Anda di halaman 1dari 15

1

Analisis Statistika, 2011



UKURAN PEMUSATAN

A. PENGERTIAN DAN JENIS- JENIS UKURAN PEMUSATAN
Ukuran pemusatan atau nilai pusat adalah ukuran yang dapat mewakili data secara
keseluruhan. Jenis-jenis ukuran nilai pusat
1. Rata-rata Hitung (Mean)
2. Median
3. Modus
4. Rata-rata Ukur Geometris
5. Rata-rata Harmonis
6. Bobot

1. MEAN (RATA-RATA HITUNG)
Mean adalah nilai rata-rata dari data-data yang ada. Rata-rata hitung dari populasi
diberi simbol dan rata-rata hitung dari sampel diberi simbol . Mencari rata-rata
hitung secara umum dapat ditentukan dengan rumus :



a. Untuk data tunggal
Cara menghitung mean untuk data tunggal ialah sebagai berikut :
1. Jika X
1
,X
2
,...,X
n
merupakan n buah nilai dari variabel X, maka rata-rata
hitungnya sebagai berikut :
n
X X X
n
X
X
n
+ + +
= =

...
2 1

X = rata-rata hitung (mean)
X = wakil data
n = jumlah data
Contoh :
Hitunglah rata-rata hitung dari nilai-nilai 7,6,3,4,8,8 ?


2
Analisis Statistika, 2011

Penyelesaian :
X = 7,6,3,4,8,8; n = 6; X = 7 + 6 + 3 + 4 + 8 + 8 = 36
Sehingga mean adalah : 6
6
36
= = X


2. Jika nilai X
1
,X
2
,...,X
n
masing-masing memiliki frekuensi f
1
,f
2
,...,f
n
maka mean
adalah sebagai berikut :
n
n n
f f f
X f X f X f
f
fX
X
+ + +
+ + +
= =

...
...
2 1
2 2 1 1

Contoh soal :
Hitunglah rata-rata hitung dari nilai-nilai 3,4,3,2,5,1,4,5,1,2,6,4,3,6,1 ?
Penyelesaian :
X
1
= 3 maka f
1
= 3
X
2
= 4 maka f
2
= 3

X
3
= 2 maka f
3
= 2

X
4
= 5 maka f
4
= 2
X
5
= 1 maka f
5
= 3
X
6
= 6 maka f
6
= 2

fX = (3 x 3) + (4 x 3) + (2 x 2) + (5 x 2) + (1 x 3) + (6 x 2) = 50
f = 3+3+2+2+3+2 = 15
Sehingga mean adalah : 3 , 3
15
50
= = X


3. Jika f
1
nilai yang memiliki mean m
1
, f
2
nilai yang memiliki mean m
2,
... dan

f
k

nilai yang memiliki mean m
k.
Maka mean dapat dihitung sebagai berikut :
k
k k
f f f
m f m f m f
f
fm
x
+ + +
+ + +
= =

...
...
2 1
2 2 1 1




3
Analisis Statistika, 2011

b. Untuk data berkelompok
Untuk data berkelompok, mean dihitung dengan menggunakan 3 metode
yaitu metode biasa, metode simpangan rata-rata dan metode coding.
1. Metode Biasa

=
f
fX
X
f = frekuensi
X = titik tengah

2. Metode simpangan rata-rata

+ =
f
fd
M X
M = Rata-rata hitung sementara (titik tengah frekuensi terbesar)
f = frekuensi
d = X - M
X = titik tengah

3. Metode coding

+ =
f
fu
x C M X
M = Rata-rata hitung sementara (titik tengah frekuensi terbesar)
C = Lebar kelas
u = 0, + 1, + 2, .
= d/C
d = X - M





4
Analisis Statistika, 2011

Contoh :
Tentukan rata-rata hitung dari tabel dibawah ini Nilai Ujian Statistik dari 80
mahasiswa universitas Borobudur Tahun 1997

Metode
Biasa
Metode Simpangan
Rata-Rata
Metode
Coding
Nilai Ujian
Frekuensi
(f)
Titik Tengah
(X) fX d = X - M fd u = d/C fu
31 - 40 1 35.5 35.5 -40 -40 -4 -4
41 - 50 2 45.5 91 -30 -60 -3 -6
51 - 60 5 55.5 277.5 -20 -100 -2 -10
61 - 70 15 65.5 982.5 -10 -150 -1 -15
71 - 80 25 75.5 1887.5 0 0 0 0
81 - 90 20 85.5 1710 10 200 1 20
91 - 100 12 95.5 1146 20 240 2 24
80 6130 90 9

a. Mean dengan metode biasa
625 , 76
80
6130
= = =

f
fX
X

b. Metode Simpangan Rata-Rata
M = 75,5
625 , 76
80
90
5 , 75 = + = + =

f
fd
M X
c. Metode Coding
M = 75,5
C = 10
625 , 76
80
9
10 5 , 75 = + = + =

x
f
fu
x C M X


5
Analisis Statistika, 2011

2. MEDIAN
Median adalah nilai tengah dari data yang ada setelah data diurutkan. Median
disimbolkan dengan Me atau Md. Untuk Mencari Median dibedakan data tunggal
dan data kelompok.
a. Untuk data tunggal
- Jika n ganjil maka
2
1 +
=
n
X Me
- Jika n genap maka
2
2
2
2
+
+
=
n n
X X
Me
Contoh :
Tentukan Median dari data berikut :
a. 4,3,2,6,7,5,8
Jawab :
Urutan data : 2,3,4,5,6,7,8
n = 7 (ganjil) maka 5
4
2
1 7
= = =
+
X X Me
b. 11,5,7,4,8,14,9,15
Urutkan data : 4,5,7,8,9,11,12,14
n = 8 (genap) maka 5 , 8
2
9 8
2 2
5 4 2
2 8
2
8
=
+
=
+
=
+
=
+
X X
X X
Me


b. Untuk data berkelompok
|
|
|
|
.
|

\
|

+ =
f
F n
p b Me
2
1

Me = Median
b = batas bawah kelas median, ialah kelas dimana median akan terletak.
p = panjang interval kelas
n = banyak data
6
Analisis Statistika, 2011

F = Jumlah frekuensi sebelum kelas-kelas median
f
=
frekuensi kelas median

Contoh :
Tentukan median dari Tabel Nilai Ujian Statistik dari 80 mahasiswa universitas
Borobudur Tahun 1997
Nilai Ujian
Frekuensi
(f)
Titik Tengah
(X)
31 - 40 1 35.5
41 - 50 2 45.5
51 - 60 5 55.5
61 - 70 15 65.5
71 - 80 25 75.5
81 - 90 20 85.5
91 - 100 12 95.5
80

Penyelesaian :
n = 80 maka 40 ) 80 (
2
1
2
1
= = n berarti terletak di kelas ke-5
b = 70,5
F = 1 + 2 + 5 + 15 = 23
f = 25
sehingga median dari data diatas adalah :
3 , 77
25
23 ) 80 (
2
1
10 5 , 70 =
|
|
|
|
.
|

\
|

+ = Me



7
Analisis Statistika, 2011

3. MODUS
Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Modus sering disimbolkan dengan
Mo. Sejumlah data bisa tidak mempunyai modus, mempunyai satu modus
(unimodal), mempunyai dua modus (bimodal), atau mempunyai lebih dari dua
modus (multimodal). Untuk Mencari modus dibedakan data tunggal dan data
kelompok.
a. Untuk data tunggal
Modus dari data tunggal adalah data yang frekuensi terbanyak.

b. Untuk data berkelompok

|
|
.
|

\
|
+
+ =
2 1
1
b b
b
p b Mo
Dimana :
Mo = modus
b = tepi bawah kelas modus
b
1
= selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya
b
2
= selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya
p = panjang interval kelas
Contoh :
Tentukan modus dari Tabel Nilai Ujian Statistik dari 80 mahasiswa universitas
Borobudur Tahun 1997
Nilai Ujian
Frekuensi
(f)
Titik Tengah
(X)
31 - 40 1 35.5
41 - 50 2 45.5
51 - 60 5 55.5
61 - 70 15 65.5
71 - 80 25 75.5
81 - 90 20 85.5
91 - 100 12 95.5
80


8
Analisis Statistika, 2011

Penyelesaian :
Dari tabel diketahui bahwa kelas modus adalah kelas ke-5
b = 70,5
P = 10
b
1
= 25-15 = 10
b
2
= 25-20 = 5
sehingga
17 , 77
5 10
10
10 5 , 70
2 1
1
=
|
.
|

\
|
+
+ =
|
|
.
|

\
|
+
+ =
b b
b
p b Mo


4. RATA-RATA UKUR (RATA-RATA GEOMETRIS)
Jika perbandingan setiap dua data berurut adalah tetap atau hampir tetap maka
rata-rata ukur lebih baik digunakan daripada rata-rata hitung. Rata-rata ukur ada 2
yaitu untuk data tunggal dan data kelompok.
a. Untuk data tunggal
Jika seperangkat data adalah X
1
,X
2
,X
3
,...,X
n
maka rata-rata ukurnya
dirumuskan.
n
n
X X X X G .... . .
3 2 1
=

atau
( )
n
X X X X
n
G log ... log log log
1
log
3 2 1
+ + + + =

Contoh :
Tentukan rata-rata ukur dari 2,4,8,16,32
Penyelesaian :
n = 5
8 32768 32 16 8 4 2
5 5
= = = x x x x G

Atau

9
Analisis Statistika, 2011

( )
8
903 , 0 log
32 log 16 log 8 log 4 log 2 log
5
1
log
=
=
+ + + + =
G
G
G


b. Untuk data berkelompok
Untuk data berkelompok maka rata-rata ukur dapat dihitung dengan :
( )

=
f
X f
G
log .
log

Contoh :
Tentukan rata-rata ukur dari Tabel Nilai Ujian Statistik dari 80 mahasiswa
universitas Borobudur Tahun 1997
Nilai Ujian
Frekuensi
(f)
Titik Tengah
(X) Log X f.Log X
31 - 40 1 35.5 1.5502 1.5502
41 - 50 2 45.5 1.6580 3.3160
51 - 60 5 55.5 1.7443 8.7215
61 - 70 15 65.5 1.8162 27.2436
71 - 80 25 75.5 1.8779 46.9487
81 - 90 20 85.5 1.9320 38.6393
91 - 100 12 95.5 1.9800 23.7600
80 150.1794

( )
37 , 75
8772 , 1
80
1794 , 150
log .
log
=
= = =

G
f
X f
G

Sehingga rata-rata ukur adalah 75,37


10
Analisis Statistika, 2011

Rata-rata ukur untuk gejala pertumbuhan atau kenaikan dengan syarat-syarat
tertentu, seperti pertumbuhan bakteri, pertumbuhan penduduk, kenaikan bunga
dapat dihitung dengan rumus :
t
o t
X
P P
|
|
.
|

\
|
+ =
100
1
Keterangan :
P
t
= keadaan akhir pertumbuhan
P
o
= keadaan awal atau permulaan pertumbuhan
X
=
Rata-rata pertumbuhan setiap waktu
t = satuan waktu yang digunakan

Contoh Soal :
Tentukan laju pertumbuhan rata-rata penduduk Indonesia jika pada akhir tahun
1946 dan akhir tahun 1956 jumlah penduduk masing-masing 60 juta dan 78 juta ?
Penyelesaian :
P
t
= 78 Juta
P
o
= 60 Juta
t= 10 tahun
( )
66 , 2
0266 , 1
100
1
3 , 1
100
1
3 , 1
100
1
100
1 60 78
100
1
10
1
10
10
=
= +
= +
=
|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|
+ =
|
|
.
|

\
|
+ =
X
X
X
X
X
X
P P
t
o t


11
Analisis Statistika, 2011

5. RATA-RATA HARMONIS
a. Rata-rata harmonis untuk data tunggal
Rata-rata harmonis dari seperangkat data X
1
,X
2
,X
3
,...X
n
dirumuskan :
n
X X X X
n
X
n
RH
1
...
1 1 1 1
3 2 1
+ + + +
= =


Contoh soal :
Si B berepgian pergi-pulang ke kampus dengan kendaraan mobil. Waktu
pergi ia menggunakan waktu 40 km/jam, sedang waktu kembali
menggunakan waktu 30 km/jam. Berapa kecepatan rata-rata pergi pulang si
B?
Penyelesaian :
jam km RH / 3 , 32
30
1
40
1
2
=
+
=


b. Rata-rata harmonis untuk data berkelompok
Untuk data berkelompok, rata-rata harmonis dapat dihitung dengan rumus :

=
X
f
f
RH
Contoh :
Tentukan rata-rata harmonis dari Tabel Nilai Ujian Statistik dari 80 mahasiswa
universitas Borobudur Tahun 1997
Nilai Ujian
Frekuensi
(f)
Titik Tengah
(X) f/X
31 - 40 1 35.5 0.0282
41 - 50 2 45.5 0.0440
51 - 60 5 55.5 0.0901
61 - 70 15 65.5 0.2290
71 - 80 25 75.5 0.3311
81 - 90 20 85.5 0.2339
91 - 100 12 95.5 0.1257
80 1.0819
12
Analisis Statistika, 2011

Penyelesaian :
94 , 73
0819 , 1
80
= = =

X
f
f
RH

C. HUBUNGAN ANTARA RATA-RATA HITUNG, RATA-RATA UKUR,
RATA-RATA HARMONIS
Antara ketiga rata-rata dalam ukuran nilai pusat, yaitu rata-rata hitung, rata-rata
ukur dan rata-rata harmonis terdapat hubungan :
X G RH s s

D. SIFAT-SIFAT RATA-RATA HITUNG, MEDIAN, DAN MODUS
Dalam memilih ukuran nilai pusat, sifat-sifat atau ciri-ciri dari masing-masing
ukuran perlu diperhatikan. Berikut ini sifat-sifat dari ketiga ukuran tersebut.

1. SIFAT-SIFAT RATA-RATA HITUNG
Beberapa sifat rata-rata hitung, antara lain sebagai berikut :
a. Nilai rata-rata hitung dipengaruhi oleh observasi atau pengamatan
b. Nilai rata-rata hitung dapat menyimpang terlalu jauh. Hal ini disebabkan
rata-rata hitung dipengaruhi oleh bilangan-bilangan ekstrem (nilai sangat
besar atau sangat kecil), sehingga untuk distribusi dengan kecondongan
yang jelek, rata-rata hitung dapat kehilangan makna.
c. Rata-rata hitung tidak dapat dihitung dari distribusi yang memiliki kelas
terbuka.
d. Rata-rata paling sering digunakan dan populer, sehingga penjelasan
mengenai hitung sama dengan nol.
e. Jumlah dari penyimpangan semua nilai pengamatan dengan nilai rata-rata
hitung sama dengan nol
f. Jika selisih semua pengamatan dengan nilai rata-rata hitung dikuadratkan
maka jumlahnya lebih kecil daripada jumlah penyimpangan kuadrat semua
nilai pengamatan dari titik lain selain rata-rata hitung.
13
Analisis Statistika, 2011

g. Rata-rata hitung dapat dimanipulasi secara aljabar.

2. SIFAT-SIFAT MEDIAN
Beberapa sifat median, antara lain sebagai berikut :
a. Median dipengaruhi oleh banyaknya observasi atau pengamatan, namun
tidak dipengaruhi oleh nilai pengamatan, sehingga nilai median tidak
dipengaruhi oleh bilangan-bilangan ekstrem.
b. Median dapat dihitung dari distribusi yang memiliki kelas terbuka, kecuali
jika kelas mediannya berada pada kelas terbuka tersebut.
c. Median sering digunakan pada distribusi yang memiliki kecondongan
yang sangant jelek.
d. Median didefinisikan dan diinterpretasikan.
e. Median lebih terpengaruh oleh fluktuasi sampling, namun adakalanya
untuk distribusi tertentu median lebih konstan terhadap fluktuasi sampling.
f. Jumlah penyimpangan(tanda diabaikan) nilai-nilai dari median lebih kecil
daripada jumlah penyimpangan nilai-nilai dari titik yang lain.
g. Jika jumlah penyimpangan dari median dikuadratkan maka jumlahnya
lebih besar daripada jumlah penyimpangan kuadrat nilai-nilai dari rata-rata
hitung.

3. SIFAT-SIFAT MODUS
Beberapa sifat modus, antara lain sebagai berikut :
a. Dalam seperangkat data, modus bisa tidak ada dan bisa lebih dari satu.
b. Modus dapat ditempatkan pada distribusi yang memiliki kelas terbuka.
c. Modus tidak dipengaruhi oleh bilangan-bilangan yang ekstem, dari suatu
distribusi.
d. Letak modus atau nilai modus yang sebenarnya sukar ditentukan, karena
itu kebanyakan hanya berdasarkan taksiran dalam suatu distribusi.
e. Perhitungan modus tidak didasarkan pada seluruh nilai pengamatan, tetapi
didasarkan pada individu yang berada pada titik tempat terjadinya
pemusatan yang terbanyak.
14
Analisis Statistika, 2011

f. Untuk perhitungan-perhitungan secara aljabar lebih lanjut, modus tidak
dapat digunakan.
g. Modus tidak sepopuler ukuran rata-rata hitung atau median.


E. HUBUNGAN RATA-RATA HITUNG, MEDIAN, DAN MODUS
Hubungan antara ketiga ukuran nilai pusat, yaitu rata-rata hitung, median,
dan modus akan memberikan gambaran bentuk kurva data yang bersangkutan.
Hubungan antara ketiga ukuran nilai pusat ialah sebagai berikut :
1. Jika rata-rata hitung, median, dan modus memiliki nilai yang sama maka
kurvanya berbentuk simetris. Pada kurva simetris sempurna, nilai rata-rata
hitung, median, dan modus terletak pada suatu titik di tengah-tengah absis dan
ketiga-tiganya berimpit.
2. Jika nilai rata-rata hitung lebih besar daripada nilai median dan lebih besar
dari pada modus maka kurvanya mencong ke kanan, karena ujungnya
memanjang ke arah nilai positif. Jadi, distribusi meruncing ke arah nilai tinggi.
3. Jika nilai rata-rata hitung lebih kecil daripada nilai median dan lebih kecil
daripada niali modus maka kurvanya mencong ke kiri, karena ujungnya
memanjang ke arah nilai negatif. Jadi, distribusi meruncing ke arah nilai yang
rendah.

Dalam bentuk grafik, hubungan ketiga nilai tersebut dapat dilihat seperti di
bawah ini
X = Me = Mo Mo Me X Mo Me X




15
Analisis Statistika, 2011

Jika distribusinya tidak terlalu mencong, hubungan rata-rata hitung, median,
dan modus secara matematis dituliskan sebagai berikut.

) ( 3 mod Median ratahitung rata us ratahitung Rata =
Atau
) ( 3 median ratahitung Rata ratahitung rata Modus =




Contoh soal :
Tentukan median dari distribusi frekuensi berikut pada Tabel 4.1 jika diketahui
rata-rata = 67,18 dan modus= 66,375
Penyelesaian :
375 , 66 ; 18 , 67 = = Mo X
81 , 0 ) ( 3 54 , 201
375 , 66 18 , 67 ) ( 3 ) 18 , 67 ( 3
3 3
) 3 ( 3 ) ( 3
=
=
=
= =
Me
Me
Mo X Me X
Me X Mo X atau Me X Mo X

81 , 0 54 , 201 ) ( 3 = Me
73 , 200 ) ( 3 = Me
91 , 66 = Me

) ( 3 0 Me X X M =