Anda di halaman 1dari 14

PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA Menurut Sudjana (2009) kata statistik telah dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarakn suatu bilangan. Sedangkan statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisan dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan. Menurut Widyantini (2004) kata statistik berasal dari bahasa Latin yaitu status yang berarti negara. Agar pengertian statistik sebagai kumpulan angkaangka, tidak mengaburkan perbedaan pengertian antara kumpulan angka-angka dengan metode sehingga kumpulan angka tersebut disajikan dalam bentuk tabel atau diagram selanjutnya dianalisa dan ditarik kesimpulan. Ini semua ternyata merupakan pengetahuan tersendiri yang disebut statistika. Jadi pengertian statistika adalah ilmu yang berhubungan dengan cara-cara pengumpula, penyajian, pengolahan, analisis data serta penarikan kesimpulan.

B. PERANAN FUNGSINYA 1.

DAN

PERLUNYA

STATISTIK

SERTA

FUNGSI-

Peranan Statistik Menurut Hasan, 2009 Peranan statistik dalam kehidupan yaitu sebagai berikut : a. Dalam kehidupan sehari-hari Dalam kehidupan sehari-hari, statistik memiliki peranan sebagai penyedia bahan-bahan atau keterangan-keterangan berbagai hal untuk diolah dan ditafsirkan.

b.

Dalam penelitian Ilmiah Statistik memiliki peranan sebagai penyedia alat untuk mengemukakan atau menemukan kembali keterangan-keterangan yang seolah-olah tersembunyi dalam angka-angka statistik.

c.

Dalam ilmu pengetahuan Statistik memiliki peranan sebagai penyedia alat untuk mengemukakan atau menemukan kembali keterangan-keterangan yang seolah-olah tersembunyi dalam angka-angka statistik.

Dengan semakin pentingnya peranan statistik pada berbagai bidang dalam kehidupan modern, maka timbul cabang-cabang ilmu baru yang merupakan gabungan antara ilmu-ilmu lain seperti : a. ekonometrika (ilmu ekonomi dan statistik) b. Sosiometri (Sosiologi dan statistik) c. Psikometri (Psikologi dan statistik)

2.

Perlunya Statistik Menurut Hasan, 2009 perlunya mempelaijari statistik karena statistik berperan sebagai alat bantu dalam hal-hal berikut ini : a. Menjelaskan hubungan antara variabel-variabel Variabel atau peubah merupakan sesuatu yang nilainya tidak tetap. Dengan statistik, variabel-variabel tersebut dapat dijelaskan. b. Membuat rencana dan ramalan Rencana dan ramalan merupakan dua hal yang diperlukan dalam pelaksanaan sesuatu, sehingga dapat diperoleh hasil yang baik dan berkualitas. Dengan statistik, rencana dan ramalan dapat dibuat sebaik mungkin. c. Mengatasi berbagai perubahan Perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu pengambilan keputusan tidak mungkin dapat diabaikan atau dihindarkan, supaya pihak-pihak lain tidak ada yang dirugikan. Dengan statistik, perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dapat diantisipasi.

d.

Membuat keputusan yang lebih baik Keputusan yang baik dan rasional amat diperlukan dalam menjaga kelancaran sebuah aktivitas kerja supaya kelestarian dari sebuah usaha dapat terjamin. Dengan statistik, keputusan yang baik dan rasional dapat dihasilkan.

3.

Fungsi Statistik Menurut Hasan (2009) statistik mempunyai fungsi : a. Bank data, menyediakan data untuk diolah dan diinterpretasikan agar dapat dipakai untuk menerangkan keadaan yang perlu diketahui atau diungkap. b. Alat quality control, sebagai alat pembantu standarisasi dan sekaligus sebagai alat pengawasan. c. d. Alat analisis, merupakan suatu metode penganalisisan data Pemecahan masalah dan pembuatan keputusan, sebagai dasar penetapan kebijakan dan langkah lebih lanjut untuk mempertahankan,

mengembangkan perusahaan dalam perolehan keuntungan.

C. PEMBAGIAN STATISTIK Menurut Hasan (2009) Pembagian Statistik dapat dibagi dalam 3 kriteria yaitu : 1. Pembagian Statistik berdasarkan cara pengolahan datanya Menurut widyantini (2004) Statistik menurut cara pengolahannya statistik dibagi menjadi 2 yaitu : a. Statistik deskriptif Statistik deskriptif mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran objek yang diteliti sebagaimana adanya tanpa menarik kesimpulan. Dalam statistik deskriptif ini dikemukakan caracara penyajian data dalam bentuk tabel maupun diagram, penentuan ratarata (mean), modus, median, rentang serta simpangan baku.

b.

