8.

1.

7. 6.

RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H.)

2. 3.

5.

4.

RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H.mmap - 1/2/2012 -

Syaikh Ahmad Abdul Hamid di Kufr Ad-Dawar. beramal dan berjuang dalam mencari rezeki. 7. 4. fikrah Ikhwanul Muslimin berkarakter Islam minded dalam tujuan dan perangkatnya. memastikan tahapan-tahapan perjalanan. 1. Ahmad Afandi Asy-Syukri di Al-Mahraudiyyah. meluruskan persepsi hubungan umat Islam dengan bangsa lain. Semua yang ada di dalamnya terekspresikan oleh mahabah (kecintaan) yang dalam. dan menetapkan sarananya. . dalam rangka mewujudkan fikrah kami yang tinggi. Kesempurnaan produktifitas kewajiban Islam (Shalat. RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. akal. di hadapan manusia sekilas tampak bertentangan antara satu dengan yang lain. men-tarbiyah bangsa agar memiliki 'izzah. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. “Sebaik-baik harta adalah (yang dipegang) oleh seorang yang shalih. Hai'ah siyasiyah. ukhuwah sejati. melihat kembali agenda kerja kita. dan menjaga identitasnya. Dakwah salafiah. thalabul 'ilm kewajiban setiap muslim dan muslimah. 2." 8. maka setiap dari kita akan beramal untuk tujuan ini. keterikatan yang kuat. Setiap mushlih (pembaharu) yang ikhlas dan bersemangat tinggi akan mendapatkan semua impiannya dalam fikrah ini. peningkatan wawasan serta men-tarbiyah fisik. Thariqah suniyah. haji. dan sama sekali tidak punya keterkaitan dengan segala nilai yang ada di luar Islam. kontinyuitas amal. dan zakat). Rabithah 'ilmiyah tsaqafiyah." "Barangsiapa yang terbekali oleh hasil keringatnya sendiri. 5. puasa. (almarhum) Syaikh Hamid Askariyah di Az-Zaqaziq. 8. Pada akhirnya. mahabah fillah dan keterikatan kepada kebaikan. Fikrah ijtima 'iyah. 2. dan ruh. berdakwah untuk mengajak kembali kepada kitab Allah dan sunah Rasul-Nya. perhatian pada segala 'penyakit' dalam masyarakat Islam dan berusaha menterapi dan mengobatinya.) 6. orang-orang akan tahu hakekat dakwah Ikhwanul Muslimin tanpa ada lagi kesulitan dan kerancuan. Dengan ikatan dan janji setia." "Sesungguhnya Allah menyukai seorang mukmin yang mempunyai pekerjaan. perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. beramal dengan sunah (akidah dan ibadah) semaksimal mungkin sesuai kemampuan. dan ta 'awun (kerja sama) yang kokoh. 1. menguasai dan menjuarai cabang-cabang olah raga. ia menjadi orang yang diampuni. Majelis Ikhwan adalah madrasah ta'lim.memulai sebuah tahapan baru dari tahapan jihad yang berkesinambungan. 5. menentukan tujuan. 3. asas kebaikan adalah kesucian jiwa. 7. limpahan gemuruh rasa dan cita yang memenuhi pertemuan ini. Jama'ah riyadhiyah. kejernihan hati. memperhatikan masalah fisik dan mukmin yang kuat itu lebih baik daripada mukmin yang lemah. 3. sehingga 'urf umat secara umum bisa berubah menuju sebuah cara pandang yang islami dan shalih. 4. 6. fikrah melingkupi ishlahul umah (perbaikan masyarakat). kami berempat akhirnya berpencar. untuk mengungkap kembali barnamij (program-program). Hakikat shufiyah. padahal sesungguhnya tidak demikian. memperhatikan pemerolehan harta dan pendistribusiannya. Ikhwan memahami bahwa Islam menuntut memperhatian semua sisi itu. dan saya sendiri di Ismailiyyah. Syirkah iqtishadiyah.

