P. 1
PSIKOLOGI INTELEGENSI

PSIKOLOGI INTELEGENSI

|Views: 881|Likes:
Dipublikasikan oleh Ridony Taufik Tama

More info:

Published by: Ridony Taufik Tama on Jan 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

. Loading .

Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan KELOMPOK 6 Oleh: MELINDA HAPSARI AZKA ZULFIAH intelegensi .

intelegensi tidak dapat diamati secara langsung. INTELEGENSI . Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul dari padanya. melainkan harus di simpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berfikir rasional. Oleh karena itu.Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan PENGERTIAN Mengambil kesimpulan dari Definisi yang akan menjelaskan ciri-ciri intelegensi: Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional.

Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan Faktor-faktor Intelegensi Faktor-faktor Intelegensi ‡Intelegensi memiliki beberapa factor yang mempengaruhinya diantaranya adalah factor pembawaan. tetapi dapat tumbuh dan berkembang. dan factor lingkungan. INTELEGENSI . ‡Faktor Lingkungan Perkembangan otak dangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. ‡Faktor Pembawaan ‡Kematangan Kecerdasan tidak tetap atau statis. kematangan. Selain gizi. Oleh karena itu ada hubungan antara pemberian makanan bergizi dangan intelegensi seseorang. Berbagai penelitian menunjukan bahwa intelegensi dapat berkurang karena tidak ada bentuk rangsangan tertentu dalam awal-awal kehidupan individu. rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peran yang sangat penting.

Dalam kemampuan yang umum ini. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude.Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan Kaitan Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. IQ bakat Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. INTELEGENSI . Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Dengan demikian. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. kecakapan.

hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan buktibukti yang memuaskan. INTELEGENSI .Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan IQ DAN KREATIVITAS Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian.

‡Edward Lee Thorndike.Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan TEORI Teori-teori dan Pendekatan-Pendakatan Tentang Intelegensi. teori ini mentikberatkan pada kesatuan dari berbagai aspek intelegensi sehingga teorinya teorinya lebih berorientasi pada proses. Diantara bebrapa uraian ringkas mengenai teori intelegensi beserta tokohnya masing-masing sebagai berikut: ‡Alfred Binet mengatakan bahwa intelegensi bersifat monogenetik yaitu berkembang dari suatu faktor satuan. Teori ini berusaha menjelaskan secara terpadu hubungan antara: 1. Intelegensi dan pengalaman INTELEGENSI . Teori ini disebut juga dengan Teori Intelegensi Triarchic. teori Thorndike menyatakan bahwa intelegensi terdiri dari berbagai kemampuan spesifik yang ditampikan dalam wujud perilaku intelegensi. ‡Robert J. Intelegensi dan dunia internal seseorang 2. Sternberg. Intelegensi dan dunia eksternal seseorang 3.

Maloney dan Ward (1976) mengemukakakn empat pendekatan umum. Bersifat teoritis. 1. studi intelegensi dipusatkan pada masalah perkembangan intelegensi secara kuantitatif dalam kaitannya dengan tahap-tahap perkembangan biologis individu. Bersifat praktis 2. Perilaku intelegensi menurut pendekatan ini dapat ditelusuri dasar-dasar neuro-anatomis dan neuro-fisiologisnya.Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan TEORI Adapun dalam memahami hakikat intelegensi. ‡ Pendekatan Teori Belajar ‡Pendekatan Neurobiologis ‡Pendekatan ini beranggapan bahwa intelegensi memiliki dasar anatomis dan biologis. ‡Pendekatan Teori Perkembangan. yaitu. Dalam pendekatan ini. ‡Pendekatan Psikomotorikyaitu. INTELEGENSI .

Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan PENGUKURAN IQ  KUALITATIF p Perbedaan intelegensi disebabkan karena kualitas individu yang berbeda. INTELEGENSI .  KUANTITATIF p Perbedaan intelegensi disebabkan karena terdapat perbedaan kuantitas individu.

Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan PENGUKURAN IQ ALFRED BINET p TES STANFORD BINET MA IQ = CA IQ = Intelligence Quotient MA = Mental Age CA = Chronological Age X 100 INTELEGENSI .

Universitas Negeri Yoyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Teknologi Pendidikan PENGUKURAN IQ TINGKAT KECERDASAN IQ BERDASARKAN BINET KLASIFIKASI Genius Sangat cerdas Cerdas (superior) Di atas rata-rata Rata-rata Di bawah rata-rata Garis Batas (bodoh) Moron (lemah pikir) Imbisil.idiot IQ 140 ke atas 130 ± 139 120 ± 129 110 ± 119 90 ± 109 80 ± 89 70 ± 79 50 ± 69 49 ke bawah INTELEGENSI .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->