Statistik inferensial (induktif) Statistik inferensial (induktif) mempunyai tujuan untuk penarikan kesimpulan. Sebelum menarik kesimpulan dilakukan suatu dugaan yang dapat diperoleh dari statistik deskriptif.

2.

Pembagian Statistik berdasarkan Ruang Lingkup Penggunaannya a. b. Statistik sosial adalah statistik yang diterapkan dalam ilmu sosial Statistik pendidikanadalah statistik yang diterapkan dalam ilmu pendidikan c. d. Statistik ekonomi adalah statistik yang diterapkan dalam ilmu ekonomi Statistik perusahaan adalah statistik yang diterapkan dalam ilmu perusahaan e. f. Statistik pertanian adalah statistik yang diterapkan dalam ilmu pertanian Statistik kesehatan adalah statistik yang diterapkan dalam ilmu kesehatan.

3.

Pembagian statistik berdasarkan Bentuk Parameternya a. Statistik parametrik, adalah bagian statistik yang parameter dari populasinya mengikuti suatu distribusi tertentu, seperti distribusi normal dan memiliki varians yang homogen. b. Statistik nonparametrik, adalah bagian statistik yang parameter dari populasinya tidak mengikuti suatu distribusi tertentu atau memiliki distribusi yang bebas dari persyaratan, dan variannya tidak perlu homogen.

D. BEBERAPA KONSEP DASAR STATISTIK Menurut hasan (2009) ada beberapa konsep dasar yaitu populasi, sampel, variabel diskrit, variabel kontinu, pembuatan data, notasi sigma 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan nilai yang mungkin, hasil pengukuran ataupun perhitungan, kualitatif maupun kuantitatif mengenai karakteristik tertentu dari

semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifatsifatnya. Contoh : Keseluruhan mahasiswa sebuah perguruan tinggi, jika mahasiswa perguruan tinggi tersebut dijadikan objek penelitian. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari sebuah populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tersebut. Contoh : Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan yang dianggap dapat mewakili keseluruhan mahasiswa yang ada diperguruan tinggi tersebut. 3. Variabel Diskrit Variabel diskrit adalah variabel yang memiliki nilai bulat dalam bilangan asli, tidak berbentuk pecahan atau variabel yang tidak mengambil seluruh nilai dalam sebuah interval (selang) Contoh Jumlah anak yang terdapat dalam sebuah keluarga, dapat berjumlah 0,1,2,3,4,... tidak mungkin berjumlah 0,5; 1,43; 2,452; .... 4. Variabel Kontinu Variabel kontinu adalah variabel yang memiliki nilai sembarang, baik berupa nilai bulat maupun pecahan, diantara dua nilai tertentu atau variabel yang mengambil seluruh nilai dalam suatu interval. Contoh : Tinggi badan seseorang 150 cm, 163,54 cm 5. Pembulatan Data Dalam pengumpulan dan penganalisisan data, seringkali diperlukan pembulatan terhadap bilangan. Pembulatan biasanya dilakukan ke arah bilangan terdekat. Pembulatan kebawah dilakukan pada bilangan sampai dengan 5, selebihnya dibulatkan keatas. Contoh : 56, 47 dibulatkan ke 56,5 atau 235,375 dibulatkan ke 235,38

6.

Notasi sigma Notasi sigma merupakan notasi yang digunakan untuk menyatakan penjumlahan. Notasi sigma dilambangkan dengan .

MACAM-MACAM DATA
A. PENGERTIAN DATA Menurut Hasan (2009) data adalah bentuk jamak dari datum. Data adalah keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang diketahui atau dianggap. Jadi data dapat diartikan sebagai sesuatu yang diketahui atau yang dianggap atau anggapan. Menurut widyantini (2004) tujuan pengumpulan data adalah : a. b. Untuk memperoleh gambaran suatu keadaan Untuk dasar pengambilan keputusan

Syarat suatu data yang baik diantaranya adalah : a. Data harus obyektif (sesuai dengan keadaan sebenarnya) b. Data harus mewakili (representatif) c. Data harus up to date d. Data harus relevan dengan masalah yang akan dipecahkan.

B. PENGUMPULAN DATA Menurut Hasan (2009) cara pengumpulan data dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan karakteristiknya yaitu berdasarkan jenis cara pengumpulannya dan berdasarkan banyaknya data yang diambil.

1.

Berdasarkan Jenis Cara Pengumpulannya Ada beberapa cara pengumpulan data, sebagai berikut : a. Pengamatan (observasi) adalah cara pengumpulan data dengan tujuan dan melihat langsung ke lapangan terhadap objek yang diteliti. b. Penelusuran literatur adalah cara pengumpulam data dengan menggunakan sebagian atau seluruh data yang telah ada dari peneliti sebelumnya. c. Penggunaan kuesioner (angket)

adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan (angket) terhadap objek yang diteliti. d. Wawancara adalah cara pengumpulan data dengan langsung mengadakan tanya jawab kepada objek yang diteliti.

2.

Berdasarkan Banyaknya Data Yang Diambil a. Sensus adalah cara pengumpulan data dengan mengambil elemen atau anggota populasi secara keseluruhan untuk diselidiki. Contoh : - sensus penduduk Indonesian tahun 1990 - sensus berapa banyak penduduk Indonesia yang tidak bersekola b. Sampling adalah cara pengumpulan data dengan mengambil dari elemen atau anggota populasi untuk diselidiki. Misalnya : Contoh : Misal disebuah Propinsi ada 100 sekolah Dasar Negeri sebagai objek penelitian, namun hanya 10 Sekolah Dasar Negeri yang diteliti. Sampling dapat dilakukan dengan 2 cara : Cara acak Dikatakan acak apabila setiap elemen atau populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih Cara tidak acak Dikatakan tidak acak apabila setiap elemen atau populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih

C. PEMBAGIAN DATA Menurut Hasan (2009) Data dapat dibagi dalam kelompok tertentu berdasarkan kriteria yang menyertainya, misalnya menurut susunan, sifat, waktu pengumpulan dan sumber pengambilan. 1. Pembagian Data menurut Susunannya Menurut susunannya data dibagi atas data acak atau tunggal dan data berkelompok. a. Data Acak Atau Tunggal Data acak atau tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkkan kedala kelas-kelas interval Contoh : data pengukuran hasil tinggi badan siswa kelas II SMA X (dalam cm) ialah sebagai berikut : 155 153 165 155 149 152 150 160 171 154 157 162 165 169 153 155 165 162 162 167 159 160 159 167 158 160 157 154 160 166 155 150 152 158 168 154 170 151 163 153

b. Data Berkelompok Data berkelompok adalah data yang sudah tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas interval. Data kelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi atau tabel frekuensi. Contoh : Data nilai ujian statistik dan jumlah mahasiswa yang mendapatkannya Nilai 10-20 30-40 50-60 70-80 90-100 Turus III IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII II Frekuensi 3 5 10 15 7

2.

Pembagian Data Menurut Sifatnya Menurut sifatnya data dibagi atas data kualitatif dan kuantitatif a. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan. Contoh : Warna, jenis kelamin, status perkawinan. (merah, pria, kawin) b. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan. Contoh : Tinggi, umur, jenis. (170cm, 41 tahun, 70 buah)

3.

Pembagian Data Menurut Waktu Pengumpulannya Menurut waktu pengumpulannya, data dibagi atas data berkala dan data cross section. a. Data Berkala Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan. Contoh : Data perkembangan harga 9 macam bahan pokok selama 10 bulan terakhir yang dikumpulkan setiap bulan. b. Data cross section. Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu. Contoh : Data sensus penduduk 1990

4. Pembagian Data Menurut Sumber Pengambilannya Menurut sumber pengambilannya, data dibedakan atas dua, yaitu data primer dan data sekunder.

a. Data primer Adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memrlukannya. Data primer disebut juga data asli atau data baru. b. Data sekunder Adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada. Data itu biasanya diperoleh dari perpustakaan atau laporanlaporan penelitian yang terdahulu. Data sekunder disebut juga data tersedia

5. Pembagian Data Menurut Skala Pengukurannya Skala pengukuran adalah peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran. Menurut skala pengukurannya, data dapat dibedakan atas empat yaitu data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio. a. Data nominal Data nominal adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekadar label atau kode saja. Data ini hanya mengelompokkan objek/kategori ke dalam kelompok tertentu. Data ini mempunyai dua ciri yaitu : i. Kategori data bersifat saling lepas (satu objek hanya masuk pada satu kelompok saja) ii. Kategori data tidak disusun secara logis Contoh : Jenis kelamin manusia : 1 untuk pria 0 untuk wanita

b. Data ordinal Data ordinal adalah data yang penomoran objek atau kategori disusun menurut besarnya, yaitu dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Data ini memiliki ciri seperti pada ciri data nominal ditambah satu ciri lagi, yaitu kategori

data dapat disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki. Contoh : Mengubah nilai ujian ke nilai prestasi, yaitu : 1. nilai A adalah dari 80-100 2. nilai B adalah dari 65-79 3. nilai C adalah dari 55-64 4. nilai D adalah dari 45-54 5. nilai E adalah dari 0-44

c. Data interval Data interval adalah data di mana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek/kategori sama. Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Data ini memeiliki ciri sama dengan ciri pada data ordinal ditambah satu ciri lagi, yaitu urutan kategori data mempunyai jarak yang sama. A 1 B 2 C 3 D 4 E 5

