Anda di halaman 1dari 7

KANTOR HUKUM

ACHMAD PAKU BRAJA ARGA A, S.H & REKAN Advocates & Legal Consultan

PLEDOI/PEMBELAAN TERHADAP TUNTUTAN JAKSA PENUNTUT UMUM No. Reg. Perk : PDM-24/Malang/11/2011 Dalam nomor Perkara : No. 138/Pid.B/2011/PN.MLG ATAS NAMA TERDAKWA : ZANUAR IRVAN DIDAKWA : Kesatu : Melanggar Pasal 310 ayat 4 Undang undang Nomor 22 Tahun 2009 jo Pasal 229 ayat 4 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009. : Melanggar Pasal 310 Ayat 3 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 jo Pasal 229 ayat 4 Undang Undang Nomor 22 tahun 2009. : Melanggar Pasal 310 ayat 2 Undand Undang Nomor 22 Tahun 2009 jo Pasal 229 Tahun 2009.

Kedua Primair Subsidair

Pledoi/Pembelaan Penasihat Hukum terhadap Tuntutan Jaksa Penuntut Umum No. Reg. Perk : PDM24/Malang/011/2011 kami beri judul sebagai berikut : TERDAKWA KORBAN PERADILAN SESAT APARAT HUKUM I. PENDAHULUAN

Majelis Hakim yang kami muliakan, Penuntut Umum yang terhormat, Dan sidang Pengadilan yang mulia.

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, atas perkenakankan-Nya jualah sehingga di tempat yang terhormat ini, kita semua diberikan petunjuk, sehingga peradilan ini dapat terlaksana dengan baik. Melalui kesempatan yang terhormat dan berharga ini, terdakwa Zanuar Irvan yang didampingi Tim Penasihat Hukumnya menyatakan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi tingginya kehadapan Majelis hakim, karena berkat kearifan dan kewibawaanya peradilan ini dapat berlangsung dengan baik hingga saat pembacaan pembelaan terhadap diri terdakwa. Selanjutnya sangat layak dan terhormat jika kajian-kajian hukum mewarnai pembelaan ini terdapat perbedaan visi dan versi dengan kajian yang dilakukan oleh Penuntut Umum dalam tuntutan pidananya, sebab titik tolak pandangan dan kedudukan Jaksa Penuntut Umum adalah suatu wawasan yang

subjektif dari suatu kedudukan yang objektif. Sebaliknya titik tolak pandangan serta wawasan dan kedudukan terdakwa bersama Penasihat Hukumnya adalah suatu wawasan yang objektif dari suatu kedudukan yang subjektif. Namun demikian dari kedudukan dan wawasan yang berbeda tersebut pada dasarnya mempunyai visi dan tujuan yang sama yakni mencari dan menemukan suatu kebenaran materiil (materiele gebum). Dalam buku Prof. Mr. Ruslan Saleh, Mengadili sebagai Pergaulan kemanusiaan. Beliau menuturkan sikap adil adalah : Hakim yang bersifat adil senantiasa menempatkan dirinya dalam hukum, bahkan hukum baginya merupakan hakikat hidup, dia tidak merasakan hukum sebagai mengeurangi kemerdekaanya, melainkan justru sesuatu yang mengisi kemerdekaanya yang ada padanya sejak lahir. Dalam ungkapan kuno, lebihbaik membebaskan 100 orang bersalah, dari pada menahan 1 orang yang tidak bersalah. II. KAJIAN YURIDIS MATERIL

Majelis Hakim yang kami muliakan, Penuntut Umum yang terhormat, Dan sidang Pengadilan yang mulia. Lembaran Pembelaan ini akan membawa kita kepada suatu pengkajian pembuktian perkara pidana ini, apakah dakwaan Jaksa Penuntut Umumterbukti ataukah tidak, tentunya kita akan pararelkan dengan pembuktian perkara ini selama persidangan berlangsung, sehingga kendatipun suatu dakwaan telah didakwakan kepada terdakwa akan tetapi tidak terbukti, maka terdakwa seharusnya dibebaskan dari dakwaan tersebut, begitu pula bilamana fakta yang terungkap dalam persidangan akan tetapi tidak didakwakan, maka secara hukum hal atau kejadian tersebut tidaklah perlu dibuktikan. A. ANALISIS FAKTA PERKARA PIDANA INI : a. KETERANGAN SAKSI 1. Syamsul Simorangkir, dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Saksi kenal dengan terdakwa, tetapi tidak ada hubungan keluarga Saksi melihat dengan jelas tabrakan antara sepeda motor dengan mobil truk Nopol N 9141 AU berwarna kuning hijau. Saksi melihat kejadian tersebut dari sebelah kanan mobil truk Nopol N 9141 AU berwarna kuning hijau. Saksi melihat dari jarak 4 meter dan pada saar itu saksi berada di seberang atau tepi jalan dari tempat kejadian perkara. Saksi mengetahui secara jelas wajah dan ciri cirri orang yang mengemudi mobil trusck dengan Nopol N 9241 AU Berwarna Kuning hijau Saksi melihat sopir yang mengendarai Mobil truck dengan Nopol N 9141 AU berwarna Kuning Hijau Adalah Bukan Terdakwa. Saksi Melihat Yang menjadi sopir adalah berbadan kurus , sedangkan terdakwa gemuk. Saksi menyatakan sopir tersebut sangat mirip dengan saksi Aryo Nugroho.

2. Aryo Nugroho, dibawah sumpah menerangkan sebagau berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Saksi kenal dengan terdakwa, tetapi tidak ada hubungan keluarga. Saksi dalam memberikan keterangan sangat berbelit belit, tidak menyatakan yang sebenarnya tentang apa yang dia lihat, dengar dan rasakan. Saksi mengaku tidak bisa berbahasa Indonesia, akan tetapi faktanya saksi bias berbahasa Indonesia. Adapun yang menjelaskan bahwa saksi dapat berbahasa Indonesia ialah Abidin Abdullah Saksi tidak bisa mengemudi akan tetapi bahwa saksi bisa atau memang profesinya adalah seorang sopir. Dan disaksikan oleh Abidin Abdullah Saksi begitu ketakutan alias tidak nyaman ketika dipertanyakan tentang kemahiran menyetir mobil.

Dari seluruh kesaksian saudara Aryo Nugroho kami menolak semua kesaksianya. Dengan alasan karena terungkap dalam fakta persidangan bahwa saksi Aryo Nugroho telah memeberikan keterangan yang disfikualifisir sebagai Sumpah palsu antara lain :  Saksi mengatakan bahwa tidak bisa menyetir mobil, akan tetapi saudara saksi Aryo nugroho mahir membawa mobil.  Saksi mengatakan bahwa dalam bahasa jawa tidak mempunya SIM namun terungkap dalam persidangan bahwa saksi Aryo Nugroho memiliki Sim golongan A. Terdakwa telah menghadirkan saksi yang meringankan yaitu : 1. Saksi Darman Kuka, Dibawah sumpah antara lain Menyatakan : a. Saksi kenal dengan terdakwa, tetapi tidak ada hubungan keluarga. b. Saksi bertetangga dekat dengan Aryo Nugroho 2. Saksi Abidin M. Abdullah, Dibawah Sumpah antara lain sebagai berikut : a. Bahwa saksi merupakan anggota kepolisian sector anggrek. b. Bahwa saksi diberitahu oleh terdakwa bahwa saksi Marton Talasa telah menabrak orang c. Bahwa saksi menerima laporan dari terdakwa dan langsung menindaklanjutinya d. Bahwa saksi menangkap saksi Aryo nugroho di Kecamatan Mburing kabupaten Malang. e. Bahwa setelah saksi menangkap saksi Aryo Nugroho menuju Polresta Malang f. Bahwa kepada saksi, saksi Marton Talasa mengatakan takut. 3. Keterangan Terdakwa Keterangan terdakwa Zanuar Irvan menerangkan sebagai berikut : Bahwa saksi Aryo Nugroho telah bekerja dengan terdakwa selama 2 tahun. Bahwa terdakwa adalah pemilik mobil truck Nopol N 9141 AU berwarna Kuning Hijau Bahwa terdakwa mengetahui kecelakaan dari Kepolisian Resor Kota Malang Bahwa hanya terdakwa dan Aryo Nugroho saja yang berada dilama truk N 9141 AU berwarna Kuning hijau Bahwa saat terjadinya tabrakan terdakwa sedang tidur didalam mobil tersebut. Bahwa yang mengemudikan mobil truk Nopol N 9141 AU berwarna kuning hijau saat itu adalah saksi Aryo Nugroho.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

4. Alat Bukti Alat bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Adalah : 1. Surat Keterangan Kematian Nomor : 853/BLUD.RS/83/IX/2011 tanggal 04 September 2011 yang ditandatangani oleh Dr. Syamsul Rahmad Paneo selaku dokter umum yang memeriksa korban Nurhayati K. Baderan. 2. Visum et Repertum No. 441.6/RSUD/96/IX/2011 tanggal 21September 2011 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Titien AG. Pajuhi selaku dokter pemerintah pada Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Kota Malang. 5. Barang Bukti Barang Bukti Yang diajukan Oleh Jaksa Penuntut Umum adalah : - 1 (satu) unit Mobil Truk Nomor Polisi N 9141 AU - 1 (satu) Lembar STNK Mobil Truk Nomor Polisi N 9141 AU - 1 (satu) unit Sepeda motor Merek Suzuki Nomor Polisi N 9141 AU - 1 (satu) Lembar STNK Sepeda motor Nomor Polisi N 9141 AU atas nama Agant Agdani - 1 (satu) buah SIM C atas Nama Agant Agdani ANALISA MENGENAI ALAT BUKTI

Majelis Hakim yang kami muliakan, Penuntut Umum yang terhormat, Dan sidang Pengadilan yang mulia. Bahwa Setelah menganalisa mengenai Barang Bukti Yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum, maka penasihat hukum akan menganalisa mengani bukti bukti saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum akan menganalisa mengenai bukti bukti saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum maupun saksi a de charge yang telah diperiksa di depan persidangan masing masing di bawah sumpah sesuai dengan agama yang dianutnya. Bahwa dalam menganalisa mengenai keterangan saksi yang merupakan titik tolak pembuktian perkara pidana ini, tentunya kami akan mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku maupun hukum acara pidana yang mengatur tentang pembuktian. Bahwa dalam pasal 184 ayat 1 Kitab UndangUndang Hukum Acara (KUHAP) secara tegas mengatur mengenai alat bukti yang sah adalah : a. Keterangan saksi b. Keterangan ahli c. Surat d. Petunjuk e. Keterangan terdakwa Bahwa dalam Pasal 185 ayat 1 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ditegaskan bahwa keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan. Bahwa sesuai dengan Kitab Undang Undang Hukum Acara (KUHAP) tersebut, maka semua keterangan yang diberikan oleh saksi saksi sebanyak lima orang di depan persidanganlah yang menjadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam memeriksa dan mengadili perkara ini. Bahwa sedangkan segala sesuatu yang dikemukakan di depan penyidik Kepolisian dan Kejaksaan bukan merupakan keterangan kesaksian, akan tetapi hanya merupakan petunjuk bagi majelis hakim tidak terikat dan atau bebas menilai BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang dibuat Oleh Penyidik. Bahwa menurut pasal 1 butir 27 KUHAP yang dimaksud dengan Keterangan saksi ialah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang merupakan keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa

pidana yang ia dengar sendiri, ia lohat sendirim dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuanya itu. Bahwa jika dibaca dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Terbitan Balai Pustaka tercantum arti saksi antara lain orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang didengarnya dilihat atau dialaminya sendiri. Bahwa saksi saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum di depan persidangan seluruhnya tidak memenuhi ketentuan pasal 1 butir 27 KUHAP yakni saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuanya itu. Bahwa dengan demikian seluruh saksi saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Dalam memberikan keterangan di depan persidangan sangat tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana dan oleh karenanya sangat wajar dan patut di pertimbangkan bahwa dakwaan Jaksa Penuntut umum harus ditolak seluruhnya. ANALISA TERHADAP DAKWAAN JAKSA PENUNTUT UMUM Majelis Hakim yang kami muliakan, Penuntut Umum yang terhormat, Dan sidang Pengadilan yang mulia. Bahwa sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, maka terdakwa didakwa dengan dakwaan: Kesatu : Melanggar Pasal 310 ayat 4 Undang undang Nomor 22 Tahun 2009 jo Pasal 229 ayat 4 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Kedua : Melanggar Pasal 310 Ayat 3 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 jo Pasal 229 Primair ayat 4 Undang Undang Nomor 22 tahun 2009. Subsidair : Melanggar Pasal 310 ayat 2 Undand Undang Nomor 22 Tahun 2009 jo Pasal 229 Tahun 2009.

Ad. 1. Unsur Setiap Orang Bahwa pengertian setiap orang adalah subjek hukum dalam hal ini pelaku tindak pidana baik laki laki maupun permpuan yang mampu bertanggung jawab atas perbuataanya. Bahwa terdakwa Zanuar Irvan yang dihadapkan dipersidangan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan tidak menunjukan gejala sebagai orang yang tidak dapat mempertanggung jawabkan perbuatanya. Bahwa berdasarkan dakta yang terungkap dalam persidangan dari keterangan saksi-saksi bahwa sangat tidak bersesuaian, karena seluruh saksi yang diajukan oleh JPU hanya saksi Aryo Nugroho yang melihat, mendengar dan merasakan. Sedangkan saksi saksi yang lain hanya mendengar dari orang lain. Dalam keterangan saksi samsul Simorangkir di dalam fakta persidangan, bahwa dia melihat langsung dari jarak 4 meter. Jadi tidak benar dalam surat tuntutan halaman 4 jaksa menulis dari jarak 20 meter. Dengan demikian unsur JPU tidak dapat membuktikan siapa pelakunya. Ad 2. Yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaianya. Bahwa yang dimaksud unsur ini adalah segala kegiatan dalam mengendarai kendaraan bermotor, baik beroda dua maupun beroda empat yang tidak memenuhi segala ketentuan dalam hal mengendarai kendaraan bermotor, membuyikan klakson, kecepatan yang tinggi, tidak memiliki surat ijin mengemudi. Bahwa fakta ini tidak terungkap dalam persidangan siapa yang mengendarai mobil truk tersebut.

Bahwa dalam logika hukum, seseorang yang melakukan tindak pidana dalam hal ini menabrak korban sehingga sampai meyebabkan kecelakaan atau kematian, maka ia tidak akan mau lagi untuk melewati tempat kejadian perkara itu. Bahwa terdakwa sadar mau kembali lagi melewati/melalui empat kejadian perkara tersebut, bukan karena dia yang melakukan perbuatan tersebut. Dengan demikian unsur ini tidak dapat dibuktikan oleh JPU. Ad. 3. Mengakibatkan orang lain meninggal dunia Bahwa korban santika putrid menderita cidera kepala berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia adalah bukan perbuatan terdakwa karena fakta persidangan bahwa tidak ada satupun saksi melihat korban yang mengemudikan kendaraan. Bahwa kesaksian syamsul simorangkir yang merupakan saksi satu satunya yang melihat langsung siapa yang mengemudikan truk tersebut. Jadi terdakwa bukan yang melakukan sehingga meninggal dunia. Dengan demikian unsur ini tidak dapat dibuktikan oleh JPU Bahwa perkataan barangsiapa dalam pasal ini merujuk kepada siapa saja tanpa terkecuali dalam arti manusia selaku subjek hukum, sebagai pelaku delik atau tindak pidana. Bahwa terdakwa adalah orang yang dapat mempertanggungjawabkan perbuatan perbuatan dalam hukum, tetapi fakta dalam persidangan yang digelar dari tanggal 11 November sampai dengan 08 Desember 2011 dengan menghadirkan sejumlah saksi 1. Syamsul Simorangkir 2. Aryo Nugroho Bahwa dari dua orang saksi tersebut tidak ada satu saksipun yang didengar keteranganya yang dapat memperkuat dakwaan Jaksa Penuntut Umum

FAKTA FAKTA YANG TERUNGKAP DI PERSIDANGAN 1. Bahwa dalam surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak mencantumkan tanggal dan tahun surat dakwaan. 2. Bhawa saksi yang diperiksa di depan persidangan sebanyak 5 orang hanya saksi Aryo Nugroho yang mengatakan terdakwa sebagai sopir. 3. Bahwa saksi Aryo Nugroho memiliki SIM A dari Kepolisian Reso Kota Malang. 4. Bahwa saksi Aryo Nugroho dibawah sumpah mengatakan dia tidak dapat meyetir 5. Bahwa saksi Aryo Nugroho telah memberikan Keterangan Palsu didepan persidangan.

Berdasarkan alasan hukum dan fakta yang terungkap dalam persidangan dan kenyataan sepanjang Nota pembelaan ini atas nama terdakwa Zanuar irvan, semoga di atas kemuliaan dan kewibawaan Ketua/Majelis hakim kiranya berkenan dengan segala kearifan memberikan putusan sebagai berikut :  Menyatakan menurut hukum menerima pembelaan atas nama terdakwa Zanuar Irvan  Menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Primair dan Subsidair adalah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.  Menyatakan menurut hukum menerima membebaskan (vrijspraak) terdakwa dari semua tuntuan hukum ( Ontslaag van Rechvevolging)  Menyatakan merehabilitasi dan atau memulihkan nama terdakwa akibat didudukanya terdakwa sebagai terdakwa dalam perkara ini  Menyatakan biaya perkara ditanggung oleh Negara. Demikian Nota Pembelaan ini kami sampaikan, atas perhatian dan perkenan yang mulia K etua/ Majelis Hakim pemeriksa perkara ini pada pengadilan Negeri Kota Malang, terdakwa dan penasihat hukumnya mengucapkan Terima Kasih. Malang, 18 November 2011 Hormat kami, Penasihat Hukum Terdakwa Zanuar Irvan

Achmad Ferry Kusuma Wardana, S.H

Achmad Paku Braja Arga Amanda, S.H