Anda di halaman 1dari 17

Nama Klien Adi Nomor Identitas Klien --------Tanggal Wawancara 23 Oktober 2011 Tanggal Pencatatan Dilakukan 8 Desember 2011

Nama Pekerja Sosial Cipta Mandala Putra Tujuan Wawancara Untuk mendapatkan informasi mengenai anak jalanan dan pelayanan sosial yang diberikan kepada anak jalanan disimpang dago tersebut Yang Terjadi Selama Wawancara Pada saat mewawancarai Adi, Adi menyambut kita dengan ramah, Adi berbicara apa adanya tentang dirinya sendiri tanpa menyembunyikan apapun. Mengetahui saya masih seorang mahasiswa, Adi menaruh harapan secara tersirat agar saya menjadi orang yang benar-benar memberi perhatian kepada orang-orang yang mengalami masalah sosial. Adi terlihat sudah merasa biasa dengan kondisi dijalanan. Penjelasan Tentang Area Permasalahan Permasalahan yang dialami klien adalah kebutuhan ekonomi yang mendesak dikeluarganya yang berada di Garut Jawa Barat. Adi sudah menjadi pengamen jalanan didaerah simpang dago selama 6 tahun. Orang Tua Adi bekerja sebagai pemulung sampah-sampah yang ada di daerah simpang dago tersebut dan Adi menjadi pengamen Jalanan didaerah simpang Dago untuk membantu keluarganya dan adik-adiknya yang masih kecil-kecil. Penghasilan Adi sebagai Pengamen Jalanan didaerah simpang dago tidak menentu dan tidak mencukupi kebutuhan keluarga Adi tersebut. Penjelasan Tentang Pelayanan Yang Diberikan Adi mengaku belum pernah Mendapatkan bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah. Asesmen dan Analisis Pekerja Sosial Setelah melakukan wawancara, saya dapat menganalisa: pemerintah belum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh karena masih terdapat keluarga yang tidak mampu atau miskin atau masih berada dibawah garis kemiskinan, di samping itu rumah adi terletak di antara rumahrumah kumuh dan kotor. Bisa juga dilihat dari lamanya Keluarga Adi berada didaerah sana dan

selama itu tidak ada pelayanan dari pihak pemerintah, hanya bantuan-bantuan kecil dari warga sekitar. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Sahuri ,S.Sos selaku Lurah Dago Bandung yang sebelumnya saya wawancarai, pemerintah memang membuat program-program, namun kurang komunikasi, kurang sosialisasi, dan juga kurang terbuka. Pemerintah juga tidak tau bagaimana kondisi yang sebenarnya karena pihak mereka sendiri tidak turun langsung ke lokasi sehingga masalah yang sedang terjadi tidak pernah tuntas dibereskan. Rencana Selanjutnya Rencana untuk ke depan belum bisa ditentukan karena proses wawancara dengan klien yang telah dilakukan bukanlah praktek penanganan masalah sosial melainkan pencarian informasi mengenai kondisi Anak Jalanan didaerah Simpang Dago dan pelayanan apa yang telah diterima oleh klien.

Lampiran Catatan Proses Kelompok dengan Narasumber I CATATAN PROSES

Nama Pekerja Sosial : Evie Afrianty Yunita Saptarina Antonius Toda Cipta Mandala Muradi M Nama Narasumber : Sahuri ,S.Sos Usia Narasumber : 50 Tahun

10.04.287 10.04.190 10.04.271 10.04.338 10.04.119

Pekerjaan Narasumber : Lurah Dago Bandung Tanggal Interview SUPERVISI/SOR : 23 Oktober 2011 HASIL Kami masuk ruangan agak malumalu

ISI Wawancara Dengan Lurah PS: Assalamualaikum, Permisi Pak

L: Waalaikumsalam, iya ada apa, Neng? (yang tadinya sibuk merapikan kursi, tapi segera berhenti danmenatap kami)

Kami agak segan dan kurang enak dengan Bapak ini, takut menggangu aktivitasnya

PS:Maaf mengganggu,Pak.Begini,kami mahasiswa STKS Bandung bermaksud mewawancarai Bapak sebentar.Tapi,kelihatanya bapak sibuk.(Sambil melihat keadaan ruangan yang tampak tersusun kursi-kursi,dengan melihat spanduk yang terpasang didepan