dan permusuhan. yakni sumber aturan. sebatas rangkaian ritual peribadatan formal kumpulan ajaran akhlak mulia dan spiritualisme yang meggelora kumpulan hikmah dan falsafah yang menyegarkan akal dan ruhani agama yang jauh berbagai "kotoran" materi yang tiran dan gulita hanya sebatas rasa kagum terhadap makna-makna yang hidup dan realistis sebuah ideologi warisan dan amal perbuatan yang turun-temurun Hanya sedikit manusia yang mengetahui Islam dalam bentuknya yang sempurna. kebahagiaan akhirat dan kenikmatan duniawi (Al-Oashash: 77) akidah dan ibadah (Al-Bayyinah: 5) 7. mereka berbeda pendapat ketika memahami Ikhwanul Muslimin dan mempersepsikan fikrahnya sebuah jamaah kebajikan dan tabligh sebuah tarekat sufi yang mengajarkan cara dzikir. . Islam telah meletakkan kaidah-kaidah universal pada setiap aspek kehidupan dan membimbing manusia menuju metode yang tepat dalam melaksanakannya dan meniti langkah di atasnya. keadilan bukan terletak pada nash perundang-undangan. pemerintahan dan umat. Islamlah agama semua manusia. Jika jiwa manusia istiqamah dan jernih. mempunyai 'izzah di hadapan umat yang lain. dan melingkupi semua makna yang memang semestinya dinisbatkan kepada Islam 8. berada pada batas-batas Rabani (merujuk Al-Qur'an) dan batas nabawi (bercermin kepada sunah). menunjukkannya ke arah kesempurnaan dan keutamaan.) 6. asas dan sandaran ajaran Islam adalah Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya 5. islam memiliki makna yang integral dan universal. dipahami hikmah-hikmahnya. tidak terikat selain ikatan yang diberikan oleh Allah. 2. Kita tidak akan mempola zaman dengan pola yang tidak sesuai dengan Islam. politik. maka yang demikian ini adalah sosok umat yang tidak sempurna keislamannya. dan perundang-undangan (An-Nisa': 65) ekonomi dan perdagangan (AI-Baqarah: 282) jihad dan peperangan (An-Nisa': 102) berinteraksi dengan Kitab Allah untuk petunjuk dan jalan yang lurus. merefleksi dalam setiap aspek kehidupan. melingkupi semua tujuan dan tuntutan kehidupan. maka akan shalih dan indah. Namun. tajarud (penyucian diri) dan zuhud sebuah aliran fiqih Kalau saja mereka mau tentu mereka akan segera tahu tentang hakekat Ikhwan dan memahami segala sesuatu yang terkait dengan dakwahnya. ajaran Islam itu utuh dan menyeluruh hukum. makna dan gambaran Islam yang tercermin dalam jiwa Ikhwanul Muslimin 1. spiritualisme dan amal. Oleh karena itu. Islam adalah sistem kehidupan yang menyeluruh dan mengatur seluruh aspek kehidupan umat dan bangsa di setiap masa terapi kejiwaan kepada manusia. persepsi dan pembentukan. jika puas berislam dalam aspek ibadahnya saja dan bertaklid kepada non muslim pada aspek-aspek kehidupan lainnya. memahami Islam sebagaimana para sahabat dan tabi'in dari salafush-shalih. Islam sama sekali tidak melarang mengambil manfaat dari setiap sistem yang shalih dan tidak bertentangan dengan kaidah-kaidahnya yang integral dan asas-asanya yang universal. 2. (Ai-Baqarah: 85) Banyak pendapat atau ilmu yang berhubungan dengan Islam dan terwarnai dengan warnanya telah membawa semangat zaman yang memunculkan sebuah masyarakat yang berpadu dengannya. RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. akan tetapi terletak pada jiwa sang hakim. dan terealisir dalam kehidupan sehari-hari kaidah-kaidah dan ajarannya. 4. shibghah dengan keseluruhan maknanya. maka aksiomatika Islam selalu sesuai dengan zaman dan bangsa yang hidup di zaman itu. jelas. membersihkannya dari noda-noda ambisi pribadi. Dari sini pula.1. materi pemikiran. jiwa manusia menjadi pusat perhatian dalam kitab Allah. baik dari sisi ilmu maupun amal Islam adalah akidah dan ibadah. cermin kesempurnaan manusia. serta membentenginya dari penyimpangan. penyelewengan. 3. serta mushaf dan pedang. 3. Dia juga harus dijadikan pijakan. umat muslim dengan kualitas keislaman yang shahih. Islam memberikan obat bagi jiwa manusia tuk menyucikan hawa nafsu. Islam lebih sempurna dan lebih tinggi nilainya daripada sekedar pemaparan serpihan parsial kehidupan ini. umat ini berbeda pendapat tentang makna Islam dengan perbedaan yang sangat jauh. khususnya dalam masalah-masalah keduniaan murni. dien dan daulah.

Pemberian materi ta'lim di katibah dan klub-klub Ikhwanul Muslimin. akhirnya mereka kembali kepada khithah utama dan hati dipenuhi oleh rasa yakin dan percaya. khususnya yang terlalu semangat dan tergesa-gesa! Kedua. ikatan kerja sama. 3. lalu Allah menjelaskannya sehingga mereka memahaminya. kesungguhan. 3. Fase Ta'rif. serta kekanglah syahwat dan adat kebiasaan kalian. Dan barangsiapa yang dengan kerjanya tidak memberi pengaruh. Membentuk regu kepanduan. sampai pohon itu berbuah dan sampai tiba waktunya buah itu untuk di petik. dan langkah-langkah kerja yang nyata. Dakwah ini bertujuan untuk menyatukan. Pergunakan. dan setiap kaum itu mempunyai ilmu. Kalau dahulu berbuat maksiat adalah tradisi mereka. 3. sistem. bukan memecah-belah. terus menerus dalam menjaga hubungan baik dengan Allah. 4. Ikhwan dengan segala aktivitas perbaikan yang berdampak positif ini. Jangan sekali-kali melanggar aksiomatika alam.8. lalu Allah memberi mereka bimbingan. Saat itulah kalian harus menjelaskan kepada manusia tentang tujuan. Dia mewajibkan kalian agar benar dalam orientasi dan profesional dalam beramal. Banyak pemuda yang tadinya tersesat. siapkanlah diri kalian. dan orang yang berjihad saja berbeda dengan orang berjihad dengan bijak sehingga produktif. khilafiyah dalam hal-hal yang furu' pasti terjadi. rihlah yang berganti-ganti. ikatan kesucian amal. Ketika dakwah ini mulai menampakkan jati dirinya. tiang penyangganya semakin kokoh sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan. idealisme yang tinggi. Al-Kataib (pembentukan kelompok-kelompok). Memperhatian pemuda. tujuan secara global. dan mempengaruhi perasaan serta mengarahkan pola pikir mereka. ikatan kasih sayang. itu tidaklah mengherankan sekarang memang berada di zaman propaganda. menjaga moralitas dan sportifitas olah raga. seleksi yang ketat. karena aksiomatika itulah yang akan menang." bijaknya Imam Malik ra saat Khalifah Abu Ja'far meminta umat untuk mengikuti 'Al-Muwatha aib dan cela adalah ta'ashshub (fanatik) dengan satu pendapat dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia Ikhwan senantiasa berpaling dari dakwah yang berorientasi pada pencapaian tujuan dan ambisi pribadi sebagian besar tokoh rata-rata kurang dalam hal keislaman 1. mengantisipasi adat dan tradisi. Sebagai dampak dari situasi dan kondisi seperti ini. hingga tabir terkuak dan manusia mengetahui sebagian hakekat yang tersembunyi. 4. ujilah dengan amal (amal yang tidak menyenangkan dan sangat memberatkan). Menjauhi dominasi tokoh dan pembesar dikarenakan banyaknya pertentangan dan saling merendahkan antara golongan yang ada. maka jika aku bawa mereka kepada satu pendapat tentu akan terjadi fitnah. hadits. 