Anda di halaman 1dari 21

Disusun oleh : Vidhy Setyantoro Singky Radis K. Siti Nurul Jannah Siti Nuryanti Zulfiana Dia Zesi Selly D.

PENGERTIAN ORGANISASI KURIKULUM


Organisasi kurikulum merupakan suatu dasar dalam pembinaan kurikulum yang bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak tercapai dan bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran, urutannya dan cara menyajikannya kepada siswa.

TUJUAN ORGANISASI KURIKULUM


Organisasi kurikulum dimaksudkan untuk memudahkan anak dalam belajar dan agar tujuan pendidikan dapat tercapai.

JENIS JENIS ORGANISASI KURIKULUM


Menurut Prof. Dr. H. Oemar Hamalik. 1. Kurikulum mata pelajaran 2. Kurikulum mata pelajaran berkorelasi 3. Kurikulum bidang studi 4. Kurikulum terintergasi 5. Kurikulum inti

Kurikulum mata pelajaran


Kurikulum ini digolongkan sebagai bentuk kurikulum yang masih tradisional.
Ciri-cirinya: 1. Terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang terpisah satu sama lain, dan masing-masing berdiri sendiri, 2. Tiap mata pelajaran seolah-olah tersimpan dalam kotak tersendiri dan diberikan dalam waktu tertentu, 3. Hanya bertujuan pada penguasaan sejumlah ilmu pengetahuan dan mengabaikan perkembangan aspek tingkah laku lainnya.

Kurikulum dengan mata pelajaran berkorelasi


Bentuk korelasi ini terdiri atas dua pola: a. Korelasi informal, seorang guru mata pelajaran meminta agar guru mata pelajaran lainnya mengkorelasikan pelajaran yang akan diberikannya dengan bahan yang telah diberikan oleh guru pertama. b. Korelasi formal, beberapa guru bersama-sama merencanakan untuk mengkorelasikan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing.

Ciri-ciri a. Berbagai mata pelajaran dikorelasikan satu dengan yang lainnya. b. Sudah dimulai adanya usaha untuk merelevansikan pelajaran dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, kendatipun tujuannya masih penguasaan pengetahuan. c. Meski guru masih memegang peran aktif, namun aktivitas siswa sudah mulai dikembangkan

Kurikulum bidang studi


Merupakan perpaduan atau fusi sejumlah mata pelajaran sejenis, yang memiliki ciri-ciri yang sama. Ciri-ciri a.Kurikulum terdiri atas suatu bidang pelajaran, yang didalamnya terpadu sejumlah mata pelajaran sejenis dan memiliki ciri yang sama b. Sistem penyampaian bersifat terpadu c. Guru berperan selaku guru bidang studi

Kurikulum terintergasi
Batas-batas di antara semua mata pelajaran sudah tidak terlihat sama sekali, karena semua mata pelajaran sudah dirumuskan dalam bentuk masalah/unit. Jadi semua mata pelajaran telah terpadu sebagai satu kesatuan yang bulat. Ciri-ciri a. Sistem penyampaian menggunakan sistem pengajaran unit, baik unit pengalaman ( experience unit) atau unit pelajaran(subject matter unit) b. Berdasarkan landasan sosiologis dan sosial kultural c. Berdasarkan kebutuhan, minat, dan tingkat perkembangan atau pertumbuhan siswa.

Kurikulum inti
Menurut Romine,,,,,, the core curriculum, core program, or core course may be defined as the part of the total curiculum objectives, which is scheduled for proportionally longer blocks of time a. Kurikulum inti merupakan bagian dari keeluruhan kurikulum yang diperuntukkan bagi semua siswa b. Kurikulum inti bermaksud mencapai tujuan pendidikan umum c. Kurikulum inti disusun dari garis-garis pelajaran namun tidak secara ketat(bersifat luwes) d. Kurikulum inti disusun untuk jangka waktu yang lebih lama.

Ciri-ciri kurikulum inti


1. ciri-ciri pokok a. Core pelajaran meliputi pengalaman-pengalaman yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan semua siswa. b. Core program berkenan dengan pendidikan umum untuk memperoleh bermacam-mavam hasil (tujuan pendidikan). c. Berbagai kegiatan dan pengalaman core disusun dan diajarkan dalam bentuk kesatuan, tidak dibatasi oleh garis-garis pelajaran yang terpisah. d. Core program diselenggarakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Ciri-ciri umum a. Perencanaan oleh guru secara kooperatif b. Pengalaman-pengalaman belajar disusun dalam unit yang luas dan komprehensif berdasarkan tantangan, minat, kebutuhan, dan masalah dari kalangan siswa dan masyarakat sekitarnya c. Core pelajaran menggunakan proses demokratis d. Penggunaan problem solving dalam core program

Berkenaan dengan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP), tampaknya lebih cenderung menggunakan pengorganisasian yang terbagi kedalam lima kelompok mata pelajaran, yaitu: 1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian 3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Kelompok mata pelajaran estetika 5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan

Kelompok mata pelajaran tersebut selanjudnya dijabarkan lagi kedalam sejumlah mata pelajaran tertentu, yang disesuaikan dengan jenjang dan jenis sekolah. Disamping itu, untuk memenuhi kebutuhan lokal disediakan mata pelajaran lokal serta untuk kepentingan penyaluran bakat dan minat peserta didik disediakan kegiatan pengembangan diri.

Prosedur Pengorganisasian Kurikulum


Merupakan suatu rangkaian penyusunan kerangka kurikulum. Terkait dalam usaha penentuan ruang lingkup kurikulum, reorganisasi kurikulum, serta pemilihan materi dan pengalaman kurikuler.

Macam-macam prosedur pengorganisasian


1. Prosedur Employee dalam prosedur ini peran guru sangat penting karena pemilihan dan pengorganisasian isi kurikulum di tentukan berdasarkan penguasaan isi kurikulum tersebut di kalangan guru.

2. Prosedur Buku Pelajaran Pemilihan isi kurikulum di dasarkan pada materi yang terkandung di dalam sejumlah buku pelajaran yang telah dipilih oleh sebuah panitian tertentu. 3. Prosedur Survei Pendapat pemilihan, pengorganisasian atau reorganisasi isi kurikulum dilakukan dengan mengadakan survei atau penelitian terhadap pendapat berbagai pihak.

4. Prosedur Studi Kesalahan dilaksanakan dengan mengadakan analisis terhadap kesalahan , kekeliruan, dan kelemahan dari pengalaman kurikuler. 5. Prosedur Mempelajari kurikulum Lainnya prosedur ini dapat disamakan dengan metode tambal sulam. Dengan mempelajari kurikulum sekolah lain, guru/sekolah dapat menerapkan dan menentukan isi kurikulum untuk sekolahnya sesuai dengan tujuan yang di inginkan.

6. Prosedur Analisis Kegiatan Orang Dewasa


dalam prosedur ini terlebih dahulu diadakan studi terhadap berbagai kegiatan dalam kehidupan. Hal ini bertujuan untuk menemukan sejumlah kegiatan yang diperkirakan berguna dipelajari pada siswa sekolah. 7. Prosedur Fungsi-fungsi Sosial berkaitan dengan prosedur analisis kegiatan, hanya mempunyai pendangan yang agak lebih luas. Studi ini di temukan melalui survei, studi literatur atau riset.

8. Prosedur Minat dan Kebutuhan Remaja


prosedur ini melibatkan persistent problems, tapi scope dan urutannya didasarkan pada para siswa itu sendiri dan berkenaan pula dengan fungsi personal dan sosial, di samping sebagai persiapan menempuh kehidupan dewasa.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH....