8.

1.

7. 6.

RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H.)

2. 3.

5.

4.

RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H.mmap - 1/2/2012 -

Rabithah 'ilmiyah tsaqafiyah. di hadapan manusia sekilas tampak bertentangan antara satu dengan yang lain. asas kebaikan adalah kesucian jiwa. mahabah fillah dan keterikatan kepada kebaikan. Hai'ah siyasiyah. . 5. fikrah Ikhwanul Muslimin berkarakter Islam minded dalam tujuan dan perangkatnya. dan saya sendiri di Ismailiyyah. kontinyuitas amal. memperhatikan pemerolehan harta dan pendistribusiannya. Setiap mushlih (pembaharu) yang ikhlas dan bersemangat tinggi akan mendapatkan semua impiannya dalam fikrah ini. 2. haji. 1. dan ta 'awun (kerja sama) yang kokoh.memulai sebuah tahapan baru dari tahapan jihad yang berkesinambungan. fikrah melingkupi ishlahul umah (perbaikan masyarakat). ia menjadi orang yang diampuni." "Barangsiapa yang terbekali oleh hasil keringatnya sendiri. 4. perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. padahal sesungguhnya tidak demikian. dan ruh. 3. dan zakat). berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. limpahan gemuruh rasa dan cita yang memenuhi pertemuan ini. Hakikat shufiyah. meluruskan persepsi hubungan umat Islam dengan bangsa lain. keterikatan yang kuat. orang-orang akan tahu hakekat dakwah Ikhwanul Muslimin tanpa ada lagi kesulitan dan kerancuan. 5. dan menetapkan sarananya. peningkatan wawasan serta men-tarbiyah fisik. Ahmad Afandi Asy-Syukri di Al-Mahraudiyyah. Semua yang ada di dalamnya terekspresikan oleh mahabah (kecintaan) yang dalam. Syaikh Ahmad Abdul Hamid di Kufr Ad-Dawar. thalabul 'ilm kewajiban setiap muslim dan muslimah. 6. perhatian pada segala 'penyakit' dalam masyarakat Islam dan berusaha menterapi dan mengobatinya. RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. Fikrah ijtima 'iyah. men-tarbiyah bangsa agar memiliki 'izzah. dalam rangka mewujudkan fikrah kami yang tinggi. 8. akal. kejernihan hati. beramal dan berjuang dalam mencari rezeki. menentukan tujuan. 1. Dengan ikatan dan janji setia. memastikan tahapan-tahapan perjalanan. melihat kembali agenda kerja kita. 7. untuk mengungkap kembali barnamij (program-program). puasa. Dakwah salafiah. sehingga 'urf umat secara umum bisa berubah menuju sebuah cara pandang yang islami dan shalih. 2. ukhuwah sejati. (almarhum) Syaikh Hamid Askariyah di Az-Zaqaziq. Syirkah iqtishadiyah. Majelis Ikhwan adalah madrasah ta'lim. maka setiap dari kita akan beramal untuk tujuan ini. Ikhwan memahami bahwa Islam menuntut memperhatian semua sisi itu. Kesempurnaan produktifitas kewajiban Islam (Shalat. 7. menguasai dan menjuarai cabang-cabang olah raga.) 6. beramal dengan sunah (akidah dan ibadah) semaksimal mungkin sesuai kemampuan. dan sama sekali tidak punya keterkaitan dengan segala nilai yang ada di luar Islam. Thariqah suniyah. Jama'ah riyadhiyah. berdakwah untuk mengajak kembali kepada kitab Allah dan sunah Rasul-Nya. dan menjaga identitasnya. Pada akhirnya. memperhatikan masalah fisik dan mukmin yang kuat itu lebih baik daripada mukmin yang lemah. 4. “Sebaik-baik harta adalah (yang dipegang) oleh seorang yang shalih." 8." "Sesungguhnya Allah menyukai seorang mukmin yang mempunyai pekerjaan. kami berempat akhirnya berpencar. 3.

RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. yakni sumber aturan. 2. sebatas rangkaian ritual peribadatan formal kumpulan ajaran akhlak mulia dan spiritualisme yang meggelora kumpulan hikmah dan falsafah yang menyegarkan akal dan ruhani agama yang jauh berbagai "kotoran" materi yang tiran dan gulita hanya sebatas rasa kagum terhadap makna-makna yang hidup dan realistis sebuah ideologi warisan dan amal perbuatan yang turun-temurun Hanya sedikit manusia yang mengetahui Islam dalam bentuknya yang sempurna. dipahami hikmah-hikmahnya. Namun. jika puas berislam dalam aspek ibadahnya saja dan bertaklid kepada non muslim pada aspek-aspek kehidupan lainnya. Kita tidak akan mempola zaman dengan pola yang tidak sesuai dengan Islam. kebahagiaan akhirat dan kenikmatan duniawi (Al-Oashash: 77) akidah dan ibadah (Al-Bayyinah: 5) 7. asas dan sandaran ajaran Islam adalah Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya 5. Islamlah agama semua manusia. mempunyai 'izzah di hadapan umat yang lain. keadilan bukan terletak pada nash perundang-undangan. materi pemikiran. melingkupi semua tujuan dan tuntutan kehidupan. (Ai-Baqarah: 85) Banyak pendapat atau ilmu yang berhubungan dengan Islam dan terwarnai dengan warnanya telah membawa semangat zaman yang memunculkan sebuah masyarakat yang berpadu dengannya. islam memiliki makna yang integral dan universal. 3. cermin kesempurnaan manusia. akan tetapi terletak pada jiwa sang hakim. baik dari sisi ilmu maupun amal Islam adalah akidah dan ibadah. shibghah dengan keseluruhan maknanya.) 6. jelas. pemerintahan dan umat. penyelewengan. politik. maka akan shalih dan indah. membersihkannya dari noda-noda ambisi pribadi. 4. . dan melingkupi semua makna yang memang semestinya dinisbatkan kepada Islam 8. serta mushaf dan pedang. dan terealisir dalam kehidupan sehari-hari kaidah-kaidah dan ajarannya. umat muslim dengan kualitas keislaman yang shahih. Jika jiwa manusia istiqamah dan jernih. makna dan gambaran Islam yang tercermin dalam jiwa Ikhwanul Muslimin 1.1. Islam memberikan obat bagi jiwa manusia tuk menyucikan hawa nafsu. dan perundang-undangan (An-Nisa': 65) ekonomi dan perdagangan (AI-Baqarah: 282) jihad dan peperangan (An-Nisa': 102) berinteraksi dengan Kitab Allah untuk petunjuk dan jalan yang lurus. maka yang demikian ini adalah sosok umat yang tidak sempurna keislamannya. dan permusuhan. maka aksiomatika Islam selalu sesuai dengan zaman dan bangsa yang hidup di zaman itu. Islam adalah sistem kehidupan yang menyeluruh dan mengatur seluruh aspek kehidupan umat dan bangsa di setiap masa terapi kejiwaan kepada manusia. Dia juga harus dijadikan pijakan. khususnya dalam masalah-masalah keduniaan murni. Islam sama sekali tidak melarang mengambil manfaat dari setiap sistem yang shalih dan tidak bertentangan dengan kaidah-kaidahnya yang integral dan asas-asanya yang universal. ajaran Islam itu utuh dan menyeluruh hukum. menunjukkannya ke arah kesempurnaan dan keutamaan. berada pada batas-batas Rabani (merujuk Al-Qur'an) dan batas nabawi (bercermin kepada sunah). spiritualisme dan amal. serta membentenginya dari penyimpangan. umat ini berbeda pendapat tentang makna Islam dengan perbedaan yang sangat jauh. memahami Islam sebagaimana para sahabat dan tabi'in dari salafush-shalih. jiwa manusia menjadi pusat perhatian dalam kitab Allah. 2. 3. tajarud (penyucian diri) dan zuhud sebuah aliran fiqih Kalau saja mereka mau tentu mereka akan segera tahu tentang hakekat Ikhwan dan memahami segala sesuatu yang terkait dengan dakwahnya. dien dan daulah. mereka berbeda pendapat ketika memahami Ikhwanul Muslimin dan mempersepsikan fikrahnya sebuah jamaah kebajikan dan tabligh sebuah tarekat sufi yang mengajarkan cara dzikir. tidak terikat selain ikatan yang diberikan oleh Allah. Islam lebih sempurna dan lebih tinggi nilainya daripada sekedar pemaparan serpihan parsial kehidupan ini. merefleksi dalam setiap aspek kehidupan. Dari sini pula. Islam telah meletakkan kaidah-kaidah universal pada setiap aspek kehidupan dan membimbing manusia menuju metode yang tepat dalam melaksanakannya dan meniti langkah di atasnya. persepsi dan pembentukan. Oleh karena itu.