Kami merasa tidak enakhati,takutnya bapak ini akan benar-benar merasa terganggu dengan kehadiran kami.tapi bapak ini terlihat ramah.

pintu,kami mengetahui bahwa besok akan ada acara imunisasi)

PL:(sambil tersenyum) oh,begitu.tidak apa- Kami merasa lega dan dengan apa.lagian ini juga udah selesai.ayo silakan duduk (mempersilahkan kami duduk disampingnya) hati-hati segera duduk disampingnya

PS:Terima kasih,Pak (sambil membuka binder yang berisi daftar pertanyaan)

PL:Mau wawancara tentang apa? (Bapak ini duduk dengan santai dan menyandarkan tangan keatas kursi sejajar dengan bahunya) PS:Tentang Penyandang masalah kesejateraan sosialyang berada diwilayah kelurahan dago ini pak,terutama anak jalanan

Bapak ini terlihat sangat welcome

PL:(menganguk-angguk) iya silahkan

Bapak ini terlihat memaklumi ketika kami bilang tentang anak jalanan ,tampaknya beliu memang menyadari itu.

PS:sebelumnya boleh tahu nama lengkap bapak??

Kami merasa gugup untuk memulai wawawncara

PL:Sahuri,S.Sos(kemudian ada dua ibi-ibu yang sebelumnya memang terlihat ikut

Bapak ini berdiri sebentar untuk mempersilahkan ibu-ibu yang

membantu diruangan berpamitan pulang dengan bapak ini)

berpamitan pualng.kami melihat adanya rasa kekeluargaan antara bapak dengan warga

PL:(duduk kembali dan menatap kami)

Bapak ini tampak siap diwawancara kembali

PS;(tersenyum dan agak menganggukan kepala)kalau tempat tanggal lahir pak??

PL:(kuningan,1 juli 1961)diam sebentar menunggu kami mencacat

PS:(alamat rumahnya dimana,pak??

PL:Jalan selasari No 3B,RT(sambil mengingat)RT 09 RW 14 Seloang(sambil mengganti posisi duduknya agak belakang)

Kami merasa suasana agak kaku,karena bapak ini hanya menjawab seperlunya saja dan terlihat agak bosan.mungkin karena pertanyaan kami yang terlalu kaku.

PS:Bapak menjabat jadi lurah dago ini sudah lama ?

PL:yah kira-kira 5 tahunan,saya dilantik kalau tidak salah 6 desember 2006

Bapak ini sempat menerawang keatas untuk meningat-ingat

PS;oh ..sudah cukup lama juga ya,pak kalau masa jabatannya berapa tahun,pak?? PL:oh.. kalau gitu tergantung.tidak pasti.jadi,biasanya tergantung penugasan dari walikotanya.kalau desakan 6

tahun,ya??nah,kalau ini belum tentu

PS:(mengangguk-nganguk) oh begitu ya pak jumlah warga kelurahan dago ini kirakira berapa pak?

PL:(sedikit mengernyitkan dahi)kalau jumlah warganya .mungkin sekitar dua puluh sembialn ribuan jiwa lah

Bapak ini Tampak mengingatingat dan kurang yakin.

PS:wah ,cukup banyak juga ya pak, nah bapakkan sudah cukup lama menjabat lurah Dago ini,sejauh ini menurut bapak masalah sosial apa saja yang berada diwilayah ini?? PL:Yang pasti kemiskinan,juga anak jalanan ini yang cukup banyak juga.itu kan ada komunitas anak jalanan dikampung 200,Anak jalanan banyak juga di simpang dago itu,biasanya ngamen. Raut wajah Bapak ini berubah lebih serius dari sebelumnya

PS:memang ya,pak. Kami juga melihat anak jalanan memang cukup banyak di wilayah dago ini,kebanyakan yang kami lihat itu pangamen diwarung2 pingiran jalanan,juga diangkot-angkot

PL:iya,betul-betul(sambil mengangukngaguk)

PS:Nah, bagaimana menurut bapak-bapak

tentang banyaknya anak jalanan ini?

PL:Ya,,, saya kira harus dibina ya, juga diberi keterampilan-keterampilan sesuai minat dan kemampuan mereka, bukan berkeliaran dijalanan seperti itu. Kalau yang harusnya sekolah, ya disekolahkan dulu, tapi jangan disantuni, diberri bantuan misalnya: uang, makan, begitu saja, nanti takutnya malah mereka ketergantungan, kebiasaan, jadi ngelunjak.(menjelaskan sambil menggerakkan tangannya agar lebih ekspresif)

Bapak ini terlihat peduli dan sedikits lebih menyesalkan kebiasaan orang member ikan, bukan kail. Kami merasa sependapat dengan bapak ini.

PS:kebanyakan anak jalanan disini memang warga asli sini, atau pendatang dari daerah luar pak? PL:Campuran. Sebagian ada yang asli warga sini tapi sebagian juga pendatang dari luar daerah. Tapi sepertinya kebanyakan dari luar. Saya juga kurang tau mereka dari daerah daerah mana saja. Dinas sosial yang lebih tau dan datanya lebih akurat.

PS:Anak jalanan ini sering mengganggu masyarakat sini tidak pak?

PL:oh tidak. Sejauh ini masih aman-aman saja. Setahu saya belum ada terdengar ada Kami agak bingung dengan jawaban

tindak criminal dari anak jalanan disini. Mungkin ada, tapi belum ketahuan saja.

bapak ini, karena ia sepertinya tidak begitu yakin

PS:Menurut bapak, apa penyebab adanya anak jalanan ini?

PL:mungkin karena kondisi ekonomi keluarga yang mengharuskan mereka turun kejalanan, kurang tahunya orang tua itu dengan hak anak, ya karena orang tua itupun biasanya belum pernah sekolah atau sekolah tapi tidak tamat SD. Tapi ada juga kemungkinan memang dari anaknya yang ingin hidup dan berpenghasilan sendiri, kabur dari rumah, dan macam-macam penyebab lainnya.

PS:Dikelurahan ini, apa ada upaya-upaya atau program-program yang dikhususkan untuk anak jalanan, pak?

PL:Kalau program spesifik anak jalanan tidak ada, Cuma disini kami melaporkan saja pada dinas sosial, lalu Dinas Sosial yang mengolahnya. Dikelurahan ini anggarannya tidak ada untuk anak jalanan.( sambil menggosok sebentar dahinya)

PS;Yang terakhir nih pak, Bagaimana harapan-harapan bapak untuk masalah

anak jalanan ini kedepannya?

PL:Harapan saya, pemerintah lebih meningkatkan perhatianpadaanak jalanan. Kalau bisa ditampung, diberipengarahanpengarahan, pelatihan-pelatihan keterampilan, untuk yang usia sekolah, ya disekolahkan, untuk orang tua anak jalanan itu diberi penyuluhan-penyuluhan sosialisasi agar tahu hak anak dan tugasnya sebagai orang tua. Karena banyak juga anak jalanan itu memang disuruh orang tuanya bekerja. Yahpokoknya kalau bisa tidak ada lagi lah yang namanya anak jalanan,minimal berkurang. PS:(Mengangguk-angguk) iya pak, mudahan-mudahan harapan-harapan bapak dapat terkabul ya, begitu juga ada harapanharapan kami tentang anak jalanan ini.

Bapak ini tampak bersungguhsungguhdalam setiap perkataannya.

Kami juga merasa sependapatdengan pikiran-pikiran bapak ini.

PL:Iya. Amin.

PS:Kalau beegitu, terima kasih ya pak atas kesediaannya untuk diwawancarai. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan di hati bapak (kami segera menyalami bapak ini dan berpamitan pulang)

PL:Oh, tidak apa-apa. Sama-sama (ikut berdiri)

PS:Kalau begitu, kami permisi dulu ya pak, Asalamualaikum(Sambil tersenyum).

PS:Wasalamualaikumwaramatulah..

