P. 1
Kelas09 Ips Sutarto Nanang Bambang Sunardi Penny

Kelas09 Ips Sutarto Nanang Bambang Sunardi Penny

4.18

|Views: 17,466|Likes:
Dipublikasikan oleh umar

More info:

Published by: umar on Nov 05, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2015

pdf

text

original

Sumber. 30 Tahun Indonesia Merdeka 2, hal. 195

Gb 12.4 Presiden Soekarno sedang mengumandangkan

Trikora pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta

238

IPS SMP/MTs Kelas IX

Sebelum Komando Mandala me-

lakukan operasi sudah dilakukan

penyusupan ke Irian Barat. Pada tanggal

15 Januari 1962 ketika waktu menunjukkan

pukul 21.15 di angkasa terlihat dua buah

pesawat terbang pada ketinggian 3000

kaki melintasi formasi patroli ALRI.

Diperkirakan pesawat tersebut adalah

milik Belanda jenis Neptune dan Firefly.

Waktu itu terlihat juga dua buah kapal

perusak yang sedang melepaskan

tembakan ke arah kapal Motor Torpedo
Boat
(MTB) yang di situ turut pula para

pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan

Laut yaitu Komodor Yos Sudarso.

Dalam insiden di Laut Aru tersebut Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana

Pertama (Komodor) Yos Sudarso, bersama Komandan KRI Macan Tutul, Kapten

(Laut) Wiratno, dan beberapa prajurit TNI-AL gugur sebagai pahlawan. Sebelum

gugur Komodor Yos Sudarso sempat mengucapkan pesan terakhir “ Kobarkan

Semangat Pertempuran.”

Adapun operasi-operasi yang direncanakan Komando Mandala di Irian Barat

dibagi dalam tiga fase, yakni sebagai berikut.

(1)Fase Infiltrasi (sampai akhir 1962)

Memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaran- sasaran tertentu untuk menciptakan

daerah bebas de facto. Kesatuan-kesatuan ini harus dapat mengembangkan

penguasaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat dalam perjuangan

fisik untuk membebaskan wilayah tersebut.

(2)Fase Eksploitasi (mulai awal 1963)

Mengadakan serangan terbuka

terhadap induk militer lawan, mendu-

duki semua pos pertahanan musuh yang

penting.

(3)Fase Konsolidasi (awal 1964)

Menegakkan kekuasaan Republik

Indonesia secara mutlak di seluruh Irian

Barat.

Selanjutnya antara bulan Maret

sampai Agustus 1962 Komando Mandala

melakukan operasi-operasi pendaratan

baik melalui laut maupun udara.

Sumber: 30 Tahun Indonesia

Merdeka 2, hal 208.

Gb.12.6 Kapten (L) Wiratno

Sumber: 30 Tahun Indonesia

Merdeka 2, hal 208.

Gb.12.5 Komodor Yos

Sudarso

Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka 2, hal 205.

Gb.12.7 Saat-saat pemberangkatan pasukan Brimob

yang akan melakukan infiltrasi melalui laut menuju
Fak-Fak.

IPS SMP/MTs Kelas IX

239

Beberapa operasi tersebut adalah Operasi Banteng di Fak-Fak dan Kaimana. Operasi

Srigala di sekitar Sorong dan Teminabuan, Operasi Naga di Merauke, serta Operasi

Jatayu di Sorong, Kaimana, dan Merauke. Selain itu juga direncanakan serangan

terbuka merebut Irian Barat dengan Operasi Jayawijaya.

Pada awalnya Belanda tidak yakin pasukan Indonesia dapat masuk ke wilayah

Irian. Akan tetapi operasi-operasi yang dilakukan Pasukan Komando Mandala

ternyata berhasil terbukti dengan jatuhnya Teminabuan ke tangan pasukan Indonesia.

Sementara itu Pemerintah Kerajaan Belanda sedikit banyak mendapat tekanan dari

pihak Amerika Serikat untuk berunding karena untuk mencegah terseretnya Uni

Soviet dan Ameriksa Serikat ke dalam konfrontasi.

Dengan adanya rencana Bunker di atas maka sikap Indonesia adalah

menerimanya. Hal ini ternyata menambah simpati dunia terhadap RI, sebaliknya

Belanda bersikukuh mempertahankan Irian Barat. Oleh karena itu pada tanggal

14 Agustus 1962 RI melakukan operasi besar-besaran yang terkenal sebagai operasi

Jayawijaya. Tanggal penyerbuan ini ditetapkan sebagai ”Hari H” atau “Hari

Penyerbuan.”

Pada tanggal 15 Agustus 1962 ditandatangani suatu perjanjian antara Indonesia

dengan Pemerintah Belanda di New York, bertempat di Markas Besar PBB. Perjanjian

ini terkenal dengan Perjanjian New York. Adapun isi Perjanjian New York adalah

sebagai berikut.

1.Pemerintah Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada Penguasa Pelaksana

Sementara PBB (UNTEA = United Nations Temporary Executive Authority) pada

tanggal 1 Oktober 1962.

2.Pada tanggal 1 Oktober 1962 bendera

PBB akan berkibar di Irian Barat

berdampingan dengan bendera

Belanda, yang selanjutnya akan

diturunkan pada tanggal 31 Desember

untuk digantikan oleh bendera

Indonesia mendampingi bendera

PBB.

3.Pemerintah UNTEA berakhir pada

tanggal 1 Mei 1963, pemerintahan

selanjutnya diserahkan kepada

pihak Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->