) 2. Alasan "mengutamakan kerja daripada seruan dan propaganda" Ketiga. tidak bermaksud membangga-banggakannya. kesungguhan. dan beraktivitas bersama kami. ikatan kasih sayang. mereka tidak mengetahui tujuan hidup dan kehidupan ini. serta kekanglah syahwat dan adat kebiasaan kalian. barangsiapa yang rajin dalam bekerja maka beruntunglah ia. pelaksanaan amal menuju produktivitas kerja dakwah yang optimal. Banyak di antara mereka yang kebingungan. Kesungguhan kerja maktab (Kantor pusat) menjadikan anggotanya semakin menegarkan kekuatan dan kesungguhan dalam berkhidmah kepada akidah didalam hatinya dengan keyakinan yang kokoh dan suci. peningkatan kesehatan anggota. Jangan sekali-kali melanggar aksiomatika alam. Ikhwan dengan segala aktivitas perbaikan yang berdampak positif ini. Fase Tanfidz. Mengutamakan kerja (Ai-Hujurat: 17) barisan pendukung dan klub-klub Ikhwan penuh dengan para mahasiswa (yang memiliki idealisme tinggi). dan soliditas takwiniyah. karena ushulul Islam (asas-asas Islam) terdiri dari ayat. mengkhawatirkan adanya kotoran riya' 2. 5. bersegeralah untuk berkiprah (di lapangan). maka kita persilakan dengan hormat kepada para tokoh. banyaknya aktifis. yang itu sama sekali tidak sesuai dengan ukhuwah Islamiyah. Khilafiyah ada dari era sahabat sampai kiamat. Seandainya hal ini diluar ikhwan tentunya akam digaungkan ke sepenjuru bumi. . Perasaan seperti inilah yang menjadi "menu lezat" dan spirit bagi tumbuhnya dakwah Ikhwan. camping dan klub-klub olah raga. dan manhaj amal (sistem kerja) kalian. dan ikatan kesetiaan persaudaraan di atas jalan dakwah. sungguh pahalanya hanya ada di sisi Allah. Al-Kataib (pembentukan kelompok-kelompok). selebaran-selebaran. yang ingin meraih kedudukan dan harta kekayaan melalui golongan dan jamaahnya. Sebagai dampak dari situasi dan kondisi seperti ini. golongan. Cepat berkembang di pedesaan dan perkotaan. tumbuh di antara puing-puing khilafiyah fiqih antar kalangan dan persengketaan berlarut-larut tentang hal-hal yang bersifat furu' yang telah menyalakan bara perpecahan di kalangan para pemuja ambisi dan egoisme. mengantisipasi adat dan tradisi. mempertautkan jiwa dan ruh. lalu Allah menjelaskannya sehingga mereka memahaminya. penyampaian. melatih ketaatan. sampai pohon itu berbuah dan sampai tiba waktunya buah itu untuk di petik. seleksi aktifis terekrut. tiang penyangganya semakin kokoh sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan.8." bijaknya Imam Malik ra saat Khalifah Abu Ja'far meminta umat untuk mengikuti 'Al-Muwatha aib dan cela adalah ta'ashshub (fanatik) dengan satu pendapat dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia Ikhwan senantiasa berpaling dari dakwah yang berorientasi pada pencapaian tujuan dan ambisi pribadi sebagian besar tokoh rata-rata kurang dalam hal keislaman 1. Fase Ta'rif. Fase Takwin (fase pembentukan). pola