Ringkasan Diagnostik : Kami merasa lega dan puas setelah menyelesaikan wawancara dengan pak lurah dan seorang anak jalanan.Walaupun awalnya sedikit malu dan kaku dalam wawancara,terutamah dengan pak lurah,namun selanjutnya mulai percaya diri dan proses wawancara berjalan lancar.Dari hasil wawancara dengan pak lurah,kami dapat melihat adanya perhatian beliau dengan masalah anak jalanan di wilayah itu,namun belum ada program-program atau upaya-upaya secara langsung dari pihak lurah terhadap anak jalanan.Begitu juga pada hasil wawancara dengan seorang anak jalanan,kaminbisa melihatr sikap/tingkah mereka secara langsung dan langsung mengetahui sedikit cerita kehidupannya.Kegiatan wawancara ini menambah pengalaman kami serta pengetahuan kami khususnya masalah anak jalanan.

Lampiran Catatan Proses Kelompok dengan Narasumber II CATATAN PROSES

Nama Pekerja Sosial : Evie Afrianty

10.04.287

Yunita Saptarina 10.04.190 Antonius Toda Cipta Mandala Muradi M Nama Narasumber Usia Narasumber : Adi : 12 Tahun 10.04.271 10.04.338 10.04.119

Pekerjaan Narasumber : Pengamen Jalanan Tanggal Interview : 23 Oktober 2011

SUPERVISI/SOR

ISI Wawancara dengan Anak Jalanan PS:Halo dik, selamat siang

HASIL

AJ:eiya kak. Siang.Ada apa?

Anak ini tampak sedikit kagetdengan kedatangan kami.

PS:Dik, jangan takut ya.Kakak Cuma mau Anak ini terlihat gugup, suaranya ngobrol sebentar dengan adik. Kakak ada agak pelan.Kami merasa sedih tugas dari kampus.Boleh tidak? (Dengan melihat penampilan anak ini senyum ramah dan sedikit membungkukan dengan baju lusuh.Kami berusaha badan untuk menyesuaikan dengan tinggi seramah mungkin dan dan badan anak itu). senyum agar anak ini tidakmerasa takut. Kemudian kami mengajaknya duduk.

AJ:Oh, iya kak. Boleh (Tersenyum sambil menganggukan kepalanya)

PS:Nama berapa?

adik

siapa?

Dan

umurnya Tampaknya anak ini sudah siap dengan percakapan dan kamipun segera mengajaknya duduk dan segera memulainya.

AJ:Saya Adi, 12 tahun(sambil menggarukgaruk kepalanya)

PS:Kalau boleh tahu, Adi berasal dari mana?

AJ:Saya dan orang tua asli Garut, tapi Anak ini kelihatan lebih tenang sejak 10 tahun yang lalu saya ikut orang dan santai menjawab pertanyaan tua saya pindah ke Bandung. sambil memegang gitar yang digunakannya untuk mengamen.

PS:Maaf

ya,Di.

Orang

tua

Adi

pekerjaannya apa?

AJ:Ayah dan Ibu saya pemulung(Matanya Ekspresi yang ditampaknya tampak berkaca-kaca) seperti kurang senang. Kami merasa tidak enak hati.

PS:Sejak kapan Adi jadi anak jalanan dan

mengamen?(sambil melirik sebentar pada gitar kecil yang using di pangkuan anak itu).

AJ:Sejak

usia

tahun

kak

(sambil Anak ini terlihat sangat sedih.Mungkin dia teringat pada masa masa dulu yang membuatnya menjadi anak jalanan

menundukkan kepalanya)

PS: Apakah Adi sempat bersekolah ?

AJ: Em ... Pernah.tapi Cuma sampai 5 SD

Anak ini terlihat gugup dan enggan menjawab.Mungkin dia sedih tidak bisa meneruskan sekolah..

PS: Apa yang membuat Adi berhenti sekolah ?

AJ: Saya ingin membantu orang tua saya Kami merasa iba dengan anak mencari uang supaya ketiga adik saya ini,karena sepertinya ia sangat dapat bersekolah ingin sekolah seperti anak-anak lainnya,tetapi tidak bisa

PS:Wah,Adi hebat sekali dan sungguh baik Anak ini tampak bingung hati.Kakak ketulusan Adi. merasa bangga dengan menjawab dan sempat dalam sesaat,kemudian dia kembali berbicara.

AJ:Terimakasih kak (sambil tersenyum dan Kami ikut merasa sedih melihat menatap kami) anak ini,tapi kami berusaha

membuatnya tidak sedih lagi dengan kata-kata kagum

PS:Oh,iya.Selain mengamen,Adi pernah Tampaknya anak ini sedikit bekerja apa saja ? terhibur dengan ucapan kami,kami agak lega.

AJ:Saya pernah menyemir sepatu dan menjadi ojek payung kalau musim hujan.

PS:Biasanya dalam sehari Adi makan berapa kali ?

AJ:Tidak pasti,kak.Kalau makannya ya Anak ini tampak menelan ludah. nasi,tempe,tahu,mie.Tapi jarang sekali bisa makan nasi,malah kadang-kadang seharian Cuma makan mie.

PS:Apakah penyakit?

Adi

pernah

menderita Anak ini Terlihat sedih,mungkin ia teringat saat dia menderita tyfus

AJ: Pernah kak,Typus.terus paling-paling batuk pilek .

PS: Waktu Adi sakit,Adi dirawat atau dibawah ke puskesmas tidak ?

AJ:ya,waktu

saya

sakit

saya Kami merasa senang ternyata dia

kepuskesmas.Tapi waktu sakit tyfus saya tidak membiarkan sakitnya atau dirawat di rumah sakit. merwat diri sendiri.

PS:

Adi pernah dapat

bantuan dari

masyarakat atau pemerintah ?

AJ: (sedikit merendahkan suara) waktu Anak ini tampak terharu dan saya sakit tyfus,saya dibawah tetangga matanya tampak memerah. Kami saya ke rumah sakit dan mereka yang bisa merasakan betapa sedihnya membiayai perawatannya.kalau bukan anak ini dengan kondisi ekonomi

mereka,mana mungkin saya bisa dirawat keluarganya. disana . Orang tua saya tidak mampu membiayainya.Kalau pemerintah spertinya tidak pernah.

PS:Bagaimana pengamen ?

perasaan

Adi

jadi Kami merasa tidak enak menanyakannya.Anak ini terlihat sudah merasa bosan dengan pertanyaan demi pertanyaan yang kami ajukan.

AJ:Sebenarnya malu dan kurang percaya diri kak,tapi saya tetap harus

melakukannya,dan harus semangat (sambil memutar-mutar kunci gitarnya )

PS:Wah,kakak bangga sama Adi.Kakak Kami berusaha menghibur anak juga mau meniru semangat Adi (sambil ini. tersenyum dan mengepalkan tangan keatas layaknya Bung Karno berorasi )

AJ: (Tertawa)

Kami merasa sangat senang bisa membuat anak ini tertawa

PS: Oh iya .Adi mau Gorengan tidak ? Kami segera membeli gorengan tunggu sebentar yah ? yang tidak jauh dari tempat kami duduk.

AJ:Ah,tidak usah repot-repot kak

Anak ini tampak malu-malu,

PS: Ini ambil saja Di.Tidak usah malu- Kami merasa tidak enak juga malu (Sambil menyerahkan sekantong sebenarnya hanya memberi gorengan) gorengan,tetapi karena yang pulang dekaat adalah gerobak gorengan,jadi kami membelinya,

AJ: Makasih banyak ya,Kak (Sambil Anak ini tampak senang,dan langsung memakan salah satu tersenyum dan melihat kedalam plasti gorengan. gorengan)

PS:ah,Kakak yang seharusnya berterima kasih sama Adi.Adi udah mau ngobrolngobrol sama kakak.Kalau begitu kakak pulang dulu yah ?sudah sore.sekali lagi maksih yah Di. (lalu kami melambaikan tangan dan pergi ) AJ: Iya sama-sama Kak (Sambil melambaikan tangan juga )

Ringkasan Diagnostik : Setelah mewawancarai anak jalanan yang bernama adi ini,kami merasa prihatin dengan kondisi kehidupannya,karena anak ini sudah bekerja,yaitu mengamen diusianya yang masih dini (usia sekolah). Pada awalnya wawancara,anak ini terlihat takut dan bingung,namun setelah dilakukan pembicaraan lebih lanjut, ia pun terbiasa dengan kami.wawancara ini menambah pengalaman kami yang berguna kedepannya