Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN STUDI KASUS ANALISIS PERANCANGAN TATA LETAK DAN TATA CARA KERJA SUATU PROSES INDUSTRI PABRIK

BAKPIA PATHUK 25

Sunu Adiansyah (10501241025) Kelas A

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGAKARTA 2012

KATA PENGANTAR

Alhamdulillaahirabbilalaamiin, puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah Subhana WaTaala, Dzat Yang Maha Agung, atas limpahan rahmat, karunia dan hidayahnya sehingga penulis diberikan kesempatan dalam melalui salah satu proses dalam kehidupan ini. Sebuah karya ilmiah yang termuat dalam tulisan yang serba memiliki kekurangan ini melambangkan semangat yang tinggi untuk selalu berkeinginan menciptakan sesuatu yang berguna bagi kehidupan, serta sebagai salah satu tugas akhir dari mata kuliah Manajemen Industri Pada Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Pembuatan karya ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada : 1. Bapak K Ima Ismara selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta 2. Bapak Muhamad Ali selaku Dosen manajemen industry atas arahan dan masukkannya selama proses penyusunan tugas ini. 3. Seluruh dosen pada Jurusan Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara yahng telah banyak membantu dalam penyelesaian karya ilmiah ini. 4. Seluruh karyawan dan direksi Pabrik Bakpi Pathuk 25 Yogyakarta Sebagai penutup dan harapan bagi kami, semoga karya ilmiah kami ini dapat berguna bagi semua pihak yang membutuhkan. Kami akan senag sekali bila karya ilmiah kami dapat berguna bagi semua pihak. Dan penutup dari kami dalam kata pengantar kami ini, terutama bagi kami penulis bahwa segala kesalahan di sepanjang tulisan ini mutlak spenuhnya berasal dari kealpaan kami penulis dan semua kebenaran semata mata hanya milik Sang Maha Benar, Allah S.W.T.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam dunia industri, masalah tata letak pabrik maupun tata letak fasilitas dan peralatan produksi merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam peningkatan produktivitas perusahaan. Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak pabrik (plant layout) atau tata letak fasilitas (facilities layout) dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi, diketahui bahwa jarak material handling (pemindahan bahan) dari areal yang satu ke areal yang lain terlalu panjang, hal ini akan mempengaruhi lintasan dan waktu proses dari produksi. Dalam penelitian ini, obyek yang diamati yaitu beberapa pabrik tahu di Kawasan Industri Pabrik Bakpia Pathuk 25 Yoyakarta. Faktor-faktor tata letak pabrik disesuaikan dengan keadaan pada saat ini agar menciptakan kelancaran dalam proses produksi, sehingga target perusahaan yang telah ditetapkan dapat dipenuhi. Pada umumnya tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efisiensi dan dalam beberapa hal akan menjaga kelangsungan hidup ataupun kesuksesan suatu industri. Peralatan industri yang mahal harganya, peralatan yang canggih, dan suatu desain produk yang bagus akan tidak ada artinya akibat perencanaan layout yang tidak terencana dengan baik. Karena aktivitas produksi suatu produk secara normal harus berlangsung lama dengan tata letak yang berubah-ubah, maka setiap kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak ini akan menyebabkan kerugian-kerugian yang tidak kecil. Tujuan utama didalam desain tata letak pabrik pada dasarnya adalah untuk meminimalkan total biaya yang antara lain menyangkut biaya untuk konstruksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin, maupun untuk fasilitas-fasilitas lainnya, biaya pemindahan bahan (material handling costs), biaya produksi, maintenance, safety, dan biaya penyimpanan produk setengah jadi.

1.2 Rumusan Masalah Perencanaan tata letak fasilitas di Industri pabrik bakpia pathuk 25 berdasarkan efesiensi jarak dan pengaruh lingkungan sekitar pabrik sehingga mendapatkan hasil produksi yang maksimal

1.3 Batasan Masalah Agar dalam pembahasan masalah bisa lebih tepat sasaran, maka penulis memberikan batasanbatasan sebagai berikut: 1. Perancangan tata letak pabrik hanya dilakukan di pabrik tahu milik Bapak 2. Tidak membahas biaya pemindahan material handling karena fokus pada pembahasan