pikir. menanggung beban derita perjuangan. acara-acara yang bersifat umum maupun khusus. Sesuai dengan kemurnian hakekat dan keshalihan sudut pandangnya. bukan memecah-belah. dan orang yang berjihad saja berbeda dengan orang berjihad dengan bijak sehingga produktif. ta 'aruf. mengkhawatirkan memperbaiki dakwah dengan permusuhan yang dalam atau persahabatan kental prinsipnya. Akan tetapi. bagi mereka yang bersabar bersama kami sampai benih itu tumbuh. 6. meniti jalan. orang yang beramal berbeda dengan orang yang berjihad. tujuan hidup mulia. pertajam kepahaman mereka dengan materi materi. Banyak pemuda yang tadinya tersesat. Tempalah dengan tarbiyah yang shahihah. Saat itulah kalian harus menjelaskan kepada manusia tentang tujuan. dan langkah-langkah kerja yang nyata. Sebelumnya. 6. bentuklah segera katibah dan kelompok-kelompok. pernyataan ini tentu sulit diterima oleh jiwa-jiwa yang ambisius. "Ma'had Tarbiyah Jisrniyah" (pendidikan jasmani). hasil akhir yang sempurna adalah tersebarnya pengenalan fikrah. Ikatan antara cabang-cabang Ikhwan adalah ikatan nama. manfaatkan. dalam memaknai hakekat tujuan. 3. Lahirlah dalam dada mereka cita-cita luhur. karena aksiomatika itulah yang akan menang. dan setiap kaum itu mempunyai ilmu. 4. anggota Ikhwanul Muslimin tidak pernah kikir untuk keperluan dakwah mereka. terus menerus dalam menjaga hubungan baik dengan Allah. Kalau dahulu berbuat maksiat adalah tradisi mereka. Pemberian materi ta'lim di katibah dan klub-klub Ikhwanul Muslimin. dan amal-amal aplikatif yang akal pikiran dan pemahaman pasti mengalami perbedaan dalam menafsirkan dan memahaminya. dan kendalikan arusnya. 2. maka sekali-kali tidak memberi pengaruh pula kata-katanya. tujuan secara global. untuk semua manusia. meningkatkan intelektualitas melalui studi yang komprehensif baik urusan agama maupun dunianya. 3. mempersiapkan dirinya menjadi qiyadah (pemimpin) bagi umat atau bahkan menjadi "guru" bagi seluruh alam (ustadziyatul 'alam) kejantanan itu akan teruji dengan kesabaran. dosen. sebarkan dakwah kalian ke medan medan yang belum pernah tersentuh. "Sesungguhnya para sahabat Rasul berpencar ke seluruh penjuru negeri. Membentuk regu kepanduan. kemudian menguasainya. Dan barangsiapa yang dengan kerjanya tidak memberi pengaruh. perangkat. rihlah yang berganti-ganti. mempengaruhi dan bukan dipengaruhi. kini Allah telah memberikan petunjuk kepada mereka untuk taat. ketika perangkat dakwah semakin kuat. dan organisasi untuk bergabung. Dakwah pun akan bisa memaksimalkan penggunaan waktu dan mengoptimalkan potensi bersama mereka atau menunggu sejenak sembari memohon ma'unah ke hadirat Allah Pertama. seleksi yang ketat. seorang yang berbicara itu berbeda dengan orang yang beramal. idealisme yang tinggi. akhirnya mereka kembali kepada khithah utama dan hati dipenuhi oleh rasa yakin dan percaya. ikatan