7. Menjauhi fanatisme partai-partai dan golongan . . Sebelumnya. pola pikir. (At-Taubah:111) Kami tidak mau menerima sesuatu pun kecuali dari anggota atau simpatisan. lalu Allah memberi mereka petunjuk. "Sesungguhnya para sahabat Rasul berpencar ke seluruh penjuru negeri. "Ma'had Tarbiyah Ruhiyah". Cepat berkembang di pedesaan dan perkotaan. bersegeralah untuk berkiprah (di lapangan). camping dan klub-klub olah raga. yang itu sama sekali tidak sesuai dengan ukhuwah Islamiyah. pembesar. Sedikit pun kami tidak mau menggantungkan diri kepada pemerintah. Wahai Ikhwan. Khilafiyah ada dari era sahabat sampai kiamat. serta kesiapan untuk berjuang dan berkorban di atas jalan dakwah. dalam memaknai hakekat tujuan. Kesungguhan kerja maktab (Kantor pusat) menjadikan anggotanya semakin menegarkan kekuatan dan kesungguhan dalam berkhidmah kepada akidah didalam hatinya dengan keyakinan yang kokoh dan suci. Kemunculannya berhadapan dengan sebuah fase pergolakan yang kuat dan keras antara penjajah yang fanatis dengan rakyat yang patriotis. perangkat. materi-materi pelajaran yang terus menerus. dan penyebaran fikrah. bagi mereka yang bersabar bersama kami sampai benih itu tumbuh. mempersiapkan dirinya menjadi qiyadah (pemimpin) bagi umat atau bahkan menjadi "guru" bagi seluruh alam (ustadziyatul 'alam) kejantanan itu akan teruji dengan kesabaran. orang yang beramal berbeda dengan orang yang berjihad. mengkoordinasikan dan memobilisasikan untuk berinteraksi dengan objek dakwah. 7. Banyak di antara mereka yang kebingungan. pertajam kepahaman mereka dengan materi materi. yakinkanlah pada diri kalian akan beratnya tugas. dan ikatan kesetiaan persaudaraan di atas jalan dakwah. melatih ketaatan. tumbuh di antara puing-puing khilafiyah fiqih antar kalangan dan persengketaan berlarut-larut tentang hal-hal yang bersifat furu' yang telah menyalakan bara perpecahan di kalangan para pemuja ambisi dan egoisme. barangsiapa yang rajin dalam bekerja maka beruntunglah ia. Untuk membimbing umat dan generasinya kepada sesuatu yang memberi manfaat dan kebaikan bagi mereka. merebut simpati orang-orang beriman. Alasan "mengutamakan kerja daripada seruan dan propaganda" Ketiga. menanggung beban derita perjuangan. golongan. hasil akhir yang sempurna adalah tersebarnya pengenalan fikrah. pernyataan ini tentu sulit diterima oleh jiwa-jiwa yang ambisius. Sesuai dengan kemurnian hakekat dan keshalihan sudut pandangnya. ta 'aruf. dan manhaj amal (sistem kerja) kalian. selebaran-selebaran. serta menyiapkan jundi yang shalih 3. Seandainya hal ini diluar ikhwan tentunya akam digaungkan ke sepenjuru bumi. dan kendalikan arusnya. seleksi aktifis terekrut. sebarkan dakwah kalian ke medan medan yang belum pernah tersentuh. Tempalah dengan tarbiyah yang shahihah. ketika perangkat dakwah semakin kuat. kini Allah telah memberikan petunjuk kepada mereka untuk taat. 5. Akan tetapi. 6. banyaknya aktifis. mereka tidak mengetahui tujuan hidup dan kehidupan ini. serta para ulama. maka kita persilakan dengan hormat kepada para tokoh. tidak bermaksud membangga-banggakannya. 5. bentuklah segera katibah dan kelompok-kelompok. Perasaan seperti inilah yang menjadi "menu lezat" dan spirit bagi tumbuhnya dakwah Ikhwan. Lahirlah dalam dada mereka cita-cita luhur. seorang yang berbicara itu berbeda dengan orang yang beramal. tujuan hidup mulia. 2. Mengutamakan menjauhi dan bersabar karena mempertahankan unsur-unsur yang shalih. dan organisasi untuk bergabung. acara-acara yang bersifat umum maupun khusus. 6. Menjauhi titik-titik khilafiyah 2. ketabahan. kemudian menguasainya. meningkatkan intelektualitas melalui studi yang komprehensif baik urusan agama maupun dunianya. meniti jalan. mempertautkan jiwa dan ruh. maka sekali-kali tidak memberi pengaruh pula kata-katanya. kepada segala tingkatan sosial 1.golongan 1. mengkhawatirkan memperbaiki dakwah dengan permusuhan yang dalam atau persahabatan kental prinsipnya. Dakwah islamiyah itu sifatnya umum. peningkatan kesehatan anggota. mengkhawatirkan adanya kotoran riya' 2. Mengutamakan kerja (Ai-Hujurat: 17) barisan pendukung dan klub-klub Ikhwan penuh dengan para mahasiswa (yang memiliki idealisme tinggi). Ikatan antara cabang-cabang Ikhwan adalah ikatan nama. dan soliditas takwiniyah. (An-Nuur: 35) Pesatnya pertumbuhan dakwah ini dirangsang dan dipupuk oleh imperialisme asing dan kolonialisme Barat atas negeri ini. dan beraktivitas bersama kami. dan amal-amal aplikatif yang akal pikiran dan pemahaman pasti mengalami perbedaan dalam menafsirkan dan memahaminya. untuk semua manusia. Menjauhnya dari para propagandis yang mengoceh tanpa kerja nyata. dakwah Ikhwan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dengan gerakan-gerakan dakwah yang lain di zamannya. Dakwah pun akan bisa memaksimalkan penggunaan waktu dan mengoptimalkan potensi bersama mereka atau menunggu sejenak sembari memohon ma'unah ke hadirat Allah Pertama. pengenalan. pelaksanaan amal menuju produktivitas kerja dakwah yang optimal.) 2. dan jangan sekali-kali kalian sia-siakan waktu meski hanya semenit tanpa diisi dengan amal. karena ushulul Islam (asas-asas Islam) terdiri dari ayat. dan penasehatnya (yang memiliki dedikasi tinggi). yang ingin meraih kedudukan dan harta kekayaan melalui golongan dan jamaahnya. anggota Ikhwanul Muslimin tidak pernah kikir untuk keperluan dakwah mereka. Allah tidak pernah membebani kalian dengan target-target dalam setiap amal. Fase Tanfidz. penyampaian. dan melalui berbagai penerbitan 1. manfaatkan. Memperhatikan takwin (pembentukan kepribadian) dan tadaruj (bertahap) dalam langkahnya RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. Fase Takwin (fase pembentukan). sungguh pahalanya hanya ada di sisi Allah. mempengaruhi dan bukan dipengaruhi. dosen. "Ma'had Tarbiyah Jisrniyah" (pendidikan jasmani). dan kontinyuitas amal. "Ma 'had Tarbiyah 'Umiyah " dan Fikriyah.

khamr. ia adalah sistem perundangan-undangan dan pengajaran. yang melindungi hak-hak moral maupun material." Adapun kekuatan itu. Ikhwanul Muslimin tidak menuntut tegaknya pemerintahan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. di semua sisi perundang-undangan. 47) (Ash-Shaff: 8) Allah dan Rasul-Nya mengharamkan zina. Tetapi pemerintahan itu menjadi bagian dari manhaj Ikhwan. Islam menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum.) 2. tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan kontrol mereka kepada program yang dijalankan. generasi yang bekerja membentuk bangunan umat ini dengan shibghah islamyah dalam semua aspek kehidupannya. apalagi meyakini manfaatnya. Harus ada tenggang waktu di mana prinsip-prinsip Ikhwan tersebar dan memasyarakat. dan menegakkan hukum hukumnya.8. UUD Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam dibanding dengan sistem UUD yang mana pun di dunia ini. dan tata hubungannya dengan rakyat. Oleh karenanya. dalam praktek penerapan Undang-undang Dasar. yang kemudian melahirkan undang-undang. perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. "Sesungguhnya. Islam adalah hukum dan sekaligus penerapannya. serta memungkinkan adanya interpretasi subjektif dari masing-masing pihak. diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya hukum Islam adalah dosa besar yang tidak terampuni kecuali dengan mengambil alih pemerintahan dari tangan mereka yang tidak mau menegakkannya. musyawarah dan ketundukan penguasa kepada kehendak rakyat. (AI-Maidah: 49-50) (AI-Maidah: 44. telah terbukti gagal. Al-Qur'an dan Sunah sarat dengan muatan ini. kemudian kekuatan kesatuan dan ikatan persaudaraan. Ikhwanul Muslimin dan Undang undang Dasar Mesir RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. Dia terjadi lebih karena tekanan dan tuntutan kondisi. mendukung riba. Ikhwanul Muslimin dan Pemerintahan 6. membenarkan khamr. Ikhwan tidak memikirkan. Dustur adalah aturan pemerintahan yang bersifat global yang mengatur batas batas kekuasaan. dan Revolusi 1. memelihara. sebagian teks UUD Mesir itu rancu dan membingungkan. Sarananya adalah pengubahan tradisi global kehidupan masyarakat dan pembinaan para pendukung dakwah dengan ajaran Islam ini. 3. Kedua. Ikhwan. kewajiban-kewajiban penguasa. sebagaimana ia adalah undang-undang dan peradilan. dan mengatur perjudian. IM senantiasa bekerja mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian teks-teks yang rancu dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya dalam negeri. la masih membutuhkan pembatasan-pembatasan dan penjelasan lebih lanjut. Qanun adalah peraturan yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan yang lain. di mana yang satu tidak bisa dipisahkan dari lainnya." "Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari rasa (Lemah kemauan) gundah dan gelisah. ia merupakan syi'ar Islam dalam perundangan dan syari'atnya Tujuan dan Sarana peringkat pertama kekuatan adalah kekuatan akidah dan iman. baik hukum perdagangan maupun hukum kenegaraan. Tujuan Ikhwan adalah pembentukan generasi baru kaum beriman yang berpegang pada ajaran Islam yang benar. (AI-Baqarah: 138). baik perdata maupun pidana. 7. dan memerangi perjudian. dan aku berlindung kepadamu dari (Lemah harga diri) lilitan hutang dan kekerasan sikap orang. Adapun mengenai revolusi. riba. munculnya pergolakan yang itu bukan bagian dari manhaj Ikhwan. lalu kekuatan fisik dan senjata. sementara para ahli fiqih juga telah banyak menuliskannya. (AI-Anfal: 60) "Mukmin yang kuat itu lebih baik daripada mukmin yang lemah." (Utsman bin Affan) buku-buku induk fiqih dan akidah. mengandalkan. Pertama. dua hal yang harus diperhatikan. bagaimana mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan kelompok. sementara itu undang-undang melindungi pezina. Ikhwanul Muslimin dan Undang -undang 5. Allah mencegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur'an. aku berlindung kepadamu dari rasa (Lemah produktivitas) lemah dan sifat malas. ia sangat membutuhkan perbaikan dan koreksi. sehingga mereka menjadi suri teladan bagi yang lainnya dalam hal memegang prinsip. di bagian ushul bukan di pembahasan bagian-bagian cabang fiqih. sehingga dapat mewujudkan apa yang diinginkan. pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. serta tidak berfungsinya perangkat perbaikan. dan yang mengontrol apa-apa yang mereka kerjakan dalam pelaksanaan undang-undang. Kekuatan. 4. . 45. dan masyarakat tidak memetik hasil darinya kecuali madharat. aku berlindung kepadamu dari (Lemah harta) sifat pengecut dan bakhil.

Kedua. kepada Madinah ternyata tidak menghalangi dirinya dari rindu kepada Makkah. Cinta Rasulullah saw.mendukung kesatuan Arab . cita-cita. .mewujudkan kesatuan Islam (AI-Anbiya: 107) khilafah adalah lambang kesatuan Islam. dan peradaban Islam secara umum. perasaan. Bersama mendirikan pemerintahan koalisi dalam sebuah negara yang demokratis. sosial. mendahulukan yang terdekat kemudian yang dekat (masih ada hubungan famili). Setelah itu membentuk Persekutuan Bangsa-bangsa Muslim. tegaknya daulah. dikatakan." Dahulu bangsa-bangsa Berbeda agama. sebagaimana Allah telah mewajibkan atas mereka. identitas Islam. sesungguhnya Arab itu bahasa. berpikir. Namun ada perbedaan kecil dalam masalah uslub dakwah.) 7. Ikhwan juga menginginkan terwujudnya kedekatan antara ormas-ormas Islam dan berusaha menyatukan serta menghimpun mereka dalam satu fikrah secara umum. Pertama. Ingatlah. 5. Ikhwanul Muslimin dan Partai Politik 4. musyawarah. keluar dari lingkaran jamaah. bahwa Arab itu bahasa. tempat rujukan bagi pemberlakuan hukum Islam. "Jika bangsa Arab terhina. dan nasehat (sebagaimana yang digariskan oleh Islam) dengan fanatisme terhadap pendapat. beraktivitas untuk kemaslahatan negaranya . menghimpun diri dalam satu wadah jam'iyah Isiamiyah Kesamaan tujuan umum dari keduanya adalah bergerak dan beramal demi kejayaan Islam dan kebahagiaan kaum muslimin. Ikhwan dan jamaah Mesir Al-Fatat Sikap Ikhwan Terhadap Ormas-ormas Islam Ikhwan dan Jamaah As-Syubban Langkah-langkah untuk mengembalikan eksistensi khilafah Nasionalisme Arabisme Kesatuan Islam 1. persatuan akidah dan musuh bagi kelompok-kelompok nasab (keturunan) (Ai-Hujurat: 10) "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. sehingga dalam pelaksanaannya dapat menekan bahaya yang seringan-ringannya. akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat imam yang satu. dan kehormatan kekuasaannya. negara Islam itu satu dan tidak terbagi-bagi. Pekerjaan mengulangi itu lebih mudah daripada memulai. seorang muslim adalah orang yang paling nasionalis dan paling besar sumbangsihnya bagi bangsa. Dan mengkondisikan orang lain agar masuk dalam lingkup dakwah dan mendapat petunjuk dengan cahaya Islam. Sikap Ikhwan Terhadap Berbagai Institusi 2. ada perbedaan prinsip antara kebebasan berpendapat. senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad. pertahanan keamanan. di mana ia merupakan penengah. baru kemudian tetangga. Harus ada konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim. Dalam sebuah atsar. Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi di antara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar negara. Kemudian Islam menyatukan mereka. ekonomi. 2. bentuk formal dari ikatan antar bangsa muslim. menafsirkan sesuatu. penenteram hati. langkah para aktifis. bahwa Islam mewajibkan atas kaum muslimin untuk menjadi pemimpin di wilayah mereka dan menjadi tuan di negeri sendiri. berusaha terus-menerus untuk memperluas jurang perpecahan di kalangan umat dan mengguncang kekuasaan pemerintahan yang resmi. bersuara.8. 3.negara Barat 6. menyangkut masalah politik. Haruslah dipilih waktu yang tepat untuk itu dengan menempuh cara yang sebijak mungkin. berekspresi. bahasa. 3. menghilangkan permusuhan semacam ini dan berusaha untuk bersatu antara yang satu dengan yang lain. 1. pemersatu. Ikhwanul Muslimin dan Khilafah RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H. hina pulalah Islam. Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan menentang arus (menghancurkan kedai-kedai minuman) seperti ini belum saatnya. meski untuk itu harus mengorbankan jiwa dan harta." "Ingatlah. dan perantara bagi naungan Allah di muka bumi. dan prioritas penyaluran potensi. dan suka-dukanya. Sikap Ikhwan Terhadap Negara ." kesatuan Arab adalah suatu keharusan demi mengembalikan kejayaan Islam. Memusuhi satu bagian berarti memusuhi semuanya.

4. mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. karena jihad tidak mungkin dilakukan dengan santai. 6. 3. 5. 8. agar mereka bersabar (tidak tergesa-gesa) dan menunggu putaran zaman. 7.) 2. bersikap pengecut dan takut menghadapi kenyataan. Saya telah berbicara di hadapan mereka yang bersemangat di antara kalian. serta perpecahan. hilangnya standar nilai yang agung. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain kecuali mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. lari dari persoalan dan tidak berusaha untuk mengantisipasinya. Obatnya adalah lawanlah berbagai bentuk kerusakan moral tersebut. yakni dekadensi moral. 1.Penyakit itu teringkas dalam satu rangkaian. Saya pun berbicara kepada mereka yang malas agar segera bangkit dan bergerak. . RISALAH MUKTAMAR KELIMA (1347-1358 H.