pada masalah tata letak fasilitas produksi dan tata kerja

BAB 2 PEMBAHASAN A. Pengertian Tata Letak Pabrik Menurut Wignjosoebroto (2000), Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitasfasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut akan memanfaatkan luas area (space) untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakangerakan material, penyimpanan material (storage) baik yang bersifat temporer maupun permanen, personil pekerja dan sebagainya. Dalam tata letak pabrik ada 2 (dua) hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin (machine layout) dan pengaturan departemen yang ada dari pabrik (department layout). Bilamana kita menggunakan istilah tata letak pabrik, seringkali hal ini kita artikan sebagai pengaturan peralatan/fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) ataupun bisa juga diartikan sebagai perencanaan tata letak pabrik yang baru sama sekali (the new layout plan). Tujuan Perencanaan dan Pengaturan Tata Letak Pabrik Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk beroperasi produksi aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performance dari operator. Lebih spesifik lagi tata letak yang baik akan dapat memberikan keuntungankeuntungan dalam sistem produksi, yaitu antara lain sebagai berikut : 1. Menaikkan output produksi. Suatu tata letak yang baik akan memberikan keluaran (output) yang lebih besar atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, dan/atau mengurangi jam kerja mesin (machine hours). 2. Mengurangi waktu tunggu (delay). Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan beban dari masing masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dari mereka yang bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. Pengaturan tata letak yang terkoordinir dan terencana baik akan dapat mengurangi waktu tunggu (delay) yang berlebihan.

3. Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling). Proses perencanaan dan perancangan tata letak pabrik akan lebih menekankan desainnya pada usahausaha memindahkan aktivitasaktivitas pemindahan bahan pada saat proses produksi berlangsung. 4. Penghematan penggunaan areal untuk produksi, gudang dan service. Jalan lintas, material yang menumpuk, jarak antara mesinmesin yang berlebihan, dan lainlain semuanya akan menambah area yang dibutuhkan untuk pabrik. Suatu perencanaan tata letak yang optimal akan mencoba mengatasi segala masalah pemborosan pemakaian ruangan ini dan berusaha untuk mengkoreksinya. 5. Pendaya guna yang lebih besar dari pemakaian mesin, tenaga kerja, dan/atau fasilitas produksi lainnya. Faktorfaktor pemanfaatan mesin, tenaga kerja, dan lainlain adalah erat kaitannya dengan biaya produksi. Suatu tata letak yang terencana baik akan banyak membantu pendayagunaan elemenelemen produksi secara lebih efektif dan lebih efisien. 6. Mengurangi inventory in process. 7. Sistem produksi pada dasarnya menghendaki sedapat mungkin bahan baku untuk berpindah dari suatu operasi langsung ke operasi berikutnya secepat cepatnya dan berusaha mengurangi bertumpuknya bahan setengah jadi (material in process).

Problem ini terutama bisa dilaksanakan dengan mengurangi waktu tunggu (delay) dan bahan yang menunggu untuk segera diproses. 8. Proses manufacturing yang lebih singkat. Dengan memperpendek jarak antara operasi satu dengan operasi berikutnya dan mengurangi bahan yang menunggu serta storage yang tidak diperlukan maka waktu yang diperlukan dari bahan baku untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dalam pabrik dapat diperpendek sehingga secara total waktu produksi akan dapat pula diperpendek. 9. Mengurangi resiko bagi kesehatan dan keselamatan kerja dari operator. Perencanaan tata letak pabrik adalah juga ditujukan untuk membuat suasana kerja yang nyaman dan aman bagi mereka yang bekerja didalamnya. Halhal yang bisa dianggap membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan kerja dari operator haruslah dihindari 10. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran

Material yang menunggu, gerakan pemindahan yang tidak perlu, serta banyaknya perpotongan (intersection) dari lintas yang ada akan menyebabkan kesimpangsiuran yang akhirnya akan membawa kearah kemacetan. Dengan memakai material secara langsung dan secepatnya, serta menjaganya untuk selalu bergerak, maka labor cost akan dapat dikurangi sekitar 40% dan yang lebih penting hal ini akan mengurangi problema kesimpangsiuran dan kemacetan didalam aktivitas pemindahan bahan. Layout yang baik akan memberikan luasan yang cukup untuk seluruh operasi yang diperlukan dan proses bisa berlangsung mudah dan sederhana. 11. Mengurangi faktor yang bisa merugikan dan mempengaruhi kualitas dari bahan baku atau pun produk jadi. Tata letak yang direncanakan secara baik akan dapat mengurangi kerusakan kerusakan yang bisa terjadi pada bahan baku ataupun produk jadi. Getaran getaran, debu, panas, dan lainlain dapat secara mudah merusak kualitas material ataupun produk yang dihasilkan.

B. Pabrik Bakpia Pathuk 25 Yogyakarta PATHOK 25 Lokasi Pembuatan Perusahaan Bakpia Pathuk 25 terletak di Jl. AIP II KS Tubun NG I/504, desa Pathuk Yogyakarta. Lokasinya terletak di belakang Malioboro, sehingga memudahkan dalam pemasaran dan pengadaan bahan baku. Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan kerangka yang berhubungan antara orang-orang dengan tugasnya (jabatannya) dalam suatu organisasi sehingga sifatnya dinamis. Perusahaan Bakpia Pathuk 25 dipimpin langsung oleh bapak Arlen Sanjaya yang dalam hal ini dibagi antara bagian administrasi, bagian pemasaran dan bagian proses produksi. Ketenagakerjaan Perusahaan Bakpia Pathuk 25 memiliki beberapa karyawan. Sistem kerja yang diterapkan adalah system serabutan dan pada system ini persaingan kerja yang sehat tidak ada ikatan kontrak kerja dalam jangka waktu tertentu.Dalam pelaksanaan kerja, biasanya penanganan proses yang berat ditangani oleh tenaga kerja pria, seperti pembuatan adonan, pembuatan kumbu dan pengovenan serta tenaga pemasar, sedangkan untuk pencetak ada yang pekerja wanita maupun pria. Khusus untuk pengemasan dilakukan oleh pekerja wanita.Untuk kesejahteraan karyawan.pihak perusahaan memberikan tunjangan yaitu tunjangan untuk makan 3 kali, tunjangan kesehatan, penginapan serta uang bonus lembur, hari raya dan lainlain.

C. Tata Letak Dan Tata Kerja Di Pabrik Bakpia Pathuk 25 Yogyakarta Pabrik bakpia pathuk yang terletak di di Jl. AIP II KS Tubun NG I/504, desa Pathuk Yogyakarta merupakan pabrik pusat pembuatan bakpia pathuk 25 tata letak di pabrik tersebut kurang ergonomis, mengingat di tempat itu juga melayani penjualan sehingga banyak pembeli berkunjung ke tempat ini. Maka dengan adanya pengunjung yang membeli langsung di pabriknya akan mengganggu proses lalu lintas produksi. Mulai dari tahap awal sampai akhir. Tata letak nya di bedakan dari proses awal sampai proses akhir yaitu pada oven dan di lanjutkan pada pengepakan.

Tata letak di pabrik bakpia 25

Dari beberapa gambar diatas dapat dilihat tata letak masih kurang efektif dan efisien karena ruang untuk transportasi proses produksi sempit mengingat banyaknya pengunjung yang selalu melihat langsung ke dalam tempat pembuatannya. Untuk itu perlu di lakukan perancangan lagi agar tata letak pabrik tersebut menjadi lebih baik sesuai pertimbangan berikut: Pertimbanganpertimbangan Dalam Perencanaan Pabrik Baru atau yang Sudah Ada Perencanaan pabrik baru maka aktivitas disini meliputi perencanaan instalasi pabrik yang sama sekali baru yaitu dari perencanaan produk yang akan dibuat sampai dengan perencanaan bangunan pabriknya. Sedangkan pada perencanaan kembali

(redesign/replanning) disini menyangkut perencanaan produk baru atau tata letak baru berdasarkan fasilitasfasilitas produksi yang sudah ada. Pada umumnya perencanaan kembali suatu pabrik disebabkan oleh beberapa alasan tertentu, yaitu : a) Adanya perubahan dalam design produk, model dan lainlain. b) Adanya perubahan lokasi pabrik suatu pemasaran. c) Adanya perubahan ataupun peningkatan volume produksi yang akhirnya membawa perubahan kearah modifikasi segala fasilitas produksi yang ada. d) Adanya keluhankeluhan dari pekerja terhadaap kondisi area kerja yang kurang memenuhi persyaratan tertentu. e) Adanya kemacetankemacetan (bottlenecks) dalam aktivitas pemindahan bahan,

gudang yang terlalu sempit, dan lain. Tipetipe Tata Letak Keputusan mengenai layout mencakup penempatan yang terbaik dari mesin mesin (dipabrik produksi), kantor dan mejameja (dalam kantor), atau pusat pelayanan (dalam kelompok jasa seperti rumah sakit atau department store). Layout yang efektif mendukung arus bahan baku, manusia dan informasi, dalam dan diantara wilayah. Tujuan manajemen adalah untuk mengatur sistem layout sedemikian rupa, sehingga mampu beroperasi dengan efektivitas yang tinggi. Ada enam tipe tata letak (layout) yang dikenal luas atau secara umum yaitu : 1) Tata letak dengan posisi tetap, memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.

2) Tata letak yang berorientasi pada proses, berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai job shop, atau produksi terputus). 3) Tata letak perkantoran, menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi. 4) Tata letak ritel, menempatkan rakrak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan. 5) Tata letak gudang, melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.

Tujuan Perencanaan dan Pengaturan Tata Letak Fasilitas Produksi Tujuan dalam penerapan perancangan tata letak fasilitas produksi yaitu : 1. Melancarkan proses pengolahan dengan melakukan : a) Perbaikan pada susunan mesin, peralatan, operator dan bahan. b) Pengurangan penundaan yang mungkin terjadi. c) Merencanakan aliran bahan sedemikian rupa sehingga setiap aliran bahan dapat berjalan dengan baik dan teratu d) Merencanakan kegiatan pemeliharaan yang baik sehingga dapat

menghasilkan mutu kerja yang efektif. 2. Meminimalisasi material handling. 3. Menjaga turnover dalam proses. 4. Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan beban dari masing masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dari mereka yang bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. 5. Mengusahakan biaya atau investasi serendah mungkin. Susunan mesin dan peralatan yang baik dalam pabrik dapat mengurangi jumlah mesin terutama mesin yang sejenis yang jumlahnya banyak. 6. Flexibility. Perubahan jumlah dan bentuk produksi sangat penting diperhatikan dalam Penggunaan lantai produksi secara optimal. Lantai produksi yang ada harus digunakan seoptimal mungkin, karena hal ini berhubungan dengan biaya. Dengan plant layout yang baik dapat diperoleh luas lantai seminimal mungkin. Luas lantai

pada umunya dipergunakan untuk kebutuhan instalasi, mesin, ruang gerak karyawan dan aliran bahan. 7. Pemakaian tenaga kerja seefektif mungkin. Penggunaan tenaga kerja pada pabrik berubungan dengan desain plant layout yang ada, dengan desain plant layout baik penggunaan tenaga kerja menjadi lebih efektif lagi. Tenaga kerja yang efektif dan efisien diperoleh dengan cara a) Meminimalisasi pemindahan bahan baku menggunakan sistem manual. b) Mengurangi faktor yang mengakibatkan tenaga kerja banyak berjalan dalam l antai produksi. c) Mengusahakan keseimbangan antara mesin dan operator sehingga tidak ada salah satu faktor baik mesin atau operator mengalami idle. d) Pengawasan secara rutin terhadap kinerja para karyawan. e) Menyediakan penerangan, ventilasi dan keselamatan kerja yang terjamin. lingkungan kerja yang memadai seperti tata letak

D. Tata cara kerja di bakpia pathuk 25 Bahan baku pembuatan Bakpia Pathok 25 berupa Tepung Terigu, Kacang Hijau dan Minyak. Ini masih sebatas pengamatan saya di dalam pabriknya. Sedangkan tahap-tahap produksinya menurut websitenya adalah sebagai berikut. 1. Menjemur kacang hijau untuk menghilangkan kutu dan seleksi kacang. Memisahkan kacang dengan kulit kacang hijau. 2. Dipecah menjadi 2 bagian dan dicuci bersih. 3. Pengukusan. 4. Digiling sampai lembut. Dimasak dalam mixer, dicampur dengan gula pasir secukupnya. 5. Pembuatan kulit. Bahan yang digunakan adalah, tepung terigu, gula pasir, air, minyak goreng. Diaduk dalam mixer. Proses ini dinamakan proses rolling, sampai kalis. 6. Proses pemanggangan. 7. Terakhir proses packing / pengemasan. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa Anda lihat di dalam beberapa gambar di bawah ini. .

Pembuatan Adonan Dalam pelaksanaan kerja, biasanya penanganan proses yang berat ditangani oleh tenaga kerja pria, seperti pembuatan adonan, pembuatan kumbu dan pengovenan serta tenaga pemasar, sedangkan untuk pencetak ada yang pekerja wanita maupun pria. Khusus untuk pengemasan dilakukan oleh pekerja wanita. Untuk kesejahteraan karyawan sendiri, pihak perusahaan memberikan tunjangan yaitu tunjangan untuk makan 3 kali, tunjangan kesehatan, penginapan serta uang bonus lembur, hari raya dan lain-lain.

PENUTUP Kesimpulan Dari yang sudah di jelaskan di atas maka dapat menarik kesimpulan bahwa dalam industry tata letak produksi dan tata cara kerja itu sangta penting karena agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas suatu hasil produksi. Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk beroperasi produksi aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performance dari operator Penutup Demikian laporan studi kasus ini saya buat sebagai syarat lulus mata kuliah manajemen industri di jurusan pendidikan teknik elekro universitas negeri Yogyakarta. kerena terbatasnya pengetahuan,waktu dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan studi kasus ini. Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya laporan ini dan penulisan kesempatan kesempatan berikutnya. Apabila banyak kekurangan penulis memohon maaf yang sebesar besarnya. Terima kasih.