kerja sama. dan jangan sekali-kali kalian sia-siakan waktu meski hanya semenit tanpa diisi dengan amal. serta para ulama. Mengutamakan menjauhi dan bersabar karena mempertahankan unsur-unsur yang shalih. dan penasehatnya (yang memiliki dedikasi tinggi). Menjauhi titik-titik khilafiyah 2. khususnya yang terlalu semangat dan tergesa-gesa! Kedua. (At-Taubah:111) Kami tidak mau menerima sesuatu pun kecuali dari anggota atau simpatisan. hadits. 3. Memperhatian pemuda. 7. khilafiyah dalam hal-hal yang furu' pasti terjadi. itu tidaklah mengherankan sekarang memang berada di zaman propaganda. 4. pengenalan. Sedikit pun kami tidak mau menggantungkan diri kepada pemerintah. dan kontinyuitas amal. dan mempengaruhi perasaan serta mengarahkan pola pikir mereka. Menjauhi fanatisme partai-partai dan golongan . dan melalui berbagai penerbitan 1. ikatan kesucian amal. hingga tabir terkuak dan manusia mengetahui sebagian hakekat yang tersembunyi. siapkanlah diri kalian. ketabahan. 5. lalu Allah memberi mereka bimbingan. (An-Nuur: 35) Pesatnya pertumbuhan dakwah ini dirangsang dan dipupuk oleh imperialisme asing dan kolonialisme Barat atas negeri ini. Wahai Ikhwan. Menjauhnya dari para propagandis yang mengoceh tanpa kerja nyata. maka jika aku bawa mereka kepada satu pendapat tentu akan terjadi fitnah. Ketika dakwah ini mulai menampakkan jati dirinya. kepada segala tingkatan sosial 1. menjaga moralitas dan sportifitas olah raga. "Ma 'had Tarbiyah 'Umiyah " dan Fikriyah. merebut simpati orang-orang beriman.golongan 1. Dia mewajibkan kalian agar benar dalam orientasi dan profesional dalam beramal. Kemunculannya berhadapan dengan sebuah fase pergolakan yang kuat dan keras antara penjajah yang fanatis dengan rakyat yang patriotis. lalu Allah memberi mereka petunjuk. ujilah dengan amal (amal yang tidak menyenangkan dan sangat memberatkan). mengkoordinasikan dan memobilisasikan untuk berinteraksi dengan objek dakwah. serta menyiapkan jundi yang shalih 3. dan penyebaran fikrah. dakwah Ikhwan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dengan gerakan-gerakan dakwah yang lain di zamannya. Dakwah islamiyah itu sifatnya umum. materi-materi pelajaran yang terus menerus. Untuk membimbing umat dan generasinya kepada sesuatu yang memberi manfaat dan kebaikan bagi mereka. sistem. 7. Memperhatikan takwin (pembentukan kepribadian) dan tadaruj (bertahap) dalam langkahnya RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. Dakwah ini bertujuan untuk menyatukan. Pergunakan. pembesar. "Ma'had Tarbiyah Ruhiyah". serta kesiapan untuk berjuang dan berkorban di atas jalan dakwah. Menjauhi dominasi tokoh dan pembesar dikarenakan banyaknya pertentangan dan saling merendahkan antara golongan yang ada. Allah tidak pernah membebani kalian dengan target-target dalam setiap amal. yakinkanlah pada diri kalian akan beratnya tugas.

