Anda di halaman 1dari 6

PENGUKURAN DALAM PENELITIAN

PENGERTIAN : - Pengukuran bertujuan untuk memperoleh kecermatan dalam membandingkan data hasil penelitian dari beberapa objek penelitian berupa benda atau orang yang dapat diamati. - Pengukuran adalah pemberian angka menurut aturan kepada ciri suatu objek penelitian. - Pengukuran adalah mwngidentifikasi besar kecilnya suatu gejala. - Yang diukur adalah variabel-variabel. VARIABEL. PENGERTIAN : - Adalah suatu sifat dari suatu data penelitian yang dapat diamati dan mempunyai bermacam-macam nilai. - Sifat dari suatu objek atau orang (karakteristik) yg dapat diamati. - Berbeda dari satu pengamatan ke Pengamatan lain. - Untuk pengolahan data statistik harus dinyatakan dlm bentuk Skala. Untuk menyatakan data tersebut dalam bentuk skala harus dibuat Difinisi operasional yang menjelaskan langkah-langkah yang dibutuhkan pada pelaksanaan pengukuran penelitian. Difinisi operasional : Penjelasan dari sifat-sifat yang diamati dan ciri-ciri penggolongan dengan memberikan angka-angka

EMPAT TINGKATAN SKALA PENGUKURAN /SKALA VARIABEL 1. SKALA RASIO Mempunyai titik nol absolut, yang berarti bila hasil menyatakan nol menunjukkan gejala tidak ada sama sekali, skala ini mempunyai jarak satuan yg sama.Data dapat dikelompokkan, dapat diurutkan dan dapat dibandingkan. Misal ; Umur.

A berumur 30 th dan B berumur 15 th, kemungkinan kesimpulannya : A dan B mempunyai umur yg berbeda. A lebih tua dari B A 15 th lebih tua dari B A 2 kali lebih tua dari B Rasio hasil dari kesimpulan terakhir. Yaitu rasio umur mereka adalah 2 : 1

2. SKALA INTERVAL Mempunya jarak yang sama antara titik yg berdekatan. Hanaya dapat urutan dari kelmpok data dan daapat ditentukan jarak dari kelompok data tersebut Misal Tempratur Celcius : Hasil pengukuran A tempraturnya 40 C, dan B 20 C, ada kemungkinan beberapa kesimpulan : - Tempratur A dan B berbeda. - Tempratur A lebih panas dari B - Temprtaur A lebih panas 20 dari B Kita tdk dapat memberikan kesimpulan ke empat bahwa tempratur A 2 kali lebih panas dari tempratur B, sebab Tempratur tidak mempunyai titik nol absolut. Skala interval dari kesimpulan terakhir, kita dapat menghitung jarak interval antara tempratur A dan B yaitu 20 C. Contoh lain : sejarah perjuangan Indonesia dimulai tahun 1928 Sumpah Pemuda, tahun 1045 kemerdekaan dan orde baru 1966, jarak kejadian sumpah pemuda lebih dulu terjadi dari kemerdekaan adalah 17 tahun. 3. SKALA ORDINAL Disebut juga skala bertingkat dengan mengolongkan subjek atau data menurut tingkatan besar kecilnya tanpa memperhatikan jarak antara data satu dengan yang lain. Misal : Tingkatan kelas sekolah. Hasil pengukuran si A tingkat 4 pada suatu sekolah, dan B tingkat II, beberapa kemungkinan kesimpulan adalah : - A dan B berada pada sekolah yang tingkatnya berbeda. - A tingkat pendidikannya lebih tinggi.

Kita tdk dapat menarik kesimpulan bahwa tingkat pendidikan A berbeda 2 unit yang hanya merupakan beda tingkatan dari B tidak mempunyai arti Arithmetik , kita hanya menyatakan A dan B mempunyai perbedaan 2 tingkat (katagori). Contoh lain : Anggota abri dapat dikelompokkan menjadi Mayor, kapten dan Letnan, Mayor lebih tinggi dari Kapten dan Kapten lebih tinggi dari letnan 4. SKALA NOMINAL. Skala yang paling lemah tingkatannya, setiap objek data masuk dalam salah satu penggolongan, Menggolongkan objek secara katagorik menurut kriteria penggolongan yang tidak mempunyai ciri tertentu kita hanya dapat membedakan. Tidak dapat menyatakan satu lebih tinggi dari yang lain Misal : tempat tinggal A tinggal di Jakarta dan B tinggal di Jambi Kita hanya dapat mengambil kesimpulan bahwa A dan B tinggal di tempat yang berbeda, hanya mencerminkan arti nama saja, tidak dapat menyimpulkan urutan tingkat atau menghitung bedanya. Contoh lain : Agama. Setiap orang akan masuk dalam salah satu kelompok agama yang ada tidak mungkin tumpsng tindih ALAT PENGUKURAN/INSTRUMEN PENELITIAN. Dalam penelitian ilmu sosial pengukuran dilakukan secara tidak langsung dan tidak pernah mencapai tingkatan skala Rasio, alat yang digunakan adalah : - Kuesioner/ Test. - Wawancara. - Observasi Dalam pengukuran non sosial/percobaan pengukuran dilakukan secara langsung dengan menggunakan alat ukur al : Meteran, Timbangan, Tensimeter, microscop, cairan kimia, dll.

ANALISIS STATISTIK PENGERTIAN Data kuantitatif merupakan kumpulan data yang belaum jels artinya, sehingga perlu disederhanakan/diringkaas menjadi informasi yang berguna dalam bentuk ukuran-ukuran statistik dan ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik, dll. Analisis Statistik kegiatan meringkas data menjadi ukuran tengah dan ukuran variasi, lalu membandingkan antara masing-masing kelompok data tersebut, sesuai tujuan penelitian, jenis data ( Numerik atau katagorik) sangat menentukan bentuk aanalisis data.

ANALISIS STATISTIK

STATISTIK PARAMETRIK DISTRIBUSI POPULASI NORMAL/SIMETRIS

STATISTIK NON PARAMETRIK DISTRIBUSI POPULASI TDK NORMAL

BENTUK DATA Data dlm Bentuk : Numerik/Kuantitatif Merupakan hasil Perhitungan

BENTUK DATA : Data dlm bentuk Kategorik/Kualitatif Merupakan hasil

MENGGUNAKAN SKALA INTERVAL/RASIO JENIS DATA : 1. Diskrit = bilangan bulat yg diperoleh dari menghitung, Misal : Rasio : Jmlh anak, jmlh pasien, Jmlh TT Interval : Tempratur 2. Kontinyu = Rangkaian data, dlm desimal diperoleh dgn mengukur, Misal TD, TB, BB, Kadar HB

MENGGUNAKAN SKALA ORDINAL/NOMINAL Misal : Ordinal : Pekerjaan, Pendidikan Nominal : Jenis Kelamin, Agama.

JENIS UJI STATISTIK

JENIS UJI STATISTIK

DISKRIPTIF/UNIVARIAT (GAMBARAN) Distribusi Frekuensi, Proporsi/Porsentase.

BIVARIAT (HUBUNGAN) Chi Square, Odds Rasio, Resiko Relatif, KorelasiRank Spearmen

DISKRIPTIF/UNIVARIAT (GAMBARAN) Mean, Median, Mode, Modus, SD

BIVARIAT (HUBUNGAN) Uji T, Uji Z, Anova, Korelasi

MULTI VARIAT (BESAR HUBUNGAN) Regressi Logistik, Koofesien korelasi

MULTIVARIAT (BESAR HUBUNGAN) Regresi Linier, Anova

BEBERAPA CONTOH JUDUL PENELITIAN BERDASARKAN JENIS UJI STATISTIK

1. Analisis Diskripitif : a. Gambaran tingkat Kepatuhan memakan obat penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Puteri Ayu Kecamatan Telanai Pura Jambi tahun 20011. b. Gambaran Pola Hidup penderita Diabetes yang dirawat di RS Rd MatTaher Jambi tahun 2011. 2. Analisis Bivariat a. Hubungan Tingkat kepatuhan memakan obat Penderita Penyakit TBC dengan jenis Pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Puteri Ayu Kecamatan Telanai Pura Jambi tahun 2011 b. Hubungan Pola Hidup dengan tingkat Pendidikan Penderita Diabetes di RS Rd Mattaher Jambi tahun 2011
3. Analisis Multivariat a. Faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat kepatuhan memakan obat penderita Penyakit TBC di wilayah kerja Puskesmas Puteri Ayu Jambi tahun 2011 b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola hidup pada penderita Diabetes di RS RD Mattaher Jambi tahun 2011