Interval A sampai C adalah 3-1=2. Interval C sampai D adalah 4-3=1. Kedua interval ini dapat dijumlahkan menjadi 2+1=3. atau interval antara A dan D adalah 4-1=3. Pada data ini yang dijumlahkan bukanlah kuantitas atau besaran, melainkan interval dan tidak terdapat titik nol absoult.

d. Data rasio Data rasio adalah data yang memiliki sifat-sifat data nominal, data ordinal, dan data interval, dilengkapi dengan titik nol absolut dengan makna empiris. Karena terdapat angka nol maka pada data ini dapat dibuat perkalian atau pembagian. Angka pada data menunjukkan ukuran yang sebenarnya dari objek/kategori yang diukur.

Contoh : A dan B adalah dua mahasiswa Universitas X yang nilai mata kuliah statistik 1 masing-masing 60 dan 90. Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah nilai 1,5 kali nilai A.

Tabel 2.11 HASIL LOMBA BACA PUISI PERAYAAN HARI PENDIDIKAN SISWA SMP PINTAR NO Nama kelas Juri 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Andy Ira Ina Dedi Eman Udin Arni Laila Indah Amas 2 2 2 1 2 2 3 1 3 3 86 71 70 88 75 70 63 59 55 60 Nilai Juri 2 70 70 70 60 60 70 60 60 50 50 Juri 3 77 88 88 66 77 66 77 77 77 66 233 229 228 214 212 206 200 196 182 176 1 2 3 4 Rp.125.000,00 Rp.100.000,00 Rp.75.000,00 Rp 50.000,00 25 buku tulis 25 buku tulis 25 buku tulis 25 buku tulis 25 buku tulis 25 buku tulis Total Juara Hadiah ke

Angka-angka dalam tabel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Angka (1,2, s.d 10) di kolom No. adalah jenis data nominal. Angka-angka ini sebenarnya hanyalah nomor urut yang fungsinya sama dengan penggganti nama peserta. Angka 3 di kolom ini tidak berarti lebih besar atau lebih tinggi dari angka 1 atau 2, dan tidak lebih rendah dari angka4 atau 9. Angka-angka ini tidak dapat dijumlahkan atau dibagi atau dikalikan. 2. angka1,2, dan 3 di kolom kelas adalah jenis data ordinal. Angka-angka ini juga tidak dapat dijumlahkan, dibagi atau dikalikan. Namun, angka yang lebih tinggi mengandung arti siswa yang bersangkutan sudah lebih lama sekolah. Misalnya, angka 4 di kolom ini mengandung arti bahwa siswa yang

bersangkutan telah berada ditahun ke-4 bersekolah disekolah tersebut( tidak termasuk siswa pindahan), yang berarti pula sudah lebih lama 1 tahun dari mereka yang di kelas 3 atau lebih lama 2 tahun dari mereka yang berada di kelas 2. Perhatikan hal yang sama pada kolom juara, angka ke 1,2,3, dan 4 di kolom ini hanya mengandung perbedaan urutan saja karena angka-angka ini merupakan pengganti bagi angka-angka nilai masing-masing 233,229,228,dan 214 tidak mempunyai jarak selisih yang sama. Yang dilihat atau digunakan hanyalah posisi urutan besarnya saja, sedangkan berapa selisihnya pada masing-masing angka tidak diperhatikan. 3. Angka-angka pada kolom Nilai adalah jenis data interval. Angka-angka di kolom ini dapat dijumlahkan, dibagi, atau dikalikan. Selisih angka-angka ini cacah dengan kelipatan satu angka yang sama (dalam hal ini angka satu yang bermakna berselisih satu yang sama dan tetap). 4. Angka-angka yang menunjukkan jumlah uang(hadiah) pada kolom hadiah adalah jenis data rasio. Angka-angka ini dapat dijumlahkan, dibagi, atau dikalikan, dan hasilnya bisa saja mencapai satuan yang lebih kecil dari ratusan rupiahan, puluhan rupiahan, atau satu rupiahan, dan tetap dapat memberikan makna yang dapat dipahami pembaca, misalnya Rp 9.999,99 ( baca: sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah sembilan puluh sembilan sen).