sementara itu undang-undang melindungi pezina. dan masyarakat tidak memetik hasil darinya kecuali madharat. dan yang mengontrol apa-apa yang mereka kerjakan dalam pelaksanaan undang-undang. 7. IM senantiasa bekerja mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. 45. dan mengatur perjudian. 47) (Ash-Shaff: 8) Allah dan Rasul-Nya mengharamkan zina. aku berlindung kepadamu dari rasa (Lemah produktivitas) lemah dan sifat malas. baik perdata maupun pidana. dalam praktek penerapan Undang-undang Dasar. Kedua. mendukung riba. dan menegakkan hukum hukumnya. dan aku berlindung kepadamu dari (Lemah harga diri) lilitan hutang dan kekerasan sikap orang. sebagian teks UUD Mesir itu rancu dan membingungkan. dan Revolusi 1. (AI-Baqarah: 138). kewajiban-kewajiban penguasa. Ikhwanul Muslimin dan Pemerintahan 6. Oleh karenanya. mengandalkan. Ikhwan tidak memikirkan. membenarkan khamr. Ikhwanul Muslimin dan Undang -undang 5." Adapun kekuatan itu. Dustur adalah aturan pemerintahan yang bersifat global yang mengatur batas batas kekuasaan. Harus ada tenggang waktu di mana prinsip-prinsip Ikhwan tersebar dan memasyarakat. sehingga dapat mewujudkan apa yang diinginkan. sementara para ahli fiqih juga telah banyak menuliskannya. Kekuatan. perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. Ikhwanul Muslimin dan Undang undang Dasar Mesir RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. Tetapi pemerintahan itu menjadi bagian dari manhaj Ikhwan. generasi yang bekerja membentuk bangunan umat ini dengan shibghah islamyah dalam semua aspek kehidupannya. UUD Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam dibanding dengan sistem UUD yang mana pun di dunia ini. lalu kekuatan fisik dan senjata. Adapun mengenai revolusi. Qanun adalah peraturan yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan yang lain.) 2. Ikhwan. bagaimana mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan kelompok. la masih membutuhkan pembatasan-pembatasan dan penjelasan lebih lanjut. Ikhwanul Muslimin tidak menuntut tegaknya pemerintahan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. serta tidak berfungsinya perangkat perbaikan. ia merupakan syi'ar Islam dalam perundangan dan syari'atnya Tujuan dan Sarana peringkat pertama kekuatan adalah kekuatan akidah dan iman. di semua sisi perundang-undangan. ia adalah sistem perundangan-undangan dan pengajaran. "Sesungguhnya. Islam adalah hukum dan sekaligus penerapannya. (AI-Anfal: 60) "Mukmin yang kuat itu lebih baik daripada mukmin yang lemah." "Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari rasa (Lemah kemauan) gundah dan gelisah. khamr. . munculnya pergolakan yang itu bukan bagian dari manhaj Ikhwan. yang kemudian melahirkan undang-undang. Tujuan Ikhwan adalah pembentukan generasi baru kaum beriman yang berpegang pada ajaran Islam yang benar. kemudian kekuatan kesatuan dan ikatan persaudaraan. baik hukum perdagangan maupun hukum kenegaraan.8. di mana yang satu tidak bisa dipisahkan dari lainnya. dan tata hubungannya dengan rakyat. Pertama. 3. sebagaimana ia adalah undang-undang dan peradilan. dan memerangi perjudian. musyawarah dan ketundukan penguasa kepada kehendak rakyat. telah terbukti gagal. sehingga mereka menjadi suri teladan bagi yang lainnya dalam hal memegang prinsip. Al-Qur'an dan Sunah sarat dengan muatan ini. riba. memelihara. tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan kontrol mereka kepada program yang dijalankan. serta memungkinkan adanya interpretasi subjektif dari masing-masing pihak. Islam menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum. aku berlindung kepadamu dari (Lemah harta) sifat pengecut dan bakhil. apalagi meyakini manfaatnya. Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian teks-teks yang rancu dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya dalam negeri. 4. yang melindungi hak-hak moral maupun material. ia sangat membutuhkan perbaikan dan koreksi. dua hal yang harus diperhatikan. Sarananya adalah pengubahan tradisi global kehidupan masyarakat dan pembinaan para pendukung dakwah dengan ajaran Islam ini. diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya hukum Islam adalah dosa besar yang tidak terampuni kecuali dengan mengambil alih pemerintahan dari tangan mereka yang tidak mau menegakkannya. (AI-Maidah: 49-50) (AI-Maidah: 44. Allah mencegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur'an. pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. di bagian ushul bukan di pembahasan bagian-bagian cabang fiqih. Dia terjadi lebih karena tekanan dan tuntutan kondisi." (Utsman bin Affan) buku-buku induk fiqih dan akidah.

