Anda di halaman 1dari 13

DISTRIBUSI BINOIMIAL DAN POISSON

Disampaikan Oleh : Malalina 20102512008 Febrina Bidasari 20120512018

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PASCA SARJANA UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

DISTRIBUSI BINOMIAL
Suatu percobaan sering terdiri atas beberapa usaha, tiap usaha dengan dua kemungkinan hasil yang dapat diberi nama sukses dan gagal. Percobaan seperti ini disebut Percobaan Binomial.

Suatu percobaan binomial ialah yang memenuhi persyaratan berikut : 1. Percobaan terdiri atas n usaha yang berulang 2. Tiap usaha memberikan hasil yang dapat dikelompokkan sukses atau gagal. 3. Peluang sukses, dinyatakan dengan p, tidak berubah dari usaha yang satu ke yang berikutnya. 4. Tiap usaha bebas dengan usaha lainnya.

N N x p ( x) ! P ( X ! x) ! T (1  T ) x
T ! P( A)
1- T N Kali (N-X) Peluang Kejadian A Peluang Kejadian Bukan A Banyak percobaan A Kejadian Bukan A

x = 0,1,2,....N, 0 <

T< 1

dan

N N! ! x x!( N  x)!

merupakan koefisien binomial

Distribusi binom mempunyai parameter, diantaranya yang akan kita gunakan ialah rata-rata dan simpangan baku. Rumusnya adalah :

Q ! NT
CONTOH :
1.

dan

W ! NT (1  T )

Peluang untuk mendapatkan 6 bermuka G ketika melakukan undian dengan sebuah mata uang sebanyak 10 kali adalah :

10 1 P( X ! 6) ! 6 2

2
6

! 210 1

2 ! 0,2050
10

Dengan X = jumlah muka G yang nampak

2. Lakukan undian dengan menggunakan 10 buah dadu sekaligus. Berapa peluang munculknya mata dadu 6 sebanyak 8 buah?
Kita tahu bahwa T

P (mata 6) = 1/6 dan dalam hal ini N=10, X=8, dengan

X berarti muka dadu bermata 6 nampak di sebelah atas. Maka :

10 1 P( X ! 8) ! 8 6

6 ! 0,000015
8

Ini berarti dalam undian dengan 10 dadu akan diperoleh mata 6 sebanyak 8 kali, terjadi kira-kira 15 dari setiap sejuta

3.

10% dari semacam benda tergolong A. Sebuah sampel berukuran 30 telah diambil secara acak. Berapa peluang sampel itu akan berisikan benda kategori A : a. Semuanya Kita artikan X = banyak benda kategori A. Maka termasuk kategori A=0,10. Semuanya tergolong kategori A berarti X=30 = peluang benda

30 30 0 P ( X ! 30) ! 0,10 0,90 ! 10 30 30


Nilai yang sangat kecil yang atau bisa sama dengan nol.

b. Sebuah Sebuah termasuk kategori A berarti X=1

30 1 29 P( x ! 1) ! 0,10 0,90 ! 0,1409 1


Peluang sampel itu berisi sebuah benda kategori A adalah 0,1409 c. Tentukan rata-rata terdapatnya kategori A

Q ! 30(0,1) ! 3
.Rata-rata diharapkan akan terdapat 3 benda termasuk kategori A dalam setiap kelompok yang terdiri atas 30 buah.

DISTRIBUSI POISSON
Distribusi Poisson dipakai untuk menentukan peluang suatu kejadian yang jarang terjadi, tetapi mengenai populasi yang luas atau area yang luas dan juga berhubungan dengan waktu

P( X ) ! P ( X ! x) !
Keterangan : x e = 0,1,2,3,....,

P

vP x!

= sebuah bilangan konstan yang jika dihitung hingga 4 desimal e=2,7183 = sebuah bilangan tetap.

Ternyata bahwa distribusi Poisson ini mempunyai parameter :

Q !P W ! P
Distribusi Poisson sering digunakan untuk menentukan peluang sebuah peristiwa yang dalam area kesempatan tertentu diharapkan terjadinya sangat jarang.

Ciri-ciri distribusi Poisson : 1. Percobaan di satu selang tertentu tak bergantung pada selang lain. 2. Peluang terjadinya satu percobaan singkat atau pada daerah yang kecil (jarang terjadi) 3. Peluang lebih dari satu hasil percobaan alkan terjadi dalam selang waktu yang singkat tersebut, dapat diabaikan.

Contoh : Peluang seseorang akan mendapatkan reaksi buruk setelah disuntik besarnya 0,0005. Dari 4000 orang yang disuntik, tentukan peluang yang mendapat reaksi buruk : a. Tidak ada b. Ada 2 orang c. Lebih dari 2 orang d. Tentukan ada berapa orang diharapkan yang akan mendapat reaksi buruk

a.

Dengan menggunakan pendekatan distribusi Poisson kepada distribusi binom, maka P ! Np ! 4000 v 0,0005 ! 2 Jika X = banyak orang yang mendapatkan reaksi buruk akibat suntikan itu, maka :

e 2 v 2 0 p ( 0) ! ! 0,1353 0!

b. Dalam hal ini X = 2, sehingga

e 2 v 2 2 p ( 2) ! ! 0,2706 2!
Peluang ada 2 orang yang mendapat reaksi buruk adalah 0,2706

c.

Yang menderita reaksi buruk lebih dari 2 orang, ini berarti X=3,4,5,.... Tetapi p (0)  p (1)  p (2)  ..... ! 1 maka

p (3)  p (4)  .... ! 1  p (0)  p (1)  p (2)


Harga-harga

p(0)

dan sudah p (2) dihitung diatas.

e 2 v 21 p (1) ! ! 0,2706 1!
d. Peluang yang dicari adalah 1  (0,1353  0,2706  0,2706) ! 0,3235 Ini tiada lain diminta menentukan rata-rata

P!2