasal 1332 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi surat dinas.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembayaran gaji dan tunjangan. Subbagian Tata Usaha.

379 -    Bagian Keempat Direktorat Pinjaman dan Hibah Pasal 1333 Direktorat Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pinjaman dan hibah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II. dan Islamic Development Bank. b.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. c. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan f. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. e. d. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subbagian Tata Usaha. d. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III. dan e. Pasal 1336 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. c. IFAD. b. standar. . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. Pasal 1334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I. Pasal 1335 Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah terdiri atas: a. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. Direktorat Pinjaman dan Hibah menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari Asian Development Bank. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pinjaman dan hibah. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pinjaman dan hibah. dan kriteria di bidang pinjaman dan hibah.

serta penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Seksi Pinjaman dan Hibah IA. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan g. . penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. c. European Investment Bank (EIB). evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan multilateral lainnya. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pasal 1338 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I terdiri dari: a. c. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. dan Seksi Pinjaman dan Hibah ID. f. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. IB. d. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1340 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. e. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari World Bank. Seksi Pinjaman dan Hibah IB. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah.380 -    Pasal 1337 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1336. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. d. UN Institution. b. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan ID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IC. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. IC. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1339 Seksi Pinjaman dan Hibah IA.

penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. dan IIC masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.381 -    Pasal 1341 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. c. dan d. Pasal 1342 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II terdiri dari: a. analisis beban kerja. e. b. c. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. b. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. g. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah II menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. h. d. Pasal 1343 (1) Seksi Pinjaman dan Hibah IIA. IIB. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. prosedur operasi standar. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIB. f. . (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. Seksi Pinjaman dan Hibah IIC. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. dan i. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penganggaran. serta evaluasi kinerja. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah.

d. c. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Denmark. d. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Slovakia. Pasal 1346 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III terdiri dari: a. f. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Swedia. Belanda. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Rusia. IIIC. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. dan IIID masing-masing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. serta penyiapan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Norwegia dan Negara Eropa Barat lainnya. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIC. e. Italia. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Inggris.382 -    Pasal 1344 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. Finlandia. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Pinjaman dan Hibah IIIB. dan Seksi Pinjaman dan Hibah IIID. Australia. Pasal 1347 Seksi Pinjaman dan Hibah IIIA. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Jerman. b.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Cina. Pasal 1345 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344. b. c. serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Singapura. dan Selandia Baru. Swiss. IIIB. Belgia. Perancis. dan g. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. . sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah III menyelenggarakan fungsi: a. Austria.

Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pinjaman dan Hibah IVB. Seksi Pinjaman dan Hibah IVC.383 -    Pasal 1348 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. dan d. Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. b. Pasal 1350 Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV terdiri dari: a. c. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. serta penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. dan dari dalam negeri. f. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan negara Amerika lainnya negara-negara Timur Tengah/Islamic lainnya. evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Seksi Pinjaman dan Hibah IVD. b. Rumania. Canada. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. Spanyol. Korea. penyiapan perumusan peraturan perundangundangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. . serta penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah dari negara Jepang. Pasal 1349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348. e. Hungaria dan Negara Eropa Timur lainnya. d. pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. dan h. Polandia. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan dan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. Brunei Darussalam dan negara Asia lainnya. Amerika Serikat. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. Malaysia. c. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Afrika Selatan dan negara Afrika lainnya. g.

pelaksanaan analisis terhadap draft perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1352 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pelaksanaan evaluasi terhadap analisis kelayakan biaya pinjaman. dan bantuan teknis Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pinjaman dan Hibah IV. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pinjaman dan hibah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang surat utang negara. Bagian Kelima Direktorat Surat Utang Negara Pasal 1353 Direktorat Surat Utang Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang surat utang negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. serta penyiapan bahan pelaksanaan seleksi pemberi pinjaman dalam negeri. d. dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surat utang negara. . Direktorat Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan persiapan dan pelaksanaan pinjaman dan hibah. IVC. rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan pelaksanaan kegiatan negosiasi dan penatausahaan perjanjian pinjaman dan hibah. prosedur.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . standar. c. dan IVD mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang surat utang negara. keuangan. penyiapan penyusunan norma. kepegawaian. IVB. sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.384 -    Pasal 1351 Seksi Pinjaman dan Hibah IVA. b. dan kriteria di bidang surat utang negara. penyiapan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka persiapan dan pelaksanaan perjanjian pinjaman dan hibah. Pasal 1354 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1353.

d. Pasal 1356 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis kebutuhan. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. h. pelaksanaan. monitoring dan evaluasi transaksi derivatif. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. monitoring. e. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara. . perencanaan dan analisis kebutuhan pengembangan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. penyiapan dokumen terkait pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. Pasal 1357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356. monitoring dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. b. c. penukaran dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. perencanaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. koordinasi penyiapan infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif beserta sistem pendukungnya.385 -    Pasal 1355 Direktorat Surat Utang Negara terdiri atas: a. f. dan f. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. perencanaan. pengolahan data dan penyiapan dokumen transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. dan i. pelaksanaan. perencanaan. pelaksanaan. monitoring dan evaluasi infrastruktur transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. g. b. perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengumpulan. e. penyiapan. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. c. monitoring. monitoring dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. pengumpulan dan pengolahan data Surat Utang Negara dan derivatif. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara. perencanaan. perencanaan. pembelian kembali. penjualan.

    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . monitoring. Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif.386 -    Pasal 1358 Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara terdiri atas: a. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. Pasal 1360 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. serta penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. melakukan pelaksanaan. (3) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif II mempunyai tugas melakukan perencanaan dan monitoring program penerbitan Surat Utang Negara dan derivatif. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. dan evaluasi pengelolaan portofolio Surat Utang Negara dan derivatif. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. dan peminjaman Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. melakukan pelaksanaan. analisis kebutuhan sistem transaksi terkait pengelolaan Surat Utang Negara dan derivatif. serta penyiapan. penyiapan dan pemutakhiran basis data dan potensi investor. . melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain penerbitan dan penjualan Surat Utang Negara di pasar perdana dan sekunder. b. monitoring. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I mempunyai tugas melakukan perencanaan penerbitan. penukaran. monitoring. monitoring. monitoring. dan evaluasi transaksi Surat Utang Negara yang meliputi antara lain pembelian kembali. penukaran. melakukan perencanaan dan pelaksanaan transaksi derivatif. Seksi Pelaksanaan Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif I. melakukan pelaksanaan. dan c. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional. dan evaluasi infrastruktur Surat Utang Negara dan derivatif. serta melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyiapan dokumen pelaksanaan transaksi Surat Utang Negara dan derivatif. dan evaluasi transaksi derivatif. Pasal 1359 (1) Seksi Infrastruktur Transaksi Surat Utang Negara dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan program aplikasi.

serta pengembangan potensi investor Surat Utang Negara. penyiapan bahan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor terkait pengelolaan Surat Utang Negara. instansi atau lembaga terkait dalam rangka pengelolaan portofolio dan pengembangan pasar Surat Utang Negara baik domestik maupun internasional termasuk lembaga pemeringkat. dan materi dalam rangka pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik. d. b.387 -    Pasal 1361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1360. dan f. e. Pasal 1363 (1) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara termasuk dengan lembaga pemeringkat. (3) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan teknik. penyiapan bahan perumusan ketentuan dan persyaratan instrumen Surat Utang Negara baru. Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor. penyiapan dan pemutakhiran data investor Surat Utang Negara. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1362 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. c. . (2) Seksi Pengembangan Instrumen dan Basis Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. serta menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara yang dimuat dalam media massa. termasuk menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan bahan dan koordinasi dalam rangka peningkatan hubungan dengan investor Surat Utang Negara. b. dan c. koordinasi dengan para pelaku pasar. penyiapan dan pemutakhiran basis data. metode. penyiapan dan pengembangan potensi basis investor Surat Utang Negara. penyiapan dan pelaksanaan layanan publik terkait pengelolaan Surat Utang Negara. penyiapan bahan dalam rangka perumusan dan pengembangan instrumen Surat Utang Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor.

(3) Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. (2) Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . c. Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara. dan potensi dan kajian yang terkait dengan pasar Surat Utang Negara. pemantauan dan analisis pasar uang dan derivatif terkait pengelolaan Surat Utang Negara. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara menyelenggarakan fungsi: a. analisis dan kajian yang terkait dengan pasar uang dan derivatif. Pasal 1367 (1) Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan kajian yang terkait dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. monitoring. Seksi Analisis Pasar Uang dan Derivatif. Seksi Analisis Keuangan dan Fiskal. Pasal 1365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1364. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara. dan c. penyiapan bahan perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. Pasal 1366 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara terdiri atas: a. analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b.388 -    Pasal 1364 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara mempunyai tugas melaksanakan analisis pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan pemutakhiran arus kas terkait pengelolaan Surat Utang Negara. serta perumusan rekomendasi harga/yield Surat Utang Negara. serta menyiapkan rekomendasi harga/yield Surat Perbendaharaan Negara dan derivatif. serta penyiapan rekomendasi harga/yield Obligasi Negara. dan e. pemantauan dan analisis kinerja potensi pasar Surat Utang Negara. monitoring. monitoring. pembuatan proyeksi. b. d. pemantauan dan analisis kinerja serta potensi pasar Surat Utang Negara. serta pembuatan proyeksi. pembuatan proyeksi. analisis kinerja. dan pemutakhiran arus kas dalam pengelolaan Surat Utang Negara.

penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta penyiapan dokumen hukum. evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur standar dalam transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi. pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara. analisis beban kerja. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang terkait. prosedur operasi standar. Pasal 1369 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1368. dan g. penyiapan dokumen hukum transaksi. Seksi Peraturan Surat Utang Negara. . Pasal 1371 (1) Seksi Peraturan Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi kinerja. pengkajian peraturan yang terkait. penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. b. d.389 -    Pasal 1368 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan perundang-undangan dan dokumen hukum. b. monitoring dan evaluasi kewajiban serta penelitian kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. penganggaran. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. serta monitoring evaluasi kewajiban institusi terkait pelaksanaan transaksi. Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 1370 Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. dan c. f. c. (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan.

Bagian Keenam Direktorat Pembiayaan Syariah Pasal 1373 Direktorat Pembiayaan Syariah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembiayaan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. b. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. Pasal 1375 Direktorat Pembiayaan Syariah terdiri atas: a. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi. monitoring dan evaluasi kewajiban serta kelengkapan administrasi institusi terkait pelaksanaan transaksi. Pasal 1372 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. prosedur. b. c. penyiapan penyusunan norma. . standar. keuangan dan rumah tangga. dan e. Pasal 1374 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. dan kriteria di bidang pembiayaan syariah. penyiapan bahan pemetaan profil risiko dan monitoring risiko. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembiayaan syariah. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Utang Negara dan Evaluasi Kinerja. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembiayaan syariah.390 -    (3) Seksi Evaluasi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan evaluasi pelaksanaan prosedur standar dalam kegiatan transaksi dan pengelolaan portofolio Surat Utang Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembiayaan syariah. Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan fungsi: a.

penatausahaan transaksi dan Aset Surat Berharga Syariah Negara. dan penatausahaan transaksi. b. Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Pelaksanaan Transaksi. dan Seksi Penatausahaan Transaksi. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengelolaan Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1376 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kegiatan perencanaan. penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rencana program transaksi termasuk penyusunan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi dan penyiapan Barang Milik Negara dan/atau Objek Pembiayaan yang akan digunakan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1378 Subdirektorat Pengelolaan Transaksi terdiri atas: a. dan f. pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Perencanaan Transaksi. pembelian kembali. . e. c. serta pelaksanaan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. penyiapan infrastruktur.391 -    c. penyusunan rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. d. Kelompok Jabatan Fungsional. d. c. f. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja. pelaksanaan. Pasal 1377 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. b. e. g. h. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan transaksi yang meliputi kegiatan penerbitan. dan i.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

melakukan penyiapan dan pelaksanaan layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor. dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. menyusun rekomendasi dan penyiapan BMN dan/atau obyek pembiayaan yang akan dijadikan sebagai Aset Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan dan pengolahan data transaksi. menyusun rumusan kebijakan pengelolaan portofolio dan risiko Surat Berharga Syariah Negara serta melakukan penyiapan infrastruktur transaksi Surat Berharga Syariah Negara. yang meliputi kegiatan penerbitan. (2) Seksi Pelaksanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan transaksi. pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara.392 -    Pasal 1379 (1) Seksi Perencanaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program transaksi dan jadwal penerbitan (calendar of issuance) Surat Berharga Syariah Negara. penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. b. (3) Seksi Penatausahaan Transaksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan transaksi. perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . metode. . instansi atau lembaga dalam rangka pengembangan pasar dan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1380 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan. serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan transaksi Surat Berharga Syariah Negara. dan rekomendasi instrumen pembiayaan syariah. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan koordinasi dalam rangka penatausahaan dan pengawasan Aset Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. menganalisis opini publik terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pengembangan. Pasal 1381 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. d. melakukan pemantauan penyelesaian transaksi Surat Berharga Syariah Negara. c. melakukan koordinasi dengan para pelaku pasar. Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dokumen transaksi selain dokumen hukum. pembelian kembali.

instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. dan g. Pasal 1382 Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. metode. (3) Seksi Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. dan materi layanan informasi dan komunikasi dengan publik dan investor terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Hubungan Kelembagaan. penyiapan bahan koordinasi dengan para pelaku pasar. pelaksanaan analisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. . dan c. b.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja Peserta Lelang/Dealer Utama dan Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara. instansi atau lembaga terkait baik domestik maupun internasional dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. menganalisis opini publik terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara yang dimuat dalam media massa. dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara.393 -    e. Seksi Pengembangan Instrumen. (2) Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan serta mengembangkan teknik. Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor. serta pengoordinasian/penyiapan penerbitan fatwa dan opini syariah oleh lembaga yang berwenang. analisis kinerja. melakukan penyusunan rekomendasi mengenai instrumen pembiayaan syariah. Pasal 1384 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar keuangan. pengoordinasian dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1383 (1) Seksi Pengembangan Instrumen mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pengembangan instrumen pembiayaan syariah. f. serta melakukan koordinasi dalam rangka membantu fungsi Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara.

e. Pasar Uang. penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. serta melaksanakan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. monitoring. pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. . Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara menyelenggarakan fungsi: a. (3) Seksi Analisis Fiskal. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara. analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara. pelaksanaan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan pasar uang dan instrumen derivatif dalam rangka pengembangan pasar Surat Berharga Syariah Negara. Pasal 1386 Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara terdiri atas: a. Pasar Uang. dan pemutakhiran arus kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. serta melakukan penyusunan rekomendasi mengenai harga acuan (benchmark atau owner estimate) dalam rangka penerbitan. d. c. dan c. dan Derivatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan proyeksi. Pasal 1387 (1) Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan pasar keuangan. serta melakukan penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. Seksi Analisis Fiskal. monitoring. penyusunan proyeksi. Seksi Analisis Pasar Surat Berharga Syariah Negara. b. b. dan f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Derivatif.394 -    Pasal 1385 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. (2) Seksi Analisis Harga Surat Berharga Syariah Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan analisis perkembangan harga instrumen keuangan. pembelian kembali dan penukaran Surat Berharga Syariah Negara. penyusunan strategi dalam rangka peningkatan likuiditas pasar Surat Berharga Syariah Negara. termasuk analisis kinerja dan potensi pasar Surat Berharga Syariah Negara.

Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemeriksaan atas pelaksanaan tugas Direktorat. . dan c. Pasal 1389 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. c. Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar dalam kegiatan pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. pembelian kembali. pembelian kembali (buy-back). b. dan penukaran instrumen pembiayaan syariah. d. penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. b. dan penukaran (switching) instrumen pembiayaan syariah serta evaluasi kinerja konsultan hukum. dan f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan dan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. pembelian kembali. Seksi Dokumen Hukum. e. Pasal 1391 (1) Seksi Peraturan Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah. melakukan penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan. serta melaksanakan evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur standar terkait pengelolaan Surat Berharga Syariah Negara. melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. Pasal 1390 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. penyiapan dan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. (2) Seksi Dokumen Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen hukum dan perjanjian dalam rangka penerbitan. penyiapan dokumen hukum dalam rangka penerbitan.395 -    Pasal 1388 Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melaksanakan perumusan peraturan perundang-undangan dan pengkajian peraturan yang berkaitan dengan pembiayaan syariah.

standar. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang. d. Pasal 1392 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan e. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan portofolio utang. prosedur operasi standar. penganggaran. analisis beban kerja. Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1393. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. c.396 -    (3) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. b. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang. Bagian Ketujuh Direktorat Strategi dan Portofolio Utang Pasal 1393 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang strategi dan portofolio utang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang. c. serta evaluasi kinerja. Pasal 1395 Direktorat Strategi dan Portofolio Utang terdiri atas: a. e. dan kriteria di bidang strategi dan portofolio utang. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara. kepegawaian. b.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan penyusunan norma. . Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. Direktorat Strategi dan Portofolio Utang menyelenggarakan fungsi: a. keuangan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang strategi dan portofolio utang.

penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. dan c. e. . dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan pinjaman. perumusan. Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. Pasal 1397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1396. b. c. analisis. Pasal 1399 (1) Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman mempunyai tugas melakukan perumusan. evaluasi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . d.397 -    Pasal 1396 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang mempunyai tugas melaksanakan perumusan. Seksi Perencanaan dan Strategi Pinjaman. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan dan review kebijakan pengelolaan utang. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit dan penurunan country risk. Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan batas maksimum pinjaman jangka menengah. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan pinjaman jangka menengah. evaluasi. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan pinjaman dan Surat Berharga Negara jangka menengah. pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya penurunan country risk. Pasal 1398 Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Utang terdiri atas: a. b. evaluasi. Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara. dan rekomendasi strategi pengelolaan utang jangka menengah.

biaya dan risiko dan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan utang. e. Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang menyelenggarakan fungsi: a.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko melalui instrumen derivatif. dan g. evaluasi. Penyusunan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan Surat Berharga Negara. Perumusan. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui utang. c. . (3) Seksi Perencanaan Pembiayaan Utang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan analisis rekomendasi perencanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. melakukan evaluasi pelaksanaan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan review strategi pengelolaan utang jangka menengah. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan rencana dan review strategi pengelolaan Surat Berharga Negara jangka menengah. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan portofolio utang. melaksanakan analisis dan penyusunan proyeksi skenario kondisi perekonomian domestik dan internasional yang mendukung penyusunan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui utang. analisis dan rekomendasi strategi pembiayaan tahunan melalui utang. Penyusunan rekomendasi portofolio benchmark utang termasuk struktur portofolio. Penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio utang. d. analisis dan rekomendasi strategi pengelolaan Surat Berharga Negara dan kapasitas penerbitan Surat Berharga Negara jangka menengah. biaya dan risiko. penyusunan analisis dan rekomendasi kebijakan pengelolaan utang dalam upaya peningkatan peringkat kredit. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan perencanaan pembiayaan utang. evaluasi. Pasal 1401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1400. b. termasuk struktur portofolio. f. evaluasi. Pasal 1400 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan. penyusunan rekomendasi portofolio benchmark.398 -    (2) Seksi Perencanaan dan Strategi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan perumusan.

melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Surat Berharga Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio Pembiayaan Syariah. biaya dan risiko. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Surat Berharga Negara. biaya dan risiko. Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman. (3) Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Surat Utang Negara. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Pembiayaan Syariah. Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui pinjaman. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio pinjaman. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Surat Berharga Negara melalui instrumen derivatif. Seksi Portofolio dan Risiko Pembiayaan Syariah. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi terkait operasional pengelolaan pembiayaan dan portofolio pinjaman. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark pinjaman termasuk struktur portofolio. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengkajian dan pengelolaan portofolio Pembiayaan Syariah. b. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan pelaksanaan strategi pembiayaan tahunan terkait Surat Berharga Negara. evaluasi. evaluasi. biaya dan risiko. melakukan kompilasi dalam rangka penyusunan strategi dan monitoring strategi pembiayaan tahunan melalui utang. Pasal 1403 (1) Seksi Portofolio dan Risiko Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melakukan penyiapan rekomendasi batas maksimum pinjaman tahunan. dan c. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Pembiayaan Syariah termasuk struktur portofolio. dan analisis strategi pembiayaan tahunan melalui Pembiayaan Syariah. melaksanakan penyusunan rekomendasi portofolio benchmark Surat Utang Negara termasuk struktur portofolio.399 -    Pasal 1402 Subdirektorat Portofolio dan Risiko Utang terdiri atas: a. evaluasi. . melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko Pembiayaan Syariah melalui instrumen derivatif. (2) Seksi Portofolio dan Risiko Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan. melakukan penyusunan analisis dan rekomendasi mitigasi risiko pinjaman melalui instrumen derivatif.

dan c. penyelesaian pembayaran. Pasal 1406 Subdirektorat Kewajiban Kontijensi terdiri atas: a. Penyusunan rekomendasi kebijakan. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. dan f. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi. perjanjian/kontrak perikatan. b. perjanjian/kontrak perikatan. Pasal 1407 (1) Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. dan/atau kebijakan. c. . perumusan. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. penyiapan. serta melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan kewajiban kontinjensi. Seksi Risiko Kewajiban Kontinjensi. akuntansi.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. pengelolaan transaksi. perjanjian/kontrak perikatan. Pasal 1405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 1404. Pemetaan kewajiban kontinjensi sebagai akibat peraturan perundang-undangan. e.400 -    Pasal 1404 Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemantauan kewajiban kontinjensi. analisis dan mitigasi risiko gagal bayar. Pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan risiko kewajiban kontinjensi. pengelolaan transaksi. Subdirektorat Kewajiban Kontijensi menyelenggarakan fungsi: a. dan mitigasi risiko terkait transaksi kewajiban kontinjensi. melakukan penyusunan rekomendasi kebijakan. d. Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi. dan/atau kebijakan. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. penyiapan dokumen anggaran. b.

pelaksanaan kegiatan analisis dan penyusunan laporan dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyusunan. penyiapan dokumen anggaran. melakukan analisis/telaah dampak hukum dan sosial atas kegiatan yang terkait dengan kewajiban kontijensi dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka penyusunan rekomendasi peraturan.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. perumusan. b. kebijakan dan perjanjian/kontrak kewajiban kontinjensi. dan melakukan koordinasi dan pembinaan hubungan dengan pihak terkait dalam rangka pemantauan kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. dan pemeliharaan database yang mendukung analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. dan/atau kebijakan yang berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi. d. akuntansi. . pengumpulan. Seksi Analisis Mikro. pelaporan dan dokumentasi kewajiban kontinjensi. serta penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan evaluasi kinerja. Subdirektorat Riset Pengelolaan Utang menyelenggarakan fungsi: a. melakukan penyusunan rekomendasi alokasi dana penjaminan Pemerintah untuk bahan penyusunan APBN. pelaksanaan koordinasi. perjanjian/kontrak perikatan. review dan penyusunan rekomendasi terhadap peraturan perundang-undangan. b.401 -    (2) Seksi Pemantauan Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan pemantauan pelaksanaan kebijakan yang menimbulkan kewajiban kontinjensi. Seksi Analisis Makro. Pasal 1408 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. e. Pasal 1409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1408. Pasal 1410 Subdirektorat Analisis Pengelolaan Utang terdiri atas: a. (3) Seksi Peraturan dan Perjanjian Kewajiban Kontinjensi mempunyai tugas melakukan penyiapan. komunikasi dan diseminasi dengan pihak terkait dalam rangka analisis pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyelesaian pembayaran. pelaksanaan evaluasi hasil analisis dalam mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. c. penyusunan identifikasi kebutuhan dan perencanaan analisis untuk mendukung pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. dan g. melakukan analisis dan mitigasi risiko gagal bayar.

dan setelmen berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal. . komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis makro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. komunikasi dan desiminasi dengan pihak terkait dalam rangka penelitian dan penelaahan terkait dengan analisis mikro untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan utang.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis beban kerja.402 c. prosedur operasi standar. Akuntansi. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. Akuntansi. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. Pasal 1412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan penyusunan rekomendasi serta pelaksanaan koordinasi. penganggaran. akuntansi. Bagian Kedelapan Direktorat Evaluasi. Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data. (3) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Kewajiban Kontinjensi. serta memberikan bantuan teknis Direktorat. penyusunan dan. (2) Seksi Analisis Mikro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. kepegawaian. pemeliharaan data base. dan Setelmen Pasal 1413 Direktorat Evaluasi. d.    Pasal 1411 (1) Seksi Analisis Makro mempunyai tugas melakukan penyusunan identifikasi kebutuhan penelitian dan penelaahan. melakukan penyajian data yang mendukung riset dan penyusunan kebijakan pengelolaan utang dan kewajiban kontinjensi. (4) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. serta evaluasi kinerja. melaksanakan kegiatan penelitian dan penelaahan. dan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait dalam rangka pengelolaan data utang dan kewajiban kontinjensi. dan Setelmen mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang evaluasi. keuangan dan rumah tangga.

Akuntansi. serta menyiapkan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat. dan setelmen. c. menyiapkan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan. akuntansi. e. b. dan Setelmen terdiri atas: a. dan setelmen. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. penyiapan perumusan kebijakan di bidang evaluasi. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 1416 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. dan setelmen. d. melaksanakan analisis kinerja perkembangan pinjaman. akuntansi. akuntansi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga.403 -    Pasal 1414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1413. b. hibah. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi. dan Setelmen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1415 Direktorat Evaluasi. . pelaksanaan urusan tata usaha direktorat. c. standar. d. hibah. hibah. penyiapan penyusunan norma. dan setelmen. Akuntansi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi sehubungan dengan pelaksanaan pinjaman. Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. Subdirektorat Setelmen Transaksi. Direktorat Evaluasi. dan kriteria di bidang evaluasi. hibah. Pasal 1417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1416. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi. akuntansi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi. Subbagian Tata Usaha. dan f.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

prosedur operasi standar.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penganggaran. dokumen penarikan. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman. penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan Direktorat. pemutakhiran data pinjaman dan hibah. Seksi Monitoring dan Evaluasi III. Seksi Monitoring dan Evaluasi I. hibah. . (2) Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja Direktorat meliputi perencanaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan e. serta verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. analisis perkembangan dan penyiapan bahan rekomendasi rencana tindak (action plan) terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. c. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. dan dokumen pembayaran. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. analisis beban kerja. penatausahaan dokumen perjanjian. penyiapan rekomendasi action plan terhadap percepatan pelaksanaan pinjaman. c. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. b. Pasal 1420 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. Seksi Monitoring dan Evaluasi II. pelaksanaan analisis kinerja perkembangan pinjaman. dan d. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan monitoring dan evaluasi. d. dan Surat Berharga Negara. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. penyiapan bahan penyusunan dokumen evaluasi kinerja Direktorat. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja. hibah. Pasal 1418 Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi terdiri atas: a. dan instrumen pembiayaan syariah yang terkait dengan pembiayaan proyek yang dilaksanakan pada Kementerian Negara/Lembaga. serta evaluasi kinerja. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi. hibah. II. hibah. Pasal 1419 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi I.404 -    b.

Surat Utang Negara. pengesahan/persetujuan (approval) keabsahan dokumen-dokumen berkaitan dengan pinjaman. berkaitan dengan pinjaman dan hibah luar negeri sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. realisasi penarikan pinjaman dan hibah. .405 -    Pasal 1421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1420. c. kebenaran pencatatan/data entry pinjaman dan hibah. dokumen penarikan. berkaitan dengan pinjaman. dan dokumen pembayaran berkaitan dengan pinjaman. dan d. hibah. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri II. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara. Pasal 1423 (1) Seksi Administrasi Utang dan Hibah mempunyai tugas melakukan penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Surat Berharga Negara sesuai dengan penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. serta penatausahaan dokumen perjanjian. standardisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. penatausahaan dokumen perjanjian. realisasi pembayaran kewajiban. serta dokumen transaksi Surat Berharga Negara. b. verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I. pemutakhiran data. hibah. (2) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri I dan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. hibah. dan Surat Berharga Negara. Pasal 1422 Subdirektorat Administrasi dan Verifikasi terdiri atas: a. dan dokumen pembayaran pinjaman. dan e. dan instrumen pembiayaan syariah. d. realisasi penarikan. b. pemutakhiran data. Seksi Administrasi Utang dan Hibah. c. standarisasi pengkodean dan pengentrian data referensi berkaitan dengan pinjaman dan hibah. dokumen penarikan. realisasi pembayaran kewajiban. penerbitan nomor registrasi dokumen perjanjian pinjaman dan hibah. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. kebenaran pencatatan/data entry. kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms.

pencatatan. kebenaran pencatatan/data entry. rekonsiliasi jumlah utang. perhitungan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman. perhitungan. rekonsiliasi jumlah utang. peminjaman dan pembayaran. penyiapan data penarikan dan pembayaran. pencatatan. perhitungan. dan pelaporan transaksi. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). pemrosesan pembayaran. Surat Utang Negara. dan instrumen pembiayaan syariah. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. rekonsiliasi jumlah utang. peminjaman dan pembayaran. pembelian. penyiapan data hasil penjualan. pemrosesan pembayaran. b. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. Pasal 1424 Subdirektorat Setelmen Transaksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pencatatan. penyiapan data hasil penjualan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. pencatatan. c.406 -    (3) Seksi Verifikasi Pinjaman dan Hibah Dalam Negeri dan Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran dokumen. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). Pasal 1425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1424. realisasi penarikan. pemrosesan pembayaran. realisasi pembayaran kewajiban berkaitan dengan pinjaman dan hibah dalam negeri serta penyiapan bahan verifikasi keabsahan dan kebenaran antara dokumen transaksi pembayaran/Surat Perintah Membayar (SPM) dan dokumen permintaan pembayaran yang berkaitan dengan Surat Berharga Negara sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. . pemrosesan pembayaran. pembelian. dan pelaporan transaksi. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi Surat Utang Negara. Subdirektorat Setelmen Transaksi menyelenggarakan fungsi: a. hibah.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi pinjaman dan hibah. dan pelaporan transaksi. penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah (SP4H). kebenaran dan konsistensi besarnya tagihan dan terms. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. penyiapan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. rekonsiliasi jumlah utang. dan pelaporan transaksi. penyiapan data pelaksanaan dan pembayaran. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. perhitungan. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan penyelesaian pengelolaan transaksi instrumen pembiayaan syariah.

penerbitan Surat Perintah Pembukuan Penarikan Pinjaman dan/ atau Hibah (SP4H). peminjaman. penyiapan data penarikan dan pembayaran. serta tugas lain yang ditetapkan oleh Direktur. serta penyiapan data hasil penjualan. pencatatan. rekonsiliasi jumlah utang. pemrosesan pembayaran. rekonsiliasi realisasi data terkait pinjaman. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah II. penyiapan data hasil penjualan. penyajian laporan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. pencatatan. Surat Utang Negara.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara. Pasal 1427 (1) Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I dan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. c. Pasal 1428 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi dan konsolidasi data pinjaman dan hibah. dan pembayaran. Seksi Setelmen Transaksi Pinjaman dan Hibah I. pencatatan. (2) Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. (3) Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan informasi perkiraan pembayaran kewajiban. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. verifikasi data akuntansi.407 -    Pasal 1426 Subdirektorat Setelmen Transaksi terdiri atas: a. pengesahan dokumen Surat Pengesahan Hibah Barang dan Jasa (SPHBJ). pencatatan basis data akuntansi. dan pembayaran. serta pelaksanaan pengendalian internal atas input dan output terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah sesuai penugasan yang diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. perhitungan. perhitungan. diseminasi laporan. dan d. pembelian. rekonsiliasi jumlah utang. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. Seksi Setelmen Transaksi Surat Utang Negara. pembelian. . dan pelaporan transaksi. Seksi Setelmen Transaksi Instrumen Pembiayaan Syariah. pemrosesan pembayaran. Surat Utang Negara. pemrosesan pembayaran. b. perhitungan. rekonsiliasi realisasi pembayaran kewajiban. peminjaman. rekonsiliasi jumlah utang. dan publikasi laporan terkait pengelolaan pinjaman. dan pelaporan transaksi terkait dengan pengelolaan instrumen pembiayaan syariah.

Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi. dan mengembangkan data pinjaman dan hibah. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. c. (3) Seksi Konsolidasi Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi data pinjaman dan hibah. instrumen pembiayaan syariah serta hibah. penyajian. pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. Surat Utang Negara. pelaksanaan rekonsiliasi realisasi data pinjaman. pelaksanaan konsolidasi data pinjaman dan hibah. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. dan d. Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah. Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara. b. pelaksanaan akuntansi pengelolaan pinjaman. dan instrumen pembiayaan syariah serta hibah. .    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan publikasi laporan pinjaman. b. Seksi Konsolidasi Data. c. Pasal 1430 Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. dan e. penyiapan materi publikasi dan pelaksanaan diseminasi laporan terkait dengan pengelolaan pinjaman. Surat Utang Negara. Surat Utang Negara. menyusun data.408 -    Pasal 1429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1428. Pasal 1431 (1) Seksi Akuntansi Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan pinjaman dan hibah. (2) Seksi Akuntansi Surat Berharga Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan rekonsiliasi data akuntansi terkait dengan pengelolaan Surat Utang Negara dan instrumen pembiayaan syariah. d. (4) Seksi Penyajian Laporan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data statistik.

(2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal. keuangan dan rumah tangga. Bagian Kesembilan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1433 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. .409 -    Pasal 1432 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dibina oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. kepegawaian.    MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta memberikan bantuan teknis Direktorat. Pasal 1434 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

d. b. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu.410 BAB XII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1435 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. evaluasi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1437 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. . pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat III. penyusunan laporan Keuangan. c. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 1436 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1435. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Keuangan. b. c. e. dan kegiatan pengawasan lainnya. pemantauan. Inspektorat I. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Keuangan. Inspektorat II . dan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian e. Inspektorat IV.

Bagian Kepegawaian. pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. Inspektorat Bidang Investigasi. d. penataan organisasi dan ketatalaksanaan. pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. h. koordinasi kegiatan Inspektorat Jenderal.411 f. penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. dan i. e. g. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1438 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia. Inspektorat VII. dan f. serta penugasan pengawasan. Bagian Perencanaan dan Keuangan. Inspektorat V. Bagian Sistem Informasi Pengawasan. c. perlengkapan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. Inspektorat VI.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. b. Pasal 1440 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. e. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. d. . Pasal 1439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1438. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. c. protokoler dan kerumahtanggaan. Bagian Umum.

penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan. pengelolaan kinerja organisasi. manajemen risiko. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. manajemen risiko. pelaksanaan evaluasi organisasi. analisis beban kerja. Subbagian Organisasi.412 Pasal 1441 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut. evaluasi sistem dan prosedur kerja. pelaporan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan d. analisis beban kerja. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. Pasal 1442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1441. Pasal 1444 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan evaluasi organisasi. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. analisis jabatan. dan d. b. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. Pasal 1443 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. c. Subbagian Ketatalaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . c. evaluasi sistem dan prosedur kerja. dan evaluasi pemeringkatan jabatan. analisis jabatan. serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan. b. Subbagian Pelaporan. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal terhadap unsur Kementerian Keuangan. Subbagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan kinerja organisasi. (2) . serta pelaksanaan legal drafting peraturan intern dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 1446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1445. serta validasi pengolahan data hasil pengawasan. dan d. dan d. Subbagian Perbendaharaan. penghimpunan hasil pemantauan tindak lanjut yang dilaksanakan Inspektorat. dan pemantauan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap unsur Kementerian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian. penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. pemantauan program dan kegiatan Inspektorat Jenderal. Subbagian Akuntansi. program kerja pengawasan tahunan. pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. (4) . b. serta pengolahan data hukuman disiplin pegawai Kementerian Keuangan.413 (3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Sekretariat Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan dan Anggaran. Pasal 1447 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . rencana anggaran. c. dan laporan periodik kegiatan pengawasan. Subbagian Evaluasi dan Tindak Lanjut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan tanggapan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. penghimpunan hasil pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan auditor eksternal. c. Pasal 1445 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan. laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan.

Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian. pengangkatan. penyusunan formasi. pengelolaan kepangkatan. dan d. Pasal 1449 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan pegawai. dokumentasi. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. pengelolaan administrasi sanksi. (2) Subbagian Perbendaharaan perbendaharaan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. serta mutasi kepegawaian lainnya. c. program kerja pengawasan tahunan. pelaksanaan assessment center. dan evaluasi kinerja pegawai. pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. pelaksanaan urusan absensi. penempatan. mempunyai tugas melakukan urusan (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan akuntansi serta penyusunan laporan keuangan dan laporan perpajakan. kesejahteraan. dan d. pengelolaan basis data. personal profiling. Bagian Kepegawain menyelenggarakan fungsi: a. rencana anggaran. cuti. dan dokumen pelaksanaan anggaran Inspektorat Jenderal. Pasal 1450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1449. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemberhentian. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . perencanaan SDM.414 Pasal 1448 (1) Subbagian Perencanaan dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. dan pemensiunan pegawai. (4) Subbagian Permintaan Pembayaran dan Penggajian mempunyai tugas melakukan pengajuan permintaan pembayaran serta pengelolaan gaji dan tunjangan. pemindahan. dan konseling pegawai. b. . Pasal 1451 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Umum Kepegawaian. Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja. pemberian penghargaan.

penyusunan formasi. (4) Subbagian Jabatan Fungsional dan Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan pengolahan bahan perolehan angka kredit pejabat fungsional. dan pemensiunan pegawai. personal profiling. dokumentasi. c. dan d. pemindahan. serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. pemberhentian. pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. serta analisis dan penyajian informasi. assessment center. pelatihan aplikasi. pengelolaan basis data internal. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan absensi. pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. serta mutasi kepegawaian lainnya. b. pemeliharaan aplikasi. pengelolaan kepangkatan. pengelolaan basis data. Pasal 1454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1453. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. (2) Subbagian Assessment dan Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan perencanaan SDM. dan evaluasi kinerja pegawai.415 Pasal 1452 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan. penempatan. administrasi sistem. . Pasal 1453 Bagian Sistem Informasi Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan sistem informasi pengawasan. pengelolaan administrasi sanksi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengangkatan. dan konseling pegawai. dan monitoring pelaksanaan kewajiban pegawai. cuti. Bagian Sistem Informasi Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. kesejahteraan. pemberian penghargaan.

kearsipan. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan aplikasi. b. . dan d. kehumasan. serta penugasan pengawasan. administrasi sistem.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . serta pelayanan dan dukungan teknis kepada pengguna. (4) Subbagian Dukungan Pengguna mempunyai tugas melakukan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi.416 Pasal 1455 Bagian Sistem Informasi Pengawasan terdiri atas: a. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelatihan aplikasi. pelaksanaan urusan persuratan. komunikasi publik. Pasal 1458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1457. pengelolaan basis data internal. Pasal 1456 (1) Subbagian Pengembangan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang teknologi informasi serta pembangunan sistem dan aplikasi. Subbagian Pengelolaan Data Eksternal. Subbagian Dukungan Pengguna. pengelolaan kepustakaan teknologi informasi. ekspedisi. c. Pasal 1457 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. penggandaan. serta analisis dan penyajian informasi. (3) Subbagian Pengelolaan Data Eksternal mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pertukaran data elektronis Kementerian Keuangan serta pemberian dukungan pengembangan audit berbasis teknologi informasi. perlengkapan. kepustakaan. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. protokoler dan kerumahtanggaan. Subbagian Pengelolaan Basis Data Internal. serta pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum.

. pelaporan. b. kerumahtanggaan. Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga. dan pemeliharaan inventaris kantor. pelaksanaan urusan dalam. penyusunan rencana kebutuhan. (2) Subbagian Protokoler dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. protokoler. pencatatan. pelaporan. pelaksanaan pengadaan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana kebutuhan. komunikasi publik. penyiapan dokumen. pelaksanaan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. pengangkutan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . pengangkutan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. dan d. dan pendampingan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal yang dalam pelaksanaan tugasnya dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. c. dan d. pelaksanaan. (4) Subbagian Penugasan Pengawasan mempunyai tugas melakukan administrasi penugasan pengawasan dan urusan perjalanan dinas. kearsipan. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. Pasal 1459 Bagian Umum terdiri atas: a. akomodasi. kehumasan. dan pemeliharaan inventaris kantor. kepustakaan. akomodasi. pencatatan. penyiapan dokumen. Subbagian Penugasan Pengawasan. c. Subbagian Perlengkapan. dan penghapusan perlengkapan dan inventaris kantor. penggandaan. ekspedisi.417 b. protokoler. penyaluran. Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan. Pasal 1460 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kehumasan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. pelaksanaan. penyimpanan. kerumahtanggaan. penyaluran. pemantauan aktivitas harian Inspektorat Jenderal. penyimpanan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. pelaksanaan pengadaan.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . asistensi. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. k. penyusunan rencana strategis. konsultasi. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. f. kebijakan. e. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I.418 Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 1461 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pajak. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pemantauan. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. i. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. g. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. evaluasi. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I serta audit untuk tujuan tertentu. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat I. reviu. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. j. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. h. Pasal 1462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1461. b. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat I. d. c.

penyusunan rencana strategis. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat II. m. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II serta audit untuk tujuan tertentu. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. b. Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 1465 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern.419 l.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . dan b. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. reviu. n. evaluasi. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1463 Inspektorat I terdiri atas: a. Pasal 1464 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat I. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat I. c. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. kebijakan. Pasal 1466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1465. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat I. . dan o. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kepabeanan dan cukai.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Subbagian Tata Usaha. Pasal 1467 Inspektorat II terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat II. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. i.420 d. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional. f. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. g. j. h. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. asistensi. konsultasi. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. m. n. e. dan o. . Pasal 1468 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat II. k. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat II. l. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat II.

serta penyusunan laporan hasil pengawasan. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. kebijakan. reviu. j. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. h. Pasal 1470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1469. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang perbendaharaan dan pengelolaan utang. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. b. g. f. d. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. evaluasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .421 Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 1469 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pemantauan. konsultasi. i. e. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III serta audit untuk tujuan tertentu. asistensi. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat III. . c. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1474 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1473. reviu. Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. l. penyusunan rencana strategis. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. pemantauan. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat III. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat III.422 k. dan o. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat III. n. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Pasal 1472 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat III. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 1473 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. Subbagian Tata Usaha. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang kekayaan negara dan kebijakan fiskal. m. Pasal 1471 Inspektorat III terdiri atas: a. b. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat IV. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. kebijakan. dan b. evaluasi. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV serta audit untuk tujuan tertentu. .

d. Pasal 1476 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat IV. asistensi. dan b. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. m. f. n. e.423 c. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. g. l. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Pasal 1475 Inspektorat IV terdiri atas: a. j. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat IV. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat IV. k. h. konsultasi. dan o. i. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat IV. Subbagian Tata Usaha. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    .

pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. reviu. b. f. d. e. serta audit untuk tujuan tertentu. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. g.424 Bagian Kedelapan Inspektorat V Pasal 1477 Inspektorat V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1478 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1477. h. . j. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan peran konsultasi belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan. i. pemantauan. penyusunan rencana strategis. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. evaluasi. kebijakan. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. c. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap belanja modal di lingkungan Kementerian Keuangan dan pada unit yang menangani bidang anggaran dan perimbangan keuangan. Inspektorat V menyelenggarakan fungsi: a. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V.dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat V. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . Pasal 1480 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat V. Inspektorat VI menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. kebijakan. dan bidang pendidikan dan pelatihan keuangan. dan p. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VI. Pasal 1479 Inspektorat V terdiri atas: a. dan b. koordinasi pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat V. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. asistensi. Pasal 1482 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1481. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat V. pemantauan. Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat V. pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan belanja modal dan bidang tugas Inspektorat V. konsultasi. penyusunan rencana strategis. n. reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pembinaan dan pemberian dukungan administrasi. Bagian Kesembilan Inspektorat VI Pasal 1481 Inspektorat VI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. .425 k. m. l. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. o. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. Kelompok Jabatan Fungsional.

n. . dan o. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI serta audit untuk tujuan tertentu. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. k. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. Subbagian Tata Usaha. h. m. Pasal 1483 Inspektorat VI terdiri atas: a. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. d. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan. f.426 b. e. konsultasi. dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. l. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. asistensi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . j. i. dan b. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VI. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VI. g. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VI.

Inspektorat VII menyelenggarakan fungsi: a. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat VII. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. j. koordinasi penyusunan rencana strategis dan kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan dan pengendalian audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan negara yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII serta audit untuk tujuan tertentu. d. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan dan evaluasi atas kemajuan program atau kegiatan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. e. Pasal 1486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1485. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan reviu dan survei atas pelaksanaan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. penelitian dan pengembangan pengawasan Inspektorat Jenderal. k. pemantauan. c. Bagian Kesepuluh Inspektorat VII Pasal 1485 Inspektorat VII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. kebijakan. .427 Pasal 1484 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VI. f. h. b. dan kegiatan pengawasan lainnya pada unit yang menangani bidang pengawasan intern. evaluasi. reviu.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . g. penyusunan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal serta pemantauan dan evaluasi terhadap disiplin dan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal. penyusunan rencana strategis. pelaksanaan analisis dan evaluasi kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal. koordinasi penyiapan masukan dan saran di bidang pengawasan. i. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pelaksanaan peran konsultasi dan asistensi Risk Management terhadap unsur Kementerian Keuangan. koordinasi pelaksanaan kajian peraturan di lingkungan Inspektorat Jenderal.

pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat VII.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat VII. s. pelaksanaan sosialisasi mengenai pengawasan.428 l. m. pelaksanaan peran Compliance Office untuk Risk Management dan Good Governance yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pelaksanaan evaluasi atas laporan akuntabilitas yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. Pasal 1488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat VII. p. r. n. koordinasi pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. dan b. dan v. Pasal 1487 Inspektorat VII terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. t. q. Kelompok Jabatan Fungsional. o. u. . dan pemaparan hasil pengawasan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. asistensi. konsultasi. pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII. pendeteksian dan pencegahan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang atas pelaksanaan tugas unsur Kementerian Keuangan yang terkait dengan bidang tugas Inspektorat VII.

dan pelimpahan kasus kepada Instansi Penegak Hukum. j. pemberian keterangan ahli di persidangan. pelaksanaan administrasi dan pelayanan teknis Inspektorat Bidang Investigasi. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. h. f. pelaksanaan koordinasi dengan instansi penegak hukum. koordinasi pelaksanaan peran serta dan kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan keuangan yang berkaitan dengan unsur Kementerian Keuangan. e. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit investigasi. pemantauan. kebijakan.429 Bagian Kesebelas Inspektorat Bidang Investigasi Pasal 1489 Inspektorat Bidang Investigasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern. c. Inspektorat Bidang Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. . permintaan informasi. b. pemantauan dan penilaian tindak lanjut hasil audit investigasi. d. g. pelaksanaan kegiatan intelijen dan surveillance. pelaksanaan sosialisasi kegiatan investigasi. dan program kerja yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. i. penyusunan rencana strategis. penanganan permintaan audit Investigasi. k. koordinasi penanganan pengaduan masyarakat dan informasi dari media. pelaksanaan dan pengendalian audit investigasi terhadap penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh unsur Kementerian Keuangan. l. serta penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan dan penyampaian laporan audit investigasi serta laporan akuntabilitas kinerja Inspektorat Bidang Investigasi. m. dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap unsur Kementerian Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . koordinasi pengawasan yang terkait dengan tugas Inspektorat Bidang Investigasi. dan n. Pasal 1490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1489. rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. koordinasi pelaksanaan kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan peraturan di lingkungan Kementerian Keuangan.

Subbagian Tata Usaha. (3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1494 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA    . (2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh pejabat fungsional yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Bagian Keduabelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1493 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Pasal 1492 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pelayanan teknis pada Inspektorat Bidang Investigasi. . dan b. Kelompok Jabatan Fungsional.430 Pasal 1491 Inspektorat Bidang Investigasi terdiri atas: a.

dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. penyusunan peraturan di bidang pasar modal. g. pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. f. e.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. pengaturan. b. k. dan pelaksanaan administrasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.431 BAB XIII BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1495 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. persetujuan. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. penegakan peraturan di bidang pasar modal. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. Bapepam dan LK menyelenggarakan fungsi: a. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. Pasal 1496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1495. d. penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. h. . j. i. Kliring dan Penjaminan. perumusan standar. pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha.

. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. tata laksana dan pembakuan prestasi kerja Badan. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. rencana strategis dan pelaporan akuntabilitas kinerja Badan. b. f. Pasal 1499 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1498. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1498 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. h. k. e. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Sekretariat Badan. Biro Kepatuhan Internal. d. Biro Pengelolaan Investasi. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. Biro Riset dan Teknologi Informasi. b. Biro Perasuransian.432 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1497 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terdiri atas: a. l. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. j. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan penataan organisasi. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana kerja. c. dan m. i. Biro Dana Pensiun. g.

Pasal 1501 Bagian Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan rencana kerja dan rencana strategik. h. koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pasal 1500 Sekretariat Badan terdiri atas: a. penyusunan prosedur dan metode kerja serta evaluasi b. Bagian Keuangan. f. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. Pasal 1502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1501.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . i. c. Bagian Perencanaan dan Organisasi. perencanaan anggaran badan. b. Bagian Umum. penataan organisasi. d. e. pelaksanaan urusan keuangan Badan.433 c. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan strategik. serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. dan pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Badan. analisis dan evaluasi jabatan. d. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. Bagian Kepegawaian. e. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. . pelaksanaan urusan pelayanan kerja sama internasional. pelaksanaan urusan kepegawaian Badan. d. penyiapan bahan penataan organisasi. Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha dan kearsipan Badan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyiapan bahan pelaksanaannya. laporan akuntabilitas kinerja. f. pelayanan urusan informasi pasar modal dan hubungan masyarakat. g. c. perencanaan anggaran Badan. penyusunan prosedur dan metode kerja.

Subbagian Organisasi. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan. Pasal 1505 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian di lingkungan Badan. pemberhentian. b. statistik dan kesejahteraan pegawai. Pasal 1504 (1) Subbagian Rencana Kerja dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja dan rencana strategik. . d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis jabatan. (3) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi.434 - Pasal 1503 Bagian Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Perencanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan perencanaan anggaran Badan. dan Subbagian Tata Laksana. pembinaan pegawai dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. (4) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan prosedur dan metoda kerja serta evaluasi pelaksanaannya serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. b. c. Pasal 1506 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1505. d. dan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. dokumentasi. Subbagian Perencanaan Anggaran. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengangkatan. penyiapan bahan formasi serta pengurusan tata usaha. pembakuan prestasi kerja dan penyusunan jabatan fungsional. c. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. kepangkatan.

penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran. Pasal 1510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1509. c. Pasal 1508 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan analisis dan penyusunan rencana kebutuhan pendidikan dan pelatihan. kepangkatan. akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan.435 - Pasal 1507 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. d. pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran. Pasal 1511 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pembinaan karir pegawai di lingkungan Badan serta memantau hasil pelaksanaannya. b. (3) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi serta melakukan urusan tata usaha. pemberhentian. Subbagian Mutasi Kepegawaian. dan Subbagian Administrasi Penerimaan Negara. c. . Pasal 1509 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan. pemensiunan dan mutasi kepegawaian lainnya. b. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penatausahaan penerimaan negara. statistik dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. dan Subbagian Umum Kepegawaian. serta pembinaan dan penyelesaian kasus-kasus kepegawaian. dokumentasi. Subbagian Perbendaharaan. (2) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengangkatan.

c. penelaahan kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional. Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. e. dan modal ventura. d. Pasal 1514 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1513. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan serta perumusan metode dan materi penyuluhan di bidang pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh di bidang pasar modal. f. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan akuntansi pelaksanaan anggaran dan menyusun laporan keuangan Badan. dana pensiun. pemberian informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. asuransi. perusahaan pembiayaan. g. (4) Subbagian Administrasi Penerimaan Negara mempunyai tugas melakukan penatausahaan penerimaaan negara di bidang pasar modal. pelayanan informasi dan penyuluhan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta melaksanakan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan. . Pasal 1513 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kerjasama internasional. penyiapan bahan pertukaran dan pengumpulan informasi pasar modal dan lembaga b. penyiapan rancangan perjanjian kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan dengan negara lain dan badan internasional. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan Badan dan menerbitkan surat perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. perjanjian pertukaran informasi pasar modal dan lembaga keuangan internasional. penyelenggaraan kerjasama dengan lembaga-lembaga pasar modal dan lembaga keuangan dalam negeri dan luar negeri yang terkait dengan kegiatan pasar modal dan lembaga keuangan.436 - Pasal 1512 (1) Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran Badan dan mengajukan permintaan pembayaran kepada Subbagian Perbendaharaan.

Pasal 1515 Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . h. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal dan lembaga keuangan internasional antara Badan dengan organisasi badan pengawas pasar modal dunia atau antara Badan dengan lembaga Pasar Modal Internasional atau Lembaga Keuangan Internasional serta penelaahan perjanjian kerjasama pasar modal multilateral serta melaksanakan hubungan pemodal multilateral. bahan pertukaran informasi. perancangan dan penyiapan sarana penyuluhan. (2) Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kerjasama internasional. bahan pertukaran informasi. dan Subbagian Pengaduan Pasar Modal. c. Subbagian Kerjasama Bilateral. pemberian penyuluhan di bidang pasar modal kepada media massa dan masyarakat. Subbagian Kerjasama Multilateral. penyiapan dan pengembangan teknik. i. seminar. (4) Subbagian Pengaduan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan- . dan penyiapan bahan-bahan penyelesaian pengaduan di bidang pasar modal. metode dan materi penyuluhan. pelaksanaan kerjasama internasional. j. Subbagian Hubungan Masyarakat. pelaksanaan hubungan pemodal internasional. kerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pameran.437 keuangan dengan negara lain dan badan internasional. pengevaluasian dan penelaahan perjanjian kerjasama internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. rancangan perjanjian. Pasal 1516 (1) Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian tanggapan berita di bidang pasar modal yang dimuat dalam media massa. memantau dan mengevaluasi kerjasama pasar modal internasional antara Badan dengan Securities Exchange Commision (Badan Pengawas Pasar Modal) negara lain atau antara Badan dengan lembaga-lembaga pemerintah atau regulator negara lain serta penelaahan perjanjian kerjasama bilateral pasar modal serta melaksanakan hubungan pemodal bilateral. b. rancangan perjanjian. d. pembinaan dan pemantauan tenaga penyuluh pasar modal serta menyusun dan menyiapkan bahanbahan informasi untuk pimpinan dalam rangka hubungan antar lembaga. dan kegiatan lainnya yang sejenis. pemantauan.

d. d. Subbagian Rumah Tangga. b. pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Usaha Ketua Badan. kearsipan. perjalanan dinas dan gaji. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan. penyiapan dokumen. keprotokolan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .438 bahan penyelesaian pengaduan dan melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait dalam rangka penyelesaian pengaduan. pengangkutan pegawai. ekspedisi. Subbagian Tata Persuratan. dan tata usaha Ketua Badan. protokol. komputerisasi persuratan. pelaksanaan urusan rumah tangga. b. (4) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pengadaan. Pasal 1520 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. pencatatan acara. dan Subbagian Perlengkapan. pengurusan kesekretariatan dan keprotokolan pimpinan. penyiapan bahan. urusan perjalanan dinas dan keprotokolan serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. dan pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaksanaan. c. mengkoordinir penyusunan pidato. Pasal 1519 Bagian Umum terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha Ketua Badan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan akomodasi Ketua Badan. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. . Pasal 1517 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa direktorat jenderal. pendistribusian. c. rumah tangga. Pasal 1518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1507. perlengkapan. inventarisasi. pemeliharaan dan penyiapan penghapusan perlengkapan. makalah dan mengatur jadwal kegiatan. dan penggandaan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . saran. penanganan keberatan. h. melakukan litigasi. . penelaahan dan pemberian pendapat atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bantuan hukum. j. pemberian saran dan pendapat hukum mengenai masalah yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan menghadapi perkara di pengadilan. pemberian pertimbangan. dan f. pemberian pertimbangan pengenaan sanksi administratif dan atau denda atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pemberian bantuan hukum atas masalah yang dihadapi Badan dan pegawai Badan dalam rangka pelaksanaan tugasnya. k. c. i.439 - Bagian Keempat Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Pasal 1521 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas standar kode etik profesi Konsultan Hukum dan Notaris Pasar Modal. dan pendapat hukum di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pembinaan dan pengawasan profesi hukum yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal. Biro Perundangundangan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan terhadap Konsultan Hukum dan Notaris yang telah menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal. Pasal 1522 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1521. melakukan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan terkait dengan penyusunan Peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta dalam rangka litigasi yang terkait dengan lembaga Keuangan. g. b. e. pemberian saran dan pendapat hukum atas keberatan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. penetapan sanksi. pemberian pertimbangan. pemberian bantuan penyelesaian masalah di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan antara para pihak di luar badan peradilan (non litigasi). d. pemberian bantuan dalam penyelesaian masalah antara pihak tanpa melalui jalur hukum.

lembaga pemeringkat Efek dan pelaksanaan tata usaha biro. Pasal 1525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1524. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan. e. Pasal 1524 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. pelaksanaan tata usaha biro. Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi. Agen Penjual Efek Reksa Dana. b. Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Manajer Investasi. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. c. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik. Wakil Manajer Investasi. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. penyusunan. Penasihat Investasi. Penasihat Investasi. dan Bagian Profesi Hukum Pasar Modal. dan lembaga pemeringkat Efek. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. c. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi. c. Wakil Manajer Investasi. b.440 l. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Pasal 1523 Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. d. Bagian Hukum Pengelolaan Investasi. dan pelaksanaan tata usaha biro. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum Lembaga Keuangan. b. Manajer Investasi. Wakil Penjual Efek Reksa Dana. . penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pasal 1526 Bagian Hukum Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. e.

serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan lembaga pemeringkat Efek. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Manajer Investasi. Wakil Manajer Investasi. kearsipan. dan pelaporan biro. Bagian Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan Hukum . dan lembaga pemeringkat Efek. Penasihat Investasi. rumah tangga. Lembaga Penilaian Harga Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Agen Penjual Efek Reksa Dana. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. kepegawaian. Pasal 1528 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. Agen Penjual Efek Reksa Dana. Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. yang berkaitan dengan Bursa Efek. c. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Penasihat Investasi. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Manajer Investasi. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Kustodian.441 Pasal 1527 (1) Subbagian Peraturan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. b. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. Wakil Manajer Investasi. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Biro Administrasi Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pasal 1529 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1528. (2) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan.

Lembaga Kliring dan Penjaminan. Wakil Penjamin Emisi Efek. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Penjamin Emisi Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. Perantara Pedagang Efek. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Bursa Efek. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Penilaian Harga Efek.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Kustodian. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Wakil Perantara Pedagang Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Biro Administrasi Efek. Biro Administrasi Efek. Lembaga Penilaian Harga Efek. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. (2) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. pengkajian peraturan pasar modal internasional. dan Perusahaan Efek selaku Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. yang berkaitan dengan Bursa Efek. Pasal 1531 (1) Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Kustodian. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. (3) Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan.442 d. Pusat Laporan Transaksi Obligasi. Kustodian. Wakil Perantara Pedagang Efek. dan Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Transaksi dan Lembaga Efek. Wakil Penjamin Emisi Efek. b. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Lembaga Penilaian Harga Efek. Subbagian Peraturan Transaksi dan Lembaga Efek II. . dan lembaga yang terkait dengan transparansi perdagangan Efek di pasar sekunder. Pasal 1530 Bagian Hukum Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. c. Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek.

dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan.443 Pasal 1532 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. b. pengkajian peraturan pasar modal internasional. Wali Amanat. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Akuntan. Perusahaan Publik. Pasal 1534 Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik terdiri atas: a. Penilai. Penilai. Perusahaan Publik. Penilai. Notaris. Bagian Hukum Emiten dan Perusahaan Publik menyelenggarakan fungsi: a. yang berkaitan dengan Emiten. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Konsultan Hukum. Wali Amanat serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Perusahaan Publik. Akuntan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. c. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan yang berkaitan dengan Emiten. dan . dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. serta pihakpihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Pasal 1533 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1532. Pasal 1535 (1) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik I mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. penyusunan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Emiten. Akuntan. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik. yang berkaitan dengan keterbukaan dalam rangka Penawaran Umum dan pelaporan berkala Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II. b. dan Penilai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Akuntan.

pengkajian peraturan pasar modal internasional. serta pihak-pihak atau lembaga yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik. Konsultan Hukum. Subbagian Peraturan Perasuransian. yang berkaitan Perasuransian. Pembiayaan dan Penjaminan. Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan. Subbagian Penetapan Sanksi dan Keberatan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangundangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. b. (3) b. Wali Amanat. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. dan Dana Pensiun. Akuntan. Pasal 1538 Bagian Hukum Lembaga Keuangan terdiri atas: a. dan Subbagian Peraturan Dana Pensiun. Pasal 1536 Bagian Hukum Lembaga Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. aksi pemodal terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik serta pelaporan insidental Emiten dan Perusahaan Publik.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Notaris. Perusahaan Publik. dan dana pensiun. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif dan keberatan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik. Penilai. yang berkaitan dengan perasuransian. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan serta penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. pembiayaan dan penjaminan. dan dana pensiun. penyusunan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Emiten. c. Pasal 1537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1536. . dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. pembiayaan dan penjaminan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perasuransian.444 (2) Subbagian Peraturan Emiten dan Perusahaan Publik II mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan pasar modal. Bagian Hukum Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

(3) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan Dana Pensiun. bantuan hukum. yang berkaitan dengan perasuransian. Pasal 1540 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Dana Pensiun. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian. penyusunan. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. pengkajian peraturan perundang-undangan perasuransian. dan membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. yang berkaitan dengan perasuransian. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengkajian peraturan Pembiayaan dan Penjaminan internasional. pengkajian peraturan perundang-undangan Pembiayaan dan Penjaminan.445 Pasal 1539 (1) Subbagian Peraturan Perasuransian mempunyai tugas melakukan pengkajian undangundang yang terkait dengan perasuransian. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pengkajian peraturan Dana Pensiun internasional. pengkajian peraturan perasuransian internasional. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. yang berkaitan dengan Pembiayaan dan Penjaminan. . (2) Subbagian Peraturan Pembiayaan dan Penjaminan mempunyai tugas melakukan pengkajian undang-undang yang terkait dengan Pembiayaan dan Penjaminan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. yang berkaitan dengan Dana Pensiun. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta melaksanakan litigasi. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. pendapat hukum. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan dan penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum atas keberatan yang diajukan kepada Badan. dan pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum. pemberian saran. pengkajian peraturan perundang-undangan Dana Pensiun.

b. e. c. pelaksanaan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan Konsultan Hukum serta lembaga terkait. Bagian Profesi Hukum Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemberian saran dan pendapat hukum atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. g. pemberian bantuan penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar pengadilan (non litigasi) yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. pelaksanaan litigasi dalam hal Badan digugat dalam perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal. c. . dan melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. di b. j. Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal. d. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris dan Konsultan Hukum pasar modal. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pemberian pendapat atas peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Notaris dan Konsultan Hukum di Pasar Modal. i. h. dan Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum. pelaksanaan pendaftaran Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. ahli. pemberian bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. Pasal 1542 Bagian Profesi Hukum Pasar Modal terdiri atas: a.446 - Pasal 1541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1540. penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris dan Konsultan Hukum di pasar modal. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. k. pelaksanaan koordinasi dengan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan dalam rangka litigasi yang berkaitan dengan Lembaga Keuangan dimana Bapepam dan LK dan atau Departemen Keuangan menjadi pihak yang berperkara. Subbagian Notaris Pasar Modal.

pengumpulan. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. membantu penyelesaian masalah antar pihak yang dapat diselesaikan di luar badan peradilan (non litigasi). dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Konsultan Hukum dan lembaga terkait. dan penyajian data ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . memberikan bantuan hukum kepada Badan dan atau pegawai Badan yang menjadi saksi. memproses pendaftaran.447 Pasal 1543 (1) Subbagian Notaris Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. Pasal 1545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1544. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Notaris di pasar modal. serta melakukan kerjasama dengan lembaga hukum dalam penanganan perkara. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. Biro Riset dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. dan interpretasi atas peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. (2) Subbagian Konsultan Hukum Pasar Modal mempunyai tugas melakukan pengkajian peraturan pasar modal internasional. atau pihak yang berperkara yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. penelaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. . penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan Konsultan Hukum di pasar modal. ahli. dan melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi Notaris dan lembaga terkait. (3) Subbagian Litigasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melakukan litigasi dalam hal Badan bertindak sebagai pihak dalam suatu perkara di Pengadilan. yang berkaitan dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. yang berkaitan dengan Konsultan Hukum di Pasar Modal. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Notaris. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. pengkajian peraturan perundang-undangan pasar modal. analisis. Bagian Kelima Biro Riset dan Teknologi Informasi Pasal 1544 Biro Riset dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengembangan di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. serta pemberian pendapat hukum atas ketentuan peraturan perundang-undangan. memproses pendaftaran. yang berkaitan dengan Notaris di Pasar Modal. melakukan penelaahan dan pemberian pendapat hukum atas kode etik dan standar profesi Konsultan Hukum.

mikro serta lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi serta pelaksanaan registrasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. pengumpulan. analisis. e. f. Bagian Riset Ekonomi. penyusunan. Pasal 1548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1547. penyiapan bahan pengumpulan. Bagian Riset Pasar Modal. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi. pengelolaan. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. analisis. c. dan penyajian data dan statistik pasar modal. analisis. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. f. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi. c. d. dan lembaga keuangan lain. b. pengumpulan. dana pensiun. d. . penyiapan bahan pengumpulan. g.448 b. dan pelaksanaan tata usaha biro. analisis. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. dana pensiun. dan penyajian data ekonomi makro. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data dan statistik asuransi. pelaksanaan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. dan penyiapan bahan pengumpulan. analisis. Bagian Riset Asuransi. Pasal 1546 Biro Riset dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. c. Pasal 1547 Bagian Riset Ekonomi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. analisis. Bagian Riset Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. dan lembaga keuangan lain. e.

analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal. analisis. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. .449 Pasal 1549 Bagian Riset Ekonomi terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis. Bagian Riset Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1551. analisis. dan penyajian data dan statistik pasar modal serta urusan tata usaha Biro. (3) Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional mempunyai tugas penyiapan bahan pengumpulan. dan Subbagian Analisis Lembaga Ekonomi Internasional. c. (2) Subbagian Analisis Ekonomi Mikro mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. Pasal 1550 (1) Subbagian Analisis Ekonomi Makro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. b. analisis. Subbagian Analisis Ekonomi Mikro. penyiapan bahan pengumpulan. analisis. c. b. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1553 Bagian Riset Pasar Modal terdiri atas: a. c. Subbagian Statistik Pasar Modal. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 1551 Bagian Riset Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan penyajian data ekonomi mikro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. dan penyajian data ekonomi makro yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Analisis Ekonomi Makro. dan penyajian data lembaga ekonomi internasional yang berkaitan dengan pengembangan pasar modal dan lembaga keuangan.

dan pelaporan biro. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun. Dana Pensiun. c. dan Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. analisis. Pasal 1557 Bagian Riset Asuransi. Pasal 1555 Bagian Riset Asuransi. . dana pensiun. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun. rumah tangga. kearsipan. dan lembaga keuangan lain. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. dan penyajian data dan statistik serta melaksanakan riset pengembangan produk dan kelembagaan di bidang asuransi. c. analisis. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain terdiri atas: a. dan penyiapan bahan pengumpulan. kepegawaian. analisis. analisis. analisis. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. dan penyajian data dan statistik pasar modal. b. dan penyajian data dan statistik Asuransi. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan.450 Pasal 1554 (1) Subbagian Statistik Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Usaha Jasa Pembiayaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Riset Asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan pasar modal. Pasal 1556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1555. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. penyiapan bahan pengumpulan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. analisis. Subbagian Statistik Asuransi. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain.

b. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan. Bagian Sistem dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi. Pasal 1560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1559. dan penyajian data dan statistik Asuransi. dan penyajian data kebijakan pengembangan kelembagaan Asuransi. c. Pasal 1561 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi terdiri atas: a. pengelolaan.451 Pasal 1558 (1) Subbagian Statistik Asuransi. analisis. Pasal 1559 Bagian Sistem dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. Dana Pensiun. analisis. Modal Ventura dan Lembaga Keuangan lain. analisis. (3) Subbagian Analisis Pengembangan Produk Asuransi. Usaha Jasa Pembiayaan. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. (2) Subbagian Analisis Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Asuransi. penyiapan bahan penyusunan. Usaha Jasa Pembiayaan. pengelolaan. c. Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Lain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Dana Pensiun. dan penyajian data pengembangan produk Asuransi. Dana Pensiun. dan Subbagian Dukungan Teknis. b. Usaha Jasa Pembiayaan. pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. . dan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi.

b. Pasal 1566 (1) Subbagian Penyajian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi. penyiapan bahan penyajian data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Bagian Pengelolaan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengelolaan Basis Data dan Registrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal. Subbagian Penyajian Data dan Informasi. (2) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur dan Jaringan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur dan jaringan. dan c. (3) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Pasal 1563 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyajian basis data dan informasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan serta registrasi di bidang pasar modal. c. dan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. pengelolaan. dan pengembangan sistem informasi dan aplikasi di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. . penyiapan bahan basis data dan registrasi di bidang pasar modal.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Pasal 1564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1563.452 Pasal 1562 (1) Subbagian Pengembangan dan Pengelolaan Sistem dan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Pasal 1565 Bagian Pengelolaan Data dan Informasi terdiri atas: a. (3) Subbagian Dukungan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian dukungan teknis di bidang teknologi informasi.

b. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Biro Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. g. perumusan kerjasama di bidang pemeriksaan dan penyidikan pasar modal. perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Pasal 1569 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan terdiri atas: a. pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. f. pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. c. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Pengelolaan Investasi. Pasal 1568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1567. dan h. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal dalam lingkungan Badan serta lembaga hukum lainnya. Keterbukaan Emiten. d. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi. dan Perusahaan Publik serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka penegakan hukum. . Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek. d. Pasal 1570 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. pembinaan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. pelaksanaan tata usaha biro. pengawasan. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pengelolaan Investasi serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum.453 Bagian Keenam Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Pasal 1567 Biro Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas menegakkan hukum di bidang transaksi dan lembaga Efek. e. e.

rumah tangga. pengumpulan. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. e. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. b. Pasal 1573 (1) Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi I. c. penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi II. d. pengolahan. dan pelaporan biro. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Manajer Investasi dan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan terhadap produk investasi yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. b.454 Pasal 1571 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1570. kepegawaian. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi III. Pasal 1572 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. kearsipan. c. . pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan investasi. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1574 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. dan Subbagian Tata Usaha Biro. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. II. d.

Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek III. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. dan Wakil Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. d.455 Pasal 1575 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1574. c. dan III masingmasing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. c. Pasal 1577 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek I. Pasal 1576 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan. Pasal 1578 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang transaksi dan Lembaga Efek. . Perusahaan Efek. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. b. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Lembaga Bursa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Transaksi dan Lembaga Efek II. II. pengolahan. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. b.

Pasal 1580 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa terdiri atas: a. Pasal 1581 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.456 Pasal 1579 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1578.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . II. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa III. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa I. pengolahan. b. d. c. b. pengumpulan. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa II. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan. Pasal 1582 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. serta melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil serta menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. .

d. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. b. . pelaksanaan pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. pengumpulan. Pasal 1584 Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil II. dan Penasihat Investasi. Pasal 1585 Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pemeriksaan dan penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil. pemrosesan izin usaha. pernyataan pendaftaran dan ijin orang perseorangan. Wakil Manajer Investasi. Bagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil I. b. membina dan mengawasi Pengelola Investasi. c. dan Subbagian Pemeriksaan dan Penyidikan Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil III. penyiapan perumusan kebijakan teknis pemeriksaan dan/atau penyidikan serta melakukan pemeriksaan dan/atau penyidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan oleh Emiten dan Perusahaan Publik Sektor Riil yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan.457 Pasal 1583 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1582. II. pengolahan. c. Bagian Ketujuh Biro Pengelolaan Investasi Pasal 1586 Biro Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. dan penyiapan bahan dan pelaksanaan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penegakan hukum. Manajer Investasi. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan bahan.

Biro Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1588 Biro Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. pembinaan dan pengawasan Pengelola Investasi. Bagian d. e. penyiapan bahan pengembangan produk investasi. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan investasi. d. pemrosesan permohonan izin usaha. b. b. Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi. penelaahan aspek keterbukaan. Penasihat Investasi. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan pengelolaan investasi serta penyiapan bahan pengembangan. Penasihat Investasi. e. dan direksi serta komisaris dalam hal pengelolaan investasi yang membahayakan kepentingan pasar modal secara keseluruhan sampai ditetapkan penggantinya. hukum. penyiapan bahan pengembangan dan pengaturan pengelolaan investasi. f. g. Wakil Manajer Investasi. dan akuntansi serta pernyataan pendaftaran Pengelola Investasi. Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. dan Penasihat Investasi. Wakil Manajer Investasi. dan Wakil Manajer Investasi. Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi. Manajer Investasi. . Bagian Pengembangan Produk Investasi. pengaturan dan pembinaan Manajer Investasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. izin perseorangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1590 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Kebijakan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi. Wakil Manajer Investasi. b. pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Manajer Investasi. mengawasi pelaksanaan likuidasi Kontrak Investasi Kolektif. mengusulkan pembekuan izin Manajer Investasi. dan pelaksanaan tata usaha biro. Pasal 1589 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c. dan Wakil Pedagang Reksa Dana. f. Pasal 1589.458 Pasal 1587 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1586.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 459 Pasal 1591 Bagian Pengembangan Kebijakan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi; Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi. Pasal 1592 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan dan peraturan yang terkait pengawasan dan pembinaan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. Pasal 1593 Bagian Pengembangan Produk Investasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1594 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Produk Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Pasal 1593, Bagian

pengumpulan, analisis dan penyajian produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis data terhadap produk investasi Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana, Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya; dan analisis terhadap daya kompetisi produk investasi pasar modal dibandingkan dengan produk investasi sektor lainnya.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 460 Pasal 1595 Bagian Pengembangan Produk Investasi terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana; dan b. Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain. Pasal 1596 (1) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Reksa Dana serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Reksa Dana. (2) Subbagian Pengembangan Produk Investasi Efek Beragun Aset dan Investasi Lain mempunyai tugas melakukan pengumpulan, analisis dan penyajian data perkembangan produk investasi Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya serta analisis pengembangan terhadap Pihak yang melakukan aktivitas pengelolaan Efek Beragun Aset dan Investasi lainnya. Pasal 1597 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas memproses izin usaha Manajer Investasi, Penasihat Investasi, izin Perseorangan, izin Perseorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1598 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1597, Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi;

b. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Penasihat Investasi; c.

d. penelaahan dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; e. penyiapan bahan pengawasan administratif Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 461 f. pengawasan administratif kegiatan Manajer Investasi, Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana;

g. penyusunan program peningkatan keahlian dan ketrampilan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana; dan h. pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1599 Bagian Bina Manajer Investasi dan Penasihat Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Wakil Manajer Investasi; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1600 (1) Subbagian Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Manajer Investasi, dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Wakil Manajer Investasi mempunyai tugas menelaah dokumen dalam rangka permohonan izin perorangan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Efek Reksa Dana, menyiapkan bahan pengawasan Wakil Manajer Investasi, Penasihat Investasi Perorangan, dan Wakil Pedagang Reksa Dana. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian dan pelaporan biro. Pasal 1601 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pemrosesan permohonan izin usaha, penelaahan aspek keterbukaan, hukum, akuntansi, pernyataan pendaftaran, dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif. Pasal 1602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1601, Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan aspek keterbukaan pola kebijakan dan penilaian Portofolio Efek, aspek keterbukaan kegiatan pengelolaan investasi, laporan keuangan dan akuntansi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 462 b. c. d. e. penelaahan aspek keterbukaan berdasarkan peraturan dan hukum secara teknis, pengorganisasian dan strukturisasi sekuritisasi; penelaahan keterbukaan prospektus dan pengelolaan investasi serta pengawasan aspek akuntansi pengelolaan investasi; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Reksa Dana Perseroan; penelaahan aspek keterbukaan, hukum, dan akuntansi pernyataan pendaftaran Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; penyiapan bahan pembinaan Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset; penelaahan laporan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif dan Efek Beragun Aset; dan pengawasan kegiatan Reksa Dana Perseroan, Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif, dan Efek Beragun Aset. Pasal 1603 Bagian Pengawasan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Penelaahan Hukum; Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset; dan Subbagian Penelaahan Akuntansi. Pasal 1604 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan pernyataan pendaftaran, laporan, dan pengawasan aspek Hukum Kegiatan Reksa Dana, dan Efek Beragun Aset. (2) Subbagian Pengelolaan Keterbukaan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, penelaahan kelengkapan dokumen pernyataan pendaftaran dan aspek keterbukaan kegiatan Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan, Penelaahan laporan, dan pengawasan aspek akuntansi Reksa Dana dan Efek Beragun Aset. Pasal 1605 Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, Reksa Dana, Efek Beragun Aset, menyiapkan bahan pengawasan pemeriksaan atas administrasi dan laporan bank kustodian serta penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan kepatuhan pengelolaan kontrak investasi.

f. g. h.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 463 Pasal 1606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1605, Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; penyiapan bahan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kustodian; pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi, dan Kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan bank kustodian; pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan kontrak investasi; peraturan pasar modal mengenai pelaksanaan

pengawasan kepatuhan penyampaian laporan oleh pengelola investasi berkaitan dengan pengelolaan investasi; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan di bidang pengelolaan Investasi. Pasal 1607

Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi; Subbagian Kepatuhan Reksa Dana; dan Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset. Pasal 1608 (1) Subbagian Kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi, melakukan pemeriksaan kepatuhan Manajer Investasi, Penasihat Investasi dan Kustodian, memantau kepatuhan penyampaian laporan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi. (2) Subbagian Kepatuhan Reksa Dana mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Reksa Dana, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Reksa Dana, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan dalam pengelolaan Reksa Dana. (3) Subbagian Kepatuhan Efek Beragun Aset mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan atas peraturan pasar modal mengenai administrasi dan laporan Efek Beragun Aset, menyiapkan sistem pengawasan dini pada kepatuhan Efek Beragun Aset, dan mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan dalam pengelolaan Efek Beragun Aset.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 464 Bagian Kedelapan Biro Transaksi dan Lembaga Efek Pasal 1609 Biro Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan perijinan dan persetujuan, pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, Kustodian, Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Penjamin Emisi Efek, dan pengawasan transaksi Efek, serta Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara. Pasal 1610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1609, Biro Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. pemrosesan permohonan perijinan dan persetujuan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pembinaan dan pengawasan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, dan Penjamin Emisi Efek; pembinaan dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pemeriksaan atas Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pengawasan atas transaksi Efek di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek serta Surat Utang Negara; dan pelaksanaan tata usaha Biro. Pasal 1611 Biro Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. d. e. f. Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Lembaga Efek; Bagian Kepatuhan Lembaga Efek; Bagian Pengawasan Perdagangan; Bagian Wakil Perusahaan Efek; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

b.

c. d.

e. f.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 465 Pasal 1612 Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan lembaga Bursa Efek, Perusahaan Efek dan Pengawasan Perdagangan serta penyiapan bahan pengembangan, pengaturan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1612, Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. Bagian

penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan lembaga Bursa Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan dan pembinaan Perusahaan Efek; penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan dan pembinaan Wakil Perusahaan Efek; dan penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Pengawasan Perdagangan. Pasal 1614

Bagian Pengembangan Kebijakan Transaksi dan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek; Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek; dan Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek. Pasal 1615 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga Bursa Efek, dan penelaahan kode etik lembaga Efek. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Perusahaan Efek dan menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundangundangan yang terkait dengan Wakil Perusahaan Efek, menelaah kode etik Penjamin Emisi Efek, Wakil Perusahaan Efek, dan Perantara Pedagang Efek, melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan, menyusun program pengembangan keahlian dan ketrampilan, serta menelaah dan menyusun pengembangan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengawasan perdagangan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 466 Pasal 1616 Bagian Pengawasan Lembaga Efek mempunyai tugas melaksanakan pemrosesan permohonan perizinan dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, serta melaksanakan pengawasan dan melaporkan hasil pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1616, Bagian Pengawasan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, dan Biro Administrasi Efek; penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan persetujuan Kustodian; penelaahan laporan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengawasan atas kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1618 Bagian Pengawasan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I; Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1619 (1) Subbagian Pengawasan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. (2) Subbagian Pengawasan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha dan persetujuan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan laporan kegiatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian.

b. c. d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 467 Pasal 1620 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek mempunyai tugas mempersiapkan bahan pemeriksaan kepatuhan, mempersiapkan jadwal pemeriksaan, melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kegiatan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyimpanan, Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1620, Bagian Kepatuhan Lembaga Efek menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan jadwal dan pemeriksaan atas Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penyelesaian, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian; dan pengumpulan data dan informasi yang memberikan pelanggaran/kejahatan di bidang transaksi dan lembaga Efek. Pasal 1622 Bagian Kepatuhan Lembaga Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I; Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek II; dan Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek. Pasal 1623 (1) Subbagian Kepatuhan Perusahaan Efek I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan Perusahaan Efek, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/ kejahatan Perusahaan Efek yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. indikasi adanya

b.

c.

d.

e.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 468 (2) Subbagian Kepatuhan Lembaga Bursa Efek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, penyusunan jadwal pemeriksaan dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan, serta mengumpulkan data dan informasi yang memberikan indikasi adanya pelanggaran/kejahatan Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek, dan Kustodian. Pasal 1624 Bagian Pengawasan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan transaksi dan penyelesaian transaksi Efek di pasar sekunder baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek serta mengawasi perdagangan Surat Utang Negara dan Efek lain. Pasal 1625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1624, Bagian Pengawasan Perdagangan menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. pengawasan dan penelaahan data transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data penyelesaian transaksi perdagangan Efek di Bursa dan di luar Bursa pada pasar sekunder; pengawasan dan penelaahan data transaksi dan penyelesaian perdagangan Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain; dan penyusunan laporan pengawasan transaksi Efek, Surat Utang Negara, Derivatif dan Efek lain. Pasal 1626 Bagian Pengawasan Perdagangan terdiri atas: a. b. c. Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa; Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil; dan Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain. Pasal 1627 (1) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor jasa di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor jasa. (2) Subbagian Pengawasan Perdagangan Efek Sektor Riil mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, perkembangan kurs perdagangan Efek sektor riil di Bursa Efek, serta penelaahan dan penyusunan laporan perkembangan transaksi Efek sektor riil.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 469 (3) Subbagian Pengawasan Perdagangan Surat Utang Negara dan Efek Lain mempunyai tugas melakukan pengawasan, penelaahan data transaksi, penyelesaian transaksi, pengawasan perkembangan, dan penelaahan laporan perkembangan transaksi Surat Utang Negara, Efek Lain dan Derivatif, serta pengawasan perdagangan di luar bursa. Pasal 1628 Bagian Wakil Perusahaan Efek mempunyai tugas melaksanakan penelaahan permohonan izin, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan atas kode etik, penyusunan program pengembangan keahlian, dan pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek, serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1628, Bagian Wakil Perusahaan Efek menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. penelaahan atas dokumen dalam rangka permohonan izin Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penelaahan atas kode etik Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; penyusunan program pengembangan keahlian dan keterampilan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; pengawasan kegiatan Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1630 Bagian Wakil Perusahaan Efek terdiri atas: a. b. c. Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek; Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek; dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1631 (1) Subbagian Wakil Perantara Pedagang Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penelaahan peraturan dan laporan, penyusunan program pemeriksaan, serta melakukan pemeriksaan Wakil Perantara Pedagang Efek.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 470 (2) Subbagian Wakil Penjamin Emisi Efek mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan perizinan, penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan, penyusunan program pemeriksaan, dan melakukan pemeriksaan Wakil Penjamin Emisi Efek. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kepegawaian, dan pelaporan biro.

Bagian Kesembilan Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Pasal 1632 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa. Pasal 1633 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1632, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. b. c. d. e. f. g. h. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor jasa; dan pelaksanaan urusan tata usaha biro.

Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penggabungan Usaha. Bagian Pemantuan Perusahaan Properti dan Real Estat. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. dan investasi. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan. b. c. sekuritas. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. . dan investasi. sekuritas. b. pembiayaan. dan investasi. d. f. asuransi. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pasal 1637 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a. c. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan. Pasal 1635 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan. pembiayaan. sekuritas. dan investasi. asuransi. pembiayaan. b. pembiayaan. e. sekuritas. c. d. dan investasi. Pasal 1636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1635. sekuritas.471 Pasal 1634 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. asuransi. asuransi. pembiayaan. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan. asuransi.

asuransi. asuransi. telekomunikasi. konstruksi. konstruksi. dan jasa lainnya. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pernyataan Penggabungan Usaha. real estat. real estat. Pernyataan Penawaran Tender. media massa. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. properti. dan Investasi. Pernyataan Penawaran Tender. pariwisata. Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. teknologi informasi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. teknologi informasi. konstruksi. telekomunikasi. dan Investasi. teknologi informasi. properti. pembiayaan. media massa. properti. dan jasa lainnya. perhotelan. pembiayaan. Pernyataan Penawaran Tender. dan Investasi. perhubungan. teknologi informasi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. telekomunikasi. dan jasa lainnya. b. perhotelan. perhubungan. dan jasa lainnya. d. sekuritas. perhubungan. pariwisata. pariwisata. dan jasa lainnya. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pasal 1639 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. real estat. perhubungan. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. pariwisata. telekomunikasi. real estat. perhubungan. pembiayaan. media massa. real estat. perhotelan. asuransi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. media massa. telekomunikasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. konstruksi. konstruksi. properti. . Pernyataan Penggabungan Usaha. sekuritas. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pernyataan Penggabungan Usaha. perhotelan. perhotelan. Pasal 1640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1639. sekuritas. media massa. Pernyataan Penawaran Tender. c. properti. teknologi informasi. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. pariwisata.472 Pasal 1638 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran.

Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan. penelaahan laporan. dan jasa lainnya. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan. konstruksi. perhotelan. perhubungan. telekomunikasi. pariwisata. Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. telekomunikasi. dan jasa lainnya. Pasal 1642 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. media massa. media massa. teknologi informasi. sekuritas. pariwisata. dan investasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. konstruksi. pembiayaan. real estat. perhubungan. dan investasi. perhotelan. media massa. teknologi informasi. Pernyataan Penggabungan Usaha. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan Penawaran Tender. properti. perhubungan. . properti. asuransi. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. Pasal 1643 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Jasa Non Keuangan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. properti. sekuritas. teknologi informasi. perhotelan. c. real estat. b. Pernyataan Penggabungan Usaha. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perbankan. Pasal 1644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1643. pariwisata. asuransi. pembiayaan. Pernyataan Penawaran Tender. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. real estat.473 Pasal 1641 Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan jasa perdagangan. dan jasa lainnya. telekomunikasi. konstruksi. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Jasa Non Keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

asuransi. Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan. dan investasi. asuransi. Pasal 1645 Bagian Pemantauan Perusahaan Jasa Keuangan terdiri atas: a.474 b. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Asuransi dan Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi. sekuritas. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan asuransi dan pembiayaan. pembiayaan. penelaahan laporan. dan pengumpulan dan pengelolaan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. dan investasi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. sekuritas. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Sekuritas dan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. pembiayaan. c. penelaahan laporan. asuransi. sekuritas. pembiayaan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1646 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perbankan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perbankan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan investasi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan sekuritas dan investasi.

d. dan teknologi informasi. media massa. pariwisata. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi. penelaahan laporan. media massa. perhubungan. telekomunikasi. Pasal 1648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1647. serta pengumpulan dan pengelolaan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan dan pariwisata. c. b. perhubungan. dan teknologi informasi. pariwisata. telekomunikasi. media massa. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. . pariwisata. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan.475 Pasal 1647 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan menyelenggarakan fungsi: a. pariwisata. penelaahan laporan. media massa. perhubungan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi. Pasal 1649 Bagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Perhubungan terdiri atas: a. media massa. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perdagangan. telekomunikasi. b. Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . telekomunikasi. telekomunikasi. perhubungan. dan teknologi informasi. dan teknologi informasi. dan teknologi informasi. perhubungan. pariwisata. c. Pasal 1650 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perdagangan dan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

e. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan perhubungan dan telekomunikasi. konstruksi. real estat. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Media Massa dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. serta pelaksanaan urusan tata usaha Biro. b. penelaahan laporan. penelaahan laporan. perhotelan. Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat menyelenggarakan fungsi : a. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan media massa dan teknologi informasi. d. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. konstruksi. dan Perusahaan Jasa Lainnya. konstruksi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. real estat. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Perusahaan Jasa Lainnya. c. dan Perusahaan Jasa Lainnya. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro. real estat. real estat. dan Perusahaan Jasa Lainnya. real estat. perhotelan. dan Perusahaan Jasa Lainnya.476 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Perhubungan dan Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan pemenuhan keterbukaan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. konstruksi. Pasal 1652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1651. . Pasal 1651 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. konstruksi. perhotelan. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. perhotelan. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti. perhotelan.

kepegawaian.477 Pasal 1653 Bagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Real Estat terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. rumah tangga. Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. c. . dan pemantauan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor riil. dan Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 1654 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Properti dan Perhotelan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan properti dan perhotelan. b. Bagian Kesepuluh Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Pasal 1655 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil mempunyai tugas melaksanakan penelaahan. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil menyelenggarakan fungsi: a. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya. Pasal 1656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1655. Subbagian Pemantauan Perusahaan Real Estat. penelaahan laporan. kearsipan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Konstruksi dan Perusahaan Jasa Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pelaporan biro. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan real estat. konstruksi dan perusahaan jasa lainnya. penelaahan laporan.

industri logam. aneka industri lainnya. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri. Pasal 1657 Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil terdiri atas: a. garmen. d. aneka industri lainnya. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. pemantauan laporan Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. d. industri dasar. e. alas kaki. dan indutri kimia. c. Pasal 1659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1658. Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan Kimia. . g. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. b. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis. f. dan industri kimia. Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan. industri dasar. h. pemantauan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. Pasal 1658 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. dan industri kimia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .478 b. b. e. Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penawaran Tender. Logam. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. industri dasar. penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. barang konsumsi. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan. industri logam. alas kaki. alas kaki. barang konsumsi. industri logam. dan pelaksanaan tata usaha biro. aneka industri lainnya. barang konsumsi. f. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik di sektor riil. c.

479 c. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. d. dan industri kimia. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil garmen. industri dasar. industri dasar. alas kaki. industri dasar. aneka industri lainnya. Pasal 1660 Bagian Penilaian Perusahaan Pabrikan terdiri atas: a. Pernyataan Penawaran Tender. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri logam. industri dasar. aneka industri lainnya. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan. Pasal 1661 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. alas kaki. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran. barang konsumsi. barang konsumsi. industri logam. dan industri kimia. industri logam. garmen. c. alas kaki. alas kaki. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan. industri dasar. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Pabrikan. Pernyataan Penawaran Tender. garmen. dan agrobisnis. barang konsumsi. barang konsumsi. Pernyataan Penggabungan Usaha. barang konsumsi. b. Pernyataan Penggabungan Usaha. industri logam. aneka industri lainnya. alas kaki. Pernyataan Penggabungan Usaha. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. dan industri kimia. industri logam. garmen. . dan industri kimia. aneka industri lainnya. Pasal 1662 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan Pernyataan Pendaftaran termasuk prospektus dan dokumen lainnya. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. aneka industri lainnya. Pernyataan Penawaran Tender. dan industri kimia. Pernyataan Penawaran Tender.

dan agrobisnis. Pernyataan Penawaran Tender. kehutanan. kehutanan. dan agrobisnis. kehutanan. dan agrobisnis. kehutanan. (3) Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek akuntansi Pernyataan Pendaftaran. . Pernyataan Penawaran Tender. c. kehutanan. dan agrobisnis. dan Subbagian Penelaahan Akuntansi Perusahaan Non Pabrikan. dan agrobisnis. c. Pernyataan Penawaran Tender. kehutanan. Pasal 1664 Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan terdiri atas: a. penelaahan Pernyataan Penggabungan Usaha Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. (2) Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek keterbukaan Pernyataan Pendaftaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pernyataan Penggabungan Usaha. Pernyataan Penggabungan Usaha. penelaahan Pernyataan Pendaftaran Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.480 Pasal 1663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1662. Subbagian Penelaahan Keterbukaan Perusahaan Non Pabrikan. Pasal 1665 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan mempunyai tugas melakukan penelaahan aspek hukum Pernyataan Pendaftaran. penelaahan Pernyataan Penawaran Tender Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. Subbagian Penelaahan Hukum Perusahaan Non Pabrikan. b. dan agrobisnis. b. Bagian Penilaian Perusahaan Non Pabrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pernyataan Penggabungan Usaha. dan agrobisnis. d. kehutanan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan penelaahan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan keterbukaan aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan.

dan aneka industri lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan aneka industri lainnya. Pasal 1667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1666. d. dan alas kaki. garmen. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. Pasal 1668 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri terdiri atas: a. alas kaki. dan aneka industri lainnya. Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. garmen. . alas kaki. barang konsumsi. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. alas kaki. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya. garmen. garmen. alas kaki. barang konsumsi. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. dan aneka industri lainnya. c. b. Garmen. penelaahan laporan. Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan tekstil. dan Alas Kaki. b.481 Pasal 1666 Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. Garmen. Bagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri menyelenggarakan fungsi: a. alas kaki. garmen. Pasal 1669 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Tekstil. dan aneka industri lainnya. barang konsumsi. dan Alas Kaki mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. barang konsumsi. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri tekstil. garmen. barang konsumsi.

Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. dan pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. d. logam. dan kimia. (3) b. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar.482 (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Barang Konsumsi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. dan kimia. dan kimia. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. logam. Logam dan Kimia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. c. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. Pasal 1671 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1670. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan aneka industri lainnya.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . logam. . Subbagian Pemantauan Perusahaan Aneka Industri Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1670 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. penelaahan laporan. dan kimia. Logam dan Kimia menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. dan kimia. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan barang konsumsi. logam.

serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri logam. Pasal 1673 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1674 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Logam. penelaahan laporan. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri dasar. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan industri kimia. (3) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam. Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kehutanan dan agrobisnis. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Logam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. penelaahan laporan.483 Pasal 1672 Bagian Pemantauan Perusahaan Industri Dasar. c. penelaahan laporan. dan Subbagian Pemantauan Perusahaan Industri Kimia.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. . pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penelaahan laporan. dan Kimia terdiri atas: a.

Pasal 1676 Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis terdiri atas: a. penelaahan laporan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. kehutanan dan agrobisnis. penelaahan laporan. kehutanan dan agrobisnis.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1677 (1) Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kearsipan. kehutanan dan agrobisnis. c. e. Bagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. dan c. b. kepegawaian. d. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan agrobisnis. Subbagian Tata Usaha Biro. . Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis. kehutanan dan agrobisnis. penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. (2) Subbagian Pemantauan Perusahaan Agrobisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.484 Pasal 1675 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1674. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Kehutanan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. penelaahan laporan. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. pembinaan dan pengawasan keterbukaan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. rumah tangga. dan pelaporan biro. serta pengumpulan dan pengolahan data Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan dan kehutanan. pengumpulan dan pengolahan data berkaitan dengan Emiten dan Perusahaan Publik untuk perusahaan pertambangan. b.

b. pembinaan. penyusunan standar akuntansi di bidang pasar modal. c. standar tata kelola perusahaan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan penilaian keuangan perusahaan. pembinaan. b. pengumpulan dan analisis data dalam rangka pengembangan akuntansi dan keterbukaan. penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang Emiten dan Perusahaan Publik. Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola. Pemeringkat Efek. Bagian Akuntan. e. penyusunan standar keterbukaan di bidang pasar modal. d. f. penelaahan dan pengembangan standar penilaian di bidang pasar modal. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyajian data perkembangan akuntansi dan keterbukaan. analisis. d. standar pemeriksaan akuntansi. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan menyelenggarakan fungsi: a. Penilai. penelaahan dan penyusunan standar tata kelola perusahaan. standar penilaian di bidang pasar modal. c. . Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. penelaahan dan pengembangan standar akuntansi. e.485 Bagian Kesebelas Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Pasal 1678 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. penelaahan dan pengembangan Pasar Modal Syariah. dan Wali Amanat yang melakukan kegiatan di pasar modal serta pengembangan pasar modal Syariah. pengawasan dan inspeksi profesi Akuntan dan Penilai. g. Pemeringkat Efek. dan Wali Amanat di pasar modal. pengawasan dan inspeksi profesi dan lembaga penunjang pasar modal yang meliputi Akuntan dan Penilai. h. Pasal 1679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1678. i. Pasal 1680 Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan terdiri atas: a. pemeriksaan akuntan dan keterbukaan sesuai dengan ketentuan dan praktek internasional. pengumpulan. j. dan pelaksanaan tata usaha biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan.

dan Subbagian Standar Pemeriksaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . f. standar pemeriksaan khusus. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pengelolaan investasi dan Lembaga Efek. b. dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan kerjasama standar akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan pedoman penyajian laporan keuangan.486 Pasal 1681 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi dan peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan di pasar modal dan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan akuntan. Pasal 1684 (1) Subbagian Standar Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan peraturan akuntansi terkait dengan standar akuntansi yang berlaku umum. b. Pasal 1682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1681. Subbagian Standar Akuntansi II. serta penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan pengelolaan investasi dan lembaga Efek. serta menjalin kerjasama dalam rangka pengembangan di bidang akuntansi dan pemeriksaan dengan institusi lain. Pasal 1683 Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan terdiri atas: a. c. d. dan standar pemeriksaan internasional di bidang pasar modal. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. Bagian Standar Akuntansi dan Pemeriksaan menyelenggarakan fungsi: a. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan Emiten dan Perusahaan Publik dan standar akuntansi pemerintahan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. e. standar akuntansi pemerintahan dan standar akuntansi syariah. Subbagian Standar Akuntansi I. c. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi Emiten dan Perusahaan Publik. .

Asosiasi Pemeringkat Efek. b. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. f. Asosiasi Wali Amanat atau lembaga lain yang terkait. Penilai.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di bidang pasar modal. Penilai. Pengelolaan Investasi. dan Lembaga Efek dan pedoman penyajian laporan hasil pemeriksaan serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar pemeriksaan. penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Pemeringkat Efek. pembinaan. Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal menyelenggarakan fungsi: a. Penilai. d. penyusunan program pengembangan Akuntan. g. penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. Subbagian Standar Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar pemeriksaan Emiten dan Perusahaan Publik. c. Pasal 1685 Bagian Akuntan. h. dan kerjasama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. penyusunan standar penilaian di bidang pasar modal. Penilai. dan penyiapan pelaksanaan kerja sama dengan lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan Penilai. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan pembinaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Bagian Akuntan. Penilai dan Pemeringkat Efek di pasar modal. Pasal 1686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1685. peraturan akuntansi terkait dengan penyajian laporan keuangan dan pedoman penyajian laporan keuangan pengelolaan investasi dan Lembaga Efek dan standar akuntansi syariah serta kerjasama dengan institusi lain dalam rangka pengembangan standar akuntansi. (3) . Penilai dan Wali Amanat di pasar modal. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait.487 (2) Subbagian Standar Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan standar akuntansi. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat di pasar modal. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. pengawasan dan inspeksi Akuntan. Penilai. e.

pembinaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pengumpulan.488 Pasal 1687 Bagian Akuntan. dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. penyusunan Standar Penilaian di Pasar Modal. penyusunan program pengembangan Pemeringkat Efek. kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan serta pelaksanaan tata usaha biro. penyiapan bahan perumusan pembinaan. Pasal 1689 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan. Asosiasi Wali Amanat dan lembaga lain yang terkait. Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan izin usaha Pemeringkat Efek. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Penilai. dan inspeksi Akuntan. dan inspeksi Akuntan dan Kantor Akuntan Publik. pembinaan. Subbagian Penilai Pasar Modal. pengawasan. Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal terdiri atas: a. dan Wali Amanat. (2) (3) . c. pengawasan dan inspeksi Penilai. Penilai. penyusunan program pengembangan Penilai di pasar modal. pengawasan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan inspeksi Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. Subbagian Penilai Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Penilai. dan lembaga lain yang terkait. pengawasan. analisis. dan inspeksi Pemeringkat Efek. penyusunan program pengembangan Akuntan di pasar modal. pengawasan. pengawasan pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. penyiapan bahan perumusan pembinaan. pembinaan. serta kerjasama dengan Lembaga Pembina dan Pengawas Akuntan dan lembaga lain yang terkait. dan Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat Pasar Modal. pelaporan. penyiapan bahan penyusunan dan pengembangan tata kelola perusahaan. b. pelaporan. serta kerjasama dengan Asosiasi Pemeringkat Efek. pengawasan pengendalian mutu Penilai. Subbagian Akuntan Pasar Modal. pengawasan pengendalian mutu Pemeringkat Efek. pengawasan dan inspeksi Penilai. pelaporan. penelaahan permohonan pendaftaran Wali Amanat di Pasar Modal. Pasal 1688 (1) Subbagian Akuntan Pasar Modal mempunyai tugas melakukan penelaahan permohonan pendaftaran Akuntan dan Kantor Akuntan Publik di pasar modal.

dan pelaksanaan tata usaha biro.489 Pasal 1690 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: a. analisis. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. Bagian penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keterbukaan perusahaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan penyajian data perkembangan keterbukaan dan tata kelola perusahaan. d. Pasal 1692 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Emiten dan Perusahaan Publik dan pengumpulan. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. pengumpulan. penyiapan bahan penyusunan peraturan dan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. d. f. e. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. c. Pasal 1691 Bagian Pengembangan Keterbukaan dan Tata Kelola terdiri atas: a. penyiapan bahan kerjasama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola perusahaan. analisis. Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyajian data perkembangan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. Subbagian Pengembangan Kebijakan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. b. pengumpulan. . 1689. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik. dan Subbagian Tata Usaha Biro. c. b.

Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. dan penyusunan bentuk dan materi kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. dan pelaporan biro. c. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1695 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah terdiri atas: a. pengkajian. melakukan pengumpulan. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. analisis. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. analisis. penyiapan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. d. analisis dan penyajian data perkembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi serta melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan lembaga terkait dalam rangka pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. analisis. kepegawaian. pengumpulan. e. Bagian a. Pasal 1693 Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi. pengkajian. pengumpulan.490 (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Tata Kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan tata kelola Lembaga Efek dan Pengelolaan Investasi. dan c. rumah tangga. Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek. Pasal 1694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah menyelenggarakan fungsi: 1693. dan penyajian data perkembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. kearsipan. dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundangundangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah di pasar modal. melakukan pengumpulan. melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. . penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. pengumpulan. penelaahan. serta melakukan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. analisis. b. dan f. pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah.

dan melakukan pengumpulan. evaluasi. melakukan pengumpulan. Bagian Keduabelas Biro Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 1697 Biro Pembiayaan dan Penjaminan. . dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada pengelolaan investasi. penelaahan. dan pemantauan dalam rangka pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. analisis. melakukan penelaahan permohonan persetujuan sebagai Pihak pembuat Daftar Efek Syariah. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah pada Emiten dan Perusahaan Publik. penelaahan. analisis dan penyajian data perkembangan pengelolaan investasi yang menerapkan prinsip syariah. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. dan melakukan pengkajian pengembangan produk syariah di pasar modal. analisis dan penyajian data perkembangan transaksi dan lembaga efek yang menerapkan prinsip syariah. melakukan pengumpulan. standardisasi. dan penyajian data dalam rangka penyusunan Daftar Efek Syariah. Pasal 1698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1697. pelaksanaan dan pengawasan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. jasa. (3) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Transaksi dan Lembaga Efek mempunyai tugas melakukan pengkajian. dan melakukan persiapan kerja sama dengan lembaga terkait lain dalam rangka pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. melakukan pengumpulan. penelaahan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan pengkajian. b. dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerapan prinsip syariah transaksi dan lembaga efek. penelaahan data kelembagaan.491 Pasal 1696 (1) Subbagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik mempunyai tugas melakukan pengkajian. analisis dan penyajian data perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik yang menerapkan prinsip syariah.

Pasal 1700 Bagian Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b. Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan. penyajian informasi perkembangan usaha. Pasal 1699 Biro Pembiayaan dan Penjaminan terdiri atas: a. dan evaluasi pengawasan lembaga pembiayaan dan lembaga pelaksanaan tata usaha biro. penelahan jasa lembaga pembiayaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1702 Bagian Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. pelaksanaan dan penjaminan. b. Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan. d. . penelaahan bahan dan data untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga pembiayaan. e. Bagian Lembaga Penjaminan. e. Pasal 1701 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1700. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan. dan Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan.492 c. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus. b. c. d. pengkajian dan penyiapan rumusan pengaturan di bidang lembaga pembiayaan dan lembaga penjaminan. dan analisis laporan keuangan. c. c.

Pasal 1705 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1704.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. c. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. b. Pasal 1706 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan terdiri atas: a. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II. d. (2) Subbagian Jasa Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1704 Bagian Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. dan Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura. . penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.493 Pasal 1703 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I. (3) Subbagian Pemantauan Lembaga Pembiayaan mempunyai tugas melakukan analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. c. dan pemantauan dan evaluasi dari kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura.

penelahan data jasa lembaga Penjaminan. (2) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga Penjaminan. analisis laporan keuangan. Pasal 1708 Bagian Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan perusahaan penjaminan. c. dan pelaksanaan urusan tata usaha Biro Pasal 1709 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1708. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan patungan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan modal ventura. (3) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Modal Ventura mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. b. . rencana jangka pendek dan jangka panjang. Bagian Lembaga Penjaminan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan pembiayaan swasta nasional dan perusahaan pembiayaan milik negara. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. penyajian informasi perkembangan usaha. Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan. b. Pasal 1710 Bagian Lembaga Penjaminan terdiri atas: a. c. dan Subbagian Tata Usaha Biro.494 Pasal 1707 (1) Subbagian Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. d. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha lembaga Penjaminan. rencana jangka pendek dan jangka panjang. rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III. kearsipan. penelaahan kepatuhan. b. b. Pasal 1715 (1) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha jasa gadai. Pasal 1712 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus mempunyai tugas melaksanakan penelaahan data kelembagaan dan jasa serta pembinaan dan pengawasan lembaga pembiayaan khusus. penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan izin usaha lembaga pembiayaan khusus. melakukan analisis laporan keuangan dan operasional lembaga pembiayaan khusus. penelaahan data investasi lembaga pembiayaan khusus. Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian dan pelaporan biro. penelaahan kegiatan operasional. serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga penjaminan. . c.495 Pasal 1711 (1) Subbagian Kelembagaan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha serta penelaahan kepatuhan lembaga penjaminan. dan c. analisis laporan keuangan. (2) Subbagian Jasa dan Pemantauan Lembaga Penjaminan mempunyai tugas melakukan penelaahan kegiatan operasional lembaga penjaminan. Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus I. d. Pasal 1713 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1712. Pasal 1714 Bagian Lembaga Pembiayaan Khusus terdiri atas: a. rumah tangga. penyajian informasi perkembangan usaha. dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha dan menyiapkan bahan tindak lanjut pembinaan lembaga pembiayaan khusus.

penelaahan kegiatan operasional. evaluasi serta pelaksanaan pengawasan di bidang perasuransian. pemberian pelayanan dan menangani pengaduan masyarakat. . analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan sekunder perumahan. penelaahan kepatuhan. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) JAMSOSTEK sesuai peraturan perundangan yang berlaku. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) TASPEN sesuai peraturan perundangan yang berlaku. c. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan PT (Persero) ASKES Indonesia sesuai peraturan perundangan yang berlaku. penelaahan kegiatan operasional. dan pelaksanaan tata usaha biro. Bagian Ketigabelas Biro Perasuransian Pasal 1716 Biro Perasuransian mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan standardisasi dan bimbingan teknis. perubahan. h. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan perusahaan perasuransian. penelaahan kepatuhan. dan penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala. f. (3) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus III mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha.496 (2) Subbagian Lembaga Pembiayaan Khusus II mempunyai tugas melakukan penelaahan bahan untuk pemberian dan pencabutan ijin usaha.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pembentukan. g. analisis dan evaluasi pengembangan perusahaan perasuransian dan penyelenggaraan program asuransi. analisis laporan keuangan dan menyajikan bahan informasi perkembangan usaha serta penyiapan bahan tindak lanjut pembinaan usaha pembiayaan ekspor nasional dan usaha pembiayaan lainnya. Biro Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. kecil dan menengah. dan usaha pembiayaan usaha mikro. termasuk program Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 1717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1716. penyiapan perumusan standar pengesahan pembubaran perusahaan perasuransian. i. d. e. b.

pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. dan Subbagian Kelembagaan Perasuransian III. Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. pelayanan masyarakat dan perubahan peraturan usaha perasuransian. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan perusahaan perasuransian. . e. c. f.497 Pasal 1718 Biro Perasuransian terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan pelayanan kepada masyarakat serta menanggapi pengaduan klaim yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. b. melakukan perencanaan penyuluhan. perubahan peraturan usaha perasuransian dan pembubaran perusahaan perasuransian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. II. Bagian Kelembagaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. data kepengurusan serta pemantauan kepatuhan perusahaan perasuransian terhadap peraturan perundangundangan. Pasal 1719 Bagian Kelembagaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian. dan pemberian penyuluhan dan penanganan pengaduan masyarakat. c. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. Pasal 1720 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1719. dan pembubaran perusahaan perasuransian. pembuatan laporan kegiatan usaha perasuransian. pembubaran perusahaan perasuransian. Bagian Kelembagaan Perasuransian. Bagian Perasuransian Syariah. bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. penyiapan pengumpulan data dan penyiapan bahan perumusan peraturan usaha perasuransian. registrasi tenaga ahli. Bagian Pemeriksaan Perasuransian. kepengurusan. Pasal 1722 Subbagian Kelembagaan Perasuransian I. c. d. Subbagian Kelembagaan Perasuransian II. pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. d. b. Pasal 1721 Bagian Kelembagaan Perasuransian terdiri atas: a. b.

c. II. dan sistem analisis laporan . pelaporan. dan pengembangan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian II. Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 1724 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1723. c. dan evaluasi sistem perasuransian. Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. Pasal 1728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1727. Pasal 1727 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan usaha dan program asuransi. dan evaluasi dan pengembangan sistem laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian. b. Bagian Analisis Keuangan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. Pasal 1726 Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian I. mengembangkan sistem. laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan Pasal 1725 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian terdiri atas: a.498 Pasal 1723 Bagian Analisis Keuangan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan analisis kesehatan keuangan. pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha. pengumpulan data dan analisis laporan keuangan. pengumpulan data dan analisis program asuransi. dan Subbagian Analisis Keuangan Perasuransian III.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b.

Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. b. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. Pasal 1731 Bagian Pemeriksaan Perasuransian mempunyai tugas melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Subbagian Pemeriksaan Perasuransian II. Bagian Pemeriksaan Perasuransian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1730 Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I. II. d. dan Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian III. Pasal 1733 Bagian Pemeriksaan Perasuransian terdiri atas: a. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang kegiatan pemeriksaan langsung. b. . c. pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. dan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung perusahaan perasuransian. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian II. c. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi. Pasal 1732 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1731. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. b. dan Subbagian Pemeriksaan Perasuransian III.499 Pasal 1729 Bagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian terdiri atas: a. Subbagian Analisis Penyelenggaraan Usaha Perasuransian I.

program asuransi syariah. rencana jangka pendek. pengumpulan data dan analisis program asuransi syariah. e.500 Pasal 1734 Subbagian Pemeriksaan Perasuransian I. dan mengembangkan sistem. dalam Pasal 1735. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. Subbagian Perasuransian Syariah II. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaaan langsung terhadap perusahaan perasuransian yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. penyelenggaraan usaha. rencana jangka panjang. c. dan Subbagian Tata Usaha Biro. evaluasi sistem laporan perasuransian syariah. analisis laporan Pasal 1737 Bagian Perasuransian Syariah terdiri atas: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . c. b. Pasal 1736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Perasuransian Syariah menyelenggarakan fungsi: a. f. dan III masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan rumusan sistem dan prosedur. dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. mengembangkan sistem laporan keuangan dan sistem analisis keuangan perusahaan perasuransian syariah. Bagian pengumpulan data dan analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. Pasal 1735 Bagian Perasuransian Syariah melaksanakan analisis kesehatan keuangan. . Subbagian Perasuransian Syariah I. evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. dan pelaksanaan urusan tata usaha biro. II. pelaporan dan analisis penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah. b. d.

Pasal 1740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1739. dan melakukan pembinaan lembaga penunjang dana pensiun. evaluasi dan pelaporan atas pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. dan f. pelaksanaan dan evaluasi pengawasan dana pensiun. pelaksanaan tata usaha biro. perubahan peraturan dana pensiun dan pembubaran dana pensiun. penyiapan perumusan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun dan pengawasan penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. melakukan pengumpulan data dan analisis laporan penyelenggaraan usaha program asuransi syariah. standardisasi. serta evaluasi dan pengembangan sistem laporan dan sistem analisis laporan penyelenggaraan usaha perusahaan perasuransian syariah yang pembagian beban kerjanya ditentukan lebih lanjut dengan Keputusan Ketua Badan. e. rumah tangga. pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat di bidang dana pensiun. Bagian Keempatbelas Biro Dana Pensiun Pasal 1739 Biro Dana Pensiun mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan. melaksanakan analisis.501 Pasal 1738 (1) Subbagian Perasuransian Syariah I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dan analisis laporan keuangan serta evaluasi sistem laporan dan sistem analisis laporan keuangan perusahaan perasuransian syariah. Biro Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . bimbingan teknis. dan pelaporan biro. b. c. kepegawaian. penyiapan perumusan standar pengesahan pembentukan. (2) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kearsipan. penyiapan perumusan standar penyusunan laporan berkala dana pensiun dan pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. . d.

Pasal 1744 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun terdiri atas: a. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun. Pasal 1742 Bagian Kelembagaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan bimbingan teknis serta penyusunan standar dalam rangka pengesahan pembentukan. rencana kerja dan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan untuk pengesahan pembentukan. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun. c. dan Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun. b. Bagian Kelembagaan Dana Pensiun. f. c. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun dan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Pasal 1745 (1) Subbagian Peraturan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis peraturan dana pensiun. dan pelaksanaan registrasi dan dokumentasi dana pensiun. d. Pasal 1743 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1742. dan Kelompok Jabatan Fungsional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Subbagian Peraturan Dana Pensiun. c. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. e. penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. b. pengumpulan dan analisis persyaratan pengesahan pembentukan. Bagian Analisis. Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil. struktur organisasi. pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri. .502 Pasal 1741 Biro Dana Pensiun terdiri atas: a. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun.

dan pemantauan tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. dan laporan lain. dan Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun. perubahan atau pembubaran dana pensiun pada Berita Negara Republik Indonesia.503 (2) Subbagian Aktuaria dan Pendanaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. perubahan peraturan dana pensiun atau pembubaran dana pensiun. laporan aktuaris dan laporan atau catatan lain yang menyangkut pendanaan dana pensiun untuk pengesahan pembentukan. laporan aktuaris. laporan perubahan penerima titipan. d. laporan portofolio investasi. Pasal 1747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1746. Pasal 1749 (1) Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. pengumpulan dan analisis informasi yang diperoleh dari media massa atau sumbersumber lain mengenai penyelenggaraan dana pensiun tertentu. b. Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun. laporan teknis dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dana pensiun. (3) Subbagian Registrasi dan Dokumentasi Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. . dan memantau pelaksanaan penempatan Keputusan Menteri Keuangan mengenai pengesahan pembentukan. Subbagian Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun. Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. laporan portofolio investasi. c. laporan perubahan pengurus atau dewan pengawas. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. b. melakukan pencatatan dana pensiun pada Buku Daftar Umum. Pasal 1746 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis penyelenggaraan program dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. laporan aktuaris. c. perubahan atau pembubaran dana pensiun. laporan teknis dan laporan berkala lain. Pasal 1748 Bagian Analisis Penyelenggaraan Program Dana Pensiun terdiri atas: a.

pelaksanaan kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. penyiapan rumusan sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. c. Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun. b. . Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1750. Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti. Pasal 1752 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun terdiri atas: a. penyiapan rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk penyelenggaraan seluruh kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. dan laporan informasi lainnya. b. pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun. d. Pasal 1750 Bagian Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. laporan perubahan penerima titipan.504 (2) Subbagian Analisis Laporan Non Berkala dan Informasi Umum Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan perubahan arahan investasi. dan pemantauan lembaga penunjang dana pensiun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti. e. serta mengumpulkan dan menganalisa informasi yang diperoleh dari media massa atau dalam rangka penilaian akuntabilitas pengelolaan dana pensiun serta pendaftaran pengurus atau dewan pengawas dan perubahannya. (3) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan pendiri atau pengurus dana pensiun mengenai tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan dalam rangka penilaian kesehatan keuangan atau akuntabilitas pengelolaan dana pensiun. c.

penyusunan dan pemeliharaan data untuk keperluan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun. penyusunan laporan industri dana pensiun. b. e. Subbagian Pengembangan Dana Pensiun. d. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bagian pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. (3) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Iuran Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun. Pasal 1756 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun terdiri atas: a. dan Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun. c. b. Pasal 1754 Bagian Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi pengembangan dana pensiun. Pasal 1755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1754. pengumpulan dan analisis laporanlaporan yang disampaikan oleh lembaga penunjang dana pensiun serta melakukan pemantauan terhadap lembaga penunjang dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang dana pensiun. (2) Subbagian Pemeriksaan Program Pensiun Manfaat Pasti mempunyai tugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti. dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun.505 Pasal 1753 (1) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Pemeriksaan dan Pemantauan Lembaga Penunjang Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan jangka pendek maupun jangka panjang serta sistem dan prosedur kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pemeriksaan dan untuk melakukan registrasi. Pengembangan dan Pelayanan Informasi Dana Pensiun menyelenggarakan fungsi: a. c. penyebaran informasi mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan mengenai penyelenggaraan dana pensiun.

dan d. (2) Subbagian Statistik dan Pelaporan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan industri dana pensiun termasuk kegiatan pembinaan dan pengawasan dana pensiun. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Biro. pengumpulan dan analisis laporan keuangan. (3) Subbagian Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pelaksanaan penyuluhan mengenai dana pensiun dan penanganan pengaduan masyarakat mengenai dana pensiun. evaluasi dan pelaporan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. serta pelaksanaan urusan tata usaha biro. . Bagian Analisis. Pasal 1759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1758. b. Subbagian Analisis dan Pelaporan. pelaksanaan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka penyiapan perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. Pasal 1760 Bagian Analisis. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan kegiatan analisis. Evaluasi dan Pelaporan Pengelolaan Dana Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a.506 Pasal 1757 (1) Subbagian Pengembangan Dana Pensiun mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data untuk penyempurnaan sistem pengawasan di bidang dana pensiun dan perumusan kebijakan pengembangan industri dana pensiun. b. laporan portofolio investasi. dan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1758 Bagian Analisis. dan laporan berkala rutin. c.

dan melakukan evaluasi pendanaan program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pengelolaan investasi. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Bagian Kelimabelas Biro Kepatuhan Internal Pasal 1762 Biro Kepatuhan Internal mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas sekretariat dan biro di lingkungan Bapepam dan LK. Pasal 1763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1762. rumah tangga. b. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. Biro Kepatuhan Internal menyelenggarakan fungsi: a. dan sumber daya aparatur. c. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. kearsipan.507 Pasal 1761 (1) Subbagian Evaluasi Pengelolaan Dana mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data untuk mendukung perumusan kebijakan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan dalam rangka monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. . serta standar akuntansi dan keterbukaan. dan laporan berkala lain dalam rangka penilaian kesehatan keuangan dan monitoring pengelolaan dana program pensiun Pegawai Negeri Sipil. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemeriksaan dan penyidikan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. (2) Subbagian Analisis dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan analisis laporan keuangan. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil. dan pelaporan biro. investasi. kepegawain. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas smelakukan urusan surat menyurat.

pelaksanaan urusan tata usaha biro. Pasal 1764 Biro Kepatuhan Internal terdiri atas: a. pelaksanaan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. c. b. Bagian Kepatuhan II. dan c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IB.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . Bagian Kepatuhan I. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Subbagian Kepatuhan IA. serta standar akuntansi dan keterbukaan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. b. serta jasa pembiayaan dan penjaminan. dan c. Pasal 1767 Bagian Kepatuhan I terdiri atas: a.508 d. dan e. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Bagian Kepatuhan I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1765 Bagian Kepatuhan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan d. Bagian Kepatuhan IV. dana pensiun. Bagian Kepatuhan III. Pasal 1766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1765. Subbagian Kepatuhan IC. b. pemeriksaan dan penyidikan.

penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. Subbagian Kepatuhan IIA. (3) Subbagian Kepatuhan IC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Subbagian Kepatuhan IIC. dan penilaian keuangan perusahaan sektor riil.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .509 Pasal 1768 (1) Subbagian Kepatuhan IA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1771 Bagian Kepatuhan II terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang standar akuntansi dan keterbukaan. Subbagian Kepatuhan IIB. Pasal 1770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1769. . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan c. (2) Subbagian Kepatuhan IB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Bagian Kepatuhan II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1769 Bagian Kepatuhan II mempunyai tugas melaksanaan penyiapan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan.

serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. Subbagian Kepatuhan IIIB. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang riset dan teknologi informasi. b. Subbagian Kepatuhan IIIC. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.510 Pasal 1772 (1) Subbagian Kepatuhan IIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. (3) Subbagian Kepatuhan IIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1775 Bagian Kepatuhan III terdiri atas: a. Bagian Kepatuhan III menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. Pasal 1774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1773. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor jasa. Pasal 1773 Bagian Kepatuhan III mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Subbagian Kepatuhan IIIA. pengelolaan investasi. dan c. dan sumber daya aparatur. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. dan c. (2) Subbagian Kepatuhan IIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang penilaian keuangan perusahaan sektor riil. .

Pasal 1779 Bagian Kepatuhan IV terdiri atas: a. Subbagian Kepatuhan IVA. pelaksanaan urusan tata usaha biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . serta jasa pembiayaan dan penjaminan. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang transaksi dan lembaga efek. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. dana pensiun. dan d. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. Subbagian Kepatuhan IVB. b. . (3) Subbagian Kepatuhan IIIC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan investasi. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. Pasal 1778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1777. Subbagian Tata Usaha Biro. Bagian Kepatuhan IV menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. b. Subbagian Kepatuhan IVC. c.511 Pasal 1776 (1) Subbagian Kepatuhan IIIA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. Pasal 1777 Bagian Kepatuhan IV mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. c. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. dan d. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang sumber daya aparatur. (2) Subbagian Kepatuhan IIIB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas.

kepegawaian. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Jumlah jabatan fungsional tersebut pada ayat (1) Pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. rumah tangga. (2) Subbagian Kepatuhan IVB mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. kearsipan. (2) Setiap kelompok tersebut pada ayat (1) Pasal ini dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh Ketua. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat.512 Pasal 1780 (1) Subbagian Kepatuhan IVA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. (3) Subbagian Kepatuhan IVC mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan penilaian kepatuhan pelaksanaan tugas. . Bagian Keenambelas Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1781 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang dana pensiun. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang jasa pembiayaan dan penjaminan. Pasal 1782 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. serta pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas di bidang perasuransian. dan pelaporan biro.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Sekretariat Badan. b. Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. pelaksanaan administrasi Badan Kebijakan Fiskal. Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral. b. g. f. e.513 BAB XIV BADAN KEBIJAKAN FISKAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1783 Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal. . Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. c. evaluasi. Pasal 1784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1783. dan pelaporan pelaksanaan analisis di bidang kebijakan fiskal. Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis. d. pemantauan. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan d. Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1785 Badan Kebijakan Fiskal terdiri atas: a. pelaksanaan analisis dan pemberian rekomendasi di bidang kebijakan fiskal. rencana dan program analisis di bidang kebijakan fiskal. c.

Bagian Organisasi dan Kepegawaian. koordinasi penyusunan rencana strategik. serta laporan akuntabilitas kinerja Badan.514 Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1786 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan. . c. Pasal 1788 Sekretariat Badan terdiri atas: a. rencana kerja dan anggaran. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan serta pemberian dukungan teknis penggunaan teknologi informasi di lingkungan Badan. kepegawaian.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . g. gaji. tatalaksana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan dan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. Pasal 1789 Bagian Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan organisasi. c. f. serta diseminasi elektronik. pelaksanaan dokumentasi dan kepustakaan. dan kehumasan Badan. kepegawaian. koordinasi kegiatan di lingkungan Badan. e. h. koordinasi penyusunan perencanaan program serta pengelolaan urusan keuangan. b. Bagian Data dan Informasi. penyajian data dan informasi. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. dan koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. d. pengembangan pegawai. d. Bagian Umum. serta pembinaan jabatan fungsional pada Badan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 1787 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1786. dan administrasi jabatan fungsional. b. e. Bagian Perencanaan dan Keuangan.

dan laporan akuntabilitas kinerja Badan. d. pengembangan kinerja. penghargaan. serta pengurusan tata usaha. c. Pasal 1791 Bagian Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta pengurusan tata usaha. penempatan. kepangkatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . pemberhentian. analisis dan evaluasi jabatan. dan penyiapan bahan penyusunan formasi. dan hukuman disiplin pegawai. penghargaan. (3) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengurusan pengangkatan. penggajian. dokumentasi dan statistik pegawai. penyusunan rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center. penyusunan prosedur dan metode kerja. laporan kegiatan. pelaksanaan urusan pengangkatan. b. penyiapan bahan penataan organisasi. penempatan. pemindahan. cuti. pengukuran beban kerja. kepangkatan. c. dan Subbagian Umum Kepegawaian. pengukuran beban kerja. dan pemensiunan pegawai. Pasal 1792 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan organisasi. dan hukuman disiplin pegawai. laporan kegiatan dan laporan akuntabilitas kinerja badan. d. b. penyusunan prosedur dan metode kerja. analisis dan evaluasi jabatan. pemberhentian. Subbagian Organisasi. penggajian.515 Pasal 1790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1789. Bagian Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan kinerja. (4) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. cuti. dan pemensiunan pegawai. pemindahan. dokumentasi dan statistik pegawai. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengurusan pendidikan dan pelatihan pegawai serta assessment center dalam rangka pengembangan kapasitas pegawai. Subbagian Mutasi Kepegawaian. .

RKKL dan RKAKL. d. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. dan e. Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran. . penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.516 Pasal 1793 Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan program dan pengelolaan keuangan serta koordinasi dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaaan. penyusunan rencana strategis dan anggaran. Subbagian Verifikasi. pelaksanaan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan. serta manajemen sistem informasi. b. Pasal 1797 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan negara. serta penyiapan bahan penyusunan tanggapan atas hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. c. Pasal 1794 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1793. Bagian Perencanaan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1795 Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1796 (1) Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana strategis dan anggaran. serta penerbitan Surat Perintah Membayar. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). belanja negara. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. ekonomi dan keuangan. dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL). (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan akuntansi anggaran dan penyusunan laporan keuangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan. c. (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dokumen dan verifikasi pelaksanaan anggaran.

ekonomi dan keuangan. c. dan diseminasi elektronik. ekonomi dan keuangan. rumah tangga. belanja negara. dan pemeliharaan. pelaksanaan urusan rumah tangga. (4) Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan perencanaan. (2) Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik ekonomi dan keuangan. perlengkapan.517 Pasal 1798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1797. b. dan kehumasan. gaji. Subbagian Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. dan pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. . penyajian statistik pendapatan negara. Pasal 1801 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan manajemen sistem informasi. Subbagian Data dan Statistik APBN. d. Pasal 1802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1801. Pasal 1800 (1) Subbagian Data dan Statistik APBN mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan penyajian statistik pendapatan dan belanja negara. pengelolaan. pengelolaan data pendapatan negara. serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi. kearsipan. serta sirkulasi koleksi perpustakaan dan dokumentasi. (3) Subbagian Manajemen Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi. belanja negara. b. Pasal 1799 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. d. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Manajemen Sistem Informasi. pelaksanaan urusan tata usaha. b. dukungan teknis. pengadaan. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.

serta pembuatan daftar dan pembayaran gaji. dan Subbagian Kehumasan. kepabeanan. pendistribusian. dan pelaksanaan urusan kehumasan dan keprotokolan. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (4) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan komunikasi publik dan keprotokolan. d. dan kendaraan dinas. dan pelaporan layanan pemilihan penyedia barang/jasa. c. ekspedisi. inventarisasi. pelaksanaan urusan perlengkapan dan dukungan teknis. analisis. kearsipan. Subbagian Rumah Tangga.518 c. penyiapan dokumen. dan evaluasi kebijakan di bidang pendapatan negara. Pusat Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan. Pasal 1804 (1) Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan surat-menyurat. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. pelaksanaan. perumusan rekomendasi kebijakan pajak. serta memberi dukungan teknis operasional komputer. . b. analisis usulan kebijakan pajak. Pasal 1806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1805. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan. cukai. pemeliharaan. cukai. dan penyiapan penghapusan perlengkapan kantor. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. Pasal 1803 Bagian Umum terdiri atas: a. Bagian Keempat Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Pasal 1805 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas merumuskan rekomendasi. perjalanan dinas. penggandaan. b. d. kesejahteraan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Subbagian Tata Usaha dan Gaji. kepabeanan.

PPnBM. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I menyelenggarakan fungsi: a. b. BPHTB. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I. b. PPSP. BPHTB. Subbidang PNBP Non SDA. Subbidang PBB. Subbidang PPN dan PPnBM. KUP. pelaksanaan kesekretariatan Tim Tarif. b. PPnBM. PBB. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I. e. Pasal 1807 Pusat Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. d. cukai. dan PNBP Non SDA. Bea Meterai. . pelaksanaan tata kelola Pusat. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN. KUP. dan e. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II. Bea Meterai. dan PNBP Non SDA. dan d. BPHTB. Subbidang KUP dan PPSP. Bea Meterai. BPHTB. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II. evaluasi atas pelaksanaan kebijakan pajak. Bea Meterai. PPnBM. d. Pasal 1809 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1808. analisis usulan kebijakan di bidang PPN. KUP. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara. dan f. PPSP.519 c. PBB. Kelompok Jabatan Fungsional. dan PNBP Non SDA. Pasal 1808 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPN. kepabeanan. PBB. PPSP. KUP. BPHTB. dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan PNBP Non SDA. PPnBM.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pasal 1810 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP I terdiri atas: a. c. dan c. c. PPSP. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPN. dan Bea Meterai. PBB.

dan PNBP SDA. analisis usulan kebijakan. Pasal 1815 (1) Subbidang PPh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPh. analisis usulan kebijakan di bidang PPh. Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1814 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II terdiri atas: a. (3) Subbidang PBB.520 Pasal 1811 (1) Subbidang PPN dan PPnBM mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1813 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1812. Perpajakan Internasional. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang KUP dan PPSP. dan c. Subbidang PPh. BPHTB. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PPN dan PPnBM. (4) Subbidang PNBP Non SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. dan Bea Meterai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Perpajakan Internasional.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . analisis usulan kebijakan. dan Bea Meterai. dan PNBP SDA. Perpajakan Internasional. b. dan PNBP SDA. (2) Subbidang KUP dan PPSP mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. . Pasal 1812 Bidang Kebijakan Pajak dan PNBP II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang PPh. analisis usulan kebijakan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang PPh. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PBB. analisis usulan kebijakan. Subbidang PNBP SDA. dan PNBP SDA. dan c. analisis usulan kebijakan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP Non SDA. BPHTB. b. Perpajakan Internasional. Perpajakan Internasional.

penyusunan rancangan peraturan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Pasal 1818 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I terdiri atas: a. Pasal 1819 (1) Subbidang Tarif Multilateral dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. analisis usulan kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang harmonisasi tarif . (2) Subbidang Tarif Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1817 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1816. dan Tarif Khusus. dan c. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang PNBP SDA. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama regional. dan Tarif Khusus. Tarif Bilateral. c. analisis usulan kebijakan. dan d. Subbidang Tarif Bilateral. Tarif Regional. dan Tarif Khusus. (3) Subbidang PNBP SDA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Bilateral. Tarif Regional. Tarif Bilateral. b. analisis usulan kebijakan. dan Tarif Khusus. analisis usulan kebijakan. . tarif bea masuk umum dan tarif bea masuk dalam kerangka kerjasama multilateral. Tarif Bilateral. Subbidang Tarif Multilateral dan Umum. Subbidang Tarif Regional.521 (2) Subbidang Perpajakan Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Tarif Regional. Subbidang Tarif Khusus.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. Tarif Regional. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang Perpajakan Internasional. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Tarif Multilateral dan Umum. Pasal 1816 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai I mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Kebijakan Tarif Multilateral.

Pasal 1823 (1) Subbidang Fasilitas Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. (2) Subbidang Teknis Kepabeanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Pasal 1821 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1821. b. Pasal 1820 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II mempunyai tugas melaksanakan perumusan rekomendasi dan analisis di bidang Fasilitas Kepabeanan. perumusan rekomendasi kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Pasal 1822 Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II terdiri atas: a. dan d. Teknis Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang fasilitas kepabeanan. dan Bea Keluar. Subbidang Teknis Kepabeanan. Cukai. Cukai. Bea Masuk Tindakan Pengamanan. c. Cukai. b. analisis usulan kebijakan. dan Bea Keluar. dan Bea Masuk Pembalasan. dan c. analisis usulan kebijakan di bidang Fasilitas Kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif Bea Masuk Anti Dumping. dan Bea Keluar. Bea Masuk Imbalan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Cukai. (4) Subbidang Tarif Khusus mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. penyusunan rancangan peraturan di bidang Fasilitas Kepabeanan. Cukai. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang teknis kepabeanan. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang tarif bea masuk dalam rangka kerjasama bilateral. Teknis Kepabeanan.522 (3) Subbidang Tarif Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Fasilitas Kepabeanan. Teknis Kepabeanan. analisis usulan kebijakan. Subbidang Bea Keluar. Teknis Kepabeanan. . dan Bea Keluar. analisis usulan kebijakan.

(2) Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak dan PNBP. Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai. evaluasi kebijakan di bidang Pajak. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang cukai. penyusunan laporan hasil evaluasi. pelaksanaan dukungan administrasi Pusat. analisis usulan kebijakan. Kepabeanan. PNBP. Pasal 1827 (1) Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (3) Subbidang Evaluasi Kebijakan Cukai mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan. penyusunan laporan hasil evaluasi. Subbidang Evaluasi Kebijakan Pajak dan PNBP. penyusunan laporan hasil evaluasi. dan Cukai. Pasal 1824 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara mempunyai tugas melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang Pajak. Kepabeanan. b. dan c. Pasal 1826 Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara terdiri atas: a. dan rekomendasi kebijakan di bidang kepabeanan. dan d. analisis usulan kebijakan. dan Cukai. . (4) Subbidang Bea Keluar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. b. Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara menyelenggarakan fungsi: a. c.523 (3) Subbidang Cukai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan rekomendasi kebijakan. Subbidang Evaluasi Kebijakan Kepabeanan. dan rekomendasi kebijakan di bidang cukai. dan Cukai serta dukungan administrasi pusat. Kepabeanan. Pasal 1825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1824. penyusunan laporan hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang Pajak. PNBP. dan penyusunan rancangan peraturan di bidang bea keluar. Subbidang Tata Kelola. PNBP.

f. b. perumusan rekomendasi. kearsipan. Pasal 1829 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1828. Pasal 1830 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terdiri atas: a. Bagian Kelima Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 1828 Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. dan evaluasi kebijakan APBN. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. e. RAPBN Perubahan. evaluasi sasaran dan realisasi pendapatan dan belanja negara. perumusan proyeksi dan rekomendasi kebijakan di bidang pendapatan dan belanja negara jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung kesinambungan fiskal. c. moneter. keuangan. penyusunan data konsolidasi APBN. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . . analisis dampak APBN terhadap sektor riil. pelaksanaan tata kelola Pusat. menyusun rencana kerja. analisis dan proyeksi arus kas pelaksanaan APBN. Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. rumah tangga. jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional. Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kebijakan Belanja Pusat. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. g.524 (4) Subbidang Tata Kelola mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. analisis. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. dan neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. dan h. b. perhitungan dan penetapan total kumulatif defisit APBD untuk menetapkan besaran konsolidasi defisit APBN. kepegawaian. dan laporan Pusat. c. perumusan kebijakan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.

525 d. Pasal 1833 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan terdiri atas: a. perumusan rekomendasi. Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD. Subbidang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbidang Tata Kelola. penyiapan bahan analisis dampak APBN terhadap sektor neraca pembayaran operasi keuangan pemerintah. penyiapan bahan evaluasi sasaran dan realisasi penerimaan perpajakan. penyusunan bahan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN. b. Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN. g. b. bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden. Bidang Kebijakan Transfer Ke Daerah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . penyiapan bahan analisis dan proyeksi arus kas penerimaan perpajakan. penyusunan dan pengolahan data penerimaan perpajakan untuk konsolidasi APBN. d. c. d. dan pelaksanaan tata kelola pusat. penyiapan bahan analisis. . Bidang Kebijakan Subsidi. Subbidang Penerimaan Pajak Langsung. f. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. e. Pasal 1831 Bidang Kebijakan Penerimaan Perpajakan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan penerimaan perpajakan dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN serta analisis. dan evaluasi kebijakan di bidang penerimaan perpaja