langkah para aktifis. musyawarah. dan peradaban Islam secara umum. dikatakan. berusaha terus-menerus untuk memperluas jurang perpecahan di kalangan umat dan mengguncang kekuasaan pemerintahan yang resmi. negara Islam itu satu dan tidak terbagi-bagi.mendukung kesatuan Arab . sehingga dalam pelaksanaannya dapat menekan bahaya yang seringan-ringannya. identitas Islam. baru kemudian tetangga. pemersatu. dan suka-dukanya. senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad. pertahanan keamanan. Sikap Ikhwan Terhadap Negara . menghilangkan permusuhan semacam ini dan berusaha untuk bersatu antara yang satu dengan yang lain. ekonomi. dan prioritas penyaluran potensi. hina pulalah Islam. . dan perantara bagi naungan Allah di muka bumi. Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan menentang arus (menghancurkan kedai-kedai minuman) seperti ini belum saatnya. sebagaimana Allah telah mewajibkan atas mereka. 1. bentuk formal dari ikatan antar bangsa muslim. 2.8. Kemudian Islam menyatukan mereka. beraktivitas untuk kemaslahatan negaranya . 3. "Jika bangsa Arab terhina. Bersama mendirikan pemerintahan koalisi dalam sebuah negara yang demokratis. akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat imam yang satu. berekspresi." kesatuan Arab adalah suatu keharusan demi mengembalikan kejayaan Islam. berpikir. Harus ada konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim. 5. Ingatlah. Dalam sebuah atsar. di mana ia merupakan penengah. perasaan. Ikhwanul Muslimin dan Khilafah RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. meski untuk itu harus mengorbankan jiwa dan harta. Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi di antara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar negara. penenteram hati. dan nasehat (sebagaimana yang digariskan oleh Islam) dengan fanatisme terhadap pendapat. Haruslah dipilih waktu yang tepat untuk itu dengan menempuh cara yang sebijak mungkin. bahasa. bahwa Islam mewajibkan atas kaum muslimin untuk menjadi pemimpin di wilayah mereka dan menjadi tuan di negeri sendiri. sesungguhnya Arab itu bahasa. Memusuhi satu bagian berarti memusuhi semuanya. bahwa Arab itu bahasa. Dan mengkondisikan orang lain agar masuk dalam lingkup dakwah dan mendapat petunjuk dengan cahaya Islam. menyangkut masalah politik. Ikhwanul Muslimin dan Partai Politik 4. ada perbedaan prinsip antara kebebasan berpendapat. Namun ada perbedaan kecil dalam masalah uslub dakwah. Setelah itu membentuk Persekutuan Bangsa-bangsa Muslim. keluar dari lingkaran jamaah. Pekerjaan mengulangi itu lebih mudah daripada memulai. persatuan akidah dan musuh bagi kelompok-kelompok nasab (keturunan) (Ai-Hujurat: 10) "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ikhwan dan jamaah Mesir Al-Fatat Sikap Ikhwan Terhadap Ormas-ormas Islam Ikhwan dan Jamaah As-Syubban Langkah-langkah untuk mengembalikan eksistensi khilafah Nasionalisme Arabisme Kesatuan Islam 1.) 7.mewujudkan kesatuan Islam (AI-Anbiya: 107) khilafah adalah lambang kesatuan Islam. Pertama. dan kehormatan kekuasaannya. Sikap Ikhwan Terhadap Berbagai Institusi 2. Ikhwan juga menginginkan terwujudnya kedekatan antara ormas-ormas Islam dan berusaha menyatukan serta menghimpun mereka dalam satu fikrah secara umum. tegaknya daulah. 3. seorang muslim adalah orang yang paling nasionalis dan paling besar sumbangsihnya bagi bangsa.negara Barat 6. tempat rujukan bagi pemberlakuan hukum Islam. sosial. Kedua. kepada Madinah ternyata tidak menghalangi dirinya dari rindu kepada Makkah." "Ingatlah." Dahulu bangsa-bangsa Berbeda agama. Cinta Rasulullah saw. bersuara. cita-cita. mendahulukan yang terdekat kemudian yang dekat (masih ada hubungan famili). menghimpun diri dalam satu wadah jam'iyah Isiamiyah Kesamaan tujuan umum dari keduanya adalah bergerak dan beramal demi kejayaan Islam dan kebahagiaan kaum muslimin. menafsirkan sesuatu.

bersikap pengecut dan takut menghadapi kenyataan. Obatnya adalah lawanlah berbagai bentuk kerusakan moral tersebut. 8. hilangnya standar nilai yang agung. . RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain kecuali mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. lari dari persoalan dan tidak berusaha untuk mengantisipasinya. karena jihad tidak mungkin dilakukan dengan santai. 6. 5. 4. serta perpecahan.) 2. agar mereka bersabar (tidak tergesa-gesa) dan menunggu putaran zaman. 3. 1. 7. Saya telah berbicara di hadapan mereka yang bersemangat di antara kalian.Penyakit itu teringkas dalam satu rangkaian. Saya pun berbicara kepada mereka yang malas agar segera bangkit dan bergerak. yakni dekadensi moral. mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful